Anda di halaman 1dari 23

PERENCANAAN PROYEK PEMBANGUNAN

GUDANG PENYIMPANAN BARANG

Oleh Abdullah Ubaid


141500208

MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
ADI BUANA SURABAYA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gudang adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai
macam barang. Setiap jenis bangunan bisa saja memiliki gudang, misalnya saja

1
gudang pada bangunan pabrik, toko, dan bahkan rumah tinggal. Pada Perencanaan
ini gudang difungsikan seagai tempat penyimpanan produk . Pembangunan
Gudang Penyimpanan Pekerjaan pendahuluan merupakan pekerjaan persiapan
awal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek. Sebelumnya segala izin yang
dibutuhkan sudah diurus, time schedule telah dibuat, dan kontraktor telah
memiliki Shop Drawing. Pekerjaan pendahuluan yang dilakukan dalam proyek ini
meliputi Barang ini direncanakan menggunakan konstruksi beton. Dalam
melaksanakan Pekerjaan tersebut diatas diperlukan Metoda Pelaksanaan yaitu cara
pelaksanaan suatu pekerjaan agar selesai dengan baik dan waktu yang tepat sesuai
dengan rencana kerja ( Bestek ).

Secara umum fungsi gudang dapat di kategorikan menjadi tiga:

 Gudang Produksi,

 Gudang Distribusi dan

 Gudang Penyimpanan.

Ketiganya tentunya akan mempunyai layout yang berbeda sesuai dengan


fungsinya masing masing.

Pada desain ini gudang direncanakan sebagai tempat penyimpanan produk


sebelum dijual. bangunan sebuah gudang haruslah memenuhi aspek kenyamanan
dan kemudahan usaha, Antara lain: pintu distribusi yang terencana dan efektif,
Sirkulasi udara yang lancar di padu dengan isolasi ruangan yang memadai.
Sehingga pengguna bagunan itu nantinya dapat dengan mudah menerapkan
system penyimpanan dan distribusi stock dengan efektif pula.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

 Untuk melatih mahasiswa agar peka terhadap lingkungan kerja yang


nantinya akan mereka alami sehingga dapat menjadi sumber daya
manusia yang benar-benar siap menghadapi persaingan pada dunia
kerja sesungguhnya.

2
 Memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa yang
bersangkutan untuk mengerti dan memahami permasalahan yang
terjadi dari setiap tahapan proses sebuah proyek.
 Memotivasi dan menggali potensi yang dimiliki untuk proses-proses
perancangan dan pembangunan selanjutnya.
 Sebagai bahan penelitian untuk dijadikan suatu bahan pertimbangan
dalam proses pembangunan.
 Sebagai tugas UAS mata kuliah Teknik Pelaksanaan Bangunan.

BAB II

METODE PELAKSANAAN

Dalam melaksanakan Pekerjaan Pembuatan gudang diperlukan Metoda


Pelaksanaan yaitu cara pelaksanaan suatu pekerjaan agar selesai dengan baik dan
waktu yang tepat sesuai dengan rencana kerja ( Bestek ).

Adapun metode yang digunakan yaitu sebagai berikut :

2.1. PEKERJAAN PENDAHULUAN

3
 Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi

 Mobilisasi

Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil,


dan perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan
mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan gambar kerja.

Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan yang


dilakukan terdiri dari:

 Excavator 80 – 140 Hp

 Generator set

 Dump truck 3 -4 m3

 Water tanker

 Concrete Mixer

Personil terdiri dari:

 Kepala Proyek

 Site Manager

 Quality Control

 Logistik

 Surveyor

 Operator-operator alat berat

Tenaga harian

Pada saat mobilisasi alat berat diangkut menggunakan mobil trailer, trailer yang
digunakan harus memiliki perlengkapan yang memadai.

 Demobilisasi

4
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan
yang telah dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah
digunakan sebgai tempat penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain
sebaginya kembali ke kondisi awal.

 Pekerjaan Pengukuran dan Pembersihan Lapangan

Sebelum Pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilakukan pembersihan lokasi dari


sampah, rumput, dan berbagai hal lain yang dapat menggangu pelaksanaan
pekerjaan. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan bantuan alat berat
excavator. Sampah-sampah yang dihasilkan dari pekerjaan ini dikumpulkan di
suatu tempat yang telah disetujui oleh pengawas, kemudian baru diangkut dengan
menggunakan dump truck untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir.

Seiring pembersihan lokasi dibuat papan nama proyek, papan nama proyek
ini dipasang pada tempat yang mudah dilihat dengan mencantumkan data-data
proyek antara lain nama proyek, pekerjaan, lokasi, nilai proyek, waktu
pelaksanaan, pengawas pelaksana proyek, dll.

Setelah pekerjaan pembersihan lapangan selesai dilakukan, barulah dilakukan


pengukuran lokasi. Hal ini bertujuan untuk menentukan letak bangunan, elevasi
dan titik ikat (Bench Mark). Dalam pengukuran digunakan alat Theodolit dan
rambu ukur. Pengukuran ini dilakukan oleh seorang surveyor. Titik-titik yang

Gambar II.1. Contoh pelaksanaan Pekerjaan Bouplank

5
menjadi acuan ditandai dengan menggunakan patok. Patok terbuat dari kayu
bulat dengan panjang ± 1m yang ditancapkan kedalam tanah.

 Pekerjaan Pemasangan Bouplank

Pekerjaan ini biasanya dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran


dilakukan. Pemasangan Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan bersama-sama oleh
Pihak Proyek, Perencana Pengawas, Pelaksana dan dibuat Berita Acara
Pematokan.

Bowplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan pada patok kayu
persegi 5/7 cm yang tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan
ketinggian papan bouwplank secara rata bagian atasnya dari papan bowplank
harus di waterpass (horizontal dan siku), sedangkan untuk mengukur dari titik As
ke As antar ruangan digunakan meteran. Setiap titik pengukuran ditandai dengan
paku dan dicat dengan cat merah dan ditulis ukuran pada papan bouwplank agar
mudah di cek kembali. Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5
m dari As sekeliling bangunan dan dipakukan pada patok – patok yang terlebih
dahulu ditancapkan kedalam tanah.

 Pembuatan Direksi Keet

Dalam pelaksanaan proyek ini Direksi Keet yang dibuat terdiri dari Kantor
ukuran 3X 4m, gudang ukuran 4 x 4m, barak pekerja ukuran 3x10m, rumah
genset, serta Toilet.

6
Untuk Ruang kantor dan ruang Rapat didalamnya dilengkapi meja, kursi,
gambar kerja, time schedule, struktur organisasi proyek, papan tulis, alat
pemadam kebakaran, buku tamu, buku direksi dan laporan harian proyek. Ruang
ini digunakan sebagai kantor sementara kontraktor dan dipakai sewaktu-waktu
perlu dilakukannya rapat kerja. Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara
tenaga kerja selama proyek berlansung.

Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan material yang
sifatnya untuk menjaga keselamatan dari bahan tersebut. Untuk Gudang
penyimpanan semen, tempatnya harus baik sehingga terlindung dari kelembaban
atau keadaan cuaca lain yang merusak. Lantai penyimpanan harus kuat dan
berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah.

Letak direksi keet dibuat pada tempat yang mudah dijangkau dan mudah dicapai
dalam proses bongkar muat material

Gambar II.2. Gudang


Material

 Pembuatan Jalan Kerja


Proyek.

Pekerjaan ini dilakukan untuk mempermudah aksesibiltas kendaraan yang


masuk ke dalam lokasi proyek, sehingga pengangukatan material dapat berjalan

7
lancar. Jalan tersebut terbuat dari material timbunan tanah yang dipadatkan. Jika
cuaca panas dan permukaan jalan kering maka dapat dilakukan pennyiraman
dengan menggunakan water tanker. Pekerjaan ini dilakukan beriringan dengan
pekerjaan Direksi Keet.

 Selain Pekerjaan diatas, ada hal lain yang perlu disampaikan kepada setiap
orang dilokasi proyek yaitu memberikan aturan bahwa setiap orang yang berada di
dalam lokasi proyek harus selalu memakai alat pelindung diri dan Senantiasi
mematuhi peraturan K3 yang ada di lokasi.

2.2. PEKERJAAN STRUKTUR

 Pekerjaan Pondasi

Dalam Proyek ini jenis pondasi yang digunakan yaitu pondasi tiang Adapun
Pelaksanaan Pekerjaan Tiang Pancang yaitu :

 Pondasi Tiang Pancang

Tiang Pancang yang digunakan yaitu Mini Tiang Pancang Beton dengan
ukuran 17.5x17,5 cm dan panjang sekitar 12 m. Tiang Pancang ini merupakan
barang pabrikan. Sekitar 1 minggu sebelum kegiatan pemancangan dilakukan,
tiang pancang telah dipesan.

Pelaksanaan pemancangan yaitu sebagai berikut :

 Melakukan pengukuran kembali dengan theodolit untuk mendapatkan


titik-titik yang akan dipancang dan sesuai dengan gambar kerja.

 Setelah didapatkan titik-titik yang akan dipancang, selanjutnya diatur


posisi atau kedudukan dari crane.

 Setelah itu dilakukan penyetelan tiang pancang agar tepat pada posisinya
(Centre Line)

8
 Jika tiang pancang telah pas (Centre) maka selanjutnya tiang pancang
dipukul dengan menggunakan hammer. Jika tiang pancang tersebut telah
hampir tertancap seluruhnya namun setelah dilakukan tes calendering
(PDA Test) masih belum mencapai tanah keras, maka tiang pancang
disambung dengan menggunakan las.

 Kegiatan pemancangan dapat dihentikan jika hasil tes calendering (PDA


Test) telah menunjukkan nilai yang diinginkan atau telah mencapai tanah
keras. Untuk mengetahui tiang pancang telah mencapai tanah keras yaitu
jika dipukul hammer (alat pemukul) akan membalik.

 Sisa tiang pancang yang muncul di permukaan tanah dipotong dan


dibobok dengan menggunakan alat potong, kemudian besi dari tiang
pancang yang muncul disambungkan ke balok Sloof dan Kolom.

Gambar II.3 Proses Pelaksanaan Pemancangan

 PEKERJAAN COR SLOOF

9
Pengecoran sloof dilakukan setelah pondasi pile cap selesai dilakukan. Pada
dasarnya pelaksanaan balok sloof sama dengan pelaksanaan Pondasi Plat
Setempat. Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih dahulu sesuai dengan shop
drawing. Setelah itu barulah campuran beton dituangkan, campuran beton yang
digunakan sama dengan campuran beton Pondasi yaitu mutu beton K-300.
Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan job mix design dan nilai
slump tesnya sesuai dengan spesifikasi teknis. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini
perlu adanya persetujuan dari pengawas.

 PEKERJAAN COR BETON KOLOM

Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :

 Pekerjaan Pembesian.

Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi. Besi yang digunakan yaitu


besi Ø19 sebagai tulangan utama dan besi Ø10 sebagai sengkang (begel).
Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan shop drawing.

 Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat


dengan kayu usuk 4/6 dan diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh.

 Melakukan Kontrol Kualitas.

Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan:

 Kontrol kualitas pertama yaitu Kontrol Kualitas Sebelum


dilakukan pengecoran meliputi kontrol kualitas terhadap posisi dan
kondisi bekisting, posisi dan penempatatan pembesian, jarak antar
tulangan, panjang penjangkaran, ketebalan beton decking (Beton
tahu), ukuran baja tulangan yang digunakan, posisi penempatan
water stop.

 Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran.


Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari Concrete

10
mixer Truck diambil sampelnya. Sampel diambil menurut
ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi.

Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan


konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan
kontrol kualitas.

 Kegiatan pengecoran.

Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh

 Kegiatan Curing (perawatan)

Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai


dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan
basah.

Gambar II.4 Proses Pelaksanaan Pekerjaan Kolom

11
 PEKERJAAN COR BETON BALOK & RING BALOK

Pelaksanaan pekerjaan ini sama dengan pelaksanaan pekerjaan kolom, hanya


saja dalam pengerjaan bekisting perlu adanya tambahan kayu dolken/ubar. Kayu
ini berfungsi sebagai steger/penopang dari bekisting agar bekisting tetap pada
tempatnya (tidak terjadi lendutan). Kayu steger tersebut ditegakkan dengan jarak
sekitar 40 cm. Pelaksanaan pengecoran balok, biasanya seiringan dengan
pelaksanaan Pelat lantai. Dalam proyek ini tulangan yang digunakan yaitu besi
Ø16 sebagai tulangan utama dan besi Ø8 sebagai sengkang (begel).

 PEKERJAAN COR BETON PLAT LANTAI

Proses pelaksanaan pekerjaan ini yaitu :

 Pekerjaan Pengukuran dan Bekisting

Pemasangan bekisting pelat lantai didahului dengan pengukuran posisi balok.


Pengukuran dilakukan dengan cara memberi tanda as bangunan pada kolom
lantai bawah yang tadinya ada pada lantai bawah. Pengukuran ini ditujukan
untuk mengantisipasi kesalahan pada posisi balok.

Dari hasil pengukuran tersebut maka bekisting balok dan pelat dapat
difabrikasi pada posisi yang benar diatas perancah yang telah disiapkan.
Pengaturan level balok dan pelat dapat dilakukan dengan mengatur ketinggian
perancah (Scafolding). Proses pemasangan bekisting ini dibantu oleh
surveyor untuk mengontrol level balok dan pelat.

 Pekerjaan Pembesian

Fabrikasi pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah bekisting siap,


besi tulangan yang telah siap dipasang dan dirangkai dilokasi. Pembesian
balok dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti dengan pembesian pelat
lantai. Panjang penjangkaran dipasang 30xD Tulangan Utama.

12
 Leveling Pengecoran pelat lantai

Agar pengecoran pelat lantai mencapai level yang benar dan tidak terjadi
perbedaan tinggi finishing cor, maka perlu dibuat alat bantu leveling
pengecoran. Leveling pengecoran dibuat dari besi siku L.50.50.5 yang
ditumpukan pada beberapa titik besi beton. Besi beton ini ditancapkan hingga
posisi besi siku tidak lagi bergeser. Penempatan besi siku diukur dengan
waterpass dan diukur pada level sesuai gambar desain.

 Pekerjaan Kontrol Kualitas

Kontrol kualitas yang dilakukan sama dengan kontrol kualitas yang dilakukan
pada pekerjaan kolom.

 Pengecoran Beton

Pengecoran dilakukan dengan Ready Mix truck yang dibantu dengan


penggunaan Concrete Pump. Dalam hal ini pengecoran dilakukan secara
sekaligus balok dan pelat seluruh lantai. Untuk mempercepat proses
pengecoran dipakai Concrete Pump. Pengecoran dibantu dengan alat vibrator
untuk meratakan dan memadatkan campuran. Selanjutnya finishing lantai cor
ini adalah rata namun dibiarkan kasar karena selanjutnya akan dilakukan
pekerjaan lantai.

 Pekerjaan curing

 Sama hal nya dengan pekerjaan kolom, Curing (Perawatan) dilakukan sehari
setelah dilakukan pengecoran.

13
Gambar II.5 Proses Pelaksanaan Pekerjaan Balok & Pelat Lantai

2.3. PEKERJAAN ARSITEKTURAL

 PEKERJAAN DINDING

Setelah pekerjaan struktur lantai satu selesai, maka pekerjaan dinding dapat
segera dimulai. Sebelum dinding dipasang, batu bata yang digunakan terlebih
dahulu di rendam di dalam air sebentar.

Proses Pengerjaan dinding bata yaitu :

 Adukan spesi terlebih dahulu diaduk, sesuai dengan campuran yang


terdapat pada gambar kerja dan spesifikasi teknis.

 Dilakukan pengukuran terhadap posisi yang akan dipasangi bata.

 Dibuat kepala pada sisi sebelah kiri dan kanan kemudian ditarik benang

 Bata yang akan dipasang , harus siku dan ditegak luruskan oleh surveyor.

 Sebelum dipasang batu bata dibasahi terlebih dahulu kemudian baru


dipasang.

 Batu bata disatukan dengan menggunakan spesi yang sudah disiapkan.

14
 Terakhir dilakukan penguukuran dengan menggunakan waterpass. Hal ini
bertujuan untuk melihat apakah batu bata yang dipasang telah lurus.

Adapun peralatan yang digunakan yaitu waterpass, skrop, ember, benang, sipatan,
pacul, dan cetok.

 PEKERJAAN PLESTERAN

Pekerjaan plesteran dilakukan setelah pekerjaan dinding dilakukan atau dapat


juga dilakukan sehari setelah dinding dipasang. Proses pelaksanaan pekerjaan
plesteran yaitu :

 Pasir pasang yang akan digunakan terlebih dahulu diayak. Hal ini untuk
menghilangkan sampah-sampah yang ada pada pasir.

 Kemudian spesi diaduk sesuai dengan kebutuhan spesi yang diperlukan.

 Pasangan dinding bata terlebih dahulu disiram air

 Dibuat kepala plesteran pada beberapa bagian

 Permukaan dinding diplesteer kemudian diratakan dengan sipatan

 Setelah proses plesteran selesai dilakukan baru lah dap dilakukan proses
pengacian dengan menggunakan campuran semen dan air.

 Apabila sudah kering digosok menggunakan kertas bekas sak semen


hingga halus.

 Peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini sama dengan peralatan yang
digunakan pada pekerjaan dinding.

 PEKERJAAN LANTAI

Pekerjaan lantai yang dilakukan dalam proyek ini meliputi pekerjaan cor
lantai, pekerjaan Plint Keramik, Pekerjaan Pemasangan keramik lantai, pekerjaan
pemasangan keramik dinding kamar mandi, dan pekerjaan keramik Homogenius.

Proses pelaksanaan Pekerjaan Lantai yaitu :

15
 Mula-mula permukaan tanah disiangi hingga jenuh.

 Kemudian campuran beton lantai diletakkan diatas permukaan tanah.


Campuran beton yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang
ada.

 Cek kembali elevasi dari dasar lantai bersma dengan konsultan pengawas.
Setelah beton mengeras barulah dapat dipasang keramik.

 Menentukan siku dari ruang yang akan dipasang keramik.

 Sebelum dipasang keramik disiram/direndam di dalam air terlebih dahulu.

 Bersihkan permukaan lantai dari semua kotoran dan sampah organiik


lainnya.

 Kemudian spesi diaduk sesuai dengan kebutuhan.

 Pasang titik patok di sisi kiri dan kanannya, sebagai acuan tinggi dari
keramik.

 Letakkan spesi adukan diatas lantai cor beton, kemudian ratakan.

 Setelah itu, letakkan keramik diatasnya, dan dipadatkan dengan cara


sedikit memukul keramik agar tepat menempel.

 PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA

Pemasangan kusen pintu dapat dilakukan bersamaan dengan pemasangan bata,


atau untuk kusen aluminium dilakukan setelah balok gantung dan dinding
terpasang. Sedangkan untuk pemasangan pintu dan jendela dapat dilakukan
kemudian, atau ketika pekerjaan lantai selesai dilakukan namun tetap
memperhatikan gambar detail yang ada pada shop drawing. Bersamaan dengan
pemasangan pintu dan jendela, dipasang juga aksesoris dari pintu dan jendela
seperti, kunci tanam, handle jendela, handle pintu, dan lain sebagainya.

16
 PEKERJAAN PLAFOND

Dalam proyek ini plafond hanya digunakan pada bangunan ruang


tamu,kantor, dan toilet ,jenis plafond yang digunakan yaitu plafond
gypsum.rangka plafond menggunakan rangka besi hollow. Sedangkan untuk
gudang tidak menggunakan plafond.

Adapun cara pelaksanaan Plafond Gypsum yaitu :

 Rangka hollow dipasang terlebih dahulu sesuai dengan gambar kerja


(Shop Drawing). Biasanya pemasangan rangka plafond ini beriringan
dengan pemasangan rangka atap baja ringan.

 Memperhatikan ruangan, dan mencari sisi dari ruang yang siku terlebih
dahulu.

 Pasang alat bantu (Scafolding), jika bisa scafolding yang digunakan


memiliki roda supaya tidak merusak keramik.

 Kemudian pasang papan gypsum sesuai dengan gambar kerja.

 Pemasangan diatur pertemuan antar papan pertigaan.

 PEKERJAAN PENGECATAN

Pada permukaan dinding luar dan dalam, gypsum dilakukan pekerjaan


pengecatan dengan cat air dengan terlebih dahulu membersihkan permukaan dari
kotoran-kotoran, dinding-dinding diratakan/dihaluskan dengan plamir, sebelum
dicat dengan cat air dilakukan pengecatan dengan cat dasar.

Untuk bahan-bahan dari kayu seperti : piri-piri, lisplank, Kozen kayu dan
Pintu panel dilakukan pengecatan dengan cat minyak, sebelum dicat permukaan
bahan -bahan tersebut dibersihkan terlebih dahulu lalu diberi alkali kemudian
dicat dengan cat dasar untuk kemudian baru di cat dengan cat minyak.

Untuk bahan-bahan dari Besi seperti : railing tangga, penutup besi, pagar,
dan lain sebagainy. sebelum dicat permukaan bahan-bahan tersebut dibersihkan

17
terlebih dahulu lalu diberi minayk cat kemudian dicat dengan cat dasar untuk
kemudian baru di cat dengan cat minyak.

Jenis, mutu dan bahan cat serta pengerjaan pengecatan disesuaikan dengan
spesifikasi teknis dan gambar-gambar rencana.

 PEKERJAAN SANITAIR

Pekerjaan sanitair yang dilakukan meliputi pekerjaan pemasangan pipa air


bersih dan air kotor, pipa buangan air hujan, pemasangan kran air, Floor
Drain,Kloset, dan lain sebagainya. Pemasangan ini berdasarkan persetujuan
pemilik dan dilihat oleh konsultan pengawas.

 PEKERJAAN ELEKTRIKAL & MEKANIKAL

Sebelum pekerjaan elektrikal dilaksanakan, perlu ditunjukkan contoh-contoh


material, tipe dan juga merek yang akan digunakan untuk mendapatkan
persetujuan.

Pengadaan material untuk pekerjaan elektrikal disimpan di sekitar lokasi


terdekat dengan area pekerjaan dan melindungi diri dari kemungkinan kerusakan
material menyebabkan benturan perangkat keras, sedangkan material lain
disimpan di gudang tertutup.

Teknis pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan gambar desain, RKS dan
spesifikasi teknis pekerjaan elektrikal dan mekanikal.

Pelaksanaan pekerjaan elektrikal dan mekanikal sesuai dengan perencanaan


dan membutuhkan kontrol yang lebih lanjut, sehingga dikerjakan oleh orang yang
berkompeten di bidangnya.

Untuk pekerjaan instalasi listrik, telepon, ducting, dan fire alarm dilakukan
sebelum plesteran dan dinding dan pemasangan plafond.

18
Instalasi Stop Kontak dan Saklar-Saklar dipasang pada dinding dengan rapi
sesuai penempatannya pada gambar-gambar rencana, setelah semua instalasi titik
api dan instalasi stop kontak dan saklar terpasang barulah diberi lampu-lampu
sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar-gambar rencana.

 PEKERJAAN ATAP

Dalam proyek ini Gudang memakai rangka atap yang terdiri dari baja Ringan
yang dikerjakan setelah pekerjaan cor balok dan kolom–kolom selesai dikerjakan,
rangka atap dipasang sedemikian rupa sehingga kokoh dan rapi, agar atap
penutupnya dapat dipasang dengan baik dan sempurna, dimensi rangka baja dan
penempatannya disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana.

Atap penutup terdiri dari atap genteng metal zincalume tebal 0,35 mm dan
atap spandek, setelah itu dipasang juga nok atas genteng dengan bahan yang sama
dengan atap penutup, kemudian talang jurai dari genteng metal juga dipasang,
ukuran dimensi disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana.

Pada proyek ini juga digunakan canopy atap grill aluminium dan canopy kaca
mika, dimana pemasangan material tersebut dilakukan oleh orang yang
berpengalaman dalam mengerjakannya.

 PEKERJAAN SARANA LUAR BANGUNAN

Pekerjaan sarana luar yang dilakukan meliputi pekerjaan taman, pembuatan


jalan lingkungan, pembuatan saluran drainase lingkungan kantor, serta pembuatan
pagar keliling. Pekerjaan ini dibagi ke beberapa kelompok dalam pengerjaannya
sehingga di dapat hasil yang baik.

19
BAB III

DIMENSI KONSTRUKSI

 UKURAN GUDANG

Dalam proses pembangunan gudang ini dibuat dengan ukuran 15 x 20


meter. Dan gudang ini dibuat dengan konstruksi beton.

 SPESIFIKASI BAHAN

 Bahan

Pondasi = Tiang pancang (17.5x17.5x120)


Struktur = Beton Bertulang (K 300)
Dinding = Batu Bata Plester, Finishing Cat
Kusen = Kayu Mahoni Dipelitur
Daun Pintu = Kayu Mahoni Dipelitur
Daun Jendela = Kayu Mahoni Dipelitur
Pintu Depan = Type Double / Kupu Tarung
Atap = Seng multiroof
Rangka Atap = baja ringan
Lantai ruag tamu = Keramik 40 x 40
Lantai kantor = Keramik 40 x 40
Lantai K. Mandi = Keramik 20 x 20
Dinding K. Mandi = Keramik 20 x 25
Pintu K. Mandi = PVC
Bak Mandi = Fiber / Bata Plester dikeramik
Closet = jongkok
Air Bersih = Pompa Air Sumur
Listrik = 1300 watt / 220 volt

20
BAB IV

SARANA DAN PRASARAN PENUNJANG

 Pekerjaan Saluran Drainase

Saluran drainase terbuat dari beton berbentuk U. Pada awalnya tanah digali
dengan kedalam yang sesuai spesifikasi. Kemudian diberikan urugan pasir dan
dipadatkan setiap lapisnya. Lantai kerja diletakkan diatas urugan pasir dengan
mutu beton K-175. Saluran beton U ditch diletakkan diatas lantai kerja, jika
panjang saluran tidak cukup maka disambung dengan mengunakan campuran
semen dan pasir. Bagian atas saluran diberikan Grill penutup dari besi untuk
mengurangi resiko orang atau sesuatu jatuh ke dalamnya.

 Pembuatan Jalan Lingkungan Gudang

Ada tiga jenis perkerasan yang digunakan untuk pembuatan jalan disekitar
lingkungan kantor yaitu Perkerasan jalan lentur, perkerasan beton, dan perkerasan
dengan menggunakan conblok.

Dalam pelaksanaannya pada mulanya tanah diratakan dan dipadatkan. Jika


belum didapatkan kepadatan tanah yang diinginkan maka tanah urug didatangkan
dari luar dan kembali diratakan, dipadatkan dan mulai dibentuk permukaan badan
jalan. Pada prouek ini jalan lingkungan merupakan perkerasan beton.

 Perkerasan Beton

Untuk perkerasan beton, setelah tanah diratakan,dipadatkan dan dibentuk


sesuai spesifikasi bekisting beton dapat langsung dipasang, tulangan yang sudah
difabrikasi diletakkan ke dalam bekisting. Sebelum tulangan diletakkan
permukaan tanah diberikan beton tahu (Beton Decking) untuk menjaga posisi
tulangan tepat di tengah dan memperoleh tebal selimut beton yang sesuai dengan
spesifikasi. Setelah bekisting dan tulangan terpasang, campuran beton dapat
dituangkan, dan dipadatkan menggunakan vibrator. Sehari setelah beton mengeras

21
perlu dilakukan perawatan terhadap beton dengan cara ditutupi dengan goni basah
atau disirami air.

Untuk Perkerasan dengan Conblok, setelah tanah dipadatkan, conblok


disusun dengan rapi diatas permukaan tanah. Penyusunan harus memperhatikan
sudut-sudut dari pertemuan conblok, agar saling bertemu. Urugan pasir diletakkan
diatas conblok, kemudian diratakan sehingga mengisi setiap bagian yang kosong
dari pertemuan sisi-sisi conblok.

 Pembuatan Pagar Keliling

Pagar keliling menggunakan pondasi strauss pile dan plat setempat. Proses
pelaksanaan pekerjaan ini sama dengan pelaksanaan bangunan struktur lainnya.
Dimulai dari pembuatan pondasi, dilanjutkan dengan pembuatan balok sloof dan
kolom serta balok. Setelah struktur selesai, maka pekerjaan dinding pagar dapat
dilakukan

 Pembuatan Taman (Land Scape)

Landscape dalam proyek ini meliputi pembuatan landscape pada median jalan
dan taman di sekitar lingkungan gudang. Penanaman pohon dilakukan pada titik
yang telah ditentukan dengan jenis yang sesuai dengan spesifikasi dan gambar.
Pada bagian tengah jalan dipasang kansten dan dibuat penghijauan untuk
mengisinya. Dihiasi dengan tanaman-tanaman kecil dan beberapa pohon.
Disekitar area gedung juga diletakkan beberapa jenis tanaman dalam pot sehingga
memberikan efek sejuk pada setiap orang

22
BAB V

PENUTUP

Pembangunan merupakan upaya manusia dalam mengolah dan


memanfaatkan sumber daya yang dipergunakan bagi pemenuhan kebutuhan dan
pengingkatan kesejahteraan hidup manusia itu sendiri. Dengan memiliki cipta,
rasa dan karsa, manusia telah mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam
untuk meningkatkan kemakmuran baik untuk generasi sekarang maupun untuk
generasi mendatang. Dalam arti bahwa pemanfaatan sumber daya alam bagi
kebutuhan generasi sekarang juga mempertimbangkan dan memperhatikan
generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut sesuai dengan
konsep pembangunan berkelanjutan.

23