Anda di halaman 1dari 27

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah : ASKEB 1 (KEHAMILAN)


Kode Mata Kuliah : BD.301
SKS : 4 SKS
Waktu Pertemuan : 2x2x50 menit
Pertemuan Ke- : 9, 10 dan 11
Dosen : Dr. M. Hasanuddin, M.Kes.
Kelas/ Tanggal : A/ 4, 11, 18 Mei 2015

A. Kompetensi Dasar
Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menerapkan konsep dasar asuhan
kehamilan, proses adaptasi, fisiologi, dan psikologi, faktor-faktor yang
mempengaruhi kehamilan, mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu hamil sesuai
dengan tahap perkembangannya, asuhan kehamilan deteksi dini terhadap
komplikasi ibu dan janin, dan pendokumentasian asuhan kehamilan.

B. Indikator
1. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kebutuhan fisik ibu hamil pada
trimester I, II, dan III dengan benar.
2. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kebutuhan psikologis ibu hamil
pada trimester I, II, dan III dengan benar.

C. Pokok Bahasan
Kebutuhan dasar ibu hamil sesuai dengan tahap perkembangannya

D. Sub Pokok Bahasan

1. Kebutuhan fisik ibu hamil trimester I, II, dan III


2. Kebutuhan psikologis ibu hamil trimester I, II, dan III

E. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Awal
1) Perkenalan/mengkondisikan kelas
2) Mahasiswa memperhatikan penjelasan dosen tentang kaitan materi pokok
dengan pengalaman yang dimilikinya (apersepsi).
3) Mahasiswa memperhatikan penjelasan pokok-pokok materi yang akan dibahas.
4) Mahasiswa memperhatikan penjelasan dosen tentang tujuan yang akan dicapai.

Kegiatan Inti
(Pert I)
1) Mahasiswa secara berkelompok mengkaji tentang kebutuhan fisik dan
psikologis ibu hamil trismester I.
2) Tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya, ditanggapi oleh kelompok lain.
3) Mahasiswa memperhatikan komentar dosen terhadap hasil diskusi.

(Pert II)

0
1) Mahasiswa secara berkelompok mengkaji tentang kebutuhan fisik dan
psikologis ibu hamil trismester II.
2) Tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya, ditanggapi oleh kelompok lain.
3) Mahasiswa memperhatikan komentar dosen terhadap hasil diskusi.

(Pert III)
1) Mahasiswa secara berkelompok mengkaji tentang kebutuhan fisik dan
psikologis ibu hamil trismester III.
2) Tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya, ditanggapi oleh kelompok lain.
3) Mahasiswa memperhatikan komentar dosen terhadap hasil diskusi.

Kegiatan Akhir
1) Mahasiswa merangkum materi perkuliahan yang dibahas.
2) Mahasiswa mengerjakan tugas sebagai umpan balik (evaluasi).
3) Mahasiswa memperhatikan gambaran umum tentang materi perkuliahan yang
akan datang.

F. Media dan Alat Peraga

White Board,
OHT/OHP,
HANDOUT

G. Referensi
Buku Utama
1. Varney Helen, 1997. Varney, midwifery, England:KLP.
2. Bennet, V.R.Brown, L.K.1993. Myles Textbook For Miwive.USA: Barney.
3. Pusdiknakes, WHO. 2001. Buku Asuhan Antenatal.Jakarta: JHPEGO.

Buku Anjuran
1. Saifuddin, A.B.,dkk. 2002. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Jakarta: JHPIEGO.
2. Sweet B.R.1997. Mayes Midwifery. USA: Green.
3. Seller, P.Mc. 1993. Midwifery. Vol. 1--2, Edisi 1. Cape Town: Juta & Co. 1
td.
4. MNH, Depkes. 2002. Komunikasi Efektif. Jakarta. USAID: IBI.
5. Pusdiknakes. WHO. 2000. Konsep Asuhan Kebidanan. Jakarta. JHPIEGO

F. Evaluasi
Soal-soal

1) Jelaskanlah kebutuhan fisik ibu hamil trismester I, II, dan III !


2) Jelaskanlah kebutuhan psikologis ibu hamil trismester I, II, dan III !

1
Palembang, Februari 2015

Mengetahui
Ketua Prodi, Dosen Pengasuh,

Dr. M. Agus Solihi, M. Kes. Dr. M. Hasanuddin, M. Kes.

2
Oleh:
Drs. Hairuddin, M.Pd.

FAKULTAS ILMU KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2007

HAND-OUT PERKULIAHAN

3
Mata Kuliah : Desain Instruksional
Pertemuan ke : 1 (Satu)
Topik : Orientasi Perkuliahan
 Deskripsi mata kuliah
 Hakikat Pembelajaran dan Implikasinya terhadap
Perencanaan Pembelajaran
 Standar Kompetensi Guru/Dosen
Waktu : 2 x 100 menit
Dosen : Drs. Hairuddin, M.Pd.

A. Kompetensi Dasar (Tujuan Perkuliahan)


 Para peserta didik/mahasiswa dapat memahami kemampuan yang harus
dimililiki setelah mempelajari mata kuliah Disain Instruksional, sasaran, ruang
lingkup dan rincian materi Disain Instruksional, serta memahami proses
perkuliahan yang akan dilakukan selama mempalajari mata kuliah Disain
Instruksional.
 Peserta didik/mahasiswa dapat memahami beberapa teori pembelajaran
dan implikasinya terhadap pembuatan rencana pembelajaran/SAP

B. Deskripsi Materi
1. Deskripsi Mata Kuliah
 Mata kuliah Disain Instruksional merupakan salah satu
mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh para calon guru, dosen
penuntun, instruktur, gadik, dan tenaga kependidikan lainnya. Mata kuliah
ini bertujuan untuk memfasilitasi para Dosen Penuntun/Tenaga Pendidik
dalam memahami perkembangan konsep dan teori disain/perencanaan
pembelajaran, serta secara praktis mampu merancang dan mengembangkan
disain/perencanaan pembelajaran.
 Pada garis besarnya materi perkuliahan Disain
Instrruksional ini meliputi: perkembangan konsep/teori belajar dan
pembelajaran beserta karakteristiknya, hakikat disain pembelajaran, fungsi
dan peranan disain pembelajaran dalam sistem pembelajaran, unsur-
unsur/variabel disain pembelajaran, pengembangan unsur-unsur
disain/perencanaan pembelajaran, pembuatan silabus pembelajaran, dan
pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),/Satuan Acara
Perkuliahan (SAP).

2. Beberapa Pengertian Belajar dan Pembelajaran

4
 Belajar pada dasarnya adalah “segala perubahan tingkah laku
mencakup aspek kognitif, apektif, maupun psikomotor dan terjadi melalui
proses pengalaman”. (Nana Syaodih Sukmadinta)
 Belajar adalah perubahan berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas
individu “Learning is a change in human disposition or capability, which
can be retained, and which is not simply ascribable to the process of growth
(Gagne, 1965)
 Learning is a presisting change in human performance or performance
potential (Drisscoll 2000)
 Learning comes about is consequence of the learner experience and
interaction with the world (Drisscoll 2000)
 Learning empasities the notion of relatively permanent change in
behavior as a function of practice or experience (Robert Davies, 1955)
 Belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah
perilakunya sebagai akibat pengalaman (Gagne, 1984)
 Belajar merupakan proses upaya-upaya yang dilakukan dengan
mengalami sendiri, menjelajahi, menelusuri, dan memperoleh sendiri
(James,L.M.)
 Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang orisinil melalui
pengalaman dan latihan-latihan (Garry dan Kingsley).

3. Proses Pembelajaran
Proses yang ditata dan diatur menurut langkah-langkah tertentu agar dalam
pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri
dalam interaksi dengan lingkungannya.

4. Beberapa Asumsi tentang Pembelajaran


 Pembelajaran/Pelatihan efektif manakala peserta mampu
mengkonstruksikan pengetahuan pada benak masing-masing
 Belajar efektif terjadi manakala siswa/mahasiswa melakukan proses
mengalami
 Pengetahuan yang dimiliki seseorang terorganisasi dan mencerminkan
pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan
 Pengetahuan yang dimiliki siswa/mahasiswa harus mencerminkan
keterampilan yang dapat diterapkan
 Untuk memfasilitasi terjadinya belajar yang efektif, siswa/mahasiswa harus
dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi
dirinya, dan bergelut dengan ide-ide.

5
5. Implikasi Teori Pembelajaran Terhadap Pembuatan Disain Pembelajaran
Untuk terjadinya proses pembelajaran atau pelatihan secara efektif dan efisien
sesuai dengan kriteria pembelajaran yang diharapkan antara lain yaitu
pembelajaran: Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
(PAKEM) maka pembelajaran terlebih dahulu harus didesain atau dirancang,
di sinilah pentingnya perencanaan pelaksanaan pembelajaran (disain
instruksional).

6. Standar Kompetensi Guru/Dosen


Kompetensi, pada dasarnya adalah kemampuan dasar yang disyaratkan dan
harus dimiliki oleh seseorang yang memangku suatu jabatan/profesi tertentu.
Dengan demikian kompetensi guru/instruktur/dosen pada hakikatnya adalah
beberapa kemampuan dasar yang dipersyaratkan dan harus dimiliki oleh para
guru/instruktur/dosen/dosen untuk memangku jabatan/profesi tersebut.
Depdiknas (2004), merumuskan definisi kompetensi sebagai pengetahuan,
keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir
dan bertindak.
Standar Kompetensi Guru/Dosen adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau
dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan berperilaku
layaknya seorang guru/dosen untuk menduduki jabatan fungsional sesuai
bidang tugas, kualifikasi, dan jenjang pendidikan.
Tujuan Standar Kompetensi Guru/Dosen yaitu untuk memperoleh acuan baku
dalam pengukuran kinerja guru/dosen untuk mendapatkan jaminan kualitas
guru/dosen dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Beberapa kompetensi dasar/standar kompetensi yang harus dimiliki oleh para
guru/dosen penuntun/ gadik antara lain, sebagai berikut.
1) Copper; membagi ke dalam empat jenis, yaitu:
a) mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia,
b) mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang dibinanya,
c) mempunyai sikap yang tepat tentang diri sendiri, institusi, teman
sejawat dan bidang studi yang dibinanya,
d) mempunyai keterampilan teknik mengajar.
2) Glasser, membagi ke dalam 4 jenis, yaitu sebagai berikut.
a) Menguasai bahan pelajaran.
b) Kemampuan mendiagnosis tingkah laku siswa.
c) Kemampuan melaksanakan proses pembelajaran.
d) Kemampuan mengukur hasil pembelajaran.
3) W.R. Houston (1987), membagi ke dalam 5 jenis, yaitu sebagai berikut.
a) Cognitive,
b) Performance

6
c) Consequence
d) Affective
e) Exploratory
4) Proyek Pembinaan Pendidikan Guru (P3G), membagi ke dalam sepuluh
jenis, yaitu sebagai berikut.
a) Menguasai bahan.
b) Mengelola program pembelajaran.
c) Mengelola kelas.
d) Menggunakan media dan sumber belajar.
e) Menguasai landasan pendidikan.
f) Mengelola interaksi pembelajaran.
g) Menilai prestasi belajar siswa/mahasiswa.
h) Mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan.
i) Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah.
j) Memahami dan menapsirkan hasil penelitian guna keperluan
pembelajaran.
5) Sementara itu menurut Depdiknas (2004:9), Standar Kompetensi
Guru/Dosen meliputi tiga komponen kompetensi, yaitu sebagai berikut.
(1) Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran yang mencakup:
penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan interaksi belajar-
mengajar, menilai prestasi belajar siswa/mahasiswa, dan melaksanakan
tindak lanjut hasil penilaian.
(2) Kompetensi pengembangan potensi yang diorientasikan pada
pengembangan profesi.
(3) Kompetensi penguasaan akademik yang mencakup: pemahaman
wawasan pendidikan, penguasaan bahan kajian akademik.
6) Mengingat serba kompleknya tugas-tugas pembelajaran, maka setiap
guru/dosen dipesyaratkan memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi
sebagai agen pembelajaran. Secara khusus dalam PP no. 19 tahun 2005
ditegaskan bahwa kompetensi yang harus dimiliki oleh para guru/dosen
meliputi: 1) kompetensi pedagogik. 2) kompetensi kepribadian, 3)
kompetensi profesional, dan 4) kompetensi sosial.

C. Proses Perkuliahan
 Pemaparan singkat deskripsi materi yang akan disajikan.
 Telaah bahan atau sumber rujukan yang telah disediakan.
 Diskusi membahas isu-isu pokok yang terdapat dalam pokok-pokok
bahasan yang disajikan, dilihat dari kajian konsep teoretis maupun dikaitkan
dengan pengalaman praktis.

7
 Membuat simpulan dari hasil pembahasan dan diskusi yang telah
dilakukan.

D. Sumber Rujukan
Banathy. Bela H. 1991, System Design of Education. New Jersy. Educational
Technology Publication.
Briggs. Leslie J. 1990. Instructional Design. New Jersey. Educational Technology
Publication. Englewood.
Dick Walter. Lou Carey. 1990. The systematic Design of Instruction. New York.
Harper Colins Publisher.
Depdiknas, (2003), Standar Kompetensi Guru, Jakarta
Leshin. Chintia. B. 1882. Instructional Design Strategies and Tactics. New Jersey.
Educational Technology Publication.
Mewrill. M. David. 1994. Instructional Design Theories. New Jersey. Educational
Technology Publication.
Peraturan Pemerintah (PP no. 19 Tahun 2005) Tentang Standar Pendidikan.Jakarta
Reigeluth. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. New
Jersey. Lawrence Erlbaum Associate Publisher.
Rusman, (2007), Pendakatan dan Model Pembelajaran, Jurusan Kurikulum dan
Teknologi Penddikan FIP Universitas Pendidikan Indonesia.
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Undang-undang Guru dan Dosen

8
HAND-OUT PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Disain Instruksional


Pertemuan ke : 2 (Dua)
Topik : Hakikat Perencanaan Pembelajaran
 Konsep dasar Perencanaan Pembelajaran
 Fungsi dan Peranan Perencanaan Pembelajaran dalam
Sistem Pembelajaran
Waktu : 2 x 100 men
Dosen : Drs. Hairuddin, M.Pd.

A. Kompetensi Dasar (Tujuan Perkuliahan)


 Para peserta/mahasiswa dapat memahami beberapa pengertian
perencanaan pembelajaran
 Para peserta/mahasiswa dapat memahami fungsi dan peran
Perencanaan Pembelajaran dalam Sistem Pembelajaran

B. Deskripsi Materi
1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
 Suatu rancangan atau rencana yang menggambarkan
aktivitas proses dan hasil pembelajaran yang harus dicapai setelah rencana
tersebut dilaksanakan. Rencana pembelajaran berfungsi sebagai pedoman
umum langkah-langkah dan bentuk kegiatan yang akan dilakukan guru
dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
 Perencanaan pembelajaran adalah proses yang sistematis yang
digunakan untuk mengembangkan program pendidikan dan pelatihan
(Gustafson & Branch. 2002)
 “Instructional design is concerned with optimazing the process of
instructing” (Reigeluth. 1983)
 Perencanaan pembelajaran adalah suatu sistem yang berisi prosedur
untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan dengan cara yang
konsisten dan reliabel (Branch. 2002)
 Perencanaan pembelajaran adalah memproyeksikan tindakan apa yang
akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran (PBM) yaitu dengan

9
mengkoordinasikan (mengatur dan merespon) komponen-komponen
pembelajaran, sehingga arah kegiatan (tujuan), isi kegiatan (materi), cara
penyampaian kegiatan (metode dan teknik) serta bagaimana mengukurnya
(evaluasi) menjadi jelas dan sistematis (Nana Sudjana. 1987).
 Secara garis besar perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan
merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan, materi apa
yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, alat dan
media apa yang akan digunakan serta cara apa yang dipakai untuk menilai
pencapaian tujuan (R.Ibrahim. 1993)

2. Fungsi dan Peran Perencanaan Pembelajaran


 Untuk memahami fungsi dan peran rencana pembelajaran dalam
dimensi pembelajaran khususnya, dan pendidikan pada umumnya, harus
dilihat dalam konstalasi dengan unsur-unsur pendidikan lainnya secara
lebih luas. To understand what instructional design, it is helpful to look at
how it relates to other areas of inquiry within education. The field of
education can be viewed as being comprised of knowledge about
curriculum, conseling, administration, and evaluation, as well as
instruction (Beauchamp. 1968)
 Rencana pembelajaran sebagai suatu sistem menyangkut dengan:
- System as an integrated plan of operation of all components
(sub system) of a system
- System approach is an analyses of components in a logical
order, and careful coordination of the total effort among planners
- Process of planning follows an orderly but flexible sequence
- Design procedure
- Design model for empirical testing (formative evaluation)
- Design model requires comparison of final version of
instruction (sumative evaluation)
 Is concerned with understansing, improving, ang applying methods of
instruction
 Instructional design prescribes methods as a part of instructional
development
 Instructional design prescribes procedure for instructional
Implementation
 Instructional design prescribes procedur for instructional management
 Instructional design identifies and remedies weaknesses as a part of
instructional evaluation.

C. Proses Perkuliahan

10
 Pemaparan singkat deskripsi materi yang akan disajikan
 Telaah bahan atau sumber rujukan yang telah disediakan
 Diskusi membahas isu-isu pokok yang terdapat dalam pokok-pokok
bahasan yang disajikan, dilihat dari kajian konsep teoretis maupun dikaitkan
dengan pengalaman praktis
 Membuat simpul-simpul dari hasil pembahasan dan diskusi yang telah
dilakukan.

D. Sumber Rujukan
Banathy. Bela H. 1991, System Design of Education. New Jersy. Educational
Technology Publication.
Briggs. Leslie J. 1990. Instructional Design. New Jersey. Educational Technology
Publication. Englewood.
Dick Walter. Lou Carey. 1990. The systematic Design of Instruction. New York.
Harper Colins Publisher.
Leshin. Chintia. B. 1882. Instructional Design Strategies and Tactics. New Jersey.
Educational Technology Publication.
Mewrill. M. David. 1994. Instructional Design Theories. New Jersey. Educational
Technology Publication.
Peraturan Pemerintah (PP no. 19 Tahun 2005). Tentang Standar
Pendidikan.Jakarta
Reigeluth. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. New
Jersey. Lawrence Erlbaum Associate Publisher.
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Undang-undang Guru dan Dosen

11
HAND-OUT PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Disain Instruksional


Pertemuan ke : 3 (Tiga)
Topik : Variabel Perencanaan Pembelajaran dan
Pengembangannya
 Komponen-komponen Perencanaan Pembelajaran
(Sistem)
 Pengembangan Tujuan dan Materi dalam Sistem
Perencanaan Pembelajaran
 Pengembangan Metode, Media dan Evaluasi serta
Sumber Pembelajaran Sistem dalam perencanaan
pembelajaran
Waktu : 2 x 100 menit
Dosen : Drs. Hairuddin, M.Pd.

A. Kompetensi Dasar (Tujuan Perkuliahan)


 Para peserta didik/mahasiswa dapat memahami Rencana
Pembelajaran sebagai Suatu Sistem
 Para peserta didik/mahasiswa dapat mengidentifikasi komponen-
komponen pokok perencanaan pembelajaran
 Para peserta didik/mahasiswa dapat merumuskan dan
mengembangkan komponen-komponen pokok perencanaan pembelajaran

B. Deskripsi Materi
1. Rencana Pembelajaran sebagai Suatu Sistem
 Pembelajaran sebagai suatu sistem, sitandai oleh adanya
beberapa komponen pembelajaran yang saling terkait dan mempengaruhi
antara satu komponen dengan komponen lainnya. Komponen pembelajaran
tersebut meliputi, 1) Tujuan, 2) Isi/Materi, 3) Strategi, 4) Evaluasi.
 Rencana pembelajaran sebagai suatu sistem, pada
dasarnya adalah proses merancang dan mengembangkan setiap komponen
pembelajaran dimaksud, sehingga menggambarkan suatu kesatuan yang
terintegrasi dan saling berinterelasi sebagai suatu rencana pembelajaran.

12
 Secara garis besar perencanaan pembelajaran mencakup
kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan
pembelajaran, materi/bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara
menyampaikannya dan media pembelajaran apa yang akan digunakan, serta
cara apa yang dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut. (R. Ibrahim,
1993).

2. Unsur-unsur Pokok Perencanaan Pembelajaran


 Komponen Tujuan/Kompetensi
 Komponen Materi / Bahan pembelajaran
 Komponen Proses / Metode Pembelajaran
 Komponen Evaluasi Pembelajaran

3. Perumusan dan Pengembangan Unsur Pokok Perencanaan Pembelajaran


 Pengembangan tujuan pembelajaran / kompetensi
Komponen pertama berkaitan dengan tujuan, yaitu proyeksi tentang hasil
belajar (kompetensi) apa yang harus dicapai siswa setelah mengikuti
kegiatan pembelajaran. “if you don’t have of clear idea of what goals you
have for your student, you will not be able to do a good job of planning
instruction for them” (Briggs).
 Pengembangan Isi / Materi Pembelajaran
Komponen materi yaitu berkenaan dengan materi/bahan apa yang harus
disampaikan oleh guru kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran agar
tujuan dapat tercapai.
Kriteria merumuskan dan mengembangkan materi ajar harus memperhatikan
prinsip sebagai berikut:
- Memenuhi unsur validitas.
- Tingkat kepentingan.
- Kebermanfaatan.
- Layak dipelajari.
- Menarik minat.
 Metode pembelajaran
- Metode adalah berkenaan dengan cara yang digunakan untuk
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.
- Pendekatan, model, metode, strategi pembelajaran apapun
yang dipilih dalam kegiatan pembelajaran, hendaknya dapat memfasilitasi
belajar siswa secara aktif, kreatif dan inovatif.
- Pembelajaran tidak hanya dilihat dari segi hasil (out-put),
melainkan juga dari segi proses.

13
- Dalam Peraturan Pemerintah (PP) no. 19 tahun 2005
ditegaskan “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemdirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Bab IV. Psl. 19).

 Media dan Sumber Pembelajaran


Media pembelajaran pada dasarnya adalah alat bantu pembelajaran yang
digunakan untuk membantu menyampaikan materi agar mempermudah
pencapaian tujuan yang ditetapkan.
 Evaluasi
Evaluasi merupakan alat yang digunakan untuk mengukur ketercapaian
tujuan pembelajaran.
 Sejalan dengan hal ini, dalam PP no. 19 tahun 2005 dalam Bab IV
mengenai standar proses dirumuskan “Perencanaan proses pembelajaran
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran,
sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20).

C. Proses Perkuliahan
 Pemaparan singkat deskripsi materi yang akan disajikan
 Telaah bahan atau sumber rujukan yang telah disediakan
 Diskusi membahas isu-isu pokok yang terdapat dalam pokok-pokok
bahasan yang disajikan, dilihat dari kajian konsep teoritis maupun dikaitkan
dengan pengalaman praktis
 Praktik merumuskan dan mengembangkan unsur-unsur dari sistem
perencanaan pembelajaran
 Memprentasikan hasil praktik dan diskusi yang telah dilakukan oleh
peserta/ mahasiswa
 Membuat simpul-simpul dari dari hasil pembahasan dan diskusi yang
telah dilakukan

D. Sumber Rujukan
Banathy. Bela H. 1991, System Design of Education. New Jersy. Educational
Technology Publication.
Briggs. Leslie J. 1990. Instructional Design. New Jersey. Educational Technology
Publication. Englewood.

14
Dick Walter. Lou Carey. 1990. The systematic Design of Instruction. New York.
Harper Colins Publisher.
Leshin. Chintia. B. 1882. Instructional Design Strategies and Tactics. New Jersey.
Educational Technology Publication.
Mewrill. M. David. 1994. Instructional Design Theories. New Jersey. Educational
Technology Publication.
Peraturan Pemerintah (PP no. 19 Tahun 2005) Tentang Standar Pendidikan.Jakarta
Reigeluth. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. New
Jersey. Lawrence Erlbaum Associate Publisher.
Rusman, (2007). Pembelajaran, Suatu Pendekatan Praktis, Jurusan Kurtek
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia.
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Undang-undang Guru dan Dosen

15
HAND-OUT PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Disain Instruksional


Pertemuan ke : 4 (Empat)
Topik : Silabus Pembelajaran
 Konsep dasar Silabus Pembelajaran
 Komponen Silabus Pembelajaran dan
Pengembangannya
 Prinsip Pembuatan Silabus Pembelajaran
Waktu : 2 x 100 menit
Dosen : Drs. Haiuddin, M.Pd.

A. Kompetensi Dasar (Tujuan Perkuliahan)


 Para peserta/mahasiswa dapat memahami tentang Silabus Pembelajaran
 Para peserta/mahasiswa dapat mengidentifikasi komponen-komponen
pokok silabus Pemebelajaran
 Para peserta/mahasiswa dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip penyusunan
silabus pembelajaran

B. Deskripsi Materi
1. Konsep Silabus Pembelajaran
 Garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran
 Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar
ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi untuk penilaian.
 Penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi, kompetensi dasar, dan
pokok-pokok/uraian materi yang harus dipelajari siswa ke dalam rincian
kegiatan dan strategi pembelajaran, kegiatan dan strategi penilaian, dan
alokasi waktu per mata pelajaran per satuan pendidikan dan per kelas
 Salah satu tahapan pengembangan kurikulum, khususnya untuk menjawab
“apa yang harus dipelajari?”
 Merupakan hasil atau produk pengembangan disain pembelajaran, seperti
GBPPPBK, GBPP, dsb.

16
2. Variabel/Unsur-unsur Pokok Silabus Pembelajaran dan
Pengembangannya
 Identitas mata pelajaran
 Standar kompetensi
 Kompetensi dasar
 Materi pokok
 Pengalaman belajar
 Indikator
 Penilaian
 Alokasi waktu
 Sumber belajar

3. Prinsip Pembuatan Silabus Pembelajaran


 Ilmiah
 Relevan
 Sistematis
 Konsisten
 Memadai
 Aktual dan Kontekstual
 Fleksibel
 Menyeluruh

C. Proses Perkuliahan
 Pemaparan singkat deskripsi materi yang akan disajikan.
 Telaah bahan atau sumber rujukan yang telah disediakan.
 Diskusi membahas isu-isu pokok yang terdapat dalam pokok-pokok
bahasan yang disajikan, dilihat dari kajian konsep teoritis maupun dikaitkan
dengan pengalaman praktis.
 Praktik merumuskan dan mengembangkan unsur-unsur dari sistem
perencanaan pembelajaran.
 Memprentasikan hasil praktik dan diskusi yang telah dilakukan oleh
peserta / mahasiswa.
 Membuat simpul-simpul dari dari hasil pembahasan dan diskusi yang telah
dilakukan.

D. Sumber Rujukan
Banathy. Bela H. 1991, System Design of Education. New Jersy. Educational
Technology Publication.

17
Briggs. Leslie J. 1990. Instructional Design. New Jersey. Educational Technology
Publication. Englewood.
Dick Walter. Lou Carey. 1990. The systematic Design of Instruction. New York.
Harper Colins Publisher.
Leshin. Chintia. B. 1882. Instructional Design Strategies and Tactics. New Jersey.
Educational Technology Publication.
Mewrill. M. David. 1994. Instructional Design Theories. New Jersey. Educational
Technology Publication.
Peraturan Pemerintah (PP no. 19 Tahun 2005) Tentang Standar Pendidikan.Jakarta
Reigeluth. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. New
Jersey. Lawrence Erlbaum Associate Publisher.
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Undang-undang Guru dan Dosen

18
HAND-OUT PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Disain Instruksional


Pertemuan ke : 5 (Lima)
Topik : Praktik Pembuatan Silabus
 Praktik Pembuatan Silabus (Kelompok)
 Presentasi dan diskusi umpan balik (Kelompok)
Waktu : 2 x 100 menit
Dosen : Drs. Hairuddin., M.Pd.

A. Kompetensi Dasar (Tujuan Perkuliahan)


 Para peserta/mahasiswa terampil membuat/mengembangkan Silabus
Pembelajaran.
 Para peserta/mahasiswa dapat mempresentasikan silabus pembelajaran
yang telah dibuatnya.

B. Deskripsi Materi
1. Praktek Pembuatan Silabus Pembelajaran (Kelompok)
- Para peserta / mahasiswa membagi kelompok, setiap
kelompok masing-masing terdiri dari lima orang peserta/mahasiswa.
- Setiap kelompok menetapkan mata pelajaran yang akan
dibuatkan silabusnya, misalnya mata kuliah Askeb, Reproduksi, dan
sebagainya.
3. Buat atau kembangkan ke dalam sebuah silabus dengan sistematika sebagai
berikut: Identitas mata pelajaran, Standar kompetensi, Kompetensi dasar,
Materi pokok, Pengalaman belajar, Indikator, Penilaian, Alokasi waktu,
Sumber belajar.
4. Presentasi Silabus Pembelajaran (Kelompok)
- Setiap kelompok mempresentasikan produk silabus yang telah
dibuat.
- Diskusi umpan balik.
- Revisi sesuai dengan masukan diskusi umpan balik.
- Membuat laporan.

19
C. Proses Perkuliahan
 Pemaparan singkat deskripsi materi yang akan disajikan.
 Telaah bahan atau sumber rujukan yang telah disediakan.
 Diskusi membahas isu-isu pokok yang terdapat dalam pokok-pokok
bahasan yang disajikan, dilihat dari kajian konsep teoritis maupun dikaitkan
dengan pengalaman praktis.
 Praktik merumuskan dan mengembangkan unsur-unsur dari sistem
perencanaan pembelajaran.
 Memprentasikan hasil praktik dan diskusi yang telah dilakukan oleh
peserta / mahasiswa.
 Membuat simpul-simpul dari dari hasil pembahasan dan diskusi yang telah
dilakukan.

D. Sumber Rujukan
Banathy. Bela H. 1991, System Design of Education. New Jersy. Educational
Technology Publication.
Briggs. Leslie J. 1990. Instructional Design. New Jersey. Educational Technology
Publication. Englewood.
Dick Walter. Lou Carey. 1990. The systematic Design of Instruction. New York.
Harper Colins Publisher.
Leshin. Chintia. B. 1882. Instructional Design Strategies and Tactics. New Jersey.
Educational Technology Publication.
Mewrill. M. David. 1994. Instructional Design Theories. New Jersey. Educational
Technology Publication.
Majid, Abdul, (2007). Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Peraturan Pemerintah (PP no. 19 Tahun 2005) Tentang Standar Pendidikan.Jakarta
Reigeluth. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. New
Jersey. Lawrence Erlbaum Associate Publisher.
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Undang-undang Guru dan Dosen

20
HAND-OUT PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Disain Instruksional


Pertemuan ke : 6 (Enam)
Topik : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
 Model-Model Disain Pembelajaran
 Konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
 Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan
Pengembangannya
 Prinsip Pembuatan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran
Waktu : 2 x 100 menit
Dosen : Drs. Hairuddin, M.Pd.

A. Kompetensi Dasar (Tujuan Perkuliahan)


 Para peserta/mahasiswa dapat memahami tentang model-model disain
pembelajaran.
 Para peserta/mahasiswa dapat memahami tentang Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran.
 Para peserta/mahasiswa dapat mengidentifikasi komponen-komponen
pokok Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
 Para peserta/mahasiswa dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

B. Deskripsi Materi
1. Model-Model Disain Pembelajaran
PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional)
Model Glasser
Model Jerold E. Kemp
Model Gerlach & Elly
Model PBK
2. Konsep/Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
 Perencaan pembelajaran perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan
apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran.
 Perencanaan pembelajaran adalah memproyeksikan tindakan apa yang
akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran yaitu dengan

21
mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran, sehingga arah
kegiatan (tujuan), isi kegiatan (materi), cara penyampaian kegiatan (metode
dan teknik) serta bagaimana mengukurnya (evaluasi) menjadi jelas dan
sistematis.

2. Tujuan dan Manfaat RPP


 Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam
mencapai kompetensi dasar dan indikator.
 Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka
pendek.
 Karena disusun dengan menggunakan pendekatan
sistem, memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa.
 Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran,
berakibat terhadap nurturant effect.
3. Variabel/komponen Pokok Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
- Identitas Mata Pelajaran
- Standar Kompetensi
- Kompetensi Dasar
- Indikator Pembelajaran
- Materi Pembelajaran
- Kegiatan Pembelajaran
- Alat, Media dan Sumber Rujukan
- Prosedur Evaluasi

4. Prinsip Penyusunan/Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


- Spesifik
- Operasional
- Sistematis
- Jangka pendek (1-3 kali pertemuan)

C. Proses Perkuliahan
 Pemaparan singkat deskripsi materi yang akan disajikan.
 Telaah bahan atau sumber rujukan yang telah disediakan.
 Diskusi membahas isu-isu pokok yang terdapat dalam pokok-pokok
bahasan yang disajikan, dilihat dari kajian konsep teoretis maupun dikaitkan
dengan pengalaman praktis.
 Praktik merumuskan dan mengembangkan unsur-unsur dari sistem
perencanaan pembelajaran.
 Memprentasikan hasil praktik dan diskusi yang telah dilakukan oleh
peserta / mahasiswa.

22
 Membuat simpul-simpul dari dari hasil pembahasan dan diskusi yang telah
dilakukan.

D. Sumber Rujukan
Banathy. Bela H. 1991, System Design of Education. New Jersy. Educational
Technology Publication.
Briggs. Leslie J. 1990. Instructional Design. New Jersey. Educational Technology
Publication. Englewood.
Dick Walter. Lou Carey. 1990. The systematic Design of Instruction. New York.
Harper Colins Publisher.
Leshin. Chintia. B. 1882. Instructional Design Strategies and Tactics. New Jersey.
Educational Technology Publication.
Mewrill. M. David. 1994. Instructional Design Theories. New Jersey. Educational
Technology Publication.
Peraturan Pemerintah (PP no. 19 Tahun 2005) Tentang Standar Pendidikan.Jakarta
Reigeluth. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. New
Jersey. Lawrence Erlbaum Associate Publisher.
Rusman, (2004), Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Komputer, Jurusan
Kurtek FIP Universitas Pendidikan Indonesia.
_______, (2006), Pendekatan dan Model Pembelajaran, Jurusan Kurikulum dan
Teknologi Penddikan FIP UPI Bandung.
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Undang-undang Guru dan Dosen

23
HAND-OUT PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Disain Instruksional


Pertemuan ke- : 7 (Tujuh)
Topik : Pembuatan dan Presentasi Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
 Praktek pembuatan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (Individu)
 Presentasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Individu)
 Review Perkuliahan
Waktu : 2 x 100 menit
Dosen : Drs. Hairuddin, M.Pd.

A. Kompetensi Dasar (Tujuan Perkuliahan)


 Para peserta/mahasiswa terampil membuat/mengembangkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran.
 Para peserta/mahasiswa dapat mempresentasikan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran.

B. Deskripsi Materi
1. Praktek membuat/mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Individu)
- Secara individu memilih dan menetapkan mata pelajaran yang
akan dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya.
- Secara individu membuat atau mengembangkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran dengan sistematika sebagai berikut: Mata
Pelajaran, Materi Pokok, Kelas/Semester, Waktu/Jumlah Pertemuan,
Kompetensi, Standar Komp, Kompetensi Dadar, Indikator, Materi
Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Alat, Media, dan Sumber Rujukan,
Evaluasi.
2. Presentasi produk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Individu)
- Setiap individu mempresentasikan produk silabus yang telah
dibuat.
- Diskusi umpan balik.

24
- Revisi sesuai dengan masukan diskusi umpan balik.
- Membuat laporan.
3. Review Perkuliahan

C. Proses Perkuliahan
 Pemaparan singkat deskripsi materi yang akan disajikan.
 Telaah bahan atau sumber rujukan yang telah disediakan.
 Diskusi membahas isu-isu pokok yang terdapat dalam pokok-pokok
bahasan yang disajikan, dilihat dari kajian konsep teoritis maupun dikaitkan
dengan pengalaman praktis.
 Praktik merumuskan dan mengembangkan unsur-unsur dari sistem
perencanaan pembelajaran.
 Memprentasikan hasil praktik dan diskusi yang telah dilakukan oleh
peserta / mahasiswa.
 Membuat simpul-simpul dari dari hasil pembahasan dan diskusi yang telah
dilakukan.

D. Sumber Rujukan
Banathy. Bela H. 1991, System Design of Education. New Jersy. Educational
Technology Publication.
Briggs. Leslie J. 1990. Instructional Design. New Jersey. Educational Technology
Publication. Englewood.
Dick Walter. Lou Carey. 1990. The systematic Design of Instruction. New York.
Harper Colins Publisher.
Depdiknas, (2004). Kerangka Dasar Kuikulum 2004, Jakarta.
Leshin. Chintia. B. 1882. Instructional Design Strategies and Tactics. New Jersey.
Educational Technology Publication.
Mewrill. M. David. 1994. Instructional Design Theories. New Jersey. Educational
Technology Publication.
Peraturan Pemerintah (PP no. 19 Tahun 2005) Tentang Standar Pendidikan.Jakarta
Reigeluth. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. New
Jersey. Lawrence Erlbaum Associate Publisher.
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Undang-undang Guru dan Dosen

25
26