Anda di halaman 1dari 7

Nama : Muhammad Luqman Hakim

NIM : 17610080
Jurusan : Mateamtika
Kelas :B
Resume Materi Teori Bilangan Pertemuan ke-5 dan 6

Keterbagian
Definisi 2.1
Suatu bilangan bulat 𝑏 habis dibagi oleh suatu bilangan bulat 𝑎 ≠ 0, jika ∃𝑥 ∈ ℤ ∋ 𝑏 = 𝑎𝑥
dinotasikan 𝑎|𝑏, dibaca “𝑏 habis dibagi 𝑎” atau “𝑎 habis membagi 𝑏”.
Dengan kata lain bahwa 𝑏 adalah kelipatan dari 𝑎.

Contoh :
2|𝑏 dapat ditulis sebagai
𝑏 = 2𝑥 ∃𝑥 ∈ ℤ
Pilih 𝑥 = 3

Teorema 2.1
1. 𝑎|𝑏 maka 𝑎|𝑏𝑐, ∀𝑐 ∈ ℤ
2. 𝑎|𝑏 dan 𝑏|𝑐 maka 𝑎|𝑐
3. 𝑎|𝑏 dan 𝑎|𝑐 maka 𝑎|𝑏𝑥 + 𝑐𝑦, ∃𝑥, 𝑦 ∈ ℤ
4. 𝑎|𝑏 dan 𝑏|𝑎 maka 𝑎 = 𝑏
5. 𝑎|𝑏, 𝑎 > 0, 𝑏 > 0 maka 𝑎 ≤ 𝑏
6. ∃𝑚 ∈ ℤ, 𝑚 ≠ 0. 𝑎|𝑏 jika dan hanya jika 𝑚𝑎|𝑚𝑏

Pembuktian Teorema 2.1
1. Karena 𝑎|𝑏 berdasarkan definisi 2.1 ∃𝑥 ∈ ℤ ∋ 𝑏 = 𝑎𝑥. Maka 𝑎|𝑏𝑐 dapat dibentuk 𝑏𝑐 =
(𝑎𝑥)𝑐
𝑏𝑐 = 𝑎(𝑥𝑐) (sifat asosiatif). Karena 𝑥, 𝑐 ∈ ℤ maka 𝑥𝑐 ∈ ℤ (sifat bilangan ℤ tertutup).
Misalkan 𝑦 = 𝑥𝑐 ∈ ℤ, akibatnya 𝑏𝑐 = 𝑎𝑦 jadi ∃𝑦 ∈ ℤ ∋ 𝑏𝑐 = 𝑎𝑦 dinotasikan 𝑎|𝑏𝑐.
2. 𝑎|𝑏 dan 𝑏|𝑐 berdasarkan definisi 2.1 maka 𝑏 = 𝑎𝑥 dan 𝑐 = 𝑏𝑦 untuk 𝑥, 𝑦 ∈ ℤ.
Dibentuk 𝑐 = (𝑎𝑥)𝑦 (sifat substitusi) 𝑐 = 𝑎(𝑥𝑦) (sifat asosiatif). Karena 𝑥, 𝑦 ∈ ℤ maka
𝑥𝑦 ∈ ℤ (sifat bilangan ℤ tertutup). Misalkan 𝑝 = 𝑥𝑦 ∈ ℤ, akibatnya 𝑐 = 𝑎𝑝 dan ∃𝑝 ∈
ℤ ∋ 𝑐 = 𝑎𝑝 sehingga dapat dinotasikan 𝑎|𝑐.

Berdasarkan definisi 2. Dibentuk 𝑏𝑥 = (𝑎𝑘)𝑥 𝑏𝑥 = 𝑎(𝑘𝑥) … (sifat asosiatif) 𝑏𝑥 = 𝑎𝑝. 𝑎|𝑏 dan 𝑎|𝑐 berdasarkan definisi 2. dengan 𝑝 = 𝑘𝑥 ∈ ℤ … (sifat bilangan ℤ tertutup). Sehingga nilai kemungkinan 𝑥 = 1. dengan 𝑝 = 𝑥𝑦 ∈ ℤ … (sifat bilangan ℤ tertutup). 1 𝑎=𝑏 5. 𝑙 ∈ ℤ. 𝑎|𝑏 dan 𝑏|𝑎 berdasarkan definisi 2.1 maka 𝑏 = 𝑎𝑘 dan 𝑐 = 𝑎𝑙 untuk 𝑘. Akibatnya 𝑏𝑥 + 𝑐𝑦 = 𝑎𝑝 + 𝑎𝑞 𝑏𝑥 + 𝑐𝑦 = 𝑎(𝑝 + 𝑞) 𝑏𝑥 + 𝑐𝑦 = 𝑎𝑚.3.1 maka 𝑏 = 𝑎𝑥 dan 𝑎 = 𝑏𝑦 untuk 𝑥. 𝑏 = 𝑎𝑥 dan dipilih 𝑥 = 1 → 𝑏 = 𝑎 𝑏 = 𝑎𝑥 dan dipilih 𝑥 > 1 → 𝑏 > 𝑎 Sehingga terdapat dua kemungkinan yakni 𝑏 = 𝑎 atau 𝑏 > 𝑎 Jadi dapat dinotasikan 𝑏 ≥ 𝑎 atau dapat dinotasikan 𝑎 ≤ 𝑏 (sifat asosiatif) .yaitu : 𝑥 ≥ 1. dengan 𝑞 = 𝑙𝑦 ∈ ℤ … (sifat bilangan ℤ tertutup). 𝑐𝑦 = (𝑎𝑙)𝑦 𝑐𝑦 = 𝑎(𝑙𝑦) … (sifat asosiatif) 𝑐𝑦 = 𝑎𝑞. 𝑏 > 0 dan 𝑏 = 𝑎𝑥 maka 𝑥 > 0. Sehingga dapat dinotasikan 𝑎|𝑏𝑥 + 𝑐𝑦 4. 𝑦 ∈ ℤ. … . sehingga haruslah 𝑥 = 1 dan 𝑦 = 1 Sehingga 𝑎 = 𝑏𝑦 𝑎 = 𝑏. karena ∃𝑥 ∈ ℤ maka 𝑥 bukan suatu pecahan. Karena 𝑎 > 0.3. ∃𝑥 ∈ ℤ. 𝑥𝑦 = 1. Selanjutnya 𝑎 = (𝑎𝑥)𝑦 … (sifat substitusi) 𝑎 = 𝑎(𝑥𝑦) … (sifat asosiatif) 𝑎 = 𝑎𝑝. dengan 𝑝 = 𝑥𝑦 ∈ ℤ … (sifat bilangan ℤ tertutup).1 maka 𝑎|𝑏 dapat dibentuk 𝑏 = 𝑎𝑥. dengan 𝑚 = 𝑝 + 𝑞 ∈ ℤ … (sifat bilangan ℤ tertutup). Akibatnya 𝑏 = (𝑏𝑦)𝑥 … (sifat substitusi) 𝑏 = 𝑏(𝑥𝑦) … (sifat asosiatif) 𝑏 = 𝑏𝑝.2.

0 ≤ 𝑟 ≤ 4 Diperoleh 9 = 2 × 4 + 1. Akibatnya 𝑚𝑏 = (𝑚𝑎)𝑥 (sifat asosiatif) Sehingga Berdasarkan definisi 2. Selanjutnya. yaitu: . . ∃𝑥 ∈ ℤ dapat dinotasikan 𝑚𝑎 │𝑚𝑏. maka 𝑆 mempunyai unsur terkecil. Algoritma Pembagian Teorema 2. 𝑟 = 2 Kesepakatan 𝑎 = Bilangan yang dibagi 𝑏 = Pembagi 𝑞 = Hasil bagi 𝑟 = Sisa/residu . sehingga: 𝑆 = { (𝑎 – 𝑛𝑏) │𝑛 ∈ ℤ. ∃𝑥 ∈ ℤ. Berdasarkan definisi 2. . . maka dapat dibentuk suatu barisan aritmatika 𝑎 – 𝑛𝑏. 0 ≤ 𝑟 ≤ 5 Diperoleh 12 = 2 × 5 + 2. 𝑟 = 1 2. Jadi jika 𝑏 > 0 dan 𝑎. Karena 𝑟 ∈ 𝑆. Jika diberikan 𝑎 = 12. jadi 𝑞 = 2. jadi 𝑞 = 2.1 maka 𝑎|𝑏 dapat dibentuk 𝑏 = 𝑎𝑥. dengan 𝑞 ∈ ℤ. 𝑎 – 3𝑏. 𝑚 ≠ 0 dapat dibentuk 𝑚𝑏 = 𝑚𝑎𝑥. 0 ≤ 𝑟 < 𝑏 Pembuktian : Misal 𝑎. maka 𝑟 dapat dinyatakan sebagai 𝑟 = 𝑎 – 𝑞𝑏. 𝑏 ∈ ℤ maka ada 𝑞. 𝑛 ∈ 𝑍. 𝑎 + 2𝑏. Jika diberikan 𝑎 = 9. 𝑏 = 5 dibentuk 12 = 𝑞 × 5 + 𝑟.1 maka 𝑚𝑏 = (𝑚𝑎)𝑥. .2 Jika diberikan bilangan bulat 𝑎 dan 𝑏 dengan 𝑏 > 0 maka selalu terdapat dengan tunggal bilangan bulat 𝑞 dan 𝑟 yang memenuhi : 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. Dari 𝑟 = 𝑎 – 𝑞𝑏 dapat diperoleh 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. 𝑎 – 2𝑏. dan 𝑎 – 𝑛𝑏 > 0 } Menurut prinsip urutan. misal 𝑆 adalah suatu himpunan yang unsur-unsurnya suku yang bernilai positip dari barisan 𝑎 – 𝑛𝑏. . 6. 𝑟 ∈ ℤ sedemikian sehingga 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. 𝑏 ∈ ℤ. 𝑎 + 𝑏. . 0 ≤ 𝑟 < 𝑏.. Apabila ∃𝑚 ∈ ℤ. Barisan di atas mempunyai bentuk umum 𝑎 – 𝑛𝑏. sebut saja 𝑟. 𝑎. 𝑎 − 𝑏. Contoh : 1. 𝑏 = 4 dibentuk 9 = 𝑞 × 4 + 𝑟.

𝑎 + 𝑏. misal 𝑆 adalah suatu himpunan yang unsur-unsurnya suku yang bernilai positip dari barisan 𝑎 – 𝑛𝑏. 0 ≤ 𝑟 < 𝑏. 𝑏 ∈ ℤ maka ada 𝑞. dan 𝑎 – 𝑛𝑏 < 0 } Menurut prinsip urutan. . 𝑎 – 3𝑏. 𝑎 + 2𝑏. 𝑟 ∈ ℤ sedemikian sehingga 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. . .  Untuk 𝑏 < 0 misal 𝑎. . maka 𝑟 dapat dinyatakan sebagai 𝑟 = 𝑎 – 𝑞𝑏.3 Jika diberikan bilangan bulat 𝑎 dan 𝑏 dengan 𝑏 ≠ 0 maka selalu terdapat dengan tunggal bilangan bulat 𝑞 dan 𝑟 yang memenuhi : 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. Jadi jika 𝑏 > 0 dan 𝑎. Barisan di atas mempunyai bentuk umum 𝑎 – 𝑛𝑏. 𝑎 − 𝑏. Selanjutnya. . Karena 𝑟 ∈ 𝑆. 𝑎 + 2𝑏. . . maka dapat dibentuk suatu barisan aritmatika 𝑎 – 𝑛𝑏. 0 ≤ 𝑟 < |𝑏| Pembuktian :  Untuk 𝑏 > 0 misal 𝑎... 𝑎. 𝑏 ∈ ℤ. sehingga: 𝑆 = { (𝑎 – 𝑛𝑏) │𝑛 ∈ ℤ. . dengan 𝑞 ∈ ℤ. 𝑎 + 𝑏. sehingga: 𝑆 = { (𝑎 – 𝑛𝑏) │𝑛 ∈ ℤ. 𝑎 – 2𝑏. 𝑎 − 𝑏. yaitu: . . maka 𝑟 dapat dinyatakan sebagai 𝑟 = 𝑎 – 𝑞𝑏. 𝑎 – 2𝑏. 𝑎 – 3𝑏. 𝑛 ∈ 𝑍. dan 𝑎 – 𝑛𝑏 > 0 } Menurut prinsip urutan. Barisan di atas mempunyai bentuk umum 𝑎 – 𝑛𝑏. 𝑎. dengan 𝑞 ∈ ℤ. . . maka 𝑆 mempunyai unsur terkecil. . Jadi jika 𝑏 < 0 dan 𝑎. 𝑏 ∈ ℤ. 0 ≤ 𝑟 < |𝑏|. Dari 𝑟 = 𝑎 – 𝑞𝑏 dapat diperoleh 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. 𝑟 ∈ ℤ sedemikian sehingga 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. 𝑛 ∈ 𝑍. sebut saja 𝑟. . sebut saja 𝑟. misal 𝑆 adalah suatu himpunan yang unsur-unsurnya suku yang bernilai negatif dari barisan 𝑎 – 𝑛𝑏. Selanjutnya. 𝑏 ∈ ℤ maka ada 𝑞. Karena 𝑟 ∈ 𝑆.Teorema 2. yaitu: . maka 𝑆 mempunyai unsur terkecil. Dari 𝑟 = 𝑎 – 𝑞𝑏 dapat diperoleh 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. maka dapat dibentuk suatu barisan aritmatika 𝑎 – 𝑛𝑏.

sisanya = 1  Diberikan 𝑎 = −2 dan 𝑏 = −7 Dibentuk.3 khusus untuk 𝑏 < 0 maka 𝑏 = −1 Pembuktian persamaan pada teorema 2. hasil bagi = 1. sisanya = 4 |𝑏| Berdasarkan Teorema 2. −2. 0 ≤ 𝑟 < |𝑏| Dengan membagi persamaan tersebut dengan 𝑏 diperoleh 𝑎 𝑟 =𝑞+𝑏 𝑏 |𝑏| Karena = −1 untuk 𝑏 < 0. sisanya = 5  Diberikan 𝑎 = 61 dan 𝑏 = −7 Dibentuk. 𝑟 = 5 Jadi. − 59 dibagi oleh −7 Penyelesaian :  Diberikan 𝑎 = 1 dan 𝑏 = −7 Dibentuk. 𝑏 = 𝑞 + 𝑏 . 𝑟 = 5 Jadi. −1 < 𝑏 ≤ 0 𝑎 Dengan nilai 𝑞 = ⌈𝑏⌉ (pembulatan keatas) . hasil bagi = 0. 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < |𝑏| −59 = 𝑞 × −7 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < (−(−7)) 0≤𝑟<7 Maka diperoleh 𝑞 = 9. hasil bagi = 9.Contoh : Tentukan hasil bagi dan sisanya jika 1. 𝑟 = 1 Jadi. sisanya = 5  Diberikan 𝑎 = −59 dan 𝑏 = −7 Dibentuk.3 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < |𝑏| 61 = 𝑞 × −7 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < (−(−7)) 0≤𝑟<7 Maka diperoleh 𝑞 = −8. 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < |𝑏| 1 = 𝑞 × −7 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < (−(−7)) 0≤𝑟<7 Maka diperoleh 𝑞 = 0. 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < |𝑏| −2 = 𝑞 × −7 + 𝑟 0 ≤ 𝑟 < (−(−7)) 0≤𝑟<7 Maka diperoleh 𝑞 = 1. 𝑏 𝑎 𝑟 𝑟 Diperoleh. 61. dan. 𝑟 = 4 Jadi. hasil bagi = −8.

Dengan kata lain 𝑎 jika 𝑏 nol maka hasil bagi akan undefined (tidak terdefinisi) atau 𝑏 undefined untuk setiap 𝑎. Dengan Algoritma pembagian terdapat dengan tunggal 𝑞 dan 𝑟 sedemikian hingga memenuhi. Bukti : Diketahui 𝑎 bilangan yang dibagi. 0 ≤ 𝑟 < |𝑏| Berdasarkan Algoritma tersebut maka dapat dibentuk. substitusikan ke pers (1) maka diperoleh 𝑎(𝑎2 +3) 𝑎 = 3𝑞 + 1. Selanjutnya substitusikan nilai 𝑎 ke 3 (3𝑞+1)((3𝑞+1)2 +3) (3𝑞+1)3 +3(3𝑞+1) 27𝑞 3 +27𝑞2 +18𝑞+4 = = 3 3 3 Karena 𝑞 bilangan bulat maka 27𝑞 3 + 27𝑞 2 + 18𝑞 + 4 adalah bilangan bulat tetapi 27𝑞 3 +27𝑞2 +18𝑞+4 karena masih terdapat pembagi yakni 3 maka 3 𝑎(𝑎2 +3) Jadi tidak terbukti adalah bilangan bulat untuk 𝑟 = 1. buktikan bahwa 3 merupakan bilangan bulat. 3 . 𝑎 = 𝑞𝑏 + 𝑟. 𝑎(𝑎2 +3) Jadi terbukti adalah bilangan bulat untuk 𝑟 = 0. Contoh : 𝑎(𝑎2 +3) Untuk setiap bilangan bulat 𝑎. 𝑎 = 3𝑞 + 𝑟. 3 bilangan pembagi. 0 ≤ 𝑟 < 3 (1) Dimana 𝑟 = 0. Selanjutnya substitusikan nilai 𝑎 ke 3 3𝑞((3𝑞)2 +3) 3𝑞(9𝑞 2 +3) 2 = = 𝑞(9𝑞 + 3) 3 3 Karena 𝑞 bilangan bulat maka 𝑞(9𝑞 2 + 3) adalah bilangan bulat. 3  untuk 𝑟 = 1.Dapat disimpulkan bahwa pembagi 𝑏 hanya dibatasi pada bilangan tidak nol. Selanjutnya substitusikan nilai 𝑎 ke 3 (3𝑞+2)((3𝑞+2)2 +3) (3𝑞+2)3 +3(3𝑞+2) 27𝑞 3 +54𝑞2 +45𝑞+14 = = 3 3 3 Karena 𝑞 bilangan bulat maka 27𝑞 3 + 54𝑞 2 + 45𝑞 + 14 adalah bilangan bulat tetapi 27𝑞 3 +54𝑞2 +45𝑞+14 karena masih terdapat pembagi yakni 3 maka 3 𝑎(𝑎2 +3) Jadi tidak terbukti adalah bilangan bulat untuk 𝑟 = 2. 3  untuk 𝑟 = 2. substitusikan ke pers (1) maka diperoleh 𝑎(𝑎2 +3) 𝑎 = 3𝑞. 2  untuk 𝑟 = 0. substitusikan ke pers (1) maka diperoleh 𝑎(𝑎2 +3) 𝑎 = 3𝑞 + 1. 1.

Karena tidak semua 0 ≤ 𝑟 < 3 terpenuhi sehingga dapat 3 𝑎(𝑎2 +3) disimpulkan bahwa bukan bilangan bulat. 3 . 1. 2 maka diperoleh 3 𝑎(𝑎2 +3) bahwa untuk 𝑟 = 0 terbukti adalah bilangan bulat tetapi untuk 𝑟 = 1 dan 𝑟 = 2 tidak 3 𝑎(𝑎2 +3) terbukti adalah bilangan bulat. 0 ≤ 𝑟 < 3 lalu setelah di 𝑎(𝑎2 +3) uji ke dengan mensubstitusikan nilai 𝑎 = 3𝑞 + 𝑟 dimana 𝑟 = 0.Berdasarkan Algoritma pembagian yang diperoleh yakni 𝑎 = 3𝑞 + 𝑟.