Anda di halaman 1dari 7

RENCANA KEPERAWATAN

Tanggal Pengkajian : 29 September 2004 Nama Pasien : By. A Alamat Rumah : Bekasi Utara
Nama Mahasiswa : Indrianti Wakhyuni Umur : 4 hari Nama Ayah / Ibu : Ibu Al
Ruang Praktek : Perinatologi RSCM Jenis Kelamin : Laki – laki Telpon yang dihub : -
Nama Dokter : dr. Sri No. Rekam medis : 203 92 60 Diagnosa Medis : Hiperbilirubinemia

Diagnosa Keperawatan Tujuan


No Intervensi Keperawatan Rasional Tindakan
(DO dan DS) Kriteria Evaluasi
1 Risiko injuri otak b.d. peningkatan Tujuan :
level bilirubin dalam darah
1. Klien mendapatkan terapi 1. Berikan makanan awal pada Untuk menigkatkan ekskresi bilirubin
DO : yang dibutuhkan untuk bayi didalam feses
Bilirubin total 14,8 mg/dl meningkatkan ekskresi
Bilirubin indirect 14 mg/dl bilirubin 2. Kaji kulit terhadap adanya Mengindikasikan peningkatan level
Ikterik + KE : setelah dilakukan jaundice bilirubin
Letargis tidak ditemukan tindakan keperawatan
Data lab eritrosit tidak ditemukan selama 1 minggu, keluarga 3. Catat waktu awal munculnya Untuk membedakan antara jaundice
dapat : jaundice fisiologis (muncul pada 24 jam I)
DS : a. Mengambil dengan jaundice akibat proses
Ibu Al mengatakan anaknya keputusan tentang penyakit
mengalami kuning pada hari kedua terapi bagi anaknya
setelah dilahirkan b. Terapi yang 4. Periksa kadar bilirubin dengan Untuk mengetahui kadar bilirubin
sesuai untuk klien bilirubinometri transcutaneus dalam darah
dapat dimulai
5. Kaji bayi terhadapa adanya Hipoksia, hipotermia, hipoglikemia
hipoksia, hipotermia, dan asidosis metabolik dapat
hipoglikemia, dan asidosis meningkatkan risiko kerusakan otak
metabolik akibat hiperbilirubinemia

6. Mulai fototerapi sesuai indikasi

Created by Indrianti Wakhyuni/1303532157/Keperawatan Anak/2004


2. Klien tidak mengalami 1. Tutup mata bayi dan pastikan Penutup mata digunakan untuk
komplikasi dari fototerapi matanya telah menutup saat mencegah iritasi korneal
KE : Setelah dilakukan akan ditutup. Kaji adanya iritasi
tindakan keperawatan pada mata
selama 1 minggu, klien
dapat : 2. Tempatkan bayi dibawah sinar Agar bayi mendapat paparan sinar
a. menunjukan tanda – yang maksimal
tanda tidak terjadinya
komplikasi seperti 3. Ubah posisi tiap 1 jam Untuk meningkatkan permukaan
iritasi mata, dehidrasi, tubuh yang terpapar
suhu tidak stabil, atau
kerusakan kulit 4. Monitor suhu tubuh Untuk mendeteksi hipotermia atau
hipertermia

5. Catat lamanya terapi, tipe sinar, Untuk mendokumentasikan tindakan


jarak sinar dengan bayi, fototerapi yang dilakukan
penggunaan bassinet tertutup
atau terbuka, dan penutup mata
bayi

6. Dengan adanya peningkatan Untuk mencegah iritasi perineal


jumlah feses, bersihkan kulit
secara teratur

7. Cegah penggunaan minyak Untuk mencegah burning dan tanning


pada kulit

8. Berikan intake cairan yang Untuk mencegah dehidrasi


adekuat

3. Klien tidak mengalami 1. Puasakan bayi sebelum Untuk mencegah aspirasi


komplikasi dari transfusi prosedur
tukar (bila terapi
diberikan) 2. Cek darah donor Untuk mencegah terjadinya reaksi

Created by Indrianti Wakhyuni/1303532157/Keperawatan Anak/2004


transfusi

3. Kolaborasi dengan tenakes lain Untuk mencegah infeksi


selama tindakan. Lakukan
tindakan aseptik

4. Pertahankan suhu tubuh bayi Untuk mencegah hipotermia atau


selama prosedur hipertermia

5. Kaji adanya efek dari transfusi Untuk melanjutkan terapi dengan


tukar aman

6. Siapkan alat resusitasi Untuk menyiapkan kondisi emergensi

7. Cek daerah umbilikal Untuk mengetahui adanya infeksi atau


perdarahan

8. Monitor tanda – tanda vital Untuk mendeteksi adanya komplikasi


selama prosedur seperti disritmia kardiak

Created by Indrianti Wakhyuni/1303532157/Keperawatan Anak/2004


RENCANA KEPERAWATAN

Tanggal Pengkajian : 29 September 2004 Nama Pasien : By. A Alamat Rumah : Bekasi Utara
Nama Mahasiswa : Indrianti Wakhyuni Umur : 4 hari Nama Ayah / Ibu : Ibu Al
Ruang Praktek : Perinatologi RSCM Jenis Kelamin : Laki – laki Telpon yang dihub : -
Nama Dokter : dr. Sri No. Rekam medis : 203 92 60 Diagnosa Medis : Hiperbilirubinemia

Diagnosa Keperawatan Tujuan


No Intervensi Keperawatan Rasional Tindakan
(DO dan DS) Kriteria Evaluasi
2 Risiko gangguan integritas kulit Tujuan :
b.d. peningkatan kontaminasi feses
pada kulit akibat efek dari Gangguan integritas kulit 1. Kaji pola BAB pada bayi Untuk mengetahui pola normal BAB
fototerapi tidak terjadi pada bayi

DO : KE : 2. Kaji karakteristik feses Untuk mengetahui adanya diare pada


Kulit bayi A tampak kemerahan Setelah dilakukan tindakan bayi
Dan tampak diare, konsistensi feses keperawatan selama 1
lembek, warna kuning, tidak ada minngu, klien dapat : 3. Kaji frekuensi feses yang terjadi
darah dalam feses a. menunjukan
tidak adanya kemerahan 4. Kaji adanya tanda – tanda Tanda – tanda gangguan integritas
DS : - pada kulit gangguan integritas kulit kulit meningkatkan kewaspadaan
b. menunjukan tenakes dalam memberikan perawatan
kebersihan daerah pada klien
perineal
5. Bersihkan daerah perineal setiap Untuk mencegah terjadinya paparan
bayi selesai BAB feses yang terlalu lama pada kulit.
Untuk mencegah iritasi kulit

6. Kolaborasikan pemberian Zinc Untuk mengobati gangguan integritas


Salep bila kemerahan bertambah kulit agar tidak bertambah parah
parah

Created by Indrianti Wakhyuni/1303532157/Keperawatan Anak/2004


RENCANA KEPERAWATAN

Tanggal Pengkajian : 29 September 2004 Nama Pasien : By. A Alamat Rumah : Bekasi Utara
Nama Mahasiswa : Indrianti Wakhyuni Umur : 4 hari Nama Ayah / Ibu : Ibu Al
Ruang Praktek : Perinatologi RSCM Jenis Kelamin : Laki – laki Telpon yang dihub : -
Nama Dokter : dr. Sri No. Rekam medis : 203 92 60 Diagnosa Medis : Hiperbilirubinemia

Diagnosa Keperawatan Tujuan


No Intervensi Keperawatan Rasional Tindakan
(DO dan DS) Kriteria Evaluasi
3 Perubahan proses keluarga b.d. Tujuan :
efek respon fisiologis bayi
1. Keluarga mendapatkan 1. Hentikan fototerapi selama Untuk meningkatkan interaksi dengan
DO : - support emosional kunjungan keluarga. Lepaskan keluarga
DS : KE : penutup mata anak
Keluarga mengatakan cemas Setelah dilakukan
terhadap kondisi anaknya tindakan keperawatan 2. Beri pendidikan kesehatan Untuk menurunkan kecemasan
selama 1 minggu, mengenai kondisi penyakit keluarga
keluarga dapat anaknya
menunjukan pemahaman
terhadap terapi dan 3. Yakinkan keluarga bahwa Untuk menurunkan kecemasan
prognosis penyakit pigmentasi kulit anak akan keluarga
anaknya kembali normal

4. Sarankan ibu untuk menyusui Untuk membantu proses


anaknya penyembuhan

2. Keluarga dapat 1. Kaji pengetahuan keluarga Untuk mengoptimalkan pengetahuan


menyiapkan fototerapi tentang pentingnya fototerapi keluarga tentang manfaat pengobatan
dirumah bila bagi anaknya
diindikasikan

Created by Indrianti Wakhyuni/1303532157/Keperawatan Anak/2004


KE : 2. Ajarkan orangtua cara Membantu keluarga nmenyiapkan diri
Setelah dilakukan menyiapkan fototerapi : untuk menyediakan fototerapi
tindakan keperawatan a. tempatkan lampu pada dirumah
selama 1 minggu, daerah yang aman
keluarga dapat b. siapkan penutup mata
mendemonstrasikan c. pastikan mata bayi
kemampuan untuk tertutup sebelum
menyiapkan fototerapi menutupnya dengan
dirumah bila penutup mata
diindikasikan d. nyalakan sinar
e. buka penutup mata bila
sinar dihentikan, misal
saat mandi, menetek atau
sekurangnya setiap 4 – 6
jam terapi
f. ubah posisi bayi secara
teratur untuk
mendapatkan terapi yang
optimal
g. beri anak diapers selama
terapi

3. Anjurkan peningkatan intake Untuk mencegah dehidrasi


cairan

4. Monitor suhu aksila Untuk mengetahui adanya hipotermia


atau hipertermia agar dapat diambil
tindakan segera bila hal tersebut
terjadi

5. Observasi adanya tanda – tanda Untuk mengetahui adanya kondisi


letargis, perubahan pola tidur, emergensi
perubahan BAB dan BAK

6. Berikan diaper yang kering dan Untuk mencegah gangguan integritas

Created by Indrianti Wakhyuni/1303532157/Keperawatan Anak/2004


bersih kulit

7. Kolaborasi pengecekan kadar Untuk mengevaluasi kadar bilirubin


bilirubin setelah dilakukan terapi

Created by Indrianti Wakhyuni/1303532157/Keperawatan Anak/2004