Anda di halaman 1dari 9

JOURNAL OF

ISLAMIC NURSING

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION TERHADAP RENTANG GERAK


SENDI EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN PASCA STROKE
DI MAKASSAR

Fransiska Anita1, Henny Pongantung2, Putri Veni Ada3, Vhiola Hingkam4


1,2,3,4
Program Studi S1 dan Ners STIK Stella Maris, Makassar, 90112, Indonesia
fransiskaanitarahayu@gmail.com, hennypongantung@gmail.com/
ABSTRAK

Stroke menjadi permasalahan terbesar di dunia yang dapat menyebabkan kelumpuhan


bahkan sampai kematian. Kelemahan pada sisi tubuh adalah komplikasi yang dapat timbul
pada penderita stroke yang menyebabkan keterbatasan dalam rentang gerak sendi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh latihan range of motion terhadap
rentang gerak sendi ekstremitas atas pada pasien pasca stroke. Penelitian ini dilaksanakan
dengan metode Pre Experiment design dengan pendekatan one group pretest – posttest.
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non probability sampling dengan
pendekatan Consecutive sampling dengan jumlah sampel penelitian 40 responden.
Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis dengan
menggunakan uji statistic yaitu uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan ɑ=0,05. Diperoleh
nilai sendi peluru fleksi dan ekstensi p=0,000, sendi engsel fleksi dan ekstensi p= 0,000,
sendi kondiloid fleksi dan ekstensi nilai p=0,000 dengan interprestasi nilai p < 0,05, maka
dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak
artinya ada pengaruh latihan range of motion terhadap rentang gerak sendi ekstremitas atas
pada pasien pasca stroke di Makassar. Diharapkan bagi pasien stroke untuk terus melakukan
latihan range of motion secara rutin agar bagian tubuh yang mengalami kelemahan tidak
berakibat pada atropi otot maupun kelumpuhan.

Kata Kunci : Latihan range of motion, Rentang Gerak Sendi

dan gejala tertinggi terdapat di Sulawesi


1. LATAR BELAKANG Selatan sebanyak 17,9% kedua sulawesi
tengah .(kemenkes, 2013).
Perubahan pola hidup seperti Berdasarkan data dari Profil
makan tidak teratur, kurang olahraga, Kesehatan Kota makassar, stroke
jam kerja berlebihan serta konsumsi merupakan salah satu penyakit dari 10
makanan cepat saji sudah menjadi penyakit penyebab utama kematian di
kebiasaan lazim yang berpotensi kota Makassar. Tercatat pada tahun 2013
menimbulkan serangan stroke. stroke menempati urutan ke 10 dengan
Secara global, stroke menduduki jumlah 96 orang, tahun 2014 menempati
urutan ketiga sebagai penyakit urutan ke 6 dengan jumlah 179 orang
mematikan selain jantung dan kanker. dan tahun 2015 menepati urutan ke 5
sebagian besar stroke menyerang diatas dengan jumlah 151 orang. Ini
usia 40 tahun, namun tidak bisa mebuktikan bahwa penyebab kematian
dipungkiri penyakit ini dapat juga akibat stroke terus mengalami
menyerang semua usia (AHA, 2015) peningkatan.
Pada tahun 2013 prevalensi stroke Pasien pasca stroke pada
berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan umumnya mengalami kelemahan otot

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 97


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

pada bagian anggota gerak tubuh, bahwa mobilisasi yang sangat awal
gangguan postural dan adanya atropi otot adalah salah satu faktor kunci dalam
(Sudarsini, 2017). Atrofi otot perawatan pasien stroke Pongantung H,
menyebabkan penurunan aktivitas pada Sampe A,dkk.2018)
sendi sehingga sendi mengalami Berdasarkan hasil wawancara
kehilangan cairan sinovial dan peneliti dengan keluarga pasca stroke
menyebabkan kekakuan sendi. Kekakuan mengatakan mobilisasi dini pasca
sendi menyebabkan penurunan rentang stroke, masih kurang mendapat perhatian
gerak pada sendi (Guyton, 2007). dari perawat. Perawat hanya
Kelemahan pada satu sisi anggota memerintahkan secara lisan untuk terus
tubuh penderita stroke atau yang biasa melatih menggerakkan sisi tubuh yang
disebut Hemiparese mengakibatkan mengalami kelumpuhan tanpa
penurunan tonus otot sehingga tidak mempraktekkan secara langsung kepada
mampu menggerakkan tubuhnya pasien dan keluarga. Sehingga pasien
(imobilisasi). Imobilisasi yang tidak dan keluarga tidak mengetahui
diberikan penanganan dalam waktu yang bagaimana cara yang tepat untuk
lama akan menimbulkan komplikasi, melakukan latihan sedini mungkin pada
salah satunya adalah kontraktur. sisi tubuh yang lemah. Oleh sebab itu,
Kontraktur adalah hilangnya atau pasien dan keluarga merasa bahwa
menurunnya rentang gerak sendi, latihan gerak tidak memberikan
Kontraktur menyebabkan terjadinya perubahan pada kemampuan geraknya
gangguan fungsional, gangguan termasuk perubahan pada rentang gerak
mobilisasi dan gangguan aktivitas sendinya.
kehidupan sehari-hari (Surahma, 2012) Berdasarkan penelitian yang
Stroke merupakan masalah dilakukan oleh Murtaqib (2013) dan
kesehatan dan perlu mendapat perhatian Sabanna (2016) , bahwa latihan range of
khusus. Berdasarkan kejadian yang ada motion (rom) aktif memberi perubahan
dilapangan pemberian mobilisasi dini rentang gerak sendi pada pasien pasca
pada pasien stroke belum mendapat stroke.
perhatian. Kurangnya aktivitas fisik maka peneliti ingin membukti
setelah stroke dapat menghambat rentang apakah ada pengaruh tindakan latihan
gerak sendi sehingga apabila hal ini terus Range Of Motion (ROM) terhadap
terjadi akan menyebabkan rentang gerak sendi ekstremitas atas.
ketergantungan total, kecacatan bahkan
sampai kematian
Oleh karena itu penderita stroke 2. METODE
membutuhkan program rehabilitas
(Sugiarto, 2004) Program rehabilitasi Penelitian ini menggunakan jenis
adalah bentuk pelayanan kesehatan yang penelitian Pre Experimen Design dengan
terpadu dengan pendekatan medik, menggunakan rancangan One Group Pre
psikososial, educational-vocational yang Test-Post test Design. Semua sampel
melibatkan multidisiplin. Program yang menjadi responden dilakukan
rehabilitasi sedini mungkin sangat penilaian rentang gerak sendi sebelum
dibutuhkan dalam mempertahankan latihan range of motion dan setelah
kenormalan pergerakan persendian, dilakukan range of motion dilakukan
tonus otot dan mengurangi masalah kembali penilaian rentang gerak sendi,
fleksibilitas.(Pongantung H,Sampe untuk melihat perubahan rentang gerak
A.,2018) sendi pada 40 pasien pasca stroek dari
Salah satu bentuk rehabilitasi awal bulan February sampai dengan April
pada penderita stroke adalah dengan 2018 di Kota makassar.
memberikan mobilisasi berupa ROM Instrumen penelitian yang
(Range Of Motion) baik pasif maupun digunakan pada mengumpulkan data
aktif. Penelitian yang ada menunjukkan adalah melalui lembar observasi dengan

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 98


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

mengunakan alat ukur derajat rentang (Pre test), hari ke 14 (post 2 minggu) dan
gerak sendi yaitu goniometer. Dalam hari ke 28 (post 4 minggu). Latihan
penelitian ini, peneliti mencatat hasil range of motion akan dilakukan selama 5
pengukuran luas derajat rentang gerak hari dalam seminggu, dengan
sendi ekstremitas atas pada lembar pengulangan minimal 2 kali sehari dalam
observasi sebelum dilakukan intervensi waktu 5-10 menit

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Karakteristik Responden

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 99


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

Tabel 3

Dari hasil statistik dengan menggunakan 1) Untuk gerakan fleksi pada sendi
uji wilcoxon, didapatkan hasil: peluru diperoleh nilai p = 0,000

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 100


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

dimana nilai α = 0,05. Hal ini terhadap rentang gerak sendi baik itu
menunjukkan bahwa nilai p<α, sendi peluru, sendi engsel dan sendi
yang artinya ada pengaruh kondiloid untuk gerakan fleksi dan
latihan range of motion terhadap ekstensi yang dilakukan.
rentang gerak sendi peluru pada Hal ini sejalan dengan penelitian
gerakan fleksi. yang dilakukan oleh Hariyono, dkk
2) Untuk gerakan ekstensi pada (2015) di RS Dr. Soebandi Hospital
sendi peluru diperoleh nilai p = hasil penelitian didapatkan nilai
0,000 dimana nilai α = 0,05. Hal p=0,000 yang berarti p<0,05 hasil
ini menunjukkan bahwa nilai tersebut dapat diartikan ada pengaruh
p<α, yang artinya ada pengaruh latihan ROM terhadap rentang gerak
latihan range of motion terhadap sendi bahu. Dari hasil penelitian yang
rentang gerak sendi peluru pada dilakukan oleh Bakara, dkk
gerakan ekstensi. (2016),dan Andarwati, N. A.,
3) Untuk gerakan fleksi pada sendi (2013).
engsel diperoleh nilai p = 0,000 di Bengkulu dengan desain
dimana nilai α = 0,05. Hal ini penelitian pre eksperimental. Hasil
menunjukkan bahwa nilai p<α, penelitian menunjukkan ada
yang artinya ada pengaruh perbedaan luas derajat rentang gerak
latihan range of motion terhadap sendi sebelum dan sesudah dilakukan
rentang gerak sendi engsel pada latihan range of motion (ROM)
gerakan fleksi. khususnya pada sendi engsel dengan
4) Untuk gerakan ekstensi pada gerakan fleksi-ekstensi didapatkan
sendi engsel diperoleh nilai p = nilai p = 0,025 yang berarti p<0,05,
0,000 dimana nilai α = 0,05. Hal hasil tersebut dapat diartikan rerata
ini menunjukkan bahwa nilai rentang sendi fleksi-ekstensi siku
p<α, yang artinya ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan
latihan range of motion terhadap latihan ROM terdapat perbedaan yang
rentang gerak sendi engsel pada bermakna.
gerakan ekstensi.
5) Untuk gerakan fleksi pada sendi Menurut asumsi peneliti,
kondiloid diperoleh nilai p = pemberian latihan range of motion
0,000 dimana nilai α = 0,05. Hal selama 2 minggu dengan 8 kali
ini menunjukkan bahwa nilai pengulangan dan dilakukan 2 kali
p<α, yang artinya ada pengaruh sehari dapat mempengaruhi luas
latihan range of motion terhadap derajat rentang gerak sendi
rentang gerak sendi kondiloid ekstremitas atas. Latihan range of
pada gerakan fleksi. motion dilakukan pada pagi hari pada
6) Untuk gerakan ekstensi pada pukul 09.00 dan sore hari pada pukul
sendi kondiloid diperoleh nilai p 15.00. Hal ini didukung oleh
= 0,000 dimana nilai α = 0,05. penelitian yang dilakukan oleh Lewis
Hal ini menunjukkan bahwa nilai (2007) mengemukakan bahwa
p<α, yang artinya ada pengaruh sebaiknya latihan range of motion
latihan range of motion terhadap pada penderita stroke dilakukan 2 kali
rentang gerak sendi kondiloid dalam sehari untuk mencegah
pada gerakan ekstensi. komplikasi. Semakin dini proses
Dari hasil analisis gerakan rehabilitasi dimulai, maka
fleksi dan ekstensi pada sendi peluru, kemungkinan penderita mengalami
sendi engsel dan sendi kondiloid defisit kemampuan bergerak akan
didapatkan nilai p<α maka hipotesis semakin kecil. Keadaan pasien pasca
nol (Ho) ditolak dan hipotesis stroke akan membaik dengan
alternative (Ha) diterima yang artinya penyembuhan spontan, belajar dan
ada pengaruh latihan range of motion latihan.

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 101


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

Dari hasil penelitian, melakukan suatu hal. Dukungan ini


diketahui ada beberapa responden juga berarti pemberian motivasi
yang tidak mengalami perubahan sehingga penderita akan lebih giat
pada rentang gerak sendinya Hal ini berlatih dan keinginan untuk sembuh
dipengaruhi oleh usia, dukungan akan muncul. Maka dari itu,
keluarga maupun motivasi pasien diharapkan bagi keluarga untuk terus
sendiri. penelitian sama dengan yang memberikan dukungan berupa
dilakukan oleh Tulandi (2014), motivasi bagi penderita stroke karena
dimana terdapat beberapa responden dapat memberikan dampak yang
yang tidak mengalami perubahan positif bagi penderita untuk mau terus
pada rentang gerak sendinya melakukan latihan range of motion
disebabkan oleh karakteristik usia, yang berguna untuk memulihkan
nyeri saat digerakkan, dan tidak ada keadaannya.
motivasi dari pasien sendiri sehingga Dalam penelitian
tidak mengalami perubahan pada Pongantung H,Sampe Anita, (2018)
rentang gerak sendi ekstremitas atas. mengatakan bahwa penderita stroke
Menurut Indahsari, dkk harus di mobilisasi sedini mungkin.
(2013) semakin bertambahnya usia, Salah satu mobilisasi dini yang dapat
masalah yang sering dialami berupa segera dilakukan adalah pemberian
gangguan atau perubahan fungsi fisik latihan range of motion yang
maupun psikologis. Hal ini ditandai bertujuan untuk meningkatkan
dengan adanya perubahan pada kemandirian pasien pasca stroke
sistem muskuloskeletal dimana terjadi Menurut Garrison (2003) dalam
penurunan fungsi dan masa dari sel, penelitian Derison dan Surani
otot menjadi kendur, berkurangnya (2016) kontraktur merupakan salah
energi, sering merasa lelah, gerakan satu penyebab terjadinya penurunan
tangan yang berkurang, gangguan kemampuan rentang gerak sendi
pada sendi-sendi kartilago serta pada penderita stroke. Menurut
persendian tulang yang mulai rapuh. Lewis (2007) dalam penelitian
Sehingga hal ini dapat mempengaruhi Derison dan Surani (2016)
kemampuan responden dalam Mengemukakan bahwa atropi otot
melakukan latihan range of motion karena kurangnya aktivitas dapat
serta hanya sebagian kecil perubahan terjadi hanya dalam waktu kurang
yang bisa terjadi pada rentang gerak dari satu bulan setelah terjadinya
sedinya. serangan stroke. Namun dengan
Menurut Karunia (2016) pemberian latihan range of motion
dengan adanya dukungan keluarga dengan rutin dan sedini mungkin
akan membuat penderita stroke tidak pada bagian tubuh yang mengalami
mengalami depresi. Keluarga kelemahan ataupun kekakuan sendi,
bertindak sebagai perantara antara akan memberikan perubahan yang
penderita stroke dengan pelayanan berfungsi melemaskan sendi-sendi
kesehatan, membantu penderita yang telah
apabila mengalami kesulitan dalam
kaku. dilakukan latihan range of motion
Latihan range of motion dan jaringan otot akan mulai
dilakukan dengan tujuan untuk beradaptasi untuk mengembalikan
mempertahankan atau panjang otot kembali normal
meningkatkan kekuatan otot, (Murtaqib, 2013)
memelihara mobilitas persendian, 4. KESIMPULAN
merangsang sirkulasi darah dan Rentang gerak sendi
mencegah kelainan bentuk. Jaringan pasien pasca stroke sebelum
otot yang memendek akan dilakukan latihan range of motion
memanjang secara perlahan apabila menunjukkan bahwa luas derajat

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 102


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

rentang gerak sendi ekstremitas atas rentang gerak sendi mengalami


seperti sendi peluru, sendi engsel, peningkatan bahwa ada pengaruh
dan sendi kondiloid mengalami latihan range of motion terhadap
keterbatasan. Namun sesudah rentang gerak sendi ekstremitas atas
dilakukan latihan range of motion pada pasien pasca stroke.
menunjukkan bahwa luas derajat
Latihan range of motion Batticaca, F. B. 2008. Asuhan
dilakukan dengan tujuan untuk Keperawatan Pada Klien dengan
mempertahankan atau Gangguan Sistem Persarafan.
meningkatkan kekuatan otot, Jakarta: SALEMBA MEDIKA.
memelihara mobilitas persendian,
merangsang sirkulasi darah dan Dinas Kesehatan Kota Makassar, 2015.
mencegah kelainan bentuk. Jaringan Profil Kesehatan Kota Makassar
otot yang memendek akan 2015,
memanjang secara perlahan apabila http://dinkeskotamakassar.com/ind
dilakukan latihan range of motion ex.php/2017-02-09-09-30-
dan jaringan otot akan mulai 56?download=17:profil-
beradaptasi untuk mengembalikan kesehatan-kota-makassar-tahun-
panjang otot kembali normal 2015
(Murtaqib, 2013)
Hariyono, D. C., Hasan, M., & Prasetyo,
R. 2015. Perbandingan Rentang
Gerak Sendi Bahu Siku dan
5. REFERENSI
Kekuatan Otot Lengan Atas pada
Pasien Pasca Stroke di RS Dr.
American Heart Asociation, (2015).
Soebandi. Journal of
Heart Disease and Stroke Agromedicine and Medical
Statistics. Sciences , 25-28.
http://circ.ahajournals.org/con
tent/early/2013/12/18/01.cir.0 Helmi , Z.N, 2012 . Buku Ajar Gangguan
000441139.02102.80. Muskuloskeletal . Jakarta Selatan:
Salemba Medika.
Andarwati, N. A., (2013). Pengaruh
Latihan ROM terhadap Indahsari, P. N., MM, F. A., & Ekowati, S.
Peningkatan Kekuatan Otot I. 2013. Hubungan Perubahan
Fungsi Fisik terhadap Kebutuhan
Pasien Hemiparese Post
Aktivitas Hidup Sehari-Hari
Stroke. (AHS) Pada Lansia Dengan Stroke
http://eprints.ums.ac.id/26024 (Studi Pada Unit Rehabilitasi
/19/Naskah_publikasi.pdf. Sosial Kota Semarang). Jurnal
Diakses tanggal 24 Maret Keperawatan Komunitas, Vol 1
2018, pukul 21.05 WITA Nomor 1 , 24-32.

Arias, M., & Smith, L. N. 2007. Early Karunia, E. 2016. Hubungan Antara
Mobilization Of Acute Stroke Dukungan Keluarga Dengan
Patients. Journal Of Clinical Kemandirian Activity Of Daily
Nursing , 282-288. Living Pasca Stroke. Jurnal
Berkala Epidemiologi, Vol 4
Bakara, D. M., & Warsito, S. (2016). Nomor 2 , 213-224.
Latihan Range Of Motion (ROM)
Pasif Terhadap Rentang Sendi Kozier, B., Erb, G., Berman, A., &
Pasien Pasca stroke. Idea Nursing Snyder, S. J. 2010. Buku Ajar
Journal , 12-18. Fundamental Keperawatan.
Jakarta: EGC.

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 98


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

Lewis. 2007. Medical Surgical Nursing. https://www.scribd.com/doc/21


Edisi VII. St. Louis: Missouri. 1765206/Hasil-Riskesdas-2013
Mosby-yearbook, Inc.
Risnanto, & Insani, U. 2014. Buku Ajara
Murtaqib. 2013. Pengaruh Latihan Range Asuhan Keperawatan Medikal
Of Motion (ROM) Aktif Terhadap Bedah : Sistem Muskuloskeletal.
Perubahan Rentang Gerak Sendi Yogyakarta: Deepublish.
Pada Penderita Stroke Di
Kecamatan Tanggul Kabupaten Sabana, M. C., H.K, A. N., & Adi, G. S.
jember. Jurnal IKESMAS Volume 2016. Pengaruh Latihan ROM
9 Nomor 2 , 106-115. Terhadap Derajat Rentang Gerak
Sendi Pasien Stroke Di Ruang
_________. 2013. Perbedaan Latihan Rawat Inap RSUD dr. Soediran
Range Of Motion (ROM) Pasif Mangun Soemarso Wonogiri.
Dan Aktif Selama 1-2 Minggu Jurnal Kesehatan .
Terhadap Peningkatan Rentang
Gerak Sendi Pada Penderita Sasongko, W. G. 2013. SOP Lingkup
Stroke Di Kecamatan Tanggul Gerak Sendi.
Kabupaten Jember. Jurnal https://www.scribd.com/document
Keperawatan Soedirman (The /358906867/Sop-Lingkup-Gerak-
Soedirman Journal Of Nursing) , SendiCopy. Diakses Tanggal 4
56-68. November 2017 Pukul 19.42
WITA.
Pongantung H.,SampeA.,Sianimpar.,Melci
(2018) Pengaruh Range of Motion Setyawan, A. D., Rosita, A., & Yunitasari,
pada Ekstremitas Bawah Terhadap N. 2017. Pengaruh Pemberian
Keseimbangan Berjalan pada Pasien Terapi ROM (Range Of Motion)
Pasca Stroke Di Rs. Stella Maris Terhadap Penyembuhan Penyakit
Makassar Stroke. GLobal Health Science,
Http://ejournal.stikesnh.ac.id/index, Volume 2 Issue 2 , 87-90.
php/jikd/article/view/319
Sudarsini. 2017. Fisioterapi. Malang:
Pongantung H.,Sampe A.,May lanny, GUNUNG SAMUDERA.
Meyer (2018) Hubungan Surahma. 2010. Pengaruh Latihan Range
Dukungan Keluarga dengan Of Motion (ROM) Terhadap
Self Efficacy pada Pasien Stroke Peningkatan Rentang Gerak Sendi
di RSU Dr. Wahidin Siku Pada Pasien Stroke Di Desa
Sudirohusodo Makassar. Andongsari Kecamatan Ambulu
ejurnal.stikmakassar.ac.id Kabupaten Jember.

Rahayu, K. I. 2015. Pengaruh Pemberian Suratun, Heryati, Manurung, S., &


Latihan RAnge of Motion (ROM) Raenah, E. 2008. Klien Gangguan
Terhadap Kemampuan Motorik Sistem Muskuloskeletal: Seri
Pada Pasien Post Stroke Di RSUD Asuhan Keperawatan. Jakarta:
Gambiran. Jurnal keperawatan, EGC.
Vol 6 Nomor 2 , 102-107.
Tognetti, A., Lorussi, F., Carbonaro, N., &
Kemenkes (2013). Riset Kesehatan Rossi, D. D. 2015. Wearable
Dasar ,Badan Penelitian dan Goniometer and Accelerometer
Pengembangan Sensory Fusion For Knee Joint
Angle Measurement In Daily Life.
Kesehatan Kementrian RI Sensors , 28435-28455.
Tahun 2013.

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 98


JOURNAL OF
ISLAMIC NURSING

Trisnowiyanto, B. 2016. Beda Pengaruh


Intervensi Peregangan Dan
Mobilisasi Sendi Terhadap
Perbaikan Keterbatasan Lingkup
Gerak Sendi. Jurnal Kesehatan
Vol VII Nomor 2 , 182-188.

Uda, H. D., Muflih, & Arnigo, T. A. 2010.


Latihan Range Of Motion
Berpengaruh Terhadap Mobilitas
Fisik Pada Lansia Di Balai
Pelayanan Sosial Tresna Werdha
Unit Abiyoso Yogyakarta. Jurnal
Ners dan Kebidanan Indonesia,
Vol 4 Nomor 3 , 169-177.

Ulliya, S., Soempeno, B., & Kushartanti,


B. W. 2007. Pengaruh Latihan
Range Of Motion (ROM)
Terhadap Fleksibilitas Sendi Lutut
Pada Lansia Di Panti Wreda
Wening Wordoyo Ungaran. Media
Ners, Vol 1, Nomor 2 , 72-78.

Wirawan, R. P. 2009. Rehabilitasi Stroke


Pada Pelayanan Kesehatan Primer.
Maj Kedok Indon, Vol 59 Nomor 2
, 61-71.

Wurtiningsih, B. 2012. Dukungan


Keluarga Pada Pasien Stroke Di
Ruang Saraf RSUP Dr. Kariadi
Semarang. Medika Hospitalia, Vol
1 Nomor 1 , 57-59.

Volume 3 Nomor 1, Juli 2018 99