Anda di halaman 1dari 13

TUGAS AKHIR M1

Nama : Adi Wijaya


Username : 18031622010121

Instructions
1. Buatlah proses pertumbuhan dan perkembangan peserta didik sertakan contoh dan
penjelasan!
2. Uraikan dan jelaskan keterampilan gerak dan contoh kegiatan dalam pembelajaran PJOK!
3. Buatlah format rencana pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik pada
mata pelajaran PJOK!
4. Buatlah instrument penilaian hasil belajar PJOK sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu
penilaian kognitif, afektif dan psikomotor!

Jawab

1. Soal 1
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah proses perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses
kematangan fungsi-fungsi fisik dari anak seperti tinggi dan berat badan, kekuatan,
ataupun proporsi yang menyangkut perubahan ukuran atau perbandingan yang
bersifat kuantitatif, yang mengacu pada jumlah, besar, serta luas yang bersifat konkret
yang biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis.

Perkembangan adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi
organ-organ jasmaniah dan bukan pada organ jasmani tersebut sehingga penekanan
arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang
termanifestasi pada kemampuan organ fisisologis.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan


penyempurnaan struktur dan akan berakhir apabila telah mencapai tingkat
kematangannya, sedangkan perkembangan dengan penyempurnaan fungsi yang akan
terus berlangsung sampai akhir hidup.

A. TAHAP PERTUMBUHAN

Setiap individu pada hakikatnya akan mengalami pertumbuhan fisik menjadi lebih
besar dan panjang. Prosesnya terjadi sejak anak belum lahir hingga ia dewasa. Berikut
tahapan pertumbuhan manusia:

a. Tahap Pertumbuhan Sebelum Lahir

Manusia itu ada dimulai dari suatu proses pembuahan (pertemuan sel telur dan
sperma) yang membentuk suatu sel kehidupan, yang disebut embrio. Embrio manusia
yang telah berumur satu bulan berukuran sekitar setengah sentimeter. Pada umur dua
bulan ukuran embrio itu membesar menjadi dua setengah sentimeter dan di sebut
janin atau fetus. Janin atau fetus tersebut terbentuk menyerupai bayi dalam ukuran
kecil

Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat
kompleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan
tersususnya jaringan saraf yang membentuk sistem yang lengkap. Pertumbuhan dan
perkembangan janin di akhiri saat kelahiran. Kelahiran pada dasarnya merupakan
pertanda kematangan biologis dan jaringan saraf masing-masing komponen biologis
telah mampu berfungsi secara mandiri.

b. Tahap Pertumbuhan Setelah Lahir

Pertumbuhan fisik setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhan sebelum lahir.


Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai dewasa. Sejak lahir sampai
dengan umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan individu, dari pertumbuhan yang
kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia sampai dengan proporsi yang
ideal di masa dewasa. Setiap bagian fisik seseorang individu akan terus mengalami
perubahan karena pertumbuhan, sehingga masing-masing komponen tubuh akan
mencapai tingkat kematangan untu menjalankan fungsinya. Jaringan saraf otak atau
saraf sentral akan tumbuh dengan cepat karena saraaf pusat itu akan menjadi sentral
dalam menjalankan fungsi jaringan saraf diseluruh tubuh manusia.

Pertumbuhan fisik, baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi
perilaku anak sehari-hari. Secara langsung pertumbuhan fisik seorang anak akan
menentukan keterampilan anak dalam bergerak. Secara tidak langsung, pertumbuhan
dan perkembangan fungsi fisik akan mempengaruhi bagaimana ia memandang orang
lain. Pertumbuhan fisik terjadi secara bertahap, seperti naik turunnya gelombang, ada
kalanya cepat dan ada kalanya lambat. Irama pertumbuhan ini bagi setiap orang
berbeda-beda, walaupun secara keseluruhan tetap memperlihatkan keteraturan. Ada
beberapa anak yang mengalami pertumbuhan cepat, sedangkan anak lain mengalami
kelambatan.

Pertumbuhan fisik anak dapat dibagi menjadi 4 periode utama, 2 periode ditandai
dengan pertumbuhan yang cepat dan 2 periode lainnya dicirikan oleh pertumbuhan
yang lambat. Selama periode pralahir dan 6 bulan setelah lahir pertumbuhan tubuhnya
sangat cepat. Pada akhir tahun pertama kehidupan pasca lahirnya, pertumbuhan
seorang bayi memperlihatkan tempo yang sedikit lambat dan kemudian menjadi stabil
sampai anak memasuki tahap remaja, atau tahap kematangan kehidupan seksualnya.
Hal ini dapat dimulai ketika anak berusia sekitar 8-12 tahun. Mulai saat ia berumur
15-16 tahun pertumbuhan fisiknya akan cepat kembali dan biasanya masa ini disebut
pertumbuhan pubertas. Periode ini kemudian akan disusun dengan periode tenang
kembali sampai ia memasuki tahap dewasa. Tinggi badan yang sudah tercapai dalam
periode ke-4 ini akan tetap sampai ia tua. Tetapi berat tubuh masih dapat berubah-
ubah meskipun ada kenyataan bahwa daur pertumbuhan fisik dapat dikatakan teratur
dan dapat diramalkan namun terjadi pula keanekaragaman seperti dikemukakan oleh
johnson. “jadwal pertumbuhan fisik anak sifatnya sangat individual”( Hurlock,
1991:114).

B. TAHAP PERKEMBANGAN

Secara umum, tahapan perkembangan manusia akan melalui tiga tahapan, yaitu:

a. Tahapan Perkembangan pada Masa Konsepsi

Konsepsi menyangkut fertilisasi dan pelekatan embrio pada dinding uterus. Fertilisasi
adalah peleburan inti sel sperma dan inti sel telur yang terjadi di saluran telur (oviduk)
di uterus. Pada saat fertilisasi kepala sel sperma menembus dinding sel telur sedang
ekor tertinggal diluar membentuk zigot yang terus membelah mitosis menjadi 32 sel
yang disebut morula. Kemudian berkembang menjadi blastula bagian dalamnya
membentuk janin sedang bagian luarnya membentuk trofoblast (bagian dinding untuk
menyerap makanan yang akan berkembang menajdi plasenta). Pada usia ke 4-5
setelah fertilisasi blastula bergerak ke uterus dan melakukan implantasi (pelekatan) di
uterus pada hari ke-6. Blastula kemudian berkembang menjadi grastula yang
kemudian berkembang menjadi embrio.

b. Tahapan Perkembangan Pranatal (Sebelum Dilahirkan)

Periode awal kelahiran manusia yang dimulai sejak konsepsi, sampai dengan
kelahiran seorang individu. Masa ini berlangsung sembilan bulan sebelum lahir. Pada
tahap ini semua alat, kelenjar mulai berkembang, berfungsinya saraf-saraf.

c. Tahapan Perkembangan Post Natal (Setelah Dilahirkan)

Pada tahap perkembangan inilah yang nampak nyata dan teramati. Setelah melalui
masa perkembangan konsepsi dan pranatal, manusia tentunya akan mengalami masa
perkembangan dimana setelah ia dilahirkan yang berupa kemampuan-kemampuan
nonfisik yang meliputi:

 Intelek

Intelek atau daya pikir berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Karena
pada dasarnya pikiran menunjukkan fungsi otak. Maka kemampuan intelektual yang
lazim disebut dengan istilah lain kemampuan berpikir dipengaruhi oleh kematangan
otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik, perkembangan berpikir
dikenal sebagai perkembangan kognitif menurut Piaget (Sarlito, 1991:81) mengikuti
tahap-tahap sebagai berikut: 1) Tahap pertama: Masa Sensori Motor(0-2 tahun. Masa
ketika bayi mempergunakan sistem penginderaan dan aktivitas motorik untuk
mengenal. 2) Tahap kedua: Masa Pra-operasional (2-7 tahun). Ciri khas masa ini
adalah kemampuan anak menggunakan simbol yang mewakili suatu konsep. Misalnya
“kata pisau plastik”, kata “pisau” sebenarnya mewakili makna benda yang
sesungguhnya. 3) Tahap ketiga: Masa Konkreto Prerasional (7-11 tahun). Pada tahap
ini anak sudah dapat melakukan berbagai macam tugas yang konkret, anak mulai
mengembangkan tiga macam operasi berpikir yaitu: identifikasi, mengenali sesuatu,
reproduksi mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal. 4) Tahap keempat:
Masa Operasional (11-dewasa). Dalam usia remaja dan seterusnya seseorang sudah
mampu berpikir abstrak dan hipotesis. Pada tahap ini seseorang bisa memperkirakan
apa yang mungkin terjadi. Ia dapat mengambil kesimpulan dan suatu pernyataan.

 Emosi

Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang harus dimiliki manusia. Emosi
merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan atau atas perilaku fisik, seperti
marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras atau tingkah laku yang lain.
Begitu pula sebaliknya seseorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa
lebar dan sebagainya.

 Sosial

Bayi lahir dalam keadaan yang sangat lemah, ia tidak akan mampu hidup terus tanpa
bantuan orang lain. Dalam proses pertumbuhan setiap orang tidak dapat berdiri
sendiri. Setiap manusia memerlukan lingkungan dan senantiasa akan memerlukan
manusia lainnya. Anak membentuk kelompok sebaya sebagai dunianya, memahami
dunia anak, dan kemudian pergaulan yang luas. Akhirnya manusia mengenal
kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan sosial. Dalam
perkembangannya setiap orang akhirnya mengetahui bahwa manusia itu saling
membantu dan dibantu, memberi dan diberi.

 Bahasa

Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Setiap orang senantiasa berkomunikasi
dengan dunia sekitarnya, dengan orang-orang sekitarnya. Bicara adalah bahasa suara,
bahasa lisan. Dalam perkembangan awal berbahasa lisan, bayi menyampaikan isi
pikiran atau perasaannya dengan tangis dan ocehan. Ocehan-ocehan itu semakin lama
semakin jelas, dan bayi mampu menirukan bunyi-bunyi yang didengarnya. Disaat itu
sebaiknya ibu mengucapkan kata-kata sederhana yang mudah di tirukan sang bayi
agar akhirnya setelah bayi semakin besar semakin banyak kata yang dapat dikuasai
dan di ucapkannya.
 Bakat Khusus

Bakat pada awalnya merupakan hal yang amat penting sehubungan dengan bidang
pekerjaan atau tugas. Dalam proses pendidikan, bakat merupakan faktor penting untuk
mendapatkan perhatian cara mendidik. Bakat merupakan kemampuan tertentu atau
khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau
sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Definisi bakat yang
dikemukakan Gulford(Sumadi:1984) mencakup tiga dimensi yaitu : dimensi
perseptual, dimensi psikomotor, dimensi intelektual yang menggambarkan bahwa
bakat tersebut mencakup kemampuan dalam penginderaan, ketepatan, dan kecepatan
menangkap makna, kecepatan dan ketepatan betindak, serta kemampuan berpikir
inteligen. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu.
Misal dalam bidang olahraga, seni, dan lain-lain.

 Sikap, Nilai, dan Moral

Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya anak mulai dikenalkan terhadap
nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh, yang harus dilakukan dan
dilarang. Menurut Piaget pada awalnya pengenalan nilai dan perilaku serta
tindakannya itu masih bersifat paksaan, anak belum mengetahui maknanya. Akan
tetapi sejalan dengan perkembangan inteleknya, berangsur-angsur anak mulai
mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku di dalam keluarga dan dalam masyarakat
serta negara.

2. Soal 2

Keterampilan gerak adalah kemampuan seseorang untuk melakukan suatu tugas gerak
secara maksimal sesuai dengan kemampuannya. Keterampilan gerak pada setiap
orang berbeda-beda, banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor
tingkatan usia, pengalaman gerak. Sifat dasar dari sebuah keterampilan adalah
memaksa seorang pelajar untuk lebih membuat pertimbangan ketika merencanakan
belajar dari pengalaman.
Berikut beberapa contoh bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani mengacu pada
Permendikbud No. 22 tahun 2006 tentang standar isi:
a. Latihan Kekuatan otot lengan
Bentuk latihan kekuatan otot lengan secara sederhana melalui permainan antara lain
sebagai berikut :
 Nama Permainan: Siapa Cepat Berdiri
Cara melakukannya adalah sebagai berikut :
1) Jumlah pemain: tidak terbatas
2) Alat yang di gunakan: Tanpa alat
3) Tempat : di dalam atau di luar ruangan
 Aturan Permainan
1) Semua siswa dibariskan di sisi panjang lapangan
2) Tidak boleh ada yang bergerak sebelum ada aba-aba dari guru, siswa yang
bergerak duluan sebelum ada aba-aba dianggap gugur.
3) Siswa yang berdiri paling duluan merupakan pemenang dalam permainan ini.
4) Siswa yang pertama berdiri diberi kepercayaan untuk mengawasi dan menentukan
pemenang dalam permainan selanjutnya, sampai ditemukan siswa yang paling akhir
berdiri.
 Cara Bermain
 Semua siswa bersiap-siap di pinggir lapangan dengan posisi siap merangkak.
 Setelah ada aba-aba dari guru semua siswa merangkak dari sisi yang satu
menuju sisi yang lainnya.
 Di tengah-tengah perjalanan bila mendengar tanda yang dibunyikan oleh guru,
maka siswa harus segera berdiri.
 Siswa yang berdiri lebih dulu dinyatakan sebagai pemenang dalam permainan
ini.
 Permainan terus diulang-ulang sesuai kebutuhan.
 Siswa yang kalah menerima hukuman sesuai kesepakatan.

b. Latihan Keseimbangan
Bentuk-bentuk latihan keseimbangan
Latihan keseimbangan adalah bentuk sikap badan dalam keadaan seimbang, baik pada
saat berdiri, duduk, maupun jongkok. Macam-macam bentuk latihan keseimbangan
tubuh adalah sebagai berikut:
 Latihan keseimbangan berdiri bangau
Cara melakukannya adalah sebagai berikut :
 Sikap permulaan berdiri tegak rileks.
 Salah satu kaki diangkat dengan posisi tangan dipegang secara
berlawanan (jika yang diangkat kaki kanan tangan kiri yang
memegang).
 Tangan kanan diluruskan ke samping.
 Lakukan latihan ini 8 kali hitungan dan kembali ke sikap awal.
Soal 3.

PERANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC

Tujuan:
Melalui diskusi kelompok peserta diharapkan mampu merancang contoh penerapan pendekatan
scientific pada pembelajaran PJOK.

Panduan Kegiatan:
1. Pelajari hand out dan contoh penerapan pendekatan scientific pada pembelajaran PJOK!
2. Isilah lembar kerja perancangan pembelajaran yang tersedia secara berkelompok!
3. Setelah selesai, presentasikan hasil diskusi kelompok Anda!
4. Perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada masukan dari kelompok lain!

Kompetensi Dasar : 1 . 2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan


dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta

2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kemajuan diri


sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam
penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.

2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.

3.5 Menganalisis konsep penyusunan program peningkatan serta


mengevaluasi derajat kebugaran jasmani terkait kesehatan dan
keterampilan secara pribadi berdasarkan instrument yang
dipakai.

4.5 Menyusun program peningkatan serta mengevaluasi derajat


kebugaran jasmani terkait kesehatan dan keterampilan secara
pribadi berdasarkan instrument yang dipakai.

Topik /Tema : KONSEP PENGUKURAN KEBUGARAN JASMANI

Sub Topik/Tema : 1. Daya Tahan Jantung – Paru – Peredaran darah

2. Kekuatan Otot

3. Kelenturan

Tujuan : 1. Menunjukkan prilaku disiplin dan bertanggung jawab dalam


Pembelajaran kegiatan pembelejaran konsep pengukuran kebugaran jasmani.

2. Menunjukkan prilaku santun dan toleransi selama


mempraktikkan menganalisis konsep pengukuran kebugaran
jasmani.

3. Menganalisis dan mempraktekkan konsep pengukuran daya


tahan, kekuatan otot-otot, kelenturan tubuh terkait kesehatan
dengan menunjukkan nilai sportifitas, kerjasama dan disiplin.

4. Menganilisis dan mempraktekkan konsep pengukuran


kebugaran jasmani menggunakan standar TKJI dengan
menunjukkan nilai sportifitas, kerjasama dan disiplin.

Alokasi Waktu : 1 x 3 jam pertemuan

Tahapan Pembelajaran Kegiatan


Mengamati  Meminta salah satu peserta didik memperagakan cara
melakukan ketrampilan gerak, Daya Tahan Jantung –
Paru – Peredaran darah, Kekuatan Otot, Kelenturan.
 Menampilkan bentuk bentuk gerakan latihan Daya
Tahan Jantung – Paru – Peredaran darah, Kekuatan Otot,
Kelenturan, melalui media elektronik (video).
 Guru mempragakan cara melakukan ketrampilan gerak,
Daya Tahan Jantung – Paru – Peredaran darah,
Kekuatan Otot, Kelenturan.
Menanya Peserta didik diberikan kesempatan bertanya tentang
bentuk-bentuk latihan Daya Tahan Jantung – Paru –
Peredaran darah, Kekuatan Otot, Kelenturan. Guru
memberikan umpan balik kepada peserta didik untuk
mendiskusikan materi kebugaran jasmani, serta
mempraktekkan gerak sesuai yang ditanyakan.

Mengumpulkan  Peserta didik mendiskusikan pertanyaan tentang bentuk-


informasi/mencoba bentuk latihan Daya Tahan Jantung – Paru – Peredaran
darah, Kekuatan Otot, Kelenturan

 Selama diskusi peserta didik juga melakukan gerakan


bentuk latihan Daya Tahan Jantung – Paru – Peredaran
darah, Kekuatan Otot, Kelenturan sesuai dengan
pertanyaan.

Mengasosiasikan  Memilih bentuk latihan Daya Tahan jantung yang cocok


sesuai dengan kemampuannya.

 Memilih bentuk latihan Kekuatan yang cocok sesuai


dengan kemampuannya.

 Memilih bentuk latihan Kelenturan yang cocok sesuai


dengan kemampuannya
Mengomunikasikan  Melakukan latihan kebugaran jasmani Daya tahan sesuai
dengan teknik gerakan yang benar.

 Melakukan tes kebugaran jasmani kekuatan (push up, sit


up, pul up back up) dengan menerapkan teknik yang telah
dipelajarinya.

 Melakukan latihan kebugaran jasmani kelenturan (latihan


kelenturan statis dan dinamis) dengan menerapkan teknik
yang telah dipelajarinya.

 Memberikan saran perbaikkan ketrampilan kepada teman


selama melakukan aktivitas.

 Memberikan kesimpulan terhadap aktivitas pembelajaran


Soal 4.

I. Penilaian

1. Sikap

a. Penilaian Observasi

LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI


DISIPLIN DAN BERTANGGUNG JAWAB

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Materi Pokok : KONSEP PENGUKURAN KEBUGARAN JASMANI
Tanggal : ………………….

PETUNJUK
1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. berilah tanda cek (√)sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian sehari-hari

No Pernyataan TP KD SR SL
(1) (2) (3) (4)
1 Berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran

2 Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan

3 Bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran

4 Mengembalikan barang yang dipinjam

Penilaian Sikap = jumlah skor yang diperoleh X 4


Jumlah skor maksimal
Keterangan :
 SL : selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan nilai (4)
 SR: sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
tidak melakukan nilai (3)
 KD: kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak
melakukan nilai (2)
 TP: tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan nilai (1)
b. Penilaian Diri

LEMBAR PENILAIAN DIRI


DISIPLIN DAN BERTANGGUNG JAWAB

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Materi Pokok : KONSEP PENGUKURAN KEBUGARAN JASMANI
Tanggal : ………………….

PETUNJUK
3. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
4. berilah tanda cek (√)sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian sehari-hari

No Pernyataan TP(1) KD(2) SR(3) SL(4)


1 Saya hadir tepat waktu
2 Saya berpakaian seragam lengkap dan rapi
3 Saya ikut menjaga dan merawat sarana dan
prasarana pada saat pembelajaran
4 Saya mengembalikan sarana dan prasarana
setelah selesai pembelajaran

Penilaian Sikap = jumlah skor yang diperoleh X 4


Jumlah skor maksimal
Keterangan :
 SL : selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan nilai (4)
 SR: sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
tidak melakukan nilai (3)
 KD: kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak
melakukan nilai (2)
 TP: tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan nilai (1)
2. Pengetahuan

Tes Tertulis
Kriteria Nilai
No Butir pertanyaan Penskoran Akhir
1 2 3
1 Jenis-jenis latihan apa saja yang
dapat meningkatkan daya tahan
jantung-paru-peredaran darah?
2 Jelaskan cara mengukur kekuatan
otot lengan , perut, tungkai?

3 Jenis latihan apa saja untuk


maningkatkan kelenturan?

4 Bagaimanakah cara melakukan


pengukuran komponen daya tahan
jantung-paru-peredaran darah?
Penilaian pengetahuan = jumlah skor yang diperoleh X4
Jumlah skor maksimal

KETERANGAN :
1. Pengertian dan penjelasan salah (1)
2. Pengertian benar penjelasan salah atau sebaliknya (2)
3. Pengertian benar penjelasan benar (3)
3. Keterampilan

Uji Praktik

Penilaian kemampuan daya tahan, kekuatan, dan


kelenturan
Nama Skor
Ket
peserta Kesesuaian Ketepatan Ketepatan Akhir
dengan prosedur Proses Pencatatan Hasil
tes Pengukuran Pengukuran
1 2 1 2 1 2

Penilaian ketrampilan = jumlah skor yang diperoleh X4


Jumlah skor maksimal

Keterangan

 Kesesuaian dengan prosedur tes :


1. Peserta didik tidak sesuai dalam mempraktekkan gerakan tes
2. Peserta didik mempraktekkan gerakan tes dengan baik

 Ketepatan Proses Pengukuran :


1. Peserta didik tidak bersungguh-sungguh dalam mempraktekkan gerakan tes
2. Peserta didik bersungguh-sungguh dalam mempraktekkan gerakan tes

 Ketepatan Pencatatan Hasil Pengukuran :


1. Hasil tes menunjukkan peserta didik kurang memiliki kebugaran jasmani yang baik
2. Hasil tes menunjukkan peserta didik memiliki kebugaran jasmani yang baik

……….., .............................. 2018


Mengetahui
Kepala SMK..... Guru Mata Pelajaran PJOK

________________________ _________________________
NIP. ... NIP. ...