Anda di halaman 1dari 6

BAB III

RENCANA KEPERAWATAN

A. Identifikasi masalah
Tabel 3.1
Identifikasi Hasil Analisa Sub Masalah
No Sub Masalah Hasil Kriteria Hasil yang diinginkan
1 UNSUR INPUT
Tenaga perawat 13/ hari Kurang 24/ hati (depkes RI)
SP2KP
Kepala ruangan 92% Baik 100%
Kepala Tim 92% Baik 100%
Perawat asosiasif 90% Baik 100%
Timbang terima pasien 81,2% Baik 100%
2 UNSUR PROSES
Instrumen A
Standar asuhan keperawatan 86.9% Baik 100%
Instrumen B
Kepuasan keluarga pasien 68.8% Baik 100%
Instrumen C
Pemberian nebulizer 85.7% Baik 100%
Pemeriksaan oksigen 79.2% Baik 100%
Pemberian obat intravena 80% Baik 100%
Pemasangan IVFD 92% Baik 100%
Pasien safty 100%
- Ketetapan identifikasi 54.3% Baik 100%
pasien
- Peningkatan 61% Cukup 100%
komunikasi yang
efektif
- Pengurangan resiko 56% Kurang 100%
jatuuh
- Pengurangan resiko 56% Kurang 100%
infeksi nasokomial
- Resiko salah lokasi, 100% Baik 100%
dan tindakan operasi
Pencegahan dan pengendalian
infeksi
- Pengelolaan sampah 75% 100%
- Penatalaksanaan 85.7% 100%
linen
- Five moment 52% 100%
- Hand hygiene 80% 100%
3 UNSUR OUTPUT
BOR 75.5% baik 60% - 85%
AVLOS 6hari Baik 6-9 hari
TOl 8hari Baik 1-3 hari
B. Prioritas masalah
Bedasarkan hasil pengkajian data maka ditemukan 4 masalah, sehingga di
lakukan penyusunan prioritas masalah dilanjutkan dengan planning of action
dan dapat dilihat pada tabel. Prioritas maslah dilakukan dengan metode
C.A.R.L (capability, Accesbilily, Readness, Leverage) dengan menggunakan
skor nilai 1-5. Kriteria C.A.R.L tersebut mempunyai arti.

C: ketersediaan sumber daya (dana dan sarana/perlatan)

A: kemudahan, maslah yang diatasi atau tidak diatasi.kemudahan dapat


didasarkan pada ketersediaan metode/ cara/ teknologi serta penunjang
pelaksanaan seperti peraturan

R : kesiapan dari tenaga kesehatan maupun kesiapan sasaran seperti


keahlian/kemampuan dan motivasi.

L: seberapa besar pengaruh kriteria yang satu dengan yang lain dalam
pemecahan yang dibahas.

Nilai total merupakan hasil perkalian C x A X R x L, urutan rangking atau


prioritas adalah nilai tertinggi sampai dengan niali terendah.

Tabel 3.2
Indentifikasi masalah

No SUB MASALAH C A R L TOTAL RANK


1 Five moment (52%) 4 5 4 4 320 1
2 Pengurangan resiko jatuh 4 4 3 4 192 3
C. POA (planning of Action)
Tabel 3.3
POA (planning of Action)
No Masalah Sub Masalah Rank Target Uraian kegiatan Waktu Sasaran Penanggung Yang terkait
jawab
1 Pencegahan Five moment 4 Perawat 1. Koordinassi /02/19 Kepala Marda nolya, Kepala ruangan
dan : 52% menrapkan kepala ruangan ruangan, loly sagita keperawatanan,per
pengendalian five moment 2. Siapkan materi mahasiswa, awat,mahsiwa,
infeksi dari 52% naik dan bahan yang perawat pasien dan
menjadi 100% akan diperlukan keluarga
dengan kriteria saat sosialisi
hasil : perawat 3. Siapkan tempat
melakukan dan atur waktu
five moment 4. Sosialisasi
dengan baik dengan perawat
dan benar 5. Implementasi
penilaian perawat
6. Melakukan
evaluasi
pendokumentasia
n

3 Pengurangan Pengurangan 2 Perawat 7. Koordinassi /02/19 Kepala Nur Kepala ruangan


resiko jatuh resiko jatuh menrapkan kepala ruangan ruangan, septianti,muti keperawatanan,per
56% pengurangan 8. Siapkan materi mahasiswa, a,yurike awat,mahsiwa,
resiko jatuh dan bahan yang perawat pasien dan
dari 56% akan diperlukan keluarga
menjadi 100% saat sosialisi
dengan kriteria 9. Siapkan tempat
hasil : perawat dan atur waktu
mencegah 10. Sosialisasi
jatuh dan dengan perawat
meningkatkan 11. Pelaksanaan
keselamatan sosialisasi
pasien mengenai
pengurangan
resiko jatuh
12. Melakukan
evaluasi
13. pendokumentasi
D. ANALISA SWOT
Tabel 3.4
Analisa SWOT Permasalahan Ruangan Perawatan RSUD Palembang Bari
No Elemen Strength (Kekuatan) Weakness (kekurangan) Oportunity Treath (ancaman)
(peluang)
1 Vife moment : five moment : Five moment : dukung manajemen Terjadinya infeksi
1. Ketidka 1. Perawat patuh 1. Perawat belum keperawatan nasokomial
patuhan melakukan kebsihan patuhmelskukan kebrsihan dalammeningkatkan
perawat tanggan di five tanggan di five moment penerapan kebersihn
memalakukan moment 2. Sebanyak 25% perawat tangan di five moment
kebersihan 2. Fasilitas di ruangan diruangan perawat anak
tangan di five seperti handrub telah tidak melakukan
moment tersedia disetiap pintu kebersihan tanggan dengan
2. Perawat belum masuk kamar pasien 6 langkah
melakukan
kebersihan
tangggan 6
langkah dengan
benar
2 Pengurangan resiko 1. Ketersediaan Sebanyak 56% perawat belum Dukungan menajemen Terjadinya kecacatan
jatuh pengurangan resiko melelakukan pengurangan resiko jatuh dalam pengurangan dan kematian
jatuh resiko jatuh
2. Perawat melakukan
pencegahan resiko jtuh
3. Tersedia saranan dan
prasarana mencegah
resiko jatuh