Anda di halaman 1dari 42

Kanker Payudara

Asuhan Kefarmasian

Mariyatul Qibtiyah
Instalasi Farmasi RSUD Dr.Soetomo
Hp. 081 55039300
Email: m_qibtiyah@yahoo.com

1
Outline
• Introduction
• Gambaran Kanker payudara
– Anatomi
– Difinisi
– faktor risiko
– Tanda dan gejala
– pengobatan, dll
• Asuhan kefarmasian

4
Data Sebaran Kasus Kanker di Dunia (WHO 2010)

5
Data di Indonesia • Ca payudara 28,7%
• Ca serviks 12,8%
SIRS • Leukimia 10,4%
2014 • Lymphoma 8,3%
• Ca paru 7,8%

RisKesDas • prevalensi kanker 1,4 per


2013 1000 penduduk
• penyebab kematian
nomor tujuh.

6
Kendala di Indonesia ?

• rendahnya kesadaran dan pengetahuan


masyarakat mengenai penyakit kanker
• MITOS: kanker tidak dapat dideteksi, tidak bisa
dicegah dan disembuhkan
• hampir 70% penderita ditemukan dalam
keadaan sudah stadium lanjut
• Biaya  JKN ???

7
ASUMSI...?!
Kanker payudara hanya menyerang
perempuan yang sudah menikah dan
perempuan usia lanjut...?

Faktanya, seorang gadis juga bisa


terkena kanker.
(di RS Dharmais ada pasien usia 17 th positif Ca payudara)

8
ASUMSI ...?!
Kanker payudara dapat menyerang semua
wanita tanpa terkecuali ..?

Ya, tidak peduli seorang artis, ibu rumah tangga,


pengusaha, status miskin, kaya atau apapun latar
belakangnya, semua berisiko mengalami penyakit
kanker payudara.

9
Anatomi PAYUDARA
• konstituen utama payudara :
– sel kelenjar
– duktus
– jaringan lemak
– jaringan ikat dalam jumlah
bervariasi

13
14
… duktus dan lobules

15
“Kanker” Payudara
pertumbuhan sel yang abnormal
pada jaringan payudara

16
Faktor Risiko
• Faktor genetik
• Obesitas
• konsumsi alkohol
• Merokok
• Pola makan  lemak berlebih
• Penggunaan hormonal jangka panjang (pil KB)
• Terpapar bahan kimia  karsinogenik
• Sering terpapar radiasi
• Tidak menikah/ tidak menyusui
• Haid terlalu muda
• Melahirkan anak pertama usia > 35 th
• Stress
• Usia
17
18
Pola makan sehat dapat mencegah
kanker payudara

• Makanan berserat  menurunkan kadar


prolaktin dan estrogen
• Mengurangi makanan berlemak jenuh
• Contoh makanan yg dianjurkan:
– Kedelai tanpa fermentasi
– Sayuran kaya Vit A: Wortel, labu siam, ubi jalar
– Sayuran hijau Tua: Bayam ,kangkung, sawi hijau
19
TANDA dan GEJALA

• Benjolan
• Nyeri
• Keluar Cairan

20
Pemeriksaan Fisik
Posisi Berdiri SADARI ?

• Bedakan ukuran
payudara kanan & kiri
• Perhatikan putting susu
21
Pemeriksaan Fisik
(posisi berbaring) SADARI ?
• Dengan bantuan jari
tangan yaitu jari-jari
II-IV dilakukan
perabaan sambil
berbaring, diraba
pada seluruh
payudara sendiri
memutar dari atas ke
bawah dari pusat ke
tepi.

22
Pemeriksaan Penunjang

• Mammografi
• Ultrasonografi
• dapat dibedakan lesi solid dan kistik.
• thorax foto, bone scanning/bone survey, USG
abdomen/liver untuk mencari jauhnya ekstensi tumor
atau mencari metastasis jauh
• Biopsi (eksisional, insisional, FNAB)
23
STADIUM kanker payudara
Kasifikasi sistim “TNM “
(rekomendasi International Union Against Cancer WHO )
• T = Tumor size
• N = Node atau kelenjar getah bening regional
• M= Metastasis atau penyebaran jauh
M
N X
T 0-3 0-1
0-4

24
25
Ca Mammae St.4

26
PENGOBATAN Kanker payudara
• Lokal  operasi dan radiasi
• Sistemik  kemoterapi

IV

III

II

I
27
Early Breast Cancer (stage 1 dan 2)
• Pembedahan
• Radiasi
• Terapi asjuvant sistemik
 Adjuvant Kemoterapi
 Adjuvant Endocrine Therapy
Tamoxifen (gold standard)

28
29
Locally Advanced Breast Cancer (Stage III)

• Local- regional terapi dengan pembedahan,


radiasi ataupun kombinasi keduanya tidak
menyembuhkan kanker payudara berat.
• Primary, neoadjuvant ataupun kemoterapi
merupakan terapi pilihan,
– Keuntungan dapat mengatasi tumor yang tidak dapat
dibedah dan menghemat biaya untuk melakukan
pembedahan.
• Cara kombinasi digunakan seperti kemoterapi
primer serta pada terapi adjuvant yang umumnya
menggunakan anthracycline dan taxane.

30
Metastatic Breast Cancer (stage IV)
• Pilihan terapi pada tahap metastasis
– didasarkan pada tempat terjadinya sakit
– adanya karakteristik khusus seperti yang telah
diuraikan diatas seperti terapi endokrin dan
kemoterapi.

31
Paclitaxel Vinorelbine
175 mg/m2 IV over 3 h every 21 days Vinorelbine 30 mg/m2 IV, days 1, 8 every 21
days
or or
80 mg/m2 IV over 1 h every 7 days Vinorelbine 25–30 mg/m2 IV every 7 days
(adjust dose based on absolute neutrophil
count; see product infomation)
Docetaxel Gemcitabine
60–100 mg/m2 IV over 1 h every 21 Gemcitabine 600–1000 mg/m2 IV, days 1, 8,
days or and 15, every 28 days (may need to hold day-
15 dose based on blood counts based on blood
30–35 mg/m2 IV over 30 min every 7
counts)
days

Capecitabine Liposomal doxorubicin


2000–2500 mg/m2 PO divided twice 30–50 mg/m2 IV over 90 min every 21–28
32
daily for 14 days, every 21 days days
33
Pilihan PROTOKOL TERAPI (RSUD Dr.Soetomo)
• CAF (Cyclophosphamide+Doxorubicin+5 Fluorouracyl)
– Cyclophosphamide 500 mg/m2 iv
– Doxorubicin 50 mg/m2 iv
– 5 Fluorouracyl 500 mg/m2 iv
Tiap siklus diulangi tiap 3 minggu, sebanyak 6 siklus
• CMF (Cyclophosphamide+Methotrexate+5 Fluorouracyl)
– Cyclophosphamide 100 mg/m2 po hari 1-14
– Methotrexate 40 mg/m2 iv hari 1 dan 8
– 5 Fluorouracyl 500 mg/m2 iv hari 1 dan 8
Tiap siklus diulangi hari ke 28, sebanyak 6 siklus

34
Pilihan PROTOKOL TERAPI (RSUD Dr.Soetomo)
• Pilihan kombinasi lain:
– Doxetacel / Paclitaxel + Doxorubicin
– Gemcitabicine + Cisplatin
– Doxetacel / Paclitaxel + Gemcitabicine
– MMM (Methotrexate+Mitomicine C +Mitoxantrone)
• Indikasi terapi hormonal adjuvan:
– post menopause dg ER/PR+ atau tdk diketahui
– Post menopause dg ER/PR+ , kemoterapi tdk
dapat diberikan atau tdk sanggup
Tamoxifen 20-30 mg/hari po selama 5 tahun

35
FOLLOW UP Terapi (RSUD Dr.Soetomo)
• Yang di-follow up:
– Status penampilan fisik
– Keadaan penyakitnya
– Komplikasi atau ESO
• Bagaimana caranya ?
– Anamnesis + pemeriksan fisik
– Pemeriksaan laboratorium
– Pemeriksaan imaging
• Jadwal follow up
– 0-1 tahun : tiap bulan
– 1-3 tahun : tiap 3 bulan
– 3-5 tahun : tiap 6 bulan
– > 5 tahun : tiap tahun

36
PENCEGAHAN dan DETEKSI AWAL

• Mengidentifikasi faktor risiko


• Penggunaan kemopreventif
– Vitamin A
– Agen tamoxifen, raloxifen
• Deteksi dini
– SADARI
– mammoghrapy usia > 20 tahun setiap 1-2 tahun
– USG usia > 40 tahun setiap 1-2 tahun

37
EVALUASI outcome terapi

• Efektivitas terapi
• Efek samping yang muncul seperti muntah, lekopeni,
trombositopeni, dll
• Pemeriksaan fungsi hati
• Pemeriksaan densitas tulang
• Pemeriksaan kemungkinan metastasis ke organ
lainnya

38
Asuhan Kefarmasian
• Tenaga Edukasi
– Promosi kesehatan pencegahan dan deteksi dini
– Kepatuhan pengobatan
• Penanganan obat Sitostatika
• Monitoring ESO

39
Penanganan Obat Sitostatika
• Pencampuran  aseptic dispensing
• Perhitungan dosis  LPT
• Penyimpanan  high alert drugs
• Cara pemberian  iv drip
• Pembuangan sisa obat limbah sitostatika

40
Cytotoxic drug
(karsinogenik, mutu sediaan)

“ Aseptic Dispensing ”
( safety & quality )

pastikan pelarut yang digunakan


“Compatible”
41
RSUD Dr.Soetomo

NUH Singapore

Handling Cytotoxic Drugs


42
43
44
45
46
47