Anda di halaman 1dari 14

IMPLEMENTASI PROGRAM KALI BERSIH DI KOTA SEMARANG

DALAM MENANGGULAGIPENCEMARAN LINGKUNGAN


Oleh :
Anis Khairun Nisa’

Jurusan Administrasi Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Diponegoro
Jalan Profesor Haji Soedarto, Sarjana Hukum Tembalang Semarang Kotak Pos
1269
Telepon (024) 7465407 Faksimile (024) 7465405
Laman : http// www.fisip.undip.ac.id email fisip@undip.ac.id

Abstrak

Banyaknya kegiatan indutri dan masyarakat menyebabkan rusaknya ekosistem


sungai dan mempengaruhi kehidupan masyarakat.Tujuan adanya Implementasi
Program Kali Bersih (PROKASIH) di Kota Semarang untuk menangani
pencemaran sungai yang semakin memburuk.Fokus penelitian ini adalah
Program Kali Bersi di Kota Semarang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
sejauh mana pelaksaan Program Kali Bersih di Kota Semarang.Penelitian ini
menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara dan dokumen-dokumen yang berhubungan
dengan pelaksanaan Program Kali Bersih di Kota Semarang. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pelaksaan program kali bersih sudah berjalan dengan baik
meskipun hal ini masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti, sikap
masyarakat yang masih membuang sampah di sungai dan pembuangan limbah
industri yang tidak sesuai dengan baku mutu air limbah. Sehingga hal ini perlu
upaya yang keras dalam meningkatkan dukungan kelompok sasaran Program
Kali Bersih dalam upaya pemberian sanksi yang tegas terhadap pencemaran
lingkungan.

Kata Kunci: Implementasi, Program kali bersih, Pencemaran lingkungan.

1
PENDAHULUAN Untuk menangani ancaman
A. Latar Belakang pencemaran tersebut, Bapedalda
Lingkungan bersih merupakan hal mengembangkan pola pelaksanaan
terpenting dalam kehidupan Program Kali Bersih (Prokasih) di
masyarakat untuk menjamin Kota Semarang yang
kesejahteraan dan kemakmuran. dikonsentrasikan di DAS
Kota Semarang merupakan pusat Kaligarang. Pada program tersebut,
industri terbesar di Provensi Jawa setiap industri diharuskan mengolah
Tengah. Menurut data yang limbah sebelum dibuang sesuai
diterbitkan BPS Provinsi Jawa dengan Baku Mutu Air Limbah.
Tengah, jumlah industri besar dan Selain itu, tahun ini Bapedalda
sedang di Kota Semarang mencapai Jateng sedang menyusun Rencana
364 buah dengan nilai output Induk Pengelolaan Lingkungan
sebesar RP 17 triliun. Sebagian Berbasis Sungai. Dalam rencana
besar industri besar atau menengah tersebut, sejumlah permasalahan
ini merupakan industri manufaktur lingkungan yang didata sepanjang
dan berorientasi ekspor. Seperti PT DAS akan diselesaikan dengan
Ungaran Sari Garmen, PT Apec Inti pendekatan sosial.
Corpora, PT Sido Muncul, PT Selain itu, dari hasil penelitian pada
Batam Tekstil Industri, PT Fixo kualitas air sungai Garang, saat ini
Furniture yang merupakan mengalami penurunan, khususnya
perusahaan eksportirdengan bahan penggal sungai yang berada di Kota
baku industri besar berasal dari luar Madya Semarang Wilayah barat,
Kabupaten Semarang. tingkat pencemarannya termasuk
Pencemaran Pembuangan limbah tinggi sebagai akumulasi limbah
baik industri, hotel, rumah sakit, yang berasal dari hulu maupun
limbah masyarakat dapat berdampak intensitas aktif perkotaan yang tidak
pada kualitas air dikota semarang. memperhatikan lingkungan yang
Sedangkan masyarakat kota memberikan kontribusi penurunan
semarang sangat membutuhkan air kualitas air sungai Garang sebagai
bersih untuk kebutuhan hidupnya. akibat buangan limbah industri.

2
Tujuan diadakannya Program Di Kota Semarang dalam
Kali Bersih (PROKASIH) bertujuan Menanggulangi Pencemaran
untuk tercapainya kualitas air sungai Lingkungan?
yang baik, sehingga dapat C. Tujuan Penelitian
meningkatkan fungsi sungai dalam Tujuan dalam penelitian ini yaitu
menunjang pembangunan yang sebagai berikut :
berkelanjutan, terciptanya sistem 1. Untuk mengetahui sejauhmana
kelembagaan yang mampu keberhasilkan Implementasi
melaksanakan pengendalian Program Kali Bersih (PROKASIH)
pencemaran air secara efektif dan Di Kota Semarang dalam
efisien, terwujudnya kesadaran dan Menanggulangi Pencemaran
tanggung jawab masyarakat dalam Lingkungan.
pengendalaian pencemaran air. 2. Mengidentifikasikan hal-hal yang
Berdasarkan permasalahan dapat mempengaruhi Implementasi
yang terjadi maka penulis Program Kali Bersih (PROKASIH)
mengambil Di Kota Semarang dalam
judul“IMPLEMENTASI Menanggulangi Pencemaran
PROGRAM KALI BERSIH DI Lingkungan
KOTA SEMARANG DALAM D. Kajian Pustaka
MENANGGULANGI 1. Administrasi Publik
PENCEMARAN Menurut Edward H.
LINGKUNGAN”. Litchfield, administrasi publik
adalah suatu studi mengenai
B. Rumusan Masalah
bagaimana bermacam-macam badan
1. Bagaimana Implementasi Program
pemerintahan, diperlengkapi dengan
Kali Bersih (PROKASIH) Di Kota
tenaga-tenaganya, dibiayai,
Semarang dalam Menanggulangi
digerakkan, dan dipimpin. (Inu
Pencemaran Lingkungan?
Kencana Syafiie,2006:25).
2. Apa saja faktor-faktor yang dapat
Menurut Nicolas Henry
mempengaruhi Implementasi
(1988), mengartikan admininstrasi
Program Kali Bersih (PROKASIH)
publik adalah suatu kombinasi yang

3
kompleks antara teori dan praktik, 4. Implementasi Kebijakan
dengan tujuan mempromosi Menurut Van Meter dan Van
pemahaman terhadap pemerintah Horn (1975), mendefinisikan
dalam hubungannya dengan implementasi kebijakan sebagai
masyarakat yang diperintah, dan tindakan-tindakan yang dilakukan
juga mendorong kebijakan publik baik oleh individu-individu atau
agar lebih responsif terhadap pejabat-pejabat atau kelompok-
kebutuhan sosial. kelompok pemerintah atau swasta
2. Kebijakan Publik yang diarahkan pada tercapainya
Menurut Carl Friedrich kebijakan tujuan-tujuan yang telah digariskan
sebagai suatu tindakan yang dalam keputusan kebijaksanaan
mengarah pada tujuan yang (Agustino,2006: 139).
diusulkan oleh seseorang, kelompok Menurut Grindle juga
atau pemerintah dalam lingkungan memberikan padangannya tentang
tertentu sehubungan dengan adanya implementasi dengan mengatakan
hambatan-hambatan tertentu seraya bahwa secara umum, tugas
mencari peluang-peluang untuk implementasi adalah membentuk
mencapai tujuan tertentu suatu kaitan (linkage) yang
(Indiahono,2009:18). memudahkan tujuan-tujuan
kebijakan bisa direalisasikan
3. Menurut RC. Chandler dan JC.
sebagai dampak dari suatu kegiatan
Plano, kebijakan publik adalah
pemerintah (Winarno,2008:146).
pemanfaatan yang strategis terhadap
5. Model Implementasi Kebijakan
sumber daya- sumber daya yang ada
Keberhasilan implementasi
untuk memecahkan masalah
kebijakan akan ditentukan oleh
publik.A. Hoogerwerf, kebijakan
banyak variabel atau faktor, dan
publik sebagai unsur penting dari
masing-masing variabel tersebut
publik, dapat diartikan sebagai
saling berhubungan satu sama lain.
usaha mencapai tujuan-tujuan
Menurut pandangan Edwards III,
tertentu menurut waktu tertentu
ada empatfaktor yang
.(Syafiie,2006:105)
mempengaruhi keberhasilan atau

4
kegagalan implementasi kebijakan 4. Komunikasi. Komunikasi
diantaranya: merupakan sebagai proses
1. Sumber daya. Sumber daya penyampaian informasi kebijakan
mempunyai peran penting dalam dari pembuat kebijakan kepada
implementasi kebijakan. Jika pelaksana kebijakan.
peleksana kebijakan bertanggung Menurut Donal Van Meter dan
jawab melaksanakan kebijakan Van Horn, yang mempengaruhi
kurang mempunyai sumberdaya kinerja kebijakan publik tersebut
untuk melakukan pekerjaan secara adalah
efektif, maka implementasi kebijakn 1. Ukuran dan Tujuan
tidak akan efektif dan efisien. Kebijakan.Kinerja implementasi
Sumber daya sebagai mana telah kebijakan dapat diukur tingkat
disebutkan meliputi: keberhasilannya jika dan hanya jika
a. Sumber Daya Manusia ukuran dan tujuan dari kebijakan
b. Sumber Daya Anggaran memang realistis dengan sosio-
c. Sumber Daya Peralatan kultur yang mengada dilevel
d. Sumber Daya Informasi dan pelaksana kebijakan.
Kewenangan 2. Sumber Daya. Keberhasilan proses
2. Struktur Birokrasi. Dalam struktur implementasi kebijakan sangat
birokrasi mencakup aspek-aspek tergantung dari kemampuan
seperti struktur birokrasi, memanfaatkan sumber daya yang
pembagian kewenangan, hubungan tersedia.
antar unit-unit organisasi yang ada 3. Karakteristik Agen Pelaksana.Pusat
dalam organisasi yang perhatian pada agen pelaksana
bersangkutan, dan hubungan meliputi organisasi formal dan
organisasi dengan organisasi luar organisasi informal yang akan
dan sebagainya. terlibat pengimplementasian
3. Disposisi. . Disposisi diartikan kebijakan publik. Hal ini sangat
sebagai kecenderungan, keinginan penting karena kinerja implementasi
atau kesepakatan para pelaksana kebijakan publik akan sangat
untuk melaksanakan kebijakan. banyak dipengaruhi oleh ciri-ciri

5
yang tepat serta cocok dengan para miliknya atau sumber daya, baik
agen pelaksananya langsung maupun tidak langsung
4. Sikap/ Kecenderungan (Disposition) dikatakan terjadi pencemaran.
para Pelaksana.Sikap penerimaan (Silalahi,2001:154)
atau penolakan dari agen pelaksana Menurut Darmono pencemaran
akan sangat banyak mempengaruhi merupakan adanya benda-benda
keberhasilan atau tidaknya kinerja asing yang mengakibatkan air
implementasi kebijakan publik. tersebut tidak dapat digunakan
5. Komunikasi Antarorganisasi dan sesuai dengan peruntukannya secara
Aktivitas Pelaksana. Koordinasi normal disebut dengan pencemaran
merupakan mekanisme yang ampuh air. Karena kebutuhan makhluk
dalam implementasi kebijakan hidup akan air sangat bervariasi,
publik. Semakin baik koordinasi maka batas pencemaran untuk
komunikasi diantara pihak-pihak berbagai jenis air juga berbeda-beda.
yang terlibat dalam suatu proses (Darmono, 1995: 2)
implementasi, maka asumsinya 7. Program Kali Bersih
kesalahan-kesalahan akan sangat Program Kali Bersih dalam Permen
kecil untuk terjadi dan begitu pula No 32 Tahun 1995 tentang Program
sebaliknya. Kali Bersih dalam pasal 1 Program
6. Lingkungan Ekonomi, Sosial, Kali Bersih disingkat dengan
Politik. Lingkungan sosial, PROKASIH merupakan program
ekonomi, dan politik yang tidak kerja pengendalian pencemaran air
kondusif dapat menjadi biang keladi sungai dengan tujuan untuk
dari kegagalan kinerja implementasi meningkatkan kualitas air sungai
kebijakan. agar tetap berfungsi sesuai dengan
6. Pencemaran peruntukannya.
Setiap kegiatan manusia akan E. Metode Penelitian
menambah materi atau energi pada Metode yang digunakan dalam
ligkungan. Apabila materi atau penelitian ini adalah metode
energi itu membahayakan, atau penelitian kualitatif dengan desai
mengancam kesehatan manusia, penelitian deskriptif. Peneliti

6
melakukan Penelitian di kota metode kualitatif yang bersifat
semarang hal ini difokuskan pada deskriptif maka dalam penelitian ini,
pelaksana Program Kali Bersih yang menjadi instrumen penelitian
(PROKASIH) di Kota Semarang. adalah peneliti itusendiri
Teknik pemilihan informan yang Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini digunakan adalah data primer yang
adalah purposive sampling. diperoleh langsung dari narasumber
Sedangkan pada fenomena melalui wawancara dan data
penelitian, peneliti menggunakan 5 sekunder berupa dokumen-dokumen
indikator untuk melihat sejauh mana mengenai program kali bersih. Di
pelaksanaan program kali bersih dalam penelitian ini, peneliti
yaitu: mengumpulkan data melalui
observasi, wawancara, dan
1. Penyelenggaraan pengelolaan
dokumen-dokumen.Sedangkan
kualitas air dan pengendalian
dalam analisis data peneliti
pencemaran air.
menggunakan model Spradley
2. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas
dalam pengambilan teknik analisis
Badan Lingkungan Hidup.
data menggunakan analisis
3. Penyelenggaraan pengelolaan
taksonomi.
limbah bahan berbahaya dan
beracun (B3). . Sedangkan, untuk menguji

4. Pengawasan dampak lingkungan kualitas data peneliti menggunakan

5. Penyelenggaraan penegakan hukum teknik triangulasi data, dengan

lingkungan. mengecek data dari berbagai sumber


menggunakan berbagai cara
Sedangkan untuk mengetahui sehingga diperoleh hasil yang
faktor-faktor penghambat dan mudah dipahami peneliti.
berjalannya implementasi program
kali bersih di Kota Semarang akan PEMBAHASAN DAN HASIL
ditelusuri atau dicari dilapangan PENELITIAN
pada saat penelitian.Mengingat
bahwa penelitian ini menggunakan

7
1.1 Implementasi Program Kali limbah padat yang dihasilkan oleh
Bersih Kota Semarang Dalam masyarakat.
Menanggulangi Pencemaran
Terdapat 5 indikator yang digunakan 2. Pengkoordinasian Pelaksanaan
untuk mlihat bagaimana Tugas Badan Lingkungan
pelaksanaan program kali bersih di Hidup.Pada implementasi program
Kota Semarang: kali bersih di Kota Semarang
1. Penyelenggaraan Pengelolaan terdapat dua proses komunikasi
Kualitas Air dan Pengendalian yang terjadi, yaitu transformasi
Pencemaran. informasi antara pelaksana
a. Pengelolaan Kualitas Air. kebijakan dengan kelompok
pengelolaan kualitas air dilakukan sasaranan ; serta transformasi
oleh pihak ketiga atau infestor dan informasi antar para pelaksana
pemerintah hanya melakukan kebijakan.
pengawasan dan pengecekan 3. Penyelenggaraan Pengelolaan
terhadap kondisi kualitas air. Limbah Bahan Berbahaya dan
b. Pengendalian Pencemaran Air. Beracun (B3).Pengelolaan (B3)
Pengendalian pencemaran air sudah yang dilakukan pemerintah saat ini
berbagai upaya dilakukan oleh hanya pada tahap penanganan saja
pemerintah baik dari pengawasan, akan tetapi para industri diwajiban
sosialisasi pemberdaayan memiliki alat pengelolaan limbah
masyarakat. Namun lagi-lagi yang dihasilkan industri
pelaksaan pemerintah belum tersebut.Pemerintah dalam
mencapai keberhasilan. Hal ini pengelolaan limbah hanya berfokus
masih ditemukan kendala-kendala pada pengelolaan limbah yang di
pemerintah dalam melakukan timbulkan oleh para indutri dan
pengendalian pencemaran diantara tidak menfokuskan juga pada
pembuangan limbah yang tidak limbah domestik yang diakibatkan
sesuai baku mutu air dan oleh masyarakat. Sehingga dalam
pembuangan limbah domestic atau hal ini dalam menanggulangi
pencemaran masih belum efektf

8
karena pencemaran tidak hanya Semarang Dalam Menaggulangi
dilakukan oleh industry saja Pencemaran
melainkan juga dari kegiatan 1. Kebijakan.Kota Semarang sendiri
masyarakat. mempunyai banyak peraturan yang
4. Pengawasan Dampak Lingkungan. menunjang terlaksananya program
Pada tahap pengawasan ini, kali bersih sehingga hal ini sangat
pemerintah melakukan pengawasan memudahkan pemerintah dalam
terhadap industri yang berada pelaksaan program kali bersih itu
dipinggir bantara sungai.Namun hal sendiri.
ini sangat disayangkan karena pada 2. Pelaksana Kebijakan. Salain
proses pengawasan yang dilakukan kebijakan faktor pendorong
pemerintah Kota Semarang hanya pelaksanaan Implementasi Program
terfokus pada pengawasan indutstri Kali Bersih adalah dari para
saja dan belum ada pengawasan pelaksaan kebijakan sendiri. Dalam
terhadap masyarakat yang hal ini pemerintah dalam mengatasi
membuang limbahnya kesungai. pencemaran kualitas air cukup baik.
5. Penyelenggaraan Penegakan Hukum 3. Sumber Daya Sarana dan Prasarana.
Lingkungan.Payung hukum Pemerintah dalam pelaksanaan
merupakan hal terpenting dalam program kali bersih sudah memiliki
menanggulangi pencemaran sarana dan prasarana untuk
lingkungan khususnya daerah memudahkan para pelaksana
sungai di Kota Semarang. Oleh program kali bersih seperti adanya
karena itu pendayagunaan sanksi laboratorium untuk mengecek
administrasi dalam penegakan kualitas air setiap tahunnya.
hukum lingkungan sangat strategis 4. Komitmen. Pemerintah memiliki
bagi upaya pemulihan media komitmen untuk meningkatkan
lingkungan yang rusak atau kualitas air di Kota Semarang
tercemar. dengan melakukan program kali
bersih sebagai penanggulangan
A. Faktor Pendukung Implementasi pencemaran kualitas air.
Program Kali Bersih Kota

9
5. Komunikasi. Komunikasi yang industrinya.Sedangkan limbah yang
dilakuakn pemerintah tidak hanya dihasilkan oleh industri penyebab
kepada para pelaksana program kali utama terjadinya pencemran air.
bersih saja tapi hal ini juga kepada
PENUTUP
kelompok sasaran dengan
Simpulan
melakukan sosialisasi. Agar mereka
Berdasarkan hasil penelitian pada
bisa memahami pentingnya menjaga
pembahasan bahwa pelaksanaa
lingkungan sehat.
program kali bersih sudah
B. Faktor PenghambatImplementasi
dilaksanakan meskipun dalam hal
Program Kali Bersih Kota
ini masih ditemukan kendala-
Semarang Dalam Menaggulangi
kendala yang mempengaruhi tidak
Pencemaran.
optimalnya pelaksanaan program
1. Sumber Daya Anggaran..
kali bersih di Kota Semarang.
Terbatasnya anggaran yang tersedia
Faktor-faktor yang mempengaruhi
menyebakan pelaksaaan program
implementasi program kali bersih
kali bersih tidak berjalan secara
terdiri dari faktor pendorong dan
maksimal.
faktor penghambat.
2. Masyarakat. Prilaku masyarakat
Rekomendasi
yang tidak memperhatikan dampak
Berdasarkan hasil
pembuangan limbah menyebabkan
penelitian Implementasi Program
penghambat pelaksanaan program
Kali Bersih Kota Semarang peneliti
kali bersih.
memberika beberapa saran antara
3. Perkembangan
lain:
Perekonomian.Perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi di Kota 1. Bagi Pemerintah Kota Semarang
Semarang juga turut menentukan a. Diharapkan pengawasan yang
keanekaragaman industri di Kota dilakukan oleh pemerintah tidak
Semarang, semakin besar dan hanya berfokus pada pencemaran
kompleks kebutuhan masyarakat industri saja, namun juga pada
yang harus dipenuhi, maka semakin pencemaran yang dilakukan oleh
beranekaragam jenis masyarakat. Limbah yang ada

10
disungai tidak hanya dilakukan oleh c. Diharapkan bagi masyarakat ikut
para indutri tapi melainkan juga dari berpartisipasi dalam pemberian
aktifitas masyarakat. Sehingga sosialisasi yang di laksanakan oleh
dalam hal ini pemerintah juga harus pemerintah agar pencemaran sungai
melakukan pengawasan terhadap bisa teratasi. Serta agar memahami
masyarakat agar pencemaran air di pentingnya hidup sehat dan tidak
Kota Semarang bisa diatasi. mencemari lingkungan khususnya
b. Diharapkan pemerintah tidak hanya air sungai.
memberikan sosialisasi tentang 3. Bagi Para Industri
dampak pembuangan limbah namun a. Diharapkan bagi para industri untuk
juga diberikan pemberdayaan meningkatkan keperdulian terhadap
terhadap masyarakat agar kelestarian lingkungan Kota
masyarakat bisa mengelolah limbah Semarang agar terhindar dari
sendiri dan tidak membuang sampah pencemaran yang diakibatkan oleh
ke sungai. proses produksi.
2. Bagi Masyarakat b. Diharapkan bagi para industri untuk
a. Diharapkan masyarakat ikut mendukung pelaksanaan program
berperan dalam menjaga kelestarian kali bersih Kota Semarang
kualitas air Kota Semarang. denganmelakukan kerjasama
Sebagaimana diketahui masyarakat dengan pemerintah dalam
merupakan aktor utama dalam roda menanggulangi pencemaran, seperti
kehidupan. mengikuti aturan yang ada serta
b. Diharapkan masyarakat agar tidak pengelolaan limbah harus dilakukan
membuang limbah ke sungai agar sebelum dibuang.
kelestarian lingkungan terjaga dan
tidak mencemari kualitas air Kota DAFTAR PUSTAKA
Semarang. Sebagaimana diketahui Agustino, Leo. 2006. Dasar-dasar
air merupakan sumber daya alam Kebijakan Publik. Bandung:
yang paling utama dalam Alfabeta.
kehidupan. Badjuri, Abdulkahar dan Yuwono,
Teguh.2003. Kebijakan Publik

11
Konsep dan Strategi. Semarang: Kebijakan, Manajemen Kebijakan).
Universitas Diponegoro. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Bungin, Burhan. 2005. Analisis Data
Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Pasolong, Harbani. 2011. Teori
Raja Grafindo Persada. Administrasi Publik. Bandung:
Alfabeta
Darmono. 1995. Lingkungan Hidup dan
Pencemaran Hubungannya Dengan Prastowo, Andi. 2011. Memahami Metode-
Taksologi Senyawa Logam.. Jakarta: metode Penelitian. Jogjakarta: Ar-
UI-Press Ruzz Media

Daud, Silalahi. 2001.Hukum Lingkungan Wahab, S.A. 2012. Analisis Kebijakan dan
(Dalam Sistem Penegakan Hukum Formulasi Kepenyusunan Model-
Lingkungan Indonesia). Bandung model Implementasi Kebijakan
:PT.Alumni. Publik. Jakarta: Bumi Aksara.

Djudju Sudjana. 2006. Evaluasi Program Widodo, Joko.2007. Analisis Kebijakan


Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Publik Konsep dan Aplikasi Anaisis
PT Remaja Rosdakarya. Proses Kebijakan Publik. Malang:
Bayumedia Publishing.
Emzir.2012. Metode Penelitian Kualitatif
Analisis Data. Jakarta: Rajawali Winarno, Budi. 2002. Teoridan Proses
Pers. Kebijakan Publik. Yogyakarta:
media Presssindo.
Moleong, J. Lexy. 2007. Metode Penelitian
Kualitatif. Bandung : PT Remaja
Indiahono, Dwiyanto. 2009. Kebijakan
Rosdakarya.
Publik Berbasis Dynamic Policy
Analisys. Yogyakarta: Gava Media.
Nugroho, Riant. 2011. Public Policy
(Dinamika Kebijakan, Analisis

12
Setiyadi, Iwan Tritenty. 2005. Evaluasi Peraturan:
Implementasi Proyek Inovasi Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Managemen Perkotaan Pekerjaan Hidup Nomor 35 Tahun 1995
Pemberdayaan Sektor Informal tentang Program Kali Bersih
Pedagang Kaki Lima Kota Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun
Magelang. (Tesis).Yogyakarta: 2001 tentang Pengelolaan Kualitas
MKPD Universitas Gadjah Mada. Air Dan Pengendalian Pencemaran
Air.
Subarsono. 2005. Analisis Kebijakan Perda No 13 Tahun 2006 Tentang
Publik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Pengendalian Lingkungan Hidup
Perda No 5 Tahun 2012 Tentang Baku
Subagyo, P. Joko.2006. Metode Penelitian Mutu Air Limbah
dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Sumber Lain:
Rineka Cipt
http://www.suaramerdeka.com/haria
n/0411/04/nas04.htm. Diunduh pada
Sunu, P. 2001. Melindungi Lingkungan Tanggal 14 November 2014 pukul
Dengan Menerapkan ISO 14001., 18.39 WIB.
Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia http://www.suaramerdeka.com/v1/in
dex.php/read/news_smg/2012/11/28
Suwitri, Sri. 2008. Konsep Dasar /136729/Kerusakan-Daerah-Aliran-
Kebijakan Publik. Semarang: Badan Sungai-Kian-Mengkhawatirkan.
Penerbit Universitas Diponegoro. Diunduh pada Tanggal 25
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian November 2014 pukul 18.39 WIB.
Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung
: Alfabeta. http://www.nawasis.com/sanitasi1/a
rchives/07-2013/4. Diunduh pada
Syafiie, Kencana, Inu. 2006. Ilmu
Tanggal 25 November 2014 pukul
Administrasi Publik. Jakarta : PT
18.39 WIB.
Rineka Cipta.

13
http://ciptakarya.pu.go.id/profil/prof
il/barat/jateng/semarang.pdf.
Diunduh pada tanggal 25 November
2014 pukul 18.45 WIB.

14