Anda di halaman 1dari 211

TUGAS BIOSISTEMATIKA TUMBUHAN

FILOGENI ANGIOSPERMA MENURUT APG 4

DISUSUN OLEH:

NAMA KELOMPOK : 1. Fitri Salamah Nasution (F1D015001)

2. Rezan Okto Wesa (F1D015025)

3. Aulia Tresna Amalia Ilmi (F1D015069)

KELOMPOK : II (Dua)

DOSEN PENGAMPU : Dra., R.R Sri Astuti, MS

Dra. Rochmah Supriati, M.Sc

HARI/TANGGAL : Senin / 22 Mei 2017

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BENGKULU

2017
Angiosperma

Angiospermae adalah Kelompok tumbuhan dengan ciri :


1. Berkayu
2. Tidak berpembuluh eustel
3. Nodus
4. Tubus tapis plastida mengandung butir pati
5. Daun simpel
6. Persisten
7. Mengutuh
8. Bagian bunga saling bebas
9. Strobilus
10. Sempurna
11. Bagian P umumnya bervariasi kelipatan tiga
12. Sedikit terdiferensiasi benang sari berfilamen lebar polen beralur tunggal G apokarp
(tangkai sari umumnya pendek
13. Tidak bernektar
14. Embrio sangat kecil
15. Beraroma terpenoid.
ORDO AMBORELLALES
memiliki 1 familia yaitu Amborellaceae
1. Familia amborellaceae
Ciri-ciri familia amborellaceae
 Amborellaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga
 tumbuhan berwujud semak atau pohon kecil yang langka sekaligus unik

ORDO NYMPHEALLES
Ciri-ciri ordo nymphealles
 Tumbuhan air, tumbuh di rawa-rawa atau daerah yang tergenang air, terapung atau
mempunyai akar yang dapat mencapai dasar air
 Termasuk tumbuhan akuatik, herba;
 Tidak berkambium
 Memeiliki aerenkim
 Rumus Bunga T 4–12, A3–∞
 kantung embrio 4-nukleus, biji berkatup, perisperma; berlendir; alkaloid (tanpa
benzilisokuinolin)
 Contoh : Nelumbo nucifera
Memiliki 3 Family, yaitu :
1. Calbombaceae
 polen triaperture
 biasa hidup di perairan mengalir
 mampu hidup hingga kedalaman 6-10 meter
 contoh : Nelumbo nucifera, Cabomba caroliniana

2. Hydatellaceae
 suatu suku anggota tumbuhan berbunga
 merupakan tumbuhan berukuran kecil
 hidup di air atau rawa menyerupai rumput
 tumbuhan air yang sepanjang hidupnya terendam di dalam air

 Tumbuhan ini hanya ditemukan di Australia, Selandia Baru, dan India, menjadikannya
sebagai tumbuhan khas lempeng Indo-Australia.

 Contoh Hydatella Sp
3. Nympheaceae
 Tumbuhan air, tumbuh di rawa-rawa atau daerah yang tergenang air, terapung atau
mempunyai akar yang dapat mencapai dasar air
 Batang berair dan berfungsi untuk menyokong daun mengapung di atas air. Memiliki
daun yang lebar dengan bentuk melingkar, tepi daun bergerigi, bangun daun cordatus,
hastatus atau peltatus dan tulang daun menjari. Sebagian besar daun-daun ini mengapung
di atas air agar dapat mengambil oksigen yang ada di udara. Memiliki akar yang
berongga dari atas hingga bawah dan dapat dijadikan sup akar teratai
 Daun terapung di permukaan air atau tenggelam, tetapi ada juga yang muncul di atas air
 Bunga terpisah-pisah, aktinomorf dengan tenda bunga berbilangan 3 sampai banyak yang
berfungsi sebagai kelopak, atau hanya 6 daun tenda bunga yang tersusun dalam 2
lingkaran
 Bersifat steril dan berubah menjadi bagian-bagian yang menyerupai daun-daun mahkota.
 Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, berjumlah 3 atau banyak, bebas satu
sama lain, atau berlekatan
 Buah kurung atau menyerupai buah buni. Biji mempunyai salut biji, kebanyakan dengan
endosperm dan perisperm, lembaga lurus
 Contoh : Nymphaea lotus, Nelumbo nucifera
1.
ORDO AUSTROBAILLEVALES
Ciri-ciri ordo austrobaillevales
1. Austrobaileyales adalah pesanan tanaman berbunga
2. pohon, semak belukar, atau liana
3. Austrobaillevales adalah kelompok yang masih ada setelah Amborellales dan
Nymphaeales
4. Contoh : Illicium verum

Memiliki 3 Family yaitu :


1. Austrobaillevaleace
 Austrobaillevaleace merupalan family monotipik yang mengandung genus tunggal
 liana kayu
 pohon, semak belukar, atau liana yang mengandung minyak esensial
 Contoh : Illicium verum
2. Schindraceae
 Schindracea atau Illiciaceae terdiri dari pohon-pohon dan semak-semak dengan
selminyak aromatik
 Daunnya sederhana, spiral (sering muncul melingkar), bening-belang-belang,
exstipulate, selalu hijau, dan glabrous
 Perbungaan adalah, bunga soliter aksila atau supra-aksiler atau kelompok 2 atau 3
bunga, kecil, biseksual, actinomorfik, dan hypogynous, yang terdiri dari sejumlah
perhiasan bunga (733), tepal yang berbeda, biasanya spiral diatur, sepal-seperti
bagian luar gradasi menjadi bagian-bagian petallike batin, kelas ke pusat anter-seperti
bagian-bagian benang sari
 filamen yang pendek dan tebal. antera yang membujur di dehiscence, dengan ikat
diperpanjang
 contoh : llicium anisatum, Japanise adas

3. Trimeniaceae
 tanaman berbunga
 pohon dan semak belukar
 spesiesnya bersifat tropis dan subtropis
 contoh : Trimenia nukuhivensis W. L. Wagner & Lorence
ORDO CHILOREANTHALES
Ciri-ciri ordo Chiloreanthales
 tanaman berkayu kayu
 Anggota aromatik
 daun cemara dengan margin serratik khas dan ketentuan interpetiolar
 Bunganya tidak mencolok, dan diatur dalam perbungaan
 Kelopak tidak ada dalam keluarga ini, dan terkadang juga sepal.
 Buahnya seperti buah naga, terdiri dari satu buah carpel.
 Siku tiga berpasangan ditemukan di Chloranthus
 Bunga ditemukan dari Kapur Awal (Friis et al 1996)
 Asteropolis: Serbuk sari yang ditemukan dari Late Cretaceous (Doyle 1999)
 Contoh : Sarcandra glabra
Memiliki satu family yaitu :
1. Chiloranthaceae
 Spesies chloranthaceae adalah tanaman aromatik dengan kayu lunak
 memiliki kebalikan, daun cemara dengan margin serat khas dan kebutaan interpetiolar
(mirip dengan kantung yang ditemukan pada keluarga Rubiaceae).
 Bunganya tidak mencolok, dan diatur dalam perbungaan.
 Kelopak tidak
 Bunganya hermaprodit atau jenis kelamin yang terpisah.
 Buahnya seperti buah naga, terdiri dari satu buah carpel.
 Contoh : Sarcandra glabra
ORDO CANELLALLES
Ciri-ciri ordo canellales
 Batang primer berbentuk silinder
 tangkai daun bundel
 tumbuh di tempat yang lembab, habitat teduh
 stomata (terbatas pada bagian bawah daun) yangsebagian terhalang ,
 agak berpori berlilin (cutin) yang menyerupai spons.
 memiliki benang sari leaflike agak mirip dengan Degeneria (keluarga Degneriaceae)
 sebagian besar"primitif" spesies memiliki panjang, luas, bersih-veined daun dan
bunga besar dan banyak,tepal spiral diatur (beberapa bagian yang tidak dibedakan
menjadi kelopak dan sepal),benang sari, dan karpel.
 Beberapa juga memiliki daun seperti, atau "laminar," benang sari
 Contoh : Canella winterana
Memiliki 2 Family yaitu :
1. Canellaceae
 Pepohonan, jarang semak, hijau, sering aromatik.
 Daun sederhana, bergantian (distichous atau spiral), utuh, kasar, glabrous (atau hampir
begitu), sering dikelilingi kelenjar, bermuatan pinnately, margin keseluruhan, petiolate
atau subsessile, stipules absen.
 Bunga Inflorescences terminal atau aksilar, malai, racemes atau simbal, atau bunga soliter
pada tangkai daun (Pleodendron).
 Bunga hermaprodit, aktinomorfik
 Sepal 3, kasar, imbricate
 Kelopak bunga 5-12,
 kalix biasanya bebas (pada dasarnya berkenaan dengan Canella) dan berdaging
 Benang sari 6-12, berkonotasi pada tabung di sekitar ovarium
 Ovarium superior, syncarpou
 carpels (2-) 3-4 (-6)
 stigma lobus 2-6
 plasentasi parietal.
 Buah endokarpus.
 Biji 2-banyak, dengan endosperm berminyak berlimpah.
 Contoh : Canella winterana

2. Winteraceae
 bagian dari flora Antartika
 berupa semak belukar
 Daunnya bergantian
 aroma harum.
 digunakan untuk menghasilkan minyak esensial.
 keluarga primitif (karena struktur xilem dan carpel,struktur yang
sekarang tampaknya berasal dari xilem dan karpel lebih khas angiospermasecara
keseluruhan).
 bagian bunga tersusun berpilin
 biji besar dengan kulit berwarna cerah
 jaringan kayu homogenya yang tidak dibedakan kedalam sel penguat (serat) dan sel
penyokong air
 contoh : Drimys winteri

ORDO PIPERALES
Ciri Ordo Piperales :

 Merupakan Tumbuhan herba


 Daun bersusun dua-dua,
 Pangkal daun berseludang,
 Daun gantilan berhelai tunggal adaksial;
 Nodus membengkak

Memiliki tiga Oedo yaitu :

1. Aristolochiaceae
 Tanaman dicot dengan tanaman bunga rendah dan bunga berbentuk tabung dan kelipatan
tiga kelipatannya
 Tumbuhan besar yang terdiri dari lebih dari 500 spesies. Spesies dalam genus ini
menyebar di berbagai wilayah dengan iklim yang beragam.
 Ciri has dari tanaman ini adalah batang yang halus serta tegak atau agak melilit. Daun
yang dimiliki sangat sederhana dan berbentuk hati, membran, yang tumbuh di tangkai
daun.
 Bunga biseksual dengan 3 sepal bersatu, 0 kelopak, dan biasanya 12 benang sari (6
sampai 36 mungkin).
 Ovarium diposisikan inferior dan terdiri dari 6 (kadang-kadang 4) kayu bersatu
(syncarpous) dengan dinding partisi hadir, membentuk jumlah bilik yang sama.
 Sebagian besar anggota keluarga ini adalah tanaman tropis. Di seluruh dunia, ada 7
genus, mewakili sekitar 400 spesies
 Contoh genus : Asarum, Aristolochia

2. Piperaceae
 Pohon kecil, semak belukar, atau tanaman tahunan atau tahunan,
 seringkali rhizomatous, kadang aromatik, glabrous, pubescent, atau glandular-burik,
terestrial atau epifit.
 Batangnya sederhana atau bercabang;
 Bundel pembuluh darah di lebih dari 1 cincin atau berserakan. Daun basal dan / atau
cauline, bergantian, berlawanan, atau whorled, simple; Tunjangan sekarang, bergantung
pada petiole;
 Petioles biasanya hadir Daun pisau: margin keseluruhan.
 Inflorescences terminal, berlawanan daun, atau aksila, paku.
 Bunga biseksual;
 Perianth tidak ada,
 masing-masing bunga disiram oleh pelempar bract;
 Benang sari 2 - 6, hypogynous, anter 2-locular; Pistil 1, 1 - atau 3-4-carpellate; Ovarium
1-locular, superior; Plasentasi basal; Ovule 1; Stigma biasanya 3-4. Buah drupelike.
Benih 1;
 Sedikit endosperm;
 Perisperm melimpah
 Genus 15, spesies 2000 (2 genera, 9 spesies di flora): terutama daerah tropis dan
subtropis di seluruh dunia.
 Contoh genus : piper, Peperomia, Zippelia, Manekia and Verhuellia

3. Saururaceae
 Herbal, rhizomatous, aromatik, glabrous sampai puber, di tempat basah.
 Batangnya sederhana atau bercabang;
 Helai pembuluh darah dalam 1 (-2) cincin (s).
 Bunga biseksual;
 Perianth tidak ada, masing-masing bunga disiram oleh bracts nonpeltate;
 Benang sari (3-) 6 (-8),
 hypogynous atau epigynous; Antera 2-locular;
 Pistil 1, 3-5 (-7) -karpellate;
 Ovarium 1- atau 3-5 (-7) -locular;
 Plasentasi parietal atau marjinal;
 Ovula 2 atau 18-40; Gaya dan stigma berbeda.
 Kapsul buah atau schizocarps.
 Biji 1 atau banyak (-40);
 Sedikit endosperm;
 Perisperm melimpah;
 Genera 5, spesies 7 (2 genera, 2 spesies di flora): Amerika Utara, Amerika Tengah, Asia
 Contoh Genus :Saururus cernuus , Anemopsis californica , Gymnotheca chinensis ,
Gymnotheca involucrate, Houttuynia cordata

ORDO LAURALES

Ciri Ordo Laurales :

 berkayu;
 daun berhadapan;
 bunga dengan hipantium;
 umumnya berstaminodium,
 kepala sari umumnya berkatup;
 karpel dengan 1 ovula;
 embrio besar

Memiliki 6 family yaitu :

1. Calycanthaceae
 hrubs , deciduous
 rhizomatous, aromatik.
 Daun yang berlawanan, tanpa ketentuan, petiolate.
 Daun pisau: pinggiran seluruhnya atau, pada tunas yang tumbuh cepat, kadang dengan
beberapa gigi.
 Inflorescences terminal pada cabang-cabang pendek berdaun dari pertumbuhan saat ini,
bunga soliter.
 Bunga biseksual.
 Tepal dan benang sari perigynous;
 Pedal bagian dalam, benang sari, dan staminodes dengan badan makanan putih yang lezat
di tip.
 Tepal 15-30, berdaging, petaloid, dimasukkan secara spiral di luar hypanthium. Sumbu
halus 5-30, dimasukkan secara spiral di atas hypanthium;
 Staminodes 10-25, pada permukaan dalam hypanthium; Lubang terbuka dengan celah
longitudinal. Pistils 5-35, 1-carpellate, dimasukkan secara spiral ke dalam hypanthium;
Ovula 2 per locule, distal ovule abortive, submarginal; Gaya memanjang, filiform;
Stigma kering, bermuara.
 Buah-buahan achenes, 1-35, coklat kemerahan gelap, silindris, pubescent, tertutup dalam
pembesaran, fibant persistent hypanthium (pseudocarp). Benih: endosperm absen.
 Genus 3, spesies 6 (1 genus, 2 spesies di flora): beriklim sedang Amerika Utara dan
China.
 Contoh Genus : Calycanthus

2. Hernandiaceae
 Habitus Pohon, semak-semak, atau liana;
 Mengandung minyak esensial.
 Tumbuh Mandiri, atau mendaki.
 Daun alternatif, aromatik, sederhana, atau senyawa; peltate (sering, dalam Hernandia),
atau tidak peltate, jika senyawa, palmate. Lamina dibedah, atau seluruh, ketika dibedah,
palmatifid; palmately berurat, cross-venulate. Daun exstipulate.
 Contoh Genus : Hernandia

3. Monimiaceae
 Tanaman berkayu
 Rambut :Stellate, stellate, 2-bersenjata atau berbentuk T, tidak glandular, berumbai, tidak
glandular, peltate atau scale-like
 Distribusi : Afrika, Asia, Australia dan Oseanik, Amerika Utara, Amerika Selatan
 Daun: posisiBerlawanan atau verticillate, bergantian, Tidak majemuk, Menyirip atau
hampir tidak terlihat pada daun atau selebaran, stipuletidak hadir
 Bunga: Biseksual, uniseksual, simetriAktinomorfik, zygomorfik atau tidak teratur
 Bungawadah :Kecil, membesar, benar-benar bersatu dengan ovarium, menutupi sebagian
atau seluruhnya, membesar, benar-benar atau sebagian bebas dari ovarium, membesar,
berbentuk kerucut atau hemispherical.
 Benang sari: anter : Basifixed, introrse, extrorse, dibuka dengan celah longitudinal,
dibuka dengan katup, filamen Bebas dari mahkota, tidak berkonotasi, berkonotasi
menjadi 1 tabung atau bundel
 Pistil: gaya Gaya absen, stigma sessile, gaya lebih dari 1, bebas, gaya 1, atau gaya yang
kurang lebih berkonotasi
 Buah: jenisKacang, berdaging
 Buah: biji 1 biji
 Contoh genus : Austromatthaea, Monimia, Palmeria, Parakibara, Peumus, Steganthera
(incl. Anthobembix, Tetrasynandra), Tambourissa (incl. Phanerogonocarpus,
Schrameckia), Wilkiea (incl. Endressia, nom. illeg.), Xymalos (incl. Paxidendron)

4. Gomortegaceae
 kebiasaanTanaman berkayu
 distribusiorang Amerika Selatan
 Daun: posisiBerlawanan atau verticillate, Tidak majemuk ,Menyirip atau hampir
tidak terlihat pada daun atau selebaran.
 Raceme, senyawa, sympodial atau monopodial
 Bunga : Biseksual, Aktinomorfik, wadah, Diperbesar, benar-benar bersatu dengan
indung telur, seluruhnya atau sebagian menutupinya
 Benang sari: anter, introrse, dibuka oleh katup, filament dari mahkota, tidak
berkonotasi, Staminodia hadir
 PutikOvules axile, carpel connate, ovules yang menempel pada poros tengah atau
ventrally pada apocarpae, ovules menempel pada apex ovarium.
 Benih: endospermBiji dengan endosperm
 Contoh genus :

5. Lauraceae
 Habitus : Tanaman berkayu, tanaman herba
 Distribusi: Afrika , Asia, Australia dan Oseania, Eropa, Amerika Utara, Amerika
Selatan
 Daun: Berlawanan atau verticillate, bergantian, Tidak majemuk, Menyirip atau
hampir tidak terlihat pada daun atau selebaran., Longitudinal pada daun atau
selebaran, palmate pada daun atau selebaran, stipules tidak ada
 Bunga: Biseksual, uniseksual, Aktinomorfik, Diperbesar, terbagi total atau sebagian
dari indung telur, posisi sepal Semua bebas satu sama lain
 Benang sari: anterBasifixed, introrse, extrorse, dibuka dengan katup, 1-locular pada
anthesis, filament dari mahkota, tidak berkonotasi, berkonotasi menjadi 1 tabung atau
bundle, Staminodia hadir
 PutikKarpet bebas satu sama lain atau carpel 1, ovula menempel pada poros tengah
atau ventilasi pada apokarpae, ovula menempel pada puncak ovarium.
 Buah: jenisKacang, berdaging
 Benih: kotiledonDilipat atau kusut , Benih: endosperm, Biji tanpa endosperm
 Contoh genus : Nectandra, Ocotea , Persea, Machilus ,Nectandra

6. Siparunaceae
 kurang lebih pohon-pohon besar, kadang-kadang beberapa pendaki, cemara,
 aromatik (bau jeruk),
 biasanya halus kulit kayu, dengan retak kecil.
 tanpa stipula, dengan sel-sel minyak di parenkim,
 Batang dengan node unilacunares dan jejak daun. Tidak ada hipocrepiformes
sclereids di Pericycle.
 Monoceous atau Diaceous
 Perbungaan terminal atau ketiak, kadang-kadang tampaknya supraaxilares jarang
cauliflorous di atas, malai atau lonjakan
 bunga berkelamin tunggal, actinomorfik atau zygomorphic. perígino Lubang,
berkembang dengan baik, bulat, urceolado atau cekung. Perianto sepaloideo atau
dibedakan, atau tepaloideo dengan 4-8 unit 1-2 uliran atau gelap dan caliptroide
dikembangkan asimetris ke satu sisi dan lebih atau kurang di Glossocalyx denticulado
dengan jilbab internal yang sekitar ostiolo wadah.
 Drupes buah tertutup oleh bacciforme wadah membentuk pseudofruit, yang mungkin
atau tidak pecah. Aril estilar hadir dalam beberapa spesies Siparuna.
 1 biji buah diratakan Glossocalyx, endotesta silang dengan endosperm berlimpah,
berminyak, kecil, lurus, dengan dua kotiledon, embrio atau divergen diterapkan,
kadang-kadang dengan tepi bergerigi.
 Pollen globular globular-to pepat di monads inaperturate, granular, yang kasar atau
Echinate exine tectate atau intectada, columelada imperforata atau berlubang,
endexina, ectexina dan lapisan basal ada atau tidak ada.
 jumlah kromosom: x = 22, 2n = 44.
 Contoh Genus : Glossocalyx, Siparuna

ORDO MAGNOLIALES

Ciri dari Ordo Magnoliales :

 batang dengan pembuluh cincin


 buah bumbung;
 Asia Timur

Memiliki 6 Family yaitu :

1. Annonaceae
 Habitus : Tanaman berkayu, Batang atau daun berduri
 Distribusi : Afrika, Asia, Australia dan Oseanik, Amerika Utara, Amerika Selatan
 Daun: bergantian, Tidak majemuk, menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun atau
selebaran, stipules tidak ada,
 Bunga: Biseksual, uniseksual, Aktinomorfik, bunga wadah : Kecil, membesar, benar-
benar atau sebagian bebas dari ovarium, membesar, kerucut atau hemispherical, posisi
sepalSemua bebas satu sama lain, berkonotasi, Sepal imbricate atau contorted, sepal
valvate, posisi kelopak bebas dari satu sama lain, kelopak berkonat, kelopak imbricate,
Kelopak valvate
 Benang sari: anterBasifixed, extrorse, dibuka dengan celah longitudinal, dibuka dengan
pori-pori apical, filamentBebas dari mahkota, tidak berkonotasi, Anter dengan embel-
embel mencolok, staminodia hadir
 Gaya absen, stigma sessile, gaya lebih dari 1, bebas, gaya 1, atau gaya yang kurang lebih
berkonotasi
 putik Karpet bebas satu sama lain atau carpel 1, ovula parietal, karat berkelopak, ovula
menempel pada pangkal ovarium.
 Buah: jenisSebuah kapsul, kacang, berdaging
 Benih: Arillus atau arill-like organ hadir, embrioLurus, melengkunng, endospermBenih
dengan endosperma, endosperm ruminate kebiasaan
 Sekitar 300 genus and 6,500 species
 Genus : Annona, Rollinia, Trivalvaria, Uvaria, Cyathostemma, Artabotrys, Desmos

2. Eupomatiaceae
 Habitus : Tanaman berkayu
 Distribusi : Asia, Australia dan Oseanik
 Daun: posisibergantian, Tidak majemuk, Menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun
atau selebaran, stipulestidak hadir
 Bunga: BiseksualAktinomorfik, Bunga: wadah: Diperbesar, benar-benar bersatu dengan
indung telur, seluruhnya atau sebagian menutupinya, posisi sepal bebas satu sama lain,
berkonotasi, Sepals imbricate atau contorted, posisi kelopakSemua bebas dari satu sama
lain, kelopak berkonat, kelopak imbricate
 Benang sari: Basifixed, introrse, dibuka dengan celah longitudinal,filamentBebas dari
mahkota, tidak berkonotasi
 Putik : Karpet bebas satu sama lain atau carpel 1, ovula menempel pada poros tengah atau
ventilasi pada apokarpae
 Benih: endosperm Benih dengan endosperma, endosperm ruminate
 Contoh Genus : Manihot , Ricinus , Acalypha, Codiaeum variegatum, Jatropha,
Hippomane , Mercurialis, Hevea brasiliensis, Euphorbia

3. Magnoliaceae
 Habitus : Tanaman berkayu
 Distribusi : Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan
 Daun: posisibergantian, Tidak majemuk, Menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun
atau selebaran, stipulesmenyajikan
 Bunga: Biseksual, uniseksual, Aktinomorfik , Bunga: wadah : Kecil, membesar, kerucut
atau hemispherical
 posisi sepalSemua bebas satu sama lain, Sepals imbricate atau contorted
 posisi kelopakSemua bebas dari satu sama lain, kelopak imbricate
 Benang sari: Basifixed, introrse, extrorse, dibuka dengan celah longitudinalfilamenBebas
dari mahkota, tidak berkonotasi
 Pistil: Gaya absen, stigma sessile, gaya 1, atau gaya yang kurang lebih berkonotasi
 Putik : Karpet bebas satu sama lain atau carpel 1, ovules axile, karat karat, ovula
menempel pada poros tengah atau ventral di apokarpae.
 Buah: jeniskapsul, kacang, berdaging, 1 biji, 2 biji, 3+ biji
 Biji dengan endosperm
 Contoh Genus : Magnolia and Liriodendroideae containing the genus Liriodendron.

4. Degeneriaceae
 Biji : bii tertutup
 Keping kotyledone : 2 keping
 Venasi daun : reticulatus
 Perakaran : akar tunggang
 Jenis tumbuhan : tumbuhan dikotil

5. Himantandraceae
 Terdiri dari pohon besar hanya dalam satu genus.
 Daunnya tumbuh dalam pola alternatif dan permukaan di bawah daun ditutupi dengan
rambut berbentuk perisai.
 Bunga mereka biasanya tunggal dengan dua sepals luar biasa kasar yang jatuh dari bunga
saat dibuka.
 Tekstur dan bentuk benang sari menyerupai tujuh dari sembilan kelopak bunga.
 Buahnya berdaging dan bulat.

6. Myristicaceae
 Habitus : pohon
 Daun : daunnya tunggal dengan duduk daun tersebar atau berseling dan tak
berdaun penumpu.
 Bunga : bunganya beraturan, kebanyakan berkelamin 1 danberumah 2. Tenda
bunganya bersatu, tunggal dengan 3 taju, jarang 2 atau 4 dan pada waktu masih kuncup
saling mengatup. Bunga betina berbakal buah menumpang, duduk, beruang 1, kepala
putik duduk atau bertangkai putik pendek.
 Buah : merupakan buah berdaging satan keras, membuka dengan 2 katup, jarang
dengan 4 katup. Bijinya di bungkus dengan selaput bijji yang besar.
 Contoh Genus :Myristica
ORDO ACORALES

Ciri-ciri Ordo Acorales :

 Acorales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga yang termasuk dalam kelas
monokotil. Perbungaan dilengkapi dengan spadiks dan spatha; ketiak daun dengan sisik
intravaginal berlendir ovula tegak, dengan permukaan perisperma epidermik,
endosperma banyak; idioblast mengandung minyak terbang
 perbungaan dilengkapi dengan spadiks dan spatha;
 ketiak daun dengan sisik intravaginal berlendir
 ovula tegak, dengan permukaan perisperma epidermik,
 endosperma banyak;
 idioblast mengandung minyak terbang

Memiliki satu family yaitu :

1. Acoraceae
 Akar: Rhizomes, Rhizomes aromatik, Sap jelas
 Habitat : Akuatik tumbuh di atau di atas air, Air yang muncul, Air tawar akuatik,
Terestrial, Herbaceous, Perennials
 Batang: aerenchyma
 Daun - Daun - daun sederhana - Daun - alternatif, Daun - ensiform (berbentuk pedang),
Daun - daun tak beraturan, Daun - 2-peringkat (distichous), Daun - linier atau filiform
(rumput seperti), Daun - venetion sejajar, Daun - Lembut, daun - pinggiran keseluruhan
 Perbungaan: lateral atau aksila, bracteate, paku, spadix berdaging, bunga sessile
 Bunga: Bunga biseksual, Perianth hadir, Perianth direduksi menjadi bulu atau timbangan,
Bunga nyaris tidak terlihat, Bunga kecil, Bunga 3 merous, Bunga aktinomorphik,
semangka Floral hadir.
 Sepal / Tepal: Tepal 6 (Sepal tidak dapat dibedakan dari kelopak bunga)
 Kelopak / Tepung: Kelopak sebagian besar terpisah, kelopak bunga kehijauan
 Pistil: Carpels bersatu, Carpels 2, Carpels 3, superior ovarium, Styles 1, stigma terminal
capitate atau trilobed, locules 3
 Buah: Buah – berry
 Biji: Biji - beberapa (2-10) per locule, Biji - kurang berjumbai rambut, Biji - permukaan
+/- halus, Biji - bulat atau ellipsoid, Biji - angulate

ORDO ALISMATALES

Ciri-ciri Ordo Acorales :

 Alismatalesadalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga yang termasuk kelas monokotil.
 Tumbuhan yang termasuk ordo ini umumnya herba akuatik
 Rumbuhan berimpang
 Hidrofili
 Bersisik Intravaginal
 Bunga G Apokarp
 Plasentasi umumnya memipih
 Endosperm Helobial;
 Embrio besar, hijau

Memiliki Sembilan Family yaitu :

1. Alismataceae
 Alismataceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga
 Herba akuatik atau tempat lembab
 Bunga bisekual, seringkali tersusun berkarang
 Perhiasan dalam dua lingkaran, sepal 3 hijau dan petal 3 putih
 Perlekatan karpel apokarp dengan 6 – banyak karpel yang lepas-lepas, ovulum 1, 2-
beberapa
 Contoh : Alisma, Echinodorus, Sagittaria

2. Aponogetonaceae
 Merupakan tumbuhan air yang berakar didasar
 Mempunyai rimpang berbentuk umbi
 Daun tunggal, bertangkai dengan helaian bentuk lanset-bulat telur yang mengapung
atau terendam air.
 Bunga banci, tersusun dalam bulir yang bercabang atau berbentuk silinder
 Tenda bunga menyerupai mahkota, terdiri atas 3 atau 1 daun tenda bunga
 Benang sari 6, tersusun dalam lingkaran, atau lebih, tersusun dalam 3-4 lingkaran.
 Bakal buah menumpang, jumlah 3-6. Biji tanpa endosperm, lembaga lurus
 Terdiri atas 1 marga Aponotegon.
 Contoh speciesnya: Aponetogon distachyus, Aponetogon fenestralis, Aponetogon
schinatus (tanaman hias)

3. Butomoceae
 Herba akuatik / rawa, laticiferus, mempunyai rhizome, daun roset akar dan daun linier
 Bunga aktinomorf, biseksual, majemuk cymosa, stamen 9 – lebih
 Periantium terdiri dari 2 lingkaran, 3 terluar sepaloid dan 3 terdalam petaloi
 Karpel 6 – beberapa dengan letak ovulum laminar, polennya monosulcate
 Manfaat tumbuhan : beberapa tanaman hias
 Contoh : Butomus umbellatus

4. Posidoniaceae
 Daun dengan dasar selubung, ligulate, Buah dengan pericarp kenyal, mengambang
saat pertama kali dilepas,
5. Scheuhzeriaceae
 Merupakan tumbuhan air perennial dengan rimpang pada dasar.
 Batang tegak
 Bangun daun lanset, mempunyai upih membalut yang membalut batang dan lidah-lidah
pada batas antara upih dan helaian daun
 Bunga banci aktinomorf, tersususn dalam bulir pada ujung batang. Tenda bunga
tersususn atas 6 tenda dalam 2 lingkaran
 Benang sari 6-8, bebas, kepala sari bangun garis. Ginaecium 3-6 bakal buah
menumpang, berlekatan
 Buahnya buah kurung. Biji tanpa endosperm
 Contoh speciesnya : Schechezeria palustris, Lilaea subulata,Lilaea scilloides,
Tringlochin palustris, Tringlochin maritim

6. Araceae
 Bunga majemuk bertipe "tongkol" yang berseludang (spatha).
 Jenis-jenisnya banyak dikenal orang: sebagian karena dapat dimakan umbinya,
 dan salah satu anggotanya memegang rekor sebagai bunga majemuk tunggal terbesar
sedunia(bunga bangkai raksasa, Amorphophallus titanum)
 Contoh Genus : terutama dari genus Alocasia, Colocasia (talas bogor), serta
Amorphophallus (suweg); sebagian karena keindahannya sebagai tanaman hias, seperti
Dieffenbachia, Aglaonema (sri rejeki), dan Anthurium (kuping gajah);
7. Hydrocharitaceae
 Merupakan tumbuhan terna air, mengapung atau submers
 Daun tunggal, tersusun dalam roset akar, tersebar berkarang, bentuk beraneka ragam,
helaiannya lebar, tulang daun melengkung
 Bunga berkelamin tunggal, berumah 2 atau banci, aktinomorf, terpisah atau bersifat
simos.Bunga terletak dalam daun pelindung yang berbagi 2 atau diantara 2 daun
pelindung yang duduk berhadapan.Hiasan bunga dapat dibedakan mahkota (3 daun
mahkota) dan kelopak (3 daun kelopak).
 Benang sari 3 atau kelipatan 3, yang dipinggir dan di tengah sering mandul
 Bakal buah tenggelam, beruang 1, dengan 2-15 tembuni dan banyak bakal biji,
dengan 2 integumen. Tangkai putik 1, kepala putik 2-30.
 Bunga betina mempunyai benang sari-benang sari rudimenter disamping putik
 Buahnya pecah tidak beraturan. Biji banyak, tanpa endosperm, lembaga lurus, akar
lembaga tebal, dan pucuk lembaga kecil
 Contoh speciesnya: Hydrocharis morsus-ranae, Hydrocharis dubia, Hydrilla
verticillata, Helodea cannadensis, Vallisneria spiralis, Vallisneria gigantean

8. Potamogetonaceae
 Merupakan tumbuhan air yang berakar dan mempunyai rimpang dasar
 Daun bangun garis, bangun lanset, atau bulat telur
 Daun memiliki tangkai dan kadang berupih daun yang besar
 Helaian daun mengapung mengapung ayau terendam air
 Sebagian berupa tumbuhan darat dengan daun bulat, panjang seperti tangkai atau
seperti daun yang menyempit
 Dalam ketiak terdapat sisik
 Bunga berkelamin tunggal atau banci aktinomorf, tersusun sebagai bulir, atau
terpisah
 Hiasan bunga tunggal, tidak menyerupai mahkota
 Bakal buah 6 sampai 1, masing-masing berisi 1 bakal biji
 Buahn ya buah kurung (berisi 1 biji), tanpa endosperm, lembaga dengan batang
hipokotil yang besar
 Hidup dalam air tawar, air payaw maupun air laut
 Contoh speciesnya: Ruppia maritime, Patamogeton perfoliatus,Posidonia oceanic,
Patamogeton richardsonii, Zannichellia palustris, Zostera marin, Potamogeton sp

9. Zozteraceae
 Jenis tumbuhan : moni\okotil
 Sistem perakaran : serabut
 Venasi daun : parallel
 Memiliki serbuk sari filamen terutama disesuaikan dengan dispersi di lingkungan
perairan dan daun seperti pita yang kekurangan stomata.
 Karakter khas keluarga zozteraceae adalah adanya retinakosis, rimpang yang
merambat,
 merupakan tanaman berbunga laut yang ditemukan di perairan pantai subtropis dan
subtropis, dengan keragaman tertinggi terletak di sekitar Korea dan Jepang.
Sebagian siklus hidupnya di bawah air,

ORDO PETROSAVIALES

Ciri-ciri Ordo Petroviales :

 Petrosaviales adalah salah satu bangsa anggota tumbuhan berbunga yang termasuk
dalam klas Monokotil,
 batang dengan pembuluh cincin
 buah bumbung.
 Banyak ditemukan di Asia Timur

Memiliki Satu family yaitu :

1. Petrosaviaceae
 Habitus :Tanaman herba
 DistribusiAsia
 Daun: posisibergantian, Tidak majemuk, Menyirip atau hampir tidak terlihat pada
daun atau selebaran., Tak terlihat atau daunnya bergetar, stipulestidak hadir,
Raceme, corymb
 Bunga: Biseksual, Aktinomorfik, wadah: Diperbesar, benar-benar bersatu dengan
indung telur, seluruhnya atau sebagian menutupinya, posisi sepalSemua bebas satu
sama lain, Sepal imbricate atau contorted, sepal valvate, Kelopak imbricate,
kelopak bunga valvate
 Benang sari: anterDorsifixed atau ventrifixed, introrse, dibuka dengan celah
longitudinal, filamentTidak berkonotasi
 PutikKarpet bebas satu sama lain atau carpel 1, ovules axile, karat karat, ovula
menempel pada poros tengah atau ventral di apokarpae.
 Buah: jenis kapsul
 Biji dengan endosperm
 Contoh Genus : Petrosavia
Contoh :Petrosavia sakuraii

ORDO DIOSCOREALES

Karakteristik ordo dioscoreales:

a. Umumnya berupa pemanjat berpilin


b. Daun umumnya menata jala
c. Bakal buah umunya inferior
d. Tangkai sari pendek
e. Mengandung steroid sapogenin / alkaloid

Memiliki empat familia yaitu :

1. Famili Burmanniaceae
a. Habitus terna atau herba annual atau perennial
b. Sebagian besar hidup sebagai saprofit
c. Batangnya memiliki daun-daun kecil seperti sisik yang tersebar
d. Bunga biseksual dengan simetri bunga aktinomorf
e. Perianthium berwarna biru atau putih
f. Bakal biji berjumlah banyak dan masing-masing mempunyai 2 integumen
g. Biji berukuran kecil dan banyak mempunyai endosperm
Contoh : Sarcosiphon episcopalis

2. Famili Dioscoreaceae

a. Habitus terna atau herba


b. Batang memanjat dengan rimpang / umbi di dalam tanah
c. Daun tunggal dengan bentuk kordatus
d. Pertulangan daun menjari atau melengkung dengan filotaksis tersebar
e. Bunga uniseksual dengan bentuk kecil dan simetri bunga yang tersusun aktinomorf
f. Bunga tersusun berupa bulir
g. Stamen berjumlah 6 bersifat fertile
h. Pistillum terdiri atas 3 tangkai putik yang berlekatan
i. Biji memiliki sayap dengan endosperm dan lembaga yang kecil
Contoh : Testedinaria elephantipes

3. Famili Taccaceae

a. Habitus terna atau herba perenial


b. Batang berkayu dengan rimpang yang berbentuk umbi
c. Daun berukuran besar dengan bentuk daun daun yang tunggal
d. Tepi bergerigi denagan filotaksis
e. Bunga biseksual dengan simetri bunga aktinomorf
f. Bunga majemuk berbentuk payung yang terletak pada bagian terminal.
g. Corolla terdiri atas 6 petal
h. Stamen berjumlah 6 dengan tangkai sari melebar dan pendek
i. Tangkai putik berjumlah 3 dengan ukuran yang pendek dan kepala putik yang
berjumlah 3
j. Memiliki banyak biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil
Contoh : Tacca cristata

4. Famili Nartheciaceae
a. Memiliki rimpang bawah tanah yang tebal dan horisontal
b. Daun tumbuh dari dasar tanaman dan saling tumpang tindih
c. Tanaman ini menghasilkan batang tanpa daun (scape) Bunga memiliki 6 tepal
berwarna sama
d. Bunga ditutupi oleh sisik kecil
e. Bunga memiliki 6 benang sari
f. Buah kapsul
Contoh : Aletris farinosa L

ORDO PANDANALES

Karakteristik ordo pandanales:

a. Beberapa berkayu
b. Daun berkelompok
c. Tumbuh terminal
d. Perbungaan dalam spadiks

Terbagi menjadi tiga Familia yaitu :

1. Famili Velloziaceae
Karakteristik dari famili Velloziaceae adalah sebagai berikut :
a. Habitus terna atau herba perennial, berkayu dengan batang yang tebal
b. Daun berbentuk lanset dengan ujung runcing
c. Bunga terpisah-pisah pada tangkai yang panjang dan
d. Bunga biseksual dengan simetri bunga aktinomorf
e. Perianthium terdiri atas 6 corolla yang berlekatan
f. Stamen berjumlah 6
g. Tangkai putik berjumlah 1 dengan kepala putik berbentuk bongkol
h. Buah memiliki tekstur yang keras
i. Biji banyak berbentuk pipih dan mempunyai endosperm dan lembaga yang kecil
Contoh : Xerophyta retinervis

2. Famili Pandanaceae

a. Tumbuhan monocotyledon atau liliopsida


b. Habitus pohon atau semak
c. Tipe daun tunggal
d. Bentuk daun pita
e. Duduk daun memeluk batang
f. Susunan daun pada batang sangat rapat sehingga membentuk cincin
g. Bunga berbentuk bonggol yang terletak diterminal
h. Tepi daun berduri
i. Buah majemuk menyatu
Contoh : Pandanus tectorius
3. Famili Cyclanthaceae

a. Tumbuhan terna perenial dengan habitus mirip palma


b. Batang pendek atau tidak ada, kadang-kadang memanjat dan menjadi setengah epifit
c. Mempunyai getah seperti susu atau cair
d. Daun berbentuk kipas, bertepi rata, berlekuk atau berbagi 2, masing-masing bagian
dapat menjadi upih
e. Duduk daun tersebar atau berseling dalam 2 baris
f. Bunga berkelamin tunggal, berumah 1
g. Bakal buah tenggelam dalam tongkol
h. Buah buah buni yang berisi banyak biji
i. Biji dengan kulit biji berdaging, mempunyai endosperm dan lembaga yang kecil
Contoh : Carludovica palmata

ORDO LILIALES

Karakteristik ordo Liliales

a. Umumnya geofit
b. Memiliki umbi semu tuber atau rimpang
c. Tepal kadang berbintik
d. Nektari terdapat pada tepal
e. Berbiji banyak
f. Salut biji seluler
g. Fitomelan sedikit
h. Buah duduk pada batang
i. Memiliki asam celidonis, steroid saponin
Memiliki delapan Familia yaitu :

1. Famili Liliiaceae
Karakteristik dari famili Liliiaceae adalah sebagai berikut :

a. Habitus terna atau herba dengan rimpang atau umbi lapis


b. Tipe daun tunggal dengan filotaksis roset akar
c. Sebagian kecil cabang-cabang tereduksi berubah menjadi kladodium
d. Sebagian besar simetri bunga aktonomorf, sebagian kecil zigomorf
e. Perianthium terdiri dari tenda bunga yang menyerupai mahkota
f. Memiliki biji yang di dalamnya terdapat banyak endosperm
Contoh : Lilium martagon

2. Famili Alstroemeriaceae
Karakteristik dari famili Alstroemeriaceae adalah sebagai berikut:
a. Bunga biseksual atau dioseus
b. Bunga terletak pada ujung batang
c. Tipe plasenta axial atau pariental
d. Bunga bersifat zigimorf atau aktinomorf
Contoh : Alstromeria sp.
3. Famili Corsiaceae
Karakteristik dari famili tryphaceae adalah sebagai berikut :

a. Tumbuhan herba
b. Tumbuhan perennial
c. Duduk daun berselang seling
d. Batang tidak bercabang
e. Tipe buah kapsul
f. Bunga terletak diujung batang
Contoh: Corsia ornata

4. Famili Melanthiaceae
Karakteristik dari famili melanthiaceae adalah sebagai berikut:
a. Akar horizontal di bawah permukaan tanah, meskipun beberapa spesies dapat tumbuh
dari umbi
b. Daunnya memiliki vena bercabang sejajar
c. Bunga majemuk
d. Simetris bunga bersifat aktinomorfik (radial simetris)
e. Memiliki bagian bantalan serbuk sari
f. Bunga memiliki 6 benang sari dan
g. Buah berry atau kapsul
Contoh: Anticlea elegans (Pursh) Rydb.

5. Famili Philesiaceae
Karakteristik dari famili colchicaeae adalah sebagai berikut:

a. Bunga endemik Negara chili selatan


b. Habitat tanaman berkayu
c. Venasi daun menyirip atau hamper tidak terlihat pada daun
d. Bunga majemuk
e. Bunga bersifat biseksual
f. Tipe bunga aktinomorfik
Contoh : Lapageria rosea

6. Famili Colchicaceae
Karakteristik dari famili colchicaeae adalah sebagai berikut:
a. Daunnya tumbuh langsung dari tanah
b. Tepi daunnya tidak rata
c. Bunga-bunga memiliki bagian bantalan serbuk sari
d. Bunga memiliki 6 sepal
e. Bunga memiliki 6 benang sari
f. Buah kapsul yang dapat melepaskan biji saat matang
Contoh : Colchicum autumnale L.

7. Famili Petermanniaceae
Karakteristik dari famili tryphaceae adalah sebagai berikut :

a. Habitus pohon
b. Permukaan pohon berduri
c. Bangun daun lancet, jorong atau bulat telur
d. Buah berry bulat
e. Buah duduk pada batang
f. Tanaman endemik Australia
g. Bunga muncul hanya pada musim panas
Contoh : Petermannia cirrosa

8. Famili Smilacaceae
Karakteristik dari famili smilacaceae adalah sebagai berikut:
a. Tipe batang herba atau liana kayu
b. Arah tumbuh batang memanjat dengan sulur
c. Duduk daun berselang-seling
d. Bunga bersifat uniseksual dan memiliki bantalan serbuk sari
e. Setiap bunga memiliki 6 sepal
f. Bunga memiliki 6 benang sari
Contoh : Smilax glauca
ORDO ASPARAGALES

Karakteristik ordo asparagales:

a. Umumnya geofit
b. Pertumbuhan anomil sekunder
c. Buah kapsul atau buni
d. Salut berbiji hampit tak nampak atau dengan fitomelan
Memiliki Delapan Familia yaitu :

1. Famili Orchidaceae

a. Habitus terna atau herba perenial


b. Bersifat epifit atau menumpang pada tumbuhan lain
c. Mempunyai rimpang akar yang seperti umbi
d. Batang memiliki daun namun ada yang tidak memiliki daun
e. Pangkal batang menebal membentuk umbi semu (pseudo bulbi)
f. Akar mengandung klorofil yang berfungsi sebagai alat untuk asimilasi
g. Mempunyai daun pelindung
Contoh : Vanda tricolor

2. Famili Iridaceae
Karakteristik dari famili Iridaceae adalah sebagai berikut :

a. Habitus terna atau herba perenial dengan akar yang tumbuh dari rimpang
b. Bentuk daun pipih memanjang dengan filotaksis roset akar
c. Simetri bunga aktinomorf atau zigomorf
d. Perianthium terdiri atas tenda bunga yang menyerupai mahkota
e. Stamen berjumlah 3 yang berhadapan dengan daun-daun tenda bunga
f. Biji memiliki endosperm dan lembaga yang kecil
Contoh: Iris versicolor

3. Famili Amaryllidaceae

a. Terna dengan umbi lapis atau umbi sisik


b. Batang di atas tanah yang nyata
c. Daun pipih panjang
d. Ujung daun berduri
e. Hiasan bunga berupa tenda bunga menyerupai mahkota yang tersusun dalam 2
lingkaran, aktinomorf atau zogomorf
f. Benang sari 6, pangkal tangkai sering berlekatan membentuk semacam mahkota
tambahan
g. Bakal buah tenggelam
h. Buah buah kendaga atau buah buni
i. Biji dengan endosperm yang berdaging, lembaga pipih, dan bersayap
Contoh : Polianthes tuberosa
4. Famili Lanariaceae

a. Tumbuhan perennial
b. Tipe batang herba
c. Daun berbentuk spiral
d. Bunga bersifat biseksual
e. Perianth dengan 6 tepal sama menyatu dengan tabung untuk bagian bawahnya
f. Bentuk plasenta axile (marjinal)
Contoh : Lanaria lanata

5. Famili Hypoxidaceae

Karakteristik dari famili hypoxidaceae adalah sebagai berikut :

a. Daun seperti rumput tumbuh dari batang bawah tanah


b. Daun sejajar
c. Bunga-bunga disusun dalam kelompok pada tangkai yang tidak berdaun (scape)
d. Bunga memiliki 6 sepal, bersifat aktinomorfik (radial simetris) dan berwarna kuning
e. Bunga memiliki 6 benang sari
f. Tipe buah kapsul kering
Contoh : Hypoxis hirsuta (L.)

6. Famili Asparagaceae

Karakteristik dari famili Asparagaceae adalah sebagai berikut :

a. Batang berwarna hijau


b. Bunga-bunga memiliki bagian bantalan serbuk sari
c. Bentuk bunga kecil
d. Bunga berbentuk lonceng
e. Bunga memiliki 6 benang sari dan 1 ovarium
f. Tipe buah berry berdaging dan berwarna merah saat matang
Contoh : Asparagus officinalis L

7. Famili Tecophilaeaceae

a. Tumbuhan parennial
b. Tipe batang herba
c. Bunga berwarna
d. Bunga bersifat aktinomorfik atau zygomorfik
e. Bunga majemuk
f. Memiliki 3 sepal yang menyatu pada tabung
Contoh : Odontostomum hartwegii

8. Famili Asphodelaceae

Karakteristik dari famili Asphodelaceae adalah sebagai berikut :

a. Bunga-bunga terletak pada tangkai daun (scape)


b. Bunga individu memiliki tangkai
c. Bunga-bunga diatur dalam lonjakan padat
Contoh : Asphodeline Rchb.

ORDO POALES

Karakteristik ordo poales :

a. Umumnya herba
b. Epidermis kasar bersilikat
c. Umumnya tidak berasosiasi dengan mikoriza
d. Daun merumput
e. Bunga kebanyakan anemofili, kecil, mengapas, tidak ber nectar
Memiliki Sembilan Familia yaitu :
1. Famili Bromeliaceae
a. Daun bermotif dan berwarna
b. Batang tegak dan bercabang
c. sistem akar kompleks
d. Mengeluarkan aroma yang wangi
e. Sebagian besar berupa epifit
f. Daun tebal memanjang dengan rambut-rambut berbentuk sisik
g. Tepi daun rigi-rigi yang berupa duri-duri
h. Bunga banci, kebanyakan aktinomorf, jarang zigomorf
i. Kelopak terdiri atas 3 daun kelopak, daun mahkota 3
j. Benang sari tersusun dalam 2 lingkaran, masing-masing lingkaran terdiri atas 3
benang sari
k. Bakal buah menumpang
l. Tangkai putik langsing, panjang dengan 3 kepala putik
m. Buahnya berdaging
n. Biji bersayap mempunyai endosperm bertepung dan lembaga yang kecil
Contoh : Ananas comosus

2. Famili Restionaceae
a. Terna perennial dengan rimpang yang di balut oleh upih-upih yang serupa sisik-sisik
b. Bunga dalam ketiak daun-daun pelindung
c. Bunga berkelamin tunggal dan berumah 2
d. Bakal buah menumpang
e. Buah buah kendaga atau buah keras
f. Biji dengan endosperm dengan lembaga kecil
Contoh : Elegia capensis

3. Famili Xyridaceae
Karakteristik dari famili Xyridaceae adalah sebagai berikut :

a. Terna perennial
b. Daun merupakan roset akar, panjang, mirip daun rumput
c. Bunga banci, kelopak terdiri atas 2 daun kelopak, zigomorf atau terdiri atas 1 daun
kelopak yang besar dan 2 yang kecil
d. Bakal buah menumpang
e. Bakal biji banyak
f. Buah buah kendaga yang membuka dengan membelah ruang
g. Biji dengan endosperm seperti tepung, lembaga kecil
Contoh : Orectanthe sceptrum

4. Famili Eriocaulaceae
Karakteristik dari famili Eriocaulaceae adalah sebagai berikut :

a. Terna perenial, jarang annual


b. Daun-daun seperti daun rumput, sempit memanjang, sering tersusun sebagai rozet
akar
c. Bunga kecil, berkelamin tunggal, aktinomorf atau zigomorf, tersusun dalam bongkol
yang terdapat pada ujung tangkai yang panjang
d. Benang sari 2-6, bebas, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga
e. Kepala sari kecil, beruang 1-2. Membuka dengan celah membujur
f. Bakal buah menumpang, beruang 2-3, tiap ruang dengan 1 bakal biji
g. Buah buah kendaga yang membuka dengan membelah ruang
h. Biji dengan endosperm seperti tepung, lembaga kecil
Contoh : Eriocaulon decangulare
5. Famili Juncaceae
a. Terna anual atau perineal, mirip rumput atau mendong, jarang memiliki batang di
atas tanah
b. Daun sempit, pajang, bangun silinder atau pipih seperti daun rumput, mempunyai
upih pada pangkalnya
c. Bunga banci, aktinomorf, terangkai dalam berbagai susunan
d. Benang sari 3 atau 6, bebas, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga
e. Tangkai putik 1, kepala putik 3, berbentuk benang
f. Bakal buah menumpang
g. Buah buah kendaga
h. Biji-biji kadang-kadang berekor, mempunyai endosperm, lembaga kecil
Contoh : Juncus effuses

6. Famili Cyperaceae
Karakteristik dari famili Cyperaceae adalah sebagai berikut :

a. Terna perenial yang menyukai habitat yang lembab


b. Umbi dengan geragi yang merupakan alat perkembangbiakan vegetative
c. Batang segitiga dan tidak berongga
d. Daun bangun pita
e. Bertulang sejajar dengan upih yang tertutup
f. Hiasan bunga tereduksi menjadi sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut jarang
mempunyai mahkota bahkan tidak ada
g. Benang sari 3 atau kurang dari 3 dan jarang lebih atau banyak
h. Tangkai sari bebas, kepala sari beruang 2
i. Bakal buah menumpang
j. Biji dengan lembaga yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak
Contoh : Cyperus rotundus L.
7. Famili Poaceae
Karakteristik dari famili Poaceae adalah sebagai berikut :

a. Terna anual atau perennial


b. herba atau pohon yang tinggi, batang dengan posisi yang bermacam-macam
c. Daun umumnya terdiri atau helaian, upih, dan lidah-lidah, jarang antara helaian dan
upih terdapat tangkai
d. bunga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal
e. tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung
f. Buah biasanya seperti buah padi “Caryopsis“
g. Biji berlekatan dengan kulit buah, jarang berupa buah keras, biji dengan endosperm
Contoh : Zea mays

8. Famili Rapateaceae
a. Daun berbentuk pita
b. Bersifat geofit (memiliki umbi)
c. Buah duduk dibatang
d. Mempunyai nektar yang terdapat di teptal
Contoh : Stegolepis guianensis
9. Famili Typhaceae
a. Habitat tumbuh didaerah basah hingga sedikit payau
b. Daun menempel pada tangkai
c. Bunga-bunga bersifat uniseksual, memiliki bagian bantalan serbuk sari
d. Bunga-bunga berbentuk silinder atau bola dan memiliki sepal yang dimodifikasi
menjadi bulu kapiler
e. Bunga memiliki 1-8 benang sari
Contoh : Sparganium americanum Nutt.
ORDO COMMELINALES

Karakteristik ordo commelinales

a. Bunga umunya tidak beraturan


b. Sedikit benang sari yang fertile
c. Pembungaan rangkaian terbatas atau tersusun skorpio fenifenalenon
Memiliki Tiga Familia yaitu :
1. Famili Commelinaceae
Karakteristik dari famili Commelinaceae adalah sebagai berikut :

a. habitus berupa herba yang memanjat atau tegak


b. Batang sering membengkak pada nodus
c. Daun tunggal
d. Mempunyai pelepah
e. Urat daun sejajar
f. Bunga umumnya dalam perbungaan simosa
g. Bunga biseksual, simetri daun actinomorf atau zygomorf
h. Hiasan bunga terdiri atas kelopak dengan tiga daun kelopak yang bebas dan sering
kali berwarna
i. Mahkota terdiri atas 3 daun mahkota yang bebas kebanyakan berwarna biru atau putih
j. Buah kebanyakan berupa buah kendaga
k. Biji dengan kulit yang beriji seperti jarak, mempunyai lembaga yang kecil dibagian
pinggir, endosperm seperti tepung
Contoh : Rhoeo discolor
2. Famili Pontederiaceae
Karakteristik dari famili Pontederiaceae adalah sebagai berikut :

a. terna air atau rawa , perenial


b. percabangan batang simpodial
c. Daun dengan helain yang lebar
d. Pertulangan daun melengkung
e. Pada tangkai pangakal mempunyai upih tersusun berseling atau membentuk suatu
rozet
f. Bunga banci, zigomorf, tersusun dalam rangkain berupa bulir, endah atau malai
yaang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung yang menyerupai upih daun
g. Hiasan bunga menyerupai mahkota terdiri atas 6
h. Benang sari 6, 3 atau hanya 1, melekat pada buluh tenda bunga, kadang-kadang tidak
sama panjang atau ada yang paling panjang bakal buah menumpang, beruang 3, tiap
ruang berisi banyak bakal biji, atau beruang satu dengan satu bakal biji
i. Tangkai putik satu
j. Tipe buah kendaga
Contoh : Eichhornia crassipes

3. Famili Haemodoraceae
Karakteristik dari famili Haemodoraceae adalah sebagai berikut :

a. Bentuk bunga menyerupai cakar kanguru


b. Daun muncul dari batang bawah tanah
c. Bunga terjadi dalam kelompok terminal pada batang yang timbul dari pangkal daun
d. Bunga memiliki aroma sedikit atau tidak ada
Contoh : Anigozanthos flavidus
ORDO ZINGIBERALES

Karakteristik Ordo Zingiberales :

 Zingiberaes biasanya habitus herba raksasa dengan daun dan bunga petiole
monosymetric seringkali cukup besar dan agak rumit.
 Anggota kelompok ini sebagai besar terdapat pada daerah tropis.

Ordo zingiberales mempunyai 8 famili yaitu :

1. Family musaceae
 Tumbuhan herba besar , batang semu
 Daun lebar, bangun jorong dan memanjang
 Ibu tulang tebal, beralur disisi atasnya, jelas berbeda dari tulang-tulang cabangnya
yang menyirip
 Bunga monosymetrix, bunga banci atau berkelamin tunggal, zigomorf, kelopak
berbentuk tabung
 Buahnya berdaging, tidak membuka, dan biji berkulit keras
 Contohnya : Musa paradisiaca

2. Family strelitziaceae
 Phon berbentuk seperti kipas
 Pertumbuhan dengan percabangan monopodial
 Akar dengan pembuluh luas tersebar dan untai floem di empulu itu
 Batang dengan pembuluh
 Tangkai daun dengan busur beberapa saluran udara
 Perbungaan keras, berbentuk perahu, bracts perbungaan hijau
 Bunga memiliki lebih atau kurang kelopak yang muncul bersamaan abaxial lateral
 Contohnya : Ravenala madagascariensis
3. Family zingiberaceae
 Tanaman terna parenial dengan rimpang yang kadang-kadang berbentuk seperti
umbi yang biasanya mengandungminyak menguap hingga berbau aromatic
 Batang diatas tanah seringkali hanya pendek
 Daun tunggal mempunyai sel-sel minyak menguap
 Tangkai daun pendek, upih terbuka atau tertutup
 Bunga terpisah tersusun dalam bunga majemuk dan tunggal
 Contohnya : Curcuma xanthorrhiza
4. Family heliconiaceae
 Habitus herbal besar
 Rimpang dengan lapisan endodermaid
 Tangkai daun panjang
 Bunga miring monosymetric
 Buah schizocarp berdaging atau buah berbiji, endocarp berkembang dengan baik
 Contohnya: Heliconia colinsiana
5. Family cannaceae
 Tumbuhan herbal besar, perennial
 Mempunyai rimpang yang tebal seperti umbi
 Daun pada batang diatas tanah, besar, lebar, bertulang menyirip dengan ibu tulang
yang nyata, tangkai daun pangkal melebar menjadi upih
 Bunga banci, zigomorf dengan daun lama petiole
 Perbungaan bercabang, bunga berumur pendek
 Contohnya : Canna hybrid

6. Family costaceae
 Batang bercabang
 Daun spiromonostichous, selubung tertutp
 Daun ligulate dengan selubung tertutup yang disusun dalam spiral tunggal sampai
batang
 Perbungaan padat, spicate berbentuk kepala, memiliki bracts besar, bunga
monosymetric
 Contohnya : Costus speciosus

7. Family marantaceae
 Terna parenial, dalam tanah membentuk rimpang yang merayap
 Daun dalam dua baris, tulang daun menyirip
 Kadang-kadang disebut keluarga tanaman berdo’a karena pada malam hari daunya
melipat, dan terlihat seperti sedang berdo’a
 Helaian bulat telur memanjang atau jorong
 Bunga banci, asimetrik
 Hiasan bunga biasanya dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota, masing-
masing terdiri atas 3 daun kelopak yang bebas dan 3 daun mahkota yang tidak sama
besar dan berlekatan
 Buahnya buah kendaga yang pecah dengan membelah ruang atau buah yang
berdaging
 Biji dengan banyak endosperm, sering bersalut pada bagian pangkal, lembaga
bengkok atau terlipat
 Contohnya : Maranta arundinacea

8. Family lowiaceae
 Tubuh berbentuk kerucut
 Lapisan endodermoid dalam rimpang
 Perbungaan kompleks
 Daun Lowiaceae tajam dan vena longitudinal yang tampaknya agak jauh (ada yang
jauh lebih menonjol dari yang lain) dan sangat dikembangkan vena lintas yang lebih
jelas pada abaxial dari permukaan bawah daun
 bakal biji dengan integumen luar 14-16 sel di seluruh, biji berbulu
 Bunga-bunga diselenggarakan dengan sepal bawah daun median, rata-rata kelopak
membentuk berkembang dengan baik labellum abaxial, dan kedua kelopak lateral
kecil
 Contohnya :Orchidantha sp.
ORDO CERATOPHYLLALES

Karakteristik Ordo Ceratophyllales :

 Tumbuhan air (aquatic) yang tidak mampu hidup tanpa genangan air.
 Berkembang benar-benar tenggelam, kadang-kadang mengambang di permukaan, dan
tidak mentolerir kekeringan.
 Batang tanaman panjangnya bisa mencapai 1–3 m.
 Daunnya bercabang yang rapuh dan kaku saat disentuh.
 Bunga-bunga kecil dan tidak mencolok, dengan bunga jantan dan betina pada tanaman
yang sama.
 Di kolam membentuk tunas tebal (turions) di musim gugur yang tenggelam ke dasar
yang memberikan kesan bahwa ia telah dimati oleh tetapi datang musim semi ini akan
tumbuh kembali ke panjang berasal perlahan mengisi kolam.,

1. Family Ceratophyllaceae
 Tumbuhan air yang tidak mampu hidup tanpa genangan air.
 Berkembang benar-benar tenggelam, kadang-kadang mengambang di permukaan,
dan tidak mentolerir kekeringan.
 Batang tanaman panjangnya bisa mencapai 1–3 m.
 Pada interval sepanjang node batang mereka menghasilkan cincin daun hijau terang,
yang sempit dan jarang.
 Daunnya bercabang yang rapuh dan kaku saat disentuh.
 Tanaman yang tidak memiliki akar sama sekali, tetapi kadang-kadang mereka
mengembangkan daun yang seperti akar untuk menenggelamkan diri kedasar air.
 Bunga-bunga kecil dan tidak mencolok, dengan bungajantan dan betina pada tanaman
yang sama.
 Di kolammembentuk tunas tebal (turions) di musim gugur yang tenggelam ke dasar
yang memberikan kesan bahwa ia telah dimati oleh tetapi datang musim semi ini akan
tumbuh kembali ke panjang berasal perlahan mengisi kolam.,
 Tumbuhan air ini sering digunakan sebagai penghias akuarium.
 Contoh :Ceratophyllumsp.
ORDO RANUNCULALES

Kareakteristik Ordo Ranunculales :


 Umumnya tumbuhan dengan batang berkayu.
 Terdapat daun buah yang bebas dalam bunganya, sehingga dari satu bunga dapat
membentuk banyak buah (polycarpiceae ;poly = banyak, carpos = buah).
 Bagian-bagian bunga lepas dan tersusun secara spiral.
 bagian-bangian bunga tersebut (terutama daun-daun buahnya) kadang-kadang masih
jelas sifatnya sebagai sporofil dengan bakal-bakal biji (makrosporangium) yang terletak
pada tepinya (marginal).
1. Family Ranunculaceae
 Suku ini meliputi terna annual maupun parenial
 Tumbuhan berkayu
 Daun-daun tunggal atau majemuk yang duduknya tersebar atau berhadapan.
 Bagian-bagian bunga jarang tersusun berkarang, kebanyakan mempunyai bagian-
bagian bunga yang masih duduk dalam spiral.
 Bunga dengan tenda bunga atau hiasan bunga yang telah jelas dapat dibedakan dalam
kelopak atau mahkota.
 Bunga aktinomorf atau zigomorf, hampir selalu banci.Benang sari banyak, bebas.
 Bakal buah kebanyakan lebih dari satu, jarang hanya satu, apokarp, jarang sinkarp,
mempunyai banyak bakal biji masing-masing dengan 1 sampai 2 integumen.
 Buahnya buah kurung, buah keras, atau buah buni.
 Biji dengan endosperm yang besar dan lembaga yang kecil.
 Habita di daerah iklim sedang Sampai daerah iklim dingin.
 Kebanyakan anggotanya mengandung alkaloid dan oleh karenanya berguna dalam
obat-obatan.
 Contohnya :
 Ranunculus : R.arvensis, R. scleratus.
2. Familia Lardizabalaceae
 Tumbuhan berkayu seringkali berupa liana
 Daun majemuk atau menyirip.
 Bunga berpisah-pisah atau majemuk berbentuk tandan, aktinomorf, banci atau
berkelamin tunggal, berbilang tiga.
 Hiasan bunga terdiri atas 2 lingaran daun tenda bunga, 2 lingkaran daun-daun
penghasil madu, 2 lingkaran benang-benang buah apoarp, masing-masing berisi
banyak atau hanya 1 bakal biji yang parietal.
 Buahnya buah buni.
 Biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil.
 Contoh-contoh : Akebia : A. aquinata, A. lobata (tanaman hias, buah dapat dimakan)

3. Familia Berberidaceae
 Terna perennial atau tumbuhan berkayu
 Daun tunggal atau majemuk tanpa daun penumpu.
 Bunga terpisah-pisah atau tersusun dalam rangkaian yang bersifat rasemos
 Hiasan bunga berupa tenda bunga atau jelas dapat di bedakan dalam kelopak dan
mahkota, berbilang 2 atau 3, banci, aktinomorf.
 Hiasan bunga tersusun dalam 2-4 lingkaran, seringkali di susul dengan 2 lingkaran
daun-daun madu dan 2 lingkaran benang-benang sari.
 Kepala sari membuka dengan celah atau katup.
 Bakal buah dengan 1 sampai banyak bakal biji, masing-masing bakal biji dengan 1
sampai banyak bakal biji, masing-masing bakal biji dengan 2 integumen.
 Buahnya buah buni. Biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil
 Contoh-contoh : Berberis : B. vulgaris. Epimedium: E. rubrum, E. alpinum (tanaman
hias).

4. Suku Menispermaceae
 Kebanyakan berupa liana
 Daun tunggal berlekuk atau berbagi menjari, dengan bunga yang kecil-kecil.
 Pada akar dan batang sering terdapat pertumbuhan menebal sekunder yang
abnormal.
 Bunga dengan tenda bunga tunggal atau ganda, berbilangan 3 atau 2, berkelamin
tunggal, berumah 2, aktinomorf.Hiasan bunga, bila dapat dibedakan dalam
kelopak dan mahkota, masing-masing membentuk 2 lingkaran, mahkotanya kecil
dan tidak lekas menarik perhatian.
 Bakal buah 3 atau banyak (kadang-kadang hanya 1), tidak berlekatan 1 sama lain,
masing-masing berisi 1 bakal biji yang mempunyai integument.
 Buah berupa buah batu yang bengkok. Biji tanpa endosperm.
 Kebanyakan tumbuh di daerah panas.
 Banyak di antaranya yang beracun.
 Contoh : Menispermum: M. canadense, dipiara sebagai tanaman hias yang
memanjat. Anamirta: A. cocculus, menghasilkan racun ikan.

5. Familia Papaveraceae
 Kebanyakan anggotanya berupa terna anual atau perenial, jarang sekali berupa semak
atau pohon
 Menghasilkan getah seperti susu atau getah yang berwarna.
 Daun tersebar, di bagian ujung batang dekat bunga berhadapan atau berkarang,
helaian daun sering berbagi.
 Daun penumpu tidak terdapat.
 Bunga terpisah-pisah, banci, aktinomorf. Daun kelopak 2, bebas daun mahkota 4,
jarang lebih atau tidak ada, biasa mendapat kunjungan serangga yang mengumpulkan
serbuk sari.
 Benang sari bangak, bebas; kepala sari beruang 2 , membuka dengan retak membujur.
Balan buah menumpang, terbentuk dari 2 daun buah atau lebih berlekatan, beruang 1
dengan banyak bakal biji pada 2  16 tembuni yang terdapat pada dinding bakal
buah, dapat pula hanya 1 bakal biji pada dasarnya.
 Buah kebanyakan berupa buah kendaga, jarang berupa buah keras, bila masak
membuka dengan katup-katup atau liang.
 Biji kecil, kampuh licin atau berigi, kadang-kadang bersalut, lembaga kecil dalam
endosperm yang mengandung minyak atau berdaging.
 Habitat di daerah iklim sedang dan daerah-daerah yang lebih panas di belahan bumi
utara.
 Contoh-contoh : Papaver somniverum dan Papaver somniferum
ORDO PROTEALES

Karakteristik ordo Proteales :


 Daun tumbuh ke atas, tinggi di atas permukaan air. Daun berbentuk bundaran penuh
tanpa potongan, bergelombang di bagian tepi, dengan urat daun berkumpul ke tengah
daun. Diameter daun dapat mencapai 60 cm.
 Permukaan daun mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan
daun membentuk butiran air.Bunga dengan diameter sampai 20 cm. berwarna putih
bersih, kuning atau merah jambu, keluar dari tangkai yang kuat menjulang di atas
permukaan air.
 Ordo proteales dibagi menjadi 4 family nelumbonaceae, platanaceae, proteaceae, dan
sabiaceae.

ORDO TROCHODENDRALES

Karakteristik Trochodenrales :

 Habitus berkayu
 Tidak memiliki berkas pembuluh
 Memiliki idioblast di dalam korteks
 Bunga tepal hilang atau tidak berkembang
 Buah majemuk atau buah bumbung

ORDO BUXALES
Karakteristik ordo Buxales :
 Ini umumnya tanaman berkayu dengan bunga jantan dan betina kecil,
 terpisah (biasanya monoecious, atau pada tanaman yang sama).
 Daunnya tidak memiliki dedaunan, dan bunganya. Contohnya :Buxus sempervirens .
ORDO GUNNERALES

Karakteristik Ordo Gunnerales :

a. Tepi daun bergerigi


b. Peruratan daun sekunder menjari
c. Memiliki helai tepal yang kecil
d. Memiliki reproduksi berkelamin satu

ORDO DILLENIALES

Karakteristik Ordo Dilleniales :

a. Habitus dari perdu atau berkayu


b. Berdasarkan tingkat kemajuan dan keprimitipan melalui skala filogenetik
c. Pola percabangan familia umumnya simpodial.
d. Tepi daun bergerigi
e. Peruratan daun menjalar hingga ke ujung apical
f. Biji umumnya berarilus
g. Buah umumnya pecah secara ventral maupum dorsal

1.Familia Dilleniaceae

 Merupakan Familia yang paling primitif


 Habitusnya berupa pohon
 Berdaun tunggal merupakan jenis daun yang dianggap paling primitif dari jenis daun
majemuk
 Pertulangan daun pada tanaman ini bertipe Craspedodromous yaitu pertulangan daun
sekundernya kesamping hingga pinggir daun,
 Pistillum (karpel) banyak dan lepas-lepas
 Perlekatan plasenta yang marginalis , plasenta dengan tipe marginalis merupakan
kriteria yang paling primit buah ganda atau buah yang bersumber dari perbungaan
yang majemuk
 Pola percabangan yang simpodial sebab pola percabangan simpodial
 Contoh : Dillenia sp
ORDO SAXIFRAGALES

Karakteristik Ordo Saxifragales:

 Daun bergerigi
 Hypantium tidak berbaur diujung dibagian ujung apical
 Stigma menerus
 Buah kering
 Buah merekah
 Memiliki zat flavonoid
1. Famyli Altingiaceae
 tanaman berbunga dalam urutan Saxifragales, adalah pohon penyerbuk angin yang
menghasilkan buah keras dan kayu yang mengandung banyak biji.
 Mereka secara alami berkembang di Amerika Tengah, Meksiko, timur Amerika Utara,
Mediterania timur, Cina, dan Asia tropis. Mereka sering dibudidayakan sebagai tanaman
hias dan banyak menghasilkan kayu berharga.
1. Cercidiphyllaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Suku ini
dimasukkan ke dalam bangsa Saxifragales, klad dikotil sejati inti (core Eudikotil)
namun tidak termasuk ke dalam dua kelompok besar, Rosidae dan asterids.
a. Famyli Crassulaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan
berbunga.Suku ini mencakup banyak herba sukulen yang tahan kering.
Kemampuannya dalam bertahan pada kondisi kering salah satunya disebabkan
oleh mekanisme fotosintesis yang khas, yang disebut CAM (Crassulaceaen
Acid Metabolism).
2. 3.Famyli Daphniphyllum adalah satu-satunya genus dalam keluarga tanaman
berbunga Daphniphyllaceae yang digambarkan sebagai genus pada tahun 1826. [4]
[5] Genus tersebut mencakup semak cemara dan pepohonan yang terutama asli Asia
timur dan tenggara, namun juga ditemukan di benua India dan New Guinea. Semua
spesies dalam keluarga dioecious, yaitu bunga jantan dan betina yang ditularkan pada
tanaman yang berbeda. [2] Pada klasifikasi yang lebih tua genus diobati dalam
keluarga Euphorbiaceae.Spesies Daphniphyllum dimakan oleh larva beberapa spesies
Lepidoptera termasuk Engrailed.

3. Famyli Grossulariaceae Ribes rubrum adalah semak belukar yang biasanya tumbuh
setinggi 1-1,5 m (3,3-4,9 ft), kadang-kadang 2 m (7 kaki), dengan daun lima lobik
yang disusun secara spiral pada batangnya. Bunga-bunga itu tidak mencolok kuning-
hijau, dengan racemes 4-8 cm (2-3 in), jatuh tempo menjadi buah edible tembus
pandang merah terang sekitar 8-12 mm (0,3-0,5 inci) diameter, dengan 3-10 buah
pada setiap raceme . Semanggi yang telah mapan dapat menghasilkan 3-4 kg (7-9 lb)
buah dari pertengahan sampai akhir musim panas. [5]

4. Famyli Cynomoriaceae Cynomorium adalah genus tanaman berbunga abadi parasit di


keluarga Cynomoriaceae. Genus hanya terdiri dari satu spesies, Cynomorium
coccineum (meskipun salah satu subspesiesnya kadang-kadang diperlakukan sebagai
spesies yang terpisah [2]). Hubungan yang lebih luas tidak pasti. Nama umum
termasuk jamur Maltese yang menyesatkan atau jamur Maltese; Juga ibu jari gurun,
jempol merah, tarthuth (Badui) dan suo yang (cina). Spesies langka atau lokal,
tumbuh di tanah kering, berbatu atau berpasir, sering di rawa asin atau habitat garam
lainnya yang dekat dengan pantai. Ini memiliki berbagai kegunaan dalam pengobatan
herbal Eropa, Arab dan Cina
5. Haloragaceae Keluarga sebagian besar terdiri dari tanaman keras herba atau kadang-
kadang annuals, meskipun ada beberapa tonus kayu (Haloragodendron spp.).
Beberapa terutama terestrial (Glischrocaryon, Gonocarpus, Haloragis,
Haloragodendron dan Trihaloragis) sementara yang lainnya terutama adalah
semiaquatic (Laurembergia) atau air (Meionectes, Myriophyllum dan Proserpinaca)
dari sistem air tawar. Myriophyllum biasanya monoecious sementara kebanyakan
taksa lainnya memiliki bunga hermaprodit. Bunganya biasanya kecil dan tidak
mencolok, namun beberapa genera dapat memiliki lebih banyak bunga mencolok
yang mencolok (Haloragodendron, Glischrocaryon). Bunga biasanya radial (2-3) -4
berpisah, kelopak bunga biasanya berkerut atau berkerudung saat hadir. Pada bunga
betina Myriophyllum biasanya tidak memiliki perianth. Mereka memiliki (2-) 4-8
benang sari dan indung telur inferior dari (2-) 4 carpel. Dalam Myriophyllum, buah
adalah schizocarp dari genera 1 'seedlets' lainnya dapat memiliki kacang atau drupes
yang bisa bersayap atau melonjak.

6. Hamamelidaceae dapat dibedakan dari keluarga lain di Saxifragales karena rentang


karakteristik bunga yang umumnya seragam meski semua genera. Karakteristik yang
seragam meliputi ketentuan yang ditanggung pada batang dengan daun sering 2
peringkat. [10] Genera biasanya memiliki dua carpel gynoecium, walaupun beberapa
spesies menunjukkan variasi. Karakteristik lainnya termasuk stigma multiseluler,
dengan papila dangkal atau punggung. Struktur anther dan mode pembukaan
dianggap sebagai salah satu fitur terpenting dalam sistematika dan evolusi hamamelid.
Para anter di Hamamelids rata-rata lebih pendek daripada keluarga lain di
Saxifragales.

7. Paeoniaceae adalah tumbuhan atau semak abadi yang gugur, dengan akar
penyimpanan tebal dan akar tipis untuk mengumpulkan air dan mineral. Beberapa
spesies adalah caespitose, karena mahkota menghasilkan tunas adventif, sementara
yang lain memiliki stolon. Mereka memiliki daun majemuk yang agak besar tanpa
kelenjar dan kandang, dan dengan anomositik stomata. Pada spesies kayu,
pertumbuhan baru muncul dari tunas bersisik pada genangan sebelumnya atau dari
mahkota batang bawah. Bunga biseksual besar kebanyakan lajang di ujung tangkai.
Di P. emodi, P. lactiflora, P. veitchii dan banyak kultivar yang disumbangkan,
beberapa bunga tambahan berkembang di tangkai daun. Bunga tutup di malam hari
atau saat langit mendung. Setiap bunga disisipkan oleh sejumlah bracts, yang
mungkin membentuk semacam involucre, memiliki 3-7 sepalsu keras dan sebagian
besar berukuran 5-8, tapi kadang-kadang sampai 13 kelopak bebas. Kategori ini
bagaimanapun adalah intergrading, sehingga sulit untuk menetapkan beberapa dari
mereka, dan jumlah bagian ini mungkin berbeda. Dalam banyak benang sari tanpa
benang induk, dengan anter yang tetap berada di alasnya ke filamen, dan berbentuk
sagittate, terbuka dengan celah membujur di sisi luar dan butiran serbuk sari bebas
yang memiliki tiga celah atau pori-pori dan terdiri dari dua sel . Dalam lingkaran
benang sari ada cakram lobed yang kurang lebih menonjol, yang diduga tidak
mengeluarkan nektar. Dalam disk adalah jumlah yang bervariasi (1-15) dari carpels
terpisah, yang memiliki gaya yang sangat pendek dan stigma yang menumpuk.
Masing-masing berkembang menjadi buah kering (yang disebut folikel), yang terbuka
dengan jahitan memanjang dan masing-masing mengandung satu atau beberapa biji
berdaging besar. Pertumbuhan tahunan telah ditentukan: jika ujung tunas yang
tumbuh dihilangkan, tidak ada tunas baru yang akan berkembang pada musim itu.

8. Saxifragaceae banyak ditemukan di Belahan Bumi Utara, dengan pusat keragaman di


Himalaya, Asia Timur, dan Amerika Utara Bagian Utara. Keanekaragaman terbesar
ada di wilayah Pacific Northwest di Amerika Utara. Keluarga ini dibagi menjadi dua
garis silsilah utama - saksifragoida, yang meliputi genera Saxifraga dan Saxifragella,
dan heucheroids, yang mencakup semua genera lainnya. Heucheroids terdiri dari
delapan suku: Darmera (Astilboides, Bergenia, Darmera, Mukdenia, Orestitrope, dan
Rodgersia), Heuchera (Bensoniella, Conimitella, Elmera, Heuchera, Mitella, Tellima,
Tiarella, dan Tolmiea), Peltoboykinia (Chrysosplenium dan Peltoboykinia) ,
Microshes (Micranthes), Boykinia (Boykinia, Bolandra, Hieronymusia, Jepsonia,
Lithophragma, Sullivantia, Suxdorfia dan Telesonix), Saniculphyllum
(Saniculphyllum), Leptarrhena (Leptarrhena dan Tanakaea), Astilbe (Astilbe dan
Saxifragopsis), dan Cascadia (Cascadia dan Saxifragoides ). [3]
Ordo Vitales

Ciri umum :

 Tumbuhan berkayu dengan daun tunggal atau majemuk yang letaknya tersebar

 Stamen 4-5 dalam 1 lingkaran dan letaknya di muka petalum. Kadang terdapat
hypanthium atau ovarium inferum

 Calyx dan corolla 4-5 terdapat pada tepi hypanthium atau ovarium inferum.

 Ovarium dengan 2-5 carpellum dengan ruang sama dengan jumlah carpellum,
masing-masing dengan 1 ovulum yang anatropus 1

 Nodus sering menebal atau bersatu

 Daun tunggal atau majemuk (pinnatus atau palmatus). Letaknya bergantian atau
berhadapan. Stipula berupa petiolum atau tidak ada

 Bunga kecil dalam karangan cymosa, actinomorphus, bisexualis atau unisexualis

 Buah bacca, biji dengan testa yang tebal dan endosperm

 Contoh spesies : Ampelocissus latifolia , Ampelocissus arborea, Parthenocissus


quinquefolia, Parthenocissus tricuspidata.
ORDO ZYGOPHYLLALES

CIRI UMUM :

 Habitus semak
 tanaman berbunga yang dikotil,
 Terdiri dari 2 famili (Zygophyllaceae dan Krameriaceae), 27 marga, dan sekitar 300
spesies. Anggota adalah tumbuhan atau semak belukar
 Sebagian hemiparasit, dan sebagian besar terbatas pada daerah tropis atau daerah
beriklim tropis.
 Bunganya sangat mencolok dan memiliki kelenjar minyak atau nektar untuk
penyerbukan lebah.
 Bunga khas memiliki lima buah perianth, 4 atau 10 benang sari, dan 2-5 bahan bakar
menyatu.
 Buah adalah kapsul dehiscent atau berbagai buah beri. Endosperm pada biji biasanya
kurang.
1. Family Zygophyllaceae
Karakteristik :

 Tumbuh di lingkungan gurun pasir atau salin di daerah beriklim sedang dan tropis.
 Sebagian besar anggota adalah semak belukar ke pohon-pohon kecil, sering kali
berair, dengan daun yang berlawanan atau disusun secara spiral.
 Bunga yang terbagi lima biasanya memiliki 10 anter, masing-masing dengan kelenjar,
dan cakram nektari yang berkembang dengan baik.
 Buah biasanya kapsul atau schizocarps.
 Beberapa spesies Zygophyllaceae dapat dimakan.
 Buah dari beberapa spesies Afrika Balanites kadang dimakan,
 Biji mereka menghasilkan minyak yang digunakan dalam pembuatan masakan atau
sabun.
 Memiliki buah-buahan keras dengan duri tajam yang mudah menempel pada ban
mobil dan pesawat terbang dan kaki binatang yang merumput
 Duri dapat melukai hewan secara eksternal jika disentuh atau secara internal jika
dimakan. Ternak yang memakan tanaman bisa menjadi sangat sensitif terhadap
cahaya; Menelan buah bisa menyebabkan kematian pada hewan-hewan ini.
 Benang sari menyebar secara horisontal dari putik saat bunga dibuka di pagi hari.
 Stigma ini menerima serbuk sari yang dibawa oleh serangga (lebah, tawon, kupu-
kupu, dan lalat) mengunjungi bunga terbuka untuk nektarnya.
 Pada sore hari, bunga-bunga mulai ditutup, dan kelopak dan benang sari melengkung
kembali ke atas, menyebabkan lengkungan benang sari, dan serbuk sari apa yang
masih ada menempel pada stigma, yang menyebabkan penyerbukan sendiri.
 contoh spesies :Guaiacum officinale, Lignum vitae, Guaiacum sanctum, Bulnesia
arborea Paraguay

2. Ordo Celastrales
Pohon, semak atau tanaman merambat merayap semak dan perdu kecil. Daun berlawanan
atau alternatif, kurang mirip untuk tiga whorled dan alternatif, stipula kecil, caducous atau
tidak, dan daun kedua jelas dan tipis deposito. Bunga biseksual atau degradasi fungsional
infertilitas bunga berkelamin tunggal, aneka berumah satu, Monoceous, cymes 1 sampai
beberapa cabang, memiliki bracts kecil dan bracteoles, menghabiskan 4-5 hitungan, jumlah
bunga atau carpel dengan pengurang, kelopak corolla diferensiasi yang jelas, jarang kelopak
corolla mahkota sama atau degradasi,

3. Family Celastraceae

Ciri-ciri umum Pohon:

 Berukuran sedang dengan tinggi mencapai 20 m dan diameter batang antara 40-60
cm
 Memiliki banir dan batang berwarna abu-abu dengan permukaan kulit batang kasar
 Tidak bergetah
 Buah menyerupai kapsul dan berbentuk segitiga, panjangnya kira-kira 7 cm dan biji
dikelilingi sayap tipis mencapai panjang kira-kira 4 cm dan lebar 1.3 cm
 Terdapat sekitar 10 biji dalam setiap buah
 Bunga berwarna kuning
 Tekstur daun keras dan posisinya berhadapan sederhana

Celastraceae Euonymus

4. Family Lepidobotryaceae
 Dioecious
 Tipe daun distichous, pulvinate, unifoliolate; stipula dan stipel ini, sangat sepintas
lalu, meninggalkan bekas luka; lamina chartaceous, seluruh, venasi menyirip.
 Perbungaan terminal (muncul daun lawan), padat, malai spicate, bracts kecil hadir di
dasar, gagang bunga puberulous.
 Bunga kehijauan, bracteolate, sessile, samar-samar uniseksual, bunga jantan dengan
ovula yang belum sempurna, bunga betina dengan anter tanpa serbuk sari,
actinomorphic; Kelopak dengan 5, imbricate sepals, ciliate
 Corolla dengan 5 kelopak benang sari antepetal memiliki filamen panjang,
 Antera yang basifixed, garis panjang yang membeku, filamen menyatu dengan tabung
nektari (lebih mencolok pada bunga jantan
 Buah kapsul, koriaceous atau kayu, ovoid, septicidal, dehiscing tidak teratur,
endocarp berbeda, columella bertahan, 2 endokarpa horny, satu biji yang hampir utuh
dan bentuk cangkang siput
 Buah berwarna hitam dengan arang oranye kemerahan.
 Contoh Celastrus orbiculata
ORDO OXALIDALES

Ordo Oxalidales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga dan termasuk dalam
subkelompok eudicots rosid. Memiliki ciri seperti Daunnya umumnya majemuk, tangkai sari
umumnya bercabang dan mengandung oksalat. Di dalam ordo Oxalidales terbagi menjadi 7
famili yaitu Famili Brunelliaceae, Famili Connaraceae, Famili Elaeocarpaceae, Famili
Oxalidaceae, Famili Cephalotaceae, Famili Cunoniaceae dan Famili Huaceae.

1. Famili Brunelliaceae memiliki tipe batang berkayu, memiliki ranting yang kuat dan
agak pipih, Bunga- berbentuk apetalous, dan buahnya terdiri dari kelompok folikel
yang menyebar dan berbulu yang mengandung satu atau dua biji mengkilap yang
memiliki rapih merah dan mirip aril di satu sisi, Ovula berbentuk epitropi, Morfologi
Pollen tidak informative, Sering ada lima jejak pada masing-masing carpel. Orozco
Pardo (2002) menggambarkan benih itu sebagai arilata dan tipe stomata ialah
anomositik. Contoh spesies : Brunellia acostae, Brunellia zamorensis, dan Brunellia
farallonensis
2. Famili Connaraceae memiliki ciri yaitu : Semak atau lian, berebut atau melilit di
pohon, Kayu yang biasanya mengandung silica atau dengan butiran SiO2, Tanaman
dioecious, Buah folikel (juga drupa), dinding berkembang lebih awal, seringkali
hanya satu carpel yang berkembang. Contoh spesies : Connarus agamae,
Hemandradenia chevalieri dan Jollydora pierrei.
3. Famili Elaeocarpaceae adalah tanaman berkayu yang bisa dikenali oleh daunnya
yang cenderung merah atau oranye merah, terkadang kuning, saat mereka mati;
Baling-balingnya sering bergerigi dan tangkai daunnya bisa bengkak pada salah satu
atau kedua ujungnya. Terminalia percabangan sangat umum terjadi. Bunga berukuran
sedang dan terjumbai ditanggung dalam perbungaan racemose. Baik kelopak mata
dan mahkota sering berwarna merah, kelopak bunga, saat ini, sering dilipat, seringkali
ada cakram yang sangat menonjol yang biasanya berada di luar benang sari, antera
yang telah diklasifikasikan sering memiliki filamen dan filamen agak pendek oleh
pori-pori atau celah pendek (ini mungkin Memanjang), dan buahnya sering licin
hingga berkilau kapsul berkayu dengan biji aril dan / atau berbulu. Contoh spesies :
Elaeocarpus sylvestris, Maqui Berry, dan Crinodendron hookerianum.

4. Famili Oxalidaceae dapat dikenali oleh daunnya seperti selebaran pulvinate, dan
seringkali memiliki vulkanasi subpalma. Perbungaan adalah simbolis atau memiliki
cabang simbih, bunganya adalah heterostylous, mahkota mencakar, dan segera layu,
benang sari jelas terdiri dari dua panjang, dan stigma tersebut memiliki capitan
stigma. Buah kapsul kapsul sering sedikit banyak digandakan.. Contoh spesies :
Averrhoa leucopetala, Oxalis acetosella, dan Biophytum sensitivum.

5. Famili Cephalotaceae adalah ramuan serangga yang bisa dikenali dengan roset
daunnya, beberapa di antaranya adalah pitcher bergalur dengan tutup (daunnya
dilaporkan terlihat seperti landak sayur saat muda), dan scapose inflorescences
dengan cabang simbih. Bunga enam merous kecil, kelopak, dan memiliki bahan bakar
gratis. Tipe stomata ialah anomositik, adapun contoh spesies dari famili
Cephalotaceae yaitu : Cephalotus follicularis

6. Famili Cunoniaceae memiliki ciri tipe batang berkayu dan bercabang, memiliki
Benang sari yang obdiplostemonous dan tidak lebih dari kelopak, yang berbentuk
bulat panjang, cekung, dengan dasar yang sempit dan bulu peltate di bagian luar;
Placentation terlihat sangat mengganggu parietal, dengan placentae berbentuk seperti
kepala panah. Cunoniaceae dapat dikenali oleh kebalikannya, biasanya daun majemuk
aneh dengan selebaran bergerigi dan ramuan intrapetiolar yang berkembang dengan
baik. Bunganya seringkali cukup kecil dan filamennya lebih panjang dari kelopak
bunga. Buahnya, saat kapsul itu septicidal. Contoh spesies : Caldcluvia nymanii dan
Pseudoweinmannia lachnocarpa

7. Famili Huaceae adalah tanaman hijau, biasanya pohon, yang bisa dikenali dengan
daun dua peringkat mereka yang memiliki retikulum kotak yang sangat halus, Ada
kelenjar kecil di dasar lamina. Tunjangan cauline lebih awal gugur. Tanaman ini
berbau bawang putih. Famili Huacea memiliki kelopak cakar panjang dengan pisau
peltate, antera yang tidak biasa, satu ovula tunggal, dan buahnya adalah kapsul.
Contoh spesies : Afrostyrax lepidophyllus

ORDO MALPIGIALES

Ciri-ciri ordo:

 daun tepinya bergerigi,


 G umumnya tri-karpel.
 Terdiri dari 17 family yaitu Achariaceae, Euphorbiaceae, Rafflesiaceae, Ochnaceae,
Podostemaceae, Chrysobalanaceae, Hypericaceae, Passifloraceae, Rhizophoraceae,
Clusiaceae, Linaceae, Phyllanthaceae, Salicaceae, Erythroxylaceae, Malpighiaceae,
Picrodendraceae dan Violaceae
1. Chrysobalanaceae

Keluarga tanaman berbunga , terdiri dari 18 genus (Acioa, Afrolicania, Atuna, Bafodeya,
Chrysobalanus, Couepia, Dactyladenia, Exellodendron, Grangeria, Hirtella, Hunga,
Kostermanthus, Licania, Magnistipula, Maranthes, Neocarya, Parastemon, Parinari) dan 530
nama spesies yang diakui.

Ciri Family Chrysobalanaceae

 pohon dan semak,


 distribusi pantropis dengan pusat keragaman di Amazon.
 Beberapa spesies mengandung silika di dalam tubuh mereka karena kekakuan dan
karenanya mesofil sering memiliki idioblas sklerenkimosa .
 Spesies luas Chrysobalanus icaco menghasilkan buah seperti plum dan tanaman ini
umumnya dikenal dengan sebutan coco plum.

Chrysobalanus icaco
2. Family Hypericaceae

Terdapat 10 genus tanaman (Cratoxylum, Eliea, Harungana, Hypericum, Lianthus,


Psorospermum, Santomasia, Thornea, Triadenum, Vismia) dan 316 nama spesies yang
diterima.

Ciri FamilyHypericaceae

 pohon kecil sampai semak-semak;


 lignan, flavon, flavonol, (asam ellagic) +;
 batang gabus pericyclic ; polyderm luas;
 tangkai daun bundel arkuata, K quincuncial, C (imbricate), (pelindung kuncup);
 kepala sari dorsifixed.
 Contoh

Hypericum tetrapterum

3. Family Passifloraceae
Terdiri atas 27 marga (Adenia, Adenoa, Ancistrothyrsus, Androsiphonia, Barteria,
Basananthe, Crossostemma, Deidamia, Dilkea, Disemma, Distemma, Efulensia,Erblichia,
Hyalocalyx, Malesherbia, Mitostemma, Odostelma, Paropsia, Paropsiopsis, Passiflora,
Piriqueta, Smeathmannia, Tetrapathaea, Tetrastylis, Tricliceras, Turnera, Wormskioldia) dan
694 nama spesies yang diakui.

Ciri Family Passifloraceae

 tanaman dengan bau yang tidak menyenangkan


 daun spiral
 K + C membentuk tabung , korona atau skala ke mulut tabung (0).
 Contoh spesies Passiflora caerulea, Adenia acuta, Basananthe apetala,
Deidamia alata.

4. Family Rhizophoraceae

Keluarga tanaman berbunga tropis atau subtropis . Di antara anggota yang lebih
dikenal adalah pohon bakau dari genus Rhizophora . Terdiri atas 16 genus (Anopyxis,
Blepharistemma, Bruguiera, Bruguieria, Carallia, Cassipourea, Ceriops, Comiphyton,
Crossostylis, Gynotroches, Kandelia, Macarisia, Paradrypetes, Pellacalyx, Rhizophora,
Sterigmapetalum) dengan 135 nama spesies yang diakui.

Ciri Family Rhizophoraceae

 tanaman berkayu
 daun yang berlawanan atau whorled (tapi tidak decussate),
 bunga yang dihuni serangga memiliki cakram nectar, lima kelopak .
 bersifat hermaprodit , lebih jarang poligami
 Spesies mangrove biasanya bersifat vivipar, sementara yang tinggal di darat tidak.
 Contoh
Rhizophora apiculata
5. Family Clusiaceae

Terdiri dari 25 genus dan 854 nama spesies yang diakui.

Ciri Family Clusiaceae

 Pohon dan semak belukar


 getah susu
 banyak di daerah tropis.
 penyerbuk dengan imbalan selain serbuk sari atau nektar ;
 Secara khusus, beberapa spesies menawarkan resin yang digunakan lebah pada
konstruksi sarang.
 Contoh

Clusia alata.

6. Family Linaceae

Keluarga tumbuhan berbunga. Keluarga yang kosmopolitan, dan mencakup 167 nama spesies
yang diakui dalam 16 genus (Anisadenia, Cliococca, Durandea, Hebepetalum, Hesperolinon,
Hugonia, Indorouchera, Linum, Mesyniopsis, Mesynium, Philbornea, Radiola, Reinwardtia,
Roucheria, Sclerolinon, Tirpitzia).

Ciri family Linaceae

 Daun sederhana; Pengaturan bervariasi dari alternatif (kebanyakan spesies)


menjadi berlawanan (dalam Sclerolinon dan beberapa Linum ) atau whorled (pada
beberapa spesies Hesperolinon dan Linum).
 Hermaphroditic,
 bunga actinomorphic adalah pentameric, atau sangat
jarang tetrameric (misalnya Radiola linoides , Linum keniense ).
 Contoh

Radiola linoides

7. Famili Phyllanthaceae

Paling dekat hubungannya dengan keluarga Picrodendraceae. Mencakup 58 genus dan


mencakup 2.099 nama spesies yang diakui. Banyak terdapat di daerah tropis , dengan banyak
di zona beriklim selatan , dan beberapa mulai sejauh utara sebagai tengah zona beriklim
utara.

Ciri Phyllanthaceae

 pohon , semak
 Tidak ada yang memiliki lateks
 Stipul diproduksi dengan masing-masing daun , tapi beberapa di antaranya jatuh
sebelum daunnya matang sepenuhnya.
 Daun hadir, kecuali beberapa spesies Phyllanthus yang telah diratakan,
 batang mirip daun disebut cladodes yang menghasilkan bunga di sepanjang tepinya.
 Sepal adalah tiga sampai delapan jumlahnya, biasanya bebas satu sama lain.
 Buahnya adalah schizocarp, drupe, atau berry. Dalam beberapa, schizocarp pecah
secara eksplosif.
 Contoh
Phyllanthus urinaria

8. Family Salicaceae

Mencakup 55 genus dan 772 nama spesies yang diakui.

Ciri family Salicaceae

 umunya berbentuk semak atau pohon


 mengandung cocarcinogens, (glikosida sianogen cyclopentenoid dan / atau asam
lemak cyclopentenyl [gynocardin]), (asam ellagic) +, tanniniferous;
 kayu dengan dinding sel berlapis-lapis;
 tangkai daun bundel arkuata atau annular dengan bundel sayap;
 bunga 3-6-merous, (hypanthium +); K (corona +);
 nektar sering lobed
 Contoh speises

Salix caprea

9. Family Erythroxylaceae

Mencakup 4 genus (Aneulophus, Erythroxylum.Nectaropetalum, Pinacopodium) dan


259 nama spesies yang diakui.
Ciri family Erythroxylaceae

 Pohon bertubuh kecil dan semak-semak


 kayu biasa dengan SiO 2 butir
 node dengan bundel lateral yang berasal baik sebelum pusat,
 tangkai daun bundel arkuata untuk annular dengan medula dan bundel bawah daun;
 stomata parallelocytic
 perbungaan sering fasciculate; K bawaan basally, C pelindung kuncup; kelenjar
nektar tepat di bawah ligule.
 Spesies yang paling terkenal adalah tanaman koka , terutama Erythroxylum coca,
sumber kokainobat bius.

Erythroxylum coca

10. Family Malpighiaceae

Mencakup 81 genus dan 1029 nama spesies yang diakui yang semuanya asli daerah
tropis dan subtropis.

Ciri family Malpighiaceae

 penyerbuk dengan imbalan selain serbuk sari atau nektar; Hal ini umumnya berupa
minyak hara.
 Pohon, semak
 tangkai daun bundel arkuata
 bunga monosymmetric (polysymmetric);
 embrio kantung tetrasporic,
 K dan A sering gigih dalam buah,
 buah memisahkan ke mericarps, atau atau pecah
 contoh

Tristellateia Australasica

11. Family Picrodendraceae

Mencakup 25 genus dan 81 nama spesies yang diakui, terdapat di daerah


subtropis untuk tropis dan ditemukan di New Guinea , Australia , Kaledonia
Baru , Madagaskar , benua Afrika , dan Amerika tropis.

Ciri Family Picrodendraceae

 Berbentuk pohon atau semak


 daun spiral
 stipula petiolar
 tanaman dioecious; bunga jantan: P 4; A 4; serbuk sari oblate; nektar antara atau di
dalam A; pistillode + / 0; bunga karpel: staminodes;? P (3-) 4-8 (-13); G (2-) 3 (-5);
 Contoh

Tetracoccus dioicus

12. Family Violaceae

Mencakup 21 genus dan 490 nama spesies yang diakui. Meskipun genus paling
terkenal, Viola , adalah herba,

Ciri family Violaceae


 kebanyakan spesies adalah semak atau pohon kecil.
 Daun sederhana bersifat alternatif atau berlawanan,
 Beberapa spesies memiliki daun palmate atau sangat membelah.
 Perbungaan memiliki bunga soliter
 Bunga bersifat biseksual atau uniseksual (misalnya Melicytus ), biasanya zygomorfik
atau aktinomorfik dengan kelopak dari lima sepal yang bertahan setelah berbunga.
 Corollae memiliki lima kelopaknya yang tidak sama, dan kelopak anterior lebih
besar.
 Tanaman memiliki benang sari lima dengan stamen abaxial yang sering dipacu di
pangkalan.
 Buahnya kapsul dibagi dengan tiga lapisan. Benih memiliki endosperm.
 Contoh spesies

Viola banksii
ORDO FABALES

Fabaceae merupakan yang terpenting dan terbesar. Banyak tumbuhan budidaya penting
termasuk dalam suku ini, dengan bermacam-macam kegunaan: biji, buah (polong), bunga,
kulit kayu, batang, daun, umbi, hingga akarnya digunakan manusia. Bahan makanan,
minuman, bumbu masak, zat pewarna, pupuk hijau, pakan ternak, bahan pengobatan, hingga
racun dihasilkan oleh anggota-anggotanya. Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu
kesamaan yang jelas: buahnya berupa polong.

Berdasarkan APG IV family yang dapat masuk ke dalam ordo fabales karena memiliki
beberapa karakteristik:

a) Bunga umumnya seperti kupu-kupu


b) Batang ada yang bersayap beralur
c) Umunya gimnesium 1 anteridium 10
d) Buah berbentuk polong
a. Family fabaceae
1. Famili mencakup herba, semak, pohon dan tanaman merambat di seluruh dunia,
terutama hutan hujan tropis.
2. Biji berkeping dua (dikotiledon)
3. Pada umumnya berdaun majemuk berpasangan atau berseling, terdapat daun
penumpu.
4. Bunga berkelamin 2 dalam karangan yang berbeda, kelopak bunga bersatu,
mahkota umumnya berbentuk kupu-kupu dengan jumlah helaian 5.
5. Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yaitu buahnya berupa
polong. Contohnya: Mimosa pudica dan Caesalpinia pulcherima.

b. Family Polygolyceae
1. Habitus pohon dan herba
2. Bentuk daun opposite or verticillate, alternate
3. Tepi daun rata
4. Simetri bunga zigomorphic
5. Jumlah sepal 5 dan jumlah biji 2,3 dan 5
6. Bentuk buah kapsul seperti kacang dan berdaging
Contoh species :Polygala vulgaris

ORDO ROSALES
Ordo rosales merupakan tumbuhan dengan habitus terna, semak atau pohon dengan
daun-daun tunggal atau majemuk yang duduknya tersebar atau berhadapan, dengan atau
tanpa daun penumpu.Bunga banci, karena reduksi dapat menjadi berkelamin tunggal, jelas
mempunyai hiasan bunga yang dapat dibedakan antara kelopak dan mahkotanya, mahkota
derdaun mahkota bebas, kebanyakan berbilang 5. Jumlah benang sari sama dengan jumlah
daun mahkota, ada yang 2 kali lipat atau banyak, jarang lebih sedikit daripada jumlah daun
mahkotanya.
Bakal buah sama dengan jumlah daun mahkota atau kurang, bebas dapat berupa bakal
buah beruang banyak dengan tembuni sentral. Dasar bunga berbentuk cakram, melebar atau
cekung dengan bagian-bagian bunga (mulai kelopak sampai benang sari) pada tepinya.Bakal
buah seringkali terdapat dalam cekungan dasar bunga dan diselubungi dasar bunga it, hingga
letak bakal buah menjadi tenggelam.
Ordo rosales ini mempunyai beberapa family diantaranya yaitu: Barbeyaceae,
Cannabaceae, Dirachmaceae, Elaeagnaceae, Moraceae, Rhamnaceae, Rosaceae, Ulmaceae,
Urticaceae.
Berdasarkan APG IV family yang dapat masuk ke dalam ordo rosales karena memiliki
beberapa karakteristik:

a) Daun umumnya simpel dengan stipula


b) Bunga K mengatup dengan hipantium persisten dengan 1 ovula
c) Stigma kering

a. Family barbeyaceae
1. Tanaman herba
2. Tersebar dari Afrika, Asia, Australia dan Oseania, Eropa, Amerika Utara,
Amerika Selatan
3. Bentuk daun veverticillate dengan duduk bersilang
4. Venasi daun menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun atau selebaran.,
Palmate di daun atau selebaran
5. Percabangan batang sympodial dan monopodial
6. Sietri bunga aktinomorfik
7. Jumlah pistil dan carpel 2
8. Pistil: ovarium,1-locular dan Pistil memiliki ovule disetiap lokus
9. Pada putik terdir dari Ovules axile, carpel connate, ovules yang menempel pada
poros tengah atau ventrally pada apocarpae, ovules menempel pada apex ovarium.
10. Buah biasanya berbentuk drupa
11. Jumlah biji biasayanya terdiri dari dari satu
12. Tumbuhan basah aromatis dan tidak mengandung getah
contoh species nya adalah Cannabis sativa (ganja)
c. Family Elaeagnaceae
1. Family Elaeagnaceae terdiri atas 3 marga yang meliputi 50 jenis yang berasal
dari daerah beriklim sedang (temperate).
2. Jenis-jenis tumbuhan Elaeagnaceae berupa semak bercabang banyak dan
pohon kecil, yang semua bagian tumbuhannya ditutupi oleh duri berwarna
perak atau keemasan.
3. Contoh spesies dari Elaeagnaceae yaitu Elaeagnus triflora.
4. Daun berwarna hijau, berbentuk lonjong atau agak lanset.
5. Bagian bawah permukaan daun berwarna keperakan.
6. Bunga majemuk berupa tandan, dalam satu tandan terdiri atas 2-5 bunga.
Bunga berkelamin ganda yang keluar pada bulan Maret-Oktober. Berwarna
merah, berbentuk bulat telur.
Contoh spesies :Hippophea sp

d. Family Moraceae
1. Moraceae sering disebut sebagai keluarga murbei atau atau keluarga ara, adalah
keluarga tanaman berbunga yang terdiri dari 40 genera dan 1100 spesies.
2. Sebagian tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, sedikit di daerah beriklim
sedang.
3. Umumnya berupa tumbuhan berkayu yang menghasilkan getah.
4. Genus yag paling penting dalam family Moraceae adalah Ficus, Artocarpus,
Morus, dan Cudrania. Genus Artocarpus terdiri dari hampir 60 spesies yang
terdapat dia Asia dari Timur sampai Selatan.Anggota yang termasuk dalam suku
ini yaitu beringin, ara, tin, pohon bodhi, dan murbei.
5. Ciri khas suku ini dapat dilihat dari daunnya yang relatif tebal, agak berdaging
(sukulen).
6. serta dari buahnya yang bukan merupakan buah sejati karena terbentuk dari dasar
bunga yang membesar lalu menutup sehingga membentuk bulatan seperti buah.
7. Bunganya tersembunyi di dalam "buah" dan diserbuki oleh serangga tertentu
(biasanya dari anggota Hymenoptera).
8. Termasuk pohon, tanaman memanjat atau perdu, jarang semak, sangat kerap
dengan getah.
9. Daun tunggal yang duduknya tersebar dengan daun-daun penumpu yang lebar.
Daun penumpu rontok atau tidak rontok, apabila rontok meninggalkan bekas yang
jelas kadang-kadang bersatu.
10. Bunga berkelamin tunggal tersusun dalam bunga majemuk berbatas,
berbentuk bonggol, tongkol, kadang-kadang dalam bulir rapat.
11. Bunga-bunga tersebut telanjang atau dengan hiasan bunga yang tidak gugur
dan kemudian menjadi tebal dan berdaging.
Contoh species Ficus elastica (karet), Ficus septica (awar-awar), Ficus benjamina
(beringin), Ficus religiosa (pohon bodi), Ficus glomerata (lo), Ficus carica (buahnya
dimakan), Ficus variegata.Artocarpus : Artocarpus integra (nangka), Artocarpus
communis (kluwih, sukun) Artocarpus champeden (cempedak), Artocarpus elastica
(benda).Morus :Morus alba, Morus nigra (besaran, murbei) untuk pemeliharaan ulat
sutera juga buahnya dapat dimakan. Castilloa :Castilloa elastica (menghasilkan
karet).Antiaris : Antiaris toxicaria (pohon ancar, pohon upas).Broussonetica
:Broussonetica papyrifera dan Broussonetica kamferi.

e. Family Rhamnaceae
1. Pohon atau perdu tegak, terkadang memanjat, kadang-kadang dengan alat
pembelit.
2. Daun tunggal, berbaris 2, kadang-kadang dengan daun penumpu yang kecil
atau seperti duri.
3. Bunga beraturan, kebanyakan berkelamin 2 atau bunga banci, berwarna hijau,
kecil tersusun dalam rangkaian yang bersifat simos.
4. Kelopak berbentuk buluh, berlekuk 4-5 dengan susunan seperti katup. Daun
mahkota juga 4-5, kecil, cekung.
5. Benang sari dibawah tepi tonjolan dasar bunga dan tertancap di depan daun
mahkota.
6. Tonjolan dasar bunga tumbuh baik sekali, bersatu dengan tabung kelopak.
Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, beruang 1-3.
7. Bakal biji satu, jarang 2 per ruang. Tangkai putik atau cabang tangkai putik2-
3, atau tangkai putik pendek, bergigi 2-3, atau berlekuk 2-3. Buah keras atau
buah batu.
Contoh-contohnya antara lain :
Rhamnus cathartica, Rhamnus frangula, Rhamnus purshiana, Zizyphus jujuba
(bidara, korma cina), Zizyphus celtidifolia.Colubrina Ferruginosa, Colubrina
reclinata, Colubrina asiatica.Colletia spinosa, Colletia cruciata, Hovania dulcis.

f. Family Rosaceae

1. Habitus herba, sema dan pohon


2. Daun majemuk atau tunggal, tersebar dan kadang-kadang menempel pteolus
3. Bunga tunggal atau dalam recemosa, cymosa, bisexsual, aktinomorf
4. Sepal 5 berlekatan pada dasar dan petal 5 bebas
5. Pistilum 1 sampai beberapa carpel
6. Ovarium superior dan inferior
7. Buah achne atau drupe
8. Biji tanpa endosperm

Rosa sp
g. Family Urtiaceae
1. Kebanyakan berupa terna dan semak yang tidak bergetah.
2. Daun tunggal, tersebar atau berhadapan dengan penumpu/stipula yang seringkali tidak
sama besar.
3. Bunga berkelamin tunggal jarang banci, tersusun dalam tukal – tukal atau bongkol
yang simos dan selanjutnya terkumpul dalam rangkaian yang menyerupai tandan atau
bunga lada.
4. Putik dengan 1 kepala putik yang berbentuk seperti bulu atau seberkas rambut –
rambut.
5. Seringkali ada stamenodium, berupa sisik terdapat pada bagian basis dari pistilum
Contoh species Laportea canadensis
ORDO CUCURBITALES

Karakteristik Ordo Cucurbitales


 Daun umumnya berseling
 Bunga umumnya berkelamin tunggal
 G umumnya inferior, plasentasi parietal
 Cucurbitacin
 Ordo Cucurbitales terdiri dari 8 famili, yaitu Apodanthaceae, Begoniaceae,
Corynocarpaceae, Datiscaceae, Anisophyllaceae, Coriariaceae, Cucurbitaceae, dan
Tetramelaceae.

Famili Begoniaceae

1. Tanaman hias yang memiliki jenis yang sangat beraneka ragam.


2. Herba.
3. Sistem perakaran (serabut, rimpang/rizome dan umbi)
4. Batang sebagai rizoma/rimpang yang merupakan batang sukulen yang menjalar
didalam tanah atau sebagaian diatas permukaan tanah dan dapat menghasilkan
tanaman baru dari ruas-ruasnya dengan tumbuh tunas dan akar sehingga terbentuk
tanaman baru.
5. Bentuk daun ada yang menyerupai bentuk hati, oval dan bintang. Teksturnya ada yang
halus, mengkilap, keriting maupun bergelombang.
6. Warna dan corak daunnya sangat beragam .
7. Jika daunya mengandung karoten maka akan berwarna jingga, xantofil kuning,
antosianin biasanya berwarna merah, biru atau unggu.
8. Warna daun juga dipengaruhi oleh tingkat kemasaman.
9. Mampu menghasilkan biji walaupun biasanya antara benang sari dan ovum tidak
matang secara bersama.
10. Bunganya mudah rontok sehingga jarang menghasilkan biji.

Famili Cucurbitaceae
1. Mengandung zat kimia yang sama berupa cucurbitasin.
2. Tanaman yang bersifat menjalar.
3. Batangnya panjang, mengandung air dan lunak.
4. Daunnya lebar dan bercangap menjari
5. Seluruh bagian batang sampai daun ditumbuhi bulu-bulu tajam.
6. Bunganya berkelamin tunggal (unisexualis), namun monokotil, aktinomorf.
7. Bunga betina ditandai dengan adanya bakal buah. Bakal bunganya berbentuk bulat
panjang dan membengkak di bawah mahkota bunga.
8. Mahkota bunganya berbentuk bintang berwarna kuning atau putih kekuningan.
9. Bijinya banyak, berbentuk pipih, berwarna putih kekuningan, dan terdapat dalam
ruang buah.
10. Habitus herba/terna setahun.
11. Sulur yang berada pada node atau buku-buku. Sulur atau alat-alat pembelit merupakan
metamorfosis cabang, dahan atau kadang-kadang daun penumpu.
12. Memiliki satu ujung atau bercabang.
13. Monoecious (bunga jantan dan bunga betina terpisah).
14. Daunnya berseling, berdaun muda pada tangkai, biasanya berlekuk.
15. Kelopak bunganya sebagian besar berjumlah 5 buah dan berlekuk.
16. Mahkota bunganya berjumlah 5 dan berlekuk atau bebas.
17. Mahkota bunga pada bunga jantan berbeda dengan mahkota bunga pada bunga betina.
18. Benang sarinya berjumlah 5 dan berselang. Benang sari jarang bebas, kebanyakan
berlekatan satu sama lain.
19. Bakal buahnya tenggelam, kebanyakan beruang tiga, masing-masing ruang terdapat
dua tembuni yang membengkok keluar dengan sejumlah besar bakal biji (adakalanya
hanya satu), masing-masing dengan dua selaput kulit biji.
20. Buahnya pada umumnya berupa buah buni, jarang seperti buah kendaga.
21. Biji yang dihasilkan berjumlah satu sampai banyak, biasanya berdekatan, kadang-
kadang tepian biji melebar, permukaannya halus atau bermacam-macam.
22. Memiliki embrio yang besar, dan tidak memiliki endosperma.
23. Buahnya memiliki bentuk yang bermacam-macam dan buah khususnya disebut labu.
24. Tanaman Cucurbitaceae membutuhkan serangga, terutama lebah untuk membantu
penyerbukan.
25. Beberapa spesies tanaman yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae antara lain
semangka (Citrullus lanatus), mentimun (Cucumis sativus), melon (Cucumis melo),
squash, waluh, zucchini (Cucurbita pepo), labu besar (Cucurbita maxima), paria
(Momordica charantia), dan labu siam (Sechium edule) (Rubatzky and Yamaguchi
1997), waluh (Cucurbita moschata), oyong (Luffa acutangula), labu air (Legenaria
leucantha), beligo (Benincasa hispida), paria belut (Trichosanthes anguina).

Famili Anisophylleaceae
1. Berupa pohon kecil
2. Memiliki batang utama ramping dan dapat tumbuh hingga 7,5 m dengan cabang-
cabang terkulai
3. Bentuk percabangan monopodial
4. Bunga berkelamin tunggal, berwarna kekuningan tumbuh di ujung daun dengan
ovarium inferus.
5. Contoh spesies : Anisophyllea disticha
6. Nama umum: Leechwood, Kayu Pacat, Pokok Kancil, Kayu Ribu-ribu, Raja
Berangkat.

Famili Coriariaceae
1. Tinggi mencapai 1,5-3 m. Helai daun bentuk bulat panjang.
2. Buah berwarna merah hingga ungu gelap ketika dewasa.
3. Buah mengandung biji (achene) yang dilindungi oleh kelopak membesar dan
berwarna.
4. Buah tidak bisa dimakan karena biji mengandung racun.
5. C. nepalensis tumbuh di lereng selatan pegunungan Himalaya dan C myrtifolia hanya
ditemukan di sekitar barat Laut Mediterania .
6. Akar dapat memfiksasi nitrogen tanaman karena mengandung bakteri pemfiksasi
nitrogen.
7. Contoh spesies : C. ruscifolia

Famili Corynocarpaceae
1. Tinggi dapat mencapai 25-40 m.
2. Daun berwarna hijau mengkilap.
3. Bunga berwarna putih
4. Biji yang mentah dapat bersifat racun namun dapat dimakan setelah proses
pemasakan
5. Buah berbiji ellipsoid
6. Suku dari ini biasa tumbuh di Australia,New Zealand, New Caledonia dan New
Guinea.
7. Beberapa jenisnya antara lain : Corynocarpus cribbianus, Corynocarpus dissimilis,
Corynocarpus laevigatus, Corynocarpus rupestris , Corynocarpus similis.

Famili Dasticaceae
1. Datiscaceae adalah suku tumbuhan dikotil.
2. Memiliki dua marga yaitu Octomeles dan Tetrameles , sekarang diklasifikasikan
dalam suku Tetramelacea.
3. Tanaman herba slim, dengan daun alternatif dan pennate.
4. Tanaman actinorhizal, yang akarnya dapat mengikat nitrogen.
5. Mediterania ke arah timur ke Asia Tengah, adalah tanaman hemplike, 2 meter (7
kaki), yang memiliki daun dengan tiga sampai tujuh helaian daun, leaflet bergigi.
6. Bunga berwarna kuning, dan pewarna kuning berasal dari akar yang mengandung
alkaloid.
7. Biji banyak bentuk bulat panjang.
8. Contoh : Datisca cannabina

Famili Tetramelaceae
1. Batang mencapai 50 meter, batang bagian bawah tidak bercabang hingga ketinggian
sekitar 30-an meter.
2. Kulit batang halus.
3. Diameter batang juga cukup besar dan mampu mencapai 2 meter.
4. Daun berbentuk hati berwarna hijau dengan tepi daun bergerigi dengan panjang 10-26
cm dan lebar 9-20 cm.
5. Bunganya tersusun dalam malai yang terdiri atas bunga jantan dan bunga betina.
6. Buah lonjong atau bulat telur.
7. Contoh spesies yaitu Tetrameles nudiflora

ORDO FAGALES
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tanaman)
(unranked) : Angiospesrmae
(unranked) : Eudicots
(unranked) : Core Eudicots
(unranked) : Rosids
(unranked) : Fabids
Ordo : Fagales

Ordo Fagales
1. Daun mengutuh
2. Bunga kecil.
3. Berkelamin tunggal.
4. Anemofili, sehingga T tereduksi atau tidak terlihat jelas
5. G umumnya inferior.
6. Perbungaan berbulir atau menguntai
7. Buah berbiji tunggal.
8. Umumnya bercangkang keras (nut).
9. Ektomikoriza.
10. Tanin, dihidroflavonol
11. Ordo Fagales terdiri dari 8 famili yaitu Betulaceae, Fagaceae, Myricaceae,
Rhoipteleaceae, Casuarinaceae, Juglandaceae, Nothofagaceae, dan Ticodendraceae.

Famili Betulaceae
1. Pohon-pohonan dengan daun tunggal,
2. Duduk tersebar dengan stipula yang lekas gugur.
3. Bunga berkelamin tunggal.
4. Bunga jantan berlekatan dengan daun pelindung,mempunyai 2-12 benang sari.
5. Bunga betina dengan bakal buah yang beruang 2 dengan tangkai putik.
6. Dalam tiap ruang terdapat satu bakal biji yang hanya mempunyai 1 integument.
7. Buah berupa buah keras dengan satu biji tanpa endosperm.
8. Contoh spesies : Betula lenta L. , Betula pendula Roth.(Betula alba).

Famili Fagaceae
1. Tumbuh – tumbuhan berkayu dengan daun – daun tunggal yang kedudukannya
tersebar dan daun penumpu yang lekas gugur.
2. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu.
3. Uniseksual, bunga jantan tunggal/karangan capitulum/amentum dan bunga betina :
tunggal/ berkelompok.
4. Habitunya semak dan pohon.
5. Tumbuhan asli kawasan tropis dan subtropis asia, penyebaran di Indonesia yaitu
Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
6. Tumbuh di daerah dataran rendah sampai 2000 m di atas permukaan laut.

Famili Myricaceae
1. Tumbuhan kayu dengan daun tunggal tersebar.
2. Mempunyai daun penumpu atau tidak, daun terdapat sel minyak.
3. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir tunggal atau majemuk.
4. Bunga tanpa hiasan bunga.
5. Bunga ♂ mempunyai 2-16 benang sari.
6. Bunga ♀ dengan bakal buah menumpang, terdiri dari 2 daun buah, 1 ruang dan 1
bakal biji dengan 1 selaput biji.
7. Buahnya buah batu, biji tanpa endosperm.
8. Hanya terdapat 1 suku yaitu suku Myricaceae
9. Contoh spesies : Myrica cerifera, Myrica pensylvanica.

Famili Rhoipteleaceae
1. Tanaman berkayu
2. Daun: posisi bergantian, venasi Menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun atau
selebaran. Batangsympodial atau monopodial
3. Bunga: Biseksual atau uniseksual,simetri Aktinomorfik, jumlahperianthum 4, jumlah
sepal 4, posisi Sepals imbricate atau contorted, jumlah petal 0, jumlah sepal 6,
tipeantera Basifixed, introrse, extrorse, filamen Bebas dari mahkota, tidak
berkonotasi, jumlah carpel, ovarium 2-locular, ovule 1 di setiap lokus putik, Ovules
axile, carpell connate, ovules yang menempel pada poros tengah atau ventrally pada
apocarpae
4. Buah: tipenut, 1 biji
5. Biji: tanpa endosperm
6. Contoh: Rhoiptelea chiliantha

Famili Casuarinaceae
1. Batangnya berkayu, cabang – cabang yang muda berwarna hijau dan cabangnya kecil.
2. Daun termodifikasi seperti sisik, daunnya tersusun secara berkarang, dan memiliki biji
yang bersayap.
3. Batangnya berbuku – buku dengan daun – daun yang amat tereduksi menjadi seperti
selaput kecil dan tersusun berkarang.
4. Bunga unis*ksualis, bunga jantan di ujung dahan dan bunga betina di ujung cabang
pendek dalam karangan spika.
5. Buahnya buah kurung yang bersayap dan diselubungi oleh dua daun pelindungnya
yang menjadi berkayu.
6. Habitusnya perdu dan pohon.
7. Penyebarannya di belahan bumi selatan, terutama di wilayah tropis dunia lama,
termasuk indo-malaysia, australia, dan kepulauan pasifik.
8. Contoh spesies : Casuarina equisetifolia L. dan Casuarina excelsa L.

Famili Juglandaceae
1. Pohon-pohon
2. Daun majemuk menyirip gasal yang tersebar atau berhadapan tanpa daun penumpu,
3. Bunga berkelamin tunggal, berumah satu,
4. Bunga jantan tersusun dalam bulir yang terdiri atas banyak bunga.
5. Kebanyakan dengan hiasan bunga, bunga betina dalam bulir yang lebih miskin akan
bunga.
6. Masing-masing bunga betina dengan hiasan bunga, pada bagian bawah diselubungi
badan yang menyerupai kupula, yang nanti akan menjadi selubung buah yang
berdaging atau berubah menjadi alat untuk beterbangan.
7. Contoh spesies : Juglans regia

Famili Ticodendraceae
1. Pohon hutan awan berukuran sedang.
2. Daun bergantian, eliptik-ovate, subcoriaceous dengan venasi meninnate (8-13 vena
sekunder), margin bergerigi, sisi atas yang glabrous dan kerapatan variabel rambut
sederhana pada permukaan abaxial (berbulu pada tahap awal)
3. Petioles berlekuk di atas
4. Kurungan mengepung batang, serak (bekas luka bekas luka).
5. Bunga uniseksual, terbawa pada catkins sepanjang 1,5-4 cm, sederhana atau
bercumbu cymulosa dan terkadang diakhiri dengan satu bunga betina.
6. Bunga jantan tanpa perianth dan 4-8 (-banyak) anter dalam 2-4 verticils
7. Melahirkan pada perbesaran parsial 1- sampai 3-bunga yang didistribusikan secara
vertik sepanjang sumbu utama dan masing-masing ditambahkan oleh satu bract;
Antera dicangkokkan, membeku melalui celah longitudinal.
8. Bunga betina soliter, 2 (-3) stigma dengan sisa perianth di atas ovarium, masing-
masing bunga disiram oleh tiga bridula gugur
9. Ovarium inferior, syncarpous (2 carpels), 4-locular.
10. Buah buah asimetris, agak berdaging dan mucilaginous, dengan satu biji.
ORDO GERANIALES

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tanaman)
(unranked) : Angiospesrmae
(unranked) : Eudicots
(unranked) : Core Eudicots
(unranked) : Rosids
Ordo : Geraniales

Ordo Geraniales
 Daun bergerigi kelenjar.
 A obdiplostemon (benang sari dalam 2 lingkaran.
 Yang diluar menghadap ke petal, yang didalam menghadap ke sepal).
 Nektar terdapat pada tangkai sari.
 Batang tersambungkan oleh buku-buku.
 Minyak esensial, asam elagis.
1. Famili Geraniaceae
 Terna dengan daun-daun tunggal yang berlekuk.
 Mempunyai daun penumpu.
 Bunga banci, aktinomorf.
 Buahnya buah kendaga.
 Biji mempunyai endosperm.
 Contoh spesiesnya yaitu Geranium maculatum L., Pelargonium sp.
 tanaman perdu dengan tinggi 20-60 cm. Sebagai tanaman perdu, umur tanaman ini
cukup panjang karena mampu bertahan hidup 3-5 tahun. Karena sosoknya yang indah,
geranium sering dijadikan tanaman hias yang ditanam didalam pot dan diletakkan di
halaman atau di dalam rumah. Selain sosoknya yang indah, tanaman ini juga
mengeluarkan aroma yang cukup harum. Namun, aroma tersebut tidak disukai
serangga, khususnya nyamuk. Tak heran jika orang tua zaman dahulu banyak yang
menggunakannya sebagai media pengusir nyamuk di dalam rumah atau di
pekarangan. Bahkan, di dalam istana negara pun, geranium dipajang sebagai penghias
ruangan sekaligus sebagai pengusir nyamuk yang berkeliaran di dalam istana. Daun
geranium berjumlah tunggal, berwarna hijau, berbulu, berbau harum, tepi bergerigi,
dan ujungnya tumpul. Batangnya berkayu, berbulu, dan ketika masih muda berwarna
hijau, tetapi setelah tua berwarna kecoklatan. Geranium memiliki akar tunggang.
Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan stek batang.
 Contoh : Pelargonium sp
2. Famili Francoaceae (incl. Ledocarpaceae, Melianthaceae, Vivianiaceae)
 Semak
 Dauntunggal , venasi menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun atau
selebaran.palmatus di daun atau selebaran
 BatasLobed atau dibagi, dentate
 Bunga: Biseksual, simetriAktinomorfik, zygomorfik atau tidak teratur
 Jumlah sepal4, 5
 Sepal valvate, petal nomor2, 3, 4, 5, kelopak imbricate
 Stamen: jumlah 4, 5, 8
 Stamen: simetriBunga obdiplostemonous
 Benang sari: anterBasifixed, introrse, extrorse, dibuka dengan celah longitudinal
 Staminodia ada
 Pistil: carpel4
 Pistil: ovarium2-locular, 4-locular
 Pistil: ovule3+ di setiap lokusputik
 Ovules axile, carpell connate, ovules yang menempel pada poros tengah atau ventrally
pada apocarpae
 Buah: jeniskapsul
 Biji dengan endosperm
ORDO MYRTALES

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tanaman)
(unranked) : Angiospesrmae
(unranked) : Eudicots
(unranked) : Core Eudicots
(unranked) : Rosids
(unranked) : Malvida
Ordo : Myrtales

Ordo Myrtales

 Daun berhadapan.
 Kolet (rambut kelenjar di permukaan adaksial atau di pangkal petiol).
 Stipula kecil (bila ada).
 Lapisan gabus sangat dalam.
 K mengatup, persisten.
 A melekuk ke dalam tunas.
 Ovarium inferior.
 Ovula banyak.
 Endosperma hampir tak ada.
 Kulit batang bersisik.
 Flavonol, myrisetina.
 Ordo Myrtales terdiri dari 7 famili, yaitu Combretaceae, Myrtaceae, Penaeaceae (incl.
Oliniaceae), Lythraceae (incl. Punicaceae, Sonneratiaceae, Trapaceae),
Melastomataceae (incl. Memecylaceae), Onagraceae, dan Vochysiaceae.
1.Famili Combretaceae
 Habitus : pohon
 Batang atau daun berduri
 Daun: posisi berlawanan atau verticillate, bergantian, tunggal, Venasi Menyirip atau
hampir tidak terlihat pada daun atau selebaran, epidermis daun papillose, daun
berkelenjar / ligule, dengan titik atau garis pellucid atau glandular.
 Bunga: Biseksual atau uniseksual, simetri aktinomorfik, zygomorfik atau tidak teratur,
nomor perianth 4, 5, 6, 7+, nomor sepal 4, 5, 6+, sepal valvate, petal nomor 0, 4, 5, 6,
7, 8, kelopak imbricate, kelopak valvate, Stamen nomor 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11+, bunga
obdiplostemonous, antera Dorsifixed atau ventrifixed, carpel 1, 4, 5, 6+, ovarium 1-
locular, ovule 2 di setiap lokus, 3+ di setiap lokus putik.
 Buah: jenis kapsul, kacang, dan berdaging, 1 biji, kotiledon dilipat atau kusut
 Biji: tanpa endosperm

3. Famili Myrtaceae
 Habitus perdu, pohon.
 Kulit batang mudah terkelupas.
 Daunnya tunggal, tanpa stipula; tersebar, berhadapan atau bergantian.
 Bunganya kebanyakan tunggal.
 Sepal 4-5, bersatu, tabung sepal meliputi ovarium.
 Petal 5, lepas, cepat jatuh, imbrikatus.
 Stamen banyak, kadang-kadang berkelompok berhadapan dengan daun mahkota,
filamen sering berwarna.
 Pistil 1, beruang 1-banyak.
 Ovarium inferum, plasenta aksilar atau sentralis.
 Buah tunggal, bacca, drupa atau nux.
 Bakal buah tenggelam, mempunyai 1 tangkai putik, beruang 1 sampai banyak dengan
1-8 bakal biji dalam tiap ruang.
 Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm
 Contoh : Eugenia aromatica( cengkeh), Eugenia cumini (duwet, jamblang), Eugenia
equea (jambu air), Psidium guajava (jambu biji)

4. Famili Penaeaceae (incl. Oliniaceae)


 Pohon
 Daun: posisiBerlawanan atau verticillate, tunggal, venasiMenyirip atau hampir tidak
terlihat pada daun atau selebaran.
 Daun: stipula Tidak ada,
 Bunga: Biseksual, simetriAktinomorfik, jumlah perianthum 4, 6, jumlah sepal2, 4,
Sepal valvate, jumlahpetal nomor0, 4, Kelopak valvate
 Stamen: jumlah4, simetri, antheraBasifixed, introrse, dibuka dengan celah
longitudinal
 Pistil: carpel4
 Pistil: ovarium4-locular
 Pistil: ovule2 di setiap lokus, 3+ di setiap lokusputik, Ovules axile, carpell connate,
ovules yang menempel pada poros tengah atau ventrally pada apocarpae, ovules
menempel pada pangkal ovarium.
 Buah: jeniskapsul
 Buah:Arillus atau arill-like organ hadir
 Biji: tanpa endosperm

5. Famili Lythraceae (incl. Punicaceae, Sonneratiaceae, Trapaceae)


 Tanaman berbunga.
 Tumbuhan semak dan pepohonan.
 Memiliki daun biasanya berpasangan (berlawanan).
 Kelopak bunga muncul dari tepi tabung kelopak.
 Kelopak sering muncul kusut.
 Daun umumnya memiliki berlawanan pengaturan, tetapi kadang-kadang whorled atau
alternatif .
 Margin halus dan menyirip venasi,
 Stipula biasanya berkurang,
 Muncul sebagai deretan rambut menit atau tidak ada,
 Bunga-bunga biseksual, radial atau kadang-kadang bilateral simetris,
berkembang dengan baik hypanthium .
 Bunga-bunga yang paling sering empat merous tetapi dapat enam merous,
 4-8 sepal dan kelopak.
 Sepal mungkin berbeda, sebagian menyatu untuk membentuk sebuah tabung,
atau menyentuh tanpa tumpang tindih.
 Kelopak yang kusut di tunas dan keriput pada saat jatuh tempo dan biasanya berbeda
dan tumpang tindih
 Benang sari sering tidak sama panjangnya.
 Ovarium biasanya unggul , jarang semi-rendah, atau jarang rendah .
 Banyak karpel dapat menyatu bersama-sama( syncarpous ).
 Dua sampai banyak bakal biji di setiaplocule, dengan Axile plasentasi dari ovula.
 Contoh spesies : Punica granatum, Trapa natans,

6. Famili Melastomataceae (incl. Memecylaceae)


 Herba, pohon
 Daun: posisi berlawanan atau verticillate, daun tunggal, venasi: menyirip atau hampir
tidak terlihat pada daun atau selebaran, epidermis papillose, daun berkelenjar/ ligule
dengan titik atau garis pellucid atau glandular.
 Batang: sympodial atau monopodial
 Bunga: Biseksual atau uniseksual, simetri Aktinomorfik, zygomorfikatautidak, jumlah
perianthium 6, 7+, jumlah sepal 3, 4, 5, 6+, Sepal imbricate atau contorted, sepal
valvate, petal nomor 3, 4, 5, 6, 7, 8, kelopak imbricate, nomor stamen: 3, 4, 5, 6, 7, 8,
10, 11+, antera Dorsifix atau ventrifixed, basifixed, extrorse, staminodiaada, Pistil
gynophore, carpel 2, 3, 4, 5, 6+,
 Buah: jenis kapsul, berdaging, arillusada,
 Biji: tanpa endosperm.

7. Famili Onagraceae
 650 spesies tumbuhan,
 Semak, dan pohon di 17 genera.
 Keluarga ini tersebar luas, terjadi di setiap benua dari daerah boreal sampai daerah
tropis.
 Contoh spesies tersebut adalah batuan api (Chamaenerion angustifolium).
 Bunga dengan biasanya empat sepal dan kelopak
 Dalam beberapa genera, seperti Fuchsia, sepal berwarna cerah seperti kelopak bunga.
 Benih pada umumnya sangat kecil.
 Dalam beberapa genera, seperti Epilobium, mereka memiliki jambul rambut dan
tersebar di atas angin. Pada orang lain, seperti Fuchsia, benih berkembang dalam buah
berair yang disebarkan oleh hewan.
 Daunnya biasanya berlawanan atau berbintik-bintik, namun disusun secara spiral pada
beberapa spesies
 Lanceolate.
 Bunga K4 Co4 S8 P
 Seksualitas: biseksual
 Simetri: aktinomorfik
 Infloresensi: raceme, spike, malai, atau soliter
 Calyx (sepal): 4 terpisah, disisipkan pada hypanthium
 Corolla (kelopak): 4 (jarang 2 atau tidak ada) terpisah, sering mencakar
 Androecium: 8 terpisah, biseriate (atau 4, uniseriate), serbuk sari sering ditumpuk di
tetrad, dihubungkan dengan benang viscin
 Gynoecium: 4 carpina bersatu, ovarium inferior dengan hypanthium (= epigynous),
single style
 Buah: kapsul, (kurang nutrik atau berry)
 Fitur lain: hypanthium sering tubular atau campanulate (berbentuk lonceng)
 Sitologi yang dipelajari dengan baik untuk banyak w. N. spesies Amerika
 Fitur Vegetatif
 Daun: bergantian atau sebaliknya, sederhana, exstipulate
 Riwayat hidup: abadi, juga tahunan dan dua tahunan
 Kebiasaan: tumbuh-tumbuhan, jarang semak atau pohon
 Distribusi & Ekologi: daerah beriklim sedang dan subtropis pada kedua belahan otak
 Keragaman dalam w. N. Amerika
 Beberapa Northwest Genera: Epilobium, fireweed, ramuan willow
 Contoh spesies : Oenothera spp. (liar dan hama) , Clarkia sp. , Epilobium sp.
8. Famili Vochysiaceae
 Herba, pohon
 Daun: posisi berlawanan atau verticillate, daun tunggal, venasi menyirip atau hampir
tidak terlihat pada daun atau selebaran, epidermis daun papillosa
 Batang: sympodial atau monopodial
 Bunga: Biseksual, simetri zygomorphic atau tidak beraturan, nomor perianth 5, 6, 7+,
nomor sepal 5, sepals imbricate atau contorted, petal nomor 0, 1, 3, 5, Stamen nomor
1, antera Basifixed, Staminodia ada, carpel 3, ovarium 1-locular, 3-locular, ovula 1 di
setiap lokus, 2 di setiap lokus, 3+ pada masing-masing lokus putik
 Karpet terbebas dari satu sama lain atau carpel 1, ovula parietal, karat karat, ovules
axile, carpel berkonotasi, ovules menempel pada poros tengah atau ventral di
apokarpae.
 Biji: tanpa dan dengan endosperm
ORDO CROSSOSOMATALES

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tanaman)
(unranked) : Angiospesrmae
(unranked) : Eudicots
(unranked) : Core Eudicots
(unranked) : Rosids
(unranked) : Malvida
Ordo : Crossosomatales

Ordo Crossosomatales
 Berkayu
 K + C, stylodia saling bebas
 Hipantium, cakram bernektar
 Ordo Crossosomatales memiliki 5 famili yaitu Crossosomataceae, Stachyuraceae,
Strasburgeriaceae, Geissolomataceae, dan Staphyleaceae.
1. Famili Crossosomataceae
 Semak dengan daun sederhana, alternatif, utuh, biasanya gugur,
 Bunga dengan 5 kelopak bunga dan 5 sepal (3-6 kelopak bunga dan sepal),
 Buah kering, beberapa biji.
 Contoh spesies crossomabigelovii

Famili Stachyuraceae

 Habitus : Tanaman berkayu


 Distribusi Asia
 Daun: posisi bergantian
 Daun: tunggal
 Venasi Daun : Menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun atau selebaran.
 Batas Dentate
 Daun: stipules
 Menyajikan hal berkembang
 Raceme, spike
 Bunga: Biseksual, uniseksual
 Bunga: simetri, Aktinomorfik
 Bunga: wadah kecil
 Bunga: cakram
 Bunga: nomor perianth 7+
 Perianth kelopak dan mahkota
 Bunga: nomor sepal 4
 Bunga: posisi sepal
 Sepals imbricate atau contorted
 Bunga: petal nomor 4
 Bunga: posisi kelopak
 Semua bebas dari satu sama lain, kelopak imbricate
 Stamen: nomor 8
 Benang sari: anter
 Dorsifixed atau ventrifixed, introrse, dibuka dengan celah longitudinal
 Benang sari: filamen
 Bebas dari mahkota, tidak berkonotasi
 Pistil: gaya
 Gaya 1, atau gaya yang kurang lebih berkonotasi
 Pistil: carpel 4
 Pistil: ovarium 4-locular
 Pistil: ovule 3+ di setiap lokus putik
 Ovules axile, carpell connate, ovules yang menempel pada poros tengah atau ventrally
pada apocarpae
 Buah: jenis gemuk
 Buah: biji 3+ bibit
 Benih: embrio lurus
 Benih: endosperm
 Biji dengan endosperm
2. Famili Strasburgeriaceae
 Pohon
 Daun: posisi alternatif
 Daun: tunggal
 Venasidaun :menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun atau selebaran.
 Epidermis papillose
 Daun: stipans hadir perbungaan soliter
 Bunga: biseksual, simetri actinomorphi, posisi sepal semua bebas satu sama
laindengantipe imbricate atau contorted, jumlahpetal 5, kelopak imbricate
 Stamen: nomor 10
 Benang sari: bunga simetri obdiplostemonous
 Benang sari: anter
 Dorsifixed atau ventrifixed, introrse, dibuka dengan celah longitudinal
 Buah: tipe nut, berdaging
 Benih: embrio lurus, melengkung
 Biji dengan endosperm

3. Famili Geissolomataceae
 Pohon
 Berlawanan atau verticillate
 Dauntunggal
 VenasiDaun :Menyirip atau hampir tidak terlihat pada daun atau selebaran.
 Daun: stipulestidak ada
 Bunga: Biseksual, Bunga: simetri, Aktinomorfik, Bunga: wadahkecil
 Bunga: posisi sepalSemua bebas satu sama lain
 Bunga: Sepals imbricate atau contorted
 Benang sari: anterDorsifixed atau ventrifixed, introrse, extrorse, dibuka dengan celah
longitudinal
 Benang sari: filamenBebas dari mahkota, tidak berkonotasi
 Pistil: 4 carpel
 Pistil: ovarium4-locular
 Pistil: ovulla 2 di setiap lokusputik
 Ovules axile, carpel connate, ovules yang menempel pada poros tengah atau ventrally
pada apocarpae, ovules menempel pada apex ovarium.
 Buah: kapsul
 Biji dengan dantanpaendosperm

4. Famili Staphyleaceae
 Tinggi pohon dapat mencapai 35 m dengan panjang batang bebas cabang 20 m.
 Diameter sampai 60 cm.
 Tidak berbanir.
 Kulit luar berwarna coklat tua.
 Beralur dan mengelupas banyak kecil-kecil tebal.
 Mengeluarkan getah berwarna merah.
 Batang berwarna coklat-merah sampai coklat-ungu.
 Kayu gubal berwarna coklat kelabu atau coklat pucat dan mempunyai batas yang
jelas dengan kayu teras.
 Batang agak kasar dan merata.
 Permukaan kayu agak kesat sampai agak licin.
 Contoh spesies yaitu Bischofia javanica.

ORDO PICRAMNIALES

Ciri Umum :

 Anggota tumbuhan berbunga.


 Suku ini termasuk ke dalam klad Rosidae,
 Dikotil sejati inti atau core Eudikotil, dan dikotil sejati atau Eudikotil tetapi tidak
dimasukkan ke dalam bangsa apa pun.
 Contoh Spesies : Alvaradoa amorphoides
ORDO ICACINALES

 Pohon tropis, daun ex-stipula, mengutuh : nodus umumnya unilakunar pedisel beruas,
tangkai sari pendek, embrio besar, buah berbiji tunggal, drupa, banyak endosperm,
alkaloid indol dan quinolin(camptotesin)
 Famili Icacinanaceae
 Pohon
 Semak atau tanaman merambat
 Bunga biseksual atau jarang uniseksual, simetris radial, sepal 4, petal 4-5, biasanya
terpisah, benang sari 4-5, biasanya 3 atau 5, biasanya ovarium hanya 1 yang
dikembangkan
 Plasenta apikal, ovula biasa 2, terjumbai
 Buah nupe atau jarang samara, berbiji drupe
 Keluarga ini didistribusikan ke seluruh daerah tropis, termasuk bagian selatan
meksiko
 Neotropical Icacinaceae

a. Family Oncothecaceae
 Tumbuhan termasuk jenis perdu
 Sifat akar tunggang,
 Permukaan daun laevis
 Termasuk dalam asterids.
 Oncotheca Baill
ORDO METTENIUSALES

Ciri Umum:

 Terdiri dari sekitar 10 genera dan 50 spesies


 Habitus pohon, semak belukar, dan liana, terutama di daerah tropis.
 Tumbuhan berbunga
 Contoh spesies : Metteniusa santanderensis
ORDO SAPINDALES

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tanaman)
(unranked) : Angiospesrmae
(unranked) : Eudicots
(unranked) : Core Eudicots
(unranked) : Rosids
(unranked) : Malvida
Ordo : Sapindales

1. Ordo Sapindales
 Umumnya berkayu (bersilikat)
 Daun berseling
 Majemuk menyirip ganjil
 Bunga umumnya tak sempurna
 Cakram intrastaminal
 Asam esensial
 Kelopak dan mahkota berbilangan 5.
 Daun-daun kelopak dan mahkota bebas, biasanya zigomorf.
 Benang sari 8, tersusun dalam 2 lingkaran yang seringkali tidak sempurna.
 Bakal buah beruang 2-3, jarang lebih.
 Tiap ruang berisi 1-2 bakal biji yang apotrop, tembuni di sudut-sudut ruang.
 Ordo Sapindales terdiri dari 7 famili, yaitu Anacardiaceae, Meliaceae, Rutaceae
Simaroubaceae, Burseraceae, Nitrariaceae, dan Sapindaceae.
 Tersebar di daerah tropis dan subtropis, sedikit sampai di temperata.

2. Famili Anacardiaceae
 Tumbuhan biasanya berupa pohon, bergetah yang sifatnya kaustik dan akan berubah
hitam apabila bersentuhan dengan udara.
 Daun berseling dan jarang berhadapan, tunggal atau majemuk.
 Bunga kecil, uniseksual, panikula.
 Sepal dan petal berjumlah 5 kadang 3-7.
 Diskus berupa cincin.
 Stamen berasal dari dasar diskus, jumlahnya dua kali lipat jumlah petal, beberapa
steril.
 Ginesium terdiri dari satu sampai tiga karpel, ovarium terdiri dari 1-3 lokuli, masing-
masing dengan satu ovulum, biasanya satu fertil dan lainnya steril.
 Stilus berjumlah 1-3. buah berupa drupa, kadang-kadang bersayap yang merupakan
petal yang menutup.
 Biji tidak berendosperma.
 Contoh : Mangifera indica, Anacardium occidentale, Mangifera odorata.

3. Famili Meliaceae (Duku-dukuan)


 Pohon atau perdu, jarang herba.
 Berkelenjar damar atau minyak.
 Daun berselingan tersusun bentuk menyirip.
 Bunga berkelamin 2, berbilangan 5
 Bakal buah superus.
 Beruang 1-5.
 Bakal biji 1-2 per ruang.
 Daun tersebar, jarang berhadapan
 majemuk pinnatus atau bipinnatus, trifoliolatus, jarang unifoliolatus atau tunggal,
 Stipula tidak ada.
 Bunga biseksual atau kadang-kadang uniseksual, aktinomorf;
 Stamen dua lingkaran, lepas (Cedrelae) atau lebih sering bersatu membentuk tabung
yang mempunyai tonjolan-tonjolan diantara atau diluar berhadapan dengan anthera.
 Bakal biji umumnya 2 tiap lokul.
 Biji tipis, kering, bersayap, atau tidak bersayap dan berarilus atau sarkotesta,
endosperm berdaging, berminyak.
 Famili ini mempunyai sekitar 51 genus dengan 550 spesies, tersebar di daerah tropis
dan subtropis, sedikit di iklim temperata.
 Contoh : Aglaia odorata Lour. (culan), Lansium domesticum Jack (duku), Melia
azedarach L. (mindi, kayu min), Swietenia macrophylla King (mahoni).
4. Family Rutaceae
 Pohon atau perdu, jarang semak.
 Daun berhadapan atau berseling, tunggal atau majemuk
 Dengan kelenjar minyak yang transparan.
 Bunga beraturan, kebanyakan berkelamin 2,
 dalam anak paying, tandan atau malai.
 Kelopak berjumlah 4-5, bersatu atau tidak.
 Mahkota kebanyakan berjumlah 4-5, berdaun lepas.
 Benang sari 4-5 atau 8-10, jarang 6, jarang lebih dari 10; kepala sari beruang 2.
 Tonjolan dasar bunga beringgit atau berlekuk, di dalam benang sari.
 Bakal buah menumpang, seperti juga buahnya, bentuknya sangat berbeda.
 Buah buni kotak, buni, atau batu atau buah berbelah.
 Contoh : Citrus maxima, Citrus sinensis, Citrus nobilis, Aegle marmelos, Triphasia
trifolia, Feronia limonia, Murraya paniculata.
5. Famili Simaroubaceae
 Pohon atau semak umumnya dengan rasa pahit.
 Daun majemuk pinnatus.
 Bunga dalam rasemosa.
 Buah umumnya kapsul.
 Daun tersebar, jarang berhadapan
 Majemuk pinnatus sampai unifoliolatus, jarang tunggal
 Stipula umumnya tidak ada.
 Bunga aktinomorf, kecil.
 uniseksual atau biseksual
 Calix umumnya 5, bersatu
 Corolla umunya 5, lepas
 Stamen biasanya 2 kali sebanyak corolla, atau sebanyak dan berselangan dengan
corolla, lepas, sering dengan tonjolan dekat dasarnya
 Bakal buah 2-5(-8) karpel, bersatu, jarang terpisah
 Bakal biji 1-2 tiap ruang.
 Famili ini terdiri dari sekitar 25 genus dengan 150 spesies.
 Contoh: Brucea javanica (L.) Merr. (melur, malua, lada pahit); Eurycoma
longifolia Jack (pasak bumi, tongkat ali) digunakan dalam ramuan obat.
6. Famili Burseraceae
 Daun majemuk menyirip ganjil, duduknya tersebar, jarang berhadapan, tanpa daun
penumpu.
 Daun berseling atau spiral
 Perdu, atau pohon dengan saluran resin didalam kulit batangnya.
 Bunga kecil, aktinomorf, terangkai sebagai tandan.
 Daun kelopak berlekuk (berbagi 3-5), tersusun seperti genting atau katup. Daun
mahkota 3-5.
 Benang sari sama banyaknya dengan jumlah daun mahkota atau 2x lipat, bebas
satu dan yang lain.
 Kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur.
 Bakal buah menumpang, beruang 2-5, tiap ruang dengan 2 bakal biji.
 Buah batu dengan 1-5 bagian atau membuka dengan katup-katup.
 Biji tanpa endosperm, lembaga besar, daun lembaga terlipat.
 Sekitar 600 jenis tergolong dalam suku ini dan terbagi dalam 16 genus, tersebar
didaerah tropika
 Contoh spesiesnya yaitu Canarium zeylanicum, Bursera simaruba, Canarium sp.

7. Famili Sapindaceae
 Habitus: pohon, perdu, jarang memanjat.
 Daun : tersebar, majemuk pinnatus, bipinnatus, trifoliolatus, jarang yang tunggal,
petiolus proksimal sering meneal menjadi pulvinus, tidak memiliki stipula.
 Bunga : simosa atau simosa-panikula, jarang tunggal, sering uniseksual. Sepal 4-5
imbricata, petal 4-5 atau tidak ada, stamen 5-10. ovarium superus tiga karpel dan tiga
ruang, dan plasenta aksilaris.
 Buah dari berbagai tipe kering atau berdaging, biji berarilus tanpa endosperm.
 Mempunyai 140 genus dengan 1500 spesies, tersebar terutama di daerah tropika dan
melimpah di Asia dan Amerika.
8. Famili Balsaminaceae
 Habitus : terna berbatang basah
 Daun : dengan daun-daun tunggal yang duduknya tersebar atau berhadapan, tanpa
daun penumpu.
 Bunga : Bunga banci, zigomorf, biasanya berwarnacerah, terpisah-pisah.
Daun kelopak 3, jarang 5,sering berwarna, tidak sama bentuk dan ukurannya, yang
paling bawah bertaji. Daun mahkota 5, yang paling atas tegak yang di samping dua
dua berlekatan.
 Stamen: Benang sari 5, tangkai sari pendek, lebar, di bagian atas berlekatan sehingga
kepala sari bergandengan satu dengan yang lain. Kepala sari beruang 2, berlekatan
sekitar bakal buahnya.
 Putik : tangkai putik pendek atau tidak ada, kepala putik 1-5, sering
tampak menempel pada ujung bakal buah.
 Bakal buah : Bakal buah menumpang, beruang 5, tiap ruang berisi beberapa bakal biji
 Buah : Buahnya buah kendaga, membuka menjadi 5 bagian yang terpilin, jarang
sekali berupa buah buni. Biji tanpa endosperm dengan lembaga yang lurus
 Famili ini membawahi sekitar 400 jenis yang terbagi dalam 2 genus yaitu:
o Impatiens dan Hydrocera, tersebar di daerah tropika di Asia dan Afrika.

ORDO HUERTEALES

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Unranked : Angiospermae

Unranked : Eudicotiledon

Euranked : Rosida

Euranked : Malvida

 Termasuk karena merupakan tumbuhan berkayu, tidak berpembuluh eustel, nodus,


tubuh tapis tubuuh tapis plastid mengandung butir pati, bagian bunga saling bebas,
strobilus, sempurna, bagian P umumnya bervariasi kelipatan tiga, sedikit
terdiferensiasi benang sari, berfilamen lebar, polen beralur tunggal, beraroma
 Termasuk karena polen trikolpat bunga K/C/P berhadapan dengan A, filament agak
sempit, kepala sari basifiks, nodus trilakunar, stomata anomositik, tidak mengandung
Termasuk karena stipula nodus 3 : 3
 Termasuk karena embrio besar, endosperma kecil
1. Karakteristik Ordo Huerteales
 Elemen pembuluh
 Perforasi skalariformis
 Sel musilagen
 Tepi daun bergerigi
 Stipula menempel di cabang bunga kecil
 Androgesium = Gymnosium dan berhadapan
 Ovula 1-2 / karpel

1. Famili Dipentodontaceae
 Pohon kecil atau semak yang tumbuh di India, Burma dan Cina.
 Daunnya sederhana dengan tepi bergigi dan bolak pada tangkai daun.
 Bunga-bunga duduk dalam kelompok besar hingga 35 bunga.
 Contoh spesies : Dipentodon sinicus
2. Famili Gerrardinaceae
 Semak atau pohon kecil, terkadang berebut.
 Daun sederhana, alternatif (spiral); Margin bergigi, jarang sekali
 Venasi menyirip Stipul intrapetiolar
 Infloresensi dari aksila aksila.
 Bunga sangat kecil, aktinomorfik dengan cakram 5 lobed yang menempel pada
hypanthium.
 Sepals bebas Kelopak bebas, imbricate. Sari di balik kelopak bunga
 Filamen bebas
 Ovarium superior, atau bagian inferior; Karpet menyatu.
 Buah berry, kering atau berdaging
 Contoh spesies : Gerrardina foliosa

3. Famili Petenaeaceae
 Tanaman berkayu.
 Daunnya bergantian dengan margin bergigi.
 Perbungaan adalah simbolis, tapi kadang-kadang hampir racemose atau umbelliform.
 Dasar kelopak, mahkota dan benang sari disatukan membentuk hypanthium yang
dalam beberapa kasus sangat pendek.
 Ovarium adalah unilocular, setidaknya di atas, dengan satu atau dua ovula per carpel
 Contoh spesies : Perrottetia sandwicensis

4. Famili Tapisciaceae
 Habitus Pohon
 Daun bergantian, petiolate, imparipinnate atau trifoliolate
 Selebaran petiolulate
 Inflorescences panik.
 Bunga sempurna atau staminate dan kemudian
 Tanaman poligami, 5 (6) –merous
 Sepal lebih atau kurang berkonotasi
 Kelopak bunga imbricate, pubescent atau ciliate
 Nektar intrastaminal kadang hadir
 Benang sari 5 (6), alternipetal
 Karpet sepenuhnya bersatu untuk membentuk ovarium 2-atau 1-locular yang tidak
lengkap septate
 Ovula 1 (2) per locule, tegak, anatropous, bitegmic, crassinucellate.
 Buah drupaceous atau baccate
 Mantel biji dengan exotegmen berserat dan chinoza sangat banteng
 Endosperm berlebihan
 Radikel selama kotiledon datar.
 Contoh spesies : Tapiscia sinensis
ORDO MALVALES

Karakteristik Ordo Malvales

 Batang berserat
 Bulu halus umumnya berbintang
 Bunga, K umumnya mengatup
 Petal terpuntir
 Asam lemak siklopropenoid
 Flavona
1. Famili Bixaceae

 Merupakan pohon atau perdu dengan daun tunggal bertulang daun menjari yang
duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu.
 Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 2 tembuni terdapat banyak bakal biji
masing-masing dengan 2 integumen, tangkai putik

Contoh spesiesnya yaitu

Bixa platycarpa Bixa urucurana

2. Family Cistaceae
 Merupakan subshrub dan perdu rendah.
 Ada yang berupa tumbuhan herbaceous.
 Habitat kering dan banyak matahari.
 Cistaceae tumbuh baik pada tanah yang buruk dan banyak dibudidayakan pada taman-
taman.
 Stamennya banyak, panjangnya bervariasi dan duduk pada suatu lempengan; filamen-
filamennya bebas.
 Ovarium tergolong superior, biasanya dengan tiga carpels,placentation bersifat
parietal, dengan dua atau lebih ovules pada setiap plasenta.
 Buahnya berupa kapsul, biasanya dengan lima atau sepuluh valves (tiga pada
Helianthemum). Biji-bijinya kecil dengan lapisan keras, tidak tembus air, dengan
berat sekitar 1 mg.
 Contoh spesies : Cistus akamantis
3. Family Dipterocarpaceae

 Dipterocarpaceae merupakan kelompok kayu perdagangan utama (meranti dan


balau/Shorea, mersawa/Anisoptera, keruing/Dipterocarpus dan kapur/Dryobalanops).
 Batangnya silinder, dan banyak yang mencapai ukuran sangat besar, 30 m atau lebih
(tinggi bebas cabang). Hopea, Vatica dan Cotylelobium yang secara umum berupa
pohon-pohon kecil.
 Semua jenis Dipterocarpaceae mengeluarkan damar atau oleo-resin.
 Contoh :

4. Famili Citinaceae
 Perdu
 Akar parasit, tanaman endofitik
 Tabung saringan plastida tanpa inklusi pati atau protein
Contoh spesies :

5. Famili Neuradaceae
 Semak

6. Famili Muntingiaceae
 Perdu atau pohon kecil, tinggi sampai 12 m, meskipun umumnya hanya sekitar 3-6 m.
2. Selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
 Ranting-ranting berambut halus, bercampur dengan rambut kelenjar demikian pula
daunnya.
 Contoh spesies : Muntingia calabura
7. Famili sphaerosepalaceae
 Sphaerosepalaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga
 Pohon dan semak
 Merupakan endemik Madagaskar
 Daun terletak mendatar, berseling, helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset,
tepinya bergerigi dan berujung runcing, 1-4 × 4-14 cm, sisi bawah berambut kelabu
rapat; bertangkai pendek. Daun penumpu yang sebelah meruncing bentuk benang.
 Contoh spesies : Rhopalocarpus Bojer

8. Famili Sarcolaenaceae
 Pohon
 Endocarp berbulu
 Endosperma berlebihan
 Contoh spesies : Eremolaenahumblotiana Baill
9. Suku tiliaceae
 Kebanyakan berupa tumbuhan kayu, jarang berupa terna.
 Daun tunggal kadang-kadang berlekuk, mempunyai daun penumpu, duduknya
tersebar. 3.Bunga banci, jarang berkelamin tunggal, aktinomorf.
 Benang sari umumnya banyak atau 2x jumlah daun mahkota
 Buah mempunyai beberapa ruang, menyerupai buah kendaga.
 Biji mempunyai endosperm, lembaga biasanya lurus.
 Contoh : Tilia platyphyllos

10. Suku Elaeocarpaceae

 Perdu
 Tidak terdapatnya saluran-saluran lender dalam jaringan tubuhnya
 Daun berlekuk,mempunyai daun penumpu
 Mempunyai endosperm
 Contoh spesies : Elaeocarpus ganitrus

11. Suku sterculiaceae


 Pohon semak (kadang-kadang berupa liana), atau terna
 Rambut-rambut bintang atau sisik,
 Daun tunggal bertepi rata, kadang-kadang berlekuk menjari atau majemuk, yang
duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu yang lekas runtuh.
 Bunga biasanya banci atau berkelamin tunggal, aktinomorf.
 Daun kelopak 3-5, sedikit banyak berlekatan, tersusun seperti katup.
 Daun mahkota 5 atau tidak ada.
 Benang sari sering tersusun dalam lebih dari satu lingkaran, yang sebelah luar
mandul, yang sebelah dalam berlekatan membentuk buluh atau sama sekali bebeas,
kapala sari beruang 2.
 Sterculia foetida
12. Suku bombacaceae
 Pohon
 Mempunyai sisik atau rambut-ranbut bintang,
 Daun tunggal atau majemuk menjari, duduk daun tersebar dengan daun penumpu.
 Bunga banci aktinomorf.
 Daun kelopak 4-5, biasanya berlekatan, dalam kuncup yang tersusun seperti katup.
 Daun mahkota 5 tersusun seperti genting, dan di dalamnya kuncup seperti terpilih ke
satu arah
 Contoh spesies : Durio Zibethinus
13. suku malvaceae
 Terna atau semak, jarang berupa pohon
 Daun tunggal bertepi rata atau berlekuk beraneka ragam, kebanyakan bertulang
menjari.
 Daun duduk tersebar, mempunyai daun penumpu.
 Bunga besar, banci, aktinomorf.
 Daun kelopak 4-5, sedikit banyak berlekatan, dengan susunan seperti katup
 Benang sari banyak dan tangkai sari berlekatan
 Buahnya buah kendaga dan buah berbelah
 Biji kebanyakan mempunyai endosperm
 Contoh spesies :

ORDO BRASSICALES

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Unranked : Angiospermae
Termasuk karena berkayu; tidak berpembuluh, eustel; nodus, tubus tapis plastida
mengandung butir pati daun simpel, persisten, mengutuh,bagian bunga saling bebas,strobilus,
sempurna, bagian P umumnya bervariasi kelipatan tiga, sedikit terdiferensiasi benang sari
berfilamen lebarpolen beralur tunggal G apokarp (tangkai sari umumnya pendek) ,tidak
bernektar embrio sangat kecil.

Unranked : Eudicotiledon
Termasuk karena polen trikolpat, bunga K/C/P, berhadapan dengan Α, filamen agak
sempit, kepala sari basifiks nodus trilakunar, stomata anomositik, tidak mengandung, minyak
terbang

Unranked : Inti eudicotiledon

Termasuk karena bunga pentasiklik, bagian-bagiannya duduk, berseling G berpautan


Κ + C (berlepasan/bebas)
(Α poliandrus) polen trikolpat, asam elagis & galik

Unranked : Super rosida

Termasuk karena Stipula nodus 3:3

Unranked : Rosida

Termasuk karena embrio besar endospermkecil

Karakteristik Ordo Brasicales

 Daun berseling; bunga, umumnya tetra-merpetal umumnya mencakar, A umumnya


banyak, 2×K hipogina (kebanyakan ginofor);
 Perbungaan tidak terbatas
 sel mirosin, glukosinolat

Brasicales memiliki beberapa family-famili, yaitu :

1. Bataceae
2. Caricaceae
3. Limnanthaceae
4. Salvadoraceae
5. Brassicaceae
6. Cleomaceae
7. Moringaceae
8. Tovariaceae
9. Capparaceae
10. Koeberliniaceae
11. Resedaceae
12. Tropaeolaceae

1) Famili Bataceae
 Tanaman halophytic (garam toleran), berasal dari rawa-rawa garam pantai yang
beriklim hangat dan tropis Amerika (B. maritima) dan Australasia tropis
(B. argillicola).

Kingdom : plantae
Unranked : angiosperma
Unranked : eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Famili : bataceae
Genus : batis
Spesies : Batis argillicola
2) Famili Caricaceae
 Mereka adalah pohon pachycaul berumur pendek atau pohon kecil yang tumbuh
setinggi 5-10 m
Kingdom : plantae
Unranked :angiosperma
Unranked :eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Famili : Caricaceae
Spesies : Carica papaya

3) Famili Limnanthaceae
 Klade (Brassicales) yang baru saja diidentifikasi dari tanaman penghasil minyak
sawo.
 Mereka memiliki rasa tajam yang mirip dengan sawi, lobak atau caper.
Kingdom : plantae
Unranked : angiosperma
Unranked :eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Famili : Limnathes
Spesies : Limnathes bakteri

4) Famili Salvadoraceae
 Tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika dan berdiameter mulai dari 0,1 cm
sampai 5 cm.
 Pohon yang kecil, seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, diameternya
lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki
banyak juntaian serat.
 Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti
seledri dan rasanya agak sedikit pedas.
Kingdom : plantae
Unranked : angiosperma
Unranked :eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Family : Salvadoraceae
Genus : Salvadora
Spesies : Salvadora persica

5) Famili Brassicaceae
 Menggambarkan empat kelopak bunga mustard, yang menyerupai salib. umumnya
dikenal sebagai mustard, crucifers, atau keluarga kubis.
Kingdom : plantae
Unranked :angiosperma
Unranked : eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Family : Bracicaceae
Genus : Bracica
Spesies : Bracica olerace

6) Famili Cleomaceae
 Bunga yang memiliki bentuk seperti laba-laba dengan adanya jaring.
Kingdom : plantae
Unranked : angiosperma
Unranked :eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Family : Cleomaceae
Genus : Cleome
Spesies : Cleome ciliata
7) Famili Moringaceae
 Spesies dari iklim tropis dan subtropis yang berkisar dari ramuan kecil sampai pohon
besar biasanya banyak digunakan
sebagai obat-obatan herbal/alami.
Kingdom : plantae
Unranked : angiosperma
Unranked :eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Family : Moringaceae
Genus : Moringa
Spesies : Moringa oleifera

8) Famili Tovariaceae
 Bunga: seksualitas, Bunga: cakram menyajikan, posisi bunga kelopak Semua bebas
dari satu sama lain, kelopak imbricate.
Kingdom : plantae
Unranked : angiosperma
Unranked :eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Family : Tovariaceae
Genus : Tovaria
Spesies : Tovaria pendula

9) Famili Capparaceae
 Memiliki ciri-ciri tidak jauh beda dengan cleome yaitu memiliki bentuk seperti laba-
laba dan memiliki jaring.

Kingdom : plantae
Unranked :angiosperma
Unranked :eudicots
Unranked : rosids
Ordo : brasicalis
Family : Capparaceae
Genus : Cappara
Spesies : Capara cleome

10) Famili Koeberliniaceae


 Tanaman berbunga asli Amerika Serikat bagian barat daya dan utara Meksiko yang
dikenal dengan beberapa nama umum, termasuk mahkota duri, allthorn, dan duri
penyaliban.
 Ini adalah satu-satunya spesies dari genus monotipik Koeberlinia, yang kadang-
kadang dianggap satu-satunya genus di famili tanaman Koeberliniaceae.

Kingdom : Plantae
Unranked :Angiosperma
Unranked :Eudicots
Unranked : Rosids
Ordo : Brasicalis
Family : Koeberliniaceae
Genus : Koeberlinia
Spesies : Koeberlinia spinosa

11) Famili Resedaceae


 Bahwa Oligomeris, Randonia dan Ochradenus semuanya muncul dari dalam barisan
Reseda. Ini akan menyiratkan bahwa hanya tiga genera yang harus dikenali, walaupun
belum ada perubahan nomenclatural yang telah dilakukan.
Kingdom : Plantae
Unranked :Angiosperma
Unranked :Eudicots
Unranked : Rosids
Ordo : Brasicalis
Family : Resedaceae
Genus : Resedace
Spesies : Resedace sp.

12) Famili Tropaeolaceae


 Tanaman dalam genus ini memiliki bunga yang mencolok, seringkali sangat cerah,
dan daunnya membulat (berbentuk perisai) dengan tangkai daun di bagian tengahnya,
menghasilkan minyak yang serupa dengan selada air (Nasturtium officinale).

Kingdom : Plantae
Unranked : Angiosperma
Unranked :Eudicots
Unranked : Rosids
Ordo : Brasicalis
Family : Tropaeolaceae
Genus : Tropaeolum
Spesies : Tropaeolum majus
ORDO BERBERIDOPSIDALES

Karakteristik Ordo Berberidopsidales

 Tanaman berkayu
 Stomata daun siklositik
 Petiol berpembuluh anular
 Buah berdaging
 Kristal kalsium oksalat

1. Famili Aextoxicaceae

 Pohon dengan tak terbagi,


 Daun tanpa stipula.
 Bunga berkelamin tunggal, dioecious, di perbungaan racemose.
 Bunga dengan diskus, yang ♂ dengan lima benang sari dan ♀ dengan ovarium
konstan di atas.
 Drupes buah-unggulan.
 Benih dengan ruminiertem endosperm.

Contoh spesies :

Aextoxicon punctatum
2. Famili Berberidopsidaceae

 Pohon cemara langka dari Cile.


 Ditutupi sisik, dan dedaunannya kurang lebih berlawanan.
 Bunganya agak mencolok tapi cukup khas.
 Bunga jantan dan betina ditularkan pada tanaman yang berbeda.
 Kuncup ditutupi oleh bracteole
 Struktur berdaun kecil di atas pedicel, yang jatuh saat bunga berkembang bersamaan
dengan sepal tipis.
 Lima kelopak bunga menyempit di pangkalan mereka, dan hanya ada lima benang
sari.
 Ovarium terdiri dari dua buah masker, meski hanya satu yang subur, dan dengan
demikian hanya berisi dua ovula.
 Buahnya kering dan satu bij
 Bibitnya memiliki embrio besar
 Daunnya disusun secara spiral dan mungkin memiliki gigi berduri
 Pembuluh darah utama muncul bersamaan di bagian bawah mata pisau.
 Bunganya biseksual dan memiliki enam atau lebih benang sari.
 Sepal dan kelopak bunga bisa berbeda atau serupa dan petaloid.
 Ovarium memiliki banyak ovula yang ditanggungkan di dindingnya
 Buahnya adalah biji yang mengandung biji dengan embrio yang sangat kecil.

Contoh spesies

Berberidopsis corallina
ORDO SANTALALES

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Unranked : Angiospermae

Termasuk karena merupakan tumbuhan berkayu, tidak berpembuluh eustel, nodus,


tubuh tapis tubuuh tapis plastid mengandung butir pati, bagian bunga saling bebas, strobilus,
sempurna, bagian P umumnya bervariasi kelipatan tiga, sedikit terdiferensiasi benang sari,
berfilamen lebar, polen beralur tunggal, beraroma terpenoid.

Unranked : Eudicotiledon

Termasuk karena polen trikolpat bunga K/C/P berhadapan dengan A, filament agak
sempit, kepala sari basifiks, nodus trilakunar, stomata anomositik, tidak mengandung minyak
terbang.

Unranked : Inti Eudicotiledon

Termasuk karena bunga pentasiklik, bagian-bagiannya duduk berseling, G berpautan,


(K + C) berlepasan, polen trikolpat, asam elagis dan galik.

Unranked : Superasterida

Karakteristik Ordo Santalales

 Tanaman berkayu
 Semi parasit
 Tidak bermikoriza
 Daun mengutuh bunga
 A epipetal
 Perhiasan bunga umumnya simple, mengatup, persisten
 Plasentasi memusat
 Ovula menggantung bebas
 Buah berbiji tunggal
 Poliasetilen
 Sapogenin triterpen
 Asam silisik

1. Famili Balanophoraceae

 Lengan bunga berbentuk klub tanaman balanophora menyerupai jamur dalam


penampilan mereka dan juga kemunculannya dari tanah.
 Bunga-bunga uniseksual berkisar dari warna kuning pucat sampai ungu tua.
 Daun yang tidak terisi dan bersisik tidak memiliki klorofil yang diperlukan untuk
produksi pangan, dan dengan demikian tanaman harus mendapatkan makanan mereka
dengan cara menghirup tanaman lain.
 Spesies Balanophoraceae melampirkan rimpang tuberinya (batang bawah tanah) ke
akar pohon inang dengan akar yang sangat dimodifikasi (haustoria), dimana air dan
nutrisi berpindah dari host ke parasit.
 Tanaman dari genera Balanophora dan Langsdorffia mengandung bahan lilin yang
mudah terbakar, dan batangnya telah digunakan sebagai lilin di Amerika Selatan.
 Rimpang tanaman ini kadang diproses untuk menghasilkan lilin, namun tanamannya
tidak cukup melimpah untuk produksi lilin komersial.

Balanophora elongate
2. Famili Loranthaceae
 Tumbuhan berkayu, banyak di antaranya adalah hemiparasites, semuanya kecuali tiga
yang memiliki kebiasaan mistlet semak belukar.
 Anggota Loranthaceae biasanya adalah parasit batang, membentuk burl pada titik
pelekatan dan akar hirarkis yang masuk ke batang inang.
 Daun mereka biasanya berlawanan, agak tebal dan rapuh, dengan seluruh margin dan
venasi yang tidak mencolok.
 Bunganya biasanya berbentuk long tubular, sering berwarna cerah, dengan ovarium
inferior dan kelopak yang kurang berkembang.
 Buahnya berdaging, menghasilkan sejenis karet, dan sering tersebar di burung
(kebanyakan memiliki viscidium lengket yang menempel dengan mudah pada kulit
pohon, di mana kemungkinan besar akan berkecambah).

Contoh spesies :

Ligaria cuneifolia

3. Famili Misodendraceae

 Memiliki helai daun berhadapan, berbentuk lonjong dengan tepi daun yang mulus

 Dahan berkayu

 Memiliki buah yang berkelompok seperti buah beri berwarna krem

 Bersifat setengah parasit


 Daun tetap berwarna hijau sepanjang tahun, dapat melakukan fotosintesis sendiri, dan
hanya bergantung dari tanaman inang untuk zat mineral dari dalam tanah.

 Daun-daun mistletoe yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun sering dipakai
sebagai sarang bagi berbagai jenis burung.

Contoh spesies :

Misodendrum punctulatum

4. Famili Olacaceae
 Olacaceae adalah keluarga berkayu tropis, pohon, semak belukar, dan liana. Meskipun
banyak anggota mungkin tidak tampak parasit (mereka dianggap hemiparasit),
 Mereka memiliki koneksi horisontal ke host mereka.
 Anggota Olacaceae menghasilkan kacang yang agak besar, seringkali dengan kelopak
gigih dan membentuk kerah di sekitar pangkal buah.
 Biji soliter, yang mengandung endosperm (jaringan nutrisi khusus), biasanya
bergantung pada burung untuk penyebarannya.
 Batang bebas cabang hingga 25 m; setiap bagian pohon mengeluarkan bau seperti
bawang, terutama setelah hujan atau jika dilukai.
 Tajuknya padat
 Batang biasanya lurus, bertakik, kadangkala dengan banir kecil; pepagan berwarna
kelabu hingga cokelat-merah gelap, memecah dan lepas-lepas dalam kepingan persegi
tipis; pepagan dalam menyerabut, merah keunguan dengan noda-noda jingga.
 Ranting-ranting halus dan lokos di ujung; bagian yang lebih tua berwarna gelap
dengan banyak lentisel memanjang.
 Daun-daun tunggal, tersusun dalam spiral, bertepi rata, tanpa daun penumpu.
 Helaian umumnya jorong-lonjong,
 Ujungnya meruncing membentuk ujung penetes (acumen)

 Pangkalnya membundar atau bentuk baji, seperti atau hampir seperti jangat, hijau
mengilap di sebelah atas, lebih pucat di sisi bawah, lokos, dengan 4-5(-7) pasang
tulang daun sekunder
 Tangkai daun 1-1,5(-2) cm, menggembung di sisi distal.
 Perbungaan berupa tandan pendek di ketiak daun,
 Berambut beledu pendek warna karat hingga kelabu;
 Poros tandan 2(-4) cm panjangnya;
 Bunga-bunga melekat sendirian atau mengelompok 2 sampai 3 kuntum, bertangkai
1,5-2 mm.
 Kelopak bunga kecil membentuk mangkuk dengan tepi menggelombang atau bergigi;
 Mahkota bunga lonjong-sempit, 8-10(-15) × 2 mm, melengkung membalik ke arah
luar, kekuningan, merah-jambu, atau biasanya putih-krem;
 Benang sari kuning, 3-4 mm.
 Buah batu hampir bulat atau agak seperti pir, (3-)4-5(-7,5) cm, hijau, gundul, dengan
garis samar vertikal serupa rusuk, berdaging tipis, berbiji satu

Contoh spesies :
Olax imbricata

5. Famili Opiliaceae
 Semak belukar, dan pepohonan yang membentuk ukuran urut dari 18 meter (60 kaki)
tinggi ke Arceuthobium minutissimum (kurcaci mistletoe),
 Salah satu tanaman vaskular terkecil, yang batangnya tumbuh tidak lebih dari sekitar
3 mm. (0,1 inci) dari tanaman inang.
 Daunnya biasanya dua peringkat (distichous), dan mereka hampir tidak menunjukkan
venasi pada pisau.
 Banyak memiliki benjolan kecil yang disebabkan oleh adanya benda kristal atau
sistolisis.
 Bunga mereka kecil, terbawa dalam kelompok yang hampir menyerupai catkinlike,
dan hanya ada satu whorl perianth
 Ovarium superior dengan satu ovula terjumbai.

Contoh spesies :

Agonandra brasiliensis
6. Famili Santalaceae
 Tanaman parasit yang memakan akar tanaman lain, namun juga memiliki klorofil
untuk fotosintesis.
 Mereka memiliki bunga biasa, biseksual atau uniseksual, dengan 4 atau 5 sepal, tapi
kelopak 0 dan jumlah benang sari yang sama dengan sepal.
 Perhatikan bahwa benang sari sejajar di seberang sepal (di tengah sepal), bukannya
bergantian dengan mereka.
 Ovarium diposisikan sebagian atau seluruhnya inferior dan terdiri dari 3 sampai 5
(kadang-kadang 2) batu bara bersatu yang membentuk satu ruangan tunggal.
 Ini jatuh tempo sebagai achen (biji kering) atau sebagai buah nuri (buah berdaging
dengan biji berbatu).

Contoh spesies :

Santalum ellipticum

7. Famili Schoepfiaceae
 Semak atau pohon [ramuan abadi], parasit akar, hijau, synoecious
 Glabrous [berbulu]
 Daun bergantian [2 di fascicle], sederhana; Ketentuan tidak ada; Petiole hadir; Margin
pisau seluruhnya
 Venasi menyirip Inflorescences aksila [terminal], simbal [thyrses, paku, umbels] atau
bunga soliter.
 Bunga biseksual, heterostylous
 Perianth dan androecium epigynous
 Epicalyx hadir
 Hypanthium benar-benar bergantung pada indung telur
 Sepal nomor tak dikenal [0], berkonotasi ke dalam pelek
 Kelopak bunga [3-] 4-5 [-6], berkonotasi, rambut post-staminal hadir [tidak ada]
 Nectary hadir
 Benang sari [3] 4-5 [-6], kelopak bunga yang berlawanan, berbeda, berbeda dengan
tabung mahkota
 Antera yang membaur dengan celah longitudinal
 Pistil 1, 2-3-carpellate, ovarium inferior, 2-3-locular proksimal, 1-locular distal,
placentation free-central, ovules 3 per ovary, anatropous; Gaya 1; Stigma 1.
 Buah drupes [achen seperti kacang].
 Benih 1 per buah.

Contoh Spesies :

Quinchamalium chilense

8. Famili Viscaceae
 Tanaman parasit di cabang-cabang dari banyak jenis pohon.
 Daunnya biasanya menempel berpasangan, satu daun bersebelahan dengan cabang
lainnya
 Mereka memiliki pembuluh darah paralel.
 Banyak spesies memiliki daun scalelike.
 Bunga-bunga uniseksual itu mungil
 Buahnya adalah satu biji berry
 Biji ditutupi dengan zat lengket.
 Bunga kecil mungkin biseksual atau tidak, dengan 3 (kadang-kadang 2 sampai 5)
sepal, kelopak 0, dan jumlah benang sari yang sama dengan sepal.
 Ovarium diposisikan inferior, terdiri dari 3 atau 4 bersasku (syncarpous), membentuk
satu ruangan.
 Buahnya berry atau buah nuri (buah berdaging dengan lobang berbatu).
 Mistletoes bisa menyerap racun dari pohon inang (Tyler). Spesies tunggal mistletoe
sering bersifat parasit pada satu jenis pohon.

Contoh spesies :

Dendrophthora clavata
ORDO CARRYOPHYLLALES

Karakteristik Ordo Carryophyllales :

 Anggota Caryophyllales mencakup sekitar 6% spesies eudicot.Perintah ini adalah


bagian dari intieudicots.Saatini, Caryophyllalesberisi 33 keluarga, 692 margadan
11.155 spesies.
 Monofis Caryophyllales telah didukung oleh sekuens DNA ,data urutan cytochrome c
dankarakter yang dapat diwariskan seperti pengembangan dinding antera dan elemen
kapal dengan perforasi sederhana.
 Caryophyllales (Menurut APG IV) memiliki19 Family yang terdiridari ; Aizoaceae,
Amaranthaceae, Basellaceae, Cactaceae, Caryophyllaceae, Didiereaceae,
Droseraceae, Drosophyllaceae, Frankeniaceae, Molluginaceae, Nepenthaceae,
Nyctaginaceae, Phytolaccaceae, Plumbaginaceae, Polygonaceae, Portulacaceae,
Simmondsiaceae, Talinaceae, Tamaricacea
1. Family Aizoceae
 Aizoaceae terdiri dari tumbuh-tumbuhan tahunan atau tahunan, jarangsemak atau
pohon, jarang berduri.
 Daun sering sentris,tanpa struktur bifacial (beberapa dengan lensa apikal
melaluimana cahaya masuk), berlawanan atau whorled (jarang
alternatif),sederhana, tak terbagi, biasanya exstipulate, sukulen, sering Tereteatau
miring.
 Perbungaan adalah terminal atau ketiak, dari soliterbunga atau cymes. Nectaries
hadir,batin untuk penyisipan andresium tersebut.
 Buah ini loculicidal sebuahkapsul atau berry.
 biasanya banyak benang sari, dan biasanya banyakovula, pigmen betalain hanya
hadir.P 5 [3-8] A [4] 5-∞ G (2-∞), superior atau inferior, hypanthiumhadir.
 Contohdari family iniyaitu :Carpobrotusedulis ,

1. Family Amaranthaceae

 Amaranthaceae terdiri tumbuhan tahunan, hermaprodit,dioecious, berumah satu,


atau poligami herbal,tanaman merambat, semak, atau jarang pohon.
 Batang kadang-kadang bersendiatau lezat. Daun sederhana, spiral atau sebaliknya,
exstipulate,sukulen atau dikurangi dalam beberapa taksa.
 Perbungaan adalah bunga soliter atau lonjakan, malai, cyme, atau Thyrse,
denganbracts dan bracteoles bulu-seperti dan berpigmen di beberapa taksa.
 Bunga-bunga kecil, biseksual atau berkelamin tunggal, biasanya
actinomorfik,hypogynous atau jarang epihypogynous. Perianthadalah uniseriate
(biasanya disebut kelopak, secara default), yang terdiridari [0 2] 3 5 [6 8] yang
berbeda atau jarang basally bawaan sepal.
 Benang sari yang [1 2] 3 5 [6 8], umumnya jumlah yang samasebagai sepal dan
antisepalous, berbeda atau basally bawaan danmembentuk tabung.
 Contoh dari family iniyaitu :Amaranthusblitum , Amaranthushybridus.

2. Family Caryophylaceae
 Caryophyllaceae terdiri dari tumbuh-tumbuhan tahunan atau tahunan,jarang semak,
liana, atau pohon. Batang sering bengkaknode.
 Daun berlawanan (jarang spiral), sederhana, biasanyaexstipulate. Perbungaan
adalah cymes dichasial ataubunga soliter. Bunganya biseksual atau berkelamin
tunggal,actinomorfik, hypogynous, jarang perigynous.
 Perianth Theadalah biseriate, dichlamydeous, hypanthium absen [jaranghadir].
Kelopak adalah synsepalous [jarang aposepalous] dengan5 [4] sepal. Contohdari
Family iniadalahDrymaria hirsute
3. Family Cactaceae
 Family Cactaceae merupakan semakyang abadi atau pohon, dengan duri daun
yang timbul dari meristem ketiak khusus disebut areoles, yang dalam beberapa
taksa mungkin juga menanggung kecil, trichomelike daun dengan duri retorse
disebut glochidia.
 Batang biasanya lezat dan mungkin cladodes (misalnya, berduri-duri) atau radial
uji coba penerapan (misalnya barelpada kaktus).
 Daun sederhana, sering sukulen, spiral, biasanya caducous (gigih dan
welldeveloped di Pereskioideae). Perbungaan adalah padaketiakbatang,
 bunga soliter atau cymes jarang terminal.
 Contohdari family iniadalahOpuntialittoralis.

4. Family Didiereceae
 ditemukan di semak-semakberduri di baratdaya yang kering.
 Tanamanitu tumbuh semak sukulen dan pepohonan setinggi 2-20 m,
 batang penyimpan air yang tebaldan daun yang gugur pada musim kemarau
yang panjang.
 Semuaspesies dioecious.
 Daunnya,yang dihasilkan dari brachyblasts (miripdengan areoles yang ditemukan
di kaktus), berukurankecil, tampak tunggal atau berpasangan dan disertai duri
berbentuk kerucut.
 Bunga-bungaituuniseksual (kecualidariDecaria )dan radial simetris.

5. Family Polygonaceae
 rhizomatous serbaguna, salahsatu yang agak beberapa tanaman yang benar-
benaramfibi, dengan air dan bentuk terrestrial begitu berbeda sehingga yang belum
tahu mungkin berpikir bahwa merekaa dalah spesies yang berbeda
 jarang bercabang batang dengan daun vestigial dan cincin adventifakar;
 ruas 5-40 cm. Batang cabang <10 cm di bawah air, dan menanggung daun
mengambang alternative : pisau lebarliat, lilin, halus, panjang 4 -10 cm, 2-4
cm,lanset / sempitbulattelur, marjin seluruh atau teliti bergigi;
 petioles 2-8 cm, fleksibel.
 Contoh :Persicariaamfibi . L

6. Family Nyctagynaceae
 Terna atau tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal yang duduknya
berhadapan, tanpa daun penumpu.
 Bunga tersusun dalam kelompok kelompok kecil yang seringkali diselubungi oleh
daun daun pelindung yang berwarna menarik,banciatau karena adanya reduksi
berkelamin tunggal, aktinomorf, atau sedikit zigomorf. Hiasan bugna
tunggal, kebanyakan menyerupai mahkota,
 Benang sari 10, tersusundalam 2 lingkaran, duduk berseling dengan taju taju hiasan
bunga.
 Bakal buah menumpang, beruangsatu yang basal. Penyerbukan secara entomogami
atau kleistogami.
 Buahnya buah kurung, dinding buah rapat dan berlekatan dengan kulit biji. Lembaga
lurus atau bengkok, biji mempunyai perisperm.
 Contoh Spesies :Bougainvillea :B.spectabilis, B.glabra , Mirabilis jalapa

7. Family Patrulacaceae
 Terna atau semak semak kecil dengan daun dauntunggal yang tebal berdaging,
duduknya tersebar atau berhadapan atau dalam rozet,
 dengan daun-daun penumpu yang tipis seperti selaput atau mengalami
metamorphosis menjadi seberkas rambut-rambut, jarang sekali tanpa daun penumpu.
 Bunga banci aktinomorf. Bunga dengan 2∞5 daun-daun pembalut atau lebih yang
menyerupaikelopak: tendabungaberbilangan 4∞6, biasanyalekasgugur.
 Benang sari sama dengan jumlah daun hiasan bunga atau lebih banyak atau kurang.
Biasanya dududk berhadapan dengan daun-daun gtenda bunga.
 ContohSpesies : Portulaca :P.oleracea, P.quadrifida,Talinum :
T.triangulare (krokotLanda, postelein) Montia : M.fontana, M.minor (higrofita),
Colandrinia : C.discolor.

8. Family Didereaceae

 Didiereaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga.


 Sukuini dimasukkan kedalam bangsa Caryophillales.

9. Family Droseraceae

 Droseraceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga.

10. Family Frankeniaceae


 klad dikotilinti (core Eudikotil) namun tidak termasuk kedalam dua kelompok
besar, Rosidae dan asterids.

11. Family Molluginaceae

 Molluginaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga.

12. Family Phytolaccaceae

 Phytolaccaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga.


13. Family Plumbaginaceae
 Plumbaginaceae adalah salahsatu suku anggota tumbuhan berbunga.

14. Family Basellaceae

 Adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga.

15. Family Tamaricaceae

 Tamaricaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga.


 Tamariska adalah tanaman gurun yang kecil.
16. Stegnospermataceae
 Stegnospermataceae adalahsalahsatu suku anggota tumbuhanberbunga.

ORDO CORNALES

Ciri Khas ordo Cornales :

 Umumnya berkayu
 Daun tidak terbagi
 Tepi bergerigi
 Bunga tetra-mer
 Buah drupa
 Memiliki iridioid beragam

2. Family Cornaceiae:
 Pohon dan semak belukar
 Memiliki daun sederhana yang alternatif
 Bunga berkerumun
 buah drupaceous
 contoh:

Cornus suecica

3. Family Curtisiaceae:
 Pohon berbunga
 Semak
 Daun berwarna gelap
 Buah beri warna putih
 Kulit pohon sebagai tanaman obat tradisional
 Tepi dun bergerigi
 Tinggi pohon 15M
 Permukaan daun berwarna hijau
 Tangkai dan ranting tertutup rambut halus
 Bunga dominan kecil dan berwarna krem
 Hidup saat musim dingin
 Contoh:

Curtisia dentata

4. Family Grubbiaceae:
 Semak belukar
 Dikenal sebagai sillybery
 Contoh genus :Genera

5. Family Hydrangeaceae:
 Daun berhadapan
 Bunga biseksual
 Kelopak terdiri 4
 Bentuk buah kapsul
 Biji endosperm berdaging
 Benih bersaya
 Tepi daun bergerigi
 Musim dingin tanaman hydrangeaceae gugur
 Bunga besar mekar berbentuk bintang
 Berubah warna tergantung tempat hidupnya (ph tanah)
 Tanaman herba
 Contoh:

Hydrangea macrophylla
6. Family Hydrostachyaceae
 Tumbuh di bebatuan dan air
 Akar umbi
 Daun majemuk
 Bunga berduri
 semak
 Contoh:

Hydrostachys imbricata

7. Family Loasaceae
 Herba dan semak
 Kelopak berjumlah lima
 Berambut
 Tanaman yang mencolk
 Tepi daun bergerigi
 Daun majemuk
 Batng licin
 Contoh:

loasa Vulcanica

8. Family Nyssaceae
 Pohon
 Bunga kecil
 Bunga satu kelamin
 Bunga menempel dipersimpangan batang daun
 calyx terdiri dari 5 sepal
 memiliki satu biji
 daun bebas
 ujung daun acutus
 daun majemuk
 contoh:

Sylvatica foliage
ORDO ERICALES

Karakteristik Umum Ordo Ericales


 Tumbuhan berkayu, perdu, atau epiphyt
 Daun tunggal, tanpa stipula. Letaknya berhadapan atau berkarang.
 Bunga tunggal atau dalam karangan racemosa, actinomorF atau sedikit zigomorF,
bisexualis. Calyx dan corolla 4-5mer, sympetalus. Stamen 8 atau 10, atau 4-5,
tertanam pada luar discus yang hipogynus atau epigynus. Pollen dalam tetrade.
Ovarium superum atau inFerum, berruang 5, atau 4-10 dengan banyak ovulum tiap
ruang dan placenta centralis.
 Buah bacca, drupa, atau capsula. Biji dengan endosperm.
 Terdiri dari 16 family yaitu:

1. Famili Actinidiaceae
 Tanaman merambat dan pepohonan subtropis, semak belukar, dan pepohonan, asli
Asia ( Actinidiaa atau kiwi , Clematoclethra , dan Saurauia ) dan Amerika Tengah
dan Amerika Selatan ( Saurauia saja). Saurauia , dengan 300 spesiesnya. Genus yang
sekarang punah Parasaurauia diperkirakan berasal dari Actinidiaceae dan tinggal di
Amerika Utara pada awal Campanian .
 Bunga tumbuh secara soliter atau digabungkan dalam nisan terminal, dengan sepal
dan kelopak bebas . Kecuali untuk anggota genus Clematoclethra yang memiliki 10
benang sari, benang sari sangat banyak dan awalnya menempel di belakang. Mereka
membalik sesaat sebelum bunga mulai berkembang, jadi basis mereka menjadi apikal
 Tanaman mungkin dioecious , monoecious , atau hermaprodit . Buahnya biasanya
berry , seperti buah kiwi yang bisa dimakan, kultivar dari genus Actinidia .

 Famili Balsaminaceae
 Balsaminaceae (umumnya dikenal sebagai keluarga Balsam) adalah keluarga
tanaman dikotil , terdiri dari dua genus: Impatiens , yang terdiri dari 1000+ spesies ,
dan Hydrocera , yang terdiri dari 1 spesies. Tanaman berbunga mungkin tahunan atau
abadi . Mereka ditemukan di daerah beriklim sedang dan tropis dan subtropis ,
terutama di Asia dan Afrika , tetapi juga Amerika Utara dan Eropa .

 Habitus herba. Daun tunggal tampa stipula; duduk daun berhadapan, tersebar.
 Bunga tunggal, zygomorp, biseksual; pantamer; sepal imbrikatus, satu sepal belakang
membentuk taji; 1 petal ukuran besar, yang lain kecil; stamen 5, syngenesis; 1 pistil,
superum, stigma 1-5, aksilar.
 Buah tunggal; capsul membuka secara elastis.

ImpatiensGlandulifera

 Famili Clethraceae
 Clethraceae adalah famili tanaman berbunga dalam ordo Ericales, terdiri dari dua
genus, Clethra dan Purdiaea, dengan 75 spesies. Mereka berasal dari daerah beriklim
hangat hingga daerah tropis Asia dan Amerika, dengan satu spesies juga di Madeira.
 Hibitus herba, daun terdapat pada percabangan, Cabang umumnya dengan bekas luka
dari daun yang gugur. Daun koriaceous atau subcoriaceous ,Permukaan daun abaxial,
glabrous , pubescent atau tomentose . Bunga 5- merous , kecil, biseksual bewarna
putuh atau cream dan beraroma wangi. Kelopak berbentuk piring kecil , marginnya
mengikis - fimbriate .Ovariumsuperior , sericeous .
 Buahkapsul loculicidal tiga valved. Biji banyak , bersayap .

 Famili Ebenaceae
 Ebenaceae adalah salah satu sukutumbuhan berbunga dengan anggota sekitar 500
jenis, kebanyakan adalah pohon dan perdu. Suku ini hanya memiliki 3 genus :
Diospyros , Euclea danLissocarpa tersebar di hutan tropis dan subtropis.
 Ciri khas tumbuhan ini adalah kelopak bunga (empat helai) yang terus melekat pada
buahnya yang matang. Tumbuhan berkayu berupa pohon atau perdu. Kayu dalam
berwarna hitam, merah atau kuning, tidak bergetah.
 Daun tunggal, letak tersebar jarang berhadapan, tepi rata, tanpa stipula.
 Bunga tunggal, letak axilaris, pada umumnya unisexual actinomorf. Calyx 3-
7mer, persisten. Corolla 3-7mer, bersatu, hipogynus. Stamen 1 atau 2 x jumlah
petal, kadang membentuk ikatan, epipetal atai hipogyni dalam 1-2 lingkaran,
anthera introrsum, ada stamenodium. Pistilum 1, ovarium superum dengan 2-16
ruang berisi 1-2 ovulum tiap ruang, stylus 2-8.
 Buah bacca dengan endosperm besar dan keras.

 Famili Ericaceae
 Ericaceae adalah paling sering ditemukan dalam kondisi pertumbuhan yang asam dan
tidak subur. Familia ini besar, dengan kira-kira 4250 spesies yang diketahui tersebar
di 124 genus ,misalnya : Erica, Cassiope, Daboecia, dan Calluna .

 Tumbuhan berkayu, perdu, atau epiphyt ,Daun tunggal, tanpa stipula. Letaknya
berhadapan atau berkarang.
 Bunga tunggal atau dalam karangan racemosa, actinomorf atau sedikit zigomorf,
bisexualis. Calyx dan corolla 4-5mer, sympetalus. Stamen 8 atau 10, atau 4-5,
tertanam pada luar discus yang hipogynus atau epigynus. Pollen dalam tetrade.
Ovarium superum atau inferum, berruang 5, atau 4-10 dengan banyak ovulum
tiap ruang dan placenta centralis.
 Buah bacca, drupa, atau capsula. Biji dengan endosperm.

 Famili Fouquieriaceae
 Fouquieriaceae adalah keluarga endemik asli dari tanaman gurun dan tanaman kering-
tropis. terdiri dari 11 spesies di genus Fouquieria.
 Genus Fouquieria sering bercabang bercabang kecil atau pepohonan dengan daun
spiral yang kering gulung daun (yaitu, daunnya turun saat musim kemarau).
 Daun pada beberapa tanaman terbawa berdekatan, sementara yang lainnya terpisah
dengan baik dan sering memiliki tangkai daun (tangkai daun) yang dimodifikasi
sebagai duri setelah sisa daunnya telah jatuh.
 Bunganya sering merah atau oranye dan memiliki kelopak yang sangat menyatu
dengan benang sari 10 atau lebih. Sebagian besar spesies diserbuki oleh kolibri atau
kelelawar, dan biji-biji tersebut terdispersi angin.

 Famili Lecythidaceae
 Lecythidaceae banyak terdapat di hutan primer tanah rendah, pada tanah dengan
drainase baik, meskipun kadang-kadang tumbuh pula di tanah kapur. Memiliki 24
genus yaitu:Allantoma ,Asteranthos,Barringtonia ,Bertholletia ,Brazzeia ,Careya
,Cariniana ,Chydenanthus ,Corythophora ,Couratari ,Couroupita ,Crateranthus
,Eschweilera ,Foetidia ,Grias ,Gustavia ,Lecythis ,Napoleonaea ,Oubanguia
,Petersianthus ,Pierrina ,Planchonia ,Rhaptopetalum ,Scytopetalum .
 Batang berkayu
 Berbunga sepanjang tahun, tetapi masa berbuah yang baik adalah pada tahun
September Desember, terutama bulan Oktober. Perbungaan berbentuk tandan.
Bunganya mempunyai benang sari banyak yang merah jambu pada bagian bawah dan
putih pada bagian atas.
 Buahnya berbentuk bulat telur atau lonjong.
 Famili Myrsinaceae
 Tumbuhan berbatang berkayu yang berupa semak atau pohon dengan saluran-saluran
resin skizogen. Suku ini mempunyai warga yang cukup banyak yaitu sekitar 1.000
jenis yang terbagi dalam 40 warga, kebanyakan tersebar di daerah tropika.
 Daun tunggal, tersebar, jarang hampir berhadapan atau berkarang, kadang-kadang
mempunyai ruang-ruang yang terjadi secara skizogen, tanpa daun penumpu
 Bunga banci atau berkelamin tunggal, aktinomorf, tersusun dalam tandan atau malai.
Daun kelopak bebas atau berlekatan, berbilangan 3→6, kebanyakan 4→5. Mahkota
berlekatan, seperti kelopak berbilangan 3→6, kebanyakan 4→5. Benang sari
berhadapan dengan daun-daun mahkota, jumlahnya sama dengan daun mahkota.
Tangkai sari melekat pada mahkota, jarang bebas, sering diselingi dengan benang sari
yang mandul. Bakal buah menumpang sampai setengah tenggelam, beruang 1
dengan banyak bakal biji pada tembuni yang sentral atau basal
 Buahnya biasanya berupa buah buni atau buah batu dengan 1→beberapa biji,
mempunyai endosperm, dengan lembaga yang melintang, membujur atau
melengkung.

 Famili Polemoniaceae
 Polemoniaceae adalah tanaman annual atau parienal, kadang memanjat dengan sulur
membelit, jarang berupa tumbuhan berkayu.memiliki 30 genus
 Daun tunggal atau majemuk, tersebar atau berhadapan, tanpa daun penumpu.
 Bunga banci, aktinomorf, berbilangan 5. Kelopak dan mahkota terdiri atas daun-daun
kelopak dan mahkota yang saling berlekatan.
 Bakal buah menumpang, beruang 3, kadang-kadang 5 atau hanya 2, tiap ruang berisi
banyak atau hanya 1 bakal biji.

 Famili Primulaceae

Amblyanthopsis , Amblyanthus , Anagallis ,Androsace ,Antistrophe, soldanella


sebagian besar tumbuh di daerah-daerah iklim sedang dan daerah-daerah iklim dingin.
 Habitus berupa terna atau semak-semak kecil
 Daun tunggal duduk tersebar atau berhadapan, tanpa daun penumpu
 Bunga banci, aktinomorf atau zigomorf, kebanyakan berbilangan 5, kadang-kadang
berbilangan 4→9. Kelopak berlekuk atau berbagi 4, yang letaknya abaksial sedikit
banyak berlekatan. Mahkota berlekatan, kadang-kadang hampir bebas, berlekuk 3→4.
Benang sari 4, jarang hanya 1→2, melekat pada buluh mahkota dan berhadapan
dengan benang-benang sari yang mandul.
 Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, beruang 1, bakal biji banyak
dengan tembuni yang letaknya di tengah-tengah, tiap bakal biji mempunyai 2
integumen. Buahnya buah kendaga dengan banyak biji, masing-masing dengan
endosperm dan lembaga yang lurus atau bengkok.
 Dalam daun-daunnya seringkali terdapat sel-sel kelenjar atau ruang-ruang kelenjar.

 Famili Roridulacea
 Famili roridulacea memiliki 1 Genus Roridula yang mencakup dua spesies yang
keduanya endemik ke Afrika Selatan. Roridula mampu memerangkap serangga,
namun tidak dapat mencernanya karena tidak memiliki kelenjar digesti. Tanaman ini
bersimbiosis dengan serangga karnivora tertentu (Pameridea marlothii, P. roridulae,
Synaema marlothi) yang memangsa serangga yang terperangkap dan hasil
defekasinya diserap oleh tanaman. Uniknya, serangga karnivora tersebut tidak
terperangkap oleh rambut lengket Roridula.

 Tanaman ini memiliki batang kayu dengan daun alternatif lanceolate op sampai 8
cm yang ditempatkan di atas 30 mawar pada tanaman dewasa di ujung cabang.
Dan ada margin daun kurang lebih halus.
 Bunga terjadi di ujung tanaman pada bulan Juli - Oktober. Bunga berdiameter
sekitar 2 cm dan merah muda, dengan kelopak segitiga .

 Famili Sapotaceae
 Sapotaceae tersbar didaerah tropis dan subtropis,suku ini mempunyai saluran-saluran
getah dalam kulit batang, daun, dan juga dalam empulur yang karena kandungannya
akan zat- Delpydora
,Manilkara , Diploknema , Diploon, Donella , Eberhardtia , Ecclinusa , Elaeoluma
,Englerophytum .
 Merupakan perdu atau pohon dengan daun-daun tunggal yang tersebar, jarang
berhadapan, tanpa mempunyai daun penumpu atau mempunyai daun penumpu yang
lekas runtuh,

 Bunga dalam ketiak daun, banci, tiap-tiaap taju kadang-kadang mempunyai organ-
argan tambahan pada sisi sampingnya.
 Benang saria sama banyaknya dengan daun mahkota atau lebih banyak, letaknya
berhadapan dengan daun-daun mahkota, terdapat pula benang-benag sari yang mandul
yang sama banyaknya atau lebih banyak dari pada daun-daun mahkota. Bakal buah
menumpang,
 Buahnya buah buni atau buah yang berkayu yang tidak membuka.
 Biji dengan atau tampa endosperm, lembaga besar, akar lembaga pendek, daun
lembaga lebar.

 Famili Sarraceniaceae
 Sarraceniaceae adalah terkenal dengan daun teko yang dimodifikasi, yang berfungsi
sebagai jebakan perangkap untuk menjerat dan mencerna serangga dan mangsa kecil
lainnya. Famili terdiri dari tiga genera: Sarracenia , dengan sekitar 10 spesies;
Darlingtonia , dengan satu spesies; Dan Heliamphora , dengan sekitar 23 spesies.
Hibitus semak hidup di rawa , rawa , padang rumput basah atau berpasir, dan sabana
dimana tanahnya jenuh air, asam, dan kekurangan nitrogen atau fosfor

 Batang tegak atas tegak, tanaman pitcher biasanya memiliki rimpang pendek, bulat,
horisontal (batang bawah tanah) dari mana daun memancar ke luar dan ke atas.
 Daun tubular berongga mereka, yang bisa berbentuk sangkakala, kendi, atau guci.
Daun ini secara pasif menangkap mangsa yang dipancing ke mulut daun dengan
permukaannya yang berkilau atau warna yang tidak biasa dan bercak transparan.
 Bunga yang mencolok dan memiliki aroma, Kelopak bunga biasanya lima
jumlahnya, dan benang sarinya banyak .
 Buahnya adalah kapsul kering yang menumpahkan biji.

 Famili Styracaceae
 Styracaceae kebanyakan berupa perdu besar sampai pohon kecil setinggi 3–15 m,
tetapi Halesia monticola (H. carolina var. monticola) lebih besar, berupa pohon
sampai setinggi 39 m di Great Smoky Mountains National Park, North Carolina,
Amerika Serikat .Terdiri dari 12 genus yaitu : Alniphyllum , Bruinsmia , Alniphyllum
,Cyrta , Foveolaria , Halesia , Huodendron , Melliodendron , Pamphilia , Parastyrax
,Pterostyrax , Rehderodendron ,Sinojackia , .
 Beberapa genus meliputi spesies yang populer sebagai pohon hias bernilai tinggi
karena bunga putih yang semarak. Resin "Benzoin", digunakan dalam pengobatan
tradisional dengan tumbuhan dan parfum, diekstrasi dari kulit batang spesies genus
Styrax.
 Daun yang tertata sederhana secara spiral tanpa daun penumpu (stipula)
 Bunga putih simetris dengan sebuah corolla yang terdiri dari dua sampai lima
(kadangkala tujuh) petal terlebut.
 Buah biasanya berbentuk kapsul kering, kadang-kadang bersayap, jarang berupa
drupe berdaging, dengan satu atau dua biji.

 Famili Theaceae
 Theaceae hibitus pohon , terdiri dari 15 Genus Yaitu : Apterosperma, Camellia ,
Dankia , Euryodendron , Franklinia, Gardonia , Hartia , Laplacea , Malachodenron
, Piquetia , Polyspora , Pyrenaria , Schima , Stewartia , ,Theopsis.

 Tumbuhan berkayu
 Daun tunggal dengan tepi pada umumnya bergerigi, tanpa stipula, letak tersebar
 Bunga bisexualis actinomorf. Calyx 5 (4-7), corolla 5 atau 4-lebih berlepasan,
kadang bersatu pada pangkalnya. Stamen banyak kadang berkelompok. Pistilum
1, ovarium superum, ruang 3-5, stylus 1-2 stigma 2-10.
 Buah bacca atau loculicidus

 Famili Theopharastaceae

 Theopharastaceae sebelumnya terdiri dari tujuh genus dan 95 spesies pohon dan
semak belukar , berasal dari daerah tropis di Amerika .Terdiri dari 5 genus yaitu
:Clavija, Deherainia , Jacquinia , Neomezia , Theophrasta.
 Daunbergantian , sering pseudo- verticillate , exstipulate , petiolate , simple ,
glandular - punctate , kebanyakan dengan bundel atau lapisan subepidermal,
extraxylary sclerenchyma.
 Inflorescencesterminal atau lateral , pada dasarnya racemose namun melalui
pengurangan kadang-kadang muncul sebagai beberapa bunga umbels, jarang
berbunga tunggal, masing-masing bunga disiram oleh bract kecil.
 Bunga biasa atau sedikit asimetris karena ukuran lobus corolla yang tidak sama ,
5- atau 4- merous , biseksual atau di Clavija sering tidak normal, imestrasiimitasi .
Calyx terus-menerus , lobus terbebas dari pangkal, kelentit kelenjar, margin
membran. Corolla bersifat sympetalous, biasanya tegas dan berlemak dalam
tekstur, lobus biasanya agak tidak merata.
 Buahberry dengan pericarp kering dan terkadang berkayu , tidak tajam ,
subglobosa, lonjong , atau ovoid , kuning atau oranye. Biji coklat tua sampai
kecoklatan-kuning, sebagian atau seluruhnya menempel pada jaringan plasenta ,
endosperm.
ORDO ICACINALES

 Pohon tropis, daun ex-stipula, mengutuh : nodus umumnya unilakunar pedisel


beruas, tangkai sari pendek, embrio besar, buah berbiji tunggal, drupa, banyak
endosperm, alkaloid indol dan quinolin(camptotesin)
 Pohon
 Semak atau tanaman merambat
 Bunga biseksual atau jarang uniseksual, simetris radial, sepal 4, petal 4-5,
biasanya terpisah, benang sari 4-5, biasanya 3 atau 5, biasanya ovarium hanya 1
yang dikembangkan
 Plasenta apikal, ovula biasa 2, terjumbai
 Buah nupe atau jarang samara, berbiji drupe
 Keluarga ini didistribusikan ke seluruh daerah tropis, termasuk bagian selatan
meksiko

Neotropical Icacinaceae

1. Family Oncothecaceae
 Tumbuhan termasuk jenis perdu
 Sifat akar tunggang,
 Permukaan daun laevis
 Termasuk dalam asterids.

Oncotheca Baill
ORDO METTENIUSALES

Ciri Umum:

 Terdiri dari sekitar 10 genera dan 50 spesies


 Habitus pohon, semak belukar, dan liana, terutama di daerah tropis.
 Tumbuhan berbunga

Contoh spesies : Metteniusa santanderensis

ORDO GARRYALES

Ciri-ciri ordo Garryales:

 Batang berkayu
 Berumah dua
 Mempunyai Bunga yang kecil
 Corolla (mahkota) mengatup
 Gynaecium (putik) unilokular
 Buah tidak merekah
 Irioides (aucubin)
 Gutta
1, Family Eucommiaceae

 Habitus perdu
 Hanya terdapat satu spesies didunia
 Tumbuhan ini hanya terdapat di China
 Tanaman family ini sudah punah
 Batang berkayu
 Mempunyai bunga berukuran kecil
 Corolla mengatup

Eucommia ulmoides

2, Family Garryaceae (Silk Tassel Family)

Ciri-ciri Family Garryaceae:

 Merupakan tanaman kebun


 Habitus perdu
 Bunga bulir, menggantung diujung dahan.
 Bunga berumah dua (Diaceous)
 Duduk daun opposite.
 Buah berdaging

Garrya veatchii
ORDO VAHLIALES

1. Family Vahliaceae
 Merupakan tanaman Annual atau perennial,tipe batang herbaceus or subshrubs.
Stipules 0. Daun tunggal dengan duduk daunopposite dan tepi daun entire. Bunga
terletak pada ketiak daun(flowers axillary), bunga berkelamin terpisah (diaoceus),
actinomorphic. Calyx berjumlah 5, Petals dan stamen berjumlah 5, Anthera
dorsifixed, ovary inferior, memiliki buah kapsul. Family vahliaceae hanya memiliki 1
genus yaitu Vahlia.

Vahlia capensis (L.f.) Thunb. var. vulgaris Bridson

ORDO SOLANALES

Ciri-ciri Ordo Solanales:

 Daunnya bebrbentuk spiral, simple


 Nodus unilakunar
 Petal melipat
 Kalyx (kelopak) persisten
 Memiliki beragam alkaloides
 Tidak memiliki iridoid
o Sifat khusus :
 Mempunyai saluran getah.
 Ikatan pembuluh bikolateral yang “abnormal”
1. Family Convolvulaceae
Ciri-ciri Convolvulaceae:
 Bentuk bunga menyerupai terompet
 Habitus terna
 Hidup ditempat lembab
 Batang berair dan berongga
 Nodus unilakunar
 Akar serabut

Ipomoea pas-caprae
2. Family Solanaceae
Ciri-ciri Family Solanaceae

 Biasanya berupa semak, perdu atau pohon


 Berdaun tunggal / majemuk
 Tepi daun berlekuk
 Bentuk bunga terompet
 Buah berupa buah kotak atau buah buni
 Buah terletak didasar bunga
 Benang sari berjumlah 5
 Habitus terna
 Akar serabut

Anggota-anggota penting dari Family Solanaceae

 Kentang (Solanum tuberosum)


 Tomat (Solanum lycopersicum)
 Terung (Solanum melongena)
 Ranti /leunca (Solanum nigrum)
 Takokak (Solanum torvum
 Cabai merah (Capsicum annuum)
 Cabai rawit(C. frutescens, C. baccatum)
 Tembakau (Nicotiana tabacum, N. rustica)
 Kecubung (Datura metel)

3. Family Hydroleaceae
Ciri-ciri Family Hydroleaceae:
 Kebanyakan berupa terna annual atau parienal, dengan daun tunggal atau berbagi
yang duduknya tersebar atau berhadapan, tanpa daun penumpu.
 Bunga banci, aktinomorf, tersusun dalam sinsinus.
 Kelopak terbagi 5, mahkota pun demikian berbelah 5 dengan 5 taju-taju.
 Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 2 tembuni pada dindingnya, atau beruang
2 dengan banyak bakal biji atau hanya 2 dalam setiap ruang.
 Buahnya kebanyakan buah kendaga yang pecah dengan membelah ruang.
 Biji dengan endosperm, lembaga kecil dan lurus.

Anggota-anggota Penting Family Hydroleaceae

1. Hydrolea kapsul
2. Hydrolea elatior
3. Hydrolea floribunda
4. Hydrolea glabra
5. Hydrolea makrosepala
6. Hydrolea ovate
7. Hydrolea palustris
8. Hydrolea guadrivalvis
9. Hydrolea spinosa
10. Hydrolea uniflora
11. Hydrolea zeylanica
12. Hydrolea prostrate

4. Family Sphenocleaceae
Ciri-ciri Family Sphenocleaceae:
 Habitat: Terestrial, tahunan
 Habitus : Herba
 Akar : Akar serabut, berwarna putih sampai coklat.
 Batang : tegak dan bulat.
 Daun: Daun tunggal, tata letak daun spiral, bentuk lanset sampai elips.
 Bunga: biseksual, sessile, kelopak menyatu.
 Buah berkapsul dengan 2- katup.

Sphenoclea zeylanica Gaertn.


5. Family Montiniaceae

 Habitus Semak, Pohon atau lian kayu, duduk daunalternate atau opposite, dengan tepi
daun entire,Bunganya berkelamin dua (diaceous), bunga kecil dengan warna kelopak
putih sampai kekuningan. Buah kapsul atau drupa. Family Montiniaceae terdiri dari 3
genus, yaituMontinia,Grevea danKaliphora.

Montinia caryophyllaceae

ORDO GENTIANALES (CONTORTAE)

Ciri-ciri Ordo Gentianales:

 Tumbuhan herba, perdu, atau pohon. Daun umumnya tunggal, tanpa stipula dan
letaknya berhadapan. Bunga tetracyclis, actinomorphus, bisexualis, atau unisexualis.
Tetramer atau pentamer.
 Corolla sympetal waktu kuncup terputar (contortus). Stamen sama dengan jumlah
petalum dan letaknya bergantian. Ovarium superum dengan 2 carpellum dan 2 ruang,
dengan beberapa ovulum yang placentanya axillaris. Kadang beruang 1 dengan
placenta yang parietalis.
 Stylus 1. Buah capsula, drupa, folliculus atau bacca. Biji dengan 1 integumen. Famili
yang terdapat di ordo ini, yaitu: Gentianaceae, Apocynaceae, Acelepiadaceae,
Loganiaceae
1. Famili Apocynaceae
a. Klasifikasi
Familia ini terdiri dari sekitar 1000 spesies yang tergolong dalam kurang lebih
175 genus yang tersebar di daerah tropika. Contoh-contoh genus : Nerium,
Plumeria, Thevetia, Allamanda, Ervatabis, Vinca (Cacharantus)

b. Ciri-ciri Family Apocynaceae:


 Berhabitus pohon, semak dan terna, dengan getah putih seperti susu.
 Bunga harum, mahkota bunga gamopetalus, pada waktu kuncup terputar
(contortus), biasanya bentuk lonceng. Warna mahkota bunga mencolok
 Tumbuhan basah, perdu atau pohon, dengan getah putih atau bening yang
mengandung cardioglycosida
 Daun tunggal, umumnya tanpa stipula. Kadang berupa kelenjar di ketiak daun.
Letak berhadapan atau dalam lingkaran (verticillatus)
 Bunga tunggal atau dalam karangan racemosa, dichasium dan monochasium,
atau corymbosa ramosus. Actinomorphus bisexualis. Calyx 4-5 bercangap.
Corolla 4-5 sympetalus terdiri dari : tubus, limbus dan faux. Pada waktu
kuncup contortus (terputar). Stamen 4-5 dan letaknya bergantian dengan
petalum dan epipetal dengan filamentum yang pendek. Anthera berbentuk
panah. Pistilum 1, ovarium superum atau semiinferum, atau 2. Ruang 1-2, tiap
ruang dengan 1-banyak ovulum dengan placenta parietalis. Stylus 1 stigma 1
atau bercangap 2. Ada discus atau nectarium
 Buah capsul, drupa atau flioculus. Biji dengan endosperm
Contoh :
1. Alyxia reinwardtii (palasari)
2. Vinca rosea (tapak dara)
3. Nerium oleander (Oleander)
4. Plumiera acuminata (semboja)
5. Rauvolfia serpentina (tanaman obat)
6. Thevetia peruviana (burahol)
2. Famili Asclepiadaceae

Ciri-ciri Family Asclepiadaceae:

 Tumbuhan basah atau berkayu. Ada yang succulent, maupun tumbuhan liana, semuanya
bergetah
 Daun tunggal, tanpa stipula, tepi daun rata. Letak berhadapan atau dalam lingkaran
 Bunga dalam karangan cymosa yang dichasium atau monochasium, racemosa atau
umbrella. Actinomorphus, bisexualis, dan pentamer. Calyx 5, corolla 5, bersatu,
contortus atau sedikit valvatus. Stamen 5 dengan filamentum mempunyai penyambung
petalum, membentuka corolla tambahan pada bagaian basal atau dorsal. Polen terikat
pada polinium dal theca. Ovarium superum, 2 lepas. Stylus 2 dihubungkan stigma dan
berunga 1. Carpellum 1, ovulum anatropus dan placenta parietalis
 Buah folliculus ganda dengan biji yang berambut halus mengkilat yang membantu dalam
penyebaran oleh angin
Contoh :
Asclepias curassavica (kapas cinde)
Calotropis gigantea (widuri)
Tylophora villosa
Marsdenia tinctoria (tarum areuy)
3. Family Rubiaceae
Ciri-ciri Family Rubiaceae:
 Tumbuhan basah atau berkayu
 Daun tunggal, berhadapan atau dalam lingkaran (verticillatus). Ciri khas memiliki
stipula interpetioler
 Bunga tunggal atau dalam karangan capitulum, corymbus ramosus atau cymosa
dichasium. Actinomorphus, bisexualis. Calyx 2-6, bersatu berbentuk tabung. Corolla
4-5, bersatu membentuk tabung : tubus, limbus, dan faux. Stamen sebanyak petalum
letak bergantian dengan petalum serta epipetalus. Pistilum 1 ovarium inferum dengan
2-8 carpellum. Dengan 1-banyak ovulum. Stylus 1 stigma 1 terdiri dari 2 lobus.
Terdapat discus
 Buah bacca, capsula atau drupa
Contoh spesies:
Coffea arabica (kopi)
Ixora javanica (soka)
Cinchona succiruba (kina)
Gardenia augusta (kacapiring)
Morinda citrifolia (mengkudu)
Mussaenda frondosa (nusa indah)
Uncaria gambir (gambir)

ORDO LAMIALES

Ciri-ciri Ordo Lamiales:

1. Daun berhadapan
2. Nodus 1:1
3. Bunga umumnya monosimetri
4. Mempunyai minyak terbang pada kepala rambut kelenjar
5. Flavons-6
6. Mempunyai asam rosmarin oligosakarid : cornosid, verbascosid (asetosid)

A. Family Acanthaceae
Ciri-ciri Family Acanthaceae:
1. Habitus: herba
2. Daunnya tunggal tanpa daun penumpu
3. Bunga terkadang tunggal/berpasangan, tumbuh dari ketiak daun, dan ada pula yang
tumbuh membentuk bulir dan tandan.
4. Bunganya berkelamin dua (diaceous)
5. Bakal buah menumpang, beruang dua, kebanyakan dengan 2-8 bakal biji tiap ruang.
6. Mempunyai zat verbascoid (asetosid)
7. Mempunyai daun kecil pada bunga

Anggota-anggota penting Family Acanthaceae


1. Adhatoda
2. Barleria
3. Beleropone
4. Fittonia
5. Graptophyllum
6. Justicia
7. Lepidogathis
8. Blepharis.

B. Family Lamiaceae

Ciri-ciri Family Lamiaceae

1. Memiliki minyak etherial yang terletak di rambut kelenjar


2. Daun tungga tanpa stipula, duduk daun berhadapan
3. Bunga zygomorphik (tidak teratur), biseksual
4. Habitus: herba atau semak
5. Batang bersegi waktu muda
6. Batang berambut
7. Buah keras
8. Buah terdiri dari 4 nutlets

Anggota-anggota penting Family Lamyaceae

1. Coleus
2. Ocimum
3. Orthosipon

C. Family Orobanchaceae
Ciri-ciri Family Orobanchaceae

1. Tanaman parasit melekat pada inang


2. Tanaman tahunan
3. Daun memiliki rambut multisel yang diselingi dengan rambut kelenjar.
4. Bunga hermaphroditic secara bilateral simetris
5. Bunga terletak di ujung batang
6. Buah berbentuk kapsul tidak berdaging dan mempunyai banyak biji
7. Tidak terdapat diindonesia

Anggota-anggota penting Family Orobanchaceae


1. Orobanche fasciculate
2. Conopholis alpine
3. Orthocarpus tenuifolius
4. Castilleja sessiliflora
5. Castilleja sp
6. Castilleja scabrida
7. Castilleja hispida
8. Castilleja linariifolia
9. Castilleja thompsonii
10. Castilleja densiflora
11. Rhinanthus minor
12. Pedicularis bracteosa
13. Pedicularis groenlandica.
14. Pedicularis contorta
15. Pedicularis racemosa

D. Family Plantaginaceae
Ciri-ciri Family Plantaginaceae:
 Tumbuhan herbaceous
 Daun tunggal, tanpa stipula, tersusun basalis, Duduk daun berhadapan
 Bunga kecil, dalam karangan spica atau racemosa. Actinomorphus, bisexualis atau
unisexualis. Calyx 4, corolla 4 bersatu. Stamen 4, sama panjang. Bunga E kadang
tidak memiliki corolla. Pistilum 1, ovarium superum dengan 2 carpellum, beruang 2-
4, dengan 1-banyak ovulum, stylus 1.
 Buah capsula atau nux.
Contoh spesies:

Plantago lanceolat Plantago major (ki urat)


E. Family Bignoniceae
Ciri-ciri Family Bignoniceae:
1. Habitus pohon atau liliana
2. Daun berwarna petiolate dan duduk dau berlawanan
3. Bunga bersifat soliter
4. Buah berbentuk kapsul
5. Mempunyai asam rosmarin oligosakarid : cornosid, verbascosid (asetosid)
Anggota-anggota penting Family Bignoniaceae

1. Jacaranda mimosifolia
2. Crescentia alata
3. Tabebuia rosea
4. Handroanthus
5. Tabebuia heterophylla
6. Tabebuia angustata
7. Paratecoma
8. Dolichandra quadrivalvis
9. Parmentiera aculeata
10. Crescentia cujete
11. Cybistax antisyphilitica
12. Sparattosperma leucantha

F. Family Lentibulariaceae:
Ciri-ciri Family Lentibulariaceae:

1. Tanaman ini tidak terdapat di Indonesia


2. Habitatnya di tahan yang kaya unsur hara atau tanah basa
3. Tanaman karnivora
4. daun butterwort yang menggunakan dua kelenjar khusus yang tersebar di seluruh
permukaan daun
5. daun mempunya kelenjar penduncula

Anggota-anggota penting Family Lentibulariaceae


1. Pingucula gigantae
2. Pingucula longifolia

G. Family Paulownlaceae:
Ciri-ciri Family Paulownlaceae:

Habitus pohon, tipe batang lignosus.Daun tunggal dengan duduk daun opposite.Bunga
terletak pada ujung batang (terminalis)tipe bunga cymes. Bunga memiliki dua kelamin
(Diaoseus), perianth dan androecium hypogynous, jumlah sepals 5,simetris bunga bilaterally
symmetric; petals 5, jumlah stamens 4, pelekatan stamen didynamous, ovary superior,
placentation axile. Memiliki buah kapsul, biji bewarna coklat dengan bentuk ellipsoid,
dimana pada tepinya memiliki sayap.

Family Paulowniaceae hanya memiliki 1 genus yaitu Paulownia dengan jumlah spesies 7
jenis. Ditemukan di Asia dan Europa.

Paulownia coreana
Paulownia tomentosa

H. Family Oleaceae

Ciri-ciri Family Oleaceae:

1. Tumbuh sebagai perdu atau pepohonan


2. Bunga berbentuk lonceng
3. Daun tunggal atau menyirip, duduk berhadapan atau berkarang, tanpa daun penumpu
4. Bunga banci atau berkelamin tunggal
5. Bakal buah menumpang
6. Buahnya buah kendaga yang pecah dengan membelah ruang, kadang-kadang berupa
buah buni atau buah batu
7. Biji biasanya mempunyai endosperma.

Olea europaea

I. Family Scrophulariaceae

Ciri-ciri Family Scrophulariaceae:


1. Merupakan tanaman tahunan
2. Bunga simetri bilateral (sygomorphic)
3. Ditemukan di daerah tropis
4. Reproduksi diaceous
5. Jumlah calyx 5 dan bersatu
6. Jumlah corolla 5 dan menyatu menjadi tabung
7. Androecium berjumlah 4, didynamous (=2, berpasangan)
8. Buah kapsul atau berry

Anggota-anggota Family Scrophulariaceae

Family ini terdiri dari 62 genus, dan 1830 spesies, diantaranya sebagai berikut:

1. Anticharis
2. Aptosimum .
3. Peliostomum .
4. Barthlottia
5. Camptoloma .
6. Chaenostoma . (Kadang termasuk dalam Sutera namun dipisahkan oleh Kornhall dan
Bremer )
7. Chenopodiopsis
8. Cromidon
9. Dischisma
10. Glekia
11. Globulariopsis
12. Glumicalyx
13. Gosela Choisy
14. Hebenstretia L
15. Jamesbrittenia
16. Limosella L.
17. Lyperia .
18. Manuleopsis
19. Melanospermum
20. Microdon
J. Family Byblidaceae

Ciri-ciri Family Byblidaceae:

1. Tanaman karnivora
2. Benang sari melengkung ke sisi putik, dan berjumlah 5
3. Permukaan daunnya bertabur padat dengan rambut kelenjar yang mengeluarkan zat
mukilaginous dari ujungnya.
4. Ujung daun meruncing
5. Bunga terdapat pada sumbu daun
6. Bunga memiliki dua alat kemain (diaceous)
7. Biji berupa kapsul

Anggota-anggota Family Byblidaceae

1. Byblis gigantea
2. Byblis lamellata
3. Byblis liniflora

K. Family Martynlaceae

Ciri-ciri Family Martynlaceae:

1. Seluruh bagian tanaman, kecuali bagian akar ditutupi oleh rambut


2. Buah berdaging
3. Tepi daun bergerigi
4. Memiliki rambut kelenjar pada permukaan daun
5. Daun mempunyai aroma
6. Bentuk daun bulat

Anggota-anggota penting Family Martyniaceae

1. Martynia annua
2. Craniolaria annua
3. Craniolaria intergrifolia
4. Craniolaria argentina
5. Holoregmia
6. Ibicella lutea
7. Proboscidae

L. Family Pedaliaceae

Ciri-ciri Family Pedaliaceae:

1. Akar tunggang
2. Mempunyai minyak pada rambut kelenjar
3. Merupakan tanaman musiman
4. Batang bagian bawah membngkak
5. Bunga berbentuk terompet

Anggota-anggota penting Family Pedaliaceae

1. Anthadenia
2. Basonca
3. Ceratotheca
4. Dewinteria
5. Holubia
6. Harpagophytum
7. Ganglia
8. Dicerocaryum
9. Murex
10. Linariopsis
11. Josephinia
12. Pedalium
13. Pedaliodiksus
14. Sesamothamnus
15. Rogeria
16. Pterodiscuc
17. Trapella
18. Sesamum
19. Uncarius
M. Family Stilbaceae
Ciri-ciri Family Stilbaceae:
 Habitus semak atau pohon kecil.
 Daun tunggal dengan duduk opposite atau whorled, tepi daun bergigi
 Perbungaan yang terdiri dari spikes, thyrses, cymes.
 Bunga majemuk; Bracteate bunga kecil, bunga terdiri dari dua alat kelamin
(diaoceus); Zygomorfik atau aktinomorfik. Kelopak bunga menyatu;
Imbricate; Berbentuk corong atau sering berbentuk tabung; Ovarium
superior; Karpel menyatu.
 Buah kapsul atau berry.
 Terdiri dari 10 genus dan 40 species hidup di Sub-Saharan Africa, western
Indian Ocean dan Arabia.

Genus:

1. Anastrabe E. Mey. ex Benth.


2. Bowkeria Harv.
3. Campylostachys Kunth
4. Charadrophila Marloth
5. Euthystachys A. DC.
6. Halleria L.
7. Ixianthes Benth.
8. Kogelbergia Rourke
9. Nuxia Comm. ex Lam.
10. Retzia Thunb.
11. Stilbe P. J. Bergius
12. Thesmophora Rourke

N. Family Gesneriaceae
Ciri-ciri Family Gesneriaceae:
1. Daun tunggal
2. Bunga berwarna mencolok
3. Batang termodifikasi menjadi organ penyimpanan; rhizomotus dan umbi
4. Buah kapsul kering, berdaging atau berry
5. Biji berukuran kecil dan banyak

Anggota-anggota Family Gesneriaceae

Family ini terdiri dari 152 genus, dan 3540 spesies, diantaranya sebagai berikut:

1. Achimenes
2. Aeschynanthus
3. Agalmyla
4. Alloplectus
5. Alsobia
6. Amalophyllon
7. Ancylostemon
8. Anna
9. Anodiscus
10. Asteranthera
11. Besleria
12. Boea
13. Briggsia
14. Bucinellina
15. Capanea
16. Chirita
17. Chiritopsis
18. Chrysothemis
19. Codonanthe
20. Codonoboea
21. Columnea ( tanaman ikan mas terbang)
22. Conandron
23. Corallodiscus
24. Coronanthera
25. Corytoplectus
26. Crantzia - sering termasuk dalam Alloplectus
27. Cyrtandra
28. Depanthus
29. Deinostigma
30. Diastema
31. Didissandra
32. Didimocarpus
33. Drymonia
34. Episcia (Flame Violet)
35. Eucodonia
36. Fieldia
37. Gasteranthus
38. Gesneria
39. Glossoloma - sering termasuk dalam Alloplectus
40. Gloxinella
41. Gloxinia
42. Gloxiniopsis
43. Haberlea
44. Hemiboea

O. Family Phrymaceae
1. Bunga simetri bilateral
2. Merupakan tanaman tahunan
3. Daun tunggal dan berhadapan
4. Tepi daun bergigi
5. Bunganya memiliki bagian bantalan serbuk sari dan bagian bantalan ovule, dan
bersifat zygomorfik (secara bilateral simetris).
6. Buahnya berbentuk kapsul dan kering
7. Anggota-anggota Family Phrymaceae : Diplacus, Elacholoma, Uvedalia

P. Family Verbenaceae
Ciri-ciri Family Verbenaceae

1. Daun tunggal (jati atau Tectona grandis)


2. Daun majemuk pinnata (sungkai atau Peronema canescens)
3. Daun majemuk palmata (laban atau Vitex pubescens)
4. Semua jenis, duduk daun berhadapan (opposite)
5. Batang dan ranting muda segi empat atau gepeng
6. Perbungaan umbell (seperti payung)
7. Habitus: Herbal, semak, pohon
8. Batang berkayu, kadang-kadang berduri, dengan sering persegi batang.
9. Batang mempunyai kelenjar resin

Verbena sp.

ORDO BORAGINALE
Ciri-ciri Family Boraginaceae
 Merupakan tumbuhan annual atau perennial
 Habitus herbaceous
 Memiliki duri glochidiate
 Akar termodifikasi menjadi rhizom.
 Duduk daun alternate, dengan tepi daun entire, bangun daun ovate atau elliptical.
 Pembungaan pada terminal axillary, bunga tunggal, Diaceous, aestivation apert to
valvate, corolla bewarna putih, kuning, merah muda atau biru.Bunga berbentuk seperti
kalajengking, Bentuk tajuk bunga sympetalous, hypocrateriform, jumlah stamens 5,
stamen berbentuk filaments, ovary memiliki 4 lobus, bentuk stigma capitate sampai
bilobate
 Biji memiliki sayap
 Family boraginaceae terdiri dari 90 genus dengan jumlah spesies 1600-1700.
Beberapa genus dari famili boraginaceae:
Hydrophyllum, Mertensia, Hackelia, Myosotis, Lithospermum, Phacelia, Onosmodium,
Cynoglossum, dll.

Lithospermum caroliniense (left); Phacelia purshii (center); Onosmodium molle (right).

7. Family Codonaceae
 Daun tunggal berbulu kasar
 Duduk daun berhadapan
 Jumlah ahkota 4
 Habitus; semak dan pohon
 Umur tanaman tahunan
 Bunga berukuran kecil
 Bunga bersifat aktinomorf
 Buah naga berdaging

Anggota-anggota Family Codonaceae : Codon, Coridia

8. Family Coldiniaceae
 Merupakan tanaman tahunan
 Batang kecil dan bercabang
 Akar serabut
 Daun majemuk
 Tepi daun bergerigi atau sebagian beringgit
 Reproduksi diaceous
 Permukaan daun berbulu
 Buah pir kecil dan kering
 Bentuk bunga menyerupai kalajengking
 Anggota-anggota Family Coldeniaceae : Coldenia. L dan Coldenia procumbens.L

9. Family Heliotropiaceae
 Merupakan tanaman tahunan
 Habitus; semak, liliana
 Tidak mempunyai daun penumpu
 Bentuk bunga menyerupai kalajengking
 Reproduksi diaceous
 Kepala stigma berbentuk cincin
 Benang sari berjumlah 5
 Mempunyai nectar
 Buah kering atau berdaging
 Anggota-anggota Family Heliotropiaceae
1. Heliotropium
2. Euploca
3. Ixorhea
4. Myriopus
5. Heliothamnus
6. Cochranea

10. Family Hydrophyllaceae


 Corolla berwarna biru sampai ungu
 Daun mempunyai kelenjar
 Repproduksi diaceous
 Bunga menyerupai kalajengking
 Mahkota berentuk tabung
 Anggota-anggota Family Hydrophyllaceae: Hydrophyllum, Draperia, Ellisia,
Emmenanthe, Eucrypta, Hesperochiron, Howellanthus , Nemophila, Phacelia,
Pholistoma, Romanzoffia, Tricardia

11. Family Ehretiaceae


 Merupakan tumbuhan dengan habitus pohon, semak belukar.
 Duduk daun alternate, dengan tepi daun entire, petiolate, bentuk daun jorong.
 Bunga terletak pada terminal atau axillary, bunga bisexual atau unisexual dan
dioecious.Warna corolla putih, merah atau biru, tipe petals sympetalous, style
terminal.
 Memiliki buah drupaceous.
 Memiliki 11 genus dengan 150 species di daerah tropics dan subtropics.
 Genus terdiri dari: Bourreria, Cortesia, Ehretia, Halgania, Ixorhea, Lepidocordia,
Menais, Patagonul, Rochefortia

Ehretiaceae Bourreria

12. Family Namaceae


 Habitus semak, pohon atau herba.
 Arah tumbuh batang erectus
 Memiliki trikoma bergrandular
 Daun tunggal, bangun daun jorong, duduk daun alternate dengan tepi entire, serrate
atau lobed.
 Bunga terletak diketiak atau ujung daun (Inflorescences terminal or axillary)
 Diaceous
 Bisexual
 calyx lobes
 aestivation valvate
 Corolla bewarna putih hingga ungu
 Petal sympetalous dengan bentuk tubular
 Jumlah stamens 5, stamen berbentuk filamrnt.
 Gynoeciumbicarpellate, ovary bilocular.
 Memiliki buah kapsul
 Famili ini memiliki 4 genus yaitu Wigandia, Nama, Turricula, dan Eriodictyon
dengan total spesies 75 berada di Americas dan Caribbean, dan 1 species berada
Hawaii.

Eriodictyon crassifolium var. nigrescens.

13. Family Wellstediaceae


 Habitus semak
 Daun tunggal berselang seling
 Bunga majemuk
 Reproduksi hermafrodit
 Jumlah calyx 4
 Tepi daun rata (entire)
 Bentuk buah kapsul tidak berdaging
 Biji tidak mempunyai endosperm
 Terdapat di Aprika Barat
 Anggota-anggota Family Wellstediaceae
1. Wellstedia

Wellstedia dinteri

BORAGINIALES

Ordo Aquifoliales

Ciri- ciri Ordo Aquifoliales

 Terdiri dari 20 genus, Serbuk sari biasanya tricolpate untuk triporat, meskipun butiran
dengan satu sampai sembilan pori diamati.
 Biji-bijian kecil, serbuk sari sebagai karakter penciri yaitu serbuk sari tidak teratur di.
Pola eksim beragam pada tingkat generik dan termasuk psilate, microechinate, striate
hingga reticulate dan clavate types, dan cukup kompleks pada beberapa genus.
 Family Aquafoliaceae
 Terdapat pada daerah pegunungan tropis
 Habitus semak atau pohon, daun bergerigi.
 Bunganya biasanya uniseksual dan terjadi pada tanaman jantan dan betina terpisah.
 Sepal, kelopak bunga, benang sari, dan karpel masing-masing berjumlah empat
sampai enam bagian, atau jarang.
 Kelopak bunga pada umumnya sedikit tergabung di pangkalan, dimana benang sari
biasanya dipasang pada posisi bergantian dengan kelopak bunga.
 Bunga betina memiliki stigma besar khas yang berada tepat di atas ovarium, dan
setiap bilik ovarium umumnya memiliki satu ovula pada plasentasi axile.
 Bunga tidak memiliki cakram nectary, terkadang kelopak bunga itu sendiri
menghasilkan nektar melalui pembengkakan pada permukaan atasnya.
 Bunga berbentuk cyme atau umbel di tangkai daun.
 Buah berdaging dan sering berwarna cerah saat matang, buah berbetuk drupa, yang
memiliki lubang batu yang tertanam di lapisan luar.
 Contoh Ilex opaca

 Family Cardiopteridaceae
 Habitus herbal.
 Daun spiral diatur, estipulate.
 Bunga berbentuk cymus axillary, bercabang, scorpioid, ebracteate.
 Bunga sangat kecil. Sepal (4 atau) 5, koheren di pangkalan.
 Kelopak 4 atau 5, epipetalous.
 Ovarium superior, 1-loculed berbentuk silinder atau subclavate,
 Buah samara dalam endosperm berdaging.

Citronella moorei

 Family Stemonuraceae
 Habitus pohon atau semak.
 Jenis akar tunggang
 Daunnya muncul distichous, whole, penninerved, exstipulate.
 Pada bunga inflorescences aksila, terminal atau daun yang berlawanan
 Bunga biseksual atau fungsional uniseksual, actinomorphic.
 Calyx berbentuk pedicel, kecil, umumnya cupular, sepal 4-5, kelopak bunga bulat,
apiculate atau lobed sesaat.
 Kelopak 4-, lobus valvate, pelepah biasanya menebal secara ventrally.
 Antera basifixed, introrse atau extrorse (Grisollea), longitudinal dehiscent.
 Supra ovarium, carpel rupanya cenderung pseudomonomerous
 Buah pada bagian mesocarp dibagi menjadi dua bagian, mesocarp luar biasanya
berdaging, tipis, beraneka warna, mesokarp bagian dalam bundel sclerified yang
membentuk lereng longitudinal menonjol yang terlihat pada buah kering.
 Endokarp tipis sampai tebal, sel sklerifikasi disusun tegak lurus terhadap mesokarp
bagian dalam.

Grisollea crassifolia
ORDO ASTERALES

Ciri umum :
 Habitus Herba, perdu atau tumbuhan memanjat
 Daun tunggal
 Daun tersebar berhadapan dan kadang berseling
 Daun kadang-kadang bertoreh dalam
 Tidak memiliki daun penumpu
 Bunga dalam bongkol kecil dengan daun pembalut
 Bunga merupakan bunga cakram bentuk tabung dan bunga tepi bentuk pita.
 Bunga tepi terdapat dalam 1 lingkaran dengan bunga pita besar menyolok atau lebar.
 Semua bunga bisa bunga tabung atau semua bisa bunga pita.
 Mahkota berdaun lepas dan kadang berbentuk lidah.
 Bakal buah hampir selalu tenggelam, beruang 1-5, tiap ruang dengan banyak atau 1
bakal biji, masing-masing dengan 1 integumen

1. Family Campanulaceae :

 Kebanyakan berupa terna, semak-semak kecil, jarang berupa tumbuhan berkayu,


kebanyakan mempunyai saluran getah yang beruas-ruas
 Daun tunggal kadang-kadang berbagi sangat dalam, duduk tersebar, jarang
berhadapan, tanpa daun penumpu.
 Bunga banci, aktinomorf atau zigomorf. Kelopak terdiri atas 5 daun kelopak,
kadang-kadang 6-10 atau mempunyai 3-4 taju-taju.
 Daun-daun mahkota berlekatan, ada kalanya bebas.
 Benang sari sama banyaknya dengan taju-taju daun mahkota.
 Bakal buahnya tenggelam atau setengah tenggelam, beruang 2-10, jarang hanya
beruang 1, tiap ruang berisi 2-banyak bakal biji pada tembuni yang aksilar atau pada
dinding tangkai putik 1.
 Buahnya kebanyakan berupa buah kendaga, kadang-kadang buah buni
 Biji dengan endosperm.
 Suku ini mencakup sekitar 1.150 jenis dengan 70 marga, terutama tersebar di daerah
iklim sedang daerah-daerah subtropika.

Contoh spesies: Campanula allioni, Lobelia inflate

2. Family Asteraceae
 Habitus herba, perdu, tumbuhan memanjat , semak jarang berupa pohon
 Akar tunggang
 Daun berseling/berhadapan , tunggal/majemuk , Kadang – kadang bertoreh dalam ,
tanpa daun penumpu
 Bunga majemuk berbentuk cawan, malai rata, biseksual dan uniseksual , besimetri
banyak /tidak , berjumlah banyak/sedikit dan tersusun pada kapitulum
 Mahkota berdaun lepas, kadang kadang bentuk lidah . Benang sari tertancap dalam
tabung mahkota berseling terhadap tajunya , kebanyakan dengan tangkai sarinya yang
lepas dan hampir tanpa pengecualian dengan kepala sari yang tumbuh bersatu menjadi
buluh.
 Tangkai putik satu, kepala putik 2
 Bakal buah tenggelam , dengan satu bakal biji. Buah keras berbiji tunggal , kering ,
biji umumnya bersatu dgn kulit buah
 Contoh Spesies : Dahlia pinnata, helianthus annus, Tagetes erecta, Wedelia biflora
 Zinnia elegans, synedrella nodifolia, Eclipta prostrata, Emilia sonchifolia, Sonchus
arvensis, Eupatorium triplinerve
3. Family Menyanthaceae
 Habitat di Amerika Utara

 Perkembangbiakan secara vegetatif dengan merambat rimpang bawah air (batang)


dan beruang mengambang atau muncul (tumbuh diatas permukaan air ) daun
 Daun tersusun bergantian sepanjang batang atau majemuk dengan tiga selebaran.
 Bunga biseksual, sering dengan lima kelopak bunga
 Menghasilkan biji Berry dan buah kapsul
 Banyak terdapat ditanah basah
 Memiliki bunga berwarna putih ,merah muda , dan kuning
 Menghasilkan biji berwarna coklat muda keras
 Contoh Spesies : Menyanthes trifoliata

4. Family Goodeniaceae
 Banyak ditemukan wilayah Australia
 Habitus herba
 Bangun daun spiral
 Bunga memiliki bidang simetri monosimetris
 Corolla lobus sering memiliki dua sayap marginal tipis
 Ovarium inferior
 Buahnya adalah buah nuri, kacang atau kapsul
 Buah kapsu biasanya memiliki sayap mucilaginous
 Contoh Spesies : Goodenia sp, Dampiera sp.

5. Family Stylidiaceae
 Banyak ditemukan Australia dan Selandia Baru
 Habitus semakkecil bisa berupa tanaman keras
 Sebagian bisa memanjat menggunakan daun yang dijalin
 Contoh Spesies : Oreostylidium sp, Stylidium sp, Phyllachne sp.

6. Family Calyceraceae

 Batang memiliki banyak percabangan

 Habitus herba

 Batang memiliki rambut (vilosus) halus atau kasar

 Daunnya dapat berbentuk roset pada didasar batang

 Daun tersusun bergantian disepanjang tangkai

 Jarang terdapat sripula

 Tepi daun bergigikelopak bunga menyatu berbentuk corong atau silinder yang terbagi
4-6 lobus dibagian atas terdapat 4 atau 5 benang sari bergantian dicorolla lobus
 Ovarium terdiri dari dua carpels dengan hanya satu ovule

 Memiliki endosperm yang berdaging

 Buah dapat disebarkan secara terpisah saat matang

 Bunga besar bentuk seperti cawan

 Tidak memiliki bunga pita

 Contoh Spesies : Calycera calcitrapa, Gamocarpha caespitosa,


Acicarpha bonariensis

7. Family Pentaphragmataceae

 Habitus semak atau pohon

 Daun berwarna hijau dan bersisik

 Susunan daun bergantian

 Bunga malai

 Tumbuhan dioceus

 Kelopak kecil biasanya berjumlah 4-6 helai

 Biji endospermic

 Buah berdaging drupes

 Contoh Spesies :Pentaphragma horsfieldi, Pentaphragma boraginace

8. Family Argophyllaceae/Roussseacea

 Kebanyakan berasal dari Australia Timur, Selandia Baru, Pulau Lord Howe,
Kaledonia baru, Rapa Iti

 Habitus semak atau pohon


ORDO ESCALLONIALES
Ciri umum :
 Escallonia adalah genus dari 40 sampai 50 spesies tumbuhan berbunga
 Sebagian besar semak cemara (jarang pohon kecil)
 Habitat asli Amerika Selatan. [1]
 Secara luas dibudidayakan dan umum digunakan sebagai tanaman lindung nilai,
terutama di wilayah pesisir,
 Tinggi mencapai ketinggian 1,5-3 m (5-10 kaki),
 Cabang melengkung yang kecil, oval, berkilau daun-daun hijau.
 Berbunga dari bulan Juni sampai Oktober (di belahan bumi utara),
 Bunga merah muda atau merah kecil, dengan aroma madu
 Paling baik ditanam di bawah sinar matahari penuh dengan beberapa tempat
berlindung.
 Beberapa varietas tidak sepenuhnya kuat di semua wilayah.
 CONTOH SPESIES: Escallonia angustifolia, Escallonia bifida, Escallonia
exoniensis, Escallonia floribunda, Escallonia glutinosa, Escallonia herrerae,
Escallonia illinita, Escallonia langleyensis, Escallonia leucantha, Escallonia
macrantha
1. Family Escalloniaceae

 Escallonia adalah genus dari 40 sampai 50 spesies tumbuhan berbunga


 Sebagian besar semak cemara (jarang pohon kecil)
 Habitat asli Amerika Selatan. [1]
 Secara luas dibudidayakan dan umum digunakan sebagai tanaman lindung nilai,
terutama di wilayah pesisir,
 Tinggi mencapai ketinggian 1,5-3 m (5-10 kaki),
 Cabang melengkung yang kecil, oval, berkilau daun-daun hijau.
 Berbunga dari bulan Juni sampai Oktober (di belahan bumi utara),
 Bunga merah muda atau merah kecil, dengan aroma madu
 Paling baik ditanam di bawah sinar matahari penuh dengan beberapa tempat
berlindung.
 Beberapa varietas tidak sepenuhnya kuat di semua wilayah.
 Contoh Spesies: Escallonia angustifolia, Escallonia bifida, Escallonia exoniensis,
Escallonia floribunda, Escallonia glutinosa, Escallonia herrerae, Escallonia illinita,
Escallonia langleyensis, Escallonia leucantha, Escallonia macrantha

Ordo Bruniales

 Herba semak ericoid cemara (jarang pepohonan). Ujung lateral scalariform ke lubang
yang berlawanan, sederhana atau berbatas. Daun (spiral, biasanya pentastichous), tipe
venasi paralel, Stomata biasanya bersifat anomositik (kadang bersifat siklosis, dengan
orientasi melintang), terkadang pada sisi adaxial lamina. Jenis kristal Rhomboid.
Daun margin keseluruhan, sering inrolled. Daun apex dengan phellogen ,
glanduliferous.
 Pada bunga terminal Inflorescence atau aksiler, biasanya seperti kepala (kadang-
kadang seperti lonjong), terkadang di malai atau seperti bunga rampai parsial,
terkadang (Staavia) dalam pseudanthia dengan involucrum yang terdiri dari beberapa
bracts (di Brunia genus Pseudobaeckia). Bunga Biasanya actinomorphic (kadang
sedikit zygomorphic), biasanya kecil. Biasanya epigyny atau setengah epigyny (di
Brunia subgenus Raspalia hypogyny). Sepal (empat atau lima), dengan imbrasi
aestivasi, gigih, bebas atau berkonotasi di pangkalan. Kelopak (empat atau lima),
Andresium Benang sari (empat atau) lima, haplostemonous, antesepalous,
alternipetalous, sering persisten; Benang sari abaxial lebih besar dari sisanya. Filamen
bebas satu sama lain, biasanya bebas dari kelopak (terkadang hiasan kelopak bunga di
bagian bawah (epipetalous). Benang sari dorsifixed
 Gynoecium Pistil terdiri dari biasanya dua (jarang tiga sampai lima). Ovarium
biasanya inferior atau semi-inferior, biasanya bilocular (jarang monomerous atau
pseudomonomerous atau trilocular to quininterocular). Jenis buah schizocarp biasanya
seperti kacang polong atau kapsul loculicidal dua biji (terkadang juga ada sedikit
dehiscent) Biji pada benih terdapat aril. Exotesta kecil. Endotesta Perisperm tidak
berkembang. Endosperm berdaging.
1. Family Bruniaceae
 Posisi daun alternate
 Simetri bunga actinomorphic
 Bunga secara umum biseksual, radial simetris, epiginous, pada kepala atau spike,
sepal 4-5
 Antera yang membelah panjang, carpels 2-3, coalescent, gaya terpisah atau sebagian
coalescent, ovarium 1-3 bilik placentae apikal, ovula 1-2 per carpel.
 Buah kapsul,banyak terdapat endosperm. Terdapat di africa selatan.
 Contoh : Begonia fimbristipulata

2. Family Columelliaceae
 Tanaman semak atau pohon,
 Daun majemuk.
 Bunga epigin
 Tabung mahkota sangat pendek, kurang lebih campanulate, stamen 2
 Serbuk sari terbungkus dan plaited, ovarium tidak lengkap 2 bilik, placentae parietal,
hampir bertemu di tengah ovarium
 Buah kapsul
 Famili terdiri dari satu genus yang terdapat di columbia dan peru
 Contoh : Commelina africana
ORDO APIALES

Ciri umum:

 Habitus herba

 Batang tidak berkayu (lignosus)

 Tanpa stipula

 Daun tungal atau majemuk

 Terdapat saluran minyak atau harsa

 Calxy kecil

 Corolla lepas satu dengan yang lain

 Bunganya aktinomorphus , bikseksual, tertramer atau pentramer

 Stamen dalam satu lingkaran terletak berhadapan dengan daun kelopaknya

 Pangkal stylus merupakan penebalan yang disebut stylopodium atau discus

 Bakal buah tenggelam, sering beruang dua

 Biji dengan endosperm

 Pada umumnya karangan bunga berbentuk umbella


1. Family Apiaceae

 Habitus herba yang berdaun harum

 Daunya tunggal atau majemuk dengan

 duduk daun tersebar dalam roset akar.

 Daun memiliki pelepah dan tidak ada daun penumpu.

 Bunganya berkelamin dua,

 Aktinomorf yang tersusun menjadibunga majemuk payung,payungan ganda atau


bongkol

 Kelopak kecil berlekuk lima,mahkota lima, lepas dengan ujung yang membengkok ke
dalam dan cepat gugur.

 Kadang-kadang takbermahkota, benang sari lima berseling dengan mahkota, kepala


benang sari beruas dua,

 Bakal buah tenggelam yang tertutup oleh pangkal dua tangkai putik menebal.

 Contoh Spesies: Aprium graveoleus (seledri), Pimpinella


alpine (purwonceng), Ferula asa-foetida (inggu), Funiculum vulgare (adas),
Coriandrum sativum (ketumbar), Cuminum cyminum (jintan) Centella
asiatica (kaki kuda), Daucus carota (wortel)

2. Family Araliaceae

 Kebanyakan tumbuhan berkayu dan terna

 Kadang memenjat dengan perantara akar- akar udara

 Daun tunggal berbagi atau majemuk, menjari atau menyirip

 Duduk daun tersebar berhadapan atau berkarang

 Bunga terangkai dalam bentuk payung, bongkol, tandan atau bentuk lain

 Bunga kebanyakan biseksual/ banci, aktinomorf


 Kelopak kecil bertepi rata atau bergerigi

 Mahkota tiga atau lebih sering lima bebas atau berlekatan

 Benang sari sama banyaknya dengan banyak daun mahkota, duduk bersing dengan
daun mahkotanya

 Cakram diatas bakal buah yang tenggelam, beruang 5 kadang- kadang dengan satu
sampai banyak ruang ,tiap ruang berisi berisi satu bakal biji

 Buah buni atau buah batu kadang- kadang buah kurung atau buah berbagi

 Biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil

 Contoh Spesies: Aralia medicalis, Panas ginseng, Nothopanax


scutellarium,Tetrapanas papyriferus, Nothopanax fruticosum, Nothopanax pinnatum

3. Family Pittosporaceae:

 Pittosporaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga.


 Habitus pohon, semak belukar, dan liana
 Pittosporaceae berkisar dari iklim tropis hingga beriklim sedang dari ekotoksikan
Afrotropik, Indomalaya, Oceania, dan Australasia.
 Contoh Spesies : Pittosporum confertiflorum

4. Family Griseliniaceae
 Habitus semak belukar dan pepohonan
 Asal Selandia Baru dan Amerika Selatan.
 Daunnya hijau, halus dan mengkilap di atas, sering pucat di bawahnya.
 Bunganya sangat kecil, dengan lima sepal dan benang sari dan stigma tunggal
 Kelopak panjang 2-3 mm. Namun, bunga betina G.lucida tidak memiliki kelopak
bunga.
 Buahnya adalah buah oval ungu kecil sepanjang 5-10 mm.
 Contoh Spesies : Griselinia littoralis
ORDO PARACRYPHIALES
1. Family Paracryphiaceae
 Habitus semak dan pohon
 Asal Australia, Asia Tenggara, dan Caledonia
 Contoh Spesies : Quintinia sieberi, Quintinia quatrefagesii, Quintinia seratta,
Paracyphia suareolens

Ordo Dipsacales

 Dipsacales, teasel atau perintah honeysuckle tanaman berbunga, yang berisi 46 genera
dan sekitar 1.090 spesies, yang didistribusikan di seluruh dunia tetapi berpusat
terutama di belahan bumi utara. Terkenal karena tanaman hias, seperti Lonicera
(honeysuckle), Viburnum (Arrowwood dan guelder naik), dan Scabiosa (berkurap,
atau bunga bantalan).
 Biasanya, tanaman di dipsacales memiliki berlawanan, sering kelenjar bergigi daun,
bunga di cymose (datar) cluster, kelopak menyatu ke dalam tabung corolla (baik biasa
atau bilateral simetris), dan ovarium inferior. Dalam kebanyakan kelopak genus sama
dalam bentuk, tetapi beberapa anggota ordo mengembangkan bunga dua berbibir di
mana setengah dari bunga adalah bayangan cermin dari setengah lainnya (simetri
bilateral). Sebagian besar anggota ordo itu semak belukar, tapi ada beberapa anggota
herba juga.
2. Famili Adoxaceae
 Tanaman kecil, batang utama rimpang,
 Kebanyakan daun basal, dibagi antara daun 2, 3 foliolat, berlawanan
 Bunga secara radial simetris, kecil, di kepala sekitar 5.
 Bunga terminal biasanya 4 merous, lateral 5-6 merous, Sepal 2-3, kelopak bunga 4-6,
corolla yang diputar, benang sari 4-6, filamen dibagi dan setiap setengah antera,
carpel 3-5.
 Buah terdiri dari 1-5 segmen.
 Terdapa pada daerah beriklim dingin sedang di belahan bumi utara.
 Tanaman mempunyai bunga biseksual (terkadang sangat kecil),
 Terdapat 5 kelopak biasanya 5 benang sari terdiri dari 4 Ovarium diposisikan inferior
dan terdiri dari 2, 3, 5 atau 8 anyaman kayu lapis dengan dinding partisi ada atau tidak
ada.
 Buah seperti berry berdaging
 Contoh : Adoxa moschatellina

3. Family Diervillaceae
 Herba semak, gugur.
 Kuncup musim dingin dengan beberapa sisik.
 Daun berlawanan, sederhana, bergerigi, estipulate.
 Perbungaan apikal, aksila, atau pada tunas lateral pendek, simose, bunga 2-6, atau
bunga soliter.
 Tabung Calyx berbentuk silindris, Corolla 5-lobed, tidak beraturan atau subreguler;
 Tabung lebih panjang dari dahan. Stamens 5, disisipkan di tengah tabung mahkota;
Antera termasuk untuk exserted.
 Ovarium inferior, dengan kelenjar globular pada satu sisi bagian atas, 2-loculed,
Ovula banyak, exserted stigma berbentuk kepala. Buah kapsul dehiscent 2-valved;
Biji banyak, kecil.
 Diervilla splendens
4. Family Linnaeaceae
 Tanaman dengan tangkai batang panjang yang timbul tegak pendek hampir tunas
berdaun herba
 Daun berbentuk tumpul atau bulat, pangkal daun bergerigi pada setengah apical
 Bunga tergantung
 Ovarium dan buah dengan bulu kelenjar.
 Habitat hutan dan semak baik yang basah maupun kering tapi mulai dari rawa-rawa,
hutan
 Abelia grandiflora

5. Family Morinaceae
 Tanaman berduri, exstipulate daun.
 Bunga verticillate, setiap bunga tertutup dalam involucel. Involucel campanulate atau
tubular, anggota badan dengan margin berduri. Calyix terdiri dari 2-lobed.
 Corolla bilabiate, ringent, 5-lobed
 Tabung infundibuliform Stamens 2 atau 4
 Ovarium inferior, unilocular, dengan 1 ovula terjumbai.
 Stigma berbentuk kepala.
 Buah achene dengan pericarp tebal dan berkerut.bunga berbentuk cymes aksila, hijau
2-lobed kelopak, stigma terminal dan pericarp berkerut.
 Contoh : Morina longifolia

6. Family Valerianaceae
 Valerianaceae terdiri dari 10 genus dan lebih dari 400
 Spesies tumbuhan tahunan
 Sepal tidak ada atau seperti bulu
 Bentuk bunga kecil, mempunyai aroma bunga harum, berwarna merah muda, putih,
atau merah ditumbuhi batang kadang-kadang mencapai 90 cm
 Contoh : Valerianella olitoria
RANGKUMAN

Angiosperma (tumbuhan biji tertutup/ berbunga) terbagi menjadi dua kelas utama,
Kelas bercabang kecil yaitu Angiosperma Basal dan kelas bercabang lebih besar yaitu Inti
Angiosperma (mesangiosperma). Kelas Angiosperma basal atau kelas paling dasar disebut
Grade ANA untuk tiga ordo, Amborellales, Nymphaeales, dan Austrobaileyales.
Mengandung minyak terbang pada bintik idioblast (kelenjar pelusida)

Kelas Inti Angiosperma (mesangiosperma) memiliki alkalosida benzilisokuinolin dan


kantong embrio 8-nukleus. Terdiri dari lima garis keturunan, yaitu Chloranthales, Magnolida,
Monokotiledon, Cheratophyllales, dan Eudikotoledon

Chloranthales terpisah dikarenakan memiliki sifat seskuiterpendid dan hanya terdiri


satu ordo yaitu chloranthales

Magnolida memiliki karakter mirip angiosperma basal. Terbagi lagi menjadi dua
klaster, klaster pertama memiliki nadus trilakunar yang terdiri atas ordo Canellales dan
Piperales. Ordo Canallales, klaster kedua tidak memiliki nodus trilakunar. Terdiri dari ordo
Laurales dan Magnoliales.

Monokotiledon memiliki ciri-ciri ataktostel (berkas pembuluh tersebar), tanpa


penebalan sekunder, umumnya berupa herba, polen beralur tunggal, plastida pada tabung
tapis, mengandung kristal protein, percabangan simpodial, berkas pembuluh pada batang
tersebar, daun berurat paralel, mengutuh, gerigi tidak berkelenjar, bunga pentasiklik, P trí-
mer, A berhadapan dengan P, filamen sempit, pelekatan kepala sari melebar, nektar bersepta,
kotiledon tunggal, akar adventiv. Monokotil terdiri dari tiga kelas, Monokotil
Alismatid , Monokotil Lilioid (Petaloid) dan Monokotil Commelinida.

Monokotil Alismatida terdiri dari 2ordo yaitu ordo Acorales dan ordo Alismatales. Ordo
Acorales dan Ordo Alismatales

Monokotil Lilioida (Petaloid) terdiri dari 5 ordo

Monokotil Commelinida memiliki ciri yaitu dinding sel fluoresens terhadap UV, (asam
ferulik/komarik), daun mengandung asam salísik, lilin kutikula umumnya berupa batang tipis
kecil, menempel berkelompok berbaris seperti teritip. Terdiri dari 4 ordo yaitu ordo Arecales,
Poales, Commelinales Dan Zingiberales.

Eudikotiledon memiliki ciri umum polen trikolpat, bunga K/C/P berhadapan dengan
Α, filamen agak sempit, kepala sari basifiks, nodus trilakunar, stomata anomositik, tidak
mengandung dan minyak terbang. Eudikotiledon terdiri dari eudikotiledon basal dan
Eudikotil inti. Eudikotiledo basal terdiri dari 4 ordo, Klade Inti eudikotiledon terbagi 2
menjadi ordo Gunnerales dan klade Pentapetalae. Ordo Gunnerales, Pentapetale terbagi lagi
menjadi 2, ordo Dilleaniales dan Malphigiales memiliki ciri daun tepinya bergerigi, G
umumnya tri-karpel. Terdiri dari 17 family yaitu Achariaceae, Euphorbiaceae, Rafflesiaceae,
Ochnaceae, Podostemaceae, Chrysobalanaceae, Hypericaceae, Passifloraceae,
Rhizophoraceae, Clusiaceae, Linaceae, Phyllanthaceae, Salicaceae, Erythroxylaceae,
Malpighiaceae, Picrodendraceae dan Violaceae

Family Chrysobalanaceae adalah keluarga tanaman berbunga , terdiri dari 18 genus


(Acioa, Afrolicania, Atuna, Bafodeya, Chrysobalanus, Couepia, Dactyladenia,
Exellodendron, Grangeria, Hirtella, Hunga, Kostermanthus, Licania, Magnistipula,
Maranthes, Neocarya, Parastemon, Parinari) dan sekitar 530 spesies. Ciri pohon dan semak,
distribusi pantropis dengan pusat keragaman di Amazon. Beberapa spesies
mengandung silika di dalam tubuh mereka karena kekakuan dan karenanya mesofil sering
memiliki idioblas sklerenkimosa . Spesies luas Chrysobalanus icaco menghasilkan buah
seperti plum dan tanaman ini umumnya dikenal dengan sebutan coco plum.

Family Hypericaceae terdapat 10 genus tanaman (Cratoxylum, Eliea, Harungana,


Hypericum, Lianthus, Psorospermum, Santomasia, Thornea, Triadenum, Vismia) mencakup
1.650 nama tanaman ilmiah dari spesies untuk famili Hypericaceae dan 316 nama spesies
yang diterima. Dengan ciri khas pohon kecil sampai semak-semak; lignan, flavon, flavonol,
(asam ellagic) +; batang gabus pericyclic ; polyderm luas; tangkai daun bundel arkuata, K
quincuncial, C (imbricate), (pelindung kuncup); A (5-15), A sentrifugal
pengembangan, kepala sari dorsifixed. Contoh spesies: Hypericum tetrapterum, Hypericum
perforatum, Cratoxylum sumatranum, Harungana madagascariensis

Family Passifloraceae terdiri atas 27 marga (Adenia, Adenoa, Ancistrothyrsus,


Androsiphonia, Barteria, Basananthe, Crossostemma, Deidamia, Dilkea, Disemma,
Distemma, Efulensia,Erblichia, Hyalocalyx, Malesherbia, Mitostemma, Odostelma, Paropsia,
Paropsiopsis, Passiflora, Piriqueta, Smeathmannia, Tetrapathaea, Tetrastylis, Tricliceras,
Turnera, Wormskioldia) dan 694 nama spesies yang diakui. Memiliki ciri khas Glikosida
sianogen Cyclopentenoid dan/atau asam lemak cyclopentenyl, glikosida sianogen berasal dari
valin dan isoleusin; (tanaman dengan bau yang tidak menyenangkan); daun spiral, (kelenjar
daun +); K + C membentuk tabung , korona atau skala ke mulut tabung (0). Contoh spesies
Passiflora caerulea, Adenia acuta, Basananthe apetala, Deidamia alata.

Family Rhizophoraceae adalah keluarga tanaman berbunga tropis atau subtropis . Di antara
anggota yang lebih dikenal adalah pohon bakau dari genus Rhizophora . Terdiri atas 16 genus
(Anopyxis, Blepharistemma, Bruguiera, Bruguieria, Carallia, Cassipourea, Ceriops,
Comiphyton, Crossostylis, Gynotroches, Kandelia, Macarisia, Paradrypetes, Pellacalyx,
Rhizophora, Sterigmapetalum) dengan 135 nama spesies yang diakui. Rhizophoraceae adalah
tanaman berkayu dengan daun yang berlawanan atau whorled (tapi tidak decussate),
dengan bunga yang dihuni serangga memiliki cakram nectary dan biasanya
lima kelopak . Keluarga ini sekarang ditempatkan di urutan Malpighiales. Spesies ini
sering bersifat hermaprodit , lebih jarang poligami . Spesies mangrove biasanya bersifat
vivipar, sementara yang tinggal di darat tidak. Contoh spesies Rhizophora apiculata Blume,
Carallia borneensis, Bruguiera cylindrica.

Family Clusiaceae terdiri dari 25 genus dan 854 nama spesies yang diakui. Clusiaceae
memiliki ciri sebagian besar pohon dan semak belukar , dengan getah susu dan buah- buahan
atau kapsul untuk biji. Keluarga ini banyak di daerah tropis. Salah satu fitur yang kadang
ditemukan di keluarga ini, dan jarang di tempat lain (misalnya Malpighiaceae ),
menyediakan penyerbuk dengan imbalan selain serbuk sari atau nektar ; Secara khusus,
beberapa spesies menawarkan resin yang digunakan lebah pada konstruksi sarang (semua tiga
penghargaan ditemukan pada spesies Clusiaceae yang berbeda). Contoh spesies
Agasthiyamalaia pauciflora, Clusia alata, Pentadesma butyracea.

Family Linaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga. Keluarga yang kosmopolitan, dan
mencakup 167 nama spesies yang diakui dalam 16 genus (Anisadenia, Cliococca, Durandea,
Hebepetalum, Hesperolinon, Hugonia, Indorouchera, Linum, Mesyniopsis, Mesynium,
Philbornea, Radiola, Reinwardtia, Roucheria, Sclerolinon, Tirpitzia). Memiliki ciri Daun dari
Linaceae selalu sederhana; Pengaturan bervariasi dari alternatif (kebanyakan spesies)
menjadi berlawanan (dalam Sclerolinon dan beberapa Linum ) atau whorled (pada
beberapa spesies Hesperolinon dan Linum). Hermaphroditic, bunga actinomorphic adalah
pentameric, atau sangat jarang tetrameric (misalnya Radiola linoides , Linum keniense ).

Famili Phyllanthaceae adalah keluarga tanaman berbunga dalam urutan eudicot Malpighiales.
Hal ini paling dekat hubungannya dengan keluarga Picrodendraceae. Mencakup 58 genus dan
mencakup 2.099 nama spesies yang diakui. Banyak terdapat di daerah tropis , dengan banyak
di zona beriklim selatan , dan beberapa mulai sejauh utara sebagai tengah zona beriklim
utara. Ciri Phyllanthaceae hampir semua pohon , semak , atau tumbuhan . Tidak ada yang
memiliki lateks , dan hanya sedikit yang menghasilkan eksudat resin. Stipul
diproduksi dengan masing-masing daun , tapi beberapa di antaranya jatuh sebelum daunnya
matang sepenuhnya. Daun hadir, kecuali beberapa spesies Phyllanthus yang telah diratakan,
batang mirip daun disebut cladodes yang menghasilkan bunga di sepanjang tepinya. Daunnya
bersusun di Bischofia. Daun daun hampir selalu utuh , jarang bergigi. Sebuah petiole hampir
selalu hadir, seringkali dengan pulvinus di dasarnya. Inflorescences biasanya di axils daun.
Sepal adalah tiga sampai delapan jumlahnya, biasanya bebas satu sama lain. Buahnya adalah
schizocarp, drupe, atau berry. Dalam beberapa, schizocarp pecah secara eksplosif.

Family Salicaceae mencakup 55 genus dan 772 nama spesies yang diakui. Salicaceae umunya
berbentuk semak atau pohon dengan ciri mengandung cocarcinogens, (glikosida sianogen
cyclopentenoid dan / atau asam lemak cyclopentenyl [gynocardin]), (asam ellagic) +,
tanniniferous; kayu dengan dinding sel berlapis-lapis; tangkai daun bundel arkuata atau
annular dengan bundel sayap; meninggalkan dua peringkat, lamina vernation supervolute-
melengkung atau spiral, (margin seluruh), (venasi palmate), (kelenjar +), (stipula 0);
Perbungaan berbagai; bunga 3-6-merous, (hypanthium +); K (corona +); nektar sering lobed;
kepala sari (extrorse), (linear); G [2-5]. Contoh speises Salix caprea, Abatia canescens,
Euceraea nitida

Family Erythroxylaceae mencakup 4 genus (Aneulophus, Erythroxylum. Nectaropetalum,


Pinacopodium) dan 259 nama spesies yang diakui. Ciri-cinya ialah pohon bertubuh kecil dan
semak-semak (gugur); kayu biasa dengan SiO 2 butir; node dengan bundel lateral yang
berasal baik sebelum pusat, membentuk bundel korteks ; sclereids +; tangkai daun bundel
arkuata untuk annular dengan medula dan bundel bawah daun; stomata juga parallelocytic;
margin lamina seluruh , stipula intrapetiolar dan berkerudung atau interpetiolar; perbungaan
sering fasciculate; K bawaan basally, C pelindung kuncup; kelenjar nektar tepat di bawah
ligule. Spesies yang paling terkenal adalah tanaman koka , terutama Erythroxylum coca,
sumber kokain obat bius.

Family Malpighiaceae mencakup 81 genus dan 1029 nama spesies yang diakui yang
semuanya asli daerah tropis dan subtropis. Salah satu spesies yang berguna dalam keluarga
adalah Malpighia emarginata, yang sering disebut acerola. Buahnya dikonsumsi di daerah
dimana tanaman itu asli. Tanaman ini dibudidayakan di tempat lain untuk buah, yang kaya
akan vitamin C. Salah satu fitur yang ditemukan di beberapa anggota keluarga ini, dan jarang
di tempat lain, menyediakan penyerbuk dengan imbalan selain serbuk sari atau nektar; Hal ini
umumnya berupa minyak hara.

Family Picrodendraceae encakup 25 genus dan 81 nama spesies yang diakui, terdapat
di daerah subtropis untuk tropis dan ditemukan di New Guinea , Australia , Kaledonia
Baru , Madagaskar , benua Afrika , dan Amerika tropis. Berbentuk pohon atau semak; daun
spiral, stipula petiolar, cauline, dengan colleters ketiak, atau 0; tanaman dioecious; bunga
jantan: P 4; A 4; serbuk sari oblate; nektar antara atau di dalam A; pistillode + / 0; bunga
karpel: staminodes;? P (3-) 4-8 (-13); G (2-) 3 (-5); bakal biji dengan integumen luar 5-6 sel
di seluruh, integumen dalam 3-6 sel di seluruh, biji carunculate. Contoh Tetracoccus dioicus

Family Violaceae mencakup 21 genus dan 490 nama spesies yang diakui. Meskipun genus
paling terkenal, Viola , adalah herba, kebanyakan spesies adalah semak atau pohon
kecil. Daun sederhana bersifat alternatif atau berlawanan, seringkali dengan tetesan berdaun
atau ketentuan dikurangi ukurannya. Beberapa spesies memiliki daun palmate atau sangat
membelah. Banyak spesies tumbuh subur. Perbungaan memiliki bunga soliter atau bersifat
panik; Beberapa spesies memiliki bunga cleistogamous yang diproduksi setelah atau sebelum
produksi bunga petal biasa. Bunga bersifat biseksual atau uniseksual (misalnya Melicytus ),
biasanya zygomorfik atau aktinomorfik dengan kelopak dari lima sepal yang bertahan setelah
berbunga. Corollae memiliki lima kelopaknya yang tidak sama, dan kelopak anterior lebih
besar dan sering dipacu. Tanaman memiliki benang sari lima dengan stamen abaxial yang
sering dipacu di pangkalan. Gynoecium adalah pijakan majemuk dari tiga buah kayu bersatu
dengan satu locule. Gaya yang sederhana, dengan indung telur superior, dan banyak
ovula. Buahnya kapsul dibagi dengan tiga lapisan. Benih memiliki endosperm. Contoh
spesies Viola banksii
APG 4

Ana Grade Terdiridari 4 Ordo Yaitu :

1. Amborellales
2. Nymphaeales
3. Austrobaileyales
4. Chloranthales

Magnolida Terdiri Dari 4 Ordo

1. Canellales
2. Piperales
3. Laurales
4. Magnoliales

Monokotiledon Terdiri Dari 11 Ordo :

1. Acorales
2. Alismatales
3. Petrosaviales
4. Dioscoreales
5. Pandanales
6. Liliales
7. Asparagales
8. Arecales
9. Poales
10. Commelinales
11. Zingiberales

Commelinida Terdiri Dari 4 Ordo

1. Arecales
2. Poales
3. Commelinales
4. Zingiberales
Eudikotiledonterdiridari 46 Ordo :

1. Ceratophyales
2. Ranunculales
3. Proteales
4. Trochodendrales
5. Buxales
6. Generals
7. Dilleniales
8. Saxifragales
9. Vitals
10. Zygophyllales
11. Celastrales
12. Oxalidales
13. Malpighiales
14. Fabales
15. Rosales
16. Cucurbitales
17. Fagales
18. Geraniales
19. Myrtales
20. Crossosomatales
21. Picrainales
22. Sapindales
23. Herteales
24. Malvales
25. Brassicales
26. Berberidopsidales
27. Santales
28. Caryophyallales
29. Cornales
30. Ericales
31. Icacinales
32. Metteniusales
33. Garryales
34. Solanales
35. Vahliales
36. Gentianales
37. Lemiales
38. Boraginales
39. Aquifoliales
40. Asterales
41. Escalloniales
42. Bruniales
43. Apiales
44. Paracryphiales
45. Dipsacales

Superrosida Terdiri Dari 12 Ordo :

1. Dilleniales
2. Saxifragales
3. Vitals
4. Zygophyllales
5. Celastrales
6. Oxalidales
7. Malpighiales
8. Fabales
9. Rosales
10. Cucurbitales
11. Fagales
12. Brassicales

Rosida Terdiri Dari 15 Ordo :

1. Zygophyllales
2. Celastrales
3. Oxalidales
4. Malpighiales
5. Fabales
6. Rosales
7. Cucurbitales
8. Geraniales
9. Myrtales
10. Crosopmatales
11. Picramniales
12. Sapindales
13. Huerteales
14. Malvales
15. Brassicales

Fabida Terdiri Dari 7 Ordo :

1. Zygophyllales
2. Celastrales
3. Oxalidales
4. Malpighiales
5. Fabales
6. Rosales
7. Cucurbitales

Malvida Terdiri Dari 8 Ordo

1. Geraniales
2. Myrtales
3. Crosopmatales
4. Picramniales
5. Sapindales
6. Huerteales
7. Malvales
8. Brassicales

Super Asterida 27 Ordo :

1. Berberidopsidales
2. Santales
3. Caryophyallales
4. Cornales
5. Ericales
6. Icacinales
7. Metteniusales
8. Garryales
9. Solanales
10. Vahliales
11. Gentianales
12. Lemiales
13. Boraginales
14. Aquifoliales
15. Asterales
16. Escalloniales
17. Bruniales
18. Apiales
19. Paracryphiales
20. Dipsacales
21. Geraniales
22. Myrtales
23. Crossosomatales
24. Picrainales
25. Sapindales
26. Herteales
27. Malvales

Asteridaterdiridari 18 Ordo :

1. Caryophyallales
2. Cornales
3. Ericales
4. Icacinales
5. Metteniusales
6. Garryales
7. Solanales
8. Vahliales
9. Gentianales
10. Lemiales
11. Boraginales
12. Aquifoliales
13. Asterales
14. Escalloniales
15. Bruniales
16. Apiales
17. Paracryphiales
18. Dipsacales

Lamida 9 Ordo :

1. Ericales
2. Icacinales
3. Metteniusales
4. Garryales
5. Solanales
6. Vahliales
7. Gentianales
8. Lemiales
9. Boraginales

Campanulida Terdiri Dari 7 Ordo

1. Aquifoliales
2. Asterales
3. Escalloniales
4. Bruniales
5. Apiales
6. Paracryphiales
7. Dipsacales