Anda di halaman 1dari 28

SOAL KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

1.    Seorang pasien laki-laki 50 tahun korban kecelakaan lalulintas diantar ke unit emergency
dalam kondisi tidak sadar. Dari pemeriksaan fisik diperoleh data : terdapat luka luka terbuka
di dahi dan wajah disertai keluarnya darah dari hidung dan telinga, tampak memar pada
bagian abdomen, distensi abdomen (+),  fraktur terbuka ½ cruris dextra, akral dingin. Tanda
vital : TD 90/50 mmhg, pernapasan 25x/menit, nadi 120 x/menit.
Apakah label yang diberikan perawat di ruangan Triase untuk pasien tersebut?   
a.    Ungu
b.    Hijau
c.    Hitam
d.   Merah
e.    Kuning

2.    Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh ibunya tukang becak ke ruang unit gawat
darurat, tiba-tiba pasien mengalami henti napas dan henti jantung. Perawat memakai alat
pelindung diri, kemudian mengecek respon pasien dan mengaktifkan sistem emergency,
Manakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
a. Mengecek nadi karotis pasien
b. Memberikan bantuan nafas sebanyak 2 kali
c. Melakukan kompresi jantung sebanyak 30 kali
d. Membuka jalan napas dengan teknik head tilt chin lift
e. Mengkaji napas pasien dengan cara look, listen and feel
3.    Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun mengalami henti napas dan henti jantung di ruang
unit gawat darurat. Dua orang perawat langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru
(RJP).
Berapakah rasio kompresi dan ventilasi yang diberikan?
a.    3 kompresi dan 1 ventilasi
b.    15 kompresi dan 1 ventilasi
c.    15 kompresi dan 2 ventilasi
d.    30 kompresi dan 1 ventilasi
e.    30 kompresi dan 2 ventilasi
4.    Seorang perempuan berusia 27 tahun jatuh dari motor dibawa ke ruang unit gawat darurat,
hasil pemeriksaan terdapat luka di bagian leher dan di dahi pasien, darah keluar dari hidung,
telinga dan mulut.
Bagaimanakah cara membuka jalan napas pada pasien?
a.    Chin lift
b.    Jaw trust
c.    Head tilt

1
d.    Chest trust
e.    Hiperektensi kepala
5.    Seorang laki-laki berusia 35 tahun mengalami henti napas dan henti jantung di ruang unit
gawat darurat. Perawat langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) selama 2
menit, setelah itu perawat mengevaluasi keadaan pasien,ternyata denyut nadi korban ada dan
nafas tidak ada.
Manakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
a.    Melakukan kembali tindakan resusitasi jantung paru
b.    Merujuk pasien ke sarana pelayanan kesehatan terdekat
c.    Memberikan bantuan nafas sebanyak 10 kali selama dua menit
d.    Memberikan bantuan nafas sebanyak 20 kali selama dua menit
e.    Memposisikan klien ke dalam posisi miring mantap (recovery position)
6.    Seorang bayi perempuan berusia 3 bulan dibawa ibunya ke ruang unit gawat darurat, pasien
mengalami sumbatan jalan napas total. Hasil pengkajian didapatkan warna kulit mulai terlihat
kebiru-biruan, dan kesadaran pasien mulai menurun.
Manakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
a.    Chest trust
b.    Abdominal trust
c.    Heimlich manuveur
d.    Cek kesadaran pasien
e.    Berikan terapi oksigen
7.    Seorang perempuan berusia 55 tahun mengalami henti napas dan henti jantung di ruang unit
gawat darurat. Perawat langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) selama 2
menit, setelah itu perawat mengevaluasi keadaan pasien,ternyata denyut nadi dan napas
korban ada.
Manakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
a.    Memposisikan klien ke dalam posisi miring mantap
b.    Merujuk pasien ke sarana pelayanan kesehatan terdekat
c.    Memberikan bantuan nafas sebanyak 10 kali selama dua menit
d.    Memberikan bantuan nafas sebanyak 20 kali selama dua menit
e.    Melakukan kembali tindakan resusitasi jantung paru selama 5 siklus
8.    Seorang pasien laki-laki berusia 17 tahun, korban perkelahian di sekolah, diantar ke unit
gawat darurat dengan luka tusuk di abdomen. Pasien mengerang kesakitan, perdarahan masiv
di sekitar pisau yang menancap. Pasien direncanakan akan segera dilakukan pembedahan.
Apakah tindakan yang harus dilakukan?
a.       Mencabut pisau yang menancap di abdomen pasien
b.      Memasang infus 2 jalur untuk persiapan pembedahan
c.       Menghubungi pihak polisi untuk segera dilakukan visum
d.      Melakukan fiksasi pada pisau agar tidak berubah tempat/bergeser
e.       Memberikan penjelasan dan meminta persetujuan keluarga untuk dilakukan pembedahan

2
9.    Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke unit gawat darurat diantar
keluarganya, pada saat datang darah terlihat mengucur deras dari luka. Pasien mengalami
perdarahan akibat sabetan benda tajam di kepala, Tanda-tanda vital terpantau tekanan darah
100/70 mm Hg, Nadi 99x/menit dan respirasi 26 x/menit.
Apakah tindakan pertama yang dapat anda lakukan adalah?
a.    Resusitasi cairan progresif
b.    Berikan posisi head up 30 derajat.
c.    Elevasikan daerah yang perdarahan
d.    Hentikan perdarahan dengan balut tekan
e.    Berikan oksigen 8 L/menit memakai simple mask
10.    Seorang perempuan berusia 35 tahun mengalami kecelakaan, kemudian dirawat di ruang
unit gawat darurat. Hasil pengkajian didapatkan tingkat kesadaran somnolen, suara napas
gurgling, frekuensi napas 28x/menit.
Manakah tindakan yang akan dilakukan....
a.    Lakukan cross finger
b.    Berikan terapi oksigen
c.    Lakukan head tilt chin lift
d.    Lakukan tindakan suctioning
e.    Pasang mayo/ oro paharingeal airways

11.Dari kasus dibawah ini mana pasien yang harus ditangani segera/emergent
a.    Pasien datang dengan luka bakar pada tangan sebelah kanan
b.    Pasien datang dengan diare, sudah 4 kali BAB di rumah
c.    Pasien datang dengan close farktur radius ulnaris
d.   Pasien anak datang dengan temprature tinggi 40,6 0 C
e.    Pasien anak datang dengan muntah, sudah 5 kali muntah di rumah

12.    Dari kasus dibawah ini pasien yang membutuhkan penanganan, tetapi tidak
mengancam hidup/ urgent ialah
a.    Pasien datang dengan luka tusuk pada daerah abdomen
b.    Pasien dengan nyeri dada dan kesulitan bernafas
c.    Pasien dengan perdarahan postpartum
d.   Pasien datang dengan keadaan lemah, muntah sudah 3 kali di rumah disertai
mual sehabis makan yang dijual di luaran
e.    Pasien anak dengan temparature tinggi 39,50 C disertai kejang

13.     Terjadi bencana masal pada daerah X, tindakan awal kita sebagai perawat gadar yang
tepat sesuai dengan Rapid Assesment Triage menggunakan metode START ialah
a.    Mencari korban yang masih bernafas dan tidak bernafas
b.    Mencari korban yang dapat bernapas spontan >30x permenit

3
c.    Mencari korban yang dapat bernapas spontan <30x permenit
d.   Mencari korban dengan capilarry refill < 2 detik
e.    Memanggil semua korban yang dapat berjalan, dan memerintahkan pergi ke
tempat yang aman

14.    Dalam tragedi musibah massal ditemukan pasien tidak bernafas setelah dilakukan
tindakan dengan membuka airway pasien bisa kembali bernafas, tetapi tidak bernapas
spontan. Dikategorikan apakah pasien ini
a.    Kategori hijau
b.    Kategori hitam
c.    Kategori merah
d.   Kategori kuning
e.    Kategori putih

15.    Dalam tragedi musibah massal ditemukan pasien bernapas spontan, RR<30 x /menit,
CRT< 2 detik, Nadi <100 x/menit dan setelah perawat memberi perintah mengangkat
kedua tangan pasien dapat mengangkat kedua tangan tetapi dengan gerakan lambat
dikategorikan apakah pasien ini
a.    Kategori hijau
b.   Kategori kuning
c.    Kategori merah
d.   Kategori kuning
e.    Kategori putih

16.    Dalam tragedi musibah massal ditemukan pasien bernapas dyspnea, RR<30 x /menit,
CRT>2 detik, Nadi >100 x/menit. Dikategorikan apakah pasien ini
a.    Kategori hijau
b.    Kategori kuning
c.    Kategori merah
d.   Kategori kuning
e.    Kategori putih

17.Dalam tragedi musibah massal ditemukan pasien tidak bernafas setelah dilakukan
tindakan dengan membuka airway pasien masih tidak bernafas. Dikategorikan apakah
pasien ini
4
a. Kategori hijau
b. Kategori hitam
c. Kategori merah
d. Kategori kuning
e. Kategori putih
18. Disuatu daerah yang terkena bencana tanah longsor terdapat 25 korban dengan
luka-luka ringan,13 korban luka berat dengan perdarahan, 7 korban meninggal dan 9
orang tidak diketemukan. Untuk kode triage pada korban dengan luka ringan dengan
warna…
a. Merah
b. Kuning
c. Hijau
d. Putih
e. Hitam
19. Pada korban meninggal diberikan kode warna
a. Merah
b. Kuning
c. Hijau
d. Putih
e. Hitam
20. Pada kasus diatas pemilihan korban dalam bencana tersebut dapat digunakan
metode
a. START
b. CLEAR
c. SAVE
d. SIX
e. DOWN
21. Pada kasus diatas tindakan awal sebagai perawat adalah
a. Langsung selamatkan korban luka berat dengan perdarahan
b. Mencari korban yang hilang
c. Mengevakuasi korban meninggal
d. Panggil semua korban yang dapat berjalan dan perintahkan pergi kesuatu
tempat ke area aman
e. A,b,c benar semua
22. Tn. Y (40 tahun ) datang ke IGD dengan kesulitan bernafas, Respirasi 31 x/menit.
Tn. Y di kategorikan ke dalam
a. Emergency
b. Urgent
c. Non urgent
d. Stable
e. Benar semua
5
23. Tn. X (45 tahun ) datang ke IGD dengan fraktur terbuka dengan perdarahan. Tn.
X dikategorikan ke dalam
a. Emergency
b. Urgent
c. Non urgent
d. Stable
e. Benar semua
Soal 24-25
Seorang pasien Ny. R (34 tahun) datang ke IGD dengan keadaan tidak sadar. Pada
pemeriksaan fisik perawat menemukan kondisi pasien dengan keadaan TD : 90/60
mmHg, Nadi 60 x/m, pola respirasi kussmaul dengan frekuensi 27 x/m dan pada
ekstremitas terlihat adanya sianosis.
24. Dari pengkajian di atas, perawat menemukan tanda-tanda ….
1) Hipoksemia
2) Koma
3) Hipoksia
4) Cluster
Jawaban B
25. Pada kasus diatas pasien dengan kondisi tersebut merupakan indikasi
1) Pemberian ventilator
2) Pemberian RJP
3) Pemberian DC shock
4) Pemberian terapi oksigen
Jawaban D
26. Ditemukan korban tenggelam dengan tidak sadarkan diri mengalami henti nafas.
tindakan pertama yang dilakukan adalah
a. Amankan pemberi pertolongan dan korban dan kaji respon pasien
b. Call for help
c. Cek nadi karotis
d. Lakukan RJP
e. Berikan bantuan nafas
27. An. B (2 tahun) BB 14 Kg datang ke IGD dengan diare, saat pemeriksaan
diperkirakan defisit 6%, nadi 101x/menit, mukosa lidah kering.
Kasus diatas dikaegorikan dalam dehidrasi
a. Sangat ringan
b. Ringan
c. Sedang
d. Berat
e. Sangat berat
28. Tn. C (39 tahun ) datang ke IGD dengan fraktur terbuka pada femur pasien
mengalami sianosis. Pasien tersebut di kategorikan dalam
6
a. Pasien gawat darurat
b. Pasien tidak gawat tapi darurat
c. Pasien tidak gawat dan tidak darurat
d. Unsavegeabel
e. Salah semua
29. Tim penolong bencana gunung meletus berteriak memanggil korban yang bisa
berjalan dan tim penolong memerintahkankorban untuk pergi ke zona hijau. Tindakan
tersebut merupakan tindakan awal pada metode
a. SAVE
b. ABC
c. CAB
d. START
e. SIX
30. Tn.M dengan umur 42 tahun dan Ny. S umur 40 tahun mengalami tabrakan
dengan mobil lainnya saat mengendarai mobilnya di jalan tol. Pada saat kejadian Tn.
M dalam keadaan sadar, saat dikeluarkan dari mobil Tn.M menjerit kesakitan ternyata
ditemukan tungkai sinistra tibia fibula tampak bengkok, bengkak, dan terdapat luka
robek yang mengeluarkan darah. Sedangkan Ny.S saat kejadian dalam keadaan tidak
sadar dan ditemukan adanya jejas pada dada dekstra dan diduga mengalami henti
nafas.
Paa kasus diatas, pernyataan manakah yang benar menurut kondisi gawat dan
darurat?
a. Ny. S termasuk dalam kategori gawat dan Tn.M termasuk dalam kategori darurat
b. Ny. S termasuk dalam kategori darurat dan Tn.M termasuk dalam kategori
gawat
c. Ny. S dan Tn.M termasuk dalam kategori gawat dan darurat
d. Ny. S dan Tn.M tidak termasuk dalam kategori gawat dan darurat
31. Pada pagi ini, tampak seorang perawat melakukan resusitasi cairan dengan
melakukan kolaborasi penggantian cairan menggunakan infus 2 jalur pada pasien
yang mengalami peradrahan. Tindakan dari perawat tersebuti disebut?
a. Penanggulangan Pasien Gawat Darurat
b. Upaya Penanggulangan Pasien Gawat Darurat
c. Upaya Penanggulangan penderita Gawat Darurat
d. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat

32. 1. Kesulitan bernafas


2. Luka bakar
3. Mulltipel fraktur
4. Cedera kepala berat
5. Kelainan persalinan
Manakah yang termasuk dalam prioritas kegawatan darurat kategori gawat darurat:
7
a. 1,2,3
b. 1,2,4
c. 1,3,5
d. 1,4,5
e. 1,3,4
33. 1. Nyeri karena gangguan paru
2. Luka bakar
3. Mulltipel fraktur
4. Cedera kepala berat
5. Kelainan persalinan
Manakah yang termasuk dalam prioritas kegawatan darurat kategori darurat tidak
gawat:
a. 1,2,3
b. 1,2,4
c. 1,3,5
d. 1,4,5
e. 1,2,5
34. Pasien datang ke IGD dengan keadaan sadar, tampak kesulitan bernafas dan
kedua tangan memegangi leher, orang yang mengantar pasien menyebutkan pasien
tersedak, apa tindakan yang tepat kita lakukan
a. Head tilt
b. Chin lift
c. Hemlich manuver
d. Jaw thrust
e. Suction
35. Tindakan yang tepat untuk membebaskan jalan napas pasien yang dicurigai
cedera tulang belakang ialah
a. Head tilt
b. Chin lift
c. Hemlich manuver
d. Jaw thrust
e. Suction

36. Pasien datang ke IGD dengan keluhan nyeri punggung yang berulang
dikategorikan apakah pasien ini
a. Penderita gawat darurat
b. Penderita tidak gawat tapi darurat
c. Emergent
d. Urgent
e. Non urgent
37. Dasar triage
8
1. Derajat cedera
2. Jumlah yang cedera
3. Sarana dan kemampuan
4. Kemungkinan bertahan hidup
Dari keempat poin diatas manakah yang merupakan dasar Triage
a. 1,2, 3
b. 1,2
c. 1, 3
d. 4
e. Benar semua
38. Proses penilaian triage
1. Penilaian harapan hidup
2. Penilaian tanda vital dan kondisi
3. Penilaian tindakan yang diperlukan
4. Prioritas penangan definitif
5. Penilaian kemampuan medis
6. Pemberian label
Dari keenam poin diatas manakah urutan penilaian dari yang pertama sampai terakhir
a. 1, 2, 3, 4, 5, 6
b. 1, 2, 4, 3, 6, 5
c. 2, 3, 1, 5, 4, 6
d. 2, 1, 3, 6, 4, 5
e. 2, 1, 3, 5, 6, 4
39. Langkah CPR
1. Buka jalan nafas dan hilangkan sumbatan
2. Assesment, pengenalan dan aktifasi respon darurat dan minta bantuan
3. Berikan pernafasan dan cek pernafasan
4. Cek nadi dan kompresi
5. Berikan kejut listrik
Dari kelima poin diatas manakah urutan yang sesuai dengan langkah CPR yang
terbaru tahun 2010
a. 1, 2, 3, 4, 5
b. 2, 1, 3, 4, 5
c. 4, 1, 2, 3, 5
d. 2, 4, 1, 3, 5
e. 1, 2, 4, 3, 5
40. Tindakan untuk membebaskan jalan nafas
1. Hemlich manuver
2. Head tilt-chin lift
3. Jaw thrust
4. Finger sweeping
9
5. Suction atau miringkan pasien
Dari poin di atas poin manakah yang dilakukan untuk membebaskan jalan nafas
pasien tidak sadar
a. 1, 2, 3
b. 2, 3, 4, 5
c. 2, 3, 5
d. 1, 2, 3, 5
e. Benar semua
41. Prosedur breathing mulut ke mulut
1. Ambil nafas seperti biasa (jangan terlalu dalam)
2. Buat keadaan mulut ke mulut yang serapat mungkin
3. Pastikan hidung korban terpencet rapat
4. Berikan satu ventilasi tiap satu detik
5. Kembali kelangkah ambil nafas hingga berikan nafas kedua selama satu detik
6. Jika tidak memungkinkan untuk memberikan pernafasan melalui mulut korban
dapat dilakukan pernafasan mulut kehidung korban
Dari keenam poin diatas manakah urutan pertama sampai yang terakhir sesuai
prosedur breathing mulut ke mulut
a. 1, 2, 3, 4, 5, 6
b. 3, 1, 2, 4, 5, 6
c. 1, 3, 2, 4, 5, 6
d. 3, 2, 1, 4, 5, 6
e. 2, 1, 3, 4, 5, 6
42. Pasien membutuhkan penilaian/evaluasi dan penanganan, tetapi waktu tidak
menjadi faktor kritis, ini merupakan definisi dari
a. Emergent
b. Urgent
c. Nonurgent
d. Stable
e. Referred
43. Waktu yang ideal untuk tindakan penyelamatan pada pasien sumbatan jalan nafas
dan perdarahan hebat menurut metode START Triage ialah
a. 1-2 menit
b. <30 detik
c. < 3 menit
d. Tidak lebih dari 60 detik
e. Tidak lebih dari 4 menit
44. Di Unit Gawat Darurat, dua pasien akibat kecelakaan datang secara bersamaan.
Ny. A: berteriak-teriak, perdarahan di kaki kanannya. Tn. B : hanya diam, perdarahan
dari kepala. Kemudian datang Tn.C mengeluh nyeri nyeri dada sejak 2 jam yang lalu.

10
Ny. D mengeluh sesak berat dan terlihat gelisah. Prioritas manakah yang harus
ditolong lebih dahulu?
a. Ny.A c. Tn.C
b. Tn.B d. Ny.D
45. Di suatu ruang IGD, terdapat pasien Tn.B umur 34 tahun mengalami penurunan
kesadaran. Tn.B membuka mata setelah diberi perintah membuka mata. Saat
ditanyakan tempat Tn.B sekarang berada Tn.B tampak bingung. Saat diberi cubitan
pada lengan tangan dekstra, Tn.B menarik tangannya menjauhi cubitan. Perawat
menilai GCS Tn.B E3V4M4 (somnolent). Berdasarkan kasus diatas, bagaimanakah
core competency yang dimiliki perawat tersebut?
a. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal komunikasi
b. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal terampil dalam
penilaian klien
c. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal prioritas pengaturan
dan berpikir kritis
d. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal pengetahuan
perawatan darurat dan keterampilan klinis
e. Perawat tersebut tidak memiliki core competency dalam hal apapun
46. Di suatu ruang IGD, terdapat pasien An.K umur 8 tahun yang mengalami
perdarahan pada bagian leher yaitu vena jugularis. Perawat yang bertugas pada pasien
tersebut tampak melakukan penekanan keras pada vena jugularis. Berdasarkan kasus
diatas, bagaimanakah core competency yang dimiliki perawat tersebut?
a. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal terampil dalam
penilaian klien
b. Perawat tersebut tidak memiliki core competency dalam hal prioritas pengaturan
dan berpikir kritis
c. Perawat tersebut tidak memiliki core competency dalam hal pengetahuan
perawatan darurat dan keterampilan klinis serta hal prioritas pengaturan dan
berpikir kritis
d. Perawat tersebut tidak memiliki core competency dalam hal pengetahuan
perawatan darurat dan keterampilan klinis
e. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal komunikasi
47. Di suatu ruang IGD, terdapat pasien Tn.R umur 78 tahun dengan diagnosa
gastritis. Saat pengkajian pasien dalam keadaan sadar, namun karena Tn.R sudah
berumur tua, Tn.R kurang mendengar. Perawat yang bertugas pada pasien tersebut
berinisiatif untuk menggunakan stetoskop pada telinga Tn.R sehingga perawat dan
Tn.R tersebut dapat berkomunikasi dengan baik. Berdasarkan kasus diatas,
bagaimanakah core competency yang dimiliki perawat tersebut?
a. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal komunikasi
b. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal terampil dalam
penilaian klien
11
c. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal prioritas pengaturan
dan berpikir kritis
d. Perawat tersebut telah memiliki core competency dalam hal pengetahuan
perawatan darurat dan keterampilan klinis
e. Perawat tersebut tidak memiliki core competency dalam hal apapun
48. Terdapat kecelakaan bus, terdapat sejumlah korban. Tim emergency yang telah
berada ditempat melakukan triage. Pada salah satu korban yang ditangani terdapat
korban henti nafas, setelah dilakukan pengkajian dini dan tindakan chen lift korban
masih tidak bernafas, kemudian dilakukan pembukaan jalan nafas, korban masih tidak
bernafas. Berdasarkan kasus tersebut, warna label apakah yang diberikan pada korban
tersebut?
a. Putih
b. Hijau
c. Kuning
d. Merah
e. Hitam
49. Pada saat melakukan pengkajian sirkulasi, perawat hendak melakukan pengkajian
capillary refill namun ditemukan cat kuku pada korban. Maka apa yang selanjutnya
dilakukan oleh perawat?
a. Menghilangkannya dengan alkohol
b. Mengganti pengkajian capillary refill dengan melakukan pemeriksaan nadi
radialis
c. Tetap melakukan pengkajian capillary refill namun menggunakan perkiraan
d. Mengganti pengkajian capillary efill dengan melakukan pemeriksaan denyut vena
jugularis
e. Melewati pengkajian sirkulasi dan melanjutkan pada tahap berikutnya
50. Salah satu kriteria penting untuk mendapatkan kompresi yang berkualitas pada
resusitasi jantung paru adalah frekuensi kompres yang dilakukan setidaknya
sebanyak...
a. 100 kali / menit
b. 30 kali/menit
c. 90 kali/ menit
d. 100 kali / 30 detik
e. 90 kali / 30 detik
51. Kapan langkah CPR ABC masih di perboleh kan ?
a. Pada saat tenggelam dan henti nafas
b. Pada saat tersedak
c. Pada klien patah tulang
d. Pada saat tidur
52. An.A (3 thn) di bawa oleh keluarga ke UGD, dengan riwayat kejang di rumah.
Pada saat di lakukan pemeriksaan An.A mengalami Apnea (henti nafas).
12
Apakah tindakan keperawatan pada An. G ?
a. Resusitasi jantung dan paru (RJP)
b. Mempertahankan jalan nafas
c. Memberikan nafas buatan
d. Memasang infuse
53. Ny. umur 30 tahun dengan hipoglikemi, di rawat di UGD dalam kondisi
penurunan kesadaran. Klien membuka mata dengan cubitan di kelopak mata, dan
mampu menepis cubitan tersebut dengan tangan kanannya dan saat diajak bicara
hanya erangan kesakitan yang keluar dari mulut klien.
Berapakah skor GCS pada pasien tersebut ?
a. E2V4M5
b. E2V3M4
c. E2V3M5
d. E3V2M5
e. E2V2M5
54. Jenis cairan parenteral yang digunakan dalam melakukan resusitasi cairan yaitu ?
a. Kristaloid
b. Koloid
c. Darah
d. Cairan gula dan garam
55. Tn.B usia 30 tahun datang di UGD dengan luka gigitan ular. KU lemah, keringat
dingin, hipersalivasi, muntah, tekanan darah 90/60 mmHg, Nadi 100 x/menit, bekas
luka halus dan bentuk melengkung, sekitar luka melepuh, udema, nyeri, warna
kehitaman.
Apakah tindakan pertama kali yang dilakukan ?
a. Kumbah lambung
b. Bersihkan jalan nafas dari kotoran
c. Lakukan chocking
d. Berikan cairan
56. Tn.D 25 tahun masuk ke UGD dengan Close Fraktur Femur Dekstra Sinistra,
klien meringis dan berteriak kesakitan, TD 130/90, N 100 x/menit, kaki kanan dan
kiri lebam, nyeri.
Tn. D termasuk dalam triage kategori ?
a. Emergent
b. Nonurget
c. Penderita yang sudah meninggal
d. Urgent
57. An.A 18 tahun masuk ke UGD dengan perdarahan di kepala dan perut akibat
tauran. An.A mengalami penurunan kesadaran, tekanan nadi lemah, TD 90/80. An.A
hanya mengeluarkan suara menggumam ketika di panggil tanpa membuka mata.
An.A masuk dalam triage kategori ?
13
a. Emergent
b. Nonurget
c. Penderita yang sudah meninggal
d. Urgent
58. Tn.C 34 tahun masuk UGD dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik
terlihat keadaan pasien TD 80/60 mmHg, Nadi : 60x/menit, RR 26 x/menit dan pada
ekstremitas terlihat sianosis.
Dari pemeriksaan di atas, perawat menemukan tanda …
a. Hipoglikemi
b. Hiperglikemi
c. Hipoksia
d. Ansietas
59. An.B 17 tahun masuk IGD dengan riwayat luka bakar, BB pasien 60 Kg, luas
luka bakar 40 %, maka kebutuhan cairan pasien berdasarkan rumus Baxter pada 8
Jam pertama adalah?
a. 4000 ml
b. 4800ml
c. 2400 ml
d. 2000 ml
60. Indikasi pemberian resusitasi cairan adalah
a. Syok kardiogenik
b. Syok neurologi
c. Syok hipovolemik
d. Syok sepsis

61. Untuk memastikan bahwa jalan nafas tidak terganggu. Tindakan yang dilakukan?
a. Look
b. Listen
c. Feel
d. Benar semua
62. Pengkajian primer harus dilakukan di triage adalah
a. Keluhan utama
b. Jalan nafas yang baik
c. Pulsasi nadi
d. Semua benar
63. Tujuan utama melakukan RJP adalah
a. Memberikan oksigen padaa otak, pada organ vital lain, pada jantung, sampai
datangnya pada suatu pengobatan medic yang tepat
b. Memberikan ventilasi pada pasien apnea
c. Mencegah kematian sedini mungkin pada keadaan gawat darurat
d. Semua benar
14
64. Yang dimaksudkan dengan breathing kepada pertolongan pasien tindakan
kegawat daruratan adalah
a. Memberikan bantuan nafas
b. Memberikan jalan nafas
c. Memasang masker oksigen
d. Memasang endotrakheal tube
65. Salah satu indicator keberhasilan resusitasi cairan pada pasien syok adalah
jumlah urine\
a. 5000cc/24jam
b. 1000cc/24jam
c. 0,5-1cc/24jam
d. 1-3 cc/KgBB/jam
66. Tn.A 60 tahun datang ke UGD dengan keluuhan sesak nafas yang hebat disertai
keringat dingin, TD : 180/90, N : 110 x/menit, RR : 40 x/menit. Suara ronchi positif.
tindakan yang dilakukan pertama kali oleh perawat secara mandiri adalah
a. Mengatuf posisi semi fowler/fowler
b. Member posisi trendelenburg
c. Beri posisi tidur datar
d. Beri posisi sim
67. Jika seorang pasien dengan mulut yang mengalami luka yang berat maka bantuan
pernafasan yang diberikan melalui
a. Mulut ke mulut
b. Mulut ke hidung
c. Bagging
d. RJP
68. Suatu cara untuk memilah dan menentukan korban dengan memberi warna
berdasarkan kebutuhan terapi dan sumber daya yang tersedia adalah
a. Triage
b. Triangle
c. Survey primer
d. Survey sekunder
69. Indikasi RJP tidak dapat dilakukan bila
a. Membahayakan penolong
b. Kecelakaan
c. Syok
d. Adanya multi trauma
70. Yang perlu diperhatikan pada saat mengenali situasi tempat kejadian
kegawatdaruratan adalah
a. Apakah pasien henti nafas atau tidak
b. Apakah pasien henti jantung atau tidak
c. Apakah pasien di tempat berbahaya atau tidak
15
d. Apakah pasien trauma atau tidak
71. Seorang laki-laki umur 37 tahun, masuk di UGD dengan riwayat kecelakaan
lalu lintas. Terdapat bekas darah di mulut dan hidung klien, terdengar suara ronchi
saat bernafas, terdapat periorbital echimosis dan battle sign. Tanda tanda vital, TD
90/60 mmHg Nadi 115 kali permenit (regular dan lemah) RR 32 kali permenit
(irregular)
Apakah masalah keperawatan yang utama pada klien tersebut?
a. Pola nafas tidak efektif
b. Kekurangan volume cairan
c. Risiko kekurangan volume cairan
d. Bersihan jalan nafas tidak efektif
e. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak
72. Seorang laki-laki umur 30 tahun, dirawat di UGD dengan riwayat jatuh dari
sepeda motor tanpa mengenakan helm. Keluar darah dari hidung dan telinga, lebam-
lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga, suhu tubuh 38,8 ° C, pola
pernafasan cheyne-stokes, terjadi penurunan kesadaran.
Manakah tanda-tanda yang mengindikasikan terjadinya fraktur basis cranial?
a. Keluar darah dari hidung dan telinga, pola pernafasan cheyne-stoke, penurunan
kesadaran
b.Lebam-lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga, peningkatan
suhu tubuh
c. Kenaikan suhu tubuh, pola pernafasan cheyne-stokes, penurunan kesadaran
d. Keluar darah dari hidung dan telinga, lebam-lebam disekitar kelopak
mata,kebiruan dibelakang telinga
e. Lebam-lebam disekitar kelopak mata, peningkatan suhu tubuh, pola pernafasan
cheyne-stokes, penurunan kesadaran
73. Seorang laki-laki umur 37 tahun dibawa ke UGD dengan riwayat kurang lebih
20 menit yang lalu digigit ular. Terlihat bekas taring di luka gigitan, luka terlihat
bengkak dan warna kulit berubah menjadi kebiruan.
Apakah tindakan pertama dan utama yang paling tepat anda lakukan?
a. Segera lakukan injeksi Serum Anti Bisa Ular
b. Insisi bekas gigitan dan hisap bisa yang tertinggal
c. Ikat kuat dengan tourniquet daerah diatas luka dan insisi bekas luka serta hisap bisa
yang tertinggal
d. Fiksasi dengan tensocrepe daerah gigitan dari distal ke proksimal disertai dengan
tindakan immobilisasi dan insisi bekas gigitan dan segera hisap bisa yang tertinggal
e. Fiksasi dengan tensocrepe daerah gigitan dari distal ke proksimal disertai
dengan tindakan immobilisasi dan segera lakukan injeksi Serum Anti Bisa Ular
74. Seorang perempuan umur 60 tahun dirawat di Rumah sakit dengan keluhan
sesak nafas, batuk disertai batuk produktif bercampur darah merah muda. Klien
mengeluh sering merasa berdebar-debar dan sulit tidur serta kencing sedikit. Hasil
16
pemeriksaan fisik, tidak terjadi pitting edema, TD 180/100 mmHg, HR 120 kali
permenit, Nadi 32 kali permenit, BJ I meningkat, BJ II normal dan irama gallop
positif.
Manakah data-data berikut ini yang mendukung penegakan diagnosis klien tersebut?
a. Pasien mengatakan sudah 15 tahun menderita hipertensi
b. Pasien mengatakan pernah menderita penyakit TBC
c. Pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya
d. Pasien mengatakan pernah operasi batu ginjal
e. Pasien mengatakan pernah menderita asma
75. Seorang perempuan umur 44 tahun dilakukan pemasangan Naso Gatric Tube
( NGT ) dengan indikasi pasien mengalami penurunan kesadaran. Klien saat ini di
rawat di ruang ICU RSU. Langkah pertama perawat mengkaji lubang hidung untuk
insersi masuk selang NGT, mengukur panjang selang NGT yang akan dimasukkan
kemudian diberi tanda ,selanjutnya perawat melumasi selang NGT dengan Silokain
Jelly, selang dimasukkan ke kerongkongan sampai gaster.
Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh perawat ?
a. Mengetes apakah selang sudah masuk ke gaster dengan mendengarkan udara
dengan stetoskop di epigastrik
b. Mengeklem selang NGT untuk dilakukan persiapan pengetesan apakah selang
sudah masuk ke gaster
c. Mengaspirasi cairan lambung setelah selang masuk sesuai garis yang telah diberi
tanda sebelumnya
d. Memfixasi selang NGT yang sudah terpasang dengan menggunakan plester
e. Melepas sarung tangan setelah tindakan selesai
76. Seorang perempuan umur 56 tahun, masuk melalui UGD dengan keluhan batuk-
batuk berdahak sudah 3 minggu ini. Batuk klien disertai sesak nafas. Hasil observasi
terdapat tarikan dinding dada. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD
120/80 mmHg, suhu 38,5 ° C, nadi 88 x/menit, nafas 34 x/menit.
Apakah tindakan implementasi yang tepat untuk kasus diatas ?
a. Kolaborasi dalam pemberian obat
b. Berikan oksigen 2 liter/menit
c. Ajarkan klien batuk efektif
d. Kaji kedalaman pernafasan pasien
e. Monitor tanda-tanda vital
77. Pasien perempuan umur 45 tahun dengan riwayat chronic obstruktive
pulmonary disease (COPD) dijadwalkan pagi ini untuk histrectomy dengan general
anestesi.Diagnosa yang ditegakkan adalah resiko tidak efektifnya pola nafas .
Manakah tujuan jangka pendek yang paling tepat untuk diagnosa tersebut?
a. Pasien bernafas tidak lebih dari 16 kali/ menit
b. Analisa gas darah pasien (AGD ) menunjukkan hasil yang normal
c. Pernafasan pasien kembali 24 kali/ menit
17
d. Pasien akan dapat melakukan kegiatan sehari – harinya sendiri
e. Mencegah eksaserbasi COPD di rumah
78. Perawat melakukan perawatan pada pasien laki – laki umur 40 tahun dengan
kanker paru, telah di lakukan pemasangan water seal drainage/ chest tube . Hasil
pemeriksaan fisik di dapatkan tidak adanya (Udara) bubling dan tidak ada penambah
cairan pada water seal Chambers sedangkan tidaling terlihat pada saat ventilasi.
Apakah penyebab udara (bubling ) yang terdapat pada water seal Chambers
berhenti?
a. Sirkuit Water seal drainge mengalami kebocoran
b. Paru – paru mengalami kolaps
c. Suction diset terlalu tinggi
d. Paru – paru kembali mengembang
e. Paru mengalami edema
79. Pasien laki – laki umur 54 tahun dengan Cidera kepala di rawat di intensive care
unit. Hasil pemeriksaan fisik didapatkanhipercapnia dan mengalami penurunan
kesadaran. Anda menduga bahwa pasien mengalami acute respirator failure.
Manakah hasil analisa gadar darah yang dapat mengkonfirmasi diagnosis tersebut ?
a. PaO2 90 mmHg. PaCo2 38 mmHg
b. PaO2 47 mmHg, PaCo2 56 mmHg
c. HCO3 19 Meq/L, PH 7,47
d. HCO3 35 Meq/L, PH 7,50
80. Tn. A Kesadaran : Soporocoma, Keadaan umum : sakit berat, WSD terpasang :
undulasi dan bubling (+), slym (-), NGT (+), kateter urin (+), urine warna kuning
pekat. Klien menggunakan otot bantu nafas dan pengembangan dada tidak simetris,
Klien terpasang ventilator dengan mode SIMV, RR = 30x/menit, PEEP = + 5 cm
H2O, FiO2 = 40%, Respiratory rate : 10 x/mnt, Vt : 400 cc. Respirasi : vesicular, Rh
+/+. Wh -/-.Hasil AGD pH = 7.31; PaCO2 = 48; PaO2 = 80; HCO3 = 24; SatO2 =
88%.Masalah keperawatan utama pada Tn. A adalah....
a. Gangguan pola napas
b. Resiko gangguan pertukaran gas
c. Bersihan jalan napas tidak efektif
d. Gangguan curah jantung
e. Gangguan perfusi serebral
81. Kesadaran : soporokoma dengan GCS E1M3V ETT, Keadaan umum : sakit
berat, slym (+), NGT (+), kateter urin (+), urine warna kuning pekat. terpasang
ventilator dengan mode PC 8, RR = 14 x/menit, PEEP = + 5 cm H2O, FiO2 = 40%, ,
Vt : 400 cc. Respirasi : vesicular, Rh +/+. Wh -/-. Pada akral dingin. TTV
TD : 120/ 80 N : 110 x/mnt . TTV  TD : 120/80 mmHg N : 68 x/mnt S : 37 C
Tiba-tiba ventilator berbunyi dan ketika diperiksa ada penumpukan sekret pada ETT.
Masalah keperawatan utama pada kasus di atas adalah....
a. Gangguan pola napas
18
b. Resiko gangguan pertukaran gas
c. Bersihan jalan napas tidak efektif
d. Gangguan curah jantung
e. Gangguan perfusi serebral
82. Tn. Z, 38 tahun dengan penyakit paru kronik. Klien sesak dengan RR 36 kali
permenit. Hasil analisa gas darah (AGD) menunjukkan pH = 7,33, PaO2 = 50 mmHg,
PaCO2 = 40 mmHg. Jenis gagal napas yang terjadi pada Tn. Z adalah....
a. Gagal napas hiperkapnia
b. Gagal napas hipokapnia
c. Gagal napas hipoksemia
d. Gagal napas hiperoksemia
e. Gagal napas asidosis
Kasus ini untuk soal nomor 83-86
Tanggal : 1 Maret 2014
Inisial klien : Tn R, 55 tahun
Keluhan Utama SMRS (sebelum masuk rumah sakit): kejang-kejang.
Riwayat sebelum smrs: Pasien kejang-kejang 4 jam smrs. 10 menit kejang tonik
berulang ± 6x/ Busa(-). 1 hr smrs pasien mulai bicara tidak nyambung. Muntah (+),
mual (+), demam (+). 8 bulan smrs pasien didiagnosa gagal ginjal disarankan untuk
hemodialisa namun belum dilaksanakan karena masalah dana.
RPD (riwayat penyakit dahulu) : Sebelumnya pernah kejang, riwayat hipertensi sejak
3 bulan yang lalu.
Pengkajian Primary Survey
A :Jalan nafas bebas, tidak ada obstruksi / sumbatan. Terpasang gudel.
B : RR = 30 x/menit
C : TD = 180/100 mmHg, N = 80x/menit
D : Kesadaran apatis
Data laboratorium
DPL jam 22.59.44  Hb 5,2 ; Leukosit 16.400 ; Trombosit 150.000 ; Ureum 233 ;
Creatinin 26,5 ; Albumin 3 ; GDS 201 ; Na 96 ; K 3,4.
Secondary Survey (Pemeriksaan fisik) :
Mata : Konjuctiva anemis +/+, sklera ikterik -
Ekstremitas : Akral kaki dingin, motorik lemah, edema -/-
Jantung : BJ I – II normal, mur-mur -, gallop -
Paru : Vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/-
Abdomen : Datar, lemas, BU +, Hepar tidak teraba, ballotemen -/-
83. Sesuai data di atas, fungsi hemodialisa pada Tn. R adalah....
1. Mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme
2. Mengeluarkan kelebihan air
3. Membantu menjaga keseimbangan zat-zat kimia tubuh
4. Menurunkan tekanan darah
19
Jawab : E
84. Jika pada Tn. R dilakukan hemodialisa, komponen yang berfungsi sebagai ginjal
Tn R adalah...
a. Dialisat
b. Dializer
c. Mesin dialisis
d. Bexter
e. Tabung heparin
85. Pada tatalaksana fase akut, obat pertama yang harus diberikan pada Tn. R untuk
mengatasi kejangnya adalah....
a. Fenitoin
b. Fenobarbital
c. Diazepam
d. Dexametason
e. Cefoprazen
86. Berdasarkan kasus di atas, masalah keperawatan utama pada Tn. R adalah....
a. Gangguan perfusi serebral
b. Resiko cedera
c. Gangguan pola napas
d. Gangguan volume cairan
e. Intoleransi aktivitas
Kasus ini untuk soal nomor 87-89
Nama : Tn .H
Usia : 23 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status perkawinan : Belum menikah
Klien Tn. H, 23 tahun masuk ICU sejak tanggal 27 Oktober 2010 dengan diagnosa
medis post op craniotomy hr ke 15 e.c contusio serebri
RPD: Klien ditabrak motor ketika sedang menyebrang, setelah tabrakan klien masih
sadar, kemudian saat di bawa ke RS klien tidak sadar, muntah +, kejang +, perdarahan
(+) febris +. Di RS dilakukan craniotomy untuk evaluasi hematom.
RIWAYAT PENYAKIT SAAT INI: Kesadaran :soporakoma, Keadaanumum :
sakitberat, RR terpasang ventilator dengan mode PC = 15, RR = 10x/menit, PEEP = +
5 cm H2O, FiO2 = 35%, CVP +, trcheostomy +, sputum + >>, NGT +, kateterurin +.
Terapi :
- IVFD NaCl 0,9% : 42 tetes/menit,
- Aminosteril 5% 500ml,
- Enteral / NGT : MC 6 x 300c
- Injeksi  Ceftazidin 2 x 1, Ranitidin 2 x 1
87. Pada saat dilakukan suctioning, perawat harus hati-hati, karena tindakan ini dapat
menyebabkan komplikasi pada Tn. H seperti....
20
1. Hypoxia
2. Trauma nasal
3. Respiratory arrest
4. Cardiac dysrhythmias
Jawab : A
88. Berdasarkan kasus di atas, masalah keperawatan utama pada Tn. H adalah....
a. Gangguan perfusi serebral
b. Bersihan napas tidak efektif
c. Gangguan pola napas
d. Gangguan perfusi jaringan
e. Intoleransi aktivitas
89. Ny A, 37 tahun datang ke IGD dengan penurunan kesadaran, riwayat terjebak
dalam ruangan tertutup, sputum tercampur arang, terdapat luka bakar di sekitar
hidung, bibir dan mulut. Napas 26 kali permenit. Dari kasus di atas kita curiga Ny. A
mengalami...
a. Sumbatan jalan napas
b. Cedera inhalasi
c. Luka bakar kimia
d. Luka bakar listrik
e. Defisit cairan
Soal 90-91
Seorang pasien Ny. Y (34 tahun) datang ke IGD dengan keadaan tidak sadar. Pada
pemeriksaan fisik perawat menemukan kondisi pasien dengan keadaan TD : 85/60
mmHg, Nadi 62 x/m, pola respirasi kussmaul dengan frekuensi 27 x/m dan pada
ekstremitas terlihat adanya sianosis.
90. Pasien dengan kondisi tersebut merupakan indikasi
1) Pemberian ventilator
2) Pemberian RJP
3) Pemberian DC shock
3) Pemberian terapi oksigen
Jawaban D
91. Dari pengkajian di atas, perawat menemukan tanda-tanda ….
1) Koma
2) Hipoksia
3) Cluster
4) Hipoksemia
Jawaban C
92. Seorang pasien datang ke RS, perawat di RS menyatakan diagnose keperawatan
yang akan ditegakkan adalah Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan
kelelahan otot pernapasan, implementasi yang akan dilakukan perawat adalah…
1) Memposisikan klien dengan posisi semifowler
21
2) Mempertahankan teknik perawatan yang aseptic
3) Memberikan terapi Oksigenasi dengan menggunakan masker
4) Melakukan clapping untuk memudahkan keluarnya sputum
Jawaban B
93. Saat dilakukan pemeriksaan pasien terlihat tidur namun membuka mata saat
diberi rangsangan dengan suara keras, melakukan gerak menarik dari sumber
rangsang, dan suaranya tidak mengandung arti. Penulisan GCS yang benar dari data
diatas adalah…
A. E2M2V2
B. E3M2V2
C. E3M4V3
D. E3M3V3
E. E2M4V3
94. Tn.Y dirawat di ICU, dengan GCS E1-V1-M1, respirasi 46 x/m. Hasil analisa gas
darah dengan O2 masker PaO2 hanya 60 mmHg, PaCO2 sebesar 80 mmHg. Apa
tindakan yang tepat untuk menangani pasien dengan kondisi di atas?
a. Pemberian ventilator
b. Pemberian RJP
c. Pemberian DC shock
d. Pemberian terapi oksigen
e. Resusitasi cairan
Soal no 86-88
Terjadi sebuah kecelakaan beruntun di jalan A. Yani km 7 dengan korban 4 orang.
Tn. X (33 th) mengalami fraktur humerus dekstra dan terlihat menonjol serta
perdarahan dibagian paha kanan namun masih sadar, An. Y (5 th) mengalami
benturan kepala dan tidak sadar, Ny. W (31 th) tidak terlihat adanya perdarahan
ataupun trauma namun tidak sadarkan diri , Tn. Z (40 th) terlihat hanya kaki terkilir.
95. Berdasarkan kasus di atas penderita yang digolongkan emergent yaitu..
a. Tn. X dan Tn. Z
b. Tn. X dan Ny. W
c. Tn. Z dan An. Y
d. An. Y dan Ny. W
e. Ny. W dan Tn. Z
96.Dari kasus no. 86 prioritas penderita yang harus ditolong lebih dulu ialah…
a. Tn. X
b. An. Y
c. Tn. Z
d. Ny. W
e. benar semua
97.Tn. X jika diberi label warna, maka akan mendapat label..
a. kuning
22
b. hitam
c. hijau
d. putih
e. merah
98. Pada sebuah bencana alam gunung berapi menyebabkan 5310 korban jiwa. 2310
korban luka-luka ringan, 1700 korban luka bakar, 1000 korban kritis dan 300 korban
belum ditemukan. Sebagai tenaga kesehatan maka yang ditolong terlebih dahulu
ialah…
a. korban luka ringan
b. korban kritis
c. korban luka bakar dan kritis
d. korban luka bakar
f. semua salah
99. Setengah jam setelah makan Ny. Y mengeluh rasa kram di perut, mual muntah
dan sakit kepala. Anak Ny. Y mencurigai ibunya keracunan makanan, pertolongan
pertama yang dapat dilakukan oleh sang anak yaitu…
a. meninggikan kepala ibunya 30-45 derajat
b. meminumkan air putih sebanyak-banyaknya
c. membawa ke fasilitas kesehatan
d. meminumkan air susu yang dicampur dengan telur mentah
e. b dan d benar
100.Dari kasus no. 99 dilihat dari gejalanya Ny. Y tergolong dalam keracunan…
a. ringan
b. sedang
c. berat
d. akut
e. kronis
101.Klien Tn. A (35 th) masuk IGD dengan keadaan Respirasi: 20 x/menit, CRT > 2
detik, nadi 108 x/menit dan tidak dapat mengikuti perintah. Tn. A tergolong dalam
kategori…
a. tidak gawat, darurat
b. gawat darurat
c. meninggal
d. tidak gawat, tidak darurat
e. sangat parah
102.Terjadi kecelakaan lalu lintas sebuah bis masuk jurang sedalam 20 meter di jalan
Casablanca dengan korban 21 orang mahasiswa. 8 korban luka ringan, 7 korban luka
berat dan 6 orang meninggal. Dari kasus di atas sebagai tenaga keperawatan maka
metode triage yang digunakan adalah…
a. SAVE
b. START
23
c. SICK
d. SAFE
e. PAVE
Soal no. 103-105
Terlihat ditengah laut seorang pemuda mengendarai jet ski tertabrak karang besar.
Pemuda itupun di tolong dan diangkat ke kapal penyelamat oleh beberapa orang
tenaga medis pantai dalam keadaan tak sadarkan diri, terlihat memar di punggung dan
dicurigai cedera tulang belakang. Korban dipasang bag mask dengan volume 2 L
103..Dalam kasus di atas untuk membebaskan jalan nafas korban yaitu dengan…
a. Head tilt-chin lift
b. Hemlich maneuver
c. Finger sweeping
d. Jaw trust
e. Suction
104. Pemberian bag mask dengan volume 2 L kasus di atas agar memenuhi volume
tidal…
a. 600 ml
b. 500 ml
c. 400 ml
d. 300 ml
e. 200 ml
105.Jika terdapat advance airway maka perbandingan pemberian kompresi dan nafas
menjadi…
a. 30 : 2
b. 15 : 2
c. 10 : 2
d. 100 : 2
e. 50 : 2
Jawaban C
Soal no 106-108
Klien Tn. X (27 th) dirawat di ruang penyakit dalam pria dilakukan pengkajian
dan ditemukan pasien mengeluh pusing, nadi lemah, turgor kulit ± 4 detik, lidah
lunak, urine pekat dan kesadaran apatis.
106. Diagnosa keperawatan yang cocok dari hasil pengkajian perawat diatas ialah…
a. Nutrisi < kebutuhan
b. Nyeri akut
c. Intoleransi aktivitas
d. Resiko infeksi
e. Volume cairan
107.Dilihat dari data pengkajian kasus di atas defisit cairan diperkirakan…
a. 2 – 3 %
24
b. 4–5%
c. 6–8%
d. 9 – 10 %
e. > 10 %
108.Kebutuhan cairan per hari untuk Tn. X normalnya yaitu … cc/24 jam
a. 1500
b. 2200
c. 2400
d. 2500
e. 2600
109. Pada kejadian kecelakaan, petugas emergency tampak menepuk-nepuk bahu
sambil memanggil korban. Tindakan perawat tersebut termasuk?
a. Mengkaji respon pasien
b. Mencek kesadaran pasien
c. Menyelamatkan pasien
d. Pilihan a dan b benar
e. Pilihan a,b, dan c benar
110. Tn. M (24 athun) datang ke IGD dengan open fraktur femur dan humerus,
kesadaran E1V1M1, sianosis, nadi sulit diraba, akral teraba dingin . dalam kasus ini
deficit cairan diperkirakan
a. 1%
b. 3% - 5%
c. 6% -8%
d. 7% - 9%
e. 10 %
111. Pasien anak dengan umur 1,5 tahun dengan BB 11 kg dengan BAB cair
sebanyak lima kali dan muntah 2 kali. Berdasarkan pemeriksaan fisik perkiraan
defisit cairan 10 % dari berat badan. Termasuk krteria manakah pasien tersebut?
a. Dehidrasi ringan
b. Dehidrasi sedang
c. Dehidrasi berat
d. Dehidrasi sangat berat
e. Dehidrasi
112. Seorang laki-laki membawa istrinya mengatakan istrinya mengalami menstruasi
banyak sudah 22 hari. Perawat yang bertugas melakukan pengkajian. Didapatkan
kesadaran Apatis, TD = 90/70, N=110 x/menit, RR=19 kali/menit, T=35,4oC, nadi
teraba lemah, lidah lunak, turgor kulit lebih dari detik, urin sedikit dan pekat. Dari
hasil pengkajian dapat diketahui pasien tersebut telah mengalami?
a. Dehidrasi ringan
b. Dehidrasi sedang
c. Dehidrasi berat
25
d. Dehidrasi sangat berat
e. Dehidrasi
113. Seorang anak laki-laki mengalami campak disertai demam berumur 13 tahun.
Perawat yang bertugas melakukan pengkajian. Didapatkan TD = 100/70, N=105
x/menit, RR=16 kali/menit, T=37,7oC, mukosa bibir kering, turgor kulit kembali 2
detik, urin pekat. Dari hasil pengkajian dapat diketahui pasien tersebut telah
mengalami?
a. Dehidrasi ringan
b. Dehidrasi sedang
c. Dehidrasi berat
d. Dehidrasi sangat berat
e. Dehidrasi
114. Seorang ibu membawa anaknya berusia 19 tahun ke IGD karena diare sudah dua
hari. Hari nin BAB cair sudah 5 kali. Hasil pengkajian didapatkan anak tampak
lemah, mata cekung, mukosa bibirkering, turgor jelek dan agak rewel. BB : 44 kg.
Berapakah kebutuhan cairan anak tersebut?
a. 1980 cc
b. 1880 cc
c. 1970 cc
d. 2450 cc
e. 2400 cc
115. Di Unit Gawat Darurat, seorang pasien sudah terpasang infus 20 tetes/menit
sejak 5 jam yang lalu. Pasien ini hendak di antar ke ruangan inap. Saat mengantar,
perawat UGD memberitahukan kepada perawat ruangan tentang sisa waktu untuk
mengganti infus selanjutnya. Berdasarkan kasus tersebut, berapa lama lagi kah infus
akan diganti?
a. 1 jam
b. 1 jam 10 menit
c. 1 jam 20 menit
d. 1 jam 25 menit
e. 1,5 jam
116. Di Unit Gawat Darurat, seorang pasien sudah terpasang infus 18 tetes/menit
sejak 4 jam yang lalu. Pasien ini hendak di antar ke ruangan inap. Saat mengantar,
perawat UGD memberitahukan kepada perawat ruangan tentang sisa waktu untuk
mengganti infus selanjutnya. Berdasarkan kasus tersebut, berapa lama lagi kah infus
akan diganti?
a. 2 jam
b. 2 jam 10 menit
c. 2 jam 9 menit
d. 2 jam 8 menit
e. 1,5 jam
26
117.Pasien anak berumur 3 tahun dengan BB 20 kg dengan diagnosa diare. Perkiraan
defisit berdasarkan pemeriksaan fisik saat datang di RS sekitar 13% dari BB, berapa
perhitungan defisit cairan anak tersebut
a. 1,3 ltr
b. 2,6 ltr
c. 1,53 ltr
d. 2,4 ltr
e. 0,6 ltr
118. Dari kasus soal diatas Berapa pemberian cairan yang diperlukan anak itu
sesegara mungkin
a. 400 ml RL
b. 2,6 ltr RL
c. 500 ml RL
d. 1 liter RL
e. 800 ml RL
119. Ny. W (30 th) masuk IGD dengan diagnosa peritonitis.Tanda dan gejala yang
biasa muncul pada peritonitis ialah..
a. nyeri perut, hematuria, mual muntah
b. hematuria, demam, syok
c. mual muntah, distensi abdomen, melena
d. melena, demam, mual muntah
e. mual muntah, demam, distensi abdomen
120. Seorang wanita berumur 30 tahun bersama keluarganya mendatangi Unit
Gawat Darurat. Pasien tersebut mengeluh demam dan nyeri tumpul pada bagian perut
bawah kanan. Saat pengkajian didapatkan suhu tubuh klien 38,5oC dan terdapat nyeri
lepas pada seluruh bagian perut. Dari kasus tersebut dari gejala dan pemeriksaan fisik,
maka dapat dipastikan wanita tersebut mengalami?
a. Apendisitis akut
b. Apendisitis kronik
c. Peritonitis
d. Kolesistitis akut
e. Pankreatitis
121. Di Unit Gawat Darurat terdapat seorang laki-laki dalam keadaan tidak sadar
telah mengalami keracunan akibat percobaan bunuh diri. Perawat Netty yang bertugas
akan melakukan bilas lambung. Perawat Netty memasang gudel dan NGT dengan
ukuran yang besar, bilas lambung menggunakan air sebanyak ±250cc 20 kali dengan
posisi pasien miring. Sesaat, perawat Dika yang melihat langsung menegur perawat
Netty. Dari kasus tersebut, apa yang akan dikatakan perawat Dika kepada perawat
Netty?
a. Perawat Netty, maaf, airnya terlalu banyak. Seharusnya hanya 200cc!
b. Perawat Netty, maaf, ukuran NGT nya kurang tepat. Yang kecil saja!
27
c. Perawat Netty, maaf, bilasnya 15 kali saja ya!
d. Perawat Netty, maaf, posisinya salah. Seharusnya telungkup!
e. Perawat Netty, maaf, lebih baik pakai cairan norit!
123. Pasien datang ke IGD dalam keadaan tidak sadar dari tanda dan gejala, pasien
terlihat seperti keracunan, apa tindakan yang pertama harus dikalukan perawat
a. Memasang gudel dan NGT, bilas dengan air atau cairan norit dan pasien
ditelungkupkan
b. Berikan pencahar dan klisma
c. Beri napas buatan ttp bukan mulut ke mulut
d. Beri injeksi epineprin dosis 0,3-0,4 mg per IM
e. Beri injeksi furosemid 40 mg perIV

28

Anda mungkin juga menyukai