Anda di halaman 1dari 27

Referat

HIPOTIROID PRIMER

Tri Haryati Paramita


PPDS I Ilmu Penyakit Dalam
FK UGM/RSUP dr Sardjito

Pembimbing I: dr. R. Bowo Pramono, SpPD-KEMD


Pembimbing II: dr. M. Robikhul Ikhsan, SpPD-KEMD
PENDAHULUAN
• suatu keadaan yang ditandai
Hipotiroid dengan adanya sintesis hormon
tiroid yang rendah di dalam tubuh

primer sekunder

• jumlah produksi • gangguan sekresi


hormon tiroid oleh hormon tiroid yang
kelenjar tiroid tidak berhubungan dengan
mencukupi gangguan sekresi
Thyroid Stimulating
Hormone (TSH) yang
adekuat dari kelenjar
hipofisis
Hipotiroidisme primer adalah kondisi berbahaya
dengan morbiditas signifikan dan gejala dan tanda
yang tidak spesifik

Diagnosis dan terapi


hipotiroid primer
seringkali dianggap
mudah, namun dalam diperlukan pendekatan
beberapa studi dalam penanganan
menunjukkan terjadinya hipotiroid primer
masalah dalam
penanganan kondisi
hipotiroid
FISIOLOGI
Iodide Pembentukan
Coupling
trapping thyroglobulin
• kondisi kegagalan kelenjar tiroid untuk
Hipotiroid memproduksi hormon tiroid cukup
dalam memenuhi kebutuhan tubuh
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Tanda-tanda adanya
keterpaparan atau defisiensi,
Klinis keluhan-keluhan dan Penyakit-penyakit yang
pengobatan ataupun etiologi
gejala fisik akibat defisiensi berhubungan dengan
dan risiko penyakit yang dapat
hormon tiroid peningkatan risiko penyakit
menjurus kepada kegagalan
tiroid dan hipofisis
Hipotiroid
primer
• kondisi rendahnya kadar
hormon tiroid dalam
darah karena kerusakan
kelenjar tiroid, baik
karena penyakit
autoimun maupun
tindakan intervensi
seperti operasi,
radioiodine, atau radiasi
PATOGENESIS

Tiroiditis Autoimun (Tiroiditis Hashimoto)


• Pada tiroiditis Hasimoto, terjadi peningkatan infiltrasi limfosit ke
dalam jaringan kelenjar tiroid yang mengakibatkan terbentuknya
inti germinal dan metaplasia oksifil. Folikel koloid tidak terbentuk
dan terjadi fibrosis ringan sampai sedang.
• Aktivasi CD4+, CD8+, dan limfosit B merupakan mediator terjadinya
kerusakan sel kelenjar tiroid. CD8+ merupakan mediator utama
timbulnya proses nekrosis sel akibat pengaruh perforindan
terjadinya apoptosis sel. Berbagai sitokin (TNF-α, IL-1, IFN-γ)
memudahkan terjadinya apoptosis sel tiroid melalui aktivasi death
receptor
• Salah 1 kunci dalam diagnosis AITD adalah menentukan adanya
peningkatan anti-thyroid antibody titer, termasuk anti-
thyroglobulin antibodies (TgAb), anti-thyroid peroxidase antibodies
(TPOAb), dan antibodi reseptor TSH (TSHRAb).
• Banyak pasien dengan AITD memiliki hasil eutiroid, namun 75%
memiliki peningkatan titer anti-thyroid antibody
Defisiensi Iodium
• Iodium merupakan bahan dasar hormon tiroid, sehingga
kekurangan asupan iodium dalam jangka panjang akan
mengganggu sintesis hormon. Kekurangan iodium yang lama
menimbulkan gondok endemic yang sering ditemukan pada
daerah dengan asupan iodium yang kurang
Hipotiroid akibat Tindakan Bedah dan Terapi I 131
• Hipotiroid yang terjadi sebagai akibat terlalu banyaknya sel
kelenjar yang terangkat akibat proses pembedahan ataupun rusak
karena proses ablasi. Akibatnya, tidak cukup banyak sel kelenjar
tiroid yang tersisa, yang mampu memproduksi hormon tiroid.
Nekrosis sel kelenjar tiroid akibat terapi I131 akan terjadi secara
bertahap dan diperlukan waktu sekitar 6 – 18 minggu hingga
terjadi hipotiroid.
Hipotiroid Kongenital
• Hipotiroid yang terjadi pada bayi baru lahir dapat berlangsung
secara permanen atau sementara. Hipotiroid kongenital yang
permanan ditandai dengan adanya perubahan struktur, baik
aplasia maupun hypoplasia, atau perubahan lokasi kelenjar tiroid
(ektopik)
TATALAKSANA
Panduan Dosis Levotiroksin untuk Hipotiroid

Pasien dengan penyakit


usia tua Wanita hamil
jantung iskemik

Pasien dengan gejala


hipotiroid menetap
kecurigaan myxedema
meskipun dalam terapi hipotiroid subklinis
koma
levotiroksin dosis
adekuat
Pasien dengan penyakit
usia tua Wanita hamil
jantung iskemik
• Kebutuhan levotiroksin • Hormon tiroid dapat • Kebutuhan hormon tiroid
menurun seiring usia, menaikkan denyut nadi meningkat selama
karena penurunan dan kontraktilitas kehamilan lalu kembali
degradasi tiroksin dan jantung, sehingga normal setelah
penurunan massa tubuh. meningkatkan kebutuhan melahirkan, sehingga
Lebih lanjut, terapi oksigen miokardium, dosis levotiroksin yang
levotiroksin dapat yang mengakibatkan diperlukan juga
mempresipitasi kejadian resiko terjadinya sindrom meningkat sejak usia
angina atau infark koroner akut dan aritimia kehamilan minggu ke-5
miokard pada lansia bila dimulai terapi dosis • Wanita dengan overt
dengan resiko tinggi hipotiroid sebaiknya
kardiovaskular. • dosis awal yang diberikan mendapat terapi
• Pada pasien usia tua (≥ adalah 12.5 - 25 mcg/ levotiroksin dengan dosis
65 tahun), terapi hari, dengan dosis titrasi hingga mencapai
levotiroksin dimulai dosis dinaikkan 12.5 mcg level TSH sesuai trimester
kecil yaitu 25-50 setiap 4-6 minggu, hingga kehamilan. Level TSH
mcg/hari, kemudian estimasi dosis penuh serial diperiksa setiap 4
titrasi secara perlahan tercapai minggu selama trimester
hingga mencapai kondisi pertama dan kedua
eutiroid kehamilan.
gejala hipotiroid menetap
kecurigaan myxedema
meskipun dalam terapi hipotiroid subklinis
koma
levotiroksin dosis adekuat
• Terdapat beberapa • Hipotiroid subklinis • merupakan manifestasi
kondisi yang dapat adalah kondisi level T4 hipotiroid yang jarang
menimbulkan gejala bebas dalam batas namun berat, yang sering
serupa yang perlu normal dan level TSH terjadi pada wanita lansia
diinvestigasi lanjut meningkat, dengan atau dengan riwayat
• Selain adanya tanpa disertai gejala hipotiroid primer
komorbiditas, perlu hipotiroid • Pelacakan kausa
ditanyakan terkait • Terapi levotiroksin dapat presipitasi seperti infeksi,
kepatuhan pasien dalam dipertimbangkan pada penyakit jantung,
meminum obat, cara pasien dengan level TSH gangguan metabolic, dan
meminum obat, dan awal > 10 mIU/L, pasien penggunaan obat bersifat
adakah konsumsi obat- dengan peningkatan titer kritikal
obatan lain yang dapat thyroid peroxidase
mempengaruhi antibody, pasien dengan
farmakokinetik gejala sugestif hipotiroid
levotiroksin dan level TSH 5-10
mIU/L, dan pasien yang
hamil atau berencana
hamil
KESIMPULAN
Diagnosis dan
terapi
Hipotiroidisme
hipotiroid Terapi
primer adalah disebabkan
primer Levotiroksin
kondisi oleh tiroiditis
seringkali memberikan
berbahaya autoimun
dianggap hasil yang
dengan kronik, terapi
mudah, namun aman, rasional,
morbiditas iodin
sering dan mudah
signifikan dan radioaktif,
terjadinya untuk terapi
gejala dan tiroidektomi,
masalah dalam pengganti
tanda yang atau efek obat
penanganan hipotiroid
tidak spesifik
kondisi
hipotiroid

Perlunya strategi untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan


optimalisasi farmakokinetik terapi, yang dapat meningkatkan
outcome pasien