Anda di halaman 1dari 7

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial Klien : Ny. U Nama Mahasiswa : Marcelina Aprisia P


Status interaksi perawat-klien : I (Fase Perkenalan) Tanggal : 17 April 2017
Lingkungan : Kamar pasien, berhadapan dengan klien Jam : 13.00 WIB
Deskripsi Klien : Penampilan rapi, rambut pendek dan rapi Ruangan : Flamboyan
Tujuan (Berorientasi pada klien) : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahnya

KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Selamat siang, boleh saya P : Memandang Ny. U dan P : Ingin membuka K : menyambut dengan Salam merupakan kalimat
duduk di sebelah mbak ? tersenyum percakapan dengan klien dan senang kedatangan perawat pembuka untuk memulai
K : Ekpresi senang berharap dengan sapaan suatu percakapan sehingga
sederhana P bisa diterima dapat terjalin rasa percaya.
oleh K. K :senang dengan kehadiran
K : Siang, silahkan. K : Ekpresi senang P : merasa senang ada perawat
P : Memandang K tanggapan atas salam
P : Wah, suasana siang ini P : Memandang ke halaman P : ingin memulai K : memberikan respon dan Topik ringan akan
panas sekali ya mbak sambil melirik K percakapan dengan topik menunjukkan perhatian cukup memudahkan interaksi lebih
K : Ikut melihat ke halaman ringan sebelum masuk ke terhadap P lanjut
K : Iya mbak panas sekali kondisi K
disini
P : Oh ya, perkenalkan saya P : Memandang K sambil P merasa bahwa K harus K memberikan tanggapan Memperkenalkan diri dapat
inge, saya mahasiswa praktek menjulurkan tangan ke K diberikan penjelasan tentang dengan tulus menciptakan rasa percaya
dari STIKES William Booth K :memandang P dengan kedatangan P klien terhadap perawat
Surabaya yang akan merawat tersenyum dan menerima
mbak. uluran tangan P
K : Nama saya U P P ingin tahu nama pasien
P : Masih menjabat tangan
pasien dan mendekatkan diri
ke-K
K : Menyebut nama dengan
tersenyum ramah

P : mbak senangnya P : Memandang K P ingin menjalin kedekatan K mencoba mengingat nama Nama panggilan merupakan
dipanggil dengan nama apa K : Melihat ke arah P dan dengan pasien yang disukainya nama akrab klien sehingga
K : U saja. menjawab pertanyaan P P senang K mulai tertarik dengan menciptakan rasa senang akan
perkenalan dengan P adanya pengakuan atas
namanya
P : Wah, kedengarannya P : Memandang K sambil P mencoba mengakrabkan K berpikir sejenak, mengingat Pujian berguna untuk
enak kalau saya manggil mba tersenyum suasana nama yang disukainya mendekatkan perawat
U ya. K : mengangguk ke P K mulai merasa bahwa P menjalin hubungan
K : Iya P : Memperhatikan K P merasa pertanyaan datang untuk membantu K therapeutik dengan klien
mendapatkan respon
P : mbak asalnya dari mana? P : Memandang K P masih berusaha K berpikir dan mengingat- Topik sederhana membantu
K : Menunduk dan berpikir membangun keakraban ingat menjalin kedekatan dengan
dengan topik sederhana klien
K : saya dari nganjuk dan K : Menoleh ke P dan P senang karena K memberi K senang karena ingat daerah
kerja disurabaya. tersenyum respon asalnya dan kembali
P : Memperhatikan K membayangkan daerah
asalnya tersebut

P : Wah, jauh juga ya. Mbak P : Memandang K sambil P mulai mengkaji data umum K berpikir dan berusaha Lama rawat menentukan
U sudah berapa lama disini? tersenyum pasien mengingat apakah klien kronis atau akut
K : Memandang P
K : sudah 11 hari mbak saya K : menjawab pertanyaan P P khawatir kalau pertanyaan K membayangkan keadaan
disini. P : Memandang K membuat K tersinggung yang telah lama dijalaninya

P : Masih ingat tanggal P : Menunjukkan perhatian P berharap dapat memperoleh K berusaha mengingat Daya ingat pasien dapat dikaji
berapa mbak U disini ? K : memandang P data lama rawat secara lebih dengan menanyakan data-data
pasti sambil mengkaji daya pasien yang sederhana
K : memandang keatas dan ingat pasien K menjawab dengan
K : saya lupa tanggalnya mengingat P senang karena mendapat sekedarnya
mbak. P : Memperhatikan respon dari K

P : Sekarang mbak U P : Mendekatkan diri ke K P mengkaji daya ingat K K berusaha mengingat-ingat Umur mempengaruhi daya
usianya berapa berapa? K : memandang P ingat klien
K : Menjawab pertanyaan P P merasa arah pertanyaan K menjawab sesuai dengan
K : 21 tahun sambil menyodorkan gelang sudah dapat dijawab jelas daya ingat yang dimilikinya
identitasnya oleh K
P : Tersenyum
P : mbak U ingat nggak, P : Menunjukkan keseriusan P berhati-hati karena K mengingat-ingat Keluhan utama merupakan
kenapa mbak dirawat disini K : memandang P pertanyaan tsb sangat spesifik dasar pasien dirawat di RS
dan takut menyinggung Jiwa
K : saya mencoba bunuh diri K : Menoleh ke P dan pasien
mbah dijembatan lalu saya menepuk-nepuk kepalanya P lega karena K tidak K menjawab dengan yakin
dibawa liponsos kesini. tersinggung
P : Mbak U kenapa ingin P : Masih kaget P mendiamkan karena belum K memandang P Dengan diam therapeutik,
bunuh diri? K : Memandang P menemukan pertanyaan yang klien merasa didengarkan dan
tepat untuk K K memngingat-ingat bercerita tentang keadaannya
K : saya hamil 6 bulan mbak K : Memandang P P menemukan adanya
tapi pacar saya nggak mau P : Memperhatikan kemungkinan waham somatik
tanggung jawab tapi sudah pada pasien karena hasil
saya gugurkan waktu pptest pasien negatif
diliponsos.
P : mba U sudah P : Mendekatkan diri P berusaha mengkaji data K membayangkan keadaan Dengan diam therapeutik,
berkeluarga? K : memandang P yang terkait kata-katanya tadi keluarganya klien merasa didengarkan dan
K : Memandang sambil bercerita tentang keadaannya
K : saya punya anak 2 mbak, nyerocos P menemukan adanya flight K memandang P
saya juga punya suami tapi P : Memperhatikan of ideas
nikah sirih, yang hamili saya
ini pacarku mbak kan aku
PSK jadi pacarku banyak.

P : sudah berapa lama mbak P : Memperhatikan P mendiamkan dengan K senang bercerita tentang Diam therapeutik akan
bekerja sebagai PSKdan K : Memandang P harapan pasien akan lebih suaminya membantu pasien
alasannya mbak kerja jadi terbuka tetang dirinya mengungkapkan perasaannya
PSK kenapa? K : Berbicara pada P P menemukan adanya fligt of K senang tentang anaknya pada perawat
P : Mendengarkan dengan ideas
K : aku kerja sudah 3 tahun serius
mbak, aku kan lulusan SMA
mbak jadi mau kerja apa
disini. Aku disini sendirian
mbak soalnya aku kabur dari
rumah. Aku nggak suka mbak
tinggal sama keluargaku
soalnya aku pernah disantet
sampai lumpuh selama 2
tahun.
P : Mbak U, kegiatan mbak P : Menepuk bahu K P mencoba mengalihkan K teralih karena pertanyaan Pengalihan agar klien tidak
sehari-hari ngapain saja? K : Menoleh P pembicaraan terkait waham baru larut dalam waham dan
K : ya kerja mbak, sama K : nyerocos memandang ke P memperhatikan P K menceritakan halusinasinya
nyabu. Aku dari SMA udah P pengalamannya
nyabu mbak, kalo ngerokok P : Memperhatikan respon K
dari SMP. Aku dulu itu anak P menemukan adanya
motor mbak sampai pernah kemungkinan waham somatik
aku kecelakaan terus aku
sampai ditransfusi darah
mbak jadi aku ketularan
kanker mbak mungkin karena
darahnya dari penderita
kanker mbak tapi aku
sekarang sudah sembuh kok.
P : Mbak U betah tinggal di P : Melihat kamar P mengalihkan perhatian K K masih terbawa oleh waham Pengalihan agar pasien tidak
sini? Suasananya enak ya! K : memandang P dari waham larut pada waham dan
K : Betah. Iya enak. K : Ikut melihat kamar P senang karena dapat K berusaha menjawab halusinasinya pada fase
P : memperhatikan mengalihkan perhatian pasien sekenanya interaksi ini

P : Tentunya keluarga mbak P : Memandang K sambil P ingin mengkaji keterlibatan K berusaha mengingat Keluarga merupakan support
suka menjenguk kesini. tersenyum keluarga terhadap perawatan keluarganya sistem bagi klien sehingga
K : Menoleh P K harus dikaji keterlibatannya
K : saya belum ada di jenguk K : Memandang P P senang mendapatkan K ingat terhadap keluarganya
dan anakku nggak tau kalau P : Memperhatikan respon K jawaban K
aku disini mbak.

P : Kalau di rumah, ngapain P : Memandang K sambil P berusaha mengkaji aktivitas K mengingat aktivitasnya di Aktivitas di rumah
aja mbak? tersenyum K di rumah rumah merupakan data pantas
K : Menoleh P lalu melihat ke tidaknya pasien dilibatkan
K : Yah, tidur, makan, nyuci, kamar P menemukan pengulangan dalam keluarga
nyapu, kerja mbak buat biaya K : Memandang P terhadap waham pada K K menikmati waham yang
hidup dan anak saya mbak P : Memperhatikan respon K dialaminya
kan suamiku dimanado jadi
kirim uang terbatas
P : Suka ngobrol nggak P : Memandang K P mengkaji peran keluarga K mengingat aktivitasnya di Harga diri rendah membuat K
dengan keluarga K : Menunduk terhadap K rumah asyik dengan dunianya sendiri
K : Jarang, mbak soalnya K : Menunduk P mendapatkan data harga diri K menganggap ngobrol
anakku dirawat sama nenekku P : Memperhatikan rendah pada K dengan keluarga tidak ada
dan suamiku dimanado. Aku artinya
sendirian disurabaya. Aku
dari kecil dirawat nenek mbak
jadi deketnya sama nenek.
Sama orang tuaku nggak
diperhatikan mbak soalnya
aku nakal.
P : Bagaimana perasaan P : Memandang K P mengalihkan topik bahasan K bingung dengan pertanyaan Pengalihan agar K tidak larut
mbak sekarang? K : Menunduk yang diberikan dengan wahamnya
K : baik. K : Menggaruk-garuk kepala P bingung harus ngobrol K menjawab tentang
P : Memperhatikan tentang apa lagi keadaannya

P : mbak, kita tadi sudah P : Memandang K P ingin mengakhiri fase I K memperhatikan P Evaluasi fase I berhasil jika K
berkenalan, masih inget K : Menoleh karena sudah cukup banyak dapat mengingat nama P
nggak nama saya? data yang terkaji sehingga nantinya terjalin
K : marcelina K : Memandang P dan P senang karena K ingat nama K mengingat-ingat nama P trust
tersenyum P
P : Memperhatikan

P : Nah, saya senang sekali P : Menepuk bahu K P Memberikan reinforcement K senangdiberikan Kontrak berikutnya harus
bisa ngobrol dengan mbak. K : Menoleh dan tersenyum pada K reinforcement ditentukan dan harus
Bagaimana kalau besok kita mendapatkan persetujuan
ngobrol lagi? Sebentar saja K : Tersenyum klien agar klien ingat
kok, yah cukup 30 menit saja. P : Tersenyum P senang karena K mau K ikut menentukan kontrak terhadap kontrak
K : Boleh menentukan kontrak
berikutnya
P : Nah kalau mbak P : Memandang K P menentukan topik dan K memikirkan tentang Kegiatan yang akan
LUsetuju, nanti kita ngobrol K : Memandang P aktivitas pada kontrak kegiatan yang ditawarkan dilaksanakan harus mendapat
tentang perasaan mbak berikutnya persetujuan K sehingga bila K
terhadap keluarga mbak. K : Mengangguk keluar dari kegiatan
Sekalian saya periksa tekanan P : Tersenyum P senang karena K setuju K setuju tentang kegiatan dimaksud, bisa diingatkan
darahnya ya. dengan kegiatan yang akan yang akan dilaksanakan tentang batasan kegiatan
K : Ya, ya…. dilaksanakan sesuai kontrak
P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan P menutup fase I K menunjukkan rasa percaya Salam penutup merupakan
kesediaan mbak ngobrol mengulurkan jabat tangan pada P akhir fase yang harus
dengan saya, selamat siang K : Menoleh, menjabat tangan dilakukan untuk mencegah
P tidak percaya pada klien
K : Siang. K : Tersenyum lalu P senang karena K mau K menyambut salam P
menunduk berinteraksi dengan P
P : Tersenyum

KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien cukup kooperatif. Data yang tergali adalah data mengenai harga
diri rendah, koping individu tidak efektif, koping keluarga kurang efektif, waham. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien
menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.