Anda di halaman 1dari 34

PSPA UMY 2017

Petunjuk Praktis Penggunaan Obat


Informasi yang disampaikan dalam bahasa yang jelas dan lugas misalnya mengenai cara pemberian obat
tetes mata pada anak atau cara menggunakan inhaler aerosol, seringkali tidak dapat diperoleh dengan
mudah. Lampiran ini merupakan petunjuk praktis penggunaan obat yang berisi tentang petunjuk praktis
penggunaan berbagai bentuk sediaan obat secara terperinci dan langkah-langkah yang harus dilakukan
Informasi ini perlu diketahui oleh semua tenaga kesehatan (petugas penyerah obat, perawat, dokter,
apoteker) agar dapat menjelaskan dengan tepat kepada pasien mengenai cara penggunaan setiap
bentuk sediaan obat.

TETES MATA
1. Cuci tangan lebih dahulu.
2. Jangan menyentuh ujung penetes.
3. Mata melihat ke atas.
4. Tarik kelopak mata bagian bawah sehingga terjadi bagian “penampungan”.
5. Letakkan penetes sedekat mungkin pada bagian mata yang akan diteteskan tanpa
menyentuh mata.
6. Teteskan sesuai dosis yang telah ditentukan.
7. Tutup mata sekitar dua menit. Jangan menutup mata terlalu rapat.
8. Kelebihan cairan dapat dibersihkan dengan kertas tissu.
9. Jika lebih dari satu jenis tetes mata atau lebih dari satu dosis yang digunakan, tunggu
sedikitnya lima menit sebelum tetesan berikutnya diberikan.
10. Tetes mata dapat menyebabkan rasa pedih tetapi seharusnya hanya berlangsung selama
beberapa menit. Jika berlangsung cukup lama, konsultasikan pada dokter atau apoteker.

PEMBERIAN TETES MATA PADA ANAK


1. Minta anak bersandar dengan kepala lurus.
2. Mata anak dalam keadaan tertutup.
3. Teteskan sesuai dosis yang ditentukan ke dalam sudut dalam mata.
4. Jaga agar kepala tetap tegak.
5. Bersihkan cairan yang berlebih.

1 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

SALEP MATA
1. Cuci tangan terlebih dahulu.
2. Ujung tube salep jangan tersentuh apapun.
3. Kepala sedikit menengadah.
4. Pegang tube dengan satu tangan, dan tarik kelopak mata bagian bawah dengan tangan
lain sehingga terbentuk cekungan.
5. Oleskan sejumlah dosis yang telah ditentukan.
6. Tutup mata selama dua menit.
7. Bersihkan kelebihan salep dengan kertas tissu.
8. Bersihkan bagian tepi tube dengan kertas tissu lain.

TETES TELINGA

1. Hangatkan tetes telinga dengan cara digenggam dalam telapak tangan atau ketiak untuk
beberapa menit. Jangan menggunakan aliran air panas dari kran, karena suhunya menjadi
tidak terkontrol.
2. Kepala dimiringkan ke samping atau berbaring dengan posisi telinga ke atas.
3. Tarik daun telinga sedemikian rupa sehingga lubang telinga terbuka lebar.
4. Teteskan sesuai dosis yang ditentukan.
5. Tunggu lima menit sebelum meneteskan obat pada telinga lainnya.
6. HANYA jika direkomendasikan untuk menutup telinga, gunakan kapas untuk menutup
saluran lubang telinga setelah meneteskan obat.
7. Obat tetes telinga seharusnya tidak menyebabkan rasa terbakar atau menyengat lebih dari
beberapa menit.

Langkah 1 Langkah 2 dan 3

2 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

TETES HIDUNG
1. Lebarkan lubang hidung.
2. Posisi duduk dan kepala dimiringkan kebelakang atau berbaring dengan diganjal bantal di
bawah bahu; jaga agar kepala tetap tegak.
3. Masukkan ujung alat penetes sedalam satu cm ke dalam lubang hidung.
4. Teteskan sesuai dosis yang ditentukan.
5. Kepala segera dicondongkan jauh ke depan sehingga posisi kepala berada diantara lutut
(lihat gambar).
6. Kembali tegak setelah beberapa detik, tetesan akan mengalir ke kerongkongan atas.
7. Jika diperlukan, ulangi tahapan di atas untuk lubang hidung yang lain.
8. Bilas alat penetes dengan air mendidih.

Langkah 2 dan 3 Langkah 5

SEMPROT HIDUNG

1. Lebarkan lubang hidung.


2. Duduk dengan kepala sedikit menunduk.
3. Kocok obat.
4. Masukkan ujung sediaan di satu lubang hidung.
5. Tutup mulut dan lubang hidung yang lain.
6. Semprotkan obat dengan cara menekan alat/wadah, dan hisap pelahan-lahan.
7. Cabut ujung sediaan dari hidung dan kepala dimiringkan ke depan sehingga posisi kepala
diantara lutut.
8. Kembali tegak setealh beberapa detik; obat akan mengalir ke kerongkongan.
9. Bernafas melalui mulut.
10. Ulangi prosedur untuk lubang hidung yang lain, jika diperlukan.
11. Bilas ujung sediaan dengan air mendidih.

Langkah 4 dan 5 Langkah 7

3 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

TRANSDERMAL PATCH
1. Untuk letak penempelan patch lihat instruksi yang terdapat pada kemasan obat atau
konsultasikan dengan apoteker.
2. Jangan ditempelkan pada kulit yang memar atau luka.
3. Jangan ditempelkan dalam lipatan kulit atau di bawah pakaian ketat. Pindahkan tempat
patch setiap periode tertentu.
4. Pasang patch dengan tangan yang bersih dan kering.
5. Bersihkan dan keringkan tempat pemasangan patch.
6. Ambil patch dari wadah, jangan sentuh bagian obatnya.
7. Tempelkan pada kulit dan tekan kuat. Gosok bagian tepi agar menempel.
8. Lepaskan dan ganti sesuai petunjuk.

Langkah 7 Langkah 8

AEROSOL
1. Batuk dan keluarkan dahak sebanyak mungkin.
2. Kocok aerosol sebelum digunakan.
3. Pegang aerosol sesuai petunjuk pada instruksi (biasanya dibalik).
4. Tangkupkan bibir pada mulut sediaan.
5. Condongkan kepala ke belakang sedikit.
6. Keluarkan nafas pelan-pelan, kosongkan udara sebanyak mungkin dari paru-paru.
7. Tarik nafas dalam-dalam dan semprotkan aerosol, jaga agar lidah tetap dibawah.
8. Tahan nafas selama sepuluh sampai lima belas detik.
9. Keluarkan nafas melalui hidung.
10. Berkumur dengan air hangat.

Langkah 4 dan 5 Langkah 8

4 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

INHALER DENGAN KAPSUL


1. Batuk dan keluarkan dahak sebanyak mungkin.
2. Tempatkan kapsul dalam inhaler sesuai petunjuk.
3. Hembuskan nafas pelan-pelan dan kosongkan paru-paru semaksimal mungkin.
4. Tempatkan mulut sediaan diantara bibir dengan rapat.
5. Condongkan kepala kebelakang sedikit.
6. Tarik nafas dalam-dalam melalui inhaler.
7. Tahan nafas selama 10 – 15 detik.
8. Keluarkan nafas melalui hidung.
9. Berkumur dengan air hangat.

Langkah 4 Langkah 5

SUPOSITORIA
1. Cuci tangan terlebih dahulu.
2. Buka pembungkus obat (jangan dibuka jika supositoria terlalu lunak).
3. Jika supositoria terlalu lunak sebaiknya didinginkan dulu dalam kondisi masih dalam
kemasan (masukkan dalam termos pendingin atau dipegang di bawah aliran air dingin),
kemudian setelah agak keras keluarkan dari kemasannya.
4. Lembutkan bagian tepi yang mungkin tajam dengan dihangatkan dalam tangan.
5. Lembabkan supositoria dengan air dingin.
6. Berbaring miring pada salah satu sisi dan tekuk satu lutut ke arah badan dan angkat lutut
(lihat gambar).
7. Masukkan obat kedalam anus secara perlahan dengan bagian yang bulat terlebih dahulu,
dilanjutkan dengan bagian belakangnya.
8. Tetap berbaring selama beberapa menit.
9. Cuci tangan.
10. Usahakan untuk tidak melakukan buang air besar selama 1 jam.

5 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Langkah 6

TABLET VAGINA DENGAN APLIKATOR


1. Cuci tangan.
2. Keluarkan tablet dari pembungkus.
3. Tempatkan tablet ke bagian yang terbuka dari aplikator.
4. Berbaring telentang, tekuk lutut sedikit dan lebarkan paha (lihat gambar).
5. Sisipkan secara pelan-pelan aplikator berisi tablet ke bagian depan vagina sedalam
mungkin, tanpa menggunakan kekuatan.
6. Tekan ujung aplikator sehingga tablet terlepas.
7. Tarik aplikator.
8. Buang aplikator jika merupakan alat sekali pakai.
9. Bila bukan alat sekali pakai, cucilah kedua bagian dari aplikator dengan sabun dan air
hangat jika bukan merupakan alat sekali pakai.
10. Cuci tangan.

Langkah 4 dan 5 Langkah 6

6 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

TABLET VAGINA TANPA APLIKATOR


1. Cuci tangan terlebih dahulu.
2. Buka pembungkus tablet.
3. Celupkan tablet dalam air suam-suam kuku untuk sekedar melembabkan.
4. Berbaring telentang, tekuk lutut sedikit dan lebarkan paha (lihat gambar).
5. Sisipkan secara pelan-pelan tablet ke bagian depan vagina sedalam mungkin, tanpa
menggunakan kekuatan.
6. Cuci tangan.

Langkah 4 dan 5

PENGGUNAAN KRIM, SALEP DAN GEL VAGINA


(umumnya obat-obat ini disertai aplikator)

1. Cuci tangan terlebih dahulu.


2. Buka tutup tube yang berisi obat.
3. Pasang aplikator pada tube.
4. Tekan tube sampai diperoleh sejumlah yang dibutuhkan dalam aplikator.
5. Cabut aplikator dari tube, tahan silindernya.
6. Oleskan sedikit krim pada bagian luar aplikator.
7. Berbaring telentang, tekuk lutut sedikit dan lebarkan paha (lihat gambar).
8. Sisipkan secara pelan-pelan aplikator ke bagian depan vagina sedalam mungkin, tanpa
menggunakan kekuatan.
9. Pegang silinder dengan tangan lain.
10. Pegang silinder dan dengan tangan lain dorong aplikator untuk memasukkan obat ke
dalam vagina.
11. Keluarkan aplikator dari vagina.
12. Buang aplikator jika merupakan alat sekali pakai atau cuci bersih seluruhnya dengan air
mendidih jika bukan merupakan alat sekali pakai.
13. Cuci tangan.

7 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Langkah 4 dan 5 Langkah 7 dan 8

PENGGUNAAN SEDIAAN INJEKSI


Ada dua alasan utama untuk penggunaan sediaan injeksi. Pertama karena memang dibutuhkan
efek yang cepat, dan kedua karena injeksi adalah satu-satunya bentuk sediaan yang tersedia
untuk memenuhi efek yang dibutuhkan. Seorang dokter harus tahu benar cara penyuntikan bukan
hanya pada keadaan gawat darurat dan situasi lain dimana injeksi memang diperlukan, tetapi
juga karena kadang-kadang perlu untuk memberi instruksi kepada petugas kesehatan lain (misal :
perawat) atau bahkan kepada pasien.

Banyak sediaan injeksi diresepkan secara tidak perlu sedangkan sediaan tersebut dapat
menimbulkan efek yang berbahaya dan rasa yang tidak nyaman. Selain itu, hampir semua
sediaan injeksi jauh lebih mahal daripada tablet, kapsul dan bentuk sediaan lainnya. Pada setiap
penggunaan sediaan injeksi, pemberi resep harus mempertimbangkan manfaat risiko dari
sediaan, dimana manfaat terapi harus seimbang dengan risiko efek samping, ketidaknyamanan
dan harga yang harus ditanggung.
Pada saat obat disuntikkan, efek-efek tertentu yang diharapkan maupun efek samping akan
terjadi. Orang yang memberikan injeksi harus menyadari hal ini dan harus menyiapkan antisipasi
jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Hal ini berarti bahwa pemberian injeksi harus dilakukan
oleh orang yang kompeten.

Pemberi resep juga bertanggunggjawab terhadap penanganan sisa buangan injeksi dan alat
suntiknya yang sudah terkontaminasi. Pasien yang melakukan injeksi di rumah juga harus
mewaspadai hal ini.

8 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

PETUNJUK PRAKTIS PENYUNTIKAN


Terlepas dari teknik khusus dari penyuntikan, ada beberapa aturan umum yang perlu
diperhatikan :

Tanggal kadaluarsa

Periksa tanggal kadaluarsa dari masing-masing item termasuk obat dan alat suntiknya.
Jika melakukan layanan panggilan darurat di rumah, periksa semua obat-obat secara teratur dan
yakinkan bahwa semuanya belum kadaluarsa.

Obat
Pastikan bahwa ampul/vial berisi obat yang sesuai dengan kekuatan yang benar.

Sterilitas
Selama prosedur penyiapan, sterilitas sediaan harus dijaga. Cuci tangan sebelum menyiapkan
sediaan injeksi. Lakukan proses desinfeksi pada lokasi penyuntikan, misal dengan alkohol 70%.

Gelembung udara

Pastikan tidak ada gelembung udara yang tertinggal pada alat suntik.
Penting terutama pada injeksi intravena

Kehati-hatian
Begitu tutup jarum suntik dilepas, diperlukan penanganan kehati-hatian.
Jarum suntik yang tutupnya sudah dilepas jangan tersentuh apapun. Setelah menyuntik, hati-hati
jangan sampai tertusuk jarum atau menusuk orang lain.

Limbah
Pastikan alat bekas pakai dibuang dengan benar agar tidak berbahaya bagi orang lain atau tidak
disalahgunakan.

MENYEDOT CAIRAN SUNTIK DARI AMPUL


(kaca, plastik)

Alat/Bahan yang dibutuhkan :

Alat suntik dengan ukuran yang tepat, jarum suntik dengan ukuran yang sesuai, sediaan obat atau
cairan dalam ampul, kain kasa.

Teknik :
1. Cuci tangan terlebih dahulu.
2. Pasang jarum pada alat suntik.
3. Turunkan cairan dari leher ampul dengan mengetukkan jari ke ampul atau ampul
digoyangdengan gerakan memutar ke arah bawah.
4. Gesekkan alat pemotong sepanjang leher ampul.
9 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT
PSPA UMY 2017

5. Lindungi jari dengan kain kasa jika ampul terbuat dari kaca.
6. Patahkan bagian atas ampul dengan hati-hati (untuk ampul plastik, dipotong dengan cara
diputar).
7. Sedot cairan dari ampul.
8. Keluarkan udara dari alat suntik.
9. Bersihkan dan rapikan ; buang semua bekas alat dengan benar; cuci tangan.

Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6

MENYEDOT OBAT SUNTIK DARI VIAL

Alat/Bahan yang dibutuhkan

Obat dalam vial dan pelarutnya, alat suntik dengan ukuran sesuai, jarum suntik dengan ukuran
yang tepat (intramuskular, subkutan atau intravena), desinfektan (alkohol 70%), kain kasa.

Teknik

1. Cuci tangan terlebih dahulu.


2. Bersihkan bagian atas vial dengan kapas beralkohol.
3. Gunakan alat suntik dengan volume dua kali jumlah obat atau larutan yang dibutuhkan
dan pasang jarum.
4. Ambil udara sebanyak mungkin disesuaikan dengan jumlah larutan yang akan
disuntikkan.
5. Masukkan jarum suntik ke dalam vial , kemudian dibalik sehingga vial ada di atas.
6. Pompa udara dari alat suntik ke dalam vial.
7. Ambil larutan hingga berlebih 0,1 mL. Pastikan ujung jarum bebas dari cairan.
8. Tarik jarum keluar dari vial.
9. Keluarkan udara dari alat suntik.
10. Bersihkan dan rapikan; buang alat bekas pakai dengan benar; cuci tangan.

10 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Langkah 4 Langkah 6 Langkah 7

MELARUTKAN SERBUK OBAT

Alat/Bahan yang dibutuhkan


Vial berisi serbuk obat yang akan dilarutkan, alat suntik dengan jumlah pelarut yang sesuai,
jarum dengan ukuran yang tepat (intravena, subkutan atau intramuskular) pada alat suntik,
desinfektan (alkohol 70%), jarum suntik, kain kasa.

Teknik

1. Cuci tangan terlebih dahulu.


2. Bersihkan bagian atas vial berisi serbuk obat dengan kapas beralkohol.
3. Masukkan jarum ke dalam vial, pegang bagian atas secara seksama.
4. Ambil udara sebanyak mungkin disesuaikan dengan jumlah pelarut yang sudah ada
dalam alat suntik.
5. Injeksikan hanya cairan ke dalam vial, bukan udaranya.
6. Kocok vial.
7. Kocok vial kearah atas dan bawah. Balik vial hingga posisi bagian atas vial ada di bawah.
8. Suntikkan udara kedalam vial.
9. Ambil seluruh larutan (tanpa udara).
10. Keluarkan udara dari alat suntik.
11. Bersihkan dan rapikan; buang alat bekas pakai dengan benar; cuci tangan.

Langkah 4 Langkah 5 Langkah 7

11 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

INJEKSI SUBKUTAN

Alat/Bahan yang dibutuhkan

Alat suntik berisi obat yang akan diberikan (tanpa udara), jarum suntik (ukuran 25 Gauss,pendek
dan tipis, terpasang pada alat suntik), cairan desinfektan (alkohol 70%), kapas, plester.

Teknik

1. Cuci tangan terlebih dahulu.


2. Tenangkan pasien dan jelaskan prosedur penyuntikan.
3. Bersihkan lokasi penyuntikan (lengan atas, paha, dan perut).
4. Oleskan desinfektan pada kulit lokasi penyuntikan.
5. “Cubit” lipatan kulit.
6. Suntikkan jarum bagian bawah dasar lipatan kulit dengan kemiringan 20 – 30 derajat.
7. Lepaskan cubitan.
8. Tarik udara secara perlahan. Jika keluar darah, cabut jarum, pindahkan ke lokasi baru,
jika mungkin, dan mulai kembali dari langkah 4.
9. Suntikkan secara perlahan (0,5 – 2 menit).
10. Tarik jarum suntik secara cepat.
11. Tekan kapas steril pada bekas suntikan. Tempelkan dengan bantuan plester.
12. Perhatikan reaksi pasien dan tenangkan jika perlu.
13. Bersihkan dan rapikan , buang alat bekas pakai dengan benar; cuci tangan.

Langkah 3 Langkah 5 Langkah 6

12 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

INJEKSI INTRAMUSKULAR

Alat/Bahan yang dibutuhkan

Alat suntik berisi obat yang akan diberikan (tanpa udara), jarum suntik (22 Gauss, panjang dan
agak tebal; terpasang pada alat suntik), cairan desinfektan (alkohol 70%), kapas, plester.

Tehnik

1. Cuci tangan terlebih dahulu.


2. Tenangkan pasien dan jelaskan prosedur penyuntikan.
3. Cari lokasi penyuntikan (lateral upper quadrant major gluteal muscle, lateral side of
upper leg, deltoid muscle).
4. Oleskan desinfektan.
5. Minta pasien untuk melemaskan otot.
6. Suntikkan jarum suntik dengan cepat dengan kemiringan 90 derajat (perhatikan
kedalaman).
7. Tarik udara secara perlahan; Jika keluar darah, cabut jarum, pindahkan ke lokasi baru,
jika mungkin , dan mulai kembali dari langkah 4.
8. Suntikkan perlahan (agar tidak terlalu sakit).
9. Tarik jarum suntik secara cepat.
10. Tekan kapas steril di bekas suntikan. Tempelkan dengan bantuan plester.
11. Perhatikan reaksi pasien dan tenangkan jika perlu.
12. Bersihkan dan rapikan, buang alat bekas pakai dengan benar; cuci tangan.

Langkah 4 Langkah 6 Langkah 7

13 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

INJEKSI INTRAVENA

Alat/Bahan yang dibutuhkan

Alat suntik berisi obat yang akan diberikan (tanpa udara), jarum suntik (20 Gauss, panjang dan
agak tebal; terpasang pada alat suntik), cairan desinfektan (alkohol 70%), kapas, plester.

Teknik

1. Cuci tangan terlebih dahulu.


2. Tenangkan pasien dan jelaskan prosedur penyuntikan.
3. Buka lengan baju pada bagian lengan atas sepenuhnya.
4. Anjurkan pasien agar santai dan pegang lengan pada bagian bawah vena yang akan
disuntik.
5. Siapkan torniket dan cari vena yang diinginkan.
6. Tunggu sampai vena menggembung.
7. Oleskan desinfektan.
8. Stabilkan pembuluh darah dengan menarik kencang di arah membujur dari vena tersebut.
Lakukan ini dengan tangan lain yang bukan digunakan untuk menyuntikkan jarum.
9. Suntikkan jarum dengan kemiringan sekitar 35 derajat.
10. Tusuk kulit dan dan gerakkan jarum sedikit ke dalam vena (3 – 5 mm).
11. Pegang alat suntik dan jarum agar berada pada posisi stabil.
12. Jika darah keluar, pegang alat suntik dengan kencang agar stabil, berarti benar berada
dalam vena. Jika tidak tampak, harus dicoba lagi.
13. Kendurkan torniket.
14. Suntikkan perlahan. Amati kemungkinan rasa sakit, bengkak, hematoma; jika merasa
ragu, apakah posisi masih dalam vena, sedot alat suntik lagi.
15. Cabut jarum secara cepat. Tekan kapas steril pada bekas suntikan. Kencangkan dengan
plester.
16. Perhatikan reaksi pasien dan tenangkan jika perlu.
17. Bersihkan dan rapikan, buang alat bekas pakai dengan benar; cuci tangan.

14 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

PENGGUNAAN INSULIN PEN


Apakah insulin itu?
Insulin adalah hormon yang dikeluarkan pankres untuk mengontrol kadar gula
darah (juga disebut glukosa) dalam tubuh. Orang dengan diabetes mungkin tidak
memiliki cukup insulin atau insulin sudah tidak bekerja secara normal. Tujuan dalam
mengobati diabetes adalah untuk menjaga tingkat gula darah dalam kisaran normal.
Jenis insulin
Setiap jenis insulin bekerja pada kecepatan yang berbeda dan berlangsung untuk
jangka waktu yang berbeda.
1. Insulin Quick acting.
2. Insulin Short acting
3. Insulin Intermediate acting
4. Insulin Intermediate acting
5. Insulin NPH dan Regular insulin
Apa yang perlu dikethui sebelum menggunakn insulin?
 Jangan gunakan obat ini jika alergi terhadap insulin, atau jika hipoglikemia (gula darah
rendah).
 Untuk memastikan dapat dengan aman menggunakan insulin, beritahu dokter jika
memiliki hati atau penyakit ginjal.
 Beritahu dokter tentang semua obat-obatan lain yang gunakan, termasuk obat
oral(melalui mulut) diabetes.
 Insulin hanya bagian dari program pelengkap pengobatan yang mungkin juga
mencakup diet, olahraga, kontrol berat badan, perawatan kaki, perawatan mata,
perawatan gigi, dan tes gula darah. Ikuti diet, olah raga dan program pengobtan yang
teratur, Karen hal ini dapat mempengaruhi kadar gula darah.
 Insulin termasuk kategori B untuk kehamilan. Yang dimaksut kategori B yaitu insulin
diperkirakan tidak membahayakan bayi yang belum lahir. Katakan kepada dokter jika
sedang hamil atau merencanakan untuk hamil selama pengobatan. Hal ini tidak
diketahui apakah insulin masuk ke dalam ASI atau jika bisa membahayakan bayi.
Jangan gunakan obat ini tanpa memberitahu dokter jika menyusui bayi.

15 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Bagaimana cara menggunakan insulin pen?


Langkah 1 : Persiapkan insulin pen, lepaska penutup insulin pen

Langkah 2 : Hilangkan kertas pembungkus dan tutup jarum


Tarik kertas pembungkus pada jarum pen.
Putar jarum insulin ke insulin penen
Lepaskan penutup jarum luar.
D.Lepaskan penutup luar jarum agar jarum tampak. Buang penutup
jarum ke tempat samapah. *Jarum pen ada berbagai macam
ukuran.
Langkah 3 : Pertama insulin pen, pastiakan pen siap digukan
Pertama hilangkan udara di dalam pen melalui jarum. Hal ini
untuk mengatur ketepatan pen dan jarum dalam mengatur
dosis insulin. Putar tombol pemilih dosis pada ujung pen untuk
1 atau 2 unit (pengaturan dosis dengan cara memutar tobol).
Tahan pena dengan jarum mengarah ke atas. Tekan tombol dosis
dengan benar sambil mengamati keluarnya insulin. Ulangi, jika
perlu, sampai insulin terlihat di ujung jarum. Tombol pemutar harus kembali ke nol
setelah insulin terlihat di dalam pen.
Langkah 4 : Aktifkan tombol dosis insulin (bisa diputar-putar sesuai keinginan).

Langkah 5 : Pilih lokasi bagian tubuh yang akan disuntikan.

16 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Pastikan posisi nyaman saat menyuntikkan insulin pen. Hindari menyuntik disekitar
pusar.

Langkah 6 : Suntikkan insulin


A. Genggam pen dengan 4 jari, latekkan ibu jari pada
tombol dosis.
B. Cubit bagian kulit yang akan disuntik.
C. Segera suntikkan jarum pada sudut 90 derajat.
Lepaskan cubitan.
D. Gunakan ibu jari untuk menekan ke bawah pada
tombol dosis sampai berhenti (klep dosis akan kembali
pada nol). Biarkan jarum di tempat selama 5-10 detik untuk membantu mencegah
insulin dari keluar dari tempat injeksi.
Tarik jarum dari kulit. Kadang-kadang terlihat memar atau tetesan darah, tetapi itu
tidak berbahaya. Bisa di usap dengan tissue atau kapas, tetapi jangan di pijat pada
daerah bekas suntikan.
Langkah 7 : Persiapkan pen insulin untuk penggunaan berikutnya
Lepaskan tutup luar jarum dan putar untuk melepaskan jarum
dari pen. Tempatkan jarum yang telah digunakan pada wadah
yang aman (kaleng kosong). Buang ke tempat sampah jangan
dibuang ditempat pendaurulang sampah.

17 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Bagian tubuh yang bisa dinjeksi insulin

PENGGUNAAN NEBULAZER
Cara Menggunakan Nebulizer

Untuk menggunakan nebulizer, anda harus mempersipkan:

 Obat asma yang diberikan oleh dokter dengan dosis yang jelas
 Nebulizer cup (cangkir tempat anda memasukkan obat)
 Masker atau corong mulut
 Kompresor udara

Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk mempersipkan dan menggunakan nebulizer:

1. Bersihkan tangan anda sebelum menggunakan nebulizer


2. Isi nebulizer cup dengan obat yang telah diresepkan oleh dokter
3. Hubungkan corong atau masker ke nebulizer cup
4. Hubungkan selang dari kompresor ke nebulizer cup
5. Letakkan corong atau masker ke mulut, lalu bernapaslah dengan mulut (jika menggunakan
corong) hingga obat dalam nebulizer cup habis. Biasanya obat dalam cup akan habis setelah 5-
10 menit.
6. Setelah obat habis, bersihkan nebulizer cup dan corong atau masker dengan air, lalu keringkan
untuk digunakan pada pengobatan berikutnya.

Tips:

 Sebelum menghirup obat, posisikan duduk dengan dengan tegak di kursi yang cukup nyaman.
 Bernapaslah dengan pelan dan dalam. Jika bisa, berikan jeda (menahan napas) 2-3 detik
sebelum menghembuskan napas.
 Selama proses berlangsung, jika obat menempel pada sisi nebulizer cup, anda bisa sedikit
mengguncang pelan (menggunakan jari) cup agar obat (cairan) mengalir turun.

18 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

 Anak kecil biasanya akan lebih nyaman jika menggunakan masker daripada corong.
Menggunakan masker membuat pasien dapat bernapas dengan normal melalui hidung ataupun
mulut.

19 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

ALAT KESEHATAN
PEMBALUT

Pembalut tipis/plester of paris, sebelum pasien diberi pembalut


gips, maka bagian tubuh tersebut diberi lapisan kapas gips yang
terbuat dari bahan nonwoven yagn dikenal dengan nama
velband, soffbann. bianyanya untuk membalut luka dimana luka
diberi kapas yang telah ada obatnya.

Pembalut elastis, untuk melindungi sendi agar tidak melakukan


gerakan atau menekan gerakan sendi yang cidera.

ALAT – ALAT PERAWAT

Warm Water zak, kantung berisi air panas, untuk


mengkompres

Windring, untuk duduk orang yang terkena wasir/ambien

20 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

ALAT – ALAT PENAMPUNG

Urine bag, untuk menampung air kecing.

Colostomybag, pengganti fungsi normal dari


rectum, untuk menampung fecces, cairan dan gas
yagn keluar dari lubang usus buatan hasil
pembedahan melalui otot dan kulit perut.

HOSPITAL WARES/UNTENSILS

Urinal Wanita

Urinal Pria, wadah untuk kencing pria

21 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Pus basin= digunakan sebagai tempat untuk membuang kapas


bekas pakai, nanah, muntahan, dan lain – lainnya.

CATETHER

Catether adalah sebuah pipa yang kosong terbuat dari logam, gelas, karet, plastik yang cara
penggunaannya adalah untuk dimasukkan ke dalam rongga tubuh melalui saluran.

i.v.cathether

i. v catether. adalah catether yang dimasukkan ke dalam pembuluh


darah vena.

Wing Needle :berlaku sebagai vana tambahan


(perpanjangan vena). namun tidak bisa digunakan lebih
dari 48 jam karena terbuat dari logam (ada bagian yang
terbuat dari logam). Apabila digunakan lebih dari 48
jam, maka menggunakan i.v catether saja. catheter ini
lebih bisa digunakan untuk pengobatan intravena jangka
lama (lebih dari 48 jam).

22 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Nelaton cathteter logam : agar supaya bisa buang air


kecil

Foley catether/Ballon catether, digunakan untuk pengambilan urine


dalm sistem tertutup, bebeas dari udara dan polusi sekitarnya.
biasanya dihubungkan dengan suatu urinovolumeter dan suatu urine
bag untuk keperluan pemeriksaan klinis.

kondom cathether, digunakan untuk menghubungkan


penis dengan urine bag melalui ujung tubenya ,
terutama bagi pasien yang suka buang air kecil
dengan tidak sadar.

feeding tube, digunakan untuk memasukkan cairan makanan


melalui mulut/hidung

23 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Rectal tube,digunakan untuk mengeluarkan gas – gas


dari usus, untuk memberishkan rectum. biasanya ujung
yang satu dimasukkan dalam anus dan ujung yang lain
dihubungkan denga supit glysein.

Suction Catheter, digunakan untuk


menyedot lendir dari trakhea bayi yang
baru lahir untuk menyedot cairan amniotik

Stomach tube , digunakan untuk mengumpulkan getah


lambung, untuk membilas/mencuci isi perut, untuk
pemberian obat – obatan.

24 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

JARUM SUNTIK

Insulin Syringe, untuk menyuntikkan insulin, kapasitas 1 ml

Disposable syringe, jarum suntik sekali pakai.

Glyserin Syiringe , digunakan untuk menyemprotkan


lavement /cysma melalui anus (Dubur). Cairan yang
sering digunakan adalah larutan sabun dan biasanya
digunakan untuk pasien yagn sukar buang air besar.

ALAT – ALAT UNTUK MENGAMBIL/MEMBERIKAN CAIRAN ATAU DARAH

Blood administration set,digunakan untuk memberikan darah


dalam jumlah kecil pada bayi. nampak ada volumetric
cahmbernya.

25 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Infusion set/solution administration set (soluset) ,


beda dengan yagn diatas dia tidak memiliki filter

ALAT KEDOKTERAN UMUM

termometer klinik,untuk mengukur suhu tubuh, untuk


bayi baisanya digunakan di dalam rectal.

Vaginal speculum, alat yang dimasukkan ke dalam


liang rongga vagina, agar kita dapat melihat, bagian
yang berada dibagian liang rongga tersebut.

Reflek Hammer, digunakan untuk memeriksa kemampuan refleksi dari


bagian – bagian tertentu tubuh kita seperti lutut.

26 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Tongue spatel, penekan lidah, digunakan untuk


menekan lidah agar dapat melihat lebih jelas keadaan
didalam tenggorakan, apakah ada kelainan atau

Laringeal mirror,atau kaca mulut, digunakan


untuk melihat dan memeriksa keadaan di dalam
tenggorokan, apakah ada kelainan atau tidak

ALAT – ALAT BEDAH

I. SCALPEL

Scalpel, pisau operasi, yang bentuknya ada dua


macam, ujungnya runcing, tajam dan bentuk
convek. Nah…yang ini bentuk konveks. Pisaunya
saja tanpa pegangan disebut scalpel blade,
sedangkan pegangan disebut handle scalpel

II. GUNTING

Bandage scissors, digunakan untuk menggunting


perban, atau gaas/kassa.

27 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Surgical scissors,gunting yang digunakan dalam pembedahan

UNTUK KEPERLUAN OBSTETRIK :

A. Umbillical cord scissorors,digunakan untuk


memotong tali pusar bayi.

B. Episiotomy scissors, untuk obstetrik, digunakan untuk


memotong vulva (alat kelamin wanita) saat melahirkan, untuk
mencegah robeknya dinding perineum, yaitu antara anus dan
bagian bawah vagina.

28 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

III. forceps

suatu alat yang terdiri dari 2 keping yang saling berhadapan , yagn dapat dikontrol dapat
dijepitkan dan dilepaskan, oleh pegangan atau tekanan langsung pada keping – keping tersebut.

A. pinset

Pinset operasi :ujung keduanya bergigi, untuk


menjepit pada saat operasi. Sering disebut
chirurgische

Pinset anatomi, ada yagn lurus, ada yang bengkok.kedua belah


ujungnya bergaris – garis horizontal.

b. Klem/clamp

adalah suatu alat untuk menjepit (memegang/menekan) sesuatu benda. klem tersebut bisa berupa
jepitan yang penggunaannya adalah dengan cara menekan langsung pada kedua keping dengan
menggunakan jempol dan jari telunjuk, ada juga yagn penggunaannya memakai pegangan seperti
alat gunting dengan adanya cantelan sehingga bila terkunci tidak bisa terbuka kembali, ada juga
yangdijepit dengan menggunakan alat mur bersayap yang diputar.

29 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

1. arteri clem

Kocher, termasuk dalam arteri klem, ujungnya bergigi


berfungsi untuk memegang benang. yang tidak bergigi
ujungnya, disebut pean, untuk memegang jarum.

2. DOEK KLEM

Doek klem,alat yang digunakan untuk menjepit kain,


terutama kain operasi, yaitu kain linen yang tengahnya
berlobang yang diletakkan diatas tubuh yang mau
dioperasi

c. TANG

Koorntang/Dressing forceps, digunakan untuk menjepit, atau mengangkat


alat – alat bedah dari dalam bak instrumen.

30 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Kogel tang : menjepit & mengangkat organ/jaringan


tubuh juga benda benda asing dalam tubuh termasuk
Paku

Suture Forcespsi, di gunakan untuk menjepit luka yang


terbuka

Needle Holder, untuk menjepit jarum jahit serta menjahit luka


terbuka, seperti luka bekas pembedahan. Ada yang menjahitnya
dari samping, ada pula yang menjahit dari muka. Untuk yang
dari muka alatnya ada lubang jarumnya dari ujungnya..

Hampir mirip dengan Koortang yang digunakan untuk menjepit


dan mengangkat alat bedah dari wadah, bedanya (untuk mudah
mengingat aja), klo needle holder di gagangnya ada besi
melintang horizontal, tapi klo koortang tidak.

31 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

IV. UTERINE PROBES

Uterin Probes/uterus sonde, ukuran umumnya 4


sampai 24 cm.sonde ini digunakan untuk
mengukur kedalaman rahim.

VI. CURRETES

Curretes, Untuk memberishkan dari placenta, ovum pada waktu


keguguran. biasanya digunakan dalam bidang obsgyn (obstetrics
&Gynaecology)

32 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

LAIN - LAIN

Nebulizer,alat yang digunakan untuk pengobatan penyakit asma dan juga penyakit – penyakita
saluran pernafasan lainnya.cara kerja dengan merubah cairan obat yagn ada di medication cup
menjdadi mist – mist yang disemprotkan ke mulut melalui masker yagn terhubung dengan
medication cupsnya.

Oxyset,

Pessarium,

Masker

33 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT


PSPA UMY 2017

Trakeal tube

Kit Gula darah, kholesterol, ASAM URAT

34 PETUNJUK PRAKTIS PENGGUNAAN OBAT