Anda di halaman 1dari 170

MODUiL PELATIHAN

TEKNISI ELEKTROMEIDIS

JILID 1

~ jO
rI r'.,.~ 1-'''' . ·' r [~" "1"\-. •­ t91 0 J-8
. Jrd
N . \'l Ik . ~Sb!lJ..~ .q§
I J •
T •I • 17- ....l1­'-:I...Q{J. .
....
LJ} t ,u'. ,, ', '. .. . . . ... . .fl············

..... ........ . ... .. .


.... .. ... ... ­
Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI

610.28

Ind Indoenesia. Departemen Kesehatan . Pusat Sarana dan Prasarana dan


Peralatan Kesehatan.

P Pedoman Mekanisme Pengajauan Daftar Usul Penepatan


angka kredit (DUPAK) : Jabatan fungsional teknisi
elektromedis. - Jakarta: Departemen Kesehatan RI,
2007.

I. Judul 1. ELECTRONICS, MEDICAL.


2. BIOMEDICAL ENGIt\IEERING

Catatan :
1. Modul pelatihan teknisi elektromedis jilid 1
2. Modul pelatihan teknisi elektromedis jilid 2
3. Modul pelatihan teknisi elektromedis jilid 3
4. Modul pelatihan teknisi elektromedis jilid 4
5. Modul pelatihan teknisi elektromedis jilid 5
Modul Pelatihan Teknisi Elektromedis
Penangggung Jawab Kepala Pusat Sarana, Prasarana dan Peralatan Kesehatan
Ir. Tugijono, M. Kes.
Tim Penyusun 1. dr. Rinni Yudhi Pratiwi, M.PET
2. Sri Nurismiyati, BE
3. Ir. Taufik Izwan, MT
4. Rika Srikandi, BE.SKM
5. Wisnu Handoyo, ST
6. Agung Nugroho, SKM
7. Ign. Djoko Widagdo, BE.S.Sos.MM
8. Ign Prastowo
9. Susanto HS, BE.AIM
10. Aprillisna Silvia Irany, ST
KATA PENGANTAR

Peralatan medik merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Oleh karenanya kondisi maupun fungsi alat harus
baik dan terjamin kehandalannya. Untuk mencapai kondisi tersebut, perlu adanya pengelolaan
peralatan yang baik dan terpadu, mulai dari mempersiapkan SOM terampil dan tersertifikasi.
Kelengkapan dokumen teknis termasuk mekanisme kerja, bahan operasional, bahan
pemeliharaan, material bantu dan suku cadang, yang tersedia untuk pengoperasian sangat
diperlukan. Sehingga alat kesehatan dapat berdayaguna secara optimal.

Oalam rangka pembinaan kepada Teknisi Elektromedis, disusunlah Modul Pelatihan Teknisi
Elektromedis yang terdiri dari beberapa modulledisi. Modul ini dapat dipergunakan sebagai
petunjuk/acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Teknisi Elektromedis, panduan penyusunan
Prosedur Tetap Pengoperasian, Pemantauan fungsi, Pemeliharaan dan Perbaikan, sesuai
alat yang ada di fasilitas kesehatan. Lembar kerja yang ada pada setiap edisi dapat
dipergunakan sebagai bukti pelaksanaan tugas, untuk pengusulan kenaikan pangkat bagi
teknisi peserta Jabatan Fungsional Teknisi Elektromedis.

Modul ini dilengkapi dengan gambar blok diagram untuk setiap alat, sehingga teknisi dapat
mempelajari dan mengetahui prinsip kerja serta bagian-bagian alat. Prosedur Tetap yang
terdapat pada Modul ini disusun secara Ideal, sehingga diharapkan Pimpinan Fasilitas
Kesehatan secara bertahap dapat melengkapi fasilitas kerja yang diperlukan untuk
pelaksanaan tugas sesuai Protap.

Pada Modul Pelatihan Teknisi Elektromedis Jilid 1 (satu) disusun untuk penyelenggaraan
pelatihan khususnya peralatan : Sphygmomanometer, Suction Pump, Infusion Pump,
Electrocardiograph, Bedside Monitor.

Oengan selesainya penyusunan Modul Pelatihan Teknisi Elektromedis Jilid 1 ini, kepada
anggota Tim Penyusun dan Instansi terkait, kami ucapkan terima kasih atas bantuan,
kerjasama dan partisipasinya .
~
f .. ~~~~~~~sember 2006.
PUSAT S~RANA, PRASARANA -' AN f ERALATAN KESEHATAN

" -,- KEP 1 '"


'\

"o • \
\,
DAFTAR 151

Kata pengantar
Kurikulum Pelatihan Teknisi Elektromedis
MATERIDASAR
Kebijakan Rumah Sakit dalam Pengelolaan Peralatan Medik 15
MATERIINTI 1
Pengenalan Peralatan Medik 27
MATERIINTI2
Prosedur Tetap Pengoperasian Peralatan Medik 35
MATERIINTI 3
Prosedur Tetap Pemantauan Fungsi Peralatan Medik 41
MATERIINTI4
Prosedur Tetap Pemeliharaan Peralatan Medik 53
MATERI INTI 5
Prosedur Tetap Perbaikan Peralatan Medik 61
MATERIINTI 6
Norma Keselamatan Kerja 69

PROSEDUR TETAP PERALATAN MEDIK


a. Gambar dan blok diagram
b. Pengoperasian
c. Pemantauan fungsi dan lembar kerja
d. Pemeliharaan dan lembar kerja
e. Perbaikan dan lembar kerja
f. Panduan analisa kerusakan.

PENUTUP
LAMPIRAN
a. Batasan dan pengertian
b. Tabel usia teknis
KURIKULUM PELATIHAN TEKNISI ELEKTROMEDIS

JlliD 1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dilaksanakan di rumah sakit


sangat ditentukan oleh tersedianya fasilitas rumah sakit. Fasilitas rumah sakit perlu dikelola
sebaik-baiknya dan diupayakan agar selalu dalam keadaan laik pakai sehingga siap
operasional untuk menjamin kualitas dan kesinambungan pelayanan kesehatan.

Fasilitas rumah sakit adalah perangkat keras rumah sakit meliputi sarana, prasarana dan
peralatan yang digunakan untuk pelayanan. Peralatan kesehatan merupakan salah satu faktor
penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan . Oleh
karenanya kondisi maupun fungsi alat kesehatan harus baik dan dapat mendukung pelayanan.

Untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan pengelolaan peralatan dengan baik dan
berkesinambungan. Dalam hal ini adalah pemeliharaan yang dilaku'kan oleh Teknisi
Elektromedis Rumah Sakit.

Pemeliharaan harus dilaksanakan dengan baik sesuai program dengan didukung tersedianya
beberapa aspek, yaitu :
Sumber daya manusia yang terampil, yaitu Teknisi Elektromedis Rumah Sakit.
Peralatan kerja yang memadai
Dokumen teknis, terdiri dari operation dan service manual, protap pengoperasian, protap
pemantauan fungsi, protap pemeliharaan dan protap perbaikan alat.
Mekanisme kerja
Bahan pemeliharaan material bantu.

Sebagai kelengkapan dalam penyelenggaraan Pelatihan Teknisi Elektromedis ini adalah


tersedianya kurikulum dan paket materi bahan belajar yang disusun dalam bentuk modul
pembelajaran Jilid 1 untuk 5 alat (Sphygmomanometer, Suction Pump, Infusion Pump,
Electrocardiograph dan Bedside Monitor ).

B. Filosofl Pelatihan

Pelatihan Teknisi Elektromedis ini diselenggarakan dengan memperhatikan:


1. Prinsip pembelajaran pada orang dewasa adalah Berorientasi kepada peserta yaitu
belajar pada tempat, waktu dan kecepatan yang sesuai untuk dirinya. Setiap individu
mempunyai cara dan gaya tersendiri dalam upayanya belajar secara efektif . Peserta
belajar dengan modal pengetahuan yang dimiliki masing-masing tentang fasilitas rumah
sakit. Peserta mendapatkan satu paket bahan belajar dan pelatih professional yang dapat
menfasilitasi dengan berbagai metode, melakukan umpan balik serta menguasai materi
Peralatan Medik

2. Proses pembelajaran orang dewasa melalui pelatihan perlu memperhatikan metode dan
teknik yang partisipasif, yaitu bahwa selama pelatihan peserta berhak untuk:
a. Didengarkan dan dihargai pengalamannya mengenai kegiatan Pengelolaan Peralatan
Medik
b. Dipertimbangkan setiap ide dan pendapat, sejauh berada di dalam konteks pelatihan.
c. Tidak dipermalukan, dilecehkan ataupun diabaikan.

3. Berbasis kompetensi yang memungkinkan peserta untuk:


a. Mengembangkan ketrampilan langkah demi langkah dalam memperoleh kompetensi
yang diharapkan dalam mengelola Peralatan Medik
b. Memperoleh sertifikat setelah dinyatakan berhasil mendapatkan kompetensi yang
diharapkan pada akhir pelatihan .

II. KOMPETENSI

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, peserta kompeten dalam :


1. Melaksanakan pengelolaan Peralatan Medik sesuai Kebijaksanaan RS
2. Memahami pengenalan alat
3. Memahami pengertian dan konsep standar protap.
4. Mengetahui Pengoperasian Peralatan Medik sesuai protap
5. Melaksanakan Pemantauan fungsi Peralatan Medik sesuai protap
6. Melaksanakan Pemeliharaan Peralatan Medik sesuai protap
7. Melaksanakan Perbaikan Peralatan Medik sesuai protap
8. Melaksanakan Nonna Keselamatan Kerja sesuai dasar-dasar Norma Keselamatan Kerja
di Rumah Sakit.

III. TUJUAN PELATIHAN TEKNISI ELEKTROMEDIS

A. Tujuan pelatihan Umum :


Setelah selesai · mengikuti pelatihan, peserta dalam tugasnya sebagai teknisi Eiektromedis
mampu melaksanakan pengelolaan fasilitas rumah sakit secara optimal dengan
mempertimbangkan beban tugas dan kemampuan yang dimiliki untuk menjalankan fungsi IPS­
RS .

B. Tujuan pelatihan khusus :

Setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta mampu:

1. Melaksanakan pengelolaan Peralatan Medik sesuai Kebijaksanaan RS


2. Memahami pengenalan alat
3. Memahami pengertian dan konsep standar protap.
4. Mengetahui Pengoperasian Peralatan Medik sesuai protap
5. Melaksanakan Pemantauan fungsi Peralatan Medik sesuai protap
6. Melaksanakan Pemeliharaan Peralatan Medik sesuai protap
7. Melaksanakan Perbaikan Peralatan Medik sesuai protap
8. Melaksanakan Norma Keselamatan Kerja sesuai dasar-dasar Norma kesehatan dan
Keselamatan Ke~a (K3) di Rumah Sakit.

Untuk tercapainya tujuan pelatihan tersebut dilaksanakan pelatihan teknisi Elektromedis sesuai
dengan struktur program, proses dan metodologi pelatihan di bawah ini .

IV. PESERTA

A. Kriteria peserta adalah:

Pegawai Rumah Sakit yang bertugas sebagai teknisi Elektromedis

Memiliki Pengalaman ke~a dibidang Teknik Elektromedis

Latar belakang pendidikan minimal D II Teknik Elektromedis

B. Peserta berjumlah maksimal 30 orang dalam satu kelas

2
V. STRUKTUR PROGRAM

WAKTU JML
No. MATERI
T P PL
I

A. MATERI DASAR I

1. Melaksanakan pengelolaan Peralatan Medik sesuai


2 2
kebijaksanaan RS

B. MATERIINTI
1. Pengenalan Peralatan Medik (5 alat : Sphygmomanometer,
Suction Pump, Infusion Pump, Electrocardiograph, Bedside 2 2
Monitor. ).

I
2. Prosedur Tetap Pengoperasian Peralatan Medik . 1 2 2 5

3. Prosedur Tetap Pemantauan Fungsi Peralatan Medik . 1 2 3 6

4. Prosedur Tetap Pemeliharaan Peralatan Medik . 2 2 5 9

5. Prosedur Tetap Perbaikan Peralatan Medik . 2 2 6 10

6. Norma Keselamatan Kerja sesuai dasar-dasar Norma


Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit. 1 1 2
-

C. MATERI PENUNJANG
1. Building Learning Commitment (BLC) Praktek Lapangan 3 3

2. Evaluasi (Pre & Post test) 1 1

Total 40

3
VI. DIAGRAM ALiR

DIAGRAM ALiR PROSES PEMBELAJARAN


PADA PELATIHAN TEKNISI ELEKTROMEDIS

PEMBUKMN
I I
-r
Dinamika KelompoklBLC

Metode : Games, Diskusi

I
1
Wawasan : Ketrampilan :
1. Kebijakan RS dalam pengelolaan 1. Pengenalan Peralatan Medik
Peralatan Medik 2. Melaksanakan Prosedur Tetap
untuk:
a. Pengoperasian Peralatan Medik
b. Pemantauan Fungsl Peralatan
Elektromedik
c. Pemellharaan Peralatan Medik
Metode: d. Perbaikan Peralatan Medik
1. Ceramah Tanya Jawab 3. Melaksanakan Norma
2. Curah Pendapat Keselamatan Kerja sesuai dasar­
dasar Norma Kesehatan dan
Keselamatan Ke~a ( K3 ) di Rumah
Sakit

Metode :
1. Ceramah Tanya Jawab
2. Penugasan
3. Praktek
4. Diskusi Kelompok
5. Studi Kasus.

Praktik kerja lapangan

Evaluasi

Penutupan

4
VII. GARIS·GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN

MATERI DASAR 1 Kebijakan Rumah Sakit Dalam Pengelolaan


Peralatan Medik.

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir sesi ini, peserta mampu


melaksanakan pengelolaan Peralatan Medik
sesuai kebijaksanaan RS

Tujuan Pembelajaran Khusus Pada akhir sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan Pengelo ~aan Peralatan
Medik dengan benar.
2. Mengetahui semua pihak terkait dalam
pengelolaan Peralatan Medik sesuai
tugas dan fungsinya.
3. Melaksanakan pengelolaan Peralatan
Medik sesuai dengan tugas dan fungsi
masing-masing unit kerja.
4. Melaksanakan pengelolaan Peralatan
Medik dalam aspek teknis.

Pokok Bahasan Jenis kebijakan :


a. Pengadaan Peralatan Medik.
b. Penerimaan Peralatan Medik
c. Pengelolaan Peralatan di Rumah Sakit
d. Pemanfaatan Peralatan Medik.
e. Pemeliharaan Peralatan Medik.
f. Pengujian dan kalibrasi
g. Penghapusan barang Peralatan Medik.

Waktu 2 Jam Pelajaran @ 45 mnt (T=2, P = 0 )

Metode Ceramah Tanya jawab

- Diskusi

Media - Bahan tayangan digital

- Transparansi

Alat Bantu OHP

- Komputer

- Projector Digital

• Flip Chart
• White Board
• Spidol
• Sound system

Referensi Keppres 'No. 8 Th 2006

Tentang pengadaan barang dan jasa

Instansi pemerintah

2 Pedoman pemeriksaan dan pengujian


peralatan kesehatan dep.kes. RI DirJend Van
Med Th 1997

5
3 Pedoman Penyelenggaraan Instalasi fasilitas
Rumah Sakit. Depkes RI Dit Jend Yanmed Dit
Sarana dan Peralatan Medik Tahun 2000
4 Pedoman pengujian dan kalibrasi Alat
Kesehatan Product 3 second Stage Activities
Depkes RI Ditjend Yanmed Th 2001

MATERI INTI 1 Pengenalan Peralatan Medik (5 alat :


Sphygmomanometer, Suction Pump, Infusion
Pump, Electrocardiograph, Bedside monitor)

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir sesi ini, peserta mampu memahami
pengenalan Peralatan Medik.

Tujuan Pembelajaran Khusus Pada akhir sesi ini, peserta mampu :

1. Menjelaskan pengertian dan fungsi


Peralatan Medik.
2. Menjelaskan prinsip kerja Peralatan
Medik.
3. Menjelaskan bagian-bagian atau
komponen-komponen dad Peralatan
Medik.
4. Menjelaskan tata cara penyusunan
kebutuhan bahan pengujian dan kalibrasi
internal Peralatan Medik.

Pokok Bahasan 1. Pengertian dan fungsi Peralatan Medik.


2. Prinsip kerja Peralatan Medik.
3. Bagian-bagian atau komponen-komponen
dari Peralatan Medik.
Waktu 2 Jam Pelajaran @ 45 mnt (T=2, P=O)

Metode Ceramah Tanya jawab

- Diskusi

- Peragaan

Media Bahan tayangan digital


Transparansi

Alat Bantu OHP

- Komputer

- Projector Digital

- Flip Chart

White Board & Spidol

- Sound system

Referensi 1. Service manual


2. Operation manual

6
MATERIINTI 2 Prosedur Tetap Pengoperasian Peralatan
Medik.

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir sesi ini peserta mampu menyusun
dan mempergunakan Prosedur Tetap
Pengoperasian Peralatan Medik,

Tujuan Pembelajaran Khusus Pada akhir sesi ini. peserta mampu


1, Menjelaskan langkah langkah
pengoperasian Peralatan Medik,
2, Menjelaskan tata cara penyusunan
prosedur tetap pengoperasian peralatan
secara praktis
3, Melaksanakan pengoperasian sesuai
prosedur tetap

Pokok Bahasan 1, Langkah langkah pengoperasian


Peralatan Medik
2. Tata cara penyusunan protap
3. Prosedur tetap pengoperasian peralatan
secara praktis

Waktu 5 Jpl @ 45 mnt (T=1 , P=2 PI= 2)

Metode Ceramah Tanya jawab

- Diskusi

- Peragaan

- Praktek

Media Bahan tayangan digital

- Transparansi

- Operation manual

Alat Bantu OHP

- Komputer

- Projector Digital

- Flip Chart

- White Board

- Spidol

- Sound system

- Alat medik yang terkait

Refrensi 1. Service manual untuk setiap alat


2, Pedoman Operasional dan Pemeliharaan
peralatan Kesehatan Quality Laboratory
Services and Use of Medical Device
W.H.O INO,BCT 001.7 Depkes RI Jakarta
2001
3. Health devices Inspection and Preventive
maintenance System Third Edition ECRI
1995 PA, USA

7
MATERIINTI 3 Prosedur tetap Pemantauan Fungsi
Peralatan Medik.

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir sesi 'ini, peserta mampu menyusun
dan mempergunakan Prosedur Tetap
Pemantauan fungsi Peralatan Medik.

Tujuan Pembelajaran Khusus Pada akhir sesi ini, peserta mampu :

1. lV1elaksanakan pemantuan kondisi


lingkungan Peralatan Medik
2. Melaksanakan pemantauan fisik
Peralatan Medik
3. Melaksanakan pemantauan fungsi dan
kinerja Peralatan Medik.
4. Melaksanakan pemantauan aspek
keselamatan kerja Peralatan Medik
5. Menyusun protap

Pokok Bahasan 1. Pemantauan kondisi lingkungan


Peralatan Medik
2. Pemantauan fisik Peralatan Medik
3. Pemantauan fungsi dan kinerja Peralatan
Medik
4. Pemantauan aspek keselamatan kerja
Peralatan Medik
5. Penyusunan protap

Waktu 6 Jpl @45 menit (T=1, P=2 PI = 3)

Metode Ceramah Tanya jawab

- Diskusi

- Peragaan

- Praktek

Media - Bahan tayangan digital.

- Transparansi

- Operation manual

Alat Bantu OHP

- Komputer

- LCD

- Flip Chart

- White Board

- Spidol

- Sound system

- Alat Kesehatan

- Alat kerja

- Alat ukur

8
Refrensi 1. Operation Manual
2. Health devices Inspection and Preventive
maintenance System Third Edition ECRI
1995 PA. USA.

MATERIINTI 4 Prosedur Tetap Pemeliharaan


Peralatan Medik

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir sesi ini, peserta mampu


mempergunakan Prosedur Tetap Pemeliharaan
Peralatan Medik.

Tujuan Pembelajaran Khusus Pada akhir sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan proses kegiatan
Pemeliharaan Peralatan Medik.
2. Menyusun protap pemeliharaan Peralatan
Medik.
3. Melaksanakan pemeliharaan Peralatan
Medik sesuai protap

Pokok Bahasan 1. Prosedur Tetap Pemeliharaan Peralatan


Medik.
2. Fasilitas Penunjang pemeliharaan
3. Pelaksanaan pemeliharaan sesuai protap
Pemeliharaan Peralatan Medik.
4. Penyusunan protap.

Waktu 9 Jpl @ 45 Menit (T=2, .P=2, PI=5 )

Metode Ceramah Tanya jawab

- Diskusi

- Peragaan

- Praktek

Media Bahan tayangan digital.

- Transparansi.

- Service Manual

Alat Bantu OHP

- Komputer

- LCD

- Flip Chart

- White Board

- Spidol

- Sound system

- Alat kesehatan

- Alat Kerja

- Alat Ukur

Bahan pemeliharaan

9
Refrensi 1. Service manual untuk setiap alat
2. Pedoman Operasional dan Pemeliharaan
peralatan Kesehatan Quality Laboratory
Services and Use of Medical Device
W.H.O INO.BCT 001.7 Dep.Kes. RI
Jakarta 2001.
3. Healt devices Inspection and Preventive
maintenance System Third Edition ECRI
1995 PA. USA.

MATERIINTI 5 Prosedur Tetap Perbaikan Peralatan Medik

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir sesi ini, peserta mampu


mempergunakan Prosedur Tetap Perbaikan
Peralatan Medik.

Tujuan Pembelajaran Khusus Pada akhir sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan proses kegiatan perbaikan
Peralatan Medik.
2. Menyusun protap perbaikan Peralatan
Medik.
3. Mempraktekkan perbaikan Peralatan
Medik sesuai protap.

Pokok Bahasan 1. Proses kegiatan perbaikan Peralatan


Medik.
2. Fasilitas Penunjang perbaikan
3. Praktek Perbaikan Peralatan Medik
sesuai protap.
4. Penyusunan protap.

Waktu 10 Jpl @ 45 menit (T=2, P=2, PI=6)

Metode Ceramah Tanya jawab

- Diskusi

- Peragaan

- Praktek

Media Bahan tayangan digital


- Transparansi
- Service manual
- Wiring I schematic diagram.

Alat Bantu OHP

- Komputer

- LCD

- Flip Chart

- White Board

- Spidol

- Alat Kesehatan

- Alat Ukur

- Alat Kerja

- Bahan perbaikan

10
~ MI LIK PBRPUSTAK A AN

DBP: KESEHATAN

Refrensi 1. Service manual untuk setiap alat


2. Pedoman Operasional dan Pemeliharaan
peralatan Kesehatan Quality Laboratory
Services and Use of Medical Device
WHO INO.BCT 001 .7 Dep.Kes. RI
Jakarta 2001 .
3. Healt devices Inspection and Preventive
maintenance System Third Edition ECRI
1995 PA. USA.

MATERIINTI 6 Norma Keselamatan Kerja sesuai dasar-dasar


Norma Kesehatan dan ,Keselamatan Kerja
( K3) di Rumah Sakit

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir sesi ini, peserta mampu


mengetahui dan memahami tentang norma
keselamatan Kerja khususnya di Rumah Sakit.

Tujuan Pembelajaran Khusus Pada akhir sesi ini, peserta mampu :


1. Menjelaskan prinsip dan Norma
Keselamatan Kerja.
2. Menyebutkan tentang peraturan dan per
undang-undangan yang berkaitan dengan
Norma Keselamatan kerja .
3. Menjelaskan tentang pengertian resiko
bahaya dan kecelakaan kerja.
4. Menyebutkan jenis-jenis bahaya yang ada
serta penyebabnya dan caffi
pengendaliannya.
5. Memahami dampak atau kerugian yang
ditimbulkan akibat bahaya yang terjadi.
6. Memahami nilai ambang batas dari
bahaya yang diijinkan.

Pokok Bahasan 1. Pengertian tentang Norma Keselamatan


Kerja sesuai dasar-dasar Norma
Keselamatan Kerja di Rumah Sakit
2. Peran Norma Keselamatan Kerja sesuai
dasar-dasar Norma Keselamatan Kerja di
Rumah Sakit
3. Peraturan dan per undang-undangan
Norma Keselamatan Ke~a sesuai dasar­
dasar Norma Keselamatan Kerja di
Rumah Sakit
4. Pengertian Resiko bahaya dan
kecelakaan.
Ruang lingkup K3 RS
- Lingkungan kerja di RS
- Sumber-sumber bahaya di RS
- Jenis-jenis paparan bahaya.
5. Metode pengendalian bahaya.
6. Nilai-nilai ambang batas.

11
Waktu 2 Jpl @ 45 menit(T=1 , P =1)

Metode Ceramah Tanya jawab


- Diskusi

Media - Bahan tayangan digital


- Transparansi

Alat Bantu OHP


- Komputer
- LCD
- Flip Chart
- White Board
- Spidol

Refrensi 1. Keselamatan kerja dan Pencegahan


kecelakaan. Dr.SumaMur P.K MSc. 1989.
2. Pedoman Bimbingan keselamatan
Kebakaran dan Kewaspadaan bencana
Dir.Jend Van Medik Dep.Kes.R1 Dr. H.
Budihartono. MBA 2003.
3. Teknik Manajemen Keselamatan dan
kesehatan Kerja DR. Syukri MS. 1997.

VIII. EVALUASI

Evaluasi pada Pelatihan Teknisi Elektromedis pada prinsipnya yaitu :

A. Evaluasi hasil belajar

Yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap peserta melalui:

1. Penjajagan awal melalui pre test


2. Pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima (post test)
3. Evaluasi formatif untuk setiap hasil penugasan. Standar minimal evaluasi hasil belajar
adalah evaluasi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran khusus.

B. Evaluasi terhadap fasilitator


Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh penilaian yang menggambarkan
tingkat kepuasan peserta terhadap kemampuan fasilitator dalam menyampaikan
mengetahuan dan atau ketrampilan kepada peserta dengan baik, dapat dipahami dan
diserap oleh peserta meliputi:
1. Penguasaan materi
2. Penggunaan metode dan bahasa
3. Hubungan interpersonal dengan peserta
4. Motivasi

C. Evaluasi terhadap penyelenggara


Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap penyelenggara pelatihan, obyek evaluasi adalah
pelaksanaan administrasi dan akademis yang meliputi:
1. Tujuan Pelatihan
2. Relevansi program pelatihan dengan tugas
3. Manfaat setiap mata sajian bagi pelaksanaan tugas
4. Manfaat pelatihan bagi peserta/instansi

12
5. Mekanisme pelaksanaan pelatihan
6. Hubungan peserta dengan pelaksanaan pelatihan
7. Pelayanan kesekretariatan temadap peserta
8. Pelayanan akomodasi dan lain-lain
9. Pelayanan konsumsi
10. Pelayanan Kesehatan
11 . Pelayanan Kepustakaan
12. Pelayanan komunikasi dan informasi

IX. SERTIFIKASI

Kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan minimal 90% dari 40 jam pelatihan dan
dinyatakan berhasil sesuai dengan hasil evaluasi belajar akan diberikan sertifikat pelatihan
dengan angka kredit 1 (satu).

13
-- - -----~
MATERI DASAR

KEBIJAKAN RUMAH SAKIT

DALAM PENGELOLAAN PERALATAN MEDIK

A. PENDAHULUAN

Peralatan kesehatan merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan , baik di rumah sakit maupun di sarana pelayanan
kesehatan lainnya.
Oleh karenanya kondisi maupun fungsi peralatan kesehatan harus baik dan dapat mendukung
pelayanan kesehatan tersebut.
Untuk mencapai kondisi ini perlu adanya pengelolaan peralatan dengan baik dan terpadu, sejak
perencanaan, pengadaan, pendayagunaan dan pemeliharaan.
Dengan demikian peralatan kesehatan dan fasilitas pendukungnya akan berdaya guna secara
optimal dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Peralatan kesehatan merupakan investasi yang sangat mahal. Oleh karenanya harus dikelola
dengan baik dan dipertahankan tingkat kehandalannya.
Pengelolaan peralatan dirumah sakit harus dilaksanakan oleh seluruh unit terkait dengan
melibatkan Manajemen rumah sakit.
Agar peralatan dapat dikelola dengan baik diperlukan adanya kebijakan pemerintah , dalam hal ini
Manajemen rumah sakit dalam pengelolaan peralatan. Kebijakan pengelolaan alat diawali sejak
perencanaan pengadaan sampai dengan proses penghapusan.
Semua pihak yang terkait dengan pengelolaan peralatan harus memahami kebijakan ini dan
melaksanakannya sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

B. TUJUAN

1. Setelah mengikuti pelatihan ini, Manajemen rumah sakit, Pejabat terkait, penanggung
jawab/pengelola unit pelayanan mampu melakukan pengelolaan peralatan dengan baik,
dalam bidang
- Perencanaan Pengadaan dan Penerimaan peralatan
- Pengelolaan peralatan
- Pengawasan dan pembinaan
- Penyediaan anggaran

2. Setelah mengikuti pelatihan ini, teknisi mampu melaksanakan :

- Pengelolaan peralatan dari aspek teknis .

- Perencanaan pemeliharaan.

- Pelayanan teknis

- Perencanaan dan Pengembangan Peralatan.

3. Setelah mengikuti pelatihan ini, operator/pengguna alat mampu melaksanakan :

- Perencanaan pengadaan peralatan.

- Pengelolaan peralatan dari aspek operasional.

- Pelayanan dengan penggunaan alat secara optimal.

- Pemeliharaan harian.

15
C. SASARAN

1. Pelatihan dengan materi ini diikuti oleh :


a. Manajemen RS
b. Pejabat yang melakukan pengelolaan peralatan.
c. Pimpinan unit pelayanan/instalasi.
d. Tenaga operator I pengguna alat medik.
e. Teknisi pelaksana pemeliharaan.l Teknisi Elektromedis.
f. Tenaga operator peralatan non medik.
2. Dengan adanya kebijakan dalam pengelolaan peralatan, diharapkan :
a. Pelayanan kesehatan akan meningkat.
b. Peralatan dapat mencapai usia teknis yang diharapkan.
c. Peralatan dapat dijamin kehandalannya .

KEBIJAKAN PERTAMA

Pengadaan peralatan

1. Pengadaan peralatan dilaksanakan sesuai Keppres NO.8 tahun 2006 , tentang pengadaan
peralatan dan jasa pada instansi Pemerintah.
2. Pengadaan peralatan harus diawali dengan perencanaan yang baik , sehingga peralatan yang
diadakan memenuhi program fungsi, sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
3. Perencanaan melibatkan pengguna alatluser untuk penyusunan profesional spec.
Penyusunan technical spec melibatkan unsur teknis.
4. Peralatan yang akan diadakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. Memenuhi standar keselamatan .
b. Telah memenuhi uji PRODUK dan uji TEKNIS, dibuktikan dengan sertifikat.
c. Terdaftar pada Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
d. Teknologi pada alat sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
5. Harus disiapkan RKS, yang terdiri dan :
a. Ketentuan administrasi

(Perhatikan Keppres No.8 tahun 2006 )

b. Ketentuan teknis, meliputi :


- Catu daya listrik, 220 volt.
- Training bagi tenaga operator dan teknisi.
- Masa garansi selama 1 tahun.
- Penerimaan alat melalui proses uji fungsi dan uji coba.
- Layanan purna jual/penyediaan suku cadang selama 5 tahun .
- Pemeliharaan selama .... .... .( sesuai Kontrak ).
- Pemasok memiliki work shop yang lengkap dengan teknisi yang profesional dalam
jumlah yang cukup.

- Peralatan memenuhi standar keselamatan.

6. Dalam menyusun perencanaan alat harus memperhatikan :


a. Beban kerja.
b. Sarana dan prasarana yang tersedia di RS.
Tugas penyiapan sarana, prasarana dan pra instalasi, disiapkan oleh teknisi.
c. SDM yang akan menggunakan alat.
d. Anggaran pengadaan bahan operasional dan pemeliharaan .
7. Pengadaan peralatan harus memperhatikan sinkronisasi antara :
a. Pengadaan alat

b. Penyiapan sarana dan prasarana.

c. Penyiapan pra instalasi

d. Penyediaan SDM

Apabila sinkronisasi jadwal waktu tidak tercapai, maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut :

a. Alat tiba di RS, sarana belum siap, akibatnya alat disimpan di gudang , ada kemungkinan
alat rusak atau ada bag ian alat yang hilang.

16
b. Alat tiba di RS, prasarana listrik, air, uap, gas medis tidak tersedia, akibatnya alat tidak
dapat difungsikan secara optimal, bahkan tidak dapat difungsikan.
c. Alat tiba di RS, pra instalasi tidak siap, akibatnya alat tidak dapat diinstalasi.
d. Alat tiba di RS, telah diinstalasi dengan baik , tetapi tenaga operator/pengguna alat tidak
siap, akibatnya alat tidak dioperasikan.
8. Dalam menyusun rencana pengadaan alat, pihak RS dapat memperoleh informasi dari:
a. RS lain yang telah lebih dahulu menggunakan alat yang serupa.
b. Supplier yang menjadi agen tunggal merk tertentu di Indonesia.
c. Melalui internet.
d. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik atau Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian
dan Alat Kesehatan.
9. Muatan pada kontrak harus sesuai dengan muatan pada RKS. Oleh karena itu RKS harus
sudah menampung semua aspirasi yang dikehendaki. Apabila didalam RKS tidak tertulis
secara lengkap, maka didalam kontrak pun akan terjadi demikian.
Contoh : Bila dikehendaki semua manual dalam bahasa Indonesia, maka pada RKS harus
ditulis semua manual (operation dan service manual) dalam bahasa Indonesia.
Pada kontrak pun akan tertulis demikian.
10. Ketentuan mengenai supplier/pemasok supplier/pemasok pengadaan alat, sebaiknya
agen tunggal untuk suatu merk.
Apabila ada peraturan daerah mengenai supplier/pemasok alat, maka perusahaan daerah
tersebut harus mendapat dukungan dari agen tunggal.
Hal ini untuk kemudahan di kemudian hari, dalam hal :
a. Pengadaan bahan pemeliharaan/suku cadang/aksesori.
b. Layanan teknis, bila ada kerusakan alat.
Pada kontrak dituliskan layanan purna jual selama 5 (lima) tahun. Akan tetapi bila
supplier/pemasok tidak memperoleh dukungan dan agen tunggal yang memiliki kemampuan
layanan teknis dan layanan purna jual, maka usia teknis alat tidak a'kan mencapai usia yang
dikehendaki (akan berhenti operasional dalam waktu pendek).

KEBIJAKAN KEDUA
Penerimaan peralatan
1. Proses penerimaan alat melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu :
a. Pemeriksaan fisik
Dilakukan pemeriksaan secara visual, untuk mengecek :
- Kebenaran alat yang diterima, yaitu mencocokkan alat dengan kontrak dan brosur.
(Merk, Type/model, Jumlah)

- Bagian-bagian alat.

- Aksesori yang dipesan.

- Dokumen teknis, terdiri dari :

- Certificate of Origin.

- Test certificate

- Manual (operation, service, installation, wiring/ schematic diagram).

- Ijin operasional.

Hasil dari pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tim penilai :

Alat dapat diterima

Alat diterima dengan catatan

Alat tidak dapat diterima

Dengan hasil ini panitia penerima barang menyiapkan berita acara serah terima fisik o
b. Uji Fungsi
Peralatan yang diinstalasi secara permanen (misal : dental unit, X-ray unit,
operation lamp, gen set, washing machine, sterilizer, dll) dilakukan pemeriksaan
instalasi. Apabila instalasi tidak sesuai dengan desain, maka supplier harus
melakukan perbaikan sebelum dilakukan uji fungsi.

17
Uji fungsi dilaksanakan sebagai berikut :
1. Pemeriksaan fungsi komponen/bagian alat (tombol, saklar, indikator, putaran
motor, pengereman, dll).
2. Kinerja/output
Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap hasil keluaran dari alat (X-ray,
temperatur, putaran, energi , daya hisap, lux dari lampu, sistim perekaman, dll).
Pada pengujian keluaran ini, supplier harus melakukan pengukuran, dengan
menggunakan alat ukur yang sesuai dengan keluaran yang dihasilkan setiap jenis
alat.
Pengujian harus sampai kondisi maksimum sesuai kapasitas alat.
3. Pengujian aspek keselamatan. Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap aspek
keselamatan , meliputi :

Arus bocor

Impedansi kabel pembumian

Nilai tahanan hubungan pembumian (max. 5 ohm) .

Radiasi bocor dan paparan radiasi.

Anaesthesi gas scavenging sistem.

Kesetimbangan/balancing .

Sistim pengamanan tertentu .

Untuk melakukan pengujian aspek keselamatan, supplier juga harus menyediakan

peralatan ukur.

Formulir yang digunakan untuk pemeriksaan dan pengujian, perhatikan lampiran.

Ketentuan mengenai tanggung jawab pihak terkait.

Tanggung jawab supplier alat :


Menyediakan bahan operasional.
Menyediakan SDM yang mampu mengoperasikan alat dan mampu melakukan
pengukuran keluaran serta aspek keselamatan.
Menyediakan alat kerja dan alat ukur.
Menyusun jadwal uji fungsi.
Menyiapkan formulir pemeriksaan dan pengujian yang telah diisi dengan data
yang tercantum pada kontrak dan lampiran kontrak.
Tanggung jawab pihak rumah sakit :
Menyiapkan prasarana penunjang yang diperlukan (Iistrik, air, uap, gas medis,
dll).
Menyiapkan petugas, dalam hal ini tim penilai.

Apabila hasil uji fungsi, alat dinyatakan dapat diterima, maka panitia penerima
barang menyiapkan be rita acara serah terima pertama.

c. Uji Coba
Tujuan uji coba, adalah :
1. Memberikan kesempatan kepada operator yang telah mengikuti training , untuk
membiasakan pengoperasian alat, dengan pasien/beban sesuai kebutuhan.
2. Mengetahui kemampuan fungsi dan kemampuan teknis alat.
Uji coba dilaksanakan selama 3 bulan atau dihitung dari jumlah pemeriksaan : 300
foto/sampel darah atau urine.

Tanggung jawab pihak rumah sakit :


1. Menyiapkan operator/pengguna alat.
2. Menyiapkan bahan operasional.
3. Menyiapkan prasarana penunjang.
4. Menyiapkan tim penilai untuk memantau kegiatan uji coba alat.

18
Tanggung jawab supplier alat :
1. Memantau pengoperasian alat dan memberikan petunjuk kepada operator bila
terjadi kesalahan operasional alat.
2. Melakukan perbaikan bila ada alat yang mengalami kerusakan .

Ketentuan alat yang diterima :


1. Jumlah sesuai kontrak
2. Merk, type/model sesuai kontrak
3. Spesifikasi alat s~suai kontraklbrosur.
4. Fungsi alat :
Fungsi komponen/bagian alat baik.
Fungsi keluaran baik.
Aspek keselamatan baik.
5. Aksesori lengkap dan baik.

Bila pada akhir uji coba, semua ketentuan diatas terpenuhi dan telah dilaksanakan
training bagi operator/ pengguna alat dan teknisi sesuai program, maka akan
diterbitkan berita acara serah terima kedua.

2. Program Pelatihan
2.1. Materi pelatihan bagi tenaga operator/pengguna alat adalah :
a. Prosedur penggunaan alat yang benar dan aman.
b. Pengoperasian alat secara optimal.
C. Aspek keselamatan.
d. Pemeliharaan harian, penyimpanan alat dan penggantian bahan operasional serta
bahan habis pakai.
e. Penyusunan protap pengoperasian alat (S.O.P.).

2.2. Materi pelatihan bagi teknisi


a. Cara pengoperasian alat.
b. Penjelasan fungsi masing-masing bagian alat.
C. Penyusunan program pemeliharaan berkala.
d. Pelaksanaan pemeliharaan berkala.
e. Perbaikan ringan .
f. Pengenalan dan penggantian suku cadang .
g. Penyusunan Protap Pemantauan Fungsi, Protap Pemeliharaan dan Protap
Perbaikan.

Pada pelatihan ini, operator dan teknisi harus diberi kesempatan untuk melakukan
praktek pengoperasian dan pemeliharaan/perbaikan ring an.
Tahap akhir dari penerimaan alat adalah kalibrasi oleh institusi penguji/BPFK. Tujuannya
adalah untuk menguji kelaikan alat. Bila dinyatakan "laik pakai", maka pada setiap alat akan
ditempelkan labellaik pakai dan diberikan sertifikat kalibrasi.
Anggaran kalibrasi dibebankan kepada supplier alat.

KEBIJAKAN KETIGA
Pengelolaan alat
1. Alat diberi nomor inventarisasi dan dicatat pada daftar inventarisasi kekayaan milik negara.
Tugas ini dilaksanakan oleh bendaharawan barang atau petugas yang mengelola barang di
rumah sakit.
2. Alat diserahkan kepada unit pelayanan/instalasi yang akan menggunakan alat. Penyerahan
alat dengan be rita acara serah terima.
Sejak saat itu, tanggung jawab pengelolaan (penyediaan bahan operasional, penggunaan
dan penyimpanan) menjadi tanggung jawab kepala unitlinstalasi yang bersangkutan.

19
3. Alat dicatat di IPS-RS, pada daftar inventarisasi peralatan dan menjadi beban kerja
pemeliharaan.
Sejak saat itu, alat dimasukkan dalam program pemeliharaan berkala.
4. Keberadaan alat baru tersebut harus diinfbnnasikan kepada seluruh unit pelayanan/instalasi
yang ada di rumah sakit.

UNIT KERJA YANG TERKAIT DALAM PENGELOLAAN ALAT

Manajemen RS

Bagian Bendaharawan
Farmasi Barang

/
Bagian Unit Pelayanan/

Rumah T angga
Operator

Bagian
Keuangan
Teknisi

Keterkaitan setiap unit kerja adalah sebagai berikut :


1. Manajemen RS
a. Bertanggung jawab terhadap operasional alat
b. Mengevaluasi pengelolaan alat
c. Mengevaluasi pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan penggunaan alat
d. Mengalokasinkan anggaran rumah sakit untuk pengadaan bahan operasional dan
pemeliharaan alat.

2. Bendaharawan Barang
a. Melakukan inventansasi barang milik negara yang ada di rumah sakit
b. Menyusun daftar inventarisasi barang milik negara setiap tahun
3. Unit Pelayanan
a. Mengoperasikan alat untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit sesuai protap
b. Menyusun protap pelayanan dan protap pengoperasian alat
c. Mengusulkan anggaran pengadaan bahan operasional
d. Menyiapkan tenaga operator/pengguna alat yang profesional
4. IPS RSITeknisi
a. Melakukan inventarisasi peralatan, yang terkait dengan pemeliharaan alat
b. Menyusun program pemeliharaan
c. Menyusun daftar keagenan alat, untuk pengadaan bahan pemeliharaan, suku cadang dan
pelayanan teknis oleh pihak III
d. Melaksanakan program pemeliharaan dan pelayanan teknis
e. Menyusun laporan secara berkala mengenai kondisi alat, kegiatan pelayanan teknis dan
menyerahkan kepada Manajemen RS
f. Mengusulkan anggaran pengadaan bahan pemeliharaan, suku cadang dan kalibrasi
. g. Mengusahakan agar alat selalu dalam kondisi laik pakai, handal dan dapat mencapai usia
teknis.
20
5. Bagian Keuangan
a. Penyiapan anggaran sesuai usulan unit pelayanan dan IPS RS
6. Bagian Rumah Tangga
a. Pengadaan bahan pemeliharaan dan stlku cadang
b. Penyimpanan dan distribusi bahan pemeliharaan dan suku cadang
7. Bagian Farmasi
a. Pengadaan bahan operasional
b. Penyimpanan dan distribusi bahan operasional

Apabila seluruh unsur terkait memberikan perhatian dan melaksanakan tugas sesuai kewenangan,
maka alat akan dapat dioperasikan untuk menunjang peralatan kesehatan di rumah sakit dan alat
akan mencapai usia teknis.

KEBIJAKAN KEEMPAT
Pemanfaatan Alat
1. Setelah alat yang direncanakan tiba dan diterima di rumah sakit, maka secepatnya alat
tersebut difungsikan untuk peningkatan pelayanan.
Pengadaan alat didasari oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Sebagai alat pengganti dari alat lama yang dinyatakan sudah tidak efisien atau teknologi
telah tertinggal (USG black and white, meja operasi yang statis, lampu operasi yang
intensitas cahayanya kecil, dll).
b. Peningkatan pelayanan.
c. Penambahan alat karena beban kerja tinggi.
Pengoperasian alat dilakukan oleh operator/pengguna alat yang telah mengikuti pelatihan
dan mampu untuk mengoperasikan alat. Kesalahan dalam pengoperasian alat dapat
mengakibatkan dampak negatif yaitu :
Alat mengalami karusakan, karena salah prosedur.

Hasil pemeriksaan tidak seperti yang diharapkan.

Harus dilakukan pemeriksaan ulang, untuk pemeriksaan dengan radiasi, hal ini

akan merugikan pasien dan operator, karena dosis radiasi yang diterima lebih

besar dan dosis yang seharusnya.

2. Setiap alat dilengkapi dengan protap (Standard Operation ProsedurISOP). Pengoperasian


alat harus sesuai protap.
Selain protap pengoperasian alat, harus ada protap pelayanan yang dimengerti dan dipahami
oleh seluruh petugas yang terlibat dengan kegiatan di unit pelayanan tersebut.
3. Menyiapkan bahan operasional. Unit pelayanan yang mengelola alat harus menyiapkan
bahan operasional bagi setiap alat. Sehingga pengoperasian alat dapat dilaksanakan secara
berkesinambungan.
Pengadaan bahan operasional dapat dilaksanakan oleh unit lain (contoh : oleh bagian
farmasi).
Adapun mengenai jenis dan jumlah, diusulkan oleh unit kerja yang bersangkutan.
4. Menyiapkan tarip pelayanan. Guna menghadapi era globalisasi dan perubahan status rumah
sakit untuk mampu "MANDIRI", maka Manajemen rumah sakit harus menyiapkan tarip
pelayanan yang mencakup semua aspek pembiayaan.

Tarip pelayanan harus mencakup beberapa aspek, sbb :


a. Bahan operasional
b. Jasa pelayanan
1. Dokter
2. Perawat
3. Teknisi
4. Tenaga lain
c. Kebutuhan prasarana
1. Listrik (beban tetap dan konsumsi daya).
21
2. Air bersih.
3. Gas medis
4. Uap
d. Pemeliharaan
1. Preventif (bahan pemeliharaan).
2. Korektif (penggantian komponen, diprediksi usia komponen)
3. Investasi ( penggantian alat, diprediksi usia alat) .
e. Kalibrasi (1 tahun sekali, pola tarip)

f. Fasilitas penunjang :
1. AC (service, freon, kompresor)
2. TV
3. Listrik
g. Bahan administrasi
1. Formulir/kwitansi
2. Amplop
h. Keuntungan RS
I. Pajak (sesuai ketentuan yang berlaku)

Dengan memperhitungkan pola tarip pelayanan mencakup semua komponen pembiayaan maka
komponen pembiayaan yang diperlukan oleh teknisi untuk melaksanakan pemeliharaan dapat
terpenuhi.

KEBIJAKAN KELIMA
Pemeliharaan.
1. Dukungan Manajemen Rumah Sakit kepada Teknisi IPS RS
a. Melibatkan teknisi pada :

Rencana pengembangan Rumah Sakit

Pengadaan Alat

Penerimaan Alat

Pengelolaan Alat

b. Mengundang Teknisi IPS RS hadir pada rapat rutin dengan kepala unit
pelayanan/lnstalasi
c. Memberi kesempatan kepada teknisi IPS RS untuk bersaing dengan pihak ke tiga dalam
perbaikan alat.
d. Meningkatkan kemampuan teknisi melalui :

Pendidikan lanjutan

Pelatihan Manajemen dan Teknis

e. Mengevaluasi prestasi kerja IPS RS melalui laporan (pembinaan).


f. Penyediaan anggaran untuk :

Pemeliharaan dan perbaikan alat.

Pengadaan pasilitas kerja IPS RS

Tanpa adanya dukungan dari manajemen Rumah Sakit seperti tersebut diatas, maka
dapat dipastikan kegiatan teknisi IPS RS dalam pemeliharaan alat tidak akan optimal
sebagaimana diharapkan.

2. Pemeliharaan Alat
Menyusun program pemeliharaan
a. Perencanaan
IPS-RS harus mengurus perencanaan pemeliharaan. Untuk dapat menyusun
perencanaan, IPS-RS harus memiliki daftar inventarisasi peralatan.
Dengan memperhatikan kemampuan teknis, meliputi :
SDM, yaitu :

- Jumlah teknisi

22
- Kemampuan teknis

- Pelatihan yang pernah diikuti

- Pengalaman kerja

Fasilitas kerja

Dokumen teknis

Maka IPS-RS harus menyusun perencanaan untuk 1 tahun kedepan, meliputi :


Jadwal pemantauan fungsi
Jadwal pemeliharaan berkala
Penyiapan bahan pemeliharaan yang diperlukan untuk setiap alat selama 1 tahun .
Penyiapan suku cadang/aksesories yang diperlukan untuk perbaikan alat yang
mengalami kerusakan (pemeliharaan korektif terencana).

Usulan tersebut dituangkan ke dalam rencana anggaran dan diusulkan kepada


Manajemen rumah sakit, melalui Kepala Bagian Keuangan/Kepala Bagian Sekretariat.
Penyiapan fasilitas kerja
Fasilitas kerja yang diperlukan untuk menunjang pelayanan teknis, meliputi :
Alat kerja

Tool set

Alat kerja mekanik

Alat ukur
- Dokumen teknis, terdiri dari :

Protap pemantauan fungsi dan lembar kerja

Protap pemeliharaan dan lembar kerja.

Protap perbaikan dan lembar kerja.

Operation manual.

Service manual.

Schematic/wiring diagram.

Formulir laporan.

- Alat bantu

Tangga

Trolley

3. Pelaksanaan Pemeliharaan
Berdasarkan program yang telah disusun dan disetujui oleh Manajemen rumah sakit, IPS-RS
menyiapkan teknisi yang akan melaksanakan program tersebut. Pada tahap awal,
kemungkinan IPS-RS belum mampu melaksanakan pelayanan teknis untuk seluruh alat yang
dimiliki.
Hal ini perlu mendapat perhatian dari Manajemen rumah sakit dan semua unit terkait, untuk
dievaluasi dan dicari solusi yang tepat.
Pelaksanaan pelayanan teknis, terdiri dari: Pemantauan fungsi, pemeliharaan berkala dan
perbaikan alat harus mengikuti protap yang telah disusun.
4. Pelaporan
Setiap kegiatan pelayanan teknis harus dilengkapi dengan pelaporan yang dapat dimengerti,
baik oleh pemberi tug as, Manajemen rumah sakit, maupun unit pelayanan terkait.
Jenis laporan, antara lain:
Kartu pemeliharaan alat

Catatan pemeliharaan alat

Laporan kerja pemeliharaan preventif.

Laporan kerja pemeliharaan korektif.

Laporan hasil pemantauan fungsi.

Laporan Penggunaan Bahan Pemeliharaan / Suku Cadang.

Setiap laporan harus disimpan di bagian arsip IPS-RS.

5. Pembinaan teknis kepada operator. Salah satu tugas teknisi IPS-RS adalah memberikan
pembinaan teknis kepada operator/pengguna alat, dalam hal:
23
a. l:emf:Ji.~ara a n h",,",,"-_
MATERI INTI 1

PENGENALAN PERALATAN MEDIK

I. DESKRIPSI SINGKAT

Peralatan medik merupakan salah satu sarana penunjang dalam bidang pelayanan kesehatan yang

digunakan pada sarana pelayanan kesehatan dan berfungsi untuk mendiagnosis suatu gejala penyakit

atau untuk terapi penyembuhan.

Pengenalan peralatan medik merupakan suatu pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap

tenaga pemakai, maupun tenaga pemelihara (teknisi).

Pengenalan peralatan medik meliputi:

a. Pengertian dan fungsi peralatan medik.


b. Prinsip kerja dari peralatan medik.
c. Bagian - bagian atau komponen dan fungsinya dari peralatan medik.

Dalam sesi pelatihan ini yang dibahas pengenalan peralatan medik Jilid 1, untuk 5 (lima) alat
yaitu:
1. Pengenalan peralatan Sphygmomanometer
2. Pengenalan peralatan Suction Pump
3. Pengenalan peralatan Infusion Pump
4. Pengenalan peralatan Electrocardiograph (ECG)
5. Pengenalan peralatan Bedside Monitor.

II. TUJUAN PELATIHAN

A. Tujuan Umum
Pada akhir sesi pelatihan ini, peserta mampu mengetahui dan memahami pengenalan peralatan
medik.

B. Tujuan Khusus

Pada akhir sesi ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan pengertian dan fungsi peralatan medik.


2. Menjelaskan bagian-bagian atau komponen dari peralatan medik.
3. Menjelaskan prinsip kerja dari peralatan medik.

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN


Pokok bahasan 1 : PENGENALAN PERALATAN SPHYGMOMANOMETER
Sub pokok bahasan
1. Pengertian dan Fungsi Sphygmomanometer
2. Bagian-bagian komponen Sphygmomanometer
3. Prinsip Ke~a Sphygmomanometer

Pokok bahasan 2: PENGENALAN PERALATAN SUCTION PUMP


Sub pokok bahasan
1. Pengertian dan Fungsi Suction Pump
2. 8agian-bagian komponen Suction Pump
3. Prinsip Ke~a Suction Pump

27
Pokok bahasan 3: PENGENALAN PERALATAN INFUSION PUMP

Sub pokok bahasan

1. Pengertian dan Fungsi Infusion Pump


2. 8agian-bagian komponen Infusion Pump
3. Prinsip Ke~a Infusion Pump

Pokok bahasan 4: PENGENALAN PERALATAN ELECTROCARDIOGRAPH

Sub pokok bahasan

1. Pengertian dan Fungsi Electrocardiograph


2. 8agian-bagian komponen Electrocardiograph.
3. Prinsip Kerja Electrocardiograph

Pokok bahasan 5: PENGENALAN PERALATAN BEDSIDE MONITOR

Sub pokok bahasan

1. Pengertian dan Fungsi Bedside Monitor


2. Bagian-bagian komponen Bedside Monitor
3. Prinsip Kerja Bedside Monitor

IV. BAHAN BELAJAR

1. Manual dan Sphygmomanometer Procedure Nomor 424 - 0595 - ECRI


2. Manual dari Suction Pump Procedure Nomor 495 - 0595 - ECRI.
3. Manual dari Infusion Pump Procedure Nomor 416 - 0595 - ECRI.
4. Manual dari Electrocardiograph - ECG Procedure Nomor 410 - 0595 - ECRI
5. Manual dari Bedside Monitor Procedure Nomor 420 - 0595 - ECRI.

V. LANGKAH·LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah-Iangkah kegiatan pembelajaran ini menguraikan tentang kegiatan fasilitator, dan peserta
dalam proses pembelajaran selama sesi ini berlangsung.

Langkah Kegiatan :
1. Setelah perkenalan diri dengan para peserta yang disesuaikan dengan jumlah peserta dan latar
belakang mereka, uraikan tujuan sesi dan ruang lingkup bahasan secara sing kat.
2. Meminta peserta menyampaikan harapannya mengikuti sesi ini.
3. Menciptakan suasana nyaman dan mendorong kesiapan peserta untuk menerima materi dengan
menyepakati proses pembelajaran.
4. Penyampaian pokok bahasan dengan mengajukan berbagai pertanyaan situasional untuk
mengukur pengalaman pribadi peserta tentang pengenalan peralatan medik.
5. Mengatur acara berbagi pandangan dan bertukar pengalaman antar peserta dalam melakukan
pengenalan mengenai blok diagram dasar dari peralatan medik.
6. Menerangkan dan menjelaskan masing-masing pokok bahasan dengan bahan tayangan digital.
7. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk menjelaskan atau menerangkan prinsip kerja
dan fungsi alat tersebut sesuai dengan blok diagram
8. Peserta diminta menerangkan cara kerja blok diagram perbagian dan fungsi dari bagian-bagian
blok diagram tersebut.
9. Setelah selesai peragaan seluruh kelompok, diskusikan dalam kelas dan ambil kesimpulan
sebelum diklarifikasi.
10. Refleksikan proses pembelajaran sesi ini.
11. Tutup sesi dengan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.

28
VI. URAIAN MATERI

Dalam uraian materi ini akan dibahas pengenalan peralatan medik sebanyak 5 (lima) peralatan medik,
yaitu:
1. Pengenalan peralatan Sphygmomanometer
2. Pengenalan peralatan Suction Pump
3. Pengenalan peralatan Infusion Pump
4. Pengenalan peralatan Electrocardiograph (ECG)
5. Pengenalan peralatan Bedside Monitor

Pokok bahasan 1 : PENGENALAN PERALATAN SPHYGMOMANOMETER

Sub pokok bahasan 1: Pengertian dan Fungsi Sphygmomanometer

Sphygmomanometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yang

bekerja secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset, dengan sistem

non - invasive.

Nama lain Sphygmomanometer adalah: Tensimeter.

Sub pokok bahasan 2: Komponen alat:


Manset

Bola tensi

Slang / Tubing.

Tabung skala.

Air Raksa.

Sub pokok bahasan 3: Prinsip kerja Sphygmomanometer.


Alat ini dalam penggunaannya digabung dengan manset pneumatik letaknya sed ikit melingkar
diatas lengan. Bagian manset dapat dipompa dengan pompa tangan kecil dengan cara ditekan, di
dalam sistem ditunjukan oleh pengukur tekanan gauge atau dengan beberapa model lainnya
seperti manometer air raksa. Manset dipompa dengan tekanan yang lebih besar dari tekanan
darah dalam pembuluh darah yang berhubungan dengan tangan. Tekanan ini melemahkan arteri
dan menghentikan aliran darah ke lengan.Tekanan didalam manset perlahan- Iahan diturunkan
dengan menggunakan katub buang aliran pada pompa tangan, suatu angka akan diperoleh yakni
saat tekanan manset dan tekanan tertinggi (tekanan pembuluh darah systolic) adalah sama. Pada
tekanan sedikit lebih rendah dibawah ukuran ini tekanan pembuluh darah tertinggi melebihi
tekanan manset dan darah dapat menyembur melalui bag ian pembuluh darah tangan yang ditekan.
Penyernburan darah ini menghasilkan gerak putar dan arteri menimbulkan bunyi yang dikenal
sebagai suara " korotkoff" bunyi ini biasanya dideteksi dengan stetoskop yang ditempatkan diatas
pembuluh darah tangan. Tekanan didalam manset selanjutnya menurun, suara korotkoff masih
berlanjut hingga tercapai suatu angka hal mana tidak dihasilkan lagi gerak putar lanjutan yakni
tidak ada penyempitan dalam pembuluh darah.

Jenis - jenis Sphygmomanometer:

Mercurial

Aneroid

Elektronik

Automatik

Hal yang perlu diperhatikan :

Jaga agar tidak terjadi kebocoran udara.

Kebersihan tabung skala / pembacaan skala.

Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal.

Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tahun sekali.

29
Pokok bahasan 2: PENGENALAN PERALATAN SUCTION PUMP
Sub pokok bahasan 1: Pengertian dan Fungsi Suction Pump
Suction pump adalah suatu alat yang dipergunakan untuk menghisap cairan yang tidak dibutuhkan
pada tubuh man usia.

Nama lain dari suction pump yaitu :

Vacuum regulator

Suction controllers

Slym Zuiger

Alat hisap.

Sub pokok bahasan 2 : Komponen alat :

Motor.

Botol.penampung cairan.

Selang.

Suction regulator.

Manometer.

Over Flow Protection I Pelampung (pengaman cairan lebih).

Foot switch.

Sub pokok bahasan 3: Prinsip kerja Suction Pump.


Motor suction adalah sebuah motor listrik, biasanya hanya bekerja pada satu tegangan , yaitu
tegangan 110 V atau 220 V, Rpm 145 , 50/60 Hz, maka ketika pemilihan motor dilakukan itu harus
sesuai dengan besarnya tegangan yang ada . yang dalam rangkaiannya dapat kita temukan sebuah
capasitor yang memiliki fungsi sebagai starting capasitor .

Penghisap pada bagian ini ada 2 jenis, yaitu :


a. Jenis Centrifugal rotary yaitu penghisap terdiri dari : beberapa kipas (pisau) yang berada
dalam rumah penghisap dan dihubungkan dengan motor (bagian yang berputar pada
elektromotor) . Pada rumah penghisap bagian luar terdapat dua katup (Iubang hisap dan
lubang tiup ) serta lubang pembuangan oli. Oli merupakan pelumas dan pendingin pada kipas.
Manometer yaitu alat yang digunakan untuk mengetahui sampai seberapa kuat penghisap
bekerja . Skala 0-800 mmHg
b. Jenis membran terdiri dari : Stang kedudukan, karet membran, kedudukan katup, katup hisap
dan katup tekan, tutup/rumah penghisap yang mempunyai katupl lubang hisap dan lubang
tekan.
Kekuatan daya hisapnya dikontrol dengan menggunakan regulator,ini biasanya diatur saat
suction kita pakai untuk kondisi hisapan yang berbeda - bed a, ketika cairan terlalu kental
maka regulator kita atur dengan kemampuan hisap yang lebih besar sedang untuk kondisi
cairan yang lebih encer maka sebaliknya.
Botol vakum, fungsi dari botol vakum adalah untuk memberikan kevakuman udara pada saat
digunakan .Pada alat ada yang dapat berfungsi hanya dengan satu buah botol , tetapi akan
lebih baik jika menggunakan dua botol , pada botol akan dilengkapi dengan tutup botol dan
disana terdapat dua lubang. Selain itu asesories lain yang digunakan adalah suction Islang
untuk vacuum yang besarnya disesuaikan dengan lubang prof! dan panjangnya disesuaikan
antara jarak penghisap dan botol.
Suction pump banyak digunakan pada kegiatan operasi diruang bedah, yaitu untuk menghisap
darah yang keluar dari pasien, sedangkan diruang perawatan untuk menghisap lendir dalam
mulut dan tenggorokan . Pada Suction pump terdiri dari berbagai macam type yaitu :

Hal yang perlu diperhatikan :

Tegangan.

Oaya hisap maksimum .

Pembacaan Meter.

30
Botol Penampung

Over Flow Protection .

Seal penutup botol.

Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal.

Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tahun sekali.

Pokok bahasan 3 : PENGENALAN PERALATAN INFUSION PUMP


Sub pokok bahasan 1: Pengertian dan Fungsi Infusion Pump
Infusion pump adalah suatu alat untuk mengatur jumlah cairan / obat yang dimasukan kedalam
sirkulasi darah pasien secara langsung melalui vena

Nama lain Infusion Pump, adalah : Alat Infus.

Sub pokok bahasan 2: Komponen alat

Alarm control.

Pump sistem.

Sensor tetesan .

Kontrol gelembung udara.

Pengatur jumlah tetesan

Display sistem.

Sub pokok bahasan 3: Prinsip kerja Infusion Pump


Buzzer drivel Buzzer volume variable circuit akan berbunyi dan digunakan sebagai sumber alarm.
Motor drive circuit, yang digunakan pada unit ini adalah motor stepper untuk motor penggerak,
rasio dan motor tersebut adalah : PK244-01 4V : 2 phasa, 1.8 0 Istep. Tegangan pada motor akan
senantiasa dipilih pada masing - masing kecepatan digunakan untuk menstabilkan output putaran.
Proses kenaikan tegangan motor dilakukan oleh tipe switching regulator untuk mengurangi
kerugian tegangan yanghilang .spesifikasi tegangan dapat dipilih yaitu sebanyak 32 step.
Nurse call 110 circuit, nurse call relay dikontrol oleh sinyal nurse call relay dari CPU atau signal run
out of control stop.
Air in-line detection circuit, untuk mendeteksi keberadaan gelembung pada pipa atau selang pada
infus pump, untuk mendeteksi the air in-line maka digunakan ultrasonic sensor. Pulse sinyal
sebesar 1,6 MHz dibangkitkan pada ciock circuit dan akan dibenkan untuk sisi lain transmisi pada
ultrasonic sensor.
Delivery detection circuit, digunakan untuk mendeteksi berapa besar tetsan yang sudah
dikeluarkan atau diberikan. Tetesan pada drip chamber dideteksi dengan infra red emitting element
yang tenetak pada drop sensor probe.
Occlusion detection circuit, rangkaian ini berguna untuk mendeteksi terjadinya penyumbatan saat
te~adi tekanan internal pada selang keluaran, dimana pendeteksian secara mekanik diatur pada
bagian terendah dari fingger unit.Oclusion plunger yang menggunakan magnet akan mendeteksi
posisi yang berubah dikarenakan oleh bergeraknya tabung Iselang .
Door detection circuit, mendeteksi kaeadaan door, dimana keadaan door akan terdeteksi oleh
magnet yang dipasang pada pintu dan semua bagian element di hubungkan pada display circuit.
Fail safe circuit, berguna untuk mengetahui keadaan bekerjanya control circuit dan display circuit
board CPU yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan bagian lain pada saat status
operasi dengan CPU lain.
Hal yang perlu diperhatikan :
- Tegangan.
- Jumlah tetesan/menit.
Display.

Control system ..

Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal.

Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tahun sekali.

31
Dala~, proses pe~bentukkan pulsa ECG ada yang dikenal sebagai "Atrium Ventricular Conduction
~Im.e atau .PR Int~rval, lamanya antara 120 -220 millidetik "waktu" ini dihitung sejak potensial
Ilstnk yang dlbangkltkan karena depolarisasi SA node menjalar melalui serabut - serabut (fibers)
dalam atrium menuju AV node.

Jenis - jenis ECG.

Elektrik stylus.

Automatic digital display.

Hal yang perlu diperhatikan .

Kepastian output.

Aksesoris.

Kebersihan electrode

Grounding

Hasil Perekaman.

Lakukan pemefiharaan sesuai jadwal.

Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tahun sekali.

Pokok bahasan 5 : PENGENALAN PERALATAN BEDSIDE MONITOR


Sub pokok bahasan 1: Pengertian dan Fungsi Bedside Monitor
Bedside Monitor adalah suatu alat yang digunakan untuk memonitor vital sign pasien, berupa
detak jantung, nadi, tekanan darah, temperatur bentuk pulsa jantung secara terus menerus.
Nama lain dari Bedside Monitor , adalah :

Cardiorespiratory monitors.

Apnea alarms dan respiration monitor.

Patient Monitor.

Sub pokok bahasan 2: Komponen alat

Preamplifier

Modul Elektrode dan pasien kabel.

Parameter sesuai kebutuhan.

Monitor.

Sub pokok bahasan 3: Prinsip kerja Bedside Monitor


Power supply board fungsinya untuk :

Penyearah dan filter input tegangan AC

Penstabil dan menghasilkan tegangan DC untuk semua rangkaian

Baterai charger

Menghasilkan perintah Power fail ke main board

Memilih On / Off DC power supply dari front panel

Mematikan DC power supply, jika terjadi kerusakan pada power

LCD DISPLAY :

Menghasilkan gambar bagi tampilan sinyal - sinyal hasil pengukuran.yang telah diolah dan

didapatkan dari mainprosessor board.

BACKLIGHT

Lampu tampilan bagi belakang layar dua tegangan anoda (200 V &6 KV), heater current kontrol

grid voltage, arus katoda

MAIN PROCESSOR BOARD

Fungsinya untuk, afirrnware programed microcomputer, system timing , interface pada r~ngkaian

lainnya seperti display monitor, speaker front - end dan keyboard,alarm, recorder serta Interface

pada keluaran dan mini recorder.

33
Pokok bahasan 4: PENGENALAN PERALATAN ELECTROCARDIOGRAPH ( ECG )
Sub pokok bahasan 1: Pengertian dan Fungsi Electrocardiograph ( ECG )
Electrocardiograph adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mendeteksi sinyal biolistrik jantung
dan menghasilkan rekaman berupa grafik pada kertas perekam. Pada rekaman dapat didiagnosa
variasi ketidaknormalan jantung,

Nama lain Electrocardiograph, adalah :

EKG.

ECG

Alat Rekam jantung

Sub pokok bahasan 2: Komponen alat


Elektrode dan pasian kabel

Rangkaian isolasi (proteksi)

Lead selektor

Kalibrasi 1 mV

Drive amplifier

Stylus

Recorder

Sub pokok bahasan 3: Prinsip kerja Electrocardiograph (ECG)


Prinsip Dasar kerja ECG, merupakan suatu penguat (amplifier) yang berfungsi untuk memperkuat
potensial listrik jantung dengan satuan milivolt, sehingga dapat tergambar pada monitor atau
terekam pada kertas grafik.
Potensiallistrik yang berasal dari pulsa jantung dideteksi dipermukaan tubuh melalui elektrode dan
kabel pasien. Sebelum masuk ke rangkaian penguat, potensial listrik akan melalui rangkaian
proteksi (patient fuse 5 mA / rangkaian isolasi dengan menggunakan metode photo coupler,
electromagnetic coupler, dll) hal ini dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan adanya kebocoran
arus listrik dari alat ke tubuh pasien .
Lead selektor berfungsi untuk memilih lead sesuai kebutuhan, sehingga hanya konfigurasi yang
ditentukan oleh lead selector inilah yang diperkuat oleh penguat awal (Pre-amplifier). Kal,ibrasi 1
mV diperlukan untuk standart perbandingan antara besarnya sinyal input dengan besarnya
penguatan amplifier sesuai dengan kepekaan (sensitivity) yang dipilih.
Sinyal dari pre-amplifier kemudian diperkuat oleh Drive amplifier. Pada rangkaian ini dilengkapi
dengan filter untuk mencegah sinyallain agar tidak ikut diperkuat. Sinyal output dari drive amplifier
ini sudah cukup kuat untuk menggerakkan stylus Uarum). Gerakan stylus inilah yang akan
menggambarkan pulsa listrik jantung yang sebenarnya pada kertas grafik.

POTENSIAL LlSTRIK JANTUNG


Bagian kanan atas jantung (atrium) disebut sinoatrial node ( SA node). SA node berfungsi untuk
memulai denyut jantung dan mengatur ritmenya.
Potensiallistrik jantung dimulai dari SA node, ini diakibatkan oleh kontraksi otot - otot jantung yang
membentuk impuls. Impuls ini menjalar sepanjang serabut - serabut penghubung (conducting
fiber) ke atrio ventricular node (AV node) dan merangsang node tersebut berdepolarisasi.
Depolarisasi dan repolarisasi SA node yang dilanjutkan dengan depolarisasi dan repolarisasi AV
node inilah yang akan membangkitkan potensial listrik jantung yang dikenal dengan "External
Action Potential" yang dapat dideteksi pada permukaan tubuh . External Action Potential ini
berbentuk gelombang ECG. Pulsa jantung terdri atas pulsa P, TA, QRS, T dan U. Pulsa P
didapat pada saat mulainya SA node berdepolarisasi yang diakibatkan oleh kontraksi otot - otot
atrium. Pada saat repolarisasi atrium didapat pulsa TA yang pada praktek jarang diamati.
Pada saat rangsangan mencapai AV node, node ini berdepolarisasi yang juga menyebabkan
depolarisasi ventrikuler. Extemal Action Potential dikenal sebagai pulsa QRS complex. Setelah
depolarisasi akan diikuti repolarosasi ventrikuler yang menghasilkan pulsa T. Setelah pulsa T
biasanya diikuti pulsa kecil U yang belum diketahui penyebabnya.

32
Dalam proses pembentukkan pulsa ECG ada yang dikenal sebagai "Atrium Ventricular Conduction
Time " atau PR interval, lamanya antara 120 -220 millidetik "waktu" ini dihitung sejak potensial
Iistrik yang dibangkitkan karena depolarisasi SA node menjalar melalui serabut - serabut (fibers)
dalam atrium menuju AV node.

Jenis - jenis ECG .

Elektrik stylus.

Automatic digital display.

Hal yang perlu diperhatikan.

Kepastian output.

Aksesoris .

Kebersihan electrode

Grounding

Hasil Perekaman.

Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal.

Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tahun sekali.

Pokok bahasan 5: PENGENALAN PERALATAN BEDSIDE MONITOR


Sub pokok bahasan 1: Pengertian dan Fungsi Bedside Monitor
Bedside Monitor adalah suatu alat yang digunakan untuk memonitor vital sign pasien, berupa
detak jantung, nadi, tekanan darah, temperatur bentuk pulsa jantung secara terus menerus.
Nama lain dari Bedside Monitor , adalah :

Cardiorespiratory monitors.

Apnea alarms dan respiration monitor.

Patient Monitor.

Sub pokok bahasan 2: Komponen alat

Preamplifier

Modul Elektrode dan pasien kabel.

Parameter sesuai kebutuhan.

Monitor.

Sub pokok bahasan 3: Prinsip kerja Bedside Monitor


Power supply board fungsinya untuk :

Penyearah dan filter input tegangan AC

Penstabil dan menghasilkan tegangan DC untuk semua rangkaian

Baterai charger

Menghasilkan perintah Power fail ke main board

Memilih On / Off DC power supply dari front panel

Mematikan DC power supply, jika terjadi kerusakan pada power

LCD DISPLAY:

Menghasilkan gambar bagi tampilan sinyal - sinyal hasil pengukuran.yang telah diolah dan

didapatkan dari mainprosessor board.

BACKLIGHT

Lampu tampilan bagi belakang layar dua tegangan anoda (200 V &6 KV) , heater current kontrol

grid voltage, arus katoda

MAIN PROCESSOR BOARD

Fungsinya untuk, afirmware programed microcomputer, system timing, interface pada rangkaian

lainnya seperti display monitor, speaker front - end dan keyboard ,alarrn , recorder serta interface

pada keluaran dan mini recorder.

33
KEYPAD .

Fungsi keypad board adalah untuk mengetik dan mengisi data - data paslen yang sedang

diperiksa dan memberikan perintah - perintah untuk melakukan program yang akan dilakukan .

MAIN CONECTOR BOARD .

terdiri dari 3 fungsi blok : ECGI Defib syn, Unity, Auxilary port, Expansion and docking port.

Auxilarry parameter board dibagi dalam 3 daerah operasi utama :

1. Input channel ( 2 pressure dan 2 temperatur)


2. Kontrol dan AID konversion dari front panel dan semua input chanel

( pressure, temperature, ECG, peripheral pulse dan respiration)

Hal yang perlu diperhatikan .

Kebersihan probe.

Grounding.

Aksesoris .

Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal.

Lakukan pengujian dan kalibrasi 1tahun sekali.

VII. REFERENSI
1. Sphygmomanometer Procedure No. 424 - 0595 - ECRI
2. Suction Pump Procedure No. 495 - 0595 - ECRI
3. Infusion Pump Procedure No. 416 - 0595 - ECRI
4. Electrocardiograph (ECG) Procedure No. 410 - 0595 - ECRI
5. Bedside Monitor Procedure No. 420 - 0595 - ECRI

LEMBAR KERJA FASILITATOR

Fasilitator memberikan kasus untuk dibahas oleh peserta dalam kelompok diskusi. Penugasan yang
diberikan mencakup pembuatan skema blok diagram dari peralatan medik dan prinsip kerja serta fungsi
dari masing - masing bagian atau komponen peralatan tersebut. Penugasan Jilid 1,
meliputi 5 (lima) peralatan medik, yaitu:
1. Pengenalan peralatan Sphygmomanometer
2. Pengenalan peralatan Suction Pump
3. Pengenalan peralatan Infusion Pump
4. Pengenalan peralatan Electrocardiograph (ECG)
5. Pengenalan peralatan Bedside Monitor.

Hasil diskusi.

Fasilitator merangkum seluruh sesi. Kegiatan rinci disampaikan pada lembar kerja fasilitator dan lembar

kerja peserta.

Alokasi waktu 2 jam pelajaran @ 45 menit (T = 2, P = 0).

Langkah -Iangkah:

1. Perkenalkan diri anda secara sing kat.


2. Sampaikan secara sing kat tujuan sesi. Pergunakan tayangan 1.
3. Tanyakan harapan dari beberapa peserta yang ingin diperoleh dari proses pembelajaran pada sesi
ini.
4. Fasilitator menanyakan kepada peserta tentang pengertian dan fungsi peralatan medik.
5. Klarifikasi pengertian dan fungsi peralatan medik.
6. Fasilitator memberikan tugas membuat skema blok diagram dan prinsip kerja serta fungsi dari
masing - masing bagian/komponen dari peralatan medik untuk dibahas dalam kelompok.
7. Masing - masing kelompok mendiskusikan tugas yang diberikan fasilitator.
8. Masing - masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dihadapan seluruh peserta.
9. Fasilitator memberikan klarifikasi terhadap hasil diskusi dan merangkum hasil dari seluruh
kelompok diskusi.

34
KEYPAD
Fungsi keypad board adalah untuk mengetik dan mengisi data - data pasien yang sedang
diperiksa dan memberikan perintah - perintah untuk melakukan program yang akan dilakukan.
MAIN Cm,lECTOR BOARD
1. _ _ • ...1 :..:.. J _ ..!- I'\ L • . _ _ ' L I _ I ~ -,--,", _.c: I. _ _ . "_ II -.!...&... . 1\ • . . • : 1 _ _ • __ ~ r- . . _-'-~ __ .J -1 __ 1.. : _ _ _ _ ~
MATERIINTI 2

PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN

PERALATAN MEDIK

I. DESKRIPSI SINGKAT
Pengoperasian alat medik adalah langkah-Iangkah yang dilakukan agar alat dapat difungsikan dengan
benar sesuai dengan prosedur, dengan pengoperasian alat medis yang benar, maka diharapkan dapat
memperpanjang umur peralatan dan mengurangi tingkat kerusakan peralatan.
Dalam kenyataan sehari-hari teknisi elektromedis sering menerima keluhan bahwa alat rusak atau tidak
dapat digunakan sebagai mana mestinya,namun setelah dilakukan pemeriksaaan ternyata kerusakan
atau keluhan bukan disebabkan karena kerusakan fungsi alat tetapi adanya setting yang tidak sesuai
atau kesalahan operasional.
Untuk mengatipasi hal tersebut, maka seorang teknisi peralatan medis harus benar-benar mengetahui
dan memahami cara pengoperasian alat medik sehingga alat dapat digunakan secara benar dan
mengurangi keluhan kerusakan alat.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN


A. Tujuan Pembelajaran Umum :
Pada akhir sesi peserta mampu melakukan pengoperasian peralatan medik secara benar dan
sesuai dengan prosedur

B. Tujuan Pembelajaran Khusus :


Pada akhir sesi, peserta mampu :
Menjelaskan langkah -Iangkah pengoperasian peralatan medik
Mampu menyusun prosedur tetap .pengoperasian peralatan secara praktis dan sederhana.
Mampu mengoperasikan alat sesuai prosedur tetap pengoperasian.

111. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN


Pokok bahasan 1 : LANGKAH·LANGKAH PENGOPERASIAN PERALATAN MEDIK.
1. Prasyarat pengoperasian peralatan
2. Persiapan pengoperasian peralatan
3. Pemanasan peralatan
4. Pelaksanaan pengoperasian peralatan
5. Pengemasan/perapihan

Pokok bahasan 2 : PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN PERALATAN MEDIK.


1. Persiapan penyusunan standar prosedur pengoperasian
2. Penyusunan standar prosedur tetap pengoperasian

IV. BAHAN BELAJAR


1. Health Devices Inspection and Preventive Maintenance System; 2001, ECRI, All Right Reserved.
2. Pedoman Operasional dan Pemeliharaan Peralatan Kesehatan; 2001, Di~en Pelayanan Medik
Depkes RI.
3. Maintenance Management for Medical Equipment, 1996, America Society for Healthcare Engineer
of the America Hospital Association.
4. Tayangan Peragaan.

5 Alat Peraga I Peralatan medik.

35
V. LANGKAH·LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah-Iangkah kegiatan pembelajaran ini menguraikan tentang kegiatan fasilitator dan perserta
dalam proses pembelajaran selama sesi ini berlangsung .

Langkah kegiatan :
1. Setelah memperkenalkan diri dengan peserta, uraikan tujuan sesi dan ruang lingkup bahasan
secara singkat.
2. Minta peserta memperkenalkan diri dan menyampaikan harapannya mengikuti sesi ini
3. Ciptakan suasana nyaman dan mendorong kesiapan peserta untuk menerima materi dengan
menyepakati proses pembelajaran .
4. Menyampaikan pokok bahasan dengan membuat berbagai pertanyaan situasional dan mengukur
pengalaman pribadi peserta tentang peran teknisi dalam pengoerasian alat medik
5. Mengatur acara berbagai pandangan dan bertukar pengalaman antar peserta tentang kejadian
yang sering mereka alami dilapangan akibat kesalahan pengoperasian peralatan medik
6. Menerangkan dan menjelaskan masing-masing pokok bahasan dengan tanyangan digital
7. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk pembuatan standar pengoperasian peralatan
medik secara praktis dan sederhana.
8. Setelah selesai seluruh kelompok memperagakan yang dibuat dan mendiskusikan serta
mengambil kesimpulan
9. Refleksikan proses pembelajaran sesi ini.

VI. URAIAN MATERI


Peralatan med ik dapat perfungsi dengan baik apabila dioperasikan dengan benar sesuai dengan
prosedur. pengoperasian alat yang benar dapat memperpanjang usia peralatan dan memperkecil biaya
operasional.
Sebagai seorang teknisi peralatan medis,adalah mutlak untuk mengetahui prosedur pengoperasian
suatu peralatan medik, sehingga kita dapat menyakinkan pengguna alat apabila mereka mengeluh
tentang penggunaan alat, bahwa keluhan tersebut bukan disebabkan oleh adanya kerusakan dari
peralatan,tetapi disebabkan kesalahan pengoperasian .
Sebelum melakukan pengoperasian peralatan medik maupun pembuatan standar prosedur, baca buku
petunjuk pengoperasian yang dikeluarkan dari pabrik maupun petunjuk praktis yang dibuat oleh agen.

Pokok bahasan 1 : LANGKAH·LANGKAH PENGOPERASIAN PERALATAN MEDIK


1. Prasyarat pengoperasian peralatan medik
Dalam mengoperasikan peralatan medik ada beberapa ketentuan yang harus dipertimbangkan dan

menjadi persyaratan agar alat dapat dioperasikan secara am an dan benar.

Persyaratan pengoperasian mencakup seluruh aspek yang berhubungan dengan pengoperasian

peralatan medik yang terdiri dari :

Sumber daya manusia

Kelengkapan alat

Bahan operasional

Sarana pendukung (miisal : gas medis, catu daya listrik dll)

Sumber daya manusia yang mengoperasikan peralatan medis harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang cukup untuk mengoperasi peralatan medik. Untuk mencapai hal tersebut dapat
dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
Mengikuti pelatihan pengoperasian peralatan medik pada saat pengadaan alat ( dilaksanakan
oleh suplier/agen)
Mengikuti pelatihan pengoperasian peralatan medik yang dilaksanakan oleh instansi lain dan
itern rumah sakit yang bersangkutan
Mempelajari operational manual dan standar operation prosedur pengoperasian peralatan
medik

36

2. Persiapan pengoperasian peralatan medik


Kegiatan persiapan pengoperasian peralatan medis meliputi kegiatan :

Pemeriksaan Kelengkapan peralatan

Pemeriksaan fasilitas penunjang

Penyiapan bahan operasional

Kegiatan persiapan dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peralatan dan kondisi
peralatan, dengan tujuan melakukuan pengecekan kelengkapan operasional dan fungsi serta untuk
memastikan bahwa pada saat itu peralatan medik siap dan laik untuk dioperasikan.

3. Pemanasan peralatan medik


Kegiatan pemanasan peralatan medik meliputi :

Menghubungkan alat kecatu daya

Memeriksa kondisi baterai

Menghidupkan alat

Memeriksa indicator & tombol-tombol

Mengatur posisi pengoperasian

4. Pelaksanaan pengoperasian peralatan medik


Dalam pengoperasian peralatan medik, semua prosedur-prosedur yang berhubungan dengan
pengoperasian harus menjadi perhatian. Langkah-Iangkah prosedur harus diikuti secara berurutan
mulai dari awal pengoperasian , pada saat mulai terpasang kepasien sampai alat dilepas dan
pasien dan alat dikembalikan ditempat semula.

Dalam pelaksanaan pengoperasian peralatan medis, perhatikan :

Protap pelayanan yang berlaku

Hubungan antara peralatan medis dan pasien

Pengoperasian alat pada saat dilakukan tindakan

Pengawasan terhadap fungsi dan indikator alat

5. Pengemasan I penyimpanan.
Kegiatan pengemasan/perapihan yang sangat berpengaruh terhadap usia alat, kegiatan
pengemasan/perapian meliputi :

Mematikan alat sesuai prosedur

Melepaskan hubungan alat dari catu daya

Membersihkan alat maupun aksesori yang habis dipakai

Meletakan alat ditempatnya

Mencatat beban kerja alat

Pokok bahasan 2 : PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN PERALATAN MEDIK


1. Persiapan penyusunan standar prosedur tetap pengoperasian
Sebelum menyusun suatu Prosedur, Tetap, siapkan bahan-bahan yang akan digunakan sebagai
referensi penyusunan prosedur, tentukan format prosedur yang akan digunakan, tanyakan kepada
beberapa nara sumber serta lakukan pengujian terhadap sumber yang ada.

2. Penyusunan standar prosedur tetap pengoperasian


Dalam format standar prosedur yang dikeluarkan oleh KARS isi dari suatu prosedur meliputi
antara lain:

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prasyarat

Prosedur

Unit kerja terkait

37
Pengertian berisikan, cara dan langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam melaksanakan

pengoperasian peralatan medik yang dimaksud, , agar alat dapat difungsikan dengan baik sesuai

fungsinya.

Tujuan pengoperasian, agar pengoperasian alat dilakukan dengan benar, diperoleh hasil

pelayanan yang sempurna, Agar pasien dan operator terhindar dari bahaya dan usia teknis alat

dapat tercapai.

Kebijakan berisikan dasar yang melatarbelakangi pembuatan prosedur tetap pengoperasian

peralatan medik.

Prasyarat adalah ketentuan mengenai Petugas I SDM, alat laik pakai dan bersih, Aksesori lengkap

dan baik, bahan operasional tersedia.

Prosedur berisikan langkah langkah pengoperasian peralatan medik yang meliputi :

Persiapan pengoperasian peralatan medis

Pemanasan peralatan medis

Pelaksanaan pengorasian peralatan medis

Pengemasan I penyimpanan.

Pencatatan beban ke~a .

Berikut adalah contoh format prosedur tetap pengoperasian peralaan medik :

38
PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN PERALATAN MEDIK

LOGO PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN Disahkan oleh :

RUMAH SAKIT
( NAMA PERALATAN MEDIK) Direktur Rumah Sakit
... ------ ---- _... ----- .. ---- ---- --_ ..

Mer k
Type / Model:
Nomor Seri

( ............. .. ... ... ... .... ... )


Direktur
No. Dokumen : Tanggal : Halaman:

... ... ... , .. ' .. ....


.. .. ...... .... .......
........................
Revisi Ke: No. Revisi : Tanggal :

1. Pengertian

2. Tujuan

3 Kebijakan

4. Prasyarat

5. Prosedur

6. Unit Kerja Terkait

Disetujui Oleh: Dibuat Oleh :


Ka Unit Pelayanan Pengguna alat

39
MATERIINTI 3

PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI

PERALATAN MEDI,K

I. DESKRIPSI SINGKAT

Pemantauan fungsi merupakan salah satu kegiatan untuk memastikan bahwa peralatan medik yang
ada dalam kondisl laik dan siap pakai
Pemantauan fungsi dilakukan secara rutin dan terstruktur, sehingga seluruh bagian alat yang penting
dapat terpantau dengan baik dan menghindari terjadinya kerusakan pada saat alat digunakan untuk
pelayanan kepada pasien.
Selain itu, pemantauan fungsi dapat mengurangi biaya perbaikan 'karena dapat dideteksinya kerusakan
secara dini dan mengurangi waktu tidak beroperasinya peralatan akibat kerusakan.
Dalam pemantauan fungsi kegiatan yang dilakukan antara lain:
1. Pendataan alat

2. Pemantauan kondisi lingkungan

3. Pemantauan kondisi fisik alat

4. Pemantauan Kinerja alat.

5. Pemenatuan / Pengukuran aspek keselamatan,

Dalam sesi pelatihan ini yang dibahas pemantauan fungsi peralatan medik Jilid 1, untuk 5 (lima) alat

yaitu:

1. Pemantauan Fungsi Sphygmomanometer

2. Pemantauan Fungsi Suction Pump

3. Pemantauan Fungsi Infusion Pump

4. Pemantauan Fungsi Elektrocardiograph, ( ECG )

5, Pemantauan Fungsi Bedside Monitor

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran Umum :


Pada akhir sesi, peserta mengerti dan memahami pentingnya Pemantauan Fungsi pera'latan
medik, sehingga kegiatan pelayanan tidak terhenti karena te~adinya kerusakan alat.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus :

Pada akhir sesi ini, peserta mampu :

1. Menyusun Protap pemantauan Fungsi peralatan medik.

2, Melakukan pemantauan fungsi, dengan tahap kegiatan :

a. pendataan alat
b. pemantauan kondisi lingkungan
c. pemantauan kondisi fisik alat
d. pemantauan fungsi alat
e. pemantauan / Pengukuran aspek keselamatan

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

Pokok bahasan 1: PENDATAAN ALAT

Pokok bahasan 2: PEMANTAUAN KONDISI LlNGKUNGAN

41
Pokok bahasan 3: PEMERIKSAAN KUALITATIF (PEMANTAUAN FISIK)

Sub pokok bahasan :

1. Pemantauan Fisik Sphygmomanometer


2. Pemantauan Fisik Suction Pump
3. Pemantauan Fisik Infusion Pump
4. Pemantauan Fisik Elektrocardiograph ( ECG )
5. Pemantauan Fisik Bedside Monitor

Pokok bahasan 4: PEMERIKSAAN KUANTITATIF (PEMANTAUAN FUNGSI).

Sub pokok bahasan :

1. Pemantauan Fungsi Sphygmomanometer


2. Pemantauan Fungsi Suction Pump
3. Pemantauan Fungsi Infusion Pump
4. Pemantauan Fungsi Elektrocardiograph ( ECG )
5. Pemantauan Fungsi Bedside Monitor

IV. LANGKAH·LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah-Iangkah kegiatan pembelajaran ini menguraikan tentang kegiatan fasilitator dan peserta dalam
proses pembelajaran selama sesi ini berlangsung.

Langkah kegiatan :
1. Setelah memperkenalkan diri dengan peserta, uraikan tujuan sesi dan ruang lingkup bahasan
secara singkat.
2. Minta peserta memperkenalkan diri dan menyampaikan harapannya mengikuti sesi ini
3. Ciptakan suasana nyaman dan mendorong kesiapan peserta untuk menerima materi dengan
menyepakati proses pembelajaran.
4. Menyampaikan pokok bahasan dengan membuat berbagai pertanyaan situasional dan mengukur
pengalaman pribadi peserta tentang peran teknisi dalam pengoerasian alat medik
5. Mengatur acara berbagai pandangan dan bertukar pengalaman antar peserta tentang kejadian
yang sering mereka alami dilapangan akibat kesalahan pengoperasian peralatan medik
6. Menerangkan dan menjelaskan masing-masing pokok bahasan dengan tanyangan digital
7. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk pembuatan standar pengoperasian peralatan
medis secara praktis dan sederhana.
8.. Setelah selesai seluruh kelompok memperagakan yang dibuat dan mendiskusikan serta
mengambil kesimpulan
9. Refieksikan proses pembelajaran sesi ini.

IV. URAIAN KEGIATAN


Pemantauan fungsi dilaksanakan untuk memastikan bahwa alat tersebut benar-benar dalam kondisi
baik dan siap pakai. Dalam melakukan pemantauan fungsi alat seorang teknisi elektromedis harus
benar-benar memahami langkah-Iangkah yang harus dilakukan.

Kegiatan pemantauan fungsi alat tidak hanya meliputi kegiatan teknis tetapi juga kegiatan administratif,
hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap adanya kemungkinan tuntutan terhadap teknisi
apabila terjadi sesuatu dikemudian hari.

Pokok bahasan 1 : PENDATAAN ALAT


Sebelum melakukan pemantauan dungsi peralatan medik harus dilakukan pendataan terhadap
peralatan yang akan dipantau, adapun data-data yang perlu antara lain :
1. Nama alat
2. Merk

42
3. Type/ model
4. No Seri
5. No. Inventarisasi
6. Lokasi

Hal ini dibutuhkan untuk mengetahui riwayat dari peralatan medik yang ada.

Pokok bahasan 2: PEMANTAUAN KONOISI LlNGKUNGAN


Pemantauan kondisi lingkungan adalah pengukuran terhadap kondisi lingkungan dimana peralatan
medik ditempatkan. Pemngukuran kondisi lingkungan meliputi:
1. Tegangan/ Catu daya
2. Kondisi ruangan
3. Suhu ruangan
4. Kelembaban ruangan
5. Kondisi kotak kontak yang digunakan.
6. Nilai tahanan pembumian
Pemgukuran kondisi lingkungan diperlukan karena kondisi lingkungan dapat mempengaruhi kinerja
peralatan.

Pokok bahasan 3: PEMERIKSAAN KUALITATIF (PEMANTAUAN FISIK)

Pemeriksaan kualitatif atau yang biasa dikenal dengan pemantauan fisik adalah yang dilakukan

terhadap kondisi fisik dari alat, pemeriksaan meliputi antara lain:

1. Chassis / Selungkup.
2. Kabel catu daya
3. Sambungan kabel! Konektor.
4. Tombol, indikator, meter
5. Aksesori
6. Kebersihan alat..

Kondisi yang ditemukan pada saat pemantauan, harus dicatat. Untuk mepermudah pencatatan dapat
dilakukan dengan pembuatan formulir-Iembar kerja yang sudah dibakukan untuk masing-masing jenis
alat. sehingga tidak ada bagian fisik yang harus diperiksa terlewat.
1. Pemantauan Fisik Sphygmomanometer
Secara umum pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk peralatan Sphygmomanometer adalah
sebagaiberikut:
Chassis/ Selungkup

Kotak alat.

Slang! Tubing.

Konektor

Balon tensi.

Katup

Tabung skala

Permukaan Air Raksa pada skala NOL.

Manset

Kebersihan alat.

2. Pemantauan Fisik Suction Pump


Secara Umum pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk peralatan Suction Pump adalah sebagai
berikut:
Chassis! Selungkup

Kabeldaya

Saklar ON / OFF.

Foot Switch

Kotak kontak

Sekring.

43
Slang

Konektor

Filter

Control I Suction Regulator.

Overflow protection.

Indikatorl display

Seal pada tutup

Aksesori.

Kebersihan alat.

3. Pemantauan Fisik Infusion Pump


Secara Umum pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk peralatan Infusion Pump adalah sebagai
berikut:
Chassisl Selungkup

Kabeldaya

Baterai

Saklar ON I OFF.

Sekring.

Konektor.

Control! pengatur.

Indikatorl Display

Alarm

Nurse Call Signal.

Lockout Interval

Audible signal.

Aksesori.

Kebersihan alat.

4. Pemantauan Fisik Elektrocardiograph (ECG)


Secara Umum pemeriksaan fisik yang dilakukan untk peralatan Elektrocardiograph ( ECG ) adalah
sebagai berikut:
Chassisl Selungkup

Kotak kontak

Terminal pembumian.

Kabeldaya

Saklar ON I OFF.

Sekring .

Patient cables.

Fitting I Connectors

Electrodes

Straps

Controll Switches

Batteryl Charger

Indikator.

1 mV step Response

Display / Tampilan.

Aksesori.

Kebersihan alat.

5. Pemantauan Fisik Bedside Monitor


Secara Umum pemeriksaan fisik yang dilakukan untk peralatan Bedside Monitor adalah sebagai
berikut:
Chassis/ Selungkup

Kotak kontak

44
Terminal pembumian.

Kabeldaya

Saklar ON / OFF.

Sekring.

Patient cables.

Fitting/ Connector

Electrode & Straps.

Controll pengatur

Battery/ Charger

Indikator/ Display

User Calibration

Alarm

Audible Signals

Aksesori .

Kebersihan alat.

Pokok bahasan 4: PEMERIKSAAN KUANTITATIF (PEMANTAUAN FUNGSI)

Pemantauan kuantitatif atau yang biasa kita sebut pemantauan fungsi adalah pemantauan yang

dilakukan terhadap fungsi peralatan, pemeriksaan meliputi:

1. Fungsi tombol-tombol
2. Fungsi indicator
3. Fungsi monitor
4. Fungsi alarm
5. Memantau kine~a peralatan .
6. Memantau aspek keselamatan peralatan .

Sebelum melakukan pemantauan fungsi, pastikan bahwa anda sudah mengerti dengan baik cara
pengoperasian alat, baca petunjuk pemakaian yang tersedia atau tanya ke pengguna alat, cara
pengoperasian alat tersebut.

1. Pemantauan Fungsi Sphygmomanometer


Secara Umum pemeriksaan fungsi yang dilakukan untk peralatan Sphygmomanometer adalah
sebagai berikut:
Kebocoran Tekanan

Akurasi Tekanan.

2. Pemantauan Fungsi Suction Pump


Secara Umum pemeriksaan fungsi yang dilakukan untk peralatan Suction Pump adalah sebagai
berikut:
Daya hisap Maksimum

Penunjukan Meter.

Tahanan pembumian.

Arus bocor pada chasis.

3. Pemantauan Fungsi Infusion Pump


Secara Umum pemeriksaan fungsi yang dilakukan untk peralatan Infusion Pump adalah sebagai
berikut
Akurasi jumlah tetesan.

Gelembung udara

Arus bocor pada Chasis.

Tahanan kabel pembumian alat.

Tahanan pembumian.

45
4, Pemantauan Fungsi Elektrocardiograph (ECG)
Secara Umum pemeriksaan fungsi yang dilakukan untk peralatan Elektro cardiograph ( ECG )
sebagai berikut:
Paper Speed

Linearity,

1 mV Response,

Linearity

Frequency Response

Hasil Perekaman ,

Arus bocor pada Chasis

Arus bocor pada Electrode

Tahanan kabel pembumian alat

Tahanan Pembumian.

5. Pemantauan Fungsi Bedside Monitor


Secara Umum pemeriksaan fungsi yang dilakukan untk peralatan Bed side Monitor adalah sebagai
berikut:
Sensitivity

ECG Features

Display / Tampilan.

Heart Rate

Arus bocor pada Chasis

Arus bocor pada Electrode

Tahanan kabel pembumian alat

Tahanan pembumian.

Berikut adalah contoh format prosedur tetap pemantauan fungsi peralaan medik :

46
PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI PERALATAN MEDIK

LOGO PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI Disahkan oleh :


RUMAH SAKIT ( NAMA PERALATAN MEDIK ) Direktur Rumah Sakit
------------------------------­
Mer k
Type / Model :
Nomor Sen

( .... ....... .... ................ )


Direktur
No. Dokumen : Tanggal: Halaman:
................... .... ... .............. .................... ....
Revisi Ke: No. Revisi: Tanggal:

1. Pengertian

2. Tujuan

3 Kebijakan
I

4. Prasyarat

5. Prosedur

6. Unit Kerja Terkait

Disetujui Oleh: Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis

47
LEMBAR KERJA FASILITATOR

MATERIINTI 3

PEMANTAUAN FUNGSI PERALATAN MEDIK

Fasilitator memberikan kasus untuk dibahas oleh peserta dalam kelompok diskusi. Penugasan yang
diberikan mencakup pembuatan Prosedur Tetap Pemantauan Fungsi Peralatan Medik mulai dari
prasyarat, persiapan dan pelaksanaan, pencatatan, pengemasan dan laporan. Penugasan Tahap I
meliputi 5 (lima) Peralatan medik yaitu :
1. Pemantauan Fungsi Sphygmomanometer
2. Pemantauan Fungsi Peralatan Suction Pump
3. Pemantauan Fungsi Infusion Pump
4. Pemantauan Fungsi Elektrocardiograph ( ECG )
5. Pemantauan Fungsi Bedside Monitor

Hasil diskusi.

Fasilitator merangkum seluruh sesi. Kegiatan rinci disampaikan pada lembar ke~a Fasilltator dan

lembar ke~a peserta.

Alokasi waktu 6 jam pelajaran @ 45 menit (T = 1, P = 2 , PL = 3 ).

Langkah-Iangkah :

1. Perkenalkan diri anda secara singkat.


2. Sampaikan secara sing kat tujuan sesi pergunakan tayangan 1.
3. Tanyakan harapan dari beberapa peserta yang ingin diperoleh dari proses pembelajaran pada sesi
ini.
4. Fasilitator menanyakan kepada peserta tentang pengertian dan fungsi Peralatan Medik.
5. Klarifikasi pengertian dan fungsi Pemantauan fungsi.
6. Fasilitator memberikan Tugas membuat Prinsip Pemantauan fungsi Peralatan Medik untuk dibahas
dalam kelompok.
7. Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas yang diberikan fasilitator.
8. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dihadapan seluruh peserta.
9. Fasilitator memberikan klarifikasi terhadap hasil diskusi dan merangkum hasil dari seluruh
kelompok diskusi.

48
TAYANGAN 1

TUJUAN SESI
Pada akhir sesi ini, peserta mampu Memantau Peralatan Medik Jilid 1 Untuk 5 (lima) Peralatan
Medik yaitu :
1. Memantau Peralatan Sphygmomanometer
2. Memantau Peralatan Suction Pump
3. Memantau Peralatan Infusion Pump
4. Memantau Peralatan Elektrocardiograph ( ECG )
5. Memantau Peralatan Bedside Monitor

TAYANGAN 2

PENDATAAN ALAT
1. Nama alat
2. Merk
3. Type/ model
4. Nomor seri
5. Nomor Inventarisasi
6. Lokasi

TAYANGAN 3

PEMANTAUAN LlNGKUNGAN
1. Tegangan/ Catu Oaya
2. Kondisi ruangan
3. Suhu ruangan
4. Kelembaban ruangan
5. Tahanan Pembumian.

49
TAYANGAN 4

PEMERIKSAAN KUALITATIF (PEMANTAUAN FISIK) PERALATAN MEDIK


1. Permukaan selungkup (Chassis/Housing)
2. Kabel catu daya
3. Sambungan-sambungan kabel
4. Tombol, indicator, meter
5. Pelabelan
6. Aksesori.

TAYANGAN 5

PEMERIKSAAN KUALITATIF PEMANTAUAN FUNGSI PERALATAN MEDIK


1, Fungsi tombol-tombol
2. Fungsi indicator
3. Fungsi monitor
4, Fungsi alarm
5, Memantau kinerja peralatan medis
6, Pemantauan aspek keselamatan peralatan medis

TAYANGAN 6

A. Pemantauan Fisik dan Fungsi

1. Contoh Pemantauan Fisik Sphygmomanometer


Secara Umum pemeriksaan fisik yang dilakukan untk peralatan Sphygmomanometer
adalah sebagai berikut:
Chasis / selungkup

Kotak alat

Slang / Tubing

Tabung skala

Katup

Air Raksa pada Skala NOL.

Balon Tensi.

Manset

Kebersihan alat.

2. Contoh Pemantauan Fungsi Sphygmomanometer


Secara Umum pemeriksaan fungsi yang dilakukan untk peralatan Sphygmomanometer
adalah sebagai berikut:
Akurasi penunjukan

Kebocoran tekanan

50
LEMBAR KERJA 1

Pembuatan Protap Pemantauan fisik dan fungsi Peralatan Medik

LEMBAR KERJA 2

REKOMENDASI SAYA

Setelah mengikuti sesi ini, maka saya merekomendasikan hal berikut ini :

51
MATERI INTI 4

PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN

PERALATAN MEDIK

I. DESKRIPSI SINGKAT

Prosedur tetap pemeliharaan adalah standar baku mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti
oleh teknisi elektromedis dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan yang berdasarkan prasyarat dan
urutan kerja yang harus diikuti. Prosedur tetap pemeliharaan ini ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit
dan disusun berdasarkan service manual dan petunjuk lain yang terkait.
Kegiatan pemeliharaan, terdiri dari ; pengecekan fungsi bagian-bagian alat, penggantian bahan
pemeliharaan, pelumasan , pengecekan kine8a alat, penyetelan / adjustment, kalibrasi internal dan
pengukuran aspek keselamatan.

Dengan dilaksanakannya pemeliharaan secara berkala, maka akan diperoleh hasil yang positip, yaitu :
1. Alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai.
2. Usia teknis alat dapat tercapai.

Modul ini berisi tentang Prosedur tetap pemeliharaan peralatan medik Jilid 1, untuk 5 ( lima) alat,
yaitu:
1. Sphygmomanometer
2. Suction Pump
3. Infusion Pump
4. Electrocardiograph
5. Bedside Monitor

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran Umum:


Pada akhir sesi ini, seluruh peralatan medik dilakukan pemeliharaan secara berkala sesuai
dengan prosedur tetap pemeliharaan.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus:

Pada akhir sesi, peserta mampu:

1. Menjelaskan proses kegiatan pemeliharaan peralatan medik


2. Menyusun prosedur tetap pemeliharaan peralatan medik.
3. Melaksanakan pemeliharaan peralatan medik sesuai prosedur tetap

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

Pokok bahasan 1 : PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN

Sub pokok bahasan

1. Format Protap Pemeliharaan.


2. Prasyarat.
3. Persiapan.
4. Pelaksanaan.
5. Pencatatan.

6 Pengemasan .

7. Pelaporan .

53
Pokok bahasan 2 : FASILITAS PENUNJANG PEMELIHARAAN

Sub pokok bahasan

1 Alat kerja dan alat ukur.

2. Dokumen Teknis Penyerta.


3. Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu.

Pokok bahasan 3 : PELAKSANAAN PEMELIHARAAN SESUAI PROTAP

Sub pokok bahasan

1. Prosedur tetap Pemeliharaan Sphygmomanometer


2. Prosedur tetap Pemeliharaan Suction pump
3. Prosedur tetap Pemeliharaan Infusion pump
4. Prosedur tetap Pemeliharaan Electrocardiograph
5. Prosedur tetap Pemeliharaan Bedside monitor

IV. BAHAN BELAJAR

1. Service Manual dan Sphygmomanometer Procedure No. 424 - 0595- ECRI


2. Service Manual dan Suction Pump Procedure No. 495 - 0595- ECRI
3. Service Manual dan Infusion Pump Procedure No. 416 - 0595- ECRI
4. Service Manual dan Electrocardiograph Procedure No. 410 - 0595- ECRI
5. Service Manual dan Bedside Monitor Procedure No. 420 - 0595- ECRI

V. LANGKAH·LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah-Iangkah kegiatan pembelajaran ini menguraikan tentang kegiatan fasilitator, dan peserta

dalam proses pembelajaran selama sesi ini berlangsung .

Langkah Kegiatan :

1. Setelah perkenalan diri dengan para peserta yang disesuaikan dengan jumlah peserta dan latar
belakang mereka, uraikan tujuan sesi dan ruang lingkup bahasan secara singkat.
2. Meminta peserta menyampaikan harapannya mengikuti pelatihan ini.
3. Menciptakan suasana nyaman dan mendorong kesiapan peserta untuk menerima materi dengan
menyepakati proses pembelajaran.
4. Penyampaian pokok bahasan dengan mengajukan berbagai pertanyaan situasional untuk
mengukur pengalaman pribadi peserta tentang pemeliharaan peralatan medik.
5. Mengatur acara berbagi pandangan dan bertukar pengalaman antar peserta dalam melakukan
pemeliharaan peralatan medik.
6. Menerangkan dan menjelaskan masing-masing pokok bahasan dengan bahan tayangan digital.
(pokok bahasan 1, 2 dan 3 beserta sub pokok bahasan ).
7. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk memperagakan cara pemeliharaan peralatan
medik.
8. Setelah selesai peragaan seluruh kelompok, mendiskusikan dalam Ikelas dan mengambil
kesimpulan sebelum klarifikasi.
9. Refleksikan proses pembelajaran sesi ini.
10. Tutup sesi dengan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.

VI. URAIAN MATERI

Pokok bahasan 1 : PROSEDLIR TETAP PEMELIHARAAN


Prosedur tetap pemeliharaan merupakan standar baku yang harus diikuti oleh teknisi elektromedik
dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan.

54
Prosedur tetap pemeliharaan disusun oleh teknisi elektromedik yang bertugas melaksanakan

pemeliharaan alat.

Kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan tanpa mengacu pada Protap Pemeliharaan adalah

pelanggaran terhadap Kode Etika Profesi

Prosedur tetap pemeliharaan merupakan salah satu persyaratan akreditasi pelayanan rumah sakit,

sehingga adanya prosedur tetap pemeliharaan sangat diperlukan oleh rumah sakit.

Sub pokok bahasan 1 : Format Prosedur Tetap Pemeliharaan

Format protap harus ditentukan dan disosialisasikan kepada semua pihak yang berkepentingan

dengan pemeliharaan alat.

Berikut adalah contoh format prosedur tetap pemeliharaan peralatan medik:

55
PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN PERALATAN MEDIK

~-

LOGO PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN Disahkan oleh :


RUMAH SAKIT ( NAMA PERALATAN MEDIK ) Direktur Rumah Sakit
................ , ... " ....... ........

Mer k
Type I Model
Nomor Seri ( ............ ............. ..... )
Direktur
No. Dokumen : Tanggal: Halaman:
.... ," . . . . . . . . . .. ........... , ... .... . ..... ... " .... ...

Revisi Ke : No. Revisi : Tanggal:


. , ............. , ... .... ... ......... .... .... , ..... , ..

1. Pengertian

2. Kebijakan

3. Tujuan

4. Petugas

5. Prasyarat

6. Peralatan

7. Prosedur

8. Unit kerja terkait

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis

56
Sub Pokok Bahasan 2: prasyarat

Prasyarat yang harus dipenuhi pada Pemeliharaan adalah sebagai berikut :

1. Kualifikasi SOM memadai, minimal STM terlatih, 02 Elektromedik, 03 Elektromedik Teknisi


tersebut harus tersertifikasi
2. Alat kerja dan alat ukur lengkap.
Alat kerja terdiri dari Tool set elektronik dan tool set mekanik, tersedia.
Alat ukur sesuai dengan masing-masing alat. tersedia.
Alat ukur harus terkalibrasi.
3. Ookumen teknis penyerta meliputi : Protap pemeJiharaan dan pengoperasian alat, serta
service manual, tersedia.
4. Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu, tersedia.
5. Apabila alat menggunakan catu daya listrik untuk pengoperasiannya, maka kotak kontak harus
dilengkapi dengan hubungan pembumian, dengan nilai tahanan < 5 Ohm.
6. Mekanisme kerja harus jelas, diketahui dengan baik oleh semua pihak terkait dengan
pemeliharaan alat.
7. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan.
Apabila prasyarat tersebut tidak semuanya dipenuhi tetapi kegiatan pemeliharaan tetap
dilakukan, maka dapat dikatakan disini bahwa pemeliharaan alat tidak sesuai Prosedur tetap.

Sub pokok bahasan 3: persiapan

Persiapan adalah langkah-Iangkah yang harus dilakukan sebelum dilakukannya pemeliharaan,

agar kegiatan pemeliharaan dapat dllaksanakan sebaik-baiknya dan tidak ada kendala pada saat

pelaksanaan pemeliharaan.

Tahap persiapan terdiri dari :

1. Menyiapkan Surat Perintah Kerja dari atasan pemberi tugas


2. Menyiapkan formulir lembar kerja pemeliharaan, laporan kerja dan kartu pemeliharaan alat.
3. Menyiapkan dokumen teknis penyerta sesuai alat yang akan dipelihara
4. Menyiapkan alat kerja dan alat ukur yang dibutuhkan dalam pemeliharaan (semua alat harus
didata, sehingga tidak ada yang hUang / tertinggal dilokasi
5. Menyiapkan bahan pemeliharaan , bahan operasional dan material Bantu. ( harus dirinci )
6. Memberitahukan kepada pengguna alat yang akan dipelihara, tentang rencana dan jadual
pemeliharaan.

Sub Pokok Bahasan 4: pelaksanaan pemeliharaan


Kegiatan pemeliharaan adalah sebagai berikut :
1. Pendataan alat ( perhatikan lembar kerja pemeliharaan ).
2. Pengecekan dan Pembersihanseluruh bagian alat.
3. Pelumasan pada bag ian-bag ian alat yang bergerak.
4. Pengencangan / Tightening.
5. Pengecekan bag ian alat dan Fungsi komponen.
6. Penggantian bahan pemeliharaan.
7. Pengecekan Kinerja alat / Uji fungsi .
8. Penyetelan / Adjustment .
9. Pengukuran aspek keselamatan (arus bocor, radiasi, tegangan lebih dll).

LAKUKAN APA YANG TERTULIS DAN TULIS APA YANG DILAKUKAN.

57
Sub Pokok Bahasan 5 : pencatatan

Setelah pemeliharaan selesai dilaksanakan, tahap berikutnya adalah pencatatan, yang terdiri dari :

1. lsi formulir lembar ke~a pemeliharaan. Pengisian formulir lembar Kerja harus bertahap, sesuai
tahap kegiatan pemeliharaan.
2 lsi laporan kerja pemeliharaan. Gunakan format laporan yang baku.
3. lsi kartu pemeliharaan alaI, yang menggantung pada setiap alaI.
4. Pengguna alat menanda tangani Laporan ke~a . Perhatikan hasil pemeliharaan apakah yang
tertulis pada laporan kerja sesuai dengan kondisi alat saat itu.

Sub Pokok Bahan 6 : pengemasan

Sebelum meninggalkan lokasi alat, lakukan pengemasan supaya tidak ada barang yang tertinggal.

Pengemasan dilakukan terhadap :

1. Alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan catatan supaya tidak ada barang yang tertinggal
atau hilang.
2. Dokumen teknis penyerta, dirapihkan dan disusun dengan baik.
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta kepada petugas di IPS RS .
4. Bersihkan lokasi pemeliharaan dari barang-barang bekas dari tumpahan oli / grease.

Sub Pokok Bahasan 7 : pelaporan


1. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada Unit Kerja Pengguna alat dan pemberi tug as.
Gunakan formulir laporan pemeliharaan yang sudah baku. dan serahkan alat yang telah
dilakukan pemeliharaan.
2. Apabila hasil pemeliharaan, alat tidak dapat difungsikan, berikan saran tindak lanjut.

Pokok Bahasan 2: FASILITAS PENUNJANG PEMELIHARAAN


Sub Pokok Bahasan 1 : Alat kerja dan alat ukur
1. Alat kerja terdiri dari Tool set Elektronik, Tool set Mekanik dan alat bantu lainnya.
Contoh : Vacuum cleaner, compressor, dll.

Biasakan menggunakan alat kerja yang benar dengan ukuran yang sesuai.

2. Alat Ukur, untuk setiap Parameter / fungsi.

Dalam menggunakan alat ukur, perhatikan Range dari nilai yang akan diukur.

Alat ukur antara lain :

Multi meter ( digital/analog ).

Leakage Current Meter.

Universal Pressure meter.

Gas Leakage Detector.

Thermo & Hygro Meter.

- Analyzer.

Stop Watch.

KVp meter, mAs meter, Dosimeter.

3. Alat Bantu, seperti : trolley, tangga, dll.

ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN PADA PEMELIHARAAN HARUS

TERKALIBRASI

58
Sub Pokok Bahasan 2 : Dokumen teknis penyerta
1. Diperoleh pada saat penerimaan alat, terdiri dari ;

Operation Manual! Petunjuk Pengoperasian.

Service Manual.

Diagram Schematic atau Wiring

2. Disiapkan oleh Petugas di rumah sakit, meliputi :


Prosedur Tetap : Pengoperasian, Pemantauan Fungsi, Pemeliharaan dan Perbaikan alat.
Formulir Pelaporan : Lembar kerja, Laporan Pemeliharaan dan Kartu pemeliharaan
alat. Gunakan Formulir Pelaporan yang baku dan dimengerti oleh semua pihak terkait.

Sub Pokok Bahasan 3 : Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu
1. Bahan Pemeliharaan ! Consumable parts for maintenance,
Adalah Komponen alat yang mempunyai usia pakai tertentu, digunakan untuk kegiatan
pemeliharaan alat.
Contoh ; Filter, Belt, Lampu Indikator, Oli, Grease, Seal! 0 ring, Sikat arang, dll.

2. Bahan Operasional, disiapkan oleh teknisi pemeliharaan, untuk melakukan Uji fungsi! uji
kinerja alat.
Contoh ; Kertas Rekam, Jelly, Aquades, Tissu dll.

3. Material Bantu, adalah bahan yang diperlukan untuk membantu kegiatan pemeliharaan.
Contoh ; contact cleaner, timah solder, isolasi , kain lap, amplas, cairan pembersih, dll.

Pokok Bahasan 3 : PELAKSANAAN PEMELIHARAAN SESUAI PROTAP


Sub pokok bahasan 1 : SPHYGMOMANOMETER.

Sub pokok bahasan 2 : SUCTION PUMP.

Sub pokok bahasan 3 : INFUSION PUMP.

Sub pokok bahasan 4: ELECTRO CARDIO GRAPH .

Sub pokok bahasan 5: BEDSIDE MONITOR.

(Untuk pembahasan prosedur tetap pemeliharaan perhatikan prosedur tetap pemeliharaan


peralatan medik).

VII. SIMULASI DAN PRAKTEK PROTAP PEMELIHARAAN

Apabila konsep protap telah selesai disusun lakukan hal-hal berikut ini :

Cobalah menerangkan konsep protap tersebut pada kegiatan yang sebenamya ( simulasi ) dan

kemudian praktekkan.

Apakah urutan kerja sudah benar ?

Apakah mungkin untuk dilaksanakan ?

Bila belum, lakukan pemeliharaan seperlunya, sehingga mendapat kesepakatan dari anggota
kelompok.

59
PRESENTASI & DISKUSI

Pada akhir sesi penyusunan protap dan lembar kerja, setiap kelompok harus menyajikan hasil kerjanya
di depan kelompok lain.

Pada forum ini dlakukan diskusi untuk tercapainya kesepakatan bersama, meliputi :
1. Urutan kerja
2. Jenis kegiatan
3. Hasil pelayanan
4. Istilah yang digunakan .

Protap yang telah disepakati harus benar-benar siap untuk dilaksanakan.

Protap pemeliharaan peralatan medik yang telah siap harus dilaporkan dan dimintakan tanda tangan

direktur rumah sakit.

Format Protap Pemeliharaan dari satu rumah sakit sering berbeda dengan rumah sakit yang lain. Hal

tersebut tidak masalah, asalkan materi yang terdapat dalam protap sarna.

Yang harus diperhatikan ialah, bahwa protap tersebut harus disosialisasikan kepada semua pihak yang

terkait untuk diketahui dan diikuti.

VIII. REFERENSI

1. Service Manual untuk setiap alat, yang dikeluarkan oleh Pabrik Pembuat alat.
2. Pedoman Operasional dan Pemeliharaan Peralatan Kesehatan .

Quality Laboratory Services and Use Of Medical Device.

W.H.O. INO BCT. 001.7

Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.

Direktorat Jenderal Pelayanan Medik - Jakarta 2001.

3. Health Devices Inspection and Preventive maintenance System, Third Edition ECRI 1995,
Plymouth Meeting , PA. USA.

60

MATERI INTI 5

PROSEDUR TETAP PERBAIKAN

PERALATAN MEDIK

I. DESKRIPSI SINGKAT

Prosedur tetap Perbaikan adalah standar baku mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti
oleh teknisi elektromedik dalam melaksanakan perbaikan kerusakan alat , yang berdasarkan prasyarat
dan urutan kerja yang harus diikuti. Prosedur tetap perbaikan ini ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit
dan disusun berdasarkan service manual, diagram ( schematic I wiring) dan petunjuk lain yang terkait.
Kegiatan perbaikan terdiri dan : analisa kerusakan, identifikasi suku cadang, penyiapan suku cadang,
perbaikan alat dengan atau tanpa suku cadang, uji kinerja I uji fungsi, penyetelan I adjustment, kalibrasi
internal dan pengukuran aspek keselamatan.

Dengan dilaksanakannya perbaikan kerusakan alat sesuai prosedur, maka akan diperoleh hasil yang
positip, yaitu :
1. Alat yang mengalami kerusakan dapat difungsikan kembali
2. Upaya perbaikan tidak membuat kerusakan menjadi semakin Parah.
3. Pelayanan yang terhenti karena terjadinya kerusakan alat dapat di laksanakan kembali.

Modul ini berisi tentang Prosedur tetap perbaikan peralatan medik Jilid 1, untuk 5 ( lima) alat,
yaitu:
1. Sphygmomanometer
2. Suction Pump
3. Infusion Pump
4. Electrocardiograph
5. Bedside Monitor

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran Umum:


Pada akhir sesi ini, seluruh peralatan medik yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki
sesuai dengan prosedur perbaikan yang bernar.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus:

Pada akhir sesi, peserta mampu:

1. Menjelaskan proses kegiatan perbaikan peralatan medik


2. Menyusun prosedur tetap perbaikan peralatan medik.
3. Melaksanakan perbaikan peralatan medik sesuai prosedur tetap

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

Pokok bahasan 1 : PROSEDUR TETAP PERBAIKAN

Sub pokok bahasan

1. Format Protap Perbaikan.


2. Prasyarat.
3. Persiapan.
4. Pelaksanaan.
5. Pencatatan.

6 Pengemasan.

7. Pelaporan.

61
Pokok bahasan 2 : FASILITAS PENUNJANG PERBAIKAN
Sub pokok bahasan

1 Alat kerja dan alat ukur.

2. Dokumen Teknis Penyerta.


3. Suku Cadang, bahan pemeliharaan , bahan operasional dan material bantu.

Pokok bahasan 3 : PELAKSANAAN PERBAIKAN SESUAI PROTAP


Sub pokok bahasan
1. Prosedur tetap Perbaikan Sphygmomanometer
2. Prosedur tetap Perbaikan Suction pump
3. Prosedur tetap Perbaikan Infusion pump
4. Prosedur tetap Perbaikan Electrocardiograph
5. Prosedur tetap Perbaikan Bedside monitor

IV. BAHAN BELAJAR

1. Service Manual, Diagram dan Sphygmomanometer Procedure No. 424 - 0595 - ECRI
2. Service Manual, Diagram dan Suction Pump Procedure No. 495 0595 - ECRI
3. Service Manual, Diagram dan Infusion Pump Procedure No. 416 - 0595 - ECRI.
4. Service Manual, Diagram dan Electrocardiograph Procedure No. 410 - 0595 - ECRI.
5. Service Manual, Diagram dan Bedside Monitor Procedure No. 420 - 0595 - ECRI.

V. LANGKAH·LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah-Iangkah kegiatan pembelajaran ini menguraikan tentang kegiatan fasilitator, dan peserta
dalam proses pembelajaran selama sesi ini berlangsung .

Langkah Kegiatan :
1. Setelah perkenalan diri dengan para peserta yang disesuaikan dengan jumlah peserta dan latar
belakang mereka, uraikan tujuan sesi dan ruang lingkup bahasan secara singkat.
2. Meminta peserta menyampaikan harapannya mengikuti pelatihan ini.
3. Menciptakan suasana nyaman dan mendorong kesiapan peserta untuk menerima materi dengan
menyepakati proses pembelajaran.
4. Penyampaian pokok bahasan dengan mengajukan berbagai pertanyaan situasional untuk
mengukur pengalaman pribadi peserta tentang perbaikan peralatan medik.
5. Mengatur acara berbagi pandangan dan bertukar pengalaman antar peserta dalam melakukan
perbaikan peralatan medik.
6. Menerangkan dan menjelaskan masing-masing pokok bahasan dengan bahan tayangan digital.
(pokok bahasan 1, 2 dan 3 beserta sub pokok bahasan).
7. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk memperagakan cara perbaikan peralatan medik.
8. Setelah selesai peragaan , seluruh kelompok mendiskusikan dalam kelas dan mengambil
kesimpulan sebelum klarifikasi.
9. Refleksikan proses pembelajaran sesi ini.
10. Tutup sesi dengan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta .

62

VI. URAIAN MATERI

Pokok bahasan 1 : PROSEDUR TETAP PERBAIKAN


Prosedur tetap perbaikan merupakan standar baku yang harus diikuti oleh teknisi elektromedis dalam

melaksanakan kegiatan perbaikan alat yang mengalami kerusakan.

Prosedur tetap peebaikan disusun oleh teknisi elektromedis yang bertugas melaksanakan

pemeliharaan dan perbaikan alat.

Kegiatan perbaikan yang dilaksanakan tanpa mengacu pada Protap Perbaikan adalah pelanggaran

terhadap Kode Etika Profesi.

Prosedur tetap perbaikan merupakan salah satu persyaratan akreditasi pelayanan rumah sakit,

sehingga adanya prosedur tetap perbaikan sangat diperlukan oleh rumah sakit.

Sub pokok bahasan 1 : Format prosedur tetap perbaikan


Format protap harus ditentukan dan disosialisasikan kepada semua pihak yang berkepentingan
dengan perbaikan alat.

Berikut adalah contoh format prosedur tetap perbaikan peralatan medik :

63
PROSEDUR TETAP PERBAIKAN PERALATAN MEDIK

LOGO PROSEDUR TETAP PERBAIKAN Disahkan oleh :


RUMAH SAKIT ( NAMA PERALATAN MEDIK) Direktur Rumah Sakit
....... , .., ..... .... ... .. , ..... .... .... ....

Mer k
Type I Model :
Nomor Seri ( .. ... ............ .. .... .. ... ... )
Direktur
No. Dokumen : Tanggal: Halaman : ,

... ... , ....... .... . .... , ... ... .. ...... .. . , .... .. ..... ........ .. .

Revisi Ke: No. Revisi : Tanggal :


.... ... ,., .... .. ... ... .... .. ....... ..... ... .. , ... ... , ... ....

1. Pengertian

2. Kebijakan

3. Tujuan

4. Petugas

5. Prasyarat

6. Peralatan
I
7. Prosedur

8. Unit ke~a terkait

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis

64
Sub Pokok Bahasan 2: Prasarat
Prasyarat yang harus dipenuhi pada Perbaikan adalah sebagai berikut :
1. Kualifikasi SOM memadai, minimal STM terlatih, 02 Elektromedik, 03 Elektromedik Teknisi
tersebut harus tersertifikasi
2. Alat kerja dan alat ukur lengkap. Alat kerja terdiri dari Tool set elektronik dan tool set
mekanik, tersedia. Alat ukur sesuai dengan masing-masing alat, tersedia. Alat Ukur harus
terkalibrasi.
3. Ookumen teknis penyerta meliputi : Protap perbaikan, pengoperasian alat dan Service
Manual serla Diagram (schematis / Wiring ), tersedia.
4. Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu, tersedia.
5. Suku cadang dapat diperoleh .
6. Apabila alat menggunakan catu daya untuk pengoperasiannya, maka Kotak Kontak harus
dilengkapi hubungan pembumian dengan nilai tahanan < 5 Ohm.
7. Mekanisme kerja harus jelas, diketahui dengan baik oleh semua pihak terkait dengan
perbaikan alat.
8. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan.

Apabila prasyarat tersebut tidak semuanya dipenuhi tetapi kegiatan perbaikan tetap dilakukan,

maka dapat dikatakan disini bahwa perbaikan alat tidak sesuai Prosedur tetap .

Resiko yang terjadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Teknisi pelaksana perbaikan.

Sub pokok bahasan 3: Persiapan


Persiapan adalah langkah-Iangkah yang harus dilakukan sebelum dilakukannya perbaikan, agar

kegiatan perbaikan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan tidak ada kendala pada saat

pelaksanaan perbaikan.

Tahap persiapan terdiri dari :

1. Menyiapkan Surat Perintah Kerja dari atasan pemberi tugas


2. Menyiapkan formulir lembar kerja perbaikan dan Formulir laporan kerja .
3. Menyiapkan dokumen teknis penyerta sesuai alat yang akan diperbaiki.
4. Menyiapkan alat ke~a dan alat ukur yang dibutuhkan dalam perbaikan (semua alat harus
didata, sehingga tidak ada yang hilang / tertinggal dilokasi .).
5. Menyiapkan bahan pemeliharaan , bahan operasional dan material bantu. (harus dirinci )
6. Memberitahukan kepada pengguna alat, mengenai rencana perbaikan kerusakan alat,
sebutkan rencana ke~a dan jadual waktu

Sub Pokok Bahasan 4: Pelaksanaan perbaikan


Kegiatan perbaikan adalah sebagai berikut :
1. Pendataan alat (perhatikan Lembar Kerja Perbaikan ).
2. Analisa kerusakan.
3. Identifikasi kebutuhan Suku Cadang.
4. Penyiapan Suku Cadang.
5. Perbaikan kerusakan alat, baik dengan atau tanpa suku cadang.
6. Uji Kine~a / Uji Fungsi.
7. Penyetelan / Adjustment.
8. Pengukuran aspek keselamatan (arus bocor, radiasi, tegangan lebih dll).

65
Sub Pokok Bahasan 5 : Pencatatan

Setelah perbaikan selesai dilaksanakan, tahap berikutnya adalah pencatatan, yang terdiri dari :

1. lsi formulir lembar kerja. Pengisian formulir lembar ke~a harus bertahap, sesuai tahap
kegiatan perbaikan.
2. lsi laporan kerja perbaikan. Gunakan format laporan yang baku.
3. Pengguna alat menanda tangani laporan kerja. Perhatikan hasil perbaikan, apakah yang
tertulis pada laporan kerja sesuai dengan kondisi alat saat itu.

Sub Pokok Bahan 6 : Pengemasan

Sebelum meninggalkan lokasi alat, lakukan pengemasan supaya tidak ada barang yang tertinggal.

Pengemasan dilakukan terhadap :

1. Alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan catatan supaya tidak ada barang yang tertinggal
atau hilang.
2. Dokumen teknis penyerta, dirapihkan dan disusun dengan baik.
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta kepada petugas di IPS RS
4. Bersihkan lokasi perbaikan alat dari barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi serta dari
tumpahan oli ! grease.

Sub Pokok Bahasan 7 : Pelaporan


1. Laporkan hasil perbaikan alat kepada Unit Pelayanan pengguna alat dan pemberi tug as.
Gunakan formulir laporan perbaikan yang sudah baku dan serahkan kembali alat yang telah
diperbaiki.
2. Apabila hasil perbaikan alat tetap rusak , berikan saran tindak lanjLit yang harus ditempuh agar
alat dapat diperbaiki.
Contoh : Suku cadang harus dipesan ke pabrik, Alat ukur yang diperlukan tidak dimiliki,
kemampuan teknisi setempat belum mampu dll

Pokok Bahasan 2 : FASILITAS PENUNJANG PERBAIKAN


Sub Pokok Bahasan 1 : Alat kerja dan alat ukur
1. Alat kerja terdiri dari Tool set Elektronik, Tool set Mekanik dan alat bantu,

Contoh : Vacuum cleaner, kompressor, tracker, dll.

Biasakan menggunakan alat kerja yang benar dengan ukuran yang sesuai.

2. Alat Ukur, untuk setiap Parameter! fungsi.

Dalam menggunakan alat ukur, perhatikan Range dari nilai yang akan diukur.

Alat ukur antara lain :

Multi meter ( digital! analog ).

Leakage Current Meter.

ECG Simulator

Universal Pressure Meter.

Thermo &Hygro Meter.

Analyzer.

Stop Watch .

Osciloscope.

3. Alat Bantu, seperti; trolley, tangga, kompresor. dll.

ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN PADA PERBAIKAN HARUS TERKALIBRASI.

66
Sub Pokok Bahasan 2 : Dokumen teknis penyerta
1. Diperoleh pada saat penerimaan alat, terdiri dari ;

Operation Manual / Petunjuk Pengoperasian.

Service Manual.

Diagram - Schematic atau Wiring

2. Disiapkan oleh Petugas di rumah sakit, meliputi :


Prosedur Tetap : Pengoperasian, Pemantauan Fungsi, Pemeliharaan dan Perbaikan alat.
Formulir Pelaporan : Lembar kerja perbaikan, Laporan hasil Perbaikan ( Korektif) .

Sub Pokok Bahasan 3: Suku cadang, bahan operasional dan material bantu
1. Suku Cadang / Spare Parts, adalah komponen atau bagian alat yang USIA pakainya tidak
dapat diprediksi, dipergunakan untuk keperluan Perbaikan.
Contoh : Sekering / fuse, Transistor, Tabung elektronik, Relay, Diode, dll.
2. Bahan Operasional, disiapkan oleh teknisi pemeliharaan, untuk melakukan uji fungsi/ uji
kinerja alat.
Contoh ; Kertas Rekam, Jelly, Aquades dll.
3. Material Bantu, adalah bahan yang diperlukan untuk membantu kegiatan perbaikan.
Contoh ; Contact cleaner, timah solder, Isolasi , Kain lap, Amplas, Cairan pembersih, dll.

Pokok Bahasan 3 : PELAKSANAAN PERBAIKAN SESUAI PROTAP

Sub pokok bahasan

1. Prosedur tetap Perbaikan Sphygmomanometer


2. Prosedur tetap Perbaikan Suction pump
3. Prosedur tetap Perbaikan Infusion pump
4. Prosedur tetap Perbaikan Electrocardiograph
5. Prosedur tetap Perbaikan Bedside monitor

(Untuk pembahasan prosedur tetap perbaikan perhatikan prosedur tetap perbaikan peralatan
medik).

VII. SIMULASI DAN PRAKTEK SESUAI PROTAP PERBAIKAN


Apabila konsep protap telah selesai disusun lakukan hal-hal berikut ini :
Cobalah menerangkan konsep protap tersebut pada kegiatan yang sebenamya ( simulasi ) dan
kemudian praktekkan.
Apakah urutan kerja sudah benar ?

Apakah mungkin untuk dilaksanakan ?

Bila belum, lakukan pemeliharaan seperlunya, sehingga mendapat kesepakatan dari anggota
kelompok.

PRESENTASI & DISKUSI


Pada akhir sesi penyusunan protap dan lembar kerja, setiap kelompok harus menyajikan hasil ke~anya

di depan kelompok lain.

Pada forum ini dlakukan diskusi untuk tercapainya kesepakatan bersama, meliputi :

1. Urutan kerja
2. Jenis kegiatan
67
3. Hasil pelayanan
4. Istilah yang digunakan.

Protap yang telah disepakati harus benar-benar siap untuk dilaksanakan.

Protap perbaikan peralatan medik yang telah siap harus dilaporkan dan dimintakan tanda tang an

Direktur rumah sakit.

Format Protap perbaikan dari satu rumah sakit sering berbeda dengan rumah sakit yang lain. Hal

tersebut tidak masalah, asalkan materi yang terdapat dalam protap sama.

Yang harus diperhatikan ialah, bahwa protap tersebut harus disosialisasikan kepada semua pihak yang

terkait untuk diketahui dan diikuti.

VIII. REFERENSI

1. Service Manual untuk setiap alat, yang dikeluarkan oleh Pabrik pembuat alat.
2. Health Devices Inspection and Preventive maintenance System, Third Edition ECRI 1995,
Plymouth Meeting, PA. USA

68

MATERIINTI 6

NORMA KESELAMATAN KERJA

I. DESKRIPSI SINGKAT

Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah dikenal sejak lama yaitu tahun 1760 SM, dengan
adanya maklumat raja Babylonia Hammurabi yang dikenal dengan Hammurabi Code disebutkan
bahwa " Jika seorang arsitek membangun rumah untuk orang lain dan bangunan tersebut tidak
dikonstruksi sebagaimana mestinya, kemudian roboh dan megakibatkan meninggalnya seseorang,
maka arsitek tersebut harus dibunuh .
Pada puncak revolusi Industri ,Beardini Rammazzinimenls menulis "Discourse on the disease of
worker " yang membuat beliau dikenal sebagai bapak Occupational Medicine.Pendekatan keilmuan K3
diawali oleh H. W. Heinrich dengan penulisan pada buku "Industrial Inccident Prevention a Scientific
Approach"
Jika melihat pada kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja di perusahaan atau organisasi seperti ;
kejadian kebakaran di san juanrico (Mexico city, 1984), Bhopal ( India 1984), kebakaran di airport
Manchester (UK, 1985), Challenger spacecraft explosion (USA, 1986), Chernobyl (Ukraina, 1987) dan
kecelakan kereta api (Bintaro ,Jakarta) serta beberapa penyakit akibat pekerjaan seperti Carpal Tunnel
Syndrom, Low back pain, Neck Pain , Asbestosis, Silicosis, Jantung coroner, Kanker dan lain
sebagainya.
Dapat dibayangkan dan diperkirakan kerugian yang dialami aleh perusahaan dan organisasi , selain
resiko kerugian, perusahaan dan organisasi dituntut agar meningkatkan kualitas prod uk, lingkungan
dan pekerjanya.
Dalam era Globalisasi dan AFTA 2003, setiap perusahaan atau organisasi berlomba-Iomba untuk
meningkatkan produknya sehingga dapat bersaing ditingkat nasional , regional dan Internasional.
Labeling produk merupakan salah satu syarat apakah suatu produk perusahaan atau organisasi dapat
diterima oleh masyarakat dunia intemasional, Labeling tersebut antara lain meliputi SO 9000 (kualitas
dan mutu produk), ISO 14000 (Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan) ISO 18000 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja).
Sebagai jawaban akan hal tersebut dierlukan palksanaan kegiatan yang dilandasi oleh kebijakan yang
mendukung terlaksananya prnsip-prinsip K3 dengan tujuan meminimalisasi atau menghilangkan
kejadian yang menimbulkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja.

Dalam pelatihan ini peserta akan diberikan pengetahuan dasar yang menyangkut Norma Kesehatan
dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit yang meliputi :
1. Pemahaman tentang prinsip K3 di Rumah Sakit dan K3 Universal.
2. Peran K3 di Rumah Sakit.
3. Peraturan dan PerUndang-Undangan yang berlaku
4. Pengertian tentang Resiko,Bahaya dan Kecelakaan .
5. Mengenal Jenis bahaya yg ada ,penyebab serta dampak/kerugiannya.
6. Memahami metode pengendalian bahaya.
7. Mengetahui Nilai ambang batas bahaya yang diizinkan.

II. TUJUAN PELATUHAN

A. Tujuan umum pelatihan.


Pada akhir sesi ini peserta akan mampu mengetahui dan memahami tentang Norma Kesehatan
dan Keselamatan Kerja khususnya di Rumah Sakit.

69
Sebagai advisory body terhadap unit usaha Ikaryawan dalam penerapan K3.
Sebagai management tools dalam menjalankan fungsi control dan acuan untuk
pengambilan keputusan terutama dalam aspek K3.

3. PERATURAN DAN PER UNDANG·UNDANGAN K3 01 RUMAH SAKIT.


Peraturan dan perundang-undangan K3 d RS bersumber pada :

Peraturan Departemen Tenaga Kerja.

Peratuaran Departemen Kesehatan.

BATAN/BAPETEN.

- Ketentuan/peraturan dari Menteri KLH .


Peraturan perundang·undangan terse but antara lain:
UU No.4/1969 ; Ketentuan pokok mengenai Ketenagakerjaan.
UU No.1-1970 tentang Keselamatan kerja.
Permenaker NO.5/Men/1996 tentang SMK3.
Permenkes RI NO.986/Menkes/Per/1992 tentang persyaratan Kesling di RS.
Keputusan Dirjen PPM&PLP No.HK.00.66.6,44. tentang persyaratan dan Juknis tata
cara lingkungan RS.
UU NO. 8 tentang perlindungan Konsumen
8erbagai Ketentuan Menteri KLH.
Pedoman atau Standard internasional yang digunakan antara lain:
NIOSH, OSHA,CDC, US Dept of Health & Human Services, US Dept of Labor

Occupational Safety Health. Administration. WHO.

Hal tersebut diatas menernpatkan RS sebagai tanggung tergugat terhadap tuntutan bila

dituduhkan tidak mematuhi perundang-undangan diatas.

STANDARD KESElAMATAN LlSTRIK


Akibat Bahaya listrik :

- Terkejut (shock)

- Terjadi rasa lelah.

- Terjadi gangguan pernafasan.

- Vibrilasi Ventrikuler.

- Luka bakar.

TABEl AKIBAT BAHAYA LlSTRIK.


NO Arus Listrik Akibat Keterangan
1 0,1 mA Tdk menimbulkan akibat Ambang batas penerimaan
2 1-10 mA Pada umumnya tdk berakibat Kondisi Normal
3 10-100 mA Rasa Lemas. Kelelahan, Tergangtung besarnya arus.
gangguan Pernafasan
4 60-1000 mA Vibrilasi Ventrikuler
5 <1 Amper Luka bakar
.. .
" Tegangan 1 (satu) Volt dikenakan langsung pada seseorang yg memlllki tahanan tubuh 10
K Ohm akan mengalir arus sebesar 100 UA"
" Arus bocor melebihi 10 uA akan menyebabkan bahaya Mikroshock. "
II Standard PUlL untuk pentanahan > 5 Ohm dan Kabel pembumian alat kesehatan tidak
boleh lebih dari 0,15 Ohm"

71
Standard Internasional Kelistrikan mengacu kepada :

NEC (National Elektrical Comission)

IEC (International Electric Comission)

AAMI ( Association for the Advencement of Medical Instrument)

NFPA (National Fire Protection Assosiation)

STANDARD KESELAMATAN KERJA DALAM PENGGUNAAAN PERALATAN KESEHATAN


(arus bocor)

STO Patient area Non Patient Ground Power


Critical General area Wire Conductor
area area area To Chassis
Impedance
NEC
Leakage 100 uA 500 uA Less than 0,15 Ohms Greater than
from 1000.000 Ohms
chassis
NFPA
Chassis 100 uA 100 uA
Lead 50 uA -
Isolated 10 uA -
UL.544.
Chassis 100 uA 100 uA 0.10 Ohms
Lead 50 uA -
Isolated 10 uA -
AAMI
Chassis 100 uA 100 uA
Lead 50 uA -
Isolated 10 uA -

72
TABEL STANDARD PROTEKSI RADIASI.

BAHAN
Kerapatan (g/cm) Tabel dalam mili meter
50 kV 100 kV 150 kV
Timbal 11,3
0,18
0,84
0,96

Beton 2,35
13
55
70

Beton 2,2
22
68
101

Bata 1,8
36
104
145

Bata Berongga 3,2


5,4
7
14

Beton Barium 3,2


5,4
7
14

Baja 7,9
1,0
5,4
13

Beton beronga 0,63


76
230
328

udara
Gips 0,84
45
172
260

Akibat bahaya Radiasi.


Efek Somatik.

Efek Somatik Stokasis.

Efek Genetik

TABEL PENAHAN RADIASI UNTUK BERKAS PRIMER.

Tegangan Maksimum Jarak dari Fokus (m) Teba/ penahan radiasi


Tabung (kV) Pb (mm) Beton
kerapatan
2,35
g/cm3
100 2 1,8 150
3 1,6 130
5 1,2 100
125 2 2,1 170
3 1,8 150
5 1,3 110
150 2 2,2 190
3 1,9 170
5 1,4 130

TABEL STANDARD NILAI AMBANG BATAS DOSIS PENYINARAN SELURLIH TlIBUH (ICRP)

Organ / Jaringan tubuh Pekerja radiasi dewasa Anggota Masyarakat


Gonat, Sumsum tulan[ 5 Rem I tahun 0,5 Rem / tahun
Kulit,Tulang 30 Rem / tahun 3,0 Rem / tahun
Kelenjar gondok 30 Rem / tahun 3,0 Rem / tahun
Anggota badan 75 Rem / tahun 7,5 Rem I tahun
Organ lainnya 1,5 Rem / tahun 1,5 Rem / tahun

Catatan :
a. Untuk wanita hamildosis pada janin setelah diagnosa tidak boleh lebih dari 1 Rem/ tahun .
b. Untuk anak sampai usia 16 tahun kelenjar gondok maksimal terima 1,5 Rem / tahun .
c. Radiasi bocor pada jarak 1 meter dari focus tidak melebihi 100 Rem/jam

73
4. PENGERTIAN RESIKO, BAHAYA DAN KECELAKAAN KERJA.

HAZARD
Adalah suatu sumber potensi lancamam (resiko) yang dalam intensitas tertentu apabila terjadi
kontak dapat menimbulkan kecelakaan yang berakibat :
Kerusakan property.

Penyakit

Traumatic Injury.

Kegagalan bisnis/usaha.

KECELAKAAN (ACCIDENT)

Kejadian yang tak diharapkanl tidak diinginkan yang dapat menyebabkan :

1 Kehilangan nyawa.

2 Luka , gangguan jasmani,cacat.

3 Kerusakan dan kerugian harta benda .

4 Terganggunya kelancaran usaha.

5 Dampak lingkungan.

SEBAB-SEBAB KECELAKAAN :
BASIC Buruknya Kebijakan Manajemen,
Buruknya keputusan manajemen.
Gagalnya system pengawasan.
INDERECT Kurang ketrampilan.
Gangguan kapasitas pandang .
Drugs and alcohol .
DIRECT Situational factor.
Enviromental factor.

Basic dan Indirect menyebabkan unsafe act. ( Tindakan yang salah).


Direct menyebabkan Unsafe Condition (Kondisi yang kurang aman)

Kerugian I Dampak Kecelakaan .


Illness, Injury.

Absenteism

Loss.

Penurunan Produktivitas.

Penurunan Kinerja.

Penurunan Kepuasan ke~a

Penurunan kualitas pelayanan.

5. RUANG LlNGKUP K3-RS

"Semua kegiatan yang ada di RS dan berpotensi menimbulkan bahaya (fisik, kimia, biologi,
ergonomic dan psikososial).

74
lingkungan kerja di RS.
Khas.
Paparan/pajanan komplek.
Resiko/ancamam khas.

Dapat menimbulkan Kecelakaan kerja dan Penyakit akibat Ihubungan ke~a .

Contoh khas di RS : Infeksi Nosokomial tidak ditemui di lingkungan ke~a IIndustri lainnya.

SUMSER SAHAYA DI RUMAH SAKIT :


Bangunan dan fasiltas RS. ( Sarana ,Prasarana dan peralatan )

Aktivitas RS.

Petugas RS, Pasien, dan Pengunjung RS.

Faktor ekstemal : bencana , huru-hara, dll.

PAPARAN KHAS RUMAH SAKIT :


BIOLOGIS : Bakteri, Jamur, Virus, Protozoa dapat menimbulkan Infeksi Nosokomial.

KIMIA : Gas Anestesi, Cairan antiseptic/desinfektan, pestisida dll.

FISIK: Kebisingan, Pencahayaan, Radiasi, Suhu, listrik (freq, Tegangan dan Arus)

ERGONOMI : Rancang bangun yang falid.

PSIKOSOSIAL.

Dalam lingkup peke~aan paparan tersebut dapat diuraikan antara lain :


a. Pekerja Pemeliharaan (Maintenance worker).
Berpotensi terekspose oleh :

Solvent

Panas.

Asbestos.

Gas, Uap ( Pengelasan, Pemotongan)

Listrik.

Tools, Mesin.

Kebisingan .

Cairan mudah terbakar.

Benda jatuh.

Mengangkat.

Mendaki dll.

b. Peke~a di bagian GizL


Terpotong pisau.
Terbakar ( api, permukaan panas,Api)
Terpeleset, te~atuh lantai basahllicin.
Stress dan Kelelahan karena berdiri terlalu lama.
Terkena radiasi Microwave.
Kebisingan.
Mengangkat beban berat dll.

c. Perawat.

Penyakit Infeksius.

Mengangkat beban.

Bahan beracun.

Mengangkat, menekan dan menarik.

Radiasi

Jarum suntik.

Berdiri dalam waktu lama.

Penyakit pada tulang belakang.

Stress karena kerja shift dll.

75
d. Petugas Radiologi.

Radiasi sinar-X dan Isotop.

Penyakit Infecsius.

Bahan Kimia berbahaya.

Pengangkatan.

Menekan dan menarik beban dll.

e. Petugas Kamar Bedah.


Gangguan reproduksi karena kontaminasi Gas Anestesi.
Limbah subjek Infeksius.
Radiasi.
Listrik.
Instrumen tajam.
Mengangkat dll.

f. Petugas Laboratorium.

Penyakit Infeksius.

Bahan Beracun Berbahaya.

Bahan mudah meledak dan terbakar.

Limbah (kima, radioaktif dan infeksius) dll.

g. Petugas Laundry .

Lantai basah.

Mengangkat, Kebisingan dan panas,

Terbakar, Infeksius

Deterjen, sabun.

Limbah beracun dan Infeksius dll.

6. PENGENDALIAN BAHAYA.
Secara prinsip konsep pengendalian mempunyai hirarki sebagai berikut;
Eliminasi.
Subtitusi.
Rekayasa Teknis .
Administrasi.
Pemakaian APD.

Dan secara fungsi dapat di bagi menjadi :

Pengendalian Operasional.

Pengendalian Organisasi.

7. PENGENDALIAN OPERASIONAL
1. Pengendalian Paparan Kimia.
Bekerja sesuai SOP ( perilaku kerja yang aman).
Kenali jalan masuk ketubuh ( Kulit, mata, nafas, mulut dll)
Alat pelindung diri yang sesuai dan aman.
Kenali sifat kimianya dan dampak pada tubuh manusia.
Cari bahan alternative yang lebih aman.

2. Pengendalian Paparan biologis.

Beke~a sesuai SOP.

Menjaga Kesehatan air (pemeriksaan mutu air).

Pengelolaan limbah/sampah dengan benar.

Pengelolaan makanan dan minuman dengan baik.

76
Pengendalian serangga dan pengerat.

Prosedur sterilisasi dan desinfeksi yang benar.

Pengelolaan dobi yang benar.

P2K3 dan panitia Infeksi nosokomial yang efektif.

3. Pengendalian Paparan Fisik.


Kebisingan: Sumber ----- Generator, blower, AHU, Vacuum cleaner dll.
Ambang batas 85 db. Pengendalian: Sumber, Media, Peke~a
Suhu dan Iklim.
Akibat suhu tinggi : Miliaria, heat stress, heat cramps, heat exhaustion, heat stroke.
Pengendaliannya: Lingkungan ( tirai, AC, Ventilasi dan Isolasi), Pekerja (Air minum
cukup)
Radiasi, pencahayan dapat dikendalikan sesuai dengan hirarkidan kondisi yang
memungkinkan.

4. Pengendalian Psikososial.
Pengendaliannya :

Hubungan kerja atasan dan bawahan yang baik.

Lingkungan ke~a yang baik.

Pendelegasian kewenangan .

Keuangan/kesejahteraan.

5. Pengendalian faktor Ergonomi.


Pengendaliannya :
Penyesuaian tempat ke~a dengan dimensi dan ukuran tubuh.
Penyesuaian rancang bangun alat dengan ukuran dan postur tubuh .
Penyesuaian jenis pekerjaan dengan peke~a.
Penyesuaian jenis pekerjaan dengan metode ke~a.

8. PENGENDALIAN SECARA ORGANISASI


1. Identifikasi semua bahan kimia yg digunakan dan daftar.
2. Pasang label dengan tanda sesuai.
3. Persyaratan semua pemasok melengkapi dengan MSDS.
4. Penyimpanan bahan kimia yang aman.
5. Prosedur pengangkutan yang aman.
6. Budaya bersih, rapih dan aman.
7. Pendidikan dan pelatihan terencana.

VI. REFERENSI

1. Dr. Sumamur. P.K. MSc. 1989. Keselamatan Kerja danPencegahan Kecelakaan.


2. Dr.H. Budihartono, MBA. 2003. Pedoman Bimbingan Keselamatan Kebakaran dan Kewaspadaan
Bencana. Di~en Van Medik. Depkes RI.
3. DR. Syukri Sahab.MS. 1997. Teknik Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

77
'P ROSBDUR TBTAP

o PENGOPERASIAN
D PEMANTAUAN FUNGSI
D PEMEllHARAAN
D PERBAIKAN

SPHYGMOMANOMETER

1. PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN SPHYGMOMANOMETER

LOGO PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN Disahkan oleh:

RUMAH SAKIT
SPHYGMOMANOMETER Direktur RS

-- - ----------- -- - ----- - --------


Mer k
Type I Model
Nomor seri ( -----------------------------------)
Direktur

No Dokumen: Tanggal: Halaman:


1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pengoperasian Sphygmomanometer adalah bentuk dari


standar yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam
melaksanakan kegiatan pengoperasian Sphyg momanometer , yang
berdasarkan prasyarat dan urutan kerja yang harus dipenuhi . Prosedur ini
disusun berdasarkan pada petunjuk pengoperasian dan petunjuk lain yang
terkait, berupa : prasyarat, persiapan, pemanasan , pelaksanaan pengoperasian,
pengemasan dan penyimpanan, agar alat dapat difungsikan dengan baik untuk
mengukur tekanan darah sistim non invasive.

2. Tujuan . 1. Agar pengoperasian alat dilakukan secara benar


2. Agar didapatkan hasH diagnosa yang baik dan sempurna.
3. Agar pasien terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh kesalahan
pengoperasian I kesalahan diagnosa
4. Agar usia teknis alat dapat tercapai

3. Kebijakan Struktur Organisasi dan Tatalaksana Rumah Sakit

4. Prasyarat 1. SDM tersertifikasi


2. Alat laik pakai dan bersih
3. Aksesori lengkap dan baik
5. Prosedur 1. Tempatkan alat pada ruang tindakan
2. Buka tutup Sphygmomanometer
3. Buka penutup air raksa
4 Posisikan air raksa pada skala I'JOL
5. Periksa kondisi : tabung skala, slang, manset, katup / valve dan balon
6. Perhatikan protap pelayanan
7. Beritahukan kepada pasien, mengenai tindakan yang akan dilakukan
8. Kosongkan udara pada manset
9. Pasang manset pada posisi yang benar
10. Pasang Stetoscope secara benar
11 . Tutup katup pada balon
12. Pompa manset dengan cara memompa balon, perhatikan tabung skala
13. Lakukan pembacaan meter air raksa / pada tabung skala. dan detak
tekanan nadi pada stetoscope (nilai Sistolik dan Diastolik )
14. Apabila dipastikan pembacaan nilai tekanan darah telah benar, buka katup
perlahan lahan dan catat nilai penunjukan
15. Tutup penutup air raksa
16. Bersihkan manset dari keringat pasien
17. Kemas manset, slang dan bola. Kencangkang katup agar tidak terlepas
dari balon
18. Masukkan manset, slang dan bola kedalam kotak secara benar
Pastikan alat Sphygmomanometer dalam kondisi baik dan siap
difungsikan pada pemakaian berikutnya
19. Simpan alat ketempat semula
20 . Catat beban kerja alat -7 dalam jurrliah pasien

6. Unit kerja terkait Unit Pelayanan Pengguna Alat.

Disetujui oleh : Dibuat oleh:


Ka. Unit Pelayanan Pengguna alat
1.PROSEDURTETAPPEMANTAUANFUNGSI SPHYGMOMANOMETER

LOGO PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI Disahkan oleh:


RUMAH SAKIT SPHYGMOMANOMETER Direktur RS

Mer k ----­ ---­ -----­ -­ - ----­ -- -­ --­


Type I Model
Nomor seri
( ------------------------------)
Direktur
No Dokumen: Tanggal: Halaman:
1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap pemantauan fungsi Sphygmomanometer adalah bentuk


standar yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam
pemantauan fungsi Sphygmomanometer, yang berdasarkan prasyarat dan
prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan pada
petunjuk pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan kerja :
pendataan alat, pemantauan kondisi lingkungan, pemeriksaan kualitatif dan
pemeriksaan kuantitatif, sehingga dapat disimpulkan alat layak atau tidak
layak untuk difungsikan I dioperasikan.

2. Kebijakan Surat Keputusan Oirektur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Mengetahui kondisi lingkungan yang tersedia


2. Mengetahui kondisi fisik, fungsi komponen dan kinerja alat.
3. Mengetahui aspek keselamatan
4. Mengetahui alat layak atau tidak untuk difungsikan.

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. SOM tersertifikasi


2. Peralatan kerja dan alat ukur lengkap
3. Protap pemantauan fungsi, lembar kerja pemantauan fungsi dan protap
pengoperasian tersedia

6. Peralatan 1. Alat Kerja : Handy Tool Set.


Y Konektor.

2. Alat Ukur : Sphygmomanometer (terkalibrasi)


Pressure Meter. (terkalibrasi)
7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan surat perintah ke~a (SPK) .
2 Siapkan formulir lembar ke~a pemantauan fungsl. .
3. Siapkan protap pemantauan fungsi dan protap pengoperaslan a\at
4. Siapkan a\at kerja dan a\at ukur
5. Pemberitahuan kepada Unit pe\ayanan pengguna a\at

B. Pe\aksanaan
1. Lakukan pendataan alat
2. Lakukan pemantauan kondisi lingkungan
3. Lakukan pemeriksaan kualitatif (pemeriksaan fisik)
4. Lakukan pemeriksaan kuantitatif (pemeriksaan fungsi )
Perhatikan protap pengoperasian.

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir \embar ke~a pemantauan fungsi dan SPK
2. Simpulkan hasil Pemantauan Fungsi.
- A\at layak difungsikan.
- A\at tidak layak difungsikan.
3. Pengguna alat menandatangani lembar kerja dan
SPK pemantauan fungsi.

D. Pengemasan
1. Cek alat ke~a dan alat ukur sesuai lembar kerja
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3 Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Sphygmomanometer dan lokasi ke~a.

E. Laporan
1. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada Unit Pelayanan
pengguna alat dan saran tindak lanjut.
2. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada pemberi tugas.

8. Unit kerja terkait - Unit Pelayanan Pengguna alat

- Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS )

Disetujui oleh: Dibuat oleh :


KepaJa IPS RS Teknisi EJektromedis
1. PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN SPHYGMOMANOMETER

LOGO
PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN Disahkan oleh :

RUMAH SAKIT
SPHYGMOMANOMETER Direktur RS.

..................................

Me rk

Type/ Model

Nomor seri
(............ ... .... ... ................. )

Direktur

No. Dokumen :
Tanggal Halaman:

1/2
Revisl Ke:
No. Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur tetap pemeliharaan alat Sphygmomanometer, adalah bentuk


standar mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi
elektromedis dalam melaksanakan pemeliharaan alat Sphygmomanometer,
yang berdasarkan prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini
disusun berdasarkan pada service manual dan petunjuk lain yang teri<ait,
dengan urutan kerja: pembersihan, pelumasan, pengencangan, pengecekan
fungsi dan kondisi bagian alat, penggantian bahan pemeliharaan, pemeriksaan
kinerja, aspek keselamatan kerja dan penyetelan / adjustment. Kesimpulan
hasil pemeliharaan alat baik atau alat tidak baik .

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Agar pemeliharaan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar.


2. Alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai, sehingga usia teknis alat
dapat tercapai.

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. Alat kesehatan berfungsi.


2. SDM tersertifikasi
3. Alat kerja dan alat ukur lengkap.
4.
Dokumen teknis, protap pemeliharaan lembar kerja pemeliharaan dan
protap pengoperasian, tersedia. .

5. Bahan pemeliharaan dan material bantu, tersedla.

6. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan.

6. Peralatan 1. Alat Kerja : Tool Set Mekanik.

Y Konektor.

2. Alat Ukur Pressure Meter (teri<alibrasi)


.Ill LIK PER PUST AKAA
D~ ; Kf,SEH TAN

7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan Surat Perintah Kerja (SPK)
2. Siapkan formulir lembar kerja dan kartu pemeliharaan alat.
3. Siapkan
a. Service Manual.
b. Protap pemeliharaan dan protap engoperasian alat. :
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan dan material bantu ..
6. Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan pengguna alat.

B. Pelaksanaan pemeliharaan. ( perhatikan Service manual)


1. Lakukan pembersihan seluruh bagian alat.
2. Lakukan pelumasan pada bagian-bagian yang bergerak.
3. Lakukan pengencangan / tightening
4. Lakukan pengecekan fungsi dan kondisi bagian alat.
5. Lakukan penggantian bahan pemeliharaan.
6. Lakukan pemeriksaan kinerja dan aspek keselamatan ke~a .
7. Lakukan penyetelan / adjustment.
8. Kesimpulan hasil pemeliharaan.

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar kerja, kartu pemeliharaan
dan SPK.
2. Simpulkan hasil pemeliharaan
- Alat baik.
- Alat tidak baik
3. Pengguna alat menandatangani formulir lembar kerja dan SPK,
sebagai bukti pemeliharaan alat telah dilaksanakan .

D. Pengemasan
1. Cek alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan lembar kerja.
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Sphygmonometer dan lokasi pemeliharaan

E. Laporan.
1. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada Unit Pelayanan pengguna
alat dan serahkan kembali alat Sphygmomanometer yang telah
dipelihara.
2. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada pemberi tugas

8. Unit kerja terkait - Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS ).


- Unit Pelayanan pengguna alat.

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
1. PROSEDUR TETAP PERBAlKAN SPHYGMOMANOMETER

LOGO
PROSEDUR TETAP PERBAIKAN Disahkan oleh :

RUMAH SAKIT
SPHYGMOMANOMETER Direktur RS

MERK -- --- --- -- ----- ------ --------


TYPEI MODEL
NOMOR SERI
( ----------------------------------- )

Direktur

No. Dokumen :
Tanggal Halaman:

1/2
Revisi Ke:
No. Revisi : Tanggal :
I
1. Pengertian Prosedur tetap perbaikan alat Sphygmomanometer, adalah standar baku,
mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi ele'ktromedis
dalam melaksanakan perbaikan kerusakan alat Sphygmomanometer, yang
berdasarkan prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini
disusun berdasarkan pada service manual dan petunjuk lain yang terkait,
dengan urutan kerja : analisa kerusakan, penyiapan suku cadang, perbaikan,
penyetelan I adjustment, kalibrasi internal, uji kinerja dan pengukuran aspek
keselamatan kerja. Kesimpulan hasil perbaikan dapat disimpulkan alat baik
dan atau alat tidak baik

2. Kebijakan Surat Keputusan Oirektur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS I

3. Tujuan 1. Agar perbaikan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar


2. Alat yang mengalami kerusakan d~at d~erbai k i dan berfungsi kembali
4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. Alat kesehatan dalam kondisi rusak


2. SOM tersertifikasi
3. Alat kerja dan alat ukur lengkap
4. Ookumen teknis, protap perbaikan, lembar kerja perbaikan dan protap
pengoperasian, tersedia
5. Bahan pemeliharaan dan material bantu, tersedia
6. Suku cadang dapat diperoleh
7. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan

6. Peralatan 1. Alat Kerja Tool set Mekanik


Y Konektor

2. Alat Ukur Pressure Meter (terkalibrasi )

7. Prosedur A Persiapan
1. Siapkan Surat Perintah Kerja (SPK) I
2. Siapkan formulir lembar kerja perbaikan
3. Siapkan :
a. Service manual
b. Protap perbaikan dan protap pengoperasian alat
c. Riwayat perbaikan alat
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan dan material bantu
6. Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan
1. Lakukan analisis kerusakan
- Tanyakan kepada pengguna alat, mengenai gejala kerusakan .
- Lakukan trouble shooting, untuk mengetahui penyebab
kerusakan, bag ian alat / komponen / suku cadang yang
mengalami kerusakan. (perhatikan panduan analisis kerusakan,
dan service manual )
- Lakukan pendataan, bagian alatJkomponen/suku cadang yang
rusak, lengkap dengan data teknis dan nomor catalog

2. Siapkan suku cadang yang diperlukan


3. Lakukan langkah perbaikan (dengan atau tanpa suku cadang )
4. Lakukan penyetelan / adjustment, kalibrasi Internal
5. Lakukan uji kine~a dan pengukuran aspek keselamatan kerja

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulis lembar ke~a perbaikan. dan SPK.
2. Kesimpulan hasil perbaikan :
- Alat baik
- Alat tidak baik
3. Pengguna alat menanda tangani formulir lembar kerja perbaikan
dan SPK, sebagai bukti perbaikan alat telah dilaksanakan

D. Pengemasan.
1. Cek alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan lembar kerja.
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta.
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Sphygmomanometer dan lokasi perbaikan.

E. Laporan.
1. Laporkan hasil perbaikan alat kepada Unit Pelayanan
pengguna alat dan serahkan kembali alat Sphygmomanometer
yang telah diperbaiki.
2. Laporkan hasil perbaikan alat kepada pemberi tugas.

- Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS ).


8. Unit ke~a terkait
- Unit Pelayanan pengguna alat.

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS. Teknisi Elektromedis
LEMBAR KERJA PEMANTAUAN FUNGSI

Nama Rumah Sakit


Un it Pelayanan

Data Alat

Nama Alat SPHYGMOMANOMETER


Merk
Type / Model
Nomor Seri

Alat Kerja

Handy Tool set. DBaik DTidak Baik DTidak Ada


Y Konektor. DBaik DTidak Baik DTldak Ada

Alat Ukur

Nama Alat Merk/ Type No . Seri Masa Kalibrasi Ket

S~hyg moma nometer


Pressure Meter

Kelengkapan Administrasi Nomor Tanggal

Surat Perintah Kerja.

Protap Pemantauan Fungsi

Protap Pengoperaslan alat .

Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan Pengguna Alat

Pemantauan Kondisi Lingkungan

Suhu °c
Kelembaban -----%RH

Pemeriksaan Kualitatif ( Kondisi Fisik ).

Chasls / Selungkup .
Kotak alat.
Slang / Tubing
Tabung Skala
§Balk
Balk
Balk
Balk
Tldak
Tldak
Tidak
Tidak
Baik
Balk
Baik
Baik
Manset.

Katup / Valve .

Balon
§ § Baik
Balk
Baik
Tidak Baik
Tldak Baik
Tldak Baik

Air Raksa pel skala NOL Balk § Tidak Balk Kebersihan alat.
DBaik DTidak Baik

Pemeriksaan Kuantitatif ( Pemantauan Fungsi dan Aspek Keselamatan ).

Urai an Standard Toleransi Setting Keluaran Baik Tidak

Akurasi Penunjukan ± 0 3%
Kebocoran tekanan

Kinerja, mengacu pada Standard ECRI Nomor : 424 - 0595

Keluhan pada alat

KESIMPULAN
U AlAT LAYAK DIFUNGSIKAN
U AlAT TIDAK lAYAK DIFUNGSIKAN
SARAN :

Mengetahui, Nama Kota, .. .... ................ .. ................ .. ..

Pengguna alat Teknisi Elektromedis


LEMBAR KERJA PEMEUHARAAN
Nama Rumah Saklt
Unit Pelayanan

Data Alat
Nama Alat SPHYGMOMANOMETER
Merk
Type / Model
Nomor Seri

Alat Kerja

Tool set Mekanlk. DBaik Dndak balk DTldak ada


Y Konektor DBaik DTldak balk DTldak ada

Alat Ukur

Nama Alat Merkl Tvoe NO.Seri Masa Kallbrasl Ket

Pressure Meter.

Kelengkapan Admlnlstrasl • Dokumen Teknls Nomor Tanggal

Surat Perlntah Kerja.

Pemberltahuan kepada Unit Pelayanan .

Protap Pemellharaan.

Protap Pengoperaslan alat.

Service Manual DAda


D Tldak ada

Bahan Pemellharaan dan Material Bantu.

Air Raksa Ada ndak ada


Manset Ada Tldak ada
Tabung skala Ada ndak ada
Slang Ada ndak ada
Balon Ada ndak ada
Calran pemberslh Ada Tldak ada
Kaln Lap / tlssu Ada Tldak ada
Kapas dan Lidl. Ada Tldak ada

Pemerlksaan Kondlsl Flslk I Tlndakan Pemellharaan.


Lakukan Pemberslhan :
- Baglan luar D Balk D T1dak Balk
- Baglan Tabung Skala o Balk o T1dak Balk
Lakukan Pelumasan :
Lakukan Pengencangan :
- Slang D Balk D ndak Balk
Lakukan Pengecekan Fungsl dan Kondlsl baglan alat :

~ ~
- Batas skala NOL Balk ndak Balk
- penguncl Air Raksa Balk T1dak Balk
- Manset Balk T1dak Balk
- Balon dan Katup Balk Tldak Balk
- Pergerakan Air Raksa Balk Tldak Balk
- Volume Air Raksa Balk ndak Balk

Lakukan penggantlan Bahan Pemellharaan :


a. . . . . . . . . . . . . . . . . . .

b. . . . . • ... ...••.. . . .. . •..

c.
d.

Pemerlksaan Klnerja alat dan Aspek Keselamatan

Uralan Standard Toleransl Setting Keluaran

Akurasl Penunlukan ± 3% I Balk DTldak Balk


Kebocoran tekanan I Ada DTldak Ada

Klnerja, mengacu pad a Standard ECRI No. 424 - 0595

Penyetelan I Adjustment : .. • ••.••••.. •... ••. DBaik D Tldak Balk


KESIMPULAN

Hasil Pemeliharaan SPHYGMOMANOMETER, dapat disimpulkan :


1. Kondisi alat BAlK dan Layak difungsikan
2 . Kondisi alat TIDAK BAlK, karena :
a . . . . . ..... ... ... ... . . . .

b... . . .... .... .. .. . . .. .. .

c.... . . .. . . . . .. . . . . . .. . .

Saran tindak lanjut

§ Alat membahayakan, perlu Perbaikan segera


Perlu Penggantian Aksesori
Alat sudah tidak layak dioperasikan, usul Penghapusan

Mengetahui, Nama kota, ......


Pengguna alat Teknisi Elektromedis
LEMBAR KERJA PERBAIKAN

Nama Rumah Sakit


Unit Pelayanan

Data Alat
Nama Alat SPHYGMOMANOMETER
Merk
Type / Model
Nomor Seri

Alat Kerja

Tool set Mekanik DBaik DTldak Balk DTldak Ada

Alat Ukur

Nama Alat No. Serl Masa Kallbrasl Ket

Pressure meter

Kelengkapan Adminlstrasi &: Dokumen Teknls Nomor Tanggal

Surat Perlntah Kerja


Protap Pemellharaan
Protap Pengoperaslan alat
Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan Pengguna Alat
Service Manual DAda o Tidakada

Bahan Pemeliharaan dan Material Bantu

Air Raksa Ada Tidak ada


Tabung Skala Ada Tldak ada
Manset Ada Tldak ada
Slang Ada Tldak ada
Balon Ada Tidak ada
Cairan Pembersih Ada Tldak ada
Kain Lap / Tissu Ada Tldak ada
Kapas dan Lidi Ada Tldak ada

TINDAKAN PERBAIKAN

1. Gejala kerusakan alat

2. Hasil Trouble shooting / Analisa Kerusakan. ( Perhatikan Panduan Analisa Kerusakan


dan Service manual )
POWER .. MOTOR ,
KONTROl BOTOl r PAS/EN l
SUPPLY PUMP REGULATOR VAKUM
I

BLOK DIAGRAM

SUCTION PUMP

2. PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN SUCTION PUMP

LOGO PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN Disahkan oleh:


'.,
RUMAH SAKIT SUCTION PUMP Direktur RS

- ------- -----------.---.-------
Mer k
Type I Model
Nomor seri ( --------------------------------)
Oirektur
No Ookumen: Tanggal: Halaman:
1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pengoperasian Suction Pump adalah bentuk dari standar
yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam melaksanakan
kegiatan pengoperasian Suction Pump yang berdasarkan prasyarat dan urutan
kerja yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan petunjuk
pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait, berupa : prasyarat, persiapan,
pemanasan, pelaksanaan pengoperasian, pengemasan dan penyimpanan, agar
alat dapat difungsikan dengan baik untuk menghisap cairan yang tidak
diperlukan oleh tubuh manusia.

2. Tujuan 1. Agar pengoperasian alat dilakukan secara benar


2. Agar didapatkan hasil tindakan yang baik dan sempurna
3. Agar pasien dan operator terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh
kesalahan pengoperasian
4. Agar usia teknis alat dapat tercapai

3. Kebijakan Struktur Organisasi dan Tatalaksana Rumah Sakit

4. Prasyarat 1. SOM tersertifikasi


2. Catu daya sesuai dengan kebutuhan alat I

3. Kotak-kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian


4. Alat laik pakai dan bersih
5. Aksesori lengkap dan bgiK ._ '
5. Prosedur 1. Tempatkan alat pada ruang tindakan
2. Lepaskan penutup debu
3. Siapkan aksesori, ( Slang, Filter)
4. Periksa Pelampung I stop flow pada botot
5. Ganti filter
6. Periksa hubungan alat ke terminal pembumian
7. Hubungkan alat ke catu daya
8. Hidupkan alat dengan menekanl memutar tombol ON/OFF ke posisi ON
9. Periksa daya hisap dengan menempelkan jari tangan pada ujung slang .
Atur regulator daya hisap dari minimal sampai dengan maksimal
pemakaian. Pastikan daya hisap baik
10. Perhatikan protap pelayanan
11. Beritahukan kepada pasien, mengenai tindakan yang akan dilakukan
12. Atur daya hisap sesuai keperluan
13. Lakukan tindakan dan perhatikan cairan pada botol (tidak melebihi level
maksimum)
14. Setelah pengoperasian selesai, kembalikan posisi regulator pengatur daya
hisap keposisi minimum
15. Matikan alat dengan menekan I memutar tombol ONI OFF ke posisi OFF
16. Lepaskan hubungan alat dari catu daya
17. Lepaskan hubungan pembumian alat dengan terminal pembumian .
18. Lepaskan slang dan botol penampung, buang cairan dan bersihkan botol
dengan cairan disinfektan
19. Pasang slang pada botol
20. Pasang botol pada alat dan pastikan Suction Pump dalam kondisi baik
dan siap difungsikan pada pemakaian berikutnya
21 . Pasang penutup debu
22. Simpan alat dan aksesori ketempat semula
23. Catat beban ke~a alat ~ dalam jumlah pemeriksaan

6. Unit ke~a terkait Unit Pelayanan Pengguna Alat

Disetujui oleh: Dibuat oleh:


Ka Unit pelayanan Pengguna alat
2. PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI SUCTION PUMP

LOGO PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI Disahkan oleh:


RUMAH SAKIT SUCTION PUMP Direktur RS

Mer k -- --- -----. --- --- --- --------­


Type I Model
Nomor seri
( -------------------------------)
Direktur
No Dokumen: Tanggal: Halaman:
1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemantauan Fungsi Suction Pump. adalah bentuk standar
yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam
pemantauan fungsi Suction Pump. yang berdasarkan prasyarat dan prosedur
yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan pada petun juk
pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait dengan urutan kerja
pendataan alat. pemantauan kondisi lingkungan. pemeriksaan kualitatif dan
pemeriksaan kuantitatif. sehingga dapat disimpulkan alat layak atau tidak
layak untuk difungsikan 1dioperasikan.

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPSRS

3. Tujuan 1. Mengetahui kondisi lingkungan yang tersedia


2. Mengetahui kondisi fisiko fungsi komponen dan kinerja alat
3. Mengetahui aspek keselamatan
4. Mengetahui alat layak atau tidak untuk difungsikan

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. SDM tersertifikasi


2. Peralatan ke~a dan alat ukur lengkap
3. Protap pemantauan fungsi. lembar kerja pemantauan fungsi
dan protap pengoperasian tersedia
4. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian.

6. Peralatan 1. Alat Kerja : Handy Tool set.

2. Alat Ukur Multi Meter (terkalibrasi)


Leakage Current Meter (terkalibrasi)
Pressure Meter (terkalibrasi)
Thermohygrometer (terkalibrasi)
7. Prosedur A. Persia pan
1. Siapkan surat perintah kerja (SPK)

2 Siapkan formulir lembar kerja pemantauan fungsi.

3. Siapkan protap pemantauan fungs dan protap pengoperasian alat


4. Siapkan alat kerja dan alat ukur.
5. Pemberitahuan kepada Unit pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan
1. Lakukan pendataan alat
2. Lakukan pemantauan kondisi lingkungan
3. Lakukan pemeriksaan kualitatif (pemeriksaan fisik)
4. Lakukan pemeriksaan kuantitatif (pemeriksaan fungsi dan

aspek keselamatan) - perhatikan protap pengoperasian.

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar kerja pemantaua fungsi dan SPK
2. Simpulkan hasil Pemantauan Fungsi.

- Alat layak difungsikan.

- Alat tidak layak difungsikan.

3. Pengguna alat menandatangani lembar kerja dan

SPK pemantauan fungsi.

D. Pengemasan
1. Cek alat kerja dan alat ukur sesuai lembar kerja
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembal ikan alat ke~a, alat ukur, dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Suction Pump dan lokasi ke~a

E. Laporan
1. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada Unit Pelayanan
pengguna alat dan saran tindak lanjut.
2. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada pemberi tugas.

8. Unit kerja terkait : - Unit Pelayanan Pengguna alat

- Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPS RS )

Disetujui oleh : Dibuat oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
2. PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN SUCTION PUMP

LOGO PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN Disahkan oleh :


RUMAH SAKIT SUCTION PUMP Direktur RS.

Mer k
Type I Model
Nomor seri (...... .............. ....... ... .... .. )
Direktur

No. Dokumen : Tanggal Halaman:


~ __~~~____+-______~~=-~________~________1~/~2______~1
Revisi Ke : No. Revisi : Tanggal :

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemeliharaan alat Suction Pump adalah bentuk standar
mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi elektromedis
dalam melaksanakan pemeliharaan alat Suction Pump, yang berdasarkan I

prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun


berdasarkan pada service manual dan petunjuk lain yang terkait, dengan
urutan kerja : pembersihan, pelumasan, pengencangan, pengecekan fungsi
dan kondisi bagian alat, penggantian bahan pemeliharaan, pemeriksaan
kinerja, aspek keselamatan kerja dan penyetelan I adjustment. Kesimpulan
hasil pemeliharaan alat baik atau alat tidak baik.

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS .

3. Tujuan 1. Agar pemeliharaan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar.


2. Alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai, sehingga usia teknis alat
dapat tercapai.

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5 .Prasyarat 1. Alat kesehatan berfungsi.


2. SDM tersertifikasi
3. Alat ke~a dan alat ukur lengkap
4. Dokumen teknis, protap pemeliharaan lembar ke~a pemeliharaan dan
protap pengoperasian, tersedia.
5. Bahan pemeliharaan dan material bantu, tersedia
6. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian
7. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan

6. Peralatan 1. Alat Kerja: Tool set Mekanik


Vacuum Cleaner

2. Alat Ukur Multimeter (terkalibrasi)


Leakage Current Meter (terkalibrasi)
Ground Tester (terkalibrasi)
Pressure Meter (terkalibrasi)
~----------------,-----------------------------------------------~

7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan Surat Perintah Kerja (SPK)
2. Siapkan formulir lembar kerja dan kartu pemeliharaan alat.
3. Siapkan:
a. Service Manual.
b. Protap pemeliharaan dan protap engoperasian alat.
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan dan material bantu ..
6. Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan pengguna alat.

B. Pelaksanaan pemeliharaan. ( perhatikan Service manual ).


1. Lakukan pembersihan seluruh bagian alat.
2. Lakukan pelumasan pada bagian-bagian yang bergerak.
3. Lakukan pengencangan / tightening
4. Lakukan pengecekan fungsi dan kondisi bagian alat.
5. Lakukan penggantian bahan pemeliharaan.
6. Lakukan pemeriksaan kinerja dan aspek keselamatan kerja.
7. Lakukan penyetelan / adjustment.
8. Kesimpulan hasil pemeliharaan .

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar ke~a , kartu pemeliharaan
dan SPK.
2. Simpulkan hasil pemeliharaan
- Alat baik.
- Alat tidak baik.
3. Pengguna alat menandatangani formulir lembar kerja dan SPK,
sebagai bukti pemeliharaan alat telah dilaksanakan.

D. Pengemasan.
1. Cek alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan Lembar Kerja.
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Suction Pump dan lokasi pemeliharaan

E. Laporan.
1. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada Unit Pelayanan pengguna
alat dan serahkan kembali alat Suction Pump yang telah
dipelihara.
2. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada pemberi tugas

8. Unit kerja terkait - Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS ).


- Unit Pelayanan pengguna alat.

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
a. Service manual, diagram (schematic / wiring)
b. Protap perbaikan dan protap pengoperasian alat
c. Riwayat perbaikan alat
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan dan material bantu
6. Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan
1. Lakukan analisis kerusakan :
- Tanyakan kepada pengguna alat, mengenai gejala kerusakan .
- Lakukan trouble shooting, untuk mengetahui penyebab
kerusakan, bagian alat / omponen / suku cadang yang
mengalami kerusakan. (perhatikan pasnduan analisis
kerusakan, service manual dan diagram)
- Lakukan identifikasi, bagian alat / komponen / suku cadang
yang rusak, lengkap dengan data teknis dan nomor catalog
2. Siapkan suku cadang yang dipertukan
3. Lakukan langkah perbaikan (dengan atau tanpa suku cadang )
4. Lakukan penyetelan / adjustment, kalibrasi Internal
5. Lakukan uji kine~a dan pengukuran aspek keselamatan kerja

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulis lembar kerja perbaikan. dan SPK.
2. Kesimpulan hasil perbaikan :
- Alat baik
- Alat tidak baik
3 Pengguna alat menanda tang ani Formulir Lembar Kerja
Perbaikan dan SPK, sebagai bukti perbaikan alat telah dilaksanakan

D. Pengemasan
1. Cek alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan lembar kerja
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4 Bersihkan alat Suction Pump dan lokasi perbaikan

E. Laporan
1. Laporkan hasil perbaikan alat kepada Unit Pelayanan
pengguna alat dan serahkan kernbali alat Suction Pump
yang telah diperbaiki
2. Laporkan hasil perbaikan alat kepada pemberi tugas

- Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS )


8. Unit ke~a terkait
- Unit Pelayanan pengguna alat
Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :
Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
lEMBAR KERJA PEMANTAUAN FUNGSI

Nama Rumah Sakit


Un it Pelayanan

Data Alat

Nama Alat SUCTION PUMP


Merk
Type / Model
Nom or Seri

Alat Kerja

Handy Tool Set . OBaik OTidak Baik OTidak Ada

Alat Ukur

Nama Alat MerlU TYpe No . Seri Masa Kalibrasi Ket

Multi meter
lea kage Current Meter.
Thermohygrometer
Pressu re meter

Kelengkapan Administrasi Nomor Tanggal

Surat Perintah Kerja.

Protap Pemantauan Fungsi

Protap Pengoperasian alat .

Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan Pengguna Alat

Pemantauan Kondisi lingkungan

Suhu DC Tahanan Pembumlan Ohm .


Kelembaban ----%RH
Tegangan _ _ _ _ Volt

Pemeriksaan Kualitatif ( Kondisi Fisik )

~ ~
Baik Tidak

~ ~

Chasis / Selungkup Balk Foot switch.


Baik Tidak Ba i k
Kabel daya. Baik Tidak Baik lndikator
Baik Tidak Balk
Tabung Cairan Baik Tidak Baik Over flow protection
Baik Tidak Balk
Saklar ON / OFF Balk Tldak Baik Seal pada tutup.
Baik Tidak Baik
Sekring Baik Tidak Baik Contro l / Regulator
Balk Tidak Baik
Kebersihan alat.
Baik Tidak Baik

Pemeriksaan Kuantitatif ( Pemantauan Fungsi dan Aspek Keselamatan )

Uraian Standard Toleransi Setting Keluaran Baik Tirlak

Putaran Motor
Daya hisap maksimum. ± 03 %
Penunjukan meter.
Arus bocor pd Chasls . 100 \lA

Aspek Keselamatan Kerja, mengacu pada Standard lEC 601 1 - 1 , Class I , Type B.
Kinerja, mengacu pada Standard ECRl Nomor : 433 - 0595

Keluhan pada alat

KESIMPULAN
W AlAT lAYAK DIFUNGSlKAN.
U AlAT TIDAK lAYAK DIFUNGSlKAN.
SARAN:

Mengetahul, Nama Kota , ............ .. .. .......... .. .. .. ........ .. ..

Pengguna alat. Teknisi Elektromedis

LEMBAR KERJA PEMELIHARAAN


Nama Rumah Sa kit
Unit Pelayanan

Data Alat
Nama Alat SUCTION PUMP
Merk
Type / Model
Nomor Seri

Alat Kerja

Tool set Mekanlk D Baik Dndak Balk DTldak ada

Alat Ukur

Nama Alat Merk/ Tvoe No. Seri Masa Kalibrasi Ket


Multi Meter
Leakage Current meter
Ground Tester
Pressure Meter

Kelengkapan Admlnistrasl • Dokumen Teknis Nomor Tanggal

Surat Perintah Kerja


Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan
Protap Pemeliharaan
Protap Pengoperasian alat
Service Manual DAda D Tidak ada

Bahan Pemeliharaan dan Material Bantu

Sikat arang Ada Tldak ada


Lampu Indikator Ada Tidak ada
Contact Clea ner Ada Tldak ada
Seal penutup Botol Ada Tldak ada
Over Flow protection Ada Tldak ada
Cairan pembersih Ada Tldak ada
Kaln lap / tissu Ada Tldak ada
Kuas Ada Tidak ada
Grease / Pelumas Ada Tidak ada
Amplas Ada Tldak ada

Pemeriksaan Kondisi Fisik / Tindakan Pemeliharaan

Lakukan Pembersihan :
• Seluruh baglan alat D Balk D Tldak Balk
Lakukan Pelumasan :
· Bearing motor
Lakukan Pengencangan
o Balk o ndak Balk

· Sambungan Kabel, Mur, Baut D Balk D Tldak Balk


Lakukan Pengecekan Fungsi dan Kondisl baglan alat :

~ ~
· Sistim Catu Daya Balk Tldak Balk

· Saklar ON / OFF Balk Tldak Balk

• Kabel daya Balk Tidak Balk

· Over Flow protection Balk Tldak Baik

· Seal penutup Botol Balk Tldak balk

· Slang Balk Tldak Balk

· Foot Switch Balk Tldak Baik

Lakukan penggantlan Bahan Pemellharaan :


a ...... ..... . . . . . . . .

b. . .. .• .. . . •
c.
d.

Pemeriksaan Kinerja dan Aspek Keselamatan kerja

Uralan Standard Toleransl Setting Keluaran

Putaran Motor Balk ndak Balk


Daya HlsaQmaksimal ±3 % Balk Tidak Balk
Penunjukan Meter Balk Tldak Balk
Regulator daya hlsap. Balk Tldak balk
Arus Bocor od. Chasls. 100 IJA Balk Tldak Salk
Aspek Keselamatan Kerja, mengacu pada Standard IEC 601-1-1 Class I Type B.
Kinerja, mengacu pada Standard ECRI No . 433 - 0595.

Penyetelan I Adjustment D Balk D Tldak Ba lk

KESIMPULAN

Hasil Pemellharaan SUCTION PUMP, dapat dlslmpulkan :


1. Kondisl alat BAlK dan Layak dlfungslkan
2. Kondisl alat TIDAK BAlK, karena :
a . ...... .. . ..... .. . .. .. .

b . ... .. ...... . ..... . .... .


c. . ...... . .... .... , .... .

Saran tindak lanjut :

~
Alat membahayakan, perlu Perbaikan segera
Perlu Penggantlan Aksesori
Perlu Perbaikan oleh Pihak Ketiga
Alat sudah tidak layak dioperasikan, Usul Penghapusan

Mengetahui, Nama kota, ........

Pengguna alat Teknisi Elektromedis


LEMBAR KERJA PERBAIKAN

Nam a Ru ma h Sa kit
Uni t Pel ayanan

Data Alat
Nama Alat SUCTION PUMP
Merk
Type / Model
Nom or Seri

Al at Kerja

Tool Set Mekan ik DBaik DTldak Ba ik DTldak ada


Tracker DBaik . DTldak balk D Tldak Ada

Al at Ukur

Nama Alat Merk/ TYoe No. Serl Masa Kallbrasi Ket

Mul ti Meter
Leakag e Cu rrent Meter
Pressure Meter

Kelengkapan Admlnistrasi & Dokumen Teknls Nomor Tanggal

Surat Penntah Kerj a


Protap Pemel iharaan
Protap Pengoperasian alat
Pemberitahua n k epada Un it Pela yanan Pengguna Alat
Se rv ice Manua l DAda D Tidak ada
Dia gra m (Sch emati c / Wiri ng) DAda D Tidak ada

Bahan Pemeliharaan dan Material Bantu.

Si kat ara ng Ada Tldak ada


Bellri ng Ada ndak /ld/l
Lampu Indikator Ada Tidak /Ida
Seal Penutup Botol Ada ndak ada
Over Fl ow Protect ion Ada ndak ada
Con ta ct Cleane r Ada ndak ada
Pembersih karat Ada ndak ada
Cairan Pembe rslh Ada Tldllk ada
Ka ln Lap / Tissu Ada Tldak ada
Kuas Ada ndak ada
Grease / Pelumas Ada Tidak ada
Ampla s Ada Tldllk ada

TINDAKAN PERBAIKAN

1. Gejala kerusakan alat

2 . Hasil Trouble shooting I Anallsa Kerusakan. (Perhatlkan Panduan Anallsa Keru.akan.


Service manual dan Diagram)
3. Identifikasi kebutuhan SUKU CADANG, Bagian alat , Komponen

4. Penvediaan SUKU CADANG, Bagian alat, Komponen

Nama Data Teknis Jumlah

5. TINDAKAN PERBAIKAN

Penyetelan / Adjustment : .. . . . . . . .. ... .... . . D Baik D Tidak Baik

Pemeriksaan Kinerja alat dan Aspek Keselamatan kerja.

Uraian Standard Toleransl Settinq Keluaran

~
Putaran Motor Baik ~Tidak Baik
Daya Hisap Maksimum ± ) % Baik Tidak Balk
Penunjukan Meter Baik Tldak Baik
Regulator Daya Hisap Baik Tidak Baik
Arus Bocor Jld. Chasis 100J.JA Baik Tidak Baik

Aspek Keselamatan kerja, mengacu pad a Standard IEC . 601 -1-1 . Class I Type B.
Kinerja, mengacu pad a Standard ECRI Nomor. 4)) - 0595

KESIMPULAN

Hasil Perbaikan SUCTION PUMP, dapat dlslmpulkan :


1. Kondisi alat BAlK
2. Kondisi alat TIDAK BAlK, karena :
a.
b . .. . . . . . ... . . . . .. . . .. .. .

c... ..

Saran tindak lanJut

~
Alat membahayakan, tidak layak dioperasikan
Perlu Penggantian, Suku Cadang / Aksesori
Perlu perbaikan oleh pihak ketiga
Alat sudah tidak layak dioperasikan, usul penghapusan

Mengetahui, Nama kota,


Pengguna alat. Teknisi Elektromedis
PANDUAN ANALISA KERUSAKAN SUCTION PUMP

No KeJuhan Analisa Kerusakan Tindakan

1. Alat tidak hidup pilot - Tidak ada catu daya listrik - Periksa tegangan lisrtik pada
lamp tidak menyala Jala-lala
- Kabel daya putus - Perbaiki
- On/off switch rusak - Perbaiki switch/saklar
- Ganti switch/saklar
- Sekring putus - Periksa penyebab dan perbaiki
- Ganti sekring dengan nilai sama

2. Alat tidak dapat - Motor tidak bekerja - Periksa sikat arang/ganti


menghisap cairan - Cairan pada tabung penuh - Periksa dan buang cairan
- Cek kontrol motor/sikat plat
rotor/sirip rotor

3. Suction regulator - Selang kemungkinan bocor - Periksa selang yang bocor, bila
tidak berfungsi rusak ganti

mengatur kemampuan

daya hisap

4. Meter tidak dapat me ­ - Penunjukan jarum meter Udak - Perbaiki /ganti meter
nunjukkan besamya berfungsi
daya hisap

5. Foot switch tidak ber ­ - Rangkaian kabel putus - Perbaiki yang putus/ganti
fungsi
PKOSEDUK TETAP

D PENGOPERASIAN
D PEMANTAUAN FUNGSI
D PEMELIHARAAN
D PERBAIKAN

INFUSION PUMP

DISPLAY

MOTORPUPM

BATTERYI C P UI MOTOR DRIVE FLOWER SENSOR PASIEN


POWER CHARGER CIRCUIT CIRCUIT CIRCUIT
f---+ ~ ~ ~ f-'-t
SUPLLY
- -­ -­ -­

BLOK DIAGRAM

INFUSION PUPM

3. PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN INFUSION PUMP

LOGO PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN Disahkan oleh:


RUMAH SAKIT INFUSION PUMP Direktur RS

----------------­ --­ ----­ --­ --­


Mer k
Type I Model
Nomor seri ( ----------------------------------)
Oirektur
No Ookumen: Tanggal: Halaman:
1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pengoperasian Infusion Pump, adalah bentuk dari standar
yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam melaksanakan
kegiatan pengoperasian Infusion Pump, yang berdasarkan prasyarat dan
urutan kerja yang harus dipenuhi . Prosedur ini disusun berdasarkan pada
petunjuk pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait, berupa prasyarat,
persiapan, pemanasan, pelaksanaan pengoperasian, pengemasan dan
penyimpanan, agar alat dapat difungsikan dengan baik untuk mengatur
pemberian jumlah cairan infuse 1obat yang dimasukkan kedalam sirkulasi darah
pasiensecara langsung melalui vena

2. Tujuan 1. Agar pengoperasian alat dilakukan secara benar


2. Agar didapatkan hasil tindakan yang baik dan sempurna
3. Agar pasien dan operator terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh
kesalahan pengoperasian
4. Agar usia teknis alat dapat tercapai

3. Kebijakan 8truktur Organisasi dan Tatalaksana Rumah 8akit

4. Prasyarat 1. 80M tersertifikasi


2. Catu daya sesuai kebutuhan alat
3. Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian
4. Alat laik pakai dan bersih
5 Aksesori lengkap dan baik
5. Prosedur 1. Tempatkan alat pada ruang tindakan
2. Lepaskan penutup debu
3. Pasang cairan Infus dan hubungkan ke alat
4. Pasang Infusion set
5, Hubungan alat dengan catu daya
6. Hldupkan alat dengan menekanl memutar tombol ONI OFF ke posisi ON
7. Cek fungsi alarm
8, Lakukan pemanasan secukupnya
9. Perhatikan protap pelayanan
10. Beritahukan kepada pasien, mengenai tindakan yang akan dilakukan
11 . Alirkan cairan infus ke infusion set sampai tidak ada gelembung udara
12. Tentukan jumlah tetesan pemenit
13. Set alarm pada posisi ON
14. Lakukan tindakan
15. Setelah tindakan selesai, matikan alat dengan menekanl memutar tombol
ONI OFF ke posisi OFF
16. Lepaskan hubungan alat dan catu daya
17. Lepaskan infusion bag dan lepaskan slang-slang infuse. Pastikan bahwa
Infusion Pump dalam kondisi baik dan dapat difungsikan pada
pemakaian benkutnya
18. Pasang penutup debu
19. Simpan Infusion Pump ditempatnya
20. Catat beban kerja -7 dalam jumlah pasien

6. Unit ke~a terkait Unit Pelayanan Pengguna Alat

Disetujui oleh: Dibuat oleh:


Ka. Unit Pelayanan Pengguna alat
3. PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSIINFUSION PUMP

LOGO PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI Disahkan oleh:


RUMAH SAKIT INFUSION PUMP Direktur RS

Mer k ----..-----­ ------­ ---------­


Type 1Model
Nomor seri
( ------------------------------- )
Direktur
No Ookumen: Tanggal : Halaman:
1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemantauan Fungsi Infusion Pump, adalah bentuk standar
yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam
pemantauan fungsi Infusion Pump, yang berdasarkan prasyarat dan prosedur
yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan pada petunjuk
pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan ke~a :
pendataan alat, pemantauan kondisi lingkungan, pemeriksaan kualitatif dan
pemeriksaan kuantitatif, sehingga dapat disimpulkan alatlayak atau tidak
layak untuk difungsikan 1dioperasikan

2. Kebijakan Surat Keputusan Oirektur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Mengetahui kondisi lingkungan yang tersedia


2. Mengetahui kondisi fisik, fungsi komponen dan kinerja alat.
3. Mengetahui aspek keselamatan
4. Mengetahui alat layak atau tidak untuk difungsikan.

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. SOM tersertifikasi


2. Peralatan kerja dan alat ukur lengkap
3. Protap pemantauan fungsi , lembar kerja pemantauan fungsi dan protap
pengoperasian tersedia
5. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian

6. Peralatan 1. Alat Kerja Handy Tool Set.

2. Alat Ukur Leakage Current Meter (terkalibrasi)


Multi Meter (terkalibrasi)
Thermohygrometer (terkalibrasi)
7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan surat perintah ke~a (SPK)

2 Siapkan formulir lembar kerja pemantauan fungsi.

3. Siapkan protap pemantauan fungsi dan protap pengoperasian alat


4. Siapkan alat kerja dan alat ukur.
5. Pemberitahuan kepada Unit pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan
1. Lakukan pendataan alat
2. Lakukan pemantauan kondisi lingkungan
3. Lakukan pemeriksaan kualitatif (pemeriksaan fisik)
4. Lakukan pemeriksaan kuantitatif (pemeriksaan fungsi dan

aspek keselamatan) - perhatikan protap pengoperasian.

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar kerjapemantauan fungsi dan SPK
2. Simpulkan hasil Pemantauan Fungsi.

- Alat layak difungsikan.

- Alat tidak layak difungsikan.

3. Pengguna alat menandatangani lembar kerja dan SPK pemantauan


fungsi.

D. Pengemasan
1. Cek alat kerja dan alat ukur sesuai lembar kerja
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3 Kembalikan alat kerja, alat ukur, dokumen teknis penyerta ke tempat
semula

E. Laporan
1. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada Unit Pelayanan
pengguna alat dan saran tindak lanjut
2. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada pernberi tug as

8 Unit ke~a terkait : - Unit Pelayanan Pengguna alat

- Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS )

I •

Disetujui oleh: Dibuat oleh:


Kepada IPS RS Teknisi Elektromedis
3. PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN INFUSION PUMP

, - - - - - - - - - - - - - , - - -- -- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - , -- -- -- - - - - - - - - - -- - - ,

LOGO
PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN Disahkan oleh :

RUMAH SAKIT
INFUSION PUMP Direktur RS.

Mer k

Type 1Model

Nomor seri
( .... ................. .... ..... .... .. )
Direktur

No. Dokumen :
Tanggal Halaman:
1/2
Revisi Ke:
No. Revisi: Tanggal :

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemeliharaan alat Infusion Pump, adalah bentuk standar
mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi elektromedis
dalam melaksanakan pemeliharaan alat Infusion Pump , yang berdasarkan
prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan
pada service manual dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan kerja :
pembersihan, pelumasan, pengencangan, pengecekan fungsi dan kondisi
bag ian alat, penggantian bahan pemeliharaan, pemeriksaan kinerja, aspek
keselamatan kerja dan penyetelan I adjustment. Kesimpulan hasil
pemeliharaan alat baik atau alat tidak baik.

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tug as dan fungsi IPS RS.

3. Tujuan 1. Agar pemeliharaan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar.


2. Alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai, sehingga usia teknis alat

dapat tercapai.

4. Petugas I Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. Alat kesehatan berfungsi.


2. SDM tersertifikasi
3. Alat kerja dan alat ukur lengkap
4. Dokumen teknis ,protap pemeliharaan lembar kerja pemeliharaan dan
protap pengoperasian , tersedia
5. Bahan pemeliharaan dan material bantu, tersedia.
6. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian
7. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan

6. Peralatan 1. Alat Ke~a: Tool set Mekanik

Vacuum Cleaner

2. Alat Ukur Leakage Current Meter (terkalibrasi)

Multi Meter (terkalibrasi)

Ground Tester (terkalibrasi)

7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan Surat Perintah Kerja (SPK)
2. Siapkan formulir lembar kerja dan kartu pemeliharaan alat
3. Siapkan:
a. Service manual
b. Protap pemeliharaan dan protap pengoperasian alat
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan dan material bantu
6. Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan pemeliharaan. ( perhatikan Service manual)


1. Lakukan pembersihan seluruh bag ian alat.
2. Lakukan pelumasan pada bagian-bagian yang bergerak
3. Lakukan pengencangan / tightening
4. Lakukan pengecekan fungsi dan kondisi bagian alat
5. Lakukan penggantian bahan pemeliharaan
6. Lakukan pemeriksaan kinerja dan aspek keselamatan kerja
7. Lakukan penyetelan / adjustment
8. Kesimpulan hasil pemeliharaan

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar kerja, kartu pemeliharaan
dan SPK.
2. Simpulkan hasil pemeliharaan
- Alat baik.
- Alat tidak baik .
3. Pengguna alat menandatangani formulir lembar kerja dan SPK,
sebagai bukti pemeliharaan alat telah dilaksanakan.

D. Pengemasan.
1. Cek alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan Lembar Kerja
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Infusion Pump dan lokasi pemeliharaan

E. Laporan.
1. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada Unit Pelayanan pengguna
alat dan serahkan kembali alat Infusion Pump yang telah dipelihara.
2. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada pemberi tugas

8. Unit kerja terkait - Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS )


- Unit Pelayanan pengguna alat

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
lEMBAR KERJA PEMANTAUAN FUNGSI

Nama Rumah Sakit


Unit Pela yanan

Data Alat

Nama Alat INFUSION PUMP


Mer k
Type / Model
Nom or Seri

Alat Kerja

Handy Tool Set DBaik DTidak Baik DTidak Ada

Alat Ukur

Nama Alat Merk! Type No . Seri Masa Kalibrasi Ket


Leakage Current Meter
Multi Meter.
Therm ohygrometer

Kelengkapan Administrasi Nomor Tanggal

Surat Perintah Kerja.

Protap Pemantauan Fungsi

Protap Pengoperasian alat.

Pemberitahuan kepada Unit Pela yanan Pengguna Alat

Pemantauan Kondisi lingkungan


Suhu °c Tahanan Pembumian D Ohm
Kelembaban - - - - - % RH
Tegangan _ _ _ _ _ Volt

Pemeriksaan Kualitatif ( Kondisi Fisik )

~ ~
Baik Tidak
~B'ik ~T;d'k
Chassis / Selungkup Balk Alarm ";k
Sekring . Baik Tidak Baik Fitting / Konektor Baik Tidak Baik
Kotak kontak. Balk Tidak Baik Control Baik Ti d ak Baik
Kabel daya Baik Tidak Baik Nurse call Signal. Baik Tid ak Baik
Baterai Baik Tidak Balk
Saklar ON / OFF . Baik Tldak Balk keberslhan alat. DBaik DTidak Baik

Pemeriksaan Kuantitatif ( Pemantauan Fungsi dan Aspek Keselamatan )

Uraian Standard Tol eransi Settinq Keluaran Baik Tidak

Akurasi Jumlah Tetesan ± 0 3%


Gelembung udara
Arus Bocor pd Chasis 100 fJA
Tahanan kabel pemb. Alat 02 Ohm

Aspek Keselamatan Kerja, mengacu pada Standard IEC Nomor 601 1- 1, Class I Type B.
Kinerja, mengacu pada Standard ECRI Nomor : 416 - 0595.

Keluhan pada alat

KESIMPUlAN
W ALAT lAYAK DIFUNGSIKAN.
U AlAT TIDAK lAYAK DIFUNGSIKAN.
SARAN

Mengetahui , Nama Kota, ...


Pengguna aJat. Teknisi Elektromedis
LEMBAR KERJA PEMELIHARAAN
Nama Rumah Sa kit
Unit Pelayanan

Data Alat
Nama Alat INFUSION PUMP
Merk
Type / Model
Nomor Seri

Alat Kerja

Tool Set Elektronik DBaik DTidak Baik DTidak ada


Vacuum Cleaner DBaik DTidak baik DTidak ada

Alat Ukur

Nama Alat MerkJ TYoe No . Seri Masa Kalibrasi Ket

Leakage Current Meter


Multi Meter
Ground Tester

Kelengkapan Administrasi So. Dokumen Teknis Nomor Tanggal

Surat Perintah Kerja


Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan
Protap Pemeliharaan
Protap Pengoperasian alat
Service Manual DAda 0 Tidak ada

Bahan Pemeliharaan dan Material Bantu

Tidak

~ ~

Lampu Indikator Ada ada


Aquades Ada Tidak ada
Contact Cleaner Ada Tldak ada
Cairan Pembersih Ada Tidak ada
Kain lap / tissu Ada Tidak ada
Kuas Ada Tidak ada

Pemeriksaan Kondisl Flaik I Tindakan Pemeliharaan


Lakukan Pembersihan :
- Bagian luar
Lakukan Pelumasan :
o Baik D Tidak Baik

Lakukan Pengencangan
o
- Sambungan Kabel
- Konektor Slang
Lakukan Pengecekan Fungsi dan Kondisi bagian alat
Baik
DBaik B Tidak Baik

Tidak Baik

- Sistim Catu Daya Baik Tidak Baik


- Kabel Daya Baik Tidak Baik
- Saklar ON / OFF Baik Tidak Baik
- Baterai Balk Tidak Baik
- Fitting / Konektor Baik Tidak Baik
- Lampu Indikator Balk Tidak Baik
- Nurse Call Signal Balk Tidak Baik
- Alarm Balk Tidak Baik

Lakukan penggantian Bahan Pemeliharaan :


a............... . .. .

b . .. ..... .. .. . . ..... . ... .

c.... .. . ... . .. .. . . . ..... .

d.
e . ... . . , ... . . .. . . . . . . . . . .

4. PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI ELECTROCARDIOGRAPH - ECG

--

LOGO PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI


Disahkan oleh:
RUMAH SAKIT
ELECTROCARDIOGRAPH Direktur RS

Me rk -- --- _.. ---- ----- ..-.. --- ------­


Type I Model
Nomor seri
( ----------------------------- )
Direktur
No Dokumen: Tanggal: Halaman:
1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemantauan Fungsi Electrocardiograph, adalah bentuk


standar yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam
pemantauan fungsi Electrocardiograph, yang berdasarkan prasyarat dan
prosedur yang harus dipenuhi, prosedur ini dan disusun berdasarkan pada
petunjuk pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan kerja :
pendataan alat, pemantauan kondisi lingkungan, pemeriksaan kualitatif dan
pemeriksaan kuantitatif, sehingga dapat disimpulkan alat layak atau tidak
layak untuk difungsikan/dioperasikan.

2. Kebijakan. Surat Keputusan Direktur Rumah Sa kit tentang tug as dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Mengetahui kondisi lingkungan yang tersedia


2. Mengetahui kondisi fisik, fungsi komponen dan kinerja alat.
3. Mengetahui aspek keselamatan
4. Mengetahui alat layak atau tidak untuk difungsikan.

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. SDM tersertifikasi


2. Peralatan ke~a dan alat ukur lengkap
3. Protap pemantauan fungsi, lembar kerja pemantauan fungsi
dan protap pengoperasian tersedia
4. Bahan operasional tersedia
5. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian.

6. Peralatan 1. Alat Kerja Handy Tool Set.

2. Alat Ukur Multimeter (terkalibrasi)


ECG Simulator (terkalibrasi)
Leakage Current Meter (terkalibrasi)
Thermohygrometer (terkalibrasi)
7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan surat perintah kerja (SPK)

2 Siapkan formulir lembar kerja pemantauan fungsi.

3. Siapkan protap pemantauan fungsi dan protap pengoperasian alat


4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan operasional
6. Pemberitahuan kepada Unit pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan
1. Lakukan pendataan alat
2. Lakukan pemantauan kondisi lingkungan
3. Lakukan pemeriksaan kualitatif (pemeriksaan fisik )
4. Lakukan pemeriksaan kuantitatif (pemeriksaan fungsi dan

aspek keselamatan ) - perhatikan protap pengoperasian.

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian fonnulir lembar ke~apemantauan fungsi dan SPK
2. Simpulkan hasil Pemantauan Fungsi.

- Alat layak difungsikan.

- Alat tidak layak difungsikan.

3. Pengguna alat menandatangani lembar ke~a dan SPK pemantauan


fungsi

D. Pengemasan
1. Cek alat ke~a dan alat ukur sesuai lembar kerja
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat ke~a, alat ukur, dokumen teknis penyerta ke tempat
semula
4. Bersihkan alat Electrocardiograph dan lokasi kerja

E. Laporan
1. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada Unit Pelayanan
pengguna alat dan saran tindak lanjut
2. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada pemberi tug as.

B.Unit ke~a terkait - Unit Pelayanan Pengguna alat

- Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPS RS )

Disetujui oleh: Dibuat oleh:


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
4. PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN ELECTROCARDIOGRAPH - ECG

LOGO PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN Disahkan oleh :


RUMAH SAKIT ELCTROCARDIOGRAPH Direktu'r RS.

Mer k
Type 1Model
Nomor seri (..... .. ...... ..... .. ... .... .......... .. )
Direktur
No. Dokumen : Tanggal Halaman:
1/2
Revisi Ke: No. Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemeliharaan alat Electrocardiograph adalah bentuk standar


mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi elektromedis
dalam melaksanakan pemeliharaan alat Electrocardiograph, yang
berdasarkan prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun
berdasarkan pada service manual dan petunjuk lain yang terkait, dengan
urutan kerja : pembersihan, pelumasan, pengencangan, pengecekan fungsi
dan kondisi bagian alat, penggantian bahan pemeliharaan , pemeriksaan
kinerja, aspek keselamatan kerja dan penyetelan / adjustment. Kesimpulan
hasil pemeliharaan alat baik atau alat tidak baik.

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tug as dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Agar pemeliharaan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar.


3. Alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai, sehingga usia teknis alat
dapat tercapai

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5 .Prasyarat 1. Alat kesehatan berfungsi


2. SDM tersertifikasi
3. Alat kerja dan alat ukur lengkap
4. Dokumen teknis, protap pemeliharaan, lembar kerja pemeliharaan dan
protap pengoperasian, tersedia
5. Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu, tersedia.
6. Kotak kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian
7. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan

6. Peralatan 1. Alat Ke~a: Tool set Elektronik


Vacuum Cleaner

2. Alat Ukur Electrical Safety Analyzer (terkalibrasi)


Multi Meter (terkalibrasi)
Ground Tester (terkalibrasi)
ECG Simulator (terkalibrasi)
7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan Surat Perintah Kerja (SPK)
2. Siapkan formulir lembar ke~a dan kartu pemeliharaan alat.
3. Siapkan:
a. Service Manual.
b. Protap pemeliharaan dan protap pengoperasian alat.
4. Siapkan alat ke~a dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan , bahan operasional dan
material bantu..
6. Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan pengguna alat.

B. Pelaksanaan pemeliharaan (perhatikan Service manual ).


1. Lakukan pembersihan seluruh bagian alat.
2. Lakukan pelumasan pada bagian-bagian yang bergerak.
3. Lakukan pengencangan / tightening
4. Lakukan pengecekan fungsi dan kondisi bagian alat.
5. Lakukan penggantian bahan pemeliharaan.
6. Lakukan pemeriksaan kinerja dan aspek keselamatan kerja.
7. Lakukan penyetelan / adjustment.
8. Kesimpulan hasil pemeliharaan.

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar kerja, kartu pemeliharaan dan SPK
2. Simpulkan hasil pemeliharaan
- Al'at baik .
- Alat tidak baik .
3. Pengguna alat menandatangani formulir lembar ke~a dan SPK,
sebagai bukti pemeliharaan alat telah dilaksanakan.

D. Pengemasan .
1. Cek alat ke~a dan alat ukur, sesuaikan dengan lembar ke~a.
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat ke~a , alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Electrocardiograph dan lokasi pemeliharaan

E. Laporan.
1. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada Unit Pelayanan pengguna
alat dan serahkan kembali alat Electrocardiograph yang telah
dipelihara.
2. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada pemberi tugas

8 Unit ke~a terl<ait - Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS ).


- Unit Pelayanan pengguna alat.

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
4. PROSEDUR TETAP PERBAIKAN ELECTROCARDIOGRAPH - ECG

PROSEDU R TETAP PERBAIKAN Disahkan oleh :


LOGO Direktur RS.
RUMAH SAKIT ELECTROCARDIOGRAPH

MERK ..... ...... ... .... ... ·1·····


TYPE I MODEL :
NOMORSERI
(... ...... ........ ......... .. .... ....... )
Direktur
Tanggal Halaman:
No. Dokumen :
1/2
No. Revlsi: Tanggal:
Revisi Ke:

Prosedur Tetap Perbaikan aiat Electrocard,iog raph, adalah standar baku ,


1. Pengertian
mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi elektromedis
dalam melaksanakan perbaikan kerusakan alat Electrocard iograph yang
berdasarkan prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun
berdasarkan pada service manual dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan ,
kerja : analisa kerusakan, penyiapan suku cadang , perbaikan dengan atau tanpa
suku cadang , penyetelan ! adjustment, kalibrasi internal, uji kine8a dan
pengukuran aspek keselamatan ke~a . Kesimpu'lan hasil perbaikan alat baik
atau alat tidak baik.

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tugas dan tungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Agar perbaikan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar


2. Alat yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki dan berfungsi kembali
4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. Alat kesehatan dalam kond isi rusak


2. SDM tersertitikasi
3. Alat ke~a dan alat ukur lengkap
4. Dokumen teknis, protap pemaikan , lembai ke8a perbaikan dan
protap pengoperasian, tersedia
5. Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu, tersedia
6. Suku cadang dapat diperoleh
7. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian
8. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan

6. Peralatan 1. Alat Kerja Tool set Elektronik


Vacuum cleaner.
2. Alat Ukur Electrical Safety Analyzer ( terkalibrasi )
Multi Meter ( terkal ibrasi )
Ground Tester ( terkalibiasi )
ECG Simulator ( terkalibrasi )
Osciloscope ( terkalibrasi )

7. Prosedur A Persiapan
1. Siapkan S rat Perintah I{erja (SPK)
2. Siapkan iormulir lembar ke~a perbaikan
3. Siapkan :
a. Service manual, diagram (schematic / wiring)
b. Protap perbaikan dan protap pengoperasian alat
c. Riwayat perbaikan alat
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu
6. Pemberitabuan kepada unit pelayanan pengguna alat
B. Pelaksanaan
1. Lakukan analisis kerusakan
- Tanyakan kepada pengguna alat, mengenai gejala kerusakan.
- Lakukan trouble shooting, untuk mengetahui penyebab
kerusakan, bagian alat / komponen / suku cadang yang
mengalami kerusakan. (perhatikan panduan analisis kerusakan,
service manual dan diagram)
- Lakukan pendataan, bagian alat / komponen / suku cadang yang
rusak, lengkap dengan data teknis dan nomor catalog
2. Siapkan suku cadang yang diperlukan
3. Lakukan langkah perbaikan (dengan atau tanpa suku cadang )
4. Lakukan penyetelan / adjustment, kalibrasi internal
5. Lakukan uji kine~a dan pengukuran aspek keselamatan kerja
C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulis lembar ke~a perbaikan dan SPK
2. Kesimpulan hasil perbaikan :
- Alat baik.
- Alat tidak baik
3. Pengguna alat menanda tangani formulir lembar kerja perbaikan dan
sebagai bukti perbaikan alat telah dilaksanakan

D. Pengemasan
1. Cek alat ke~a dan alat ukur, sesuaikan dengan lembar ke~a
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat ke~a, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Electrocardiograph dan lokasi perbaikan

E. Laporan
1. Laporkan hasil perbaikan alat kepada Unit Pelayanan peng.guna ~I.at
dan serahkan kembali alat Electrocardiograph yang telah dlperbalkl
2. Laporkan hasil perbaikan alat kepada pemberi tugas

8. Unit ke~a terkait - Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS )


- Unit Pelayanan pengguna alat

Disetujui oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS. Teknisi Elektromedis
LEMBAR KERJA PEMANTAUAN FUNGSI

Nama Ru mah Sa ki t
Un it Pe lay ana n

Data Alat
ELECTROCARDIOGRAPH - ECG
Nama Alat
Merk
Type / Model
Nomor Seri

Alat Kerja
DBaik DTldak Balk OTida k Ada
Handy Tool Set.

Alat Ukur

MerkFTvoe No. Seri Masa Kalibrasi Ket l


Nama Alat
I
I
Multi Meter
ECG Simulator
1
Leakage Current Meter
I
Thermohyg rometer
1
Nomor Tanggal
Kelengkapan Administrasi

Surat Perintah Kerja


Protap Pemantauan Fungsl
Protap Pengoperasian alat
Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan Pengguna Alat

Pemantauan Kondisi Lingkungan

Suhu __________ oC Tahanan Pembumlan Ohm .


Kelembaban __________ % RH
Tegangan Volt
Sumber Interferensi r-O-rA"-d"'-a--"TO---'Tldak ada

Pemeriksaan Kualitatif ( Kondisi Fisik )

Chassis/ Selungkup.
Balk Tldak Balk Patient Cable. Baik Tldak Baik
Kotak kontak
Balk Tldak Baik Electrode / Straps. Balk Tldak Balk
Saklar ON /OFF .
Balk Tidak Balk Battery/ Charger Balk Tidak Balk
Kabe l daya.
Balk Tldak Balk 1 mV Step Response Balk Tldak Balk
Sekring .
Balk Tidak Balk Fitting / Konektor Balk Tldak Baik
Control
Balk Tldak Balk Terminal pembumlan Ba lk Tidak Baik
Display / Tampilan
Balk Tldak Baik Keberslhan alat Balk Tidak Baik

Pemeriksaan Kuantitatif ( Pemantauan Fungsi dan Aspek Keselamatan )

Uraian Standard Toleransl Settinq Keluaran Baik Tidak

Paper Speed.
Li nearity .
Frequency Response .
Hasil perekaman .
Arus Bocor pd. Chasis . 100 ~A I
Arus Bocor pd . Electrode 10 ~A
Tahanan kabel pemb . Alat 02 Ohm

Asp ek Keselamatan Kerja, mengacu pada Standard lEe. Nomor 60 1, 1-1


Klnerja, mengacu pada Standard ECRI Nomor: 410, 0595 .

Keluh an pad a alat


KESIMPULAN
W ALAT LAYAK DIFUNGSIKAN.
U ALAT TIDAK LAYAK DIFUNGSIKAN.
SARAN

Mengetahui, Nama Kota, .. ..................... ............. ..... .. .

Pengguna alat. Teknisi Elektromedis


LEMBAR KERJA PEMELIHARAAN
Nama Rumah Sa kit
Unit Pelayanan

Data Alat
Nama Alat ELECTROCARDIOGRAPH - ECG
Merk
Type / Model
Nomor Serl

Alat Kerja

Tool set Elektronik. DBaik DTldak balk DTldak ada


Vacuum Cleaner. DBaik DTldak balk DTldak ada

Alat Ukur

Nama Alat Merk/ Ty~e No. Serl Masa KallQrasl Ket

Electrical Safety Analyz


Multi Meter
ECG Simulator
Ground Tester

Kelengkapan Admlnistrasl &. Dokumen Teknis Nomor Tanggal

Surat Perintah Kerja


Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan
Protap Pemeliharaan
Protap Pengoperaslan alat
Service Manual o Ada 0 Tidak ada

Bahan Pemeliharaan Bahan Operasional dan Material Bantu

lampu Indikator Ada Tldak ada


Baterai Ada Tidak ada
Patient Cable Ada Tldak ada
Electrode & Straps Ada TJdak ada
Pasta / Jelly Ada Tldak ada
Kertas Rekam Ada Tldak ada
Contact Cleaner Ada Tldak ada
Calran Pemberslh Ada Tldak ada
Kain lap / Ti ssu Ada Tldak ada
Kuas Ada Tldak ada

Pemerlksaan Kondisl Flslk / Tlndakan Pemellharaan

lakukan Pembersihan

- Bagian Luar

- Bagian Dalam

o
o
Balk
Balk oo Tldak Ba i k
Tidak Baik
Lakukan pelumasan
- Motor penggerak kertas
Lakukan Pengencangan :
o Balk o Tldak Balk

- Sambungan kabel, Mur, Baut


Lakukan Pengecekan Fungsi dan Kondlsl bagian alat :
o Balk o Tldak Balk

- Sistlm Catu Daya Balk Tldak Balk


- Kabel Daya Balk Tldak Baik
- SakJar ON / OFF Balk Tidak Balk
- Patient Cable Balk Tidak Baik
- 1 mV Response Balk Tldak Balk
- Batera l / Charger Balk Tldak Balk
- Electrode & Straps Balk Tlda k Balk
- Control Balk Tldak Balk

lakukan pengg antian Bahan Pemeliharaan :


a .. . ... . . . .. .. . . . . . .

b.... • . ... . . • .. • ...• . . • ..


c . . , , .. . . . . .. . . . .. . .. . .. .

d . . . . .. . . .. . • . . . . . ... . .•

e . ... , . . . . .. . . , , . . . . . .. . .
Pemeriksaan Kinerja dan Aspek Keselamatan Kerja

Uraian Standard Toleransi Setting Keluaran


Baik Tidak Baik
Pager Speed ± 2% Baik Tidak Baik
linearit' Baik Tidak Baik
Fr~quensi Response Baik Tidak Baik
Hasil Perekaman Baik Tidak Baik
Arus BocorJld. Chasis 100 ~A Baik Tidak Baik
Arus BocorJld . Electrode 10jJA Baik Tidak Baik
Tahanan kabel pemb. Alat 02 Ohm Baik Tidak Baik

Aspek Keselamatan Kerja, mengacu pada Standard IEC 601-1-1


Kinerja, mengacu pada Standard ECRI No. 410 - 0595

Penyetelan / Adjustment o Baik o Tidak Baik

KESIMPULAN

Hasil Pemeliharaan ELECTROCARDIOGRAPH, dapat disimpulkan :


1. Kondisi alat BAlK dan Layak difungsikan
2. Kondisi alat TlDAK BAlK, karena :
a... . .................. .

b. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

c. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. .

Saran tindak lanjut

~
Alat membahayakan, per/u Perbaikan segera
Perlu Penggantian Aksesori
Perlu Perbaikan oleh Pihak Ketiga
Alat sudah tidak layak dioperasikan, Usul Penghapusan

Mengetahui, Nama kota, ............................................

Pengguna alat. Teknisi Elektromedis


...
,. NIBP
BOARD

ECG .'" PO~VER PROCESSOR MONITOR


PAS IEN .lIo.
,. -"" ,"" ,. I

BOARD ,.... AMPLIFIER CONTROL RECORDER


.,.
I
..
!
i!
...
SP02 ~
,.. .;
BOARD
r POWER r
SUPPLY

BLOK DIAGRAM

BEDSIDE MONITOR

5. PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN BEDSIDE MONITOR

LOGO PROSEDUR TETAP PENGOPERASIAN Disahkan oleh:

RUMAH SAKIT
BEDSIDE MONITOR Direktur RS

------- --- ------- - ---- - -- -----

Mer k
Type I Model
Nomor seri ( -------------------------------)
Direktur

No Dokumen: Tanggal: Halaman:


1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal :

1. Pengertian Prosedur Tetap Pengoperasian Bedside Monitor, adalah bentuk dan standar
yang berupa cara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam me'laksanakan
kegiatan pengoperasian Bedside Monitor yang berdasarkan prasyarat dan
urutan kerja yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan pada
petunjuk pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait, berupa prasyarat,
persiapan, pemanasan, pelaksanaan pengoperasian , pengemasan dan
penyimpanan , agar alat dapat difungsikan dengan baik untuk memonitor vital
sign pasien dalam bentuk pulsa atau digital secara terus menerus dengan baik

2. Tujuan 1. Agar pengoperasian alat dilakukan secara benar


2. Agar didapatkan hasil pemeriksaan 1diagnosa yang baik dan sempurna.
3. Agar pasien dan operator terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh
kesalahan pengoperasian
4. Agar usia teknis alat dapat tercapai

3. Kebijakan Struktur Organisasi dan Tatalaksana Rumah Sakit

4. Prasyarat 1. SDM tersertifikasi


2. Catu daya sesuai dengan kebutuhan alat
3. Kotak-kontak dilengkapi dengan hubungan pembumian
4. Alat laik pakai dan bersih
5. Aksesori lengkap dan baik
6. Bahan operasional tersedia
5. Prosedur 1. Lepaskan penutup debu
2. Siapkan aksesoris dan pasang sesuai kebutuhan
3. Hubungkan alat ke terminal pembumian
4. Hubungan alat dengan catu daya
5. Hidupkan alat dengan menekanl memutar tombol ONI OFF ke posisi ON
6. Set rentang nilai (range) untuk temperature, pulse dan alarm
7. Perhatikan protap pelayanan
8. Beritahukan kepada pasien, mengenai tindakan yang akan dilakukan
9. Hubungakan patient cable, strap electrode dan chest electrode ke objek
(pasien) dan pastikan bahwa patient cable, sudah terhubung dengan baik
dan benar pada pasien dan alat.
10. Lakukan monitoring
11. Lakukan pemantauan display terhadap heart rate, ECG wave form, pulse,
temperature, saturasi oksigen (Sp02), NiBP, tekanan hemodinamik
12. Setelah pengoperasian selesai, matikan alat dengan menekanl memutar
tombol ONI OFF ke posisi OFF
13. Lepaskan hubungan alat dari catu daya
14. Lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian
15. Lepaskan patient cable, strap electrode, chest electrode dan bersihkan
16. Bersihkan alat. Pastikan bahwa Bedside Monitor dalam kondisi baik dan
siap difungsikan pada pemakaian berikutnya
17. Pasang penutup debu
18. Simpan alat dan aksesori ketempat semula
19. Catat beban kerja -7 dalam jumlah pasien

6. Unit kerja tekait Unit Pelayanan Pengguna Alat

Disetujui oleh: Dibuat oleh:


Ka Unit Pelayanan Pengguna alat
5. PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI BEDSIDE MONITOR

LOGO PROSEDUR TETAP PEMANTAUAN FUNGSI Disahkan oleh:


RUMAH SAKIT BEDSIDE MONITOR Direktur RS

Me rk -- ---- --- ------ -- ------------


Type I Model
Nomor seri
( ------------------------------- )
Direktur
No Dokumen: Tanggal: Halaman:
1/2
Revisi ke: No Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemantauan Fungsi Bedside Monitor, adalah bentuk dari
standar yang berupa eara atau langkah-Iangkah yang harus diikuti dalam
pemantauan fungsi Bedside Monitor, yang berdasarkan prasyarat dan
prosedur yang harus dipenuhi, prosedur ini disusun berdasarkan pada
petunjuk pengoperasian dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan ke~a :
pendataan alat, pemantauan kondisi lingkungan, pemeriksaan kualitatif dan
pemeriksaan kuantitatif, sehingga dapat disimpulkan alat layak atau tidak
layak untuk difungsikan / dioperasikan.

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Mengetahui kondisi lingkungan yang tersedia


2. Mengetahui kondisi fisik, fungsi komponen dan kinerja alat
3. Mengetahui aspek keselamatan
4. Mengetahui alat layak atau tidak untuk difungsikan

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. SDM tersertifikasi


2. Peralatan kerja dan alat ukur lengkap
3. Protap pemantauan fungsi, lembar ke~a pemantauan fungsi dan protap
pengoperasian tersedia
4. Bahan operasional tersedia
5. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian

6. Peralatan 1. Alat Kerja Handy Tool set

2. Alat Ukur Multimeter (terkalibrasi)


Leakage Current Meter (terkal ibrasi)
ECG Simulator
Thermohygrometer (terkalibrasi)
7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan surat perintah ke~a (SPK)

2 Siapkan formulir lembar ke~a pemantauan fungsi.

3. Siapkan protap pemantauan fungsi dan protap pengoperasian alat


4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan operasional.
6. Pemberitahuan kepada Unit pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan
1. Lakukan pendataan alat
2. Lakukan pemantauan kondisi lingkungan
3. Lakukan pemeriksaan kualitatif (pemeriksaan fisik)
4. Lakukan pemeriksaan kuantitatif (pemeriksaan fungsi dan aspek
keselamatan) - perhatikan protap pengoperasian.

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar ke~a pemantauan fungsi

dan SPK

2. Simpulkan hasil Pemantauan Fungsi.

- Alat layak difungsikan.

- Alat tidak layak difungsikan.

3. Pengguna alat menandatangani lembar ke~a dan SPK pemantauan


fungsi.

D. Pengemasan
1. Cek alat ke~a dan alat ukur sesuai lembar ke~a
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3 Kembalikan alat ke~a, alat ukur, dokumen teknis penyerta ke tempat
semula

E. Laporan
1. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada Unit Pelayanan
pengguna alat dan saran tindak lanjut.
2. Laporkan hasil pemantauan fungsi kepada pemberi tugas.

8. Unit ke~a terkait - Unit Pelayanan Pengguna alat

- Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPS RS )

Disetujui oleh: Dibuat oleh:


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
5. PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN BEDSIDE MONITOR

LOGO PROSEDUR TETAP PEMELIHARAAN Disahkan oleh :


RUMAH SAKIT BEDSIDE MONITOR Direktur RS.

Me rk
Type 1Model
Nomor seri ( .. .. .. . .... .. ... .... ..... .. .. ... .. .. )
Direktur
No. Dokumen : Tanggal Halaman:
1/2
Revisi Ke: No. Revisi: Tanggal:

1. Pengertian Prosedur Tetap Pemeliharaan alat Bedside Monitor, adalah bentuk standar
mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi elektromedis
dalam melaksanakan pemeliharaan alat Bedside Monitor, yang berdasarkan
prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun berdasarkan
pada service manual dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan kerja :i
pembersihan, pelumasan, pengencangan, pengecekan fungsi dan kondisi
bagian alat, penggantian bahan pemeliharaan, pemeriksaan kinerja, aspek
keselamatan kerja dan penyetelan 1 adjustment. Kesimpulan hasil
pemeliharaan alat baik atau alat tidak baik .

2. Kebijakan Surat Keputusan Oirektur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Agar pemeliharaan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar


2. Alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai, sehingga usia teknis alat
dapat tercapai

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. Alat kesehatan berfungsi


2. SOM tersertifikasi
3. Alat kerja dan alat ukur lengkap
4. Dokumen teknis, protap pemeliharaan lembar kerja pemeliharaan dan
protap pengoperasian, tersedia
5. Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu, tersedia
6. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian
7. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan

6. Peralatan 1. Alat Ke~a : Tool set Elektronik


Vacuum Cleaner

2. Alat Ukur Electrical Safety Analyzer (terkalibrasi)


Multi Meter (terkalibrasi)
Ground Tester (terkalibrasi)
ECG Simulator (terkalibrasi)
7. Prosedur A. Persiapan
1. Siapkan Surat Perintah Ke~a (SPK)
2. Siapkan formulir lembar kerja dan kartu pemeliharaan alat.
3. Siapkan :
a. Service Manual.
b. Protap pemeliharaan dan protap pengoperasian alat.
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu
6. Pemberitahuan kepada Unit Pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan pemeliharaan (perhatikan Service manual)


1. Lakukan pembersihan seluruh bag ian alat
2. Lakukan pelumasan pada bagian-bagian yang bergerak
3. Lakukan pengencangan / tightening
4. Lakukan pengecekan fungsi dan kondisi bagian alat
5. Lakukan penggantian bahan pemeliharaan.
6. Lakukan pemeriksaan kine~a dan aspek keselamatan kerja
7. Lakukan penyetelan / adjustment
8. Kesimpulan hasil pemeliharaan

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulir lembar ke~a , kartu pemeliharaan dan SPK
2. Simpulkan hasil pemeliharaan

- Alat baik

- Alat tidak baik

3. Pengguna alat menandatangani Formulir Lembar Kerja dan SPK,


sebagai bukti pemeliharaan alat telah dilaksanakan

D. Pengemasan
1. Cek alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan Lembar Ke8a
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat ke~a, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semula
4. Bersihkan alat Bedside Monitor dan lokasi pemeliharaan

E. Laporan
1. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada Unit Pelayanan pengguna
alat dan serahkan kembali alat Bedside Monitor yang telah
dipelihara.
2. Laporkan hasil pemeliharaan alat kepada pemberi tugas

8 .Unit ke~a terkait - Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS )


- Unit Pelayanan pengguna alat

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
5. PROSEDUR TETAP PERBAIKAN BEDSIDE MONITOR

LOGO PROSEDUR TETAP PERBAIKAN Disahkan oleh :

RUMAH SAKIT
BEDSIDE MONITOR Direktur RS.

MERK - -
--- - -- .. - --- -------------------­
TYPE I MODEL :
NOMOR SERI
(------------------------------------------ )
Direktur
No. Dokumen : Tanggal Halaman:
1/2
Revisi Ke: No. Revisi: Tanggal :

1. Pengertian Prosedur Tetap Perbaikan alat Bedside Monitor, adalah standar baku,
mengenai langkah-Iangkah teknis yang harus diikuti oleh teknisi elektromedis
dalam melaksanakan perbaikan kerusakan alat Bedside Monitor, yang
berdasarkan prasyarat dan prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur ini disusun
berdasarkan pada service manual dan petunjuk lain yang terkait, dengan urutan
kerja :analisa kerusakan, penyiapan suku cadang, perbaikan, penyetelan I
adjustment, kalibrasi intemal, Uji kinerja dan pengukuran aspek keselamatan
kerja. Kesimpulan hasil perbaikan alat baik atau alat tidak baik

2. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit tentang tugas dan fungsi IPS RS

3. Tujuan 1. Agar perbaikan dapat dilakukan sesuai prosedur yang benar


2. Alat yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki dan berfungsi kembali

4. Petugas Teknisi Elektromedis

5. Prasyarat 1. Alat kesehatan dalam kondisi rusak


2. SDM tersertifikasi
3. Alat ke~a dan alat ukur lengkap
4. Dokumen teknis, protap perbaikan, lembar kerja perbaikan dan protap
pengoperasian, tersedia
5. Bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material bantu, tersedia
6. Suku cadang dapat diperoleh
7. Kotak kontak dilengkapi hubungan pembumian
8. Ruang kerja memenuhi ketentuan kondisi lingkungan

6. Peralatan 1. Alat Ke~a


Tool set Elektronik
Vacuum Cleaner
2. Alat Ukur Electrical Safety Analyzer ( terkalibrasi )
Multi Meter ( terkalibrasi )
Ground Tester ( terkalibrasi )
ECG Simulator ( terkalibrasi )
Osciloscope ( terkalibrasi )

7. Prosedur A Persiapan
1. Siapkan Surat Perintah Kerja (SPK)
2. Siapkan formulir lembar kerja perbaikan
3. Siapkan :
a. Service manual, diagram (schematic I wiring)
b. Protap perbaikan dan protap pengoperasian alat
c Riwayat perbaikan alat
4. Siapkan alat kerja dan alat ukur
5. Siapkan bahan pemeliharaan, bahan operasional dan material
bantu
6. Pemberitahuan kepada unit pelayanan pengguna alat

B. Pelaksanaan
1. Lakukan analisis kerusakan
- Tanyakan kepada pengguna alat, mengenai gejala kerusakan
- Lakukan trouble shooting, untuk mengetahui penyebab kerusakan,
bagian alat / komponen / suku cadang yang mengalami
kerusakan . ( perhatikan panduan analisis kerusakan, service
manual dan diagram)
- Lakukan pendataan, bagian alat / komponen / suku cadang yang
rusak, lengkap dengan data teknis dan nomor catalog
2. Siapkan suku cadang yang diperlukan
3. Lakukan langkah perbaikan (dengan atau tanpa suku cadang )
4. Lakukan penyetelan / adjustment, kalibrasi internal
5. Lakukan uji kine~a dan pengukuran aspek keselamatan kerja

C. Pencatatan
1. Lakukan pengisian formulis lembar kerja perbaikan dan SPK
2. Kesimpulan hasil perbaikan :
- Alat baik
- Alat tidak baik
3. Pengguna alat menanda tangani formulir lembar ke~a
Perbaikan dan SPK, sebagai bukti perbaikan alat telah dilaksanakan

D. Pengemasan
1. Cek alat kerja dan alat ukur, sesuaikan dengan lembar ke~a
2. Cek dan rapihkan dokumen teknis penyerta
3. Kembalikan alat kerja, alat ukur dan dokumen teknis penyerta
ke tempat semu/a
4. Bersihkan alat Bedside Monitor dan lokasi perbaikan

E. Laporan.
1. Laporkan hasil perbaikan a/at kepada Unit Pelayanan pengguna a/at
dan serahkan kemba/i a/at Bedside Monitor yang telah diperbaiki.
2. Laporkan hasil perbaikan a/at kepada pemberi tugas

8. Unit ke~a terkait - /nstalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit ( IPS RS )


- Unit Pelayanan pengguna alat.

Disetujui Oleh : Dibuat O/eh :


Kepala IPS RS Teknisi Elektromedis
PENUTUP

Modul Pelatihan Teknisi Elektromedis yang telah disusun ini dapat dijadikan acuan oleh
Rumah Sakit maupun Fasilitas Kesehatan lainnya untuk melakukan pelatihan intern teknisi,
guna peningkatan pengetahuan teknisi mengenai mekanisme, prasyarat dan prosedur yang
harus dipersiapkan dan dilaksanakan dalam pelaksanaan pelayanan teknis. Modul ini dapat
memberi arahan kepada Instansi, Unit Kerja, Panitia Penyelenggara dalam menyelenggarakan
pelatihan bagi teknisi.

Uraian yang berisikan prosedur tetap pengoperasian, pemantauan fungsi, pemeliharaan dan
perbaikan alat. Diharapkan prosedur tetap yang terdapat pada modul pelatihan ini dapat
dikembangkan oleh teknisi rumah sakit I fasilitas kesehatan, sehingga setiap alat kesehatan
dilengkapi dengan prosedur tetap. Diharapkan pelayanan teknis yang dilaksanakan oleh setiap
teknisi mengacu kepada prosedur tetap , baik dalam hal kelengkapan alat kerja dan alat ukur
yang dipergunakan, tersedianya bahan pemeliharaan , dan suku cadang maupun dalam
prosedur I langkah - langkah yang harus dilaksanakan. Dengan demikian kesalahan teknis
dapat dihindarkan dan hasil pelayanan teknis baik.

Pelatihan Teknisi Elektromedis sedianya akan diselenggarakan secara rutin I setiap tahun,
sehingga kemampuan teknisi yang ada dapat semakin ditingkatkan, mengikuti kemajuan
teknologi peralatan kesehatan yang berkembang dengan sang at cepat. Teknisi Elektromedis
yang professional akan mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Untuk peningkatan Modul Pelatihan Teknisi Elektromedis ini, kami sangat mengharapkan kritik
dan saran penyempurnaan , guna perbaikan modul ini dimasa datang .. Kritik dan saran dapat
disampaikan ke Pusat Sarana, Prasarana dan Peralatan Kesehatan Departemen Kesehatan
R.1. Jakarta.

Semoga Modul Pelatihan Teknisi Elektromedis ini bermanfaat untuk kita semua.
BATASAN DAN PENGERTIAN

-- Alat ukur terkalibrasi, adalah alat ukur yang mampu telusur dan ditetapkan / disyahkan
oleh Instansi berwenang.

- Bahan operasional (consumable for operation of the equipment) adalah bahan habis

pakai yang diperlukan untuk mendukung operasional alat


(contoh: kertas perekam, reagen, jelly) .

- Bahan pemeliharaan (consumable parts for maintenance) adalah komponen yang

mempunyai usia pakai tertentu digunakan untuk keperluan pemeliharaan (contoh : filter,
oli, Baterai, belt).

- Dokumen teknis penyerta, adalah dokumen teknis yang diperlukan sebagai petunjuk

pengoperasian dan pemeliharaan alat, terdiri dari: installation manual, installation report,
operating manual, service manual, prosedur tetap pengoperasian , prosedur tetap
pemantauan fungsi, prosedur tetap pemeliharaan dan prosedur tetap perbaikan untuk
setiap unit alat
Kondisi Lingkungan, adalah nilai besaran standard yang harus dipenuhi, untuk
operasional alat, pemeliharaan dan perbaikan alat, meliputi
- Suhu ruangan

- Kelembaban ruangan

- Tegangan

- Kebisingan

- Sumber interferensi.

- Tahanan Pembumian.
- Laik pakai adalah suatu kondisi alat yang telah memenuhi persyaratan, kondisi fisik

baik, norma keselamatan kerja, keluaran terkalibrasi dan memiliki ijin operasional yang
dikeluarkan oleh instansi berwenang ( beberapa alat tertentu ).

- Laporan kerja, adalah laporan teknisi pelaksana pemantauan fungsi, pemeliharaan, dan

perbaikan yang berisi kegiatan yang dilaksanakan dan hasil yang dicapai. Laporan kerja
ditanda tangani oleh user yang menyaksikan dan diketahui oleh Kepala IPSRS.
- Material bantu (supporting material for maintenance) adalah bahan yang diperlukan

untuk membantu kegiatan pemeliharaan dan perbaikan


(contoh: contact cleaner, timah solder, isolasi) .

- Operating manual adalah petunjuk mengenai cara pengoperasian alat sesuai dengan

prosedur yang benar.


Panduan Analisis kerusakan, adalah petunjuk yang dipergunakan untuk melakukan
pemeriksaan, untuk mengetahui : sebab kerusakan , lokasi I blok yang mengalami
kerusakan dan suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan .

Pemeriksaan Kualitatif, adalah kegiatan yang dilakukan untuk memeriksa kondisi fisik

alat, dengan metode Visual.

- Pemeriksaan Kuantitatif, adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan metode

pengukuran, berdasarkan standard tertentu, meliputi


- kondisi lingkungan
- keluaran alat.! out put.
- norma keselamatan kerja.

- Pengukuran adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui "besaran fisis" dari suatu

peralatan .

Penyetelan adalah suatu kegiatan pengaturan pada komponen atau bagian dari alat

untuk mencapai nilai tertentu .

- Service manual adalah petunjuk yang berisi cara pemeliharaan alat sesuai dengan

prosedur yang benar.

- Suku cadang adalah komponen atau bagian alat yang usia pakainya tidak dapat

diprediksi, digunakan untuk keperluan perbaikan


(contoh : sekring/fuse, transistor, tabung elektronik, relay, trafo).
DE : KES ~ ATAN
SOM tersertifikasi, adalah tenaga pelaksana pengoperasian, pemantauan fungsl,
pemeliharaan dan perbaikan alat yang telah memiliki sertifikat pelatihan dan atau
sertifikat kompetensi .

- S. P. K, adalah surat perintah kerja yang dikeluarkan oleh Kepala Instalasi Pemeliharaan

Sarana RS kepada teknisi, untuk melakukan kegiatan pemantauan fungsi, pemeliharaan


dan perbaikan alat elktromedik.

- Tahanan kabel pembumian alat, adalah nilai tahanan impedansi kabel pembumian

alat, untuk menghubungkan chasis alat dengan terminal pembumian

- Terminal Pembumian, adalah terminal untuk menghububungkan chasis alat dengan

titik pembumian .

- Toolset adalah seperangkat peralatan kerja yang dipergunakan untuk keperluan

pemantauan fungsi, pemeliharaan dan perbaikan


Toolset terdiri dari beberapa macam, yaitu
Handy Toolset.
Toolset Elektrik
Toolset Elektronik
Toolset Mekanik
Toolset Gas.

- Uji kinerja atau performance test, adalah pengujian untuk mengetahui kemampuan alat

menghasilkan keluaran sesuai dengan kondisi pemakaian.

- Wiring/Schematic diagram adalah gambar hubungan listrik atau perkabelan antara

masing-masing komponen/bagianl blok suatu alat.


T ABEL USIA TEKNIS

No Nama Alat Usia Teknis Keterangan

1. SPHYGMOMANOMETER 10 TAHUN

2. SUCTION PUMP 6 TAHUN

3 INFUSION PUMP 8 TAHUN

4. ELECTROCARDIOGRAPH 8 TAHUN

5. BEDSIDE MONITOR 7 TAHUN

Referensi: Maintenance Management for Medical Equipment.


AHA 1,5 M/96.000