Anda di halaman 1dari 19

RINGKASAN MATERI KISI-KISI UC, UN, UASBN

MAPEL BAHASA INDONESIA


TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Oleh: Mumpuni Nurhayati

1. Makna kata/ Istilah


Makna kata/ istilah dapat dicari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Makna kata/ istilah
bisa berupa kata baku, kata besinonim (sama arti), kata berantonim (lawan kata), kata bemakna
konotasi, ungkapan, dan perubahan makna.
2. Menemukan Gagasan Pokok/ Ide pokok
- Gagasan pokok/ide pokok adalah pernyataan yang menjadi inti pembahasan dalam paragraf.
- Terletak pada kalimat utama
- Merupakan ringkasan dari kalimat utama
- Berdasarkan letak kalimat utama, paragraf dibedakan menjadi dua
(1) Paragraf Deduktif : Kalimat utama berada di depan paragraf
(2) ParagrafIneratif : Kalimat utama berada di tengah paragraf
(3) Paragraf Induktif : Kalimat utama berada di akhir paragraf
(4) Paragraf Campuran : Kalimat utama berada di awal dan di akhir paragraf
- Jenis-jenis paragraf Induktif
(1) Generalisasi : Diawali penjelasan khusus dan diakhiri dengan simpulan umum
(2) Analogi : Diawali penjelasan yang bersifat membandingkan dengan suatu hal/ objek
dan diakhiri dengan simpulan yang bersifat umum
(3) Sebab akibat : Berupa kalimat-kalimat yang memiliki hubungan sebab akibat atau akibat
sebab
3. Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Teks Nonsastra (tujuan, maksud kalimat, pandangan penulis,
keberpihakan, sebab akibat)
- Simpulan adalah suatu pernyataan yang dibuat berdasarkan ide pokok dan kata kunci dari
kalimat penjelas dengan menggunakan kalimat sendiri.
- Beberapa kata/ frasa yang menjadi ciri kalimat simpulan yaitu
o Dengan demikian
o Oleh karena itu
o Sudah sewajarnya
o Jadi
o Dapat dikatakan bahwa
- Pandangan penulis adalah pendapat penulis berkaitan dengan suatu hal.
- Keberpihakan penulis adalah sikap memberikan dukungan pada pihak apa atau mana yang
diungkapkan (sebuah tajuk rencana ).
4. Menemukan inti kalimat
- Kalimat inti berupa SPO----- O jika berpredikat kata kerja transitif
- Kata kerja transitif
Adalah kata kerja yang membutuhkan objek.Kata kerja transitif bisa di ubah ke bentuk
pasif.Kata kerja transitif terdiri dari kata kerja berimbuhan sebagai berikut:
o Berafiks me-
Contoh: Pak guru membahas pemilu
Ibu membawa kue
Anom menolong Dodi
o Berafiks memper-, contoh: Contoh: Andika memperistri Restu
o Berafiks memper-i, contoh: Operator memperbaharui sinyal internet
- Kata kerja intransitif
Adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek.Kata kerja intransitif tidak bisa di ubah ke
bentuk pasif.Kata kerja intransitif terdiri dari kata kerja berimbuhan sebagai berikut:
o Berafiks ber-
Contoh: Nenek berlari dengan nenek
Edi berpakaian dengan rapi
o Berafiks ter-
Contoh: Suci sedang tersenyum
Budi tertawa
o Berafiks ke-an
Contoh: Windi sedang ketakutan
Emon kelaparan
5. Mengomentari Pendapat yang terdapat pada Teks
- Komentar atau tanggapan adalah sambuta, baik berupa pernyataan lisan maupun tertulis
terhadap peristiwa, masalah, ucapan, pendapat, atau gagasan.
- Berupa penyanggahan, dukungan, penguatan, dan pertanyaan terhadap isi pernyataan.
- Diungkapkan secara santun, logis, sistematis, dan faktual (berdasarkan fakta).
- Komentar positif berisi dukungan dan persetujuan
- Komentar negatif berisi penolakan
6. Membuktikan Bukti dari Simpulan
Ditunjukkan dengan membaca simpulan dan mencermati teks sehinngga dapat menunjukkan
bukti yang sesuai.
7. Menunjukkan Hubungan antarbagian Teks
Dapat diketahui dari kata penghubung yang digunakan. Beberapa kata atau frasa penanda
antarbagian teks yaitu:
- Penanda hubungan antarkata dan antarfrasa
o Ayah dan ibu sedang pergi ke Solo.
o Engkau akan makan soto atau bakso?
- Penanda hubungan antarklausa
o Penanda hubungan antarklausa antara lain
 Atau (hubungan pemilihan)
 Tetapi (pertentangan)
 Ketika (hubungan waktu)
 Jika (hubungan persyaratan)
 Daripada (hubungan persyaratan)
 Karena (hubungan penyebaban)
 Sehingga (hubungan pengakibatan)
 Walaupun (hubungan perlawanan)
o Saya pergi atau kamu yang pergi? (hubungan pemilihan)
o Orang tuanya kaya, tetapi ia memilih hidup sederhana. (hubungan pertentangan)
o dst
- Penanda hubungan antarkalimat
Contoh
o Ian rajin belajar. Sikapnya kepada guru juga baik. Kata-katanya halus dan lemah lembut.
Jadi, wajar saja jika ia menjadi siswa terbaik pilihan guru.
8. Menentukan Kata Bermakna Simbolik/ Majas/ Kias dalam Karya Sastra
a. Majas/ gaya bahasa
Majas adalah cara pengarang/ seseorang dalam menggunakan bahasa sehungga
menimbulkan efek tertentu. Beberapa majas yang sering keluar dalam soal ujian nasional
adalah sbb:
(1) Majas Personifikasi
- Majas yang memberikan perbandingan dengan cara meletakkan sifat-sifat insan/
menginsankan benda mati
- Contoh: Lukisan itu menatap lembut kepadaku
(2) Majas Metafora
- Majas perbandingan secara langsung (tanpa kata-kata pembanding) kalau
menggunakan kata pembanding terbatas pada ialah dan adalah
- Contoh: Pemuda adalah tulang punggung negara
(3) Majas Simile
- Majas perbandingan tidak langsung (menggunakan kata-kata pembanding) seperti,
ibarat, bak, umpama, bagai, dan layaknya.
- Contoh: Parasmu bagai bulan yang bersinar terang di waktu malam.
(4) Majas Hiperbola
- Majas yang menyatakan hal dengan cara berlebih-lebihan
- Contoh: sejuta kenangan mengusik pikiranku.
(5) Majas Pleonasme
- Majas yang pemberian keterangan tambahan untuk hal yang sudah jelas. Keterangan
itu sebenarnya tidak dibutuhkan.
- Contoh: Mereka naik ke atas bukit sambil bernyanyi riang.
(6) Majas Repetisi
- adanya pengulangan kata, frasa, atau klausa dalam sebuah kalimat. Pengulangan
tersebut dimaksudkan untuk menegaskan.
- Contoh: Aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku mengasihimu.
Sekali merdeka, tetap merdeka!
(7) Majas Pararelisme
- Majas yang menggunakan kata-kata secara berulang-ulang. Biasanya digunakan dalam
bait puisi
- Anafora: Jika kata yang diulang di awal kalimat
Contoh: Shalat adalah ibadah
Shalat adalah kewajiban
Shalat adalah kebutuhan
- Epifora: Jika kata yang diulang di akhir kalimat
Contoh 1: Aku mendambamu dalam hening
Aku merindumu dalam hening
Doa pun kupanjat dalam hening
Harap pun kutanam dalam hening
Contoh 2: Tunggulah aku sebab aku akan datang, nantikan aku karena aku akan
datang, jangan pergi dulu karena aku akan datang.
(8) Majas Klimaks
- Majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut, semakin meningkat
- Contoh : Dari masyarakat kecil, masyarakat menengah, sampai masyarakat atas,
semuanya berjubel memborong barang di toko itu.
(9) Majas antiklimaks
- Majas antiklimaks adalah kebalikan dari majas klimaks. Mulai dari yang terpenting
sampai yang yang tidak penting.
- Contoh:Dari kota, desa sampai pelosok semuanya bersyukur atas keberhasilan pemilu
yang lancar dan aman.
(10) Majas Metonimia
- Majas yang menggunakan kata yang berkaiatan dengan hal-hal pembuat atau merk
dagang sebuah benda
- Contoh: Ia sedang minum Coca cola (minuman)
Ia naik honda ke sekolah (motor)
(11) Majas Eufemisme
- Majas yang menggunakan kata yang berkaitan dengan kesopanan atau kata-kata
pantang (memperhalus bahasa)
- Contoh: Maaf, putra Bapak ketinggalan dalam bidang akademik. (bodoh)
Mohon maaf, kami ke belakang sebentar. (toilet)
(12) Majas Antonomasia
- Majas yang menyatakan sesuatu hal menjadi pengganti yang diterangkan/ dijulukkan
- Contoh: Nah, itu dia, Si Cebol lewat.
Si Bongsor menuju ke sini.
(13) Majas Paradoks
- Majas yang seolah-olah mengandung pertentangan, tetapi sebenarnya karena objek
atau keadaan yang dipertentangkan memang berbeda
- Contoh: Walau berada di ruangan yang dipenuhi orang, aku merasa kesepian.
Meski nakal, tapi murid itu rajin dalam mengerjakan PR.
(14) Majas Antitesis
- Majas yang menggunakan paduan kata yang berlawanan agar orang memperhatikan
kedua bagian yang dipertentangkan.
- Contoh: Hidup dan mati adalah takdir Tuhan.
Susah dan senang kami nikamati bersama
(15) Majas Litotes
- Majas yang mengungkapkan suatu maksud secara berlawanan untuk merendahkan diri
atau menghormati agar terasa lebih sopan.
- Contoh: Mari mampir ke gubuk kami.
Kalau boleh, saya antar Anda dengan mobil jelek ini.
(16) Majas Sinekdok
Majas Majas Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda
secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk yaitu majas
Pars Pro toto dan Totem pro parte

(17) Majas Pars pro toto


- Majas yang menyebutkan suatu maksud dengan menyebut sebagian untuk keseluruhan
- Contoh: Ayah membeli tiga ekor kambing (ekor= sebagian untuk menyebut
keseluruhan)
Dari tadi ia tidak tampak batang hidungnya.
(18) Majas Totem pro parte
- Majas yang menyebutkan sesuatu maksud dengan menyebut keseluruhan untukn
sebagian
- Contoh: SMKN 1 Mojosongo menjuarai lomba Paskibra tingkat kabupaten.
(19) Majas Alegori
- Majas yang memakai perbandingan langsung atau untuh, keduanya bertautan
langsung.Majas yang ingin mengungkapkan sesuatu dengan cara kiasan atau
penggambaran.
- Ciri dari majas alegori ini biasanya:
 cukup panjang kalimat yang dibuat
 terdapat beberapa kiasan namun membentuk suatu kesatuan yang jelas dan
tersurat.
- Contoh majas alegori seperti berikut ini:
 Agama merupakan kompas dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh
badai serta gelombang.
 Al Qur’an adalah rambu yang menjadi pedoman dan penerang untuk menunjuk jalan
menuju Allah. Selama kita patuh dan mengikuti rambu dengan baik, maka insya
Allah akan selamat sampai akhir.
(20) Majas Oksimoron
- Majas oksimoron adalah majas yang di dalam satu frase itu terdapat sebuah paradoks.
Ciri penting dari majas oksimoron ini adalah hal yang seolah bertentangan itu
diungkapkan dalam satu frase.
- Contoh dari majas oksimoron ini seperti:
1. Reuni itu penuh dengan isak tangis bahagia.
2. Cinta dan benci bergolak dalam dadaku.
3. Saat senang dan susah, kita akan jalani bersama.
(21) Majas Tautologi
- Majas tautologi adalah majas yang mengulang suatu hal agar maknanya lebih
mendalam. Majas ini menggunakan kata yang bersinonim
- Contoh: Mereka riang gembira mendengar hasil ujiannya sangat bagus
Mengapa kamu cemas dan gelisah begitu.

9. Mengidentifikasi Unsur Karya Sastra


a. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Unsur–unsur intrinsik
karya sastra meliputi:
(1) Tema
Tema merupakan pokok masalah yang ditampilkan
(2) Amanat
Amanat adalah pesan baik yang disampaikan pengarang melalui karya yang ditulisnya
(3) Alur/ Plot
Alur adalah jalan cerita/ rangkaian peristiwa dalam karya yang ditulis pengarang
Tahapan dalam alur adalah sbb:
1. Pengenalan situasi cerita
2. Pengungkapan peristiwa
3. Menuju konflik
4. Puncak konflik
5. Penyelesaian

Jenis alur dapat dikelompokkan dengan menggunakan berbagai kriteria.


Berdasarkan kriteria urutan waktu: (Hariyanto, 2000:39)
1. Alur maju
Alur maju disebut juga alur kronologis, alur lurus atau alur progresif. Peristiwa-peristiwa
ditampilkan secara kronologis, maju, secara runtut dari awal tahap, tengah hingga
akhir.
2. Alur mundur/flashback/regresif
Alur mundur disebut juga alur tak kronologis, sorot balik, regresif, atau flash-back.
Peristiwa-peristiwa ditampilkan dari tahap akhir atau tengah dan baru kemudian tahap
awalnya.
3. Alur Campuran
Alur campuran merupakan alur yang dimulai dari awal/masa sekarang, masa lalu,
kembali ke masa sekarang, kemudian masa depan.

Berdasarkan kriteria jumlah: (Hariyanto, 2000:39)


1. Alur tunggal
Dalam alur tunggal biasanya cerita hanya menampilkan seorang tokoh protagonis.
Cerita hanya mengikuti perjalanan hidup tokoh tersebut.
2. Alur jamak
Dalam alur jamak, biasanya cerita menampilkan lebih dari satu tokoh protagonis.
Perjalanan hidup tiap tokoh ditampilkan.

Berdasarkan kriteria hubungan antarperistiwa:(Hariyanto, 2000:39)


1. Alur erat
Alur erat disebut juga alur ketat atau padat. Dalam cerita yang beralur cepat, susul
menyusul, setiap bagian terasa penting dan menentukan.
2. Alur longgar
Alur longgar berbanding terbalik dengan alur ketat. Hubungan antarperistiwanya
longgar, tersajikan secara lambat, dan diselingi berbagai peristiwa tambahan. Pembaca
atau penonton dapat meninggalkan atau mengabaikan adegan tertentu yang
berkepanjangan dengan tanpa kehilangan alur utama cerita.
Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya: (Hariyanto, 2000:39)
1. Alur tertutup
Dalam karya sastra yang beralur tertutup, penampilan kisahnya diakhiri dengan
kepastian atau secara jelas.
2. Alur terbuka
Dalam drama yang beralur terbuka, penampilan kisahnya diakhiri secara tidak pasti,
tidak jelas, serba mungkin. Jadi akhir ceritanya diserahkan kepada imajinasi pembaca
atau penonton.

(4) Perwatakan
 Perwatakan menggambarkan sifat dan karakter tokoh yang diceritakan pengarang
 Cara/ teknik penokohan
Teknik penokohan adalah cara pengarang melukiskan atau mendiskripsikan
perwatakan tokoh agar dikenali oleh pembaca. Terdapat dua macam teknik penokohan,
yaitu teknik penokohan analitik (langsung) dan teknik penokohan dramatik (tidak
langsung)
 Teknik penokohan analitik, atau naratif, adalah cara penampilan tokoh secara langsung
melalui uraian, deskripsi atau penjelasan oleh sang pengarang.
 Teknik penokohan dramatik adalah cara penampilan tokoh secara tidak langsung.
Pengarang tidak mendeskripsikan secara eksplisit sifat dan serta tingkah laku tokoh.
Teknik ini dilihat dari percakapan, tingkah laku, pikiran, perasaan, reaksi tokoh,
pelukisan latar, dan pelukisan fisik.
(5) Latar/ setting
Latar/ setting adalah keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita. Latar terdiri
atas tempat, waktu, dan suasana.
(6) Sudut pandang
Sudut pandang merupakan cara penulis memandang/menempatkan dirinya dalam sebuah
cerita. Sudut pandang terdiri dari
 Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Pengarang seolah-olah terlibat dalam cerita sebagai tokoh utama
 Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan
Pengarang seolah-olah terlibat dalam cerita sebagai tokoh sampingan, yang banyak
dikisahkan adalah orang lain sebagai tokoh utama.
 Sudut pandang orang ketiga
o Sudut pandang orang ketiga serba tahu
Pada sudut pandang orang ketiga serba tahu, si penulis akan menceritakan apa saja
terkait tokoh utama. Ia seakan tahu benar tentang watak, pikiran, perasaan,
kejadian, bahkan latar belakang yang mendalangi sebuah kejadian. Ia seperti seorang
yang mahatahu tentang tokoh yang sedang ia ceritakan. Selain menggunakan kata
ganti “ia” atau “dia”, kata ganti yang biasa digunakan ialah nama dari si tokoh itu
sendiri. Hal ini berlaku juga untuk sudut pandang orang ketiga (pengamat).
Contoh sudut pandang orang ketiga serba tahu:

Sudah 6 bulan ini Intan terjun pada dunia tarik suara. Ayah dan ibunya tidak ada
yang merestui jalur karier yang ia geluti. Ia sampai beradu argumen dengan sang
ayah yang memang memiliki watak keras. Keduanya sempat bersitegang sebelum
akhirnya dipisahkan oleh sang ibu dengan derai air mata.

o Sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat


Teknik ini hampir sama dengan teknik sudut pandang orang ketiga serba tahu, hanya
saja, tidak semahatahu teknik itu.Pada sudut pandang orang ketiga penulis
menceritakan sebatas pengetahuannya saja.
Pengetahuan ini diperoleh dari penangkapan pancaindra yang digunakan, baik
dengan cara mengamati (melihat), mendengar, mengalami, atau merasakan suatu
kejadian di dalam cerita. Pengamatan pun dapat diperoleh dari hasil olah pikir si
penulis tentang tokoh “dia” yang sedang ia ceritakan.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat:

Entah apa yang terjadi dengannya seminggu belakangan ini. Pulang dari kantor
langsung menunjukkan muka masam. Belum lagi puasa bicara yang sudah ia
lakukan seminggu belakangan ini. Apa mungkin karena hubungan dia dan sang
kekasih yang tidak direstui oleh keluarga?

b. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur dari luar yang membangun karya sastra. Unsur ekstrinsik karya
sastra antara lain:
Di bawah ini penjelasan unsur ekstrinsik karya sastra tersebut :
1. Unsur ekstrinsik latar belakang kehidupan pengarang
2. Unsur ekstrinsik latar belakang masyarakat
3. Unsur ekstrinsik nilai dalam cerita

Yang perlu dicermati dan dipelajari lebih lanjut adalah jenis nomor 3 yaitu unsur ekstrinsik
nilai dalam cerita.

Penjelasan
1. Unsur Ekstrinsik Latar Belakang Pengarang
Latar belakang penulis adalah faktor-faktor dari dalam pengarang itu sendiri yang
mempengaruhi atau memotivasi penulis dalam menulis sebuah karya sastra.
Latar belakang pengarang bisa meliputi pemahaman terhadap sejarah hidup dan juga
sejarah hasil karangan – karangan sebelumnya.

Latar belakang pengarang dapat terdiri dari:


A. Biografi
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi
lebih kompleks daripada sekadar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan
seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami
kejadian-kejadian tersebut.
Dalam biografi tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak
kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal
yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga. Teks biografi disusun
oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri.
B. Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis merupakan mood atau motivasi seorang penulis ketika menulis
cerita. faktor ini akan mempengaruhi hasil sebuah karya sastra. misalnya jika mereka
sedang sedih atau gembira mereka akan membuat suatu cerita sedih atau gembira
pula.

C. Aliran Sastra
Seorang penulis pasti akan mengikuti aliran sastra tertentu. Ini sangat berpengaruh
terhadap gaya penulisan yang dipakai penulis dalam menciptakan sebuah karya.
Aliran sastra merupakan panutan yang di yakini oleh seorang penulis, dan setiap penulis
memiliki aliran sastra yang berbeda antara penulis satu dengan penulis yang lalin.
2. Unsur Ekstrinsik Latar Belakang Masyarakat
Salah satu unsur yang dapat mempengaruhi pembentukan sebuah karya sastra adalah
unsur kondisi masyarakat dan lingkungan penulis. kondisi masyarakat secara sosiologi dan
lingkungan secara antropologi.
Dinamika sosial serta kondisi lingkungan pada saat karya tersebut dibuat adalah unsur
yang sangat berpengaruh bagi pengarang.
Pengaruh kondisi latar belakang masyarakat sangat lah besar terhadap terbentuknya
sebuah karya sastra.
Pemahaman itu bisa berupa pengkajian :
A. Ideologi Suatu Negara
Kondisi ideologi suatu negara sangat mempengarui hasil karya sastra. Setiap negara
yang mempunyai ideologi yang berbeda akan melahirkan hasil karya sastra yang
berbeda pula.
Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa, dan negara. Ia mengarahkan
masyarakat menuju cita-citanya. ideologi menentukan keberadaan suatu bangsa dan
negara serta membimbing bangsa dan Negara.

B. Kondisi Politik
Kondisi politik suatu negara atau wilayah akan sangat mempengaruhi hasil sebuah
karya sastra, dan pergolakan konsisi politik dalam suatu waktu akan mempengaruhi
hasil sebuah karya sastra pula.

C. Kondisi Ekonomi
Kondisi perekonomian sebuah bangsa atau negara akan sangat berpengaruh terhadap
hasil dari sebuah karya sastra.

D. Kondisi Sosial Suatu Negara


Selain kondisi ideologi, politik dan perekonomian suatu negara, kondisi sosial juga akan
mempengaruhi hasil sebuah karya sastra.

3. Unsur Ekstrinsik Nilai – Nilai Dalam Cerita


Nilai yang terkandung adalah salah satu unsur penting di dalam sebuah karya sastra. Nilai
– nilai tersebutlah yang akan diambil oleh pembaca sebagai rangkuman isi dari karya
penulis.
A. Nilai Agama
Nilai agama adalah nilai-nilai yang dapat dijadikan pelajaran yang terkandung di dalam
karya sastra yang berkaitan dengan ajaran agama.
B. Nilai Moral
Nilai moral adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan
akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Nilai moral dalam sebuah karya
sastra biasanya di tunjukkan dengan adanya sebuah perilaku dan tutur kata baik yang di
perankan oleh tokohnya.
C. Nilai Budaya
Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, adat
istiadat yang berlaku, nilai budaya juga dapat memberikan amanat terkait dengan
pelestarian budaya, dan amanat-amanat yang lainnya
D. Nilai Sosial
Nilai sosial adalah nilai yang bisa dipetik dari interaksi para tokoh yang ada di dalam
karya sastra dengan tokoh lain, lingkungan dan masyarakat sekitar tokoh.
Nilai sosial dalam sebuah karya sastra pada umumnya juga memberikan penjelasan dan
gambaran terkait dengan fenomena sosial, rekontruksi sebuah masyarakat, amanat ,
dan juga dikemas indah kedalam sebuah karya sastra.
10. Memaknai Isi Tersurat dalam Karya Sastra
Memaknai isi tersurat dalam karya sastra adalah
- menemukan pesan atau amanat yang terdapat dalam karya sastra.
- menentukan makna dari kata/ istilah yang digunakan dengan cara menemukan pesan/
amanat yang disampaikan

11. Menemukan Isi Tersirat dalam Karya Sastra


- Makna disampaikan secara tersembunyi sehingga untuk mengetahuinya perlu membaca
keseluruhan isi.
- Dalam teks prosa diperlukan kecermatan membaca dan mengaitkan gagasan pokok
antarparagraf.
- Dalam puisi harus mengetahui makna antarbait dan kata atau ungkapan yang digunakan

12. Menginterpretasikan Hubungan Unsur Karya Sastra


Menginterpretasi karya sastra berarti menelaah tema dan amanat.

13. Menentukan Bukti Watak dan Setting Karya Sastra


Menentukan kata/ kalimat/ paragraf dalam karya sastra yang mendukung watak dan atau
setting.

14. Menilai Keunggulan/ kelemahan Karya Sastra


Resensi adalah tulisan berisi ulasan, pertimbangan, atau pembicaraan suatu karya sastra yang
disampaikan kepada pembaca agar mendapatkan informasi tentang isi buku.
Resensi buku atau karya sastra berisi informasi-informasi berikut:
1. Identitas buku, meliputi (1) judul buku, (2) nama pengarang, (3) nama penerbit, (4) tahun
terbit, dan (5) jumlah halaman
2. Ringkasan atau sinopsis yaitu paparan unsur ekstrinsik dan intrinsik (untuk buku fiksi) dan
gambaran isi buku (untuk buku nonfiksi)
3. Penilaian buku yaitu menggambarkan kekuatan dan kelemahan karya

15. Membandingkan Pola Karya Sastra Berdasarkan Gaya, Tema, dan Unsur
Membandingkan isi, pola penyajian, dan bahasa karya sastra berarti menentukan persamaan
dan perbedaan antara karya sastra yang satu dan yang lainnya.

16. Meringkas Isi Karya Sastra


Meringkas berarti membuat paparan singkat mengenai teks yang dibaca. Meringkas karya
sastra dilakukan dengan menuliskan intisari kisah atau cerita yangada di dalamnya dengan
kalimat sendiri dan tetap mempertahankan urutan ide.

17. Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Kalimat


Berikut contoh kalimat yang tidak efektif dan perbaikannya:
(1) Makna tidak logis
- Saya saling menyapa (tidak efektif).
- Kami saling menyapa (efektif).
(2) Bentuk kata tidak sejajar
- Putri membeli baju itu karena diketahui bahwa baju tersebut bagus (tidak efektif ).
- Putri membeli baju itu karena mengetahui bahwa baju tersebut bagus (efektif ).
(3) Menggunakan subjek ganda
- Majalah itu saya sudah baca (tidak efektif).
- Saya sudah membaca majalah itu (efektif).
(4) Bentuk jamak yang diulang
- Para hadirin dimohon berdiri (tidak efektif).
- Hadirin kami mohon berdiri (efektif).
(5) Penggunaan kata depan yang tidak perlu
- Kepada siswa kelas XII dimohon berkumpul di lapangan (tidak efektif).
- Siswa kelas XII dimohon berkumpul di lapangan (efektif).
(6) Salah nalar
- Mobil Pak Hasan mau dijual (tidak efektif).
- Mobil Pak Hasan akan dijual (efektif).
(7) Pengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
- Para tamu undangan sudah pada hadir (tidak efektif).
-
18. Menyunting Ejaan dan Tanda Baca
Ada di file PDF Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
Pelajari kata baku dan tidak baku, penulisan alamat surat
Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) alamat penerima dan pengirim surat serta (b) tanggal
surat.
Misalnya:
Yth. Direktur Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya No. 73
Menteng
Jakarta 10330

Yth. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa


Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun
Jakarta Timur

Indrawati, M.Hum.
Jalan Cempaka II No. 9
Jakarta Timur

21 April 2013
Jakarta, 15 Mei 2013
19. Menulis Daftar Pustaka

MATA JURING KOTA BIT

Penulisan daftar pustaka memiliki aturan sebagai berikut:


a. Sumber yang berupa buku ditulis dengan urutan: nama pengarang (dibalik). tahun terbit.
judul buku. kota tempat buku diterbitkan: nama penerbit.
b. Judul buku ditulis dengan huruf kapital, digarisbawahi atau dicetak miring atau dicetak
tebal.
c. Apabila nama pengarang terdiri atas dua kata/ lebih, kata akhir dari nama tersebut
diletakkan di muka dan ditandai dengan tanda koma (,), tanpa gelar akademik. Contoh:
Ajip Rosidi ditulis Rosidi, Ajip.
d. Apabila pengarangnya dua orang, namanya ditulis semua, dan yang dibalik hanya nama
pengarang pertama.
e. Untuk buku yang ada editornya, nama yang dicantumkan adalah nama editornya, diikuti
(ed)
f. Apabila pengarang terdiri atas lebih dari dua orang , yang ditulis hanya nama pengarang
pertama diikuti dkk atau et.al.
g. Gelar akademik tidak perlu dicantumkan.
h. Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam penulisan sumber yang
berupa buku adalah tanda titik (.), kecuali antara unsur tempat penerbit dan nama
penerbit dengan tanda titik dua (:), sedangkan tanda baca yang digunakan untuk
memisahkan unsur-unsur dalam penulisan sumber berupa majalah atau surat kabar adalah
tanda koma (,).
i. Diakhiri tanda titik.

Contoh penulisan daftar pustaka:


(1) Apabila nama penulis terdiri dari dua kata
Nama Belakang, (koma) Nama Depan (Ditulis dengan huruf pertama).(titik) Tahun
Terbit.(titik) Judul Buku (cetak miring).(titik) Kota terbit:(titik dua) Penerbit
Contoh:
Nama pengarang: Sigmund Freud
Freud, Sigmund. 2015. Psikopatologi. Yogyakarta: Forum

Nama pengarang: Tulus Winarsunu


Winarsunu, Tulus. 2015. Statistik Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang:
UMM Press
(2) Apabila nama penulis lebih dari dua kata
Nama Belakang, (koma) Nama Depan (spasi) Nama Tengah.(titik) Judul Buku (cetak
miring).(titik) Kota Terbit:(titik dua) Nama Penerbit
Contoh:
Nama pengarang: Dwi Sunar Prasetyono
Prasetyono, Dwi Sunar . 2012. Bedah Lengkap Grafologi. Yogyakarta: Diva Press

Nama pengarang: Muhammad Fauzil Adhim


Adhim, Muhammad Fauzil. 2013. Segenggam Iman Anak Kita. Yogyakarta: Pro-U Media

(3) Apabila nama penulis lebih dari satu orang


Nama Belakang Penulis 1,(koma) Nama Depan Penulis 1,(koma) Nama Penulis 2.(titik)
Tahun Terbit.(titik) Judul Buku (cetak miring).(titik) Kota Terbit:(titik dua) Nama Penerbit
Contoh:
Nama pengarang: Moeljono Notosoedirdjo dan Latipun
Notosoedirdjo, Moeljono, dan Latipun. 2014. Kesehatan Mental. Malang: UMM Press

(4) Apabila nama penulis lebih dari dua orang


Nama Belakang Penulis 1,(koma) Nama Depan Penulis 1,(koma) Nama Penulis 2.(titik)
Tahun Terbit.(titik) Judul Buku (cetak miring).(titik) Kota Terbit:(titik dua) Nama Penerbit
Contoh
Nama pengarang: R Heidjrahman, Sukanto, dan Irawan
Heidjrahman R., Sukanto, dkk. 1980. Pengantar Pemrograman. Jakarta: PT Gramedia.
Atau
Heidjrahman R., Sukanto et.al. 1980. Pengantar Pemrograman. Jakarta: PT Gramedia.

(5) Apabila daftar pustaka bersumber dari buku terjemahan


Migley F. 2005. Pembangunan Sosial. Tindilinting P, penerjemah. Jakarta (ID): Gramedia.
Terjemahan dari: Social Development

(6) Apabila penulisan daftar pustaka bersumber dari buku editor


Nama editor,(koma) ed.(titik). Tahun.(titik) Judul Buku (cetak miring). Tempat Terbit (kode
negara):(titik dua) Nama Penerbit
Contoh:
Hasim H, ed. 2009. Jaringan Sel. Bandung (ID): Pustaka Jaya
(7) Apabila daftar pustaka terdapat nama pengarang dan editor
Nama Pengarang.(titik) Tahun.(titik) Judul Buku (cetak miring). (titik) Nama Editor,(koma)
editor.(titik) Tempat Terbit (kode negara):(titik dua) Nama Penerbit
Contoh:
Saiful AM. 2010. Perubahan sosial. Sitanggang A, editor. Jakarta (ID): UI Press

(8) Apabila daftar pustaka bersumber dari buku yang tanpa pengarang
Anonim hanya diperbolehkan ditulis apabila dalam buku asli benar-benar tidak
dicantumkan nama Lembaga atau badan yang menerbitkannya.
[Depdiknas] Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta (ID): Balai Pustaka
[Anonim]. 1937. Sang Prajurit Sejati. Jakarta(ID): Balai Pustaka

20. Menulis Catatan Kaki


Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki
halaman karangan yang bersangkutan. Catatan ini memberikan informasi singkat
sesungguhnya yang terdapat pada tulisan. Dengan catatan kaki, seorang penulis sesungguhnya
telah memberikan penghargaan atas karya orang lain. Hubungan antara catatan kaki dengan
teks dinyatakan dengan nomor-nomor penunjukkan yang sama. Selain menggunakan nomor-
nomor penunjukkan, hubungan itu dapat dinyatakan dengan menggunakan tanda asterik atau
tanda bintang (*).

MAJURING KOTABITA HLM

Penulisan daftar pustaka memiliki aturan sebagai berikut:


(1) Nama pengarang tidak dibalik
(2) Judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer) atau digaris bawah (jika tidak
dengan
komputer). Selain buku (artikel di majalah, Koran, atau jurnal), judul sumber ditempatkan
dalam
tanda petik dua (“…”), tidak dicetak miring atau digaris bawah
(3) Kota terbit
(4) Nama penerbit
(5) Tahun terbit
(6) Nomor halaman
(7) Semua unsur dihubungkan dengan tanda koma (,), kecuali setelah kota terbit, dihubungkan
dengan tanda titik dua (:).

Contoh Catatan Kaki satu dan dua pengarang


Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hlm 4.
Sumi Winarsih dan Ridha Yulfika, Belajar Bahasa Indonesia, (Bandung: Acarya, 2005), hlm. 32.

Contoh Catatan Kaki 3 atau lebih Pengarang


Mahmud Hidayat, dkk., Bahasa dan Sastra Indonesia, (Klaten: Citra Aji Parama, 2004), hlm. 45.
Beberapa contoh kata baku dan tidak baku
No Kata Baku Kata Tidak Baku

1. Abjad Abjat
2. Advokat Adpokat
3. Aktif Aktip
4. Al Quran alquran
5. Apotek Apotik
6. Asas Azas
7. Atlet Atlit
8. Atmosfer Atmosfir
9. Baut Baud
10. Berpikir Berfikir
11. Besok Esok
12. Bus Bis
13. Cabai Cabe
14. Cendekiawan Cendikiawan
15. Cenderamata Cinderamata
16. Daftar Daptar
17. Definisi Difinisi
18. Depot Depo
19. Detail Detil
20. Diagnosis Diagnosa
21. Diesel Disel
22. Dipersilakan Dipersilahkan
23. Dolar Dollar
24. Ekspor Eksport
25. Ekstrem Ekstrim
26. Ekuivalen Ekwivalen
27. Embus Hembus
28. Februari Pebruari
29. Film Filem
30. Fisik Phisik
31. Fondasi Pondasi
32. Formal Formil
33. Foto Photo
34. Frekuensi Frekwensi
35. Gizi Gisi
36. Gladi Geladi
37. Hafal Hapal
38. Hak Haq
39. Hakikat Hakekat
40. Hierarki Hirarki
41. Hipotesis Hipotesat
42. Ijazah Ijasah
43. Ikhlas Ihlas
44. Imbau Himbau
45. Indera Indra
46. Insaf Insyaf
47. Istri Isteri
48. Izin Ijin
49. Jadwal Jadual
50. Jenazah Jenasah
51. Jenderal Jendral
52. Justru Justeru
53 Kaidah Kaedah
54 Karier Karir
55 Kategori Katagori
56 Komplet Komplit
57 Konferensi Konperensi
58 Kongres Konggres
59 Konkret Konkrit
60 Kreatif Kreative
61 Kreativitas Kreatifitas
62 Kualifikasi Kwalifikasi
63 Kualitatif Kwalitatif
64 Kuantitatif Kwantitatif
65 Kualitas Kwalitas
66 Kuitansi Kwitansi
67 Kiai Kyai
68 Lubang Lobang
69 Maaf Ma’af
70 Makhluk Mahluk
71 Manajemen Managemen
72 Manajer Manager
73 Mencolok Menyolok
74 Menerjemahkan Menterjemahkan
75 Mengesampingkan Menyampingkan
76 Merek Merk
77 Meterai Meterei
78 Metode Metoda
79 Mesti Musti
80 Museum Musium
81 Motif Motip
82 Motivasi Motifasi
83 Nasihat Nasehat
84 November Nopember
85 Napas Nafas
86 Objek Obyek
87 Paham Faham
88 Paspor Pasport
89 Pikir Fikir
90 Praktik Praktek
91 Provinsi Propinsi
92 Risiko Resiko
93 Rezeki Rejeki
94 Saksama Seksama
95 Sekadar Sekedar
96 Sekretaris Sekertaris
97 Silakan Silahkan
98 Sistem Sistim
99 Subjek Subyek
100 Sutera Sutra
101 Syukur Sukur
102 Tafsir Tapsir
103 Teknik Tehnik
104 Teoretis Teoritis
105 Terampil Trampil
106 Varietas Varitas
107 Vila Villa
108 Wujud Ujud
109 Yudikatif Judikatip
110 Zaman Jaman
111 Zona Zone
113 abjad abjat
114 advokat adpokat
115 afdal afdol
116 akhlak ahlak
117 aktif aktip
118 aktivitas aktifitas
119 ambeien ambeyen
120 ambulans ambulan
121 amendemen amandemen
122 analisis analisa
123 andal handal
124 amfibi amphibi
125 antena antene
126 antre antri
127 apotek apotik
128 asas azas
129 astronaut astronot
130 ateis atheis
131 atlet atlit
132 atmosfer atmosfir
133 azan adzan
134 balans balan
135 balsam balsem
136 batalion batalyon
137 baterai baterei
138 berandal brandal
139 belum belom
140 besok esok
141 biosfer biosfir
142 blanko blangko
143 brankas brangkas
144 budek budeg
145 bujet budjet
146 bus bis
147 cabai cabe
148 capai capek
149 cedera cidera
150 cendekiawan cendikiawan
151 cendera mata cinderamata / cenderamata
152 cengkeram cengkram
153 cengkih cengkeh
154 cokelat coklat
155 daftar daptar
156 debitur debitor
157 dekret dekrit
158 depot depo
159 detail detil
160 deviasi defiasi
161 diagnosis diagnosa
162 diskotek diskotik
163 distilasi destilasi
164 dolar dollar
165 drainase drainage
166 dramatisasi dramatisir
167 durian duren
168 efektif efektip
169 ekstra extra
170 ekstrem ektrim
171 ekstremis ekstrimis
172 ekstrover ektstrovert
173 elite elit
174 embus hembus
175 esai esei
176 faksimile faksimil
177 februari pebruari
178 fondasi pondasi
179 formal formil
180 foto photo
181 fotokopi photokopi
182 fotosintesis fotosintesa
183 frasa frase
184 frekuensi frekwensi
185 gaib ghaib
186 geladi gladi
187 gizi giji
188 griya gria
189 gua goa
190 gubuk gubug
191 gudeg gudek
192 hadis hadist
193 hafal hapal
194 hakikat hakekat
195 hektare hektar
196 hierarki hirarki
197 hipotesis hipotesa
198 ijazah ijasah
199 ikhlas ihlas
200 influenza influensa
201 inframerah infra merah
202 imbau himbau
203 indera indra
204 infus inpus
205 insaf insyaf
206 isap hisap
207 intelijen inteligen
208 intens inten
209 interpretasi interprestasi
210 interupsi intrupsi
211 islamiah islamiyah
212 istigfar istighfar
213 istri isteri
214 itermeso intermezo
215 izin ijin
216 jadwal jadual
217 jagat jagad
218 jemaah jamaah
219 jenazah jenasah
220 jenderal jendral
221 judo yudo
222 junior yunior
223 justru justeru
224 kaidah kaedah
225 kanker kangker
226 karena karna
227 karier karir
228 karisma kharisma
229 katalisis katalisa
230 kedaluwarsa kadaluwarsa
231 kedelai kedelei
232 kendur kendor
233 khotbah khutbah
234 klien client
235 kloter keloter
236 koboi koboy
237 komersial komersil
238 kompleks komplek
239 komplet komplit
240 konfirmasi komfirmasi
241 konkret konkrit
242 konsekuensi konsekwensi
243 korsleting konsleting
244 kosakata kosa kata
245 kreatif kreatip
246 kreativitas kreatifitas
247 kualitas kwalitas
248 kuarsa kwarsa
249 kuitansi kwitansi
250 kuorum kworum
251 lafal lapal
252 legalisasi legalisir
253 lembap lembab
254 lubang lobang
255 manajemen managemen
256 manajer manager
257 mangkuk mangkok
258 mantra mantera
259 masjid mesjid
260 memengaruhi mempengaruhi
261 mengonsumsi mengkonsumsi
262 mengubah merubah
263 menteri mentri
264 mencolok menyolok
265 metode metoda
266 miliar milyar
267 motif motip
268 musafir musyafir
269 naas nahas
270 nakhoda nahkoda
271 tampak nampak
272 napas nafas
273 nasihat nasehat
274 negatif negatip
275 negeri negri
276 nomor nomer
277 neto netto
278 notula notulen
279 november nopember
280 objek obyek
281 objektif obyektif
282 omzet omset
283 organisasi organisir
284 orisinal orisinil
285 paham faham
286 palem palm
287 paradoks paradok
288 paramedis paramedi
289 pasfoto pas photo
290 paspor pasport
291 paviliun pavilion
292 pedas pedes
293 peranti piranti
294 permak vermak
295 pikir fikir
296 produktif produktip
297 produktivitas produktifitas
298 prototipe prototif
299 proyek projek
300 provinsi propinsi
301 putra putera
302 putri puteri
303 ransel rangsel
304 rapi rapih
305 rapor rapot
306 rasional rasionil
307 respons respon
308 resistans resistan
309 reumatik rematik
310 rezeki rejeki
311 risiko resiko
312 sah syah
313 sahih syahih
314 saksama seksama
315 sambal sambel
316 sanksi sangsi
317 saraf syaraf
318 saus saos
319 sekadar sekedar
320 sekretaris sekertaris
321 semifinal semi final
322 seprai seprei
323 sintesis sintesa
324 sistem sistim
325 sistematis sistimatis
326 skala sekala
327 standardisasi standarisasi
328 subjek subyek
329 survei survey
330 sutra sutera
331 syahid sahid
332 syukur sukur
333 tafsiran tapsiran
334 teknik tehnik
335 teknisi tehnisi
336 teknologi tehnologi
337 teladan tauladan
338 telepon telpon
339 tenteram tentram
340 teoretis teoritis
341 terampil trampil
342 terima kasih terimakasih
343 tesis thesis
344 tim team
345 tobat taubat
346 tradisional tradisionil
347 transpor transport
348 tripleks triplek
349 trofi tropi
350 urgen urgent
351 urine urin
352 ustaz ustad / ustadz
353 utang hutang
354 varietas varitas
355 wali kota walikota
356 yudikatif judikatif
357 yudisial judisial
358 yurisdiksi jurisdiksi
359 zaman jaman
360 zamzam zam-zam
361 zina jinah
362 zona zone

Sumber : https://infoana.com/kata-baku-dan-tidak-baku