Anda di halaman 1dari 12

SISTEM PENDIDIKAN DAN KURIKULUM SAKA TARUNA BUMI KWARTIR

RANTING 20.07 KECAMATAN KEDUNG


BAB I
PENDAHULUAN

Satuan Karya Pramuka (Saka) Tarunabumi adalah wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan
dan mengembangkan kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan para
anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat
dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian.
Tujuan dibentuknya Saka Tarunabumi adalah untuk mewujudkan kader penerus perjuangan bangsa
dan pembangunan nasional di bidang pertanian dengan menyediakan wadah pendidikan luar sekolah
di bidang pertanian kepada para Pramuka terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta
kepada pemuda calon anggota Pramuka dan para peminat yang memenuhi persayaratan.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia
dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan
sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik
untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang
sesuai dengan keperluannya.

BAB II
SISTEM PENDIDIKAN DAN KRIDA

A. Sistem Pendidikan Saka Taruna Bumi


1. Kerangka Umum Kurikulum Pendidikan
1.1. Satuan Pendidikan Kepramukaan
Bidang Pendidikan Cakupan
Wawasan Kepramukaan Pengetahuan secara umum tentang kepramukaan yakni meliputi sistem
pendidikan kepramukaan, AD ART, Sejarah Pramuka, Organisasi Pramuka, Implementasi Tri Satya
dan Dasa Dharma, serta wawasan umum terkini kepramukaan.
Teknik Kepramukaan Merupakan ketrampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota pramuka
yang meliputi teknik baris berbaris, berkemah, pionering, semboyan, halang rintang, menaksir, dan
survival.
Kepemimpinan Adalah kemampuan untuk pengembangan diri sebagai upaya mempersiapkan diri
bermasyarakat baik kemampuan berkomunikasi, berdiskusi, mengorganisir dan memimpin orang lain,
mediasi persoalan, problem solving dan memfasilitasi pertemuan dengan kelompoknya.
Kecakapan Umum Adalah kecakapan sebagaimana yang disyaratkan dalam buku Syarat Kecakapan
Umum (SKU) baik ditingkat Penggalang, Penegak (Bantara dan Laksana) maupun Pandega
Kecakapan Khusus Adalah kecakapan khusus sebagaimana SK Kwarnas yang terkait dengan SKK dan
TKK.

1.2. Satuan Pendidikan Kesakaan


Bidang Pendidikan Cakupan
Pengantar Saka Taruna Bumi Pengetahuan saka secara secara umum serta saka taruna bumi secara
khusus, termasuk aturan – aturan terbentuknya saka, struktur organisasi, sistem pendidikan, sistem
komando, dll.
Pertanian Dasar Adalah materi praktis tentang pertanian, meliputi manajemen tanah, identifikasi
budidaya pertanian, agrobisnis, dll.
Persiapan Budidaya Meliputi persiapan lahan dan media/ kandang dan kolam serta materi – materi
alternatif dan inovatif
Teknik Budidaya Adalah teknik – teknik budidaya untuk tanaman pangan, perkebunan, holtikultura,
perikanan dan peternakan.
Perawatan Kesehatan Berbagai masalah yang dihadapi berbenturan dengan hama dan penyakit dan
cara penanggulangannya
Manajemen dan Pencatatan Adalah mekanisme kerja secara profesional denga menggunakan
administrasi dan pencatatan yang mampu memberikan analisis secara ilmiah
Pasca Panen dan Pemasaran Adalah upaya untuk memperoleh hasil dan tujuan dari sistem
pendidikan/ kurikulum ini serta menggerakkan daya dan pikiran kemudian untuk melakukan
manajemen pemasaran yang prospektif
Kewirausahaan Adalah semangat dan penguasaan secara menyeluruh untuk mendapatkan anggota
saka yang memiliki kemandirian dan daya saing tinggi tinggi untuk mengelola usahanya menjadi
bagian dari kehidupan sehari – harinya.
2. Sistem Pengembangan Pendidikan
2.1. Kedisiplinan, Pantang Menyerah dan Sustainable
2.2. Optimalisasi Sumberdaya
2.3. Kemandirian dan Kewirausahaan
2.4. Pemberdayaan
2.5. Jaringan dan Kerjasama

B. Krida dan Kurikulum Pendidikan


1. Krida Tanaman Pangan
Kemampuan Dasar
a. Mampu menyiapkan lahan dan media tanam alternatif
b. Mampu melakukan teknik pembenihan dan pembibitan
c. Mampu melakukan pemupukan dan membuat pupuk sendiri (organik)
d. Mampu mempertahankan kehidupan tanaman secara subur minimal 45 hari terhitung sejak
tumbuhnya benih.
e. Mampu melakukan pencatatan / rekam perawatan tanaman
f. Mampu memanfaatkan hasil dan limbah pertanian dengan menggunakan teknologi sederhana
untuk produk bernilai ekonomis.
Kemampuan Lanjutan
a. Mampu melakukan perawatan tanaman hingga panen dengan sistem pengendalian hama terpadu
b. Mampu mengidentifikasikan hama dan penyakit tanaman serta penanggulangannya.
c. Mampu mengoperasikan peralatan pertanian tanaman pangan
d. Mampu melakukan pemanenan dan pemulihan lahan pasca panen
e. Mampu melakukan pencatatan perawatan, analisa produksi dan analisa keuangan.
f. Mampu merencanakan proyek / program budidaya dan indutri tanaman pangan, melaksanakannya
dengan sistem kewirausahaan baik individu maupun kelompok
g. Mampu mengolah hasil dan limbah pertanian dengan teknologi inovatif/ modern untuk produk
bernilai ekonomis tinggi
h. Mampu melakukan proses manajemen pemasaran hasil pertanian
i. Mampu memimpin proyek dengan mengoptimalkan calon taruna untuk mendapatkan tingkatan
Taruna Muda
j. Mampu memberikan penyuluhan dan pemberdayaan Petani/ masyarakat
Kemampuan Utama
a. Mampu mengembangkan secara teknis untuk budidaya dan industri hasil pertanian menjadi
kebutuhan usaha.
b. Mampu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Badan
Usaha.
c. Mampu melakukan kerjasama untuk pengaksesan permodalan/investasi untuk operasional badan
usaha.
d. Mampu menjalankan badan usaha dengan mendapatkan hasil secara ekonomis selama 6 bulan
berturut – turut.
e. Mampu memimpin badan usaha dengan mengoptimalkan Taruna Muda untuk mendapatkan
tingkatan Taruna Madya
f. Mampu memberdayakan petani/ masyarakat hingga memiliki usaha sendiri dengan sekala
sederhana

2. Krida Tanaman Perkebunan


Kemampuan Dasar
a. Mampu menyiapkan lahan dan media tanam alternatif
b. Mampu melakukan teknik pembibitan
c. Mampu memelihara kesuburan tanah pada TBM
d. Mampu melakukan pemupukan dan membuat pupuk sendiri (organik)
e. Mampu mempertahankan kehidupan tanaman secara subur minimal 45 hari terhitung sejak
tumbuhnya benih.
f. Mampu melakukan Sensus Tanaman Produksi
g. Mampu melakukan pencatatan / rekam perawatan tanaman
h. Mampu memanfaatkan hasil dan limbah perkebunan dengan menggunakan teknologi sederhana
untuk produk bernilai ekonomis.
Kemampuan Lanjutan
a. Mampu melakukan perawatan tanaman hingga panen atau selama satu tahun berturut – turut
untuk tanaman keras
b. Mampu mengidentifikasikan hama dan penyakit tanaman serta penanggulangannya.
c. Mampu mengoperasikan peralatan perkebunan
d. Mampu melakukan pemanenan dan pemulihan lahan pasca panen
e. Mampu melakukan pencatatan perawatan, analisa produksi dan analisa keuangan.
f. Mampu merencanakan proyek / program budidaya dan indutri perkebunan, melaksanakannya
dengan sistem kewirausahaan baik individu maupun kelompok
g. Mampu mengolah hasil dan limbah perkebunan dengan teknologi inovatif/ modern untuk produk
bernilai ekonomis tinggi
h. Mampu melakukan proses manajemen pemasaran hasil perkebunan
i. Mampu memimpin proyek dengan mengoptimalkan calon taruna untuk mendapatkan tingkatan
Taruna Muda
j. Mampu memberikan penyuluhan dan pemberdayaan Petani/ masyarakat
Kemampuan Utama
a. Mampu mengembangkan secara teknis untuk budidaya dan industri hasil perkebunan menjadi
kebutuhan usaha.
b. Mampu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Badan
Usaha.
c. Mampu melakukan kerjasama untuk pengaksesan permodalan/investasi untuk operasional badan
usaha.
d. Mampu menjalankan badan usaha dengan mendapatkan hasil secara ekonomis selama 6 bulan
berturut – turut.
e. Mampu memimpin badan usaha dengan mengoptimalkan Taruna Muda untuk mendapatkan
tingkatan Taruna Madya
k. Mampu memberdayakan petani/ masyarakat hingga memiliki usaha sendiri dengan sekala
sederhana

3. Krida Tanaman Holtikultura


Kemampuan Dasar
a. Mampu menyiapkan lahan dan media tanam alternatif
b. Mampu melakukan teknik pembibitan dan perbanyakan bibit
c. Mampu melakukan pemupukan dan membuat pupuk sendiri (organik)
d. Mampu mempertahankan kehidupan tanaman secara subur minimal 45 hari terhitung sejak
tumbuhnya benih.
e. Mampu membudidayakan tanaman secara hidroponik
f. Mampu melakukan pencatatan / rekam perawatan tanaman
g. Mampu memanfaatkan hasil dan limbah perkebunan dengan menggunakan teknologi sederhana
untuk produk bernilai ekonomis.
Kemampuan Lanjutan
a. Mampu melakukan perawatan tanaman hingga panen atau selama satu tahun berturut – turut
untuk tanaman keras
b. Mampu mengidentifikasikan hama dan penyakit tanaman serta penanggulangannya.
c. Mampu mengoperasikan peralatan pertanian holtikultura
d. Mampu melakukan pemanenan dan pemulihan lahan pasca panen
e. Mampu melakukan pencatatan perawatan, analisa produksi dan analisa keuangan.
f. Mampu merencanakan proyek / program budidaya dan indutri holtikultura, melaksanakannya
dengan sistem kewirausahaan baik individu maupun kelompok
g. Mampu mengolah hasil dan limbah tanaman holtikultura dengan teknologi inovatif/ modern untuk
produk bernilai ekonomis tinggi
h. Mampu melakukan proses manajemen pemasaran hasil perkebunan
i. Mampu memimpin proyek dengan mengoptimalkan calon taruna untuk mendapatkan tingkatan
Taruna Muda
j. Mampu memberikan penyuluhan dan pemberdayaan Petani/ masyarakat
Kemampuan Utama
a. Mampu mengembangkan secara teknis untuk budidaya dan industri hasil tanaman holtikultura
menjadi kebutuhan usaha.
b. Mampu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Badan
Usaha.
c. Mampu melakukan kerjasama untuk pengaksesan permodalan/investasi untuk operasional badan
usaha.
d. Mampu menjalankan badan usaha dengan mendapatkan hasil secara ekonomis selama 6 bulan
berturut – turut.
e. Mampu memimpin badan usaha dengan mengoptimalkan Taruna Muda untuk mendapatkan
tingkatan Taruna Madya
f. Mampu memberdayakan petani/ masyarakat hingga memiliki usaha sendiri dengan sekala
sederhana

4. Krida Peternakan
Kemampuan Dasar
a. Mampu menyiapkan kandang dan memilih bibit ternak
b. Mampu memproduksi dan mengawetkan pakan ternak/ ransum
c. Mampu memberikan pakan dan mempertahankan kondisi ternak sehat/ subur 45 hari terhitung
sejak didatangkannya bibit.
d. Mampu menetaskan telur (unggas)
e. Mampu membibitkan ternak (unggas dan aneka ternak)
f. Mampu melakukan pencatatan / rekam peternakan
g. Mampu memanfaatkan hasil dan limbah peternakan dengan menggunakan teknologi sederhana
untuk produk bernilai ekonomis.
Kemampuan Lanjutan
a. Mampu melakukan perawatan ternak hingga panen atau selama satu tahun berturut – turut untuk
ternak ruminansia
b. Mampu mengidentifikasikan hama dan penyakit ternak serta penanggulangannya.
c. Mampu mengoperasikan peralatan dan teknologi peternakan
d. Mampu melakukan pemanenan
e. Mampu melakukan pencatatan perawatan, analisa produksi dan analisa keuangan.
f. Mampu merencanakan proyek / program budidaya dan indutri peternakan, melaksanakannya
dengan sistem kewirausahaan baik individu maupun kelompok
g. Mampu mengolah hasil dan limbah peternakan dengan teknologi inovatif/ modern untuk produk
bernilai ekonomis tinggi
h. Mampu melakukan proses manajemen pemasaran hasil peternakan
i. Mampu memimpin proyek dengan mengoptimalkan calon taruna untuk mendapatkan tingkatan
Taruna Muda
j. Mampu memberikan penyuluhan dan pemberdayaan Peternak/ masyarakat
Kemampuan Utama
a. Mampu mengembangkan secara teknis untuk budidaya dan industri hasil peternakan menjadi
kebutuhan usaha.
b. Mampu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Badan
Usaha.
c. Mampu melakukan kerjasama untuk pengaksesan permodalan/investasi untuk operasional badan
usaha.
d. Mampu menjalankan badan usaha dengan mendapatkan hasil secara ekonomis selama 6 bulan
berturut – turut.
e. Mampu memimpin badan usaha dengan mengoptimalkan Taruna Muda untuk mendapatkan
tingkatan Taruna Madya
f. Mampu memberdayakan peternak/ masyarakat hingga memiliki usaha sendiri dengan sekala
sederhana

5. Krida Perikanan
Kemampuan Dasar
a. Mampu menyiapkan wadah/ kolam budidaya ikan
b. Mampu memilih dan menyiapkan bibit/ induk ikan
c. Mampu memproduksi dan mengawetkan pakan ikan
d. Mampu melakukan pemijahan, pendederan dan pembesaran ikan
e. Mampu memberikan pakan dan mempertahankan kondisi ikan sehat selama 45 hari terhitung sejak
didatangkannya bibit/induk.
f. Mampu melakukan pencatatan / rekam perikanan
g. Mampu memanfaatkan hasil dan limbah prikanan dengan menggunakan teknologi sederhana untuk
produk bernilai ekonomis.
Kemampuan Lanjutan
a. Mampu melakukan perawatan ikan hingga panen atau selama satu tahun berturut – turut untuk
ikan besar/ ikan umur panjang.
b. Mampu mengidentifikasikan hama dan penyakit ikan serta penanggulangannya.
c. Mampu mengoperasikan peralatan dan teknologi perikanan
d. Mampu melakukan pemanenan
e. Mampu melakukan pencatatan perawatan, analisa produksi dan analisa keuangan.
f. Mampu merencanakan proyek / program budidaya dan indutri perikanan, melaksanakannya dengan
sistem kewirausahaan baik individu maupun kelompok
g. Mampu mengolah hasil dan limbah perikanan dengan teknologi inovatif/ modern untuk produk
bernilai ekonomis tinggi
h. Mampu melakukan proses manajemen pemasaran hasil perikanan
i. Mampu memimpin proyek dengan mengoptimalkan calon taruna untuk mendapatkan tingkatan
Taruna Muda
j. Mampu memberikan penyuluhan dan pemberdayaan Petani/ masyarakat
Kemampuan Utama
a. Mampu mengembangkan secara teknis untuk budidaya dan industri hasil perikanan menjadi
kebutuhan usaha.
b. Mampu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Badan
Usaha.
c. Mampu melakukan kerjasama untuk pengaksesan permodalan/investasi untuk operasional badan
usaha.
d. Mampu menjalankan badan usaha dengan mendapatkan hasil secara ekonomis selama 6 bulan
berturut – turut.
e. Mampu memimpin badan usaha dengan mengoptimalkan Taruna Muda untuk mendapatkan
tingkatan Taruna Madya
f. Mampu memberdayakan petani/ masyarakat hingga memiliki usaha sendiri dengan sekala
sederhana

BAB III
TARUNA

A. Persyaratan Calon Taruna


1. Anggota Pramuka yang telah berusia minimal 14 dan maksimal 17 tahun
2. Aktif di Gugus depannya dengan melampirkan surat keterangan yang diketahui oleh pembina
gugus depan masing – masing
3. Mengisi formulir dan kontrak belajar
4. Sanggup menyelesaikan SKU Penegak Bantara sebelum diterima menjadi Taruna
5. Sanggup mengikuti pendadaran pengambilan bed saka

B. Tingkatan Taruna
1. Calon Taruna (Catar)
Calon Taruna adalah anggota saka Taruna Bumi yang telah mengikuti pendadaran dan pengambilan
Bed Saka dan aktif mengikuti latihan rutin untuk memenuhi persyaratan menjadi Taruna Muda
2. Taruna Muda (Staff/Karyawan)
Adalah peserta didik yang telah dinyatakan memenuhi kemampuan menjadi Taruna Muda pada
Pendadaran/ Diklat Dasar, serta aktif mengikuti kegiatan latihan rutin untuk pemenuhan persyaratan
menjadi Taruna Madya serta mengikuti beberapa Diklat Kepemimpinan dan Diklat Khusus.
3. Taruna Madya (Manager)
Adalah peserta didik yang telah dinyatakan memenuhi kemampuan menjadi Taruna Madya pada
Pendadaran/ Diklat Lanjutan, serta masih aktif mengikuti kegiatan pembinaan dan proyek dalam
latihan rutin untuk memenuhi persyaratan menjadi Tarunan Utama serta mengikuti beberapa Diklat
Kepememimpinan dan Diklat Khusus.
4. Taruna Utama (Direktur)
Adalah peserta didik yang telah dinyatakan purna pendidikan setelah lulus dalam Pendadaran/ Diklat
Utama. Secara umum Taruna Utama memiliki badan usaha sendiri baik secara mikro, kecil,
menengah maupun besar yang mampu bersaing dan berdaya guna ditengah – tengah masyarakat.
Taruna Utama dapat sekaligus menjadi instruktur bila yang bersangkutan menginginkan, agar
terwujud sistem pengkaderan yang handal dan berkwalitas.

C. Organisasi
1. Dewan Kerja Saka
Dewan Kerja Saka secara administratif melakukan aktifitas – aktifitas pencatatan, agenda harian, dan
koordinasi anggota secara keseluruhan.
Dewan Kerja Saka tidak memiliki kewenangan secara luas dalam menentukan kebijakan kurikulum,
kecuali anggota Dewan Saka telah memenuhi tingkatan Taruna dalam kesakaan.
2. Komisaris
Organisasi yang terdiri dari Pamong Saka, Instruktur, dan praktisi pertanian yang memiliki
kewenangan melakukan sistem pendidikan dan pemberlakuan kurikulum pada anggota saka/ Taruna
Saka
3. Direksi
Organisasi yang terdiri dari Taruna Utama yang memiliki agenda melaksanakan kebijakan kurikulum
kesakaan dari Komisaris, serta melakukan kebijakan agenda – agenda pengelolaan Badan Usaha yang
melibatkan Taruna dibawahnya
4. Divisi
Organisasi yang terdiri dari Taruna Madya yang memiliki agenda melaksanakan kebijakan kurikulum
dari Komisaris, serta melakukan kebijakan dari Direksi atas agenda – agenda pengelolaan Badan
Usaha yang menjadi tanggung jawabnya.
5. Unit Kerja
Adalah organisasi yang dibentuk oleh beberapa anggota Taruna Muda dengan melibatkan Calon
Taruna dalam melakukan beberapa program/ proyek tertentu sesuai dengan bidangnya.
6. Panitia
Adalah tim yang dibentuk oleh Dewan Kerja Saka bersama Komisaris untuk melakukan tugas – tugas
tertentu yang bersifat monumental, event dan kegiatan jangka pendek.
7. Kelompok Kerja
Adalah organisasi sementara yang dibentuk untuk menyamakan persepsi dan tugas kurikulum dengan
agenda pribadi dan kekompakan kerja yang dibentuk oleh calon Taruna dengan komposisi maksimal
6 Catar.

D. Senioritas dan Sistem Komando


1. Senioritas
Peserta didik pada jenjang Taruna Muda, Taruna Madya dan Taruna Utama berhak mendapatkan
Senioritas dengan sebutan Staff untuk Taruna Muda, Manager untuk Taruna Madya dan Direktur
untuk Taruna Utama.
2. Sistem Komando
Sistem komando mulai diberikan jika Taruna telah memimpin sebuah organisasi mulai dari unit kerja,
divisi dan direksi. Tanda komando berbentuk tali komando dengan warna merah untuk pimpinan unit
kerja (Staff), kuning untuk pimpinan divisi (Manager) dan hitam untuk pimpinan direksi (Direktur).

E. Kode Etik dan Disiplin Taruna


1. Kode Etik Taruna
2. Disiplin Taruna

F. Diklat Kepemimpinan dan Diklat Khusus Taruna


1. Diklat Dasar
2. Diklat Lanjutan
3. Diklat Utama
4. Diklat Kewirausahaan
5. Diklat Agrobisnis
6. Diklat Manajemen
7. Diklat Pengelolaan Proyek
8. Diklat Khusus (Diklatsus) Budidaya, Industri Olahan dan Pemasaran
BAB IV
SYARAT DAN TANDA TINGKATAN, SENIORITAS DAN KECAKAPAN

A. Syarat dan Tanda Tingkatan


1. Taruna Muda
Untuk mendapatkan tingkatan Taruna Muda seorang Calon Taruna harus mampu :
a. Mampu menyelesaikan SKU Penggalang Terap atau SKU Penegak Bantara dan minimal memiliki 5
buah SKK kepramukaan
b. Mampu menyelesaikan target kurikulum pada tingkat Taruna Muda sesuai dengan krida yang
diambil.
c. Mampu melakukan 4 budidaya. 2 budidaya wajib sesuai krida, dan 2 budidaya pilihan dari :
- Budidaya Ikan Besar/ Indukan. Minimal 2 pasang untuk ikan budidaya, dan minimal 1 untuk sejenis
ikan langka (arwana, kura-kura, buaya, dll)
- Budidaya Ikan kecil/ bibit. Minimal 20 ekor untuk ikan budidaya, lele, gurame, nila, patin, belut, dll.
dan minimal 15 ekor untuk ikan hias, cupang, koki, manfesh, badut, dll.
- Budidaya rumput laut. Minimal 1 meter persegi.
- Budidaya Ternak ruminansia. Minimal 1 ekor untuk sapi, kerbau, kambing dan ternak besar lainnya.
- Budidaya Unggas. Minimal 2 pasang untuk ayam, bebek, dan burung budidaya.
- Budidaya Aneka Ternak. Minimal 1 rumpun untuk lebah, minimal 1 pasang untuk kelinci, lainnya
menyesuaikan.
- Budidaya Ternak kecil. Minimal 100 ekor untuk cacing, jangkrik, dan bekicot. minimal 20 untuk
tokek dan kodok, lainnya menyesuaikan.
- Budidaya Tanaman Pangan. Untuk Padi minimal 50 rumpun, untuk Jagung dan ubi minimal 20
tanaman, untuk kacang minimal 30 tanaman, dan lainnya menyesuaikan.
- Budidaya Tanaman Perkebunan. Untuk jangka panjang minimal 10 tanaman, untuk semusim 20
tanaman, lainnya menyesuaikan
- Budidaya Tanaman Obat minimal 30 tanaman.
- Budiadaya Tanaman Buah. Untuk jangka panjang 10 tanaman, untuk semusim/ jangka pendek 20
tanaman.
- Budidaya Tanaman Sayuran. Minimal 30 tanaman.
- Budidaya Tanaman Hias. Minimal 20 tanaman.
d. Mampu melakukan 2 jenis proses pembuatan industri olahan sederhana serta pengemasannya/
cara hidangan dari :
- Industri olahan makanan. Minimal 1 porsi untuk makanan tidak tahan lama. Minimal ½ kg untuk
makanan kering, atau ½ liter untuk makanan olahan cair.
- Industri olahan minuman. Minimal 3 gelas/ mangkok untuk minuman tidak tahan lama, Minimal 1
liter untuk minuman yang tahan lama.
- Industri olahan mentah, minimal 1 liter atau 1 kg.
- Industri olahan pakan ikan dan ternak unggas minimal 1 kg.
- Industri olahan pakan ternak/ransum ruminansia minimal 5 kg.
- Industri olahan untuk bahan pakan minimal 1 kg
- Industri olahan untuk kebutuhan rumah tangga minimal 10 buah untuk ukuran kecil dan minimal 2
buah untuk ukuran besar

2. Taruna Madya
Untuk mendapatkan tingkatan Taruna Madya, seorang Taruna Muda harus :
a. Mampu menyelesaikan target kurikulum pada tingkat Taruna Madya sesuai dengan krida yang
diambil.
b. Melakukan lanjutan budidaya yang dilaksanakan di tingkatan taruna Muda dengan mengoptimalkan
administrasi dan manajemen. Serta melanjutkan budidaya dengan volume 5 kali lipat dari Taruna
Muda bersama dengan Calon Taruna binaannya minimal 2 orang dan maksimal 4 orang dalam unit
kerja yang dibentuknya.
c. Melakukan lanjutan industri olahan hasil dan limbah pertanian dengan sistem manajemen minimal
4 proyek dengan produk yang dapat dijual atau bernilai ekonomis dengan unit kerja yang
dibentuknya. Target hasil minimal 5 kg/ 5 liter sekali produksi.
d. Mengikuti minimal 1 kali diklat kepemimpinan dan minimal 1 kali diklat khusus.

3. Taruna Utama
Untuk mendapatkan tingkatan Taruna Utama, seorang Taruna Madya harus :
a. Mampu menyelesaikan target kurikulum pada tingkat Taruna Utama sesuai dengan krida yang
diambil.
b. Mampu merencanakan, mendirikan dan manajemen badan usaha yang dibentuknya secara sendiri
maupun bersama Taruna Madya lain, maksimal 3 orang.
c. Melakukan kegiatan budidaya atau industri olahan berskala besar, minimal 1 jenis usaha berskala
home industri dengan aktifitas rutin setiap hari dan telah berjalan minimal 6 bulan.
d. Mengangkat minimal 2 karyawan dengan standar upah lokal.
e. Melakukan akses untuk permodalan/ investasi, pemasaran dan kerjasama serta strategi
pengembangan usaha.
f. Mengikuti minimal 3 kali diklat kepemimpinan dan minimal 3 kali diklat khusus.

B. Syarat dan Tanda Senioritas


1. Direktur
Syarat
Adalah peserta yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi kemampuan di tingkat Taruna Utama
dengan telah memiliki badan usaha sendiri (UD, PD, CV, PT, Koperasi) beserta perijinannya.
Badan usaha yang dikelolanya memiliki prospek bagus dan berjalan maksimal satu bulan setelah
pendadaran/ Diklat Utama.
Tanda
Tanda seorang Direktur adalah Tali Komando, Tanda Keikutsertaan Diklat, Tanda Diklat khusus.
Tanda – tanda tersebut ditempelkan di seragam pramuka lengkap. Tali komando warna hitam di bahu
kiri dengan pelor komando di sebelah kanan. Tanda Diktama (bintang tiga) diletakkan diatas saku kiri
berupa kain bordiran, serta tanda diklat khusus/ kepemimpinan diletakkan di sebelahnya tanda
Diktama.
Tanda lain direktur adalah pin/ bros direktur yang dapat dipakai pada saat menggunakan pakaian
bebas dan rapi yang ditempelkan diatas saku dan diselipkan pada dasi dengan warna kuning
keemasan bertuliskan ”director”
2. Manager
Syarat
Adalah peserta yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi kemampuan di tingkat Taruna Madya
dengan telah menjadi seorang Manager di sebuah badan usaha (UD, PD, CV, PT, Koperasi) milik dari
Taruna Utama atau Badan Usaha Persekutuan lain.
Bidang usaha yang ditanganinya memiliki prospek bagus dan berjalan maksimal satu bulan setelah
pendadaran/ Diklat Lanjutan.
Tanda
Tanda seorang Manager adalah Tali Komando, Tanda Keikutsertaan Diklat, Tanda Diklat khusus.
Tanda – tanda tersebut ditempelkan di seragam pramuka lengkap. Tali komando warna Kuning di
bahu kiri dengan pelor komando di sebelah kanan. Tanda Diklanjut (bintang dua) diletakkan diatas
saku kiri berupa kain bordiran, serta tanda diklat khusus/ kepemimpinan diletakkan di sebelahnya
tanda Diktama.
Tanda lain Manager adalah pin/ bros manager yang dapat dipakai pada saat menggunakan pakaian
bebas dan rapi yang ditempelkan diatas saku dan diselipkan pada dasi dengan warna kuning
keemasan bertuliskan ”manager”

3. Staff
Syarat
Adalah peserta yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi kemampuan di tingkat Taruna Muda
dengan telah memiliki menjadi seorang karyawan/ staff di sebuah badan usaha (UD, PD, CV, PT,
Koperasi) milik dari Taruna Utama atau Badan Usaha Persekutuan lain serta atas manajemen dari
Taruna Madya.
Bidang usaha yang ditanganinya memiliki prospek bagus dan berjalan maksimal satu bulan setelah
pendadaran/ Diklat Dasar.
Tanda
Tanda seorang Manager adalah Tali Komando, Tanda Keikutsertaan Diklat, Tanda Diklat khusus.
Tanda – tanda tersebut ditempelkan di seragam pramuka lengkap. Tali komando warna Merah di
bahu kiri dengan pelor komando di sebelah kanan. Tanda Diksar (bintang satu) diletakkan diatas saku
kiri berupa kain bordiran, serta tanda diklat khusus/ kepemimpinan diletakkan di sebelahnya tanda
Diktama.
Tanda lain saff/ karyawan adalah pin/ bros staff yang dapat dipakai pada saat menggunakan pakaian
bebas dan rapi yang ditempelkan diatas saku dan diselipkan pada dasi dengan warna kuning
keemasan bertuliskan ”staff”

C. Syarat dan Tanda Kecakapan


1. Kecakapan Umum
SKU dan TKU yang digunakan disini adalah sesuai dengan SK Kwarnas, yakni TKU Bantara dan
Laksana untuk tingkat Penegak, Pandega untuk Pandega, serta Terap untuk Penggalang.
Catatan. Bagi Penggalang yang ketika masuk menjadi anggota Saka, pada saat pengambilan Bed,
sementara bed saka belum dapat dipakai sebelum yang bersangkutan masuk ke tingkat penegak.
Dan selama itu pula anggota tersebut masih tingkatan CATAR.
2. Kecakapan Khusus
SKK dan TKK yang digunakan disini sesuai dengan SK Kwarnas, dan SKK dan TKK yang dikeluarkan
oleh Saka Taruna Bumi sendiri.

BAB V
BEBAN BELAJAR

A. Beban Belajar
1. Calon Taruna ke Taruna Muda sebanyak 42 jam pelajaran dengan batas minimal penyelesaian
studi 1,5 bulan dan maksimal 3 bulan
a. Materi Kepramukaan dan Kepemimpinan sebanyak 10 jam pelajaran
b. Materi Dasar Pertanian sebanyak 20 jam pelajaran
c. Praktek Budidaya dan Industri Olahan 12 jam praktek terfokus
2. Calon Taruna ke Taruna Madya sebanyak 54 jam pelajaran dengan batas minimal penyelesaian
studi 2,5 bulan dan maksimal 8 bulan
a. Materi Kepramukaan dan Kepemimpinan sebanyak 6 jam pelajaran
b. Materi Kewirausahaan dan manajemen praktek Budidaya serta Industri Olahan 20 jam praktek
terfokus
c. Materi tingkat lanjut Pertanian sebanyak 24 jam pelajaran
d. Praktek Kerja Lapangan dan Pembuatan Proposal Usaha 4 jam
3. Calon Taruna ke Taruna Utama sebanyak 62 jam pelajaran dengan batas minimal penyelesaian
studi 4 bulan dan maksimal 15 bulan
a. Materi Kepramukaan dan Kepemimpinan sebanyak 2 jam pelajaran
b. Materi Kewirausahaan dan manajemen Usaha Budidaya serta Industri Olahan 12 jam praktek
terfokus
c. Materi tingkat utama Pertanian sebanyak 18 jam pelajaran
d. Praktek Kewirausahaan dan Pembuatan Karya Ilmiah 30 jam pelajaran
Adapun sebaran Materi Pelajaran tiap tingkatan disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi
terbaru yang diputuskan dan menjadi kewenangan Komisaris yang akan diterbitkan setiap tahun
pelajaran baru.

B. Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran yang dilaksanakan pada kurikulum ini mengacu pada metode klasikal,
kelompok terarah, diskusi terfokus, tugas mandiri/ kelompok, penanganan proyek dan praktek
lapangan maupun kewirausahaan.
Metode Klasikal, adalah model pembelajaran terarah dengan pemberi materi diruang kelas dengan
difasilitasi narasumber, instruktur maupun pakar/ ahli/ praktisi pertanian.
Metode Kelompok Terarah adalah pelaksanaan pembelajaran tertentu pada satu atau lebih kelompok
yang difasilitasi oleh ketua kelompok atas bimbingan instruktur atas kebijakan komisaris.
Metode Diskusi Terfokus adalah sistem pembelajaran untuk membahas suatu permasalahan/ problem
yang didiskusikan oleh anggota bersama anggota lainnya maupun bersama anggota masyarakat.
Tugas Mandiri dan Tugas Kelompok adalah tugas yang diberikan oleh instruktur untuk kemudian
dikerjakan secara pribadi maupun kelompok dan diselesaikan sesuai dengan target.
Penanganan Proyek adalah metode pembelajaran untuk belajar bertanggung jawab dan berwirausaha
atas proyek yang diusulkannya sendiri atau bersama anggota lainnya dengan bimbingan instruktur.
Praktek Lapangan atau praktek kewirausahaan adalah kegiatan praktikum yang dilaksanakan di suatu
badan usaha, home industri, koperasi, maupun kelompok usaha bidang pertanian, perikanan,
peternakan dan industri olahan hasil pertanian.

C. Target dan Sertifikasi


Bagi calon Taruna dan Taruna yang memenuhi target atas beban belajar akan diberikan sertifikat
keikutsertaan dan bukti kelulusan yang kemudian akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti
pelantikan sesuai dengan tingkatan masing - masing

BAB VI
KALENDER PENDIDIKAN

A. Penerimaan Calon Taruna


Penerimaan Calon Taruna mulai Tahun Pelajaran 2010 dilaksanakan setiap bulan Mei dan Nopember
(dua kali setahun) dengan memprioritaskan siswa akhir tingkat SMP/MTs (kelas IX) dan Kelas X
Semester I untuk tingkat SMA/MA/SMK.
B. Pembekalan / Orientasi Calon Taruna
Pembekalan dilaksanakan bulan Juni dan Desember
C. Pengambilan Bed
Pengambilan Bed dilaksanakan satu bulan setelah pelaksanaan Pembekalan/ Orientasi yakni bulan
Agustus dan Februari
D. Latihan Rutin Kesakaan
Dilaksanakan secara rutin tanpa mengenal libur, kecuali Taruna yang bersangkutan menyatakan cuti
sementara.
E. Pelaksanaan Pendidikan Dasar
Dilaksanakan bulan Agustus - Oktober dan Februari - April
F. Pelaksanaan Pendidikan Lanjutan
Dilaksanakan bulan Oktober – Januari dan bulan April - Juli
G. Pelaksanaan Pendidikan Utama
Pelaksanaannya menyesuaikan
H. Pelaksanaan Diklat Kepemimpinan dan Khusus
Pelaksanaannya menyesuaikan