Anda di halaman 1dari 18

PELATIHAN ONLINE 2018

KEBUMIAN – PAKET 5
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

ATMOSFER DAN UNSUR-UNSURNYA (I): TEMPERATUR

BAGIAN I – ATMOSFER
Atmosfer merupakan lapisan gas atau campuran gas (udara) yang menyelimuti dan terikat pada
bumi oleh gaya gravitasi. Walaupun terlihat tebal dan tanpa batas, atmosfer sangat tipis bila
dibandingkan dengan kedalaman bumi. 99% dari atmosfer terkonsentrasi dalam rentang ketinggian
35 km dari permukaan bumi. Atmosfer bersifat dapat dimampatkan (kompresibel), sehingga lapisan
di bawah lebih padat dibandingkan lapisan di atasnya.

Ada dua ilmu yang khusus mempelajari tentang aspek-aspek dari atmosfer, yakni meteorologi dan
klimatologi. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi di
dalam atmosfer terutama pada lapisan paling bawah (troposfer). Terdapat dua klasifikasi
meteorologi:

Berdasarkan metode pendekatan:

 Meteorologi sinoptik: tinjauan kondisi atmosfer, meliputi daerah luas pada suatu saat
tertentu. Mencari perkiraan kondisi atmosfer dalam beberapa jam hingga beberapa hari
yang akan datang. Merupakan dasar bagi perkiraan cuaca.
 Meteorologi teoretis (dinamis): menerapkan teori dan metode fisika untuk menemukan
keterkaitan matematis-fisis dalam meteorologi dan memformulasikannya dalam bentuk
persamaan fisika-matematis.
 Meteorologi fisis: mempelajari megenai proses fisis yang terjadi dalam atmosfer, seperti
radiasi, elektrisitas atmosfer, perubahan fasa air, dan sebagainya.

Berdasarkan skala dan luas daerah yang dipelajari:

 Meteorologimakro: mempelajari proses atmosfer yang menimbulkan gejala atmosfer yang


berukuran antara 100-1000 km, contoh: siklon tropis.
 Meteorologimeso: mempelajari proses atmosfer berukuran 0,1-100 km, contoh: awan
kumulonimbus, badai guntur, dll.
 Meteorologimikro: skala kecil, berlangsung dekat permukaan dengan ukutan 100 m-<1 cm.

Klimatologi adalah ilmu yang mencari gambaran dan penjelasan iklim dan faktor penyebabnya,
sehingga klimatologi lebih luas dan studi rentang waktunya lebih besar (pengamatan iklim setiap 30
tahun).

KOMPOSISI ATMOSFER
Secara umum, atmsofer mengandung udara kering, udara basah (uap air dalam ketiga fasenya),
serta aerosol.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

[1]

Nitrogen
Masuk ke atmosfer dari peluruhan sisa-sisa hasil pertanian dan letusan gunung berapi. Keluar dari
atmosfer melalui pengikatan nitrogen oleh aktivitas biologis tumbuhan dan makhluk hidup di laut.
Nitrogen akan dibentuk melalui pemecahan NOx oleh petir dan pembakaran temperatur tinggi di
dalam mesin kendaraan bermotor dan pesawat terbang. Konsentrasinya dalam atmosfer seimbang,
dimana masukan (input) dan keluaran (output) nitrogen seimbang.

Oksigen
Jumlahnya konstan di atmosfer. Dihasilkan melalui proses fotosintesis pada tumbuhan, dimana zat
hijau daun menyerap CO2 dan mengubahnya menjadi O2. Oksigen diambil dari atmosfer melalui
pernafasan makhluk hidup dan peluruhan bahan organik.

Ozon
Ozon (O3) terkonsentrasi dalam stratosfer, sekitar 15-35 km, dan tidak stabil karena mudah terurai
menjadi O melalui radiasi. Berfungsi sebagai penyerap utama radiasi UV matahari sehingga tidak
membahayakan makhluk hidup di permukaan bumi.

Karbondioksida
Berasal dari proses pernafasan makhluk hidup, peluruhan bahan organik, serta pembakaran bahan
industri, fosil, pembakaran hutan, dan perubahan tata guna lahan. Keluar dari atmosfer melalui
fotosintesis. CO2 mengabsorpsi radiasi inframerah (IR) yang dipancarkan permukaan bumi sehingga
panasya tidak keluar dari atmosfer. Akibatnya, gas ini berfungsi sebagai gas rumah kaca yang
menjadi temperatur muka bumi tetap hangat.

Uap air
Hanya terkonsentrasi pada troposfer dan memainkan peranan penting disana. Berasal dari
evapotranspirasi dari permukaan bumi dan diangkat ke atas oleh turbulensi. Keluar dari atmosfer
melalui kondensasi dalam bentuk hujan, salju, dan curahan lainnya. Uap air dapat mengabsorpsi
radiasi matahari dan bumi sehingga berperan sebagai pengatur udara.

Aerosol
Aerosol adalah partikel yang berukuran lebih besar dari molekul, namun cukup kecil sehingga dapat
melayang di dalam atmosfer, contohnya adalah debu, garam laut, garam lain, sulfat, nitrat, dll. Debu
berkurang dengan bertambahnya ketinggian, meskipun debu meteorik dapat dijumpai pada lapisan
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

atmosfer atas. Partikel debu bersifat higroskopis, bertindak sebagai inti kondensasi. Debu dapat
menyerap, memantulkan, dan menghamburkan radiasi.

STRUKTUR ATMOSFER
Umumnya dilihat berdasarkan distribusi temperatur dengan ketinggian, serta fenomena yang terjadi
di dalamnya.

[2]

Troposfer (0-8/16 km)


Merupakan lapisan paling bawah. Suhu umumnya berkurang sebesar 6,5 oC/km. Sumber panas
lapisan ini adalah permukaan bumi yang mengabsorpsi dan memantulkan radiasi matahari.
Mengandung sekitar 80% massa atmosfer. Lapisan ini memegang kendali yang besar bagi
permukaan bumi karena segala fenomena cuaca terjadi disini. Puncak dari troposfer disebut
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

tropopause, dimana terjadi inversi suhu, yakni suhu meningkat dengan ketinggian. Tropopause
terletak pada ketinggian 16 km di daerah khatulistiwa dan 8 km di kutub.

Stratosfer (8/16-50 km)


Pada lapisan ini, terjadi peningkatan suhu karena lapisan ozon yang menyerap radiasi UV dari
matahari. Merupakan lapisan inversi, sehingga pertukaran antara lapisan ini dan di troposfer sangat
minim. Bagian atas dibatasi oleh stratopause, yakni permukaan diskontinuitas suhu pada ketinggian
sekitar 60 km dengan suhu 0oC.

Mesosfer (50-80 km)


Pada lapisan ini, suhu kembali berkurang dengan bertambahnya ketinggian sekitar 4oC/km,
mencapai -90oC pada mesopause, sehingga disebut mempunyai keseimbangan radiasi negatif.
Karena suhu yang dingin dan lebih kompak, ketika meteor dengan kecepatan tinggi melintasi lapisan
ini, ia akan terbakar.

Termosfer (80-500 km)


Temperatur kembali meningkat karena absorpsi sinar UV oleh atom oksigen. Di atas 100 km,
atmosfer dipengaruhi oleh sinar X dan radiasi UV, sehingga terjadi ionisasi, dimana atom menjadi
ion, sehingga terkumpul membentuk lapisan ion atau ionosfer. Ionosfer sendiri bukan lapisan,
melainkan sebuah zona yang terdapat mulai dari mesosfer hingga termosfer. Zona ini dibagi menjadi
tiga lapisan, yaitu D, E, dan F. Lapisan D memantulkan gelombang radio AM, namun melemahkannya
melalui absorpsi pada siang hari. Pada malam hari, lapisan D hilang sehingga gelombang AM dapat
memantul dengan baik pada lapisan E dan F. Oleh karena itu, radio dengan frekuensi AM dapat
dipakai pada malam hari. Gelombang FM tidak dipengaruhi oleh lapisan DEF ini karena
gelombangnya yang lebih pendek dapat menembus ionosfer tanpa pemantulan.

[3]

UNSUR-UNSUR ATMOSFER, CUACA, DAN IKLIM


Unsur-unsur yang mengatur cuaca dan iklim adalah suhu udara, kelembapan, tekanan, curah hujan,
serta embun, kabut, dan perawanan. Semua unsur ini akan dibahas secara lengkap pada dua modul
meteorologi yang akan datang. Mengenai temperatur akan dibahas pada modul ini.

BAGIAN II–TEMPERATUR
Suhu atau temperatur adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda. Atau, tingkat energi kinetik
rata-rata dari atom atau molekul suatu materi. Sementara itu, panas (heat) adalah energi yang
ditransfer ke dalam atau ke luar dari sebuah objek karena perbedaan suhu antara objek itu dan
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

lingkungan sekitarnya. Panas berpindah dari tempat sengan suhu tinggi ke rendah. Terdapat dua
jenis panas, yakni panas laten (latent heat) dan panas nyata (sensible heat). Panas laten adalah
energi yang berperan (diserap/dilepaskan) ketika air berperan dalam perubahan fasa (laten:
tersembunyi). Seentara itu, panas nyata adalah panas yang dapat kita rasakan dan ukur, misalnya
panas tubuh. Alat ukur temperatur disebut dengan termometer.

Suhu dinyatakan dalam satuan derajat fahrenheit, kelvin, maupun celcius. Skala Kelvin diakui sebagai
skala internasional dalam perhitungan matematis karena titik ini didasarkan pada nol mutlak, yakni
titik saat gas berhenti melakukan tekanan. Nilainya adalah pada 0 K, sedangkan ketika air mendidik,
skala Kelvin menunjukkan angka 273 K, setara dengan 100oC. Konversi ketiga satuan adalah:

( )

Distribusi suhu udara dapat dinyatakan dalam isoterm, yaitu garis yang menghubungkan tempat
yang mempunyai suhu yang sama. Dalam peta isotermal, efek ketinggian pada umumnnya telah
dihilangkan dengan menurunkan semua suhu ke suhu paras laut (sea level).

MEKANISME TRANSFER PANAS


Panas dapat berpindah melalui tiga cara: konveksi, konduksi, dan radiasi.

[4]

Konduksi
Adalah perpindahan panas melalui benturan suatu elektron atau molekul ke elektron atau molekul
lainnya. Kemampuan benda untuk menyalurkan panas melalui mekanisme ini berbeda-beda,
sehingga terdapat istilah konduktor (penghantar panas yang baik) dan isolator (tidak mempu
menghantar panas dengan baik). Udara adalah penghantar panas yang buruk, akibatnya konduksi
hanya berperan penting antara permukaan bumi dan udara sekitarnya secara singkat ketika
keduanya bersentuhan.

Konveksi
Adalah perpindahan panas melalui pergerakan atau sirkulasi substansi. Kebanyakan transfer panas
dalam atmosfer dan arus samudera terjadi melalui konveksi. Seperti memasak air, udara yang ikut
terpanaskan melalui pemanasan permukaan bumi (radiasi dan konduksi) terpanaskan pula pada
bagian atasnya, serta memanaskan udara di atasnya melalui sebuah sirkulasi. Udara yang panas naik
ke atas, sementara udara yag dingin turun. Parsel udara yang naik dan turun ini disebut sebagai
bahang (thermals). Konveksi tidak hanya terjadi secara vertikal, namun juga horizontal, yang disebut
dengan adveksi.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

Radiasi
Adalah mekanisme perpindahan panas tanpa melalui media, namun melalui vakum di ruang
angkasa. Radiasi matahari terjadi melalui gelombang elektomagnetik, yang berkisar dari sinar
gamma, sinar X, UV, gelombang tampak, inframerah (IR: infrared), dan radio. Matahari
memancarkan semua gelombang tersebut, namun dalam jumlah yang berbeda-beda. Sekitar 95%
radiasi matahari yang dikeluarkan terletak pada panjang gelombang 0,1-2,5 μm, antara gelombang
tampak hingga IR.

HUKUM RADIASI
1. Semua objek terus-menerus mengemisikan energi radiasi melalui sebuah cakupan panjang
gelombang. Tidak hanya matahari yang mengemisikan gelombang elektromagnet, namun
benda dingin seperti es juga mengeluarkan energi.
2. Benda yang lebih panas memancarkan panas yang lebih besar dibandingkan benda dingin.
Matari yang memiliki suhu permukaan sekitar 6000 K memancarkan energi 160.000x lebih
besar dibandingkan bumi. Prinsip ini diatur dalam hukum Stefan-Boltzmann:

E: laju radiasi yang dipancarkan sebuah objek (W/m2)


σ: konstanta Stefan-Boltzmann (5,67 x 10-8 W/m2K4)
T: suhu permukaan (K)

3. Benda yang lebih panas memancarkan energi dalam bentuk radiasi panjang gelombang
pendek dibandingan benda dingin.

4. Objek yang mampu menyerap radiasi secara baik juga pemancar yang baik. Permukaan
bumi dan matahari merupakan radiator yang baik karena efisiensi radiasi dan absorpsinya
mencapai hampir 100%. Sebaliknya, udara di atmosfer merupakan pemancar dan penyerap
yang buruk karena hanya memilih panjang gelombang yang diinginkannya saja, sehingga
disebut sebagai selective absorber and emitters.

HUBUNGAN ANTARA MATAHARI DAN BUMI


Bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari pada jarak sekitar 149,6 x 10 6 km. Orbit bumi
berbentuk elips memiliki eksentrisitas 0,017. Jarak bumi terdekat dengan matahari (perihelion: 91,5
juta mil) terjadi pada tanggal 4 januari, dan terjauh (aphelion: 94,5 juta mil) pada tanggal 5 Juli. Jarak
bumi terhadap matahari, posisi lintang, dan eksentrisitas ini mempengaruhi fluks radiasi matahari ke
permukaan bumi.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

[5] Pengaruh ketinggian lintang terhadap banyaknya radiasi matahari yang diterima bumi, dikontrol
oleh sudut datangnya sinar matahari.

[6] Pengaruh besarnya sudut datang sinar matahari terhadap fluks. Dengan asumsi intensitas radiasi
matahari yang sampai ke permukaan bumi adalah tetap, maka ketika sudut datang secara tegak
lurus, panasnya akan lebih intens karena luas area yang dicakupnya kecil. Sebaliknya, ketika radiasi
matahari datang pada sudut yang lebih kecil, panasnya akan tersebar ke area yang lebih luas,
sehingga panasnya kurang intens.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

[7] Prinsip di gambar sebelumnya berlaku pula pada kejadian penyinaran cahaya matahari pada
lintang-lintang tertentu, sesuai dengan kemiringan bumi pada porosnya.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

[8], [9] Prinsip serupa juga berlaku untuk fenomena titik puncak matahari pada saat-saat tertentu
(titik balik matahari).

APA YANG TERJADI DENGAN RADIASI MATAHARI YANG SAMPAI ATMOSFER BUMI?
Ketika radiasi matahari sampai ke dalam atmosfer bumi, terdapat tiga mekanisme:

1. Pemantulan dan Penghamburan (Reflection and Scattering)


Pemantulan adalah proses dimana cahaya memantul kembali dari sebuah objek pada sudut dan
intensitas yang sama besar. Penghamburan adalah proses ketika cahaya diuraikan oleh objek
menjadi sejumlah cahaya yang lebih lemah intensitasnya. Sekitar 30% dipantulkan kembali ke
ruang angkasa. Fraksi radiasi yang dipantulkan oleh suatu objek disebut dengan albedo. Benda
putih memantulkan cahaya yang lebih banyak, sehingga albedonya besar. Persentase radiasi
matahari dapat dilihat pada gambar di bawah.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

[10]

2. Absorpsi pada langit tak berawan


a. Absorpsi radiasi oleh lapisan ozon: ozon menyerap sedikit radiasi pada panjang gelombang
IR dan spektral (terutama sekitar juning dan jingga). Jumlah total penyerapan radiasi
matahari oleh lapisan ozon di dalam atmosfer adalah sekitar 1%.
b. Absorpsi radiasi oleh gas permanen, partikel debu, dan inti kondensasi.

3. Difusi pada langit tak berawan


a. Difusi molekuler: partikel yang dapat mendifusi adalah molekul yang mempunyai dimensi
jauh lebih kecil dari panjang gelombang radiasi matahari. Difusi ini lebih efektif pada
panjang gelombang pendek. Langit berwarna biru karena difusi molekuler pada panjang
gelombang cahaya tampak berwarna biru.
b. Difusi oleh aerosol: difusi akan lebih besar apabila lapisan udara yang dilaluinya juga tebal,
serta bergantung pada ketinggian matahari di atas horizon.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kesetimbangan panas bumi adalah sebagai berikut: sebanyak 35%
dari radiasi matahari dikembalikan ke ruang angkasa (2% dipantulkan permukaan bumi, 6%
dipantulkan atau dihamburkan atmosfer, 27% dipantulkan awan), sebanyak 14% diserap oleh
atmosfer. Jadi, yang mencapai permukaan bumi hanya 51%, yakni dari 34% radiasi matahari
langsung dan 17% radiasi baur (difus) atau radiasi langit. Bumi menyerap radiasi matahari sebesar
51%, dengan demikian radiasi bumi terdiri atas: 17% hilang ke ruang angkasa dan tidak memanasi
atmosfer, 6% radiasi bumi yang diserap atmosfer (radiasi efektif), 9% diterima atmosfer melalui
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

turbulensi & konveksi, 19% diterima atmosfer melalui kondensasi dari uap air, saat panas laten
kondensasi dilepaskan.

[11]

Referensi/Bacaan Lebih lanjut:

1. Essentials of Meteorology (C Donald Ahrens)


2. The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
3. Meteorologi (Susilo Prawirowardoyo, ITB)
4. Klimatologi (Bayong Tjasyono, ITB)

Daftar gambar:
[1] Essentials of Meteorology (C Donald Ahrens)
[2] Essentials of Meteorology (C Donald Ahrens)
[3] Essentials of Meteorology (C Donald Ahrens)
[4] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[5] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[6] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[7] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[8] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[9] http://4.bp.blogspot.com/-T2FxDghREH0/TcZtFwO_YvI/AAAAAAAAAbg/WA2oI-
iyw5Q/s1600/PEREDARAN_SEMU.JPG
[10] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[11] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

SOAL

1. Secara volumetrik, gas penyusun atmosfer yang paling banyak adalah...


a. Karbondioksida
b. Ozon
c. Hidrogen
d. Nitrogen
e. Oksigen

2. Komposisi gas pembentuk atmosfer adalah ....


a. 77 % Nitrogen, 21 % Oksigen, 0,9 % Argon dan 0,1 % Gas lainnya
b. 78 % Nitrogen, 21 % Oksigen, 0,9 % Argon dan 0,1 % Gas lainnya
c. 70 % Nitrogen, 21 % Oksigen, 8,9 % Argon dan 0,1 % Gas lainnya
d. 78 % Nitrogen, 22 % Oksigen, 0,9 % Argon dan 0,1 % Gas lainnya
e. 77 % Nitrogen, 22 % Oksigen, 0,9 % Argon dan 0,1 % Gas lainnya

3. Komposisi gas yang paling banyak terdapat pada atmosfer bumi adalah…
a. Nitrogen
b. Oksigen
c. Argon
d. Karbondioksida
e. Neon

4. Salah satu gas utama pembentuk udara kering adalah...


a. Xenon
b. Argon
c. Kripton
d. Ozon
e. Uap air

5. Helium, Xenon dan Hidrogen termasuk dalam...


a. Gas-gas variabel pembentuk atmosfer
b. Gas permanen pembentuk atmosfer
c. Pembentuk atmosfer bulan
d. Gas rumah penyebab panas
e. Tidak ada yang benar

6. Atmosfer mempunyai sifat:


a. transparant terhadap bentuk radiasi
b. tidak berwarna
c. tidak berbau
d. mempunyai berat
e. semua benar

7. Sumber energi penggerak sirkulasi umum atmosfer adalah...


a. Energi panas bumi
b. Energi angin
c. Energi arus laut
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

d. Energi Matahari
e. Semua benar

8. Urutan lapisan atmosfer yang benar dari yang terluar adalah :


a. Troposfer, stratosfer, mesosfer, thermosfer, eksosfer
b. Troposfer, mesosfer, stratosfer, thermosfer, eksosfer
c. Eksosfer, mesosfer, thermosfer, stratosfer, troposfer
d. Eksosfer, thermosfer, stratosfer, mesosfer, troposfer
e. Eksosfer, thermosfer, mesosfer, stratosfer, troposfer

9. Lapisan di atmosfer bumi dimana terjadi peristiwa-peristiwa cuaca seperti angin, hujan,
halilintar, awan dan lain-lain adalah ...,
a. troposfer
b. termosfer
c. stratosfer
d. ionosfer
e. mesosfer

10. Ditinjau dari homogenitas kimiawi, maka struktur atmosfer adalah sebagai berikut:
a. Homosfer-heterosfer
b. Homosfer-heterosfer-mesosfer-termosfer
c. Ionosfer-ozonosfer
d. Troposfer-stratosfer-mesosfer-termosfer
e. Tidak ada yang benar

11. Berikut ini adalah pernyataanpernyatan mengenai stratosfer bumi:


1. Pada ketinggian ± 50 km dengan suhu 5o( disebut daerah stratopause)
2. Pada stratosfer terbentuk lapisan ozon pada ketinggian 35 km
3. memiliki ketinggian berkisar 12-60 km
4. Stratosfer terdiri atas 3 lapisan yaitu lapisan isoterm; lapisan panas, dan lapisan campuran
teratas. Dari pernyataan diatas, pernyataan yang benar adalah ...
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 3, dan 4
c. 1, 3, dan 4
d. 1 dan 2
e. 1, 2, 3, dan 4

12. Suhu atmosfer terendah terdapat pada lapisan....


a. Stratopaus
b. Stratosfer
c. Mesosfer
d. Eksosfer
e. Troposfer

13. Lapisan batasan antara Troposfer dan Stratosfer dimana temperatur berhenti menurun dan
mulai naik adalah....
a. Tropopause
b. Stratopause
c. Mesopause
d. Mesosfer
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

e. Termopause

14. Gas pembentuk cuaca di atmosfer adalah...


a. CO2
b. H2O
c. O3
d. H2S
e. CH4

15. Rentang suhu Termosfer pada siang hari antara ...


a. – 50oC sampai dengan 15000C
b. – 500C sampai dengan 700C
c. – 100C sampai dengan 10000C
d. – 100C sampai dengan 1000C
e. Tidak ada yang benar

16. Relasi antara tekanan udara dengan densitas dan temperaturnya disebut…
a. Hukum kekekalan energi
b. Teori kinetik gas
c. Hukum gas
d. Peluruhan radioaktif
e. Model atom

17. Dasar utama penyusunan struktur lapisan atmosfer menjadi beberapa lapisan adalah
a. Tekanan udara
b. Gerak masa udara
c. Ketinggian
d. Temperatur
e. Kelembaban udara

18. Lapisan Ionosfer yang terletak mulai dari ketinggian 80 km, terdiri atas 3 lapisan. Secara
berurutan dari lapisan terbawah adalah
a. Lapisan D, E, dan F
b. Laisan F, E, dan D
c. Lapisan E, D, dan F
d. Lapisan atom, elektron, dan ion
e. a-d salah

19. Lapisan ionosfer yang hanya ada pada siang hari dan bersifat menyerap gelombang radio adalah
a. Lapisan D
b. Lapisan E
c. Lapisan F
d. Lapisan D dan E
e. Lapisan E dan F

20. Perpindahan panas yang dominan di dalam troposfer adalah melalui…


a. Konduksi
b. Konveksi
c. Radiasi
d. Semua benar
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

e. Semua salah

21. Albedo adalah…


a. Rasio panas yang dilepaskan oleh matahari terhadap yang diserap bumi
b. Fraksi radiasi yang dipantulkan suatu objek
c. Besarnya jumlah radiasi yang diabsorpsi oleh permukaan bumi
d. Jumlah bahang yang bersirkulasi di dalam troposfer
e. Tidak ada yang benar

22. Berdasarkan skema pergerakan semu matahari, pada tanggal 22 Desember, matahari berada
pada…
a. 23,5o LU
b. Khatulistiwa
c. 23,5o LS
d. 30o LU/LS
e. kutub/polar

23. Manakah diantara sudut datang matahari berikut yang luas daerahnya akan menerima
intensitas yang terbesar?
a. 0o
b. 15o
c. 30o
d. 45o
e. 90o

24. Lapisan atmosfer yang termasuk lapisan heterosfer adalah…


a. Troposfer
b. Stratosfer
c. Mesosfer
d. Termosfer
e. Semuanya

25. Lapisan atmosfer yang mengandung ionosfer adalah…


a. Troposfer
b. Stratosfer
c. Mesosfer
d. Termosfer
e. Tidak ada yang benar

26. Fenomena seperti petir, badai, pelangi, dan hujan terjadi pada lapisan…
a. Troposfer
b. Stratosfer
c. Mesosfer
d. Termosfer
e. Litosfer

27. Lapisan dimana terjadi pembakaran meteor adalah…


a. Troposfer
b. Stratosfer
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

c. Mesosfer
d. Termosfer
e. Litosfer

28. Transfer panas yang terjadi dengan mekanisme di bawah ini disebut…

a. Konduksi
b. Konveksi
c. Radiasi
d. Semua benar
e. Semua salah

29. Berapakah energi yang dilepaskan bumi dengan menganggap suhu rata-rata bumi adalah 300 K?
a. 359 W/m2
b. 459 W/m2
c. 559 W/m2
d. 659 W/m2
e. 759 W/m2

30. Berapa panjang gelombang maksimum yang dipancarkan Bumi?


a. 5,66 μm
b. 6,66 μm
c. 7,66 μm
d. 8,66 μm
e. 9,66 μm
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 5

KISAH PERJALANAN MEDALIS


Ni Putu Audita Placida Emas (Astronomi ITB 2013) – Bidang Astronomi

Perjalanan OSN di mulai dari kisah banting setir dari bidang Matematika ke Astronomi. Alasannya
saat itu karena ingin menyicipi OSN karena saat SMP sempat diajukan untuk mengikuti OSK Biologi
namun saya tolak karena alasan lebih memilih matematika daripada Biologi. Orang yang
menggantikan saya di bidang Biologi malah berhasil lolos OSN sedangkan saya tidak. Berawal dari
situlah saya bertekad ketika SMA untuk tembus OSN.

Di SMA saya merupakan salah satu pencetak Olimpian dari Bali. Kala itu saya melihat ada 13 orang
yang tembus ke OSN dengan 1 diantaranya mendapat medali emas di bidang Fisika dan 1 perunggu
di bidang Astronomi. Saat itu saya menjadi terpacu untuk mengikuti OSN. Namun, pengetahuan yang
saya miliki tidak sehebat teman-teman di kelompok peminatan Astronomi. Saya sempat down
karena itu. bahkan saya sempat ingin kabut setiap pembinaan. Namun, suatu pagi, saya terbangunm
tepatnya pukul 02.00 WITA, entah kenapa saat itu saya langsung mengambil buku Astronomi dan
belajar. Suatu hari sekolah saya melakukan seleksi di tingkat sekolah untuk menyeleksi siapa saja
yang akan dikirim ke OSK. Saya merasa percaya diri mengerjakan soal-soal yang diberikan dan saya
yakin akan lolos ke OSK. Dan ternyata benar, saya lolos dengan urutan kedua saat itu. semua orang
seakan tidak percaya, namun saya tetap percaya diri untuk lolos ke OSN.

Semua demi tahap olimpiade saya lewati, dan akhirnya saya tembuh ke OSN 2011 di Manado . itu
adalah pengalaman pertama saya mengikuti perlombaan nasional. Semua soal telah saya kerjakan
dan saya sangat percaya diri,
namun ketika itu pula saya kembali
down karena saya tidak masuk 20
besar sementara. Namun keajaiban
muncul, saya termasuk dalam
daftar 30 medalis dengan
mendapat medali perunggu. Saya
sangat bangga saat itu. dan yang
paling membuat saya senang
adalah orang tua saya juga turut
bangga atas prestasi saya.

Walaupun akhirnya pelatnas


tidak lolos ke Internasioal (saat
itu hanya sampai pelatnas 3)
saya tetap melanjutkan bidang
Astronomi sampai saat ini dan
berharap bisa melanjutkannya
sampai nanti.