Anda di halaman 1dari 4

UASku Jujur

Ingin hidup lebih sehat? Cobalah terus berperilaku jujur. Untuk sebagian orang, hal itu mungkin
terdengar menggelikan. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa kejujuran mampu
memengaruhi kesehatan seseorang. Penelitian yang dilakukan The Science of Honesty, In diana,
AS, tersebut melibatkan 72 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama
ditugaskan selalu jujur dalam kurun waktu lima minggu, sedangkan kelompok kedua tidak diberi
instruksi apa pun. Selama waktu itu, peserta diinstruksikan datang ke laboratorium untuk
menjalani tes poligraf dan pengecekan kesehatan fisik. Hasilnya, kelompok pertama secara
signifikan memiliki kesehatan lebih baik, sedangkan kelompok lainnya lebih rentan terkena
penyakit tenggorok, mual, dan sakit kepala.

Pemimpin penelitian, Anita E Kelly, menyatakan bahwa kejujuran membawa seseorang menjadi
rendah hati dan lebih terbuka untuk belajar. Dengan itu, seseorang akan memiliki kondisi tubuh
yang lebih baik. (Psychologytoday/Pra/X-5)

Pada suatu ketika, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ditanya oleh seorang sahabat,
“Katakanlah kepadaku wahai Rasulullah. Bisakah seorang mukmin itu penakut? Rasul
menjawab: Bisa. Ditanya lagi, bisakah orang mukmin itu kikir, pelit? Rasul menjawab: Bisa.
Ditanya lagi, bisakah seorang mukmim itu pendusta? Rasul menjawab: Tidak”.

Walaupun penakut dan kikir adalah sifat tercela, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam masih
mentolerir dan tidak menafikkan iman orang tadi, tapi saat ditanya apakah bisa mukmin itu
pendusta, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab ”Tidak”.

Oleh sebab itu, di dalam Ilmu Hadis, salah satu syarat hadis itu bisa diterima adalah apabila
perawinya adalah orang yang tsiqqah/tsaabit, yaitu orang yang dapat dipercaya.

Menjadi orang dipercaya sangat penting. Selain itu juga bermanfaat bagi diri sendiri. Sosok
mahasiswa tak lepas dengan penelitian untuk menemukan inovasi baru demi keberlangsungan
manusia. Di dalam penelitiannya perlu uji coba yang berkali-kali sehingga memperoleh data
yang akurat. Dengan data akurat ini hasil penelitian dapat diterima oleh khalayak umum bahwa
yang diteliti benar. Seperti halnya ketika murid menempuh ujian akhir untuk menguji apakah
dirinya sudah berkali-kali belajar dan diterima oleh guru bahwa dirinya sudah layak untuk naik
ke level selanjutnya.

Mahasiswa Muslim menaruh kepercayaanya kepada Allah ketika menghadapi ujian di seluruh
dunia dan mengharap pertolongan-Nya . Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah meskipun
keduanya baik. Berusaha untuk mencapai apa yang akan menguntungkanmu dan mencari
bantuan dari Allah dan jangan merasa tidak berdaya. “ (Sahih Muslim, Hadis no.2664)
Diantara maksud sahih ini adalah :
1. Berdoa kepada Allah sesuai yang dianjurkan oleh Islam. Contohnya, “Rabbiy ishrah li sadri
wa yassir li amri”. Artinya: Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan buatlah semua urusan mudah
bagiku.
2. Tidur lebih cepat agar keesokan harinya lebih segar dalam menghadapi ujian.
3. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan untuk ujian, seperti pena, penggaris ,
kalkulator dan jam tangan, karena persiapan yang matang dapat membantu seseorang
untuk menjawab pertanyaan.
4. Membaca doa sebelum meninggalkan rumah: “Bismillaah, tawakkaltu ‘ala Allaah, wa laa
hawla wa laa quwwata illa Billaah. Allaahumma inni a’oodhu bika an adilla aw udalla, aw
azilla aw uzalla, aw azlima aw uzlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya (Dengan nama Allah,
aku bertawakal kepada Allah, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah. Ya Allah, aku
berlindung kepada Engkau supaya aku tidak tersesat atau disesatkan, supaya aku terhindar
(tidak sengaja melakukan dosa) supaya aku tidak menindas atau tertindas, supaya aku tidak
berbuat bodoh atau dianggap bodoh). “Jangan lupa mencari orang tua dan minta didoa’kan
supaya bisa menjalankan ujian dengan baik”
5. Menyebut nama Allah sebelum memulai ujian, untuk menyebut nama Allah disyariatkan
ketika memulai suatu tindakan yang diperbolehkan; ini membawa berkah, dan mencari
bantuan dari Allah adalah salah satu hal untuk mendapatkan kekuatan dan berkah.
6. Hanya takut kepada Allah berkenaan dengan teman sekelas Anda, dan jangan terpengaruh
oleh kecemasan atau rasa takut mereka akan kegagalan ujian tepat sebelum ujian, karena
kecemasan adalah penyakit yang menular. Sebaliknya, membuat mereka merasa optimis
dengan mengatakan kata-kata yang baik seperti yang telah disyariatkan dalam Islam adalah
hal yang dianjurkan. Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) optimis ketika ia mendengar nama
Suhayl (yang berarti “mudah”) dan beliau berkata: “Hal-hal telah dibuat mudah bagi kamu.”
Beliau dulu juga suka mendengar kata-kata ‘Yaa Raashid, ketika ia pergi keluar untuk tujuan
apapun. Jadi optimis bahwa Anda dan saudara-saudara akan lulus ujian ini.
7. Mengingat Allah (dengan dzikir) dapat menghilangkan kecemasan dan ketegangan. Jika ada
sesuatu yang terlalu sulit bagi kamu, berdoalah kepada Allah agar diberi kemudahan.
8. Pilih tempat yang baik untuk duduk selama ujian, jika kamu bisa. Jaga punggung tetap lurus,
dan duduk di kursi dengan cara yang baik dan sehat.
9. Perhatikanlah soal ujian pertama-tama. Penelitian menyarankan agar kita menghabiskan
10% dari waktu ujian untuk membaca pertanyaan dengan hati-hati, mencatat kata-kata
penting dan membagi waktu antara melihat pertanyaan dan menjawab.
10. Jawablah pertanyaan yang mudah terlebih dahulu, daripada yang sulit. Sambil membaca
pertanyaan, buatlah catatan yang berisi ide-ide yang bisa kamu gunakan untuk menjawab
pertanyaan nanti.
11. Menjawab pertanyaan yang lebih penting/utama/mempunyai bobot nilai tertinggi dahulu.
12. Memulai menjawab pertanyaan yang kamu tahu jawabanya terlebih dahulu. Lalu jawablah
pertanyaanyang punya nilai tertinggi, dan tinggalkan saja sementara pertanyaan yang anda
tidak tahu jawabanya atau pertanyaan yang membutuhkan waktu lama untuk dipikirkan
jawabnya.
13. Luangkan waktu kamu untuk menjawab dengan tidak tergesa-gesa, karena Nabi (Shalallahu
‘Alaihi Wassalam) bersabda: “Musyawarah adalah dari Allah dan tergesa-gesa adalah dari
setan.” (Sebuah hadits hasan. Shahih Al-Jami, 3011)
14. Pikirkan dengan hati-hati ketika menjawab dan memilih jawaban yang tepat jika
menemukan pilihan ganda. Jika kamu yakin bahwa kamu telah memilih jawaban yang
benar, maka kuatkan hati dan waspadalah dari waswasah (bisikan dari setan yang dapat
membuat kamu ragu-ragu). Jika kamu tidak yakin, lalu mulai dengan menghilangkan
jawaban yang salah atau tidak mungkin, kemudian memilih jawaban yang benar
berdasarkan apa yang kamu anggap mungkin benar. Jika kamu menebak pada jawaban yang
benar jangan mengubahnya kecuali kamu yakin bahwa itu salah – terutama jika kamu akan
kehilangan nilai untuk jawaban yang salah. Penelitian menunjukkan bahwa jawaban yang
benar biasanya yang dipikirkan oleh siswa pertama kali.
15. Dalam ujian tertulis, kumpulkan semua jawaban kamu sebelum kamu mulai untuk
menjawab. Menulis garis besar jawaban kamu dengan beberapa kata akan mmberikan
jawaban yang lengkap. Kemudian urut jawaban-jawaban tersebut sesuai dengan tingkat
jawaban yang ingin kalian tulis nanti dari yang paling ingin kalian tulis sampai dengan yang
tidak terlalu kalian yakini untuk ditulis.
16. Tulis pokok-pokok jawaban utama kamu di awal baris, karena pokok jawaban utama adalah
yang paling dicari oleh pemeriksa ujian, dan mungkin saja jika jawaban yang dia cari tidak
terdapat pada awal baris dan ternyata terdapat pada tengah halaman/baris si pemeriksa
tidak akan mempedulikanya dan menyalahkanya akibat terburu-buru.
17. Manfaatkan 10% dari waktu untuk mengkaji jawaban kamu. Luangkan waktu kamu dalam
meninjau, terutama dalam masalah matematika dan hal-hal yang berhubungan dengan
angka-angka. Tahan keinginan untuk keluar kelas dengan cepat dan jangan pedulikan
orang-orang yang lebih dulu keluar dari anda. Mereka bisa saja menjadi orang-orang yang
mendapat nilai rendah nantinya karena keluar terlalu dini.
18. Jika kamu menemukan setelah ujian bahwa beberapa jawaban kamu salah, jadikan sebagai
pelajaran untuk dipersiapkan di masa depan, agar tidak terburu-buru dalam menjawab
pertanyaan. Terima kehendak dan takdir dari Allah serta jangan frustasi atau putus asa .
Ingat hadits Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wassalam), “Jika sesuatu menimpa kamu, jangan
katakan,” Seandainya saja saya melakukan ini dan itu. “Sebaliknya berkata,’ Allah wa maa
Qadar sha’a kaan (ini takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki akan terjadi) “(Shahih
Muslim, dan bagian pertama dari hadits ini telah disebutkan di atas).
19. INGAT, bahwa kecurangan/mencontek adalah haram baik dalam tes bahasa asing atau tes
lainnya. Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) bersabda, “Barangsiapa yang menipu bukanlah
untuk salah satu dari kita.” Kecurangan adalah kesalahan dan itu adalah haram apalagi jika
tujuanya untuk mendapatkan gelar atau sertifikat, dll . Konsekuensi dan dosanya sama
dengan berselingkuh. Jadi jangan lakukan hal yang diharamkan agama, dan Allah akan
memelihara kamu dari karunia-Nya. Menolak semua tawaran hal-hal yang haram
(Memberikan contekan) datang kepada kamu dari orang lain. Orang yang meninggalkan
sesuatu demi Allah, Allah akan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Kamu harus
mengecam dan melawan kejahatan, dan memberitahu pihak berwenang tentang hal seperti
itu yang kamu lihat saat ujian, atau sebelum atau setelah itu. Ini bukan jenis fitnah yang
dilarang justru untuk melaporkan kejahatan yang tercela adalah wajib. Menasihati orang-
orang yang menjual belikan pertanyaan atau soal dan jawaban yang di posting di Internet
dan sebagainya, atau yang mempersiapkan contekan k. Katakan kepada mereka untuk
takepadaut Allah, dan kepada mereka yang berkuasa tentang apa yang mereka lakukan dan
pada uang yang mereka peroleh dari itu. Katakan kepada mereka bahwa mereka hanyalah
menghabiskan waktu dalam mempersiapkan hal-hal yang di haramkan dan hanya
mengumpulkan dosa-dosa. Ingatkan tentang siksa kubur kepada mereka.
20. Ingatlah apa aja yang telah kamu siapkan untuk akhirat, dan pertanyaan-pertanyaan yang
akan diberikan oleh malaikat dalam kubur, dan bagaimana caranya agar selamat dihari
kiamat. Siapa pun yang selamat dari neraka dan masuk surga adalah orang-orang yang
beruntung.
Kita memohon kepada Allah agar berhasil di dunia dan kita bisa berada di antara mereka yang
menang serta berada di surga, karena Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi maha menjawab doa.
Sumber: hidayah18.wordpress.com