Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Dalam tiap-tiap masyarakat, ada hubungan antara manusia dengan manusia, dan selalu
ada peraturan yang mengikatnya yaitu hukum
Hukum mengatur tentang hak dan kewajiban manusia. Hak untuk memperoleh gaji / upah
dari pekerjaan membawa kewajiban untuk menghasilkan atau untuk bekerja.
Demikian juga dengan pajak, hak untuk mencari dan memperoleh penghasilan sebanyak-
banyaknya membawa kewajiban menyerahkan sebagian kepada negara dalam bentuk iuran
untuk membantu negara dalam meningkatkan kesejahteraan umum. Begitu pula hak untuk
memperoleh dan memiliki gedung, mobil dan barang lain membawa kewajiban untuk
menyumbang kepada negara.

B.Rumusan masalah

Siapa subjek pajak dan wajib pajak?

Apa saja kewajiban dan hak wajib pajak ?

C.Tujuan

Agar mahasiswa tahu tentang siapa itu wajib pajak serta mengetahui apa saja hak dan
kewajiban wajib pajak tersebut.

1

Warisan yang belum terbagi sebagai suatu kesatuan menggantikan yang berubah 4. Defenisi penghasilan dapat kita temukan dalam Pasal 4 Undang-Undang Pajak Penghasilan: “yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. Bentuk Usaha tetap (permanent establishment) Subjek Pajak dibedakan menjadi subjek Pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri. Subjek pajak Dalam negeri adalah: Subjek Pajak Dalam Negeri Adalah: a.blogspot. BAB II PEMBAHASAN A. Syarat objektif adalah apabila orang pribadi atau badan memperoleh penghasilan . dengan nama dan dalam bentuk apa pun.com/2013/08/subjek-pajak-dan-wajib-pajak. Badan 3. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan.” Subjek pajak penghasilan adalah: 1. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia. 1 http://padyangantaxcenter. Subjek Pajak yang telah memenuhi syarat objektif dan subjektif perpajakan akan merubah menjadi wajib Pajak. atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.html 2 .PENGERTIAN SUBJEK PAJAK DAN WAJIB PAJAK Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan perundang- undangan dapat dikenai pajak. orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. Orang Pribadi 2. Wajib pajak yang telah memperoleh penghasilan diatas PTKP (penghasilan tidak kena pajak) wajib memiliki NPWP1.

S dan aji suro dalam halaman 4. orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. 3 . warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak Subjek Pajak Luar Negeri Adalah: a.Badan Usaha dalam segala bentuk termasuk BUT . dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia dan b.Bendahara pemerintah pusat maupun daerah2 2 baca Perpajakan Indonesia edisi ke dua valentina sri. b. dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. Wajib Pajak yang diwajibkan mempunyai NPWP dibedakan menjadi: . orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan.Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan diatas PTKP . badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. WAJIB PAJAK Wajib pajak adalah setiap orang pribadi atau badan yang telah memenuhi kewajiban objektif dan subjektif perpajakan. c. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia.

Kewajiban Mendaftarkan Diri Sesuai dengan sistem self assessment maka Wajib Pajak mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan diri ke KPP atau KP2KP yang wilayahnya meliputi tempat tinggal atau kedudukan Wajib Pajak untuk diberikanNomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Kewajiban pajak subjektif ialah kewajiban pajak yang melihat orangnya. Misalnya : orang atau badan hukum yang memenuhi kewajiban pajak kekayaan adalah orang yang punya kekayaan tertentu. pendaftaran NPWP juga dapat dilakukan melalui e-registration (e- reg). B. yaitu : a. b. Kewajiban pajak objektif ialah kewajiban pajak yang melihat pada hal-hal yang dikenakan pajak. Misalnya : semua orang atau badan hukum yang berdomisili di Indonesia memenuhi kewajiban pajak subyektif. KEWAJIBAN DAN HAK WAJIB PAJAK Kewajiban pajak itu timbul setelah memenuhi dua syarat yang di atur UU. wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) oleh KPP atau KP2KP apabila telah memenuhi persyaratan tertentu. KEWAJIBAN WAJIB PAJAK A. yaitu suatu cara pendaftaran NPWP melalui media elektronik on-line (internet). maka Undang-Undang Perpajakan yaitu Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mengakomodir mengenai hak dan kewajiban Wajib Pajak. Syarat untuk dikukuhkan sebagai PKP adalah pengusaha orang pribadi atau badan tersebut 4 . C. Disamping melalui KPP atau KP2KP. yang memenuhi kewajiban pajak kendaraan ialah orang yang punya kendaraan bermotor dan sebagainya. Bagi Wajib Pajak yang telah memiliki NPWP. Dalam rangka untuk lebih memberikan keadilan di bidang perpajakan yaitu antara keseimbangan hak negara dan hak warga Negara pembayar pajak.

Wajib Pajak yang tidak memenuhi persyaratan tersebut. yang 3 http://www. KPP atau KP2KP akan melakukan penelitian mengenai keberadaan dan kegiatan usaha di tempat usaha Wajib Pajak yang telah dikukuhkan sebagai PKP tersebut.go.setahun3.800. 2. Kewajiban pembayaran.pdf 5 . dokumen yang Menjadi dasarnya. Direktur Jenderal Pajak dapat melakukan pemeriksaan terhadap Wajib Pajak.pajak. dan pelaporan pajak terutang.melakukan penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak dengan jumlah peredaran bruto/penerimaan bruto (omzet) melebihi Rp. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap Wajib Pajak yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak.id/sites/default/files/HKWP-Bab2_0. PPN yang sudah dipungut. kemudian dilaporkan dalam laporan bulanan (SPT Masa) dan apabila ternyata ada PPN yang harus disetor ke bank atau kantor pos. Bagi pengusaha yang telah diukuhkan sebagai PKP. Kewajiban Dalam Hal Diperiksa Untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.000. maka harus disetor terlebih dahulu sebelum dilaporkan ke ke KPP tempat Wajib Pajak tersebut terdaftar. diwajibkan untuk memungut PPN dari setiap pembeli/pemakai jasanya dengan menerbitkan faktur pajak.Pemotongan/Pemungutan. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. dapat juga melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.000. 4. pembayaran. dan dokumen lain termasuk data yang dikelolah secara elektronik. C..Dan Pelaporan Pajak Wajib Pajak (orang pribadi atau badan) dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya harus sesuai dengan sistem self assessment. B. yaitu wajib melakukan sendiri penghitungan. Kewajiban Wajib Pajak yang diperiksa adalah : 1. Memenuhi panggilan untuk datang menghadiri Pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan khususnya untuk jenis Pemeriksaan Kantor.

Wajib Pajak wajib memberikan kesempatan untuk mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelolah secara elektronik. Kewajiban memberi data Setiap instansi pemerintah. Khusus untuk Pemeriksaan Lapangan. wajib memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan kepada Direktorat Jenderal Pajak yang ketentuannya diatur pada Pasal 35A UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Sebagaimana Telah Diubah Dengan UU Nomor 16 Tahun 2009. Dalam rangka pengawasan kepatuhan pelaksanaan kewajiban perpajakan sebagai konsekuensi penerapan sistem self assessment. Memberikan keterangan lain baik lisan maupun tulisan yang diperlukan D. Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang perlu dan memberi bantuan lainnya guna kelancaran pemeriksaan.berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. termasuk informasi mengenai nasabah debitur. data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan yang bersumber dari instansi pemerintah. peredaran usaha. kartu kredit. pekerjaan bebas Wajib Pajak. Data dan informasi dimaksud adalah data dan informasi orang pribadi atau badan yang dapat menggambarkan kegiatan atau usaha. Setiap orang yang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 6 . asosiasi. lembaga. 5. kegiatan usaha. Meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh Akuntan Publik khususnya untuk jenis Pemeriksaan Kantor. lembaga. data transaksi keuangan dan lalu lintas devisa. dan pihak lain sangat diperlukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. atau objek yang terutang pajak. dan pihak lain. penghasilan dan/atau kekayaan yang bersangkutan. asosiasi. serta laporan keuangan dan/atau laporan kegiatan usaha yang disampaikan kepada instansi lain di luar Direktorat Jenderal Pajak. Menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. 6. 4. 3.

Pencatatan yaitu pengumpulan data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah 4 http://www. modal. Sedangkan Wajib Pajak badan tidak diberikan pengecualian.html 7 .(satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 1. E. Kewajiban membuat pembukuan Wajib Pajak yang wajib menyelenggarakan pembukuan adalah Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan Wajib Pajak badan di Indonesia.000. Artinya seluruh Wajib Pajak badan (dalam negeri dan BUT) wajib untuk menyelenggarakan pembukuan5 Beda pembukuan dan pencatatan adalah Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta. Khusus untuk Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha yang memenuhi syarat tertentu dikecualikan dari kewajiban pembukuan. yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca.000.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-pembukuan-bagi-wajib-pajak.8 Milyar sesuai Pasal 14 ayat (2) Undang-undang Pajak Penghasilan.00 (satu miliar rupiah).pajak.pdf 5 http://dudiwahyudi. kewajiban.00 (delapan ratus juta rupiah)4. penghasilan dan biaya.000. dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.go. serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa. Wajib Pajak ini adalah Wajib Pajak orang pribadi yang omzetnya dalam satu tahun kurang dari Rp4.000. Sedangkan untuk setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan tidak terpenuhinya kewajiban pejabat dan pihak lain (kewajiban memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 10 (sepuluh) bulan atau denda paling banyak Rp. 800.000.id/sites/default/files/HKWP-Bab2_0.

Perlu diketahui pengembalian ini dilakukan tanpa pemeriksaan. HAK WAJIB PAJAK A. maka Wajib Pajak mempunyai hak untuk mendapatkan kembali kelebihan tersebut. 2. pengembalian kelebihan pembayaran pajak dapat dilakukan paling lambat 3 bulan untuk PPh dan 1 bulan untuk PPN sejak permohonan diterima. B. Wajib Pajak dapat melakukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak melalui dua cara : 1. Dengan mengirimkan surat permohonan yang ditujukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak. Untuk Wajib Pajak masuk kriteria Wajib Pajak Patuh. Hak dalam hal wajib pajak dilakukan pemeriksaan 6 http://www.pajak yang terutang.go. atau dengan kata lain pembayaran pajak yang dibayar atau dipotong atau dipungut lebih besar dari yang seharusnya terutang. Apabila Direktorat Jenderal Pajak terlambat mengembalikan kelebihan pembayaran yang semestinya dilakukan. Hak atas kelebihan pembayaran pajak Dalam hal pajak yang terutang untuk suatu tahun pajak ternyata lebih kecil dari jumlah kredit pajak. termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final6.id/content/seri-kup-pembukuan-dan-pencatatan-bagi-wajib-pajak 8 . D. maka Wajib Pajak berhak menerima bunga 2% per bulan maksimum 24 bulan.pajak. Pengembalian kelebihan pembayaran pajak dapat diberikan dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak surat permohonan diterima secara lengkap. Melalui Surat Pemberitahuan (SPT).

Berdasarkan ruang lingkupnya jenis-jenis pemeriksaan sebagaimana disebutkan di atas dapat dibedakan menjadi pemeriksaan lapangan dan pemeriksaan kantor. Pemeriksaan Kantor dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan dan dapat diperpanjang menjadi 6 (enam) bulan yang dihitung sejak tanggal Wajib Pajak datang memenuhi surat panggilan dalam rangka Pemeriksaan Kantor sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. Dalam hal dilakukan pemeriksaan.Melihat Tanda Pengenal Pemeriksa .Mendapat penjelasan mengenai maksud dan tujuan pemeriksaan . C. Hak untuk mengajukan keberatan. Selanjutya apabila belum puas dengan keputusan keberatan tersebut maka Wajib Pajak dapat mengajukan banding.Meminta Surat Perintah Pemeriksaan . Langkah terakhir yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak dalam sengketa pajak adalah peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. atau nihil. Jika Wajib Pajak tidak sependapat maka dapat mengajukan keberatan atas surat ketetapan tersebut. banding & peninjauan kembali Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. lebih bayar.Meminta rincian perbedaan antara hasil pemeriksaan dan SPT . yang dapat mengakibatkan pajak terutang menjadi kurang bayar. Direktorat Jenderal Pajak dapat melakukan pemeriksaan dengan tujuan menguji kepatuhan Wajib Pajak dan tujuan lain yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. 9 .untuk hadir dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan dalam batas waktu yang ditentukan. Pemeriksaan Lapangan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 4 (empat) bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 8 (delapan) bulan yang dihitung sejak tanggal Surat perintah Pemeriksaan sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. maka akan diterbitkan suatu surat ketetapan pajak. Wajib Pajak berhak : .

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). laporan keuangan. dan kenaikan. Disamping itu dapat diterbitkan pula Surat Tagihan Pajak (STP) dalam hal dikenakannya sanksi administrasi dapat berupa denda.Data dari pihak ketiga yang bersifat rahasia. Kerahasiaan Wajib Pajak antara lain : . Jenis-jenis ketetapan yag dikeluarkan adalah : Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). Penetapan pajak dapat dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak.Surat Pemberitahuan.Hak Kerahasiaan Bagi Wajib Pajak Wajib Pajak mempunyai hak untuk mendapat perlindungan kerahasiaan atas segala sesuatu informasi yang telah disampaikannya kepada Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka menjalankan ketentuan perpajakan. . . Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). keterangan atau bukti tertuils dari atau tentang Wajib Pajak dapat diberikan atau diperlihatkan kepada pihak tertentu yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. termasuk tenaga ahli. Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan menunda pembayaran pajak. sepert ahli bahasa. . Namun demikian dalam rangka penyidikan. penuntutan atau dalam rangka kerjasama dengan instansi pemerintah lainnya.Hak Untuk Pengangsuran Atau Penundaan Pembayaran Dalam hal-hal atau kondisi tertentu. pengacara yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak untuk membantu pelaksanaan undang-undang perpajakan. Disamping itu pihak lain yang melakukan tugas di bidang perpajakan juga dilarang mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak. dan Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). Hak-hak wajib pajak lainnya . bunga. 10 .Dokumen atau rahasia Wajib Pajak lainnya sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. akuntan. dan dokumen lainnya yang dilaporkan oleh Wajib Pajak. D.

Wajib Pajak dapat mengajukan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25. .Hak Untuk Pengurangan PPh Pasal 25 Dengan alasan-alasan tertentu. .Hak Untuk Pengurangan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) Wajib Pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu objek pajak yang ada hubungannya dengan subjek pajak atau karena sebab-sebab tertentu lainnya serta dalam hal objek pajak yang terkena bencana alam dan juga bagi Wajib Pajak anggota veteran pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan.Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak Wajib Pajak yang telah memenuhi kriteria tertentu sebagai Wajib Pajak Patuh dapat diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak dalam jangka waktu paling lambat 1 bulan untuk PPN dan 3 bulan untuk PPh sejak tanggal permohonan. . Khusus untuk Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang sudah dialihkan ke Pemerintah Daerah (Kota/Kabupaten).Hak Untuk Pembebasan Pajak Dengan alasan-alasan tertentu. .Hak Untuk Mendapatkan Pajak Ditanggung Pemerintah 11 . . dapat mengajukan permohonan pengurangan atas pajak terutang. . Wajib Pajak dapat menyampaikan perpanjangan penyampaian SPT Tahunan baik PPh Badan maupun PPh Orang Pribadi.Hak Untuk Penundaan Pelaporan SPT Tahunan Dengan alasan-alasan tertentu. pengurusan untuk pengurangan PBB tidak lagi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tetapi di Kantor Dinas Pendapatan Kota/kabupaten setempat. Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pembebasan atas pemotongan/ pemungutan Pajak Penghasilan.

BKP tertentu yang dibebaskan dari pengenaan PPN antara lain Kereta Api. konsultan dan supplier utama ditanggung oleh pemerintah. 12 .Hak Untuk Mendapatkan Insentif Perpajakan Di bidang PPN. perlengkapan TNI/POLRI yang diimpor maupun yang penyerahannya di dalam daerah pabean oleh Wajib Pajak tertentu. Kapal Laut. Buku-buku. untuk Barang Kena Pajak tertentu atau kegiatan tertentu diberikan fasilitas pembebasan PPN atau PPN Tidak Dipungut. Pesawat Udara. . Perusahaan yang melakukan kegiatan di kawasan tertentu seperti Kawasan Berikat mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut antara lain atas impor dan perolehan bahan baku. Dalam rangka pelaksanaan proyek pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri PPh yang terutang atas penghasilan yang diterima oleh kontraktor.

Kewajiban pembayaran.Kewajiban memberi data .Dan Pelaporan Pajak . banding & peninjauan kembali -dll. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan perundang- undangan dapat dikenai pajak.Hak untuk mengajukan keberatan. SARAN Makalah ini tidak lah sempurna maka dari itu kami sebagai tim penyusun meminta kritik atau pun Tanya jawab agar kita sama mengerti serta paham akan hal pajak ini.Hak Untuk Pengangsuran Atau Penundaan Pembayaran .kewajiban membuat pembukuan Hak wajib pajak: .Kewajiban Dalam Hal Diperiksa . 13 .Mendaftarkan diri . Subjek Pajak yang telah memenuhi syarat objektif dan subjektif perpajakan akan merubah menjadi wajib Pajak.Hak Kerahasiaan Bagi Wajib Pajak .Pemotongan/Pemungutan. Syarat objektif adalah apabila orang pribadi atau badan memperoleh penghasilan . Wajib pajak yang telah memperoleh penghasilan diatas PTKP (penghasilan tidak kena pajak) wajib memiliki NPWP Kewajiban wajib pajak .

14 .blogspot. DAFTAR PUSTAKA Valentina sri s.com/2013/08/subjek-pajak-dan-wajib-pajak. Jakarta .pajak.html http://ekstensifikasi423.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-pembukuan-bagi-wajib-pajak.pdf http://dudiwahyudi.penerbit http://www.tahun Perpajakan Indonesia edisi kedua.html http://padyangantaxcenter. dan arya sura.id/sites/default/files/HKWP-Bab2_0.com/2014/02/hak-dan-kewajiban-wajib-pajak_2.blogspot.go.html.