Anda di halaman 1dari 8

MAJAL

LAH METALU
URGI (20015) 2: 555-62
Available online at www.ejourn
w nalmateriaalmetalurgi.com

MORFOLO
O OGI STRU
UKTUR DAN KARA STIK SIFA
AKTERIS AT MEK
KANIK
SER
RTA KEA
AUSAN BAJA
A BAINNIT DEN
NGAN VAR
RIASI MANGAN HASIL
NORM NG UNTUK TAPAK
MALISIN K KENDA
ARAAN TEMPUR
*
Sri Bimo Pratomo
P , Hafid,
H Huseen Taufiq, Eva Afrilin
nda, Martin
n Doloksarribu
Balai Besar
B Logam Dan Mesin
Jallan Sangkurianng 12, Bandun
ng, Indonesia,, 40135
Email: *bimo_bblm@
* @yahoo.com

Masuk Taanggal : 03-055-2015, revisii tanggal : 15--07-2015, diteerima untuk diterbitkan


d tannggal 18-08-2
2015

Intisarii
Tapak raantai impor yaang digunakaan untuk kenddaraan tempurr menggunakkan baja bainiite. Baja bain nite digunakann
secara luaas karena memmiliki sifat yanng keras tetappi tangguh. Unntuk memperbbaiki sifat mekkanis produk cor,
c umumnyaa
dilakukann proses perlaakuan panas normalisasi.
n Taahap akhir daari proses norm malisasi adalaah proses pend
dinginan yangg
sangat mempengaruhi
m morfologi strruktur mikro. Pengaruh maangan terhadaap pembentukkan struktur bainiteb saat ini
masih dalam perdebataan. Tujuan daari penelitian ini i adalah untu uk mengamatti pengaruh kaadar mangan dan d perbedaann
proses peendinginan terrhadap struktuur mikro, kekkerasan dan ketahanan
k aus dari tapak raantai yang terbbuat dari bajaa
bainite. Disebabkan
D kaarena terbentuuknya massivee bainitic ferrite maka kekeerasan dan kettahanan aus prototipe
p tapakk
rantai yaang menganduung 2% mangan menjadi lebih tinggi dibandingkann dengan yanng hanya men ngandung 1% %
mangan. Pada prototippe tapak rantaai yang menggandung 1% mangan m dan dinormalisasi
d dengan penddinginan kipass
angin, akkan menghasillkan struktur mikro compaact bainitic ferrrite, dengan nilai kekerasaan dan ketahaanan aus yangg
lebih baikk bila dibandiingkan dengann tapak rantai impor; yaitu 31 HRC, 0,288% dan 28 HR RC, 0,52%, masing-masing
m g
untuk tappak rantai prottotipe dan imppor. Struktur mikro
m dari com
mpact bainiticc ferrite mem mperlihatkan morfologi
m yangg
lebih baikk bila dibandinngkan dengann struktur mikrro massive ba ainitic ferrite.

Kata kun
nci: Tapak ranntai, Baja bainnit, Massive bainitic ferrite,, Compact baiinitic ferrite

Abstracct
Importedd track link forr combat vehiicle uses bainnitic steel. Baiinitic steels arre widely usedd because theyy exhibit hardd
but toughh. To improvve the mechannical propertiies of casting g product gennerally are peerformed norrmalizing heat
treatmentt. The final stage
s of normmalizing nameely cooling process
p greatlly affects thee change of microstructure
m e
morpholoogy. Effect of manganese
m inn the formationn of bainitic structure
s is stiill debated. Thhe purpose of this study wass
observingg effect the manganese
m coontent and efffect the variious cooling process of bbainitic steel track link onn
microstruuctures, hardnness and abraasive resistantt. Due to the formation
f of massive
m bainittic ferrite, the hardness andd
abrasive resistance off track link prototype conttaining 2% manganese
m beccomes higherr compared with w track linkk
prototypee contains onlly 1% mangannese. The tracck link prototyype containingg 1% mangannese and norm malized by thee
cooling fan,
fa produced the microstruucture of comppact bainitic ferrite f that haas hardness aand abrasive resistance
r wass
better coompared to im mported trackk link; ie 31 HRC,
H 0.28% and 28 HRC C, 0.52%, resppectively for the track linkk
prototypee and importeed track link. Compact bainnitic ferrite microstructure showed betteer morphologyy compared too
the massiive bainitic ferrrite microstruucture.

Keywords
ds: Track link, Bainitic steell, Massive bainnitic ferrite, Compact
C bainiitic ferrite

1. PEN
NDAHULUA
AN steel) atau baja
b mangan (manganesee steel). Bajaa
Kom
mponen tapakk rantai diggunakan sebbagai bainite diigunakan secara lu uas karenaa
komponnen penggeerak dan penapak pada p memperlihattkan sifat yyang menjan
njikan, yaituu
kendaraaan tempur tank sehinggga dibutuhhkan lebih tanggguh dibandingkan baja martensitee
sifat yaang tahan aus
a tetapi ulet.
u Umum mnya temper (tem mpered maartensitic steel) untukk
komponnen ini dibuaat dari baja bainite (bainnitic kekerasan yang
y sama. Baja bainiite memilikii
kekuatan dan ketangguhan yang tinggi, sehingga yang berbeda, yaitu pendinginan udara bebas
saat ini menjadi topik penelitian yang dan pendinginan menggunakan kipas angin.
menarik[1,2,3]. Gambar 1 memperlihatkan desain pengecoran,
Pengaruh mangan di dalam pembentukan sedangkan Gambar 2 memperlihatkan prototipe
struktur bainite saat ini masih diperdebatkan. produk cor dari tapak rantai kendaraan tempur
Penambahan mangan merupakan pemaduan tank.
yang paling efektif untuk menghambat
pembentukan pearlite. Mangan adalah pemadu
yang paling efektif untuk mempengaruhi
diagram CCT bainite (bainite continuous
cooling transformation)[4]. Mangan ditambahkan
untuk menstabilkan untransformed austenite di
dalam struktur bainite[5].
Tetapi beberapa peneliti menyampaikan
pendapat yang berbeda. Konsentrasi mangan di
dalam austenite dapat menghambat Gambar 1. Disain pengecoran prototipe tapak rantai
pembentukan bainit[6,7]. Mangan menggeser
seluruh daerah tranformasi bainite ke arah sisi
kanan dari CCT diagram, dan secara signifikan
menurunkan temperatur martensite start[2].
Produk cor baja umumnya mengalami proses
perlakuan panas untuk meningkatkan kekuatan
dan kekerasannya. Perlakuan panas yang umum
dilakukan adalah normalisasi (normalizing).
Proses pendinginan sebagai tahap akhir dari
proses normalisasi, sangat mempengaruhi
morfologi dari struktur bainite yang akan Gambar 2. Prototipe produk cor tapak rantai
terbentuk. Peningkatan laju pendinginan dapat
menyebabkan peningkatan jumlah bainite dan Untuk meningkatkan kekerasan dan
penurunan jumlah pearlite. Peningkatan laju ketangguhan dari prototipe tapak rantai produk
pendinginan juga akan merubah bainite dari cor maka dilakukan proses perlakuan panas
lower bainite menjadi acicular bainite[6]. normalisasi. Pada penelitian ini dibandingkan 3
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk jenis proses, yaitu normalisasi dengan
melihat pengaruh perbedaan jumlah mangan pendinginan udara, normalisasi dengan
serta untuk melihat pengaruh perbedaan laju pendinginan kipas angin, dan tanpa normalisasi
pendinginan dari proses normalisasi terhadap (produk cor). Selama proses penahanan
struktur mikro, kekerasan dan ketahanan aus temperatur, produk cor dipanaskan pada
dari prototipe tapak rantai yang terbuat dari baja temperatur 920 °C selama 1 jam. Tujuan
bainite. Data yang diperoleh akan dibandingkan penahanan temperatur adalah untuk memastikan
dengan struktur mikro, kekerasan dan ketahanan keseragaman temperatur pada produk cor.
aus dari tapak rantai asli yang saat ini masih Gambar 3 memperlihatkan skema dari bebagai
digunakan oleh kendaraan tempur tank yang proses yang dibandingkan di dalam penelitian
merupakan produk impor. ini.

2. PROSEDUR PERCOBAAN
Pembuatan prototipe dari tapak rantai ini
menggunakan proses pengecoran logam yang
umum digunakan oleh industri, yang dimulai
dari pembuatan pola kayu, pembuatan cetakan
pasir, proses peleburan dan penuangan logam
cair ke dalam cetakan pasir dan diakhiri dengan Gambar 3. Skema proses normalisasi yang digunakan
proses perlakuan panas normalisasi. Paduan
logam yang digunakan di dalam percobaan ini
Paduan logam yang digunakan adalah 2
dilebur di dalam tungku induksi listrik kapasitas
jenis paduan yang berbeda kandungan unsur
200 kg. Produk-produk cor yang diperoleh lalu
mangannya. Tabel 1 memperlihatkan komposisi
dinormalisasi dengan menggunakan pendinginan
kimia dari paduan yang digunakan. Terlihat
56 | Majalah Metalurgi, V 30.2.2015, ISSN 0126-3188/ 55-62
bahwa kandungan mangan pada paduan kedua padat ferrite, tetapi mengendap sebagai karbida
adalah dua kali lebih besar dibandingkan paduan halus di dalam fasa acicular bainitic ferrite.
pertama. Kadar karbon di dalam fasa austenite sisa (fasa
gelap) adalah sekitar 2,4 %berat. Gambar 5 dan
Tabel 1. Komposisi kimia paduan dengan Mn yang berbeda 6 memperlihatkan profil intensitas EDS,
C Si P S Cr Mo Mn Fe masing-masing untuk fasa acicular bainitic
Paduan 1 0,27 0,31 0,01 0,01 1,05 0,45 1,04 remain ferrite dan fasa austenite sisa.
Paduan 2 0,26 0,29 0,02 0,01 1,03 0,39 2,18 remain

Sifat mekanis sampel dianalisis


menggunakan pengujian kekerasan dan
pengujian ketahanan aus. Sampel uji keras dan
uji aus diambil dari bagian sayap tapak rantai.
Pengujian kekerasan menggunakan indentor
Rocwell tipe C dengan beban 150 kg.
Sedangkan sampel uji aus digesek
permukaannya menggunakan piringan tahan aus
dengan beban 10 kg selama 30 menit. Persentase
kehilangan berat yang terjadi diindikasikan Gambar 4. Struktur mikro prototipe hasil cor dengan
kandungan mangan 1%, tampilan secondary electron-SEM.
sebagai ketahanan aus material. Struktur mikro Etsa Nital 5%
dianalisis menggunakan scanning electron
microscope (SEM) sedangkan komposisi kimia
dianalisis menggunakan optical emission
spectrometer dan energy dispersive
spectrometry (EDS). Selanjutnya dibandingkan
struktur mikro, kekerasan dan persentase
kehilangan berat dari produk prototipe dan
produk impor tapak rantai. Tabel 2
memperlihatkan komposisi kimia tapak rantai
impor.

Tabel 2. Komposisi kimia tapak rantai impor


C Si P S Cr Mo Mn Fe
0,34 0,49 0,01 0,02 0,97 0,32 0,79 remain Gambar 5. Profil intensitas EDS untuk fasa acicular
bainitic ferrite

3. HASIL DAN DISKUSI


Gambar 4 memperlihatkan struktur mikro
prototipe hasil cor dengan kandungan mangan
1%. Terlihat bahwa struktur mikro adalah
acicular bainite yang terdiri dari acicular
bainitic ferrite dan austenite sisa (retained
auctenite). Pembentukan bainitic ferrite dari
paduan yang memiliki komposisi tertentu adalah
hasil dari pendinginan kontinyu (continuous
cooling) yang melewati bagian atas kurva
transformasi bainite (bainite transformation
curve). Bainitic ferrite umumnya terdiri dari
aggregate bainitic ferrite dan austenite sisa[3,4]. Gambar 6. Profil intensitas EDS untuk fasa ausenite sisa
Dengan menggunakan profil intensitas EDS
terlihat bahwa kadar karbon di dalam fasa Gambar 7 memperlihatkan struktur mikro
acicular bainitic ferrite (fasa terang) cukup prototipe hasil cor dengan kandungan mangan
tinggi yaitu 2,6 %berat. Jumlah tersebut tidak 2%. Terlihat adanya fasa massive bainitic ferrite
sesuai dengan kadar karbon yang umum di yang cukup banyak. Dari profil intensitas EDS
dalam ferrite. Kadar karbon maksimum di dalam terlihat bahwa mangan hanya terdapat di dalam
ferrite adalah 0,021 %berat[8]. Diperkirakan fasa massive bainitic ferrite. Kandungan
bahwa karbon tidak terlarut di dalam larutan mangan di dalam fasa ini adalah sekitar 0,74
Morfologi Struktur …../ Sri Bimo | 57
%berat, sedangkan kandungan karbon mencapai Normalisasi dengan pendinginan kipas angin
5,3 %berat. Gambar 8 memperlihatkan profil akan menghasilkan material dengan kekerasan
intensitas EDS untuk fasa massive bainitic dan ketahanan aus yang lebih tinggi. Gambar 9
ferrite. memperlihatkan grafik hubungan antara
pengaruh perbedaan jenis proses terhadap nilai
kekerasan, sedangkan Gambar 10
memperlihatkan grafik hubungan antara
pengaruh perbedaan jenis proses terhadap
persentase kehilangan berat, untuk masing-
masing material dengan kandungan mangan 1%
dan 2%. Kekerasan dan ketahanan aus dari
prototipe dengan kandungan mangan 2% adalah
lebih tinggi dibandingan dengan prototipe
dengan kandungan mangan 1% untuk setiap
proses yang sama.

Gambar 7. Struktur mikro prototipe hasil cor dengan 38


kandungan mangan 2%, tampilan secondary electron-SEM. 36
Etsa Nital 5%
34

Hardness, HRC
32

30

28

26 1%Mn
24
2%Mn
22
1 2 3
1:ascast; 2:air normaliz ing; 3:fan normaliz ing

Gambar 9. Hubungan pengaruh perbedaan jenis proses


terhadap nilai kekerasan untuk prototipe dengan kandungan
Mn 1 % dan 2 %
Gambar 8. Profil intensitas EDS untuk fasa massive
aggregate 0.7

Fasa massive bainitic ferrite mengandung 0.6 1%Mn


karbon dan mangan yang cukup tinggi.
% lose of weight

0.5 2%Mn
Diprediksi karbon dan mangan akan bersenyawa
membentuk endapan halus karbida (Fe, Mn). 0.4
Struktur mikro dari paduan ini adalah campuran
dari fasa massive bainitic ferrite yang memiliki 0.3
banyak endapan karbida (Fe, Mn) dan austenite
0.2
sisa.
Nilai kekerasan dari prototipe hasil cor 0.1
dengan kandungan mangan 2% lebih tinggi 1 2 3
1:ascast; 2:air normalizing; 3:fan normalizing
dibandingkan nilai kekerasan dari prototipe hasil
cor dengan kandungan mangan 1%. Masing- Gambar 10. Hubungan pengaruh perbedaan jenis proses
terhadap persentase kehilangan berat untuk prototipe
masing nilai kekerasannya adalah 27 dan 25 dengan kandungan mangan 1% dan 2%
HRC. Nilai kekerasan yang lebih tinggi tersebut
disebabkan oleh adanya endapan karbida Perubahan struktur mikro dari prototipe
(Fe,Mn) pada prototipe hasil cor dengan dengan kandungan mangan 1% sesuai dengan
kandungan mangan 2%. Dengan meningkatnya perubahan prosesnya, dapat dilihat pada Gambar
nilai kekerasan maka meningkat pula nilai 11. Terlihat dalam Gambar 11 bahwa struktur
ketahanan ausnya. Persentase kehilangan berat mikro berubah dari acicular bainitic ferrite
untuk produk cor dengan kandungan mangan menjadi compact bainitic ferrite.
2% dan 1% masing-masing adalah 0,57% dan
0,63%.

58 | Majalah Metalurgi, V 30.2.2015, ISSN 0126-3188/ 55-62


terbentuk lebih besar, dan menyebabkan
terbentuknya compact bainitic ferrite dengan
jumlah austenite sisa yang lebih sedikit. Gambar
12 memperlihatkan skema pertumbuhan bainite
untuk laju pendinginan yang lambat dan laju
pendinginan yang cepat.
Gambar 13 memperlihatkan perubahan
struktur mikro dari paduan yang mengandung
mangan 2%, sesuai dengan perubahan proses
yang dilakukan. Terlihat adanya peningkatan
jumlah massive bainitic ferrite yang
mengandung mangan, sesuai dengan
peningkatan laju pendinginan.
Gambar 11. Perubahan mikro struktur dari prototipe
dengan kandungan mangan 1% sesuai dengan perubahan
proses, tampilan dari secondary electron-SEM. Etsa Nital
5%

Peningkatan laju pendinginan akan


mempromosikan pembentukan bainite[6]. Plat-
plat bainite tumbuh dengan cepat pada batas
butir, sedangkan plat-plat bainite yang
bernukleasi pada plat bainite yang sudah ada,
akan tumbuh lebih lambat[1].

Gambar 13. Perubahan mikro struktur dari prototipe


dengan kandungan mangan 2% sesuai dengan perubahan
proses, tampilan dari secondary electron-SEM. Etsa Nital
5%

Kekerasan dan ketahanan aus dari prototipe


akan meningkat dengan peningkatan laju
pendinginan dalam proses normalisasi. Laju
pendinginan yang menggunakan kipas angin
akan menghasilkan nilai kekerasan dan
ketahanan aus tertinggi. Hal tersebut disebabkan
karena meningkatnya jumlah aggregate bainitic
ferrite (acicular bainitic ferrite, compact
Gambar 12. Skema pembentukan bainite: (a) Laju
pendinginan lambat, (b) Laju pendinginan cepat
bainitic ferrite, massive bainitic ferrite) yang
mengandung endapan karbida halus. Endapan
Pembentukan bainitic ferrite sub-unit karbida yang keras akan menyebabkan fasa
dimulai dari batas butir austenite. Laju aggregate bainitic ferrite tersebut menjadi lebih
pendinginan yang lambat akan menyebabkan keras dibandingkan fasa austenite sisa.
pertumbuhan sub-unit pada batas butir akan Selanjutnya struktur mikro, kekerasan dan
lambat pula, sehingga memberikan kesempatan ketahanan aus dari prototipe yang memiliki
untuk terbentuknya sub-unit baru pada ujung kandungan mangan 1% maupun 2%
sub-unit yang terbentuk pertama kali pada batas dibandingkan dengan struktur mikro, kekerasan
butir. Pertumbuhan sub-unit baru pada ujung dan ketahanan aus dari material tapak rantai
sub-unit terdahulu lebih lambat. Hal ini akan impor yang dipakai pada kendaraan tempur tank.
menyebabkan terbentuknya acicular bainitic Struktur mikro dari tapak rantai impor dapat
ferrite dengan jumlah austenite sisa yang dilihat pada Gambar 14. Terlihat bahwa struktur
banyak. Tetapi dengan laju pendinginan yang mikro hampir mirip dengan struktur mikro
lebih cepat (pendinginan kipas angin) akan prototipe hasil cor dengan kandungan mangan
menyebabkan pertumbuhan sub-unit pada batas 1%. Diasumsikan bahwa tapak rantai impor juga
butir austenite menjadi cepat. Sub-unit akan telah mengalami proses perlakuan panas.
Morfologi Struktur …../ Sri Bimo | 59
Dengan normalisasi mengunakan pendinginan
kipas angin dengan laju pendinginan yang cepat
akan menyebabkan pertumbuhan bainitic ferrite
sub-unit pada batas butir austenite menjadi cepat
sehingga akan menghasilkan struktur mikro
compact bainitic ferrite dengan sedikit austenite
sisa. Struktur mikro tersebut akan menghasilkan
kekerasan dan ketahanan aus yang lebih tinggi
dibanding tapak rantai impor.
Dengan penambahan mangan menjadi 2%
Gambar 14. Struktur mikro dari tapak rantai impor, pada prototipe akan menghasilkan struktur
tampilan dari secondary electron-SEM. Etsa Nital 5%
mikro massive bainitic ferrite yang didalamnya
terdapat endapan halus karbida (Fe, Mn).
Kekerasan dan ketahanan aus dari tapak Peningkatan laju pendinginan akan
rantai impor yang sudah dilakukan perlakuan menyebabkan peningkatan jumlah massive
panas ternyata lebih baik dibandingkan dengan bainitic ferrite dan menurunkan jumlah autenite
tapak rantai prototipe sebelum normalisasi, baik sisa, sehingga terjadi peningkatan nilai
yang memiliki kandungan mangan 1% atau 2%. kekerasan dan ketahanan aus.
Tetapi setelah dilakukan proses perlakuan panas Morfologi dari struktur compact bainitic
normalisasi terhadap tapak rantai prototipe, ferrite lebih baik dibandingkan struktur massive
nilai kekerasan maupun ketahanan ausnya dapat bainitic ferrite.
melebihi tapak rantai impor. Gambar 15 berikut
memperlihatkan grafik perbandingan nilai
kekerasan tapak rantai impor dengan tapak UCAPAN TERIMA KASIH
rantai prototipe untuk proses yang berbeda. Penulis mengucapkan terima kasih kepada
Kementerian Negara Riset dan Teknologi
38 Republik Indonesia yang telah membiayai dana
36
penelitian Insentif PKPP tahun 2012 dan
34
Insentif Riset SINAS tahun 2013, serta semua
pihak yang telah memberikan sumbangan
Hardness, HRC

32

30
pemikiran dan diskusi yang berguna.
28

26 1%Mn DAFTAR PUSTAKA


24
2%Mn [1] Zhang-wei Hu, Guang Xu, Hai-jiang Hu,
22
original “In Situ Measured Growth Rates of Bainite
1 2 3 Plates in an Fe-C-Mn-Si Superbainitic
1:ascast; 2:air normaliz ing; 3:fan normaliz ing
Steel”, International Journal of Minerals,
0.7 Metallurgy and Materials, volume 21, page
0.6
371, 2014.
[2] J. Wang, P.J. Van Der Wolk, S. Van Der
% lose of weight

0.5
Zwaag, “On the Influence of Alloying
0.4 Elements on the Bainite Reaction in Low
Alloy Steels During Continuous Cooling”,
0.3
1%Mn Journal of Materials Science, volume 35,
0.2 2%Mn page 4393, 2000.
0.1
original [3] H.D.H. Bhadeshia, J. W. Christian, “Bainite
1 2 3
in Steels”, Metallurgical Transactions A,
1:ascast; 2:air normalizing; 3:fan normalizing
volume 21A, pages 767-768, 1990.
Gambar 15. Grafik hubungan nilai kekerasan dan
[4] Roger K. Steele, “Steel Alloys with Lower
kehilangan berat dari tapak rantai impor dengan tapak Bainite Microstructure for Use in Railroad
rantai prototipe untuk proses yang berbeda Cars and Track”, U.S. Department of
Transportation, USA, Laporan teknis, 2002.
4. KESIMPULAN [5] K.D.H. Bhadeshia, D. V. Edmonds J,
Struktur mikro dari tapak rantai prototipe “Discussion of the Bainite Transformation
dengan kandungan mangan 1% tanpa in a Silicon Steel”, Metallurgical
normalisasi adalah acicular bainite yang terdiri Transactions A, volume 16, page 457, 1979.
dari acicular bainitic ferrite dan austenite sisa.
60 | Majalah Metalurgi, V 30.2.2015, ISSN 0126-3188/ 55-62
[6] Lei Shi, Zesheng Yan, Yongchang Liu and Mo”, Metallurgical Transactions A,
“Development of Ferrite / Bainite Bands and volume 23A, pages 1403-1404, 1992.
Study of Bainite Transformation Retardation [8] H. Okamoto, “Carbon Binary Alloy Phase”,
in HSLA Steel During Continuous Alloy Phase Diagram, U.S.A, ASM
Cooling”, Metals and Material International Handbook Committee, page
International, volume 20, pages 19-20, 527, 1998.
2014.
[7] C.P. Luo, G.J. Weatherly, Zheng-Yi Liu
“The Crystallography of Bainite in a
Medium-Carbon Steel Containing Si, Mn,

Morfologi Struktur …../ Sri Bimo | 61


62 | Majalah Metalurgi, V 30.2.2015, ISSN 0126-3188/ 55-62