Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

KLINIK TERAPI STROKE DAN


HYPNOTHERAPHY

PROPOSAL
Memenuhi tugas matakuliah
Kewirausahaan
yang dibina oleh Ibu Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns., M.Kes

Oleh
Dhian Ndaru Aryanto
NIM. P17211175004

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIV ALIH JENJANG KEPERAWATAN MALANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penyakit stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian di
Indonesia. Kerap mengabaikan pengendalian tekanan darah tinggi merupakan
faktor resiko yang mendominasi kejadian stroke.
Stroke adalah penyakit multifaktorial dengan berbagai penyebab disertai
manifestasi klinis mayor, dan penyebab utama kecacatan dan kematian di negara-
negara berkembang (Saidi, 2010). WHO mendefinisikan stroke sebagai suatu
tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal (atau global)
dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat
menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler
(WHO, 2006).
Berdasarkan data WHO (2010-b), setiap tahunnya terdapat 15 juta orang di
seluruh dunia menderita stroke. Diantaranya ditemukan jumlah kematian
sebanyak 5 juta orang dan 5 juta orang lainnya mengalami kecacatan yang
permanen. Penyakit stroke telah menjadi masalah kesehatan yang menjadi
penyebab utama kecacatan pada usia dewasa dan merupakan salah satu penyebab
terbanyak di dunia (Xu, et al., 2010).
Stroke menduduki urutan ketiga sebagai penyebab utama kematian setelah
penyakit jantung koroner dan kanker di negara-negara berkembang. Negara
berkembang juga menyumbang 85,5% dari total kematian akibat stroke di seluruh
dunia. Dua pertiga penderita stroke terjadi di negara-negara yang sedang
berkembang. Terdapat sekitar 13 juta korban stroke baru setiap tahun, di mana
sekitar 4,4 juta di antaranya meninggal dalam 12 bulan (WHO, 2006).
Di Indonesia, prevalensi stroke mencapai angka 8,3 per 1.000 penduduk.
Daerah yang memiliki prevalensi stroke tertinggi adalah Nanggroe Aceh
Darussalam (16,6 per 1.000 penduduk) dan yang terendah adalah Papua (3,8 per
1.000 penduduk). Menurut Riskesdas tahun 2007, stroke, bersama-sama dengan
hipertensi, penyakit jantung iskemik dan penyakit jantung lainnya, juga
merupakan penyakit tidak menular utama penyebab kematian di Indonesia. Stroke
menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian utama semua usia di
Indonesia (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009).
Perkembangan dunia sangat pesat dengan segala permasalahannya yang
membawa dampak terhadap hidup kita, sehingga kecenderungan penyakit psikis
dan stress meningkat. Dari penelitian menunjukkan satu fakta menarik, sekitar
75% dari semua penyakit yang diderita banyak orang sebenarnya bersumber dari
masalah mental dan emosi akibat dari faktor psikis kurang baik. Namun
kebanyakan pengobatan atau terapi sulit menjangkau masalah ini, yaitu pikiran
atau lebih tepatnya pikiran bawah sadar.
Hipnotheraphy adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari
manfaat daru sugesti untuk mengatasi masalah pikiran bawah sadar manusia.
Hypnotheraphy dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memberikan terapi
kepada pasien gangguan psikis.
Dari latar belakang tersebut dapat menjadi peluang untuk mendirikan klinik
terapi stroke dan Hypnotheraphy. Klinik ini diperuntukkan bagi pasien-pasien
setelah menjalani perawatan di rumah sakit dan pasien pasien dengan gangguan
psikis. Terapi yang diberikan berupa terapi fisik, okupasi, wicara, psikologis, hobi,
dan spiritual. Dengan terapi ini diharapkan pasien keadaan stroke, serta pasien
gangguan psikis akan lebih baik dan dapat menjalani kehidupan sehari-hari
dengan efektif.
1.2 Visi dan Misi Usaha
A. Visi
Menjadikan usaha “Klinik Terapi Stroke dan Hypnotherapy” sebagai
usaha kecil menengah yang diminati masyarakat serta agar mendapatkan
keuntungan yang maksimal.
B. Misi
1. Menerapkan pelayanan berbasis 5S (Senyum, salam, sapa, sopan,
santun).
2. Memberikan pelayanan yang efektif dan optimal.
3. Menjaga konsistensi dalam melaksanakan terapi.
1.3 Deskripsi Usaha
Usaha yang kami dirikan ini merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa
dan masih kurang familier di masyarakat. Usaha ini bisa dijadikan lahan bagi
pasien stroke yang pulang dari rumah sakit untuk pemulihan pasca stroke. Terapi
yang diberikan berupa terapi fisik, okupasi, wicara, psikologis, hobi, dan spiritual.
Selain terapi stroke, ada terapi hypnotherapy yang dikhususkan pada pasien pasien
dengan gangguan psikis.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Usaha Terapi Stroke


Pada terapi klinik stroke ini menyajikan berbagai terapi bagi penderita
stroke yang pulang dari rumah sakit. Program terapi stroke yang diberikan oleh
klinik ini sebagai berikut:
1. Terapi Fisik
Enam bulan pasca stroke merupakan gold period (masa keemasan/terbaik)
dalam melakukan rehabilitasi pasca stroke. Oleh karena itu, tidak ada alasan
untuk menunda-nunda dalam memulai latihan. Ada beberapa manfaat yang bisa
diperoleh dengan melakukan latihan fisik, antara lain :
 Membantu meningkatkan penggunaan ekstremitas (anggota gerak) tubuh
 Memperkuat otot yang lemah pasca stroke

 Mendapatkan kembali fungsi tubuh yang lumpuh

 Mampu mandiri dan tidak bergantung pada orang lain

 Meningkatkan daya tahan tubuh

 Mencegah depresi
Latihan fisik yang akan diterapkan oleh seorang penderita stroke haruslah
mengikuti beberapa aturan dasar supaya hasilnya optimal. Beberapa hal yang
harus diperhatikan ketika melakukan latihan fisik sebagai berikut :
 Menitikberatkan pada latihan kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan
kestabilan
 Memulai latihan dengan pemanasan terlebih dahulu supaya otot dan sendi
tidak kaku

 Tidak memaksakan kemampuan diri

 Memakai alat bantu dan secara perlahan berlatih untuk melepas alat bantu
tersebut
Latihan fisik secara bertahap bisa dimulai ketika penderita pasca stroke
masih terbaring di tempat tidur namun kondisinya sudah dinyatakan stabil
oleh dokter. Diawali dengan gerakan berbaring miring dengan dibantu orang lain
(keluarga, perawat, ahli fisioterapi) dalam posisi lurus kemudian menekuk. Jika
sudah memungkinkan, latih penderita untuk duduk secara mandiri, tentunya
dengan dibantu terlebih dahulu kemudian lama kelamaan bisa dilepas. Di sela-
sela waktu istirahat, bisa dilakukan latihan pada jari-jari tangan seperti berlatih
menekuk jari, menjepit, dan memegang. Semakin sering dilatih maka
hasilnya akan makin optimal. Diusahakan untuk memaksimalkan peran aktif dari
penderita, sedangkan keluarga/perawat/ahli fisioterapis hanya berperan membantu
dan memberikan dukungan saja.
2. Terapi Okupasi
Terapi okupasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan rawat diri
penderita dan mengupayakan penderita mampu melakukan aktivitas harian secara
mandiri. Tahap ini bisa dimulai jika penderita sudah mampu melakukan beberapa
gerakan-gerakan aktif seperti berjalan perlahan (meski masih memakai alat
bantu), memegang, dan lain-lain.
3. Terapi Wicara
Terapi wicara biasanya melibatkan ahli atau terapis wicara. Namun
demikian, dukungan keluarga tetap memegang peranan penting. Misalnya dengan
tetap melakukan komunikasi (berbicara) meski penderita belum mampu
meresponnya. Ajarkan kepada seluruh penghuni rumah untuk menghargai
paenderita dan menginformasikan apapun yang dikerjakan, misalnya meminta izin
ketika akan mengganti seprei, memakaikan baju, dan sebagainya.
4. Terapi Psikologis
Terapi psikologis bisa melibatkan stres karena memikirkan kondisi
kesehatannya. Dibutuhkan suasana yang hangat dan kekeluargaan supaya mereka
bahagia dan merasa diperhatikan. Hendaknya kita mendekat ketika berbicara pada
mereka, dan bukan dengan berteriak atau bersuara keras. Jangan sesekali
membentak mereka, karena hal tersebut akan sangat melukai hatinya.
5. Terapi Hobi
Terapi hobi menjadi salah satu penunjang dalam keberhasilan pemulihan
penderita pasca stroke. Dukung dan temani mereka untuk melakukan hobinya,
seperti misalnya berkebun, menyulam, atau membuat kue. Dengan demikian,
penderita akan terhindar dari stres dan bisa mengisi waktu luangnya dengan
kegiatan yang bermanfaat. Selama hobi tersebut tidak membahayakan, maka
berikan dukungan dan tentunya bantuan karena ada kalanya kemampuan fisik
penderita pasca stroke berkurang atau mengalami penurunan.
6. Terapi Spiritual
Kebutuhan spiritual seseorang yang mengalami stroke sangat penting untuk
kita perhatikan. Ingatkan mereka untuk mengerjakan sholat meski tidak dalam
posisi normal (jika tidak mampu berdiri) dan ajak mereka untuk mengikuti
pengajian apabila kondisinya memungkinkan. Jika kita hendak mengingatkan
atau menyampaikan nasehat, maka hendaknya dengan cara yang sopan dan halus.
Jangan sampai penderita berputus asa dengan kondisi kesehatannya. Pompakan
semangat dan ingatkan agar selalu bersabar supaya mendapatkan pahala dari
Allah. Sampaikan bahwa kondisi sakitnya bisa menghapuskan dosa-dosanya
selama ia menerima takdir dengan sabar.

Fasilitas yang ada pada klinik terapi stroke ini sebagai berikut:
1. Tempat terapi yang bernuansa alam
2. Memberikan musik klasik demi kenyamanan
3. Menyediakan tempat konsultasi untuk diet stroke
4. Taman bunga disertai air mancur

2.2 Gambaran Usaha Terapi Hypnotherapy


Pada terapi klinik hypnotherapy ini menyajikan berbagai terapi bagi
penderita gangguan psikis. Program terapi hypnotherapy yang diberikan oleh
klinik ini sebagai berikut:
1. Hypnotherapy Gangguan Psikomatis
Gangguan psikomatis adalah gangguan atau kelainan fisik yang
ditimbulkan oleh gangguan psikis atau jiwa. Jadi gangguan atau keluhan
ini terjadi bila seseorang mengalami gangguan pada kejiwaannya.
Misalnya:
 Stress
 Depresi
 Emosi tidak stabil
 Dll
2. Hypnotheraphy Berhenti Merokok
Pada terapi ini diharapkan pecandu rokok dapat menurunkan intensitas
dalam menggunakan rokok atau bahkan berhenti total. Dengan bertahap
menggunakan hypnotherapy pasien dapat dirubah pola pikiran bawah
sadarnya.
3. Hypnotheraphy Gangguan Seksual
Problema kehidupan seksual adalah salah satu problema yang dapat diatasi
dengan menggunakan hypnotheraphy seperti:
 Disfungsi ereksi / impotensi yang disebabkan oleh stress atau
kecemasan.
 Ejakulasi dini dikarenakan masalah psikis, seperti tidak percaya
diri dalam melakukan hubungan suami istri, serta tidak dapat
mengontrol saat yang tepat untuk ejakulasi dan mengurangi
sensitifitas atau sensasi pada penis.
 Dan masalah seks lainnya bagi suami istri.

2.3 Analisa SWOT


Analisis kekuatan (streght) dan kelemahan (weakneses) suatu organisasi
atau bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal (dalam) yang
mempengaruhi keberlangsungan dari bisnis yang dijalankan. Analisis kekuatan
(streght) dan kelemahan (weakneses) Klinik Terapi Stroke dan hypnotheraphy ini
sebagai berikut:
1. Strengths (Kekuatan)
 Memiliki pengetahuan tentang stroke dan ROM
 Memiliki pengetahuan tentang Hypnotherapy
 Memiliki kompetensi melakukan tindakan keperawatan
ROM
 Memiliki kompetensi dan tersertifikasi untuk melakukan
tindakan Hypnotheraphy
 Memiliki tempat yang didesain nuansa alam
 Memberikan kenyamanan dengan terapi musik klasik

2. Weaknesses (Kelemahan)
 Belum memiliki banyak biaya untuk membangun klinik
terapi stroke dan hypnotherapy
 Perlu latihan rutin untuk tindakan ROM agar terlatih
 Perlu memberikan pelatihan kepada terapis
Analisis peluang (opportunity) dan ancaman (threat) suatu organisasi atau
bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi factor eksternal/lingkungan yang
mempengaruhi keberlangsungan dari bisnis yang dijalankan. Analisis kekuatan
(stregth) dan kelemahan (weakneses) Klinik Terapi Stroke dan Hypnotherapy
sebagai berikut:
3. Opportunities (Kesempatan)
 Banyak pasien stroke di RS yang harus mendapatkan terapi
lanjutan untuk pemulihan keadaan yang lebih baik
 Banyak pasien yang membutuhkan tempat terapi yang
nyaman/tidak bernuansa rumah sakit
 Banyak pasien dengan gangguan psikis
4. Threats (Ancaman)
 Banyak lulusan keperawatan yang bisa saja mendirikan
terapi klinik stroke
 Bisa saja banyak yang tertarik dengan hypnotherapy, dan
mendirikan klinik yang sama
Dari analisa SWOT tersebut menunjukkan bahwa poin-poin lebih banyak
terletak pada strength sehingga menjadikan peluang untuk mendirikan usaha
terapi stroke dan hypnotherapy.
2.4 Denah Tempat Usaha

Ket:
A. Pendaftaran dan ruang tunggu pasien
B. Tempat santai pasien
C. Ruang Terapi Stroke
D. Ruang Terapi Hypnotherapy
E. Ruang Karyawan
F. Kantor
G. Dapur
2.5 Strategi Produksi/Pelayanan Jasa
Kapasitas Produksi
Klinik terapi stroke dan hypnotherapy adalah klinik pertama yang hadir di
Kota Blitar, membantu para penderita stroke yang pulang dari rumah sakit untuk
melanjutkan terapi untuk pemulihan pasca stroke dengan berbagai terapi seperti
terapi fisik, okupasi, wicara, psikologis, hobi, dan spiritual.
Klinik terapi stroke dan hypnotherapy berlokasi di daerah yang nyaman dan
tenang dilengkapi dengan desain ruangan nuansa alam, diberikan musik klasik,
dan disertai taman bunga dan air mancur yang membuat suasana menjadi tenang
dan nyaman sehingga pasien stroke maupun pasien hypnotherapy mempunyai
semangat untuk sembuh.
Klinik terapi stroke dan hypnotherapy memiliki pengurus harian terdiri dari
lulusan perawat, dan psikolog yang sudah terlatih sebelum pendirian klinik ini.

2.6 Strategi Pemasaran


Sasaran kami adalah klien pasca stroke yang baru pulang dari rawat inap di
rumah sakit. Untuk terapi hypnotherapy yang menjadi sasaran adalah pecandu
rokok serta bapak atau ibu sosialita. Kegiatan pemasaran yang kami lakukan yaitu
baik dengan melakukan promosi secara langsung/turun ke lapangan dengan
membagikan brosur dan informasi secara lisan serta promosi melalui media social
seperti Facebook, Twitter, Instagram, Blog, dll. Hal ini kami maksudkan untuk
memberi kemudahan dalam penjualan jasa kami.

2.7 Manajemen Internal


1. Nama Perusahaan
Penataran Care (Klinik Terapi Stroke dan hypnotherapy)
2. Nama Pemilik/Pemimpin Perusahaan
Dhian Ndaru Aryanto, A.Md, Kep.
3. Bidang Usaha
Terapi fisik, okupasi, wicara, psikologis, hobi, dan spiritual.
4. Waktu
Klinik ini buka mulai hari Senin-Sabtu pukul 08.00-15.00 WIB
5. Jumlah Tenaga yang Dibutuhkan 2 orang perawat, 1 orang administrasi, 1
orang psikologi
6. Rincian Anggaran
Nama Jumlah Harga Satuan Total
Jasa Perawat 2 Rp 2.000.000/bulan Rp 4.000.000
Jasa Psikolog 1 Rp 2.000.000/bulan Rp 2.000.000
Jasa Administrasi 1 Rp 1.300.000/bulan Rp 1.400.000
Listrik Rp 80.000/bulan Rp 60.000
Air PDAM Rp 50.000/bulan Rp 40.000
Jumlah Rp 7.500.000

Pola jasa perawatan bisa dilakukan per kunjungan pasien atau sistem
paket, seperti ini daftar harganya:
A. Terapi Stroke Per Program sesuai 6 Program yang ada
1. Per Program Rp. 75.000 Selama 35 Menit Terapi terbagi 1
Sesi.
2. Paket A Mencakup 3 Program Rp. 200.000 Selama 100
Menit Terapi Terbagi Selama 3 Sesi, Include konsultasi
gratis + Snack.
3. Paket B Mencakup 6 Program Rp. 425.000 Selama 200
Menit terbagi 6 sesi, include konsultasi gratis + snack +
hypnotherapy.

B. Terapi Hypnotherapy Per Progam Sesuai Program yang ada


1. Per Progam Rp. 75.000 Selama 30 Menit terapi atau satu
sesi.
2. Paket A dengan 5 sesi terapi, per terapi 45 menit
Rp. 450.000, include terapi musik dan snack.
3. Paket B dengan 7 sesi terapi, per terapi 45 menit
Rp. 600.000, include terapi musik, snack dan minuman
herbal.
***Paket GRATIS untuk pasien tidak mampu dengan menunjukkan syarat
sesuai kebijakan Klinik.
7. Administrasi dan Dokumentasi
Pengaturan catatan dan dokumen meliputi:
a. Transaksi usaha
b. Pemasaran dan penjualan jasa
c. Konsumen/pelanggan/pembeli
d. Inventaris barang
e. Personalia perusahaan
f. Dokumen-dokumen perusahaan
Hal ini dilakukan setiap hari untuk memonitor kegiatan dan pengendalian
usaha; dapat mengamankan jalannya pelaksanaan kegiatan usaha;
mengevaluasi kegiatan-kegiatan usaha; dapat menunjukkan adanya bukti-
bukti kegiatan usaha; dapat mengambil keputusan dalam pengembangan
dan pengendalian usaha. Selain itu, di dalam mengelola usaha ini,
khususnya di bidang administrasi dan dokumen dalam bentuk daftar dan
kolom-kolom dalam sistem kartu.
8. Finansial
Pengelolaan keuangan dalam usaha kami meliputi:
a. Memisahkan uang usaha dengan uang pribadi.
b. Alokasi dan prosentase
Prosentase dibagi menjadi empat bagian, yaitu: uang yang digunakan
untuk operasional usaha sebanyak 40%, laba yang ditetapkan
sebanyak 20%, cadangan kas usaha sebanyak 20%, pengembangan
usaha sebanyak 20%.

c. Pembukuan
Apapun bentuk transaksi (pemasukan, pengeluaran, serta utang
piutang) segera dicatat di dalam sebuah buku khusus sesuai dengan
bentuk transaksi.
d. Mempertahankan arus kas
Mempertahankan agar tetap untung. Kami akan mengupayakan
dalam aspek kualitas jasa.
e. Menyiapkan dana cadangan (emergency fund)
Mengantisipasi jika ada hal yang tidak diinginkan, misalnya bila
dalam beberapa hari atau bulan tidak mendapatkan order, ada
karyawan yang masuk rumah sakit karena kecelakaan, atau ada order
yang cukup besar. Hal ini telah kami siapkan dalam cadangan kas
usaha sebanyak 20%.
f. Proteksi Jiwa dan Usaha
Ada dua macam, yaitu: proteksi pribadi (pekerja) dan tempat usaha.
Proteksi pribadi misalnya kecelakaan dan cacat bahkan kematian,
sedangkan proteksi tempat usaha misalnya jika terjadi pencurian,
kebakaran, dan huru hara.
9. SDM : Evaluasi Kinerja, Rekruitmen, Reward dan Punishment
a. Evaluasi Kinerja
Salah satu cara memberikan penilaian kinerja yang diguanakan dalam
usaha kami adalah menilai kinerja yang dihasilkan tenaga kerja
berdasarkan deskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan pada saat
melaksanakan kegiatan. Evaluasi kinerja akan dilakukan setiap
minggu, bulan dan tahunan.
b. Rekruitmen
Ada tiga tahapan dalam hal rekruitmen yang akan dilakukan usaha
kami, meliputi:
• Seleksi administrasi
Jenjang pendidikan minimal SMA untuk petugas administrasi;
jenjang pendidikan minimal Diploma III untuk perawat; jenjang
pendidikan minimal Sarjana untuk psikolog; Usia antara 18-30
tahun; mampu mengoperasikan aplikasi MS Office; mampu
bekerja dalam tim.
• Seleksi kualifikasi
Setelah lulus seleksi administrasi, tahap selanjutnya adalah tes
pengetahuan umum dan atau psikologi pada pelamar.
• Seleksi sikap dan perilaku
Seleksi ini akan dilakukan langsung oleh bagian HRD. Pada tahap
ini pelamar yang telah lulus tahap 1 dan 2 akan
diwawancarai/interview.
c. Reward dan Punishment
Pemberian reward dalam bentuk finansial dan non finansial. Finansial
lebih diutamakan pada karyawan dan non finansial diberikan kepada
pimpinan. Bentuk reward meliputi: posisi jabatan, masa kerja dan
mencapai target tertentu. Sedangkan untuk punishment terbagi
menjadi tiga kategori, yaitu: sanksi berat, sedang dan ringan.

• Sanksi berat, bentuk:


1. Demosi jabatan yang setingkat lebih rendah dari
jabatan/pekerjaan yang diberikan sebelumnya.
2. Pembebasan dari jabatan/pekerjaan sebagai tenaga kerja biasa
bagi yang memegang jabatan.
3. Pemutusan hubungan kerja dengan hormat atas permintaan
sendiri tenaga kerja yang bersangkutan.
4. Pemutusan hubungan kerja tidak dengan hormat sebagai
tenaga kerja di tempat usaha.
• Sanksi sedang, bentuk:
1. Penundaan pemberian kompensasi yang sebelumnya telah
dirancangkan sebagaimana tenaga kerja lainnya.
2. Penurunan upah sebesar satu kali upah yang biasanya
diberikan, harian, mingguan, atau bulanan.
3. Penundaan program promosi bagi tenaga kerja yang
bersangkutan pada jabatan yang lebih tinggi.
• Sanksi ringan, bentuk:
1. Teguran lisan kepada karyawan yang bersangkutan
2. Teguran tulisan
3. Pernyataan tidak puas dalam bentuk tertulis
10. Sarana Inventarisasi
a. Tahan lama (kursi, meja, tempat tidur)
b. Bergerak (almari arsip perusahaan)
c. Tidak bergerak (saluran dari PDAM, listrik)
d. Hubungan dengan proses usaha (kantor pemasaran, dapur, ruang tamu,
tanah dan jalan menuju tempat usaha, kamar kecil, ruang pimpinan,
tempat parkir kendaraan)
11. Budaya Kerja
Menciptakan kondisi kerja yang kondusif dan produktif. Berawal dari
pimpinan usaha, hal-hal yang harus dilakukan meliputi:
a. Pimpinan mampu membuat seluruh karyawan memahami benar Visi,
Misi, Sasaran Kerja, Program Kerja Usaha.
b. Pimpinan mengaplikasikan segala peraturan dan kebijakan secara adil,
terbuka tanpa ada perbedaan, jujur dan konsisten.
c. Seluruh karyawan telah memperoleh penugasan dan delegasi yang
jelas/spesifik tidak tumpang tindih dan dengan accountabillity yang
jelas.
Pimpinan memberikan contoh dan bertindak sebagai role model yang
dapat membangkitkan kebanggaan karyawan.

PENUTUP

Demikian proposal ini saya buat, semoga menjadi bahan pertimbangan dan
sebagai pegangan bagi pihak yang berkepentingan, juga sebagai bukti tugas yang
diberikan kepada saya.
Semoga proposal ini menjadi acuan kegiatan dan kiranya dapat menarik
perhatian semua pihak,dan semoga saya bisa mengemban dan menjalankan tugas
dengan baik dan benar.