Anda di halaman 1dari 12

PERUBAHAN AKUNTANSI DAN ANALISIS KESALAHAN

PERUBAHAN AKUNTANSI DAN ANALISIS KESALAHAN

A. PERUBAHAN AKUNTANSI
FASB telah menetapkan kerangka kerja pelaporan yang mencakup tiga jenis perubahan
akuntansi. Tiga jenis perubahan akuntansi yang telah ditetapkan FASB adalah :
1. Perubahan Prinsip Akuntansi. Prubahan dari satu prinsip akuntansi yang berlaku umum
ke prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya. Sebagai contoh, perunahan metode
penilaian persediaan dari LIFO menjadi biaya rata-rata.
2. Perubahan Estimasi Akuntansi. Perubahan yang terjadi sebagai akibat dari informasi
baru atau diperolehnya pengalaman tambahan. Contohnya adalah perubahan estimasi
umur manfaat aktiva yang dapat disusutkan
3. Perubahan Entistas Pelaporan. Perubahan dari pelaporan sebagai satu jenis entitas ke
jenis entitas lainnya. Sebagai contoh, perubahan anak perusahaan spesifik dalam satu
kelompok perusahaan di mana laporan keuangan konsolidasi disusun. Kategori
keempat membutuhkan perubahan akuntansi, walaupun hal ini tidak diklasifikasikan
sebagai perubahan akuntansi :
4. Kesalahan-Kesalahan dalam Laporan Keuangan. Kesalahan yang terjadi sebagai
akibat dari kesalahan matematis, keslahaan penerapan prinsip akuntansi, atau kelalaian
atau penyalahgunaan fakta yang ada pada saat laporan keuangan disusun. Contohnya
adalah penerapan metode persediaan eceran yang tidak tepat dalam menentukan
persediaan akhir

B. PERUBAHAN PRINSIP AKUNTANSI


Perubahan prinsip akuntansi melibatkan perubahan dari satu prinsip ekonomi yang berlaku
umum ke yang lainnya. Pengujian yang seksama harus dilaksanakan dalam setiap situasi ini
untuk memastikan bahwa perubahan prinsip memang telah terjadi. Akhirnya, jika prinsip
akuntansi yang sebelumnya diikuti tidak dapat diterima atau jika prinsip itu diterapkan secara
tidak benar, maka perubahan ke prinsip akuntansi yang berlaku umum dianggap sebagai
koreksi kesalahan Perpindahan dari akuntansi dasar kas atau pajak penghasilan ke dasar akrual
dianggap juga sebagai koreksi kesalahan.
Tiga pendekatan berikut telah disarankan untuk melaporkan perubahan prinsip akuntansi :
1. Pelaporan Perubahan pada Periode Berjalan. Pengaruh kumulatif adalah perbedaan
laba tahun sebelumnya antara metide baru dan metode lama. Penyesuaian ini
kemudian dilaporkan hanya dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Perusahan tidak
mengubah laporan keuangan tahun sebelumnya.
2. Pelaporan Perubahan Secara Retrospektif. Penyesuaian Retrospektif atas laporan
keuangan akan menyusun kembali laporan keuangan tahun sebelumnya atas dasar
yang konsisten dengan prinsip yang baru ditetapkan. Perusahaan menyajikan
pengaruh kumulatif dari perubahan sebagai penyesuaian atas laba ditahan awal tahun
paling awal yang disajikan dalam laporannya.
3. Pelaporan Perubahan secara Prospektif (di masa depan). Pada pendekatan ini, hasil
yang telah dilaporkan sebelumnya biasanya tidak diubah. Saldo awal tidak perlu
disesuaikan. Pendukung pendekatan ini berargumen bahwa seteah manajemen
menyajikan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang dapat diterima,
maka laporan tersebut sudah final, manajemen tidak dapat mengubah peirode
sebelumnya dengan menerapkan prinsip baru.

Melaporkan Perubaahan Prinsip Akuntansi


Pengungkapan perubahan akuntansi sangatlah penting. Para pemakai laporan keuangan
menginginkan informasi konsisten dari satu periode ke periode berikutnya. Konsisten seperti
ini menjamin manfaat laporan keuangan. Persyaratan pengungkapan utama disajikan berikut
ini :
1. Sifat dan alasan perubahan prinsip akuntansi tersebut. Bagian ini harus menyerahkan
penjelasan mengenai kelebihan prinsip akuntansi baru tersebut.
2. Metode penerapan perubahan tersebut, dan :
 Deskripsi, informasi periode terdahulu yang telah dikoreksi secara retrospektif
 Pengaruh perubahan tersebut terhadap laba operasi yang berlanjut, laba bersih
setiap item dalam satu bagian yang ikut berpengaruh dan setiap nlai per saham
yangvterpengaruh dalam periode berajalan dan salam stiap periode terdahulu
yang terkoreksi secara retrospektif
 Pengaruh kumulatif perubahan terhadap laba ditahan atau komponen ekuitas atau
aktiva bersih dalam laporan posisi keuangan tehitung periode paling terdahulu
yang tercatat didalamnya.
Lancer company akan menyusun laporan keuangan komparatif tahun 2006 dan 2007
berdasarkan FIFO (‘metode baru persediaan). Lancer Company melaporkan laba bersih
berdasarkan metode FIFO yang baru diadopsi untuk tahun 2006 dan 2007. Perusahaan
mengoreksi secara retrospektif laporan laba rugi 2006 sehingga informasi di dalam laporan ini
sesuai dengan basis FIFO. Lebih lanjut, catatan dalam laporan keuangan tersebut menjelaskan
sifat perubahannya, alasan perusahaan melakukan perubahan tersebut, dan tahun-tahun yang
terpengaruh. Catatan itu juga menyajikan data mengenai perbedaan penting antara nilai yang
dilaporkan berdasarkan LIFO versus FIFO. (Ketika mengidentifikasi perbedaan yang
signifikan, sejumlah perusahaan menyajikan keseluruhan laporan keuangannya dan perbedaan
baris-per-baris antara LIFO dan FIFO).
LANCER COMPANY
Laporan Keuangan
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2007 2006
Disesuaikan (catatan A)
Penjualan $300.000 $300.000
Harga Pokok Penjualan 111.000 97.000
Beban Operasi 100.000 100.000
Laba Bersih $ 89.000 $103.000
Catatan A
Perubahan Metode Akuntansi dalam Penilaian Persediaan Pada 1 Januari 2007, Lancer Company memutuskan
perubahan metode penilaian persediaan menjadi metode FIFO. Pada semua tahun terdahulu, persediaan dinilai
berdasarkan metode LIFO. Perusahaan mengadopsi metode akuntansi yang baru untuk persediaan tersebut dalam
rangka memperbaiki laporan harga pokok penjualan pada tahun terkait. Laporan keuangan komparatif tahun-tahun
terdahulu telah dikoreksi sesuai metode baru secara restropektif. Ayat-ayat baris laporan keuangan tahun fiskal 2007
dan 2006 berikut ini terpengaruh oleh perubahan prinsip akuntansi diatas.

2007 2006
Neraca LIFO FIFO Perbedaan LIFO FIFO Perbedaan
Persediaan $ 32.000 $ 39.000 $7.000 $ 20.000 $ 25.000 $ 5.000
Laba ditahan 307.000 314.000 7.000 220.000 225.000 5.000

Laporan laba rugi


HPP $113.000 $111.000 $2.000 $100.000 $ 97.000 $3.000
Laba bersih 87.000 89.000 2.000 100.000 103.000 3.000

Laporan Arus Kas


(tidak ada pengaruh)

Sebagai hasil dari perubahan akuntansi, laba ditahan pada 1 Januari 2006 meningkatkan $ 120.000, seperti
dilaporkan menurut metode LIFO, menjadi $122.000 menurut metode FIFO.
Penyesuaian Laba Ditahan
Salah satu syarat pengungkapan adalah penyajian pengaruh kumulatif dari perubahan akuntansi
terhadap nilai laba ditahan terhitung awal periode paling terdahulu yang termasuk dalam
laporan. Bagi Lancer Company, tangal paling terdahulu tersebut adalah 1 Januari 2006. Lancer
mengungkapkan informasi terkait dengan deskriptif naratif (Lihat Catatan A). Lancer akan
mengungkapkan informasi itu dalam laporan laba ditahan. Tabel dibawah menunjukan
penyajian laporan laba ditahan Lancer menurut LIFO-Yaitu, sebelum berlakunya pengaruh
perubahan prinsip akuntansi terkait.
2007 2006 2005
Laba ditahan, 1 Januari $220.000 $120.000 $ 0
Laba bersih 87.000 100.000 120.000
Laba ditahan, 31 Desember $307.000 $220.000 $120.000

Jika Lancer menyajikan laporan komparatif tahun 2006 dan 2007 menurut FIFO, Lancer harus
mengubah saldo awal laba ditahan per 1 Januari 2006. Perhitungan perbedaaan antara saldo
awal laba ditahan menurut LIFO dan FIFO disajikan berikut ini

Laba ditahan, 1 Januari 2006 (FIFO) $122.000


Laba ditahan, 1 Januari 2006 (LIFO) 120.000
Perbedaan pengaruh kumulatif $ 2.000

Perbedaan sebesar $2000 merupakan pengaruf kumulatif. Ilustrasi 22-7 menyajikan laporan
laba ditahan komparatif tahun 2006 dan 2007, setelah berlakunya pengaruh perubahaan prinsip
akuntansi ke FIFO.
2007 2006
Laba ditahan $120.000
Ditambah: Penyesuaian pengaruh kumulatif terhadap
Tahun-tahun terdahulu akibat penerapan metode
Akuntansi persediaan yang baru secara retrospektif $ 2.000
Laba ditahan, 1 Januari, disesuaikan $225.000 122.000
Laba bersih 89.000 103.000
Laba ditahan, 31 Desember $314,000 $225.000
Lancer menyesuaikan saldo awal laba ditahan pada 1 Januari 2006, untuk kelebihan laba bersih
FIFO dibanding laba bersih LIFO pada tahun 2005. Penyajian komparatif ini menunjukan jenis
penyesuain yang harus dilakukan perusahaan. Lebih lajut, nilai penyesuaian ini akan lebih
besar jika periode terdahulu yang ikut diperhitungkan lebih banyak.
Pengaruh Langsung
IASB berketetapan bahwa perusahaan harus menetapkan pengaruh langsung perubahan prinsip
akuntansi secara retrospektif. Contohnya, pengaruh langsung berupa koreksi neraca persediaan
akibat perubahan metode penilaian persediaan.

Pengaruh Tidak Langsung


Selain pengaruh langsung, perusahaan juga dapat mengakami pengaruh tidak langsung terkait
perubaha prinsip akuntansi. Pengaruh tidak langsung adalah semua perubahan atas arus kas
erusahaan pada periode berjalan atau masa depan yang disebabkan oleh perubehan prinsip
akuntansi yang diterapkan secara retrospektif. Contohnya, pengaruh tidak langsung berupa
perubahan pembagian laba atau pembayaran royalty yang bergantung pada nilai dalam laporan
seperti pendapatan atau laba bersih. Pengaruh tidak langsung tidak mengubah nilai-nilai dalam
laporan pada periode terdahulu.

Ketidakpraktisan
Penerapan retrospektif dianggap tidak praktis jika perusahaan tidak dapat menentukan
pengarub periode terdahulu bahkan setelah mengusahakan semua cara yang masuk akal.
Perusahan tidak boleh memakai penerapan retrospektif bila memenuhi salah satu kondisi
berikut ini :
1. Perusahaan tidak dapat menentukan pengaruh penerapan retrospektif
2. Penerapan retrospektif memerlukan penetapan asumsi-asumsi mengenai rencana kerja
pihak manajemen pada perode terdahulu
3. Penerapan retrospektif memerlukan estimasi-estimasi signifikan terkait periode
terdahulu dan perusahaan tidak dapat secara objektif mengesahkan informasi yang
diperlukan dalam menetapkan estimasi-estimasi tersebut
Jika salah satu kondisi diatas terjadi, penerapan pendekatan restropektif dianggap tidak praktis.
Dalam kasus ini, perusahaan menerapkan secara restropektif prinsip akuntansi baru dengan
mencakup hingga tanggal paling terdahulu yang dianggap praktis.

C. PERUBAHAN ESTIMASI/TAKSIRAN AKUNTANSI


Penyusunan laporan keuangan memerlukan estimasi dampak dari kondisi-kondisi dan
peristiwa di masa dtang. Berikut ini adalah contoh pos-pos yang memerlukan estimasi
 Piutang tak tertagih
 Keusangan Persediaan
 Umur manfaat dan nilai sisa aktiva
 Periode yang menerima manfaat dari biaya yang ditangguhkan
 Kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan
 Cadangan mineral yang dapat dipulihkan kembali
 Perubahan metode penyusutan
Perubahan estimasi harus ditangani secara propektif. Yaitu, tidak ada perubahan yang harus
dibuat dalam hasil yang dilaporkan sebelumnya. Jadi, pengaruh dari semua perubahan estimasi
diperhitungkan pada (1) periode perubahan jka perubahan itu hanya mempengaruhi periode
bersangkutan atau (2) perubahan periode dan periode di masa datang jika perubahan tersebut
mempengaruhi keduanya. Akibatnya perubahan estimasi dipandang sebagai koreksi atau
penyesuaian normal yang berulang, hasil alami dari proses akuntansi dan perlakuan retrospektif
dilarang.
Contoh terkait perubahan estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip akuntansi berupa
perubahan metode penyusutan (berikut amortisasi dan deplesi). Karena perusahaan mengubah
metode penyusutan betrdasarkan perubahan estimasi laba masa depan aktiva berumur panjang,
tidaklah mungkin memisahkan pengaruh perubahan prinsip akuntansi dari perubahan estimasi
tersebut. Kesimpulannya perusahaan memperhitungkan perubahan metode penyusutan sebagai
perubahan estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip akuntasi.

D. PELAPORAN PERUBAHAN DALAM ENTITAS


Suatu perubahan akuntansi yang terjadi pada laporan keuangan yang sebenarnya merupakan
laporan dari entitas berbeda harus dilaporkan dengan menyatakan kembali laporan keuangan
yang disajikan selama periode sebelumnya, guna menunjukkan informasi keuangan bagi
entitas pelaporan yang baru selama semua periode.
Contoh perubaahan dalam entitas pelaporan :
1. Menyajikan laporan konsolidasi untuk menggantikan laporan dari kelompok
perusahaan individual
2. Mengubah anak perusahaan tertentu yang terdiri dari kelompok perusahaan di mana
laporan keuangan konsolidasi disajikan
3. Mengubah perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan gabungan
4. Perubahan metode akuntansi biaya, ekuitas atau konsolidasi untuk anak perusahaan
dan investasi. Perubahan dalam entitas pelapran bukan berasal dari penciptaan,
pemutusan, pembelian, disposisi anak perusahaan atau unit bisnis lainnya.
Laporan keuangan dari tahun dimana perubahan dalam entitas pelaporan dilakukan harus
mengungkapkan sifat perubahan itu dan alasannya. Pengaruh perubahan ini terhadap laba
sebelum pos-pos luar biasa, laba bersih, dan laba per saham harus dilaporkan untuk semua
periode yang disajikan. Pengungkapan ini tidak perlu diulang pada laporan keuangan periode
berikutnya.
PELAPORAN KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan tertentu, misalnya mengkasifikasikan neraca dalam laporan keuangan tidak
sesignifikan bagi investor dibanding kesalahan lain. Kesalahan signifikan akan menyebabkan
lebih saji atas aktiva atau laba. Namun para investor perlu mengetahui potensi pengaruh dari
semua kesalahan. Bahkan mengklasifikasikan yang “tidak berbahaya” dapat berpengaruh rasio
yang penting. Dan juga kesalahan tertentu dapat menandakan kelemahan dalam kendali
internal yang dapat memicu kesalahan lain yang lebih signifikan.
Berikut ini adalah contoh-contoh dari kesalahan akuntansi :
1. Perubahan dari prinsip akuntansi yang tidaka berlaku umum ke prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Dasar pemikiran dari hal ini adalah bahwa periode sebelumnya telah
disajikan secara tidak benar. Contoh, perubahan dari akuntansi dasar kas atau pajak ke
penghasilan dasar akrual
2. Kesalahan matematis yang diakibatkan oleh penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya.
Contoh, penjumlahan kartu perhitungan persediaan yang salah dalam menentukan nilai
persediaan
3. Perubahan estimasi yang terjadi karena estimasi-estimasi itu tidak dibuat dengan jujur.
Contoh, penggunaan tariff penyusutan yang secara jelas tidak realistis
4. Kelalaian, seperti kegagalan untuk megakrualkan atau menangguhkan beban atau
pendapatanntertentu di akhir periode
5. Penggunaan fakta yang tidak benar, seperti kegagalan untuk menggunakan nilai sisa
dalam menghitung dasar penyusutan untuk pendekatan garis lurus
6. Klasifikasi biaya yang tidak tepat sebagai beban dan bukan sebagai aktiva serta
sebaliknya.
Kesalahan akuntansi memiliki berbagai penyebab. Berikut merupakan 11 kategori utama
kesalahan akuntansi yang menyebabkan pelaoran ulang.
Kategori Akuntansi Jenis Pelaporan Ulang
Pengakuan biaya Mencatat biaya pada periode atau dalam nilai yang tidak tepat
Pengakuan pendapatan Penghitungan tidak tepat atas pendapatan. Kategori ini
mencakup pengakuan tidak tepat atas pendapatan, pengakuan
atas pendapatan yang diragukan, atau sejumlah kesalahan lain
yang menyebabkan kesalahan pelaporan atas pendapatan
Misklasifikasi Misklasifikasi pos akuntansi yang signifikan dalam neraca,
laporan laba rugi, atau laporan arus kas. Mencakup laporan
ulang akibat misklasifikasi akun jangka pendek atau panjang
atau akun yang berpengaruh terhadap arus kas operasi
Ekuitas- lain-lain Penghitungan tidak tepat atas EPS, saham terbatas, waran, dan
instrumen ekuitas lain
Cadangan/Kontinjensi Kesalahan yang mencakup piutang usaha utang tak tertagih,
cadangan persediaan, penyisihan untuk pajak penghasilan, dan
kontijensi rugi.
Aktiva berusia panjang Penurunan nilai aktiva properti, pabrik, dan peralatan,
goodwill, atau aktiva terkait lainnya
Perpajakan Kesalahan yang mencakup koreksi atas provisi pajak,
penanganan tidak tepat atas kewajiban pajak, dan pos-pos lain
yang terkait pajak
Ekuitas– laba komprehensif Penghitngan tidak tepat atas transaksi ekuitas yang terkait laba
lainnya komprehensif antara lain pos mata uang asing, penyesuaian
kewajiban minimum atas pensiun, keuntungan dan kerugian
yang tidak diakui atas investasi tertentu dalam utang, sekuritas
ekuitas, dan derivatif
Persediaan Penilaian biaya persediaan, isu kuantitas, dan biaya
penyesuaian penjualan
Ekuitas- opsi saham Penghitungan tidak tepat atas opsi saham karyawan
Lain-lain Semua laporan ulang yang tidak tercakup dalam kategori
diatas antara lain yang terkait penghitungan tidak tepat atas
akuisisi atau merger
Segera setelah ditemukan, kesalahan-kesalahan tersebut harus dikoreksi dengan ayat jurnal
yang tepat dalam akun dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Profesi akuntansi
mensyaratkan bahwa koreksi kesalahan diperlakukan sebagai penyesuaian periode
sebelumnya , dicatat dalam tahun dimana kesalahan itu ditemukan, dan dilaporkan pada
laporan keuangan sebagai penyesuaian atas saldo awal laba ditahan. Koreksi seperti itu disebut
penyesuaian periode sebelumnya. Jika laporan komparatif disajikan, maka laporan periode
sebelumnya yang terpengaruh harus dinyatakan kembali untuk mengoreksi kesalahan.
Pengungkapan ini tidak perlu diulang dalam laporan keuangan periode berikutnya.
Laporan Periode Tunggal
Neraca tahun bersangkutan atau tahun berjalan tidak akan menyatakan kewajiban pajak yang
ditangguhkan terkait bangunan dan akun Akumulasi Penyusutan, Bangunan kini dilaporkan
ulang dengan nilai yang lebih besar. Laporan Laba Rugi tidak akan terpengaruh.

Laporan Komparatif
Jika laporan keuangan komparatif dibuat, maka penyesuaian harus dilakukan guna
mengkoreksi jumlah semua akun yang terpengaruh yang dilaporkan dalam laporan keuangan
untuk semua periode pelaporan. Data dari setiap tahun yang telah disajikan harus dinyatakan
kembali sampai benar dan setiap penyesuaian susulan harus ditampilkan sebagai penyesuaian
periode sebelumnya atau laba ditahan selema periode terdahulu dilaporkan.

E. IKHTISAR PERUBAHAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN


Perkembangan pedoman untuk pelaporan perubahan akutansi dan koreksi kesalahan
telah membantu memecahkan beberapa masalah akuntansi yang signifikan dan sudah lama.
Perubahan prinsip akuntansi akan dianggap tepat hanya apabila perusahaan menunjukkan
bahwa prinsip akuntansi alternative yang berlaku umum yang telah diadopsi lebih disukai
daripada prinsip sebelumnya. Dalam menerapkan pedoman profesi akuntansi, preferensi di
antara prinsip akuntansi harus ditentukan atas dasar apakah prinsip yang baru dapat
mem[erbaiki pelaporan keuangan bukan atas dasar dampak pajak penghasila semata.

ANALISIS KESALAHAN
Dalam kenyataannya, mendefinisikan materialitas adalah sulit, dan pengalaman serta
pertimbangan harus digunakan untuk menentukan apakah perlu melakukan penyesuaian atas
kesalahan tertentu. Semua kesalahan yang dibahas dalam bagian ini diasumsikan material dan
membutuhkan penyesuaian. Kesalahan diasumsikan diperlakukan sebagai penyesuaian periode
sebelumnya dan dilaporkan dalam tahun berjalan sebagai penyesuaian saldo awal Laba Ditahan.
Jika laporan komparatif disajikan maka laporan periode sebelumnya yang terpengaruh haruslah
dinyatakan kembali untuk mengoreksi kesalahan.

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM NERACA


Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyjian akun aktiva, kewajiba
atau ekuitas pemegang saham. Contohnya adalah klasifikasi piutang jangka pendek sebagai
bagian dari investasi, klasifikasi wesel bayar sebagai hutang usaha dan klasifikasi aktiva pabrik
sebagai persediaan.
Reklasifikasi atas pos-pos tersebut ke posisi yang benar diperlukan apabila kesalahan
ditemukan. Jika laporan komparatif yang mencakup tahun kesalahan telah dibuat, maka neraca
untuk tahun kesalahan tersebut akan dinyatakan kembali secara benar.

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM LAPORAN LABA-RUGI


Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyajian akun-akun nominal dalam
laporan laba rugi. Kesalahan-kesalahan yang melibatkan klasifikasi yang tidak benar atas
pendapatan atau beban, seperti mencatat pendpatan bunga sebagai bagian dari penjualan,
pembelian sebagai beban piutang ragu-ragu dan beban penyusutan sebagai beban bunga.
Kesalahan klasifikasi dalam laporan laba rugi tidak memiliki pengaru terhadap neraca dan laba
bersih.
Ayat jurnal reklasifikasi akan diperlukan apabila kesalahan ditemukan, yaitu jika kesalahan itu
ditemukan pada tahun laporan dibuat. Jika kesalahan terjadi pada periode sebelumnya, maka
tidak ada ayat jurnal yang diperlukan pada saat kesalahan itu ditemukan karena akun-akun
selama tahun berjalan telah dinyatakan dengan benar. Jika laporan komparatif yang mencakup
tahun kesalahan telah disiapkan, maka laporan laba-rugi untuk kesalahan itu akan dinyatakan
kembali dengan benar.

KESALAHAN DALAM NERACA DAN LAPORAN LABA RUGI


Kesalahan jenis ini mempengaruhi baik neraca maupun laporan laba rugi dan diklasifikasikan
dengan satu dari dua cara yaitu saling menyeimbangkan atau tidak saling menyeimbangkan.
Kesalahan yang saling menyeimbangkan (counterbalancing errors) adalah kesalahan yang
akan dioffset atau dikoreksi selama dua periode. Kebanyakan kesalahan akuntansi yang
mempengaruhi baik neraca maupun laporan laba rugi adalah kesalahan yang saling
menyeimbangkan. Kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan (counterbalancing
errors) yaitu kesalahan yang tidak dioffset dalam periode akuntansi berikutnya. Misalnya, tidak
megkapitalisasi peralatan yang memiliki unur manfaat 5 tahub. Jika kita langsung
membebankan aktiva ini maka beban akan dinyatakan terlalu tinggi dalam periode pertama,
tetapi dinyatakan terlalu rendah pada empat periode berikutnya. Pada akhir periode kedua,
dampak kesalahan itu tidak sepenuhnya dioffset. Laba bersih dinyatakan dengan benar hanya
secara agregat pada akhir tahun ke 5, karena aktiva telah disusutkan sepenuhnya. Jadi,
kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan adalah kesalahan yanh memerlukan lebih dari 2
periode untuk mngoreksinya. Hanya dalam contoh yang sangat jarang suatu kesalahan tidak
pernah direvisi, misalnya ketika tanah pada awalnya dibebankan. Karena tanah tidak dapat
disusutkan, maka secara teori kesalahan ini tidak dapat diperbaiki kecuali tanah tersebut dijual.

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN KOREKSI KESALAHAN


Sampai saat ini, pembahasan tentang analisis kesalahan lebih ditujukan pada identifikasi jenis
kesalahan yang terlibat dan akuntansi untuk mengoreksinya dalam catatan akuntansi. Koreksi
kesalahan harus disajikan pada laporan keuangan komparatif.