Anda di halaman 1dari 6

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PPKn

KURIKULUM 2013

Rahmayani
SMP Negeri 15 Kota Bengkulu
e-mail : nuningyen@yahoo.com

Abstract: The purpose of research was to describe the implementation of instructional


management of Civics subject of the 2013-Curriculum at Grade VII of Public Junior High School
Number 1 of Bengkulu City. This study employed the qualitative descriptive research method. The
data were collected by applying the observation, interviews, and documentation. The results show
that the implementation of instructional management in Civics subject of the 2013-Curriculum at
Grade VII of Public Junior High School Number 1 of Bengkulu City have complied with standard
stages of instructional management; they are planning of the instructional process, implementation
of the instructional process, and evaluation of the instructional results. The school principal, the
vice principals, the teachers, and the students have considerably understood the vision, missions,
and aims of the Civics subject of the 2013-Curriculum.

Keywords: Implementation, instructional management, Civics Subject, the, 2013-Curriculum

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi manajemen pembelajaran


PPKn Kurikulum 2013 pada Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu. Penelitian ini menerapkan
metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menerapkan teknik observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen
pembelajaran PPKn di Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu telah memenuhi prinsip-prinsip
implementasi manajemen pembelajaran PPKn pada kurikulum 2013, meliputi tahapan
perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran. Kepala sekolah, wakil
kepala sekolah, guru-guru PPKn, dan siswa telah memahami visi, misi, dan tujuan mata pelajaran
PPKn.

Kata Kunci: Implementasi, Manajemen pembelajaran, PPKn; Kurikulum 2013

PENDAHULUAN sikap pendidik sangat diperlukan agar


Implementasi pengelolaan pembelajaran penerapannya sesuai dengan amanat kurikulum.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk itu guru perlu meningkatkan kualitas
(PPKn) kurikulum 2013 mengacu pada standar dirinya agar pengetahuan, keterampilan dan
proses pendidikan yang telah diatur dalam karakter yang dibutuhkan dapat berkembang
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan perkembangan profesionalisme
Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses guru dalam mengimplementasikan pengelolaan
Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar proses pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum 2013,
adalah kriteria mengenai pelaksanaan pem- karena beban pada kurikulum 2013 lebih berat
belajaran pada satuan pendidikan untuk dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya.
mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Jika dipandang dari elemen kedudukan mata
Sejalan dengan itu, implementasi pengelolaan pelajaran, kurikulum 2013 menjadikan komp-
pembelajaran PPKn Kurikulum 2013 dimak- etensi yang ingin dicapai oleh peserta didik yang
sudkan bagaimana setiap satuan pendidikan semua diturunkan dari mata pelajaran, berubah
melakukan perencanaan pembelajaran, pelak- menjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari
sanaan proses pembelajaran serta penilaian kompetensi.
proses pembelajaran untuk meningkatkan Manajemen pembelajaran adalah seluruh
efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi upaya yang dilakukan dengan pengelolaan yang
lulusan. sistematis dan akuntabel dalam rangkaian
Dalam implementasi kurikulum 2013, kegiatan yang melibatkan seluruh potensi yang
guru dituntut untuk lebih meningkatkan ada baik personal maupun material dalam
kinerjanya. Pengetahuan, keterampilan, dan rangka mencapai suatu tujuan yang telah

143
144 Manajer Pendidikan, Volume 10, Nomor 2, Maret 2016, hlm. 143-148

ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen diperlukan manajemen pembelajaran baik dan
pembelajaran identik dengan pengelolaan benar. Dengan adanya pengelolaan yang matang
pembelajaran, dimana pengelolaan pembelajaran diharapkan para pendidik akan mampu mening-
meliputi rencana pembelajaran, pelaksanaan katkan keprofesiannya secara maksimal. Untuk
pembelajaran, dan pelaksanaan hasil pembe- pelaksanaan pembelajaran PPKn Kurikulum
lajaran. Rangkaian ini merupakan kegiatan yang 2013 sudah berjalan selama tiga semester hingga
dilaksanakan guru untuk pencapaian hasil yang sekarang sejak mulai diterapkan pada awal tahun
maksimal, khususnya pada mata pelajaran PPKn. pelajaran 2014/2015.
Mata pembelajaran PPKn bertujuan untuk Dalam implementasi pembelajaran mata
menghasilkan peserta didik yang memiliki pelajaran PPKn, guru dituntut untuk memahami
keimanan dan akhlak mulia sebagaimana tentang karakteristik, konsep, tujuan pembela-
diarahkan oleh falsafah hidup bangsa Indonesia, jaran, strategi pelaksanaan, peta kompentesi
yaitu Pancasila agar dapat berperan sebagai dasar, kompetensi inti, penentuan topik dan
warga negara yang efektif dan bertanggung penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator-
jawab. Pembahasannya secara utuh mencakup indikator yang harus dicapai oleh siswa. Semua
empat pilar kebangsaan yang terkait satu sama bahan kajian itu menjadi kegiatan pengelolaan
lain, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar pelaksanaan pembelajaran PPKn sesuai dengan
1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia pendekatan yang digunakan dalam kurikulum
(NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika (Saputra, 2013, peserta didik difasilitasi buku siswa,
dkk., 2014: iii). kompetensi sebagai instrumen untuk mengarah-
Tujuan dari pembelajaran PPKn ini sangat kan peserta didik menjadi (1) manusia
relevan dengan kehidupan realita sekarang ini, berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab
dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan tantangan zaman yang selalu berubah; (2)
Teknologi (Iptek) di bidang informatika yang manusia terdidik yang beriman dan bertakwa
sangat maju serta percepatan era globalisasi, kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia,
sehingga dapat mengkhawatirkan perkembangan sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3)
peserta didik menghadapi tantangan rintangan warga negara yang demokratis bertanggung
yang penuh dengan gejolak masyarakat dunia jawab (Saputra, dkk., 2014: iv). Guru dapat
pada masa yang akan datang. Dengan adanya memperkayanya dengan kreasi dalam berbagai
perkembangan tersebut diharapkan para bentuk kegiatan lain yang sesuai dan relevan
pendidik dapat memberikan bekal sikap, yang bersumber dari lingkungan sosial alam
pengetahuan dan keterampilan dalam menyikapi (Saputra, dkk., 2014: v).
kehidupan yang selalu mengalami perubahan Guru juga difasilitasi pedoman buku guru
sepanjang masa kepada peserta didik. Perubahan khusus PPKn yang memberikan arahan serta
ini akan terjadi dengan demikian pesat tanpa ada tuntunan sebagai konsep pembelajaran untuk
yang bisa menghentikannya. mencapai hasil pembelajaran yang maksimal,
Manajemen pembelajaran PPKn sangat sehingga guru dapat menjabarkan usaha minimal
memerlukan tenaga pendidik yang profesional yang harus dilakukan siswa untuk mencapai
dalam proses manajemen pembelajaran yang kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan
dimulai dengan pengeloaan perencanaan, yaitu pendekatan yang digunakan dalam kurikulum
menyiapkan materi, membuat seperangkat alat 2013, siswa diajak untuk berani mencari sumber
mengajar, seperti program tahunan, program belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di
semester, rencana pembelajaran dan analisis sekitarnya. Namun dalam hal ini, peranan guru
materi pelajaran (Hamalik, 2005:5). Implemen- untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya
tasi manajemen pembelajaran PPKn yang serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada
dikatakan baik tidak terlepas dari persiapan buku pedoman guru sangatlah penting.
bahan dan perangkat pembelajaran, seperti Pemberlakuan kurikulum 2013 menunjuk-
strategi, alat media, metode, dan sebagainya. kan tingginya harapan pemerintah terhadap
Selain itu, evaluasi pembelajaran dan sistem peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,
penilaian proses belajar mengajar sangat perlu tidak hanya bagi peserta didik, namun juga bagi
diaplikasikan secara matang dengan cara para pendidik. Hal ini yang tentu saja harus
membuat dalam bentuk skenario dan sistem disertai dengan ketersediaan fasilitas pembe-
evaluasi pendidikan. lajaran. Peningkatan kualitas pendidikan melalui
Adanya perkembangan pendidikan pada kurikulum 2013 diharapkan terjadinya perbaikan
masa sekarang dan yang akan datang, maka pembelajaran, dimana peserta didik belajar
Rahmayani, Implementasi Manajemen Pembelajaran PKn 145

sesuai dengan kemampuan dan potensi yang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
dimiliki, serta dialog maksimal antara potensi- sebagai implikasi dari kurangnya keinginan dan
nya dengan lingkungan belajarnya di sekolah. inisiatif guru untuk mencari sumber belajar lain
Kurikulum 2013 belum lama diberlakukan, untuk memperkaya materi yang diajarkan
dalam rangka memperbaiki kelemahan kuriku- kepada siswa. Siswa akan mencari sumber
lum sebelumnya, yaitu Kurikulum Satuan belajar lain jika disuruh oleh guru melalui
Tingkat Pendidikan (KTSP). Namun, daya tolak penugasan, baik tugas pribadi maupun tugas
terhadap pemberlakuan kurikulum ini sangat kelompok.
tinggi karena kurikulum 2013 masih belum Penelitian implementasi pembelajaran
tersosialisasi dengan baik, bahkan mungkin PPKn kurikulum 2013 dilakukan di SMP Negeri
belum sampai merata hingga ke wilayah 1 Kota Bengkulu, karena sekolah ini merupakan
kabupaten lainnya, kawasan pendidikan yang salah satu Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
berada di pinggiran atau pedalaman khususnya. (SLTP) favorit dengan fasilitas yang sangat
Dengan adanya pro dan kontra pember- memadai. Penelitian dilakukan di sekolah ini
lakukan Kurikulum 2013 dari berbagai daerah di dipandang tepat, karena permasalahan utama
Indonesia akibat kurang sosialisasi oleh yang sering kali muncul dalam perdebatan yang
pemerintah pusat ke daerah-daerah, termasuk berkenaan dengan kualitas pendidikan adalah
Kota Bengkulu tentu saja akan berimplikasi minimnya sarana dan prasarana pembelajaran
menimbulkan permasalahan dalam pembelajaran yang mampu difasilitasi oleh pihak sekolah.
berbagai mata pelajaran, khususnya mata Oleh karena itu, pembelajaran PPKn kurikulum
pelajaran PPKn. Selain itu, berdasarkan realita 2013 yang belum lama berlangsung sangat tepat
yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari- diterapkan di sekolah-sekolah favorit yang
hari sebagai fenomena sosial di tengah memiliki ketersediaan sarana pembelajaran yang
masyarakat, perilaku siswa sekarang ini telah memadai dibandingkan dengan sekolah lainnya.
banyak menyimpang dari nilai-nilai moral Dengan segala ketersediaan dan keleng-
Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara kapan fasilitas yang dimiliki tersebut, penulis
dan falsafah hidup bangsa Indonesia seperti yang tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai
terdapat dalam mata pelajaran PPKn. Oleh implementasi manajemen pembelajaran PPKn
karena itu peneliti tertarik untuk meneliti SMP Negeri 1 Kota Bengkulu yang dilakukan
mengenai implementasi pembelajaran PPKn di melalui metode observasi, wawancara, dan
salah satu jenjang pendidikan sekolah, yaitu dokumentasi. Subjek yang penulis teliti meliputi
tingkat SMP. Guru PPKn Kelas VII yang berjumlah berjumlah
Permasalahan dalam pembelajaran PPKn 2 orang, kepala sekolah, wakil kepala sekolah
Kurikulum 2013, khususnya pada siswa kelas bidang kurikulum dan peserta didik.
VII, antara lain (1) Kriteria Ketuntasan Minimal Secara umum rumusan masalah dalam
(KKM) yang hanya mencapai 71% yang masih penelitian ini adalah “Bagaimanakah manajemen
kurang dari KKM yang ditetapkan oleh pembelajaran PPKn Kurikulum 2013 dilaksana-
kurikulum, yaitu 75% untuk masing-masing kan di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu?.
indikator pencapaian kompetensi, (2) hasil Secara khusus, rumusan masalah dalam
belajar siswa yang masih rendah, yaitu dibawah penelitian ini sebagai berikut:
75 (nilai rata-rata kelas untuk mata pelajaran 1. Bagaimanakah pemahaman guru tentang visi,
PPKn yang ditetapkan oleh sekolah). Hal ini misi, dan tujuan pembelajaran PPKn
dapat diketahui dari nilai rata-rata kelas dari 8 Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Kota
kelas siswa Kelas VII sebesar 68 s.d 73, (3) Bengkulu?
kurangnya keinginan dan inisiatif guru untuk 2. Bagaimanakah persiapan guru PPKn dalam
mencari sumber belajar lain selain buku rangka pembelajaran PPKn Kurikulum 2013
pegangan guru Kurikulum 2013 yang diterbitkan di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu?
oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 3. Bagaimanakah implementasi Rencana
seperti buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit Persiapan Pembelajaran PPKn Kurikulum
buku lainnya dan berbagai artikel yang ada di 2013 oleh guru dalam kelas di SMP Negeri 1
internet yang mampu memperkaya materi yang Kota Bengkulu?
disampaikan kepada siswa, serta (4) kurangnya 4. Bagaimanakah guru PPKn mengevaluasi
keinginan dan inisiatif siswa untuk mencari pembelajaran PPKn kurikulum 2013 dalam
sumber belajar lain selain buku pegangan siswa kelas di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu?
Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh
146 Manajer Pendidikan, Volume 10, Nomor 2, Maret 2016, hlm. 143-148

Hasil penelitian ini diharapkan dapat 1. Observasi


memberikan manfaat teoritis bagi berbagai pihak Melalui metode ini, penelitian dapat
terutama yang berperan dalam dunia pendidikan, melihat secara langsung implementasi pem-
yaitu: belajaran PPKn Kurikulum 2013 dalam bentuk
a. Memberikan masukan (kontribusi) bagi pihak kegiatan pembelajaran yang dilakukan di dalam
sekolah agar dapat menerapkan manajemen kelas, khususnya di Kelas VII SMP Negeri 1
pembelajaran yang baik sesuai dengan Kota Bengkulu.
tuntutan Kurikulum 2013, sehingga dalam 2. Wawancara
implementasinya mampu mengeliminir Bentuk wawancara yang digunakan adalah
permasalahan yang akan timbul, seperti wawancara terstruktur dan wawancara tidak
rendahnya hasil belajar siswa. terstruktur. Untuk wawancara terstruktur,
b. Sebagai bahan rujukan untuk melakukan peneliti menyiapkan dan menyusun pertanyaan
penelitian lebih lanjut dengan bidang kajian terlebih dahulu dalam bentuk panduan
yang sama, yaitu manajemen pembelajaran wawancara. Dalam wawancara tidak struktur,
Kurikulum 2013. peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan
secara lebih luas dan bebas (leluasa) dan tidak
METODE terikat oleh panduan panduan wawancara dengan
Penelitian ini bersifat deskriptif yang tujuan agar pertanyaan lebih fleksibel dan dapat
dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Melalui menggali informasi yang lebih banyak.
penelitian ini akan diperoleh gambaran 3. Dokumentasi
mengenai implementasi manajemen pembela- Data yang diperoleh melalui teknik ini
jaran PPKn, khususnya di Kelas VII SMP merupakan data sekunder, yaitu berupa data-data
Negeri 1 Kota Bengkulu, yaitu bentuk yang dimiliki oleh SMP Negeri 1 Kota Bengkulu
manajemen yang diterapkan yang memerlukan dan guru PPKn Kelas VII yang dapat
penelusuran mendalam mengenai teknik mendukung data hasil penelitian nantinya,
manajemen yang dipergunakan para pendidik di seperti perangkat rencana kegiatan pemb-
sekolah tersebut. Oleh karena itu, analisis elajaran, foto-foto, agenda pelaksanaan kegiatan
kualitatif sangat cocok digunakan untuk pembelajaran PPKn yang akan digunakan untuk
penelitian ini. Peneliti berusaha untuk kelengkapan informasi yang dibutuhkan.
mengumpulkan data secara langsung untuk Penelitian dilaksanakan dengan instrumen
memperoleh gambaran riil mengenai obyek utama adalah peneliti sendiri yang dilengkapi
kajian. dengan instrumen lainnya. Pengembangan
Penelitian ini dilaksanakan pada SMP instrumen pelengkap lainnya dalam penelitian
Negeri 1 Kota Bengkulu untuk mendeskripsikan ini dilakukan melalui metode observasi
implementasi manajemen pembelajaran PPKn langsung, wawancara, dan dokumentasi pada
Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu. kegiatan pembelajaran dengan tujuan agar
Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan memperoleh gambaran tentang pelaksanaan
metode snowball purposive sampling. Menurut kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Kota
Sugiyono (2012: 37), “snowball purposive Bengkulu, kegiatan pengumpulan data, peneliti
sampling adalah teknik penentuan subyek mempunyai kebebasan dalam mengembangkan
dengan pertimbangan tertentu, yaitu subyek data sesuai dengan fakta-fakta dan kenyataan
yang dianggap dapat memberikan keterangan hidup sosial yang dihadapi dan dalam batas-
data secara tepat atau mampu memberikan batas masalah penelitian.
keterangan (informasi) yang jelas mengenai Analisis data dalam penelitian ini terdiri
masalah yang sedang diteliti. Berdasarkan dari empat komponen yang saling berinteraksi
metode sampling di atas, maka subyek yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman
(responden) dalam penelitian ini terdiri atas (1) (dalam Sugiyono, 2012: 337), yaitu
Kepala sekolah (1 orang), (2) Wakil kepala pengumpulan data (collecting data), reduksi data
sekolah bidang kurikulum (1 orang), (3) Guru (data reduction), penyajian data (data display),
mata pelajaran PPKn Kelas VII (2 orang), dan dan penarikan kesimpulan (verification).
(4) siswa dengan tujuan (3 orang). Jadi, jumlah
responden dalam penelitian ini sebanyak 7 HASIL DAN PEMBAHASAN
orang. Hasil penelitian yang dilakukan di Kelas
Teknik pengumpulan data yang digunakan VII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu berkaitan
dalam penelitian ini melalui: dengan upaya menjawab permasalahan
Rahmayani, Implementasi Manajemen Pembelajaran PKn 147

penelitian, yaitu implementasi pembelajaran Persiapan dalam Rangka Pembelajaran


Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn Kurikulum 2013
(PPKn) Kurikulum 2013 yang diuraikan menjadi Persiapan guru PPKn dalam rangka
empat permasalahan, yaitu (1) pemahaman guru pembelajaran adalah dengan membuat rencana
tentang visi, misi dan tujuan pembelajaran pembelajaran dalam bentuk silabus dan rencana
PPKn, (2) persiapan guru dalam rangka pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus
pembelajaran PPKn, (3) implementasi Rencana dijadikan sebagai rujukan untuk membuat RPP.
Persiapan Pembelajaran (RPP) PPKn, dan (4) Agar tidak mengganggu kegiatan pembelajaran,
evaluasi pembelajaran PPKn. Keempat perma- kepala sekolah menginstruksikan kepada guru
salahan tersebut diuraikan sebagai berikut: mata pelajaran PPKn untuk mempersiapkan
kedua perangkat pembelajaran tersebut selama
Visi, Misi dan Tujuan Pembelajaran PPKn libur sekolah. Perangkat tersebut wajib dibuat
Kurikulum 2013 seorang guru dan ditanda tangani kepala sekolah,
Pemahaman guru tentang visi, misi, dan yang selanjutnya akan diperiksa oleh pengawas
tujuan pembelajaran PPKn Kurikulum 2013 di dari Dinas Diknas Pendidikan dan kebudayaan
SMP Negeri 1 Kota Bengkulu, guru memahami Kota Bengkulu, karena hal ini akan berpengaruh
visi, misi, dan tujuan pembelajaran PPKn kepada kredibilitas guru dan sekolah.
Kurikulum 2013 sebagai pendidikan nilai dan
moral Pancasila, penyadaran akan norma dan Evaluasi Pembelajaran PPKn Kurikulum
konstitusi UUD 1945, pengembangan komitmen 2013
terhadap NKRI, dan penghayatan terhadap Evaluasi pembelajaran PPKn Kurikulum
filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Dalam proses 2013 dalam kelas di SMP Negeri 1 Kota
pembelajaran, misi dari pembelajaran PPKn Bengkulu, dalam pelaksanaannya guru aktif
Kurikulum 2013, yaitu guru menyampaikan nilai menilai siswa dengan menyesuaikan pada aspek
dan moral yang terkandung dalam empat pilar sikap, pengetahuan, keterampilan, selanjutnya
kebangsaan yang satu sama lain saling terkait guru selalu berkoordinasi dengan pihak terkait.
agar siswa mampu menerapkannya dalam Dan kepala sekolah menyerahkan proses
kehidupan sehari-hari sebagai warga masyarakat evaluasi pembelajaran PPKn kepada guru yang
dan sebagai warga negara. Tujuan pembelajaran mengajar di kelas, karena guru sebagai pihak
PPKn Kurikulum 2013 untuk mempersiapkan terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
para peserta didik sebagai warga negara yang Adapun hasil penilaian yang akan dijadikan nilai
menguasai pengetahuan (knowledge), sikap dan rapor siswa meliputi nilai tugas, nilai UH, dan
nilai (attitudes and values), keterampilan (skills) nilai ujian semester. Nilai tugas diperoleh dari
yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan pemberian tugas tiap selesai satu bab dalam
rasa kebangsaan dan cinta tanah air sebagai proses pembelajaran. Nilai sikap diperoleh dari
wujud implementasi dan aktualisasi nilai-nilai sikap siswa selama mengikuti kegiatan
Pancasila. pembelajaran, yaitu sikap terhadap teman dan
Tahap implementasi rencana pelaksanaan sikap terhadap guru di dalam kelas. Nilai
pembelajaran PPKn Kurikulum 2013 oleh guru semester diperoleh dari nilai yang diproleh siswa
dalam kelas di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu, berdasarkan tingkatan pemahaman mereka
dilaksanakan dengan melakukan observasi oleh terhadap materi yang telah diterima selama satu
kepala sekolah secara langsung ke dalam kelas semester (untuk semester ganjil). Untuk
untuk melihat kesesuaian kegiatan yang terdapat semester genap, maka nilai semester merupakan
dalam RPP sebagai tahapan pelaksanaan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang
pembelajaran PPKn, yang dilaksanakan guru di telah diajarkan selama satu tahun ke belakang.
dalam kelas selama proses pembelajaran Nilai yang akan dijadikan sebagai nilai rapor
berlangsung. Observasi yang dilakukan oleh siswa akan dikumpulkan kepada wakil kepala
kepala sekolah tersebut belum dilaksanakan sekolah bidang akademis untuk dievaluasi pada
secara teratur, karena belum adanya jadwal yang saat kegiatan akan dimulai setelah selesai libur
pasti. Kegiatan observasi yang telah dilaksana- sekolah.
kan selama ini memperlihatkan bahwa, guru
dalam proses pembelajaran di dalam kelas telah SIMPULAN DAN SARAN
menerapkan kegiatan yang terdapat dalam RPP. Simpulan
Secara keseluruhan, simpulan penelitian
ini menunjukkan bahwa implementasi mana-
148 Manajer Pendidikan, Volume 10, Nomor 2, Maret 2016, hlm. 143-148

jemen pembelajaran PPKn kurikulum 2013 di penilaian yang adil dan objektif bagi peserta
Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Bengkulu yang didik.
meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan
pembelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran DAFTAR RUJUKAN
telah berjalan dengan baik.
Arifah, F & Yustisinanisa. 2012. Evaluasi
Saran Pembelajaran. Jakarta: Mentari Pustaka.
Saran yang dapat diberikan dalam Dasim, B. 2012. Penguatan Pendidikan
penelitian ini, yaitu: Kewarganegaraan untuk Membangun
Agar pemahaman guru mengenai visi, Karakter Bangsa. Bandung: Widya
misi, dan tujuan pembelajaran PPKn Kurikulum Aksara Press.
2013 di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu dapat Dessler, G. 2006. Manajemen Sumber Daya
ditingkatkan untuk masa yang akan datang. Agar Manusia. [Terjemahan: Eli Tanya].
memahami visi, misi, dan tujuan tersebut secara Jakarta: Indeks.
menyeluruh (komprehensif) sama seperti yang Hamalik, O. 2005. Kurikulum dan
terdapat dalam pedoman guru dan pedoman Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
kurikulum, sehingga terwujud generasi bangsa Jogiyanto, H.M. 2007. Pembelajaran Metode
yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa.
berbudi luhur, mandiri, terampil, cerdas, Yogyakarta: Andi Offset.
bertanggungjawab, serta cinta tanah air yang Sagala, S. 2011. Konsep dan Makna
bermanfaat bagi bangsa dan negara sebagai Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
bentuk implementasi dan aktualisasi nilai-nilai Saputra, L.S., Salikun., & Nugroho, W. 2014.
Pancasila. Persiapan guru dalam rangka Pendidikan Pancasila dan
pembelajaran PPKn Kurikulum 2013 di SMP Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas
Negeri 1 Kota Bengkulu hendaknya dapat VII. Buku Guru. Cetakan Ke-2, Edisi
dipertahankan, dengan ketepatan waktu pem- Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan
buatan perangkat pembelajaran berimplikasi dan Kebudayaan, Pusat Kurikulum dan
pada kinerja guru yang baik. Bentuk pengawasan Perbukuan, Balai Penelitian dan
dalam implementasi RPP PPKn Kurikulum 2013 Pengembangan.
di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu melalui . 2014. Pendidikan Pancasila dan
tindakan observasi oleh kepala sekolah dapat Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas
dipertahankan, karena tindakan tersebut efektif VII. Buku Siswa. Cetakan Ke-2, Edisi
agar kemampuan seorang guru yang profesional Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan
tetap terjaga dengan baik. Hendaknya guru SMP dan Kebudayaan, Pusat Kurikulum dan
Negeri 1 Kota Bengkulu menerapkan evaluasi Perbukuan, Balai Penelitian dan
pembelajaran PPKn Kurikulum 2013 dapat Pengembangan.
dipertahankan, karena metode tersebut sudah Terry, G.R. 2006. Prinsip-prinsip Manajemen.
tergolong baik dan mampu memberikan Jakarta: Bumi Aksara.