Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MODUL 2

PENGEMBANGAN PROFESI GURU


oleh
CHANDRA YANUARNINGTYAS
PPGDJ UNESA IPA KELAS A

1. Rumuskanlah kompetensi guru secara utuh?

1. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan
pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai dari merencanakan,
melaksanakan sampai dengan mengevaluasi. Secara umum kompetensi inti pedagogi meliputi;
menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan
intelektual, ditunjukan dengan kemampuan;
a. memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual,
sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang social budaya,
b. mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran,
c. mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik dalam mata pelajaran,
d. mengidentifikasi kesulitan peserta didik.
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, ditunjukan dengan
kemampuan;
a. memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik,
b. menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang
mendidik secara kreatif,
c. menerapkan pendekatan pembelajaran berdasarkan jenjang dan karateristik bidang studi.

Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan


yang diampu, yang dilakukan dalam bentuk penyusunan rpp seperti :
a. memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum,
b. menentukan tujuan pelajaran,
c. menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pelajaran,
d. memilih materi pelajaran yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan
pembelajaran,
e. menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan
karakteristik peserta didik,
f. mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.

Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, indikatornya ditunjukan dengan;


a. memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik,
b. mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran,
c. menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas,
laboratorium, maupun lapangan,
d. melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan,
e. menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata
pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh,
f. mengambil keputusan transaksional dalam pelajaran sesuai dengan situasi yang
berkembang

Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran,


seperti penggunaan media dan penggalian sumber belajar.

Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai


potensi yang dimiliki, kompetensi ini ditunjukan guru dengan;
a. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai
prestasi belajar secara optimal
b. menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta
didik, termasuk kreativitasnya berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan
peserta didik, seperti;
 memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun,
baik secara lisan maupun tulisan,
 berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan
bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari
penyiapan kondisi psikologis peserta didik, memberikan pertanyaan atau tugas
sebagai ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian
 respons peserta didik,
 reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, Indikator kompetensi ini
meliputi;
a. memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran yang diampu,
b. menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan
dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu,
c. menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
d. mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
e. mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan
mengunakan berbagai instrument,
f. menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan,
g. melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, seperti;


(a) menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan
belajar,
(b) menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial
dan pengayaan,
(c) mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan,
(d) memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran

Berikut diuraikan indikator masing-masing kompetensi inti pedagogi. Indikator kompetensi ini
ditunjukkan dengan;
(a) melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan,
(b) memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan mata pelajaran,
(c) melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata
pelajaran

2. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan kepribadian yang
mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhak
mulia. Kompetensi inti kepribadian seperti:
a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional
Indonesia, seperti;
 menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-
istiadat, daerah asal, dan gender,
 bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang
berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam
b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta
didik dan masyarakat, seperti;
 berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi,
 berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia,
 berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di
sekitarnya.
c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa,
seperti;
 menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil,
 menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
d. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa
percaya diri, seperti;
 menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi,
 bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri, Bekerja mandiri secara
professional.
e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. seperti;
 memahami kode etik profesi guru,
 menerapkan kode etik profesi guru,
 berperilaku sesuai dengan kode etik guru
3. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama
pendidik, tenaga kependidian, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial
penting dimiliki bagi seorang pendidik yang profesinya senantiasa berinteraksi dengan human
(manusia) lain. Indikatornya adalah
a. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis
kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi,
seperti;
 bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan
lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran,
 tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta
didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar
belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.
b. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua, dan masyarakat, kemampuan ini ditunjukan dengan cara;
 berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun,
empatik dan efektif,
 berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik,
dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik,
 mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program
pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
c. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki
keragaman sosial budaya. Kompetensi ini penting dikuasai oleh pendidik, apalagi jika
tugas tidak ditempatkan di daerah asal. Kemampuan ini ditunjukan dengan;
 beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas
sebagai pendidik, termasuk memahami bahasa daerah setempat,
 melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan
dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.
d. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan
atau bentuk lain, seperti;
 berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lainnya
melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,
 mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri
secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
4. Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan
materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi
materi pembelajaran, dan substansi keilmuan yang menaungi materi dalam kurikulum, serta
menambah wawasan keilmuan. Dengan indikatornya sebagai berikut
a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata
pelajaran yang diampu sesuai jenjang pendidikan.
b. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu, seperti;
 memahami standar kompetensi mata pelajaran,
 memahami kompetensi dasar mata pelajaran,
 memahami tujuan pembelajaran mata pelajaran.
c. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif;
 memilih materi mata pelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta
didik,
 mengolah materi mata pelajaran secara integratif dan kreatif sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik.
d. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan
reflektif, seperti;
 melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus-menerus,
 memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan,
 melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan,
 mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan
mengembangkan diri, seperti;
 memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi,
 memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.

2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan
siswa?

Abad ke-21 adalah abad yang sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya.
Perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa disegala bidang.pada abad ini, terutama
bidang Information and Communication Technology (ICT) yang serba canggih (sophisticated)
membuat dunia ini semakin sempit, karena kecanggihan teknologi ICT ini beragam informasi
dari berbagai sudut dunia mampu diakses dengan instant dan cepat oleh siapapun dan dari
manapun, komunikasi antar personal dapat dilakukan dengan mudah, murah kapan saja dan di
mana saja. Perubahan-perubahan tersebut semakin terasa, termasuk didalamnya pada dunia
pendidikan. Guru saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari era sebelumnya.
Guru menghadapi klien yang jauh lebih beragam, materi pelajaran yang lebih kompleks dan
sulit, standard proses pembelajaran dan juga tuntutan capaian kemampuan berfikir siswa yang
lebih tinggi, untuk itu dibutuhkan guru yang mampu bersaing bukan lagi kepandaian tetapi
kreativitas dan kecerdasan bertindak (hard skills- soft skills).
Abad 21 yang ditandai dengan kehadiran era media (digital age) sangat berpengaruh
pada pengelolaan pembelajaran sehingga menjadi keharusan untuk mengintegrasikan teknologi
informasi dan komunikasi dengan pembelajaran, yang berpusat pada siswa. Oleh karena itu,
pada abad 21 ini seseorang baik itu guru maupun siswa harus memiliki keterampilan 4 C, yakni

1. Critical Thinking (Berpikir Kritis)


Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang rumit,
mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akan muncul berbagai
perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. Critical thinking dimaknai juga
sebagai kemampuan menalar, memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami
interkoneksi antara sistem, menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan
masalah.
Keterampilan berpikir kritis merupakan hal yang penting untuk dimiliki peserta didik di
tengah derasnya arus informasi di era digital, kemampuan membedakan kebenaran dari
kebohongan, fakta dari opini, atau fiksi dari non-fiksi, merupakan salah satu modal bagi
peserta didik untuk mengambil keputusan dengan lebih bijak sepanjang hidupnya. Selain itu,
kemampuan berpikir kritis juga penting sebagai bekal peserta didik untuk menjadi
pembelajar yang baik.
2. Collaboration (Kolaborasi)
Kolaborasi adalah kemampuan untuk bekerja sama, saling bersinergi, beradaptasi dalam
berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain,
menempatkan empati pada tempatnya, dan menghormati perspektif berbeda. Dengan
berkolaborasi, maka setiap pihak yang terlibat dapat saling mengisi kekurangan yang lain
dengan kelebihan masing-masing. Akan tersedia lebih banyak pengetahuan dan
keterampilan secara kolektif untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.
Teknologi yang tersedia saat ini membuat peluang peserta didik untuk berkolaborasi
terbuka lebar tanpa harus dibatasi oleh jarak. Karena itu, anak-anak kita perlu dibekali
dengan kemampuan berkolaborasi sebagai salah satu keterampilan abad 21 yang mencakup
kemamuan bekerja sama secara efektif dalam tim yang beragam, fleksibel dan mampu
berkompromi untuk mencapai tujuan bersama, memahami tanggung jawabnya dalam tim,
dan menghargai kinerja anggota tim lainnya.

3. Communication (Komunikasi)
Komunikasi adalah kegiatan mentransfer informasi, baik secara lisan maupun tulisan.
Komunikasi merupakan hal penting dalam peradaban manusia. Tujuan utama komunikasi
adalah mengirimkan pesan melalui media yang dipilih agar dapat diterima dan dimengerti
oleh penerima pesan. Komunikasi dapat berjalan efektif jika pesan yang disampaikan oleh
komunikator dapat diterima dengan baik oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah
persepsi.
Hadirnya gadget di era globalisasi dapat dijadikan sebagai media komunikasi yang efektif
bagi anak-anak. Akan tetapi pengawasan, terutama dari orangtua perlu semakin ditingkatkan
terhadap pemakaian gadget sebagai media informasi bagi anak-anak mereka, agar tidak
disalah gunakan untuk hal-hal yang negatif. Selain itu, lamanya penggunaan gadget bagi
anak-anak juga perlu dibatasi agar kompetensi sosialnya dengan teman-teman sebaya tetap
terjaga.

4. Creativity (Kreativitas)
Kreativitas merupakan kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan
menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif
terhadap perspektif baru dan berbeda. Kreativitas juga didefinisikan sebagai kemampuan
seseorang dalam menciptakan penggabungan baru. Kreativitas akan sangat tergantung
kepada pemikiran kreatif seseorang, yaitu proses akal budi seseorang dalam menciptakan
gagasan baru. Kreativitas yang bisa menghasilkan penemuan-penemuan baru sering disebut
sebagai inovasi.
Era teknologi ditandari dengan semakin banyak pekerjaan yang diambil alih oleh mesin
di masa depan. Berpikir kreatif dalam menciptakan berbagai inovasi baru adalah salah satu
keterampilan abad 21 yang akan membuat seseorang mampu bertahan dan tak tergantikan
oleh robot atau mesin di bidang pekerjaannya.

Keterampilan ini sudah semestinya tercermin dalam setiap pembelajaran yang akan
dilaksanakan oleh seorang guru. Keterampilan Abad 21 dapat di integrasikan dalam
pelaksanaan pembelajaran, sehingga pilihan metode, media dan pengelolaan kelas benar-
benar meningkatkan keterampilan tersebut. Karena itulah menjadi sebuah keharusan
bahwa kemampuan pedogogi guru harus menyesuaikan dengan karateristik dan keterampilan
yang diperlukan di abad 21.

3. Buatlah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan?

Pengembangan guru berkelanjutan seyogyanya memiliki serangkaian aktivitas reflektif


untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan seorang
guru dalam hal ini mendukung pemenuhan kebutuhan seseorang dan meningkatkan praktik
profesional mereka. Pengembangan guru secara berkelanjutan selalu bertujuan untuk
meningkatkan keterampilan dan pengetahuan profesional mereka di luar apa yang mereka
dapatkan dalam pelatihan dasar yang mereka terima ketika pertama kali melakukan pekerjaan
tersebut. Dalam mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan diperlukan tindakan
reflektif, seperti;
(1) melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus-menerus,
(2) memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan,
(3) melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan,
(4) mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
Pada pelaksanaannya, sekolah bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan
yang direncanakan. Pengembangan guru di sekolah dapat mengambil berbagai macam bentuk,
seperti: hari pelatihan seluruh sekolah; Induksi, mentoring, dan penilaian guru secara
individual; Observasi kolega; Perencanaan dan evaluasi kolaboratif; Evaluasi diri sendiri
Sementara itu di luar sekolah, guru dapat membangun jejaring dengan mengunjungi
sekolah-sekolah lain, menghadiri konferensi-konferensi, menjalani pelatihan bersama dengan
sekolah-sekolah lain, mengikuti jejaring guru, dan terlibat dalam asosiasi-asosiasi spesialis mata
pelajaran, menghadiri kursus singkat oleh penyedia kursus komersial dan non-profit, kuliah
untuk gelar yang lebih tinggi yang divalidasi oleh universitas, berpartisipasi dalam proses-proses
pemeriksaan (misalnya menjadi pemeriksa), belajar secara daring (online), terlibat dalam
kegiatan-kegiatan pertukaran.