Anda di halaman 1dari 9

Pengertian Workshop, Fungsi Workshop, Dan

Susunan Acaranya
Ditulis oleh Tim Redaksi | 05 Proses Studi
Jika berbicara tentang pengertian workshop, maka Kamu pasti akan teringat dengan
sertifikat workshop para guru. Kebanyakan penyelenggaraan workshop ini banyak
diminati oleh guru, karena berisi pelatihan tentang dunia pendidikan.
Di dalam sertifikat workshop, tertulis JJP atau Jumlah Jam Pertemuan. Inilah
yang dicari oleh para guru untuk melengkapi laporan kualifikasinya. Semakin
banyak sertifikat workshop, maka dinyatakan bahwa guru tersebut aktif
mengembangkan diri dan kreatif.

Pengertian workshop
Workshop berasal dari Bahasa Inggris, terdiri dari dua kata “work” yang
artinya bekerja atau berkegiatan dan “shop” yang berarti toko atau tepat
untuk menjajakan dagangan. Keduanya kemudian dikirim sebuah kata yang
bernama “workshop”.

Workshop disebut juga dengan lokakarya atau pelatihan. Tempat workshop


inilah yang dijadikan sebagai tempat menjajakan banyak ilmu yang
diterapkan dalam penyajian materi beserta dengan praktiknya.

Sama dengan seminar, ada materi yang diujikan pembahasan dalam


workshop ini. Semuanya knalpot dikupas tuntas dan disertai dengan
pelatihan. Peserta yang telah mengikuti workshop ini pasti memiliki produk
atau hasil karya.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, pengertian workshop adalah acara pertemuan
banyak orang yang memiliki latar belakang profesi yang sama di mana
peserta akan diberikan pelatihan. Tempat workshop ini adalah di gedung
karena banyaknya peserta.

Fungsi workshop
Berdasarkan pengertian workshop, maka fungsi workshop adalah untuk
memberikan pelatihan kepada peserta terkait dengan bidang profesinya.
Misalnya adalah untuk guru, maka dijadikan sebagai bekal dalam
mengembangkan inovasi pembelajaran.

Selain itu, fungsi lain dari workshop adalah untuk memberikan tambahan
kualifikasi profesi, karena Kamu akan mendapatkan pengetahuan dan
keterampilan baru. Lebih tepatnya, workshop ini memberikan kecakapan diri
sehingga meningkatkan kualitas dirinya.
Susunan acara workshop
Adapun sebuah workshop, sama seperti acara-acara pertemuan yang
lainnya. Jumlah peserta yang sangat banyak, sehingga ada pembawa acara
yang akan membawakan acara.

Berikut adalah susunan acara pada kegiatan workshop :

1. Sambutan pihak pelaksana kegiatan workshop


Biasanya akan langsung disampaikan oleh ketua pelaksanaan kegiatan
workshop. Isinya adalah berupa pelaporan akan kegiatan workshop.
Pelaporan akan berisi latar belakang dari pelaksanaan workshop, garis besar
pelaksanaan workshop, dan lain sebagainya

2. Pembukaan
Dalam acara ini, biasanya akan diikuti dengan upacara pembukaan yang
langsung dipimpin oleh ketua pelaksana. Ada acara menyanyikan lagu
Indonesia Raya juga.

3. Acara inti
Acara ini adalah acara workshop yang akan langsung dipegang langsung
oleh narasumber workshop. Penyampaian materi dengan memaparkan
semua materi yang akan dibahas adalah hal yang paling awal disampaikan.
Di dalamnya nanti ada pelatihan atau praktik nyata dari materi yang
disampaikan. Ada sub bab acara di dalam acara inti ini, yaitu : Pemaparan
tujuan utama tema workshop, pemateri akan menyampaikannya secara
gamblang, dan Penentuan masalah yang ini baik dijadikan ajang perkenalan,
karena peserta akan diajak berpendapat.

4. Diskusi
Kegiatan ini juga masuk Dalam acara inti, karena ada acara sharing. Di sini
Kamu bisa menanyakan beberapa pertanyaan dalam hal belum pahamnya
teori atau belum pahamnya praktik.

5. Penutup
Ini adalah acara terakhir dalam workshop. Kita akan mengambil benang
merah dari solusi masalah yang telah Kamu diskusikan.

Susunan acara workshop tersebut sesuai dengan pengertian workshop yang


memang untuk memberikan pelatihan kepada peserta untuk bisa
memecahkan masalah. Workshop bisa Kamu ikuti di dalam kota maupun luar
kota.

https://www.renesia.com/pengertian-workshop/
Kegiatan workshop atau lokakarya merupakan kegiatan yang sudah sering dilakukan oleh berbagai
kalangan dan meliputi berbagai bidang. Kegiatan workshop memang sangat bermanfaat, sehingga banyak
pihak yang sering menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kegiatan workshop tidak hanya dilakukan dalam
dunia pendidikan, bahkan sekarang kegiatan workshop sering digunakan untuk tujuan komersial. Informasi
yang didapat dari workshop akan membantu dalam menjalani suatu kegiatan yang tentunya sesuai dengan
materi yang dibahas dari workshop tersebut. Penyelenggaraaan workshop ditentukan oleh lembaga yang
menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Dalam prakteknya, kegiatan workshop sendiri memiliki jenis-jenis yang dapat
ditinjau dari beberapa aspek. Pembagian jenis-jenis workshop tersebut hanya
digunakan sebagai suatu cara untuk memudahkan dalam menggolongkan dan
memepelajari. Dalam dunia pendidikan hal semacam ini juga biasanya dibahas dalam
beberapa materi, namun banyak juga masyarakat yang tidak mengetahui tentang
pembagian atau jenis-jenis workshop tersebut. Bertitik tolak dari keadaan tersebutlah
sehingga perlu adanya pembahasan mengenai hal tersebut. Untuk itulah paper ini
akan membahas jenis-jenis workshop ditinjau dari berbagai aspek yang semoga
hasilnya bisa bermanfaat.

a. Pengertian
Lokakarya atau dalam bahasa inggris disebut workshop adalah suatu acara di
mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari
solusinya. Sebuah lokakarya atau workshop adalah pertemuan ilmiah yang kecil.
Sekelompok orang yang memiliki perhatian yang sama berkumpul bersama di
bawah kepemimpinan beberapa orang ahli untuk menggali satu atau beberapa aspek
khusus suatu topik. Sub-sub kelompok dibentuk untuk tujuan mendengarkan
ceramah-ceramah, melihat demonstrasi-demonstrasi, mendiskusikan berbagai aspek
topik, mempelajari, mengerjakan, mempraktekkan, dan mengevaluasinya. Sebuah
workshop biasanya terdiri dari Pimpinan workshop, Anggota, dan Manusia Sumber.
Dalam dunia pendidikan workshop adalah suatu device dalam in-service
education, cara belajar sesuatu (- a way learning) dengan menggunakan sharing of
ideas, prosedure give and take “suatu sistem kerja yang selaras dengan jiwa gotong –
royong”.
Tujuan dari workshop ialah untuk memperoleh informasi melalui pengalaman
langsung dan saling menyampaikan informasi.
Beberapa ciri-ciri workshop antara lain :
a. Masalah yang dibahas bersifat “life centered” dan muncul dari
peserta sendiri
b. Cara yang digunakan ialah metode pemecahan masalah “musyawarah
dan penyelidikan”.
c. Menggunakan resource person dan resource materials yang memberi
bantuan yang besar sekali dalam mencapai hasil yang sebaik-baiknya.
Prosedure pelaksanaan workshop meliputi beberapa hal, antara lain :
1. Merumuskan tujuan workshop (output yang akan dicapai)
2. Merumuskan pokok-pokok masalah yang akan dibahas secara
terperinci.
3. Menentukan prosedur pemecahan masalah.
Metode lokakarya atau workshop memiliki keunggulan dalam penyelenggaraan diskusi yang
bersifat panel yaitu :
1. Memberi kebebasan berargumen kepada peserta loka karya dan pemakalah
2. Memberi peluang melibatkan banyak peserta
3. Menyerap informasi sebanyak mungkin untuk suatu hasil atau perubahan konsep semula sehingga ide
pemakalah akan diuji dan mendapat tangapan tentang kelebihan dan kekurangan dari ide para pemakalah
4. Dapat digunakan sebagai referensi bagi pengamat dan pemegang kebijakan baik masyarakat umum dan
pemerintah.
Kelemahan metode diskusi seperti ini adalah :
1. Memerlukan persiapan yang relatif lama
2. Memerlukan tenaga dan biaya yang besar
3. Melibatkan banyak orang sehingga menyita waktu guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelasnya
4. Menimbulkan banyak pro dan kontra sehingga menimbulkan potensi konflik di antara pengamat pendidikan
dan pelaksana kebijaksanaan
b. Jenis-jenis Workshop
Jenis workshop ditentukan berdasarkan lembaga/organisasi yang
melaksanakan, dan sifat kerjanya.

1. Berdasarkan lembaga/organisasi
Pengelompokan workshop yang didasarkan pada aspek ini disesuaikan /
tergantung pada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan. Misalnya workshop
tentang implementasi Internal kontrol pada perusahaan. Konsep pengendalian intern
mutakhir menawarkan alternatif cara pandang dan mekanisme sistem pengendalian
yang tidak hanya adaptif dan akomodatif, akan tetapi juga memberikan stimulasi bagi
berkembangnya inisiatif dan kreatifitas pegawai dan manajemen perusahaan. Dengan
konssep pengendalian intern yang mutakhir ini auditor internal diharapkan dapat lebih
meningkatkan peran konsultatif dan katalis sebagai pelayanan terhadap kepentingan
perusahaan.
Tujuan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat :
 Memahami konsep pengendalian intern yang sesuai dengan kebutuhan manajemen dan
pegawai untuk mengembangkan inisiatif dan kreatifitas dalam bekerja.
 Mengembangkan dan mengimplementasikan konsep pengendalian intern yang sesuai
dengan budaya kerja yang berdasarkan empowerment process.
Adapun materi yang diberikan adalah :
- Internal Conrol Overview
- Control Environtment and Assessment Control
- Risk Identification
- Risk Measurement
- Control Activities
Contoh lain adalah workshop pendidikan. Ruang lingkup yang dibahas dalam
workshop ini adalah seputar problematika pendidikan. Misalnya workshop tentang
portofolio sertifikasi guru dalam jabatan. Dalam workshop ini akan dibahas komponen
komponen dalam sertifikasi, yang meliputi :
1. Kualifikasi Akademik
2. Pendidikan dan Pelatihan
3. Pengalaman Mengajar
4. Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran
5. Penilaian dari Atasan dan Pengawas
6. Prestasi Akademik
7. Karya Pengembangan Profesi
8. Keikutsertaan dalam Forum Ilmiah
9. Pengalaman Organisasi Di Bidang Kependidikan dan Sosial
10. Penghargaan yang Relevan dengan Bidang Pendidikan

2. Berdasarkan waktu
Jenis workshop ditinjau dari aspek waktu pelaksanaannya dapat digolongkan
menjadi 2, yaitu :
a. Workshop Beruntun
Yang dimaksud dengan workshop beruntun ialah workshop yang dilakukan
dalam dekade terentu secara terus menerus atau tidak terputus. Kebanyakan
workshop ini selama tiga hari berturut turut.
b. Workshop Berkala
Yang dimaksud dengan workshop berkala ialah workshop yang dilakukan
dalam waktu yang memiliki jangka waktu tertentu. Misalnya workshop ini dilakukan
dalam jangka waktu mingguan atau bulanan.
3. Berdasarkan sifat
Jenis workshop ditinjau dari sifatnya dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
a. Workshop yang bersifat mengikat
Workshop yang diadakan oleh suatu organisasi atau orang-orang tertentu
yang membicarakan masalah-masalah program kerja yang sudah dilaksanakan dan
menetukan langkah lanjutan yang hasilnya mengikat peserta workshop. Misalnya
workshop tentang standarisasi ISO dan GMP di suatu perusahaan.
b. Workshop yang bersifat tidak mengikat
Workshop yang diadakan oleh orang-orang tertentu yang membicarakan masalah-masalah faktual yang
muncul dimasyarakat untuk memperoleh pemecahannya dan hasilnya tidak mengikat peserta workshop.
Misalnya workshop tentang penurunan emisi gas CO2 pada perumahan dan pemukiman perkotaan sebagai
antisipasi pemanasan global.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Workshop” Pengertian & ( Manfaat –
Ciri – Jenis – Contoh )
DosenPendidikan.Com – Apakah Kalian Pernah Mendengar Istilah
Workshop?? Dalam Hal Ini Mungkin Istilah Ini Kalian Terasa Asing
Bagi Beberapa Orang Karena Belum Begitu Mengetahuinya. Akan
Tetapi Istilah Ini Tidak Asing Bagi Orang Yang Telah Atau Sudah
Mengikuti Suatu Workshop Yang Diselenggarakan Di Tempat
Kerjanya Atau Di Lingkungan Masyarakat Tempat Tinggal Kalian.
Kalau Begitu Tidak Usah Berlama-Lama,, Kami Disini Akan
Memberikan Beberapa Penjelasan Mengenai Workshop Yang
Dimana Menyangkut Seperti Manfaat,, Ciri,, Jenis Dan Contohnya,,
Nah Bagi Kalian Yang Belum Mengetahuinya Kalau Begitu Simak
Pemaparannya Dibawah Ini.

Pengertian Workshop
Workshop Ialah Kegiatan Yang Dimana Dalam Kegiatan Tersebut
Terdapat Orang-Orang Yang Memiliki Keahlian Dalam Bidang
Tertentu,, Berkumpul Lalu Memabahas Permasalahan Tertentu Dan
Memberi Pengajaran/Pelatihan Kepada Para Peserta.

Dapat Dikatakan Juga Workshop Yaitu Memberikan


Pengajaran/Pelatihan Kepada Para Peserta,, Mengenai Teori Dan
Juga Praktek Pada Suatu Bidang. Atau Dengan Kata Lain Workshop
Yaitu Latihan Untuk Peserta Yang Bekerja Secara Perseorangan Atau
Secara Kelompok Untuk Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan
Dengan Pekerjaan/Tugas Yang Sebenarnya Dengan Maksud Untuk
Memperoleh Sebuah Pengalaman.

Manfaat Workshop
Dalam Hal Ini Pada Suatu Acara Workshop Maka Akan Berkumpul
Orang-Orang Yang Memiliki Minat Dan Keahlian Yang Sama Pada
Bidang Tertentu,, Mereka Akan Berkumpul Untuk Dapat Mengikuti
Arahan Ahli Untuk Membahas Suatu Permasalahan.
Yang Tentunya Workshop Memiliki Rangkaian Kegiatan Dalam

Pelaksanaannya,, Umumnya Rangkaian Acara Workshop Seperti:

 Tujuan Dilaksanakannya Workshop.


 Permasalahan Yang Dibahas.
 Prosedur Teknis Workshop.
 Membahas Permasalahan.
 Dan Menentukan Cara Untuk Memecahkan Permasalahan
Yang Dibahas.
Contoh Workshop
Adapun Beberapa Contoh Workshop Seperti Yang Dilakukan Oleh
Lembaga Pendidikan Mengenai Akreditasi Atau Workshop Yang
Dilakukan Oleh Suatu Lembaga Usaha Tentang Cara Memilih Jenis
Usaha Waralaba Yang Baik.

Ciri-Ciri Workshop
Adapun Ciri-Ciri Dari Workshop Diantaranya:

 Permasalahan Yang Dibahas Yang Dibahas Yakni


Permasalahan Yang Muncul Atau Berasal Dari Peserta
Workshop.
 Metode Yang Digunakan Untuk Menyelesaikan Masalah Yaitu
Dengan Cara Musyawarah Dan Juga Dengan Penyelidikan,,
Sehingga Peserta Workshop Dapat Mengambil Bagian Untuk
Menyelesaikan Masalah Tersebut Secara Aktif.
 Tentunya Setiap Peserta Harus Aktif Dan Berpartisipasi Dalam
Memberikan Bantuan Dalam Kegiatan Tersebut Untuk
Menyelesaikan Permasalahan,, Sehingga Bisa Mendapatkan
Hasil Yang Baik Dalam Musyawarah Tersebut.
Jenis-Jenis Workshop
Adapun Jenis-Jenis Dari Workshop Yang Diantaranya Yaitu:
Workshop Berdasarkan Lembaga Atau Organisasi

Misalnya Workshop Dalam Dunia Pendidikan Yang Membahas


Mengenai Permasalahan Yang Selalu Muncul Dalam Pendidikan Dan
Menyelesaikan Persoalan Tersebut. Jadi Workshop Jenis Ini
Tergantung Pada Lembaga/Organisasi Yang Menyelenggarakannya.

Workshop Berdasarkan Waktu

Workshop Yang Berdasarkan Waktu Di Bagi Menjadi 2 “Dua” Macam


Yang Diantaranya Yaitu:

 Workshop Yang Beruntun


Maksudnya Suatu Workshop Yang Dilakukan Dalam Waktu
Tertentu Diadakan Secara Terus Menerus,, Biasanya Workshop
Jenis Ini Dilakukan Selama 3 “Tiga” Hari Secara Terus Menerus.
 Workshop Yang Berkala
Bedanya Dengan Workshop Beruntun,, Workshop Berkala
Dilakukan Dalam Jangka Waktu Mingguan Atau Bulanan.
Berdasarkan Sifat

Workshop Berdasarkan Dari Sifatnya Dibagi Menjadi 2 “Dua” Macam


Yaitu:

 Workshop Yang Mengikat


Merupakan Workshop Yang Diselenggarakan Oleh Orang-
Orang Atau Lemabag Tertentu,, Misalnya Untuk Membahas
Masalah Program Kerja Yang Hasil Dari Workshop Tersebut
Dapat Mengikat Peserta Yang Hadir.
 Workshop Yang Tidak Mengikat

Merupakan Workshop Yang Tidak Mengikat Peserta Yang Hadir


Didalamnya Jadi Apapun Hasi Dari Workshop Tersebut Tidak Harus
Di Ikuti Oleh Peserta.
Demikianlah Pembahasan Mengenai “Workshop” Pengertian & (
Manfaat – Ciri – Jenis – Contoh ) Semoga Dengan Adanya Ulasan
Tersebut Dapat Menambah Wawasan Dan Pengetahuan Kalian
Semua,,, Terima Kasih Banyak Atas Kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
https://www.dosenpendidikan.com/workshop-pengertian-manfaat-ciri-jenis-contoh/