Anda di halaman 1dari 2

II.

KEBIJAKAN DEVIDEN
Penentuan jumlah deviden yang tepat yang harus dibayarkan merupakan keputusan
manajemen yang sulit. Perusahaan yang membayar deviden secara ekstrim enggan untuk
mengurangi devidennya karena tindakan ini akan dipandang negatif oleh pasar sekuritas.
Adapula alasan utama yang menyebabkan sangat sedikit perusahaan yang membayar
deviden dalam jumlah yang sama dengan laba ditahan yang tersedia secara legal antara
lain :
 Persetujuan atau kontrak obligasi dengan kreditor tertentu untuk menahan
semua atas bagian laba, dalam bentuk aktiva guna membentuk proteksi
tambahan terhadap kemungkinan kerugian.
 Beberapa hukum perseroan negara bagian masyarakat bahwa laba yang
ekivalen dengan biaya saham treasuri yang dibeli dilarang untuk diumumkan
sebagai deviden.
 Keinginan untuk menahan aktiva yang tidak dibayarkan sebagai deviden guna
membiayai pertumbuhan atau ekspansi.
 Keinginan untuk memperlancar pembayaran deviden dari tahun ke tahun
dengan mengakumulasi laba dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba dan
menggunakan akumulasi itu untuk membayar deviden dalam tahun-tahun
yang buruk.
 Keinginan untuk membentuk pelindung terhadap kemungkinan
kerugian/kesalahan dalam kalkulasi laba.

LEGALITAS DEVIDEN

Legalitaigas dividen hanya dapat ditentukan dengan melihat hukum negara bagian
yang berlaku. Ada tiga klasifikasi untuk tujuan perbandingan pembagian deviden kepada
pemiliknya:

1. Kelompok terbesar mengijinkan pembagian deviden kepada pemegang saham


selama perusahaan berada dalam keadaan tidak insolven.
2. Kelompok kedua mengikuti baik “Revised Model Business Corporation
ct”tahun 1984 maupun pelarangan pembagian yang mirip dengannya yaitu
perusahaan harus solven dan pembagian tidak boleh melebihi nilai wajar
aktiva besih.
3. Negara bagian lainnya menggunakan berbagai larangan campuran yang terdiri
dari pengujian solvensi dan neraca atas likuiditas dan risiko.

Untuk menghindari pembagian yang ilegal atas aktiva perusahan kepada


pemegang sahm hukum perseroan negara bagian yang relevan harus dipelajari dan
meminta nasehat hukum.