Anda di halaman 1dari 14

s #1%

5klt#
s. -
IDX
Indonesia Stock Exchange
U
Nabung
member of
vtfe WORLD FEDERATION
OF EXCHANGES Saham

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI P I BURSA EFEK INDONESIA

Nomor : Kep- 00055/BEI/04-2017


Perihal : Peraturan Nomor II-M tentang Perdagangan Kontrak Berjangka
Surat Utang Negara (KBSUN)
Tgl. Dikeluarkan 25 April 2017
Tgl. Diberlakukan 8 Mei 2017
Menimbang a. bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan atas tersedianya
instrumen baru yang dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia,
dan guna memberikan landasan hukum bagi pelaku pasar dalam
melaksanakan aktivitas perdagangan Kontrak Berjangka Surat
Utang Negara, maka dipandang perlu menetapkan Peraturan khusus
terkait dengan perdagangan Kontrak Berjangka Surat Utang Negara;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas,


dipandang perlu untuk menerbitkan Peraturan terkait dengan
Perdagangan Kontrak Berjangka Surat Utang Negara dalam
Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia.

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal


(Lembaran Negara RI Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan Lembaran
Negara RI Nomor 3608);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang


Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal (Lembaran
Negara Tahun 1995 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3617) sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12
Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 27, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4372);

Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.E.l. tentang Kontrak


Berjangka dan Opsi Atas Efek atau Indeks Efek (Lampiran
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: Kep-
39/PM/2003 tanggal 31 Oktober 2003);

4. Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-35/PM.2/2017 pada tanggal


6 April 2017 perihal Persetujuan atas Konsep Peraturan BEI Nomor
II-M tentang Perdagangan Kontrak Berjangka Surat Utang Negara
(KBSUN).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan 1. Peraturan Nomor II-M tentang Perdagangan Kontrak Berjangka


Surat Utang Negara (KBSUN), sebagaimana dimuat dalam
Lampiran Keputusan ini.

1
C
Indonesia Stock bxchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl.
Jenci Sudirrnari Kav.52-53 Jakarta 12190 - Indonesia
www.idx.co.icl
Phone ; +62 21 515 0515, Fax ; +62 21 515 0330, Toll Free : 0800 100 9000, Email: callcenter@idx.co.Id
mv
1DX
Indonesia Stock Exchange
11
Nabung
member oJ
vtfe WORLD FEDERATION
OF EXCHANGES Saham

2. Masa transisi untuk ketentuan sebagai berikut:

a. ketentuan mengenai Biaya Transaksi sebagaimana diatur dalam


ketentuan X. Lampiran Keputusan ini mulai berlaku pada
tanggal 2 Januari 2018.

b. Kewajiban Liquidity Provider untuk meraasukkan penawaran


jual dan permintaan beli sebagaimana diatur dalam ketentuan
XI.1.1, XI.1.2, dan XI.3 Lampiran Keputusan ini mulai berlaku
pada tanggal 2 Januari 2018.

3. Keputusan ini efektif sejak tanggal diberlakukan.

Hormat lcami,

Alpino Kianjaya amdi Hassyarbaini


Direktur Direktur

Tembusan Yth,:
1. Yth. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan
2. Yth. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II, Otoritas Jasa Keuangan
3. Yth. Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IIA, Otoritas Jasa Keuangan
4. Yth. Direktur Pengawasan Lembaga Efek, Otoritas Jasa Keuangan
5. Yth. Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan
6. Yth. Direksi PT Kliring Pet-yam in an Efek Indonesia
7. Yth. Direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
8. Yth. Direksi PT Penilai Harga Efek Indonesia
9. Yth. Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia

2
Indonesia Stock Exchange Building,Tower I, 6th Floor, Jl. Jenci. Sudirrnan Kav.52-53 Jakarta 12190 - Indonesia
www.idx.co.icl Phone : +62 21 515 0515, Fax : +62 21 515 0330, Toll Free : 0800 100 9000, Email: callcenter@idx.co.id
LAMPIRAN
Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia
Nomor ICep- 00055/BE1/04-2017
Tanggal ditetapkan : 25 April 2017
Tanggal diberlakukan ; 8Mei2017

PERATURAN NOMOR II-M: TENTANG PERDAGANGAN KONTRAK BERJANGKA


SURAT UTANG NEGARA (KBSUN)

I. DEFINISI

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

1.1. Kontrak Berjangka adalah suatu perjanjian yang mewajibkan para pihak untuk
membeli atau menjual sejumlah Underlying pada harga dan dalam waktu tertentu di
masa yang akan datang sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf b Peraturan
Bapepam dan LK Nomor III.E.l. Tentang Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau
Indeks Efek, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-39/PM/2003
tanggal 31 0ktober2003.

1.2. Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) adalah Kontrak Berjangka
dengan Underlying Surat Utang Negara (SUN).

1.3. Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang
dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan
pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya
sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

1.4. Nilai SUN adalah nilai dari Surat Utang Negara.

1.5. Underlying adalah Efek, indeks Efek, sekumpulan Efek atau indeks sekumpulan Efek
yang menjadi dasar transaksi kontrak sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf h
Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.E.l. Tentang Kontrak Berjangka dan Opsi atas
Efek atau Indeks Efek, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-
39/PM/2003 tanggal 31 0ktober2003.

1.6. Harga KBSUN adalah angka yang terbentuk berdasarkan perjumpaan penawaran jual
dan permintaan beli KBSUN yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek di Bursa.

1.7. Fraksi Harga KBSUN adalah satuan perubahan Harga KBSUN yang digunakan dalam
melakukan penawaran jual dan/atau permintaan beli KBSUN.

1.8. Angka Pengganda (Multiplier) KBSUN adalah nilai Rupiah yang mewakili satu
Harga KBSUN.

1.9. Pasar KBSUN adalah pasar dimana perdagangan KBSUN di Bursa dilaksanakan
berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous
auction market) oleh Anggota Bursa Efek.

1.10. Harga Penyelesaian Final (HPF) adalah harga yang digunakan untuk penentuan hale
dan kewajiban Anggota Bursa Efek pada hari jatuh tempo.

1.11. Harga Penyelesaian Marian (HPH) adalah harga yang digunakan untuk penentuan
hak dan kewajiban harian Anggota Bursa Efek.

1
1.12. Daftar Hasil Kliring Kontrak Berjangka dan Opsi (DHK-Kontrak Berjangka dan
Opsi) adalah dokumen elektronik yang merauat perincian hak dan kewajiban masing-
masing Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa Kontrak Berjangka
dan/atau Opsi.

1.13. Laporan Penyelesaian Kewajiban Kontrak Berjangka dan Opsi (LPK Kontrak
Berjangka dan Opsi) adalah dokumen yang memuat status pemenuhan hak atau
kewajiban uang dari masing-masing Anggota Bursa Efek terkait Transaksi Kontrak
Berjangka dan/atau Opsi.

1.14. Posisi Terbuka adalah posisi kontrak baik jual maupun beli yang belum diselesaikan
sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf f Peraturan Bapepam dan LK Nomor
III.E.l. Tentang Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau Indeks Efek, Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-39/PM/2003 tanggal 31 Oktober 2003.

1.15. Transaksi Saling Ha pus KBSLJN adalah transaksi yang dilakukan oleh Anggota Bursa
Efek untuk mengakhiri Posisi Terbuka KBSUN dengan menjumpakan penawaran jual
dengan permintaan beli.

1.16. Anggota Bursa Efek adalah Perusahaan Efek yang telah memperoleh izin usaha dari
Otoritas Jasa Keuangan sebagai Perantara Pedagang Efek atau Penjamin Emisi Efek
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal (UUPM) dan telah memperoleh Persetujuan Keanggotaan Bursa
untuk mempergunakan sistem dan/atau sarana Bursa dalam rangka melakukan kegiatan
perdagangan Efek di Bursa sesuai dengan Peraturan Bursa.

1.17. Liquidity Provider Kontrak Berjangka adalah Anggota Bursa Efek yang telah
mendapat persetujuan dari Bursa untuk dapat memperdagangkan Kontrak Berjangka
dan Opsi, dan mempunyai kewajiban untuk melakukan penawaran jual dan permintaan
beli Kontrak Berjangka setiap Hari Bursa guna mendukung terciptanya likuiditas
perdagangan Kontrak Berjangka tersebut.

1.18. Bursa adalah PT. Bursa Efek Indonesia.

1.19. Jakarta Automated Trading System (JATS) adalah sistem perdagangan Efek yang
berlaku di Bursa untuk perdagangan yang dilakukan secara otomasi dengan
menggunakan sarana komputer.

1.20. Auto Rejection KBSUN adalah penolakan secara otomatis oleh JATS terhadap
penawaran jual dan/atau permintaan beli KBSUN yang dimasukkan ke JATS akibat
dilampauinya batasan harga yang ditetapkan oleh Bursa.

1.21. Hari Bursa adalah hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa yaitu hari
Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional
atau dinyatakan sebagai hari libur Bursa oleh Bursa.

1.22. Waktu JATS adalah waktu yang tertera pada JATS.

1.23. Penguinunian Bursa adalah pengumuman tertulis yang disampaikan melalui media
elektronik maupun sarana lain yang ditetapkan oleh Bursa.

1.24. KPEI adalah PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia.

2 (
1.25. Lembaga Penilaian Harga Efek (LPHE) adalah Pihak yang melakukan penilaian
harga Efek bersifat Utang dan Sukuk untuk menetapkan harga pasar wajar sebagaimana
dimaksud dalam angka 1 huruf a Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.C.3. Tentang
Lembaga Penilaian Harga Efek, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor
KEP-183/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009.

1.26. Trading-ID adalah bagian dari SID yang digunakan sebagai identitas nasabah untuk
melaksanakan perdagangan di Bursa.

1.27. PHEI adalah PT Penilai Harga Efek Indonesia.

1.28. Harga Previous adalah Harga Penutupan pada Hari Bursa sebelumnya.

II. KETENTUAN UMUM PERDAGANGAN

II. 1. Anggota Bursa Efek yang melakukan transaksi KBSUN wajib melaksanakan transaksi
tersebut di Bursa melalui JATS.

II.2. Anggota Bursa Efek bertanggung jawab atas seluruh transaksi yang dilakukan di Bursa
baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.

II.3. Anggota Bursa Efek dilarang melaksanakan Transaksi Di Luar Bursa atau memberikan
fasilitas transaksi jual dan/atau beli di luar Bursa atas KBSUN.

II.4. Dalam hal Anggota Bursa Efek memasukkan penawaran jual dan/atau permintaan beli
KBSUN ke JATS, dan penawaran jual dan/atau permintaan beli KBSUN tersebut
terjadi (match), maka transaksi dimaksud adalah sah sebagai Transaksi Bursa.

II.5. Perdagangan KBSUN diselenggarakan melalui JATS berdasarkan proses tawar


menawar secara lelang berkesinambungan.

II.6. Setiap Anggota Bursa Efek yang melakukan perdagangan KBSUN wajib terlebih
dahulu menyetor agunan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPEI.

II.7. Anggota Bursa Efek dilarang untuk melakukan koreksi Trading-ID.

II.8. Dalam hal KPEI melakukan koreksi Trading-ID atas Posisi Terbuka dengan melakukan
Transaksi Saling Hapus maka KPEI akan melaporkan koreksi tersebut ke Bursa di Hari
Bursa yang sama (T+0) dengan dilakukannya koreksi Trading-ID tersebut.

III. UNDERLYING

Bursa menetapkan Underlying perdagangan KBSUN berupa SUN seri benchmark yang
ditetapkan oleh Pemerintah.

IV. WAKTU PERDAGANGAN

IV. 1. Waktu perdagangan KBSUN berpedoman pada Waktu JATS dengan ketentuan sebagai
berikut:

IV.1.1. Senin sampai dengan Kamis;

3li
1V.1.1.1. Sesi I pukul 09.00.00 sampai dengan 12.00.00.

IV.1.1.2. Sesi II pukul 13.30.00 sampai dengan 16.15.00.

IV.1.2. Jumat:

IV.1.2.1. Sesi I pukul 09.00.00 sampai dengan 11.30.00.

IV.1.2.2. Sesi II pukul 14.00.00 sampai dengan 16.15.00.

IV.2. Waktu perdagangan untuk seri KBSUN yang akan jatuh tempo, berakhir pada sesi II
pukul 16.00.00 Waktu JATS Hari Bursa terakhir perdagangan KB SUN jatuh tempo.

IV.3. Dengan memperhatikan kondisi perdagangan di Bursa, maka Bursa dapat mengubah
waktu perdagangan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan IV. 1. dan IV.2. Peraturan
ini dengan Keputusan Direksi setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan.

IV.4. Perubahan waktu perdagangan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan IV.3. Peraturan
ini diumumkan di Bursa dan mulai berlaku paling cepat 3 (tiga) Hari Bursa sejak
diumumkan atau mulai berlaku sejak tanggal lain yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan pada saat pemberian persetujuan atas Keputusan Direksi tersebut.

V. SPESIFIKASIKONTRAK

V.l. Bursa menyediakan paling kurang 3 (tiga) seri KBSUN dengan periode sebagai berikut:

V.1.1. Bulan Maret;

V.l.2. Bulan Juni;

V.l .3. Bulan September; dan/atau

V.1.4. Bulan Desember.

V.2. Angka Pengganda (Multiplier) KBSUN yang ditetapkan sebesar Rpl.000.000.000,-


(satu miliar rupiah).

V.3. Satuan Perdagangan KBSUN:

V.3.1. Perdagangan KBSUN harus dalam satuan kontrak KBSUN atau kelipatannya.

V.3.2. Setiap satu satuan kontrak KBSUN memuat satu KBSUN.

V.4. Auto Rejection KBSUN ditetapkan paling tinggi 300 bp (tiga ratus basis point) dari
HPH Hari Bursa sebelumnya.

V.5. Fraksi Harga KBSUN ditetapkan sebesar 0,01% (nol koma nol satu per seratus) atau
setara dengan 1 bp (satu basis point).

V.6. Bursa menetapkan dimulainya periode perdagangan KBSUN melalui Pengumuman


Bursa, yang antara lain memuat informasi sebagai berikut;

4
4
V.6.1. nama Underlying;

V .62. kode KBSUN;

V.6.3. awal periode perdagangan KBSUN;

V.6.4. akhir periode perdagangan KBSUN.

V.7. Dalam hal Bursa menghentikan penerbitan seri KBSUN sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan V.l. Peraturan ini, malca Bursa mengumumkan pemberhentian tersebut
paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum efektifiiya pemberhentian penerbitan tersebut.

V.8. Dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan pasar, maka Bursa dapat mengubah
Multiplier, Auto Rejection, dan Fraksi Harga KBSUN sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan V.2., V.4. dan V.5. Peraturan ini dengan Keputusan Direksi setelah mendapat
persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

V.9. Perubahan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan V.8. Peraturan ini diumumkan di
Bursa dan mulai berlaku paling cepat 3 (tiga) Hari Bursa sejak diumumkan atau mulai
berlaku sejak tanggal lain yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada saat
pemberian persetujuan atas Keputusan Direksi tersebut.

VI. PESANAN NASABAH

VI. 1. Anggota Bursa Efek yang menerima pesanan dari nasabahnya untuk melakukan
penawaran jual dan/atau permintaan beli atas KBSUN yang tercatat di Bursa wajib
melakukan penawaran jual dan/atau permintaan beli tersebut di Bursa melalui JATS.

VI.2. Anggota Bursa Efek wajib melakukan verifikasi atas setiap pesanan yang diterima dari
nasabahnya guna mendukung pengendalian internal dan untuk mencegah terjadinya
perdagangan yang tidalc wajar.

VI.3. Penawaran jual dan/atau permintaan beli yang dapat dilaksanakan di Bursa oleh
Anggota Bursa Efek hanya pesanan terbatas (limit order) yaitu penawaran jual dan/atau
permintaan beli yang dilaksanakan oleh Anggota Bursa Efek sanipai dengan batas harga
atau parameter yang ditetapkan oleh nasabahnya.

VI.4. Setiap instruksi atas penawaran jual dan/atau permintaan beli, wajib tercatat di bagian
atau fungsi pemasaran yang memuat:

VI.4.1. Tanggal, waktu, dan nomor urut pesanan;

VI.4.2. Nomor Rekening Dana Nasabah;

VI.4.3. Jenis pesanan (jual/beli);

VI.4.4. Jumlah pesanan;

VI.4.5, Harga pesanan;

VI.4.6. Periode KBSUN;

VI.4.7. Keterangan mengenai nasabah (Status Asing/Lokal dan Trading-ID)-,

5 4
VI.4.8. Jenis Pasar (Reguler).

VI.5. Penawaran jual dan/atau permintaan beli yang telah disetujui oleh Anggota Bursa Efek
wajib diteruskan ke JATS satu per satu per pesanan nasabah (tidak digabung)
berdasarkan urutan waktu disetujuinya pesanan tersebut.

VI.6. Penawaran jual dan/atau permintaan beli yang dimasukkan ke JATS wajib dilengkapi
dengan data Trading-ID dari masing-masing nasabah.

VI.7. Bentuk pesanan (order) dalam perdagangan KBSUN di Bursa terdiri dari jual dan/atau
beli.

VI.8. Dalam hal Anggota Bursa Efek dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek di
Bursa (suspensi) baik karena dikenakan sanksi oleh Bursa, suspensi atas permintaan
sendiri atau sistem perdagangan Anggota Bursa Efek mengalami gangguan atau
kerusakan termasuk sistem Business Continuity Plan (BCP) maka Anggota Bursa Efek:

VI.8.1. Wajib mengalihkan Posisi Terbuka tersebut kepada Anggota Bursa Efek lain
sesuai dengan Peraturan KPEI.

VI.8.2. Dapat memberikan pesanan titip jual dan/atau beli kepada Anggota Bursa
Efek lain dengan ketentuan pesanan titip jual dan/atau beli dilakukan dalam
hal terjadi kekurangan MKBD sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Bapepam dan LK Nomor: V.D.5 Tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal
Kerja Bersih Disesuaikan, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK
Nomor Kep-566/BL/2011 tanggal 31 Oktober 2013, dilaksanakan'sebagai
berikut:

VI.8.2.1. untuk mengurangi posisi long atau posisi short pada portofolio
sendiri;

VI.8.2.2. untuk kepentingan nasabah sepanjang tidak meningkatkan saldo


debit pada rekening Efek nasabah, dalam hal kekurangan MKBD
tidak lebih dari 20% (dua puluh perseratus).

VI.8.3. Dapat melakukan pesanan titip jual dan/atau titip beli kepada Anggota Bursa
Efek lain paling lama 20 (dua puluh) Hari Bursa dengan terlebih dahulu
melaporkan ke Bursa mengenai adanya gangguan atau kerusakan pada sistem
perdagangan Anggota Bursa Efek termasuk Business Continuity Plan (BCP).

VI.9. Dalam hal Anggota Bursa Efek memberikan pesanan titip jual dan/atau beli kepada
Anggota Bursa Efek lain maka:

VI.9.1. Anggota Bursa Efek hanya dapat memberikan pesanan titip jual dan/atau beli
kepada 1 (satu) Anggota Bursa Efek lain.

VI.9.2. Sebelum melaksanakan pesanan titip jual dan/atau beli, Anggota Bursa Efek
wajib membuat kesepakatan tertulis dengan Anggota Bursa Efek yang
ditunjuk untuk melaksanakan pesanan titip jual dan/atau beli tersebut dengan
menggunakan formulir yang bentuk dan isinya sesuai dengan lampiran II-M.l
Peraturan ini.

VI.9.3. Anggota Bursa Efek yang menerima pesanan titip jual dan/atau beli dari
Anggota Bursa Efek lainnya sebagaimana dimaksud dalam ketentuan VI.9.1

6t
Peraturan ini, wajib memperlakukan pesanan titip jual dan/atau beli Anggota
Bursa Efek tersebut sama dengan pesanan nasabah lainnya.

VI.9.4. Anggota Bursa Efek yang memberi dan yang menerima pesanan titip jual
dan/atau beli dari Anggota Bursa Efek Iain sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan VI.9.1 Peraturan ini wajib menyampaikan laporan pesanan titipan
kepada Bursa paling lambat pukul 17.00.00 WIB pada Hari Bursa
dilakukannya transaksi tersebut dengan menggunakan formulir yang bentuk
dan isinya sesuai dengan lampiran II-M.2. Peraturan ini.

VI. 10. Anggota Bursa Efek hanya dapat menerima dan melaksanakan pesanan Transaksi Bursa
untuk kepentingan anggota Dewan Komisaris, Direktur, dan/atau pegawai Anggota
Bursa Efek yang bersangkutan, apabila Anggota Bursa Efek tersebut telah memiliki
prosedur operasi standar tertulis tentang pelaksanaan pesanan Transaksi Bursa untuk
kepentingan Komisaris, Direktur dan/atau pegawai Anggota Bursa Efek yang paling
kurang memuat hal-hal sebagai berikut:

VI.10.1. kewajiban untuk membuka rekening efek;

VI.10.2. prinsip mendahulukan kepentingan nasabah;

VI.10.3. Transaksi Bursa yang dilakukan tidak bertentangan dengan peraturan


perundangan yang berlaku;

VI.10.4. Transaksi Bursa tersebut diawasi langsung oleh direktur atau pejabat
pengawas melalui sistem pengawasan internal Anggota Bursa Efek yang
bersangkutan.

VII. PROSES TAWAR MENAWAR DI PASAR KBSUN

VII. 1. Setiap penawaran jual dan/atau permintaan beli yang akan dimasukkan ke JATS,
terlebih dahulu telah divalidasi oleh KPEI sesuai dengan Peraturan KPEI.

VII.2. Pedoman tawar menawar perdagangan KBSUN di Pasar KBSUN dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut:

VII.2.1. Untuk pertama kali, berpedoman pada nilai Underlying 1 (satu) hari
sebelumnya yang disediakan oleh PHEI;

VII.2.2. Untuk Hari Bursa berikutnya, berpedoman pada HPH Hari Bursa
sebelumnya, Harga Previous, atau nilai Underlying yang disediakan oleh
PHEI.

VII.3. PHEI mengumumkan harga wajar Underlying dengan ketentuan sebagai berikut:

VII.3.1. Senin sampai dengan Kamis paling kurang pada pukul 08.30.00 dan 13.15.00
WIB;

VII.3.2. Jumat paling kurang pada pukul 08.30.00 dan 13.45.00 WIB.

VI1.4. Penawaran jual dan/atau permintaan beli yang diterima oleh JATS diproses oleh JATS
dengan memperhatikan prioritas harga {price priority), permintaan beli dengan harga
yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli dengan harga yang lebih

7
rendah, sedangkan penawaran jual dengan harga yang lebih rendah memiliki prioritas
terhadap penawaran jual dengan harga yang lebih tinggi.

VII.5. Dalam hal penawaran jual dan/atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama,
J ATS memberikan prioritas kepada penawaran jual dan/atau permintaan beli yang
diajukan terlebih dahulu (time priority).

VII.6. Sebelum transaksi KJBSUN terjadi, Anggota Bursa Efek dapat mengubah penawaran
jual dan/atau permintaan beli di Pasar KBSUN yang sudah dimasukkan ke JATS,
dengan ketentuan:

VII.6.1. Pengurangan jumlah KBSUN pada JATS baik pada penawaran jual maupun
pada permintaan beli di Pasar KBSUN untuk tingkat harga yang sama tidak
mengakibatkan hilangnya prioritas waktu.

VII.6.2, Penambahan jumlah KBSUN baik pada penawaran jual maupun permintaan
beli di Pasar KB SUN untuk tingkat harga yang sama dilakukan dengan
memasukkan penawaran jual maupun permintaan beli baru ke JATS dan
diperlakukan sama dengan penawaran jual maupun permintaan beli baru.

VII.7. JATS menjumpakan penawaran jual dengan permintaan beli untuk KBSUN yang sama
secara keseluruhan maupun sebagian di Pasar KBSUN berdasarkan price dan time
priority.

VII.8. Transaksi Bursa di Pasar KBSUN terjadi dan mengikat pada saat penawaran jual
dijumpakan (match) dengan permintaan beli oleh JATS.

VII.9. Transaksi Bursa sebagaimana dimaksud pada ketentuan VII.7. Peraturan ini, tidak dapat
dibatalkan.

VII.10. Dalam hal terjadi Transaksi Bursa sebagaimana dimaksud pada ketentuan VII.7.
Peraturan ini, maka Anggota Bursa Efek mempunyai Posisi Terbuka atas KBSUN yang
ditransaksikan tersebut.

VII.ll. Posisi Terbuka KJBSUN sebagaimana dimaksud pada ketentuan VII.9. Peraturan ini
akan berakhir apabila:

VII.11.1. penjual memasukkan permintaan beli dan diperjumpakan dengan penawaran


jual atas posisi terbuka pada seri yang sama oleh JATS.

VII.11.2. pembeli memasukkan penawaran jual dan diperjumpakan dengan permintaan


beli atas posisi terbuka pada seri yang sama oleh JATS.

VII.11.3. dilikuidasi oleh KPEI.

VIII. PENYELESAIAN TRANSAKSI KBSUN

VIII.1. Mekanisme Penyelesaian transaksi KBSUN

VIII. 1.1. Penyelesaian transaksi KBSUN dijamin oleh KPEI sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 26/POJK.04/2014 tentang
Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa, dan Peraturan KPEI.

8 <
VIII. 1.2. Penyelesaian transaksi KBSUN dilaksanakan sesuai dengan Peraturan KPEI
pada Hari Bursa berikutnya setelah terjadinya transaksi KB SU N (T+l).

VIIl.l .3. Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar KB SUN dilaksanakan setelah melalui
Kliring secara Netting oleh KPEI.

VIII.1.4. Hak atau kewajiban Anggota Bursa Efek yang tirabul akibat transaksi
KBSUN dicantumkan dalam DHK-Kontrak Berjangka dan Opsi yang
diterbitkan dalam bentuk elektronik wajib disediakan oleh KPEI paling
larabat pukul 19.30.00 WIB pada Hari Bursa yang sama dengan terjadinya
transaksi.

VIII.1.5. Penyelesaian transaksi KBSUN sesuai DHK-Kontrak Berjangka dan Opsi


wajib diselesaikan oleh Anggota Bursa Efek kepada KPEI paling lambat
pukul 12.00.00 WIB dan oleh KPEI kepada Anggota Bursa Efek paling
lambat pukul 14,30.00 WIB pada tanggal yang ditetapkan dalam DHK-
Kontrak Berjangka dan Opsi.

VIII. 1.6. Anggota Bursa Efek wajib menyerahkan dana untuk transaksi KBSUN
kepada KPEI dengan cara pemindahbukuan dana ke Rekening Jaminan
Kontrak Berjangka dan Opsi di Bank Pembayaran paling lambat pukul
12.00.00 WIB pada tanggal yang ditetapkan dalam DHK-Kontrak Berjangka
dan Opsi.

VIII. 1.7. KPEI menyerahkan dana untuk transaksi KBSUN kepada Anggota Bursa
Efek dengan cara pemindahbukuan dana ke Rekening Jaminan Kontrak
Berjangka dan Opsi di Bank Pembayaran paling lambat pukul 14.30.00 WIB
pada tanggal yang ditetapkan dalam DHK-Kontrak Berjangka dan Opsi.

VIII. 1.8. KPEI menyediakan LPK-Kontrak Berjangka dan Opsi dalam bentuk
elektronik paling lambat pukul 16.00.00 WIB pada Hari Bursa
diselesaikannya transaksi KBSUN.

VIII.1.9. Dalam hal Anggota Bursa Efek tidalc memenuhi kewajibannya untuk
menyerahkan dana kepada KPEI sebagaimana tercantum dalam DHK-
Kontrak Berjangka dan Opsi untuk transaksi KBSUN, maka penyelesaiannya
wajib dilakukan sesuai dengan Peraturan KPEI.

VIIl.l.10.Apabila berdasarkan laporan yang diterima Bursa dari KPEI pukul 12.00.00
WIB, Anggota Bursa Efek dinyatakan gagal bayar, maka Anggota Bursa Efek
dikenakan pembatasan transaksi sesuai dengan peraturan KPEI.

VIIl.l.11 .Apabila berdasarkan laporan KPEI yang menyatakan bahwa Anggota Bursa
Efek sebagaimana dimaksud dalam ketentuan VIII.1.10. Peraturan ini tetap
tidalc dapat memenuhi kewajiban penyelesaian transaksi KBSUN sampai
dengan pukul 16.15.00 WIB, maka:

VIII.1.11.1. Bursa melarang Anggota Bursa Efek yang bersangkutan untuk


melakukan kegiatan perdagangan Kontrak Berjangka dan Opsi
di Bursa pada Hari Bursa berikutnya sampai dengan KPEI
melaporkan ke Bursa bahwa semua kewajiban Anggota Bursa
Efek tersebut telah terpenuhi; dan

VIII. 1.11.2. Bursa dapat melarang Anggota Bursa Efek yang bersangkutan
untuk melakukan kegiatan perdagangan Efek lain di Bursa.

9
<
VIII.2. Penetapan HPH dan HPF transaksi KBSUN ditetapkan lebih lanjut dalam keputusan
bersama Bursa dan KPEI.

IX. PENGHENTIAN PERDAGANGAN

IX.1. Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan KBSUN apabila:

IX,1.1. terjadi permasalahan teknis pada sistem pengendalian risiko (risk


management system) dan/atau sistem kliring KPEI yang mendukung
perdagangan KBSUN; dan/atau

IX.1.2. terdapat Perintah dari Otoritas Jasa Keuangan.

IX.2. Dalam hal Bursa menghentikan perdagangan KBSUN sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan IX. 1. Peraturan ini, maka:

IX.2.1. transaksi KBSUN yang sudah terjadi sebelum dihentikannya perdagangan


tetap berlaku.

IX .2.2. transaksi KBSUN sebagaimana dimaksud dalam ketentuan IX.2.1. Peraturan


ini dapat dinyatakan tidak berlaku, apabila terdapat inkonsistensi data,
kesalahan data dan/atau hilangnya data transaksi KBSUN tersebut pada JATS
yang disebabkan karena tidak berfungsinya JATS sebagaimana mestinya.

IX.2.3, semua sisa penawaran jual dan/atau permintaan beli yang telah dimasukkan
ke JATS sebelum dihentikannya perdagangan dinyatakan tidak berlaku lagi.

IX.3. Untuk menjaga kelangsungan perdagangan Efek di Bursa, maka Bursa dapat
menerapkan sistem dan tata cara perdagangan lainnya sesuai dengan rencana
kelangsungan usaha (Business Contuinity Plan) yang telah memperoleh persetujuan
Otoritas Jasa Keuangan.

X. MAY A TRANSAKSI

X.l. Anggota Bursa Efek wajib membayar biaya transaksi lcepada Bursa sebesar Rp.
10.000,- (sepuluh ribu rupiah) untuk setiap kontrak yang ditransaksikan (tidak termasuk
biaya kliring dan settlement).

X.2. Pembayaran biaya transaksi KBSUN sebagaimana dimaksud dalam ketentuan. X.l.
Peraturan ini ditambah dengan kewajiban Pajak Pertambahan Nilai dilakukan melalui
Bursa sebagai Wajib Pungut.

X.3. Kewajiban pembayaran biaya transaksi KBSUN dan kewajiban perpajakan


sebagaimana dimaksud dalam ketentuan X.l. dan X.2. Peraturan ini wajib dibayar
secara penuh dan sudah efektif dalam rekening Bursa setiap bulan paling lambat pada
hari kalender ke-12 (dua belas) bulan berikutnya.

X.4. Dalam hal hari kalender ke-12 (dua belas) sebagaimana dimaksud dalam ketentuan
X.3. Peraturan ini jatuh pada hari Sabtu atau hari Minggu atau hari libur maka
kewajiban dimaksud efektif pada hari kerja berikutnya.

10
X.5. Keterlambatan pembayaran biaya transaksi sebagaimana dimaksud dalam ketentuan
X.3. Peraturan ini dikenakan denda sebesar 1% (satu per seratus) dari jumlah biaya
yang harus dibayar untuk setiap hari kalender keterlambatan.

X.6. Keterlambatan pembayaran PPN sebagaimana dimaksud dalam ketentuan X.3.


Peraturan ini dikenakan biaya penggantian sejumlah yang telah dikeluarkan oleh Bursa
ditambah bunga 1% (satu perseratus) dari jumlah kewajiban perpajakan yang harus
dibayar untuk setiap hari kalender keterlambatan.

X.7. Anggota Bursa Efek yang tidak memenuhi kewajibannya paling lambat 5 (lima) Hari
Bursa setelah lampaunya jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ketentuan X.3.
Peraturan ini, malca Anggota Bursa Efek tersebut selain dikenakan denda, biaya
penggantian, dan bunga sebagaimana dimaksud dalam ketentuan X,5. dan X.6.
Peraturan ini juga dikenakan suspensi sampai dengan diselesaikannya seluruh
kewajiban pembayaran biaya transaksi dan dendanya.

XI. LIQUIDITY PROVIDER KONTRAK BERJANGKA

XI.1. Liquidity Provider Kontrak Berjangka wajib secara berkelanjutan selama waktu
perdagangan pada setiap Hari Bursa memasukkan penawaran jual dan permintaan beli
dengan ketentuan:

XI.1.1. Paling kurang 10 (sepuluh) kontrak untuk setiap penawaran jual pada setiap
seri KBSUN.

XI.1.2. Paling kurang 10 (sepuluh) kontrak untuk setiap permintaan beli pada setiap
seri KBSUN.

XI.2. Dalam hal seluruh maupun sebagian penawaran jual dan/atau permintaan beli yang
dimasukkan oleh Liquidity Provider Kontrak Berjangka telah diperjumpakan dengan
permintaan beli dan/atau penawaran jual yang dimasukkan oleh Liquidity Provider
Kontrak Berjangka dan Anggota Bursa Efek lain malca Liquidity Provider Kontrak
Berjangka wajib memasukkan penawaran jual dan permintaan beli yang baru sesuai
dengan ketentuan XI.1. Peraturan ini.

XI.3. Liquidity Provider Kontrak Berjangka wajib memasukkan penawaran jual dan
permintaan beli sebagaimana dimaksud dalam ketentuan XI.1.1 dan XI.1.2. Peraturan
ini sampai dengan terjadinya transaksi paling kurang 100 (seratus) kontrak per hari
untuk setiap Underlying.

XI.4. Batasan maksimal rentang harga antara penawaran jual dan permintaan beli (maximum
bid/ask spread) KBSUN yang harus dijaga oleh Liquidity Provider Kontrak Berjangka
adalah 20 bp (dua puluh basis point) di atas harga antara penawaran jual dan
permintaan beli (maximum bid/ask spread) untuk Surat Utang Negara (SUN) seri
benchmark yang ditetapkan oleh Pemerintah.

XI.5. Pengajuan penawaran jual dan permintaan beli yang baru pada seri kontrak yang sama,
alcan selalu menggantikan penawaran jual dan permintaan beli yang telah ada
sebelumnya dengan memperhatikan prioritas harga (price priority) dan prioritas waktu
(time priority).

Ill ^
XI.6. Ketentuan terkait proses tawar menawar sebagaimana dimaksud dalam ketentuan VII.
Peraturan ini berlaku juga unliik penawaran jual dan permintaan beli yang telah
dilakukan Liquidity Provider kecuali Ketentuan VII.5. Peraturan ini.

XI.7. Biaya transaksi yang dikenakan kepada Liquidity Provider Kontrak Berjangka
ditetapkan sesuai kebijakan Bursa.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 25 April 2017

PT Bursa Efek Indonesia

Alpino Kianjaya mdi Hassyarbaini


Direktur Direktur

12