Anda di halaman 1dari 21

65

b. Rencana keperawatan

TABEL 2
RENCANA KEPERAWATAN PASIEN KM DENGAN
HERNIA INGUINALIS LATERALIS (HIL) + POST HERNIOTOMI HARI KE-0
DI RUANG FLAMINGGO BP RSUD WANGAYA
TANGGAL 23 S/D 26 JUNI 2008

Hari / Tgl / Dx Rencana Tujuan Rencana Tindakan Rasional


Jam
1 2 3 4 5
Pre operasi
Senin, 1. Nyeri akut berhubungan Setelah diberikan asuhan 1. Observasi nyeri, catat 1. Perubahan karakteristik
23-06-2008 dengan inflamasi dan keperawatan selama 1x8 lokasi, kualitas dan nyeri menunjukkan
Pk. 15.20 spasme otot sekunder jam diharapkan nyeri karakteristik nyeri terjadinya abses, memar
wita terhadap hernia ditandai pasien berkurang dengan 2. Observasi skala nyeri 2. Membantu
dengan pasien kriteria hasil : mengidentifikasi
mengatakan nyeri pada 1. Pasien mengatakan intervensi yang tepat dan
perut sampai lipatan nyeri pada perut mengevaluasi keefektifan
pahanya, nyeri dirasakan sampai pahanya analgesia
seperti terbakar dan berkurang 3. Observasi vital sign tiap 3. Respon anatomik meliputi
dirasakan hilang timbul, 2. Skala nyeri 1-3 (nyei 6 jam perubahan pada TD, nadi,
skala nyeri 6 (nyeri ringan) dari 0-10 skala pernafasan
sedang) dari 0-10 skala nyeri yang diberikan 4. Berikan lingkungan yang 4. Meningkatkan relaksasi,
nyeri yang diberikan, 3. Pasien tidak meringis tenang memfokuskan ulang
pasien tampak meringis lagi perhatian, meningkatkan
saat berjalan, terdapat 4. TTV dalam batas rasa kontrol dan
tonjolan pada inguinal normal kemampuan
Dilanjutkan
66

Lanjutan

1 2 3 4 5
kanan dan kiri dimana Nadi : 60-100 5. Berikan posisi yang 5. Penurunan tegangan otot,
tonjolan bagian kanan kali/menit reguler nyaman missal semi meningkatkan relaksasi
lebih besar dari bagian Tekanan darah : fowler. dan dapat meningkatkan
kiri,pasien tampak 110/70-120/80 mmHg kemampuan koping
memeangi area yang 5. Pasien tidak memegangi 6. Bantu teknik distraksi 6. Mengalihkan perhatian
sakit, terdapat nyeri area luka post operasi dan relaksasi terhadap nyeri,
tekan dan nyeri lepas memberikan dukungan
pada inguinal kanan dan (fisik, emosional)
kiri, Nadi: 88 x/menit menurunkan tegangan
reguler, tekanan darah: otot, memfokuskan
130/80 mmHg. perhatian
7. Delegatif terhadap 7. Informed consent sebagai
persiapan operasi bukti persetujuan operasi,
(informed consent, pasien dipuasakan untuk
puasa, pencukuran area mecegah terjadinya
operasi, mandi besar, muntah saat operasi
pemasangan IVFD RL 20 karena efek
tetes/menit,test anastesi,pencukuran
sensitivitas terhadap obat dilakukan untuk
Taxegram,pemberian memperjelas area operasi,
obat profilaksis) mandi besar dilakukan
agar pasien masuk kamar
operasi dalam keadaan
bersih, pemberian cairan
parenteral penting untuk
memenuhi kebutuhan
cairan selama operasi, test
Dilanjutkan
67

Lanjutan
1 2 3 4 5
sensitivitas dilakukan
untuk mengetahui adanya
alergi terhadap antibiotik,
pemberian obat
profilaksis
untukmencegah
terjadinya infeksi.

Senin, 2. Ansietas berhubungan Setelah diberikan asuhan 1. Kaji ulang tingkat 1. Membantu dalam
23-06-08 dengan kurang keperawatan selama 1x30 kecemasan pasien mengidentifikasikana
Pk. 15.20 pengetahuan ditandai menit diharapkan kekuatan dan ketrampilan
wita dengan pasien mekanisme koping pasien yang mungkin membantu
mengatakan tidak lulus adaptif dan konstruktif pasien mengatasi
SD dan kurang mengerti dengan kriteria hasil : keadaannya sekarang
tentang penyakit, 1. Pasien mengatakan dan / atau kemungkinan
prognosa dan tidak cemas lagi lain untuk memberikan
pengobatan, pasien dengan keadaannya bantuan yang sesuai.
mengatakan saat sakit 2. Pasien tampak tenang 2. Berikan informasi 2. Memungkinkan pasien
biasa melakukan 3. Pasien mengatakan tentang penyakit, untuk membuat keputusan
pekerjaannya sehari-hari mengerti tentang prognosa dan yang berdasarkan atas
sebagai petani dan penyakit, prognosa dan pengobatan. pengetahuan
mempunyai kebiasaan pengobatan 3. Menambah pengetahuan
mengangkat benda-benda 4. Pasien mampu 3. Berikan kesempatan pasin dan keluarga.
berat, pasien mengatakan menjelaskan kembali pada keluarga dan pasien
khawatir dengan tentang penyakit, untuk bertanya tentang
keadaannya, pasien prognosa dan hal-hal yang belum
mengatakan baru pengobatan dimengerti 4. Untuk mengetahui
Dilanjutkan
68

Lanjutan
1 2 3 4 5
pertama kali menjalani 5. Tanda- tanda vital 4. Evaluasi kembali seberapa jauh penjelasan
operasi, pasien tampak dalam batas normal : pengetahuan pasien yang telah diberikan
bingung, pasien tampak N : 60-100 tentang penyakit, dapat diterima.
gelisah dan cemas, Nadi : kali/menit reguler prognosa dan
88x/menit, Tekanan TD : 110/70 – pengobatan. 5. Memindahkan pasien dari
Darah : 130/80 mmHg. 120/80 mmHg 5. Berikan lingkungan stress luar, meningkatkan
tenang dan istirahat relaksasi, membantu
menurunkan ansietas,
6. Dengan berdoa dapat
6. Anjurkan pasien untuk membuat pasien merasa
berdoa. tenang dan mengurangi
rasa cemas.
7. Tindakan dukungan dapat
7. Dorong keluarga atau membantu pasien merasa
orang-orang terdekat stress berkurang, energi
untuk menyatakan untuk ditujukan pada
perhatian atau perilaku penyembuhan /
perhatian. perbaikan.

Dilanjutkan
69

Lanjutan
1 2 3 4 5
Post
Operasi
Selasa, 1.Nyeri akut berhubungan Setelah diberikan asuhan 1. Observasi nyeri,catat 1. Perubahan karakteristik
24-06-08 dengan trauma jaringan keperawatan selama 2x24 lokasi,kualitas dan nyeri
Pk.10.00 sekunder terhadap jam diharapkan nyeri karakteristik nyeri
wita pembedahan (Herniotomi) pasien berkurang dengan 2. Observasi skala nyeri 2. Membantu
ditandai dengan pasien kriteria hasil : mengidentifikasi
mengatakan nyeri pada 1. Pasien mengatakan intervensi yang tepat dan
area post operasi, nyeri nyeri pada luka operasi mengevaluasi keefektifan
dirasakan seperti diiris-iris berkurang analgesia.
dengan skala nyeri 5 (nyeri 2. Skala nyeri 1-3(nyeri 3. Observasi vital sign tiap 3. Respon autonomik
sedang) dari 0-10 skala ringan) dari 0-10 skala 6 jam meliputi perubahan TD,
nyeri yang diberikan, nyeri nyeri yang diberikan nadi, pernafasan yang
bertambah saat bergerak. 3. Pasien tidak meringis berhubungan dengan
Pasien meringis saat lagi saat bergerak keluhan atau penghilang
bergerak, terdapat luka post 4. Pasien tidak nyeri.
operasi sepanjang ± 10 cm memegangi area luka 4. Beri lingkungan yang 4. Meningkatkan relaksasi,
ditutup sofratul, gaas steril saat bergerak. tenang memfokuskan perhatian
kering dan hipapix, 5. TTV dalam batas ulang, meningkatkan rasa
terdapat nyeri tekan dan normal kontrol dan kemampuan
nyeri lepas pada inguinal Nadi : 60-100 5. Beri posisi yang nyaman 5. Penurunan tegangan otot,
kanan dan kiri, pasien kali/menit reguler sesuai indikasi. meningkatkan relaksasi
sering memegangi area Tekanan Darah : dan dapat meningkatkan
luka post operasi saat 110/70 – 120/80 kemamapuan koping
bergerak, Tekanan darah: mmHg 6. Ajarkan teknik distraksi 6. Mengalihkan perhatian
110/80 mmHg, Nadi: 84 dan relaksasi. terhadap nyeri,
x/menit reguler. memberikan dukungan
Dilanjutkan
70

Lanjutan
1 2 3 4 5
(fisik, emosional),
menurunkan tegangan
otot, tidak memfokuskan
pada nyeri.
7. Delegatif dalam 7. Mengontrol mengurangi
pemberian Dynastat 3x nyeri untuk meningkatkan
40 mg istirahat dan
meningkatkan kerjasama
dengan aturan terapeutik

Selasa, 1.Resiko terhadap infeksi Setelah diberikan asuhan 1. Observasi tanda-tanda 1. Mendeteksi dini
24-06-08 berhubungan dengan sisi keperawatan selama 2x24 infeksi seperti kalor, terjadinya proses infeksi
Pk. 15.20 masuknya organisme jam diharapkan infeksi rubor, dolor, tumor, dan / atau pengawasan
wita sekunder pembedahan dan tidak terjadi dengan fungsiolaesa penyembuhan luka
adanya saluran invasif kriteria hasil : 2. Observasi vital sign 2. Peningkatan suhu tubuh
ditandai dengan terdapat 1. Tidak ada tanda-tanda setiap 6 jam atau takikardia dapat
luka post operasi sepanjang infeksi (kalor, rubor, menunjukkan terjadinya
+ 10 cm pada inguinal dolor, tumor, infeksi
kanan dan kiri, luka ditutup fungsiolaesa) 3. Rawat luka, kateter dan 3. Melindungi pasien dari
dengan sofratul, gaas steril 2. Luka bersih infus dengan teknik kontaminasi silang selama
kering dan hipavix, balutan 3. TTV terutama suhu aseptik perawatan luka atau
luka tampak bersih dan batas normal penggantian balutan
kering, suhu 36oC, .S: 36-37 C 4. Anjurkan pasien untuk 4. Meminimalkan
terpasang IVFD RL 20 4. WBC dalam batas tidak sering memegang kesempatan introduksi
tetes/menit pada tangan normal area luka dan cuci tangan bakteri atau kontaminasi
kiri, terpasang dower (4,60-10,2 K/uL) sebelum dan sesudah
kateter, produksi urine 5. Alat-alat invasif (infus memegang area luka

Dilanjutkan
71

Lanjutan
1 2 3 4 5
pada urobag + 400 cc, dan kateter) terawat 5. Kolaborasi dalam 5. Peningkatan WBC
konsistensi encer, warna dengan baik. pemeriksaan lab diakibatkan oleh proses
urine kuning jernih dan bau terutama WBC penyakit melibatkan imun
pesing. dan peningkatan resiko
infeksi.
6. Delegatif dalam 6. Untuk mencegah
pemberian injeksi terjadinya infeksi atau
taxegram 3x1 gram berikan profilaksis bila
melalui IV preset. dicurigai terjadinya
infeksi atau kontaminasi.
Selasa, 3 Intoleransi aktifitas Setelah diberikan asuhan 1. Kaji tingkat 1. Mengetahui keadekuatan
24-06-08 berhubungan dengan keperawatan selama 2x24 ketergantungan yang diberikan untuk
Pk.10.00 peningkatan kebutuhan jam diharapkan kebutuhan perhatikan memenuhi kebutuhan
wita metabolik sekunder sehari-hari pasien dapat ketidakmampuan untuk pasien
terhadap pembedahan terpenuhi dengan kriteria berpartisipasi dalam
ditandai dengan pasien hasil : aktifitas atau aktifitas
mengatakan sulit untuk 1. Pasien mengatakan sehari- hari.
bergerak karena tidak merasa lemah 2. Berikan lingkungan yang 2. Menghemat energi untuk
badannya masih lemah 2. Pasien mengatakan tenang dan periode aktifitas dan regenerasi
dan nyeri pada luka tidak sulit bergerak lagi istirahat tanpa gangguan. seluler/ penyembuhan
operasi, pasien karena nyeri. jaringan.
mengatakan hanya 3. Pasien mampu
terbaring di tempat tidur melakukan mobilisasi 3. Bantu pasien memenuhi 3. Meningkatkan atau
dan hanya mampu miring secara bertahap (duduk, kebutuhan ADL-nya. mempertahankan
kanan dan kiri dibantu berdiri, berjalan) kekuatan otot dan stamina
oleh keluarga atau 4. Pasien dapat memenuhi umum.
perawat, pasien kebutuhan ADL-nya 4. Dorong pasien untuk 4. Mobilisasi dini

Dilanjutkan
72
lanjutan

1 2 3 4 5
mengatakan dalam secara mandiri. melakukan latihan gerak menurunkan komplikasi
memenuhi kebutuhan 5. Tanda-tanda vital dengan bertahap (duduk, tirah baring dan
ADL-nya dibantu dalam batas normal berdiri, berjalan) meningkatkan
keluarga atau perawat, Tekanan darah:110/70 – pertumbuhan dan
pasien sulit untuk 120/80 mmHg normalisasi fungsi organ
bergerak, pasien lemah, Nadi : 60-100 x/menit
pasien terbaring di reguler. 5. Dorong keluarga untuk 5. Pasien termotivasi dan
tempat tidur, hanya 6. Tonus otot selalu memberikan menambah semangat
mampu miring kanan dan dukungan dan motivasi untuk berusaha
kiri dibantu keluarga atau 555 555 pada pasien dalam melakukan latihan gerak
perawat, Nadi : melakukan latihan gerak
84x/menit, Tekanan 555 555 6. Beri reinforcement yang 6. Meningkatkan
Darah : 110/80 mmHg, positif dengan memberi kemampuan serta
444 444 pujian kepada pasien kemauan untuk berusaha
Tonus otot :
444 444 7. Observasi tanda-tanda 7. Tanda-tanda vital dapat
vital tiap 6 jam menggambarkan keadaan
umum pasien

Selasa, 6. Kurang pengetahuan Setelah diberikan asuhan 1. Kaji tingkat pengetahuan 1. Menentukan intervensi
24-06-08 tentang cara perawatan di keperawatan selama 1x30 pasien yang tepat
Pk.10.00 rumah berhubungan menit diharapkan 2. Diskusikan hal-hal yang 2. Mendorong pasien agar
wita dengan kurang informasi pengetahuan pasien ingin diketahui pasien. bersedia menyampaikan
ditandai dengan pasien bertambah dengan kriteria keinginannya
mengatakan tidak lulus hasil : 3. Beri HE tentang cara 3. Menambah informasi
SD dan pasien 1. Pasien mengatakan perawatan setelah operasi kepada pasien
mengatakan tidak begitu mengerti dan paham
tahu dan mengerti tentang perawatan luka 4. Evaluasi kembali tentang 4. Mengetahui tingkat
dilanjutkan
73

lanjutan

1 2 3 4 5
tentang perawatan post operasi di rumah informasi yang diberikan pemahaman pasien
setelah operasi di rumah, 2. Pasien mampu 5. Beri reinforcement 5. Memberi support pasien
pasien tampak bingung, menjelaskan kembali positif atas apa yang agar apa yang
pasien bertanya-tanya tentang perawatan luka telah dipahami disampaikan dapat
tentang perawatan post operasi di rumah. dipahami dan diingat
setelah operasi. 3. Pasien tidak bertanya-
tanya lagi tentang
perawatan setelah
operasi
74

3. Pelaksanaan

TABEL 3
PELAKSANAAN KEPERAWATAN PASIEN KM DENGAN
HERNIA INGUINALIS LATERALIS (HIL) +
POST HERNIOTOMI HARI KE-0
DI RUANG FLAMINGGO BP RSUD WANGAYA
TANGGAL 23-25 JUNI 2008

Hari / tgl Tindakan


DX Evaluasi Paraf
Jam Keperawatan
1 2 3 4 5
Senin, 1 Mengajarkan teknik Pasien kooperatif dan Novi
23-06-08 relaksasi seperti mampu melaksanakannya,
15.35 wita nafas dalam

15.40 1 Menganjurkan Pasien mengatakan akan Novi


wita pasien untuk puasa berpuasa
sampai waktunya
untuk operasi

15.45 1 Memberikan teknik Pasien mengatakan nyeri Novi


wita distraksi dengan cara berkurang
mengajak mengobrol

16.00 1 Melaksanakan Pencukuran telah Novi


wita pencukuran pada dilakukan, area operasi
area inguinal kanan tampak bersih
dan kiri

16.15 1 Menganjurkan Pasien sudah mandi besar, Novi


wita pasien untuk mandi pasien tampak bersih
besar

16.30 1,2 Mengobservasi S : 36,30 C Novi


wita tanda-tanda vital TD : 130/80 mmHg
N : 86 x/menit
RR : 20 x/menit

16.45 1 Melaksanakan IVFD RL sudah dipasang Novi


wita tindakan delegatif pada tangan kiri dengan
untuk pemasangan jumlah tetesan 20
IVFD RL 20 tetes/menit, tetesan lancar.
tetes/menit

dilanjutkan dilanjutkan
75

lanjutan
1 2 3 4 5
17.00 2 Mengkaji perasaan Pasien mengatakan masih Novi
wita cemas pasien khawatir dengan keadaanya

17.05 2 Memberi HE tentang Pasien mengatakan Novi


wita penyakit, prognosa mengerti tentang penyakit,
dan pengobatan. prognosa dan
pengobatannya.

17.20 wita 2 Memberi kesempatan Pasien mengatakan sudah Novi


pasien bertanya dan tidak khawatir lagi, pasien
menyampaikan tampak tenang
keluhannya

17.30 2 Mengevaluasi Pasien mampu mengulang Perawat


wita kembali pemahaman kembali penje lasan yang
pasien tentang diberikan dengan bahasa
penyakit, prognosa yang sederhana
dan pengobatannya.

18.00 1 Melaksanakan test Obat sudah masuk Perawat


wita sensitivitas terhadap
antibiotik
(Taxegram) melalui
IC

18.15 1 Mengobservasi Tidak ada tanda-tanda Perawat


wita tanda-tanda alergi alergi obat
obat

18.20 1 Memberi injeksi Obat sudah masuk, reaksi Perawat


wita Taxegram 1 gram alergi tidak ada
melalui iv perset

20.30 1. Memberi posisi yang Pasien mengatakan nyaman Perawat


wita nyaman seperti semi dengan posisi semi fowler
fowler

21.00 1 Memberi lingkungan Pasien ditemani oleh Perawat


wita yang tenang dengan seorang penunggu saja.
cara membatasi
pengunjung.

21.30 2 Menganjurkan pasien Pasien mengatakan merasa Perawat


wita untuk berdoa. lebih tenang setelah berdoa

dilanjutkan dilanjutkan
76

lanjutan
1 2 3 4 5
23.10 2. Mengobservasi nyeri, Pasien mengatakan nyeri Perawat
wita mencatat lokasi, pada lipatan pahanya belum
kualitas dan berkurang, nyeri dirasakan
karakteristik nyeri seperti ter bakar, nyeri
dirasakan hilang timbul,
pasien tampak meringis dan
memegangi area yang sakit.

23.15 1 Mengkaji ulang skala Pasien mengatakan skala Perawat


wita nyeri nyeri 6 (nyeri sedang) dari
0-10 skala nyeri yang
diberikan

23.20 wita 1,2 Mengobservasi tanda- S : 36,3oC Perawat


tanda vital TD : 120/80 mmHg
N : 80x/mnt reguler
RR : 20x/mnt reguler

Selasa, 1 Mengajarkan teknik Pasien kooperatif dan mau Novi


24-06-08 relaksasi dengan melakukannya
10.00 nafas dalam
Wita
10.10 1 Memberikan posisi Pasien mengatakan nyaman Novi
Wita yang nyaman dengan posisi terlentang

11.00 1,2 Mengobservasi vital S : 36oC Novi


Wita ,3 sign TD : 110/70 mmHg
N : 80x/mnt regular
RR : 20x/mnt reguler

11.30 2 Melaksanakan tugas Kateter sudah dilepas, Novi


wita delegatif aff kateter produksi urine pada urobag
 500 cc, dengan
konsistensi encer, warna
kuning jernih, darah tidak
ada, bau pesing

12.00 3 Membantu pasien Pasien makan habis 1 porsi Novi


wita makan dan minum yang disediakan rumah
sakit dan minum 1 gelas air

dilanjutkan dilanjutkan
77

lanjutan
1 2 3 4 5
13.00 3 Mengkaji tingkat Pasien masih tampak lemah Novi
wita ketergantungan, dan belum mampu
memperha tikan beraktifitas
ketidak mampuan
untuk berpartisipasi
dalam beraktifitas

14.30 2 Mengobservasi Pasien mengatakan nyeri Perawat


wita nyeri, mencatat pada luka operasinya
lokasi, kualitas dan berkurang, nyeri dirasakan
karakteristik nyeri seperti diiris-iris, nyeri
serta mencatan skala bertambah saat bergerak,
nyeri. skala nyeri 4 (nyeri sedang)
dari 0-10 skala nyeri yang
diberikan.

14.45 1 Mengobservasi Balutan tampak bersih dan


wita balutan luka kering, tidak ada
kemerahan di sekitar
balutan luka

15.00 1,2 Mengobservasi vital S : 36oC Perawat


wita ,3 sign TD : 110/70 mmHg
N : 80x/mnt reguler
RR : 20x/mnt reguler

16.30 1,2 Memberi injeksi Obat sudah masuk reaksi Perawat


wita melalui IV perset : alergi tidak ada
- Taxegram 1 gram
- Dynastat 40 mg
17.00 3 Memandikan pasien Pasien tampak kooperatif Perawat
wita dengan melibatkan dan keluarga turut
keluarga membantu

18.00 2,3 Membantu pasien Pasien makan habis 1 porsi Perawat


wita makan dan minum dengan menu yang
disediakan RS

19.00 3 Memberi dorongan Pasien mau melakukannya Perawat


wita kepada pasien untuk
melakukan latihan
gerak secara bertahap
(duduk, berdiri,
berjalan).

dilanjutkan dilanjutkan
78

lanjutan
1 2 3 4 5
20.00 1,3 Memberi lingkungan Pengunjung bersedia untuk Perawat
wita tenang dengan menya tidak ribut
rankan pengunjung
untuk tidak ribut.

23.00 1,2 Memberi injeksi Obat sudah masuk reaksi Perawat


wita melalui IV perset : alergi tidak ada
- Taxegram 1 gram
- Dynastat 40 mg
Rabu 3 Membantu pasien Pasien sudah mampu Perawat
25-06-07 makan dan minum makan dan minum secara
07.00 mandiri
Wita

08.00 1,2 Memberi injeksi Obat sudah masuk reaksi Novi


wita melalui IV perset : alergi tidak ada
- Taxegram 1 gram
- Dynastat 40 gram
08.30 2 Merawat luka dan Luka bersih, kemerahan Novi
wita infus dengan teknik tidak ada, bengkak tidak
steril ada, pus tidak ada, luka
sudah dirawat, infus sudah
dirawat,tidak ada
kemerahan pada tusukan
infus.
09.30 2 Memberi HE tentang Pasien mengatakan paham Novi
wita man faat nutrisi untuk dengan penjelasan yang
penyembuhan luka diberikan
operasi

10.30 3 Memberi dorongan Keluarga mengatakan akan Novi


wita kepada keluarga melakukannya
untuk selalu memberi
dukungan dan Novi
memotivasi pada
pasien dalam
melakukan rentang
gerak

11.30 3 Menganjurkan pasien Pasien mengatakan sudah Novi


wita untuk mobilisasi bisa turun dari tempat tidur
secara bertahap
(duduk, berdiri,
berjalan)

dilanjutkan dilanjutkan
79

lanjutan
1 2 3 4 5
12.30 1,3 Memberi lingkungan Pasien ditemani seorang Novi
wita yang tenang dengan pengunjung saja
membatas
pengunjung

14.00 4 Memberi HE tentang Pasien dan keluarga Novi


wita cara perawatan di mengatakan mengerti
rumah pada pasien dan dengan penjelasan yang
keluarga diberikan

14.15 4 Memberi kesempatan Pasien bertanya kapan Novi


wita kepada pasien dan dirinya harus kembali
keluarga untuk kontrol
menanyakan hal-hal
yang belum dimengerti

14.20 4 Menjawab pertanyaan Pasien mengatakan Novi


wita pasien mengerti

14.30 4 Mengevaluasi Pasien dapat mengulang Novi


wita pemahaman pasien kembali penjelasan yang
tentang cara perawatan telah diberikan dengan
luka setelah oeprasi bahasa sederhana

14.45 2 Melaksanakan aff Infus sudah dilepas, tidak Novi


wita infus ada kemerahan,pus dan
bengkak pada tusukan infus
serta pasien tidak mengeluh
nyeri.

15.20 1 Mengobservasi nyeri, Pasien mengatakan nyeri Novi


wita mencatat lokasi, pada luka operasi
kualitas, dan berkurang, nyeri dirasakan
karakteristik nyeri seperti ditusuk – tusuk dan
bertambah saat bergerak.

15.30 1 Mengkaji ulang skala Pasien mengatakan skala Novi


wita nyeri nyero 3 (nyeri ringan) dari
0-10 skala nyeri yang
diberikan

dilanjutkan
80

4. Evaluasi

TABEL 4
CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN KM
DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS (HIL) +
POST HERNIOTOMI HARI KE-0
DI RUANG FLAMINGGO BP RSUD WANGAYA
TANGGAL 24 JUNI 2008

Hari/Tgl/
Diagnosa Keperawatan Evaluasi
Jam
1 2 3
Selasa, Nyeri akut berhubungan dengan S : Pasien mengatakan nyeri
24-06-08 trauma jaringan sekunder pada luka operasinya
15.00 wita terhadap pembedahan berkurang, nyeri dirasakan
(Herniotomi) ditandai dengan seperti diiris-iris, nyeri
pasien mengatakan nyeri pada bertambah saat bergerak,
area post operasi, nyeri dirasakan skala nyeri 4 (nyeri sedang)
seperti diiris-iris dengan skala dari 0-10 skala nyeri yang
nyeri 5 (nyeri sedang) dari 0-10 diberikan.
skala nyeri yang diberikan. Nyeri O : Pasien tampak meringis
bertambah saat bergerak. Pasien saat mengubah posisi,
meringis saat bergerak, terdapat pasien tampak memegangi
luka post operasi sepanjang ± 10 perutnya saat bergerak,
cm ditutup sofratul, gaas steril N : 80x/mnt reguler,
kering dan hipavix, pasien TD : 110/70 mmHg
tampak memegangi area luka A : Tujuan 1,5 tercapai, tujuan
post operasi saat bergerak, 2,3,4 belum tercapai,
terdapat nyeri tekan dan nyeri masalah teratasi sebagian
lepas pada daerah luka post P : Lanjutkan renpra
operasi, Tekanan darah: 110/70 no.1,2,3,4,5,6,7,8
mmHg, Nadi: 84 x/menit
reguler.
Selasa, Resiko terhadap infeksi S : pasien mengatakan nyeri
24-06-08 berhubungan dengan sisi pada luka operasinya
15.00 wita masuknya organisme sekunder berkurang
pembedahan dan adanya saluran O :Balutan luka bersih dan
invasif ditandai dengan terdapat kering, tidak ada kemerahan
luka post operasi sepanjang + 10 di sekitar balutan, kateter
cm pada inguinal kanan dan kiri, sudah dilepas, infus terawat
luka ditutup dengan gaas dan dengan baik, S: 36oC
hipavix, luka tampak bersih, A :Tujuan 1,2,3,4, tercapai,
suhu 36oC, terpasang IVFD RL masalah tidak menjadi
20 tetes/menit pada tangan kiri, aktual
terpasang kateter, produksi urine P : Pertahankan kondisi pasien
pada urubag + 400 cc, dan lanjutkan renpra no

Dilanjutkan dilanjutkan
81

Lanjutan

1 2 3
konsistensi encer, warna urine 1,2,3,4
kuning pekat, bau pesing.

Selasa, Intoleransi aktifitas berhubungan S : Pasien mengatakan


24-06-08 dengan peningkatan kebutuhan badannya masih lemah dan
15.00 wita metabolik sekunder terhadap dirinya masih sulit bergerak
pembedahan ditandai dengan karena merasa nyeri pada
pasien mengatakan sulit untuk luka operasi.
bergerak karena badannya masih O : Pasien masih dibantu
lemas dan nyeri pada luka dalam memenuhi kebutuhan
operais, pasien mengatakan ADL-nya, pasien sudah
hanya terbaring di tempat tidur mampu duduk di tempat
dan hanya mampu miring kanan tidur, TD : 110/70 mmHg,
dan kiri dibantu oleh keluarga N :80x/menit reguler,
atau perawat, pasien mengatakan 555 555
tonus otot
dalam memenuhi kebutuhan 555 555
sehari-hari seperti makan, A : Tujuan 3,5,6 tercapai,
minum, mandi (dilap), BAK, tujuan tujuan 1,2,4 belum
BAB dan berpakaian dibantu tercapai, masalah teratasi
keluarga atau perawat, pasien sebagian
sulit untuk bergerak, pasien P : Lanjutkan renpra no
lemas, pasien terbaring di tempat 1,2,3,4,5,6.
tidur, hanya mampu miring
kanan dan kiri dibantu keluarga
atau perawat. Tonus otot :
444 444
444 444

Selasa, Kurang pengetahuan tentang S : Pasien mengatakan belum


24-06-08 cara perawatan di rumah mengerti tentang perawatan
Pk. 15.00 berhubungan dengan kurang setelah operasi.
wita informasi ditandai dengan O : Pasien belum mampu
pasien mengatakan tidak lulus menjelaskan cara perawatan
SD dan pasien mengatakan setelah operasi, pasien
tidak begitu tahu dan mengerti bertanya-tanya tentang
tentang perawatan luka post perawatan luka setelah
operasi di rumah, pasien tampak operasi.
bingung, pasien bertanya-tanya A : Tujuan 1,2,3,4 belum
tentang perawatan post operasi tercapai, masalah belum
di rumah. teratasi
P : Lanjutkan renpra no.
1,2,3,4

dilanjutkan
82

TABEL 4
EVALUASI KEPERAWATAN PASIEN KM
DENGAN HERNIA INGUINALIS LATERALIS (HIL) +
POST HERNIOTOMI HARI KE-0
DI RUANG FLAMINGGO BP RSUD WANGAYA
TANGGAL 23 DAN 25 JUNI 2008

Hari/Tgl/Jam Diagnosa Keperawatan Evaluasi


1 2 3
Pre operasi
Senin, Ansietas berhubungan dengan S : Pasien mengatakan tidak
23-06-08 kurang pengetahuan ditandai cemas lagi dengan
17.30 wita dengan pasien mengatakan tidak keadaannya dan sudah
lulus SD dan kurang mengerti mengerti tentang
tentang penyakit, prognosa dan penyakitnya, prognosa dan
pengobatan, pasien mengatakan cara pengobatannya.
saat sakit biasa melakukan O : Pasien tampak tenang,
pekerjaannya sehari-hari sebagai pasien mampu
petani dan mempunyai menjelaskan kembali
kebiasaan mengangkat benda- tentang penyakit, prognosa
benda berat, pasien mengatakan dan cara pengobatannya
khawatir dengan keadaannya, dengan bahasa yang
pasien mengatakan baru pertama sederhana, TD :120/80
kali menjalani operasi, pasien mmHg, N : 80 x/mnt
tampak bingung, pasien tampak reguler.
gelisah dan cemas, Nadi : A : Tujuan 1,2,3,4,5 tercapai,
88x/menit, Tekanan Darah : masalah teratasi.
130/80 mmHg. P : Lanjutkan renpra no.5,6,7.

Senin, Nyeri akut berhubungan dengan S : Pasien mengatakan nyeri


23-06-08 inflamasi dan spasme otot pada perut sampai lipatan
23.20 wita sekunder terhadap hernia paha belum berkurang,
ditandai dengan pasien nyerti dirasakan seperti
mengatakan nyeri pada perut terbakar, nyerti dirasakan
sampai lipatan pahanya, nyeri hilang timbul, skala nyeri
dirasakan seperti terbakar, nyeri 6 dari 0-10 skala nyeri
dirasakan hilang timbul, skala yang diberikan.
nyeri 6 (nyeri sedang) dari 0-10 O : Pasien tampak meringis
skala nyeri yang diberikan, dan memegangi area yang
pasien tampak meringis saat sakit, TD :120/80 mmHg,
berjalan, terdapat tonjolan pada N : 80 x/mnt reguler
inguinal kanan dan kiri A : Tujuan 1,2,3,4 belum
dimanatonjolan bagian kanan tercapai, tujuan 5 sudah
lebih besar dari yang kiri, tercapai, masalah belum
terdapat nyeri tekan dan nyeri teratasi.
lepas, pasien tampak P : Lanjutkan renpra no.7

dilanjutkan dilanjutkan
83

lanjutan
1 2 3
memegangi area yang sakit,
Nadi: 88 x/menit reguler,
tekanan darah: 130/80 mmHg.
Rabu, Nyeri akut berhubungan dengan S : pasien mengatakan nyeri
25-06-08 trauma jaringan jaringan pada luka post operasi
15.30 wita sekunder terhadap pembedahan sudah berkurang, nyeri
(Herniotomi) ditandai dengan dirasakan seperti ditusuk-
pasien mengatakan nyeri pada tusuk, nyeri bertambah
area luka post operasi, nyeri saat bergerak, skala nyeri
dirasakan seperti diiris-iris 3 (nyeri ringan) dari 0-10
dengan skala nyeri 5 (nyeri skala nyeri yang diberikan
sedang) dari 0-10 skala nyeri O : Pasien tidak meringis saat
yang diberikan, nyeri bertambah bergerak, pasien tidak
saat bergerak, pasien meringis memegangi area luka post
saat bergerak, terdapat luka post operasi saat bergerak, TD :
operasi sepanjang +10 cm pada 110/70 mmHg, N : 76
inguinal kanan dan kiri ditutup x/mnt reguler
sofratul, gaas steril kering dan A : Tujuan 1,2,3,4,5 tercapai,
hipavix, terdapat nyeri tekan dan masalah teratasi.
nyeri lepas pada daerah luka P : Pertahankan kondisi
post operasi, pasien sering pasien
memegangi area luka post
operasi saat bergerak, Tekanan
darah: 110/70 mmHg, Nadi: 84
x/menit reguler.
Rabu, Resiko terhadap infeksi S : Pasien mengatakan nyeri
25-06-08 berhubungan dengan sisi pada luka operasinya
15.30 wita masuknya organisme sekunder berkurang.
pembedahan dan adanya jalur O : Luka bersih, kemerahan
invasif ditandai dengan tidak ada, bengkak tidak
terdapat luka post operasi ada, pus tidak ada, infus
sepanjang + 10 cm pada sudah dilepas, tidak ada
inguinal kanan dan kiri, luka kemerahan, bengkak, pus
ditutup dengan sofratul, gaas pada usukan infus, serta
steril kering dan hipavix, pasien tidak mengeluh
balutan luka tampak bersih nyeri, suhu : 36oC.
dan, suhu 36oC, terpasang A : Tujuan 1,2,3,4,5 tercapai,
IVFD RL 20 tetes/menit pada masalah tidak menjadi
tangan kiri, terpasang dower aktual.
kateter, produksi urine pada P : Pertahankan kondisi
urubag + 400 cc, konsistensi pasien (Anjurkan pasien
encer, warna urine kuning rajin minum obat, menjaga
jernih, dan bau pesing. kebersihan luka, kontrol
setelah 2 hari, beri tahu
pasien untuk angkat

dilanjutkan dilanjutkan
84

lanjutan
1 2 3
jahitan pada hari ke-5 di
tempat pelayanan
kesehatan terdekat)
Rabu, Intoleransi aktifitas S : Pasien mengatakan sudah
25-06-08 berhubungan dengan tidak merasa lemah lagi
15.30 wita peningkatan kebutuhan dan tidak sulit bergerak
metabolik sekunder terhadap karena nyeri serta sudah
pembedahan ditandai dengan bisa berjalan ke kamar
pasien mengatakan sulit untuk mandi.
bergerak karena badannya masih O : Pasien masih dibantu
lemah dan nyeri pada luka untuk memenuhi
operasi, pasien mengatakan kebutuhan ADL-nya
hanya terbaring di tempat tidur seperti mandi oleh perawat
dan hanya mampu miring kanan atau keluarga, pasien
dan kiri dibantu oleh keluarga sudah bisa mobilisasi
atau perawat, pasien secara bertahap (berjalan),
mengatakan dalam memenuhi TD : 110/70 mmHg, N :
kebutuhan ADL-nya dibantu 76 x/mnt reguler, kekuatan
keluarga atau perawat, pasien 555 555
otot
sulit untuk bergerak, pasien 555 555
lemah, pasien terbaring di A : Tujuan 1,2,3,5,6 sudah
tempat tidur, hanya mampu tercapai,tujuan 4 belum
miring kanan dan kiri dibantu tercapai,masalah teratasi.
keluarga atau perawat, Nadi 84 P : Lanjutkan renpra no.
x/menit, Tekanan Darah : 3,4,5,6,7 dan anjurkan
110/80 mmHg, Tonus otot : pasien untuk rajin minum
444 444 obat serta tidak
444 444 mengangkat benda-benda
berat sampai luka benar-
benar sembuh.
Rabu, Kurang pengetahuan S : Pasien mengatakan sudah
25-06-08 berhubungan dengan kurang mengerti tentang cara
15.30 wita informasi tentang perawatan perawatan setelah operasi,
pasca pembedahan ditandai pasien mangatakan merasa
dengan pasien mengatakan lebih tenang.
tidak lulus SD dan pasien O : Pasien mampu
mengatakan tidak begitu tahu menjelaskan kembali cara
dan mengerti tentang perawatan perawatan setelah operasi,
setelah operasi, pasien tampak pasien tampak tenang,
bingung, pasien bertanya-tanya pasien tidak bertanya-
lanjutan tentang perawatan setelah tanya lagi tentang
operasi. perawatan luka setelah
operasi.
A : Tujuan 1,2,3,4 masalah
teratasi dilanjutkan

dilanjutkan
85

1 2 3
P : Pertahankan kondisi
pasien dan tingkatkan
pengetahuan pasien
tentang cara perawatan
setelah operasi.

dilanjutkan