Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN KEJADIAN POTENSIAL

CIDERA (KPC) DAN RISIKO LAYANAN KLINIS

No. Dokumen : 46/SOP/9.1.1.6/II/2017


No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 27 Februari 2017
SOP
Halaman : 1/2
PUSKESMAS Ns. LIDIA IRA WATI S.Kep

MANGGOPOH NIP. 19851122 201101 2 006

Pengertian Kejadian Potensial Cidera (KPC) adalah kondisi yang sangat berpotensi
untuk menimbulkan cidera tetapi belum terjadi insiden.

Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan


penanganan Kejadian Potensial Cidera (KPC)
Kebijakan SK Kepala Puskesmas Manggopoh Nomor : 057/SK/9.1.1.6/II/2017
tentang Penanganan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian
Potensial Cidera (KPC), Kejadian Tidak Cidera (KTC), Kejadian Nyaris
Cidera (KNC) dan Risiko Layanan Klinis.
Referensi  Permenkes RI Nomor : 1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang
Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
 Panduan Nasional Keselamatan Pasien di Rumah Sakit (pasient
safety), Departemen Kesehatan RI, 2008
Prosedur 1. Unit pelayanan melakukan identifikasi resiko atau kondisi yang
berpotensi menimbulkan cidera,
2. Unit pelayanan melakukan analisa resiko atau kondisi tersebut
dengan metode FMEA.
 Melakukan penilaian untuk tiap model kesalahan/kegagalan.
 Sering tidaknya terjadi ( Occurance ) : ( Occ ) ; 0 : tidak pernah, 10
: sangat sering.
 Kegawatannya ( Severity ) : ( SV ) : 0 : tidak gawat, 10 : sangat
gawat.
 Kemudahan untuk terdeteksi ( Detectability ) : ( DT ); 0 : mudah
dideteksi, 10 : sangat sulit dideteksi.
 Menghitung Risk Priority Number ( RPN ) dengan mengalikan Occ
x SV x DT
 Menentukan batasan (cut off point) RPN yang termasuk prioritas
 Menetapkan “cut off point”dengan:
 Mengurutkan nilai RPN dari nilai tertinggi sampai terendah
 Menghitung presentase komulatif
 Memperhatikan nilai komulatif sampai dengan nilai 80%,

PUSKESMAS PENANGANAN KEJADIAN POTENSIAL


MANGGOPOH CIDERA (KPC)
No. Dokumen : 146/SOP/9.1.1.6/II/2017
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 27 Februari 2017 LIDIA IRA WATI
Halaman : 2/2
NIP. 196602011989031006
maka pada nilai komulatif tersebut ditetapkan sebagai “cut off
point”
 Menentukan kegiatan untuk mengatasi (solution)
 Menentukan cara memfalidasi apakah solusi tersebut berhasil
 Menggambarkan alur yang baru dengan adanya solusi tersebut
 Menghitung kemabali RPN sesudah melakukan solusi perbaikan

Identifikasi risiko
atau kondisi yang
belum terjadi

Analisa risiko dengan


metode FMEA

Unit Terkait Unit pelayanan

Rekam histori No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


perubahan Diberlakukan