Anda di halaman 1dari 4

PENGANTAR FISIOTERAPI

 PENDAHULUAN
 PROSES FT
 PELUANG KERJA FT
KEPMENKES 1363
Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau
kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh
sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak,
peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi.
KODE ETIK FISIOTERAPI INDONESIA (KODEFI)
Kep/100/VIII/2001/IFI ( Ref.: WCPT, APA, APTA)
8 Butir garis besar :
1. Menghargai hak dan martabat individu.
2. Membantu siapa saja yg membutuhkan pel. profesionalnya tanpa diskriminasi.
3. Memberikan pel. Prof. dg. jujur, berkompeten dan bertanggung jawab.
4. Mengakui batasan dan kewenangan profesi dan hanya memberikan pel. dlm. lingkup
prof. fisioterapi
5. Menjaga rahasia pasien yg dipercayakan kepadanya.
6. Selalu menjaga standar profesi dan meningkatkan penget/ketrampilan.
7. Memberikan kontribusi dlm. perencanaan dan pengembangan pel. untuk Meningkatkan
derajad kesehatan individu dan masyarakat.
8. Menghargai hubungan multidisipliner dengan profesi pelayanan kesehatan lain dalam
merawat pasien/klien.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1796/MENKES/SK/VIII/2011 TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN
BAB II PELAKSANAAN REGISTRASI
Pasal 2
 Setiap tenaga kesehatan yang akan menjalankan pekerjaannya wajib memiliki STR.
 Untuk memperoleh STR sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tenaga kesehatan harus
memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi.
 Ijazah dan sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada
peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN
2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKERJAAN DAN PRAKTIK FISIOTERAPIS
Kualifikasi Fisioterapis
Pasal 3
Berdasarkan pendidikannya Fisioterapis dikualifikasikan sebagai berikut :
a. Fisioterapis Ahli Madya;
b. Fisioterapis Sarjana Sains Terapan;
c. Fisioterapis Profesi ;
d. Fisioterapis Spesialis.
Pasal 7
1) Fisioterapis Profesi atau Fisioterapis Spesialis yg melakukan praktik Pelayanan
Fisioterapi secara mandiri dan bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan wajib memiliki
SIPF.
2) Fisioterapi Ahli Madya atau Fisioterapis Sains Terapan yg melakukan pekerjaan
Pelayanan Fisioterapi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib memiliki SIKF.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN
2015 TENTANG STANDAR PELAYANAN FISIOTERAPI
 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 378/Menkes/SK/IV/2008 tentang Pedoman
Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit, sepanjang mengatur pelayanan fisioterapi;
 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 517/MENKES/SK/VI/2008 tentang Standar
Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan;
 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 778/MENKES/SK/VIII/2008 tentang Pedoman
Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
KEPMENKES 1363 Pasal 12
(1)Fisioterapis dalam melaksanakan praktik fisioterapi berwenang untuk melakukan ;
a. Asesmen fisioterapi yang meliputi pemeriksaan dan evaluasi
b. Diagnosa fisioterapi
c. Perencanaan fisioterapi
d. Intervensi fisioterapi
e. Evaluasi/re-evaluasi/re-asesmen.
(2) Fisioterapis dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berkewajiban untuk :
a. Menghormati hak pasien;
b. Merujuk kembali kasus yang tidak dapat ditangani atau belum selesai ditangani, sesuai
sistem rujukan yang berlaku;
c. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. Meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan;
e. Memberikan informasi dalam lingkup asuhan fisioterapi;
f. Melakukan pencatatan dengan baik.

CAKUPAN PELAYANAN FISIOTERAPI


1. PROMOSI
2. PENCEGAHAN
3. INTERVENSI DAN
4. PEMULIHAN
KESIMPULAN
 Fisioterapis adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan fisioterapi sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.
 Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau
kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh
sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual,
peningkatan gerak, perlatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi,
komunikasi.
 Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan
upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang
dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat
 Surat Tanda Registrasi Fisioterapis yang selanjutnya disingkat STRF adalah bukti tertulis
yang diberikan oleh pemerintah kepada Fisioterapis yang telah memiliki sertifikat
kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
 Surat Izin Praktik Fisiotrapis yang selanjutnya disingkat SIPF adalah bukti tertulis
pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik pelayanan Fisioterapi secara mandiri
dan/atau pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
 Surat Izin Kerja Fisioterapis yang selanjutnya disingkat SIKF adalah bukti tertulis
pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan Fisioterapi pada Fasilitas
Pelayanan Kesehatan.
 Standar Profesi Fisioterapis dalah batasan kemampuan minimal yang harus
dimilki/dikuasai oleh Fisioterapis untuk dapat melaksanakan pekerjaan dan praktik
pelayanan fisioterapi secara profesional yang diatur oleh Organisasi Profesi
 Menteri adalah menteriyang emnyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
kesehatan.
 Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia yang selanjutnya disingkat MTKI adalah lembaga
yang berfungsi untuk menjamin mutu tenaga ksesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan.
 Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi yang selanjutnya disingkat MTKP adalah lembaga
yang membantu pelaksanaan tugas MTKI.
 Organisasi Profesi adalah Ikatan Fisioterapi Indonesia.