Anda di halaman 1dari 30

Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

mulai berlaku sejak tanggalpersetujuan AD oleh merupakan realita-realita dalam kegiatan maupun tingkah
Menkumham. Apabila akusisi PT disertai perubahanAD laku orang-orang koperasi”.
yang tidak memerlukan persetujuan Menkumham, akusisi
dianggapmulai berlaku sejak tanggal pendaftaran akta Tujuan Koperasi
akuisisi dalam daftarperusahaan. Di sisi lain, apabila akuisisi Bahwa tujuan koperasi harus berdasarkan atas motif
PT tidak mengakibatkan perubahanA D, akuisisi dianggap ekonomi atau mencari keuntungan.
mulai berlaku sejak tanggal penandatanganan Aktaakuisisi
di hadapan notaris. Sifat Koperasi
Koperasi bersifat suatu kerja sama antara orang-orang yang
termasuk golongan kurang mampu dalam halkekayaan yang
PERTEMUAN 9
ingin meringankan beban hidup atau beban kerja.
Nilai dan Prinsip-prinsip koperasi
KOPERASI DAN YAYASAN Nilai-nilai yang menjadi acuan dalam koperasi adalah
keadilan, bertanggung jawab, demokrasi,
solidaritas,kesetaraan. Sedang nilai etika bagi anggota
adalah kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial,
Pengertian Koperasi danperhatian terhadap sesama.Prinsip-prinsip koperasi
Secara etimologi, berasal dari kata dalam bahasa belanda meliputi: sukarela dan terbuka, demokratis, partisipasi
yaitu cooperatie yang artinya adalah kerja sama.Dalam UU ekonomi anggota, otonomi daerah dan independen,
No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian memberikan pendidikan, pelatihan, informasi, kerja sama antar koperasi,
definisi koperasi sebagai badan usaha yangberanggotakan perhatian terhadapkomunitas.
orang seorang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkanprinsip koperasi Jenis Koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan Pada umumnya jenis koperasi dibedakan menjadi 4 bagian
atas asas kekeluargaan.Wirjono Prodjodikoro dalam yaitu:
bukunya Huk um Perk umpulan Perseroan dan Koperasi 1. Koperasi konsumsi
Indonesia,mendefinisikan koperasi adalah bersifat suatu 2. Koperasi produksi
kerja sama antara orang-orang yang termasuk golongan 3. Koperasi simpan pinjam
kurangmampu, yang ingin bersama untuk meringankan 4. Koperasi serba usaha
beban hidup atau beban kerja.
Koperasi adalah Subjek Hukum: Persoonrecht
Mohammad Hatta dalam bukunya The cooperative Ketentuan hukum yang menjadi landasan operasional
Movement in Indonesia, mengemukakan bahwa koperasi diwilayah negara kesatuan RI tidak hanyasebatas
koperasiadalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib pada konstitusi (UUD 1945) mulai dari pedoman
penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong.Dari kebijaksanaan publik disektor ekonomi (GBHN)peraturan
berbagai definisi dan pengertian koperasi, pada umumnya dasar (UU), peraturan teknis tentang pelaksanaan
terdapat beragam unsur yang terkandung tetapipada perkoperasian (PP, kepress, kepmen), sampaidengan
pokoknya sama, yaitu: berbagai aspek-aspek dasar dan asas-asas umum hukum
yang sering disebut dengan ketentuan yanglex generalis
1. Merupakan perkumpulan orang, bukan semata dalam hukum perdata.
perkumpulan modal.
2. Adanya persamaan baik dalam tujuan kepentingan Dalam pasal 1653 menyebutkan beberapa macam jenis
maupun dalam kegiatan ekonomi, yang perkumpulan yang dibedakan berdasarkanperuntukannya
menyebabakanlahirnya beragam bentuk sejenis koperasi. yang dapat dikategorikan sebagai aspek hukum, yaitu:
3. Merupakan usaha yang bersifat social 1. Badan hukum yang didirikan oleh pemerintah.
4. Bukan bertujuan untuk keuntungan badan koperasi itu 2. Badan hukum yang diakui keberadaannya.
sendiri, tetapi untuk kepentingan kesejahteraananggota. 3. Badan hukum yang diperbolehkan atau diizinkan
5. Diurus bersama, dengan semangat kebersamaan dan keberadaannya.
gotong royong. 4. Badan hukum yang didirikan dengan maksud tertentu
6. Netral. oleh siapa saja.
7. Demokratis.
8. Menghindari persaingan antaranggota. Aspek Hukum Perikatan Dalam Pendirian Koperasi
9. Merupakan suatu sistem. Kitab undang-undang hukum perdata mengatakan bahwa
10. Sukarela. tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatuuntuk
11. Mandiri dengan kepercayaan diri. berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Memberikan
12. Keuntungan dengan manfaat sama. sesuatu, berbuat sesuatu atau tidak berbuatsesuatu itu
13. Pendidikan. disebut sebagai prestasi, kebalikannya jika perikatan itu
14. Moral. diabaikan maka pihak tersebut dinyatakansebagai
15. Pengaturan beragam untuk setiap anggota dengan wanprestasi (pasal 1234). Tiap-tipa perikatan dilahirkan baik
prinsip-prinsip koperasi. karena adanya persetujuan maupundisebabkan oleh
undang-undang (pasal 1233). Agar persetujuan menjadi sah,
Hakikat Koperasi maka harus terpenuhi syaratsyaratsebagai berikut: adanya
Hakikat koperasi dari ungkapan Charles Gide yang berbunyi kata sepakat, kesepakatan yang dibuat mereka yang cakap
bahwa koperasi “kalau mau berkembang dan tetapsetia yang inginmengikatkan diri, adanya suatu hal (objek)
pada dirinya sendiri dan tidak menyimpang menjadi bentuk tertentu, dan dengan maksud halal (pasal 1320).
lain, maka nilai-nilai moral yang mendasarinyaharus

2118
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

bagaimana yang dapat dipergunakan sebagai suatu


Tujuan Pendirian, Rencana Usaha, Bentuk dan Jenis koperasi, seperti yang diatur oleh ketentuanperundang-
Koperasi. undangan terhadap nama yang dapat dipakai oleh sebuah
perseroan terbatas, asal tidakbertentangan dengan hak atas
Tujuan Pendirian Koperasi kekayaan intelektual dan tidak melanggar kesusilaan dan
Tujuan mendirikan koperasi adalah untuk membangun ketertiban umum,termasuk ketentuan perundang-
sebuah organisasi usaha dalam memenuhi undangan.
kepentinganbersama dari pada pendiri dan anggotanya di
bidang ekonomi.Adapun prinsip-prinsip dasar koperasi Jangka Waktu Berdirinya Koperasi
dalam undang-umdang perkoperasian adalah sebagai Jangka waktu berdirinya koperasi dapat ditetapkan terbatas
berikut: dalam jangka waktu tertentu atau untuk jangkawaktu yang
1. Keanggotaan di dalam koperasi bersifat sukarela dan tidak terbatas, sesuai dengan tujuan dan kehendak para
terbuka pendiri.
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil Pengesahan dan Penolakan Akta Pendirian oleh Otoritas
sebanding dengan besarnya jasa usaha masimg-masing Perkoperasian
anggota Di dalam akta pendirian atau anggaran dasar suatu koperasi
4. Pemberian balas jasa usaha yang terbatas terhadap yang dibuat (autentik) oleh dan ditandatanganidihadapan
modal notaris harus dicantumkan nama-nama anggota atau orang-
5. Kemandirian orang yang dipercayai atau ditunjukuntuk duduk dalam
organisasi manajemen koperasi. Pengesahan akta pendirian
Rencana Usaha, Bentuk dan Jenis Koperasi akan diperoleh dalam jangkawaktu paling lama 3 bulan
Rencana usaha biasanya sudah terjadi sebelum koperasi setelah pengajuan dan diumumkan dalam berita Negara RI.
didirikan, para calon pendiri telah membicarakanrencana Untuk mengenaipenolakan dalam pengesahan, alasan
usaha dalam pertemuan-pertemuan yang mereka adakan penolakan itu akan diberitahukan kepada para pendiri
untuk sebuah koperasi. Setelah itu, makaditentukan usaha secara tertulisdalam waktu paling lama 3 bulan setelah
yang mereka kehendaki dan disebut dengan bentuk pengajuan.
koperasi. Terdapat 2 bentuk koperasi,yaitu koperasi primer
(beranggotakan orang per orang) dan koperasi sekunder Perolehan Status Badan Hukum
(beranggotakan koperasikoperasiprimer). Kemudian barulah Dengan mendapatkan status badan hukum maka sebuah
jenis-jenis koperasi yang dapat dibedakan berdasarkan badan usaha koperasi menjadi subjek hukum yangmemiliki
adanya kesamaandalam melakukan kegiatan usaha. hak dan kewajiban, sehingga terhadap pihak ketiga apabila
diperlukan dapat dengan jelas dan tegasmengetahui siapa
Syarat-syarat Pendirian yang dapat diminta bertanggung jawab atas jalannya usaha
Syarat mendirikan sebuah koperasi baik yang diatur dalam badan hukum koperasi tersebut.
UU koperasi tahun 1992 maupun yang diatur dalamUU Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Merupakan
koperasi tahun 1967 sangat simpel, yaitu hanya Aturan Main Dalam SebuahKoperasiAnggaran dasar dari
memerlukan calon pendiri sebanyak minimal 20 orang, dari suatu perkumpulan merupakan sebuah kumpulan dari
dua puluh orang tersebut kemudian semuanya dapat aturan-aturan main yang dibuat olehpara pendiri
menjadi anggota, dan diantara mereka dapat dipilihmenjadi perkumpulan itu; mengatur hubungan hukum dalam
anggota pengurus, maupun anggota pengawas.Setelah kehidupan perkumpulan itu baik secaraeksternal maupun
terpenuhi jumlah anggota minimal dan kesemua anggota, internal. Demikian juga anggaran dasar dari suatu badan
maka proses selanjutnya adalahmenuangkan kesepakatan usaha koperasi memuat semuaketentuan hukum yang
bersama kedalam anggaran dasar yang berbentuk akta berlaku bagi semua anggota koperasi tersebut.Jadi,
pendirian koperasi. anggaran koperasi merupakan kumpulan ketentuan dan
peraturan yang dibuat oleh para pendiri koperasiatas
Modal Dasar Pendirian kesepakatan bersama yang berlaku sebagai undang-undang
Organisasi koperasi bukanlah organisasi yang didirikan terhadap para anggota koperasi.
untuk wadah menampung modal atau bantuan daripihak
ketiga, orang lain atau pemerintah, tetapi merupakan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi
sebuah organisasi swadaya yang mandiri yangdidirikan Ada dua cara dalam melakukan anggaran dasar dan
menjadi sebuah wadah untuk berkumpul, bekerja sama anggaran rumah tangga yaitu:
dalam berusaha untuk meningkatkan kegiatanekonomi para 1. Perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
anggotanya. Jadi, organisasi koperasi merupakan suatu sebelum koperasi berstatus badan hukum.
organisasi yang didirikan dengan tanpamodal karena 2. Perubahan anggaran dasar setelah koperasi berstatus
koperasi merupakan salah satu dari organisasi perusahaan, badan hukum.
yang didirikan untukmengakumulasikan potensi keuangan
(modal).Aturan mengenai permodalan koperasi tidak diatur MODAL-MODAL DAN PRINSIP KEUANGAN
secara detail; yaitu didalam UU Perkoperasian Dengan adanya ketentuan hukum yang mengatur
meliputimodal sendiri, dan modal pinjaman. permodalan koperasi secara jelas dan tegas
makaketerbatasan dalam memformulasikan faktor modal
Nama dan Domisili Koperasi usaha koperasi selama ini dapat dihilangkan salah satujalan
Ketentuan mengenai nama dan tempat kedudukan koperasi misalnya dengan merombak struktur permodalan koperasi
merupakan salah satu dari ketentuan minimal yangharus selaku sebuah badan usaha, dalam kenyataanbahwa para
dicantumkan dalam AD koperasi. UU perkoperasian harus pendiri dan para anggota koperasi selama ini pada dasarnya
memberikan aturan yang jelas mengenai namayang secara klasik menghadapi masalahyang sama dari waktu

2119
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

kewaktu, yaitu keterbatasan kemampuan ekonomi para Perkoperasian. Dan sisi kedua, sebagai badan usaha
anggota dalam memberikankontribusi berupa dana yang yangmempunyai karakteristik dan nilai-nilai tersendiri.
cukup dan layak untuk dijadikan sebagai modal usaha.
Berikut macam-macam SHU koperasi:
Pengertian Permodalan Dalam Koperasi 1. SHU koperasi pemasaran
Setiap perkumpulan atau organisasi baik itu yang 2. SHU koperasi pembelian
dikategorikan sebagai organisasi non-profit orientet 3. SHU koperasi simpan pinjam
maupunorganisasi yang dikategorikan sebagai organisasi 4. Prinsip Keuangan
yang profit orientet dalam melakukan kegiatan
untukmencapai tujuannya, secara logis tentu memerlukan Prinsip keuangan terdiri dari beberapa bagian sebagai
dana tidak terkecuali badan hukum yang disebut berikut:
koperasi.Sebagai badan usaha, koperasi memerlukan dana 1. Equity atau Ekuitas
sesuai dengan lingkup dan jenis usahanya, dana 2. Modal penyertaan
tersebutdisebut dengan modal yaitu modal usaha yang 3. Modal sumbangan
diperlukan untuk melakukan aktivitas usaha koperasi. 4. Dana cadangan
Beberapaalternatif jalan keluar yang dapat dipakai oleh para 5. Sisa hasil usaha (SHU)
pendiri koperasi dan otoritas yang berwenang, yaitu: 6. Kewajiban
7. Aktiva
1. Karakteristik Koperasi 8. Transaksi usaha koperasi
Karakteristik koperasi yaitu merupakan sebuah
perkumpulan dari orang-orang yang mempunyai tujuan AYASAN SUATU BADAN HUKUM
bersamauntuk bekerja sama untuk memperbaiki dan Pertumbuhan Badan Hukum Yayasan cukuppesat dalam
meningkatkan taraf kemampuan mereka dibidang ekonomi masyarakat Indonesia. Keberadaanyayasan pada dasarnya
danperekonomian. merupakan pemenuhankebutuhan bagi masyarakat yang
menginginkan adanyawadah atau lembaga yang bersifat
2. Peruntukan Modal dan bertujuansosial, keagamaan dan kemanusiaan. Dengan
Ada tiga alasan mendasar mengapa koperasi membutuhkan adanyayayasan, maka segala keinginan sosial, keagamaan
modal antara lain: pertama, untuk membiayaiproses dankemanusiaan itu dapat diwujudkan di dalam
pendirian sebuah koperasi yang digunakan seperti dalam suatulembaga yang telah diakui dan diterima
pembuatan akta pendirian atau anggarandasar, membayar keberadaannya.Bahkan ada pendapat mengatakan bahwa
biaya-biaya administrasi, dll. Kedua, untuk membeli barang- yayasanmerupakan nirlaba, artinya tujuannya bukan
barang modal. Ketiga,untukmodal kerja. mencarikeuntungan, melainkan melaksanakan sesuatu
yangbersifat amal.Namun tidak semua yayasan yang ada
3. Sumber Modal dalammasyarakat itu didaftarkan untuk menjadikannya
Ada dua sumber modal yang dapat dijadikan modal usaha suatubadan hukum menurut peraturan yang berlaku.
koperasi yaitu: Di Indonesia kegiatan sosial kemanusiaan yang dilakukan
1. Secara langsung yayasan diperkirakanmuncul dari kesadaran masyarakat
2. Secara tidak langsung kalangan mampu yang memisahkan kekayaannya untuk
membantu masyarakat yang mengalamikesusahan. Adapun
Modal Koperasi alasan mereka memilih mendirikan yayasan karena jika
Pengertian modal dalam sebuah organisasi perusahaan dibandingkan dengan bentuk badan hukum lain yanghanya
termasuk badan usaha koperasi adalah sama yaitumodal terkonsentrasi pada bidang ekonomi dan usaha, yayasan
yang digunakan untuk menjalankan usaha. Modal koperasi dinilai lebih memilih ruang gerak untuk menyelenggarakan
terdiri dari: kegiatansosial seperti pendidikan, kesehatan serta
1. Modal dasar keagamaan yang pada umumnya belum ditangani oleh
2. Modal sendiri badan-badan hukum lain.[
3. Modal pinjaman.
4. Modal Penyertaan Pendirian suatu yayasan di Indonesia, sebelum adanya
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 jo Undang-Undang
Berdasarkan SK menteri koperasi No. 145/menkop/1998, Nomor28 Tahun 2004 tentang Yayasan hanyalah
penanaman modal penyertaan dapat diperoleh berdasarkan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat dan
daripemerintah, dunia usaha dan badan usaha lainnya baik yurisprudensi MahkamahAgung. Proses pendirian yayasan
yang berkedudukan di dalam negeri maupun luar yang mudah mendorong orang untuk mendirikan yayasan
negeri,serta dari masyarakat umum. Untuk menawarkan dalam menjalankan kegiatan mereka.Oleh karenanya
atau mengundang para modal yang mau ikut yayasan berkembang di masyarakat tanpa ada aturan yang
memasukkanmodal penyertaan ke dalam usaha koperasi, jelas, banyak yayasan disalahgunakan dan menyimpangdari
dapat dilakukan melalui media masa. Dari ketentuan inilah tujuan semula yaitu bidang sosial kemanusiaan. Sedangkan
makakoperasi dapat menghimpun modal dari masyarakat status hukumnya sebagai badan hukum masih sering
luas di lingkungan sekitarnya, bahkan menarik modal dipertanyakanoleh banyak pihak, karena keberadaan
dariluar negeri, baik secara manual konvensional maupun yayasan sebagai subyek hukum belum mempunyai kekuatan
secara modern. hukum yang tegas dan kuat. Pada waktu itu ada
kecendrungan masyarakat memilih bentuk yayasan antara
Sisa Hasil Usaha (SHU) lain karena alasan proses pendiriansederhana, tanpa
Istilah sisa hasil usaha dalam istilah koperasi dapat pengesahan dari pemerintah, adanya persepsi dari
dipandang dari dua sisi. Dari sisi pertama, SHU masyarakat bahwa yayasan bukan merupakan
ditentukandari cara menghitungnya (pasal 45 ayat 1) UU subyekhukum.

2120
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

] dipisahkan dari kekayaan pribadinya yang lain. Memiliki


Dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tujuan tertentu yang merupakan konkretisasinilai-nilai
tanggal 27 Juni 1973 Nomor 124K/Sip/1973 telah keagamaan, sosial dan kemanusiaan, tidak memiliki
berpendapatbahwa yayasan adalah badan hukum. Akan anggota.Yayasan sebagai suatu badan hukum, memiliki hak
tetapi bagaimana tata cara yang harus dipenuhi oleh dan kewajiban yang independen, yang terpisah dari hak dan
pengelola yayasan untukmemperoleh status badan hukum kewajibanorang atau badan yang mendirikan yayasan,
tersebut masih juga belum secara jelas diatur dalam maupun para Pengurus serta organ yayasan lainnya.
peraturan perUndang-Undangan, keberadaanlembaga Yayasan merupakan suatubadan yang melakukan berbagai
yayasan hanya didasarkan pada kebiasaan, doktrin dan kegiatan yang bersifat sosial dan mempunyai tujuan idiil.
yurisprudensi Mahkamah Agung. Hal ini menunjukkan
walaupuntidak disebutkan secara tegas, yayasan di Dengan diberlakukannya Undang-Undang Yayasan, status
Indonesia telah diakui pula sebagai badan hukum.Untuk badan hukum yang jelas pada sebuah yayasan diperoleh
diakui sebagai badan hukum yayasan harus memenuhi : setelahada akta pendirian yayasan, dan syarat-syarat
pendiriannya adalah sebagai berikut :
a) Syarat materiil yang terdiri dari, harus ada pemisahan 1) Didirikan oleh satu orang atau lebih;
harta kekayaan, adanya tujuan tertentu dan mempunyai 2) Ada kekayaan yang dipisahkan dari kekayaan pendirinya;
organisasi. 3) Dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam Bahasa
b) Syarat formil yaitu didirikan dengan akta autentik. Indonesia;
4) Harus memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Dan
Umumnya yayasan selalu didirikan dengan akta notaris Hak Asasi Manusia;
sebagai syarat bagi terbentuknya suatu yayasan. Namun 5) Diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik
ada jugayayasan yang didirikan oleh badan-badan Indonesia;
pemerintah dilakukan atau dengan suatu Surat Keputusan 6) Tidak boleh memakai nama yang telah dipakai secara sah
dari pihak yang berwenanguntuk itu atau dengan akta oleh yayasan lain atau bertentangan dengan ketertiban
notaris. Didalam akta notaris yang dibuat tersebut dimuat umum danatau kesusilaan;
ketentuan tentang pemisahan harta kekayaanoleh pendiri 7) Nama yayasan harus didahului dengan kata “Yayasan”.
yayasan, yang kemudian tidak boleh lagi dikuasai oleh Ketentuan tersebut dimaksudkan agar penataan
pendiri. Akta notaris itu tidak didaftarkan di Pengadilan administrasi pengesahan suatu yayasan sebagai badan
Negeridan tidak pula diumumkan dalam berita negara. Para hukum dapatdilakukan dengan baik guna mencegah
pengurus yayasan tidak diwajibkan untuk mendaftarkan dan berdirinya yayasan tanpa melalui prosedur yang ditentukan
mengumumkanakta pendiriannya, juga tidak disyaratkan dalam Undang-Undang ini.
pengesahan aktanya Kementerian Hukum Dan Hak Asasi
Manusia. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 jo Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan isinya selain bersifat
Selama ini beberapa peraturan PerUndang-Undangan yang mengatur, juga bersifat memaksa. Undang-Undang ini
berlaku hanya menyebutkan mengenai yayasan bukan hanya berlaku terhadap yayasan yang didirikan
tanpamenjelaskan atau mengatur tentang pengertian setelah Undang-Undang Yayasan tersebut berlaku,
yayasan, seperti yang terdapat dalam Pasal 365, Pasal 899, melainkan berlaku pula terhadap yayasan yang ada sebelum
Pasal 900 dan Pasal1680 KUHPerdata. Didalam pasal-pasal Undang-Undang Yayasan tersebutada.
ini sama sekali tidak memberikan pengertian tentang
yayasan.Agar pengertian yayasan tidak menyimpang maka Pada prinsipnya, terkait status badan hukum, yayasan yang
pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 16 telah ada sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor
Tahun 2001 joUndang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 16Tahun 2001 jo Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004
tentang Yayasan. Pengertian yayasan pada Pasal 1 angka (1) tentang Yayasan, berdasarkan pada yurisprudensi dan
Undang-Undang Nomor 16Tahun 2001 jo Undang-Undang doktrin, tetap diakuimenjadi badan hukum apabila
Nomor 28 Tahun 2004 menyatakan bahwa : memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Undang-
Undang Nomor 16 Tahun 2001 jo Undang-Undang Nomor
“Yayasan adalah suatu badan hukum yangterdiri atas 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.Berdasarkan ketentuan
kekayaan yang dipisahkan untukmencapai tujuan tertentu peralihan Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28
dibidang sosial,keagamaan, dan kemanusiaan yang Tahun 2004, sejak berlakunya undangundang tersebut akan
tidakmempunyai anggota “ muncul dua pengakuan yang berbeda terhadap yayasan.
Ada yayasan yang diakui sebagai badan hukum,sementara
Setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 16Tahun 2001 jo di sisi lain ada juga yayasan yang tidak diakui sebagai badan
Undang-Undang Nomor 28 Tahun2004 tentang Yayasan, hukum. Pengakuan tersebut menimbulkan
maka penentuan status badanhukum yayasan harus konsekwensiyuridis bagi Yayasan yang telah ada sebelum
mengikuti ketentuan yang ada didalam Undang-Undang berlakunya Undang-Undang Yayasan tersebut
tersebut. Dalam Undang-Undang tersebutmenyatakan
bahwa yayasan memperoleh status badan hukum setelah Yayasan yang telah ada sebelum berlakunya Undang-
akta pendirian memperoleh pengesahan dari Menteri Undang Yayasan tersebut, dan telah didaftarkan di
Hukumdan Hak Asasi Manusia. Pengadilan Negeritetap diakui sebagai badan hukum. Hal ini
merupakan hak yang telah diperoleh yayasan sebelumnya,
Dengan ketentuan tersebut dapat diketahui yayasan oleh karena itu sesuai denganprinsip hukum yang belaku,
menjadi badan hukum karena Undang-Undang atau hak tersebut tidak dapat hilang begitu saja.Pendaftaran
berdasarkanUndang-Undang bukan berdasarkan sistem yang telah dilakukan oleh Yayasan sebelum berlakunya
terbuka yaitu berdasarkan pada kebiasaan, dokrin dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 pada Pasal 71Ayat
yurisprudensi. Modal awalnyaberupa kekayaan pendiri yang (1) tentang Yayasan hanya terbatas pada Yayasan yang :

2121
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

pengelola yayasan. Yayasan tidak lagi bersifat nirlaba,


 Telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan namun yayasandigunakan untuk usaha – usaha bisnis dan
diumumkan dalam Tambahan Berita Negara komersial dengan segala aspek manifestasinya.
Republik Indonesia.
 Telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan Dengan ketiadaan peraturan yang jelas ini, maka semakin
Mempunyai izin melakukan kegiatan dari instansi berkembang dan bertumbuhanlah yayasan-yayasan di
terkait. Indonesiadengan cepat, pertumbuhan ini tidak diimbangi
dengan pertumbuhan Undang-Undang yang mengatur bagi
Dengan pendaftaran tersebut yayasan tetap diakui sebagai yayasan itu sendiri,sehingga masing-masing pihak yang
badan hukum. Pengakuan sebagai badan hukum berkepentingan menafsirkan pengertian yayasan secara
bukanberlangsung secara otomatis, namun terlebih dahulu sendiri-sendiri sesuai dengankebutuhan dan tujuan
yayasan harus memenuhi semua persyaratan yang mereka.Dalam rangka menjamin kepastian dan ketertiban
diwajibkan untukdilakukan menurut Undang-Undang hukum agar yayasan berfungsi sesuai dengan maksud dan
Nomor 28 Tahun 2004. Persyaratanya adalah yayasan wajib tujuannyaberdasarkan prinsip keterbukaan dan
menyesuaikan anggaran dasarnyadengan ketentuan akuntabilitas kepada masyarakat, maka pada tanggal 6
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 jo Undang-Undang Agustus 2001 disahkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun
Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan denganketentuan 2001 tentang Yayasan yang mulai berlaku 1 (satu) tahun
bahwa paling lambat 3 (tiga) tahun sejak mulai berlakunya kemudian terhitung sejak tanggal diundangkanyaitu tanggal
Undang-Undang ini telah melakukan penyesuaian (6 6 Agustus 2002. Kemudian pada tanggal 6 Oktober 2004
Oktober2008). melalui Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004disahkannya Undang -undang Nomor 28 Tahun 2004
Sementara itu, yayasan yang belum pernah terdaftar di tentang perubahan Undang -undang Nomor 16 Tahun 2001
Pengadilan Negeri dapat memperoleh status badan hukum tentangYayasan.
dengancara menyesuaikan anggaran dasarnya dan wajib
mengajukan permohonan kepada Menteri dalam jangka Cepatnya perubahan atas Undang -undang yang mengatur
waktu paling lambat 1 (satu ) tahun sejak Undang-Undang tentang Yayasan ini menunjukkan bahwa masalah
Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan tersebut berlaku . yayasantidak sederhana dan badan hukum ini memang
Bila dalam batas waktu tersebutpendiri yayasan lalai diperlukan oleh masyarakat.
menyesuaikan anggaran dasarnya dengan Undang-Undang
Yayasan tersebut, maka yayasan tidak dapat diakuisebagai Sejarah PerUndang-Undangan Tentang Yayasan
yayasan dan permohonan pengesahannya ditolak oleh Undang -undang Nomor 28 Tahun 2004 ini tidak mengganti
Menteri Hukum Dan Hak Azazi Manusia.Yayasan itu juga Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001. Perubahan
wajib memberitahukan kepada Menteri Hukum Dan Hak inihanya sekedar mengubah sebagian Pasal-pasal dari
Asasi Manusia setelah pelaksanaan penyesuaian Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001. Jadi Undang-
Undang Nomor 28Tahun 2004 tidak mengubah seluruh
anggaran dasarnya. Sangsi yang diberikan kepada yayasan Pasal yang ada didalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun
yang tidak menyesuaikan anggaran dasarnya adalah 2001.Undang-Undang ini dimaksudkan untuk memberikan
yayasan dapatdibubarkan berdasarkan putusan pengadilan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai
atas permohonan kejaksaan atau pihak yang yayasan,menjamin kepastian dan ketertiban hukum serta
berkepentingan mengembalikan fungsi yayasan sebagai pranata hukum
dalam rangka mencapaitujuan tertentu di bidang sosial,
Sebelum lahirnya Undang-Undang Nomor 16 Tahun keagamaan, dan kemanusiaan berdasarkan prinsip
2001tentang Yayasan, kedudukan Yayasan sebagai Badan keterbukaaan dan akuntabilitas..
Hukum
(rechtspersoon) sudah diakui dan diberlakukan sebagai Undang-Undangini menegaskan bahwa yayasan adalah
badan hukum,namun status yayasan sebagai Badan Hukum suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan
dipandang masihlemah, karena tunduk pada aturan-aturan bersifat sosial, keagamaan dankemanusiaan, didirikan
yang bersumber darikebiasaan dalam masyarakat atau dengan memperhatikan persyaratan formal yang
yurisprudensi.Pada saat itu masyarakat mendirikan yayasan ditentukan dalam Undang-Undang ini dan diharapkan
denganmaksud untuk berlindung dibalik status Badan akanmenjadi dasar hukum yang kuat dalam mengatur
Hukum Yayasan, yangtidak hanya digunakan sebagai wadah kehidupan yayasan.Sebelum berlakunya Undang – Undang
mengembangkan kegiatansosial, keagamaan, kemanusiaan, Nomor 16 Tahun2001 jo Undang-Undang Nomor 28 Tahun
melainkan juga adakalanyabertujuan untuk memperkaya 2004, belum adakeseragaman tentang cara mendirikan
diri para Pendiri, Pengurus, danPengawas. Pada hal peranan yayasan. Pendirian yayasanhanya didasarkan pada
yayasan di sektor sosial, pendididkandan agama sangat kebiasaan dalam masyarakat, kerena belumada peraturan
menonjol, tetapi tidak ada satu Undang – Undangpun yang Undang-Undang yang mengatur tentang caramendirikan
mengatur secara khusus tentang yayasan. yayasan.

Yayasan, dalam bahasa Belanda disebut Stichting, dalam Di dalam hukum perdata, pembentukan yayasan
KUHPerdata yang berlaku di Indonesia tidak terjadidengan surat pengakuan (akta) diantara para
terdapatpengaturannya. Istilah yayasan dapat dijumpai pendirinya, atau dengansurat hibah/wasiat yang dibuat
dalam beberapa ketentuan KUHPerdata antara lain dalam dihadapan notaris. Dalam surat-suratitu ditentukan maksud
Pasal 365, Pasal 899, Pasal 900 dan Pasal 1680. Dengan dan tujuan, nama, susunan dan badanpengurus, juga
ketidakpastian hukum ini yayasan sering digunakan untuk adanya kekayaan yang mewujudkan yayasan tersebut.
menampung kekayaan para pendiri atau pihak lain,bahkan Sehingga Pendirian suatu yayasan di dalam hukumperdata
yayasan dijadikan tempat untuk memperkaya para disyaratkan dalam dua aspek yaitu:

2122
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

bertentangan dengan kepentingan umum.Dengan


1) Aspek material: bergesernya fungsi yayasan menjadi suatu badan usaha
· Harus ada suatu pemisahan kekayaan mengakibatkan tujuan aslinya menjadi kabur, salah
· Suatu tujuan yang jelas arah,dan hampir-hampir tidak terkendali.
· Ada organisasi (nama,susunan dan badan pengurus)
Tampak disini yayasan digunakan untuk menjalankan usaha
2) Aspek formal, pendirian yayasan dengan akta bisnis dan komersial dengan segalaaspek
otentikPada saat sebelum Undang-Undang Nomor 16 Tahun manifestasinya.Dengan ketiadaan peraturan yang jelas ini,
2001 jo Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang maka semakin berkembang dan bertumbuhanlah yayasan-
Yayasan yayasan di Indonesiadengan cepat, pertumbuhan mana
berlaku, umumnya yayasan didirikan selalu dengan akta tidak diimbangi dengan pertumbuhan peraturan dan
notaris, baik yayasan yang didirikan oleh pihak swasta atau pranata yang memadai bagi yayasan itusendiri, sehingga
olehpemerintah. Yayasan yang didirikan oleh badan-badan masing-masing pihak yang berkepentingan menafsirkan
pemerintah dilakukan dengan suatu surat keputusan dari pengertian yayasan secara sendiri-sendiri sesuai
pejabat yangberwenang untuk itu atau dengan akta notaris dengankebutuhan dan tujuan mereka.
sebagai syarat terbentuknya suatu yayasan. Namun para
pengurus dari yayasantersebut tidak diwajibkan untuk Dalam rangka menjamin kepastian dan ketertiban hukum
mendaftarkan dan mengumumkan akta pendiriannya, juga agar yayasan berfungsi sesuai dengan maksud dan
pengesahan yayasan sebagai badanhukum ke Menteri tujuannyaberdasarkan prinsip keterbukaan dan akutabilitas
Kehakiman pada saat itu. Ketiadaan aturan ini menimbulkan kepada masyarakat, maka pada tanggal 6 Agustus 2001
ketidak seragaman di dalam pendirian yayasan. disahkan Undang-UndangYayasan Nomor 16 Tahun 2001
yang mulai berlaku sejak tanggal 6 Agustus 2002 dan diubah
Hal inilah yang menyebabkan masih banyaknya yayasan dengan Undang-Undang Nomor 28Tahun 2004, yang
yang belum didaftarkan sebagai badan hukum karena tidak diundangkan pada tanggal 6 Oktober 2004 dan berlaku
adaaturan hukum yang memaksa pada saat sebelum sejak tanggal 6 Oktober 2005.Pengundangan Undang-
Undang-Undang Yayasan ada di Indonesia.Setelah Undang Yayasan ini dimaksudkan untuk menjamin
berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 jo kepastian dan ketertiban hukum, sertamemberikan
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai
Yayasan,maka suatu yayasan dapat didirikan dengan tata yayasan, sehingga dapat mengembalikan fungsi yayasan
cara yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. Ada tiga sebagaipranata hukum dalam rangka mencapai tujuan
proses yang perludiperhatikan dalam pendirian yayasan tertentu dibidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan.
yaitu :
a) Proses Pendirian Yayasan Tujuan dari Undang-Undang ini, memberikan pemisahan
b) Proses Pengesahan Akta Yayasan antara peran yayasan dan peran suatu badan usaha
c) Proses Pengumuman Yayasan Sebagai Badan Hukum yangdidirikan, dalam hal ini yayasan sebagai pemegang
saham dalam suatu badan usaha tersebut karena adanya
Yayasan adalah kumpulan dari sejumlah orang penyertaan modalmaksimal 25% dari kekayaan yayasan,
yangterorganisasi dan dilihat dari segi kegiatannya, lebih agar tidak terjadi benturan kepentingan dan tumpang tindih
tampak kepentingan, terlebih bila terjadimasalah yang timbul jika
Sebagailembaga sosial. Dari sejak awal, sebuah yayasan ada larangan terhadap organ yayasan. Pasal 1 angka (1)
didirikan bukanuntuk tujuan komersial atau untuk mencari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 jo Undang-Undang
keuntungan, akan tetapitujuannya tidak lebih dari Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasanjelas menegaskan
membantu atau meningkatkankesejahteraan hidup orang bahwa Yayasan harus bertujuan sosial, keagamaan, dan
lain.Keberadaan yayasan merupakan suatu kebutuhan bagi kemanusiaan.
masyarakat, yang menginginkan adanya wadah atau
lembaga yangbersifat dan bertujuan sosial, keagamaan dan Pada pasal 3, Pasal 7 dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 16
kemanusiaan. Denganadanya yayasan, maka segala Tahun 2001 memperkenankan yayasan untuk
keinginan sosial, keagamaan, dankemanusiaan, itu melakukankegiatan usaha ataupun mendirikan suatu badan
diwujudkan di dalam suatu lembaga yang diakui dan usaha. Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 tahun
diterima keberadaannya. 2001 menyebutkan :
Keberadaan Yayasan sebelum berlakunya Undang-Undang “Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha untuk
Nomor 16 Tahun 2001 jo Undang-Undang Nomor 28 menunjang pencapaian maksud dan tujuannya dengan cara
Tahun2004 tentang Yayasan, menimbulkan berbagai mendirikan badan usaha dan atau ikut serta dalam suatu
kontroversi sebab yayasan yang pada dasarnya bertujuan badan usaha”.
untuk kepentinganmasyarakat, seringkali justru dijadikan
wadah melakukan perbuatan melanggar hukum. Yayasan Pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 ketentuan
yang demikian, umumnya telahmenyimpang dari maksud pada Pasal (3) ini tidak diubah tetapi penjelasan pasal
dan tujuan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasarnya. inimempertegas bahwa yayasan tidak dapat digunakan
Usaha yang semula difokuskan pada usahayang bersifat sebagai wadah usaha. Dengan perkataan lain yayasan tidak
sosial dan kemanusiaan itu dibelokkan arahnya sehingga dapat langsungmelakukan kegiatan usaha, tetapi harus
kepentingan individulah yang diprioritaskan. Selain melalui badan usaha yang didirikannya atau melalui badan
itu,beberapa yayasan melakukan usaha layaknya badan usaha lain dimana yayasanmengikut sertakan kekayaannya.
usaha yang bertujuan mengejar keuntungan. Dengan Pada Pasal 7 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001
mengejar keuntungan,Yayasan itu umumnya tidak segan menyebutkan bahwa :
untuk melakukan tindakan melawan hukum dan

2123
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

“Yayasan dapat mendirikan badan usaha yang kegiatannya kedermawanan sosial, yang dijalankan dalam kerangka
sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan” kesadaran dan kesepakatan perusahaan dalam menjalankan
tanggung jawab sosial perusahaan] Contoh lain dalam
Dari pasal diatas dapat disimpulkan bahwa yayasan harus pencapaian nilai philantropis pada yayasan adalah melalui
bertujuan sosial, keagamaan dan kemanusiaan, dimana yayasan yangdirikan oleh perusahaan atau group
yayasanboleh melakukan kegiatan usaha asalkan laba yang perusahaan. untuk pencapaian program Corporate Social
diperoleh dari hasil usaha tersebut dipergunakan dan Responcibility (CSR). Perusahaanlahyang menyediakan
diperuntukkan untuktujuan sosial, keagamaan dan modal awal, dana rutin atau dana abadi pada yayasan yang
kemanusiaan. Usaha yang memperoleh laba ini diperlukan didirikannya. Yayasan ini lah yang menjalankanprogram CSR
agar yayasan tidak tergantung selamanyapada bantuan dan perusahaan yang terdorong untuk menolong sesama dan
sumbangan pihak lain. Pasal 8 Undang-Undang Nomor 16 memperjuangkan pemerataan sosial.
Tahun 200 jo Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004
menyebutkan bahwa: Dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2001, diterangkan bahwa kegiatan usaha yayasan penting
“Kegiatan usaha dari badan usaha sebagaimana dimaksud dilakukan dalam rangka tercapainya maksud dan tujuan
dalam Pasal 7 ayat (1) harus sesuai dengan maksud yayasan. Agar yayasan bisa melakukan kegiatan usaha,
dantujuan yayasan serta tidak bertentangan dengan yayasanmemerlukan wadah atau sarana. Untuk itu, yayasan
ketertiban umum, kesusilaan, dan/atau peraturan diperbolehkan mendirikan badan usaha supaya bisa
perUndang-Undangan yang berlaku”. melaksanakan kegiatanusahanya,. Bahwa ketika mendirikan
badan usaha, yayasan harus mengutamakan pendirian
Dalam penjelasan Pasal 8 (delapan) ini, dijelaskan bahwa badan usaha yang memenuhi hajathidup orang banyak,
cakupan kegiatan usaha yayasan menyangkut Hak misalnya badan usaha yang bergerak dibidang penanganan
AsasiManusia, kesenian, olahraga, perlindungan konsumen, Hak Asasi Manusia, kesenian, olahraga,perlindungan
pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, dan ilmu konsumen, pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan dan
pengetahuan. Daripenjelasan itu, kita dapat menyatakan ilmu pengetahuan dapat kita lihat bahwa disini bidang-
bahwa tujuan dari sebuah yayasan adalah meningkatkan bidangusaha tersebut selalu berorientasi pada kepentingan
derajat hidup orang banyak ataumensejahterakan publik.
masyarakat. Mengentaskan kemiskinan, memajukan
kesehatan, dan memajukan pendidikan merupakan kegiatan Di samping itu, dalam mendirikan badan usaha tersebut
usaha yang harus menjadi prioritas bagi yayasan. organ yayasanperlu mempertimbangkan beberapa hal
berikut yaitu: badan usaha tersebut tidak boleh
Semua tujuan yayasan diharapkan berakhir pada aspek betentangan dengan kepentingan umum,badan usaha tidak
kepentingan umum/ kemanfaatan publik sebagaimana melanggar kesusilaan, badan usaha itu tidak melanggar
maksud dantujuan yayasan yang seharusnya.Sebagai aturan dan ketentuan yang berlaku pada Pasal 8 Undang-
perbandingan di Inggris difinisi dari tujuan sosial, Undang Nomor 16 Tahun 2001.
keagamaan dan kemanusiaan ini, sering kali dikaitkan
denganpengertian charity atau sosial Di Inggris dalam PERTEMUAN 10
Charitable Uses Acts of 1601 mengemukakan ada 4
klasifikasi dari Charity yaitumengatasi kemiskinan (The PERLUASAN KEGIATAN USAHA
Relief Of Poverty), memajukan pendidikan (The
Advancement of Education), memajukan agama
(TheAdvancement Of religion), dan tujuan-tujuan lain untuk
kepentingan umum (And Other Purpose of Beneficial to The PERJANJIAN KREDIT
Community).
Pengertian Perjanjian Kredit
Pada klasifikasi diatas mencakup aspek kepentingan umum Perjanjian kredit merupakan perjanjian konsensuil antara
atau kemanfaatan bagi publik umumnya. Jadi, Debitur dengan Kreditur (dalamhal ini Bank) yang
suatusumbangan atau kegiatan bersifat charitable (sosial) melahirkan hubungan hutang piutang, dimana Debitur
dan kemanusiaan bila ia bermanfaat untuk masyarakat pada berkewajibanmembayar kembali pinjaman yang diberikan
umumnya.Yayasan tujuannya bersifar sosial, keagamaan oleh Kreditur, dengan berdasarkan syaratdan kondisi yang
dan kemanusiaan, namun Undang-Undang tidak melarang telah disepakati oleh para pihak.Dalam Buku III KUH Perdata
yayasan untukmenjalankan kegiatan usaha. Namun tidak tidak terdapat ketentuan yang khusus mengatur
semata-mata untuk mencari laba, seperti yayasan yang perihalPerjanjian Kredit. Namun dengan berdasarkan asas
mengusahakan poliklinik ataurumah sakit. Undang-Undang kebebasan berkontrak, para pihakbebas untuk menentukan
menghendaki rumah sakit atau poliklinik berbentuk isi dari perjanjian kredit sepanjang tidak bertentangan
yayasan, namun jika dilihat dari kegiatanusahanya, rumah denganundang-undang, ketertiban umum, kesusilaan, dan
sakit atau poliklinik ditujukan juga untuk mencari laba, kepatutan. Dengan disepakati danditandatanganinya
namun tujuan yayasan itu bersifat sosial dan kemanusiaan perjanjian kredit tersebut oleh para pihak, maka sejak detik
ituperjanjian lahir dan mengikat para pihak yang
Jadi disini rumah sakit tidak dapat dikatagorikan untuk membuatnya sebagai undang-undang.
mencari keuntungan tetapi bertujuan untul sesuatu yang
idiil atau filantropisatau amal walaupun tidak mustahil Jenis Perjanjian Kredit
yayasan itu mendapat keuntungan.Yayasan sebagai Dilihat dari pembuatannya, suatu perjanjian kredit dapat
philantropis adalah suatu kegiatan yang diminati menuju digolongkan menjadi:
kesejahteraan masyarakat. Arti dari philantropisitu adalah

2124
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

1. Perjanjian Kredit Di bawah tangan, yaitu perjanjian kredit Dalam praktek, bentuk dan materi Perjanjian Kredit tidak
yang dibuat oleh danantara para pihak yang terlibat dalam selalu sama, disesuaikan denganjenis fasilitas yang
perjanjian kredit tersebut tanpa melibatkanpihak pejabat diberikan. Namun demikian dalam suatu perjanjian kredit
yang berwenang/Notaris.Perjanjian Kredit Di bawah tangan padaumumnya berisi klausula-klausula sebagai berikut:
ini terdiri dari:
1. Perjanjian Kredit Di bawah tangan biasa; a. ) Klausula Fasilitas Kredit : Ketentuan–ketentuan yang
2. Perjanjian Kredit Di bawah tangan yang dicatatkan di berkaitan fasilitas kredit umumnya terdiri dari:
Kantor Notaris (Waarmerking); 4. Perubahan mata uang pinjaman (klausula ini
3. Perjanjian Kredit Di bawah tangan yang digunakan terutama untuk pinjaman non-Rupiah).
ditandatangani di hadapan Notaris namunbukan 5. Penarikan fasilitas kredit
merupakan akta notarial (legalisasi). 6. Pembuktian hutang antara lain berupa
Promes/CAR/atau PK tersebut,Cara Pembayaran
2. Perjanjian Kredit Notariil yaitu perjanjian yang dibuat dan kembali (installment atau langsung)
ditandatangani olehpara pihak di hadapan 7. Pembayaran kembali lebih cepat/awal (Voluntary or
Notaris.Perjanjian Notariil merupakan akta yang bersifat Mandatory)
otentik (dibuat oleh dan di hadapanpejabat yang 8. Bunga denda (apabila terjadi keterlambatan
berwenang/Notaris). pembayaran).
9. Pembukuan (lokasi dimana Bank akan membukukan
Struktur Perjanjian Kredit pinjaman tersebut).
Suatu perjanjian kredit pada umumnya terdiri dari bagian-
bagian sebagai berikut: b. ) Klausula Kuasa Mendebet Rekening : Klausula ini
1. Kepala/Judul dicantumkan sebagai dasar dari hak Bank untuk melakukan
2. Komparisi pendebetan darirekening-rekening Debitur yang ada di
Komparisi adalah bagian dari perjanjian kredit yang memuat Bank.
keterangan identitas parapihak. c.) Klausula Penggunaa n Fasilitas Kredit : Tujuan
penggunaan fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank
1. Premis kepada Debitur.
Premis merupakan bagian dari akta yang berisi uraian yang
memuat alasan-alasan ataudasar pertimbangan para pihak d.) Klausula Syarat Penarikan Pinjaman (Drawdown
dalam membuat perjanjian kredit. Dalam premis dimuathal- Condition)
hal atau pokok-pokok pikiran yang merupakan konstalasi Sebelum penandatanganan perjanjian kredit dan sebelum
fakta-fakta secara singkatdan yang menggerakkan para suatu kredit dapat dicairkanDebitur biasanya disyaratkan
pihak untuk mengadakan perjanjian kredit. untuk menyerahkan beberapa dokumen –dokumen
ataudata yang dianggap penting oleh Bank antara lain:
3. Dokumen-dokumen perusahaan/Identitas Debitur.
2. Batang Tubuh 4. Asli surat kuasa.
Batang tubuh berisikan hal-hal yang disetujui oleh para 5. Salinan surat izin usaha perdagangan dan/atau
pihak, berupa klausula-klausula,baik klausula hukum surat-surat izin lainnya.
maupun klausula komersial yang berkaitan dengan 6. Asli bukti-bukti hak kepemilikan atas Jaminan
pemberianfasilitas kredit. 7. Invoice/Daftar tagihan-tagihan/dokumen lain yang
sejenis yang mencantumkanketentuan bahwa
3. Kolom Tanda tangan (Signature Page) pembayaran melalui rekening Debitur yang ada di
Kolom tanda tangan berisikan tanda tangan para pihak Bank.
pembuat perjanjian. 8. Semua Perjanjian Jaminan telah ditanda tangani
dan dalam bentuk dan isi yangdisetujui Bank.
4. Isi Perjanjian Kredit Debitur tidak sedang dalam keadaan lalai berdasarkan
Pada umumnya isi klausula yang tercantum dalam ketentuan-ketentuanyangtermaktub dalam Perjanjian ini
perjanjian kredit dapat digolongkan menjadi 2 (dua) bagian, atau berdasarkan sebab lain sesuai pertimbangan baikBank.
yaitu:
e.) Klausula Pernyataan Debitur (Representations and
1. Klausula Hukum (Legal Clauses), Klausula Hukum Warranties) : Klausula ini berisikan pernytaan-pernyatan
adalah klausula yang berisikan ketentuan-ketentuan dari Debitur mengenai: Kewenanganbertindak, Kekuatan
hukum yangbiasanya berlaku untuk pemberian fasilitas Perjanjian, Tidak ada tuntutan/sengketa dari pihak ketiga
kredit. Termasuk dalam klausula ini antaralain seperti terutamayang dapat berakibat secara materiil, kebenaran
klausula perlindungan Bank, Debet Rekening, Condition data-data yang diberikan oleh Debiturtermasuk diantaranya
Precedent, Pernyataandaan Jaminan (Representation Laporan Keuangan, keabsahan Debitur untuk menjalankan
and Warranties), Covenant dan lain-lain. usahayang dibuktikan dengan perijinan dari lembaga-
2. Klausula Komersial (Commercial Clauses), Klausula lembaga yang berwenang, Tidak adanyatunggakan Pajak
Komersial adalah klausula yang berkaitan dengan aspek yang harus dibayar, serta Debitur tidak dalam keadaan pailit
komersial dalampemberian fasilitas kredit, seperti jenis atau digugatpailit oleh Pihak ketiga.
fasilitas kredit, jumlah fasilitas kredit, jangka
waktukredit, ketentuan pembayaran besarnya angsuran, f.) Klausula Affirmative Covenant : Dalam pelaksanaan
ketentuan tentang denda dan bunga,asuransi, dan lain- pemberian kredit Bank harus memberikan batasan-batasan
lain. yangharus dipenuhi oleh Debitur (Affirmative Covenant)
selama dalam masa pemberian kredit.Ada beberapa
5.Klausula-Klausula Perjanjian Kredit

2125
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

covenant standard yang biasanya wajib dicantumkan dalam pembayaran terlebih dahulu makaDebitur akan
perjanjiankredit antara lain adalah: menggantinya dalam waktu secepatnya..Adapun biaya-
3. Menggunakan Fasilitas Kredit seperti yang biaya yang biasanya timbul adalah:
dipersyaratkan;  Biaya pihak ketiga
4. Mengasuransikan seluruh barang-barang yang  Biaya yang diwajibkan oleh Undang-undang
dijadikan jaminan/agunan FasilitasKredit;
5. Memberikan ijin kepada Bank atau petugas-petugas h.) Klausula Jaminan : Untuk menjamin pembayaran dari
yang diberi kuasa oleh Bankuntuk: (a) melakukan pinjaman yang diberikan, Debitur diminta
pemeriksaan (audit) terhadap buku-buku, catatan- untukmenyerahkan jaminan kepada Bank dimana jaminan
catatan danadministrasi Debitur serta memeriksa tersebut akan diikat sebagaimanayang diatur dalam
keadaan barang-barang jaminan, dan (b)melakukan peraturan perundang-undangan.Untuk Nasabah yang
peninjauan ke dalam proyek, bangunan-bangunan mendapatkan beberapa fasilitas (pinjaman tidak dalam
lain dan kantor-kantoryang digunakan Debitur; satuperjanjian) dimana masing masing fasilitas dijamin oleh
6. Memberikan segala informasi/keterangan/data- jaminan yang berbeda sebaiknyadicantumkan pula
data (seperti, namun tidak terbataspada laporan ketentuan mengenai Cross Collateral. Penggunaan klausula
keuangan Debitur): (a) segala sesuatu sehubungan crosscollateral memberikan keuntungan tambahan dimana
dengan keuangan danusaha Debitur, (b) bilamana jaminan-jaminan yang ada.
terjadi keadaan yang dapat mempengaruhi keadaan
usahaatau keuangan Debitur, setiap waktu, baik i.) Klausula Kompensasi : Pasal mengenai Kompensasi ini
diminta maupun tidak diminta oleh Bank; diatur berkaitan dengan adanya pasal 1425 sampai dengan
7. Menyerahkan data yang diminta oleh Bank dalam 1429 KUH Perdata mengenai kompensasi hutang. Klausula
rangka pengawasan pemberiankredit yaitu, antara Kompensasi ini berisikanpersetujuan dari Debitur untuk
lain namun tidak terbatas pada Laporan keuangan, melepaskan hak-haknya yang diatur dalam pasal
laporaninventory, daftar tagihan dan lain-lain. tersebut,sehingga Debitur tidak dapat mengkompensasikan
Selain covenant di atas, dapat pula ditambahkan affirmative piutang piutang dagang yang ia milikikepada Bank (bila ada)
covenant lain yangdisesuaikan dengan struktur dari fasilitas dengan hutangnya kepada Bank.
kredit yang diberikan.
j.) Klausula Pengalihan Hak : Maksud dari pencantuman
f.) Klausula Negative Covenant : Pelaksanaan pemberian klausula pengalihan hak ini Debitur telah
kredit Bank harus memberikan batasan-batasan yang tidak memberikanpersetujuan kepada Bank untuk mengalihkan
bolehdilakukan oleh Debitur (Negative Covenant) selama pinjaman kepada Pihak ketiga dengan tanpamerubah
dalam masa pemberian kredit.Pelarangan/pembatasan kondisi yang telah disetujui sebelumnya. Sedangkan Debitur
tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat posisi Bank tidak dapatmengalihkan pinjamannya kepada pihak lain
selakuPemberi pinjaman. Adapun covenant baku yang wajib tanpa adanya persetujuan dari Bank.
dimasukkan dalam perjanjian kreditantara lain adalah:
5. Pelarangan untuk menjual /menyewakan asset; k.) Klausula Kelalaian : Klausula ini mencantumkan beberapa
6. Tidak menjaminkan asset pada pihak lain; kondisi yang dapat menyebabkan Debitur dalamkeadaan
7. Pelarangan untuk menerima pinjaman lain; lalai atau dalam keadaan defalut sehingga seluruh
8. Pelarangan untuk menjadi Penjamin/Penanggung, kewajiban Debitur menjadijatuh tempo dan harus
kecuali melakukan endorsemen atassurat-surat dibayarkan kembali dengan seketika dan sekaligus
yang dapat diperdagangkan untuk keperluan seluruhnya,tanpa perlu adanya surat teguran juru sita atau
pembayaran atau penagihantransaksi-transaksi lain surat lainnya yang serupa dengan ituapabila terjadi salah
yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha; satu kejadian di bawah ini:
9. Pelarangan untuk memberikan pinjaman; 13. Payment Default / lalai membayar kembali
10. Pelarangan untuk mengumumkan dan membagikan kewajibannya;
deviden saham Debitur; 14. Pelanggaran atas ketentuan Perjanjian;
11. Pelarangan untuk melakukan merger atau akuisisi; 15. Memberikan informasi yang tidak benar;
12. Pelarangan untuk membayar atau membayar 16. Keadaan keuangan, bonafiditas dan solvabilitas
kembali pinjaman pemegang saham; Debitur mundur sedemikian rupa yangdapat
13. Pelarangan untuk merubah sifat dan kegiatan usaha mengakibatkan Debitur tidak dapat membayar
Debitur seperti yang sedangdijalankan dewasa ini; hutangnya lagi;
14. Pelarangan untuk mengubah susunan pengurus 17. Debitur dinyatakan dalam keadaan pailit atau
(Direksi dan Komisaris), susunan parapemegang meminta penundaan pembayaranhutang
saham, dan nilai saham. (“surseance van betaling“);
Selain covenant di atas, dapat pula ditambahkan negative 18. Debitur dibubarkan atau mengambil keputusan
covenant lain yang disesuaikandengan struktur dari fasilitas untuk bubar;
kredit yang diberikan. 19. Asset Debitur seluruhnya atau sebagian disita oleh
instansi yang berwajib dan dianggapmenjadi
g.) Klausula Perlindungan terhadap penghasilan Bank : berkurang sehingga dapat membahayakan
Selama masa pemberian kredit, Bank selaku kreditur wajib Pengembalian Kredit;
memperhatikan kemungkinankemungkinantimbulnya biaya- 20. Jaminan disita oleh instansi yang berwenang, atau
biaya yang harus dibayar berkaitan dengan pemberiankredit rusak atau musnah karena sebabapapun juga;
tersebut. Debitur akan dibebankan biaya–biaya tersebut 21. Debitur atau Penjamin lalai terhadap perjanjian lain
dan dengan adanyaklausula ini maka Debitur menyadari terutama perjanjian yang dapatmeyebabkan
bawah setiap biaya yang timbul harus dibayar Debitur wajib membayar jumlah tertentu;
atauditanggung apabila ternyata Bank terpaksa melakukan

2126
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

22. Bilamana tidak dapat diperoleh salah satu atau


beberapa atau seluruh ijin, persetujuanatau AKTA PENGAKUAN HUTANG
wewenang, baru maupun perpanjangannya, yang
dikeluarkan oleh instansi yangberwajib dan yang Pengertian
disyaratkan; Akta Pengakuan Hutang adalah suatu akta yang berisi
23. Nilai asset/kekayaan milik Debitur menurut pengakuan hutang sepihak, dimanaDebitur mengakui
penilaian Bank menurun. bahwa dirinya mempunyai kewajiban membayar kepada
24. Kreditursejumlah uang dengan jumlah yang pasti
Tindakan-tindakan yang dapat diambil oleh Bank apabila (tetap).Sedangkan yang dimaksud dengan Grosse Akta
Debitur melakukan kelalaianadalah: Pengakuan Hutang adalah salinan darisuatu Akta Pengakuan
5. Menghentikan pemberian fasilitas kredit, apabila Hutang Notariil yang diberikan kepada yang
belum dicairkan; berkepentingan. Iamerupakan salinan dari suatu minuta,
6. Meminta pengembalian kredit secara seketika yang tetap ada pada pejabat yang bersangkutan.Suatu
berikut bunga dan jumlah uang lainnyayang grosse akta yang pada bagian kepala aktanya dicantumkan
terhutang. irah-irah; “DemiKeadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang
7. Melakukan eksekusi terhadap Jaminan apabila Maha Esa” mempunyai kekuatan mengikat danmempunyai
Debitur tidak dapat mengembalikanpinjaman kekuatan eksekutorial, dimana apabila pihak debitur
secara penuh. wanprestasi, pihakkreditur dapat langsung memohon
eksekusi kepada Ketua Pengadilan Negeri tanpa
l.) Kaluslua Ketentuan tambahan dan penutup : Pada bagian melaluiproses gugatan perdata.
terakhir dari perjanjian kredit diatur mengenai ketentuan-
ketentuan yangbelum tertampung secara khusus di dalam Mengenai grosse akta ini diatur dalam Pasal 224 Herzein
klausula-klausula baku dalam perjanjian kredit.Klausula ini Inlandsch Reglement (“HIR”).Berdasarkan Pasal 224 HIR di
dimaksudkan untuk mengatur syarat-syarat dan ketentuan- atas, suatu grosse akta harus memenuhi syarat-
ketentuan yangmenyimpang dari syarat-syarat dan syaratsebagai berikut:
ketentuan-ketentuan lain yang telah tercetak didalam 1. Syarat Formil:
perjanjian kredit. Klausula ini antara lain adalah: A. Berbentuk Notariil;
B. Memuat titel eksekutorial:
m.) Klausula Pilihan Hukum (Choice Of Law) : Dalam klausula – Kepala akta dituliskan irah-irah “Demi Keadilan
ini para pihak menentukan hukum tertentu yang akan Berdasarkan Ketuhanan Yang
diterapkan apabilaterjadi perbedaan penafsiran maupun Maha Esa”;
apabila terdapat dispute (sengketa) di antara parapihak – Pada bagian akhir akta tersebut tercantum
mengenai perjanjian. kalimat “Sebagai Grose pertamadiberikan atas
permintaan kreditur”.
n.) Pilihan Forum Penyelesaian Sengketa (Choice Of Forum) , 2. Syarat Materiil:
Klausula ini dimaksudkan apabila terjadi dispute (sengketa) A. Memuat rumusan pernyataan sepihak dari
maka Para Pihak telah setujuuntuk menyelesaikan Debitur:
permasalahan tersebut melalui lembaga yang telah – pengakuan berhutang kepada kreditur
disepakatibersama. Pilihan lembaga (forum) penyelesaian – pengakuan kewajiban membayar pada waktu
sengketa ini biasanya adalah Pengadilanatau Arbitrase, yang ditentukan
khusus untuk Arbitrase harus ditegaskan dimana Arbitrase 3. Tidak memuat ketentuan perjanjian jaminan;
yangdimaksud.Selain Pengadilan dan Arbitrase, telah 4. Jumlah hutang sudah pasti (fix loan),hutang yang pasti
berkembang pula wacana penggunaan meliputi hutang pokok + bunga (ganti rugi)
mekanismeAlternative Dispute Resolution (ADR) hanya saja ).
lembaga ini belum begitu dikenal diIndonesia dan Apabila grosse akta memenuhi ketentuan/syarat-syarat
keputusannya belum memiliki kekuatan hukum yang pasti. sebagaimana diatur dalam pasal224 HIR maka grosse akta
tersebut mempunyai kekuatan eksekutorial seperti
Hal – Hal Lain Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perjanjian halnyaputusan hakim yang telah mempunyai kekuatan
Kredit hukum yang tetap. Pihak Kreditur dapatlangsung memohon
Dengan berlakunya Undang-undang No.8 tahun 1999 eksekusi kepada Ketua Pengadilan Negeri, tanpa pelalui
tertanggal 20 April 1999 tentangPerlindungan Konsumen prosesgugatan perdata terhadap harta kekayaan
(“UUPK”), maka dalam isi perjanjian kredit harus Debitur.Namun apabila grosse akta tidak memenuhi
pulamemenuhi ketentuan-ketentuan dalam UUPK, seperti ketentuan/syarat-syarat sebagaimana diaturdalam pasal
mengenai pencantuman klausulabaku. Dimana dalam pasal 224 HIR maka grosse akta tersebut cacat yuridis, akta
18 ayat (1) UUPK menyebutkan bahwa dalam perjanjian tersebut tidakmempunyai kekuatan eksekutorial sehingga
kreditdilarang mencantumkan klausula baku, antara lain: apabila Debitur wanprestasi atau lalai ataskewajibannya
maka Bank harus mengajukan gugatan perdata biasa
1. menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan melalui pengadilan.
yang berupa aturan baru,tambahan, lanjutan dan/atau
pengubahan lanjutan yang dibuat secara sepihak olehpelaku Hubungan Akta Pengakuan HutangDengan Perjanjian
usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang Kredit
dibelinya. Berdasarkan Surat Mahkamah Agung No.133/154/86/Um-
2. menyatakan bahwa konsumen memberi kuasa kepada Tu/Pdt tanggal 18 Maret 1986menyebutkan bahwa
pelaku usaha pembebanan haktanggungan, hak gadai, atau perjanjian kredit tidak dapat dibuat dalam bentuk
hak jaminan terhadap barang yang dibeli oleh konsumen pengakuanhutang.Akta pengakuan hutang haruslah murni,
secara angsuran. dibuat tersendiri dan tidak boleh dimasukkanketentuan-

2127
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

ketentuan dalam perjanjian kredit. Apabila suatu grosse  di Jakarta 14 Desember 1912, cikal bakal pasar
akta pengakuanhutang dicampuradukkan dengan modal di Indonesia.
ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalamperjanjian  di Surabaya 1 Januari 1925
kredit, seperti mengenai suku bunga, penalty (denda),  di Semarang 1 Agustus 1925
pengakhiran jangkawaktu pinjaman dan sebagainya, maka Yg diperdagangkan adalah saham-saham perusahaan
dengan sendirinya melenyapkan kepastian bentukGrosse Belanda dan afiliasinya yang tergabung dalam “ Dutch East
Akta Pengakuan Hutang sebagaimana disyaratkan oleh Indies Trading Agencies”.Pasar-pasar modal ini beroperasi
Pasal 224 HIR. Sehinggamembuat grosse akta tersebut sampai kedatangan Jepang di Indonesia 1942.
mengandung cacat yuridis dan mengakibatkan tidak
sahsebagai suatu grosse akta. Grosse akta tersebut Periode Kedua (1952-1960): Periode Orde Lama
kehilangan executorial kracht danmenjadikannya sebagi U.U Darurat No. 12 /1951 ( 1 September 1951) , menjadi
grosse akta yang non-executable. U.U. No: 15 Tahun 1952 tentang Pasar Modal.Bursa Efek
Jakarta (BEJ) dibuka Tg. 3 Juni 1952. ( Bdsk : KepMen
Keuangan No: 289737/ UU tgl 1 November 1951 )
PERTEMUAN 11 Tujuan
o Menampung Obligasi pemerintah yg sudah
HUKUM PASAR MODAL dikeluarkan sebelumnya.
o Mencegah perusahaan Belanda “lari” ke
luar negeri
Kepengurusan
o Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-
PENGERTIAN UMUM efek (PPUE) terdiri atas 3 bank (Bank
- Pasar modal Indonesia sebagai salah satu lembaga Indonesia sebagai anggota kehormatan.)
memobilisasi dana masyarakat dengan menyediakan sarana o Penjualan obligasi perusahaan Belanda dan
tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli dana Pemerintah Indonesia melalui Bank
jangka panjang yang disebut efek Pembangunan Indonesia.
- Penggerak perkembangan perekonomian negara
- Pemerintah mempunyai kepentingan mengatur dinamika Periode Ketiga (1977-1988): Periode Orde Baru
pasar modal Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1976, menetapkan
Pendirian / Pembentukan
Pasar Modal ( UU no.8 th 1995) - Pasar Modal,
Kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan - Badan Pembina Pasar modal,
perdagangan efek, - Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM) dan
- Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yg - PT Danareksa.
diterbitkannya, BEJ lahir kembali 10 Agustus 1977
- Lembaga dan profesi yg berkaitan dgn efek. PT Semen Cibinong, pertama tercatat di BEJ. Penerbitan
- Merupakan perdagangan jangka panjang, melalui pasar saham perdana disetujui pada tanggal 6 Juni 1977,
perdana dan pasar sekunder. sebanyak 178.750 lembar saham ditawarkan dengan harga
Rp.10.000, / per lembar. Sampai dengan. Th 1988 BEJ
Pasar Modal Dalam arti luas Periode Tidur Panjang ,Hanya tercatat = 24 perusahaan saja
Adalah kebutuhan sistem keuangan yg terorganisasi, Investor kurang tertarik karena:
- Bank-bank komersial - Bunga deposito tdk kena pajak
- Semua perantara di bidang keuangan - Dividen dikenakan pajak penghasilan sebesar 15%.
- Surat-surat berharga jangka panjang dan jangka pendek,
primer dan tidak langsung Periode Keempat (1988-1995): Periode Bangun dari Tidur
Panjang
Pasar modal dalam Dalam arti menengah Setelah tahun 1988, jumlah perusahaan yang terdaftar :
semua pasar yg terorganisasi & lembaga-2 yg s/d. 1990 = 127 perusahaan.
memperdagangkan warkat-warkat kredit (biasanya yang s/d 1996 = 238 perusahaan
berjangka waktu lebih dari 1 tahun), Peningkatan di pasar modal ini disebabkan :
- Saham-saham,
- Obligasi a. Permintaan dari Investor Asing, Investor asing melihat
- Pinjaman berjangka, bahwa pasar modal di Indonesia
- Hipotek - Telah maju dengan pesat
- Tabungan - Mempunyai prospek yang baik.
- Deposito berjangka. - Menguntungkan untuk diversifikasi secara internasional4
- Pemilikannya Investor Asing s/d 49% dari sekuritas yg
Pasar Modal Dalam arti sempit terdaftar di bursa.
pasar terorganisasi yg memperdangkan , saham-saham dan - S/d 1995, jkepemilikan oleh investor asing mencapai 7,06
Obligsi dengan memakai jasa makelar, komisioner dan miliar lb atau sekitar 29,61% dari semua sekuritas yg
underwriter. terdaftar.
SEJARAH PERKEMBANGAN PASAR MODAL INDONESIA b. Pakto 88, Paket Reformasi 27 Oktober 1988 untuk
- Merangsang ekspor nonmigas,
Periode Pertama (1912-1942): Periode Zaman Belanda - Meningkatkan efisiensi bank komersial,
Asosiasi 13 broker “Veriniging voor Effectenchandel” - Membuat kebijakan moneter lebih efektif,
dibentuk :

2128
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- Meningkatkan simpanan domestik, dan - Kurang kuatnya pondasi perekonomian.


- Membangkitkan pasarmodal.
Permintaan US $ berlebihan , nilai US$ ,meningkat nilai Rp.
Hasil dari reformasi Pakto 88 adalah Menurun, Bank Indonesia menaikkan suku bunga Sertifikat
- Mengurangi reserve requirement dari bank-bank deposito, Bank Indonesia (SBI).
pelepasan dana sebesar Rp.4 triliun dari Bank Indonesia ke - Bank swasta menaikkan suku bunga tinggi ( 25 – 50% )
sektor keuangan. - Pemilik modal , menamamkan ke deposito
- Akibat lebih lanjut adalah masyarakat mempunyai cukup - Perminat US$ menurun
dana untuk bermain di pasar saham. - Perdagangan saham lesu. IHSG yang turun dengan tajam
c. Perubahan Generasi, Perubahan kultur bisnis yaitu dari Periode ini merupakan ujian terberat yang dialami oleh
Bisnis keluarga tertutup ke kultur bisnis profesional yg Pasar Modal IndonesiaUpaya Pemerintah untuk
terbuka, memungkinkan profesional dari luar keluarga “mendongkrak” IHSG . Tgl. 3 September 1997,pemerintah
untuk duduk di kursi kepemimpinan perusahaan. Menghapus pembatasan 49% pemilikan asing.menjadi tidak
- Mulai banyaknya perusahaan yang go public. terbatas,ini Tidak berhasil krn saham investor asing hanya
- Menjadi kebangkitan Bursa Efek Surabaya (BES). Surabaya mencapai 27%. Pada 1 November 1997,pemerintah
Stock Exchange (SSX) Melikuidasi 16 bank swasta nasional.Tindakan tsb tidak
banyak membantu memperbaiki lesunya pasar
Periode Kelima (Mulai Tahun 1995): Periode OTOMATISASI saham.Bahkan IHSG tetap merosot dengan tajam.
Karena kegiatan transaksi yang dirasakan sudah melebihi
kapasitas manual, maka BEJ memutuskan untuk Periode Kepastian Hukum (Mulai 1995 – sekarang ):
mengotomatisasikan kegiatan Iransaksi di bursa. UU No. 8/ ’95 dengan tegas mengamanatkan pada
- Semula kegiatan transaksi dicatat di papan tulis Bapepam untuk melakukan penyelidikan, pemeriksaan dan
- Sekarang jaringan komputer yang digunakan oleh broker. penyidikan terhadap kejahatan yang terjadi di Pasar
Modal.Bapepam merupakan SRB (self regulatory body )
a. BEJ : sistem otomatisasinya diberi nama Jakarta yang menjadikan Bapepam mudah bergerak dan
Automated Trading System (JATS) mulai dioperasikan pada menegakkan hukum, sehingga menjamin kepastian hukum.
tanggal 22 Mei 1995. Kapasitas Sistem manual = 3.800
transaksi / hari. JATS= 50.000 trans / hariSasaran, untuk Menyongsong Independensi Bapepam.
meningkatkan : Persiapan menuju Independensi Bapepam harus segera
7. Kapasitas untuk mengantisipasi pertumbuhan pasar dilaksanakan, karena dasar hukum untuk
8. Integritas (keterkaitan satu pihak dengan pihak mengimplementasikannya sudah ada, yaitu :
lainnya) dan - Amanat GBHN;
9. Likuiditas (kecepatan transaksi sekuritas - UU No, 23 Tahun 1999.
diselesaikan). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PASAR
10. Pamor pasar modal dgn meletakkan BEJ setara dng MODAL
pasar modal lain di dunia. JATS mempunyai salah Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal
satu sistem komputer pasar modal yang tercanggih menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender
di dunia. (investor) yaitu pihak yang mempunyai kelebihan dana,
b. BES, menerapkan sistem otomatisasi sejak 19 September kepada borrower ( pengusaha ) , yaitu pihak yang
1996 diumumkan secara terbuka pada tanggal 10 Maret memerlukan dana.Investor mengharapkan imbalan dari
1977 . Surabaya Market Information & Automated Remote penyerahan dana tersebutBorrowers, memungkinkan
Trading = S-MART dan Kliring Deposit Efek Indonesia = KDEI melakukan perluasan usaha. tanpa harus menunggu
untuk menyelesaikan transaksi tersedianya dana dari hasil operasi perusahaanFungsi ini
sebenarnya juga dilakukan oleh intermediasi keuangan
Fasilitas yang diberikan oleh S-MART lainnya, seperti lembaga perbankan,(pasar uang ) Hanya
a. Trader Workplace, sarana akses langsung secara bedanya dalam pasar modal diperdagangkan dana jangka
elektronik oleh anggota bursa atau broker atau WPPE panjang .Daya Tarik Pasar Modal, antara lain sbb
(Wakil Perantara Pedagang Efek) dari kantor mereka
masing-masing (remote trading), sehingga btidak lagi harus 1. Bagi Pengusaha :
dilakukan di lantai bursa (floorless trading). Pasar modal akan bisa menjadi alternatif penghimpunan
b. S-MART Web, yaitu sarana surat elektronik (e-mail).6 dana selain sistem perbankan , menghimpun dana
c. Fasilitas world-wide-web di internet yg menyediakan masyarakat , meminjamkan ke pengusaha berupa kredit
informasi penting yang diperlukan. bank (dana pinjaman )berarti pengusaha mempunyai
d. S-MART Chart, yaitu fasilitas komunikasi percakapan hutang.. Dengan adanya Pasar Modal , pengusaha
interaktif antaranggota bursa dengan pemakai internet mendapat dana “segar” tanpa hutang
lainnya
2. Bagi investor
Periode Keenam (Mulai Agustus 1997): Periode Krisis a. Pasar modal memungkinkan para investor mempunyai
Moneter berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi
Krisis moneter melanda negara-negara Asia, termasuk risiko mereka.
Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Singapura b. Sisi likuiditasnya. Investor bisa melakukan investasi hari
Penurunan nilai mata uang negara-negara Asia terhadap U.S ini pada industri semen, dan menggantinya minggu depan
$, karena : pada industri farmasi. ( Mereka tidak mungkin melakukan
- Spekulasi pedagang-pedagang valuta asing, hal itu pada investasi melalui Bank )
- Kurang percayanya nilai mata uang negaranya sendiri,

2129
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Keberhasilan pembentukan Pasar Modal, dipengaruhi oleh : Pasal 11 UU no, 8 th.1995


- Bursa efek wajib membentuk satuan pemeriksa untuk
1. Supply sekuritas. menjalankan pemeriksaan berkala atau sewaktu-waktu
Berarti harus banyak perusahaan yang bersedia terhadap anggota bursa dan terhadap kegiatan manajemen
menerbitkan sekuritas di pasar modal. bursa efek.
2. Demand sekuritas. b. Biro Administrasi Efek,
Berarti bahwa harus terdapat anggota masyarakat yang Pihak yg berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan
memiliki jumlah dana yang cukup besar untuk membeli pencatatan pemilikan emiten dan pembagian hak yang
sekuritas. ( individu, perusahaan non keuangan maupun berkaitan dengan efek (Pasal 1 butir 3 UUPM No. 8 Th.
lembaga-lembaga keuangan ) 1995).
3. Kondisi politik stabil dan pertumbuhan ekonomi. Ini 5. Profesi Penunjang Pasar Modal
mempengaruhi supply dan demand sekuritas. Mempunyai peranan penting dlm penawaran
umum.Penawaran umun diawali dengan dikeluarkannya
4. Masalah hukum dan peraturan. Prospektus oleh emiten. Prospektus dipakai dasar evaluasi
Tersebut terkait erat dengan informasi yang akurat dan /petimbangan investor , membeli efek atau tidak.Setiap
lengkap dan cepat. . Peraturan &penegakan hukum yang informasi yang ada di dalam prospektus membutuhkan
melindungi pemodal dari informasi yang tidak benar dan penanggung jawab secara profesional , yang sebut sebagai
menyesatkan menjadi mutlak diperlukan..Pada aspek inilah profesi penunjang pasar modal , yang terdiri dari ( Psl 64 (1)
sering negara-negara dunia ketiga lemah. UUPM No. 8 Th 1995)
- Akuntan publik,
PELAKU PASAR MODAL - Konsultan hukum,
1. Emiten - Penilai,
Pihak yang melakukan penawaran umum.Pasal 1 butir ke-6 - Notaris, dan
UU Pasar Modal No: 8 Th. 1995: - Profesi lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah
Perusahaan yang akan melakukan emisi, harus terlebih
dahulu menyampaikan pertanyaan pendaftaran kepada PEMBATALAN Profesi penunjang
Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untukmenjual Psl 65 UU PM No. 8 Th. 1995 : Bahwa pendaftaran batal
atau menawarkan efek kepada masyarakat, dan setelah apabila izin profesi yang bersangkutan dicabut oleh instansi
pernyataan pendaftaran efektif, emiten dapat melakukan yang berwenang.Meskipun demikian, jasa yang telah
penawaran umum diberikan tidak ikut jadi batal walaupun pendaftaran
profesinya batal, kecuali bila jasa yang diberikan merupakan
2. Penjaminan Emisi Efek sebab dibatalkannya pendaftaran atau dicabutnya izin
Penjaminan Emisi Efek, yaitu pihak yang membuat kontrak profesi.Apabila BAPEPAM memutuskan bahwa jasa yang
dengan emiten untuk melakukan penawaran umum bagi diberikan tidak berlaku, maka BAPEPAM dapat mewajibkan
kepentingan emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk perusahaan yang menggunakan profesi tersebut untuk
membeli sisa efek yang tidak terjual. menunjuk profesi penunjang pasar modal yang lain untuk
melakukan pemeriksaan dan penilaian perusahaan tersebut.
3. Investor/Pemodal
Investor/pemodal adalah perorangan dan/atau lembaga 6. BAPEPAM
yang menanamkan dananya dalam efek. Mengawasi kualitas keterbukaan emiten dgn cara
memperhatikan kelengkapan, kecukupan,objektifitas,
4. Lembaga Penunjang Pasar Modal kemudahan utk dimengerti , kejelasan berkaitan dengan
dokumen pernyataan pendaftaranBAPEPAM sama sekali
a.Bursa Efek, Pasal 1 butir 4 UUPM No. 8 Th 1995 tidak memberikan penilaian terhadap keunggulan atau
- Penyelenggara dan menyediakan sistem dan atau sarana kelemahan saham yang ditawarkan.( Psl. 75 UUPM No. 8 Th
untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak 1995 -"BAPEPAM tidak memberikan pernyataan menyetujui
lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara atau tidak menyetujui efek ini“)
mereka.
- Menetapkan kriteria jumlah pemegang saham, persentase FUNGSI BAPEPAM
minimum saham yang dimiliki publik, minimum kapitalisasi 1) Fungsi mengatur.
pasar, dan Iain-lain Pasal 3 UUPM No.8 Th.1995 : BAPEPAM memiliki fungsi
membina, mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal
Pasal 6 UUPM Nomor 8 Th. 1995, yang bertujuan menciptakan kegiatan pasar modal yang
- Perseroan yang telah memperoleh izin usaha dari wajar, efisien, dan melindungi pemodal dan masyarakat.
BAPEPAM.( karena penyelenggaraan sarana perdagangan
efek memakai dana masyarakat.) 2) Fungsi perizinan dan pendaftaran.
Psl 5 UUPM No.8 Th.1995: BAPEPAM memberi izin dan
Pasal 11 UU no, 8 th.1995 persetujuan usaha untuk bursa dan profesi penunjang pasar
- Bursa efek merupakan self regulatory body, lembaga yg modal
diberi kewenangan untuk mengatur pelaksanaan
kegiatannya yang mengikat para pihak yang berhubungan 3) Fungsi kepengawasan
dengan efek,Peraturan tsb baru berlaku setelah mendapat Psl 69 UUPM No.8 Th.1995 : Laporan keuangan yg diberikan
persetujuan dari BAPEPAM. kepada BAPEPAM harus mengikuti prinsip akuntansi
- yang berlaku umum,

2130
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- ketentuan akuntansi yang dibuat oleh BAPEPAM.


Tujuan
Psl 85 UUPM No.8 Th.1995 : Mewajibkan pada para pelaku - Menyelenggara kan perdagangan efek yg teratur wajar
pasar modal seperti bursa efek, perusahaan efek, biro efisien.
administrasi efek, wajib memberikan laporan kepada - Harga saham mencerminkan semua informasi yang
BAPEPAM dan wajib mengikuti ketentuan keterbukaan, izin, relevan saat itu
persetujuan dan pendaftaran dari BAPEPAM. - Karena informasi menyebar secara merata, maka reaksi
harga terhadap informasi baru terjadi seketika karena
Pasal 86 UUPM No.8 Th.1995 : Mewajibkan kepada emiten semua pemain di pasar telah memiliki antisipasi yang cukup
untuk menyampaikan
- laporan secara berkala dan Keteraturan yang konsisten
-laporan mengenai peristiwa material yg dapat Peraturan & Penegakan peraturan, Tercermin dari perilaku
mempengaruhi harga efek para pihak yang terlibat dalam perdagangan efek di bursa
- Wakil perantara pedagang efek
- Pasal 87 UUPM No.8 Th.1995 : Mewajibkan direktur dan - Perusahaan efek termasuk organ -organ yang ada di
komisaris untuk melapor kepada BAPEPAM mengenai dalamnya
kepemilikan atau perubahan kepemilikan perusahaan - Lembaga penunjang serta para profesional di pasar modal
kepada BAPEPAM. - Investor atau pemodal
4) Fungsi pemeriksa Keterbukaan
Pasal 100 UUPM Nomor 8 Tahun 1995 : - Memberi hak bagi Azas keterbukaan yang dilakukan emiten
Badan Pengawas Pasar Modal untuk meminta keterangan - Apakah tujuannya
atau kepastian dan mewajibkan pihak yang diduga - Bagaimana perlindungan hukum yang diatur dalam UUPM
melanggar UUPM Nomor 8 Tahun 1995 untuk melakukan - Apakah karakteristik yuridis berkaitan dengan azas full and
atau tidak melakukan kegiatan itu serta memeriksa catatan fair disclosure
pembukuan dan dokumen lain pihak yang dicurigai tersebut
. Prinsip keterbukaan (disclosure principle) harus / wajib
WEWENANG BAPEPAM dalam Penawaran Umum dilakukan oleh Emiten Untuk kepentingan Pengelola bursa,
1) Menetapkan persyaratan dan tata cara pernyataan BAPEPAM, dan Investor.Informasi yg harus di-disclose kpd
pendaftaran dan menyatakan, menunda atau membatalkan masyarakat.Seluruh keadaan usahanya yg meliputi aspek
efektifnya persyaratan pendaftaran. Pasal 5 UUPM Nomor 8 Keuangan:
Tahun 1995 - Hukum
- Manajemen
2) Melakukan pemeriksaan terhadap setiap Emiten atau - Harta kekayaan perusahaan
perusahaan publik yang telah atau diwajibkan Keterbukaan terhadap kondisi perusahaan yang melakukan
menyampaikan pernyataan pendaftaran atauPihak yang emisi saham menyebabkan calon investor dapat memahami
dipersyaratkan memiliki izin usaha, izin orang perseorangan, dan memutuskan kebijakan investasinya.
persetujuan atau pendaftaran profesi
Pengaturan dlm UU
3) Wewenang administratif Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Pasar Modal
- Memberikan peringatan tertulis, denda, pembatasan atau
pembekuan kegiatan usaha, Emiten
- Pencabutan izin usaha, pembatalan persetujuan dan Perusahaan yang (akan ) melakukan emisi saham ] harus
pembatalan pendaftaran kepada pihak yang melanggar memberikan prospektus kepada calon investor mengenai
undang-undang dan/atau peraturan pelaksanaannya yang segala fakta materiil yang dapat mempengaruhi pilihan
telah memperoleh izin, persetujuan atau pendaftaran dari calon investor tersebut.Setiap prospektus yang dikeluarkan
BAPEPAM. Psl. 102, UUPM No. 8 Th 1995 oleh emiten dilarang :
PERDAGANGAN SAHAM (a) Memuat keterangan yang tidak benar tentang fakta
materiil
Prinsip, hak kewajiban pelaku, serta peran perdagangan (b) Tidak memuat keterangan yang benar tentang fakta
saham materiil yang diperlukan
Perdagangan saham adalah sebagai salah satu sumber
pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi Agar prospektus tidak memberikan gambaran yang
masyarakat.Pedoman dasar : Undang-Undang Nomor 8 menyesatkan
Tahun 1995 yang mengatur mengenaiKewajiban untuk
memenuhi setiap prinsip keterbukaan, pertimbangan dalam Pasal 90-98 Undang-Undang Pasar Modal).
berintervensi, konsekuensi dan tanggung jawab atas Fakta materiil yg diperoleh oleh masyarakat investor secara
kerugian, serta ancaman pidana benar dari Emiten
- Memposisikan calon investor pada posisi yg adil
Bursa efek - Setiap para pemain bursa mempunyai hak yang sama dlm
Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan memutuskan untuk menjual atau membeli saham
menyediakan sistem dan/atau sarana untuk perusahaan tertentu
mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak
lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara Posisi berimbang tsb secara tidak langsung dapat
mereka (Pasal 7 ay at (1) Undang-Undang Pasar Modal). mengontrol pasar dari Praktik penipuan, manipulasi pasar,

2131
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

insider trading, yg hanya menguntungkan pihak tertentu Direksinya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman di
saja bidang pertambangan, sudah memiliki cadangan terbukti /
yang setaraYang bidang usahanya memerlukan izin
Dilema keterbukaan pengelolaan harus memiliki izin tersebut minimal untuk 15
Prinsip keterbukaan disini adalah menjaga keseimbangan tahun;
antara kepentingan perusahaan dan rahasia perusahaan
Anak perusahaan dan/atau induk perusahaan dari emiten
1) Hukum harus memproteksi kepentingan2 tertentu dari yang sudah listing dimana calon emiten memberikan
pihak yang diwajibkan membuka informasi tersebut, kontribusi pendapatan konsolidasi, tidak diperkenankan
2) Hukum terus mengejar dgn merinci detailnya tentang hal- tercatat di bursaPersyaratan pencatatan awal yang
hal apa saja yang harus di-disclose oleh pihak-pihak berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada laporan
penyandang kewajiban disclosure. keuangan audit terakhir sebelum pengajuan permohonan
pencatatanKemudian , perdagangan saham ini dilakukan
Full and Fair disclosure dengan melalui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan
Keselarasan di antara dua kepentingan yang kontradiktif sesuai dengan ketentuan dari BAPEPAM
tersebut, tercerrnin dalam prinsip yuridis yang menyatakan
bahwa suatu disclosure di pasar modal, tidaklah semata- a. Pemesanan ,Perdagangan saham perdana
mata full, tetapi juga haruslah fair, seperti yang tersimpul Apabila pernyataan pendaftaran telah dinyatakan efektif
dalamIstilah full and fair disclosure mempunyai karakteristik oleh BAPEPAM dengan rentang harga saham telah
yuridis sebagai berikut : ditentukan, maka perdagangan saham dapat mulai
a. Prinsip ketinggian derajat akurasi informasi. dilakukanPerdagangan saham perdana ini dilakukan melalui
b. Prinsip ketinggian derajat kelengkapan informasi. BANK yg telah ditunjuk, dan BANK tersebut dapat menunjuk
c. Prinsip keseimbangan antara efek negatif kepada emiten bank lain sebagai Bank – DistribusiBANK KUSTODIAN
di satu pihak, dan di pihak lain efek positif kepada publik , ataupun settlement membuka loket penjualan di berbagai
dalam hal dibukanya informasi tersebut tempat selama beberapa hari yang ditentukan
Informasi positif dan negatif Calon INVESTOR ke loket-penjualan
a. Informasi positif : misalnya perusahaan tersebut - Membaca prospektus sbg bhn pertimbangan
memperoleh laba yang luar biasa, maka harga sahamnya - Mengisi FPPS (Formulir Pemesanan Pembelian Saham)
akan naik, - Membayar saham yg dipesan, dgn harga maksimum
b. Informasi Negatif : misalnya perusahaan tersebut labanya ditetapkan.
terus menurun bahkan rugi maka harga sahamnya akan
turun
b. Penjatahan
Informasi tentang perubahan kepemilikan saham Setelah masa pemesanan berakhir maka FPPS diserahkan ke
Terbukanya kepemilikan saham suatu perusahaan underwriter dan biro administrasi efek, bila pemesanan
menimbulkan beberapa perubahan yang harus dilakukan melebihi dari jumlah saham yg ditawarkan maka maka maka
oleh pihak emiten, sehingga emiten tidak dapat dengan dilakukan penjatahan
semaunya sendiri mengelola perusahaan.Selain persoalan 1) Fixed allotment ( penjatahan pasti ) , diberikan kepada
manajemen dan visi, emiten diharuskan memberitahukan pemesan berupa pemodal institusional seperti lembaga-
perkembangannya kepada : lembaga keuangan, dana pensiun, dan Iain-lain.
- Pemegang saham 2) Pooling atau penjatahan dengan undian, dilakukan kpd
- Investor pemodal retail, dapat dilaksanakan berdasarkan banyaknya
- BAPEPAM. (Sbg.pihak pengawas bursa efek ) formulir yg dimasukkan dan dapat pula dengan banyaknya
pesanan yg diajukan.
Perdagangan dan Pencatatan Saham
Prosedure / tata urut penjualan sahamEMITEN( Perusahaan c. Claw Back dan Green Shoe Option
yang akan melakukan emisi ) Melakukan pernyataan Perusahaan yg melakukan penawaran umum di dalam dan
pendaftaran ke BAPEPAM untuk menjual / menawarkan di luar negeri, perlu merencanakan struktur penawaran dgn
efek ke masyarakat . BAPEPAM melakukan penelitian terkait mendapatkan informasi dan mempertimbangkan animo
kondisi perusahaan dengan kriteria tertentu .Emiten dapat pasar ;Hal ini akan mempengaruhi sukses atau tidaknya
mencatatkan saham dengan syarat : penawaran umum yang dilaksanakan.Dalam
- Pernyataan pendaftaran telah dinyatakan efektif; pelaksanaannya mungkin saja terdapat penyimpangan-
- Tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan penyimpangan dengan posisi jumlah saham yang
dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan; ditawarkan tidak sesuai ( kurang ) dibandingkan dengan
- Bidang usaha tidak dilarang secara langsung maupun tidak permintaan.
langsung oleh peraturan perundang-undangan yang
berlaku; Contoh :Suatu perusahaan akan menawarkan sebanyak 35%
dari jumlah saham ( = 35.000 saham ) dengan struktur:
Khusus pabrikan tidak dalam masalah pencemaran - 25.000 untuk di luar negeri dan
lingkungan yang dibuktikan dengan sertifikat AMDAL, kalau - 10.000 untuk di dalamnegeri.
industri keuangan harus memiliki sertifikat ecolabelling. - Dalam permulaan penawaran untuk menjaga perimbangan
Untuk bidang pertambangan harus mempunyai izin antara penawaran dan permintaan,
pengelolaan yang masih berlaku minimal 15 tahun, minimal - Underwriter dapat menetapkan untuk memulai dengan
1 kontrak karya/ kuasa penambangan / surat izin jumlah
penambangan daerah,Minimal salah satu anggota

2132
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- 7,500 di dalam negeri, bila pemesanan ternyata melonjak obligasi, tanda bukti utang, unit penyetoran kontrak
maka ditambah dengan 2,500 lagi. investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap
- Apabila pemesanan masih berlebih dapat ditambah 10.000 derivatif dari efek.
lagi, dengan mengambil bagian yang diperuntukkan di luar
negeri. Derivatif dari efek. ( Penjelasan atas UU No 8 / 1995 )
- Pengambilan kembali porsi luar negeri ini dinamakan claw adalah Turunan dari efek, baik efek yg bersifat utang
back maupun yang bersifat ekuitas, seperti Opsi dan
- Dengan pengambilan ini maka porsi luar negeri akan Warant.Opsi, adalah hak suatu pihak untuk membeli atau
berkurang menjadi 15, 000, namun bila permintaan luar rnenjual kepada pihak lain atas sejumlah efek Pada harga
negeri juga melebihi 15,000, maka perusahaan diberi dan dlm waktu tertentu.
kesempatan untuk menambah sebanyak 10.000,sehingga Warant, adalah efek yang diterbitkan oleh suatu
porsi luar negeri menjadi 25,000 kembali. penambahan perusahaan yg memberi hak kepada pemegang efek untuk
demikian dinamakan green shoe option memesan saham dari perusahaan tersebut, Pada harga
tertentu setelah 6 (enam) bulan atau lebih sejak efek
d. Pembagian Sertifikat Saham atau Sertifikat Kolektif tersebut diterbitkan
Saham
Setelah proses penjatahan selesai, Investor / pemodal Jenis-Jenis Efek
mendapat Sertifikat Saham dalam bentuk Sertifikat Kolektif SAHAM opnaam & aan tonder
Saham, 1 lembar SKS mewakili 1 Lot Saham = 500 lembar Sebagai bukti kepemilikan terhadap suatu
perusahaan.Saham atas nama (opnaam) , dikeluarkan atas
e. Refund nama pemiliknya saham ini dapat diperalihkan haknya
Krn perdagangan saham melalui pemesanan , dan telah walau belum sepenuhnya dilunasi harganya.Saham atas
dibayar dgn harga tertinggi, maka kondisi akhir dapat unjuk / atas pembawa(aan tonder), nama pemiliknya tidak
sbb:Bila Harga saham lebih rendah dari pembayaran yg tlh ditulis di dalam surat saham hanya mengesahkan
dilakukan atau atau atau atau Bila Jumlah saham lebih pemegangnya sebagai pemilik.
sedikit dari pembayaran pesanan yg tlh dilakukan, maka
kelebihan pembayaran dikembalikan ke investor ( refund) Posisi kepemilikan saham dari investor
Apabila suatu perusahaan mempunyai 100 lembar saham
f. Pencatatan di Bursa Efek Perdagangan Perdana di Pasar dan seseorang memiliki 1 lembar di antaranya, maka orang
Sekunder tersebut memiliki 1/100 dari perusahaan tersebut.Apabila
Dengan pencatatan di bursa ini saham perusahaan secara perusahaan mempunyai 1.000.000 saham yang
resmi dapat diperdagangkan di bursa hal merupakan / ditempatkan (share outstanding) dan seseorang memiliki
diistilahkan sbg perdagangan / Pasar PerdanaSebenarnya 1.000 lembar, maka orang tersebut adalah pemilik dari
pasar yang terjadi adalah Pasar Sekunder, karena pasar 1.000 : 1.000.000 atau 1/100 dari perusahaan
Perdana nya , ketika penjualan dilakukan di loket-loket tersebut.Persentase kepemilikan seseorang terhadap
penjualan yg telah dibahas sebelumnya.Pada perdagangan perusahaan sewaktu-waktu dapat berubah, karena
perdana ini, terjadi penawaran dan permintaan saham perubahan jumlah saham yang dimiliki oleh Perusahaan
berdasrkan animo pasarBdskan kuat / lemahnya penawar ( tersebut.
peminat ) -harga saham – meningkat atau anjlok, kondisi
tersebut akan terjadi terus selama beberapa waktu, Jenis saham (stock) : common stock & prefered stock
merupakan kewajiban bagi penjamin emisi untuk Saham biasa (common stock)Adalah saham yang mewakili
melakukan stabilisasi harga yang ideal atas saham tsb jumlah kepemilikan dalam suatu perusahaan. Ciri-ciri
Common stock sebagai berikut.
g. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 1) Pemiliknya mempunyai tanggung jawab yang terbatas
IHSG digunakan sebagai indikator atas kegiatan pasar senilai jumlah saham yang dimilikinya., para pemegang
modal, bila indeks ini cenderung naik berarti kegiatan pasar saham tidak akan dituntut sampai kepada harta pribadinya.
modal meningkat, bila sebaliknya, berarti bahwa kegiatan 2) Mempunyai hak suara pada rapat umum para pemegang
pasar modal menurun. Indeks ini tidak berhubungan dgn saham. dengan istilah one share one vote. Dalam mereka
harga saham perusahaan tertentu. memilih dewan direksi dan komisaris untuk mewakili.
3) Adanya hak menuntut bila terjadi kebangkrutan
h. Price Earning Ratio (PER) perusahaan. pembayaran atas sahamnya setelah semua
PER adalah perbandingan antara Harga Suatu Saham dgn kewajiban perusahaan terhadap pihak lain dipenuhi. Hal ini
(perkiraan ) laba bersih yang didapat dari saham tersebut adalah wajar, karena sebagai pemilik, para pemegang
dalam setahun saham ini paling belakangan dibayarkan haknya.
4) Hak atas pembagian dividen. ditetapkan dalam RUPS .
Sebagai contoh : Harga saham per lembar Rp. 2.000 ,- Laba Dari jumlah laba bersih, setelah disisihkan untuk cadangan
bersih per lembar saham dlm periode 12 bulan adalah dan dana-dana lainnya, sisanya dibagikan dalam bentuk
Rp.200 ,- PER = 2.000 : 200 atau 10 : 1, Sehingga disebutkan dividen. sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.
PER saham = 10 kali.
Saham preferen (prefered stock).
TINJAUAN UMUM TENTANG EFEK Prefered stock adalah saham yang memiliki ciri mirip
obligasi.Pemegang saham mendpt pembayaran yg tetap
Pengertian Efek setiap tahun. biasanya pembayaran ini dilakukan setiap
Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 kuartal .Misal : dijanjikan : Rp.50.000 / tahun - dibayar
tentang Pasar ModalEFEK = surat berharga :yaitu surat Rp.12.500 / Kwartal) . Beda dgn obligasi bahwa pemegang
pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, saham preferen ini tetap merupakan pemilik perusahaan (

2133
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

bukan kreditur )Bila terjadi kepailitan, maka pemegang diwajibkan mendaftar ke BAPEPAM dan mengeluarkan
obligasi didahulukan pemenuhan haknya daripada prospektus, meskipun penawaran ini disebut dengan
pemegang saham preferen ini. penawaran terbatas.Right atau hak memesan efek terlebih
dahulu ini, dapat pula di-perdagangkan di bursa efek.
Analisis saham
Bagi para pelaku di bursa efek , baik pihak investor , Perusahaan Efek
ataupun pemilik perusahaan, selalu akan melakukan analisis Perusahaan Broker (Pialang). adalah Perusahaan yg bidang
“pergerakan “ saham usahanya membuat, memperdagangkan, dan membeli efek
Dalam perkembangannya , menjadiPerusahaan Efek,
1) Saham mana yang akan mengalami kenaikan / penurunan Bidang usahanya adalah :
harga; - Penjaminan emisi efek,
2) Berapa besar kenaikan / penurunan tersebut; - Perantara pedagang efek, dan
3) Berapa lama kenaikan / penurunan tersebut bertahan. - Sebagai manajer investasi
OBLIGASI Pasal 1 angka 21 UU Nomor 8 /1995
Sifat dari surat obligasi adalah merupakan surat pengakuan Perusahaan Efek yang besar biasanya mempunyai bagian-
utang sepihak Termasuk jenis surat kesanggupan membayar bagian sbb
sbgm dimaksudkan Psl 1878 (1) KUH Perdata.Obligasi
adalah surat berharga yang dijual oleh suatu perusahaan a. Bagian modal ventura,
kepada individu / perusahaan.Pembeli obligasi ini disebut Bagian yg khusus mencarikan modal bagi perusahaan-
kreditur, bukan pemilik perusahaan.Surat obligasi ini perusahaan kecil :
memberi hak pada pemegangnya untuk menagih bunga - Untuk memulai usahanya,
kepada perseroan, meskipun dalam keadaan rugi sekalipun - Mengembangkan produk baru atau
- Pemasaran dan percobaan produk baru.
Penerbitan obligasi ini merupakan cara mendapat modal
yang sangat efisien dari pasar modal Bidang ini memang sangat berisiko tinggi, karena
1) Perusahaan dapat menambah modalnya tanpa delution perusahaan yang baru memerlukan waktu dan tenaga serta
2) Bunga pinjaman lebih rendah dari bunga bank modal yang cukup untuk membangun usahanya.
3) Bunga yang tetap untuk jangka panjang.
4) Pinjaman langsung diterima perusahaan dari pemodal b. Bagian pendanaan perusahaan
tanpa melalui prosedure bank - Bertanggung jawab atas pendanaan perusahaan yang lebih
besar dan lebih mapan
SEKURITAS KREDIT - Memberi advis bagi perusahaan-perusahaan bagaimana
Surat bukti pengakuan utang perusahaan thdp meraih modal yang diperlukan untuk perkembangan
pemegangnya yang berjangka pendek, biasanya tiga tahun. usahanya
Jarang dikeluarkan .Di Indonesia belum ada perusahaan Biasanya dilakukan dengan menerbitkan dan menjual efek
yang menerbitkannya dalam bentuk obligasi atau saham
WARRANT c. Bagian sindikasi penjaminan,
Hak untuk membeli saham dgn harga yg telah ditentukan Bertugas mengkoordinasikan penjaminan dari suatu
terlebih dahulu tanpa memperhitungkan berapa harga perusahaan yang merencanakan akan menerbitkan efeknya.
saham di pasar modal.Pada saat warrant dikeluarkan Menjalin hubungan dengan para pemodal, baik individu
harganya sedikit lebih tinggi dari harga pasar saham pada maupun lembaga.
waktu itu.Para pemodal yang membeli warrant tidak
langsung mendapat keuntungan ketika membeli warrant d. Bagian-bagian lain
tersebut.Kecuali apabila harga saham di pasar modal lebih Di samping bagian-bagian tersebut, terdapat bagian-bagian
tinggi, maka pemegang warrant akan langsung mendapat yang mempunyai fungsi seperti :
keuntungan,Agar harga warrant ini meningkat, harga saham - Bagian perdagangan saham dan
di pasar haruslah terlebih dahulu naik.Perusahaan - Bagian manajemen portofolio,
mengeluarkan warrant ini bertujuan untuk meningkat-kan Sesuai dengan besar kecilnya perusahaan efek tersebut.
harga saham bagi pemegangnya
Penjaminan Emisi Efek
RIGHT (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) Apabila suatu perusahaan menjual efeknya kepada
Right adalah surat berhargaBerupa hak utk membeli saham masyarakat umum, misal : berupa saham biasa (common
dengan perbandingan dan harga yang telah ditentukan pada stock), di Pasar Perdana . Maka ini berarti perusahaan
waktu right di emisi.Emisi right ini disebut dengan isti lah tersebut menjual sebagian kepemilikannyaPosisi pemilik
right issue.. Misalnya suatu perusahaan yang sahamnya saham = pemilik sebagian perusahaan
telah tercatat di bursa efek mengadakan right issue dengan - Menanggung sebagian risiko perusahaan
mengemisi right, yang mencantumkan :Setiap 3 (tiga) - Nilai kepemilikannya dpt berubah setiap waktu = harga
saham yang terdaftar dalam daftar pemegang saham, saham yg beredar di pasar modal.
mempunyai hak untuk membeli 2 (dua) lembar saham baru.
Harga pembelian saham baru tsb di bawah harga yg Penjualan saham oleh pemilik saham ( pada umumnya )
dicatatkan di bursa efek. - Pemodal tidak dapat menjual kembali saham tersebut
kepada perusahaan
Jangka waktu untuk pembelian saham tersebut dibatasi dua - Tetap dapat menjualnya kepada pemodal lain = penjualan
mingguUntuk mengemisi right ini, perusahaan juga ini disebut pasar sekunder.

2134
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Setidaknya harus memiliki keahlian


Berapa pun harga saham tersebut terjual pada pasar a. Pengalaman dalam pemasaran, hal ini diperlukan dalam
sekunder, perusahaan tidak mendapat apa pun dari menyusun struktur penawaran dan membentuk sindikasi
penjualan saham tersebut,Segala keuntungan ataupun dengan para penjamin emisi dan para broker (agen
kerugian ada sepenuhnya pada pemegang saham yang penjualan) untuk mendukung penawaran efek perusahaan
membeli atau menjual setelah proses pendaftaran;
b. Mempunyai pengetahuan yang luas tentang kondisi pasar
Peran Underwriter ( perusahaan penjaminan ) dan berbagai tipe investor (pemodal);
Penjualan saham pertama kali disebut pasar perdana c. Berpengalaman dalam penetapan harga penawaran efek,
(primary market), untuk itu perusahaan memerlukan dengan demikiandapat membuat perusahaan menjadi
perusahaan penjaminan (underwriter). . Dua fungsi penting kelihatan menarik dan juga menghasilkan keuntungan yang
dari underwriter : cukup bagi investor
- Melakukan penilaian atas kondisi perusahaan dan d. mempunyai kemampuan untuk membantu perusahaan
- Menetapkan harga penjualan saham. dalam penawaran efek selanjutnya
e. memiliki bagian riset dan pengembangan dengan ruang
Ini dapat memakan waktu yg cukup lama bagi underwriter lingkup kerjanya untuk menganalisis perusahaan kliennya,
dan manajemen perusahaan, dan-juga memerlukan biaya pesaing, pasar dan juga perekonomian secara mikro dan
yg sangat besar.Beberapa faktor yang selalu terdapat dlm makro.
proses penilaian :
a. Underwriter hrs selalu memperhatikan kondisi pasar Diperlukan kerja sama yg baik antara Manager Perusahaan
modal setiap saat sewaktu proses persiapan penawaran & Under writerPerusahaan harus
umum perdana berlangsung. a. Mempunyai kepercayaan dan keyakinan terhadap
b. Harga saham final haruslah merupakan pencerminan dari underwriter-
hasil road show, ( suatu periode di mana perusahaan dan b. Bersedia untuk menyediakan segala informasi yang
underwriter menggelar bisnisnyadengan memberikan dibutuhkan untuk keberhasilan penawaran umum perdana.
keterangan / penjelasan kepada calon investor-investor
potensial ) Meskipun perusahaan telah membentuk tim yang terdiri
dari para konsultan dengan keterampilan dan kemampuan
Apakah memang diperlukan jasa UNDERWRITER untuk memberikan advis dalam prosespenawaran umum
Pada dasarnya tanpa bantuan mereka juga bisaAkan tetapi perdana, namun sebenarnya underwriter-\ah yang
karena prosesnya rumit maka diperlukan pengetahuan yg menetapkan segalanya
sangat spesifik. Dengan demikian suatu Perusahaan tidak
mungkin memasuki pasar modal tanpa bantuan underwriter Kualifikasi Manajemen Perusahaan
Pengetahuan dan kemampuan dari underwriter merupakan 5. Membentuk tim yang terdiri dari para
jaminan bagi perusahaan penawaran sahamnya akan konsultan denganketerampilan dan kemampuan
ditangani dengan baik, Perusahaan akan mendapatkan untuk memberikan advis dalam proses penawaran
dukungan yg sangat bermanfaat sebelum maupun setelah umum perdana
pelaksanaan penawaran umum perdana. 6. Menguasai benar-benar proses penawaran umum
7. Memahami cara memilih underwriter yang tepat
Underwriter Perusahaan ( managing underwriter = bagi perusahaan.
penjamin pelaksana ) 8. Menguasai dasar-dasar perjanjian penjaminan emisi
dengan underwriter meskipun untuk penawaran
Managing Underwriter membentukTim persiapan umum di Indonesia draft perjanjian penjaminan
penawaran , untuk menangani: emisi efek ini disusun oleh Notaris,
- Pernyataan pendaftaran dgn segala dokumen 9. Menguasai masalah penilaian (appraising) dan
kelengkapannya, penetapan harga (valuation)efek yg ditawarkan.
- Mengkoordinir road show, Akan tetapi sebenarnya underwriter yg menetapkan
- Menentukan risiko-risiko penjaminan, segalanya
Sindikasi Penjamin Emisi ( bila penawaran perusahaan efek SCRIPLESS TRADING
cukup besar) . Sindikasi tersebut akan terdiri dari kumpulan Pengertian Scripless Trading
perusahaan efek, yang secara bersama menanggung risiko Scrip = surat saham sementara, Less = tanpa. Trading =
penjaminan emisi, perdagangan.Perdagangan tanpa surat saham (
Perdagangan tanpa warkat efek / warkat saham
Kelompok-kelompok Penjualan akan berusaha menarik Pelaksanaannya :Perdagangan tanpa wakat adalah sistem
minat dari kliennya baik yang berupa pemodal individu perdagangan yang memiliki mekanisme penyelesaian dan
maupun lembaga-lembaga, dan menjual efek apabila penyimpanan saham secara elektronikSalah satu tujuannya
pernyataan pendaftaran telah dinyatakan efektif. adalah agar dapat menciptakan efisiensi, akurasi dan
keamanan dalam melakukan transaksi.
Tugas “ Underwriter
Underwriter juga akan memberi dukungan yang diperlukan Dasar Hukum Scripless Trading
pasca penawaran perdana, seperti stabilisasi harga efek bila Pasal 55 ayat (I) UUPM no.8 Th 1995 :Penyelesaian transaksi
ternyata setelah penawaran perdana terjadi gejolak harga bursa dapat dilaksanakan dengan penyelesaian pembukuan,
di bursa efek. penyelesaian fisik atau cara lain yang ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah.
Kualifikasi Underwriter

2135
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Penjelasan UmumPasal 55 ayat (I) UUPM no.8 Th 1995 mempunyai kekuatan hukum."Pasal 164 HIR (Herziene
Bahwa yg dimaksud "penyelesaian pembukuan" (book entry Inlands Reglement) menentukan bahwaMacam-macam alat
settlement) adalah adalah adalah adalah adalahPemenuhan bukti adalah:
hak dan kewajiban akibat adanya transaksi bursa, a. bukti tertulis,
dilaksanakan dgn mengurangkan efek dari rekening efek yg b. bukti saksi,
satu dan menambahkan efek tsb pada rekening efek yg lain c. persangkaan,
pada custodian yg dalam hal ini dapat dilakukan secara d. pengakuan, dan
elektronik . e. sumpah.
Bahwa yg dimaksud “Peralihan hak atas efek ”Terjadi pada Bukti pemilikan dari Pemegang efek tanpa warkat, berupa
saat penyerahan efek atau pada waktu efek tersebut surat tertulis yang ditandatangani (jadi tidak cukup hanya
dikurangkan dari rekening efek yg satu dan ditambahkan printing computer tanpa tanda tangan) walaupun hanya
pada rekening efek yg lain dalam bentuk konf irmasi dari pihak yang berwenang,
namun dapat menjadi alat bukti yang sah atas keabsahan
Bahwa yg dimaksud "Penyelesaian fisik " , Penyelesaian kepemilikan efek tanpa warkat tersebut.Karena bukti surat
transaksi bursa yg dilakukan langsung oleh setiap perantara tersebut diterbitkan oleh yang berwenang di pasar modal
pedagang efek yg melakukan transaksi berdasarkan serah sesuai dengan aturan yang berlaku,Dengan demikian alat
terima fisik dari warkat ybs bukti tersebut sudah memenuhi persyaratan akta autentik,
sebagaimana yang dimaksudkan oleh Pasal 165 HIR
Berdasarkan Penjelasan Umum Pasal 55 ayat (1) tersebut (meskipun yang dipegang oleh pemilik / pemegangnya
dapat disimpulkan :Karena perdagangan saham dapat bukanlah fisik sahamnya).
dilakukan secara elektronik, maka dapat dilaksanakan
secara scripless trading artinya dapat dilakukan tanpa Scripless Trading Ditinjau dari Segi Hukum Dagang
warkat saham. Apabila dikaitkan dengan KUHD efek yang diperdagangkan
merupakan suatu surat berharga.Akan tetapi untuk efek
Scripless Trading Ditinjau dari Segi Hukum Perdata ekuitas (SAHAM) tidak lagi berlaku KUH Dagang, karena
Scripless Trading , perbuatan hukum di bidang keperdataan sudah berlaku ketentuan sendiri, yaitu diatur dalam UU
( tinjauan tentang asas hukum benda ) No.40 Th 2007 tentang Perseroan Terbatas.Adapun jenis
- Buku ke-II asas-asas Hukum Benda KUH Perdata (BW). surat-surat berharga yang diatur di dalam KUH Dagang,
- Buku ke-III asas-asas Hukum Perikatan KUH Perdata (BW). yang tetap berlaku adalah : wesel, cek, surat sanggup,
kuitansi dan promes atas tunjuk, Obligasi konversi,
Hak-milik hanya dapat dialihkan apabila dilakukan sesuai commercial paper, ( yang mempunyai ciri-ciri dari surat
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Psl. sanggup menurut versi KUH Dagang) . Sepanjang tidak
60 (1) UU No : 40 Th.2007 tentang Perseroan Terbatas j.o diatur secara khusus dalam UUPM No.8 Th1995, secara
Psl. 511 KUH Perdata : yuridis formal tetap dianggap berlaku.
Terhadap benda bergerak (seperti saham) peralihan haknya Scripless Trading Ditinjau dari Segi Hukum Pasar Modal
(levering) dilakukan dgn penyerahan nyata dari benda tsb Dalam pengaturan Psl 55 UUPM no.8 /1995 tersebut
(Psl 612 KUH Perdata).Peralihan hak atas surat-surat memberikan kemungkinan penyelesaian transaksi bursa
berharga obligasi, commercial paper, dan seba-gainya) yang mengakomodasi pelaksanaan scripless trading dgn
dilakukan dengan jalan membuat suatu akta autentik. jalan penyelesaian pembukuan (book entry settlement)
sebagai suatu alternatif penyelesaian transaksi, di samping
Asas KONSENSUAL model penyelesaian-penyelesaian lainnya, seperti:
Pada prinsip-nya jual beli sudah dianggap sah bila ada kata
sepakat, persyaratan formal lainnya hanyalah bersifat a. penyelesaian fisik;
administratif tanpa berpengaruh terhadap keabsahan b. penyelesaian secara langsung pada daftar pemegang efek
perjanjian tsb tanpa melalui rekening efek pada kustodian;
c. penyelesaian secara internasional atau melalui negara
Asas OBLIGATOIR lain;
Apabila sudah ada kata sepakat, perjanjian sudah mengikat d. penyelesaian secara elektronik atau cara lain sesuai
secara obligatoir, akan tetapi hak milik belum berpindah, dengan perkembangan teknologi; dan Iain-lain.
berpindahnya hak milik diperlukan perjanjian riil (
penyerahan / levering) Apabila ditinjau dari sistem penyerahan benda di dalam
KUHPerdata , terjadi titik kesamaan antara levering secara
Konsekuensi faktual (feitelijk levering) dengan levering secara legal
Apabila A menjual ke B, dan B menjual ke C, C menjual ke D (juridische levering)Hal tersebut terjadi pada saat efek
Tetapi hanya sekali penyerahan, yang berarti penyerahan tersebut dikurangkan dari rekening efek yg satu dan
dari A langsung ke D , Apakah bukti kepemilikan yang dapat ditambahkan ke rekening efek yg lain.Dengan demikian final
ditunjukkan oleh pemegang saham atau investor (pembeli) dari levering adalah pada saat sudah masuknya efek ke
bahwa dirinya memiliki sejumlah saham tertentu ??.Hal ini rekening efek untuk pembeli. Saat itulah secara yuridis hak
menjadi masalah krusial berkaitan dengan pembuktian atas kepemilikan saham telah beralih.
kepemilikan di pengadilan bagi pemegang saham tanpa
warkat tersebut. Pentingnya mengetahui saat perpindahan hak
Untuk mendapatkan kepastian tentang perbuatan-
Hukum pembuktian yang berlaku menganut prinsip perbuatan hukum, sbb:
pembuktian yang eksklusif, artinya : “selain dari alat bukti - Sampai kapan saham tersebut dapat disita oleh pengadilan
yang sudah ditentukan, alat bukti yang lain tidak jika pihak penggugat mengajukan sita ke pengadilan.

2136
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

- Kepada siapa diberikan hak-hak yang melekat dengan Efek yg akan diperdagangkan harus disimpan di Pusat
saham, seperti dividen, right, dan Iain-lain. Penyimpanan ( Kustodian Sentral) atau Lembaga
- Siapa yang berhak mengikuti rapat umum pemegang Penyimpanan & Penyelesaian, PT Kustodian Sentral Efek
saham. Indonesia (KSEI) yang dibentuk 23 Des.1998, dan pada bulan
- Sejauh manakah pihak pembeli saham (pihak ketiga) harus Juli 2000, melaksanakan implementasi scripless trading di
dilindungi oleh hukum. Indonesia.
Keberadaan badan-badan yang akan bertugas dalam hal Penitipan kolektif
scripless trading, yaitu : Penitipan atas efek milik bersama oleh lebih dari satu
a) Bursa efek sebagai tempat melakukan transaksi, investor yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian =
b) Lembaga kliring dan penjaminan yang melakukan jasa Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP), d.h.i PT
kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSFI). yang melakukan
c) Lembaga penyimpanan dan penyelesaian yang bertugas pencatatankepemilikan efek Penerimaan termasuk hak-hak
untuk melakukan jasa kustodian sentral dan penyelesaian lain yang melekat pada efek tersebut yang (akan) dibagikan
transaksi. emiten kepada investor .
Lembaga-lembaga tersebut, diakui dan bahkan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
diperkenalkan secara eksplisit oleh UUPM No. 8 Th1995 Psl. Keuntungan lain dlm sistem scripless trading, adanya
6 s.d Psl. 17 jaminan penyelesaian transaksi bursa dari Lembaga Kliring
dan Penjaminan (LKP) oleh P.T Kliring Penjaminan Efek
PELAKSANAAN TRANSAKSI EFEK MELALUI SCRIPLESS Indonesia (KPEI).Dasar : SK Dir PT Bursa Efek Surabaya
TRADING DI PASAR MODAL Nomor: SK.022/HK/SES/VII/2000 Tgl.24 Juli 2000 ttg
Secara garis besar Efek dapat diklasifikasikan ke dalam dua Ketentuan Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Tanpa Warkat,
jenis : Efek ekuitas danEfek hutang. yang antara lain mengatur :
Efek ekuitas (equity securities) 1. Perdagangan efek ekuitas di bursa hanya dapat dilakukan
a. Bersifat penyertaan, oleh anggota bursa efek yg juga menjadi anggota kliring
Pemilik efek tersebut (investor) telah menyatakan KPEI.
menanamkan atau menyertakan sejumlah modalnya ke 2. Anggota bursa efek yg bukan anggota kliring KPEI dapat
dalam perusahaan emiten. melakukanperdagangan tsb, bila :
- Dijamin oleh anggota kliring KPEI.
b. Penyertaan ini bersifat permanen, - Telah mendapatkan persetujuan dari KPEI
Investor tidak dapat menarik kembali dari emiten dan 3. Anggota harus menyerahkan agunan (collateral) yang
emiten pun tidak dapat mengembalikan jumlah penyetoran bentuk dan nilainya setiap saat ditetapkan sesuai dengan
kepada investor. peraturan KPEI
Contoh klasik : Saham dan turunannya (derivatifnya) seperti 4. S-MART tidak akan memproses penawaran jual dan / atau
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau disingkat HMETD permintaan beli yang dimasukkan ke S-MART oleh anggota
(subscription rights).Jika investor memutuskan untuk tidak bursa efek, sebelum disetujui oleh sistem pengendalian
berpartisipasi lagi dalam penyertaannya dan dengan risiko (risk management system) KPEL
demikian keluar sebagai pemodal, maka yang dilakukan 5. Apabila sistem pengendalian risiko (risk management
investor ialah : system) KPEI mengalami kerusakan, maka perdagangan efek
di bursa dihentikan.
a. Menjual saham ke investor lainnya dengan kemungkinan
capital gain, mendapatkan keuntungan atau capital loss Pasar Reguler, Pasar Segera , Pasar Tunai dan Pasar
menderita kerugian karena adanya selisih harga beli dan Negosiasi
jual saham tersebut
b. Menunggu pembubaran atau likuidasi atas emiten, Pasar Reguler,
dengan resiko menerima atau tidak menerima sisa hasil Disediakan bagi anggota bursa efek dan KPEI yang menjual
likuidasi atas emiten tersebut. atau membeli efek yang penyelesaiannya dilakukan pada
Hari Bursa ke -4, setelah terjadinya transaksi bursa (T +4)(T
Uraian di atas merupakan sifat dari efek ekuitas (yang +4)
merupakan penyertaan modal), sehingga selalu ada unsur
menanggung risiko dari pemodal pada waktu mereka Pasar Segera,
memasukkan modalnya kepada emiten. Disediakan bagi anggota bursa dan KPEI yang ingin menjual
atau membeli efek yang penyelesaiannya dilakukan pada
Efek hutang ( debt securities) Hari Bursa berikutnya, setelah terjadinya transaksi bursa (T+
Merupakan piutang investor kepada emiten, ( bukti l).
“pengakuan” hutang yang dikeluarkan oleh emiten kepada
para pemodal. )Adalah janji Emiten untuk membayar Pasar Tunai,
kembali jumlah yang terutang pada waktu tertentu kepada Disediakan bagi anggota bursa efek dan KPEI yang ingin
para pemodal (selaku kreditor) . Contoh : Obligasi yang menjual atau membeli efek yang penyelesaiannya dilakukan
dikeluarkan, baik oleh perusahaan swasta maupun oleh pada Hari Bursa yang sama dengan terjadinya transaksi
badan pemerintah. bursa (T + 0).
PELAKSANAAN SCRIPLESS TRADING Pasar Negosiasi,

2137
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Disediakan bagi anggota bursa efek dan KPEI yang ingin f. Jumlah dana yang telah diserahkan oleh KPEI kepada
menjual atau membeli efek dengan melakukan negosiasi anggota bursa efek jual.
dengan harga dan jumlah tertentu melalui papan tampilan g. Jumlah dana yang wajib dibayarkan kepada KPEI oleh
(advertising).Perdagangan efek di Pasar Reguler, Pasar anggota bursa efek jual yang tidak memenuhi kewajiban
Segera, Pasar Tunai, dan Pasar Negosiasi, dilakukan selama dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam DHK
jam perdagangan setiap Hari Bursa. Netting dan atau DHK per transaksi.
h. Kode efek dan jumlah efek yang ditahan oleh KPEI
Delivery Versus Payment (DVP) atau Received Versus berkaitan dengan kewajiban anggota bursa efek yang tidak
Payment (RVP) dipenuhi.
Penyelesaian transaksi pemindah bukuan antar rekening i. Keterangan mengenai efek atau dana yang ditahan dalam
pada KSEI yang dilakukan secara bersamaan ( Delivery rekening efek jaminan anggota bursa efek tersebut, dengan
Versus Payment = DVP). penjelasanmengenai penjualan efek tersebut oleh KPEI
untuk penyelesaian kewajiban anggota bursa efek.
Pelaksanaan DVP
Anggota bursa efek jual wajib memberikan instruksi DVP Bagi pemegang efek scripless, merupakan suatu kewajaran
kepada KSEI , demikian juga Anggota bursa efek beli wajib apabila selamanya ada pegangan tertulis dari laporan
memberikan instruksi RVP . Instruksi tersebut diberikan transaksi efek melalui scripless trading ini, yang
sebelum pk. 12.00 WIB pada hari yang ditetapkan untuk ditandatangani oleh pihak yang berkompeten (tidak cukup
penyelesaian transaksi tersebut hanya dalam bentuk data elektronik atau printing computer
tanpa ada tanda tangan). Dengan demikian dapat
Price Priority dipergunakan sebagai alat bukti secara sah atas keabsahan
Penawaran beli pada harga yg lebih tinggi, memiliki prioritas kepemilikan efek scripless tersebut.
terhadap penawaran beli pada harga yang lebih
rendah.Penawaran jual pada harga yang lebih rendah, KEJAHATAN DAN PELANGGARAN
memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yg Kejahatan pasar modal adalah kejahatan yang khas
lebih tinggi. dilakukan oleh pelaku pasar modal dalam kegiatan pasar
modal.
Time Priority
Bila penawaran beli atau penawaran jual, diajukan pada Kewenangan Ba pepam :
harga yang sama, S-MART memberikan prioritas kepada - Kasus kejahatan – melakukan penyelidikan, pemeriksaan,
penawaran beli atau jual yang diajukan terlebih dahulu penyidikan sampai meneruskan penuntutan kepada
(time priority).Sebelum transaksi bursa terjadi, anggota kejaksaan;
bursa efek dapat mengubah atau membatalkan penawaran - Kasus pelanggaran – melakukan pemeriksaan,
jual dan/ atau beli yang sudah dimasukkan ke S-MART. penyelidikan sampai pemberian sanksi administratif.
Kesepakatan, agar dapat diproses menjadi transaksi bursa
Selama jam perdagangan pada Hari Bursa yg bersangkutan, KEJAHATAN
Anggota bursa efek jual , memasukkan data kesepakatan , Terjadinya kejahatan dan pelanggaran di pasar modal
dan Anggota bursa efek beli - melakukan konfirmasi melalui diasumsikan berdasarkan beberapa alasan :
S-MART , maka transaksi bursa yg terjadi tsb mulai mengikat - Kesalahan pelaku;
- Kelemahan aparat yang mencakup integritas dan
ALAT BUKTI KEPEMILIKAN EFEK PADA SCRIPLESS TRADING profesionalisme;
Anggota bursa efek beli (pembeli efek/saham) - Kelemahan peraturan.
mendapatkan
1) Data sementara sebagai alat bukti, melalui facsimile (by Jenis-jenis Tindak Pidana UUPM :
facs), sesaat setelah terjadinya transaksi efek - Penipuan;
2) Data aslinya akan disampaikan pada Hari Bursa - Manipulasi pasar;
berikutnya - Perdagangan orang dalam.
Data yang disediakan KPEI a. Penipuan
1) Data elektronik paling lambat pada pukul 19.30 WIB, Melakukan penipuan – ps. 90 huruf C UUPMPenipuan
pada setiap Hari Bursa untuk dapat diakses oleh anggota (spesitik) – terbatas dalam kegiatan perdagangan efek yang
bursa efek dan meliputi kegiatan penawaran, pembelian, dan atau
2) Dalam bentuk tercetak disediakan paling lambat pukul penjualan efek yang terjadi dalam rangka penawaran
09.00 WIB pada Hari Bursa berikutnya. umum, atau terjadi di bursa efek maupun di luar bursa efek
atas efek emiten atau perusahaan publik.
Materi Informasi Data yang disediakan KPEI
Laporan penyelesaian kewajiban tersebut, sekurang- b. Manipulasi Pasar
kurangnya memuat informasi mengenai hal-hal berikut. Definisi – pasal 91, 92, dan 93. Beberapa pola manipulasi
a. Nama anggota bursa efek. pasar adalah :
b. Tanggal laporan penyelesaian kewajiban. 1. Menyebarluaskan info palsu mengenaai emiten dengan
c. Kode efek dan jumlah efek yang telah diserahkan oleh tujuan untuk mempengaruhi harga efek perusahaan yang di
anggota bursa efek jual kepada KPEI. maksud dibursa efek;
d. Kode efek dan jumlah efek yang telah diserahkan oleh 2. Menyebarluaskan info yang menyesatkan atau info yang
anggota bursa efek beli kepada KPEI. tidak lengkap.
e. Jumlah dana yang telah diserahkan oleh anggota bursa
efek beli kepada KPEI.

2138
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Transaksi yang dapat menimbulkan gambaran semu antara Pembuktian kasus insider trading cenderung sulit, karena
lain :Transaksi efek yang tidak mengakibatkan perubahan punya modus yang canggih dan kompleks, maka Bapepam
kepemilikan atau penawaran jual atau beli efek pada harga selalu dituntut untuk mampu menuntaskan perkara
tertentu di mana pihak tersebut juga telah bersekongkol perdagangan orang dalam secara meyakinkan.
dengan pihak lain yang melakukan penawaran beli atau jual
efek yang sama pada harga yang kurang lebih sama.
Kegiatan yang dapat digolongkan manipulasi pasar : PERTEMUAN 12

1. Marking the close, Merekayasa harga pemerintahan atau DISTRIBUSI BARANG DAN PERIZINAN USAHA
penawaran efek pada saat atau mendekati saat penutupan
perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau
harga pembukaan yang lebih tinggi pada hari perdagangan
berikutnya.
PERTEMUAN 13
2. Painting the tape, Kegiatan perdagangan antara rekening
efek satu dengan rekening efek lain yang masih berada
dalam penguasaan satu pihak atau mempunyai keterkaitan HUKUM PERSAINGAN USAHA
sedemikian rupa sehingga tercipta perdagangan semu.
Mirip marking the close, namun dapat dilakukan tiap saat
3. Pembentukan harga berkaitan dengan merger, Pengertian Hukum Persaingan Usaha
konsolidasi atau akuisisi ps dapat memanfaatkan ketentuan Hukum persaingan usaha merupakan hukum yang mengatur
Psl. S5 UUPT untuk kepentingan pribadi melalui panipulasi segalasesuatu yang berkaitan dengan persaingan usaha.
pasar. Menurut Arie Siswanto, hukumpersaingan usaha
(competition law) adalah instrumen hukum yang
4. Cornering the market – membeli efek dalam jumlah besar menentukantentang bagaimana persaingan itu harus
sehingga dapat menguasai pasar. dilakukan. Menurut Hermansyah hukumpersaingan usaha
adalah seperangkat aturan hukum yang mengatur mengenai
5. Pools – penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh segala aspek yang berkaitan dengan persaingan usaha, yang
sekelompok investor dimana dana tersebut dikelola oleh mencakup segala aspek yang berkaitan dengan persaingan
broker atau seseorang yang memahami kondisi usaha, yang mencakup hal-halyang boleh dilakukan dan hal-
pasar.Manajer dari pools tersebut membeli saham suatu hal yang dilarang dilakukan oleh pelaku usaha.
perusahaan dan menjualnya kepada anggota kelompok
investor tersebut untuk mendorong frekuensi jual beli efek Sedangkan kebijakan persaingan (competition policy)
sehingga dapat meningkatkan harga efek tersebut. merupakan kebijakan yangberkaitan dengan masalah-
6. Wash Sales – order beli dan order jual antara anggota masalah di bidang persaingan usaha yang harusdipedomani
asosiasi dilakukan pada saat yang sama dimana tidak terjadi oleh pelaku usaha dalam menjalankan usahanya dan
perubahan kepemilikan manfaat atas efek. melindungikepentingan konsumen. Tujuan kebijakan
persaingan adalah untuk menjaminterlaksananya pasar
7. Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading) – Secara yang optimal, khususnya biaya produksi terendah, harga
teknis dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : dantingkat keuntungan yang wajar, kemajuan teknologi,
- Pihak yang mengemban kepercayaan secara langsung dan pengembangan produk.
maupun tidak langsung dari emiten atau perusahaan publik
(pihak yang berada dalam fiduciary position), dan Pentingnya Hukum Persaingan Usaha
- Pihak yang menerima informasi orang dalam dari pihak Sebuah persaingan membutuhkan adanya aturan main,
pertama (fiduciary position atau dikenal dengan Tippees) karena terkadangtidak selamanya mekanisme pasar dapat
berkerja dengan baik (adanya informasiyang asimetris dan
Terjadinya perdagangan dengan menggunakan info orang monopoli). Dalam pasar, biasanya ada usaha-usaha dari
dalam dapat dideteksi antara lain : pelakuusaha untuk menghindari atau menghilangkan
- Ada atau tidaknya orang dalam yang melakukan transaksi terjadinya persaingan di antaramereka. Berkurangnya atau
atas efek perusahaan dimana yang bersangkutanmenjadi hilangnya persaingan memungkinkan pelaku
orang dalam; usahamemperoleh laba yang jauh lebih besar. Di Indonesia,
- Adanya peningkatan harga dan volume perdagangan efek pengaturan persainganusaha baru terwujud pada tahun
sebelum diumumkannya info material kepada publik dan 1999 saat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999tentang
terjadinya peningkatan atau penurunan harga dan volume Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak
perdagangan yang tidak wajar. Sehat disahkan.Kelahiran Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1999 tersebut ditunjang pula dengantuntutan masyarakat
Perdagangan orang dalam (Insider trading) mengandung akan reformasi total dalam tatanan kehidupan berbangsa
beberapa unsur : danbernegara, termasuk penghapusan kegiatan monopoli di
- adanya perdagangan efek segala sektor.
- dilakukan oleh orang-orang dalam perusahaan
- adanya inside information Adapunfalsafah yang melatarbelakangi kelahiran undang-
- info itu belum diungkap dan terbuka untuk umum undang tersebut ada tiga hal,yaitu:
- perdagangan tersebut dimotifasi oleh info itu
- tujuan untuk mendapatkan keuntungan

2139
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

1. Bahwa pembangunan bidang ekonomi harus diarahkan praktik yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun
kepada terwujudnyakesejahteraan rakyat berdasarkan 1999.
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
2. Bahwa demokrasi dalam bidang ekonomi menghendaki Sistematika dan Isi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999
adanya kesempatan yangsama bagi setiap warga negara Hal-hal yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun
untuk berpartisipasi dalam proses produksidan pemasaran 1999 dapatdikelompokkan ke dalam 11 Bab dan dituangkan
barang dan/atau jasa, dalam iklim usaha yang sehat, efektif, ke dalam 53 Pasal dan 26 Bagian,yang cakupan materi dan
dan efisien, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sistematikanya sebagai berikut.
ekonomi danbekerjanya ekonomi pasar yang wajar;
3. Bahwa setiap orang yang berusaha di Indonesia harus NO BAB ISI PASAL JUMLAH
berada dalam situasipersaingan yang sehat dan wajar, 1 I Ketentuan dan umum 1 1 pasal
sehingga tidak menimbulkan adanyapemusatan kekuatan 2 II Asas dan tujuan 2-3 2 pasal
ekonomi pada pelaku usaha tertentu, dengan tidakterlepas 3 III Perjanjian yang dilarang 4-16 13 pasal
dari kesepakatan yang telah dilaksanakan oleh Negara 4 IV Kegiatan yang dilarang 17-24 8 pasal
RepublikIndonesia terhadap perjanjian-perjanjian 5 V Posisi dominan 25-29 5 pasal
internasional. 6 VI Komisi pengawas 30-37 8 pasal
persaingan usaha
Oleh karena itu, perlu disusun undang-undang tentang 7 VII Tata cara penangan 38-46 9 pasal
larangan praktikmonopoli dan persaingan usaha tidak sehat persaingan usaha
yang dimaksudkan untuk menegakkanaturan hukum dan 8 VIII sanksi 47-49 3 pasal
memberikan perlindungan yang sama bagi setiap pelaku 9 IX Ketentuan lain 50-51 2 pasal
usahadi dalam upaya untuk meneiptakan persaingan usaha
yang sehat. Undang-undangini memberikan jaminan 10 X Ketentuan peralihan 52 1 pasal
kepastian hukum untuk lebih mendorong 11 XI Ketentuan penutup 53 1 pasal
percepatanpembangunan ekonomi dalam upaya jumlah 53 53 pasal
meningkatkan kesejahteraan umum, sertasebagai
implementasi dari semangat dan jiwa Undang-Undang Di samping itu, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999
Dasar 1945. Dengandemikian kelahiran Undang-Undang diperlengkapi puladengan:
Nomor 5 Tahun 1999 dimaksudkan untukmemberikan 1. Penjelasan Umum; dan
jaminan kepastian hukum dan perlindungan yang sama 2. Penjelasan Pasal Demi Pasal.
kepada setiappelaku usaha dalam berusaha, dengan cara
mencegah timbulnya praktik-praktikmonopoli dan/atau Dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 5 Tahun
persaingan usaha yang tidak sehat lainnya dengan 1999dinyatakan bahwa secara umum, materi Undang-
harapandapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, di Undang Nomor 5 Tahun 1999mengandung 6 bagian
mana setiap pelaku usaha dapatbersaing secara wajar dan pengaturan yang terdiri atas:
sehat. 1. Perjanjian yang Dilarang;
2. Kegiatan yang Dilarang;
Adapun beberapa tujuan diadakannya Undang-Undang 3. Posisi Dominan;
Nomor 5 Tahun 1999 antara lain: 4. Komisi Pengawas Persaingan Usaha;
1. Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi 5. Penegakan Hukum;
ekonomi nasionalsebagai salah satu upaya meningkatkan 6. Ketentuan Lain-lain
kesejahteraan rakyat.
2. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui Perjanjian, Kegiatan dan Posisi Dominan yang Dilarang
pengaturan persaingan usahayang sehat. Dalam HukumPersaingan Usaha Di Indonesia
3. Mencegah praktik monopoli dan/atau persaingan usaha
tidak sehat yangditimbulkan oleh pelaku usaha. 1. Jenis-Jenis Perjanjian yang Dilarang
4. Berusaha menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999
kegiatan usaha. mengartikan"perjanjian" adalah suatu perbuatan satu atau
lebih pelaku usaha untukmengikatkan diri terhadap satu
Dampak positif lain dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun atau lebih pelaku usaha lain dengan namaapapun, baik
1999 adalahterciptanya pasar yang tidak terdistorsi, tertulis maupun tidak tertulis. Adapun jenis-jenis perjanjian
sehingga menciptakan peluang usahayang semakin besar yang dilarang oleh Undang-Undang Antimonopoli diatur
bagi para pelaku usaha. Keadaan ini akan memaksa para dalam pasal 4 sampaidengan pasal 16 sebagai berikut:
pelakuusaha untuk lebih inovatif dalam menciptakan dan a. Oligopoli (pasal 4);
memasarkan produk (barang danjasa) mereka. Jika hal ini b. Penetapan harga (pasal 5);
tidak dilakukan, para konsumen akan beralih kepadaproduk c. Diskriminasi harga dan diskon (pasal 6 sampai dengan
yang lebih baik dan kompetitif. Ini berarti bahwa, secara pasal 8);
tidak langsungUndang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 akan d. Pembagian wilayah (pasal 9);
memberikan keuntungan bagikonsumen dalam bentuk e. Pemboikotan (pasal 10);
produk yang lebih berkualitas, harga yang bersaing, f. Kartel (pasal 11);
danpelayanan yang lebih baik. Namun perlu diingat bahwa g. Trust (pasal 12);
Undang-Undang Nomor 5Tahun 1999 bukan merupakan h. Oligopsoni (pasal 13);
ancaman bagi perusahaan-perusahaan besar yangtelah i. Integrasi vertikal (pasal14);
berdiri sebelum undang-undang ini diundangkan, selama j. Perjanjian tertutup (pasal 15); dan
perusahaanperusahaantersebut tidak melakukan praktik- k. Perjanjian dengan luar negeri (pasal 16).
2. Jenis-Jenis Kegiatan yang Dilarang

2140
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Kegiatan adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh satu mempunyai wewenang eksekutorial terkait kasus-kasus
atau lebihpelaku usaha yang berkaitan dengan proses dalam persainganusaha.
menjalankan kegiatanusahanya. Adapun jenis-jenis kegiatan
yang dilarang menurut Undang-UndangAntimonopoli a) Tugas KPPU
adalah sebagai berikut: Tugas Komisi Pengawas Persaingan Usaha telah diatur
a. monopoli (Pasal 17); secara rinci dalamPasal 35 Undang-Undang Nomor 5 Tahun
b. monopsoni (Pasal 18); 1999, yang kemudian diulangi dalamPasal 4 Keputusan
c. penguasaan pasar (Pasal 19); Presiden Nomor 75 Tahun 1999. Komisi Pengawas
d. dumping (Pasal 20); PersainganUsaha ditugaskan melakukan penilaian terhadap
e. manipulasi biaya produksi (Pasal 21); dan perjanjian yang dapatmengakibatkan terjadinya praktik
f. persekongkolan (Pasal 22). monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat,seperti
perjanjian-perjanjian oligopoli, penerapan harga,
3. Posisi Dominan pembagian wilayah,pemboikotan, kartel, trust, oligopsoni,
Pengertian posisi dominan dikemukakan Pasal 1 angka 4 integrasi vertikal, perjanjian tertutup, dan
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang menyatakan perjanjian dengan pihak luar negeri;
bahwa posisi dominan adalahkeadaan di mana pelaku usaha
tidak mempunyai pesaing yang berarti dipasar KPPU juga bertugas untuk melakukan penilaian terhadap
bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang kegiataan usahadan/atau tindakan pelaku usaha yang dapat
dikuasai, ataupelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di mengakibatkan terjadinya praktikmonopoli dan/atau
antara pesaingnya di pasarbersangkutan dalam kaitan persaingan usaha tidak sehat, dan melakukan
dengan kemampuan keuangan, kemampuanakses pada penilaianterhadap ada atau tidaknya penyalahgunaan posisi
pasokan atau penjualan, serta kemampuan untuk dominan yang dapatmengakibatkan terjadinya praktik
menyesuaikanpasokan atau permintaan barang atau jasa monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat,yang
tertentu.Lebih lanjut, dalam Pasal 25 ayat (2) Undang- disebabkan penguasaan pasar yang berlebihan, jabatan
Undang Nomor 5 Tahun1999 dinyatakan bahwa suatu rangkap, pemilikansaham dan penggabungan, peleburan
pelaku usaha atau sekelompok pelaku usahadianggap dan pengambilalihan badan usaha atausaham.
memiliki "posisi dominan" apabila:
Dalam hal terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang
a. satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha Nomor 5 Tahun1999, di mana pelaku usaha atau
menguasai 50% (limapuluh persen) atau lebih pangsa pasar sekelompok pelaku usaha telah membuatperjanjian yang
atau jenis barang atau jasa tertentu; dilarang atau melakukan kegiatan yang terlarang
b. dua atau tiga pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha ataumenyalahgunakan posisi dominan, Komisi Pengawas
menguasai 75%(tujuh puluh lima persen) atau lebih pangsa Persaingan Usaha berwenangmenjatuhkan sanksi berupa
pasar satu jenis barang ataujasa tertentu. tindakan administratif dengan memerintahkanpembatalan
atau penghentian perjanjian-perjanjian dan kegiatan-
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 kegiatan usahayang dilarang, serta penyalahgunaan posisi
dapatdiketahui bahwa posisi dominan yang dilarang dalam dominan yang dilakukan pelaku usahaatau sekelompok
dunia usaha karena dapatmenimbulkan praktik monopoli pelaku usaha tersebut. Tugas lain dari Komisi
dan persaingan usaha tidak sehat dapatdibedakan menjadi PengawasPersaingan Usaha yang tidak kalah penting adalah
4 macam yakni: memberikan saran danpertimbangan terhadap kebijakan
Pemerintah yang berkaitan dengan praktikmonopoli
a. kegiatan posisi dominan yang bersifat umum (Pasal 25); dan/atau persaingan usaha tidak sehat dan menyusun
b. jabatan rangkap atau kepengurusan terafiliasi (Pasal 26); pedoman dan/ataupublikasi atau sosialisasi yang berkaitan
c. kepemilikan saham mayoritas atau terafiliasi (Pasal 27); dengan praktik monopoli dan/ataupersaingan usaha tidak
d. penggabungan, peleburan, dan pengambil-alihan sehat.
perusahaan (Pasal 28 danPasal 29).
b) Wewenang KPPU
Penegakan Hukum Persaingan Usaha Oleh Komisi Sesuai dengan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 5 Tahun
Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) 1999, secaralengkap kewenangan yang dimiliki Komisi
Di Indonesia, esensi keberadaan Undang-Undang No. 5 Pengawas Persaingan Usaha meliputikegiatan-kegiatan
Tahun 1999 pastimemerlukan pengawasan dalam rangka sebagai berikut:
implementasinya. Berlakunya UU No. 5 Tahun 1999 tentang
Larangan Praktik Monopoli dan PersainganUsaha Tidak a. menerima laporan dari masyarakat dan/atau pelaku
Sehat sebagai landasan kebijakan persaingan (competitive usaha tentang dugaanterjadinya praktik monopoli dan/atau
policy)diikuti dengan berdirinya Komisi Pengawas persaingan usaha tidak sehat;
Persaingan Usaha (KPPU) gunamemastikan dan melakukan b. melakukan penelitian tentang dugaan adanya kegiatan
pengawasan terhadap dipatuhinya ketentuan usaha dan/atau tindakanpelaku usaha yang dapat
dalamUndang-Undang Antimonopoli tersebut. mengakibatkan terjadinya praktik monopoli
dan/ataupersaingan usaha tidak sehat;
KPPU adalah sebuah lembaga yang bersifat independen, c. melakukan penyelidikan dan/atau pemeriksaan terhadap
dimana dalammenangani, memutuskan atau melakukan kasus dugaan praktikmonopoli dan/atau persaingan usaha
penyelidikan suatu perkara tidak dapatdipengaruhi oleh tidak sehat yang dilaporkan olehmasyarakat atau oleh
pihak manapun, baik pemerintah maupun pihak lain yang pelaku usaha atau yang ditemukan oleh Komisi sebagaihasil
memilikiconflict of interest, walaupun dalam pelaksanaan dari penelitiannya;
wewenang dan tugasnyabertanggung jawab kepada
presiden. KPPU juga merupakan lembaga quasijudicial yang

2141
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

d. menyimpulkan hasil penyelidikan dan/atau pemeriksaan Persaingan Usaha denganketerangan yang lengkap dan jelas
tentang ada atau tidakadanya praktik monopoli dan/atau tentang telah terjadinya pelanggaran sertakerugian yang
persaingan usaha tidak sehat; ditimbulkan, dengan rnenyertakan identitas pelapor.
e. memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan
pelanggaran terhadapketentuan undang-undang ini; Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan
f. memanggil dan menghadirkan saksi, saksi ahli, dan setiap penyelidikan,pemeriksaan, dan/atau penelitian terhadap
orang yang dianggapmengetahui pelanggaran terhadap kasus dugaan praktik monopolidan/atau persaingan usaha
ketentuan undang-undang ini; bisa berasal dari laporan atau pengaduan pihak-pihakyang
g. meminta bantuan penyidik untuk menghadirkan pelaku dirugikan atau pelaku usaha; bahkan dari masyarakat atau
usaha, saksi, saksi ahli,atau setiap orang sebagaimana setiap orang yangrnengetahui bahwa telah terjadi atau
dimaksud huruf e dan f pasal ini, yang tidakbersedia patut diduga telah terjadi pelanggaranUndang-Undang
memenuhi panggilan Komisi; Nomor 5 Tahun 1999. Hal ini bisa disampaikan kepada
h. meminta keterangan dari instansi pemerintah dalam KomisiPengawas Persaingan Usaha atau berasal dari
kaitannya denganpenyelidikan dan/atau pemeriksaan prakarsa Komisi PengawasPersaingan Usaha. Sebagai
terhadap pelaku usaha yang melanggarketentuan undang- jaminan atas diri pelapor, Pasal 38 ayat (2)UndangUndang
undang ini; Nomor 5 Tahun 1999 mewajibkan Komisi Pengawas
i. mendapatkan, meneliti dan/atau menilai surat, dokumen, PersainganUsaha untuk merahasiakan identitas pelapor,
atau alat bukti lain guna terutama pelapor yang bukan pelakuusaha yang dirugikan.
penyelidikan dan/atau pemeriksaan;
j. memutuskan dan menerapkan ada atau tidak adanya Mengenai tata cara penanganan perkara atas dugaan
kerugian di pihak pelakuusaha lain atau masyarakat; pelanggaranUndang-Undang No. 5 Tahun 1999 terdiri dari 7
k. memberitahukan putusan Komisi kepada pelaku usaha tahapan, antara lain:
yang diduga melakukanpraktik monopoli dan/atau 1. Penelitian dan klarifikasi laporan, yang mencakup:
persaingan usaha tidak sehat; penyampaian laporan,kegiatan penelitian dan klarifikasi,
l. menjatuhkan sanksi berupa tindakan administratif kepada hasil penelitian dan klarifikasi, dan jangkawaktu penelitian
pelaku usaha yangmelanggar ketentuan undang-undang ini. dan klarifikasi.
2. Pemberkasan, yang mencakup: pemberkasan, kegiatan
c) Fungsi KPPU pemberkasan, hasilpemberkasan, dan jangka waktu
Selain tugas dan wewenang yang telah diuraikan di atas, pemberkasan.
KPPU jugamemiliki fungsisebagaimana ditetapkan dalam 3. Gelar laporan, yang mencakup: rapat gelar laporan, hasil
Pasal 5 Keputusan PresidenRepublik Indonesia No. 75 Tahun gelar laporan, danjangka waktu gelar laporan.
1999 tentang Komisi Pengawas PersainganUsaha. Fungsi 4. Pemeriksaaan pendahuluan, yang mencakup: tim
tersebut antara lain sebagai berikut: pemeriksa pendahuluan,kegiatan pemeriksaan
1) Penilaian terhadap perjanjian, kegiatan usaha, dan pendahuluan, hasil pemeriksaan pendahuluan, jangkawaktu
penyalahgunaan posisidominan. pemeriksaan pendahuluan, dan perubahan perilaku.
2) Pengambilan tindakan sebagai pelaksanaan kewenangan. 5. Pemeriksaan lanjutan tim pemeriksa lanjutan, kegiatan
3) Pelaksanaan administratif. pemeriksaan lanjutan,hasil pemeriksaan lanjutan, dan
jangka waktu pemeriksaan lanjutan.
Tata Cara Penanganan Perkara Penegakan Hukum 6. Sidang majelis komisi, yang mencakup: majelis komisi,
Persaingan sidang majelis komisi,dan putusan komisi.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 lebih lanjut mengatur 7. Pelaksanaan putusan, yang mencakup: penyampaian
tata carapenanganan perkara penegakan hukum persaingan petikan putusan,monitoring pelaksanaan putusan.
usaha pada Pasal 38 sampaidengan Pasal 46. Dalam
menangani perkara penegakan hukum persaingan
usaha,Komisi Pengawas Persaingan Usaha dapat PERTEMUAN 14
melakukannya secara proaktif ataudapat menerima
pengaduan atau laporan dari masyarakat. Pasal 40 Undang- HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA
Undang Nomor 5 Tahun 1999 menyatakan bahwa Komisi
Pengawas PersainganUsaha dapat melakukan pemeriksaan
terhadap pelaku usaha apabila ada dugaanterjadi
pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 ini Sengketa Bisnis
walaupun tidak adalaporan, yang pemeriksaannya Pengertian sengketa bisnis menurut Maxwell J. Fulton “a
dilaksanakan sesuai tata cara sebagaimana diaturdalam commercial disputes isone which arises during the course of
Pasal 39. the exchange or transaction process is central tomarket
economy”. Dalam kamus bahasa Indonesia sengketa adalah
Sebelumnya, dalam Pasal 38 Undang-Undang Nomor 5 pertentangan ataukonflik. Konflik berarti adanya oposisi,
Tahun 1999dinyatakan bahwa setiap orang yang atau pertentangan antara kelompok atauorganisasi
mengetahui bahwa telah terjadi atau patutdiduga telah terhadap satu objek permasalahan.
terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5
Tahun 1999ini dapat melaporkannya secara tertulis kepada Menurut Winardi, Pertentangan atau konflik yang terjadi
Komisi Pengawas PersainganUsaha dengan keterangan yang antara individu –individu atau kelompok – kelompok yang
jelas tentang telah terjadinya pelanggaran, mempunyai hubungan atau kepentingan yangsama atas
denganmenyertakan identitas pelapor. Demikian pula pihak suatu objek kepemilikan, yang menimbulkan akibat hukum
yang dirugikan sebagai akibatterjadinya pelanggaran antara satudngan yang lain.Menurut Ali Achmad, sengketa
terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 ini adalah pertentangan antara dua pihak atau lebihyang
dapatmelaporkan secara tertulis kepada Komisi Pengawas berawal dari persepsi yang berbeda tentang suatu

2142
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

kepemilikan atau hak milikyang dapat menimbulkan akibat b. Negosiasi : sebuah interaksi sosial saat pihak-pihak yang
hukum antara keduanya.Dari pendapat diatas dapat di terlibatberusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang
simpulkan bahwa Sengketa adalah perilakupertentangan berbeda danbertentangan untuk mendapatkan solusi dari
antara kedua orang atua lembaga atau lebih yang yang dipertentangkan.
menimbulkan suatuakibat hukum dan karenanya dapat
diberikan sanksi hukum bagi salah satu diantarakeduanya. c. Mediasi : Negosiasi dengan bantuan pihak ketiga. Dalam
mediasi yangmemainkan peran utama adalah pihak-pihak
Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan kompleks yang bertikai. Pihakketiga (mediator) berperan sebagai
melahirkan berbagai macambentuk kerja sama bisnis. pendamping,pemangkin danpenasihat.
mengingat kegiatan bisnis yang semakin meningkat,
makatidak mungkin dihindari terjadinya sengketa diantara d. Konsiliasi : Usaha untuk mempertemukan keinginan pihak
para pihak yang terlibat. Sengketamuncul dikarenakan yangberselisih untuk mencapai persetujuan dan
berbagai alasan dan masalah yang melatar belakanginya, menyelesaikan perselisihantersebut.
terutama
karena adanya conflict of interest diantara para pihak. e. Konsultasi
Sengketa yang timbul diantarapara pihak yang terlibat
dalam berbagai macam kegiatan bisnis atau f. Penilaian Ahli
perdagangandinamakan sengketa bisnis. Secara rinci
sengketa bisnis. Secara rinci sengketa bisnisdapat berupa Penyelesaian Melalui proses Litigasi
sengketa sebagai berikut :
1. Pengadilan umum
1. Sengketa perniagaan Pengadilan Negeri berwenang memeriksa sengketa bisnis,
2. Sengketa perbankan mempunyai karakteristik :
3. Sengketa Keuangan
4. Sengketa Penanaman Modal 1) Prosesnya sangat formal
5. Sengketa Perindustrian 2) Keputusan dibuat oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh
6. Sengketa HKI negara (hakim)
7. Sengketa Konsumen 3) Para pihak tidak terlibat dalam pembuatan keputusan
8. Sengketa Kontrak 4) Sifat keputusan memaksa dan mengikat (Coercive and
9. Sengketa pekerjaan binding)
10. Sengketa perburuhan 5) Orientasi ke pada fakta hukum (mencari pihak yang
11. Sengketa perusahaan bersalah)
12. Sengketa hak 6) Persidangan bersifat terbuka
13. Sengketa property
14. Sengketa Pembangunan konstruksi 2. Pengadilan niaga
Pengadilan Niaga adalah pengadilan khusus yang berada di
Cara penyelesaian Sengketa Bisnis lingkungan pengadilanumum yang mempunyai kompetensi
untuk memeriksa dan memutuskan PermohonanPernyataan
1. Dari sudut pandang pembuat keputusan Pailit dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)
a) Adjudikatif : mekanisme penyelesaian yang ditandai dansengketa HAKI. Pengadilan Niaga mempunyai
dimana kewenangan pengambilankeputusan pengambilan karakteristik sebagai berikut :
dilakukan oleh pihak ketiga dalam sengketa diantara para
pihak. 1) Prosesnya sangat formal
b) Konsensual/Kompromi : cara penyelesaian sengketa 2) Keputusan dibuat oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh
secara kooperatif/kompromiuntuk mencapai penyelesaian negara (hakim)
yang bersifat win-win solution. 3) Para pihak tidak terlibat dalam pembuatan keputusan
c) Quasi Adjudikatif : merupakan kombinasi antara unsur 4) Sifat keputusan memaksa dan mengikat (coercive and
konsensual dan adjudikatif. binding)
5) Orientasi pada fakta hukum (mencari pihak yang salah)
2. Dari sudut pandang prosesnya 6) Proses persidangan bersifat terbuka
1. Litigasi : merupakan mekanisme penyelesaian sengketa 7) Waktu singkat.
melalui jalur pengadilan denganmenggunakan pendekatan
hukum. Lembaga penyelesaiannya : Selain itu banyak cara menyelesaikan suatu pertikaian
diantaranya yaitudengan Arbitrase, Negosiasi, Mediasi, dan
1. Pengadilan Umum Konsiliasi. Ketiga cara penyelesaian inibisa digunakan agar
2. Pengadilan Niaga pertikaian dapat segera teratasi.bermula dari penyelesaian
2. non Litigasi : merupakan mekanisme penyelesaian denganmembicarakan baik – baik diantara kedua pihak yang
sengketa diluar pengadilan dan tidakmenggunakan bertikai, berlanjut bila pertikaiantidak dapat diselesaikan
pendekatan hukum formal. Lembaga penyelesaiannya diantara mereka maka dibutuhkan pihak ketiga yaitu
melaluimekanisme : sebagaimediasi, selanjutnya jika tidak dapat melalui mediasi
maka dibutuhkan pihak yangtegas untuk menyelesaikan
a. Arbitrase : merupakan cara penyelesaian sengketa permasalahan yang ada. Jika tidak dapat diselesaikan
perdata diluarperadilan umum yang didasrkan pada jugamaka membutuhkan badan hukum seperti pengadilan
perjanjian yang dibuat secaratertulis oleh para pihak yang untuk menyelesaikan masalahtersebut, cara ini bisa disebut
bersengketa (pasal 1 angka 1 UU No.30Tahun 1999) dengan Ligitasi. Secara keseluruhan cara – cara

2143
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

tersebutdapat digunakan sehingga pertikaian dapat karena itutidak dapat dilakukan perlawanan dalam bentuk
terselesaikan. upaya hukum apapun.
Penyelesaian Non Litigasi Putusan Arbitrase bersifat mandiri, final dan mengikat
(seperti putusan yangtelah mempunyai kekuatan hukum
1. Arbitrase tetap) sehingga ketua pengadilan tidakdiperkenankan
Pengertian Arbitrase : memeriksa alasan atau pertimbangan dari putusan arbitrase
Istilah arbitrase berasal dari kata “Arbitrare” (bahasa Latin) nasionaltersebut.
yang berarti“kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu
perkara menurut kebijaksanaan”. Pengaturan Mengenai Arbitrase
Menurut Pasal 1 angka 1 Undang Undang Nomor 30 tahun
1) Asas kesepakatan, artinya kesepakatan para pihak untuk 1999 Arbitrase adalahcara penyelesaian suatu sengketa
menunjuk seorang ataubeberapa oramg arbiter. perdata di luar pengadilan umum yang didasarkanpada
2) Asas musyawarah, yaitu setiap perselisihan diupayakan Perjanjian Arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para
untuk diselesaikan secaramusyawarah, baik antara arbiter pihak yangbersengketa. Pada dasarnya arbitrase dapat
dengan para pihak maupun antara arbiter itu sendiri; berwujud dalam 2 (dua) bentuk, yaitu:
3) Asas limitatif, artinya adanya pembatasan dalam
penyelesaian perselisihan melaluiarbirase, yaiu terbatas a) Klausula arbitrase yang tercantum dalam suatu perjanjian
pada perselisihan-perselisihan di bidang perdagangan dan tertulis yang dibuat parapihak sebelum timbul sengketa
hak-hakyang dikuasai sepenuhnya oleh para pihak; (Factum de compromitendo);
4) Asa final and binding, yaitu suatu putusan arbitrase b) Suatu perjanjian Arbitrase tersendiri yang dibuat para
bersifat puutusan akhir danmengikat yang tidak dapat pihak setelah timbul sengketa(Akta Kompromis).
dilanjutkan dengan upaya hukum lain, seperi banding atau
kasasi. Asas ini pada prinsipnya sudah disepakati oleh para Sebelum undang-undang Arbitrase berlaku, ketentuan
pihak dalam klausa atauperjanjian arbitrase. mengenai arbitrase diaturdalamasal 615 s/d 651 Reglemen
Acara Perdata (Rv). Selain itu, padapenjelasanpasal 3
Sehubungan dengan asas-asas tersebut, tujuan arbitrase itu ayat(1) Undang-Undang No.14 Tahun 1970 tentangPokok-
sendiri adalah untukmenyelesaikan perselisihan dalam PokokKekuasaan Kehakiman menyebutkan
bidang perdagangan dan hak dikuasai sepenuhnyaoleh para bahwapenyelesaian perkara di luarPengadilan atas dasar
pihak, dengan mengeluarkan suatu putusan yang cepat dan perdamaian atau melalui wasit(arbitrase) tetap
adil,Tanpaadanya formalitas atau prosedur yang berbelit- diperbolehkan.Dalam dunia bisnis,banya pertimbangan
belit yang dapat yang menghambatpenyelisihan yang melandasi para pelaku bisnisuntuk memilih arbitrase
perselisihan.Selain itu Pengertian arbitrase juga termuat sebagai upaya penyelesaian perselisihan yang akan atau
dalam pasal 1 angka 8 UndangUndang Arbitrase dan yangdihadapi.Namun demikian,kadangkala pertimbangan
Alternatif penyelesaian sengketa Nomor 30 tahun 1999: mereka berbeda,baik ditinjaudari segi teoritis maupun segi
empiris atau kenyataan dilapangan.
“Lembaga Arbitrase adalah badan yang dipilih oleh para
pihak yang bersengketa untukmemberikan putusan Sejarah Arbitrase
mengenai sengketa tertentu, lembaga tersebut juga dapat Keberadaan arbitrase sebagai salah satu alternatif
memberikan pendapat yang mengikat mengenai suatu penyelesaian sengketamakalahadedidiikirawansebenarnya
hubungan hukum tertentu dalamhal belum timbul sudah lama dikenal meskipun jarangdipergunakan.
sengketa.” Arbitrase diperkenalkan di Indonesia bersamaan dengan
dipakainyaReglement op de Rechtsvordering (RV) dan Het
Dalam Pasal 5 Undang-undang No.30 tahun 1999 Herziene Indonesisch Reglement(HIR) ataupun
disebutkan bahwa: ”Sengketayang dapat diselesaikan Rechtsreglement Buiten Govesten (RBg), karena semula
melalui arbitrase hanyalah sengketa di bidang Arbitraseini diatur dalam pasal 615 s/d 651 reglement of de
perdagangandan hak yang menurut hukum rechtvordering. Ketentuanketentuantersebut sekarang ini
makalahadedidiikirawandan peraturan sudah tidak laku lagi dengan diundangkannya
perundangundangandikuasai sepenuhnya oleh pihak yang UndangUndang Nomor 30 tahun 1999. Dalam Undang
bersengketa.”Dengan demikian arbitrase tidak dapat Undang nomor 14 tahun 1970(tentang Pokok Pokok
diterapkan untuk masalah-masalah dalamlingkup hukum Kekuasaan Kehakiman) keberadaan arbitrase dapat
keluarga. Arbitase hanya dapat diterapkan untuk masalah- dilihatdalam penjelasan pasal 3 ayat 1 yang antara lain
masalahperniagaan. Bagi pengusaha, arbitrase merupakan menyebutkan bahwa penyelesaianperkara di luar
pilihan yang paling menarik gunamenyelesaikan sengketa pengadilan atas dasar perdamaian atau melalui
sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.Dalam arbitrasetetapmakalahadedidiikirawan diperbolehkan, akan
banyak perjanjian perdata, klausula arbitase banyak tetapi putusan arbiter hanyamempunyai kekuatan
digunakan sebagaipilihan penyelesaian sengketa. Pendapat eksekutorial setelah memperoleh izin atau perintah
hukum yang diberikan lembaga arbitrasebersifat mengikat untukdieksekusi dari Pengadilan.
(binding) oleh karena pendapat yang diberikan
tersebutmakalahadedidiikirawanakan menjadi bagian yang Objek Arbitrase
tidak terpisahkan dari perjanjianpokok (yang dimintakan Objek perjanjian arbitrase (sengketa yang akan diselesaikan
pendapatnya pada lembaga arbitrase tersebut). di luar pengadilanmelalui lembaga arbitrase dan atau
Setiappendapat yang berlawanan terhadap pendapat lembaga alternatif penyelesaian sengketa lainnya)menurut
hukum yang diberikan tersebut berartipelanggaran Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 30 tahun 1999 (“UU
terhadap perjanjian (breach of contract - wanprestasi). Oleh Arbitrase”)hanyalah sengketa di bidang perdagangan dan
mengenai hakmenurut hukum dan peraturan perundang-

2144
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

undangandikuasai sepenuhnya oleh pihak yang arbitrase dibandingkan dengan pranata peradilan.
bersengketa.Adapun kegiatan dalam bidang perdagangan Keunggulan itu adalah :
itu antara lain: perniagaan, perbankan,keuangan,
penanaman modal, industri dan hak milik intelektual. a) kerahasiaan sengketa para pihak terjamin ;
Sementara itu Pasal 5(2) UU Arbitrase memberikan b) keterlambatan yang diakibatkan karena hal prosedural
perumusan negatif bahwa sengketa-sengketayang dianggap dan administratif dapatdihindari ;
tidak dapat diselesaikan melaluiarbitrase adalah sengketa c) para pihak dapat memilih arbiter yang berpengalaman,
yang menurut peraturan perundang-undangan tidak memilikilatar belakang yang cukup mengenai masalah yang
dapatdiadakan perdamaian sebagaimana diatur dalam KUH disengketakan, serta jujur dan adil ;
Perdata Buku III babkedelapan belas Pasal 1851 s/d 1854. d) para pihak dapat menentukan pilihan hukum untuk
penyelesaian masalahnya ;
Jenis-jenis Arbitrase e) para pihak dapat memilih tempat penyelenggaraan
Arbitrase dapat berupa arbitrase sementara (ad-hoc) arbitrase ;
maupun arbitrase melaluibadan permanen (institusi). f) putusan arbitrase merupakan putusan yang mengikat
Arbitrase Ad-hoc dilaksanakan berdasarkan aturan- para pihak melalui prosedursederhana ataupun dapat
aturanyang sengaja dibentuk untuk tujuan arbitrase, langsung dilaksanakan.
misalnya UU No.30 Tahun 1999 tentangArbitrase dan
Alternatif Penyelesaian Sengketa atau UNCITRAL Arbitarion Disamping keunggulan arbitrase seperti tersebut diatas,
Rules.Pada umumnya arbitrase ad-hoc direntukan arbitrase juga memilikikelemahan arbitrase. Dari praktek
berdasarkan perjanjian yang menyebutkanpenunjukan yang berjalan di Indonesia, kelemahan arbitraseadalah
majelis arbitrase serta prosedur pelaksanaan yang masih sulitnya upaya eksekusi dari suatu putusan arbitrase,
disepakati oleh parapihak. Penggunaan arbitrase Ad-hoc padahal pengaturanuntuk eksekusi putusan arbitrase
perlu disebutkan dalam sebuah klausul arbitrase.Arbitrase nasional maupun internasional sudah cukup jelas.
institusi adalah suatu lembaga permanen yang dikelola oleh
berbagai badanarbitrase berdasarkan aturan-aturan yang 2. Negosiasi
mereka tentukan sendiri. Saat ini dikenalberbagai aturan Pengertian Negosiasi :
arbitrase yang dikeluarkan oleh badan-badan arbitrase - Proses yang melibatkan upaya seseorang untuk mengubah
seperti BadanArbitrase Nasional Indonesia (BANI), atau (atau tak mengubah) sikapdan perilaku orang lain.
yang internasional seperti The Rules ofArbitration dari The - Proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut
International Chamber of Commerce (ICC) di Paris, kepentingan timbal balik daripihak-pihak tertentu dengan
TheArbitration Rules dari The International Centre for sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang
Settlement of Investment berbeda satu dengan yang lain.
Disputes (ICSID) di Washington. Badan-badan tersebut - Negosiasi adalah suatu bentuk pertemuan antara dua
mempunyai peraturan dansistem arbitrase sendiri- pihak: pihak kita dan pihal lawandimana kedua belah pihak
sendiri.BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) memberi bersama-sama mencari hasil yang baik, demi kepentingan
standar klausul arbitrasesebagai berikut: kedua pihak.
"Semua sengketa yang timbul dari perjanjian ini, akan Pola Perilaku dalam Negosiasi:
diselesaikan dan diputus olehBadan Arbitrase Nasional - Moving against (pushing): menjelaskan, menghakimi,
Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan menantang, tak menyetujui,
prosedurarbitrase BANI,yang keputusannya mengikat kedua menunjukkan kelemahan pihak lain.
belah pihak yangbersengketa,sebagai keputusan dalam - Moving with (pulling): memperhatikan, mengajukan
tingkat pertama dan terakhir". gagasan, menyetujui,membangkitkan motivasi,
mengembangkan interaksi.
Standar klausul arbitrase UNCITRAL (United Nation - Moving away (with drawing): menghindari konfrontasi,
Comission ofInternationalTrade Law) adalah sebagai menarik kembali isipembicaraan, berdiam diri, tak
berikut: menanggapi pertanyaan.
- Not moving (letting be): mengamati, memperhatikan,
"Setiap sengketa, pertentangan atau tuntutan yang terjadi memusatkan perhatian pada“here and now”, mengikuti
atau sehubungan denganperjanjian ini, atau wan prestasi, arus, fleksibel, beradaptasi dengan situasi.
pengakhiran atau sah tidaknya perjanjian akandiselesaikan
melalui arbitrase sesuai dengan aturan-aturan UNCITRAL.” Ketrampilan Negosiasi:
1) Mampu melakukan empati dan mengambil kejadian
Menurut Priyatna Abdurrasyid, Ketua BANI, yang diperiksa seperti pihak lainmengamatinya.
pertama kali adalahklausul arbitrase. Artinya ada atau 2) Mampu menunjukkan faedah dari usulan pihak lain
tidaknya, sah atau tidaknya klausul arbitrase, sehingga pihak-pihakyang terlibat dalam negosiasi bersedia
akanmenentukan apakah suatu sengketa akan diselesaikan mengubah pendiriannya.
lewat jalur arbitrase. Priyatnamenjelaskan bahwa bisa saja 3) Mampu mengatasi stres dan menyesuaikan diri dengan
klausul atau perjanjian arbitrase dibuat setelah situasi yang tak pastidan tuntutan di luar perhitungan.
sengketatimbul. 4) Mampu mengungkapkan gagasan sedemikian rupa
sehingga pihak lainakan memahami sepenuhnya gagasan
Keunggulan dan Kelemahan Arbitrase yang diajukan.
Keunggulan arbitrase dapat disimpulkan melalui Penjelasan 5) memahami latar belakang budaya pihak lain dan
Umum Undang UndangNomor 30 tahun 1999 dapat terbaca berusaha menyesuaikandiri dengan keinginan pihak lain
beberapa keunggulan penyelesaian sengketamelalui untuk mengurangi kendala.

2145
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

Negosiasi dan Hidden Agenda:


Dalam negosiasi tak tertutup kemungkinan masing-masing Mediator
pihakmemiliki hiden agenda. Hiden agenda adalah gagasan Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak
tersembunyi/ niat terselubungyang tak diungkapkan (tak dalam prosesperundingan guna mencari berbagai
eksplisit) tetapi justru hakikatnya merupakan hal kemungkinan penyelesaian sengketa tanpamenggunakan
yangsesungguhnya ingin dicapai oleh pihak yang cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri-
bersangkutan. ciri pentingdari mediator adalah :
1) Netral
Negosiasi dan Gaya Kerja 2) Membantu para pihak
1) Cara bernegosiasi yang dilakukan oleh seseorang sangat 3) Tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan
dipengaruhi olehgaya kerjanya. sebuahpenyelesaian
2) Kesuksesan bernegosiasi seseorang didukung oleh
kecermatannya dalammemahami gaya kerja dan latar Jadi, peran mediator hanyalah membantu para pihak
belakang budaya pihak lain. dengan cara tidak memutus ataumemaksakan pandangan
atau penilaiannya atas masalah-masalah selama
Fungsi Informasi dan Lobi dalam Negosiasi prosesmediasi berlangsung kepada para pihak.
1) Informasi memegang peran sangat penting. Pihak yang
lebih banyak memiliki informasibiasanya berada dalam Tugas Mediator
posisi yang lebih menguntungkan. 1. Mediator wajib mempersiapkan usulan jadwal pertemuan
2) Dampak dari gagasan yang disepakati dan yang akan mediasi kepada parapihakntuk dibahas dan disepakati.
ditawarkan sebaiknyadipertimbangkan lebih dulu. 2. Mediator wajib mendorong para pihak untuk secara
3) Jika proses negosiasi terhambat karena adanya hiden langsung berperan dalamproses mediasi.
agenda dari salah satu/ keduapihak, maka lobyingdapat 3. Apabila dianggap perlu, mediator dapat melakukan
dipilih untuk menggali hiden agenda yang ada kaukus atau pertemuanterpisah selama proses mediasi
sehingganegosiasi dapat berjalan lagi dengan gagasan yang berlangsung.
lebih terbuka. 4. Mediator wajib mendorong para pihak untuk menelusuri
dan menggali kepentinganmereka dan mencari berbagai
Teknik Negoisasi pilihan penyelesaian yang terbaik bagi para pihak
Secara umum terdapat beberapa cara teknik negoisasi yang
dikenal dapat dibagikedalam: Daftar Mediator
1) tahap negoisasi kompetitip Demi kenyamanan para pihak dalam menempuh proses
2) tahap negoisasi koperatif mediasi, merekaberhak untuk memilih mediator yang akan
3) tahap negoisasi lunak dan keras membantu menyelesaikan sengketa.
4) tahap negoisasi interest based 1) Untuk memudahkan para pihak memilih mediator, Ketua
Pengadilan menyediakandaftar mediator yang sekurang-
3. Mediasi kurangnya memuat 5(lima) nama dan disertai denganlatar
Pengertian mediasi :Mediasi adalah proses penyelesaian belakang pendidikan atau pengalaman dari para mediator.
sengketa melalui proses perundingan ataumufakat para 2) Ketua Pengadilan menempatkan nama-nama hakim yang
pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki telah memiliki sertifikatdalam daftar mediator.
kewenanganmemutus atau memaksakan sebuah 3) Jika dalam wilayah pengadilan yang bersangkutan tidak
penyelesaian. ada hakim dan bukan hakimyang bersertifikat, semua hakim
pada pengadilanyang bersangkutan dapat
Ciri utama proses mediasi adalahperundingan yang ditempatkandalam daftar mediator.
esensinya sama dengan proses musyawarah atau 4) Kalangan bukan hakim yang bersertifikat dapat
konsensus. Sesuaidengan hakikat perundingan atau mengajukan permohonan kepadaketua pengadilan agar
musyawarah atau konsensus, maka tidak boleh adapaksaan namanya ditempatkan dalam daftar mediator pada
untuk menerima atau menolak sesuatu gagasan atau pengadilanyang bersangkutan.
penyelesaian selamaproses mediasi berlangsung. Segala 5) Setelah memeriksa dan memastikan keabsahan sertifikat,
sesuatunya harus memperoleh persetujuan daripara pihak. Ketua Pengadilanmenempatkan nama pemohon dalam
daftar mediator.
Prosedur Untuk Mediasi 6) Ketua Pengadilan setiap tahun mengevaluasi dan
Setelah perkara dinomori, dan telah ditunjuk majelis hakim memperbarui daftar mediator.
oleh ketua, kemudianmajelis hakim membuat penetapan 7) Ketua Pengadilan berwenang mengeluarkan nama
untuk mediator supaya dilaksanakan mediasi. mediator dari daftar mediatorberdasarkan alasan-alasan
Setelah pihak-pihak hadir, majelis menyerahkan penetapan objektif, antara lain karena mutasi tugas, berhalangan
mediasi kepada mediatorberikut pihak-pihak yang tetap,ketidakaktifan setelah penugasan dan pelanggaran
berperkara tersebut. atas pedoman perilaku.
Selanjutnya mediator menyarankan kepada pihak-pihak
yang berperkara supayaperkara ini diakhiri dengan jalan Honorarium Mediator
damai dengan berusaha mengurangi kerugian 1) Penggunaan jasa mediator hakim tidak dipungut biaya.
masingmasingpihak yang berperkara. 2) Uang jasa mediator bukan Hakim ditanggung bersama
Mediator bertugas selama 21 hari kalender, berhasil oleh para pihak berdasarkankesepakatan para pihak.
perdamaian atau tidak pada harike 22 harus menyerahkan
kembali kepada majelis yang memberikan penetapan. 4. Konsiliasi
Jika terdapat perdamaian, penetapan perdamaian tetap Konsiliasi adalah usaha mempertemukan keinginan pihak
dibuat oleh majelis. yang berselisih untukmencapai persetujuan dan

2146
PE1
Disusun oleh : Muhammad Firman (Akuntansi FE UI 2012)

penyelesaian. Namun, undang-undang nomor 30 tahun1999


tidak memberikan suatu rumusan yang eksplisit atas
pengertian dari konsiliasi.Akan tetapi, rumusan itu dapat
ditemukan dalam pasal 1 angka 10 dan alinea 9penjelasan
umum, yakni konsiliasi merupakan salah satu lembaga
untuk menyelesaikansengketa.Penyelesaikan perselisihan,
konsiliator memiliki hak dan kewenangan
untukmenyampaikan.pendapat secara terbuka dan tidak
memihak kepada yang bersengketa. Selain itu,konsiliator
tidak berhak untuk membuat keputusan dalam sengketa
untuk dan atasnama para pihak sehingga keputusan akhir
merupakanproseskonsiliasi yang diambil sepenuhnya oleh
para pihak dalam sengketa yang dituangkandalam bentuk
kesepakatan di antara mereka.

2147
PE1