Anda di halaman 1dari 27

 About

 Contact
 Sitemap
 Disclaimer
 Privacy Policy
 Terms of Service





  Home

 Ilmu Veteriner
o Anatomi & Fisiologi
o Bedah Veteriner
o Diagnostik & Lab.
o Embriologi & Genetik
o Epidemiologi
o Farmakologi & Toksikologi
o Hewan Besar
o Histologi & Patologi
o Ilmu Penyakit Dalam
o Kesmavet & Zoonosis
o Laporan Kasus
o Metabolisme
o Mikrobiologi
o Pakan & Nutrisi
o Parasitologi
o Penanganan Darurat
o Rontgen & USG
o Reproduksi
o Restrain & Casting
o Unggas & Burung
o Virologi & Imunologi
 Penyakit Hewan
o Penyakit Hewan Besar
o Penyakit Hewan Kecil
o Penyakit Unggas
 Ekonomi Veteriner
o Ekonomi Veteriner
o Budidaya & Managmn
 Info Vet
o Nama & Profil Hewan
o Info & Tips
o Kabar Veteriner
 Konsultasi & Produk
o Produk Kami
o Konsultasi
o Jasa
 Download
o E-book
o Vet Software
o Vet Games

Home Mikrobiologi Media Pertumbuhan (Buatan) Mikrobiologi

Media Pertumbuhan (Buatan) Mikrobiologi


Adrin Ma'ruf 4 years ago Mikrobiologi

A. PENGERTIAN MEDIA
PENGERTIAN DAN DEFINISI MEDIA PERTUMBUHAN
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran
nutrisi (nutrient) yang digunakan oleh suatu mikroorganisme untuk tumbuh dan
berkembangbiak pada media tersebut.

Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi pada media berupa molekul-molekul kecil yang


dirakit untuk menyusun komponen sel-nya. Dengan media pertumbuhan juga bisa
digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme, identifikasi dan membuat kultur murni.

Komposisi media pertumbuhan dapat dimanipulasi untuk tujuan isolasi dan identifikasi
mikroorganisme tertentu sesuai dengan tujuan masing-masing pembuatan suatu
media.
Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang
berguna untuk membiakkan mikroba. Dengan mempergunakan bermacam-macam
media dapat dilakukan isolasi, perbanyakan, pengujian sifat-sifat fisiologis dan
perhitungan jumlah mikroba (Sutedjo,1996).

B. MANFAAT DAN FUNGSI MEDIA


Media berfungsi sebagai tempat tinggal, sumber makanan, dan penyedia nutrisi bagi
mikroorganisme yang akan dibiakan pada media, selain itu media juga berfungsi untuk
membiakkan, mengasingkan, mengirimkan dan meyimpan mikroorganisme dalam
waktu yang lama di laboratorium.

Media juga dapat digunakan untuk mempelajari sifat-sifat koloni/pertumbuhan


mikroorganisme, serta sifat-sifat biokimiawinya.

Di dalam laboratorium mikrobiologi kedokteran media juga dapat digunakan untuk


pembuatan antigen, toksin dan untuk pasasi kuman dengan tujuan perubahan
virulensi dan lain-lain.

C. PERSYARATAN MEDIA
Untuk menciptakan keadaan lingkungan yang tepat secara sintetis sebagai pengganti
keadaan alam, maka diperlukan persyaratan tertentu agar bakteri dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik dalam media. Persyaratan tersebut yaitu :

1. Media harus mengandung semua unsur hara yang diperlukan untuk


pertumbuhan dan perkembangan bakteri.
2. Media harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang
sesuai dengan kebutuhan bakteri.
3. Media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami bakteri yang
dimaksud tidak ditumbuhi oleh mikroba lain.
D. KOMPOSISI PERTUMBUHAN
1. Tingkat keasaman (pH)
Kebanyakan mikroba tumbuh baik pada pH sekitar netral dan pH 4,6 – 7,0 merupakan
kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri, sedangkan kapang dan khamir tumbuh
pada pH yang lebih rendah.

2. Suhu
Suhu merupakan salah satu factor lingkungan yang berpengaruh terhadap
pertumbuhan mikroba. Setiap mikroba mempunyai kisaran suhu dan suhu optimum
tertentu untuk pertumbuhannya.

Berdasarkan kisaran suhu pertumbuhan, mikroba dibedakan atas tiga kelompok


sebagai berikut :

1. Psikrofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran suhu pertumbuhan pada suhu
0-20 derajat Celcius.
2. Mesofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran suhu pertumbuhan 20- 45
derajat Celcius.
3. Termofil, yaitu mikroba yang suhu pertumbuhannya diatas 45 derajat Celcius.

Kebanyakan mikroba perusak pangan merupakan mikroba mesofil, yaitu tumbuh


baik pada suhu ruangan atau suhu kamar. Bakteri pathogen umumnya mempunyai
suhu optimum pertumbuhan sekitar 37 derajat Celcius, yang juga adalah suhu tubuh
manusia.

Oleh karena itu suhu tubuh manusia merupakan suhu yang baik untuk pertumbuhan
beberapa bakteri pathogen. Mikroba perusak dan pathogen umumnya dapat tumbuh
pada kisaran suhu 4–66 derajat Celcius.

3. Nutrient
Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai
sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon,
nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya.

Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi


pertumbuhan mikroba hingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.Kondisi
tidak bersih dan higinis pada lingkungan adalah kondisi yang menyediakan sumber
nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga mikroba dapat tumbuh berkembang di
lingkungan seperti ini.

Oleh karena itu, prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan higinis adalah
untuk mengeliminir dan meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar
pertumbuhannya terkendali.

4. Oksigen
Mikroba mempunyai kebutuhan oksigen yang berbeda-beda untuk pertumbuhannya.
Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, mikroba dibedakan atas 4 kelompok
sebagai berikut:

 Aerob, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya.


 Anaerob, yaitu mikroba yang tumbuh tanpa membutuhkan oksigen.
 Anaerob fakultatif, yaitu mikroba yang dapat tumbuh dengan atau tanpa adanya
oksigen.
 Mikroaerofil, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen pada konsentrasi yang
lebih rendah daripada konsentrasi oksigen yang normal di udara. Mikroba
perusak pangan sebagian besar tergolong aerob, yaitu membutuhkan oksigen
untuk pertumbuhannya, kecuali bakteri yang dapat tumbuh pada saluran
pencernaan manusia yang tergolong anaerob fakultatif.

5. Tekanan osmosis
Suatu tekanan osmose akan sangat mempengaruhi bakteri jika tekanan osmose
lingkungan lebih besar (hipertonis) sel akan mengalami plasmolisis.

Sebaliknya tekanan osmose lingkungan yang hipotonis akan menyebabkan sel


membengkak dan juga dapat mengakibatkan rusaknya sel.

Oleh karena itu dalam mempertahankan hidupnya, sel bakteri harus berada pada
tingkat tekanan osmose yang sesuai, walaupun sel bakteri memiliki daya adaptasi,
perbedaan tekanan osmose dengan lingkugannya tidak boleh terlalu besar.

6. Sterilitas
Media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami bakteri yang dimaksud
tidak ditumbuhi oleh mikroba lain.

E. BAHAN PEMBUATAN MEDIA


1. Bahan Dasar

 Air (H2O) sebagai pelarut


 Agar (dari rumput laut) yang berfungsi untuk pemadat media. Agar sulit
didegradasi oleh mikroorganisme pada umumnya dan mencair pada suhu
45oC.
 Gelatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. Gelatin adalah polimer
asam amino yang diproduksi dari kolagen. Kekurangannnya adalah lebih
banyak jenis mikroba yang mampu menguraikannya dibanding agar.
 Silica gel, yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Fungsinya juga
sebagai pemadat media. Silica gel khusus digunakan untuk memadatkan
media bagi mikroorganisme autotrof obligat.

2. Nutrisi atau Zat Makanan


Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu
berupa unsur makro seperti C, H, O, N, P; unsur mikro seperti Fe, Mg dan unsur
pelikan/trace element.

1) . Sumber karbon
Molekul organik umumnya mengandung karbon sebagai tulang punggungnya seperti
karbohidrat, lemak, protein yang terdapat pada pepton, glukosa, dll. Bahan organik
inilah yang menjadi sumber karbon utama untuk mikroorganisme heterotrof yang
umum dikultivasi.

2). Sumber nitrogen


Sumber nitrogen mencakup asam amino, protein atau senyawa bernitrogen lain yang
terkandung pada peptone, meat extract, atau tryptose. Sejumlah mikroba juga dapat
menggunakan sumber N anorganik seperti urea.

3). Sumber oksigen


Untuk mikroorganisme heterotrof yang dikulturkan pada cawan, sebagian besar
oksigen didapatkan langsung dari udara sedangkan mikroorganisme yang dikultur
pada media cair sumber oksigen berasal dari oksigen yang terlarut air.

Oleh karena itu aerasi pada kultur cair dapat meningkatkan pasokan oksigen kepada
mikroorganisme.

4). Sumber fosfat


Sumber fosfat organik seperti beberapa protein, kofaktor atau ATP yang dapat
dijumpai pada bahan yeast extract atau pepton. Namun hampir semua
mikroorganisme dapat

memanfaatkan fosfat anorganik yang ditambahkan langsung pada media


sepertipotassium phosphate, sodium phosphate dll. (Prescott & Harley, 2002:98).

5. Sumber unsur sekelumit (mikronutrient/trace element).


Pada lingkup media pada cawan petri, unsur mikronutrien (Zn, peralatan gelas. Fungsi
mikronutrien ini umumnya menjadi bagian dari enzim atau kofaktor untuk menjadi
katalis reaksi atau menjaga struktur protein.
Oleh karena itu pembuktian kebutuhan unsur mikronutrien sangat sulit dilakukan
dalam skala laboratorium karena setiap jenis mikroorganisme membutuhkannya
dalam jumlah yang sangat sedikit (Prescott & Harley, 2002:96).

3. Bahan Tambahan

1. Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke medium dengan


tujuan tertentu, misalnya phenol red (indikator asam basa) ditambahkan untuk
indikator perubahan pH akibat produksi asam organik hasil metabolisme.
2. Antibiotik ditambahkan untuk menghambat pertumbuhan mikroba
nontarget/kontaminan.

4. Bahan yang Sering Digunakan dalam Pembuatan Media

 Agar. Agar dapat diperoleh dalam bentuk batangan, granula atau bubuk dan
terbuat dari beberapa jenis rumput laut. Kegunaannya adalah sebagai pemadat
(gelling) yang pertama kali digunakan oleh Fraw & Walther Hesse untuk
membuat media. Jika dicampur dengan air dingin, agar tidak akan larut. Untuk
melarutkannya harus diasuk dan dipanasi, pencairan dan pemadatan berkali-
kali atau sterilisasi yang terlalu lama dapat menurunkan kekuatan agar,
terutama pada pH yang asam.
 Peptone. Peptone adalah produk hidrolisis protein hewani atau nabati seperti
otot, liver, darah, susu, casein, lactalbumin, gelatin dan kedelai. Komposisinya
tergantung pada bahan asalnya dan bagaimana cara memperolehnya
 Meat extract. Meat extract mengandung basa organik terbuat dari otak, limpa,
plasenta dan daging sapi.
 Yeast extract. Yeast extract terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat
alcohol. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap & vitamin (B
complex).
 Karbohidrat. Karbohidrat ditambahkan untuk memperkaya pembentukan asam
amino dan gas dari karbohidrat. Jenis karbohidrat yang umumnya digunkan
dalam amilum, glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa, manitol, dll. Konsentrasi
yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0,5-1%.

MACAM-MACAM MEDIA
Media untuk kultur bakteri dalam mikrobiologi ada banyak jenisnya dan dapat
menjadi tiga kelompok besar berdasarkan bentuk, komposisi/susunannya.

A. Berdasarkan Bentuknya

Bentuk media ada tiga macam yang dapat dibedakan dari ada atau tidaknya bahan
tambahan berupa bahan pemadat seperti agar-agar atau gelatin. Bentuk media
tersebut yaitu:

1. Media Padat
Media padat merupakan media yang mengandung banyak agar atau zat pemadat
kurang lebih 15% agar sehingga media menjadi padat.
Media ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis menurut bentuk dan wadahnya yaitu,
media tegak, media miring, dan media lempeng.

Media tegak menggunakan tabung reaksi yang ditegakkan sebagai wadahnya, media
miring menggunakan tabung reaksi yang dimiringkan, sedangkan media lempeng
menggunakan petridish (plate) sebagai wadahnya.

Media ini umumnya digunakan untuk pertumbuhan koloni bakteri atau kapang.Kalau
ke dalam media ditambahkan antara 10-15 gram tepung agar-agar per 1000 ml media.
Jumlah tepung agar-agar yang ditambahkan tergantung kepada jenis atau kelompok
mikroba yang dipelihara.

Kalau ke dalam media tidak ditambahkan zat pemadat, umumnya dipergunakan untuk
pembiakkan mikroalga tetapi juga mikroba lain, terutama bakteri dan ragi. Ada yang
memerlukan kadar air tinggi sehingga jumlah tepung agar-agar rendah.

Tetapi ada pula yang memerlukan kandungan air rendah sehingga penambahan
tepung agar-agar haru sedikit. Media padat umumya dipergunakan untuk bakteri, ragi,
jamur dan kadang-kadang juga mikroalga

2. Media semi padat


Media semi padat atau semi cair merupakan media yang mengandung agar kurang
dari yang seharusnya kurang lebih 0,3% - 0,4% sehingga media menjadi kenyal, tidak
padat dan tidak begitu cair.

Umumnya digunakan untuk pertumbuhan mikroba yang banyak memerlukan air dan
hidup anerobik dan untuk melihat pergerakan mikroba.

Kalau penambahan zat pemadat hanya 50% atau kurang dari yang seharusnya. Ini
umumnya diperlukan untuk pertumbuhan mikroba yang banyak memerlukan
kandungan air dan hidup anaerobic atau fakultatif.

3. Media cair
Media cair merupakan media yang tidak ditambahi bahan pemadat, umumnya
digunakan untuk pertumbuhan mikroalga. Kalau ke dalam media tidak ditambahkan
zat pemadat, umumnya dipergunakan untuk pembiakkan mikroalge tetapi juga
mikroba lain, terutama bakteri dan ragi.
B. Berdasarkan Komposisi/Susunannya
Berdasarkan komposisinya media di bagi atas :

1. Media alami/non sintetis merupakan media yang disusun dari bahan-bahan


alami dimana komposisinya yang tidak dapat diketahui secara pasti dan
biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya seperti: kentang, tepung,
daging, telur, ikan sayur, dsb. Contohnya: Tomato juice agar.
2. Media semi sintesis merupakan media yang disusun dari bahan-bahan alami
dan bahan-bahan sintesis. Contohnya: Kaldu nutrisi disusun dari :Pepton 10,0
g, Ekstrak daging 10,0 g, NaCl 5,0 g, dan Aquadest 1000 ml.
3. Media sintesis, yaitu media yang disusun dari senyawa kimia yang jenis dan
takarannya diketahui secara pasti. Contohnya : Mac Conkey Agar.

Berdasarkan bentuk

 Media alami, yaitu media yang disusun oleh bahan-bahan alami seperti
kentang, tepung, daging, telur, ikan, umbi-umbian lainnya dan sebgainya. Pada
saat sekarang.
 media alami yang banyak dipergunakan adalah dalam kultur jaringan tanaman
maupunm hewan. Media untuk budidaya mikroorganisme memiliki sumber
karbon untuk dimasukkan ke dalam biomassa. Kalau ke dalam media tidak
ditambahkan zat pemadat, umumnya dipergunakan untuk pembiakkan
mikroalge tetapi juga mikroba lain, terutama bakteri dan ragi. Contoh media
alami yang paling banyak dipergunakan adalah telur untuk pertumbuhan dan
perkembangbiakkan virus
 Media sintetik yaitu media yang disusun oleh senyawa kimia seperti media
untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan bakteri clostridium tersusun oleh:

1. K2HPO4 : 0,5 g
2. KH2PO4 : 0,5 g
3. MgSO4, 7H2O : 0,1 g
4. NaCl : 0,1 g
5. FeSO4, 7H2O : 0,01 g
6. MnSO4, 7H2O : 0,01 g
7. CaCO3 seangin

 Media semi sintetik yaitu media yang tersusun oleh campuran bahan-bahan
alami dan bahan-bahan sintetis.

Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi

a. Lactose Broth
Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam
air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth)
untuk
Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.
Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri.
Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme
koliform.

b. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)


Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan
berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus,
P. aerugenosa, dan Salmonella.
Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna
gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya
tidak berwarna.

c. Nutrient Agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan
untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian
mikroorganisme heterotrof.

Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan
agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur
bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok
kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme
dalam kultur murni.

d. Nutrient Broth
Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya
sama dengan nutrient agar.
e. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)
MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann, Rogosa, dan Shape
(1960) untuk memperkaya, menumbuhkan, dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari
seluruh jenis bahan.

MRS agar mengandung polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui
untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien
diperkaya.

f. Trypticase Soy Broth (TSB)


TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan
penumbuhan bermacam mikroorganisme.
Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan
mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.

Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino
dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk
bermacam mikroorganisme.

g. Plate Count Agar (PCA)


PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas
permukaan. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis
mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate
yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak
yeast mensuplai vitamin B kompleks.

h. Potato Dextrose Agar (PDA)


PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat
juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk
makanan. PDA cocok untuk pertumbuhan jamur.
PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20%
ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan
khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.

2. JENIS-JENIS MEDIA

Berdasarkan fungsinya, media dapat dibedakan menjadi enam yaitu:

 Media Basal (media dasar) adalah media yang digunakan sebagai bahan
dasar untuk membuat media lain yang lebih kompleks. Media ini dapat
mendukung pertumbuhan hampir semua jenis mikrobia, contohnya adalah
nutrient broth, kaldu pepton, dsb.
Pepton broth

 Media diferensial adalah media yang bila ditumbuhi oleh mikroba yang
berbeda, mikroba tersebut akan tumbuh dengan ciri khusus sehingga dapat
dibedakan. Contohnya: Media Triple Sugar Iron Agar (TSIA), Media Sulfit
Indol Motility (SIM), dsb. Dan media differensial merupakan media yang
ditambahkan bahan-bahan kimia atau reagensia tertentu yang menyebabkan
mikroba yang tumbuh memperlihatkan perubahan-perubahan spesifik
sehingga dapat dibedakan dengan jenis lainnya.

KIA agar
TSI Agar

 Media selektif adalah media yang memungkinkan suatu jenis mikroba tumbuh
dengan pesat, sementara jenis mikroba yang lain terhambat. Contohnya:
Media Salmonella Shigella Agar (SSA), Thiosulphate Citrate Bile Salt (TCBS),
dsb. Dan media selektif, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan
tertentu yang akan menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan
yang ada dalam suatu spesimen. Inhibitor yang digunakan berupa antibiotik,
garamk dan bahan-bahan kimia lainnya.

TCBS agar

SSA Agar
CLED agar

 Media diperkaya (enrichment) adalah media yang dirancang untuk


mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Media tersebut memiliki
konstituen nutrisi yang mendorong pertumbuhan mikroba tertentu.
Contohnya: kaldu selenit, atau kaldu tetrationat untuk memisahkan bakteri
Salmonella thyposa dari tinja. DanMedia diperkaya (enrichment media),
media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu untuk menstimulasi
pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Hal ini dilakukan untuk menstimulasi
pertumbuhan mikroba yang jumlahnya sedikit dalam suatu campuran
berbagai mikroba contoh Chocolate media dan Yeast-Extract-poptasium
Nitrat Agar.
 Media pengkayaan adalah media ini umumnya mengandung bahan-bahan
tertentu yang di satu pihak dapat menghambat pertumbuhan bakteri
tertentu,tetapi di lain pihak sebaliknya dapat menunjang pertumbuhan bakteri
tertentu lainnya.misalnya media muller-kauffman mengandung natrium
tetrationat yang menunjang pertumbuhan salmonella tetapi menghambat
pertumbuhan Escherichia.
NaCl Broth

Selenite broth

 Media uji(identifikasi) adalah media yang digunakan untuk identifikasi


mikroba, medium litmus milk.umumnya ditambah dengan substansi tertentu
yang menjadi indikator, misalnya
 Medium umum, media yang ditambahkan bahan-bahan yang bertujuan
menstimulasi pertumbuhan mikroba secara umum. Contoh Nutrien Agar (NA)
untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri, Potato Dextose Agar (PDA) untuk
menstimulir pertumbuhan fungi.
 Medium khusus(spesifik), merupakan medium untuk menentukan tipe
pertumbuhan mikroba dan kemampuannya untuk mengadakan perubahan-
perubahan kimia tertentu misalnya, medium tetes tebu untuk Saccharomyces
cerevisiae.
 Medium penguji (Assay medium), yaitu medium dengan susunan tertentu
yang digunakan untuk pengujian senyawa-senyawa tertentu dengan bantuan
bakteri misalnya medium untuk menguji vitamin-vitamin, antibiotika dan lain-
lain.
 Medium perhitungan jumlah mikroba yaitu medium spesifik yang digunakan
untuk menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan, misalnya medium
untuk menghitung jumlah bakteri E. coli air sumur.

Pembuatan Media
A. Potato Dextrose Agar (PDA)

1. Menyiapkan alat dan bahan.


2. Mengupas kentang dan memotong kecil-kecil dan mencuci kentang dengan
bersih.
3. Menimbang kentang sebanyak 200 gram, agar-agar 20 gram dan gula 20 gram.
4. Merebus kentang dengan aquades sebanyak 1000 ml hingga mendidih lalu
menyaring dan mengambil ekstraknya.
5. Mencampur ekstrak kentang dengan gula dan agar-agar sambil memanaskan
kembali agar zat tersebut larut sempurna dan campuran menjadi homogen.
6. Memasukkan ke dalam erlenmeyer dan menyumbat dengan kapas, menutup
mulut erlenmeyer dengan kertas aluminium foil dan plastik tahan panas.
7. Mensterilkan medium dalam autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit.
8. Mendinginkan medium dan menyimpan di dalam kulkas.

B. Nutrient Agar (NA)

1. Menyiapkan alat dan bahan.


2. Memotong kecil-kecil dan mencuci daging sapi dengan bersih.
3. Menimbang daging sapi sebanyak 100 gram, agar-agar 10 gram dan gula 10
gram.
4. Merebus daging dengan aquades sebanyak 500 ml hingga mendidih lalu
Menyaring dan mengambil ekstraknya.
5. Mencampur ekstrak daging dengan gula dan agar-agar sambil memanaskan
kembali agar zat tersebut larut sempurna dan campuran menjadi homogen.
6. Memasukkan ke dalam erlenmeyer dan menyumbat dengan kapas, menutup
mulut erlenmeyer dengan kertas aluminium foil dan plastik tahan panas.
7. Mensterilkan medium dalam autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit.
8. Mendinginkan medium dan menyimpan di dalam kulkas.

C. Tauge Extract Agar (TEA)

1. Menyiapkan alat dan bahan.


2. Mencuci tauge dengan bersih.
3. Menimbang tauge sebanyak 100 gram, agar-agar 10 gram dan gula 10 gram.
4. Merebus tauge dengan aquades sebanyak 500 ml hingga mendidih lalu
Menyaring dan mengambil ekstraknya.
5. Mencampur ekstrak tauge dengan gula dan agar-agar sambil memanaskan
kembali agar zat tersebut larut sempurna dan campuran menjadi homogen.
6. Memasukkan ke dalam erlenmeyer dan menyumbat dengan kapas, menutup
mulut erlenmeyer dengan kertas aluminium foil dan plastik tahan panas.
7. Mensterilkan medium dalam autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit.
8. Mendinginkan medium dan menyimpan di dalam kulkas.

PENUTUP
Kesimpulan
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran
zzat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya.

Bahan dasar media yang meliputi, Sumber karbon ; Sumber nitrogen ; Sumber
oksigen ; Sumber fosfat ; Sumber unsur sekelumit (mikronutrient/trace element).

Komposisi media terdiri atas Agar ; Peptone ; Meat/plant extract ; Faktor tumbuh ;
Komponen selektif ; Komponen diferensial ; Media buffer.

Jenis – jenis Media berdasarkan sifat fisik, yaitu Media padat , Media semi padat dan
semi cair , Media cair ; Berdasarkan Komposisi/susunannya , yaitu Medium sintetis ,
Media semi sintesis , Media non sintesis ; Berdasarkan Tujuan , yaitu Media Selektif
atau penghambat , Media diperkaya.

Jenis – jenis media yang sering digunakan antara lain sepeti Nutrient Agar , Nutrient
Broth (NB) , PDA (Potato Dextrose Agar) , Salmonella Shigella (SS) Agar , Eosin
Methylene Blue Agar (EMBA).

Sifat – sifat Media yang terdiri atas Media umum ; Media diperkaya (enriched media)
; Media diferensial/pembeda ; Media penguji ; Media untuk penghitungan sel.

Membuat media harus sesuai dengan prosedur agar hasil yang diingankan sesuai.

B. SARAN
Setelah membaca makalah ini kami menyarankan agar pembaca dapat
mempelajari berulang – ulang hingga betul – betul memahami semua tentang media
, dan jika ingin membuat media lakukanlah secara benar , telaten , berhati – hati ,
jangan tergesa – gesa dan selalu ikuti prosedur yang ada agar mendapatkan hasil
yang kita inginkan .

Referensi
Prasetya, Dini. 2013. http://dini9praset.blogspot.co.id/

Rohayani, Ita. 2015. http://itarohayanichemicalanalyst.blogspot.co.id/


Share This:
Facebook Twitter Google+ Pinterest Linkedin
>
Mikrobiologi

 Next Diabetes Melitus (DM) pada Hewan


 Previous Antigen

Post Comment

 facebook
 blogger

Translate
Diberdayakan oleh Terjemahan

Followers
Feed Burner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

adsense
 Terpopuler
 Terbaru
 Comments

Media Pertumbuhan (Buatan) Mikrobiologi

A. PENGERTIAN MEDIA PENGERTIAN DAN DEFINISI MEDIA


PERTUMBUHAN Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang
terdiri ...

PENYAKIT ZOONOSIS (BRUCELLOSIS)

1.1 LATAR BELAKANG Berbagai penyakit yang muncul di masyarakat saat ini
banyak berasal dari hewan. Hal ini menjadi menjadi sangat pen...

Apusan Vagina Mencit (Vagina Swab), dan Siklus Estrus pada Mencit

PENDAHULUAN Apusan vagina atau vagina swab atau vaginal smear merupakan
salah satu metode untuk mengamati tipe sel dan proporsi masing...

Racun-Racun (Toksin) Tanaman Yang Berbahaya Bagi Hewan Dan Manusia

Racun adalah zat yang dapat masuk kedalam tubuh dengan berbagai cara yang
dapat menghambat respon pada sistem biologis sehingga dap...

Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) Pada Hewan

Pengertian Umum ( PMK ) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Aphthae
epizooticae, Foot and mouth disease (FMD) adalah salah sat...

Pasteurisasi, Desinfeksi, dan Sterilisasi

1. PASTEURISASI Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan, biasanya cair,


dengan suhu tertentu untuk jangka waktu tertentu, dan kemu...

Macam-Macam Penyakit Kulit pada Anjing dan Penjelasannya

Kulit Kulit atau dalam bahasa ilmiahnya integumentum communae merupakan organ
terbesar dan terpenting dalam tubuh yang menutupi otot- ot...

adsense
Labels
Akuatik Anatomi & Fisiologi Bedah Veteriner Diagnostik & Laboratorium E-book Eksotik &
Wildlife Embriologi & Genetik Epidemiologi Farmakologi & Toksikologi Hewan Besar
Histologi & Patologi Ilmu Penyakit Dalam Info & Tips Kesmavet & Zoonosis Laporan Kasus
(Case Report) Manajemen Ternak Metabolisme Mikrobiologi Nama & Profil Hewan Pakan
& Nutrisi Parasitologi Penanganan Darurat (Emergency Care) Penyakit Hewan Penyakit
Hewan Besar Penyakit Hewan Kecil Penyakit Unggas Reproduksi dan Kebidanan (Obstetrik)
Restrain dan Casting Rontgen & USG Unggas & Burung Vet Software Virologi

About Me

Adrin Ma'ruf
View my complete profile

Google+ Followers
Flickr Widget
Terpopuler

Media Pertumbuhan (Buatan) Mikrobiologi

PENYAKIT ZOONOSIS (BRUCELLOSIS)


Apusan Vagina Mencit (Vagina Swab), dan Siklus Estrus pada Mencit

Racun-Racun (Toksin) Tanaman Yang Berbahaya Bagi Hewan Dan Manusia

Random
 Buku Endocrine and Reproductive Physiology 4th Edition

Adrin Ma'rufMay 18, 2016

 Teknik Operasi Laparotomy (Celiotomy) pada Hewan

Adrin Ma'rufMay 17, 2016

 Buku Veterinary Science

Adrin Ma'rufMay 17, 2016

 Bakteri Staphylococus sp.pada Hewan (Mikrobiologi)

Adrin Ma'rufMay 17, 2016

Terbaru
 Operasi Dehorning pada Hewan

Adrin Ma'rufJul 31, 2017

 Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan

Adrin Ma'rufJul 13, 2017

 Teknik Operasi Extirpatio Bulbus Oculi pada Hewan

Adrin Ma'rufJul 13, 2017

 Definisi, Persiapan Dan Pasca Bedah Daerah Kepala Dan Leher

Adrin Ma'rufJul 10, 2017





Created By Sora Templates & Blogger Templates | Distributed By Gooyaabi Templates