Anda di halaman 1dari 8

Intoleransi AKtivitas Catatan Perkembangan Pasien

Data Pendukung Tanggal Tanggal Tanggal


Jam : …….WIB Jam : …….WIB Jam : …….WIB

Subjektif:
1. Dispnea (sesak)
2. Melaporkan keletihan atau
kelemahan secara verbal

Objektif
1. Denyut jantung atau tekanan darah
tidak normal
2. Perubahan EKG menunjukkan
aritmia (gangguan irama jantung)
atau iskemia (kekurangan oksigen
yang bersifat sementara dan
reversibel)

NOC Catatan Perkembangan NIC Catatan Perkembangan


Tgl Tgl Tgl 24/04/17 25/04/17 26/04/17
Jam Jam Jam 14.30 14.30 14.30
1. Toleransi terhadap 1. Terapi aktivitas
aktivitas  Pertimbangkan kemampuan klien dalam
- Saturasi oksigen ketika berpartisipasi melalui aktivitas spesifik.
beraktivitas  Berkolaborasi dengan (ahli) terapis fisik,
- Frekuensi nadi ketika okupasi dan terapis rekreasional dalam
beraktivitas perencanaan dan pemantauan program
- Frekuensi pernapasan ketika aktivitas, jika memang diperlukan.
beraktivitas  Pertimbangkan komitmen klien untuk
- Kemudahan bernapas ketika meningkatkan frekuensi dan jarak aktivitas.
beraktivitas  Bantu klien untuk mengeksplorasi tujuan
- Tekanan darah sistolik ketika personal dari aktivitas-aktivitas yang biasa
beraktivitas dilakukan dan aktivitas-aktvitas yang
- Tekanan darah diastolik disukai.
ketika beraktivitas  Bantu klien untuk memilih aktivitas dan
- Temuan/hasil EKG pencapaian tujuan melalui aktivitas yang
- Warna kulit
konsisten dengan kemampuan fisik,
- Kecepatan berjalan
- Jarak berjalan fisiologis dan sosial.
- Toleransi dalam menaiki  Bantu klien untuk tetap fokus pada kekuatan
tangga (yang dimilikinya) dibandingkan dengan
- Kekuatan tubuh bagian atas kelemahan (yang dimilikinya).
- Kekuatan tubuh bagian  Bantu klien untuk mengidentifikasi dan
bawah memperoleh sumber-sumber yang diperlukan
- Kemudahan dalam untuk aktivitas-aktvitas yang diinginkan.
melakukan aktivitas hidup  Dorong aktivitas kreatif yang tepat.
harian (Activities of Daily  Bantu klien memperoleh transportasi untuk
Living/ADL) (dapat mengikti) aktivitas, jika memang
- Kemampuan untuk berbicara diperlukan.
ketika melakukan aktivitas  Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas
fisik yang diinginkan.
 Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas
2. Daya tahan yang bermakna.
- Melakukan aktivitas rutin  Bantu klien untuk menjadwalkan waktu-
- Aktivitas fisik waktu spesifik terkait dengan aktivitas
- Konsentrasi
harian.
- Daya tahan otot
2. Manajemen Energi
- Libido (energi psikis yang
 Kaji status fisiologis pasien yang
digunakan untuk
menyebabkan kelelahan sesuai dengan
perkembangan pribadi atau
konteks usia dan perkembangan.
individuasi/gairah seksual)  Anjurkan pasien mengungkapkan perasaan
- Pemulihan energi setelah
secara verbal mengenai keterbatasan yang
istirahat
dialami.
- Oksigen darah ketika
 Gunakan instrumen yang valid untuk
beraktivitas
mengukur kelelahan.
- Hemoglabin
 Tentukan persepsi pasien/orang terdekat
- Hematokrit
- Glukosa darah dengan pasien mengenai penyebab
- Serum elektrolit darah kelelahan.
- Tenaga yang terkuras  Perbaiki defisit status fisiologis sebagai
- Letargi (keadaan lemah) prioritas utama.
- Kelelahan  Pilih intervensi untuk mengurangi kelelahan
baik secara farmakologis maupun non
farmakologis dengan tepat.
 Tentukan jenis dan banyaknya aktivitas yang
dibutuhkan untuk menjaga ketahanan.
3. Konservasi Energi  Monitor intake/asupan nutrisi untuk
- Menyeimbangkan aktivitas mengetahui sumber energi yang adekuat.
dan istirahat  Konsulkan dengan ahli gizi mengenai cara
- Menggunakan tidur siang meningkatkan asupan energi dari makanan.
untuk memulihkan energi  Negosiasikan waktu makan yang sesuai dan
- Menyadari keterbatasan
energi tidak sesuai dengan jadwal di rumah sakit.
- Menggunakan teknik  Monitor sumber kegiatan olahraga dan
konservasi energi kelelahan emosional yang dialami pasien.
- Mengatur aktivitas untuk 3. Pengajaran: Peresepan Latihan
konservasi energi  Lakukan pengkajian komprehensif sistem
- Mempertahankan intake perkemihan yang berfokus pada penyebab
nutrisi yang cukup inkontinensia(misalnya output urin, pola
- Melaporkan kekuatan yang berkemih, fungsi kognitif dan masalah
cukup untuk beraktivitas perkemihan sebelumnya)
 Nilai tingkat latihan pasien saat ini dan
4. Perawatan Diri : Aktivitas
pengetahuan mengenai latihan yang
Sehari-hari
diresepkan.
- Makan
 Monitor keterbatasan fisik dan psikologis
- Memakai baju
- Ke toilet pasien, serta latar belakang dan budaya.
- Mandi  Informasikan pasien mengenai tujuan,
- Berpakaian manfaat dari latihan yang diresepkan.
- Kebersihan  Bantu pasien menentukan tujuan dalam
- Kebersihan mulut latihan dengan perlahan, dan meningkat
- Berjalan pasti.
- Mobilitas di kursi roda  Instruksikan pasien terkait penggunaan
- Berpindah medikasi pengontrol nyeri dan metode
- Memposisikan diri
alternatif pengontrol nyeri sebelum latihan,
5. Perawatan Diri :
sesuai kebutuhan.
Instrumental Aktivitas
 Instruksikan pasien bagaimana melakukan
Sehari-hari (IADL)
latihan yang diresepkan.
- Belanja bahan makanan
 Instruksikan pasien bagaimana memonitor
- Belanja pakaian
- Belanja perlengkapan rumah toleransi dari latihan.
 Instruksikan pasien bagaimana
tangga
- Menyiapkan makanan mempertahankan latihan rutin setiap hari,
- Menyajikan makanan sesuai kebutuhan.
- Mengoperasikan telepon  Informasikan pasien mengenai aktivitas yang
- Menangani komunikasi sesuai dengan kodisi fisiknya.
tertulis  Peringatkan pasien mengenai bahaya over-
- Membuka kaleng estimasi kemampuan, sesuai kebutuhan.
- Melakukan pekerjaan rumah  Peringatkan pasien mengenai efek dari panas
tangga dan dingin yang ekstrim, sesuai kebutuhan.
- Melakukan pekerjaan
halaman 4. Bantuan Pemeliharaan Rumah
- Mengelola uang  Tentukan kebutuhan pemeliharaan rumah
- Mengelola urusan bisnis pasien.
- Melakukan perjalanan  Libatkan pasien/keluarga dalam memutuskan
dengan transportasi umum kebutuhan pemeliharaan rumah.
- Mengemudikan mobil  Sarankan perubahan struktural yang
sendiri diperlukan untuk membuat rumah lebih
- Mencuci baju sendiri mudah diakses.
- Mengelola sendiri obat no  Sediakan informasi mengenai bagaimana
parenteral membuat rumah aman dan bersih.
- Mengelola sendiri obat  Bantu anggota keluarga untuk
parenteral mengembangkan harapan yang realistik dari
mereka sendiri dalam melaksanakan peran
mereka.
 Anjurkan untuk menghilangkan bau yang
tidak enak.
 Sarankan pelayanan untuk mengontrol hama,
sesuai kebutuhan.
 Fasilitasi untuk membersihkan cucian kotor.
 Sarankan pelayanan perbaikan rumah, jika
diperlukan.
 Diskusikan pembiayaan yang dibutuhkan
untuk memelihara dan menyediakan sumber-
sumber yang tersedia.
 Tawarkan solusi terhadap adanya kesulitan
keuangan.
 Pesankan pelayanan kebersihan rumah
 Bantu keluarga menggunakan jaringan
dukungan sosial.
 Sediakan informasi tentang perawatan
sementara.
 Koordinasikan penggunaan sumber-sumber
di komunitas.
5. Manajemen Nutrisi
 Tentukan nutrisi gizi pasien dan kemampuan
pasien untuk memenuhi kebutuhan gizi.
 Identifikasi adanya alergi atau intoleransi
makanan yang dimiliki pasien.
 Tentukan apa yang menjadi preferensi
makanan bagi pasien.
 Instruksikan pasien mengenai kebutuhan
nutrisi
 Bantu pasien dalam menentukan pedoman
atau piramida makanan yang paling cocok
dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan
preferensi.
 Tentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang
dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan
gizi.
 Berikan pilihan makanan sambil
menawarkan bimbingan terhadap pilihan
makanan yang lebih sehat.
 Atur diet yang diperlukan (yaitu:
menyediakan makanan protein tinggi,
menyaranakan menggunakan bumbu dan
rempah-rempah sebagai alternatif untuk
garam, menyediakan pengganti gula)
 Ciptakan lingkungan yangoptimal pada saat
mengkonsumsi makan.
 Lakukan atau bantu pasien terkait dengan
perawatan mulut sebelum makan.
 Pastikan pasien menggunakan gigi palsu
yang pas dengan cara yang tepat.
 Beri obat-obatan sebelum makan.
6. Bantuan Perawatan Diri
 Pertimbangkan budaya pasien ketika
meningkatkan aktivitas perawatan diri.
 Pertimbangkan usia pasien ketika
meningkatkan aktivitas diri.
 Monitor kemampuan perawatan diri secara
mandiri.
 Monitor kebutuhan pasien terkait dengan
alat-alat kebersihan diri, alat bantu untuk
berpakaian, berdandan eliminasi dan makan.
 Berikan lingkungan yang terapeutik dengan
memastikan lingkungan yang hangat, santai,
tertutup dan berdasarkan pengalaman
individu.
 Berikan peralatan kebersihan pribadi.
 Berikan bantuan sampai pasien mampu
melakukan perawatan diri mandiri.
 Bantu pasien menerima kebutuhan pasien
terkait dengan kondisi ketergantungannya.
 Lakukan pengulangan yang konsisten
terhadap rutinitas kesehatan yang
dimaksudkan untuk membangun perawatan
diri.
 Dorong pasien untuk melakukan aktivitas
normal sehari-hari sampai batas kemampuan
pasien.
 Dorong kemandirian pasien, tapi bantu
ketika pasien tidak mampu melakukannya.
 Ajarkan orangtua/keluarga untuk mendukung
kemandirian dengan membantu hanya ketika
pasien tidak mampu melakukan perawatan
diri.
 Ciptakan rutinitas aktivitas perawatan
mandiri.