Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manajemen strategi diperlukan oleh semua organisasi, baik privat maupun organisasi
sektor publik untuk mencapai tujuan organisasional nya.manajemen strategi berfungsi
sebagai sistem pengendalian manajemen organisasi. Sistem pengendalian manajemen suatu
organisasi dirancanag untuk mempengaruhi individu di dalamnya untuk berperilaku sesuai
dengan tujuan organisasional. Penerapan manajemen strategis pada kedua jenis organisasi
sektor public dan privat berbeda
Perbedaan konteks pada kedua organisasi berhubungan dengan ketidakpastian
lingkungan yang diciptakan oleh lembaga pengawasan (oversight body). Banyak dn
bervariasi pihak yang berkepentingan, dan samarnya sasaran organisai. Perbedaan konteks
tersebut akan berpengaruh efektivitas penerapan manajemen strategis karena memiliki
konsekuensi pada perilaku individu di dalam organisasi tersebut terutama organisasi
pemerintahan.
Kemudian dalam tata kelola pemerintahan terdapat perbedaan pemerintahan lama dan
baru, letak perbedaan tersebut diantaranya pada sistem pertanggungjawaban kinerja
pemerintah daerah. Sistem yang baru mengacu pada akuntabilitas publik, yaitu pelaporan
pertanggungjawaban pemerintah dareah ditujukan pada pemerintah pusat dan masyarakat
melalui DPRD. Dalam sistem pemerintahan yang lama, pertanggungjawaban kinerja
pemerintah daerah hanya kepada pemerintah pusat saja. Dengan desentralisasi kewenangan
pemerintah ke daerah, kemampuan daerah mengatasi berbagai masalah ekonomi daerah
akan semakin kuat.
Melalui pengukuran kinerja, keberhasilan suatu instansi pemerintah akan lebih dilihat
dari kemampuan instansi tersebut, berdasarkan sumber daya yang dikelolanya sesuai
dengan rencana yang telah disusun. Laporan akuntabilitas dan kinerja instansi pemerintah
juga berlaku bagi dinas dinas uang ada di daerah dalam mengemban tugas pokok dan
fungsinya, sehinga diharapkan dinas dinas dalam melaksanakan kegiatannya sesuai yang
direncanakan sebagai prwujudan kewajiban untuk mempertanggung jawabkan

keberhasilan atau kegagalan dari pelaksanaan visi, misi dan strategi organisasi dalam
mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan sistem pengendalian manajemen
organisasi sektor publik seperti konsep pusat pertanggung jawaban dan pengukuran kinerja
yang baik. Oleh sebab itu kami menulis makalah ini dengan judul “ Sistem Pengendalian
Manajemen : manajemen strategi dan implementasi di pemerintahan, pusat
pertanggungjawaban di pemerintahan, serta pengukuran kinerja di pemerintah”

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu manajemen strategi?
2. Bagaimana konsep manajemen strategi sektor publik?
3. Bagaimana implementasi strategi di sektor publik?
4. Bagaimana sistem pengendalian manajemen sektor publik?
5. Bagaimana struktur pengendalian manajemen?
6. Bagaimana konsep pusat pertanggungjawaban di organisasi sektor publik?
7. Bagaimana implementasi konsep pusat pertanggungjawaban di organisasi sektor
publik?
8. Bagaimana pengukuran kinerja dan fungsi pengendalian manajemen sektor publik?
9. Bagaimana kesesuaian desain pengukuran kinerja dengan desain sistem pengendalian
manajemen?
10. Apa itu konsep value for money dan best value serta implementasi pada pengukuran
kinerja?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian manajemen strategi?
2. Mengetahui konsep manajemen sektor publik
3. Mengetahui implementasi strategi di sektor publik
4. Mengetahui sistem pengendalian manajemen sektor publik
5. Mengetahui struktur pengendalian manajemen
6. Mengetahui konsep pusat prtanggungjawaban di organisasi sektor publik
7. Mengetahui implementasi konsep pusat pertanggungjawaban di organisasi sektor
publik
8. Mengetahui pengukuran kinerja dan fungsi pengendalian manajemen sektor publik
9. Mengetahui kesesuaian desain pengukuran kinerja dengan sistem pengendalian
manajemen
10. Mengetahui konsep value for money dan best value serta implementasi pada
pengukuran kinerja

kemandirian. Pertama. nilai yang menjunjung tinggi keinginan atau kehendak rakyat. BAB II PEMBAHASAN 2. Orientasi ini bertitik tolak pada demokratisasi dalam kehidupan bernegara dengan elemen konstituennya seperti : legitimacy (apakah pemerintah) dipilih dan mendapat kepercayaan dari rakyat. aspek fungsional dari pemerintahan yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya untuk mencapai tujuan tersebut. Kedua. Pemerintahan yang berfungsi secara ideal. Orientasi kedua ini tergantung pada sejauh mana pemerintah mempunyai kompetensi dan sejauh mana struktur serta mekanisme politik serta administratif berfungsi secara efektif dan efisien. 2003:6) . 2. pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial. (Sedarmayanti. Pendapat ahli yang lain mengatakan good dalam good governance mengandung dua pengertian sebagai berikut.1 Pengertian Manajemen Strategi Sebelum masuk ke pengertian manajemen strategi kita akan membahas tentang good governance. Negara yang diarahkan pada pencapaian tujuan nasional. good governance berorientasi pada : 1. accountability (akuntabilitas). Berdasarkan pengertian ini. dan nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam pencapaian tujuan (nasional). yaitu secara efektif dan efisien dalam melakukan upaya mencapai tujuan nasional. Orientasi ideal. securing of human rights autonomy and devolution of power dan assurance of civilian control.

Informasi yang berkaitan dengan kepentingan public secara langsung dapat diperoleh oleh mereka yang membutuhkan. efficiency dan effectiveness). Pengelolaan sumber daya publik dilakukan secara berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif). Rule of law. akuntabilitas publik dan value for money (economy. Transparency. 7. Berorientasi pada kepentingan masyarakat yang lebih luas. paling tidak terdapat tiga hal yang dapat diperankan oleh akuntansi sektor publik yaitu penciptaan transparansi. Keterlibatan masyarakat dalam pembuatan keputusan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga perwakilan yang dapat menyalurkan aspirasinya. 8.2004:18) : 1. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi. 2. 6. Responsiveness. Efficiency and effectiveness. Dari kesembilan karakteristik tersebut. Consensus of orientation. Menurut UNDP karakteristik pelaksanaan good governance meliputi (Mardiasmo. Equity. 4. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta partisipasi secara konstruktif. 3. Lembaga – lembaga publik harus cepat dan tanggap dalam melayani stakeholders. Setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kesejahteraan dan keadilan. . Strategic vision. Kerangka hukum yang adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu. Pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan 9. Participation. 5. Penyelenggara pemerintahan dan masyarakat harus memiliki visi jauh kedepan. Accountability.

metode dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. pengorganisasian (organizing). Pemilihan dan penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi. . Perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen mempunyai beberapa pengertian sebagai berikut: 1. Unsur – unsur yang ada dalam manajemen tersebut apabila dijabarkan dalam penjelasan adalah sebagai berikut : 1. 2003:52). pengawasan (controlling) dan penganggaran (budgeting) (Nawawi. 3. proyek. Manajemen merupakan serangkaian proses yang terdiri atas perencanaan (planning). 4. Perencanaan (Planning) Suatu organisasi dapat terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja sama dengan cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Kegiatan persiapan yang dilakukan melalui perumusan dan penetapan keputusan. Manajemen strategi terdiri atas dua suku kata yang dapat dipilah menjadi kata manajemen dan strategi. kapan dan bagaimana akan dilakukan serta siapa yang akan melaksanakannya. program. Pemilihan sejumlah kegiatan untuk diterapkan sebagai keputusan tentang apa yang harus dilakukan. Penetapan secara sistematis pengetahuan tepat guna untuk mengontrol dan mengarahkan kecenderungan perubahan menuju kepada tujuan yang telah ditetapkan. langkah. yang berisi langkah – langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. 2. kebijaksanaan. pelaksanaan (actuating).

Kontrol diartikan sebagai proses mengukur (measurement) dan menilai (evaluation) tingkat efektivitas kerja personil dan tingkat efisiensi penggunaan sarana kerja dalam memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan organisasi. Pelaksanaan (Actuating) Pelaksanaan atau penggerakan dilakukan organisasi setelah sebuah organisasi memiliki perencanaan dan melakukan pengorganisasian dengan memiliki struktur organisasi termasuk tersedianya personil sebagai pelaksana sesuai dengan kebutuhan unit atau satuan kerja yang dibentuk. 3. Hal ini disebabkan karena dana yang dikelola tersebut merupakan dana masyarakat yang dipercayakan kepada organisasi sektor publik. penyimpanan. yang menghimpun pekerjaan sejenis dalam satu – satuan kerja. penggunaan dan pertanggungjawaban namun lebih luas lagi berhubungan dengan kegiatan tatalaksana keuangan. Fungsi ini dilakukan oleh manajer sektor publik terhadap pekerjaan yang dilakukan dalam satuan atau unit kerjanya. 1. namun . 4. Pengawasan (Control) Pengawasan atau kontrol harus selalu dilaksanakan pada organisasi sektor publik. yang dilakukan dengan pembidangan dan pembagian seluruh pekerjaan atau tugas dengan membentuk sejumlah satuan atau unit kerja. Sedangkan kata yang kedua adalah strategi yang berasal dari bahasa Yunani strategos atau strategeus dengan kata jamak strategi. Penganggaran (Budgeting) Merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting peranannya. pengeluaran. Pengorganisasian (Organizing) Merupakan sistem kerjasama sekelompok orang. Karena fungsi ini berkaitan tidak saja dengan penerimaan. 2. Kegiatan fungsi anggaran dalam organisasi sektor publik menekankan pada pertanggungjawaban dan penggunaan sejumlah dana secara efektif dan efisien. Strategos berarti jenderal.

Hamel dan Prahalad dalam Umar (2002) menyebutkan kompetensi inti sebagai suatu hal yang penting. Dari kedua definisi tersebut dapat simpulkan bahwa manajemen strtegi adalah proses manejerial yang berisi serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang ditetapkan oleh manjemen puncak yang berisikan visi.al. 2. sasaran . Sedangkan Siagian (2004) mendefinisikan manajemen stratejik sebagai berikut : Serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. Mereka mendefinisikan strategi menjadi : Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus – menerus. misi. . teknik dan rencana yang bersifat spesifik atau khusus (Rabin et. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Dengan demikian. strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dengan apa yang terjadi.2 Konsep Manajemen Strategi Sektor Publik Untoro (2010) menyatakan bahwa efektifitas penerapan manajemen strategi dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh konteks yang melingkupi organisasi tersebut konteks antara organisasi sektor privat dan public berhubngan dengan ketidak pastian lingkungan yang dipengaruhi oleh besar nya peranan oversight body. 2000 : xv) . serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Pendapat yang lain mendefinisikan strategi sebagai kerangka kerja (frame work).dan target organisasi dan yang dilaksankan oleh seluruh jajaran oraganisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut.dalam Yunani kuno sering berarti perwira negara (state officer) dengan fungsi yang luas (Salusu 2003 :85 ). Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). banyak dan bervariasi nya pihak yang yang berkepentingan dan samarnya sasaran organisasi.

pemeriksaan(audit) hasil penelitian diatas membuktikan bahwa menegelola organisasi sektor public tidak hanya melalui satu pendekatan saja yaitu pendekatan top down atau bottom up saja. selain itu adanya integrasi antara perencanaan strategis dengan proses penganggaran beserta tolak ukur kinerja nya sehingga program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif dan efisien. indikator kinerja 3.beberapa penelitian di amerika serikat menunjukkan pentingnya manajemen strategis pada sektor publik dan perlunya inovasi dalam penerapan manajemen strategi dalam organisasi sektor public berkaitan dengan beberapa aspek.dari penjelasan diatas memungkinkan untuk memperhatikan penyusunan strategi dari aspek formalitas. evaluasi kinerja sedangkan komunikasi .menurut untoro(2010) lingkungan organisasi sektor publik dipengaruhi tiga factor: pasar. reformasi kesejahteraan 4. Contoh penelitian oleh kilimurray (2000) instansi pemerintahan di amerika serikat melakukan perencanaan strategis dengan mengembangkan lima hal yang utama: 1. Mardiasmo(2009):50 menjelaskan komunikasi formal terdiri atas aktivitas formal organisasi yang meliputi perumusan strategi. implementasi rencana 2.kendala ini muncul karena ketergantungan organisasi sektor public terhadap oversight body sehingga otonomi dan fleksibilitas terbatasi. perencanaan strategis. dan partisipasi dalam proses pengendalian manajemen organisasi. Tingginya tekanan dan pengaruh politik karena tingginya ketergantungan oversight body. kesepakatan kinerja 5. Faktor pasar berkaitan dengan faktor pendanaan. melainkan harus mengkombinasikan keduanya dalam melakukan perencanaan strategis. operasionalisasi anggaran. menyebabkan organisasi sektor public banyak mengahdapi kendala. fleksibiliitas.oraganisasi sektor public.kendala yang dihadapi dan pengaruh politik. penganggaran.

visi. masalah ini menyebabkan mengambil keputusan terkadang terlalu cepat dalam menetapkan suatu keputusan tanpa membpertimbangkan ketidak cocokan antara factor internal dan eksternal sehingga meremehkan kelemahan organisasi yang ada dan membesar-besarkan kekuatan yang ada didalam organisasi.misi.yaitu gagalnya menghubungkan evaluasi terhadap factor internal dan evaluasi terhadap factor eksternal. Salah satu metode untuk menentukan strategy adalah analisis SWOT yang menganalisi factor internal organisasi yang menjadi kekuatan dan kelemahan dengan memperhitungkan factor eksternal berupa ancaman dan peluang. . dan kebijakan serta strategi organisasi perumusan strategi menghasilkan strategi global atau makro yang disebut corporate level strategy.  The blue sky problem. dianggap sebagai suatu hal yang penting namun kadang kala manejer menghadapi masalah dalam menerapkan analisis ini. Masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut:  the missing link problem.kegagalan tersebut akan berimbas pada lahirnya suatu keputusan yang salah dan mungkin saja untuk menghasilkannyya sudah memakan biaya. Perumusan Strategi Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggung jawab manajemen puncak dalam proses menentukan.informal .kegiatan. masalah ini timbul karena hilangnya unsur keterkaitan.atau proyek.kemudian diturunkan menjadi strategi yang lebih mikro dalam bentuk program.melalui komunikasi langsung .pertemuan informal. diskusi .tujuan.sasaran.arah.target. atau metode management by walking around. Walaupun analisis SWOT.

Pada perencanaan strategis lebih pada proses menentukan bagaimana menerapkan strategi tersebut. . Pimpinan eksekutif bertanggung jawab atas pelaksanaan strtegi sampai dengan level yang paling bawah.mengakomodasi kepentingan berbeda antara manejer puncak dan manejer di level bawah sehingga memungkinkan pencapaian persetujuan kedua belah pihak tentang strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan strategis Perencanaan strategis adalah proses penentuan program.perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a.akibatnya ada beberapa unit yang dihapus atau digabung dengan unit lainnya yang fungsinya hampir sama sehingga tidak terjadi tumpang tindih antar-unit kerja.masalah akan timbul apabila meremehkan pengaruh dari ancaman lingkungan tersebut.struktur organisasi hendaknya yang ramping tetap kaya fungsi . perubahan struktur organisasi hendaknya dapat meningkatkan kapasitas untuk mencapai strategi efektif.  The silver lining problem. hal ini timbul karena pengambil keputusan mengharapkan sesuatu dalam kondisi yang tidak menguntungkan.perencanaan strategis perlu diterjemahkan dalam bentuk tindakan konkrit.  The All Thing To All People Problem pengambilan keputusan cenderung memusatkan perhatian pada kelemahan organisasinya sehingga banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk meriset kelemahan tan melihat kekuaatan yang ada di organisasi .tujuan utama perencanaan strategis meningkatkan komunikasi dan partisipasi. b.hal-hal yang harus diperhatikan:  struktur pendukung Struktur organisasi yang baik mendukung terciptanya desain sisitem pengendalian manjemen yang baik.aktivitas .oleh karena itu.atau proyek yang akan dilaksanakan di suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang dibutuhkan.

dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair. Perencanaan strategis perlu didukung dengan perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program secar efektif dan efisien.  Kultur organisasi Terkait dengan perilaku dan sikap anggota organisasi. c. Penganggaran Penganggaran dalam proses pengendalain manajmen sektor publik merupakan tahap yang paling dominan.  proses dan implementasi dilapangan Perencanaan strategi akan berjalan efektif jika ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab serta pendelegasian wewenang dan tugas. pengendalian personel. Penilaian kinerja Sistem penilaian kinerja dilakukan dengan cara menciptakan mekanisme pengahargaan dan sanksi sebagai pendorong pencapaian strategy .dan menilai kinerja manajemen. 2.3 Implementasi strategi pada sektor publik . Lembaga legislator bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi kebijakan dan otoritasi alokasi sumber daya.selain itu harus didukung dengan adanya regulasi keuangan.tercapainya tujuan organisasi.dan kepuasan setia individu.

3. Pada tahap ini pemerintah juga melakukan formulasi strategi bersifat permanent dan jangka panjang.dalam dokumen RKP harus memuat evaluasi kinerja sebelumnya untuk masing-masing program dan menentukan target dan sasaran untuk tahun berikutnya.RKP memuat prioritas pembangunan rencana kerja selama satu tahun anggaran beserta pendaan yang yang diperlukan. Perumusan strategi ini dilakukan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka panjang (RPJM) yang berlaku selam lima tahun. Undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. meliputi berikut ini: 1. Tahap pelakanaan rencana . Tahap penetapan renacana Tahap ini lebih pada bagaimana dokumen perencanaan seperti RPJP. RPJM.yang merupakan penjabaran terperinci dari RPJM adalah rencana kerja pemerintah (RKP).sekaligus juga melakukan analisi SWOT untuk memahami lingkungan eksternal dan internal. 2. RPJM nasional ditetapkan dengan peraturan presiden selambat- labatnya tiga bulan setelah presiden dilantik dan RPJM daerah ditetapkan dengan peraturan kepala daerah selambat-lambatnya tiga bulan setelah dilantik. RKP(daerah) ditetapkan penetapan RPJP.untuk perencanaan strategis yang bersifat tahunan. Tahap penyusunan perencana Pada tahap ini organisasi sektor public merumuskan arah dan fungsi organisasi dan misi organisasi .tahapan pembangunan perencanaan pembanguan nasional. melalui undang-undang dan perda tentunya akan melibatkan peran dewan legislative sebelum keduanya di tetapkan.

target. Hasil dari evaluasi merupakan bahan untuk menyusun rencana pembangunan nasional / daerah periode berikutnya. hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses perumusan dan substansi yang dirumuskan belum tentu sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang- undangan.menyusun kebijakan umum APBD (KUA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) hasil KUA dan PPAS akan dirincikan dalam rencana kerja anggaran (RKA) yang merupakan dasar untuk merancang APBD pada RKA inilah SKPD harus mampu merincikan program dan kegiatan kedalam rincian belanja .sumber pendanaan.pemerintah daerah utamanya.sasaran dan hasil yang di inginkan. 2. b. Apabila RAPD telah disahkan menjadi perda APBD dan perkada penjabaran APBD maka menjadi dokumen pelaksana anggaran (DPA) 4. Terjadi perubahan mendasar.yaitu RKP dan RKP daerah. Anthony dan John Dearde “sistem penegendalian manajemen adalah struktur dan proses yang sistematis yang terorganisisr yang . c.pelaksanaan nya berupa evaluasi terhadap RPJM nasional maupun daerah. Tahap evaluasi pelaksanaan rencana Evaluasi pada tahap ini adalah evaluasi kinerja dan strategi lebih pada pengendalian operasional dilakukan oleh pimpinan masing-masing Kementrian atau kepala lembaga Negara dan kepala SKPD membuat laporan akuntabilitas dan kinerja instansi pemerintah(LAKIB). Dari rencan tahunan . Merugikan kepentingan nasional. Apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: a.evaluasi strategi dilakukan oleh kepala BAPENAS dan BAPEDA.4 Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Menurut Robert N.

Perumusan strategi 2. dan pengendalian memonitor kegiatan untuk menentukan apakah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Implementasi 6. yaitu: 1. Evaluasi kinerja 8. dan evaluasi. Mahmudi (2007). tetapi tidak akan berhasil dengan sendirinya tanpa bantuan ari pengendalian manajemen. motivasi. .5 Struktur Pengendalian Manajemen Lingkungan pengendalian manajemen dipengaruhi oleh faktor internal dan juga eksternal. Pengendalian dilakukan mulai dari tingkat atas hingga bawah.digunakan oleh manajmen untuk memastikam bahwa pelaksanaan kegiatan operasi oragnisasi sesuai dengan strategi dan kebijakan organisasi”. Perencanaan strategis 3. Pelaporan kinerja 7. Meskipun perencanaan dilakukan terlebih dahulu. Rencana membimbing pemimpin yang memakai sumber sumber untuk mencapai tujuan. proses pengendalian manajemen dibagi menjadi beberapa tahap. Umpan balik 2. Penganggaran 5. yang meliputi : komunikasi. Perilaku organisasi juga berkaitan erat dengan motivasi. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengendalian manajemen yang meliputi perilaku organiasi dan pusat pertanggungjawaban. Pembuatan program 4.

Pusat pendapatan Disini prestasi manajernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan sebagaimana pada organisasi perusahan manajer pada pusat pendapatan hanya bertanggungjawab terhadap penjualan ( Hansen dan Mowen. Tanggung jawab manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara sumber daya input yang digunakan dengan output yang dihasilkan dikaitkan dengan target kinerja. Adanya pusat pertanggungjawaban untuk memenuhi satu atau beberapa tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak. 2. Pusat Laba Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input ( expense) dengan output (revenue) dalam sartuan moneter. Kinerja manajer dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan.6 Konsep pusat pertanggung jawaban di sektor publik Secara garis besar pusat pertanggung jawaban pada organisasi sektor publik dibedakan menjadi 4: 1. Pusat biaya banyak dijumpai di organisasi sektor publik karena output yang dihasilkan sering kali ada tetapi tidak dapat diukur atau hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya 2. Pusat biaya Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan baiya yang telah dikeluarkan bukan nilai output yang dihasilkan. Contohnya adalah BUMN dan BUND. 2007. 2008 ). Suatu organisasi juga dibagi menjadi bagian bagian yang disebut pusat pertanggungjawaban yakni suatu unit yang membawahi suatu tugas tertentu. bandara. 3. Hilton. 4. dan pelabuhan. Pusat Investasi . objek pariwisata milik PEMDA.

Pada pusat biaya efisiensi dapat ditetukan dengan membandingkan antara input yang digunakan dengan output yang dihasilakan atau dengan standar biaya yang telah di tetapkan. namun semua sumber daya yang digunakan ( misalnya adalah angggaran) digunakan dalam rangka untuk melaksanakan pemungutan. 2. 2. unit organisasi yang berfungsi sebagai pusat pendapatan adalah unit organisasi nyang tujuan utamanya adalah memungut dan menghasilkan pendapatan. Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang presasi majernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertangguungjawaban yang dipimpinnya. karena memang tujuan utama organisasi sector public adalah pelayanan public. Sedangkan efektifitas unit organisasi dapat di tentukan dengan misalnya. mengukur tingkat keterjangkauan. bukan berarti tidak ada imput yang digunakan (biaya). Meskipun demikian. Ukuran kinerja yang digunakan untuk menilai unit organisasi sebagai pusat biaya adalah seberapa besar input yang digunakan oleh unit organisasi tersebut untuk mencapai atau menghasilkan output tertentu pula baik berupa fisik maupun nonfisik. Pusat Biaya Hampir sebagian besar unit organisasi dalam organisasi pemerintahan merupakan pusat biaya. Pada . 1. ekstensifikasi dan intensifikasi pendapatan.7 Implementasi pusat pertanggungjawaban di organisasi pemerintahan Menurut Mardiasmo (2009) pusat pertangggungjawaban diorganisasi sector public di bagi menjadi 4 yaitu. Pusat Pendapatan Pada organisasi sector public. kualitas dan kapuasan public dari output yang telah dihasilkan tersebut dengan metode survei. tanpa memperhitungkan tingkat pengembalian secara finansialnya.

Pengendalian manajemen sudah melekat dengan keberadaan organisasi. Pusat Laba Yaitu organisasi yang berfungsi menghasilkan laba untuk membantumeningkatkan pendapatan daerah untuk menjalankan pelayanan public. kinerja manajer dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Menurut Hartono (2009) investasi adalah pengorbanan konsumsi pada masa saat ini untuk mmemperoleh manfaat di masa mendatang.8 Pengukuran kinerja dan fungsi pengendalian manajemen organisasi sektor public Setiap organisasi memerlukan pengendalian manajemen untuk mencapai tujuannya. 4. 2. unit organisasi yang berfungsi sebagai pusat pendapatan adalah kementrian keuangan. proses pembiayaaanya tunduk pada aturan perundang- undangan yang mengatur pengelolaan keuangan Negara atau daerah. Pusat investasi Yaitu pusat pertangggungjawaban yang presentasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. investasi yang dilakukan oleh organisasi sector public tidak harus langsung menghasilkan imbalan keuangan (return). tetapi dapat juga bersifat tidak langsung yaitu apabila keputusan investasinya ddapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan public dan kesejahteraan masyarakat sekitar sehingga nantinya akan meningkatkan kapasitas anggaran pemda. terutama untuk dirjen pajak. .dan dirjen Bea dan Cukai. 3. sedangkan operasionalnya organisasi bisnis. Pada unit orgnaisasi ini. Dilihat dari segi manfaat yang akan diperoleh. Biasanya unit organisasi ini adalah unit bisnis milik pemerintah atau sebagian usahanya dimiliki pemerintah atau sebagian sahamnya dimiliki oleh pemerintah. organisasi pemerintah pusat.

Taylor mengembangkan konsep pengendalian dalam akuntansi manajemen. Mahmudi (2007: 14) mengidentifikasi tujuan dilakukannya pengukuran kinerja pada organisasi sektor publik. yaitu: a. Menciptakan akuntabilitas publik. Menyediakan sarana pemelajaran bagi pegawai. 2009:122) a. b. akan tetapi juga dapat diadopsi pada organisasi sektor publik (Mahmudi. Memberikan pemahaman mengenai ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja manajemen. Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan pemberian reward dan punishment. Sistem pengkuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu manajer publik menilai capaian suatu strategi melalui tolok ukur kinerja yang diterapkan. Dalam bidang akuntansi. F. Pengendalian dapat dilakukan melalui pengendalian aktivitas dimana konsep dan filosofi pengendalian aktivitas tidak hanya relevan diterapkan untuk organisasi bisnis. 2007). e. yaitu pengendalian formal dan informal. f. Memberikan arah untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. fungsi pengendalian manajemen dalam suatu organisasi ada sejak organisasi tersebut berdiri dan akan tetap ada seiring dengan keberlangsungan organisasi. . Memotivasi pegawai. Sedangkan manfaat disusunnya pengukuran kinerja bagi organisasi pemerintahan adalah (Mardiasmo. Artinya. c. Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan organisasi. Memperbaiki kinerja untuk periode berikutnya. Pengendalian dalam akuntansi manajemen terkait dengan pengendalian biaya dan pengendalian anggaran yang dikendalikan melalui pusat pertanggungjawaban akuntansi. d.W. b. Mahmudi (2007) membagi fungsi pengendalian menjadi 2 jenis.

f. Untuk itu pengukuran kinerja keuangan saja tidak cukup untuk mengukur kinerja sektor publik. Sebagai alat komunikasi antar bawahan dan pimpinan dalam rangka memperbaiki kinerja oganisasi. Ukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk mewujudkan akuntabilitas publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan. proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan organisasi sektor public berbeda dengan organisasi swasta. pelanggan. Balance scorecard menilai dari 4 aspek perspektif yaitu perspektif finansial. sehingga diperlukan pengukuran kinerja non keuangan. Ukuran kinerja sektor publik digunakan untuk pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan. Memastikan bahwa keputusan dilakukan secara objektif Berdasarkan tujuan dan manfaat di atas. d. Pengukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk membantu memperbaiki kinerja pemerintah. Membantu memahami proses kegiatan instansi pemerintah. tujuan organisasi sektor publik adalah memenuhi kebutuhan masyarakat buka mencari keuntungan. 2.  Aspek finansial . e. pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga maksud. g. Sebagai dasar untuk memberikan penghargaan dan hukuman. Untuk memonitor dan mengevaluasi pencapaian kinerja dan membandingkannya dengan target kinerja serta melakukan tindakan korektif untuk memperbaiki kinerja. adalah (Mardiasmo. 2009:121) 1. 3. dan h.c. tidak ada indikator tunggal yang dapat menggambarkan kinerja organisasi sektor publik secara komprehensif. Membantu mengidentifikasi apakah kepuasan pelanggan terpenuhi. Berdasarkan jurnal yang diambil dari Dewi Fitriyani yang berjudul balance scorecard alternatif pengukuran kinerja organisasi sektor publik. Dari pengukuran kinerja diatas bahwa kinerja pada organisasi sektor publik memiliki ruang lingkup yang luas dan multidimensional. Akibatnya.

Desain sistem Desain sistem pengendalian tergantung pada karakterisitik lingkungan yang dihadapi. Karakteristik lingkungan yang dihadapi akan mempengaruhi efektivitas pengendalian manajemen yang digunakan 2.9 Kesesuaian desain pengukuran kinerja dengan desain sistem pengendalian manajemen Pengukuran kinerja merupakan alat bagi manajemen untuk menilai keberhasilan organisasi. retensi kerja dan produktivitas kerja 2. Paradigm akan mempengaruhi cara dalam angoota organisasi dalam bersikap dan bertindak 3. jumlah keluhan yang masuk. Desain sistem pengendalian yang efektif harus mempertimbangkan beberapa faktor. Proses dan struktur Proses terkait dengan tahapan yang harus dilalui. sedang struktur terkait dengan komponen kmponen yang berkaitan satu dengan yang lainnya secara bersam sama 4. dan perolehan realisasi pajak. Paradigma Paradigma. merupakan peta yang menggambarkan kondisi lingkungan yang dihadapi oleh suatu organisasi. Organisasi sektor public dapat mengukur rasio keuangan. yaitu: 1. peningkatan pendapatan asli daerah. Faktor-faktor tersebut menurut Sudrajat (2007) yang nantinya akan mempengaruhi dalam menyusun sistem pengukuran kinerja. dan ketepatan dan kecepatan menghadapi keluhan  Aspek pembelajaran dan pertumbuhan Aspek yang dinilai seperti kepuasan kerja. Keahlian manajerial .  Aspek pelanggan Pada sektor public masyarakat merupakan pelanggan. Memuaskan kebutuhan masyarakat berarti memuaskan kebutuhan pelanggan  Aspek proses bisnis internal Dapat dilihat dari proses administrasi yang andal dan tepat. perbandingan anggaran dan realisasi.

sistem telah disusun dengan baik. 2007): Perumusan Strategi Rencana Strategis: Perencanaan Strategi -sasaran strategis -Indikator kinerja -target Penyusunan Program Umpan balik & Penyusunan anggaran Tindakan koreksi Implementasi Pengukuran Kinerja . Keahlian manajerial diperlukan untuk menjalankan sistem yang dirancang. maka sistem tersebut tidak bisa berjalan Integrasi sistem manajemen kinerja dengan proses pengendalian manajemen dapat digambarkan sebagai berikut (Mahmudi. Meskipun. jika anggota dalam organisasi tersebut banyak yang tidak berkompeten untuk melaksanaknnya.

kegiatan dan organisasi. a. ekonomi adalah praktik pembelian barang dan jasa input dengan tingkat kualitas tertentu pada harga terbaik yang dimungkinkan (Mardiasmo. Pengukuran Ekonomi Ekonomi adalah hubungan antara pasar dan masukan (cost of input). efektivitas. Mahmudi (2007) mengartikan ekonomi sebagai perbandingan antara input sekunder dengan input . Dengan kata lain.10 Konsep value for money dan best value serta implementasi pengukuran kinerja di sektor publik Konsep value for money merupakan konsep untuk mengukur ekonomi. 2009). dan efisiensi kinerja program. 2.

Ukuran input mengindikasikan jumlah sumber daya yang dikonsumsi oleh suatu program. KONSEP DASAR: INPUT. b. dan organisasi. primer. Dalam konteks organisasi pemerintahan. c. Indikator kinerja yang dikembangkan meliputi: a. Indikator efektivitas menggambarkan jangkauan akibat dan dampak (outcome) dari keluaran (output) program dalam mencapai tujuan program. DAN OUTCOME Untuk melakukan pengukuran kinerja. ukuran ekonomi berupa anggaran yang dialokasikan untuk membiayai aktivitas tertentu. aktivitas. Pengukuran Efisiensi Efisiensi merupakan hal penting dari konsep VFM. organisasi perlu mengidentifikasi variabel kunci yang nantinya akan dikembangkan menjadi indikator kinerja bagi unit kerja yang bersangkutan. Apabila sumber daya yang dikeluarkan berada di bawah anggaran maka terjadi penghematan dan sebaliknya apabila di atas anggaran maka terjadi pemborosan. Pengukuran input adalah pengukuran sumber daya yang dikonsumsi oleh suatu proses dalam rangka menghasilkan output. Pengukuran efektivitas mengukur hasil akhir dari suatu pelayanan dikaitkan dengan outputnya (cost if outcome). Pengukuran Efektivitas Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Indikator Ouput . Indikator Input Input adalah semua jenis sumber daya masukan yang digunakan dalam suatu proses tertentu untuk menghasilkan output.OUTPUT. b. Proses tersebut dapat berbentuk program atau kegiatan. Efisiensi diukur dengan rasio antara ouput dengan input.

Ukuran output menunjukkan hasil implementasi program atau akivitas. Ditujukan ke bidang kinerja sesungguhnya 2. Tepat waktu 4. Output adalah hasil langsung dari suatu proses. serta harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. konsep best value merupakan suatu konsep yang mewajibkan unit kerja pemerintah memberi pelayanan publik untuk memberikan pelayanan terbaik (best value). Pengukuran ouput adalah pengukuran keluaran yang dihasilkan dari proses. yaitu . dan efektif dalam pelayanan. Dalam konteks pemerintahan. Unit kerja harus fokus memberikan perbaikan pelayanan secara terus-menerus dengan cara mengombinasikan prinsip ekonomi. Karakteristik utama konsep best value adalah penetapan serangkaian indikator kinerja untuk mengukur kinerja unit kerja pemberi layanan yang merupakan unit kerja best value. Sudrajat (2007: 197) menyatakan bahwa pengukuran output harus memiliki karakteritik sebagai berikut: 1. Pelayanan yang diberikan tidak didasarkan pada ketersediaan dana. melainkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tepat sasaran 3. IMPLEMENTASI PENGUKURAN KINERJA DI PEMERINTAHAN Mahmudi (2007) menyatakan bahwa manajemen kinerja yang terintegrasi (integrated performance management) terdiri atas dua bagian utama. 2007). Objektif KONSEP BEST VALUE Konsep best value merupakan perluasan dari konsep VFM (Mahmudi. Indikator kerja ditetapkan untuk menilai kinerja dan kesehatan organisasi secara keseluruhan. efiesien.

misi. Penerjemahan poin (1) ke dalam: a. misi.sasaran . 3. Komponen input. pengukuran kinerja VFM (value for money) dibangun atas tiga komponen utama. Inisiatif strategis. Dari kedua definisi tersebut dapat simpulkan bahwa manajemen strtegi adalah proses manejerial yang berisi serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang ditetapkan oleh manjemen puncak yang berisikan visi. yaitu: 1. 3. perencanaan kinerja dan pengukuran kinerja. dan target. Penyusunan anggaran. output. 2. BAB III PENUTUP 3. proses. Perencanaan kinerja terdiri atas empat tahap. misi dan tujuan (goal) serta strategi. dan outcome. Komponen pengukuran ekonomi. d. . Komponen visi. efisiensi. Sementara itu. yaitu: 1. b. 2.1 Simpulan 1. Sasaran strategis. 4. Indikator kinerja. dan efektivitas. sasaran. Penyusunan program. Target kinerja.dan target organisasi dan yang dilaksankan oleh seluruh jajajran oraganisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut. c. Penentuan visi.

Perumusan strategi 2. Umpan balik 5. Dalam organisasi sektor public ada 4 pusat pertanggungjawaban: 1. Penetapan rencana 3. Evaluasi pelaksanaan rencana 4. Perencanaan strategis 3. dimana seorang pemimpin mampu mengarahkan. Konsep manajemen strategi dibagi atas 4 tahap: 1. proses pengendalian manajemen dibagi menjadi beberapa tahap. Penilaian kinerja 3. Perumusan strategi 2. Namun kita akan membahas factor internal saja yaitu pusat pertanggungjawaban. Pusat laba 4. Perencanaan strategis 3. Pusat pendapatan 3. Implementasi 6. Evaluasi kinerja 8. yaitu: 1. Penganggaran 5. Pusat biaya 2. Penyusuna rencana 2. memotivasi dan memengaruhi para bawahannya agar tujuan dapat tercapai. Struktur pengendalian manajemen ada yang bersifat internal dan eksternal.2. Pembuatan program 4. Implementasi puat pertanggungjawaban sektor publik: . Pusat investasi 7. Pelaksanaan rencana 4. Implementasi konsep manajemen stategi pada sektor publik 1. Pelaporan kinerja 7. Penganggaran 4. 6.

contohnya BUMN. KPPT 3. contohnya investasi langsung seperti pembagunan pasar dan kios oleh pemda untuk disewakan. Pusat biaya. kemenkes. BUMD. proses bisnis internal. di daerah ada dinas pendapatan. di daerah ada disdik. bea cukai. bandara dan pelabuhan 4. pelanggan. DPPKAD. akan tetapi juga dapat diadopsi pada organisasi sektor publik. serta pembelajaran dan pertumbuhan 9. Pengendalian dapat dilakukan melalui pengendalian aktivitas dimana konsep dan filosofi pengendalian aktivitas tidak hanya relevan diterapkan untuk organisasi bisnis. objek pariwisata milik pemda. contohnya seperti kemendikbud. . 1. untuk investasi tidak langsung adalah pembangunan jalan untuk desa terpencil. finansial. 8. Pusat investasi. contohnya dirjen pajak. Pengendalian dalam akuntansi manajemen terkait dengan pengendalian biaya dan pengendalian anggaran yang dikendalikan melalui pusat pertanggungjawaban akuntansi. Pusat laba. Pusat pendapatan. diskes. Selain itu untuk pengukuran non keuangan kita dapat menggunakan pengukuran balance scorecard yang mengukur dari 4 perspektif yaitu. dinas PU dan sebagainya 2.

efiesien. efektivitas. dan efisiensi kinerja program.10. serta harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. pengukuran kinerja VFM (value for money) dibangun atas tiga komponen utama. kegiatan dan organisasi. dan efektif dalam pelayanan. yaitu: . Unit kerja harus fokus memberikan perbaikan pelayanan secara terus-menerus dengan cara mengombinasikan prinsip ekonomi. konsep best value merupakan suatu konsep yang mewajibkan unit kerja pemerintah memberi pelayanan publik untuk memberikan pelayanan terbaik (best value). Konsep value for money merupakan konsep untuk mengukur ekonomi.

misi. proses.1. dan target. sasaran. Komponen pengukuran ekonomi. efisiensi. output. Komponen input. dan outcome. 3. 2. Komponen visi. dan efektivitas .