Anda di halaman 1dari 39

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN.........................................................................................2
1.1 Latar Belakang............................................................................................2
1.2 Tujuan.........................................................................................................2
1.2.1 Tujuan umum.......................................................................................2
1.2.2 Tujuan Khusus.....................................................................................3
BAB 2 TINJAUAN TEORI.......................................................................................4
2.1 Ronde keperawatan.....................................................................................4
2.1.1 Definisi................................................................................................4
2.2 Tujuan.........................................................................................................4
2.3 Manfaat.......................................................................................................5
2.4 Kriteria pasien.............................................................................................6
2.5 Masalah yang dihadapi................................................................................6
2.6 Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Anggota Tim.........................6
2.7 Peran Masing – Masing Anggota Tim.........................................................7
2.8 Metode........................................................................................................7
2.9 Tahapan Ronde Keperawatan......................................................................7
2.10 Prosedur pelaksanaan ronde keperawatan...................................................8
2.11 Kriteria Evaluasi.........................................................................................9
BAB 3 PERENCANAAN ROLE PLAY..................................................................10
3.1 Struktur Peran...........................................................................................10
3.2 Metode......................................................................................................10
3.3 Media........................................................................................................10
3.4 Agenda Kegiatan Role Play......................................................................10
BAB 4 PELAKSANAAN ROLE PLAY RONDE KEPERAWATAN......................34
4.1 Persiapan...................................................................................................34
4.2 Pelaksanaan...............................................................................................34
4.3 Hambatan..................................................................................................34
4.4 Dukungan..................................................................................................34
BAB 5 EVALUASI KEGATAN..............................................................................35
5.1 Evaluasi Struktur.......................................................................................35
5.2 Evaluasi Proses.........................................................................................35
5.3 Evaluasi Hasil...........................................................................................35
BAB 6 PENUTUP...................................................................................................37
6.1 Simpulan...................................................................................................37
6.2 Saran..........................................................................................................37
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................38

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peningkatan mutu asuhan keperawatan sesuai dengan tuntutan masyarakat
dan perkembangan iptek maka perlu pengembangan dan pelaksanaan suatu model
asuhan keperawatan profesional yang efektif dan efisien.
Salah satu model asuhan keperawatan tersebut yaitu metode keperawatan
primer. Metode keperawatan primer merupakan salah satu metode pemberian
pelayanan keperawatan di mana salah satu kegiatannya adalah ronde keperawatan,
yaitu suatu metode untuk menggali dan membahas secara mendalam masalah
keperawatan yang terjadi pada pasien dan kebutuhan pasien akan keperawatan
yang dilakukan oleh perawat primer/asosiate konselor, kepala ruangan dan seluruh
tim keperawatan dengan melibatkan pasien secara langsung sebagai fokus
kegiatan.
Ronde keperawatan akan memberikan media bagi perawat untuk membahas
lebih dalam masalah dan kebutuhan pasien serta merupakan suatu proses belajar
bagi perawat dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotor. Kepekaan dan cara berpikir kritis perawat akan tumbuh dan
terlatih melalui suatu transfer pengetahuan dan pengaplikasian konsep teori ke
dalam praktik keperawatan.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan
psikomotor melalui pelaksanaan ronde keperawatan.

1.2.2 Tujuan Khusus


1 Memahami pengertian ronde keperawatan.
2 Memahami tujuan dari dilakukannya ronde keperawatan.
3 Memahami tahapan dari ronde keprawatan.
4 Memahami pelaksanaan dari ronde keperawatan.

2
BAB 2
TINJAUAN TEORI

1.3 Ronde keperawatan


1.3.1 Definisi
Ronde Keperawatan (Nursing Rounds) adalah kegiatan yang bertujuan untuk
mengatasi masalah keperawatan klien yang akan dilaksanakan oleh perawat disamping
melibatkan klien untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. Pada kasus
tertentu harus dilakukan oleh perawat primer dan /atau perawat konselor, kepala ruangan,
perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim kesehatan (Nursalam,
2015).
Ronde keperawatan merupakan prosedur di mana dua atau lebih perawat
mengunjungi pasien untuk mendapat informasi yang akan membantu dalam
merencanakan pelayanan keperawatan dan memberikan kesempatan kepada pasien untuk
mendiskusikan masalah keperawatannya serta mengevaluasi pelayanan keperawatan yang
telah diterima pasien (Kozier et al, 2004)
Ronde keperawatan merupakan proses interaksi antara pengajar dan perawat atau
siswa perawat dimana terjadi proses pembelajaran. Ronde keperawatan dilakukan oleh
teacher nurse atau head nurs dengan anggota stafnya atau siswa untuk pemahaman yang
jelas tentang penyakit dan efek perawatan untuk setiap pasien (Clement, 2011).
Adapun karakteristik dalam ronde keperawatan, yaitu (Nursalam, 2016):
1. Pasien dilibatkan secara langsung
2. Pasien merupakan fokus kegiatan
3. PA, PP dan konselor melakukan diskusi bersam
4. Konselor memfasilitasi kreativitas
Konselor membantu mengembangkan kemampuan PA, PP dalam meningkatkan
kemampuan mengatasi masalah

1.4 Tujuan (Nursalam, 2015)


Menurut Nursalam (2016),menyatakan bahwatujuan dalam ronde keperawatan
adalah :
1 Tujuan umum
Untuk menyelesaikan masalah pasien melalui pendekatan berfikir kritis.

2. Tujuan khusus
a. Menumbuhkan cara berfikir kritis dan sistematis.
b. Meningkatkan kemampuan validasi data pasien.
c. Menentukan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan.
d. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berorientasi pada
masalah pasien.
3
e. Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan keperawatan.
f. Meningkatkan kemampuan justifikasi.
g. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja

1.5 Manfaat
Secara umum, manfaat dari ronde keperawatan (Nursalam, 2016) :
1. Masalah pasien dapat teratasi
2. Kebutuhan pasien dapat terpenuhi
3. Terciptanya komunitas keperawatan yang profesional
4. Terjalinnya kerjasama antartim kesehatan
5. Perawat dapat melaksanakan model asuhan keperawatan dengan tepat dan benar.
Sedangkan menurut O’ Connor (2006), Wolak, et, al. (2008) dan Clemen (2011)
manfaat perawat melakukan ronde keperawatan , yaitu:
1. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perawat.
Peningkatan kemampuan perawat tidak hanya keterampilan keperawatan tetapi juga
memberikan kesempatan pada perawat untuk tumbuh dan berkembang secara
profesional.
2. Mampu mengevaluasi kegiatan yang telah diberikan pada pasien berhasil atau tidak.
O’Connor (2006) mengatakan bahwa pasien sebagai alat untuk menggambarkan
parameter penilaian atau teknik intervensi.
3. Sebagai sarana belajar bagi perawat.
Ronde keperawatan merupakan studi percontohan yang menyediakan sarana untuk
menilai pelaksanaan keperawatan yang dilakukan oleh perawat (Wolak et al, 2008).
4. Membantu mengorientasikan perawat baru pada pasien.
5. Meningkatkan kepuasan pasien.
Menurut hasil penelitian Febriana (2009) menyatakan bahwa ronde keperawatan
dapat meningkatkan kepuasan pasien lima kali dibanding tidak dilakukan ronde
keperawatan. Selain itu, menurut Chaboyer et al (2009) dengan tindakan ronde
keperawatan dapat menurunkan angka insiden pada pasien yang dirawat.

1.6 Kriteria pasien


Pasien yang dipilih untuk dilakukan ronde keperawatan adalah pasien yang
memiliki kriteria sebagai berikut :
1. Mempunyai maslah yang belum teratasi meskipun sudah dilakukan tindakan
keperawatan
2. Pasien dengan kasus baru atau langka

1.7 Masalah yang dihadapi


Masalah yang dihadapi oleh metode ini pada umumnya adalah :
1. Berorientasi pada prosedur keperawatan
2. Persiapan sebelum praktek kuarang memadai
3. Belum ada keseragaman tentang laporan hasil ronde keperawatan

4
4. Belum ada kesempatan tentang model ronde keperawatan

1.8 Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Anggota Tim


1. Kelebihan
a. Perawat dapat menggali dan membahas secara mendalam masalah keperawatan
yang terjadi pada klien.
b. Klien terlibat secara langsung sebagai fokus kegiatan sehingga merasa puas
dengan hasil pelayanan dan perawatan.
c. Dapat menumbuhkan dan melatih kepekaan serta cara berpikir kritis perawat
melalui suatu transfer pengetahuan dan pengaplikasian konsep teori ke dalam
praktik keperawatan.
d. Menyelesaikan masalah klien melalui pendekatan berpikir kritis dan diskusi
secara sistematis.
e. Meningkatkan kerja sama antar anggota tim kesehatan dalam mengatasi masalah
keperawatan klien.
f. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan mengevaluasi pelaksanaan
standar asuhan keperawatan.
2. Kekurangan
a. Klien dan keluarga merasa kurang nyaman serta privasi klien terganggu.
b. Berorientasi pada prosedur keperawatan.
c. Persiapan yang kurang sebelum dilaksanakan ronde keperawatan.
d. Laporan hasil ronde keperawatan tidak selaras.
e. Tidak disetujuinya inform consent oleh pasien atau keluarga.
f. Belum ada kesempatan tentang model ronde keperawatan

1.9 Peran Masing – Masing Anggota Tim


1. Perawat Primer dan Perawat Assosiate
a. Menjelaskan data pasien yang mendukung masalah pasien
b. Menjelaskan diagnosis dan masalah utma
c. Menjelaskan intervensi yang sudah dan belum dilakukan
d. Menjelaskan hasil yang didapat
e. Menjelaskan rasional (alasan ilmiah) tindakan yang diambil
f. Menjelasakan tindakan selanjutnya
g. Menggali masalah-masalah pasien yang belum terkaji
2. Peran Perawat Konselor
a. Memberikan justifikasi
b. Memberikan reinforment
c. Memvalidasi kebenaran dari masalah dan intervensi keperawatan sertaraasional
tindakan
d. Mengrahkan dan koreksi
Mengintegrasikan konsep dan teori yang telah dipelajari

1.10 Metode
Metode yang digunakan adalah metode diskusi.

5
1.11 Tahapan Ronde Keperawatan
1. Pra Ronde
a. Menentukan kasus dan topik (masalah yang tidak teratasi dan masalah yang
langka)
b. Menentukan tim ronde
c. Mencari sumber atau leteratur
d. Membuat proposal
e. Mempersiapkan klien: informed consent dan pengkajian
f. Planning diskusi kegiatan ronde keperawatan (Apa diagnosis keperawatan,
data apa yang mendukung, Bagaimana intervensi yang sudah dilakukan, dan apa
hambatan yang ditemukan selama perawatan).

2. Pelaksanaan Ronde
a. Penjelasan tentang klien oleh perawat primer yang
difokuskan pada masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan
dilaksanakan dan atau telah dilaksanakan serta memilih prioritas yang perlu
didiskusikan.
b. Diskusi antar anggota tim tentang kasus tersebut.
c. Pemberian justifikasi oleh perawat primer atau
konselor atau kepala ruangan tentang masalah klien serta rencana tindakan yang
akan dilakukan.
3. Pasca Ronde
Evaluasi, revisi, dan perbaikan meliputti kesimpulan dan rekomendasi penegakan
diagnosis, intervensi keperawatan selanjutnya.

1.12 Prosedur pelaksanaan ronde keperawatan


Tahap Pra PP

Penetapan
Klien

Persiapan Klien:
- Informed consent
- Hasil Pengkajian/Validasi data

Tahap Pengajuan - Apa diagnosa keperawatan ?


Pelaksanaan Masalah - Apa data yang mendukung ?
di Nurse - Bagaimana intervensi yang
sudah dilakukan ?
- Apa hambatan yang ditemukan ?

Validasi Data
6
Diskusi PP – PP,
Konselor, KARU

Tahap
Pelaksanaan di Lanjutan Diskusi di
Kamar Klien Nurse Station

Kesimpulan dan
PascaRonde RekomendasiSolusi
Masalah

1.13 Kriteria Evaluasi


1. Struktur :
a. Menentukan penanggung jawab ronde keperawatan.
b. Menetapkan kasus yang akan di rondekan.
c. Memberikan informed consent kepada pasien dan keluarga.
2. Proses :
a. Melaksanakan ronde keperawatan bersama-sama Penanggung Jawab Unit dan staf
keperawatan.
b. Penjelasan tentang pasien oleh perawat primer dalam hal ini penjelasan
difokuskan pada masalah keperawatan dan intervensi yang telah dilaksanakan
tetapi belum mampu mengatasi masalah pasien.
c. Diskusi antar anggota tim tentang kasus tersebut.
d. Pemberian masukan solusi tindakan yang lain yang mampu mengatasi masalah
pasien tersebut.
3. Hasil
a. Dapat dirumuskan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah pasien.
b. Hasil diskusi yang disampaikan dapat ditindak lanjuti dan dilaksanakan

7
BAB 3
PERENCANAAN ROLE PLAY

1.14 Struktur Peran


1. Penanggung jawab : Cicik Eka I, S.Kep
2. Kepala Ruangan : Sri Hani, S.Kep
3. PP1 :Heri Kartoni, S.Kep
4. PA1 : Kumala Sari, S.Kep
5. PP2 (konselor) : Disen Fajar, S.Kep
6. Dokter : PPDS Interna Pandan I RSUD Dr Soetomo
7. Ahli gizi : Ahli gizi Pandan I RSUD Dr Soetomo
8. Narator : Baiq Indah, S.Kep
9. Dokumentasi : M. Huda, S.Kep

1.15 Metode
Pelaksanaan ronde keperawatan menggunakan metode role play.

1.16 Media
Media yang dipakai dalam Role play ronde keperawatan, menggunakan:
1. File dokumentasi pasien
2. Kertas
3. Pena
4. Materi

1.17 Agenda Kegiatan Role Play


1. Agenda
Hari/Tanggal : Rabu, 22 November 2017
Jam : 10.00 – 11.00 wib
Tempat : Ruang Pandan I RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Pelaksana :
- Mahasiswa praktek profesi manajemen keperawatan (sebagai kepala ruangan,
Perawat Primer, Perawat asosiate)
- Dokter PPDS di ruang Pandan I
- Ahli Gizi di ruang Pandan I
- Apoteker di ruang Pandan I

Pembimbing:
- Pembimbing Akademik:
a. Prof. Dr. Nursalam, M. Nurs (Hons)
b. Dr. Kusnanto, S.Kp., M.Kes
c. Candra Panji Asmoro, S.Kep., M.Kes
- Pembimbing Klinik:
a. Ramang Sukmono, S.Kep.,Ns.
b. Amirul Musriny S. Kep.,Ns.
2. Kegiatan
8
Pelaksa Keg.
Waktu Tahap Kegiatan Tempat
na Pasien
3 hari Pra Praronde PJ - Ruang
sebelum ronde 1. Menentukan kasus dan topik. Rawat
ronde 2. Menentukan tim ronde. Inap
3. Menentukan literature. Pandan I
4. Membuat proposal. RSUD Dr
5. Mempersiapkan slide dari Soetomo
tim ronde.
6. Mengundang dokter, ners
ruangan.
7. Mempersiapkan pasien
dengan pemberian informed
consent.

5 menit Ronde Pembukaan Kepala - Ruang


1. Salam pembuka. Ruangan Diskusi/N
2. Memperkenalkan tim ronde. urse
3. Menjelaskan tujuan ronde. station
4. Mengenalkan masalah pasien
secara spintas.
5. Mempersilahkan PP untuk
presentasi.

9
Pelaksa Keg.
Waktu Tahap Kegiatan Tempat
na Pasien
30 menit Penyajian Masalah PP Mendenga Ruang
1. Memberikan salam dan rkan Diskusi/N
memperkenalkan pasien dan urse
keluarga kepada tim ronde. station
2. Menjelaskan riwayat
penyakit dan keperawatan
pasien.
3. Menjelaskan masalah
keperawatan pasien dan
rencana tindakan yang telah
dilaksanakan dan serta
menetapkan prioritas yang
perlu didiskusikan.
4. Menambahkan penjelasan
kasus jika ada yang kurang

Validasi Data (bed pasien):


1. Memvalidasi data pasien dan
HE yang penting untuk PA
keterlibatan konselor
2. Mengkaji jika ada data yang
kurang dan butuh tambahan.
Karu, PP, Memberi Ruang
PA,Pera respons Pandan I
wat dan
konselor, menjawab
dokter pertanyaan
penangg
ung
jawab
pasien,
ahli gizi,
apoteker,
10 menit Pasca 1. Melanjutkan diskusi dan - Ruang
ronde masukan dari tim. Karu, PP, Diskusi/
2. Menyimpulkan untuk PA,Pera Nurse
menentukan tindakan wat station
keperawatan pada masalah konselor,
prioritas yang telah dokter
ditetapkan. penangg
3. Merekomendasikan tim ung
intervensi keperawatan. jawab
4. Penutup. pasien,
ahli gizi,
apoteker,

4. Kriteria Evaluasi
a. Struktur

10
1) Ronde keperawatan dilaksanakan di Ruang Rawat InapPandan 1 RSUD Dr
Soetomo
2) Peserta ronde keperawatan hadir di tempat pelaksanaan ronde keperawatan.
3) Persiapan dilakukan sebelumnya.
b. Proses
1) Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
2) Seluruh peserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran
c. Hasil :
1) Pasien puas dengan hasil kegiatan
2) Masalah pasien dapat teratasi
3) Perawat dapat :
a) Menumbuhkan cara berpikir yang kritis dan sistematis.
b) Meningkatkan kemampuan validitas data pasien.
c) Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan.
Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berorientasi
pada masalah pasien.
d) Meningkatkan kemampuan modifikasi rencana asuhan keperawatan.
e) Menngkatkan kemampuan justifikasi.
f) Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja
5. Informed Consent
Sebelum role play ronde keperawatan dilaksanakan, tim akan meminta surat
persetujuan kepada pasien dan keluarga untuk dilakukan ronde keperawatan.
6. Study Case
Pengambilan data:
- pengkajian : Senin, 13 November 2017
- Rawat Pandan I : 9 November2017 jam 09.00
- Bed/Kelas : B 3 / kelas 2
- Diagnosa Medis : Sepsis ISK + Hypoalbunemia+DM type 2
a. Pengkajian
1) Data Demografi
- Nama pasien : Tn W
- Umur/Tgl lahir : 64 tahun / 12 juli 1953
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Agama : Islam
- Pekerjaan : Pensiunan PNS
- Alamat : Wonorejo 2/51
- Pendidikan : SMA
- RM : 11.07.02.xx
2) Keluhan utama
Pasien mengatakan badan lemas, mual dan muntah.

3) Riwayat Kesehatan
a) Riwayat kesehatan sekarang

11
Pasien datang ke IGD RSUA tanggal 8 November 2017. Pasien merupakan
rujukan dari RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso. Keluhan badan
lemas sudah 1 minggu sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Demam
tinggi, bersifat turun naik. Susah BAK di keluhkan sejak 1 minggu,
terkadang ada rasa nyeri. Perut membesar sejak 2 minggu namun tidak ada
rasa nyeri. Ada sesak terkadang saat beraktifitas dan terkadang terbangun
malam hari karena sesak. Tidak didapatkan nyeri dada maupun berdebar.
Tidak didapatkan mual, muntah, dan BAB hitam.
Riwayat kesehatan pasien selama di rawat di RSI Surabaya:
Tabel 1:
TGL Keterangan
Keluhan Tidak bisa BAK selama 3 hari. sebelumnya BAK sedikit tapi sering. Pasein
utama demam, dan muntah

Riwayat MRS 28 Oktober 2017.


Perawatan KRS 1 November 2017

Riwayat perawatan pasien selama di rawat di RS Bhayangkara


Surabaya:
- Selama 4 hari di rumah, pasien dibawa ke RSI (IGD) dengan keluhan
badan lemas, demam, pusing. Dari RSI kemudian dirujuk ke RS
Bhayangkara Surabaya. Pasien di rawat selama 8 hari, tetapi tidak ada
perubahan. Kemudian pasien di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo
Surabaya.
- Saat dirujuk pasien masih terpasang dower kateter dari RS
Bhayangkara. Pada hari Jum’at, 10 November 2017 dower kateter di
lepas, selang 1 hari pasien mengeluh tidak bisa BAK. Hari Minggu, 12
November 2017 pasien di pasang dower kateter kembali.

Riwayat perawatan pasien selama di rawat di RSUD Dr. Soetomo


Surabaya:
Tabel 2:
12
TGL 8 9 10 11 12 13 14 15 16 16
Nov Nov Nov No Nov Nov Nov Nov Nov No
2017 2017 2017 v 2017 2017 2017 2017 2017 v
20 201
17 7
Riwa Ma Ra (ha (ha (hari (hari (hari (hari (hari (ha
yat suk wat ri ri ra rawat rawat rawat rawat rawat ri ra
Pera IGD di Ru rawat wat 4) 5) 6) 7) 8) wat
watan ang 2) 3) 9)
Pan
dan I
(hari
rawat
1)
KU
(Kea
da lem Le
an lemas lemas lemas lemas lemas lemas lemas lemas
as mas
umum
)
Vital
sign
 BP 118
120/8 120/8 110/7 100 100/ 90/ 80/ 60/ 117/
/
0 0 0 /60 70 60 60 40 69
78
 HR 90 114 98 95 85 88 84 84 88 84

 RR 20 24 20 20 20 20 20 20 20 20

T 368 368 378 367 36 368 365 364 37 368

 Sp 94 98 97 98 96 96 95 96 95
O2
Oksige 4 3
4 lpm 4 lpm 4 lpm 4 lpm 4 lpm 3 lpm 3 lpm
nasi lpm lpm
Sup
port
Inotro
pik

 NE Start 100
50 nano
nano (titras
(titras i)
i)

 Do 5 µg
pa
min

b) Riwayat kesehatan dulu


Tabel 3:
Riwayat Penyakit Keterangan
Angina Rawat ICCU bulan Juli 2010 RSUD Dr. Soetomo Surabaya
selama 3 hari. Pasien mengalami pingsan karena nyery dada

13
CAD 1VD di Proximal
LAD 60 %
OMI lateral
RBBB
Hasil Echo (13 Okt
2010):
EF: 54 % Pasang stent DES coroflex2,5 x 25 mm di RSUD Dr.
LV dilatation Soetomo Surabaya pada tanggal 13 Oktober 2010
Fungsi sistolik LV
normal.
Fungsi diastolik LV
abnormal relaksasi
Hipokinetik
anteroseptal
Perokok dan minum
Merokok selama 30 tahun. sudah berhenti sejak tahun 2010
extra joss
Dislipidemia
DM Sejak 3 bulan terakhir

c) Riwayat kesehatan keluarga


Tidak anggota keluarga yang mempunyai sakit jantung, DM maupun
hipertensi.
4) Pemeriksaan Kesehatan
a) Keadaan umum
Pasien tampak lemah, kesadaran compos mentis. GCS: 456..
Vital sign: S: 36oC; HR: 88 x/m; RR: 20 x/m; BP: 90 / 60 mmHg; SpO 2:
96 %; O2: Nasal 4 lpm.
BB / TB : 85 kg / 160 cm
b) Pemeriksaan persistem
B1: Breath
Pasien nafas spontan; terpasang O2 nasal 4 lpm. suara nafas vesikular,
ronchi dan wheezing tidak ada. dinding dada simetris dan tidak ada
retraksi
B2: Blood
Bunyi jantung S1/S2 tunggal. Mur-mur dan gallop tidak ada. akral hangat,
kering & kemerahan; CRP < 3 detik. Tidak ada anemi, ikterik, maupun
sianosis.
B3: Brain
pasien compos mentis, tidak ada kelemahan pada extremitas.
B4: Bowel
Abdomen soepel, BU: 2-3 x /m.
B5: Bladder
Terpasang dower catheter no 16 sejak tanggal 16 November 2017 (RSUD
Dr.
Soetomo Surabaya). Urine: warna kuning, produksi 1600 cc/ 24 jam
dengan furosemid 20 mg BD intravena
B6: Bone & Integumen
14
5 5
5 5
Tidak ada luka pressure dan parese, kulit kering, kekutan otot

c) Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Tabel 5:
8 10 13 16 Satuan
TGL Nov Nov Nov Nov Nilai Normal
2017 2017 2017 2017
< 100 mg/dL
GD 119 158 157
DM ≥ 126
< 140 mg/dL
GD 2 JPP 159
DM > 200
HbA1C 10,0 4,5 – 6,2 %
L: 13,3 – 16,6 g/dL
Hb 10,1 11,3 10,6 9,8
P: 11 – 14,7
WBC 14,47 15,69 22,02 12,72 3,37 - 10 103/ uL
HCT 30,5 34,7 31,7 28,4 40 - 52
2,9 g/dL
(post
Alb 2,8 2,8 2,8 3,4 – 5,0
koreksi
)
Plt 293 346 369 409 150 - 450 103/ uL
PTT

Pasien 12 9 - 12 detik

Kontrol 9,3
APTT

Pasien 31,4 23 - 33 detik

Kontrol 24,7
BUN 7 12,0 13,0 7 - 18 mg/dL
Creatinin 0,97 1,5 1,1 0,6 – 1,3 mg/dL
SGOT 19 < 41 U/L
L: 0 -50 U/L
SGPT 20
P: 0 - 35
Bil. total 0,61 0,2 - 100 mg/dL
Bil. direx 0,31 < 0,2 mg/dL
Cholest. tot 168 00 - 200 mg/dL
Trigliserida 233 30 - 150 mg/dL

15
8 10 13 16 Satuan
TGL Nov Nov Nov Nov Nilai Normal
2017 2017 2017 2017
HDL 14 40 -60 mg/dL
LDL 104 00 - 99 mg/dL
Na 138 136 - 144 mmol/l
K 3,7 3,8 – 5,0 mmol/l
Cl 105 97 - 103 mmol/l
Ca 8,1 – 10,4
<0,05: Healthy Ng/ml
≥0,5 - <2,0:
Systemic
infection
PCT 0,95
≥2,0 - <10:
severe septic
≥10: septic
shock
Kultur:

Urine leng
kap:
Glu Neg Neg

Bil Neg Neg

Keton Neg Neg

Leu +1 Neg

pH 7,5 6-8

Clarity cloudy
Erytro
Sit 15 - 20 0 -2 LP
(mikroskop
ik)
Leukosit(mi 4-6 0 -5 LP
kroskopik)
BGA
pH 7,47

pCO2 36

pO2 77

HCO3 26,2

SaO2 96

- Thorak
Tabel 6:
16
TGL 8Nov 2017
Hasil Cardiomegali dengan CTR 60 %

- USG Abdomen
Tabel 7:

TGL 3Nov 2017


Hasil Hepatomegali dengan parenchymal liver disease. Parenkimal kidney
diseasebilateral.
GB lien, pankreas, buli dan prostat dbn.

- ECG 12 lead
Tabel 8:
TGL 11 Nov 2017
Hasil Irama sinus rhytme, axis RAD, RBBB, OMI lateral tinggi

d) Therapi
Tabel 9:
TGL 8 Nov 2017
Obat: Albumin 20 % 100 cc drip (intravena)
Ciprofloxacin 400 mg BD (intravena)
Furosemid 20 mg BD(intravena)
Omeperazol 40 mg BD (intravena)
Spironolacton 100 OM (oral)
Lactulosa 15 cc TDS (oral)
ISDN 5 mg BD (oral)
Bisoprolol 5 mg (oral)
Paracetamol 500 mg TDS (oral)

IVFD Aminofluid: Triofusin: Tutofusin= 1:1:1

Diet Bubur 2100 kkal

b. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang muncul selama dilakukan perawatan di ruang
Pandan I RSUD Dr. Soetomo Surabaya, yaitu:

17
TGL Diagnosa Keperawatan
13-16 1 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake diit yang kurang
Nov
2017
2 Intoleransi aktifitas b.d kelemahan umum
3 Risiko infeksi b.d prosedur invasive

c. Intervensi Keperawatan
TGL Intervensi Keperawatan
13 1 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake diit yang
Nov kurang
2017
Intervensi
Setelah dilakukan tindakan Nutrition monitoring & management:
perawatan selama 5x24 jam 1) Monitoring mual dan muntah saat dan setelah
kebutuhan nutrisi pasien pasien makan
terpenuhi secara adequat

Kriteria hasil: 2) Monitoring kebutuhan kalori dan intake nutrisi


pasien
1) Pasien mengatakan ada 3) Monitoring intake dan output pasien
nafsu makan
2) Pasien mengatkan tidak 4) support pasien saat makan
mual dan muntah saat dan
setelah makan
3) Diet dihabiskan 5) Koloborasi dengan ahli gizi untuk diet pasien
4) Tidak terjadi penurunan 6) Kolaborasi dengan dokter pemberian:
BB > 20 %
5) Albumin : 3,4- 5,0 g/dL a. infus: Aminofluid : Triofusin:Tutofusin=
1:1:1
6) Hb: 13,3 – 16,6 g/dL b. serial GD dan pemberian insulin: Lantus 10 ui
ON
7) GD: 150 mg/dL c. pemeriksaan laborat: Hb, alb
7) Ajarkan pada keluarga cara memberikan makan
pada pasien

2 Intoleransi aktifitas b.d kelemahan umum


Intervensi
Setelah dilakukan tindakan Activity Theraphy:
perawatan selama 5x24 jam 1) Monitoring KU pasien
pasien dapat melakukan
aktifitas sesuai dengan
kemampuannya

Kriteria hasil: 2) Monitoring kebutuhan ADL pasien: mandi, mika-


miki, oral hygiene, ganti baju..
1) Pasien tidak merasakan 3) Monitoring terjadinya luka pressure pada daerah
lemas lagi penonjolan tulang di kepala (bagian belakang,
sakrum, siku, tumit)

18
TGL Intervensi Keperawatan
2) Pasien dapat mobilisasi 4) Monitoring perubahn fisik setelah melakukan
mika- miki dengan aktivitas di tempat tidur: sesak nafas, berdebar,
bantuan minimal - mandiri berkeringat.
3) Tidak ada luka pressure 5) Ajarkan dan bantu keluarga dalam memenuhi
pada daerah penonjolan kebutuhan ADL pasien: mandi, oral hygiene, ganti
tulang di kepala (bagian baju
belakang, sakrum, siku,
tumit)
4) Kebutuhan ADL pasien 6) Support pasien untuk miring kanan - kiri
terpenuhi dengan bantuan
minimal – mandiri.

3 Risiko infeksi b.d prosedur invasive


Intervensi
Setelah dilakukan tindakan Infection protection & control:
keperawatan selama 7x24 1) Lakukan enam langkah cuci tangan dengan benar
jam risiko infeksi tidak pada saat 5 keadaan.
terjadi
Kriteria hasil: 2) Ajarkan cara cuci tangan kepada pasien, keluarga
pasien dan pengunjung dengan benar
1) Tidak ada tanda – tanda 3) Batasi jumlah pengunjung
infeki baik sistemik /
lokal:dolor, rubor, color,
fungsiolasia
2) Pasien tidak demam 4) Anjurkan keluarga pasien untuk menjaga
kebersihan dan kerapihan lingkungan disekitar
pasien
3) WBC dalam batas normal: 5) Pertahankan lingkungan yang aseptik selama
WBC: 4 -11. 103 g/dL pemasangan alat
Neutrophil: 50 – 70 %
4) Akral hangat, kering, 6) Pertahankan intake cairan dan nutrisi yang tepat
merah
7) Monitoring adanya tanda infeksi lokal dan
sistemik
8) Monitoring pemeriksaan laboratorium: WBC &
neutrophil
9) Monitoring vital sign secara rutin
10) Monitoring tingkat kesadaran pasien

11) Monitoring intake, output dan balance cairan per


24 jam
12) Kolaborasi dengan dokter pemberian:

 Antibiotik: Ciprofloxacin 400 mg BD


(intravena)....day 5
Ciprofloxacin stop tgl 14 November 2017
(day 6)
Antibiotik diganti Meropenem 500 mg TDS
intravena...day 1 (start 16 Nov 2017)
 Inotropik: Norephinephrine 100
nano/KgBB/m IV drip titrasi (start 14 Nov
19
TGL Intervensi Keperawatan
2017) (start 14 November 2017)
 Dopamin 5 mcg/KgBB/m IV drip titrasi (start
15 Nov 2017)
 Antibiotik: Ciprofloxacin 400 mg BD
(intravena)....day 5
Ciprofloxacin stop tgl 14 November 2017
(day 6)
Antibiotik diganti Meropenem 500 mg TDS
intravena...day 1 (start 16 Nov 2017)

20
d. Implementasi Keperawatan
Dx
Paraf &
Tgl/ Hari/ Keper
Implementasi Keperawatan Nama
Jam awa
Perawat
tan
13-16 Nov
2017 1) Melakukan enam langkah cuci tangan dengan benar pada saat 5 keadaan.
1,2,3
Pagi - cuci tangan dengan handscrub sebelum ke pasien
08.00

08.10 2) Menganjurkan keluarga pasien untuk menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan disekitar pasien

3) Melakukan monitoring KU pasien.


08.10 - Pasien lemas, berbaring.
- O2 nasal 4 lpm
4) Melakukan monitoring vital sign:
BP: 100/90 mmHg, HR: 74 x/m,
08.15
RR: 20 x/m; T: 362 OC

5) Melakukan monitoring terjadinya luka pressure pada daerah penonjolan tulang di kepala (bagian belakang,
08.30 sakrum, siku, tumit).
- Luka pressure tidak ada
6) Monitoring mual dan muntah saat dan setelah pasien makan siang:
13.30 - Pasien hanya habis 3 sdm.
- Pasien merasa mual dan mau muntah
7) Melakukan monitoring intake nutrisi pasien.
13.30
- Pasien hanya habis 3 sdm
8) Monitoring intake dan output pasien
15.00 - Minum 300 cc (jam 06 – 15)
- Urine 500 cc (jam 06 – 15) warna kuning
15.00 9) Mengganti cairan infus: Triofusin 500 cc/21 tpm

Sore 1,2,3 1) Melakukan enam langkah cuci tangan dengan benar pada saat 5 keadaan.

21
Dx
Paraf &
Tgl/ Hari/ Keper
Implementasi Keperawatan Nama
Jam awa
Perawat
tan
15.30 cuci tangan dengan handscrub sebelum ke pasien
2) Melakukan monitoring KU pasien
15.30 Pasien lemas, berbaring
O2 nasal 4 lpm
3) Membantu dan mengajarkan keluarga untuk membantu pasien duduk di tempat tidur.
16.00 Pasien hanya dapat duduk sebentar.
Pasien mengeluh capek
4) Monitoring mual dan muntah saat dan setelah pasien makan malam:
17.30 Pasien hanya habis 3 sdm.
Pasien merasa mual dan mau muntah
5) Monitoring intake dan output pasien
18.00 Minum 300 cc (jam 15 – 21)
Urine 600 cc (jam 15 - 21) warna kuning
6) Melakukan monitoring vital sign:
BP: 90/60 mmHg, HR: 88 x/m,
18.00
RR: 20 x/m; T: 368 OC

7) Memberikan obat sesuai instruksi dokter:


ISDN 5 mg (oral)
Bisoprolol 5 mg (oral)
Paracetamol 500 mg (oral)
Ciprofloxacin 400 mg BD (intravena)....day 5,

malam 1) Melakukan enam langkah cuci tangan dengan benar pada saat 5 keadaan.
1,2,3
22.00 cuci tangan dengan handscrub sebelum ke pasien
2) Melakukan monitoring KU pasien
Pasien tidur dan mudah terbangun
O2 nasal 4 lpm

22
Dx
Paraf &
Tgl/ Hari/ Keper
Implementasi Keperawatan Nama
Jam awa
Perawat
tan
3) Mengganti cairan infus: T-Ops 500 cc/21 tpm
Pasien mengeluh tangan kanan sakit
23.00 saat tangan dipegang pasien juga mengeluh sakit.
tetesan infus lancar.
tidak ada kemerahan, dan oedem
4) Melakukan monitoring output urine:
24.00
Urine: 300 cc (jam 21 -24)
5) Melakukan monitoring vital sign:
14
BP: 100/80 mmHg, HR: 76 x/m,
Nov 2017
RR: 20 x/m; T: 363 OC
05.00
6) Mengajarkan dan membantu keluarga dalam memandikan pasien.
05.30
Pasien sudah dimandikan di tempat tidur
7) Memberikan obat sesuai instruksi dokter:
ISDN 5 mg (oral)
06.00 Bisoprolol 5 mg (oral)
Paracetamol 500 mg (oral)
Ciprofloxacin 400 mg BD (intravena)....day 5,
8) Monitoring intake dan output pasien per 24 jam
intake: 2000 cc
output 1800 cc
balance: + 200 cc

23
Hasil monitoring hemodinamik per 24 jam:
Hemodinamik 13 Nov2017 14 Nov2017 15 Nov2017 16 Nov2017 17 Nov2017
S 362 - 368 36 - 376 353 - 36 353 - 36 362 - 368
100-90 80 - 110 60 - 112 74 -120 90 - 125
BP
60-70 60 - 70 40 - 80 69 - 81 53 - 67
MAP 73 - 76 66 - 83 46 - 90 71 - 93 95 - 86

HR 74 - 88 76 - 80 75 - 86 68 - 80 71 - 84
RR 20 20 - 22 22 - 24 12 - 20 12 - 20
SpO2 96 96 95 96 95

Hasil monitoring balance per 24 jam:


Balance 13 Nov2017 14 Nov2017 15 Nov2017 16 Nov2017 17 Nov2017
Intake:
 Minum 600 1200 400 600 900
 Infus 1400 1200 1300 1300 1500
Output:
Urine 1600 2100 1200 1300 2200
Balance + 400 +300 + 500 +600 +200

Hasil monitoring intake makan per 24 jam:

24
Diet 13 Nov2017 14 Nov2017 15 Nov2017 16 Nov2017 17 Nov2017

Diit bubur + Diabetasol 3 Diit bubur + Diabetasol 3


Diit ganti bubur Diit bubur Diit bubur
x 200 cc x 200 cc

¼ porsi ¼ porsi
Intake 3 – 4 sdm 3 – 4 sdm 3 – 4 sdm
Susu 600 cc Susu 600 cc

Aminofluid: Triofusin: Aminofluid: Triofusin: Aminofluid: Triofusin: Aminofluid: Triofusin: Aminofluid: Triofusin:
Infus
Tutofusin= 1:1:1 Tutofusin= 1:1:1 Tutofusin= 1:1:1 Tutofusin= 1:1:1 Tutofusin= 1:1:1

Keluhan Mual mual mual kadang mual kadang mual

25
e. Evaluasi Keperawatan
Paraf &
Tgl/ Hari/ Evaluasi Keperawatan
Nama
Jam (SOAP)
Perawat
13 Nov
2017
S: Pasien mengatakan badan masih lemas
Pagi
15.00
O: KU lemah, CM O2nasal 4lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Triofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 500 cc (jam 06 – 15) warna
kuning. akral hangat, kering, merah, Diet bubur. Makan
habis 3 sdm
A: - ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Sore
S: Pasien mengatakan badan masih lemas
21.00
O: KU lemah, CM O2nasal 4lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Tutofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 600 cc (jam 15 – 21) warna
kuning. akral hangat, kering, merah. Diet bubur. Makan
habis 4 sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Malam
S: -
06.00
O: KU lemah, CM O2nasal 4lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Aminofluid 500 cc/ 8 jam.
terpasang dower catheter, total diuresis 1600 cc (jam 6- 5)
warna kuning. akral hangat, kering, merah. Makan habis 3
sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi
Tgl/ Paraf &
Evaluasi Keperawatan
Hari/
(SOAP)
Nama
Jam Perawat
14
Nov
2017 S: Pasien mengatakan badan masih lemas
Pagi
15.00
O: KU lemah, CM O2nasal 4lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Triofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 600 cc (jam 06 – 15) warna
kuning. akral dingin, lembab. Diet bubur. Makan habis 3
sdm
26
Paraf &
Tgl/ Hari/ Evaluasi Keperawatan
Nama
Jam (SOAP)
Perawat
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Sore
S: Pasien mengatakan badan masih lemas
21.00
O: KU lemah, CM O2nasal 4lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Tutofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 600 cc (jam 15 – 21) warna
kuning. akral dingin, lembab. Diet bubur. Makan habis 3
sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Malam
S: -
06.00
O: KU lemah, CM O2nasal 4lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Aminofluid 500 cc/ 8 jam.
terpasang dower catheter, total diuresis 2100 cc (jam 6 - 5)
warna kuning. akral dingin, lembab. Diet bubur . Makan
habis 4 sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Tgl/ Paraf &


Evaluasi Keperawatan
Hari/
(SOAP)
Nama
Jam Perawat
15
Nov
2017 S: Pasien mengatakan badan masih lemas
Pagi
15.00
O: KU lemah, CM O2nasal 3 lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Triofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 600 cc (jam 06 – 15) warna
kuning. akral dingin, lembab. Diet bubur. Makan habis 3
sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Sore
S: Pasien mengatakan badan masih lemas
21.00
27
Paraf &
Tgl/ Hari/ Evaluasi Keperawatan
Nama
Jam (SOAP)
Perawat
O: KU lemah, CM O2nasal 3 lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Tutofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 600 cc (jam 15 – 21) warna
kuning. . akral dingin, lembab. Diet bubur. Makan habis 4
sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Malam
S: -
06.00
O: KU lemah, CM O2nasal34lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Aminofluid 500 cc/ 8 jam.
terpasang dower catheter, total diuresis 1200 cc (jam 6 - 5)
warna kuning. akral dingin, lembab. . Diet bubur . Makan
habis 3 sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Tgl/ Paraf &


Evaluasi Keperawatan
Hari/
(SOAP)
Nama
Jam Perawat
16
Nov
2017 S: Pasien mengatakan badan masih lemas
Pagi
15.00
O: KU lemah, CM O2nasal 3 lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Triofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 400 cc (jam 06 – 15). warna
kuning. akral dingin, lembab. . Diet bubur + Diabetasol
200 cc . Makan habis ¼ porsi.
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Sore
S: Pasien mengatakan badan masih lemas
21.00
O: KU lemah, CM O2nasal 3 lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Tutofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 500 cc (jam 15 – 21) warna
kuning. akral dingin, lembab. . Diet bubur + Diabetasol
200 cc . Makan habis ¼ porsi.
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
28
Paraf &
Tgl/ Hari/ Evaluasi Keperawatan
Nama
Jam (SOAP)
Perawat
P: - Lanjutkan interrvensi

Malam
S: -
6.00
O: KU lemah, CM O2nasal 3lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Aminofluid 500 cc/ 8 jam.
terpasang dower catheter, total diuresis 1300 cc (jam 6-5)
akral dingin, lembab. . Diet bubur + Diabetasol 200 cc .
Makan habis 5 sdm
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Tgl/ Paraf &


Evaluasi Keperawatan
Hari/
(SOAP)
Nama
Jam Perawat
17
Nov
2017 S: -
Pagi
15.00
O: KU lemah, CM O2nasal 3lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Triofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 500 cc (jam 06 – 15) warna
kuning. akral hangat, kering, merah. Diet bubur +
Diabetasol 200 cc . Makan habis ¼ porsi.
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Sore
S: Pasien mengatakan badan masih lemas
21.00
O: KU lemah, CM O2nasal 4lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Tutofusin 500 cc/ 8 jam. terpasang
dower catheter, total diuresis 600 cc (jam 15 – 21) warna
kuning. akral hangat, kering, merah. Diet bubur +
Diabetasol 200 cc . Makan habis ¼ porsi.
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

Malam
S: -
06.00
O: KU lemah, CM O2nasal 3 lpm, IV line terpasang ditangan
kiri. sedang jalan infus Aminofluid 500 cc/ 8 jam.
terpasang dower catheter, total diuresis 2200 cc (jam 06 -
05) warna kuning. akral hangat, kering, merah. Diet bubur

29
Paraf &
Tgl/ Hari/ Evaluasi Keperawatan
Nama
Jam (SOAP)
Perawat
+ Diabetasol 200 cc . Makan habis 1/2 porsi.
A: - Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
- Intoleransi aktivitas
- Risiko infeksi
P: - Lanjutkan interrvensi

30
BAB 4
PELAKSANAAN ROLE PLAY RONDE KEPERAWATAN

1.18 Persiapan
1. Menetapkan pasien yang akan dilakukan ronde keperawatan
2. Mempersiapkan resume kasus rondekeperawatan pasien selama dirawat
3. Mengundang dokter penanggungjawab, ahli gizi, apoteker untuk menghadiri ronde
keparawatan
4. Mengundang perawat konselor dalam ronde keperawatan seperti kepala ruangan,
wakil kepala ruangan, CI lapangandan perawat primer tim lain
5. Meminta informed consent pasien yang akan dilakukan ronde keperawatan

1.19 Pelaksanaan
Ronde keperawatan dilaksanakan hari Rabu, 22 November 2017 pukul 10.30
sampai 11.00 WIB. Topik yang diangkat adalah Sepsis ISK + Hypoalbunemia+DM type
2 bertempat di ruang B3 Pandan 1. Role play ronde keperawatan dihadiri oleh:
- Kepala ruangan Pandan I (sebagai konselor)
- Wakil ruangan Pandan I
- Pembimbing akademik.
- Ahli gizi
- Apoteker
- Dokter penanggung jawab

1.20 Hambatan
Pelaksanaan role play ronde keperawatan tidak ada hambatan yang berarti, hanya
petunjuk untuk jalannya ronde keperawatan untuk diperjelas lagi.
1.21 Dukungan
Dukungan dalam pelaksanaan role playronde keperawatan diperoleh dari kepala
ruangan, dan wakil kepala ruangan Pandan I dalam bentuk saran dan masukan terkait
pelaksanaan ronde. Selain itu, dukungan juga diperoleh dari dokter penanggungjawab
pasien, Ahli gizi dan apoteker yang telah banyak memberikan masukan terkait masalah
yang belum teratasi pada pasien dan saran untuk mengatasi masalah tersebut.

31
BAB 5
EVALUASI KEGIATAN

1.22 Evaluasi Struktur


1. Role play ronde keperawatan dilaksanakan di ruang Pandan 1 RSUD Dr Soetomo
2. Role play ronde keperawatan di hadiri oleh perawat konselor (kepala ruangan),
wakil kepala ruangan, dokter penanggungjawab pasien, ahli gizi dan apoteker
3. Persiapan role play ronde keperawatan sudah dilakukan 2 hari sebelum hari H
pelaksanaan yang meliputi: informed consent, memberikan undangan ke tim ronde
keperawatan.

1.23 Evaluasi Proses


1. Role play ronde keperawatan dilaksanakan hari Rabu, 22 November 2017 jam 10.30
– 11.00 wib
2. Tim ronde keperawatan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
3. Seluruh peserta berperan aktif sesuai dengan perannya masing-masing dalam
kegiatan ronde keperawatan.

1.24 Evaluasi Hasil


1 Pasien dan keluarga pasien merasa senang dan puas dengan adanya ronde
keperawatan.
2 Masalah pasien dapat teratasi. Pasien dapat lepas dari norephinephrin hari Rabu, 22
November 2017, dengan hemodinamik stabil. BP: 100 -110/ 70 – 80 mmHg, dower
kateter sudah di lepas. Respon pasien untuk BAK spontan membutuhkan waktu
lama. Pasien pulang hari Jum’at, 25 November 2017 jam 13.00 wib.
3 Perawat mendapatkan:
a. Cara berpikir yang kritis dan sistematis tentang masalah yang dihadapi oleh
pasien, yaitu cara menangani pasien sepsis dengan penurunan tekanan darah dan
menanggulangi gula darah pasien yang belum stabil.
b. Meningkatkan kemampuan validitas data pasien.
c. Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan
d. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berorientasi pada
masalah pasien.
e. Meningkatkan kemampuan modifikasi rencana asuhan keperawatan.
f. Menngkatkan kemampuan justifikasi.
g. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja.

32
BAB 6
PENUTUP

1.25 Simpulan
Pelaksanaan roleplayronde keperawatan di ruang Pandan I dapat terlaksana
dengan baik, dan dihadiri oleh para tim ronde keperawatan. Hambatan dalam
pelaksanaan role play ini petunjuk alur harus lebih jelas lagi.
Hasil dari diskusi dalam ronde keperawatan yaitu pasien rencana akan diberikan
obat anti jamur, tappering off ephinephrine, pemberian KIE kepada pasien tentang
kepatuhan diet DM , cara pemberian obat Lantus saat di rumah, perawatan dower
kateter dan rencana pelepasan dower kateter.
Pasien dan keluarga pasien merasa puas dan senang dengan adanya tim ronde
keperawatan. Masalah pasien dapat teratasi tanggal 23 November 2017. Pasien dapat
lepas dari norephinephrin hari Rabu sore, tanggal 22 November 2017, dengan
hemodinamik stabil. BP: 100 -110/ 70 – 80 mmHg, dower kateter sudah di lepas pada
tanggal 23 November 2017. Respon pasien untuk BAK spontan membutuhkan waktu
lama. Pasien pulang hari Jum’at, 24 November 2017 jam 13.00 wib.

1.26 Saran
Sebagai seorang perawat yang profesional sudah seharusnya kita mengetahui dan
memahami tentang ronde keperawatan, sehingga perawat dapat memberikan pelayanan
keperawatan profesional pada pasien. Selain itu perawat juga harus bisa menyelesaikan
masalah pasien melalui pendekatan berpikir kritis dan diskusidan
mengimplementasikannya dalam praktikkeperawatan.

33
DAFTAR PUSTAKA

Bulllock, et. al. 2012. Nursing Intervention Classification (NIC) 6th ed. Elsivier. USA
Clement, I. 2011. Management Nursing Services and Education. Edition I.Elsevier.
India
Herdman, T., & Kamitsuru, S. 2014. NANDA International Nursing Diagnoses:
Definitions and Classification, 2015-2017. Wiley Blackwell. Oxford

Ismainir, H. 2015. Manajemen Unit Kerja: untuk Perekam Medis dan Informatika
Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat Keperawatan dan Kebidanan.
Deepublish .Yogyakarta

Morhead, et. al. 2013. Nursing Outcomes Intervention (NOC) 5th. ed. Elsivier. USA

Maliya, Arina & Endang Z.S. 2009. “Pelatihan Ronde Kasus Untuk Meningkatkan
Kinerja Staf Keperawatan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah
Surakarta”. WARTA, Vol.12, No.2 (Hlm. 184-191)

Nursalam & Ferry Efendi. 2009. Pendidikan dalam Keperawatan. Salemba Medika.
Jakarta.
Nursalam, 2007. Manajemen Keperawatan dan Aplikasinya. Salemba Medika. Jakarta.
Nursalam. 2016. Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik
KeperawatanProfesional, Edisi 5.Salemba Medika. Jakarta :
Saleh, Zainduddin. 2012. Pengaruh Ronde Keperawatan terhadap Tingkat Kepuasan
Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD ABDUL WAHAB
Sjahrianie Samarinda. UI. Depok.
Sitorus, R. 2006. Model Keperawatan Profesional di Rumah Sakit: Penataan Struktur
dan Proses (Sistem) Pemberian Asuhan Keperawtan di Ruang Rawat. Cetakan I.
Jakarta: EGC

34
Lampiran 1
MANUSCRIPT ROLE PLAY RONDE KEPERAWATAN
DI RUANG PANDAN I RSUD Dr SOETOMOSURABAYA

1. Kepala Ruangan : Sri Hani, S.Kep


2. PP1 :Cicik Eka I, S.Kep
3. PP2 : Masrifah, S.Kep
4. Dokter : PPDS Kardio Pandan I RSUD Dr Soetomo (dr. Ismail)
5. Ahli gizi : Ahli gizi Pandan I RSUD Dr Soetomo (Bu Anggi)
6. Apoteker : Bu Anggi
7. Narator : Kumala Sari, S.Kep
8. Dokumentasi : M. Huda, S.Kep

Pada suatu pagi di ruang Pandan I, dilakukan pertemuan antara kepala ruangan
(karu) dengan perawat primer I (PP) dan PP 2 untuk membahas masalah pasien Tn W.

Karu : Assalamu’alaikum, pada pagi hari ini, kita akan berdiskusi tentang masalah
perawatan pada pasein yang ada di ruangan ini. Silahkan perawat primer I
untuk menyampaikan permasalahannya.
PP I : Terima kasih Ibu.
Saya akan menyampaikan masalah perawatan pada pasien Tn W di bed 3.
Pasien sudah hari perawatan ke 15 belum bisa lepas dar support inotropik.
sekarang pasien memakai support inotropik NE 50 nano/kgBB/m. Pasien
juga masih hipoalbumin, albumin terakhir tgl 16 Okt 2017 post koreksi 2,9
g/dL (sebelumnya 2,8 g/dL).
Karu :Silahkan PP2, mungkin bisa ikut memberikan solusi bagi pasien yang di
rawat oleh PP 1.
PP 2 :Terima kasih Ibu.
Seperti yang telah kita ketahui Pasien Tn W mempunyai background penyakit
CAD 1VD (Coronary Artery Disease one vessel disease) di LAD (Left
Anterior Descending) sehingga kita perlu waspada bahwa fungsi
kontraktilitas jantung pasien juga sudah berkurang. Hal ini akan berpengaruh
juga pada tensi pasien yang sulit untuk dilakukan tappering off inotropik NE.
Bagaimana kalau kita adakan ronde keperawatan untuk menyelesaikan
masalah perawatan ini ?
Karu : Baik, ide bagus juga. Silahkan untuk dipersiapkan pelaksanaan ronde
keperawatan. Jangan lupa berikan undangan kepada konselor dan tenaga
medis yang terkait dengan pasien.
PP 1 & 2 :Baik Ibu, akan kami siapkan.

Persiapan ronde keperawatan:

35
Keeseokan harinya PP I meminta informed consent kepada keluarga untuk dilakukan ronde
keperawatan.

PP 1 : Assalamu’alaikum Ibu, rencana kami akan mengadakan ronde keperawatan


untuk mencari solusi masalah perawatan Tn W. Oleh karena itu, kami mau
meminta surat persetujuan dari Ibu untuk dilakukan ronde keperawatan ini.
Jadi, nanti pasien dan keluarga akan diajak diskusi untuk menyelesaikan
masalah tersebut.
Istri Tn W : Baik, saya setuju (menandatangani informed consent)

Di ruang diskusi
Tim ronde keperawatan telah berkumpul semua di ruang diskusi Pandan I yang terdiri dari
Karu, PP I, PP 2, Konselor Keperawatan, Dokter, ahli gizi dan apoteker.
Narasi kasus:
Tn W (64 tahun) di rawat di ruang Pandan I RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pasien
datang ke IGD RSUD Dr. Soetomo Surabaya tanggal 8 November 2017. Pasien merupakan
rujukan dari RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso. Keluhan badan lemas sudah 1
minggu sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Demam tinggi, bersifat turun naik. Susah BAK
di keluhkan sejak 1 minggu, terkadang ada rasa nyeri. Perut membesar sejak 2 minggu
namun tidak ada rasa nyeri. Ada sesak terkadang saat beraktifitas dan terkadang terbangun
malam hari karena sesak. Tidak didapatkan nyeri dada maupun berdebar. Tidak didapatkan
mual, muntah, dan BAB hitam. Setalah pasien dilakukan intervensi keperawatan selama 5
hari, masalah keperawatan yang muncul belum teratasi. Perawat merencanakan ronde
keperawatan untuk mencari solusi dalam proses perawatan.

Ronde keperawatan dipimpin oleh Kepala Ruangan


Karu : Assalamu’alaikum wr. wb. Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dalam
agenda pagi ini. Hari ini kami akan mengadakan ronde keperawatan untuk
membahas masalah perawatan Tn W. Tujuannya adalah untuk
mendiskusikan masalah keperawatan yang masih belum teratasi yaitu
penurunan cardiac ouput dengan diagnosa medis Sepsis
ISK+hypoalbuminemia+riwayat CAD 1VD di Proximal LAD+ DM type 2.
Untuk kontrak waktu kita akan melaksanakan ronde keperawatan selama 30
menit. Baiklah langsung saja silahkan ners Cicik untuk menjelaskan
bagaimana kondisi Tn W.
PP 1 : Baik Ibu. Terima kasih.
(baca hasil PPT).
Karu : Lalu bagaimana dengan respon pasien?

36
PP 1 : Pasien masih mengatakan badan lemas, BP: 100 – 110/ 70 -80 mmHg,
MAP:70 – 80 mmHg; HR: 70-80 x/m; RR: 20 x/m, O 2: room air. Urine
output/24 jam: 1000-2000 cc/24 jam
Karu :Baik, selanjutnya tindakan keperawatan apa yang sudah dilakukan?
PP 1 :Monitoring hemodinamik/24 jam; monitoring intake dan output/24 jam
Karu :Baik, bagaimana PP1 ? apakah ada yang perlu diklarifikasi sebelum kita
validasi ke pasien? Bila tidak ada mari kita lanjutkan validasi ke pasien

Tim ronde keperawatan bersama-sama menuju ke ruang perawatan pasien untuk


memvalidasi data – data mengenai kondisi pasien.

Di ruang perawatan pasien


Karu : Assalamu’alaikum Tn W. Ini kami dari tim ronde keparawatan seperti yang
sudah saya jelaskan sebelumnya. (kemudian memperkenalkan anggota tim
ronde satu -persatu). Bagaimana kabar Tn W hari ini ?
Tn W : (respon Tn W??)
Istri Tn W : Masih lemas sus?
PP 1 : Apa keluhan Bp W sekarang?
Tn W : (respon Tn W)
Karu : Kita di sini akan berusaha semaksimal mungkin agar bapak bisa sembuh dan
cepat pulang. Masih akan kami cari penyebabnya, apa yang menyebabkana
Bapak masih sering lemas dan tekanan darah belum stabil?
Istri pasien : Terima kasih ya sus, saya juga pengennya cepet pulang
PP 1 : Iya Ibu, terima kasih atas waktunya
(Setelah semua data yang diperlukan telah didapatkan)
Karu : Baik pak, kami permisi dulu, kami akan berdiskusi untuk mendapatkan solusi
yang terbaik untuk mengatasi masalah ini, untuk itu kami kembali ke ruang
diskusi dulu. Bapak silahkan beristirahat dulu. Terima kasih.

Setelah selesai melakukan validasi tim ronde keperawatan kembali ke ruang diskusi untuk
berdiskusi

Di ruang diskusi
Karu : Baiklah kita mulai lagi diskusi untuk mengatasi masalah Tn.W setelah kita
melakukan validasi ke pasien secara langsung. Berdasarkan data yang telah
didapatkan dari hasil kunjungan tadi, bahwa pasien masih mengeluh lemas
dan BP 100 -110/ 70 – 80 mmHg, MAP: 70 – 80 mmHg. Urine output: 1500
cc/24 jam. Bagaimana apakah ada yang mempunyai masukan/ intervensi apa
yang harus kita lakukan selanjutnya? Monggo dr Ismail, Bu Anggi, Bu Adith
silahkan untuk memberikan saran dan masukkannya untuk masalah
perawatan Tn W. Mungkin dari dr Ismail terlebih dahulu.
Dokter : (masukan dari dokter)
Ahli gizi : (masukan dari ahli gizi)
PP 1 : (menanggapi masukan dari peserta ronde)

37
Karu : Dengan ini saya putuskan bahwa pelayanan masalah keperawatan pada Tn
W adalah sebagai berikut (membacakan kesimpulan diskusi). Terima kasih
atas waktu dan kehadirannya, saya akhiri ronde keperawatan kali ini. Apabila
ada salah kata saya minta maaf..saya ucapkan selamat
bekerja..Wassalamualaikum Wr. Wb
Semua : Waalaikumsalam Wr. Wb.

Ronde keperawatan di ruang Pandan I selesai. Semua para undangan dipersilahkan untuk
meninggalkan ruang diskusi. Terima kasih

38
39

Anda mungkin juga menyukai