Anda di halaman 1dari 21

PELATIHAN ONLINE 2018

ASTRONOMI – PAKET 5
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

ASTROFISIKA (SPEKTROSKOPI)

Pada modul ini akan diperkenalkan mengenai cabang observasi lain yaitu spektroskopi.
Namun disini akan lebih ditekankan mengenai konsep dasarnya. Untuk mempelajari lebih
lanjut mengenai spektroskopi silahkan teman-teman mempelajari:

1. Buku Sakti Olimpiade Astronomi karya Toasti


2. Fundamental Astronomi karya Hannu Karttunen

I. Pembukaan
 Apabila seberkas cahaya dilewatkan pada prisma atau sebuah kisi-kisi, maka cahaya
tersebut akan terurai menjadi berbagai warna seperti warna pelangi. Warna-warna
tersebut disebut dengan spektrum. Alat yang dapat menguraikan cahaya disebut
spektograf.

Gambar 1. Spekrum yang dihasilkan prisma

(sumber: http://fisikon.com/kelas3/images/stories/gelombang-cahaya/image008.jpg)

Gambar 2. Spektrum yang dihasilkan kisi-kisi

(sumber: http://www.thunderbolts.info/wp/wp-content/uploads/2011/09/diffraction-
grating-spectrograph-NASA-JPL.jpg)

.
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

Gambar 3. Gambar spektrum

(sumber: http://astro.unl.edu/naap/hr/hr_background1.html)

 Hukum Kirchoff tentang pembentukan spektrum yang menyebutkan:


1. Bila suatu benda langit, cair atau gas bertekanan tinggi dipijarkan, benda tadi
akan memancarkan energi dengan spektrum pada semua panjang gelombang.
Spektrum ini disebut spektrum kontinu.

2. Gas bertekanan rendah bila dipijarkan akan memancarkan energi hanya pada
warna, atau panjang gelombang tertentu saja. Spektrum yang diperoleh berupa
garis-garis terang yang disebut garis pancaran atau garis emisi. Letak setiap
garis itu atau dengan kata lain panjang gelombangnya, merupakan ciri khas
gas yang memancarkannya. Unsure yang berbeda memancarkan kumpulan
garis yang berbeda pula.

3. Bila seberkas cahaya putih dengan spektrum kontinu dilewatkan melalui gas
yang dingin dan renggang (bertekanan rendah), gas tersebut akan menyerap
cahaya tadi pada warna atau panjang gelombang tertentu. Akibatnya akan
diperoleh spektrum kontinu yang berasa dari cahaya putih yang lewat itu,
diselang-seling garis gelap yang disebut garis serapan atau garis absorpsi.
Garis serapan itu sama dengan letak garis pancaran yang dipancarkan gas yang
dingin itu andaikan gas tadi dipijarkan.
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

Gambar 4. Pembentukan spektrum

(sumber: http://electron6.phys.utk.edu/light/2/spectroscopy.htm)

II. Pembentukan Spektrum

Unsur yang paling sederhana di alam adalah atom hidrogen. Gas hidrogen apabila
dipijarkan akan memancarkan garis-garis terang yang jarak antar garis-garis tersebut
memiliki keteraturan. Seorang ahli fisiki bernama Balmer mendapati panjang
gelombang kumpulan gelombang kumpulan garis itu mengikuti hukum:

( )

Dengan adalah panjang gelombang, R suatu tetapan dan n adalah bilangan bulat
3,4,5 dan seterusnya. Deretan garis yang dipancarkan hidrogen ini disebut deret
Balmer. Dengan mengambil n=3 diperoleh garis Balmer pertama yang disebut Hα
pada λ=6563 Å. Untuk n = didapat garis balmer kedua yang disebut Hβ, demikian
seterusnya. Untuk n yang makin besar, beda panjang gelombang masing-masing garis
Balmer makin kecil. Untuk n mendekati tak hingga didapat limit Balmer pada λ=3650
Å.
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

Gambar 5. Deret Balmer

(sumber: http://www.chem1.com/acad/webtext/atoms/atpt-images/Balmer_series.png)

Setelah ditemukan deret Balmer itu, ditemukan deret-deret lain garis spektrum
hidrogen, yaitu deret Lymann di ultraungu,serta Pascen dan Bracket di daerah
inframerah. Deret tersebut juga memenuhi persamaan sepeti deret Balmer. Maka
persamaan deret Balmer diubah menjadi bentuk umum sebagai berikut:

( )

m dan n adalah bilangan bulat dengan n>m.Untuk deret Lymann m=1, deret Balmer
m=2, deret Pascen m=3 dan deret Bracket m=4. R adalah suatu tetapan yang disebut
tetapan Rydberg yang harganya 109.678 untuk satuan λ dalam cm.

Gambar 6. Transisi elektron atom hidrogen

(sumber: https://www.withfriendship.com/user/levis/balmer-series.php)
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

Pada tahun 1911, Rutherford membuat suatu model atom. Sebuah atom digambarkan
sebagai sebuah inti yang bermuatan listrik positif yang dikelilingi elektron bermuatan
negative yang bergerak dalam orbit. Tetapi dalam teori electromagnet dapat
menunjukan, model atom Rutherford tidak mantap. Suatu atom yang bergerak
dipercepat akan memancarkan energi. Elektron yang mengalami percepatan kearah
pusat, maka elektron dalam model atom Rutherford ini akan terus memancarkan
energi. Elektron yang kehilangan energi itu akan menempuh lintasan spiral dan
akhirnya akan jatuh ke inti. Kelemahan lain dari model ini, umur atom tidak akan
bertahan lama dan tidak dapat menjelaskan timbulnya pancaran garis spektrum oleh
atom.

Pada tahun 1913, Niels Bohr memperbaiki model atom Rutherford. Dikatakan
elektron pada atom hidrogen hanya dapat bergerak pada orbit dengan jejari r n = 0,529
x 10-8 n2 cm, untuk n= 1,2,3,… dst. Pada setiap orbit elektron mempunyai energi
sebesar

(1 eV = 1 elektron volt ). Jadi, elektron tersebut hanya mungkin mempunyai energi


dalam harga-harga tertentu saja maka dikatakan energi elektron itu dikuantisasi. Pada
n=1 maka energinya adalah -13,6 eV yang disebut energi tingkat dasar. Tanda minus
berarti untuk melepaskan energi dari ringkat dasar menjadi elektron bebas, maka
dibutuhkan energi sebesar 13,6 eV. Bila suatu elektron berpindah dari tingkat n
ketingkat m dimana m lebih rendah dari n, maka elektron akan memancarkan energi/
kehilangan energi. Energi akan dipancarkan sebagai foton dengan energi sebesar
hv,dimana h adalah konstanta Plank dan v adalah frekuensi foton. Besar energi yang
hilang adalah

hal ini dapat menerangkan bahwa garis pada deret Lymann atom hidrogen dihasikan
oleh elektron yang berpindah ke atau dari tingkat dasar (m=1) dan pada deret Balmer
dihasilkan oleh elektron yang berpindah ke atau dari m=2, demikian seterusnya.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa atom yang memancarkan energi berasal dari
elektron yang berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih
rendah. Apabila elektron berpindah ke tingkat yang lebih tinggi, maka atom tersebut
akan menyerap energi. Keadaan ini disebut keadaan tereksitasi. Pada umumnya atom
dalam keadaan tereksitasi hanya dalam waktu singkat yaitu berkisar antara 10 -8 detik.
Setelah itu, electron pada atom tersebut akan berpindah ke tingkat yang lebih rendah
dan akan memancarkan energi, atau menyerap energi untuk berpindah ke tingkat yang
lebih tinggi. Garis serapan timbul bila energi cahaya pada suatu panjang gelombang
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

tertentu diserap oleh atom untuk eksitasi elektronnya ke tingkat yang lebih tinggi,
sedang garis pancaran terjadi bila peristiwa sebaliknya terjadi.

Suatu gas dalam keadaan setimbang termodinamika, yang berarti di semua tempat
dalam gas itu jumlah energi yang diserap dan dipancarkan sama. Pada keadaan ini
terdapat suatu keseimbangan jumlah elektron atom yang elektronnya berada pada
tingkat energi tertentu, misal tingkat n.

Suatu atom yang masih lengkap elektronnya bermuatan listrik netral, dan disebut
atom netral. Bila atom tersebut mnyerap energi yang cukup besar hingga setidaknya
saru elektron tadi lepas, dikatakan atom terionisasi. Bila atom kehilangan satu
elektronnya, maka dikatakan atom tersebut terionisasi sekali, begitu seterusnya. Untuk
menyatakan atom netral sering digunakan notasi I, misal Ca I adalah atom kalsium
netral. Untuk atom yang terionisasi sakali diberi notasi II, begitu seterusnya.apabila
suatu atom kehilangan seluruh eletronnya, maka dikatakan atom tersebut terionisasi
sempurna. Berbeda pada kasus eksitasi, pada peristiwa ionisasi dapat terjadi pada
seluruh panjang gelombang, bukan hanya pada harga tertentu namun dengan syarat
energi yang diserap sama atau lebih besar daripada yang diperlukan untuk ionisasi.
Kelebihan energi akan digunakan untuk menambah energi kinetic elektron yang lepas
itu. Suatu atom yang terionisasi, kedudukan tingkat energi elektron yang masih terikat
juga akan berubah. Hal ini akan menghasilkan garis spektrum yang terbentuk juga
berbeda dengan garis spektrum netral.

Peristiwa kebalikan dari ionisasi adalah rekombinasi atau deionisasi. Pada peristiwa
ini elektron bebas ditangkap oleh atom yang disertai dengan pemancaran energi. Pada
keadaan setimbang hidrodinamika, laju ionisasi sama dengan laju rekombinasi. Pada
temperature yang ringgi dan pada tekanan yang rendah jumlah atom yang terionsasi
akan besar.

Pada molekul perubahan energi dapat terjadi dengan tiga macam cara, yaitu
perpindahan elektron ke tingkat energi lain, perubahan energi getaran molekul,
perubahan energi rotasi molekul. Pada bintang yang bersuhu rendah dapat diamati
adanya spektrum pita yang berasal dari beberapa molekul seperti oksida titanium dan
sianogen.

III. Pelebaran spektrum

Garis spektrum tidak merupakan garis yang tajam tetapi mempunya lebar tertentu.
Ada beberapa hal yang akan menyebabkan pelebaran garis spektrum, yaitu:

1. Pelebaran alamiah
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

transisi dari tingkat energi satu ke tingkat energi yang lainnya tidak terjadi
secara seketika. Hal ini menyebabkan radiasi yang diserap dan diemisikan
tidak terjadi pada frekuensi yang unik. Pelebaran alami yang bergantung pada
waktu (lifetime) pada keadaan tereksitasi dari suatu atom. Jika waktu pada
keadaan tereksitasi sebuah atom singkat, maka akan menghasilkan pelebaran
yang sempit, begitu sebaliknya.

Jika ketidakpastian Heisenberg diterapkan, maka energi yang diberikan pada


keadaan tertentu tidak akan lebih dari:

Dimana adalah waktu sebuah atom dalam keadaan tereksitasi. Sebagai


konsekuensi, frenkuensi dari atom yang memproduksi garis spektrum baik itu
absorpsi atau emisi akan dinyatakan dalam:

Pada umumnya waktu sebuah atom dalam keadaan tereksitasi adalah ~10-8 s
dan daerah spektrum tampak akan memiliki panjang gelombang (~550 nm),
maka hal ini akan memberikan pelebaran spektrum sebesar 1,6 x 10 -5.

2. Pelebaran Doppler

Atom yang memberikan suatu garis spektrum tidak berada dalam keadaan
diam, tetapi bergerak dalam berbagai arah. Makin tinggi temperature, maka
akan semakin cepat gerak atom bergerak. Efek ini menyebabkan setiap atom
akan menyerap foton pada panjang gelombang yang berbeda-neda bergantung
pada kecepatan radialnya terhadap pengamat. Hal ini mengakibatkan
perubahan spektrum.

3. Pelebaran Tumbukan

Akibat tumbukan dengan atom lain, menyebabkan terjadinya terjadinya


perubahan tingkat energi atom sehingga panjang gelombang foton yang dapat
diserapnya agak berbeda. Dengan demikian atom akan memberikan garis
spektrum yang melebar.

4. Efek Zeeman

Medan magnet menyebabkan suatu tingkat energi sebuah atom terpecah


menjadi dua atau lebih yang menyebabkan garis spektrum terpecah menjadi
dua. Karena jarak antara garus sangat kecil, maka garis spektrum yang
dihasilkan seakan melebar.
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

Pelebaran garis yang diuraikan diatas merupakan pengaruh langsung pada atom itu
sendiri. Adapun sebab lain yang menimbulkan pelebaran garis spektrum, yaitu akibat
rotasi bintang, mengembangnya selubung bintang dan turbulensi di atmosfer bintang.

IV. Spektrum Benda Langit

Seperti yang dikatakan pada awal pembahasan mengenai spektrum, spektrum dapat
diperoleh dengan melewatkan cahaya pada suatu prisma atau kisi-kisi. Alat yang
dapat menguraikan cahaya disebut spektograf.

Gambar 7. Prinsip kerja spektograf

(Sumber: http://www.scientificamerican.com/media/inline/ancient-stars-how-does-
spectrograph-work_2.jpg)

Bayangan bintang pada titik fokus teleskop dilewatkan sebuah celah. Dengan adanya
celah itu cahaya bintang bisa diisolasikan dari cahaya latar belakang langit, juga dapat
dihindari penumpukan oleh spektrum bintang lain. Celah juga menghindarkan
kekaburan sprektrum bila bintang ‘menari-nari’ akibat turbulensi atmosfer (seeing).
Garis spektrum yang diperoleh sebenarnya merupakan bayangan celah itu oleh
penyinaran bintang. Letak bayangan celah untuk panjang gelombang yang berbeda
akan berbeda pula. Untuk memperlebar spektrum, bintang digerakkan sepanjang
celah. Lensa kolimator digunakan agar berkas cahaya yang jatuh ke kisi-kisi (prisma)
sejajar.

Cahaya yang dipantulkan oleh kisi-kisi (atau dibiaskan prisma) akan terurai dan
kemudian difokuskan oleh lensa obyektif kamera dan terbentuklah spektrum bintang
yang tak lain adalah kumpulan bayangan celah untuk berbagai panjang gelombang.
Spektrum itu dapat dipotret dengan meletakkan pelat fotografi pada fokus kamera.
Bersama dengan spektrim bintang, yaitu disebelah atas dan bawahnya, dapat dipotret
spektrum pembanding yang berasal dari lampu laboratorium (besi atau air raksa).
Spektrum pembanding ini perlu untuk pengukuran panjang gelombang garis spektrum
bintang.

Spektrum bintang juga bisa diperoleh dengan prisma obyektif, yaitu sebuah prisma
yang diletakkan di depan teleskop. Untuk itu digunakan prisma tipis dengan sudut
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

yang kecil antara kedua permukaannya. Dispersi atau daya urai prisma ini kecil,
hanya sekitar 1000 hingga 100 Å per millimeter. Cahaya bintang diuraikan oleh
prisma obyektif sebelum memasuki teleskop. Dengan prism obyektif sekaligus dapat
dipotret banyak spektrum bintang. Tetapi spektrum yang diperoleh kecil dispersinya
hingga tak dapat ditelaah secara terperinci. Namun demikian pola utama spektrum
dapat terlihat hingga dapat dilakukan penggolongan dan analisis umum. Cara ini
sangat baik dalam sigi (survai) spektrum daerah langit. Prisma obyektif sering
digunakan dengan teleskop Schmidt. Dispersi prisma obyektif teleskop Schmidt di
Lembang adalah 312 Å per mm pada garis H.

V. Klasifikasi Spektrum Bintang

1. Klasifikasi spektrum Harvard

Klasifikasi ini melihat dari temperature permukaan bintang. Garis-garis


penting adalah garis hidrogen Balmer, garis helium netral, garis besi, H dan K
doublet dari ionisasi Kalsium pada panjang gelombang 396,8 nm dan 393,3
nm, the G band disebabkan oleh molekul CH dan beberapa logam yang
mempunyai panjang gelombang sekitar 431 nm, garis kalsium netral pada
panjang gelombang 422,7 nm dan garis titanium oksida (TiO). Dalam ini,
menggunakan huruf capital yaitu:

O-B-A-F-G-K-M

Diantara kelas-kelas tersebut masih ada pembagian sub kelas. Misal diantara B
dan A ada pembagian dalam sub kelas B0, B1,B3,…., A0. Angka yang
digunakan mulai dari 0-9. Semakin besar angka, maka semakin kecil
temperaturnya.
Ciri utama dari setiap kelas adalah:
a. Kelas O
Warna bintang: biru
Temperature permukaan: 20.000–35.000 K
Garis spektrum dari atom yang telah terionisasi seperti He II, CIII,
NIII, OIII, SiV, He I, HI namun lemah.
b. Kelas B
Warna bintang: biru keputih-putihan
Temperature permukaan: sekitar 15.000 K
Garis spektrum He II sudah tidak terlihat, garis He I (403 nm) sangat
kuat pada B2, lalu akan semakin lemah dan kemudian menghilang pada
tipe B9. Garis K dari Ca II mulai terlihat pada tipe B3, garis HI sangat
kuat, dan terlihat garis OII, Si II and MgII.
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

c. Kelas A
Warna bintang: putih
Temperature permukaan: sekitar 9.000 K
Garis spektrum HI sangat kuat pada A0 dan mendominasi dibanding
garis spektrum lain, lalu garis ini akan melemah. Garis H dan K dari Ca
II terlihat kuat, He I mulai tidak terlihat. Garis logam netral mulai
terlihat.
d. Kelas F
Warna bintang: putih kekuning-kuningan
Temperature permukaan: sekitar 7.000 K
Garis HI mulai lemah, garis H dan K dari Ca II mulai terlihat kuat.
Banyak terlihat garis logam seperti Fe I, Fe II, Cr II, Ti II.
e. Kelas G
Warna bintang: kuning
Temperature permukaan: sekitar 5500 K
Garis HI sangat lemah, garis K dan H sangat kuat, paling kuat pada
kelas G0. Garis logam juga sangat kuat, G band juga terlihat dan garis
CN terlihat di bintang raksasa.
f. Kelas K
Warna bintang: kuning-oranye
Temperature permukaan: sekitar 4000 K
Spektrum didominasi oleh garis logam. Garis H sangat lemah, garis Ca
I 422.7 nm mulai terlihat. Garis K dan H serta G Band sangat kuat.
Molekul TiO mulai terlihat pada K5.
g. Kelas M
Warna bintang: merah
Temperature permukaan: sekitar 3000 K
Pita molekul TiO terlihat jelas,Ca I 422.7 nm very strong dan garis
logam netral banyak terlihat.

2. Klasisfikasi spektrum Yerkes

Klasifikasi diatas hanya berdasarkan termperatur. Untuk klasifikasi yang lebih


presisi, maka perlu diperhitungkan luminositas dari bintang tersebut.
Klasifikasi ini diperkenalkan oleh William W. Morgan, Philip C. Keenan and
Edith Kellman of Yerkes Observatory. Klasifikasi ini juga sering disebut
klasifikasi M-K (Morgan-Keenan). Klasifikasi tersebut adalah:

a. Ia : maharaksasa yang sangat terang

b. Ib: maharaksasa yang kurang terang

c. II: raksasa yang terang


PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

d. III: raksasa

e. IV: subraksasa

f. V: bintang deret utama

Gambar 8. Diagram HR

(sumber: http://www.splung.com/cosmology/images/H-R_diagram.gif)

Saat ini, klasifikasi bintang dapat dinyatakan dengan menggunakan gabungan


antara klasifikasi Harvard dan Yerkes. Misal bintang dengan kelas spektrum G2 V,
itu berarti bintang deret utama dengan kelas spektrum G2.

VI. Efek Doppler

Pada tahun 1842, Christian Doppler menunjukan, bila suatu sumber cahaya bergerak
mendekati kita, frekuensi menjadi lebih tinggi atau panjang gelombangnya menjadi
lebih pendek, sedangkan bila sumber cahaya menjauhi kita frekuensinya menjadi
lebih rendah atau panjang gelombangnya lebih panjang. Peristiwa ini disebut efek
Doppler.

Misalkan suatu sumber cahaya memancarkan gelombang elektromagnetik dengan


panjang gelombang λ. Sumber bergerak relative terhadap pengamat dengan
komponen kecepatan radial (Vr). Jika sumber bergerak menjauh, maka nilai Vr akan
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

positif, sedangkan bila bergerak mendekat maka nilai Vr negative. Pengamat akan
melihat dengan panjang gelombang berubah sebesar:


Dimana c adalah kecepatan cahaya. Karena Vr<<c, maka persamaan diatas dapat
disederhanakan menjadi:

Dengan menggunakan spektograf, spektrum bintang dapat langsung dipotret


bersamaan dengan spektrum pembanding, sehingga bisa memperoleh besar
pergeseran dopplernya. Walaupun terjadi pergeseran, namun kita masih dapat
mengenali unsure kimia yang memberikan garis spektrum tersebut karena pergeseran
yang terjadi sangat kecil.

Bila Vr bernilai negative, maka spektrum akan mengarah pada panjang gelombang
yang lebih pendek disebut pegeseran biru, jika Vr bernilai positif, maka spektrum
akan mengarah pada panjang gelombang yang lebih panjang disebut pergeseran
merah.

Sumber:

1. Astrofisika, mengenal bintang. Penulis: Pak Winardi Sutanto

2. Fundamental Astronomy
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

SOAL

1. Bintang Dimas mempunyai kelas spectrum F2V dan bintang Opal kelas spektrumnya
F2I. Perbedaan antara bintang Dimas dan bintang Opal adalah
a. Temperature bintang Dimas lebih kecil daripada bintang Opal
b. Temperature dan luminositas bintang Dimas lebih kecil dari bintang Opal
c. Temperature dan luminositas bintang Dimas lebih besar dari bintang Opal
d. Luminositas dan radius bintang Dimas lebih kecil daripada bintang Opal
e. Luminositas dan radius bintang Dimas lebih besar daripada bintang Opal
2. Radit mengamati sebuah bintang dan mendapatkan spectrum bintang tersebut seperti
gambar di bawah ini.
Berapa temperature bintang yang diamati oleh Radit?
a. 7245 K
b. 7345 K
c. 7445 K
d. 7545 K
e. 7645 K
Spektrum Bintang Kelas A
200

180

160

140

120
Intensitas

100

80

60

40

20

0
3500 4000 4500 5000 5500 6000 6500
Panjang Gelombang

3. Berikut adalah pernyataan yang benar mengenai Pembentukan spectrum


a. Bila suatu benda cair atau gas bertekanan tinggi dipijarkan, benda tadi akan
memancarkan energi dengan spektrum pada beberapa panjang gelombang.
b. Gas bertekanan tinggi bila dipijarkan akan memancarkan energi hanya pada
warna, atau panjang gelombang tertentu saja. Spektrum yang diperoleh berupa
garis-garis terang yang disebut garis pancaran atau garis emisi. Letak setiap
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

garis atau panjang gelombang garis tersebut merupakan ciri gas yang
memancarkannya.
c. Bila seberkas cahaya putih dengan spektrum kontinu dilewatkan melalui gas
bertekanan tinggi, gas tersebut tersebut akan menyerap cahaya tersebut pada
warna atau panjang gelombang tertentu. Akibatnya akan diperoleh spektrum
kontinu yang berasal dari cahaya putih yang dilewatkan diselang-seling garis
gelap yang disebut garis serapan atau garis absorpsi.
d. Bila seberkas cahaya putih dengan spektrum kontinu dilewatkan melalui gas
yang dingin dan renggang (bertekanan rendah), gas tersebut tersebut akan
menyerap cahaya tersebut pada warna atau panjang gelombang tertentu.
Akibatnya akan diperoleh spektrum kontinu yang berasal dari cahaya putih
yang dilewatkan diselang-seling garis gelap yang disebut garis serapan atau
garis absorpsi.
e. Gas bertekanan tinggi bila dipijarkan akan menyerap energi hanya pada
warna, atau panjang gelombang tertentu saja. Spektrum yang diperoleh berupa
spectrum kontinyu.
4. Pembentukan spectrum garis emisi dapat ditinjau secara makroskopi dan mikroskopi.
Secara makroskopi kita dapat melihat keadaan lingkungan disekitar bintang dan
secara mikroskopi kita dapat melihat dari elektron pada atom di bintang yang sedang
kita tinjau. pilihlah pernyataan yang benar mengenai pembentukan spectrum garis
emisi
a. Garis emisi terjadi karena elektron berpindah dari kulit luar ke kulit dalam.
b. Garis emisi terjadi karena elektron berpindah dari kulit dalam ke kulit luar.
c. Gas bertekanan tinggi jika dipijarkan memancarkan energi hanya pada warna,
atau panjang gelombang tertentu saja. Spektrum yang diperoleh berupa garis-
garis terang yang disebut garis pancaran atau garis emisi
d. Garis emisi diperoleh dari gas bertekanan rendah yang melewati gang
bertekanan tinggi
e. Elektron yang tereksitasi akan menimbulkan garis emisi.

5. Berikut adalah pennyebab terjadinya pelebaran spectrum kecuali


a. Pelebaran alamiah
b. Efek Doppler
c. Tumbuhan dengan atom
d. Medan magnetik
e. Gerak diri bintang

6. Pilihlah jawaban yang tepat.


1) Kelas spektrum bintang menunjukkan temperatur bintang tetapi tidak
mencerminkan warna bintang.
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

2) Diagram dua warna adalah diagram yang menggambarkan hubungan antara


magnitudo dalam panjang gelombang biru dan magnitudo dalam panjang
gelombang merah.
3) Dalam diagram Hertzsprung-Russel, luminositas bintang kelas spektrum M
selalu lebih tinggi daripada luminositas bintang kelas spektrum G
4) Diagram Hertzsprung-Russel merupakan diagram yang menggambarkan
hubungan antara energi yang dipancarkan oleh bintang dengan temperatur
bintang.
a. Pernyataan 1, 2 , dan 3 benar
b. Pernyataan 1 dan 3 benar
c. Pernyataan 2 dan 4 benar
d. Pernyataan 4 benar
e. Semua pernyataan benar
(Olimpiade Astara Ganesha Himastron ITB)

7. Berikut ini adalah ciri-ciri bintang yang memiliki kelas spectrum K, kecuali
a. Anggotanya adalah bintang-bintang dengan temperature permukaan 4000 K
b. Terdapat pita molekul TiO
c. Terdapat garis K dan H
d. Terdapat garis helium terionisasi
e. Didominasi oleh logam
8. Gambar di bawah adalah diagram Hertzsprung-Russell (HR) yang menggambarkan
tempat kedudukan perjalanan hidup (evolusi) bintang.
Temperatur permukaan (Kelvin)
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

O B A F G K M menyatakan kelas spektrum bintang. Diantara kelas spektrum bintang


tersebut terdapat sub-kelas 0 s.d. 9 (contoh: 02, F8). Daerah di garis diagonal (daerah (2))
menyatakan posisi bintang di Deret Utama.

Hubungan antara besaran luminositas (L) dan temperatur efektif (Teff) dinyatakan oleh:

dimana R adalah jejari (radius) bintang dan a adalah konstanta Stefan-Boltzmann.


Berdasarkan diagram HR di atas, pilihlah jawaban yang BENAR:

a. Daerah (1) adalah tempat bintang-bintang berukuran besar (dibandingkan bintang di


daerah (3)) dengan luminositas rendahdan temperatur tinggi, disebut daerah Bintang
Raksasa
b. Daerah (3) adalah tempat bintang-bintang berukuran besar (dibandingkan bintang di
daerah (1)) dengan luminositas rendah dan temperatur tinggi, disebut daerah Bintang
Raksasa
c. Daerah (1) adalah tempat bintang-bintang berukuran kecil (dibandingkan bintang di
daerah (3)) dengan luminositas rendah dan temperatur tinggi, disebut daerah bintang
Katai Putih
d. Daerah (3) adalah tempat bintang-bintang berukuran kecil (dibandingkan bintang di
daerah (1)) dengan luminositas tinggi dan temperatur rendah, disebut daerah Bintang
Katai Putih
e. Daerah (1) dan (3) adalah tempat bintang yang ukurannya sama, hanya berbeda di
besaran luminositas dan temperature
(OSK 2013)

9. Berdasarkan diagram HR di nomor (8), pilihlah jawaban yang BENAR


a. Daerah (1) adalah tempat bintang-bintang berukuran besar (dibandingkan
bintang di daerah (3)) dengan luminositas rendah dan temperatur tinggi, disebut
daerah Bintang Raksasa
b. Daerah (3) adalah tempat bintang-bintang berukuran besar (dibandingkan
bintang di daerah (1)) dengan luminositas tinggi dan temperatur rendah, disebut
daerah Bintang Raksasa
c. Daerah (1) adalah tempat bintang-bintang berukuran kecil (dibandingkan bintang
di daerah (3)) dengan luminositas tinggi dan temperatur rendah, disebut daerah
Bintang Katai Putih
d. Daerah (3) adalah tempat bintang-bintang berukuran kecil (dibandingkan bintang
di daerah (1)) dengan luminositas tinggi dan temperatur rendah, disebut daerah
Bintang Katai Putih
e. Daerah (1) dan (3) adalah tempat bintang yang ukurannya sama, hanya berbeda
di besaran luminositas dan temperature
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

10. Lihat kembali diagram HR di nomor (8). Dua bintang dengan tipe spektrum 05 dan
K2 terletak di Deret Utama. Dibandingkan dengan bintang tipe K2, maka bintang tipe
05
a. lebih dingin dan redup
b. lebih dingin dan terang
c. lebih panas dan redup
d. lebih panas dan terang
e. lebih panas dan sama terangnya

11. Lihat kembali diagram HR di nomor (8). Dua bintang, masing-masing tipe K5 dan
B5, terletak di daerah bintang Raksasa dan Katai Putih. Dibandingkan dengan bintang
tipe B5, maka bintang tipe K5
a. lebih dingin dan redup
b. lebih dingin dan terang
c. lebih panas dan redup
d. lebih panas dan terang
e. lebih dingin dan sama terangnya

12. Lihat kembali diagram HR di nomor (8). Bintang manakah yang paling panas dan
bintang manakah yang paling dingin?
a. Bintang Katai Putih B5, bintang Katai Putih G2
b. Bintang Raksasa K8, bintang Katai Putih B5
c. Bintang Maharaksasa F5, bintang Deret Utama AO
d. Bintang Katai Putih G2, bintang MahaRaksasa F5
e. Bintang Deret Utama AO, bintang Raksasa K8

13. Bintang Sirius mempunyai temperature efektif 9,940 K. Dari pernyataan di bawah
ini, pilihlah pernyataan yang salah
a. Garis hidrogen terlihat sangat kuat
b. Terdapat absorpsi dari atom terionisasi seperti HeII, CII dan OIII
c. Garis K dan CaII terlihat kuat
d. Bintang Sirius termasuk bintang kelas spectrum A
e. Garis logam netral mulai terlihat

14. Pilihlah pernyataan berikut yang benar mengenai efek Zeeman


a. Efek Zeeman disebabkan oleh tumbukan dengan atom lain dan terjadi
perubahan tingkat energi atom sehingga panjang gelombang foton yang
diserapnya agak berbeda.
b. Efek Zeeman disebabkan oleh eksitasi elektron ke tingkat yang lebih rendah
c. Efek Zeeman disebabkan oleh medan magnet yang mengeksitasi ke tingkat-
tingkat tertentu
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

d. Efek Zeeman disebabkan oleh medan magnet yang menyebabkan suatu tingkat
energi sebuah atom terpecah menjadi dua atau lebih.
e. Efek Zeeman tidak diamati pada spectrum bintang.
15. Energi yang diperlukan untuk mengionisasi elektron dari atom hidrogen yang berada
dalam keadaan dasar adalah
a. 11,3 eV
b. 6,13 eV
c. 13,6 eV
d. 23 eV
e. 3,16 eV

16. Noval mengamati sebuah bintang. Hasil pengamatan menunjukan bahwa garis Hα
teramati pada panjang gelombang 6.565,13 angstrom. Dari perhitungan, berapakan
kecepatan radial bintang tersebut yang akan didapatkan oleh Noval?
a. 67 km/s
b. 77 km/s
c. 87 km./s
d. 97 km/s
e. 107 km/s

17. Pilih pernyataan yang benar


a. Bintang kelas O menunjukkan garis Helium terionisasi dan pita molekul
Titanium oksida
b. Dalam kelas spektrum yang sama garis spektrum bintang dengan kelas
luminositas katai lebih lebar daripada kelas luminositas maharaksasa
c. Dalam kelas spektrum yang sama garis spektrum bintang dengan kelas
luminositas katai lebih sempit daripada kelas luminositas maharaksasa
d. Penampakan spektrum hanya bergantung kepada kelimpahan elemen
e. Penampakan spektrum hanya bergantung kepada temperatur permukaan
bintang
(OSP 2010)

18. Pilih mana yang benar


a. Besar absorpsi oleh materi antar bintang sama untuk semua daerah panjang
gelombang
b. Absorpsi pada panjang gelombang biru lebih besar daripada absorpsi pada
panjang gelombang merah
c. Absorpsi pada panjang gelombang merah lebih besar daripada absorpsi pada
panjang gelombang biru
d. Cahaya bintang tidak mengalami serapan oleh materi antar bintang
e. Profil (pola) garis spektrum bintang sangat dipengaruhi materi antar bintang
(osp 2010)
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

19. Gambar di bawah menunjukkan spektrum awan debu di sekitar bintang (circumstellar
dust). Taksiran terbaik untuk temperatur awan debu tersebut adalah

a. 120 K
b. 60 K
c. 40 K
d. 20 K
e. 10 K
(osp 2015)

20. Manakah pernyataan di bawah ini yang paling benar ?


a. Bila gas bertekanan rendah dipijarkan,maka hanya akan menghasilkan spektrum
emisi
b. Bila garis hidrogen dalam spektrum suatu bintang terlihat lemah,berarti suhu
bintang tersebut termasuk tinggi atau rendah
c. Garis spektrum molekul TiO mulai tampak pada spektrum bintang dengan kelas
spektrum B
d. Bintang dengan klasifikasi B5 III berarti bintang tersebut adalah bintang
maharaksasa dengan temperatur sekita 20.000 K
e. Garis spektrum molekul CH dimiliki oleh bintang jelas M
PELATIHAN ONLINE 2018
ASTRONOMI – PAKET 5

KISAH PERJALANAN MEDALIS

Ni Putu Audita Placida Emas (Astronomi ITB 2013) – Bidang Astronomi

Perjalanan OSN di mulai dari kisah banting setir dari bidang Matematika ke Astronomi. Alasannya
saat itu karena ingin menyicipi OSN karena saat SMP sempat diajukan untuk mengikuti OSK Biologi
namun saya tolak karena alasan lebih memilih matematika daripada Biologi. Orang yang
menggantikan saya di bidang Biologi malah berhasil lolos OSN sedangkan saya tidak. Berawal dari
situlah saya bertekad ketika SMA untuk tembus OSN.

Di SMA saya merupakan salah satu pencetak Olimpian dari Bali. Kala itu saya melihat ada 13 orang
yang tembus ke OSN dengan 1 diantaranya mendapat medali emas di bidang Fisika dan 1 perunggu
di bidang Astronomi. Saat itu saya menjadi terpacu untuk mengikuti OSN. Namun, pengetahuan yang
saya miliki tidak sehebat teman-teman di kelompok peminatan Astronomi. Saya sempat down
karena itu. bahkan saya sempat ingin kabut setiap pembinaan. Namun, suatu pagi, saya terbangunm
tepatnya pukul 02.00 WITA, entah kenapa saat itu saya langsung mengambil buku Astronomi dan
belajar. Suatu hari sekolah saya melakukan seleksi di tingkat sekolah untuk menyeleksi siapa saja
yang akan dikirim ke OSK. Saya merasa percaya diri mengerjakan soal-soal yang diberikan dan saya
yakin akan lolos ke OSK. Dan ternyata benar, saya lolos dengan urutan kedua saat itu. semua orang
seakan tidak percaya, namun saya tetap percaya diri untuk lolos ke OSN.

Semua demi tahap olimpiade saya lewati, dan akhirnya saya tembuh ke OSN 2011 di Manado . itu
adalah pengalaman pertama saya mengikuti perlombaan nasional. Semua soal telah saya kerjakan
dan saya sangat percaya diri,
namun ketika itu pula saya kembali
down karena saya tidak masuk 20
besar sementara. Namun keajaiban
muncul, saya termasuk dalam
daftar 30 medalis dengan
mendapat medali perunggu. Saya
sangat bangga saat itu. dan yang
paling membuat saya senang
adalah orang tua saya juga turut
bangga atas prestasi saya.

Walaupun akhirnya pelatnas tidak


lolos ke Internasioal (saat itu hanya
sampai pelatnas 3) saya tetap
melanjutkan bidang Astronomi
sampai saat ini dan berharap bisa
melanjutkannya sampai nanti.