Anda di halaman 1dari 23

contoh soal termokimia dan pembahasannya

1. Apa yang dimaksud dengan energi kinetik dan energi potensial ?

Jawab : Energi kinetik adalah energi yang terkandung di dalam materi yang bergerak, sedangkan
energi potensial adalah energi yang terkandung dalam suatu materi yang tidak bergerak.

2. Sebutkan data pada kalor yang diserap atau dikeluarkan pada sistem reaksi !

Jawab :

- Perubahan temperatur sebelum dan sesudah reaksi (Δt = t – t0)

- Massa total larutan (m)

- Kalor jenis pelarut (c)

3. Simbol dari energi ikatan ialah ?

Jawab : D dan biasa digunakan dalam satuan kJ/mol

4. Sebutkan jenis-jenis pembakaran dari bahan bakar !

Jawab : Senyawa hidrokarbon yaitu gas alam, minyak bumi dan batu bara, selain hidrokarbon, alkohol
juga dapat digunakan sebagai bahan bakar

5. Dalam memperoleh gas CO2 dapat dilakukan dengan dua cara. Sebutkan dan jelaskan!

Jawab :

- Cara langsung : C + O2 CO2 ΔH = -393,5 kJ

- Cara tidak langsung :

C + ½O2 CO ΔH = -110,5 kJ

CO + ½O2 CO2 ΔH = -283 kJ

C + O2 CO2 ΔH = -393,5 kJ

6. Apa yang dimaksud dengan termokimia ?

Jawab : Termokimia adalah ilmu yang mempelajari perubahan kalor yang menyertai suatu reaksi
kimia.

7. Kemampuan untuk melakukan usaha disebut ?

Jawab : Energi

8. Energi yang terdapat dalam suatu zat/ sistem disebut ?


Jawab : Entalpi

9. Apa yang dimaksud dengan sistem dan lingkungan ?

Jawab : Sistem adalah peristiwa reaksi kimia yang sedang diamati, sedangkan lingkungan adalah segala
sesuatu di luar sistem.

10. Jelaskan yang dimaksud dengan reaksi endoterm !

Jawab : Jika reaksi menyerap kalor dari lingkungan ke sistem, sedemikian sehingga kalor dari sistem
bertambah, maka reaksinya disebut reaksi endoterm.

11. Apa pengertian dari raeksi eksoterm ?

Jawab : Jika kalor dilepas dari sistem ke lingkungan, sedemikian sehingga kalor dari sistem berkurang,
maka reaksinya disebut dengan reaksi eksoterm.

12. Secara spesifik entalpi dapat dibedakan beberapa jenis. Sebutkan !

Jawab :

- Entalpi pembentukan standar

- Entalpi penguraian standar

- Entalpi pembakaran standar

13. Apa fungsi dari energi ikatan ?

Jawab : Untuk memutuskan satu mol ikatan dari suatu molekul yang berwujud gas menjadi atom-atom
gas pada keadaan standar.

14. Sebutkan data yang diperoleh dari reaksi penguraian CH4 ?

Jawab : ΔH°f CH4(g) = -74,8 kJ/mol

ΔH°f C(g) = +718,4 kJ/mol

ΔH°f atom H(g) = 217,9 kJ/mol

15. Jelaskan pengertian perubahan entalpi reaksi !

Jawab : Perubahan entalpi reaksi adalah selisih antara energi ikatan rata-rata pemutusan (pereaksi)
dengan jumlah ikatan rata-rata pembentukan (produk)

16. Sebutkan bahan bakar yang terdapat di senyawa hidrokarbon !

Jawab : Gas alam, minyak bumi, dan batu bara

17. Apa pengertian dari batu bara ?

Jawab : Batu bara merupakan campuran yang mengandung hidrokarbon suhu tinggi (paling banyak) dan
berwujud padat.
18. Apa yang dimaksud dengan pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna ?

Jawab : Pada pembakaran sempurna, senyawa hidrokarbon menghasilkan karbondioksida dan uap air,
sedangkan pembakaran tidak sempurna menghasilkan karbon monoksida.

19. Tuliskan hukum kekekalan energi !

Jawab : Energi dapat diubah menjadi bentuk energi lain, tetapi tidak pernah ada energi yang hilang
atau bertambah (energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan)

20. Senyawa hidrokarbon pada pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan ?

Jawab : Karbondioksida dan uap air

21. Tuliskan rumus jumlah kalor yang diserap oleh sistem reaksi !

Jawab : Q = m.c. Δt

22. Dalam rumus Q = m.c. Δt, Q diartikan sebagai ?

Jawab : Kalor yang diserap atau dikeluarkan

23. Apa yang dimaksud dengan perubahan entalpi pembakaran standar. Jelaskan !

Jawab : Entalpi pembakaran standar merupakan besarnya kalor yang dilepaskan pada pembakaran 1
mol suatu senyawa pada keadaan standar

24. Apa pengertian harga perubahan entalpi dengan hukum Hess menurut Henry Hess !

Jawab : Entalpi suatu reaksi kimia hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem, dan
tidak tergantung pada jalannya reaksi.

25. Hukum Hess dapat disebut juga dengan hukum ?

Jawab : Hukum penjumlahan kalor.

26. Termokimia dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian. Sebutkan !

Jawab : - Reaksi eksoterm dan endoterm

- Menentukan harga perubahan entalpi reaksi

- Pembakaran bahan bakar

27. Apa pengertian dari kalor ?

Jawab : Kalor adalah suatu bentuk energi yang ditransfer antara sistem dan lingkungannya sebagai
akibat adanya perbedaan temperatur

28. Apa yang dapat digunakan untuk menentukan harga entalpi suatu reaksi ?

Jawab : Kalori meter, hukum Hess, dan perubahan entalpi pembentukan.

29. Tuliskan cara untuk menghitung ΔH reaksi !


Jawab : ΔH = ΔH°f (produk) - ΔH°f (reaktan)

30. Apa hasil dari pengelolahan minyak bumi ?

Jawab : Elpiji (LPG), bensin, minyak tanah, dan solar.

31. Apa hal yang menyebabkan semakin sedikit kemungkinan terjadinya pembakaran sempurna ?

Jawab : Bahan bakar yang berdasarkan panjang rantai karbonnya maka semakin panjang rantai karbon,
semakin banyak memerlukan energi untuk pembakaran.

32. Alkohol juga dapat digunakan sebagai ?

Jawab : Bahan bakar

33. Batu bara merupakan campuran yang mengandung ?

Jawab : Hidrokarbon suhu tinggi (paling banyak) dan berwujud padat.

34. LPG merupakan kepanjangan dari ?

Jawab : Liquefied Petroleum Gas

35. Apa hasil dari pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna ?

Jawab : Pembakaran sempurna menghasilkan karbondioksida dan uap air, sedangkan pembakaran tidak
sempurna menghasilkan karbon monoksida.

36. Apa yang dimaksud dengan kalorimeter ?

Jawab : Kalorimeter merupakan suatu alat untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau yang
dibebaskan sistem.

37. Sebutkan rumus kimia dari bahan bakar alkohol !

Jawab : C2H5OH

38. Apa yang dimaksud dengan persamaan termokimia !

Jawab : Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya.

39. Apa yang akan terjadi jika H produk lebih kecil dari H reaktan ?

Jawab : Pembebasan kalor

40. Apa rumus kimia dari bahan bakar dari elpiji ?

Jawab : C3H8

41. Pada suatu percobaan direaksikan 30 cm3 HCI 1 M dengan 30 cm3 NaOH 1 M dengan gelas kimia.
Mula-mula suhu larutan adalah 29°C. Kemudian pada saat reaksi terjadi, suhunya menjadi 30°C. Kalor
jenis larutan adalah 4,2 J/gram K. Tuliskan persamaan termokimianya !

Jawab :
HCI (aq) + NaOH (aq) NaCI(aq) + H2O(l)

ΔH = -8,4 kJ/mol

42. Dalam kalorimeter terdapat zat yang bereaksi secara eksotermik dan ternyata 0,2 kg air sebagai
pelarut mengalami kenaikan temperatur sebesar 4°C. Kalor jenis air = 4,2 J/gram°C. Tentukan kalor
reaksi yang terjadi !

Jawab :

m = 0,2 kg = 200 gram

c = 4,2 J/gram°C

Δt = 4°C

Q = ... ?

Q = m.c. Δt

= 200 gram x 4,2 J/gram°C x 4°C

= 3.360 Joule = 3,36 kJ

Jadi, kalor reaksi yang terjadi adalah 3,36 kJ.


1.Perhatikan reaksi dibawah ini:

H2 (g) + 1/2 O2 (g) → H2O (s) ΔH = - 292 kJ

C3H8 (g) + 5O2 (g) → 3CO2 (g) + 4H2O (l) ΔH = - 223 kJ.

CH4 (g) + 2O2 (g) → CO2 (g) + 2H2O (l) ΔH = - 2.672 kJ.

AgBr(s) → Ag (s) + 1/2 Br2 (l) ΔH = + 99,96 kJ

Yang merupakan reaksi eksoterm adalah....

B. 1, 2, dan 3

Pembahasan

Jika ΔH negatif (melepaskan kalor) berarti reaksi eksoterm sedangkan jika ΔH positif berarti reaksi
endoterm.

2. Penulisan persamaan termokimia untuk reaksi C3H8(g) + 5O2 (g) → 3CO2 (g) + 4H2O (l) dibebaskan
kalor 223 kJ adalah ...

Pembahasan

Persamaan termokimianya: C3H8 (g) + 5O2 (g) → 3CO2 (g) + 4H2O (l) ΔH = - 223 kJ. Penulisan

ΔH negatif karena reaksi melepaskan kalor atau eksoterm.


3. Penulisan persamaan termokimia embentukan 13 g gas C2H2 memerlukan kalor sebanyak 113 kJ yang
benar adalah..

Pembahasan

Tentukan terlebih dahulu jumlah mol C2H2:

ΔH pembentukan 0,5 mol C2H2 = + 113 kJ

Jadi, persamaan termokimianya:

2C (s) + H2 (g) → C2H2 (g) ; ΔH = + 226 kJ (karena memerlukan energi)

4. Penulisan persamaan termokimia penguraian 11,2 L gas HCl (pada STP) memerlukan kalor 16,2 kJ
yang benar adalah...

Pembahasan:

Hitung terlebih dahulu mol HCl:

ΔH penguraian 0,5 mol HCl (g) = 18,2 kJ

ΔH HCl (g) = 18,2 kJ / 0,5 mol = 36,4 kJ/mol

Jadi persamaan termokimianya:

HCl (g) → 1/2 H2 (g) + 1/2 Cl2 (g) ; ΔH = +36,4 kJ

5. Pencampuran 100 mL larutan HCl 2 M dan 100 mL larutan NaOH 1 M menyebabkan kenaikan suhu
larutan dari 25 C menjadi 31,5 C. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air = 4,2
J/g.C, kapasitas kalorimeter = 0 dan massa jenis air = 1 gr/mL, maka ΔH reaksi adalah...

Pembahasan

Jumlah mol HCl = volume HCl x kemolaran HCl = 0,1 L x 2 M = 0,2 mol.

Jumlah mol NaOH x kemolaran NaOH = 0,1 L x 1 M = 0,1 mol.

Koefisien reaksi kedua zat sama, tetapi jumlah mol berbeda. Oleh karena itu, jumlah mol NaCl dihitung
berdasarkan jumlah mol zat terkecil (yang habis bereaksi).

Jumlah mol NaCl = jumlah mol NaOH = 0,1 mol

Volume larutan = volume air = 200 mL

Massa larutan = massa air = 200 mL x 1 g/mL = 200 g

Kalor yang diterima larutan: Q = m x c x ΔT = 200 x 4,2 x (31,5 - 25) = 5.460 J = 5,46 kJ.

Qreaksi + Qlarutan = 0

Qreaksi = - Qlarutan = - 5,46 kJ

ΔH reaksi untuk 0,1 mol = - 5,46 kJ


ΔH reaksi untuk 1 mol = - 5,46 / 0,1 = 54,6 kJ/mol

6. Diketahui:

Reaksi 1 = S(s) + O2 (g) → SO2 (g) ΔH = - 300 kJ

Reaksi 2 = 2S (s) + 3O2 (g) → 2SO3 (g) ΔH= - 800 kJ

Maka ΔH reaksi 2SO2 (s) + O2 → 2SO3 (g) adalah...

Pembahasan:

Kedua reaksi yang diketahui harus diubah sedemikian rupa seperti reaksi yang ditanyakan. Reaksi yang
ditanyakan dapat dianggap sebagai pola dari keadaan awal (2SO2 dan O2) dan keadaan akhir (2SO3).
Agar diperoleh 2SO2 (g) diruas kiri, reaksi 1 dibalik dan dikalikan 2:

Reaksi 1 = 2SO2 (g) → 2S(s) + 2O2 (g) ΔH = + 600 kJ

Reaksi 2 = 2S (s) + 3O2 (g) → 2SO3 (g) ΔH= - 800 kJ

2SO2 (g) + O2 (g) → 2SO3 (g) ΔH = - 200 kJ


5. Diketahui reaksi pembentukan NaCl sebagai berikut:

2Na + Cl2 → 2NaCl ΔH = − 10x kJ

Tentukan besar entalpi penguraian standar (ΔH°d) dari NaCl !

Pembahasan

Balikkan dulu reaksi diatas dari reaksi pembentukan NaCl menjadi menjadi reaksi penguraian NaCl,
jangan lupa untuk ubah juga tanda ΔH:

2Na + Cl2 → 2NaCl ΔH = − 10x kJ

2NaCl → 2Na + Cl2 ΔH = + 10x kJ

Ubah koefisien NaCl menjadi 1, sehingga semua koefisien harus dibagi 2 menjadi seperti ini:

NaCl → Na + 1/2 Cl2 ΔH = + 5x kJ

Jadi ΔH°d dari NaCl adalah + 5x kilojoule

1. Tuliskan persamaan termokimia untuk data berikut:

a. ∆Hof H2O(l) = -187,8 kJ mol-1 d. ∆H0f H2SO4(l) = -843,99 kJ mol-1

b. ∆H0f H2S(g) = -20,2 kJ mol-1 e. ∆H0f CH3Cl(s) = +74,81 kJ mol-1

c. ∆H0f CaCO3(s) = -207,8 kJ mol-1

Jawab:

a. H2(g) + 1/2O2(g) → H2O(l) ∆H = -187,8 kJ mol-1

b. H2(g) + S(s) → H2S(g) ∆H = -20,2 kJ mol-1

c. Ca(s) + C(s) + 3/2O2(g) → CaCO3(s) ∆H = -207,8 kJ mol-1

d. H2(g) + S(s) + 2O2(g) → H2SO4(l) ∆H = -843,99 kJ mol-1

e. 3/2H2(g) + C(s) + 1/2Cl2(g) → CH3Cl(s) ∆H = +74,81 kJ mol-1

2. Pada suatu percobaan, 3 L air dipanaskan sehingga suhu air naik dari 250C menjadi 720C. Jika

diketahui massa jenis air = 1g mL-1, dan kalor jenis air = 4,2 Jg-1 0C-1, tentukan ∆H reaksi pemanasan
tersebut.

Jawab: 592,2 kJ

p = mv

= 1 gr/mL x 3000 mL

= 3000 gr

Q = m x c x ∆T
= 3000 x 4,2 x (72 – 25)

= 3000 x 4,2 x 47

= 592200 J

= 592,2 kJ

3. Diketahui reaksi:

C2H4(g) + X2(g) → C2H4X2; ∆H = -178 kJ

Jika energi ikatan (kJ mol-1)

C = C = 614 C − C = 348

C – H = 413 X – X = 186

Tentukan energi ikatan C – X.

Jawab: 315 kJ

H H H H

H–C=C–H+X–X→H–C–C–H

X X

∆H = [(4 x 413) + 614 + 186 ] – [(4 x 413) + 348 + (2 x EC – X)]

-178= [ 1652 + 614 + 186] – [1652 + 348 + (2 x EC – X)]

-178 = 2452 – 2000 - (2 x EC – X)

-630 = -(2 x EC – X)

EC – X = 630/2

= 315 kJ

4. Diketahui:

2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l); ∆H = -572 kJ

H2O(l) → H2O(g); ∆H = +44 kJ

H2(g) → 2H(g); ∆H = +436 kJ

O2(g) → 2O(g); ∆H = +495 kJ

Tentukan energi ikatan rata-rata O – H.

Jawab:

H2O(l) → H2(g) + 1/2O2(g) ∆H = [(+572) : 2] = +286 kJ


H2O(g) → H2O(l) ∆H = -44 kJ

H2(g) → 2H(g); ∆H = +436 kJ

1/2O2(g) → O(g); ∆H = [(+495) : 2] = +247,5 kJ

H2O(g) → 2H(g) + O(g) ∆H = +925,5 kJ

2E(O – H) = 925,5 : 2 = 462,75 kJ

5. Diketahui reaksi

H2(g) + Br2(g) → 2HBr(g) ; ∆H = -72 kJ.

Untuk menguraikan 11,2 dm3 gas HBr (STP) menjadi H2 dan Br2 diperlukan kalor sebanyak …

Jawab: 18 kJ

Penyelesaian:

Reaksi penguraian HBr : 2HBr(g) → H2(g) + Br2(g) ; ∆H = 72 kJ

∆H untuk 1 mol HBr = 72/2 = 36 kJ


n HBr = 11,2/22,4= 0,5 mol

Maka ∆H untuk 0,5 mol = 0,5 mol/ 1 mol × 36 kJ = 18 kJ

1.Diketahui reaksi :

4 C + 6 H2 + O2 → 2C 2 H5OH, ΔH = - 13,28 kkal.

Dari reaksi di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan 9,2 gram C 2 H5OH ( Ar C=12; H=1; O=16) ,
terjadi ….

Penyelesaian :

Mr C 2 H5OH = 46

Mol C 2 H5OH = = 0,2 mol

Dari persamaan termokimia di atas diketahui untuk pembentukan 2 mol C 2 H5OH ΔH = - 13,28 kkal.

Maka untuk 1 mol C 2 H5OH = = -6,64 kkal

Untuk pembentukan 9,2 gram C 2 H5OH (0,2 mol) = 0,2 mol x – 6,64 kkal/mol = -1,328 kkal

2. Diketahui kalor pembakaran aseteline ( C2H2) adalah a kkal/mol; sedang kalor pembentukan CO2

(g) = b kkal/mol; dan kalor pembentukan H2O (l) = c kkal/mol. Maka menurut hukum Hess , kalor

pembentukan aseteline adalah ….

Penyelesaian :

Kalor pembakaran C2H2 : C2H2 + O2 →2 CO2 +H2O = a kkal (dibalik)


Kalor pembentukan CO2 : C + O2 → CO2 = b kkal (x2)

Kalor pembentukan H2O : H2 + O2 → H2O = c kkal (tetap)

Kalor pembentukan asetilen : 2C + H2 → C2H2 = ...... kkal ?

2CO2 +H2O → C2H2 + O2 = -a kkal

2C + 2O2 → 2CO2 = 2b kkal

H2 + O2 → H2O = c kkal +

2C + H2 → C2H2 = (-a+2b+c) kkal

3. Diketahui:

ΔHf CO2 = –393,5 kJ/mol ΔHf H2O = –241,8 kJ/mol

Bila diketahui reaksi:

C2H4(g) + 3 O2(g) ⎯⎯→ 2 CO2(g) + 2 H2O(g) ΔHc = –1.323 kJ

maka besarnya ΔHf C2H4 adalah ….

Penyelesaian :

ΔHc =(2. ΔHf CO2 +2. ΔHf H2O) - (ΔHf C2H4 + 3. ΔHf O2)

-1.323=(2. -393,5 + 2. -241,8 ) - (ΔHf C2H4 + 0)

-1.323=(-787- 483,6) - ΔHf C2H4

ΔHf C2H4 = -1270,6 + 1323

= + 52,4 kJ

4. Diketahui:

ΔH C3H8 = –104 kJ ΔH CO2 = –395 kJ ΔH H2O = –286 kJ

Persamaan reaksi pada pembakaran gas C3H8 sebagai berikut.

C3H8(g) + 5 O2(g) ⎯⎯→ 3 CO2(g) + 4 H2O(l)

Besarnya perubahan entalpi pada pembakaran 11 gram C3H8 (Ar C = 12, H = 1) adalah … .

Penyelesaian: M r C3H8 = 44

Mol C3H8 = = 0,25 mol

ΔH reaksi = (3. ΔH CO2 + 4. ΔH H2O) - (ΔH C3H8 + 0 )


= (3. -395 + 4 .-286) - ( -104 -0)

=(-1185 – 1144) + 104 = -2329 +104 = -2225kJ

ΔH reaksi pembakaran 11 gram C3H8 (0,25 mol) = 0,25 x -2225 kJ

= -556,25 kJ

5.Kalor reaksi yang terjadi pada reaksi 0,25 mol NaOH(aq) dengan 0,25 mol HCl(aq), jika diketahui

perubahan entalpi pada reaksi:

NaOH(aq) + HCl(aq) ⎯⎯→ NaCl(aq) + H2O(l) ΔH = 56, 60 kJ/mol adalah … .

Penyelesaian :

ΔH reaksi untuk 0,25 mol zat = 0,25 mol x 56, 60 kJ/mol = 14,15 kJ

1. Kapur tohor (CaO) digunakan untuk melabur rumah agar tampak putih bersih. Sebelum kapur
dipakai, terlebih dahulu dicampur dengan air dan terjadi reaksi yang disertai panas. Apakah reaksi ini
eksoterm atau endoterm? Bagaimana perubahan entalpinya?

Jawab:

Reaksi yang terjadi:

CaO(s) + H2O(l)→ Ca(OH)2 (s)

Oleh karena timbul panas, artinya reaksi tersebut melepaskan kalor atau reaksinya eksoterm, ini
berarti kalor hasil reaksi lebih rendah dari pereaksi. Jika reaksi itu dilakukan pada tekanan tetap
(terbuka) maka kalor yang dilepaskan menyatakan perubahan entalpi ( ΔH) yang harganya negatif.

2. Sepotong es dimasukkan ke dalam botol plastik dan ditutup. Dalam jangka waktu tertentu es
mencair, tetapi di dinding botol sebelah luar ada tetesan air. Dari mana tetesan air itu?

Jawab:

Perubahan es menjadi cair memerlukan energi dalam bentuk kalor. Persamaan kimianya:

H2O(s) + kalor → H2O( l)

3. Larutan NaHCO3 (baking soda) bereaksi dengan asam klorida menghasilkan larutan natrium klorida,
air, dan gas karbon dioksida. Reaksi menyerap kalor sebesar 11,8 kJ pada tekanan tetap untuk setiap
mol baking soda. Tuliskan persamaan termokimia untuk reaksi tersebut.

Jawab:

Persamaan kimia setara untuk reaksi tersebut adalah

NaHCO3(aq) + HCl(aq)→ NaCl(aq) + H2O( l) + CO2(g)

Oleh karena reaksi membutuhkan kalor maka entalpi reaksi dituliskan positif.

Persamaan termokimianya:
NaHCO3(aq) + HCl(aq)→ NaCl(aq) + H2O( l) + CO2(g) ΔH= +11,8 kJ

4. Sebanyak 2 mol H2(g) dan 1 mol O2(g) bereaksi membentuk air disertai pelepasan kalor sebesar 572
kJ.

2H2(g) + O2(g) → 2H2O( l) ΔH = –572 kJ

Tuliskan persamaan termokimia untuk pembentukan satu mol air. Tuliskan juga reaksi untuk
kebalikannya.

Jawab:

Pembentukan satu mol air, berarti mengalikan persamaan termokimia dengan faktor

½ .H2(g) + ½ O2(g)→ H2O( l) ΔH = – 286 kJ

Untuk reaksi kebalikannya:

H2O( l) → H2(g) + ½ O2(g) ΔH = + 286 kJ

5. Berapa kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 50 g air dari 25°C menjadi 60°C? Diketahui kalor
jenis air, c = 4,18 J g–°C–1.

Jawab:

Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 50 g air adalah sebesar 50 kali 1 g air. Kalor yang
diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar 35°C adalah sebanyak 35 kali kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu 1°C. Jadi, kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 50 g air dari 25°C menjadi
60°C (ΔT = 35°C) adalah

Q = m c ΔT

= 50 g × 4,18 J g–1°C–1 × 35°C

= 7,315 kJ

6. Sebanyak 75 mL air dipanaskan dengan LPG. Jika tidak ada kalor yang terbuang, berapa kalor yang
dilepaskan oleh LPG jika suhu air naik dari 25°C menjadi 90°C? Kalor jenis air, c = 4,18 J g –1°C–1,
massa jenis air 1 g mL–1

Jawab:

• Ubah satuan volume air (mL) ke dalam berat (g) menggunakan massa jenis air.

• Hitung kalor yang diserap oleh air

• Hitung kalor yang dilepaskan dari hasil pembakaran gas LPG

ρ air = 1g mL–1 atau mair = ρ air × volume air

mair = 1 g mL–1 × 75 mL= 75 g

Kalor yang diserap air:


Qair = 75 g × 4,18 J g –1°C–1 × (90–25)°C

= 20,377 kJ

Kalor yang diserap air sama dengan kalor yang dilepaskan oleh pembakaran gas LPG.

Qair = QLPG atau QLPG = 20,377 kJ

Jadi, kalor yang dilepaskan oleh hasil pembakaran gas LPG sebesar 20,377 kJ.

7. Ke dalam kalorimeter dituangkan 50 g air dingin (25°C), kemudian ditambahkan 75g air panas (60°C)
sehingga suhu campuran menjadi 35°C. Jika suhu kalorimeter naik sebesar 7°, tentukan kapasitas kalor
kalorimeter? Diketahui kalor jenis air = 4,18 J g–1 °C–1.

Jawab:

Kalor yang dilepaskan air panas sama dengan kalor yang diserap air dingin dan kalorimeter.

QAir panas = QAir dingin + QKalorimeter

QAir panas = 75 g × 4,18 J g – 1 °C –1× (35 – 60)°C

= – 7.837,5 J

QAir dingin = 50 g × 4,18 J g – 1 °C –1 × (35 – 25)°C

= + 2.090 J

Qkalorimeter = Ck × Δ T

Oleh karena energi bersifat kekal maka

QAir panas + QAir dingin + QKalorimeter = 0

–7.837,5 J + 2.090 J + (Ck . 7°C) = 0

Ck = 7.837,5 2.090 J/7°C =821 J °C

Jadi, kapasitas kalor kalorimeter 821 J °C–1.

8. Dalam kalorimeter yang telah dikalibrasi dan terbuka direaksikan 50g alkohol dan 3g logam natrium.
Jika suhu awal campuran 30°C dan setelah reaksi suhunya 75°C, tentukan ΔHreaksi. Diketahui kalor
jenis larutan 3,65 J g–1 °C–1, kapasitas kalor kalorimeter 150 J °C–1, dan suhu kalorimeter naik sebesar
10°C.

Jawab:

Kalor yang terlibat dalam reaksi:

Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0

Qreaksi = –(Qlarutan + Qkalorimeter)

Qlarutan = (mlarutan) (clarutan) ( ΔT)


= (53g) (3,65 J g–1°C–1) (45°C)

= 8.705,25 J

Qkalorimeter = (Ck) ( Δ T)

= (150 J °C–1) (10°C) = 1.500 J

Qreaksi = –(8.705,25 + 1.500) J = –10.205,25 J

Jadi, reaksi alkohol dan logam natrium dilepaskan kalor sebesar 10.205 kJ. Oleh karena pada
percobaan dilakukan pada tekanan tetap maka Qreaksi = Δ Hreaksi = –10.205 kJ.

1. Reaksi kimia sebagai berikut :

C(s) + O2(g) → CO2 (g) ΔH° = -393,5 kJ

H2(g) + ½ O2(g) → H2O (g) ΔH° = -283,8 kJ

2C(g) + H2(g) → C2H2 (g) ΔH° = +226,7 kJ

Atas dasar reaksi diatas, maka kalor reaksi

C2H2(g) + 5/2 O2(g) → H2O (g)+ 2CO2(g) adalah….

Pembahasan :

Reaksi (1) dikali dua : -787

Reaksi (2) tetap : -283,8

Reaksi (3) dibalik : -226,7

-1.297,5

2. Diketahui :

4NH3(g) + 7O2(g) → 4 NO2 (g) + 6H2O (l) ΔH = -4c kJ

Jika kalor pembentukan H2O (l) dan NH3 (g) berturut-turut adalah –a kJ/mol dan –b kJ/mol, maka kalor
pembentukan NO2 (g) sama dengan ….

Pembahasan :

ΔH = ΔHf produk - ΔHf reaktan

= [ 4 x H1 NO2 + 6 x Hf H2O]-

= [ 4 x Hf NH3 + 7 x Hf O2]

-4c = [ 4 . (x) + 6 (-a) – [4 (-b) + 7 x 0]

x = 1½a–b-c

3. Dari data :
2H2 (g) + O2(g) → 2H2O(l) ΔH = -571 kJ

2Ca(s) + O2(g) → 2CaO (s) ΔH = -1.269 kJ

CaO(s) + H2O(l) → Ca (OH)2(s) ΔH = -64 kJ

Dapat dihitung entalpi pembentukan Ca (OH)2 (s) sebesar….

Pembahasan :

- Reaksi pembentukan Ca (OH)2 adalah Ca + O2 + H2 → Ca (OH)2

- Dengan menggunakan data di atas :

½ x (2H2 + O2 → 2H2O ΔH = -571 kJ)

½ x (2Ca + O2 → 2Ca2O ΔH = -1.269 kJ)

Ca + H2O → Ca(OH)2 ΔH = -64 kJ

Ca + OH + H2 → Ca (OH)2 ΔH = -984 kJ

4. Perhatikan reaksi :

C(s)+ O2(g) → CO2(g) ΔH = -394 kJ/mol

2CO(g) + O2 (g) → 2CO2 (g) ΔH = -569 kJ/mol

Reaksi pembentukan 40 gram karbon mono oksida (Mr = 28) disertai dengan ΔH sebesar ….

Pembahasan :

- Reaksi pembentukan karbon monoksida, C + ½ O2 → CO

- Dari data di atas :

C + O2 → CO2 ΔH = -394 kJ/mol

½ x (2CO2 → 2CO + O2 ΔH = +569 kJ/mol)

C + ½ O2 → CO ΔH = -109,5 kJ/mol

- Pada pembentukan 140 gram CO :

ΔH = 140 / 28 x (-109,5 kJ/mol)

= -547,5 kJ/mol

Soal: Dari data berikut:

2H2(g) + O2(g) → 2H2O(l) ΔH= - 580 kJ

2Ca(s) + O2(g) → 2CaO(l) ΔH= - 1269 kJ

CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(s) ΔH= - 64 kJ


Dapat dihitung perubahan entalpi pembentukan Ca(OH)2(s) sebesar ….

Pembahasan:

H2(g) + ½O2(g) → H2O( l) ΔH = - 290 kJ

Ca(s) + ½O2(g) → CaO(s) ΔH = - 634,5 kJ

CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(s) ΔH = - 64 kJ

-------------------------------------------------------------- +

Ca(s) + O2(g) + H2(g) → Ca(OH)2(s) ΔH = - 988,5 kJ

Soal: A dan B adalah dua buah unsur gas yang dapat membentuk senyawa AB. Jika diketahui:

A + B → AB(g) ΔH = x kJ

A + B → AB(l) ΔH = y kJ

A + B → AB(s) ΔH = z kJ

Maka kalor sublimasi AB(s) adalah ….

Pembahasan:

A(g) + B(g) → AB(g) ΔH = x kJ

AB(s) → A(g) + B(g) ΔH = - z kJ

------------------------------------------------- +

AB(s) → AB(g) ΔH = (x - z) kJ

Soal: Persamaan termokimia:

HI(g) → ½H2(g) + ½I2(s) ΔH = - 6,0 kkal

H2(g) → 2H(g) ΔH = 104 kkal

I2(g) → 2I(g) ΔH = 56 kkal

I2(s) → I2(g) ΔH = 14 kkal

Harga ΔH untuk H(g) + I(g) → HI(g) …

Pembahasan:

½H2(g) + ½I2(s) → HI(g) ΔH = 6 kkal

H(g) → ½ H2(g) ΔH = - 52 kkal

I(g) → ½ I2(g) ΔH = - 7 kkal

½ I2(g) → ½ I2(s) ΔH = - 7 kkal


-------------------------------------------------- +

H(g) + I(g) → HI(g) ΔH = - 60 kkal

1. Kalau kalor netralisasi adalah 120 kkal/mol, maka kalor netralisasi 100 mL HCl 0.1 M dengan 150 mL
NaOH 0.075 M adalah….

Pembahasan :

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

HCl(aq) = 100 x 0.1 = 10 mmol

NaOH(aq) = 150 x 0.075 = 11.25 mmol

Yang habis : HCl(aq) 10 mmol = 0.01 mol

ΔH = 0.01 x 120 kkal = 1.2 kkal=1.200 kal

2. Diketahui persamaan termokimia :

2H2 (g) + O2 (g) → 2H2O (l) ΔH = a kJ

2Ca (s) + O2 (g) → 2CaO (s) ΔH = b kJ

CaO(s) + H2O (l) → Ca(OH)2 (s) ΔH = c kJ

Besarnya ΔH pembentukan Ca(OH)2(s) adalah …

Pembahasan :

Reaksi (1) dan (2) dibagi dua reaksi (3) tetap, ΔH = ½ a + ½ b + c

3. Jika : Mg H2O → MgO + H2 ΔH = a kJ/mol

H2 + O2 → H2O ΔH = b kJ/mol

2 Mg + O2 → 2 MgO ΔH = c kJ/mol maka menurut hukum Hess :

Pembahasan :

Dengan menyesuaikan ruas dan koefisien diperoleh :

2x (Mg + H2O → MgO + H2 ΔH = a kJ/mol)

2x (H2 + O2 → H2 O ΔH = a kJ/mol)

2 Mg + O2 → 2 MgO ΔH = c = 2a + 2b

2a = c – 2b
4. Pada reaksi

2 NH3 (g) → N2 (g) + 3H2 (l) ΔH = +1173 kJ

maka energi ikatan rata-rata N-H adalah …

Pembahasan :

Energi ikatan rata-rata N – H adalah energi yang dibutuhkan untuk memutuskan 1 mol ikatan N-H
menjadi atom N dan H. Jadi, soal ini bisa diselesaikan bila disediakan data energi ikatan N = N dan H –
H, yaitu 946 dan 436 kJ. Data ΔH reaksi seharusnya +92 kJ, bukan + 1.173 kJ.

2NH3 → N2 + 3H2 ΔH = +93 kJ

ΔH = Σ energi ikatan kiri - Σ energi ikatan kanan

H = [6 (N – H) – [ (N = N) + 3 (H – N)

92 = [6x] – [946 + 3 (436) ] Þ x = 391 kJ