Anda di halaman 1dari 12

BELAJAR MENYELAM

Belajar mengenal istilah-istilah menyelam di dalam air

Menyelam adalah kegiatan yang dilakukan dibawah permukaan air dengan atau
tanpa menggunakan peralatan selam, dengan untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.

Terdapat 2 jenis kegiatan menyelam menurut kebutuhan dan kelengkapannya, yaitu


:
- Skin Diving (mungkin bisa disebut juga Free Dive).
- Scuba Diving.

Skin Diving

Skin diving merupakan penyelaman yang dilakukan dengan menggunakan


peralatan selam dasar (masker, snorkel dan fins) dan biasanya hanya dilakukan
untuk kegiatan snorkling (menikmati pemandangan bawah permukaan air) atau
sport diving (penyelaman olahraga).

Scuba Diving

Sedangkan Scuba diving merupakan penyelaman yang menggunakan peralatan


selam lengkap atau biasa disebut peralatan SCUBA (Self Breathing Underwater
Breathing Apparatus) yang biasanya digunakan untuk kegiatan penyelaman
ilmiah (Scientific Diving), penyelaman komersial (engginering dive, ship salvage,
inspection & repair), ataupun penyelaman yang dilakukan oleh para marinir untuk
kegiatan pertahan dan keamanan (Tactical / Combat Diving).
Perlengkapan Dasar Selam :

Masker

Mask merupakan peralatan selam yang menutupimsebagian wajah terutama daerah


mata dan hidung, dengan memiliki fungsi : menciptakan kantong udara antara mata
dan hidung penyelam terhadap kolom air sehingga memungkinkan penyelam dapat
melihat pada daerah kolom air, lalu masker dapat mencegah air masuk ke hidung
dan mata, sekaligus mencegah timbulnya iritasi. Mask haruslah nyaman dan kedap
air, bentuknya juga harus mengikuti bentuk wajah pemakai. Untuk menguji
kekedapannya pakailah mask tersebut dengan tanpa tali, tarik napas melalui hidung
dan lepaskan mask dari tangan. Jika tidak jatuh berarti masker itu cocok.

Snorkel

Snorkel merupakan pipa yang terbuat dari silicon dengan panjang antara 12 sampai
14 inch yang berfungsi sebagai alat survival untuk membantu penyelam untuk
bernafas dipermukaan air tanpa mengangkat kepala dan melihat pemandangan
dibawah permukaan air. Bentuknya semi-fleksibel dengan tidak berpenutup pada
bagian atasnya.
Fins

Fins atau orang lebih banyak mengenak dengan kata kaki katak. Alat ini akan
membantu anda bergerak secara efisien dan efektif ketika didalam air. Jenis fins
dipasaran ada 2 macam yaitu jenis open heel – OH (seperti pada gambar) dan jenis
full foot – FF (belakang tumit tertutup seperti sepatu). Fins OH lebih banyak
digunakan untuk Scuba Diving karena memiliki karakter kuat dan tenaga dorong
yang besar. Sedangkan fins FF lebih banyak digunakan untuk Free-Diving atau
Skindiving.

Perlengkapan Scuba :

Tabung / Scuba Tank

Tabung selam merupakan botol udara yang bertekanan tinggi dibuat


untukmenampung udara yang dimampatkan secara aman. Tabung – tabung masa
kini dibuat dari bahanbaja atau campuran alumunium dan diperoleh dalam beberapa
ukuran. Pada tabung biasa terdapat tulisan – tulisan DOT 3 AA 2250, H 474829, 7 +
89 +. Tulisan itu berarti, tabung ini telah memiliki lisensi dari Department of
Transportation (DOT) cap ini biasanya merupakan produk buatan amerika. 3 AA
memiliki arti tabung menggunakan kelas dan macam logam penahan tekanan tinggi
(Chromenolybdenum stell – 4130). 2250 merupakan tekanan kerja maksimum pada
tabung dalam satuan Psi, namun dapat diisi hingga 2475 Psi. H 474829 merupakan
nomer seri tabung dan 7 + 89 + merupakan tanggal pengujian.

BCD (Bouyancy Compensator Device)

Berbentuk seperti sebuah rompi yang didalamnya terdapat air cell. Air cell pada
sebuah BCD berfungsi untuk mengatur buoyancy (daya apung) sang penyelam.
Komponen lain dari sebuah BCD diantaranya adalah inflator / deflator dan dump
valve.
Regulator

Regulator adalah suatu alat yang sederhana untuk mengubah udara bertekanan
tinggi dari sebuah tabung scuba menjadi udara bertekanan rendah sesuai dengan
kebutuhan penyelam dan hanya memberikan udara yang diperlukan sesuai dengan
tekanan sekelilingnya.

Ada beberapa tipe regulator:


Pipa udara ganda (Double Hose)
Regulator Demand yang biasa dikenal di Amerika sejak tahun 1949 terdiri dari satu
bagian yang dipasang di atas katup tabung dengan sebuah pipa penyalur udara
napas, mouthpiece dan sebuah pipa buang udara. Pada saat ini biasanya disebut
Two Hose Regulator. Mouthpiece atau Genggam Mulut adalah suatu bagian yang
dimasukkan ke dalam mulut.

Jenis dari regulator ini pemakaiannya lebih sukar, karena penyelam harus
menghembus dengan keras bila akan menghirup udara. Pada umumnya digunakan
oleh penyelam komersil. Oleh karena gelembung udara yang dikeluarkan oleh
penyelam keluar di belakang penyelam, maka gelembung tidak mengganggu
pandangan penyelam.

Prinsip kerjanya mempunyai dua tingkat yaitu tingkat pertama (first stage) dan
tingkat kedua (second stage). Pada tingkat pertama udara diturunkan diatas
tekanan sekelilingnya dan tingkat kedua tekanan udara berkurang sesuai yang
dibutuhkan penyelam yaitu sesuai dengan keadaan sekelilingnya. Sisa udara yang
berasal dari mouthpiece akan dikembalikan ke tingkat pertama untuk dibuang
keluar.

Pipa udara tunggal (Single Hose)


Yang umum dipakai sekarang adalah pipa udara tunggal terdiri dari dua tingkat
yaitu tingkat pertama (first stage) dan tingkat kedua (second stage) yang dipasang
pada bagian mulut (mouthpiece). Udara pada tingkat pertama menjadi ¡¾ 140 psi
diatas tekanan sekelilingnya. Pada tingkat kedua dikurangi menjadi sebesar tekanan
yang dibutuhkan.

Perbedaan utama dengan double hose adalah bahwa kedua tingkatannya terpisah.
Dimana Second Stage terletak dekat mulut penyelam untuk memudahkan bernapas,
oleh karena itu sekat karet berada pada permukaan yang sama dengan paru-paru
dalam posisi berenang biasa.

Single hose juga dilengkapi dengan tombol kuras (purge botton) yaitu berfungsi
membuang sisa air dalam mouthpiece bila ditekan.
Untuk melindungi bagian first stage dari masuknya air dan debu juga dilengkapi
dengan penutup (cup) dipasang pada bagian first stage jika regulator tidak dipakai.
Weight Belt atau sabuk pemberat

Alat ini digunakan untuk mnengatur daya apung penyelam. Setiap penyelam
mempunyai daya apung yang berbeda. Seorang penyelam di air laut tanpa
menggunakan wet suit memerlukan berat antara 4 sampai dengan 6 pounds untuk
mengingimbangi daya apung positifnya, sedang bila menggunakan wet suit
memerlukan tambahan pemberat antara 10 sampai dengan 12 pounds diatas daya
apung normal, sehingga jumlah total yang diperlukan seorang penyelam untuk bisa
turun ke bawah berkisar antara 14 sampai dengan 16 pounds. Sebagai pedoman
untuk mempermudah penentuan berapa berat yang diperlukan adalah 1/10 dari
berat badan normal untuk wet suit dengan ketebalan 3/16 inch. Weight belt harus
dilengkapi dengan quick release buckle yaitu suatu gesper pengancing yang dapat
dilepas secara cepat.

Wetsuit atau Drysuit

sumber:google image

Wetsuit atau drysuit adalah pakaian yang digunakan untuk menyelam.


Penggunaannya tergantung pada lokasi penyelamannya apakah cold water
atau warm water. Pada warm water, wetsuit yang digunakan menggunakan
bahan yang berlapis neoprene rubber. Bahan ini tidak waterproof atau anti air
sehingga air dapat tembus. Drysuit digunakan pada cold water bahan yang
digunakan adalah waterproof sehingga tubuh terlindungi dari dinginnya air
saat menyelam.
Teknik Water Entry

1. Step-In Method/ Standing Front Entry

Metode ini sering digunakan dan sering digunakan bila landasan statis seperti kapal
yang besar atau dermaga. Penyelam harus melangkah yang besar (Giant Step), dan
kaki harus dijaga pada langkahnya tanpa adanya gerakan lompatan dan jangan
ditarik lagi. Biarkan kaki tetap terentang hingga menyentuh permukaan air.
Usahakan tubuh agak cenderung ke depan sehingga kepala tidak membentur
tabung. Pada waktu kaki menyentuh air, kedua kaki dikatupkan kembali untuk
menjaga posisi penyelam agar tetap di permukaan.
2. Rear Roll Method

Bila menggunakan kapal yang kecil atau perahu karet, gunakan metode ini, karena
apabila penyelam yang memakai peralatan lengkap berdiri di samping kapal akan
mempengaruhi keseimbangan kapal yang akhirnya membuat penyelam susah
menjaga keseimbangan.
Untuk melakukan ini penyelam duduk di pinggir dan mengahadap ke dalam perahu.
Dengan dagu ditekuk dan memegang masker dan mouthpiece, penyelam berguling
ke belakang. Gunakan tenaga sehingga jungkir balik penuh.

3. Side Roll

Posisi penyelam duduk ditepi perahu sejajar dengan lambung perahu. Cara ini
jarang digunakan. Dengan memegang masker dan mouthpiece penyelam terjun ke
arah air. Cara ini lazim digunakan oleh under water demolation team (UDT) atau
regu penghancur bawah air, yang harus masuk ke air sementara perahu karet tetap
melaju cepat.

4. Front Roll / Sitting Front

Cara ini akan sangat berguna jika akan masuk air dari dermaga yang rendah
ataupun plat form. Penyelam duduk di pinggir perahu , dengan fin berjuntai dan
menghadap ke air. Kemudian dengan badan condong ke depan, tempatkan tangan
di kedua sisi, berputarlah dan masuk ke air.

Underwater Procedures.

Mask Clearing

Air mungkin sedikit masuk ke dalam


masker. Hal ini dapat membantu
membersihkan fog yang menempel di
kaca. Namun dalam jumlah besar
tentunya akan tidak nyaman sehingga
harus dikeluarkan dengan mask
clearing.

Jika masker mempunyai katup kuras,


miringkan masker kearah katup kuras
(biasanya dengan menunduk bila katup
kuras di didepan), tekan masker sedikit
kemuka dan keluarkan udara dengan
cepat melalui hidung. Hal ini membuat
air keluar melalui katup.
Jika masker tidak punya katup kuras.
Gunakan metode sesuai gambar. Yang
sering digunakan adalah head up
method. Yaitu angkat kepala sehingga masker agak keatas sehingga air terkumpul
di daerah bawah. Tekan bagian atas masker sehingga seal bagian bawah agak
terbuka dan langsung keluarkan udara lewat hidung. Lepaskan tekanan dengan
cepat sehingga seal bagian bawah menempel kembali.

Komunikasi

Untuk penyelam rekreasi di dalam air dapat menggunakan isyarat tangan.


Sebenarnya komunikasi dalam SCUBA terdiri dari through-water communication
systems (AM dan SSB), hand signals (isyarat tangan), slate boards (sabak), dan
line-pull signals.
Jika penyelam masih di permukaan dapat menggunakan suara. Untuk itu hapalkan
isyarat tangan yang sering dipakai dalam selam.

Buddy Diver

Menyelam adalah kegiatan yang berisiko tinggi, terlebih-lebih bila penyelaman itu
dilakukan seorang diri. Bila terjadi suatu keadaan darurat yang membahayakan
keselamatan jiwa dan raga, tidak akan ada orang yang mengetahui dan membantu
kesulitan tersebut. Oleh karena itu dunia penyelaman menganut dan mempraktekan
prinsip penyelaman yang mengatakan never dive alone. Jadi menyelamlah selalu
dalam suatu team dengan sistim mitra (buddy sistim).

Berikut ini peraturan dasar buddy:

• Selalu mempertahankan kontak dengan partner selam. Jika jarak penglihatan


baik, pastikan partner selam dalam penglihatan. Jika jarak penglihatan buruk
seperti air yang sangat keruh, gunakan buddy line.
• Tahu arti isyarat tangan dan line pull signal.
• Jika isyarat telah diberikan, maka harus di respon secepatnya. Jika tidak
direspon maka anggap suatu keadaan emergensi.
• Monitor pergerakan dan kondisi partner selam. Ketahui gejala penyakit
penyelaman. Jika partner selam terlihat tidak seperti biasanya, pastikan
penyebabnya, dan ambil tindakan untuk menghilangkannya.
• Jangan meninggalkan partner selam walaupun partner sedang terperangkap
dan tidak dapat lepas tanpa pertolongan. Jika tidak bisa ditolong, panggil
penyelam lain dengan menandai lokasi selam dimana partner kita
terperangkap.
• Jika salah satu partner selam membatalkan penyelaman dengan berbagai
alasan, maka yang lain juga harus naik ke atas.
Tahu bagaimana melakukan buddy breathing.
Isyarat Penyelaman.

Isyarat sangat diperlukan untuk dapat berkomunikasi di dalam air maupun dari
dalam air dengan permukaan. Macam isyarat tersebut antara lain isyarat tangan,
penglihatan, suara, sentuhan, dll. Semua isyarat dapat dipergunakan disesuaikan
dengan kondisi saat itu.

Pengetahuan tentang isyarat dalam penyelaman mempunyai tujuan untuk


mempermudah komunikasi antar penyelam sehingga kegiatan penyelaman akan
mencapai kesuksesan, aman, dan selamat. Untuk itu adakan kesepakatan
berkomunikasi dengan mitra sebelum memulai penyelaman.

Isyarat paling sederhana dan praktis adalah isyarat tangan, untuk itu setiap
penyelam dianjurkan mengetahui arti dari isyarat tangan tersebut. Dengan
demikian, komunikasi di dalam air menjadi mudah dan pesan dapat disampaikan
dengan tepat.