Anda di halaman 1dari 30

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN


SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN
JAKARTA

PENELITIAN TENTANG:

PERSEPSI TARUNA SEMESTER II PADA PENERAPAN


PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI APLIKASI EDMODO
DI SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN

PENELITI :
Laila Puspitasari A., M.Pd.
P. Nancy Lumban Batu, M.Hum
Sari Kusumaningrum, M.Hum
Widianti Lestari, M.Pd

JAKARTA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, sekolah adalah lokasi

penting dimana para "Nation Builders" Indonesia diharapkan dapat berjuang membawa

negara bersaing di kancah global. Seiring dengan derasnya tantangan global, tantangan

dunia pendidikan pun menjadi semakin besar, hal ini yang mendorong para siswa

mendapatkan prestasi terbaik. Pendidikan diharapkan dapat menyiapkan peserta didik

untuk mampu mengembangkan diri mereka menjadi masyarakat yang berbudaya, dengan

cara menciptakan atmosfer pendidikan yang mendukung dan proses pembelajaran yang

kreatif yang melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang memotivasi

keingintahuan mereka.
Seiring dengan berkembangnya pendidikan di banyak bidang, tuntutan akan

kualitas sumber daya manusia banyak muncul ke permukaan. Permintaan tinggi atas

lulusan yang memiliki kompetensi unggul pada bidangnyapun sangat bersaing. Sehingga

wajar jika setiap penyelenggara pendidikan berlomba-lomba untuk terus meningkatkan

sistem pendidikannya agar lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja

yang memerlukannya tanpa memandang waktu dan tempat. Namun hal ini masih menjadi

salah satu kendala besar, yang dapat diatasi melalui metode pembelajaran jarak jauh

(PJJ). Dalam sistem PJJ peserta didik dapat meningkatkan kemampuan melalui suatu

pendidikan formal maupun non formal, sambil tetap menjalankan tugas mereka sehari-

hari.
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) pada awal tahun 2018 mencoba

menerapkan pembelajaran jarak jauh tersebut pada pembelajaran formal dengan

menggunakan aplikasi EDMODO sebagai pendukung program PJJ ini. Setiap dosen dan

taruna wajib memiliki ID pada aplikasi tersebut sehingga baik taruna maupun dosen

dapat langsung meggunakannya dalam rangka PJJ. Dosen dapat membagi materi

pembelajaran, tugas, quiz, bahkan melakukan pengujian pada taruna dimana saja dan

kapan saja. Dalam hal ini taruna dapat lebih mudah mengakses seluruh materi, tugas, quiz

dan mengerjakan ujian. EDMODO ini memiliki tanda notifikasi yang selalu

mengingatkan apabila ada yang perlu dilakukan oleh dosen atau taruna sehingga

pembelajaran tidak akan terbengkalai begitu saja. Hal ini merupakan pemanfaatan

peluang baru yang muncul atas berkembangnya metode pembelajarn baru yang tidak lagi

dibatasi oleh ruang dan waktu. Namun dapat dikatakan bahwa ini juga tantangan baru

bagi penyelenggara pendidikan di STIP untuk terus menyesuaikan infrastrukstur

pendidikan dengan teknologi baru tersebut.


Dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris maritim di STIP, dosen dapat

mencampur kedua cara pembelajaran baik secara tatap muka konvensional dan juga

secara jarak jauh berbasis online melalui aplikasi Edmodo. Kedua gaya belajar tersebut

biasa disebut sebagai gaya belajar terpadu dengan menggunakan alat atau platform online

yaitu Edmodo. Tampilannya terlihat mirip dengan Facebook namun jauh lebih pribadi

dan aman karena memungkinkan dosen mengelola akun hanya untuk siswa kelasnya

seperti keharusan menggunakan kode kelas untuk dapat bergabung pada satu grup atau

kelompok.

B. Rumusan Masalah

2
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah:
1. Bagaimana persepsi taruna terhadap penerapan aplikasi Edmodo ?
2. Bagaimana persepsi taruna terhadap pembelajaran bahasa inggris dengan

menggunakan Edmodo ?
3. Bagaimana persepsi taruna terhadap interaksi dengan dosen melalui Edmodo ?
4. Bagaimana persepsi taruna terhadap evaluasi pembelajaran melalui Edmodo ?

C. Manfaat dan Tujuan Penelitian


Di STIP Edmodo merupakan produk yang baru digunakan dalam Pembelajaran

Jarak Jauh. Masih sedikit dosen menggunakan aplikasi tersebut pada proses belajar

mengajarnya. Dalam hal ini, peneliti telah secara aktif menggunakan Edmodo selama

hampir satu semester. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi

taruna pada pembelajaran Bahasa Inggris melalui aplikasi Edmodo, kelebihan dan

kekurangan dalam menggunakan aplikasi ini sebagai alat Pembelajaran Jarak Jauh.
Manfaat yang didapatkan dari penelitian ini adalah dengan mengetahui kelemahan

dan kelebihan penggunaan sistem PJJ ini, diharapkan dapat menjadi evaluasi sistem

pembelajaran jarak jauh di lingkungan STIP Jakarta.

3
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Persepsi
1. Pengertian Persepsi
Persepsi merupakan sebuah istilah yang sudah sangat familiar didengar dalam

percakapan sehari-hari. Istilah persepsi berasal dari “perception” yang berarti

menerima atau mengambil. Sebagai sebuah kosntruk psikologi yang kompleks,

persepsi sulit dirumuskan secara utuh. Oleh karena itu, para ahli berbeda-beda dalam

memberikan definisi tentang persepsi ini. Persepsi adalah pengalaman tentang objek,

peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan

menafsirkan pesan (Jalaluddin Rakhmat, 2001:51). Sedangkan menurut Sondang P.

Siagian, 2004, Persepsi dapat dipahami sebagai suatu proses melalui bagaimana

seseorang mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan-kesan dalam usahanya

memberikan sesuatu makna tertentu pada lingkungannya.


Menurut Mulyana (2000:168) persepsi adalah inti komunikasi, sedangkan

penafsiran (interpretasi) adalah inti persepsi, yang identik dengan penyandian-balik

(decoding) dalam proses komunikasi. Selanjutnya Mulyana mengemukakan

persepsilah yang menentukan kita memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan lain.

Sedangkan menurut Solomon, persepsi sebagai proses dimana sensasi yang diterima

oleh seseorang dipilah dan dipilih, kemudian diatur dan akhirnya diinterpretasikan

(Prasetijo & Ihallauw,2005:67). Hubungan antara persepsi dan sensasi sudah jelas.
Sensasi adalah bagian dari persepsi. Walaupun begitu, menafsirkan makna

informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensasi tetapi juga atensi, ekspektasi,

motivasi dan memori (Jalaluddin Rakhmat,2001:51).


Pengertian persepsi menurut para ahli di atas berbeda-beda. Namun, dari

beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulannya bahwa persepsi adalah

proses pemberian makna, interpretasi dari stimuli dan sensasi yang diterima oleh

individu, disesuaikan dengan karakteristik masing – masing individu tersebut. Dapat

disimpulkan bahwasannya persepsi taruna merupakan sudut pandang atau tanggapan

taruna dengan cara menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan berdasarkan

pengalaman tentang objek, dalam hal ini Aplikasi Edmodo.


2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Dalam proses persepsi, banyak rangsangan yang masuk ke panca indera

namun tidak semua rangsangan tersebut memiliki daya tarik yang sama. Ada faktor –

faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi seseorang. Menurut Sarlito

W.Sarwono (2003:45-46)bahwa perbedaan persepsi dapat disebabkan oleh hal-hal di

bawah ini:
a. Perhatian
Biasanya kita tidak menangkap seluruh rangsangan yang ada di sekitar kita

sekaligus, tetapi kita memfokuskan perhatian kita pada perhatian kita pada suatu

objek atau dua objek saja. Perbedaan fokus antara satu orang dengan orang

lainnya, menyebabkan perbedaan persepsi antara mereka.

3
b. Set
Set adalah harapan seseorang akan rangsangan yang akan timbul. Misalnya, pada

seorang pelari yang siap di garis “start” terdapat set bahwa akan terdengar bunyi

pistol di saat mana ia harus mulai berlari, perbedaan set dapat menyebabkan

perbedaan persepsi.
c. Kebutuhan
Kebutuhan-kebutuhan sesaat maupun yang menetap pada diri seseorang tersebut

akan mempengaruhi persepsi. Dengan demikian, kebutuhan-kebutuhan yang

berbeda akan menyebabkan pula perbedaan persepsi.


d. Sistem Nilai
Sistem nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat berpengaruh pula terhadap

persepsi. Suatu eksperimen di Amerika serikat (Bruner dan Godman, 1947, Carter

dan Schooler, 1949) menunjukan bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga

miskin mempersepsikan mata uang logam lebih besar dari pada ukuran yang

sebenarnya. Gejala ini ternyata tidak terdapat pada anak-anak yang berasal dari

keluarga kaya.
e. Ciri Kepribadian
Ciri kepribadian akan mempengaruhi pula persepsi seperti dua orang yang bekerja

di kantor yang sama berada di bawah pengawas satu orang atasan, orang yang

pemalu dan orang yang tinggi kepercayaaan dirinya akan berbeda dalam

mempersepsikan atasannya.

6
B. Media Pembelajaran
1. Istilah Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti

’tengah’, ’perantara’, atau ’pengantar’. Secara lebih khusus, pengertian media dalam

proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau

elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual

atau verbal. Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering

diganti dengan kata mediator, dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi

atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam

proses belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran. Ringkasnya, media adalah alat yang

menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran (Arsyad, 2010 : 3).


Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian

pesan dari sumber pesan melalui media tertentu ke penerima pesan. Dalam

penyampaian pesan tidak selamanya berhasil karena sewaktu-waktu penafsiran

terhadap isi pesan bisa berhasil atau gagal. Kegagalan terjadi karena adnya factor

penghambat yang dikenal dengan istilah barriers. Misalnya perbedaan gaya belajar,

minat, intelegensi, keterbatasan daya ingat, cacat tubuh, jarak geografis, waktu dan

lain-lain. salah satu cara untuk mengatasi faktor penghambat tersebut adalah media

pembelajaran. Untuk itu pengetahuan tentang media sangat penting.


Menurut Munadi (2010), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang

dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga

tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan

proses belajar secara efektif dan efisien.

2. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran


Fungsi Media Pembelajaran dalam proses belajar mengajar sangat

dipengaruhi oleh faktor metode dan media pembelajaran yang digunakan. Keduanya

7
saling berkaitan, karena pemilihan metode tertentu akan sangat berpengaruh nantinya

untuk model penggunaan media apa yang akan digunakan. Selain itu, ada hal lain

yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media, yakni berkaitan dengan konteks

pembelajaran, karakteristik belajar, dan tugas atau respon yang diharapkan dari

siswa. Pemanfaatan media pembelajaran akan membangkitkan minat dan motivasi

dalam proses belajar, tak hanya itu, penggunaan media pembelajaran juga

berpengaruh terhadap psikologi peserta didik. Selanjutnya diungkapkan bahwa

penggunaan media pengajaran akan sangat membantu kefektifan proses

pembelajaran dan penyampaian informasi pesan dan isi pembelajaran pada saat itu.

Kehadiran media dalam pembelajaran juga dapat membantu peningkatan pemahaman

siswa, penyajian data/ informasi lebih menarik dan terpercaya, memudahkan

penafsiran data dan memadatkan informasi. Jadi dalam hal ini dikatakan bahwa

fungsi media adalah sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar.
Suprihatiningrum (2013 : 320-321) menyatakan bahwa media pembelajaran

memiliki enam fungsi utama sebagai berikut:


a. Fungsi atensi, menarik perhatian siswa dengan menampilkan sesuatu yang

menarik dari media tesebut.


b. Fungsi motivasi, menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih giat belajar.
c. Fungsi afeksi, menumbuhkan kesadaran emosi dan sikap siswa terhadap materi

pelajaran dan orang lain.

7
d. Fungsi kompensatori, mengakomodasi siswa yang lemah dalam menerima dan

memahami pelajaran yang disajikan secara teks atau verbal.


e. Fungsi psikomotorik, mengakomodasi siswa untuk melakukan suatu kegiatan

secara motorik.
f. Fungsi evaluasi, mampu menilai kemampuan siswa dalam merespons

pembelajaran.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002 : 2), mengemukakan manfaat media

pembelajaran dalam proses belajar siswa yaitu:


a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan

motivasi belajar.
b. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami

oleh siswa sehingga memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan

pembelajaran.
c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal

melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru

tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,

melakukan mendemonstrasikan, memamerkan, dll.


Beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam

proses belajar mengajar sebagai berikut:


a. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga

dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.


b. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak

sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi lebih langsung antara

siswa dan lingkungannya.


c. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.

9
d. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa

tentang peristiwa-peristiwa lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya

interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya.


Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan para ahli, peneliti

menyimpulkan bahwa fungsi dan manfaat media pembelajaran adalah memudahkan

guru dalam proses pembelajaran yang memungkinkan terjadinya pengalaman belajar

pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber belajar yang efektif dan efisien.

Media yang ditampilkan diharapkan membuat siswa merasa tertarik terhadap materi

yang diajarkan sehingga proses pembelajaran tidak terkesan membosankan.


3. Klasifikasi dan Karakteristik Media Pembelajaran
Saat ini banyak sekali bentuk media pembelajaran, dari yang sangat

sederhana hingga yang paling canggih dan rumit pengoperasiannya. Dalam

perkembangannya, media pembelajaran selalu mengikuti perkembangan teknologi

yang terbaru. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar

adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian lahir teknologi

audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanis dan elektronis untuk tujuan

pembelajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikroprosesor yang

melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif. Berdasarkan perkembangan

teknologi tersebut, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat jenis,

yaitu:
a. Media hasil teknologi cetak,
b. Media hasil teknologi audio-visual,
c. Media hasil teknologi berbasis komputer, dan
d. Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.
Pengelompokkan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan

teknologi oleh Seels dan Glasgow yang dikutip Arsyad (2013:33) dibagi ke dalam

10
dua kategari luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi

mutakhir.
a. Pilihan Media Tradisional
1) Visual diam yang diproyeksikan (proyeksi tak tembus pandang, proyeksi

overhead, slide, (filmstrips).


2) Visual yang tak diproyeksikan (gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram,

pameran,kartu, papan info, papan bulu/flanel).


3) Audio (rekaman piringan hitam dan pita kaset).
4) Penyajian multimedia (slide ditambah suara, paduan gambar-suara, dan multi

image).
5) Visual dinamis yang diproyeksikan (film, televisi, video).
6) Cetak (buku teks, modul, teks terprogram, buku kerja, majalah berkala,

lembaran lepas atau hand-out).


7) Permainan (teka-teki, simulasi, permainan papan,permainan kartu).
8) Realia (model, specimen/contoh, manipulatif (peta, globe, boneka).
b. Pilihan Media Teknologi Mutakhir
1) Media berbasis telekomunikasi (teleconference dan telelecture).
2) Media berbasis mikroprosesor (pembelajaran berbantuan komputer,

permainan komputer, pembelajaran interaktif, hypermedia, dan compact

video disc).
Media dikelompokkan dalam delapan jenis, yaitu:
a. Media cetak,
b. Media pajang,
c. Overhead transparacies (OHT) dan Overhead Projector (OHP),
d. Rekaman audiotape,
e. Slide dan filmstrip,
f. Penyajian multi-image,
g. Rekaman video dan film, dan
h. Komputer.
Setiap media sudah pasti memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam

penggunaannya. Seorang pengajar seharusnya dapat mengkaji kelebihan dan

keterbatasan itu, kemudian menjadikan kajiannya itu sebagai bahan pertimbangan

dalam memilih dan menggunakan media dalam proses pembelajaran yang dilakukan

di sekolah.
4. Pertimbangan dalam Memilih Media Pembelajaran

11
Dalam memilih media pembelajaran yang paling tepat tentu terdapat beberapa

kriteria yang harus dipertimbangkan. Hal ini mengingat tidak setiap media tertentu

akan cocok diterapkan di satu kondisi, oleh karena itu seorang pemgajar hendaknya

benar-benar mempertimbangkan media mana yang memang tepat untuk diterapkan

bagi siswa.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan media pembelajaran, dan

penggunaannya antara lain:


a. Tidak ada satu-satunya media pelajaran yang terbaik untuk semua siswa dan

semua tujuan pembelajaran.


b. Media pembelajaran yang digunakan hendaknya dikenal siswa.
c. Penggunaannya harus relevan kemampuan konsisten dengan tujuan-tujuan

pembelajaran.
d. Media pembelajaran harus sesuai dengan sifat pelajaran.
e. Media pembelajaran harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar siswa.
f. Media pembelajaran hendaknya dipilih secara obyektif, bukan karena kesukaan

yang subyektif.
g. Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media

pembelajaran, karena penggunaan media pembelajaran dapat mempengaruhi

pihak-pihak lain, seperti kerusakan alat.


Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk memilih media

pembelajaran antara lain sebagai berikut :


a. Tujuan yang ingin dicapai
b. Materi pembelajaran
c. Karakteristik siswa
d. Fasilitas pendukung/ Ketersediaan.
e. Kemampuan guru
f. Karakteristik media
g. Biaya
h. Ketepatankegunaan/praktis penggunaannya.
i. Pengelompokan sasaran
j. Kompablitas (sesuai norma)
k. Ketesediaan
l. Kualitas Tehnis
m. Artistik

12
Kriteria lain untuk memilih dan menentukan media pembelajaran yang tepat

dengan mempertimbangakan factor ACTION yaitu:


a. Acces, artinya media pembelajaran yang akan digunakan dapat tersedia, mudah,

dan dapat dimanfaatkan.


b. Cost, artinya, media yang akan digunakan pembiayannya terjangkau,

Tehnology, artinya media pembelajaran yang akan diggunakan tersedia dan

mudah menggunakannya.
c. Interactive artinya artinya media pembelajaran yang akan digunakan dapat

memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan

terlibat/ aktif baik secara fisik maupun, intelektual dan mental.


d. Organization artinya dalam memilih pembelajaran secara organisatoris

mendapat dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit seperti organisasi seperti

pusat pembelajaran yang mengelola).


e. Novelty, artinya media pembelajaran yang dipilih memiliki kebaharuan,

sehingga memiliki daya tarik siswa untu lebih giat belajar.


C. Aplikasi Edmodo sebagai Media Pembelajaran
Keefektifan pembelajaran dengan menggunakan media Edmodo dapat dilihat dari

pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan Edmodo. Seperti halnya yang

dikemukakan oleh Sulistyo (2013) Aspek pengelolaan pembelajaran E-Learning antara

lain: aspek penerapan, aspek pembelajaran, aspek interaksi dan aspek evaluasi

pembelajaran.
1. Aspek Penerapan Aplikasi Edmodo
Penerapan media pembelajaran dengan Edmodo sudah diterapkan di beberapa

institusi pendidikan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Laylatul Kodriyah, 2016,

mengemukakan bahwa mahasiswa Uniska memiliki pandangan positif terhadap

penerapan media aplikasi Edmodo pada pembelajaran Bahasa Inggris. Pada

penerapannya diharapkan sekolah/ institusi menyediakan fasilitas yang mendukung

baik bagi siswanya maupun dosennya, yang diawali dengan sosialisasi yang

13
menyeluruh pada penggunaan aplikasi Edmodo, fasilitas sarana jaringan internet

yang baik di lingkungan sekitar kampus dan akses penggunaan laptop yang leluasa

dalam pembelajaran di kelas.


2. Aspek Pembelajaran dengan Edmodo
Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa di zaman digital seperti saat ini seorang guru

atau dosen dituntut cerdas dalam menggunakan beberapa situs atau aplikasi untuk

tujuan pembelajaran terkhusus nya belajar bahasa Inggris. Aplikasi yang

menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya seharusnya dapat

membiasakan taruna dalam menambah kosakata (vocabulary). Edmodo juga bisa

menjadi sebuah ruang maya bagi dosen untuk menyediakan PR, Quiz, atau Tugas

yang dapat menunjang kemampuan membaca, menulis, dan mendengarkan berbahasa

inggris taruna.
3. Aspek Interaksi melalui Edmodo
Edmodo adalah platform media sosial yang dirancang oleh pendidik sering

digambarkan sebagai facebook untuk pembelajaran karena memiliki elemen sosial

yang menyerupai facebook. Melalui platform ini dosen dengan mudah memonitor

interaksi taruna dalam edmodo learning environment. Taruna dapat bertanya dan

menjawab pada kolom komen yang langsung dapat direspon oleh dosennya.
4. Aspek Evaluasi pembelajaran melalui Edmodo
Dengan Edmodo dalam pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya memudahkan

taruna dalam belajar namun juga dalam hal menerima hasil belajar sebagai evaluasi

belajar. Dosen dapat mengirimkan penilaian baik berupa angka maupun feedback

kepada taruna atas PR, Tugas maupun Ujian yang diberikan.

D. Implementasi PJJ
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi

komputer, jaringan komputer dan atau internet. Definisi lain dari PJJ yaitu layanan yang
14
sering digunakan oleh lembaga pendidikan (perguruan tinggi atau sekolah) sebagai

tambahan terhadap proses belajar secara tatap muka maupun alternative saat berhalangan

hadir (Wirawan, 2015). Secara umum dapat disimpulkan bahwa PJJ adalah pembelajaran

yang digunakan dalam proses belajar mengajar secara online.


Beberapa karakteristik PJJ yaitu memanfaatkan jasa teknologi elektronik,

memanfaatkan keunggulan komputer atau handphone, menggunakan bahan ajar yang

bersifat mandiri. Sedangkan manfaat PJJ yaitu menunjang pelaksanaan pembelajaran,

meningkatkan partisipasi peserta didik, meningkatkan kualitas pendidik dan pelatihan,

dan meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi

informasi (Suriadhi, 2014). Kelebihan PJJ yaitu mudah diserapnya materi pembelajaran

menggunakan aplikasi multimedia, bisa diakses dimana saja dan kapan saja, dan tidak

banyak formalitas kelas. Sedangkan kekurangan dari PJJ yaitu kurangnya interaksi antara

guru dan siswa. Proses pembelajaran mengarah ke pelatihan bukan ke arah pendidik dan

peserta didik merasa terisolasi (Puspita, 2013).


Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui

komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik mengikuti

perkuliahan tatap muka di kelas. Dengan adanya PJJ dapat mempermudah dosen maupun

taruna dalam proses belajar mengajar. Ketika dosen tidak dapat hadir untuk mengajar,

dosen bisa mengaupload materi pembelajaran dan taruna dapat mendownload materi

yang sudah disediakan oleh dosen tersebut. Selain itu, dosen bisa memberikan tugas

latihan secara online kepada taruna yang bisa dikerjakan dimanapun dan kapanpun

selama ada koneksi internet. Kesimpulan baik dosen maupun taruna dapat terbantu dalam

kegiatan belajar mengajar tanpa harus tatap muka.

E. Penggunaan Edmodo sebagai Media PJJ

15
Edmodo merupakan aplikasi yang menarik bagi dosen dan siswa dengan elemen

sosial yang menyerupai Facebook, tapi sesungguhnya ada nilai lebih besar dalam aplikasi

edukasi berbasis jejaring sosial ini (Suriadhi, 2014). Edmodo.com diciptakan

menggunakan konsep social networking, yang mengacu pada jejaring sosial Facebook,

sehingga sistem ini memiliki fitur yang mirip dengan Facebook. Bahkan banyak yang

bilang Edmodo.com adalah Facebook-nya sekolah, karena selain untuk media jejaring

sosial/kolaborasi diantara penggunanya, Edmodo juga mendukung proses pembelajaran

online (Wasis, 2013). Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Edmodo

adalah media sosial pribadi bagi dosen dan taruna yang menyerupai Facebook serta di

dalamnya terdapat berbagai konten untuk pendidikan. Edmodo memiliki beberapa

keunggulan fasilitas diantaranya pembuatan grup untuk masing-masing kelas tersebut,

pembuatan tugas, pembuatan quiz, penilain, dll. Kemudian Edmodo memiliki keunggulan

yaitu membantu dosen dalam membuat berita grup atau memberi tes yang bersifat online.

Edmodo bisa membantu taruna untuk mengirim artikel dan blog yang relevan. Dosen

dapat menggunakan Edmodo untuk mmengembangkan ruang diskusi dimana taruna

dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Selain itu, dosen dapat menggunakan

Edmodo untuk menginstruksikan, menetapkan, dan membicarakan dengan tarunanya

secara online di waktu yang secara bersamaan. Manfaat dari Edmodo untuk

mempermudah dosen maupun taruna dalam proses belajar dan mengajar sehingga bisa

berdiskusi tanpa tatap muka kapan saja dan dimana saja. Edmodo tersedia untuk

perangkat smartphone, android dan iphone. Edmodo tidak memerlukan server sehingga

bisa diaplikasikan dalam satu kelas, satu sekolah, hingga satu kota. Edmodo juga bisa

diakses oleh orang tua. Sehingga orang tua dapat memantau anaknya dalam proses

16
pembelajaran. Di sisi lain Edmodo mempunyai group code, sehingga peserta harus

memiliki kode yang ditentukan oleh dosen untuk bisa bergabung dalam kelas.

17
BAB III

METODOLOGI PENELTIAN

A. Metode Yang Digunakan

Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dalam

mengumpulkan data. Survei melalui kuisioner digunakan sebagai instrumen penelitian

lalu diolah untuk mengetahui persepsi taruna terhadap penggunaan Edmodo khususnya

dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Proses penelitian dilaksanakan tim peliti dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan, mulai

dari persiapan penelitian sampai menyelesaikan penyusunan laporan penelitian.

Sedangkan penelitian dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk proses pengumpulan data dalam

penelitian ini adalah berupa kuisioner atau angket dimana teknik pengumpulan data yang

dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada

responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2012). Kuesioner yang digunakan oleh peneliti

sebagai instrumen penelitian, metode yang digunakan adalah dengan kuesioner tertutup.
D. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 2013). Populasi dalam

penelitian ini adalah taruna/i STIP semester II yaitu sebanyak 357 taruna. Sedangkan

berdasarkan tabel Isaac dan Michael sampel yang dapat diambil dari populasi tersebut

sebanyak 156 taruna/i. Sampel yang dipilih adalah kelas yang sudah menggunakan

aplikasi Edmodo dalam proses pembelajaran.

E. Teknik Analisis Data

Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif, dilakukan

melalui perhitungan hasil pengisian kuisioner oleh responden. Jawaban dari responden

untuk tiap pernyataan dalam masing-masing aspek penelitian kemudian dipetakan

berdasarkan sebaran data untuk tiap item pernyataan. Nilai yang paling banyak muncul

(modus) yang akan menjadi dasar penilaian bagi tiap-tiap indikator penelitian. Kuisioner

mendeskripsikan aspek aspek penelitian. Data diolah berdasarkan jumlah per aspek

terhadap total data. Aspek tersebut terdiri dari :

1. Penerapan Aplikasi Edmodo

2. Pembelajaran dengan Edmodo

3. Interaksi melalui Edmodo

4. Evaluasi pembelajaran melalui Edmodo

20
BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data

Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner untuk mendapatkan data

mengenai persepsi taruna terhadap pembelajaran Bahasa Inggris melalui Aplikasi

Edmodo. Edmodo merupakan aplikasi dengan konsep Pembelajaran Jarak Jauh atau e-

learning. Menurut Sulistyo, 2013, Aspek pengelolaan pembelajaran e-learning antara lain

aspek penerapan aplikasi edmodo, aspek perancangan serta penyampaian pembelajaran,

aspek interaksi pembelajaran dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. Dari aspek-aspek

tersebut dirumuskan sebanyak 20 pernyataan dimana satu diantaranya merupakan

kesimpulan secara keseluruhan mengenai persepsi taruna mengenai penggunaan aplikasi

Edmodo pada pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran

Jakarta.
B. Hasil Penelitian

Berdasarkan data yang dikumpulkan melalui kuisioner sejumlah 156 maka

ditemukan sebagai berikut:

Tabel 4.1 Penerapan Aplikasi Edmodo

No Pernyataan Setuju Tidak


Setuju
1 Sosialisasi penggunaan Edmodo sudah jelas 83% 17%
2 Akses penggunaan Edmodo sudah tersedia dengan baik 42% 58%
3 Edmodo memudahkan saya dalam belajar 88% 12%
4 Dengan aplikasi Edmodo dapat menghemat waktu dan 94% 6%
tenaga dalam mencari informasi bahan belajar taruna
5 Saya tidak menemukan kesulitan dalam memahami 83% 17%
aplikasi Edmodo
6 Saya merasa mudah mengerjakan tugas melalui Edmodo 93% 7%

Dari tabel di atas, penerapan aplikasi Edmodo mendapat persepsi yang cukup baik

dari taruna. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah total persentase sebesar 85%

Edmodo sudah diberlakukan di STIP serta ketersediaan pelatihan yang memadai sehingga

sebagian besar taruna sudah paham dalam menggunakan Edmodo. Meskipun penerapan

aplikasi ini terbukti baik namun perlu menjadi bahan evaluasi mengenai akses

penggunaannya yang dirasa belum tersedia dengan baik. Akses yang dimaksud bisa

berupa jaringan internet yang terbatas atau penggunaan perangkat yang kurang leluasa

seperti penggunaan saklar atau kabel roll yang terbatas untuk menyalakan laptop.

22
Pernyataan ini dapat dilihat pada poin nomor dua mengenai kemudahan taruna

menggunakan akses Edmodo yaitu sebesar 42%.

Tabel 4.2 Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Edmodo

No Pernyataan Setuju Tidak


Setuju
1 Pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih menarik 91% 9%
dengan menggunakan Edmodo
2 Pembelajaran dengan menggunakan Edmodo 85% 15%
memudahkan saya dalam memahami Bahasa Inggris
3 Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Edmodo 88% 12%
meningkatkan pengetahuan berbahasa Inggris, seperti
penambahan kosakata (vocabulary)
4 Aplikasi Edmodo dapat menunjang reading skill pada 92% 8%
Bahasa Inggris Taruna
5 Aplikasi Edmodo dapat menunjang writing skill pada 89% 11%
Bahasa Inggris Taruna
6 Aplikasi Edmodo dapat menunjang listening skill pada 87% 13%
Bahasa Inggris Taruna
7 Aplikasi Edmodo dapat menunjang speaking skill pada 66% 34%
Bahasa Inggris Taruna

Dari tabel di atas terdapat hasil total sebesar 86% persepsi taruna menyatakan

bahwa dengan Edmodo taruna lebih mudah untuk belajar Bahasa Inggris, meningkatkan

penambahan kosakata, serta menunjang keterampilan membaca, menulis, dan

mendengarkan melalui video yang dibagikan di Edmodo oleh dosen tanpa harus merasa

terintimidasi oleh kondisi tatap muka seperti di kelas. Dari keempat keterampilan

23
berbahasa Inggris, speaking skill hanya mendapat respon sedikit dalam peningkatannya

melalui Edmodo yaitu hanya sebesar 66%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada

aplikasi Edmodo belum ada menu yang menunjang untuk berinteraksi secara verbal

seperti video call atau sekedar berupa rekam suara.

Tabel 4.3 Interaksi melalui Edmodo

No Pernyataan Setuju Tidak


Setuju
1 Edmodo dapat memfasilitasi interaksi dan komunikasi 84% 16%
antar taruna dan dosen
2 Menggunakan Edmodo mendorong taruna untuk lebih 85% 15%
aktif dalam berbahasa Inggris (contoh: lebih berani
bertanya, menjawab dan berinteraksi)
3 Dengan Edmodo taruna dapat berbagi ide (sharing 90% 10%
knowledge)

Dari hasil penelitian menyatakan bahwa dengan Edmodo taruna lebih mampu

berinteraksi dengan teman dan dosennya tanpa ada batasan ruang dan waktu. Hasil

persentase pada interaksi taruna dan dosen melalui Edmodo di STIP adalah tinggi yaitu

sebesar 86%. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Bates, A.W & T. Bates, 2005, yang

menyatakan bahwa interaksi sosial yang mungkin muncul dari pendidikan elektronik dan

pendidikan jarak jauh antara lain a. interaksi antara peserta didik dan guru; b. Interaksi

antara peserta didik satu dan peserta didik lainnya.

24
Tabel 4.4 Evaluasi Pembelajaran melalui Edmodo

No Pernyataan Setuju Tidak


Setuju
1 Edmodo membantu taruna mendapatkan umpan balik 90% 10%
(feedback) dari dosen dengan cepat
2 Edmodo membantu taruna mendapatkan umpan balik 90% 10%
(feedback) dari teman satu kelas dengan cepat
3 Pembelajaran Bahasa Inggris melalui memenuhi seluruh 85% 11%
kegiatan pembelajaran seperti materi, tugas dan ujian

Evaluasi pembelajaran merupakan alat indikator untuk menilai pencapaian tujuan

yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.

Dari hasil penelitian ini, 86% taruna setuju bahwa evaluasi belajar yang dilakukan oleh

dosen lebih menarik, cepat dan mudah dalam hal mendapatkan umpan balik sehingga

taruna bisa lebih cepat pula mengetahui kesalahan-kesalahan pada tugas atau ujiannya

dan segera memperbaikinya sesuai dengan feedback yang diberikan oleh dosen.

C. Pembahasan

Dari hasil penelitian yang telah dijabarkan di atas maka keempat aspek pada

Pembelajaran Jarak Jauh dinyatakan baik oleh peserta didik yaitu taruna STIP Jakarta.

Adapun pernyataan sebesar 91% taruna berpendapat bahwa Edmodo merupakan aplikasi

yang inovatif dan kreatif dalam mendukung pembelajaran di kelas. Hal ini dapat dilihat

melalui tabel berikut ini:

25
Tabel 4.5 Persepsi Taruna terhadap Penggunaan Edmodo dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

26
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat ditarik kesimpulan

sebagai berikut:

1. Terdapat persepsi positif dari taruna tentang sosialisasi dan penerapan Edmodo

sebagai salah satu media pembelajaran di kelas, yakni 85%. Mereka tidak merasakan

kesulitan dalam menerapkan aplikasi Edmodo karena telah ada sosialisasi yang baik

dari STIP. Namun ada catatan yang perlu ditambahkan bahwa dalam mengakses

Edmodo ada beberapa kesulitan seperti jaringan internet yang kurang bagus atau

ketersediaan kabel roll di tiap kelas.


2. Persepsi Taruna juga terlihat positif pada aspek pembelajaran Bahasa Inggris melalui

Edmodo, yakni 86%. Dalam aspek ini menyatakan bahwa dengan Edmodo siswa

lebih mudah untuk belajar Bahasa Inggris, meningkatkan penambahan kosakata,

serta menunjang keterampilan membaca, menulis, dan mendengarkan melalui video

yang dibagikan di Edmodo dengan suasana yang lebih cair dan tidak kaku. Namun

ada satu aspek yang terlihat rendah yakni pada aspek pembelajaran speaking skill

yang hanya 66%. Hal ini bisa dimaklumi karena Edmodo memang belum dapat

dimanfaatkan sebagai sarana belajar spekaing skill mengingat tidak adanya fasilitas

tatap muka/ berinteraksi secara langsung pada aplikasi Edmodo.


3. Dalam aspek interaksi melalui Edmodo, taruna menunjukkan persepsi yang positif

yakni 86%. Di sini taruna dapat berinteraksi dengan lebih mudah baik dengan teman

maupun dengan dosen tanpa harus terbatas ruang dan waktu. Taruna dapat bertanya

tugas apa yang belum jelas, misalnya, melalui Edmodo.


4. Dalam aspek evaluasi pembelajaran dengan Edmodo, 86% taruna setuju bahwa

evaluasi belajar yang dilakukan oleh dosen lebih menarik, cepat dan mudah.

Kemudian taruna juga lebih cepat mendapatkan umpan balik (feedback) sehingga

taruna juga lebih cepat dalam memperbaiki kesalahan dalam tugas yang diberikan

oleh dosen.
Dari hasil penjabaran di atas tentang 4 aspek, taruna menyatakan kesetujuannya

bahwa aplikasi Edmodo merupakan media pembelajarann yang inovatif dan kreatif dalam

mendukung proses belajar mata kuliah Bahasa Inggris.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Untuk mendukung pemanfaatan aplikasi Edmodo sebaiknya disiapkan akses jaringan

yang lebih luas dan jika perlu lebih ditingkatkan bandwith-nya agar memudahkan

taruna dalam mengakses aplikasi Edmodo.


2. Dosen Bahasa Inggris sebaiknya memaksimalkan pemanfaatan Edmodo secara

kreatif sebagai sarana pembelajaran Speaking.

28
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Cet. 15. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Bates, A. W. & T. Bates. 2005. Technology, e-learning and distance education:second edition. New York:
Routledge Press.

Kodriyah, Laylatul. 2016. Students’ Perceptions towards the use of Edmodo as an Effective Tool for
Learning English. Universitas Islam Kalimantan: Banjarmasin.

Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munadi, Yudhi. 2010. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press.

Puspita.S. 2013. Pemanfaatan Edmodo pada pelajaran Bahasa inggris siswa kelas X MA Al-Azhar
Wirosari Tahun Ajaran 2013/2014. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga.

Rakhmat, Jalaludin. 2011. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sarlito W Sarwono. 2003. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.

Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2013. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Aglesindo.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistyo. 2013. Keefektifan E-learning sebagai media pembelajaran (Studi Evaluasi Model Pembelajaran
E-learning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto). Jurnal Pendidikan Vokasi : Vol 3, Nomor 1. 2013.
Suprihatiningrum, Jamil. 2016. Strategi Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Suriadhi.G, dkk. 2014. Pengembangan E-learning Berbasis Edmodo Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VII di
SMP Negeri 2 Singaraja. Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas Pendidikan
Ganesha.Singaraja, Indonesia.

Wasis.A. 2013. Penggunaan Media PEMBELajaran Fisika dengan E-learning Berbasis Edmodo Blog
Education Pada Materi Alat Optik Untuk Meningkatkan Respons Motivasi dan Hasil Belajar Siswa di SMP
Negeri 4 Surabaya. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri
Surabaya.

Wirawan.C. 2015. Analisis Penggunaan E-learning Edmodo Denga Menggunakan Pendekatan Technology
Acceptance Model (TAM) Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X RPLdi SMK Muhammadiyah 1
Bantul. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Yogyakarta.