Anda di halaman 1dari 17

_____TUGAS MAKALAH_____

SEGALA BENTUK KEWAJIBAN DAN


SIFAT-SIFAT TERPUJI DALAM ISLAM

O
L
E
H
KELOMPOK 1
1. FLANELAN AGUSTIA
2. GHAITSA Z.S YUSUF
3. SYAMSUL THALIB
4. YULAN HUSAIN

JURUSAN D-III FARMASI


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES GORONTALO
T.A 2018
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Apa yang harus kita dapatkan dan apa timbale balik terhadapnya
merupakan sebuah hak dan kewajiban, begitupun seorang Muslim, dia
mempunyai hak dan kewajiban, entah itu sesuai dengan harapan ataupun tidak
yang pasti hak dan kewajiban bukan hanya berlaku terhadap seorang muslim
saja nonmuslimpun mempunyai hak dan kewajiban bahkan hewan sekalipun
memilikinya, seperti hak hidup, makan ataupun yang lain, terus bagaimana
dengan hak dan kewajiban seorang muslim? Apakanh sama dengan hak dan
kewajiban nonmuslim? Tentusaja beda, karena seorang muslim mempunyai
hak dan kewajiban berdasarkan hokum Allah.
Manusia merupakan makhluk yang cenderung memanfaatkan
sunnatullah, dengan jalan mengambil yang enak-enaknya saja untuk
kepentingan hidupnya. Fenomena ini memperlihatkan kecenderungan atas
perilaku manusaia yang berakibat kepada egonya. Apakah itu dalam
hubungan dengan sesama manusia atau dengan alam. Bahkan dalam urusan
beribadah pun masih saja manusia yang berperilaku seperti ini.
Sering kali manusia hanya menuntut hak dan tidak menghiraukan
kewajibannya sebagai makhluk Allah. Mereka hanya mementingkan menuntut
hak dari pada menjalankan kewajiban. Bahkan manusia hanya berdoa saat
dalam keadaan sulit saja.
Ajaran islam adalah ajaran yang bersumber pada wahyu Allah, Al-
Qur’an dalam penjabarannya terdapat pada hadis Nabi Muhammad SAW.
Masalah akhlak dalam Islam mendapat perhatian yang sangat besar.
Berdasarkan bahasa, akhlak berarti sifat atau tabiat. Berdasarkan istilah,
akhlak berarti kumpulan sifat yg dimiliki oleh seseorang yang melahirkan
perbuatan baik dan buruk.

1
Konsep Akhlak menurut Al-Ghazali adalah sifat yg tertanam dalam
jiwa seseorang, darinya lahir perbuatan yang mudah tanpa pertimbangan
pikiran terlebih dahulu. Akhlak meliputi jangkauan yang sangat luas dalam
segala aspek kehidupan. Akhlak meliputi hubungan hamba dengan Tuhannya
(vertikal) dalam bentuk ritual keagamaan dan berbentuk pergaulan sesama
manusia (horizontal) dan juga sifat serta sikap yang terpantul terhadap semua
makhluk (alam semesta).
Bagi seorang muslim, akhlak yang terbaik ialah seperti yang terdapat
pada diri Nabi Muhammad SAW karena sifat-sifat dan perangai yang terdapat
pada dirinya adalah sifat-sifat yang terpuji dan merupakan uswatun hasanah
(contoh teladan) terbaik bagi seluruh kaum Muslimin.
Dan seharusnya kita lebih dapat mengetahui antara akhlak terpuji dan
akhlak tercela. Untuk itu dalam makalah ini diuraikan bebagai macam akhlak
terpuji dan macam akhlak tercela. Contoh akhlak terpuji yaitu Ikhlas,
Amanah, Adil, bersyukur dan rasa malu. Sedangkan akhlak tercela yaitu
Riya’, takabur, hasad, Ghadab( pemarah ), Namimah ( adu Domba).
2. Rumusan Masalah
a. Apa saja segala bentuk kewajiban dalam islam?
b. Apa saja sifat-sifat terpuji dalam islam?
c. Jelaskan sifat-sifat terpuji dalam islam?
3. Tujuan Penulisan
a. Dapat mengetahui segala bentuk kewajiban dalam islam
b. Dapat mengetahui sifat-sifat terpuji dalam islam
c. Dapat menjelaskan sifat-sifat terpuji dalam islam
4. Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini menggunakan studi literatur dimana
penulis menggunakan beberapa referensi dari internet berupa jurnal yang
dapat dipertanggungjawabkan kevalidannya.

2
5. Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari tiga bab. Bab pertama berupa pendahuluan
yang meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode penulisan, dan
sistematika penulisan.
Bab dua merupakan pembahasan yang menguraikan serta menjelaskan
tentang segala bentuk kewajiban dalam islam dan sifat-sifat terpuji dalam
islam.
Bab tiga disampaikan simpulan dan saran. Selain itu makalah ini juga
dilengkapi dengan daftar pustaka.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Bentuk Kewajiban Dalam Islam


Manusia diciptakan oleh Allah ke dunia sebenarnya memiliki tanggung jawab
yang harus dipenuhi dalam hidupnya. Tanggung jawab ini sejalan dengan hak-hak
yang Allah anugerahkan kepadanya. Tentunya hak-hak tersebut ia peroleh dibarengi
dengan kewajiban yang ia tanggung. Karena hak dan kewajiban haruslah berjalan
berbarengan. Keduanya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Jika keadaanya tidak
seimbang maka akan mengakibatkan ketidakseimbangan yang akan merugikan
manusia itu sendiri. Nabi bersabda: “Tunaikanlah kewajibanmu dan mintalah kepada
Allah untuk mendapatkan hakmu” (HR: Bukhari-Muslim)1
Jika dihubungkan dengan kewajiban yang dikenal dalam islam, maka dapat
difahami bahwa manusia sebagai makhluk Allah memiliki kewajiban. Kewajiban ini
dimiliki oleh setiap pemeluknya. Setiap dari mereka memikul tanggung jawab yang
dipikul masing-masing. Sehingga setiap individu memiliki beban dalam memenuhi
kewajibannya tersebut.
Didalam islam kewajiban ditempatkan sebagai salah satu hukum syara’ yaitu
sesuatu perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika
ditinggalkan akan mendapat siksa. Dengan kata lain, bahwa kewajiban dalam agama
berkaitan dengan pelaksanaan hak yang diwajibkan oleh Allah. Misalnya kewajiban
mengerjakan shalat lima waktu, puasa bulan ramadhan dan lain-lain.2

Beberapa kewajiban seorang muslim yang dikenal antara lain:


a. Menyembah Allah dan taat pada perintahnya
Sebagai seorang muslim yang beriman, maka diwajibkan kepadanya
untuk beribadah hanya kepadanya. Tidak dibenarkan seorang hamba
menyembah kepada selainnya. Jika kita mengingat awal penciptaan manusia,
1
http://childrenofheaven1.blogspot.com/2014/12/makalah-hak-dan-kewajiban-manusia.html
2
renggomen.blogspot.com/2011/09/hak-dan-kewajiban-dalam-pendidikan.html

4
maka kita akan melihat bahwa Allah SWT menciptakan manusia hanyalah
untuk beribadah kepadnya. Allah berfirman dalam QS Adz-Dzariyaat, 56:
َ ‫ت ْال ِج َّن َواإْل ِ ْن‬
‫س إِاَّل لِيَ ْعبُدُو ِن‬ ُ ‫َو َما خَ لَ ْق‬
56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku. (Q.S Adz-Dzariyaat 56)

Selanjutnya kewajiban manusia sebagai makhluk Allah adalah


mentaati semua yang telah Allah perintahkan kepada hambanya. Dalam
firmannya surat An Nisa’ ayat 65

َ َ‫ فِي أَ ْنفُ ِس ِه ْم َح َرجًا ِم َّما ق‬k‫ك فِي َما َش َج َر بَ ْينَهُ ْم ثُ َّم اَل يَ ِجدُوا‬
َ‫ضيْت‬ َ ‫ِّك اَل ي ُْؤ ِمنُونَ َحتَّ ٰى ي َُح ِّك ُمو‬
kَ ‫فَاَل َو َرب‬
‫َويُ َسلِّ ُموا تَ ْسلِي ًما‬

Artinya: Maka demi Allahmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman


hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu
keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima
dengan sepenuhnya. (QS: An Nisa’ 65)

b.  Tidak menyekutuan Allah dengan makhluknya


Sebagai sang pencipta maka tidak ada suatu apapun di dunia ini yang
dapat disamakan (disekutukan) dengan Allah SWT. hanya Allah yang wajib
disembah. Adalah isa besar bagi seseorang yang menyekutukan Allah SWT.
Sesuai firmanNya,

‫ضاَل اًل بَ ِعيدًا‬ َ ‫ك بِ ِه َويَ ْغفِ ُر َما ُدونَ ٰ َذلِكَ لِ َم ْن يَ َشا ُء ۚ َو َم ْن يُ ْش ِر ْك بِاهَّلل ِ فَقَ ْد‬
َ ‫ض َّل‬ َ ‫إِ َّن هَّللا َ اَل يَ ْغفِ ُر أَ ْن يُ ْش َر‬

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengampuni isa mempersekutukan


(sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi
siapa yang dikehendaki-Nya.Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu)

5
dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS. An
nisa’:116)

c.  Bersyukur atas segala nikmat Allah


Tidak ada yang lebih pantas bagi sesuatu yang telah diberi selain
berterima kasih dan memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikan untuk
tujuan diberikanya. Adapun manusia yang telah diberi banyak kenikmatan,
seharusnya selalu bersyukur kepadaNya. Dalam surat Al Baqarah ayat  Allah
berfirman: 

‫ لِي َواَل تَ ْكفُرُو ِن‬k‫م َوا ْش ُكرُوا‬kْ ‫فَ ْاذ ُكرُونِي أَ ْذ ُكرْ ُك‬

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. 152 1

Kewajiban Seorang Muslim terhadap Agamanya


Kewajiban seorang Muslim terhadap Agamanya (Islam), setela mengimani atau
meyakini kebenaran seluruh ajaran Islam, bukan sekadar memahami dan
mengamalkan, tapi juga harus menyebarkan, menjaga, serta membela nama baiknya.
Mengacu kepada QS. Al-'Ashr, KH Endang Saifuddin Anshary dalam
bukunya, Kuliah Al-Islam(Pustaka Salman, Bandung, 1980), menyebutkan,
setidaknya ada lima kewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu
mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan
membelanya.

1. Iman -- yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
2. Ilmu -- mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
3. Amal -- mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho'tum)
4. Dakwah -- menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.

6
5. Jihad -- menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum
Muslim. 3

Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya

Sejatinya umat muslim adalah saudara. Jika salah satu tersakiti, maka yang lain
ikut sakit. Maka itu, kita wajib bersatu dan jangan sampai terpecah belah. Berikut ini
beberapa kewajiban muslim terhadap muslim lainnya yang harus dilakukan sesuai
perintah Allah

1. Mengantarkan Jenazah
Ketika seorang muslim meninggal, maka kewajiban muslim lainnya adalah
mengantarkan jenazah tersebut ke tempat pemakaman dan juga menyolatkan.
2. Mengucapkan Salam
Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya berikutnya adalah menebarkan
salam. Saat bertemu di jalan, hendaklah sesama muslim saling mengucapkan
salam. Ucapan salam dapat mendatangkan rahmat dan mempererat ukhuwah
islamiyah.
3. Memberi Nasehat
Apabila kita melihat saudara sesama muslim melakukan sesuatu yang salah,
maka kewajiban kita untuk menasehatinya. Begitupun saat seseorang datang
kepada kita. Ia lagi tertimpa masalah dan ia bingung lalu ingin meminta saran.
Maka kita juga wajib memberikan saran-saran yang benar sesuai syariat
agama.
4. Memenuhi Undangan
Apabila kita mendapatkan undangan dari kerabat, baik itu undangan
pernikahan, undangan reuni, perkumpulan di majelis ilmu atau lainnya maka
kewajiban kita datang memenuhi undangan tersebut. Tujuannya untuk
menghormati orang yang telah mengundang. Selain itu juga untuk memupuk
3
https://www.risalahislam.com/2016/10/kewajiban-seorang-muslim-terhadap-islam.html

7
ikatan persaudaraan. Memenuhi undangan hukumnya memang tidak
diwajibkan. Tetapi sunnah muakkad, yaitu sunnah yang diutamakan. Maka
itu, kita harus mengusahakan datang kecuali ada urusan yang benar-benar
mendesak. 
5. Menjawab Orang Bersin
Apabila kita bersin, maka kewajiban kita adalah mengucapkan hamdalah
sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Sedangkan untuk orang yang
mendengar wajib mengucapkan “Yaharmukallah”. Lalu kita jawab lagi
“Yadikumullah”.
6. Saling Menyayangi
Saling menyayangi juga merupakan kewajiban muslim terhadap muslim
lainnya. Dari sahabat Nu’man bin Basyir, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa
sallam bersabda : “Permisalan kaum mukminin dalam sikap saling mencintai,
dan saling kasih sayang mereka sebagaimana satu badan. Apabila satu
anggota badan sakit, seluruh anggota badan ikut merasakan, dengan tidak
bisa tidur dan demam.” ( HR Muslim).
7. Saling Tolong-Menolong Dalam Kebaikan
Sebagai sesama muslim, kita juga diwajibkan untuk saling tolong-menolong
dalam hal kebaikan. Misalnya berdakwah, membantu saat temannya
kesusahan, membantu kegiatan di kampung dan sebagainya.
8. Menutupi Aib Saudaranya (Teman atau Keluarga)
Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Saat kita mengetahui aib kerabat
kita maka kewajiban kita adalah diam. Kita tidak boleh mengumbar-
umbarnya. Sebab kita pun juga memiliki aib sendiri. Daripada sibuk
menjelek-jelekan orang lain, lebih baik kita memperbaiki diri sendiri.
9. Memanggil Dengan Gelar yang Baik
Menyebut orang lain dengan gelar yang buruk tampaknya sudah menjadi
fenomena di negeri kita. Tak jarang seseorang memanggil temannya dengan
sebutan yang jelek dengan dalil hanya bercanda. Padahal candaan pun

8
terkadang bisa menyakiti hati. Janganlah dilakukan perbuatan demikian!
Panggilah saudara kita dengan nama-nama mereka. Jangan memanggilnya
onta, babi, kambing, tiang listri, cebol atau gelar buruk lainnya. Perbuatan
tersebut sungguh sangat zalim dan bisa mendatangkan dosa.
10. Tersenyum Saat Bertemu
Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya adalah menampakkan wajah
yang ceria saat bertemu. Mengucapkan salam sembari tersenyum. Jangan
bermuka masam. Tersenyum dapat mendatangkan pahala sekaligus
mempererat persaudaraan.
11. Mengajak Dalam Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Amar ma’ruf nahi mungkar, mengajak dalam perbuatan baik dan mencegah
keburukan adalah kewajiban umat muslim terhadap muslim lainnya.
12. Tidak Saling Mendengki Atau Bemusuhan
Dari Abu Hurairah RA. Dia berkata, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam
bersabda: “Janganlah kalian saling mendengki, saling menipu, saling
membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang
ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang
bersaudara. Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, maka tidak
boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan
menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga
kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya
sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain,
demikian juga harta dan kehormatannya”. (HR. Muslim)
13. Tidak Boleh Saling Mendiamkan Lebih Dari 3 Hari
Antara sesama muslim tidak boleh bertengkar dan berdiam diri lebih dari 3
hari. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist: Dari Abi Ayub al-Anshariy,
sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak
halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di
mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang

9
terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan
salam”. “(HR. Muslim)
14. Bersikap Rendah Hati
Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya adalah bersikap rendah hati.
Tidak boleh saling sombong, pamer dan iri hati. Sebagaimana firman Allah
Ta’ala dalam Al-Quran: “Dan Rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang
yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman” (QS Asy Ssuara: 215)4

B. Sifat-sifat Terpuji Dalam Islam 


1. Az-Zuhd
Secara umum zuhd dapat diartikan suatu sikap melepaskan diri dari
ketergantungan terhadap duniawi dengan mengutamakan kehidupan akhirat.
Sementara itu menurut K.H. Ahmad rifa’i zuhd dalam terjemahan bahasa jawa
adalah bertapa di dunia, menurut syara’ adalah bersiap-siap di dalam hati untuk
beribadah memenuhi kewajiban yang luhur sebatas kemampuan menghindar dari
dunia haram lahir dan batin menuju kepada Allah dengan mengharap kepada
Allah untuk memperoleh surga-Nya. Maka dapat kita pahami dari uraian di atas
bahwa zuhd merupakan kesediaan hati untuk melaksanakan ibadah dalam rangka
memenuhi kewajiban-kewajiban syariat, meninggalkan dunia yang haram, dan
secara lahir batin hanya mengharap rida Allah Swt. Zuhd bukan berarti
mengosongkan tangan dari harta, tetapi mengosongkan hati dari ketergantungan
pada harta.

2. Al-Qona’ah
4
https://dalamislam.com/akhlaq/amalan-shaleh/kewajiban-muslim-terhadap-muslim-
lainnya

10
Secara bahasa qona’ah artinya cukup. Sedangkan secara istilah qana’ah
berarti merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan diri dari sifat
ketidakpuasan atau kekurangan. Qona’ah menurut K.H. Ahmad Rifa’i adalah
hatinya tenang memilih rida Allah mengambil keduniawian sekedar hajat yang
diperkirakan dapat menolong untuk memenuhi kewajiban (syariat) menjauhkan
maksiat.
3. Al-Shabr
Shabr adalah salah satu sikap sufi yang fundamental bagi para sufi dalam
usahanya untuk mencapai tujuan. Menurut K.H. Ahmad Rifa’, Shabr secara
bahasa adalah menanggung kesulitan, menurut istilah berarti melaksanakan tiga
perkara yang pertama menanggung kesulitan ibadah memenuhi kewajiban
dengan penuh ketaatan, yang kedua menanggung kesulitan taubat yang benar
menjauhi perbuatan maksiat lahir batin sebatas kemampuan, yang ketiga
menanggung kesulitan hati ketika tertimpa musibah di dunia kosong dari keluhan
yang tidak benar. Kita dapat memahami bahwa sabar merupakan kemampuan diri
dalam menghadapi berbagai macam kesulitan.
4. Al-Tawakal
Tawakal adalah berserah diri kepada Allah yang disertai dengan ikhtiar dan
usaha mencari rizki seperlunya untuk keperluan ibadah kepada Allah, serta
memerangi hawa nafsu yang mengajak kepada kesesatan dan ketamakan
terhadap keduniawian, karena hal tersebut merupakan fitnah yang sangat buruk
dan dapat membawa kesengsaraan manusia.
5. Al-Mujahadah
Mujahadah secara bahasa artinya bersungguh-sungguh terhadap suatu
perbuatan yang dituju. Menurut istilah berarti bersungguh-sungguh dalam
melaksanakan perintah-perintah Allah memenuhi kewajiban dan meninggalkan
kemaksiatan sekuat tenaga, baik secara lahir maupun batin.
Dengan kata lain, mujahadah berarti bekerja keras dan berjuang melawan
keinginan hawa nafsu, berjuang melawan bujukan setan, dan berjuang

11
menundukkan diri agar tetap di dalam batas-batas syara’ untuk menaati perintah-
perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangannya.
Mujahadah juga tidak terbatas hanya memerangi musuh batiniah (hawa
nafsu), akan tetapi juga mencakup bersungguh-sungguh dalam memerangi musuh
lahiriah, yakni orang-orang kafir yang nyata-nyata hendak menghancurkan Islam.
Memerangi orang kafir semacam ini merupakan kewajiban bagi setiap orang
Islam.
6. Al-Rida
Rida menurut bahasa adalah menerima kenyataan dengan suka hati,
sedangkan menurut istilah adalah menerima segala pemberian Allah dan
menerima hukum Allah, yakni syariat wajib dilaksanakan dengan ikhlas dan taat
dan menjauhi kejahatan maksiat dan menerima terhadap berbagai macam cobaan
yang datang dari Allah dan yang ditentukan-Nya.
Dari ungkapan di atas dapat dipahami bahwa rida berarti menerima dengan
tulus segala pemberian Allah, hukum-Nya (syariat), berbagai macam cobaan
yang ditakdirkan-Nya, serta melaksanakan semua perintah dan meninggalkan
semua larangan-Nya dengan penuh ketaatan dan keikhlasan, baik secara lahir
maupun batin.
7. Al-Syukr
Syukur secara bahasa adalah senang hatinya, sedangkan menurut istilah
adalah mengetahui nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah yakni nikmat iman
dan taat yang maha luhur memuji Allah, Tuhan yang sebenarnya yang
memberikan sandang dan pangan kemudian nikmat yang diberikan oleh Allah itu
digunakan untuk berbakti kepada-Nya sekurang-kurangnya memenuhi kewajiban
dan meninggalkan maksiat secara lahir dan batin sebatas kemampuan. Dari
definisi di atas dapat dipahami bahwa inti syukr adalah mengetahui dan
menghayati kenikmatan yang diberikan oleh Allah yang Maha Luhur. Oleh
karena itu manusia wajib menghayati dan mensyukuri nikmat Allah, karena
orang yang mensyukuri nikmat Allah, maka akan ditambah nikmatnya.

12
8. Al-Ikhlas
Ikhlas menurut bahasa artinya bersih, sedangkan menurut istilah berarti
membersihkan hati agar ia menuju kepada Allah semata dalam melaksanakan
ibadah, hati tidak boleh menuju selain Allah.
Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa ikhlas menunjukkan kesucian hati
untuk menuju kepada Allah semata. Dalam beribadah, hati tidak boleh menuju
kepada selain Allah, karena Allah tidak akan menerima ibadah seorang hamba
kecuali dengan niat ikhlas karena Allah semata dan perbuatan ibadah itu harus
sah dan benar menurut sara’.
9.  Istiqomah
Istiqomah adalah teguh pendirian atau keteguhan berpegang teguh kepada
sesuatu yang diyakini kebenarannya, dan ia tidak mau merubah keyakinan itu
dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam keadaan susah maupun senang, dalam
keadaan sendiri atau beramai-ramai dengan orang lain. Sikap istiqomah tercermin
dalam firman Allah Swt QS. Fushshilat ayat 30 yang artinya: “Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" Kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka
dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan
gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu".
10. Tasamuh
Secara bahasa tasamuh berarti toleransi, tenggang rasa atau saling
menghargai, sedangkan secara istilah tasamuh adalah suatu sikap yang senantiasa
saling menghargai antar sesama manusia.  Sebagai makhluk sosial kita semua
saling membutuhkan satu sama lain, karena masing-masing memiliki kelebihan
dan kelemahan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan demikian perlu
ditumbuhkan sikap toleran dan tenggang rasa agar senantiasa tergerak untuk
saling menutupi kekurangan masing-masing. Dari sikap inilah akan terpancar
rasa saling menghargai, berbaik sangka dan terhindar dari sikap saling menuduh
antar teman. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat : 12-13 yang artinya:

13
12.  Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka
(kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah
mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang
sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang.
13.  Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-
laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.5

BAB III

5
https://alhiframadhan.blogspot.com/2018/02/makalah-sifat-sifat-terpuji.html

14
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebagai makhluk Allah yang baik tentunya kita sebagai makhlukNya
telah diperintahkan untuk melakukan semua perintahnya dan menjauhi segala
larangannya. Sebagai pahala (hak) yang kita peroleh dariNya adalah kita tidak
akan mendapat siksa di akhirat kelak. Dan kewajiban merupakan seusatu yang
harus kita lakukan dan kita jalani. Didalam islam kewajiban ditempatkan
sebagai salah satu hukum syara’ yaitu sesuatu perbuatan yangt apabila
dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan akan mendapat
siksa.
Dan dapat kita berikan kesimpulan bahwa macam-macam sifat
terpujin itu ada beberapa bagian diantaranya yaitu: Az-Zuhd,Al-Qona’ah,Al-
Shabr,Al-Tawakal,Al-Ikhlas,Istiqomah dan juga Tasamuh.
Macam-macam sifat terpuji tersebut memiliki sifat positif dari
pergaulan yang kita lakukan, baik dalam melakukan hubungan yang bersifat
horizontal atau dalam melakukan hubungan dengan Allah SWT atau dalam
melakukan hubungan atau bergaul antar sesama manusia.
B. Saran
Marilah kita bersama-sama menjalankan hak dan kewajiban kita
sebagai seorang Muslim, tidak sedikit hokum-hukum di dalam Islam yang
terabaikan, maka dari itu mulailah untuk menegakkan kembali apa yang harus
ditegakkan.
Perilaku terpuji merupakan perilaku yang disukai Allah SWT, untuk
dapat menjalankan perilaku terpuji kita harus lebih mendekatkan diri kepada
Allah SWT dan ikhlas menjalaninya semata-mata karena Allah SWT. Siapa
mereka yang mengingikan hidup bahagia dunia-akhirat harus bisa berperilaku
terpuji.
DAFTAR PUSTAKA

15
Iqshan M, dkk. 2014. HAK DAN KEWAJIBAN MANUSIA
TERHADAP ALLAH.
http://childrenofheaven1.blogspot.com/2014/12/makalah-hak-dan-
kewajiban-manusia.html (24)
Angkasah I. 2011. Hak dan Kewajiban dalam Pendidikan Agama
Islam. renggomen.blogspot.com/2011/09/hak-dan-kewajiban-dalam-
pendidikan.html (24)
Anonym___. 2016. 5 Kewajiban Seorang Muslim terhadap Agamanya
(Islam). https://www.risalahislam.com/2016/10/kewajiban-seorang-
muslim-terhadap-islam.html (24)
Anonym___. 2017. 14 Kewajiban Muslim Terhadap Muslim Lainnya.
https://dalamislam.com/akhlaq/amalan-shaleh/kewajiban-muslim-
terhadap-muslim-lainnya (24)
Anonym___. 2018. MACAM-MACAM SIFAT TERPUJI.
https://alhiframadhan.blogspot.com/2018/02/makalah-sifat-sifat-terpuji.html
(24)

16