Anda di halaman 1dari 6
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK PERCOBAAN I PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT CAIR Distilasi dan Titik Didih Nama : Ni Putu Rahma Agustina NIM : 90518301 LABORATORIUM KIMIA – BSC A PROGRAM STUDI MAGISTER PENGAJARAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2019 I. Data Hasil Pengamatan Adapun data pengamatan yang diperoleh dari percobaan ini adalah sebagai berikut: No Tahapan Percobaan Hasil Kalibrasi termometer Skala pada termometer 1 menunjukkan suhu 0oC Distilasi biasa - Dimasukkan 40 mL campuran Campuran larutan berwarna aseton-air (1:1) ke dalam labu bening (tak berwarna) 2 bundar - Dilakukan distilasi sampai volume Diperoleh fraksi distilat campuran tersisa 15 mL sebanyak 5 fraksi Distilasi bertingkat - Dimasukkan 40 mL campuran Campuran larutan berwarna aseton-air (1:1) ke dalam labu bening (tak berwarna) 3 bundar - Dilakukan distilasi sampai volume Diperoleh fraksi distilat campuran tersisa 15 mL sebanyak 2 fraksi Distilasi azeotrop - Dimasukkan 25 mL campuran Campuran larutan berwarna metanol-air (1:1) ke dalam labu bening (tak berwarna) bundar 100 mL - Ditambahkan 12,5 mL benzena Campuran larutan berwarna 4 bening (tak berwarna) - Dilakukan distilasi sampai volume Diperoleh fraksi distilat campuran tersisa 15 mL sebanyak 7 fraksi yaitu sebanyak 4 fraksi atas dan 3 fraksi bawah No Fraksi Suhu (oC) Volume (mL) Indeks bias Distilasi biasa Volume total = 12,2 mL Fraksi 1 56 5,0 1,3576 Fraksi 2 56 3,7 1,3564 1 Fraksi 3 54 1,0 1,3609 Fraksi 4 53 0,5 1,3611 Fraksi 5 56 2,0 1,3590 Rata-rata - - 1,3590 Distilasi bertingkat 2 Volume total = 12,5 mL Fraksi 1 49 11,5 1,3574 Fraksi 2 52 1,00 1,3608 Rata-rata - - 1,3591 Distilasi azeotrop Volume total = 20 mL Fraksi 1 atas 1,4 - 54 Fraksi 1 bawah 4,6 1,4046 Fraksi 2 55 6,0 1,3615 3 Fraksi 3 atas 2,2 1,3772 55 Fraksi 3 bawah 3,8 - Fraksi 4 atas 1,8 - 62 Fraksi 4 bawah 0,2 - Rata-rata - - 1,3811 II. Perhitungan dan Pengolahan Data a. Perhitungan Adapun perhitungan pada percobaan ini untuk mencari % galat dari masing-masing fraksi destilat hasil percobaan adalah sebagai berikut: | 𝑛 𝑎𝑠𝑒𝑡𝑜𝑛 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟𝑎𝑡𝑢𝑟 − 𝑛 𝑎𝑠𝑒𝑡𝑜𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛| % Galat = 𝑥 100% 𝑛 𝑎𝑠𝑒𝑡𝑜𝑛 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟𝑎𝑡𝑢𝑟 1. Distilasi biasa *n aseton literatur = 1,35916 *n aseton percobaan = 1,3590 |1,35916−1,3590| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,01177 % a. Fraksi 1 |1,35916−1,3576| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,1147 % b. Fraksi 2 |1,35916−1,3564| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,2030 % c. Fraksi 3 |1,35916−1,3609| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,1280 % d. Fraksi 4 |1,35916−1,3611| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,1427 % e. Fraksi 5 |1,35916−1,3590| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,01177 % 2. Distilasi bertingkat *n aseton literatur = 1,35916 *n aseton percobaan = 1,3591 |1,35916−1,3591| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,004414 % a. Fraksi 1 |1,35916−1,3574| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,1295 % b. Fraksi 2 |1,35916−1,3608| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 0,1207 % 3. Distilasi azeotrop *n aseton literatur = 1,35916 *n aseton percobaan = 1,3811 |1,35916−1,3811| % Galat = 𝑥 100% 1,35916 = 1,6142 % b. Kurva regresi 80 y = -0.3x + 56.2 Distilasi biasa 60 R² = 0.1125 Suhu (oC) 40 y = 3x + 43 Distilasi bertingkat R² = 1 20 Linear (Distilasi biasa) 0 5 8.7 9.7 10.2 12.2 Linear (Distilasi Volume (mL) biasa) III. Pembahasan Distilasi merupakan metode pemisahan atau pemurnian untuk zat cair. Prinsip dasar dari distilasi adalah proses pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan titik didih tiap zat yang terkandung dalam suatu larutan pada tekanan tertentu. Syarat utama pemisahan campuran cairan dengan cara distilasi adalah semua komponen yang terdapat di dalam campuran harus bersifat volatil. Pada percobaan ini dilakukan 3 jenis distilasi yaitu distilasi biasa atau sederhana, distilasi bertingkat dan distilasi azeotrop. Distilasi biasa atau sederhana merupakan teknik pemisahan senyawa yang memiliki perbedaan titik didih jauh yaitu sekitar 70oC pada tekanan atmosfer. Sedangkan distilasi bertingkat merupakan teknik pemisahan senyawa yang memiliki perbedaan titik didih yang berdekatan yaitu kurang dari 20oC dan bekerja dalam tekanan yang rendah. Sementara distilasi azeotrop merupakan distilasi yang dilakukan untuk senyawa atau campuran yang membentuk sistem azeotrop. Kalibrasi alat bertujuan untuk menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Pada percobaan ini, kalibrasi termometer dilakukan agar instrumen ukur suhu tetap sesuai dengan spesifikasinya. Pada tahap kalibrasi termometer, didapatkan skala pada termometer menunjukkan suhu 0oC dan dalam keadaan baik. Percobaan selanjutnya adalah distilasi biasa/sederhana. Sebanyak 40 mL campuran aseton-air (1:1) dimasukkan ke dalam labu bundar kemudian di distilasi secara sederhana. Tetesan pertama distilasi terjadi pada suhu 56oC. Distilat kemudian ditampung dan didapatkan volume distilat fraksi 1 sebanyak 5 mL dengan indeks bias sebesar 1,3576. Selanjutnya, didapat volume distilat dari fraksi 2 sebanyak 8,7 mL dengan indeks bias 1,3564. Volume distilat dari fraksi 3 sebanyak 9,7 mL dengan indeks bias 1,3609. Volume distilat dari fraksi 4 sebanyak 10,2 mL dengan indeks bias 1,3611. Volume distilat dari fraksi 5 sebanyak 12,2 mL dengan indeks bias 1,3590. Total volume distilat yang didapat adalah sebanyak 12,2 mL, sedangkan berdasarkan teori, volume distilat yang seharusnya didapat dalam percobaan ini adalah sebanyak 20 mL. Rata-rata % galat dari percobaan ini adalah 0,01177% dan nilai % galat terkecil dari kelima fraksi terdapat pada fraksi ke 5 dengan nilai % galat sebesar 0,001177%. Selanjutnya dilakukan percobaan distilasi bertingkat untuk memisahkan 40 mL campuran aseon-air (1:1). Tetesan pertama distilasi terjadi pada suhu 49oC. Distilat kemudian ditampung dan didapatkan volume distilat fraksi 1 sebanyak 11,5 mL dengan indeks bias sebesar 1,3574. Selanjutnya, didapat volume distilat dari fraksi 2 sebanyak 1 mL dengan indeks bias 1,3608. Total volume distilat yang didapat adalah sebanyak 12,5 mL, sedangkan berdasarkan teori, volume distilat yang seharusnya didapat dalam percobaan ini adalah sebanyak 20 mL. Rata-rata % galat dari percobaan ini adalah 0,004414% dan nilai % galat terkecil dari kedua fraksi terdapat pada fraksi ke 2 dengan nilai % galat sebesar 0,1207%. Pada percobaan distilasi azeotrop, tetesan pertama distilasi pada suhu o 54 C dan didapatkan total volume distilat dari 4 fraksi sebanyak 19 mL dengan rata-rata persen galat sebesar 1,6142 %. Pada grafik regresi yang didapat, untuk distilasi biasa didapatkan persamaan regresi y = -0,3x + 56,2 dengan koefisien relasi sebesar 0,1125. Berdasarkan literatur, nilai koefisien relasi yang baik adalah mendekati 1,0 tetapi nilai koefisien relasi yang didapat pada percobaan ini sangatlah kecil. Hal ini dikarenakan perubahan suhu yang tidak teratur selama proses distilasi dan volume distilat pada setiap fraksi tidak memiliki interval yang selaras. Sedangkan grafik regresi linier yang didapat pada distilasi bertingkat menunjukkan persamaan regresinya yaitu y = 3x + 43 dengan nilai koefisien relasi sebesar 1. Nilai koefiesien relasi ini terbilang sempurna karena memiliki nilai sama dengan 1. Tetapi, berdasarkan hasil percobaan ini, data yang didapat justru tidak akurat karena pada percobaan ini hanya didapatkan 2 buah fraksi. IV. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Rata-rata % galat dari percobaan distilasi biasa adalah 0,01177% 2. Rata-rata % galat dari percobaan distilasi bertingkat adalah 0,004414% 3. Rata-rata persen galat dari distilasi azeotrop sebesar 1,6142 %. 4. Metode pemisahan yang cocok digunakan untuk memisahkan campuran aseton-air (1:1) adalah distilasi biasa. Hal ini ditunjukkan dari hasil regresi linier dan nilai % galat yang didapat dalam percobaan. 5. Kegagalan dalam percobaan ini disebabkan oleh sejumlah campuran yang menguap sehingga proses distilasi tidak berjalan dengan sempurna.