Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA


PUSKESMAS SEMEMI
Jl. Raya Kendung Kel. Sememi Kec Benowo. Telp. 031 7413631

S U R A B A Y A Kode Pos 60198

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS

A. PENDAHULUAN

Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan, sedangkan limbah medis atau limbah
klinis adalah semua hasil buangan yang berasal dari instalasi kesehatan, fasilitas penelitian dan
laboratorium. Menurut Peraturan Pemerintah no. 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) limbah medis termasuk dalam kategori limbah B3 (Bahan
Berbahaya dan Beracun) dari sumber spesifik umum karena menurut jenisnya limbah medis
terdiri dari :
1. Limbah Benda Tajam adalah limbah yang dapat menyebabkan luka iris atau tusuk;
2. Limbah Infeksius adalah limbah yang diduga mengandung bakteri, virus, parasit dan
jamur;
3. Limbah Patologis adalah limbah yang berasal dari jaringan tubuh;
4. Limbah Farmasi adalah limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi;
5. Limbah Kimia adalah limbah yang mengandung zat kimia;
6. Limbah Kemasan Bertekanan adalah limbah medis yang berasal dari instalasi
kesehatan yang memerlukan gas;
7. Limbah Logam Berat adalah limbah medis yang mengandung logam berat.

Limbah medis mengandung berbagai macam mikroorganisme patogen yang dapat


memasuki tubuh manusia melalui jalur tusukan, lecet atau luka di kulit, membran mukosa,
pernafasan, dan ingesti (mulut). Dampak negatif jika limbah yang dihasilkan dari aktifitas
Fasyankes tidak dikelola dengan baik diantaranya terjadi pencemaran lingkungan, penularan
penyakit dan gangguan kesehatan. Untuk mengendalikan gangguan kesehatan yang disebabkan
oleh limbah medis, maka perlu dilakukan pengelolaan limbah medis secara benar sesuai dengan
Kepmenkes RI No.1204/Menkes/SK/X/2004.
B. LATAR BELAKANG

Puskesmas Sememi sebagai Puskesmas Rawat inap bersalin yang menghasilkan kapasitas
limbah yang tinggi, maka itu perlu dilakukan penanganan pengolaan Limbah Medis di
Puskesmas Sememi yang dilaksanakan secara internal oleh Cleaning Service, Sanitasi (Insite)
dan kerjasama dengan pihak ke 3 (offsite). Dalam pengelolaan limbah medis Puskesmas secara
internal tetap memperhatikan prosedur dan per Undang undangan yang ada, yaitu: memiliki
Tempat Penyimpanan Sampah Medis Sementara (TPSMS) yang tertutup serta terkunci dan
dilengkapi ijin operasional dari Badan Lingkungan Hidup berupa Dokumen Lingkungan Hidup.

Berikut data tabel rekapan limbah Puskesmas Sememi :

REKAPAN JUMLAH SAMPAH MEDIS PER BULAN


PUSKESMAS SEMEMI TAHUN 2014

SUMBER LIMBAH PADAT MEDIS


B KI BP LA BERSALI TOTA
BULAN RUANG PERAWATAN
P A G B N L
JANUARI 2 5 1 2 - 8 18
FEBRUARI 3 3 2 3 - 9 24
MARET 3 5 2 6 - 12 28
APRIL 2 3 1 3 - 5 14
MEI 5 4 2 5 1 14 31
JUNI 2 2 1 4 - 9 18
JULI 3 2 1 3 - 11 20
AGUSTUS 4 4 2 6 - 17 33
SEPTEMBER 4 4 3 4 - 13 28
OKTOBER 3 5 1 3 - 9 21
NOVEMBER 5 5 2 5 - 13 30
DESEMBER 6 2 1 3 2 7 21
TOTAL 42 44 19 47 3 127 286
C. TUJUAN

1. Tujuan Umum :
Mencegah terjadinya penularan penyakit, pencemaran lingkungan dan gangguan
kesehatan.
2. Tujuan Khusus :
a) Monitoring pemilahan, pewadahan dan labeling, pengumpulan limbah medis padat di
Puskesmas
b) Monitoring pengangkutan limbah medis Puskesmas oleh pihak ke 3 (tiga).

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Kegiatan penanganan limbah medis padat di Puskesmas Sememi meliputi :

a. Petugas menyiapkan tempat sampah non medis, medis disertai label juga Safety Box
disetiap poli/ unit pelayanan namun khusus bukan ruang pelayanan, hanya disediakan
tempat sampah non Medis

b. Tempat sampah yang sudah disiapkan akan diberi alas untuk tempat sampat non
medis dengan plastik warna hitam, memberi alas tempat sampah medis dengan plastik
warna kuning, untuk Safety box sudah tersediah rangkapan didalam nya

c. Setelah kegiatan, pelayanan di Unit / Poli terkumpul sampah antara lain medis dan
non medis . Untuk jarum, spuit dan ampul obat dimasukkan kedalam safety box.

d. Petugas cleaning servis mengambili sampah medis dan non medis setiap hari dan
dilakukan penimbangan , dicatat di dalam cheklist di setiapa ruangan. Untuk Safety
box akan diambil petugas CS jika sudah terisi ¾ bagian dari volume safety box.

e. Petugas cleaning servis membuang sampah medis di tempat penampungan sampah


medis di bak troli warna kuning atau Tempat Penampungan Sampah Medis Sementara
(TPSMS)

f. TPSMS selalu terkunci sebelum dan sesudah memasukan sampah medis

g. Petugas cleaning servis membuang Sampah non medis setiap hari ke TPS Raya
Kendung di samping Puskesmas Sememi
h. Pengambilan sampah medis di TPSMS Puskesmas sememi dilakukan setiap bulan
oleh pihak ke 3 yang di tunjuk Dinas Kesehatan Kota dalam hal ini PT. Pria Mojokerto
kemudian di bawah ke Incenerator PT. Pria di Kabupaten Mojokerto.
2. Kegiatan penanganan limbah medis cair di Puskesmas Sememi meliputi :
a. Petugas mengecek dengan menggunakan Cheklist pemantauan kelancaran aliran
pembuangan limbah cair dari wastafel atau SPAL tiap ruangan poli/ pelayanan Medis

b. Limbah dari Unit/ ruangan non pelayanan medis juga dialirkan ke septictank

c. Untuk limbah medis cair yang tidak bisa mengalir langsung seperti limbah medis cair yang
berupa darah dari ruang VK dan limbah cair yang berasal dari Hematologi Analiser dan
Fotometer ditampung dalam suatu wadah kemudian dibuang secara manual ke dalam closet
yang menuju ke Septictank

d. Petugas memastikan saluran pembuangan limbah medis cair berjalan lancer / tidak ada
sumbatan.

e. Dari septictank di alirkan atau di pompa menuju ke IPAL untuk di olah dan di buang ke
badan air sesuai syarat baku mutu.
f. Petugas mengecek dengan menggunakan Cheklist pemantauan memamastikan IPAL dalam
kondisi normal

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Pengambilan

2. Pemilahan

3. Pengumpulan

4. Kemitraan dengan pihak ke 3

F. SASARAN

Limbah Medis an Non Medis seluruh Poli dan ruangan Puskesmas Sememi

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Pembuangan Setiap hari per Poli ke Tempat penampungan sampah medis sementara

2. Untuk pengangkutan dan pengambilan limbah medis padat setiap Bulan sekali

H. PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan akan di lakukan setiap bulan penanganan Limbah Medis.

Yang dilakukan CS dalam kesesuaian Prosedur penanganan Limbah


2. Pelaporan kegiatan ada di dalam form laporan bulanan yang dilaporkan ke Dinas

Kesehatan setiap bulan.

I. PENCATATAN , PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Pencatatan Kegiatan Penanganan Limbah dilakukan setiap selesai pelaksanaan kegiatan

yang di catat di Cheklist yang ada di setiap Poli


2. Pelaporan Kegiatan Penanganan meliputi :
a. Jumlah total satu Bulan Limbah Medis
b. Rekapan kegiatan dilaporkan sebulan sekali ke DKK
3. Evaluasi Kegiatan Penanganan Limbah di lakukan setiap bulan pada saat mini lokakarya

Mengetahui

Kepala Puskesmas Sememi Penanggung Jawab

dr.Lolita Riamawati Roy Hartawanto

NIP 19690826 200212 2 003 NIP 19800515 2008011017