Anda di halaman 1dari 2

Upaya Pencegahan Stunting dan Gizi Buruk

Dari penelitian yang dilakukan oleh Emily dan kawan – kawan di 3 desa di
daerah Kenya. Melalui pengukuran antropometri dan wawancara pada masyarakat
atau individu didaerah tersebut didapatkan prevalensi 30% underweight, 47%
stunting, dan 7% wasting. Kecukupan nilai gizi merupakan salah satu indikator
untuk menilai kesehatan individu dan kemungkinan stunting pada penelitian
tersebut. Pada saat nilai kecukupan gizi baik maka kemungkinan stunting kecil,
begitu juga sebaliknya apabila nilai kecukupan gizi pada individu atau masyarakat
buruk maka kemungkinan stunting besar.
Nilai kecukupan nutrisi ini dinilai dari asupan nutrisi, kondisi ekonomi,
sanitasi, dan infeksi. Asupan nutrisi yang dapat meminimalkan stunting
diantaranya dengan memperpanjang pemberian ASI eksklusif dan meningkatkan
makanan kaya nutrisi pada anak – anak berusia lebih dari 6 bulan. Kondisi
ekonomi yang buruk ditemukan pada sebagian besar penderita stunting dan
penderita gizi buruk. Tidak hanya kondisi ekonomi yang buruk, sanitasi yang
buruk juga mempengaruhi tingkat kesehatan individu atau masyarakat didaerah
tersebut. Untuk mengurangi resiko stunting perlu dilakukan pendidikan gizi untuk
mencegah teradinya kekurangan gizi, praktik ibu menyusui dan menyapih,
peningkatan sanitasi untuk mengurangi terpajan pathogen, imunisasi lengkap dan
terkini, dan program vaksinasi harus diperluas untuk menjangkau anak – anak
secara rutin didaerah terpencil.
Intervensi nutrisi berbasis masyarakat dengan mempromosikan
keterampilan pertanian, meningkatkan produksi pangan, pelatihan gizi dan
pendidikan kesehatan yang praktis, murah dan berkelanjutan untuk melindungi
anak – anak dari kemungkinan gizi buruk dan stunting.

Reference