Anda di halaman 1dari 46

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Masyarakat perkotaan kini dimanjakan oleh kehadiran berbagai pusat perbelanjaan.

Bahkan lokasinya kadang-kadang di satu kawasan. Kondisi ini sangat menguntungkan karena

masyarakat tinggal memilih gerai mana yang akan dimasukinya. Ritel merupakan mata rantai

yang penting dalam proses distribusi barang dan merupakan mata rantai terakhir dalam suatu

proses distribusi. Melalui ritel, suatu produk dapat bertemu langsung dengan penggunanya.

Industri ritel di sini didefinisikan sebagai industri yang menjual produk dan jasa pelayanan

yang telah diberi nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, kelompok, atau

pemakai akhir. Produk yang dijual kebanyakan adalah pemenuhan dari kebutuhan rumah

tangga termasuk sembilan bahan pokok (Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), September 2008,

Hal. 128 - 142 Vol. 15, No.2 ISSN: 1412-3126)

Sebagai kota yang masih berkembang dalam berbagai sektor pembangunan salah

satunya sector bisnis ritel maka kota Tanjung Pinang dipengaruhi oleh kekuatan daya beli

masyarakat, pertambahan jumlah penduduk, dan juga adanya kebutuhan masyarakat akan

pemenuhan produk konsumsi. Kehadiran industri ritel modern pada dasarnya memanfaatkan

pola belanja masyarakat terutama kelas menengah ke atas yang tidak mau berdesak-desakan

di dalam pasar tradisional yang biasanya tidak tertata rapi. Walaupun kehadiran ritel modern

ini disoroti dapat mematikan pasar tradisional karena mempunyai keunggulan pada banyak

faktor, perkembangannya sendiri dapat dikatakan tidak terbendung salah satunya ialah

Departement Store.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 1 | 46
Perkembangan dunia ritel semakin pesat, Departement Store semakin banyak

bermunculan dengan tampilan yang semakin menarik. Customer dimanjakan dengan pilihan

yang lebih beragam dan kenyamanan belanja dengan fasilitas yang lengkap dan tampilan

yang sangat menarik. Persaingan antar competitor semakin ketat, dimana masing - masing

Department Store berlomba-lomba menarik minat customer untuk datang dan berbelanja baik

melalui penawaran promosi acara, kelengkapan produk, maupun fasilitas dan tampilan

counter yang lebih nyaman dan ekslusif.

Matahari Departement Store sebagai salah satu unit usaha yang juga bergerak

dibidang ritel tentunya juga harus memberikan penawaran yang lebih baik kepada customer

sehingga tetap mampu bersaing dengan competitor lainnya. Perkembangan Matahari

Department Store semakin pesat hingga ke wilayah barat pulau sumatera bagian kepulauan

yaitu tepatnya dikota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau.

MDS Tanjungpinang City Center (TCC) sebagai toko ke 145 mulai beroperasi sejak

26 Mei 2016 lalu, juga tidak terlepas dari tugas dan tanggungjawab untuk bersaing dengan

ritel lain diwilayahnya dan diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal kepada

management. Disisi lain keberadaan MDS TCC di mal Tanjungpinang City Center masih

dihadapkan dengan berbagai persoalan baik secara eksternal dan internal. Oleh karena itu,

dalam realitanya MDS 362 Tanjung Pinang City Center harus mampu peka dalam

menganalisa berbagai faktor-faktor baik secara eksternal maupun internal yang dapat

mempengaruhi performance MDS 362 Tanjung Pinang City Centerbaik secara sales maupun

service sehingga tetap mempertahankan eksistensi perusahaan agar tetap Growth dalam

pesatnya perkembangan industri ritel dewasa ini.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 2 | 46
Dengan demikian hal inlah yang melatarbelakangi penulisan dasar pemikiran kami

dalam menulis laporan ini dengan judul “ Identifikasi Faktor Eksternal Dan Internal

Dengan Analisis TOWS Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center”

1.2. TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah:

1 Mengidenifikasi faktor-faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhi industri ritel

MDS 362 Tanjung Pinang City Center

2 Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal yang mempengaruhi industri ritel

MDS 362 Tanjung Pinang City Center

3 Menganalisa faktor-faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhi industri ritel

MDS 362 Tanjung Pinang City Center

4 Menganalisa faktor-faktor lingkungan internal yang mempengaruhi industri ritel MDS

362 Tanjung Pinang City Center

5 Menganalisa alternatif strategi yang dapat diambil MDS 362 Tanjung Pinang City

Center dalam meningkatakan daya saingnya

6 Merekomendasikan Store Strategic Action Plan untuk meningkatkan kinerjanya

dimasa depan

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 3 | 46
1.3. METODOLOGI PENELITIAN

Dalam memudahkan analisa yang akan dilakukan dalam penelitian ini, maka metode

penelitian yang digunakan ialah:

1. Metode Observasi

Merupakan teknik pengumpulan data, dimana penulis melakukan pengamatan secara

langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan, atau

merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memperoleh data, bisa dengan wawancara

langsung, bisa dengan pengamatan ke obyek dari percobaan yang dilakukan atau pada obyek

survei. Metode ini harus ditetapkan menggunakan apa yang paling tepat untuk sebuah

penelitian atau survei suatu obyek masalah yang akan ditulis atau diteliti.

2. Metode Interview

Metode interview adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab lisan secara

sepihak yang dikerjakan secara sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian. Tehnik

wawancara yang penulis gunakan adalah wawancara bebas terpimpin dimana pewawancara

menyajikan daftar pertanyaan, akan tetapi cara bagaimana pewawancara menyajikan

diserahkan kepada kebijaksanaan pewawancara.

3. Analisa faktor eksternal dengan menggunakan metode analisa PESTLE dan Five Force-

Porter

Analisis PESTLE adalah suatu teknik dalam manajemen strategi yang digunakan untuk

melihat faktor-faktor lingkungan luar/eksternal bisnis yang berpengaruh terhadap suatu hal

(perusahaan, proyek, masalah, dan lain-lain). Faktor-faktor tersebut meliputi bidang:

Political, Economic, Sosial, Technological, Legal, dan Environment.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 4 | 46
1) Political

Faktor politik meliputi hukum yang berlaku, kebijakan pemerintah, dan aturan formal

atau informal di lingkungan perusahaan (Contoh: kebijakan pajak dan peraturan

daerah).

2) Economic

Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi daya beli dari customer

dan mempengaruhi iklim berbisnis suatu perusahaan (Contoh: standar nilai tukar,

suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi

3) Sosial

Faktor sosial meliputi semua faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan dari

pelanggan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar yang ada (Contoh :

tingkat pendidikan masyarakat, tingkat pertumbuhan penduduk, kondisi lingkungan

sosial dan lingkungan kerja).

4) Technological

Faktor teknologi meliputi semua hal yang dapat membantu dalam menghadapi

tantangan bisnis dan mendukung efisiensi proses bisnis perusahaan (Contoh :

penemuan dan pengembangan baru, biaya dan penggunaan teknologi, perubahan

dalam ilmu pengetahuan, dan dampak dari perubahan teknologi).

5) Legal

Faktor legal meliputi pengaruh hukum seperti perubahan undang-undang yang ada

atau yang akan datang (Contoh: kesehatan dan keselamatan, arahan pekerjaan, hak

asasi manusia, tata kelola perusahaan, dan tanggung jawab lingkungan).

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 5 | 46
6) Environment

Faktor lingkungan dapat digunakan ketika melakukan perencanaan strategi atau

mencoba mempengaruhi keputusan pembeli seperti faktor lokasi geografis.

Porter five forces analysis adalah suatu kerangka kerja untuk analisis industri dan

pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael Porter dari Sekolah Bisnis

Universitas Harvard pada tahun 1979. Menurutnya ada lima kekuatan yang menentukan

intensitas persaingan dalam suatu industri, yaitu (1) ancaman produk pengganti, (2)

ancaman pesaing, (3) ancaman pendatang baru, (4) daya tawar pemasok, serta (5) daya

tawar konsumen. Analisis ini biasanya dilakukan dengan kombinasi dengan analisis TOWS.

4. Analisa faktor internal dengan menggunakan metode Core Competency

Adalah keunggulan-keunggulan yang dimiliki suatu perusahaan dibandingkan dengan

saingannya sehingga perusahaan tersebut mengkonsentrasikan dirinya pada "core

competency" nya. Bidang-bidang lain yang bukan core competency dari perusahaan ini

dialihdayakan.

5. Analisa TOWS secara kuantitatif menggunakan TOWS tempelate

Analisis dengan mode TOWS berarti menganalisis faktor-faktor eksternal perusahaan

itu. Cara pandang penulis diarahkan lebih dahulu ke luar. Ke luar di sini bisa dibaca

sebagai kondisi nyata pasar yang ada, ke kondisi perubahan-perubahan (change) yang ada

di lanskap bisnis. Juga lebih dahulu melihat peluang-peluang yang ada untuk digarap.

Analisis TOWS lebih cenderung berorientasi pada perubahan-perubahan di lanskap

pasar. Artinya, berorientasi pada masa depan.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 6 | 46
Setelah menganalisis faktor eksternal tersebut, perusahaan kemudian melihat ke

dalam: mana saja yang menjadi kekuatan kompetitif perusahaan, apa saja yang perlu

dipersiapkan. Perusahaan pun kemudian memiliki pilihan, apakah harus investasi,

langsung mengeksekusi, menunda, atau malah membatalkan dan menggarap bisnis

lainnya yang lebih relevan dan realistis.

1.4. LOKASI PENELITIAN

Lokasi yang dipilih menjadi Lokasi Penelitian dalam Analisa Faktor Eksternal dan

Faktor Internal pada Regional Sumatera 1 ialah MDS Tanjung Pinang City Center, yang

merupakan toko ke 14 (terakhir) dari total toko yang ada pada regional Sumatera 1.

Pemilihan lokasi ini dilakukan atas persetujuan Regional Manager beserta kedua mentor kami

yang mana analisa datanya menggunakan data quarterly satu (1) yaitu periode Janauri-Maret

2018 dan dikelompokan berdasarkan kategori kota, diantaranya Aceh, Medan, Pekanbaru,

Batam dan Tanjung Pinang.

1.5. BATASAN PEMBAHASAN


Dengan mengacu pada latar belakang masalah serta rumusan pembahasan, maka

perlunya dibatasi pembahasan laporan ini agar nantinya tidak menimbulkan kerancuan dari

hal-hal yang dimaksud atau permasalahan akan menjadi lebar. Paper ini dibuat dengan tujuan

mengidentifikasi dan menganalisa faktor lingkungan eksteran dan internal yang

mempengaruhi industri ritel MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari – Maret

2018 serta membuat strategi aletrnatif strategi yang dapat diambil dan dituangkan dalam store

strategy action plan untuk menigkatkan performance MDS 362 Tanjung Pinang City Center

dimasa depan

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 7 | 46
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. MENGANALISA LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN INTERNAL

Secara garis besar sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan

dimana lingkungan tersebut dapat dibagi kedalam dua bagian besar, yaitu lingkungan

eksternal dan internal.

Menurut Robert W. Ducan (2007,142) menganalisa lingkungan internal dan eksternal

merupakan hal penting dalam proses perencanaan strategi. Faktor-faktor lingkungan internal

didalam perusahaan biasanya dapat digolongkan sebagai Strength (S) atau Weakness (W),

dan lingkungan eksternal perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai opportunities (O) atau

threat (T). Analisis lingkungan strategi ini disebut sebagai analisis TOWS.

Akan tetapi pada pembahasan ini, yang menjadi faktor awal yang harus dianalisa

adalah faktor lingkungan eksternal yaitu ancaman (Threat) dan peluang (Opportunities)

kemudian menganalisa kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) sehingga analisis

lingkungan strategi ini disebut sebagai analisis TOWS. Berikut ini definisi TOWS yang

dapat menjelaskan hal tersebut:

a. Threats

Kondisis negative eksternal yang tidak dalam kendali sebuah perusahaan, tetapi

dampaknya dapat diminimalkan oleh perusahaan itu sendiri (misalnya, tingkat

persaingan, lesunya industri, dan lain-lain)

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 8 | 46
b. Opportunities

Kondisi positif eksternal yang tidak dalam kendali, tetapi yang dapat dimanfaatkan

untuk kepentingan sebuah perusahaan (misalnya; kesempatan promosi, pertumbuhan

perusahaan, dan lain-lain)

c. Weakness

Aspek Negatif internal yang dapat dikendalikan dan dapat ditingkatkan (mis.

Kurangnya pengalaman, kurang terampil dalam penggunaan komputer, dan lain-lain)

d. Strength

Aspek positif internal yang dapat dikendalikan (misalmnya hal-hal yang dikuasai oleh

perusahaan, potensi lebih yang dimiliki oleh perusahaan, dan lain-lain)

Dari pengertian TOWS diatas dapat diambil kesimpulan bahwa faktor eksternal

adalah hal yang patut dianalisa terlebih dahulu dikarenakan faktor eksternal tidak bisa

dikendalikan oleh sebuah perusahan. Keuntungan yang dapat diambil adalah perusahaan

tersebut dapat mengetahui ancaman dan peluang yang ada pada lingkungan tempat

perusahaan tersebut berdiri. Sama halnya dengan Matahari Departemen Store Tanjung Pinang

City Center, perusahaan ritel yang berada di Tanjung Pinang City Center Mall.

MDS 362 Tanjung Pinang City Center berdiri sejak tahun 2016 hingga saat ini.

Banyak peluang dan ancaman yang ada pada lingkungan eksternal mall ini. Ancaman

terbesar adalah Konsumen yang sensitive harga, serta jangkauan akses transportasi ke mall

dengan jarak sekitar 19 km dari pusat ibu kota provinsi yang mengakibatkan rendahnya

traffic customer yang masuk ke mall. Salah satu peluang yang dimiliki MDS Tanjung Pinang

City Center adalah competitor sejenis (deprtemen store) yang sedikit, dimana hanya terdapat

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 9 | 46
Ramayana Departemen Store dan selebihnya adalah merupakan pasar tradisional yang

bersifat subtitutif.

Salah satu peluang yang dimiliki MDS Tanjung Pinang City Center adalah Mall ini

adalah merupakan satu-satunya mall yang ada dan terbesar di Kota Tannjung Pinang,

Kepulauan Riau. Peluang yang kedua adalah letak mall ini berada dekat wilayah perkantoran,

kampus, dan kompleks perumahan selain itu juga peluang terbesar ialah, tidak memiliki

kompetitor sejenis yang dalam hal ini ialah departement store serta memiliki peluang untuk

mendapatkan calon customer baru dan loyal melalui penggunaan member matahari rewards

ovo sebagai salah satu customer relationship manajemen.

2.1.1. MENGANALISA LINGKUNGAN EKSTERNAL

A. ANALISA MAKRO (PESTLE)

Salah satu cara untuk menetahui suasana makro lingkungan MDS Tanjung Pinang City

Center adalah dengan melakukan business environment scanning, yakni melihat secara makro

seperti halnya helicopter view terhadap keseluruhan faktor yang mempengaruh. Teknik

analisa ini dinamakan PESTLE.

PESTLE adalah metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor

eksternal yang mempengaruhi suatu organisasi.

PESTLE dapat digunakan untuk mempertimbangkan faktor-faktor permasalahan

eksternal, yaitu politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, legal, dan environment. Berikut

ini analisa PESTLE yang dilakukan pada MDS Tanjung Pinang City Center antara lain :

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 10 | 46
a. Faktor Politik

 Isu pemilihan Walikota Tanjung Pinang tahun 2018, serta merta adanya isu pemilihan

presiden dan legislatif 2019.

 Kebijakan pemerintah terkait ijin usaha online, turut mempengaruhi daya beli

masyarakat terhadap store offline, apalagi dengan keberadaan mall tanjung pinang

yang jauh dari pusat kota sekotar 19 km, serta dengan susahnya transportasi umum.

b. Faktor Ekonomi
 Inflasi kota Tanjung Pinang Agustus-September 2018 pada angka 0.23% (sumber: kota

Tanjung Pinang dalam angka 2018; bps) dan deflasi dibulan september pada angka

0.13%. Peluang yang baik bagi MDS 362 Tanjung Pinang City Center untuk

menghasilkan keuntungan yang besar di akhir tahun 2018 mengingat inflasi yang

terjadi di Juli 2018 yang sempat mencapai angka 0.45% (sumber: kota Tanjung

Pinang dalam angka 2018; bps)

 UMK kota Tanjung Pinang tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 9% dibandingkan

tahun 2017, dimana menjadi Rp.2.565.187. ini pertanda secara ekonomi makro, adanya

pertumbuhan ekonomi yang baik sehingga mendorong kenaikan yang sudah tentunya

akan berdampak secara tidak langusng juga bagi daya beli beli masyarakat

 Adanya laju pertumbuhan ekonomi mencapai angka 5.08% dibandingkan tahun

sebelumnya

 IHK kota Tanjung Pinang 131.98 pada bulan Agustus 2017. Semakin tinggi IHK

sebuah daerah maka semakin kecil inflasi ekonomi yang terjadi di wilayah tersebut

(sumber: kota Tanjung Pinang dalam angka 2017; bps)

 Pengeluran per kapita non makanan Rp.690.460/bulan (sumber: kota Tanjung Pinang

dalam angka 2017; bps

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 11 | 46
c. Faktor Sosial BudayaS
 Jumlah penduduk terbanyak ke 3 di kepualauan riau (10.09%)

 Jumlah penduduk miskin 19.19 ribu jiwa dengan presentase penduduk miskin sebesar

9.29%

 Garis kemiskinan Rp.591.589/kapita

 Tingkat pengangguran7.11% naik dibandingkan thn sebelumnya yang hanya 6.27%

 60% pegawai negeri sipil adalah perempuan

d. Faktor Teknologi

 Dinas Komunikasi dan Informatika Tanjung Pinang Bekerjasama dengan Telkom

Menggagas Smart City pada 2018 Dengan konsep Smart Mission (Smart Town

Planning, smart Transportation, smart governance dll)

 Penggunaan internet dan aplikasi online, terlihat dengan hadirnya gojek dan gimi

e. Faktor Legal

 Pemerintah kota tanjung pinang menerapkan Pengajuan izin usaha secara online

sehingga transparan dan cepat.

 Support dari Pemerintah dengan Percepatan Izin Usaha melalui penetapan Pergub,

dibawah badan pengusahaan

f. Faktor Environment
 Jarak ke ibukota provinsi 19 km

Rata-rata jumlah hari hujan dalam setahun adalah 20 hari/bulan, dan bulan November

merupakan bulan penghujan dengn rata-rata hujan 25 hari

B. ANALISA MIKRO (Five Force)

Dalam menganalisa lingkungan internal secara mikro disekitar wilayah MDS Tanjung

Pinang City Center, maka analisa yang digunakan ialah analisa Five Force. Analisis ini

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 12 | 46
menggunakan lima faktor utama untuk menganalisis industri yang terdiri atas Pemain

baru, Pemasok, Barang Subtiutsi, Konsumen, dan Persaingan Industri. Kelima faktor

tersebut dimaksudkan untuk menilai intensitas persaingan, potensi laba atau

profitabilitas industri, dan untuk menilai menarik atau tidaknya suatu industri

(degree of attractiveness). Gambar di bawah ini menjelaskan tingkat kompetitif yang

mempengaruhi industri ritel MDS Tanjung Pinang City Center.

PEMAIN
BARU

PERSAINGAN
INDUSTRI
KONSUMEN MDS TANJUNG PEMASOK
PINANG CITY
CENTER

BARANG
SUBTITUSI

Gambar. Five Force Industry Competition MDS Tanjung Pinang City Center

Berdasakan gambar diatas maka secara lebih mendalam dapat dijelaskan kelima faktor

yang menjadi ukuran intensitas persaingan indistri yang ada diwilayah sekitar MDS 362

Tanjung Pinang City Center adalah sebagai berikut:

1. Pemain Baru

Ancaman calon pendatang baru pada dasarnya bersifat “rendah” karena pasar yang ada
sekarang ini sudah demikian didominasi oleh banyak pasar lokal maupun tradisional.
Untuk dapat masuk ke dalam industri ini sedikitnya dibutuhkan modal, pengalaman, dan
jaringan distribusi luas yang cukup menyulitkan bagi calon pendatang baru. MDS 362
Tanjung Pinang City Center dalam operasionalnya selama ini sejak 2016 kurang lebih 2 tahun

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 13 | 46
berjalan cukup baik dengan pesaing industri masih bersifat lemah, dimana ancaman pendatang
baru tersebut yang berdasarkan hasil observasi/survei kami selama ditemukan beberapa
ancaman pemain baru sebagai berikut:
a. Kehadiran Ramayana Departement Store Dan Pasar Lokal TOP Model yang
letaknya sekitar 5 Km jaraknya dari Tanjung Pinang City Center. Kedua pemain
baru ini, dianggap sebagai pesaing yang sifatnya lemah bagi MDS 362 Tanjung
Pinang City Center, oleh karena keberadaanya yang dekat, dan berlokasi pada area
perkantoran, serta kelas ekonominya berada pada kelas menegah bawah ( untuk
Ramayana) dan kelas menengah keatas untuk pasar TOP MODEL.
b. Harga barang yang ditawarkan oleh pemain baru (TOP MODEL) relatif lebih
tinggi dibandingkan Matahari Departement Store, dan berdasarkan hasil survey
didapati bahwa segmentasi pasar kedua pemain baru ini adalah masyarakat kelas
ekonomi menengah keatas berbeda dengan segmentasi pasar MDS Tanjung
Pinang City Center yang adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah.
c. Diferensiasi Produk yang ditawarkan oleh pemain baru, berbeda dengan MDS
Tanjung Pinang City Center baik dari segi kualitas produk maupun harga yang
ditawarkan. Untuk TOP MODEL, produk yang ditawarkan memiliki pemasok
barang yang berbeda dari MDS Tanjung Pinang City Center, baik secara fashion
(baju,celana, dan sepatu. Dimana rata-rata barang yang ditawarkan adalah barang-
barang impor dari singapura dan cina.
Dengan demikian, berdasarkan ketiga uraian tersebut diatas, maka intensitas persaingan
dari faktor pemain baru, masih bersifat sedang bagi MDS 362 Tanjung Pinang City Center

2. Pemasok

Kekuatan dari pemasok dikatakan bersifat “sedang” disebabkan adanya saling

ketergantungan dari posisi tawar menawar antara peritel dan pemasok atau sebaliknya.

Persyaratan yang ditentukan oleh pemasok biasanya berdasarkan pada dua kriteria

yaitu: secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, peritel harus dapat

memenuhi pemesanan atau pembelian dalam jumlah volume minimal tertentu.

Sedangkan secara kualitatif, peritel harus dapat memperlihatkan prospek perusahaan


“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 14 | 46
dan keterbukaannya. Pemasok akan menilai apakah peritel sudah mempunyai

infrastruktur yang baik dan manajemen yang baik. Hal ini penting karena pemasok

berkepentingan untuk mengetahui dan memonitor setiap pergerakan dari barang- barang

yang dijual.

MDS 362 Tanjung Pinang City Center dalam intesitas persaingan memiliki kekuatan

daya tawar pemasok yang lebih tinggi atau lebih besar jika dibandingkan dengan pesaing atau

kompetitor. Ini artinya menunjukkan bahwa Matahari Departement Store memilikki bargaining

powers of supplier sangat kuat, hal ini didukung dengan keberadaan Matahari Departemen Store

yang tersebar hampir diseluruh Indonesia yang saat ini berjumlah 155 store. Jumlah sebanyak ini

secara tidak langsung merupakan kekuatan bargaining bagi MDS dalam posisi tawar menawar

di pihak pemasok, dan distributor. Hal ini yang sama pun juga bagi MDS 362 Tanjung Pinang

City Center, yakni memiliki kekuatan tawar dari pemasok sangat “kuat”.

3. Barang Subtitusi

Ancaman dari produk pengganti atau substitusi dalam industri ritel dapat dikatakan

bersifat “cukup kuat” Karena sudah hadir jauh sebelum adanya industri ritel modern yaitu

berupa pasar dan toko tradisional. Keunggulan dari adanya pasar dan toko tradisional ini

adalah harga yang relatif lebih murah dan juga lokasi yang lebih dekat dengan tempat

tinggal penduduk terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

Berdasarkan hasil obeservasi yang dilakukan, barang subtitusi merupakan faktor

yang sangat berpengaruh kuat dalam intensitas persaingan MDS 362 Tanjung Pinang

City Center, yaitu dengan hadirnya Pasar Tradisional TOP MODEL, TOKO 1818,

PUBLIC, dan TREND SHOP. Secara lebih mendalam, analisa yang dapat dijelasakan

terhadap barang subtitusi adalah sebagai berikut:

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 15 | 46
a. Secara geografis dan demografi, rata-rata semua Pasar Tradisional ini berada sekitar 1

kilometer dari MDS 362 Tanjung Pinang City Center. Dimana jarak yang dekat ini

menjadi sebuah ancaman oleh karena keberadaan yang dekat dengan perkaanoran

(perbankan) serta arus transportasi yang searah dan akses yang mudah jika customer

ingin mencari barang subtitusi yang lebih murah. Selain itu, keberadaanya yang strategis

diarea permukiman penduduk yang rata-rata segementasi pasarnya adalah kelas

menengah kebawah

b. Karateristik Harga dan prsoduk yang ditawarkan barang subtitusi dalam hal Pasar Kranji

relative lebih murah dan lengkap dibandingkan MDS 362 Tanjung Pinang City Center,

selain itu dalam proses jual-beli pun, negosiasi harga dapat berlaku sesuai kebutuhan

tergantung kesepakatan harga antara pedagang dan konsumen.

4. Persaingan Industri

Persaingan antar perusahaan yang terjadi dalam format bisnis ritel yaitu

antara format ritel tradisional dan modern, atau persaingan antara peritel lokal dan

asing yang dapat dikatakan bersifat “kuat”. Di satu sisi daya beli masyarakat yang

rendah sehingga tingkat konsumsinya pun rendah padahal jumlah gerai terus

bertambah. Di sisi lain, besarnya jumlah penduduk dan makin stabilnya ekonomi

makro dan kondisi keamanan dapat menarik minat calon pendatang baru untuk masuk

melakukan investasi di Indonesia.

Persaingan dalam industri ritel juga ditandai dengan hadirnya beragam format

ritel baru yang timbul karena konsumen mencari alternative berbelanja lain disesuaikan

dengan kemampuannya. Format ritel baru yang dimaksud adalah berbentuk factory

outlet, specialty store, dan ritel on-line.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 16 | 46
5. Konsumen

Kekuatan dari konsumen bersifat “kuat” karena mereka biasanya cenderung tidak

loyal pada satu ritel tertentu dan dengan mudahnya merubah pola kebiasaan berbelanja

sesuai dengan keinginan mereka. Jumlah konsumen pada industri ritel sangatlah besar

berdasarkan jumlah penduduk kota Tanjung Pinang yang semakin meningkat dari

tahun 2016 (204.735) ke tahun 2017 (207.057) sebesar 1.13% (sumber: kota Tanjung

Pinang dalam angka 2017; bps). Ancaman konsumen berkaitan dengan perubahan pola

berbelanja masyarakat yang mempengaruhi strategi masing-masing peritel. Selain itu

berdasarkan data statistik, pengeluaran per kapita sebulan penduduk kota tanjung pinang Rp.

1.317.890 yang terdiri dari non makanan Rp.690.460/bulan dan makanan adalah sebesar Rp.

627.430/bulan (sumber: kota Tanjung Pinang dalam angka 2017; bps).. Hal ini berarti

bahwa penduduk kota tanjung pinang 52,39% pengeluarannya dihabiskan untuk pemenuhan

bahan non makanan.

Untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan setianya MDS 362

Tanjung Pinang City Center melakukan berbagai upaya seperti yang dilakukan MDS

yang lainnya, dengan program Matahari Rewards Ovo yang diarahkan untuk memberi

banyak kemudahan dan nilai tambah bagi konsumen.

C. MENGHITUNG BOBOT ANALISA LINGKUNGAN EKSTERNAL

External Factor Analysis Summary (EFAS) matrik digunakan untuk menganalisis hal-

hal yang menyangkut persoalan ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik,

hukum, teknologi dan informasi tentang persaingan di pasar industri di mana perusahaan

berada. Tahap dalam mengembangkan EFAS matrik adalah sebagai berikut:

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 17 | 46
Berdasarkan observasi dilapangan, untuk faktor lingkungan eksternal yang

mempengaruhi industri ritel MDS 362 Tanjung Pinang City Center, maka rating analisa

faktor-faktornya dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal MDS 362 Tanjung Pinang City Center, Tahun 2018

NO FAKTOR POSITIF RATING KODE


1 INFLASI MENURUN 3 A
2 PENGGUNAAN INTERNET 3 B
3 UMK KOTA TANJUNG PINANG NAIK 3 C
4 FASHION TREND (LIFE STYLE) 4 D
5 PERMUKIMAN PENDUDUK DAN PERKANTORAN 2 E
6 60% PEGAWAI NEGERI SIPIL ADALAH PEREMPUAN 2 F
7 KOMPETITOR SEJENIS SEDIKIT 4 G
NO FAKTOR NEGATIF RATING KODE
1 RAIN DAYS (RATA-RATA 20 HARI/BULAN) 2 H
2 ISU PILPRES DAN LEGISLATIF 1 I
3 KONSUMEN SENSITIF HARGA 4 J
4 JARAK KE PUSAT KOTA YANG JAUH 2 K
5 AKSES TRANSPORTASI YANG TERBATAS 2 L
6 TINGKAT PENGANGGURAN NAIK 3 M
7 KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT IZIN USAHA ONLINE 3 N
(Sumber : Data Diolah, 2018)
Dari tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa untuk faktor lingkungan eksternal yang turut

mempengaruhi performance MDS 362 Tanjung Pinang City Center dapat diklasifikasi

berdasarkan dua faktor yang berbeda yakni Faktor positif dan faktor negatif. Faktor-faktor

tersebut dikelompokkan sebagai berikut :

a. Faktor Positif

yang tergolong dalam faktor ini diantaranya ialah infalsi menurun, penggunaan internet,

fashion trend (life style), permukiman padat penduduk dan perkantoran, kompetitor

sejenis sedikit, sera 60% pegawai negeri sipil adalah perempuan.

b. Faktor Negatif ;

yang tergolong dalam faktor ini diantaranya ialah, isu pilkada dan legsilatif, jarak ke

pusat kota yang jauh, akses transportasi umum yang terbatas, rain days (jumlah hari
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 18 | 46
hujan), tingkat pengangguran naik, konsumen sensitif harga, kebijakan pemerintah

terakit izin usaha online.

Berdasarkan kedua faktor tersebut diatas maka keduanya memiliki hubungan antara

masing-masing faktor baik faktor positif maupun faktor negatif, dengan skala hubungan antar

faktor diberi skala satu (1) bila antar faktor memiliki hubungan, dan skala nol (0) bila tidak

memiliki hubungan. Selain itu, apabila faktor lingkungan eksternal tersebut dirating menurut

peluang dan ancaman, maka faktor positif yang berpeluang besar (rating +4) terhadap

performance MDS 362 Tanjung Pinang City Center yaitu faktor, fashion trend dan

competitor sejenis sedikit, dan untuk faktor positif yang berpeluang sedikit besar (rating +3)

ialah inflasi menuru, UMK kota Tanjung Pinang dan penggunaan internet. Untuk melihat

adanya hubungan antar masing-masing faktor baik positif maupun negatif, dapat dilihat

dalam sajian tabel 2.

Tabel 2 . Rating dan Hubungan Antar Faktor Lingkungan Eksternal MDS Tanjung
Pinang City Center, Tahun 2018
FAKTOR
POSITIF A B C D E F G JML BOBOT*)
A 0 1 0 0 0 0 1 8.33%
B 0 0 1 1 1 0 3 25.00%
C 1 0 1 0 0 0 2 16.67%
D 0 1 1 0 1 0 3 25.00%
E 0 1 0 0 0 0 1 8.33%
F 0 1 0 1 0 0 2 16.67%
G 0 0 0 0 0 0 0 0.00%
TOTAL 12 100.00%
FAKTOR
NEGATIF H I J K L M N JML BOBOT*)
H 0 0 0 0 0 0 0 0.00%
I 0 0 0 0 0 0 0 0.00%
J 0 0 0 0 1 0 1 25.00%
K 0 0 0 1 0 0 1 25.00%
L 0 0 0 1 0 0 1 25.00%
M 0 0 1 0 0 0 1 25.00%
N 0 0 0 0 0 0 0 0.00%
TOTAL 4 100.00%
(Sumber: Data Diolah, 2018)
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 19 | 46
Faktor lingkungan eksternal lainnya yang tergolong faktor negatif atau sering disebut

ancaman yang jika dikategorikan berdasarkan rating ancaman pengaruhnya terhadap MDS

362 Tanjung Pinang City Center maka faktor yang memiliki ancaman sangat besar/tinggi

dengan bobot 25% yaitu faktor konsumen sensitive harga, jarak ke pusat kota yang jauh,

tingkat pengangguran naik dan kebijakan pemerintah terkait izin usaha online Secara lebih

detail terhadap rating peluang dan ancaman serta nilai bobot yang dimiliki oleh masing-

masing faktor tersebut dapat dilihat dalam tabel 3.

Tabel 3. Eksternal Factor Analysis Summary MDS 362 Tanjung Pinang City Center,Tahun
2018
FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL RATING SKOR
PELUANG
1 INFLASI MENURUN 3 0.250
2 PENGGUNAAN INTERNET 3 0.750
3 UMK KOTA TANJUNG PINANG NAIK 3 0.500
4 FASHION TREND (LIFE STYLE) 4 1.000
5 PERMUKIMAN PENDUDUK DAN PERKANTORAN 2 0.167
6 60% PEGAWAI NEGERI SIPIL ADALAH PEREMPUAN 2 0.333
7 KOMPETITOR SEJENIS SEDIKIT 4 -
TOTAL 3.000
ANCAMAN
1 RAIN DAYS (RATA-RATA 20 HARI/BULAN) 2 -
2 ISU PILPRES DAN LEGISLATIF 1 -
3 KONSUMEN SENSITIF HARGA 4 1.000
4 JARAK KE PUSAT KOTA YANG JAUH 2 0.500
5 AKSES TRANSPORTASI YANG TERBATAS 2 0.500
6 TINGKAT PENGANGGURAN NAIK 3 0.750
7 KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT IZIN USAHA ONLINE 3 -
TOTAL 2.750
TOTAL SKOR EFAS = 0,250 Noted: jika > 0 = banyak faktor prositf, jika < 0 = banyak faktor negative
(Sumber : Data Diolah, 2018)
Dari data tabel 3 diatas, menjelaskan bahwa faktor-faktor lingkungan eksternal baik

itu faktor positif (peluang) dan faktor negatif (ancaman) yang rating pengaruhnya besar (+4)

memiliki nilai bobot yang besar pula terhadap performance MDS 362 Tanjung Pinang City

Center, demikian sebaliknya untuk faktor yang memiliki rating kecil (+1) juga memiliki nilai

bobot pengaruh yang kecil. Hal ini juga menunjukan bahwa tersebut dipengaruhi dan
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 20 | 46
ditentukan tergantung berapa banyak hubungan atau keterikatan faktor tersebut dengan

faktor-faktor yang lain, baik itu faktor positif maupun faktor negatif. Nilai bobot yang

diperoleh masing-masing faktor-pun juga mempengaruhi besarnya skor atau perolehan nilai

pengaruh baik ancaman maupun peluang terhadap MDS 362 Tanjung Pinang City Center,

dimana skor tersebut diperoleh dengan cara mengalikan rangking masing-masing faktor

dengan bobot dan dikalikan presentase 100, sehingga diperoleh score pengaruhnya. Untuk

faktor positif (peluang), nilai skor tertinggi adalah 1 yakni faktor fashion trend (life style)

kemudian disusul dengan faktor penggunaan internet dan UMK Tanjung Pinang, angka ini

menunjukkan bahwa peluang terbesar yang dimiliki MDS 362 Tanjung Pinang City Center,

berdasarkan analisis lingkungan eksternal ialah ketiga faktor tersebut. Sedangkan untuk

faktor negatif (ancaman), nilai skor yang tertinggi ialah faktor konsumen sensitive harga

dengan skor 1,000, yamg secara statistic menunujkan kenikan dari 6,27% menjadi 7,11%

Analisa lingkungan eksternal lebih lanjut apabila dhitung bobot analisa berdasarkan

kedua faktor tersebut diatas,maka berdasarkan data sajian yang tercantum dalam tabel diatas,

nilai External Factor Analysis Summary yang diperoleh berada pada angka 0,250 yang

merupakan hasil pengurangan antara skor nilai faktor positif (peluang) dan faktor negatif

(ancaman). Nilai EFAS pada angka 0,250 menunjukan bahwa secara analisa faktor

lingkungan eksternal, disimpulkan bahwa MDS 362 Tanjung Pinang City Center dalam

performance kedepan memiliki peluang yang cukup baik untuk dikembangkan dan

dioptimalkan sebagai kekuatan dalam menghadapai atau mengatasi ancaman yang ada

disekitar, yaitu dengan mengoptimalkan faktor fashion trend dan penggunnaan internet yang

dimiliki oleh masayarakat sekitar area MDS 362 Tanjung Pinang City Center ataupun juga

dengan peluang keberadaan MDS MDS 362 Tanjung Pinang City Center yang tengah berada

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 21 | 46
disekitar area permukiman penduduk dan perkantoran serta merupakan mall satu-satunya dan

terbesar dikota tersebut.

2.1.2. MENGANALISA LINGKUNGAN INTERNAL

Analisa lingkungan internal yaitu suatu analisa yang dilakukan oleh sebuah

perusahaan yang dalam hal ini ialah MDS 362 Tanjung Pinang City Center terhadap kondisi

lingkungan internal yang berada didalamnya dan dapat dikendalikan oleh MDS 362 Tanjung

Pinang City Center.

Dalam penelitian atau observasi yang dilakukan selama seminggu, maka untuk

menganalisa berbagai faktor –faktor yang yang tergolong dalam fakotr lingkungan internal

yang turut mempengaruhi perfomamce MDS 362 Tanjung Pinang City Centeruntuk kondisi

sekarang, maka dilakukan dengan menggunakan analisa Core Competency.

Analisa Core Competency dalah keunggulan-keunggulan yang dimiliki suatu

perusahaan dibandingkan dengan saingannya sehingga perusahaan tersebut

mengkonsentrasikan dirinya pada "core competency" nya. Bidang-bidang lain yang

bukan core competency dari perusahaan ini dialihdayakan. Secara umum dapat dilihat dalam

gambar dibawah ini, faktor-faktor lingkungan internal MDS 362 Tanjung Pinang City Center.

Gambar 2 . Core Compatance MDS 352 Tanjung Pinang City Center Tahun 2018

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 22 | 46
Berdasarkan gambar tersebut diatas, terlihat dengan jelas bahwa dalam menganalisa

lingkungan Internal MDS 362 Tanjung Pinang City Centermenggunakan analisa core

competence, maka dapat dilihat dari beberapa indikator persaingan diantaranya sebagai

berikut:

a. Place

Artinya bahwa secara internal jika ditinjau dari indikator place, maka MDS 362

Tanjung Pinang City Center dipengaruhi oleh beberapa faktor internal yaitu:

- Lokasi toko yang strategis, berada disekitar area permukiman penduduk dan

berada pada area perkantoran dan merupakan terbesar dan satu-satunya yang

berada di kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

- MDS 362 Tanjung Pinang City Center, secara letak pada area mall berada pada

area Ground dan Upper Ground yang difokuskan sebagai area penjualan (Sales)

dan sebagai office.

b. Product

Artinya bahwa, produk merupakan faktor internal yang sangat penting bagi sebuah

perusahaan peritelan yang dalam hal ini adalah MDS 362 Tanjung Pinang City

Center, yang mencakup ketersedian produk yang ditawarkan bagi customer. Apakah

fashionable dan tercukupkan serta sesuai dengan market pasar dikota Tanjung Pinang.

c. Price

Artinya bahwa selain menawarkan produk yang adalah modal utama bagi MDS 362

Tanjung Pinang City Center dalam menciptakan Sales, maka sudah tentu produk

tersebut hendaknya memiliki nilai jual atau harga yang kompetitif sehingga customer

mampu menjangkau dan membeli produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, pada era

sekarang ini, sebagian besar customer sangatlah sensitif terhadap harga yang

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 23 | 46
ditawarkan, apalagi bagi MDS Tanjung Pinang yang mbaru beroperasional selama 2

tahun.

d. Promotion

Ini merupakan salah strategi pemasaran yang mesti dianalisa secara internal pada

MDS 362 Tanjung Pinang City Center sebagai sebuah bentuk apresiasi harga bagi

customer atau dengan kata lain promosi merupakan suatu media persuasif dalam

mempengaruhi customer terhadap ketertarikan pada produk yang ditawarkan.

e. People

Untuk melengkapi indikator-indikator yang telah dijelasakan sebelumnya, maka

people (man power) merupakan pelaksana terhadap persaingan industri yang terjadi

antar industri ritel yang ada. Demikian hal yang sama untuk MDS 362 Tanjung

Pinang City Center, dalam mempertahankan ketahanan bisnis dalam intensitas

persaingan yang semakin kompetiif makan perlu menyediakan dan menciptakan

sumber daya manusia yang professional, artinya mampu bekerja keras, kerja cerdas,

kerja fokus dan kerja ikhlas.

Analisa lingkungan internal yang ada pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center

secara garis besar, ditemukan adanya faktor-faktor yang merupakan faktor kekuatan

(strength) maupun faktor kelemahan (weakness), yang sudah tentunya dalam orientasi

maupun operasional bisnis yang berlangsung dapat diimbangi dan dianalisa lebih jauh, dalam

dan lebih luas, sehingga segala kemungkinan-kemungkinan burukpun dapat teratasi secara

baik dan sistematis.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 24 | 46
A. ANALISA KELEMAHAN (WEAKNESS)

Kelemahan (weakness) merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam satu atau

lebih sumber daya atau kapabilitas suatu perusahaan relatif terhadap pesaingnya, yang

menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif.

Berdasarkan observasi yang dilakukan selama seminggu pada MDS 362 Tanjung

Pinang City Center, melalui metode survei dan wawancara maka didapati ada beberapa faktor

kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan antara lain:

1. Brand tidak lengkap

Masalah ini merupakan kelemahan, oleh karena sebagian besar brand yang

dibutuhkan customer pun tidak ada di toko MDS Tanjung Pinang City Center, sehingga

menyebabkan customer yang tidak terpenuhi kebutuhannya dan berkeputusan untuk mencari

ditempat lain.

2. Bag size menurun

Yang menjadi kelemahan MDS Tanjung Pinang City Center saat ini ialah,

menurunnya bag size. Dimana berdasarkan data sekunder yang diperoleh, nilai bag size

periode Januari sampai dengan Maret 2017 adalah sebesar Rp. 203.366, sedangkan untuk

periode 2018 adalah sebesar Rp. 200.116. Berdasarkan perbandingan kedua tahun tersebut,

hal ini menunjukkan bahwa bag size mengalami penurunan sebesar -1.60%.

3. Man power terbatas

Ini merupakan masalah nasional untuk MDS dengan adanya optimalisasi karyawan.

Hal ini menjadi kelemahan, oleh karena sebagian besar konter/area tidak tercover secara baik

oleh karena terbatasnya SDM atau Man Power, dimana mengalami penguarngan man power

sebanyak 10 ( 143 orang menjadi 133 orang – data HRS 2018) .

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 25 | 46
4. Bargaining toko ke supplier

Bargaining toko ke supplier kini pun dinilai sangat lemah, hal ini didukung dengan

adanya pencabutan brand, kurangnya support promo, barang tambahan dari pihak supplier

dan berdasarkan informasi wawancara yang diperoleh, bahwa sebagian besar masalah ini

dikarenakan adanya diferensiasi tipe toko yang diasumsikan oleh pihak supplier.

5. Artikel barang yang tidak lengkap

Artikel yang tersedia pada hampir semua konter area yang ada pada MDS Grand Mall

sebagian besar dalam kondisi yang tidak lengkap. Hal ini menjadi masalah serius oleh karena,

sebagian besar artikel-artikel yang tidak lengkap tersebut adalah merupakan yang dibutuhkan

customer.

6. Banyak brand yang dicabut tanpa pengganti

Permasalah yang juga saat ini menjadi kelemahan internal dari MDS 362 Tanjung

Pinang City Centeradalah adanya pencabutan brand, dimana berdasarkan data yang diperoleh

hingga Februari 2018 akhir, ada sekitar 14 brand yang dicabut (out), sedangkan jumlah yang

masuk pun hanya satu, yaitu islamode yang menggantikan brand label 9.

B. ANALISA KEKUATAN (STRENGTH)

Kekuatan (strength) merupakan sumberdaya atau kapabilitas yang dikendalikan oleh

atau tersedia bagi suatu perusahaan yang membuat perusahaan relative lebih unggul

dibandingkan pesaingnya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang dilayaninya. Kekuatan

muncul dari sumberdaya dan kompetensi yang tersedia bagi perusahaan.

Berdasarkan observasi yang dilakukan selama seminggu pada MDS 362 Tanjung

Pinang City Center melalui metode survey dan wawancara maka ditemukan ada beberapa

faktor kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan antara lain:

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 26 | 46
1. Lokasi mall strategis

MDS 362 Tanjung Pinang City Center berada disekitar area permukiman penduduk dan

berada pada area perkantoran dan merupakan terbesar dan satu-satunya yang berada di kota

Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Selain itu, MDS 362 Tanjung Pinang City Center, secara

letak pada area mall berada pada area Ground dan Upper Ground yang difokuskan sebagai

area penjualan (Sales) dan sebagai office.

2. Harga barang kompetitif

Dalam penawaran barang bagi customer, selain fashionable, MDS 362 Tanjung Pinang

City Center juga turut mendukung kebutuhan customer dengan memberikan penawaran

produk dengan harga barang yang kompetitif. Artinya harga barang yang bersaing dengan

competitor namun dapat dijangkau, atau sesuai dengan daya beli konsumen,

3. Standar customer service

Ini merupakan kekuatan besar MDS 362 Tanjung Pinang City Center, dimana standar

customer service yang dijalankan sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak

managemen. Hal ini didukung dengan penilaian customer service yang diperoleh MDS 362

Tanjung Pinang City Center tahun 2017, adalah 5 (sempurna/excellent). Sedangkan rata-rata

nilai Mysteri Shopper periode Januari hingga Maret 2018 adalah 97.

4. Produk yang fashionable (new arrival)

MDS 362 Tanjung Pinang City Center, merupakan salah satu dari 155 MDS yang

tersebar di seluruh Indonesia, yang menyediakan berbagai produk fashion bagi seluruh

masyarakat Indonesia, untuk semua kategori umur seperti shoes, bag, accesoris, beauty,

mens, ladies, intimate, youth girl, youth boy, children dan home.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 27 | 46
5. Promosi yang variatif

Promosi yang ditawarkan MDS 362 Tanjung Pinang City Center sangatlah variatif,

dengan waktu periodik promo yang jelas (harian, mingguan, bulanan). Dimana promo-promo

yang selalu ditawarkan diantaranya Beli 1 Disckon 20%, Beli 2 Gratis 1, SKD 50 ribu, dan

lain sebagainya. Hal ini dianggap sebagai kekuatan, karna tidak semua perusahaan ritel

sejenis matahari, dapat menawarkan beragam promo bagi customernya dengan waktu berlaku

yang jelas.

6. Media promo tepat sasaran

Promo yang dilakukan oleh MDS 362 Tanjung Pinang City Center sangatlah tepat

sasaran, dimana promo yang dilakukan langsung tertuju kepada customer yang saat itu berada

pada area MDS, dimana hal tersebut dilakukan melalui audio informasi secara rutin, tiap 15

menit. Dalam promosi yang dilakukan oleh CSO MDS 362 Tanjung Pinang City Center

selalu menginformasikan promo-promo yang sementara berlangsung (saat operasional toko)

sehingga customer dengan mudah mengetahui promo apa yang sedang berlangsung, sehingga

dengan mudah mengambil keputusan berbelanja.

7. Membership Matahari Rewards (MRO)

Matahari Rewards (MRO) merupakan program merger dari membership matahari

sebelumnya yaitu Matahari Club Card. MRO merupakan kartu loyalti pelanggan matahari

yang bertujuan untuk :

 Meningkatkan customer aktif


 Meningkatkan Penggunaan Kartu MR (MR Sales contribution)
 Meningkatkan jumlah transaksi
 Meningkatkan jumlah pembelanjaan per transaksi (ticket size) dibanding non member
 Meningkatkan belanja per kartu dalam satu tahun

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 28 | 46
 Meningkatkan jumlah member Matahari Rewards

Gambar 3. Kartu Loyalty MR dan Benefitnya

Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center, MRO merupakan salah satu kekuatan besar,

hal ini didukung dengan Sales MRO yang pencapaiannya selalu di atas 100% sejak 2017,

dimana MDS 362 Tanjung Pinang City Center merupakan store tipe C namun sales MRO

nya mampu mengimbangi sales MRO dari toko-toko tipe A dan B di regional Suamtera 1.

Untuk Januari - Oktober 2018, penjualan kartu MRO MDS 362 Tanjung Pinang City Center

sudah mencapai angka 6137, atau setara dengan 81,82% pencapaian dari total target 7,500

kartu (target jan-okt 2018). Dimana rata-rata target per bulan ialah 750 kartu, dan secara

angka , perncapaian diatas 100% terjadi pada bulan mei, juni, agustus,september dan oktober.

C. MENGHITUNG BOBOT ANALISA LINGKUNGAN INTERNAL

Langkah penyimpulan dalam mengelola lingkungan internal dapat dipakai dalam

menyusun matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS). Alat perumusan strategi ini

menyimpulkan dan mengevaluasikan kekuatan dan kelemahan yang besar dalam daerah

fungsional perusahaan dan juga memberikan suatu basis bagi pengidentifikasian dan

pengevaluasian hubungan di antara daerah-daerah tersebut.

Berdasarkan observasi dilapangan, untuk faktor lingkungan internal yang

mempengaruhi industri ritel MDS 362 Tanjung Pinang City Center, maka dapat
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 29 | 46
dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu faktor kekuatan dan faktor kelemahan. Secara umum,

kedua faktor tersebut secara rinci dapat dilihat berdasarkan nilai rating yang diberikan dan

disajikan dalam tabel 4.

Tabel 4. Faktor-Faktor Internal MDS Tanjung Pinang City Center, Tahun 2018
FAKTOR KEKUATAN RATING KODE
MALL TERSEBSAR DAN SATU-SATUNYA DITANJUNG PINANG 3 A
HARGA TERJANGKAU/KOMPETITIF 3 B
PRO0MOSI YANG VARIATIF 4 C
MEDIA PROMO YANG TEPAT 3 D
MEMBER MATAHARI REWARDS 4 E
STANDAR CUSTOMER SERVICE 4 F
PRODUK YANG DITAWARKAN FASHIONABLE 3 G
FAKTOR KELEMAHAN RATING KODE
ARTIKEL BRAND TIDAK LENGKAP -3 H
KETERSEDIAAN BARANG KURANG LENGKAP (BRAND) -4 I
BANYAK BRAND YANG DICABUT TANPA PENGGANTI -3 J
MAN POWER TERBATAS -3 K
BARGAINING POWER KE SUPPLIER KURANG -3 L
BAG SIZE MENURUN -4 M
UPT MENURUN -2 N
(Sumber : Data Diolah, 2018)
Dari gambar diatas, dapat dijelaskan bahwa untuk faktor lingkungan internal yang

turut mempengaruhi performance MDS 362 Tanjung Pinang City Center dapat diklasifikasi

menjadi dua faktor yang berbeda yakni Faktor kekuatan (strength) dan faktor kelemahan

(weakness). Dimana seperti dijelaskan sebelumnya, masing-masing faktor baik kekuatan

maupun kelemahan telah dianalisa dan ditemukan berbagai faktor-faktor yang turut

mempengaruhi performance MDS 362 Tanjung Pinang City Center.

Berdasarkan kedua faktor tersebut diatas,apabila faktor lingkungan internal tersebut

dirating menurut kekuatan dan kelemahan, maka faktor internal yang memiliki kekuatan

besar diberi rating (+4), dan faktor internal yang memiliki kekuatan kecil diberi rating (+1).

Sedangkan untuk faktor internal toko yang memliki kelemahan besar diberi rating (-4) dan

faktor internal yang memiliki kelemahan kecil diberi rating (-1). Selain itu, kedua faktor

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 30 | 46
tersebut baik faktor kekuatan maupun kelemahan memiliki hubungan antara masing-masing

faktor baik faktor kekuatan maupun faktor kelemahan, dengan skala hubungan antar faktor

diberi skala satu (1) bila antar faktor memiliki hubungan, dan skala nol (0) bila tidak

memiliki hubungan, dan rating ini dikhususkan hanya untuk faktor kekuatan yang dimiliki

toko. Lebih jelasnya untuk hubungan antar masing-masing faktor internal baik secara

kekuatan maupun kelemahan serta bobot yang dimiliki, apa dilihat dalam tabel 5.

Tabel 5. Pembobotan Faktor-Faktor Internal MDS Tanjung Pinang City Center Tahun 2018
FAKTOR
A B C D E F G JML BOBOT*)
KEKUATAN
A 1 0 0 0 0 0 1 3.57%
B 1 1 1 1 0 1 5 17.86%
C 0 1 1 1 1 0 4 14.29%
D 0 1 1 1 1 1 5 17.86%
E 0 1 1 1 1 1 5 17.86%
F 0 0 1 1 1 1 4 14.29%
G 0 1 0 1 1 1 4 14.29%
TOTAL 28 100.00%
FAKTOR
H I J K L M N JML BOBOT*)
KELEMAHAN
H 0 0 0 1 1 1 3 12.50%
I 0 1 0 1 1 1 4 16.67%
J 0 1 1 0 1 1 4 16.67%
K 0 0 1 1 0 0 2 8.33%
L 1 1 0 1 0 0 3 12.50%
M 1 1 1 0 0 1 4 16.67%
N 1 1 1 0 0 1 4 16.67%
TOTAL 24 100.00%
(Sumber : Data Diolah, 2018)
Dari data tabel 5 diatas, menjelaskan bahwa faktor-faktor lingkungan internal baik itu

faktor kekuatan besar (+4) belum tentu memiliki nilai bobot yang besar pula terhadap

performance MDS 362 Tanjung Pinang City Center, demikian sebaliknya untuk faktor yang

memiliki rating kekuatan kecil (+1) belum tentu juga memilik nilai bobot yang kecil.

Demikian juga untuk faktor yang kelemahannya besar (-4) dan faktor yang kelemahannya

kecil (-1). Namun, bobot tersebut dipengaruhi dan ditentukan tergantung berapa banyak
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 31 | 46
hubungan atau keterikatan faktor tersebut dengan faktor-faktor yang lain, baik itu antar faktor

kekuatan maupun faktor kelemahan.

Nilai bobot yang diperoleh masing-masing faktor-pun juga mempengaruhi besarnya

skor atau perolehan nilai kekuatan maupun kelemahan yang dimiliki internal MDS 362

Tanjung Pinang City Center, dimana score tersebut diperoleh dengan cara mengalikan

rarting masing-masing faktor dengan bobot dan dikalikan presentase 100, sehingga diperoleh

score kekuatan dan kelemahannya.

Analisa perhitungan bobot jika dilihat berdasarkan hasil perhitungan hubungan antar

faktor-faktor yang terdapat dalam lingkungan internal MDS 362 Tanjung Pinang City Center,

baik secara kekuatan maupun kelemahan yang dimiliki. Berdasarkan faktor kekuatan yang

dimiliki internal perusahaan, kekuatan terbesar yang dimiliki perusahaan adalah dengan nilai

bobot 17,86% yakni faktor media promo tepat sasaran, harga terjangkau/kompetitif dan

membership Matahari Rewards OVO (MRO), kemudian disusul dengan faktor promosi yang

variatif, produk yang fashionable dan standar customer service dengan nilai bobot sebesar

14,29%. Sedangkan faktor yang memiliki kekuatan terkecil dengan bobot hanya 7.14%

adalah lokasi MDS 362 Tanjung Pinang City Center yang berada pada lokasi yang strategis

yakni pada lantai ground dan upper ground mall. Demikian halnya untuk faktor kelemahan

yang dimiliki, secara bobot MDS 362 Tanjung Pinang City Center memiliki kelemahan

terbesar yaitu pada faktor bag size menurun, upt menurun, ketersediaan barang kurang

lengkap dan banyaknya brand yang dicabut (tanpa pengganti) dengan bobot faktor sebesar

16,67% dan yang memiliki kelemahan terkecil dengan bobot 8,33% atau setengah dari bobot

kelemahan terbesar ialah faktor man power terbatas. Terkait hal itu, lebih jelasnya dapat

dilihat dalam tabel diabawah ini, faktor internal kekuatan dan kelemahan mana saja yang

memiliki nilai skor sangat tinggi.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 32 | 46
Tabel 6. Faktor-Faktor Eksternal MDS Tanjung Pinang City Center, Tahun 2018
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL RATING
SKOR
KEKUATAN
1 MALL TERSEBSAR DAN SATU-SATUNYA DITANJUNG PINANG 3 0.107
2 HARGA TERJANGKAU/KOMPETITIF 3 0.536
3 PRO0MOSI YANG VARIATIF 4 0.571
4 MEDIA PROMO YANG TEPAT 3 0.536
5 MEMBER MATAHARI REWARDS 4 0.714
6 STANDAR CUSTOMER SERVICE 4 0.571
7 PRODUK YANG DITAWARKAN FASHIONABLE 3 0.429
TOTAL 3.464
KELEMAHAN
1 ARTIKEL BRAND TIDAK LENGKAP -3 (0.375)
2 KETERSEDIAAN BARANG KURANG LENGKAP (BRAND) -4 (0.667)
3 BANYAK BRAND YANG DICABUT TANPA PENGGANTI -3 (0.500)
4 MAN POWER TERBATAS -3 (0.250)
5 BARGAINING POWER KE SUPPLIER KURANG -3 (0.375)
6 BAG SIZE MENURUN -4 (0.667)
7 UPT MENURUN -2 (0.333)
TOTAL (3.167)
TOTAL SKOR IFAS = 0,298 Noted: jika > 0 = banyak faktor prositf, jika < 0 = banyak faktor negatif
(Sumber : Data Diolah, 2018)

Analisa lingkungan internal lebih lanjut apabila dhitung bobot analisa berdasarkan

kedua faktor tersebut diatas, maka berdasarkan data sajian yang tercantum dalam tabel diatas,

nilai Internal Factor Analysis Summary (IFAS) yang diperoleh berada pada angka 0,298 yang

merupakan hasil penjumlahan antara skor nilai faktor kekuatan (rating positif (+) dan faktor

kelemahan (rating negatif (-). Nilai EFAS pada angka 0,250 menunjukan bahwa secara

analisa faktor lingkungan internal, disimpulkan bahwa MDS 362 Tanjung Pinang City Center

dalam performance kedepan memiliki kekuatan yang cukup baik untuk dikembangkan dan

dioptimalkan sebagai secara agresif dalam mengubah kelemahan yang dimiliki menjadi

kekuatan yang dapat dioptimalkan dalam pengembangan MDS 362 Tanjung Pinang City

Center kedepan.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 33 | 46
2.2. MENGEMBANGKAN MATRIKS TOWS DAN ANALISIS

Matrik TOWS merupakan cara sistematik untuk mengidentifikasi keempat faktor

yang tercakup dalam analisis yang menggambarkan kecocokan paling baik diantaranya.

Analisa ini didasarkan pada asumsi bahwa suatu strategi akan memaksimalkan kekuatan dan

peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman. Matrik TOWS digunakan untuk

mengembangkan empat tipe alternatif strategi yaitu SO (strengths-opportunities), strategi

WO (weaknesses- opportunities), strategi ST (strengths-threats), dan strategi WT

(weaknesses-threats). Terdapat empat (4) tahapan dalam membentuk matrik TOWS yaitu:

1. Mencocokan ancaman eksternal dengan kekuatan internal dan membuat strategi

Threat-Strength (TS).

2. Mencocokan peluang eksternal dengan kelemahan internal dan membuat strategi

Threat-Weakness (TW)

3. Mencocokan peluang eksternal dengan kekuatan internal dan membuat strategi

Opportunities-Strength (OS)

4. Mencocokan peluang eksternal dengan kelemahan internal dan membuat strategi

Opportunities –Weakness (OW)

MDS 362 Tanjung Pinang City Center berdasarkan analisa yang dilakukan, dan

perolehan data (kualitatif dan kuantitatif) melalui observasi dan interview dengan metode

analisa PESTLE, PORTER, Core Competency dan analisa TOWS maka dalam

pengembangannya didapati bahwa adanya hubungan inter-faktor (cross factor) yang bisa saja

dijadikan sebagai acuan dalam penentuan keputusan strategi yang akan diambil sebagai

action plan dalam pengembangan perusahaan kedepan. Untuk lebih jelas memahami dan

mengetahui hubungan inter-faktor baik ancaman (T), peluang (O), kelemahan (W), dan

kekuatan (S) dari MDS 362 Tanjung Pinang City Center maka perlu adanya pengembangan

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 34 | 46
dalam sebuah matriks hubungan yang dikenal dengan Matriks TOWS seperti yang terlihat

dalam gambar 4.
Gambar 4. TOWS Matrix Analysis MDS Tanjung Pinang City Center, Tahun 2018

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 35 | 46
Berdasarkan matriks TOWS tersebut diatas maka strategi pengembangan TOWS yang

dapat dikembangkan oleh MDS 362 Tanjung Pinang City Center ialah:

1. Strategi Threat-Strength (TS)

Strategi ini disebut juga sebagai strategi INOVATIF, yang bertujuan untuk memanfaatkan

kekuatan untuk menyiasati ancaman. Berdasarkan analisa yang dilakukan, maka strategi yang

dapat diputuskan sesuai strategi TS untuk MDS 362 Tanjung Pinang City Center terdiri atas

dua (2) strategi yaitu:

a. Meningkatkan Customer Service

Strategi ini dibuat sebagai suatu bentuk inovatif dari penggabungan faktor ancaman

(threat) pada point 3 yaitu faktor konsumen sensitive harga dengan faktor kekuatan pada

point 6 yaitu standar customer service. Dimana penggabungan kedua faktor yang berbeda

tersebut, menghasilkan nilai bobot strategi senilai 1,57. Angka ini menunjukan bahwa dengan

kekuatan standar customer service yang dimiliki, maka dengan strategi meningkatkan

customer service, maka dapat menyiasati ancaman kompetior yang ada disekitar area MDS

362 Tanjung Pinang City Center.

b. Kerjasama Dengan Transportasi Online

Strategi ini memiliki bobot score sebesar 0,93 yang menunjukan bahwa dengan adanya

kekuatan internal yang dimiliki MDS 362 Tanjung Pinang City Center yakni memiliki produk

yang fashionable dan new arrival maka dapat dioptimalkan secara inovatif dalam menyiasati

ancaman yang datang dari lingkungan eksternal yaitu berupa akses transportasi umum yang

terbatas.

2. Strategi Opportunities-Strength (OS)

Strategi ini disebut juga sebagai strategi AGRESIF yang tujuan utamanya adalah

menggunakan kekuatan untuk memaksimalkan peluang-peluang yang ada. Berdasarkan


“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 36 | 46
analisa yang dilakukan, maka strategi yang dapat diputuskan sesuai strategi OS MDS 362

Tanjung Pinang City Center terdiri atas enam (6) strategi yaitu:

a. Optimalisasi promo melalui media sosial

Strategi ini berdasarkan penggabungan kedua faktor hubungan (peluang dan kekuatan)

mencapai score senilai 2,04. Angka menunjukan bahwa, dalam pengembangan perusahaan

kedepan, toko secara agresif memaksimalkan peluang yang ada (point 2) yaitu penggunaan

internet dengan mengoptimalisasi promo yang variatif melalui media promo yang tepat.

b. SMS Blasting bagi customer pengguna member MRO

Strategi ini merupakan hasil penggabungan antara faktor peluang pada point 2 yakni

penggunaan internet, dengan faktor kekuatan membership MRO, dengan bobot skornya

sebesar 1,21. Angka ini menunjukan bahwa, perusahaan dapat secara agresif positif

mengoptimalkan peluang yang ada dengan melakukuan startegi sms blasting bagi customer

pengguna member MRO.

c. Instore promo

Strategi ini dibuat dengan pemahaman bahwa, peluang yang ada pada point 3 yakni UMK

Kota Tanjung Pinang, jika dioptimalkan dengan kekuatan yang dimiliki MDS 362 Tanjung

Pinang City Center berupa produk yang fashionable serta promosi yang variatif, dapat secara

agresif mengoptimalkan peluang melalui instore promo, dimana peluang UMK yang naik,

diasumsikan bahwa kemampuan customer untuk berbelanja barang yang fashion pun akan

naik. Hal ini didukung dengan nilai bobot skornya yang positif yaitu 2,07

d. Mengadakan promo variatif

Startegi ini merupakan perpaduan antara dua faktor yang berbeda, dimana faktor peluang

yang diambil ialah pada point 3 yakni UMK Tanjung Pinang naik, dengan faktor kekuatan

pada point 3 yakni promosi yang variatif, dimana untuk mengoptimalkan peluang kota
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 37 | 46
Tanjung Pinang lewat adanya kenaikan UMK dengan asumsi, setiap orang bekerja dengan

berpenghasilan tetap mampu untuk menjangkau kebutuhan sandang (pakaian), oleh karena itu

secara internal harus mampu secara agresif menggunakan kekuatan promosi, dengan

menciptakan startegi promosi yang variatif, dan secara angka bobot skor yang dimiliki kedua

faktor ini ialah 1,07

e. Business to Business

Pada strategi ini, peneliti dalam analisa yang dilakukan dengan panduan matriks TOWS

mencoba untuk mencocokan faktor peluang yang ada yakni point 5, dimana MDS 362

Tanjung Pinang City Center berada di area sekitar permukiman penduduk dan perkantoran

dan merupakan satu-satunya mall terbesar serta peluangnya keberadaan competitor sejenis

yang sedikit. Oleh karena itu, dengan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan pada point ke

2, yakni harga barang yang kompetitif serta fashionable (point 7), maka perusahaan mencoba

menciptakan strategi berupa business to business, yang secara bobot yang dimiliki jika

menggabungkan atau mencocokan kedua faktor tersebut adalah sebesar 1,13.

f. Service to shopping experience

3. Strategi Threat-Weakness (TW)


Strategi ini sering disebut juga sebagai strategi DEFENSIF, yang bertujuan untuk

meminimkan kelemahan dan menghindari ancaman untuk meminimalkan ancaman.

Berdasarkan observasi yang dilakukan selama seminggu pada MDS 362 Tanjung Pinang City

Center, terdapat beberapa faktor ancaman dan kelemahan yang ada, sehingga untuk itu

dibuatkan strategi yang tepat untuk mengolaborasikna ancaman dan kelemahan tersebut,

maka startegi yang diterapkan diantaranya:

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 38 | 46
a. Mengajukan brand test market ke pihak MD

Artinya bahwa, strategi ini dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan kelemahan

yang dimiliki oleh toko yakni faktor brand tidak lengkap (point 2), dengan berupaya untuk

menghindari ancaman kebijkan pemerintah terkait izin usaha online (point 7). Dimana jika

kedua faktor ini digabungkan, skor yang diperoleh bobotnya 0,38 yaitu dengan mengajukan

brand test market kepada MD.

b. Pengajuan discount time ke supplier

Strategi ini secara bobot berada pada angka 0,63, artinya strategi ini dapat dilakukan

sebagai upaya untuk menghindari ancaman dari lingkungan eksternal yaitu berupa ancaman

consumen sensitif harga (point 3), dengan meminimalkan kelemahan yang ada pada MDS

362 Tanjung Pinang City Center yaitu bargaining toko ke supplier diperbaiki kembali.

4. Strategi Opportunities-Weakness (OW)

Strategi ini disebut juga sebagai strategi KOREKTIF, yang bertujuan untuk mengatasi

kelemahan untuk mengambil manfaat adanya peluang-peluang. Berdasarkan observasi yang

dilakukan, untuk mengkombinasikan kedua faktor tersebut diatas, maka strategi yang akan

dibuat ialah:

a. Balancing product antar toko (MDS)

Ini merupakan strategi yang dilakukan dengan mencocokan faktor kelemahan dengan

faktor peluang yang ada dari lingkungan eksternal. Dimana MDS 362 Tanjung Pinang

City Center dalam strategi ini mencoba untuk mengatasi faktor kelemahan yang dimiliki

yaitu artikel barang yang tidak lengkap, dengan melakukan balancing produk antar toko

sehingga peluang fashion trend yang ada pada lingkungan eksternal perusahaan dapat

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 39 | 46
dimanfaatkan semaksimal mungkin. Penggabungan kedua faktor ini, memiliki bobot skor

yang positif yaitu berada pada angka 0,25

b. Bekerjasama dengan supplier brand pareto untuk FAIR

Kerjasama ini dilakukan dengan maksud agar perusahaan dapat meminimalkan

kelemahan brand yang tidak lengkap, dengan memanfaatkan peluang nilai UMK Kota

Tanjung Pinang yang naik, dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, secara keseluruhan matriks TOWS, jika ditinjau dari score EFAS

dan IFAS yang dimiliki oleh perusahaan dalam hal ini MDS 362 Tanjung Pinang City Center,

maka dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan, nilai EFAS berada pada angka 0,298

dan nilai IFAS ialah sebesar 0,250. Kedua nilai ini secara diagram matriks, dapat

menunjukkan strategi mana yang tepat untuk dijadikan sebagai prioritas dalam

pengembangan strategi selanjutnya untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah

ini.

Gambar 5. Diagram Matriks TOWS (EFAS/IFAS)

Berdasarkan gambar disamping, menunujkan bahwa untuk pengembangan strategi

TOWS pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center kedepan, strategi yang tepat digunakan
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 40 | 46
ialah strategi OS (Oppurtunities dan Strength), yang tujuan utamanya adalah menggunakan

kekuatan untuk memaksimalkan peluang-peluang yang ada.

2.3. MENGEMBANGKAN ANALISA STRATEGI


Dalam pengembangan analisa strategi, dalam hal ini berlanjut dari analisa matrik

TOWS yang telah dilakukan serta perhitungan bobot analisa EFAS dan IFAS dari faktor-

faktor lingkungan eksternal dan internal dari MDS 362 Tanjung Pinang City Center. Langkah

selanjutnya dalam pengembangan analisis strategi yang ditentukan, maka perlu dibuat strategi

pengambilan keputusan, dimana didalam pengambilan keputusan strategi tersebut memiliki

resiko. Oleh karena itu, dalam pengembangannya dilakukan secara sistematis berdasarkan

dua langkah berikut:

a. Menentukan prioritas

Dalam penentuan prioritas startegi yang dijalankan adalah berdasarkan nilai EFAS

dan IFAS. Dimana startegi yang dipilih ialah strategi OS (opportunities dan strength).

Artinya MDS 362 Tanjung Pinang City Center secara agresif dapat menggunakan

kekuatan-keuatan yang ada dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

b. Menentukan kriteria

Berdasarkan prioritas yang telah ditentukan, bahwa strategi yang tepat ialah strategi

OS maka dalam pelaksanaanya kedepan, MDS 362 Tanjung Pinang City Center,

harus mampu mengidentifikasi kriteria dalam menjalankan strategi,karena adanya

keterbatasan biaya,waktu, sumberdaya manusia, dan resiko yang timbul dari strategi

yang diputuskan.

Mengacu kepada prioritas dan kreteria sebagai langkah awal dalam memutuskan

strategi yang akan digunakan dalam pengembangan perusahaan, maka MDS 362 Tanjung

Pinang City Center membuat strategic decision analysis seperti yang terlihat dalam tabel 7.
“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS
Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 41 | 46
Tabel 7 . Startegic Decision Analysis MDS Tanjung Pinang City Center, Tahun 2018
STRATEGIC DECISION ANALYSIS
MDS TANJUNG PINANG CITY CENTER
CRITERIA
STRATEGY TOTAL WEIGHT
NO COST TIME HR RISK OF FAILURE RANK
WEIGHT CRITERIA 40% 20% 10% 30% 100%
1 OPTIMALISASI PROMO MELALUI MEDIA SOSIAL & OOH 1 4 1 2 1.90 4
2 SMS BLASTING BAGI CUSTOMER PENGGUNA MEMBER MRO 1 4 1 2 1.90 4
3 INSTORE PROMO 4 2 3 1 2.60 1
4 MENGADAKAN PROMO VARIATIF 2 3 4 2 2.40 2
5 BISNIS TO BISNIS 1 3 2 2 1.80 6
6 SERVICE TO SHOPPING EXPERIENCE 3 3 2 1 2.30 3
(Sumber : Data Diolah, 2018)

2.4 MENGEMBANGKAN RENCANA TINDAKAN STRATEGI


Rencana tindakan strategi merupakan suatu rencana operasional atau dengan kata lain

merupakan kegiatan penyusunan langkah-langkah yang operasional untuk mencapai hasi-

hasil yang telah dirumuskan dalam strategi. Strategi yang direncanakan hendaknya jelas dan

sistematis bagaimana action yang akan dilakukan, kapan waktunya, dimana lokasinya, siapa

yang bertanggungjawab atas rencana tersebut, berapa biaya yang dikeluarkan serta yang

paling penting ialah ada parameter sebagai ukuran kesuksesan rencana tersebut. Hal ini

demikian yang direncanakan dalam tindakan strategi MDS 362 Tanjung Pinang City Center

dalam mengembangan performance dimasa depan. Rencana tersebut dapat dilihat dalam tabel

strategic action plans dibawah 8.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 42 | 46
Tabel 8. Rencana Tindakan Startegi MDS Tanjung Pinang City Center, Tahun 2019
STRATEGIC ACTION PLANS
MDS 362 TANJUNG PINANG CITY CENTER
NO STRATEGY ACTIONS PIC COST SUCCESS PARAMETER
- GWP (PAYUNG); MINIMUM BELANJA 750RB SPV MRO/CSO MARKETING BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- PERAGAAN MANEQUIN BERGERAK SPV VM - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- GWP (MUG); MINIMUM BELANJA 750rb SPV MRO/CSO MARKETING BAG SIZE STORE GROWTH 2%
1 INSTORE PROMO - MENGADAKAN FASHION SHOW BUSANA MUSLIM SPV VM & CSO Rp. 500.000,- BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- MENGADAKAN BEAUTY CLASS SPV BEAUTY - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- MENGADAKAN LOMBA MEWARNAI SD SEKOTA TANJUNG PINANG SPV CSO & MRO Rp. 500.000,- BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- MENGADAKAN LOMBA IDOL CILIK SPV CHILDREN & CSO Rp. 500.000,- BAG SIZE STORE GROWTH 2%

- FAIR LADIES SHOES ( PETER KEZIA, YONGKI, TRISET) SPV SHOES SUPPLIER SALES PETER KEZIA, YONGKI LADIES DAN TRISET ACHV TARGET 100%
- DISCOUNT TIME ALL SPV - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- LATE NIGHT SALE (SHOPPING RALLY) ALL SPV RP. 1,500,00O BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- BAZAAR TUNGGAL FLADEO GROUP SPV SHOES SUPPLIER SALES FLADEO GROUP GROWTH 10%
2 MENGADAKAN PROMO VARIATIF - FAIR SPORT STATION SPV SHOES SUPPLIER SALES SPROT STATION ACHV 100%
- FAIR LEVIS SPV YOUTH BOY SUPPLIER SALES LEVIS GROWTH 5%
- DENIM FAIR SPV MENS & YOUTH SUPPLIER SALES DENIM GROWTH 5%
- FAIR FLADEO SPV SHOES SUPPLIER SALES FLADEO ACHV TARGET 100%
- PROMO MRO KELILING SPV MRO Rp. 250.000,- SALES MRO ACHV 110%

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


- PENGADAAN CHARGER STATION TEKNISI & SPV VM Rp. 500.000 BAG SIZE STORE GROWTH 2%

Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
- PENGADAAN PHOTO BOOTH TEKNISI & SPV VM Rp. 500.000 BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- PENGADAAN AREA BERMAIN ANAK TEKNISI & SPV VM Rp. 1.000.000 BAG SIZE STORE GROWTH 2%
3 SERVICE TO SHOPPING EXPERIENCE
- LIVE MUSIC EVERY WEEKEND TENISI DAN SPV VM - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- SELF SERVICE AREA TEKNISI & SPV VM - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- BACK TO SERVICE (SELF SERVICE) ALL SPV - BAG SIZE STORE GROWTH 2%

- MEMBUAT INSTAGRAM FACEBOOK/WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PROMO TOKO - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
ALL SPV (SPV VM)
DALAM MENAWARKAN PRODUK FASHIONABLE YANG TERSEDIA BAG SIZE STORE GROWTH 2%
4 OPTIMALISASI MELALUI MEDIA SOSIAL & OOH
- MENGADAKAN HARI PROMO MEDSOS (CHALENGE MEDSOS) ALL SPV (SPV VM) - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
- PEMBAGIAN FLYER (bentuk team marketing) ALL SPV (SPV VM) Rp. 100.000,- BAG SIZE STORE GROWTH 2%

- MELAKUKAN PENDATAAN CUSTOMER AKTIF MRO YANG ADA SPV MRO & ALL SPV - DATABASE CUSTOMER MRO AKTIF LENGKAP
5 SMS BLASTING BAGI PENGGUNA MEMBER MRO - KERJASAMA DENGAN MRO HO UNTUK PROGRAM SMS BLASTING (MENGAJUJKAN
MARKETING BAG SIZE STORE GROWTH 2%
REQUEST KE HO MCC/MRO) SPV MRO & ALL SPV

P a g e 43 | 46
6 BISNIS TO BISNIS MENGAJUKAN PROPOSAL/EMAIL BISNIS BAGI INSTANSI TERKAIT ASM & ALL SPV - BAG SIZE STORE GROWTH 2%
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil observasi dilapangan yang dilakukan selama seminggu, dan

dipertanggung jawbkan dalam pembahasan laporan ini, maka mengacu pada tujuan

penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

1. Faktor-faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhi industri ritel MDS tanjung

Pinang City Center terbagi atas dua (2) faktor yaitu, faktor peluang (opportunities)

diantaranya inflasi menurun, penggunaan internet, UMK Kota Tanjung Pinang,

Fashion Trend, permukiman padat penduduk, perkantoran dan competitor sejenis

sedikit. Sedangkan faktor ancaman (threat) diantaranya, kebijakan Lippo Group,

dengan hadirnya Meikarta, banyaknya competitor, rain days, isu pilkada/pilpres dan

legislative, tingkat pengangguran naik, konsumen sensitif terhadap harga, akses

transportasi umum terbatas, dan kebijakan pemerintah terkait izin usaha online.

2. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi industri ritel MDS 362 Tanjung Pinang

City Center, terbagi atas dua (2) faktor yaitu faktor kekuatan (Strenth) diantaranya

merupakan mall satu-satunya dan terbesar di kota Tanjung Pinang, harga barang

kompetitif, standar customer service, produk yang fashionable, promosi yang variatif,

media promo tepat sasaran, dan membership MRO. Sedangkan lingkungan internal

yang termasuk kelemahan (weakness) diantaranya brand tidak lengkap, bag size

menurun, man power terbatas, bargaining toko ke supplier, artikel barang tidak

lengkap, banyak brand yang ditutup tanpa pengganti.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 44 | 46
3. Dalam menganlisa faktor-faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhi MDS 362

Tanjung Pinang City Center, maka digunakannya analisa PESTLE yang mencakup

persoalan/faktor Politic, Economi, Sosial Cultural, Technologi, Legal dan

Enviroment, juga menggunakan analisa Five Force Porter, yang mencakup Pemain

Baru, Pemasok, Barang Subtitusi, Konsumen, dan Persaingan Industri.

4. Dalam Menganalisa faktor-faktor internal yang mempengaruhi MDS 362 Tanjung

Pinang City Center, maka analisa yang digunakan adalah analisa Core Competency,

yang mencakup Place, Product, Price, Promotion dan People.

5. Analisa TOWS digunakan untuk menganalisa secara lebih mendalam, faktor eksternal

dan internal yang mempengaruhi MDS 362 Tanjung Pinang City Center, dimana

rating masig-masing faktor dihitung dan dihubungkan serta diberi bobot, dan hasilnya

dihitung/dianalisa dengan nilai EFAS sebesar 0,250 dan nilai IFAS sebesar 0,298.

Selanjutnya dimuat dalam diagram matriks TOWS dan secara nilai yang diperoleh

tersebut, diputuskan strategi yang tepat, yaitu strategi Opportunities Strength (OS),

artinya MDS 362 Tanjung Pinang City Center harus lebih agresif dalam kinerja

selanjutnya.

6. Berdasarkan strategi OS yang diputuskan, maka rencana tindakan strategi yang harus

diambil oleh pihak MDS 362 Tanjung Pinang City Center diantaranya optimalisasi

promo melalui media sosial, sms blasting bagi customer pengguna member MRO,

instore promo, mengadakan promo variatif, service to shopping experience dan

business to business. Kemudian selanjutnya dibuatkan action plan dengan jangka

waktu planning Januari – Desember 2019.

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 45 | 46
3.2. SARAN

Berdasarkan analisa TOWS dan PSDM yang dilakukan pada MDS 362 Tanjung Pinang City

Center, maka ada beberapa hal yang perlu direkomendasikan :

1. Sebaiknya dalam melakukan analaisa faktor lingkungan internal dan eksternal, toko

wajib melakukan identifikasi secara lebih dalam, luas dan dalam dengan menggunalan

alat analisis yang tepat.

2. Dalam menjalankan rencana tindakan strategi atau action plan, toko wajib melakukan

pengawasan terhadap action yang dilakukan, dengan tetap mengidentifikasi

kemungkinan-kemungkinan masalah lain yang bisa saja timbul baik secara eksternal

maunpun internal. Oleh karena itu, rencana strategi alternatif wajib dibuat sebagai

antisipasi resiko/kegagalan yang terjadi dari action plan sebelumnya.

3. Faktor yang menjadi kekuatan (strength) harus tetap dikembangkan secara agresif,

dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada pada lingkungan eskternal, serta

memperbaiki kelemahan toko, sebagai suatu upaya untuk mengurangi ancaman yang

dapat menjadi resiko kegagalan toko dalam hal ini pertumbuhan sales toko yang lebih

baik (plus growth)

“Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Dengan Analaisis TOWS


Pada MDS 362 Tanjung Pinang City Center Periode Januari-Maret 2018”
P a g e 46 | 46