Anda di halaman 1dari 24

http://staff.unila.ac.id/gnugroho/files/2014/06/TERMOREGULASI-Suhu-Tubuh.

pdf

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/kapan-harus-kompres-panas-kapan-
harus-kompres-dingin/diaksestanggal5februari2019

Kapan Harus Kompres Panas,


Kapan Harus Kompres Dingin?
Oleh Priscila Stevanni,2017.Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: .

 40Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)40

 Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang


baru)

 Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang


baru)

 Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang


baru)

 Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang


baru)

 Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang


baru)


Nyeri merupakan keadaan yang sangat tidak menyenangkan bagi hampir
sebagian besar orang. Selain obat-obatan, orang yang sedang mengalami nyeri
tentu akan melakukan berbagai usaha untuk mengurangi intensitas nyeri mereka.
Kompres dingin dan hangat merupakan dua jenis metode yang mudah dan paling
sering digunakan untuk meredakan keluhan tersebut. Namun, tahukah Anda
kapan saat yang tepat untuk menggunakan kompres hangat dan kapan saat
yang tepat untuk menggunakan kompres dingin? Apa saja manfaat dari masing-
masing metode kompres tersebut? Dalam keadaan apa saja kompres hangat
tidak boleh digunakan?

Bagaimana cara kerja kompres hangat?


Suhu hangat dapat memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah dan
suplai oksigen dapat lebih mudah mencapai daerah yang sakit. Hal ini akan
membantu relaksasi dari otot dan mengurangi nyeri. Suhu yang hangat juga akan
mengurangi kekakuan dan meningkatkan rentang gerak bagian tubuh yang nyeri.

Kapan dan bagaimana cara melakukan


kompres hangat?
Kompres hangat dapat diberikan melalui handuk yang telah direndam dalam air
hangat, botol yang berisi air hangat, atau bantal pemanas yang khusus dirancang
untuk mengompres. Suhu yang digunakan untuk mengompres harus
diperhatikann agar tidak terlalu panas. Suhu yang disarankan untuk kompres
hangat adalah sekitar 40-50 derajat C. Biasakan untuk tidak megompres lebih
dari 20 menit, kecuali jika dokter menyarankan demikian. Pastikan pula Anda
tidak langsung meletakkan sumber panas ke kulit karena dapat menyebabkan
luka bakar atau iritasi.
Kompres hangat biasa digunakan untuk meredakan nyeri otot atau sendi yang
sudah berlangsung lama (kronik). Selain itu, kompres hangat juga merupakan
metode yang tepat untuk menurunkan demam. Pembuluh darah yang melebar
akibat suhu hangat dapat membantu mempermudah pengeluaran panas dari
tubuh. Walau digunakan untuk mengurangi nyeri, akan tetapi perlu diperhatikan
bahwa kompres hangat tidak dianjurkan digunakan pada luka yang baru atau
kurang dari 48 jam karena akan memperburuk kondisi luka akibat penumpukan
cairan pada lokasi yang cedera dan meningkatkan nyeri. Kompres hangat juga
tidak boleh digunakan pada luka terbuka dan luka yang masih terlihat bengkak.

Bagaimana kerja kompres dingin?


Kompres dingin biasa dipakai pada daerah yang bengkak atau memar.
Berkebalikan dengan kompres hangat, pada kompres dingin, suhu yang rendah
dapat merangsang penyempitan diameter pembuluh darah dan memperlambat
aliran darah yang menuju ke lokasi cedera. Pada daerah yang cedera terjadi
proses peradangan dan kerusakan pembuluh darah yang akan menyebabkan
sel-sel darah keluar dari pembuluh darah dan menyebabkan kulit berwarna
merah kebiruan. Es atau air dingin dapat menurunkan jumlah darah yang keluar
tersebut. Penurunan aliran darah ini akan menyebabkan berkurangnya zat-zat
perangsang inflamasi yang bergerak menuju lokasi cedera sehingga dapat
mengurangi bengkak dan nyeri.

Kapan dan bagaimana cara melakukan


kompres dingin?
Kompres dingin biasa digunakan dalam 24 hingga 48 jam setelah terjadinya
cedera dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya inflamasi. Metode ini paling
baik digunakan untuk cedera olahraga seperti terkilir, terbentur, atau memar.
Bungkus kompres terlebih dulu dengan handuk agar suhu dingin tidak
menyentuh kulit secara langsung. Sama seperti pada kompres hangat, sebaiknya
Anda tidak menempelkan kompres dingin lebih dari 20 menit. Angkat kompres
setelah 20 menit, dan berikan jeda selama 10 menit sebelum kemudian mulai
mengompres lagi.

Kesimpulan
Kompres dingin dan kompres hangat memiliki manfaatnya masing-masing.
Kompres dingin lebih cocok digunakan pada cedera yang sifatnya baru (antara
24-48 jam), sedangkan kompres hangat sangat berguna untuk meredakan nyeri
yang sudah berlangsung lama (kronik). Walau berbeda manfaat, pada prinsipnya,
cara mengaplikasikan kedua metode ini hampir sama.

Penting bagi Anda untuk menghindari suhu yang terlalu ekstrem (terlalu tinggi
atau terlalu rendah), hindari juga kontak langsung antara kulit dan sumber panas
atau suhu dingin. Terakhir, tentu saja bijaksanalah dalam memilih metode
kompres yang tepat untuk kondisi Anda.

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/berapa-suhu-tubuh-
normal/diaksestanggal5februari2019

Berapa Seharusnya Suhu Tubuh


yang Normal? Apa yang Bikin
Suhu Tubuh Naik-Turun?
Oleh Ajeng QuamilaInformasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus -
Dokter Umum.
Suhu tubuh normal di tubuh Anda bisa terus berubah sepanjang hari. Ini karena
tubuh manusia mampu mengubah sendiri suhu intinya sesuai dengan musim dan
lingkungan sekitarnya. Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun sekitar
0,5°C dalam sehari; bisa lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di sore ke
malam hari, tergantung dari apa aktivitas Anda di hari itu.

Artinya, suhu tubuh yang selalu berubah sebenarnya adalah bagian alami dari
mekanisme pertahanan tubuh Anda. Namun penting untuk memastikan bahwa
suhu tubuh yang naik-turun bukanlah hasil dari kondisi medis yang
mendasarinya. Teruskan membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang suhu
tubuh normal manusia, dan apa yang bisa menyebabkan perubahannya.

Berapa suhu tubuh normal manusia?


Kebanyakan orang menganggap suhu tubuh normal manusia sudah pasti harus
berada di angka 37ºC. Namun, konsep ini agak menyesatkan dan telah dibantah
oleh banyak studi medis.

Sebuah studi yang diterbitkan bertahun-tahun yang lalu di Journal of American


Medical Association menemukan suhu normal rata-rata untuk orang dewasa
adalah 36,7°C, bukannya pas 37°C. Secara umum, dunia medis menyepakati
bahwa suhu tubuh normal berkisar antara 36,1°C sampai 37,2°C.

Meski standar tersebut juga akan banyak bergantung pada:

 Kondisi fisik orang tersebut.

 Usia.

 Aktivitas apa saja yang telah mereka lakukan.

 Waktu di hari tersebut.

 Bagian mana dari tubuh Anda yang diukur suhunya — Misalnya,


pembacaan suhu dari ketiak biasanya menunjukkan 0.5°C lebih rendah dari suhu
inti tubuh.

Sementara itu, suhu tubuh cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Satu
studi milik para periset di Rumah Sakit Universitas Winthrop di New York
menemukan bahwa orang lanjut usia memiliki suhu tubuh normal yang lebih
rendah daripada “standar” di atas. Dari 150 orang lanjut usia dengan usia rata-
rata sekitar 81 tahun, periset menemukan bahwa suhu rata-rata tubuh mereka
tidak pernah mencapai 37°C. Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan ketika
lansia sakit sekalipun, suhu tubuh mereka mungkin tidak naik hingga mencapai
suhu yang dikenali orang sebagai demam (lebih dari 37ºC). Di sisi lain, suhu
tubuh yang terlalu rendah (di bawah 35ºC) pada umumnya menjadi pertanda
penyakit tertentu.
Dengan demikian, batasan suhu tubuh agar bisa dibilang demam juga akan
berbeda untuk setiap orang berdasarkan waktu di hari tersebut. Intinya adalah,
untuk bisa mengetahui suhu tubuh normal seseorang, setiap variasi faktornya
harus ikut diperhitungkan.

Apa yang menyebabkan suhu tubuh


bisa naik-turun?
Tubuh mengubah suhunya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan di sekitar.
Anda akan berkeringat saat berada di lingkungan yang panas untuk membantu
menjaga tubuh tetap dingin. Di sisi lain, tubuh Anda akan berusaha membuatnya
tetap hangat saat suhu di sekitar Anda rendah. Untuk melakukan itu, otak akan
mengirim sinyal ke seluruh tubuh agar memasok lebih banyak darah dari
pembuluh kapiler menuju bagian tubuh yang hangat. Respon ini akan membuat
Anda gemetar menggigil. Menggigil bisa menghasilkan panas sehingga tubuh
Anda bisa menjaga suhu tubuhnya.

Suhu tubuh juga bisa mengalami perubahan saat Anda merokok, minum alkohol,
dan bahkan saat Anda berbohong. Berikut adalah beberapa alasan umum
lainnya di balik naik-turunnya suhu tubuh normal:

1. Pertumbuhan badan
Suhu tubuh yang naik-turun umum dialami oleh bayi. Alasannya tak lain dan tak
bukan adalah karena mereka masih berada dalam masa tumbuh kembangnya,
sehingga sistem internal tubuh belum mencapai fungsi yang paling optimalnya.
Suhu tubuh bayi bisa meningkat dalam beberapa hari kelahiran tapi akan turun
sedikit saat bayi sampai usia pertengahan.
2. Perubahan hormon
Suhu tubuh sangat sensitif terhadap kadar hormon. Jadi, suhu seorang wanita
mungkin lebih tinggi atau lebih rendah saat berovulasi atau mengalami
menstruasi. Hal yang sama akan terjadi setelah menopause. Sebaliknya,
perubahan metabolisme selama kehamilan menyebabkan peningkatan suhu
tubuh.

3. Ritme sirkadian
Suhu tubuh mungkin berubah-ubah mengikuti perubahan jam biologis (ritme
sirkadian) tubuh. Suhu tubuh terendah biasanya terjadi di 2 jam terakhir sebelum
Anda bangun. Anda juga bisa merasa lebih dingin pada waktu-waktu tertentu
terlepas dari suhu sekitar yang stabil.

4. Demam
Demam adalah gejala umum, bukan sebuah penyakit mandiri. Anda akan demam
jika ada infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Pada bayi
dan anak-anak, demam biasanya muncul saat suhu tubuh lebih dari 37 derajat
Celsius. Sementara itu, orang dewasa akan demam ketika suhu tubuh mencapai
38-39°C.
Demam merupakan pertanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi, karena
biasanya virus dan bakteri berkembang biak dengan cepat dalam tubuh di suhu
37º Celsius. Maka dari itu, tubuh akan meningkatkan suhunya untuk
mempertahankan diri dan mencegah patogen jahat ini semakin memperbanyak
diri.

Penyakit yang umum menyebabkan demam adalah flu, radang


tenggorokan, sinusitis, radang paru, tuberkulosis, dan infeksi saluran kencing.
Beberapa penyakit berbahaya lain yang bisa mengakibatkan demam adalah
demam berdarah, malaria, radang selaput otak (meningitis), dan HIV.

Demam juga bisa muncul ketika anak selesai imunisasi atau mau tumbuh
gigi. Jika Anda atau anak Anda demam, sebaiknya segera periksakan ke dokter
untuk mencari tahu sumber penyakitnya sehingga bisa ditangani dengan baik.
5. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah salah satu dari banyak alasan naik-turunnya suhu tubuh
Anda. Kelenjar tiroid mengatur bagaimana sel tubuh Anda memanfaatkan energi
yang diterima dari makanan — prosesnya disebut metabolisme. Metabolisme
Anda mungkin melambat karena penyakit tertentu atau faktor lainnya. Ini adalah
sebuah kondisi yang disebut hipotiroidisme. Suhu tubuh Anda akan turun saat
metabolisme Anda lambat dan Anda akan merasa kedinginan. Gejala
hipotiroidisme yang paling umum adalah kelelahan, sembelit, nyeri otot, dan
mood depresif.
6. Diabetes
Diabetes juga memiliki hubungan dengan suhu inti tubuh Anda. Para ilmuwan
menemukan bahwa ketika insulin disuntikkan ke area otak tertentu pada tikus,
hal itu dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan tingkat metabolismenya.
Ini menunjukkan diabetes dapat sedikit banyak memengaruhi suhu tubuh Anda
dan menyebabkan perubahan.

Fakta unik lainnya tentang suhu tubuh


seseorang

1. Merokok bisa bikin suhu tubuh naik


Tahukah Anda jika merokok dapat menaikkan temperatur tubuh? Sebenarnya,
hal ini disebabkan karena Anda menghirup asap dari rokok. Ja, suhu pada ujung
rokok adalah sebesar 95 derajat celcius. Nah, saat asap terhirup ke dalam
hidung kemudian masuk ke paru-paru, suhu dalam organ tersebut akan
meningkat.

Ketika paru-paru Anda panas, organ ini tidak dapat melakukan salah satu fungsi
pentingnya yakni mendinginkan atau mengeluarkan panas dari tubuh. Ini lah
yang akhirnya membuat suhu tubuh jadi tinggi. Saat Anda berhenti
merokok, maka suhu tubuh akan kembali normal dalam waktu sekitar 20 menit.
Menghirup asap rokok saja sudah bisa membahayakan paru-paru, apalagi jika
menjadi perokok aktif setiap hari. Maka itu, hentikan kebiasaan merokok Anda
dengan perlahan.

2. Sedang bohong juga bikin suhu tubuh naik


Kalau di negeri dongeng, orang yang berbohong akan punya hidung yang
panjang. Nah, di dunia nyata hidung Anda juga mengalami perubahan saat
berbohong. Bukan bentuknya yang semakin panjang, tapi suhu hidung kian
meningkat, dilansir dalam laman Web MD.

Para peneliti Spanyol di University of Granada masih menyelidiki fenomena in.


Diduga bahwa hal ini terjadi karena respon tubuh saat Anda berbohong. Ketika
seseorang berbohong, rasa cemas dan takut ketahuan akan muncul. Saat itu
juga, tubuh Anda akan menimbulkan beberapa respon seperti detak jantung
semakin kencang dan temperatur tubuh pun meningkat. Akhirnya, area sekitar
hidung dan mata akan terasa lebih hangat.

3. Suhu dingin bikin tidur lebih nyenyak


Suhu tubuh juga dapat memengaruhi seberapa baik kualitas tidur seseorang.
Semakin dingin, maka tidur Anda bisa lebih nyenyak. Beberapa saat sebelum
manusia tertidur, tubuh akan menurunkan suhunya sekitar 1 hingga 2 derajat.
Perubahan suhu ini yang membantu tubuh akhirnya jatuh ke dalam siklus tidur.

Maka itu, mandi air hangat atau mandi saat sebelum tidur adalah
obat insomnia yang sering direkomendasikan. Pasalnya, setelah mandi air
hangat tubuh akan mengalami penurunan suhu yang cukup banyak, sehingga
merangsang rasa kantuk

Dr. Rachel Salas, MD, seorang ahli saraf di Johns Hopkins University mengutip
sebuah studi dari National Sleep Foundation yang menyatakan bahwa suhu
kamar terbaik untuk tidur yakni berada di sekitar 18-22º Celcius. Downey dan
Heller juga mengamini pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa rentang
suhu 18-22ºC bisa menjadi acuan Anda saat mengatur suhu kamar yang pas
sebelum tidur.

4. Mengetahui waktu kematian seseorang


Ketika seseorang meninggal, suhu tubuh akan perlahan menurun. Nah,
temperatur tubuh ini sering digunakan para penyidik jenazah untuk
memperkirakan kapan waktu mayat yang ditemukan tersebut mati sebenarnya.

Penyidik bisa mendapatkan gambaran tentang berapa lama jenazah tersebut


sudah meninggal dengan meletakkan tangannya di bawah lengan jenazah. Jika
tubuhnya hangat, artinya baru meninggal beberapa jam sebelumnya. Namun jika
dingin dan lembap, setidaknya sudah meninggal selama 18 hingga 24 jam yang
lalu.

Lalu, bagaimana menjaga suhu tubuh


normal di kala cuaca dingin melanda?
Saat cuaca sedang panas, umumnya Anda bisa mengatasi hal tersebut dengan
cara tetap menghidrasi diri dengan cara banyak minum cairan dan berteduh di
tempat yang adem seperti di ruangan ber-AC.

Lalu, bagaimana menjaga suhu tubuh normal di kala cuaca sedang dingin? Anda
pasti akan menggunakan pakaian yang tebal atau berlapis-lapis untuk
menghindari kedinginan. Bahkan, jika AC kamar Anda dipasang pada suhu
rendah, Anda akan menarik selimut tebal Anda untuk menutupi tubuh Anda. Ini
ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menghangatkan tubuh saat Anda
merasa kedinginan:

1. Jangan sampai Anda menggigil

Menggigil merupakan sebuah tanda bahwa Anda kedinginan dan Anda perlu
secepatnya memberi kehangatan pada tubuh Anda. Saat suhu kulit Anda turun,
Anda akan menggigil untuk menjaga suhu tubuh inti Anda tidak turun juga.

Orang dengan hipotermia ringan akan menggigil, tetapi yang mempunyai


hipotermia sedang mungkin tidak. Tubuh akan berhenti menggigil saat kontraksi
otot tidak lagi dapat menghasilkan panas. Artinya, saat Anda berhenti menggigil,
maka suhu tubuh inti Anda akan merosot turun.

2. Makan yang banyak

Makan lebih banyak saat Anda merasa kedinginan merupakan cara yang baik
untuk mempertahankan kehangatan tubuh Anda. Hal ini penting untuk menjaga
gula darah Anda sehingga tubuh dapat memberikan energi yang Anda butuhkan
untuk tetap hangat.

Makanlah makanan yang dicerna tubuh secara perlahan, seperti makanan yang
berlemak. Saat tubuh Anda mencerna makanan, tubuh akan membakar energi
sehingga Anda akan merasa lebih hangat. Oleh karena itu, jika makanan yang
Anda makan lebih lama dicerna tubuh, maka Anda juga akan merasa hangat
lebih lama.

3. Minum banyak air

Selain asupan makanan, tubuh Anda juga akan menolerir dingin dengan baik jika
asupan air ke tubuh terjaga. Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat
memberikan kehangatan yang lebih baik pula. Minumlah air panas yang juga
dapat memberikan sensasi hangat untuk Anda, walaupun ini tidak benar-benar
dapat menaikkan suhu internal tubuh Anda.

Menurut seorang profesor dari University of Pennsylvania, Michael Cirigliano,


MD, mulut merupakan salah satu bagian paling sensitif di tubuh Anda. Sehingga,
jika air panas menyentuh mulut Anda, maka Anda akan merasakan sensasi
hangat.

4. Sesuaikan tubuh Anda dengan cuaca dingin

Tubuh mempunyai kemampuan lebih dari yang Anda bayangkan. Tubuh


mempunyai mekanisme khusus untuk menjaga dirinya tetap hangat. Orang yang
sering menghabiskan waktu dalam cuaca dingin dapat membuat dirinya lebih
tahan dengan dingin.

Mekanisme dalam tubuh ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, mungkin


lemak tubuh yang disebut dengan lemak cokelat (brown fat) berperan dalam hal
ini. Lemak cokelat dapat lebih banyak membakar energi dan melepaskannya
sebagai panas tubuh untuk memberi kehangatan pada Anda.

5. Tetap jaga tubuh Anda tetap kering

Tubuh yang berkeringat atau baju yang basah dapat membuat Anda merasa
lebih kedinginan. Oleh karena itu, jika cuaca sedang dingin, sebaiknya gunakan
baju yang dapat menyerap keringat. Jika baju basah, sebaiknya ganti baju
segera. Usahakan agar tubuh Anda tetap kering.

6. Jaga suhu tubuh inti Anda tetap hangat

Sebaiknya gunakan pakaian yang tertutup. Anda juga perlu memakai kaus kaki,
sarung tangan, dan topi untuk mempertahankan suhu tubuh inti. Jika Anda
sedang kedinginan, yang pertama kali Anda rasakan adalah dingin pada kaki dan
tangan, sebelum rasa dingin menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Hal ini merupakan bentuk mekanisme tubuh dalam mempertahankan suhu inti
tubuh. Saat kedinginan, pasokan darah diprioritaskan mengalir ke bagian vital
tubuh, sehingga bagian kaki dan tangan Anda akan merasa kedinginan lebih
dulu. Menjaga tubuh Anda tetap tertutup adalah hal terbaik yang dapat Anda
lakukan untuk mempertahankan kehangatan tubuh.

Direview tanggal: Agustus 14, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 14, 2018
http://franlyonibala04.blogspot.com/2014/02/pengaturan-suhu-tubuh-
endoterm.html/diaksestanggal6februari2019

Rabu, 26 Februari 2014

PENGATURAN SUHU TUBUH ENDOTERM

A. TUJUAN
Mempelajari kemampuan organisme endoterm(homoioterm) dalam mempertahankan panas tubuh
manusia.

B. ALAT DAN BAHAN

1. Termometer

2. Kapas

3. Alkohol

C. DASAR TEORI
Manusia adalah makhluk homeotermik, makhluk berdarah panas dimana suhu tubuhnya
relatif konstan terhadap perubahan suhu disekitarnya. Suhu tubuh manusia (suhu inti / core
temperature) dipertahankan dalam batas normal dalam suatu limit yang kecil, tidak lebih dari 0,4º C
yaitu sekitar 36,7-37,1º C, bahkan dalam suatu keadaan lingkungan yang buruk oleh suatu sistem
yang disebut termoregulasi.

Termoregulasi adalah proses fisiologis yang merupakan kegiatan integrasi dan koordinasi yang
digunakan secara aktif untuk mempertahankan suhu inti tubuh melawan perubahan suhu dingin atau
hangat (Myers, 1984). Pusat pengaturan tubuh manusia ada di Hipotalamus, oleh karena itu jika
hipotalamus terganggu maka mekanisme pengaturan suhu tubuh juga akan terganggu dan
mempengaruhi thermostat tubuh manusia.

Manusia membutuhkan keadaan normotermia untuk mempertahankan fungsi-fungsi tubuh


berjalan normal. Saat tubuh tidak dapat dipertahankan normal, fungsi metabolisme tubuh terganggu
dan dapat berakibat fatal. Suhu tubuh dipertahankan konstan dengan cara memproduksi panas atau
meningkatkan pengeluaran panas. Suhu tubuh dipertahankan oleh sistem termoregulasi berkisar 24-
45ºC. Jika suhu tubuh berubah menjadi kurang dari 24ºC atau lebih dari 45ºC maka termoregulasi
akan hilang dan berakibat fatal.

Perubahan suhu tubuh di pengaruhi oleh berbagai faktor sehingga menyebabkan Setiap saat
suhu tubuh manusia berubah secara fluktuatif. Hal - hal tersebut adalah :

 Exercise: semakin beratnya exercise maka suhunya akan meningkat 15 x, sedangkan pada atlet dapat
meningkat menjadi 20 x dari basal ratenya.

 Hormon: Thyroid (Thyroxine dan Triiodothyronine) adalah pengatur pengatur utama basal
metabolisme rate. Hormon lain adalah testoteron, insulin, dan hormon pertumbuhan dapat
meningkatkan metabolisme rate 5-15%.

 Sistem syaraf: selama exercise atau situasi penuh stress, bagian simpatis dari system syaraf otonom
terstimulasi. Neuron-neuron postganglionik melepaskan norepinephrine (NE) dan juga merangsang
pelepasan hormon epinephrine dan norephinephrine (NE) oleh medulla adrenal sehingga
meningkatkan metabolisme rate dari sel tubuh.

 Suhu tubuh: meningkatnya suhu tubuh dapat meningkatkan metabolisme rate, setiap peningkatan 1
% suhu tubuh inti akan meningkatkan kecepatan reaksi biokimia 10 %.

 Asupan makanan: makanan dapat meningkatkan 10 – 20 % metabolisme rate terutama intake tinggi
protein.

 Berbagai macam factor seperti: gender, iklim dan status malnutrisi.

SUHU TUBUH
Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara panas yang diproduksi oleh tubuh dengan panas
yang dikeluarkan. Suhu tubuh manusia secara kasar dibagi menjadi 2 yaitu : suhu inti (core
temperature) dan suhu perifer/suhu kulit.

 Suhu inti adalah suhu pada jaringan / organ vital yang baik perfusinya. Suhu ini relatif sama.
Dengan kata lain, distribusi panas pada bagian-bagian tubuh ini cepat, sehingga suhu pada beberapa
tempat yang berbeda hampir sama. Bagian tersebut secara fisik terletak di kepala dan dada.

 Bagian tubuh dimana suhunya tidak homogen dan bervariasi sepanjang waktu merupakan
bagian dari suhu perifer. Suhu kulit/ perifer berbeda dengan suhu inti, naik dan turun sesuai dengan
suhu lingkungan. Bagian tubuh ini terdiri dari kaki dan tangan. Suhu perifer ini biasanya 2-4ºC di
bawah suhu inti.

Suhu tubuh diatur dengan mengimbangi produksi panas terhadap kehilangan panas yang
terjadi. Bila laju pembentukan panas dalam tubuh lebih besar daripada laju hilangnya panas, timbul
panas dalam tubuh dan suhu tubuh meningkat. Sebaliknya, bila kehilangan panas lebih besar, panas
tubuh dan suhu tubuh menurun.

Pengukuran suhu tubuh diambil berdasarkan suhu inti dan suhu perifer. Suhu ini disebit suhu
tubuh rata-rata. Rumus yang digunakan adalah :

 T body = 0,66 T core + 0,34 T skin

Suhu kulit di seluruh tubuh berbeda. Menurut Ramanathan menganjurkan untuk menentukan
suhu kulit dibutuhkan 4 tempat berbeda. Sedangkan suhu inti dapat diambil dari suhu pada
membrana timpani, esofagus distal atau arteri pulmonalis. Selain itu, juga dapat diambil dari suhu di
nasofaring, rektal atau vesika urinaria.

Suhu tubuh bervariasi tergantung dari bagian tubuh yang diukur, waktu pengukuran, aktivitas
dan umur. Suhu kulit di pergelangan kaki ¬sekitar 20ºC, di pinggang sekitar 30ºC pada temperatur
lingkungan 22,2ºC. Suhu aksila sekitar 1ºF (0,6ºC) lebih rendah daripada suhu oral dan suhu rektal
sekitar 1ºF lebih tinggi daripada suhu oral. Suhu tubuh tergantung dari variasi diurnal, suhu tubuh
rendah pada pagi hari (terendah sekitar jam 4.00 pagi hari) dan mencapai maksimal pada sore hari
antara jam 03.00-07.00 malam.

PANAS TUBUH

Panas tubuh dihasilkan dari reaksi metabolisme tubuh. Sumber utama terbentuknya panas
tubuh ini berasal dari glukosa, protein dan lemak. Panas tubuh yang dihasilkan berasal dari
pembakaran setiap gram lemak menjadi 9,3 kal dan karbohidrat serta protein menjadi 4,1 kali.
Sebagian besar produksi panas di dalam tubuh dihasilkan organ dalam, terutama dalam hati, otak,
jantung dan otot rangka selama kerja. Kemudian panas ini dihantarkan dari organ dan jaringan yang
lebih dalam ke kulit, dimana panas tubuh hilang ke udara dan sekitarnya. Oleh karena itu, laju
hilangnya panas tubuh ditentukan oleh seberapa cepat panas tubuh dapat dikonduksikan dari
tempat panas tubuh dihasilkan dalam inti tubuh ke kulit dan seberapa cepat panas tubuh kemudian
dapat dihantarkan dari kulit ke sekitarnya.

Panas tubuh hilang dari permukaan tubuh melalui 4 mekanisme, yaitu radiasi, konduksi,
konveksi dan evaporasi. Kehilangan panas melalui radiasi adalah kehilangan dalam bentuk
gelombang panas. Tubuh manusia menyebarkan gelombang panas ke segala penjuru. Gelombang
panas juga dipancarkan dari benda-benda di sekitar ke tubuh . Tetapi bila suhu tubuh lebih besar dari
suhu lingkungan, panas tubuh ini akan dipancarkan keluar dari tubuh lebih besar daripada yang
dipancarkan ke tubuh.

Kehilangan panas karena radiasi ini dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Makin rendah suhu
lingkungan makin besar panas tubuh yang hilang dan bila suhu tubuh makin mendekati suhu
lingkungan, kehilangan panas yang terjadi makin kecil. Selain dipengaruhi oleh hal tersebut, radiasi
juga dipengaruhi oleh kelembaban udara, makin tinggi kelembaban, kehilangan panas makin
berkurang. Radiasi merupakan penyebab kehilangan panas terbesar pada penderita yang menjalani
operasi.

Konduksi merupakan hilangnya panas dari suatu permukaan benda ke permukaan benda
lainnya.Misalnya, dari kulit tubuh manusia ke permukaan tempat tidur. Hal ini dipengaruhi oleh suhu
dari benda tersebut dan penyekat yang ada diantara keduanya.

Di sekitar manusia terdapat suatu lapisan udara yang hangat yang berfungsi sebagai insulator
(penyekat tubuh). Lapisan udara ini yang menghalangi hilangnya panas tubuh ke udara. Tetapi bila
ada aliran udara yang bergerak yang menghilangkan lapisan udara di sekitar tubuh manusia akan
menyebabkan hilangnya panas tubuh. Proses hilangnya panas tubuh karena aliran udara ini disebut
konveksi1.

Evaporasi adalah suatu proses berubahnya cairan menjadi gas. Evaporasi terjadi melalui kulit
dan cairan yang hilang sekitar 800 ml (30-50 ml/jam). Sedangkan evaporasi melalui sistem
pernapasan terjadi melalui udara yang diekspirasikan, cairan yang hilang sekitar 400 ml/hari.

Pengeluaran keringat sendiri menyebabkan hilangnya panas dari tubuh. Mekanisme itu hanya
efektif untuk menurunkan suhu tubuh bila keringat yang terbentuk diuapkan oleh tubuh, tidak jatuh
atau meleleh dari tubuh. Setiap ml keringat yang diuapkan membutuhkan 580 kal yang akan diserap
dari tubuh.

Selama suhu kulit lebih tinggi daripada suhu lingkungan, panas dapat hilang melalui radiasi
dan konduksi. Tetapi ketika suhu lingkungan lebih tinggi daripada suhu tubuh, tubuh memperoleh
panas melalui radiasi dan konduksi dari suhu lingkungan. Dalam keadaan seperti ini satu-satunya cara
tubuh melepaskan panas adalah dengan evaporasi.

MEKANISME PENGATURAN SUHU TUBUH


Termoregulasi seperti fungsi sistem tubuh lainnya mempunyai sistem umpan balik (feed back)
negatif dan positif untuk mengatur fungsi fisiologis tubuh. Suhu tubuh dipertahankan melalui suatu
fungsi fisiologis yang melibatkan reseptor-reseptor suhu perifer dan sentral.

Bagian otak yang berpengaruh terhadap pengaturan suhu tubuh adalah hipotalamus anterior dan
hipotalamus posterior.

 Hipotalamus anterior (AH/POA) berperanan meningkatkan hilangnya panas, vasodilatasi dan


menimbulkan keringat.

 Hipotalamus posterior (PH/ POA) berfungsi meningkatkan penyimpanan panas, menurunkan aliran
darah, piloerektil, menggigil, meningkatnya produksi panas, meningkatkan sekresi hormon tiroid dan
mensekresi epinephrine dan norepinephrine serta meningkatkan basal metabolisme rate.

Fungsi pengaturan suhu tubuh atau termoregulasi tersebut dibedakan menjadi 3 fase, yaitu:
termal aferen, regulasi sentral dan respon eferen.

Termal Aferen

Informasi mengenai suhu berasal dari sel-sel di seluruh tubuh yang sensitif terhadap
perubahan suhu. Reseptor-reseptor suhu ini terletak di kulit dan membrana mukosa. Terdiri dari
reseptor panas dan reseptor dingin. Reseptor dingin menyalurkan impuls melalui serabut saraf Aδ
dan reseptor dingin melalui serabut saraf C tak bermielin. Serabut saraf C tak bermielin juga untuk
mendeteksi dan menghantarkan impuls nyeri. Hal ini yang menyebabkan impuls panas yang intens
kadang-kadang sulit dibedakan dengan impuls nyeri tajam. Reseptor di kulit ini memiliki 10 kali lebih
banyak reseptor dingin daripada reseptor panas. Oleh karena itu, deteksi suhu bagian perifer
terutama menyangkut deteksi suhu dingin daripada suhu panas.

Reseptor suhu tubuh bagian dalam juga ditemukan pada bagian tertentu dari tubuh, terutama
di medula spinalis, organ dalam abdomen dan torak, hipotalamus dan bagian lain dari otak, serta
sekitar vena-vena besar. Reseptor dalam ini berbeda fungsinya dengan reseptor kulit karena reseptor
tersebut lebih banyak terpapar dengan suhu inti daripada suhu permukaan tubuh.

Reseptor suhu juga terdapat di hipotalamus anterior area pre-optik. Area ini mengandung
sejumlah besar neuron yang sensitif terhadap panas yang jumlahnya kira-kira sepertiga neuron yang
sensitif terhadap dingin.

Regulasi Sentral

Pusat regulasi suhu di serebral terletak di hipotalamus. Impuls suhu yang berjalan melalui
traktus spinotalamikus, yang berasal dari kulit, medula spinalis, jaringan sebelah dalam torak dan
abdomen serta bagian otak lainnya akan dibawa dan diintegrasikan di hipotalamus, yang kemudian
akan mengkoordinasi jalur eferen menuju efektor.
Area pada hipotalamus yang dirangsang oleh impuls sensoris ini adalah suatu area yang
terletak secara bilateral dalam hipotalamus posterior kira-kira setinggi korpus mamilaris. Di area ini
impuls dari area pre optik dan dari perifer tubuh digabung untuk mengatur reaksi pembentukan
panas atau reaksi penyimpanan panas tubuh.

Pada manusia, suhu inti diatur dalam suatu limit yang kecil yang disebut set-point. Set-point ini
yang mengatur adalah hipotalamus posterior. Nilai ambang suhu inti tidak melebihi 0,4ºC, pada
umumnya berkisar 36,7-37,1ºC. Nilai ambang ini disebut interthreshold range. Hipotalamus
mengatur suhu tubuh dengan mengintegrasikan input suhu yang berasal dari perifer dan inti serta
membandingkan dengan set-point di hipotalamus posterior.

Interthreshold range ini bisa berubah pada penderita hipotiroid, hipertiroid, infeksi,
exercise/olah raga, makanan, anestesi dan pemberian obat-obatan, misalnya alkohol, sedatif dan
nikotin. Regulasi sentral ini intact pada bayi, tetapi seringkali terganggu pada orang tua atau
penderita sakit kritis.

Respon Eferen

Respon termoregulasi dari perubahan suhu terdiri dari perubahan tingkah laku. Pada manusia
dengan kesadaran penuh, perubahan tingkah laku lebih bermanfaat dalam mempertahankan suhu
tubuh. Saat hipotalamus mendeteksi penurunan suhu tubuh, impuls akan berjalan dari hipotalamus
menuju korteks serebri untuk memberikan individu tersebut sensasi dingin. Akibatnya terjadi
perubahan tingkah laku, misalnya peningkatan aktivitas motorik, seperti berjalan menuju tempat
yang lebih hangat atau memakai baju hangat.

Respon yang lainnya adalah respon vasomotor. Respon vasomotor terbagi menjadi 2 yaitu,
respon terhadap dingin, berupa vasokonstriksi dan piloereksi serta respon terhadap panas berupa
vasodilatasi dan pengeluaran keringat (sweating)

Suhu inti jika berada dibawah nilai ambang akan merangsang terjadinya vasokonstriksi,
termogenesis non-shivering dan shivering. Jika suhu melebihi nilai ambang akan mengaktivasi
vasodilatasi dan pengeluaran keringat. Tidak terjadi respon termoregulasi jika suhu inti berada
diantara dua nilai ambang ini (interthreshold range)

Efektor menentukan suhu lingkungaan yang dapat diterima oleh tubuh sementara suhu inti
tetap dipertahankan normal. Ketika mekanisme efektor ini dihambat, toleransi terhadap perubahan
suhu akan menurun, hingga mekanisme efektor lain tidak bisa mengkompensasi perubahan suhu
tersebut.

Respon terhadap Dingin

Jika terjadi penurunan suhu tubuh inti, maka akan terjadi mekanisme homeostasis yang
membantu memproduksi panas melalui mekanisme feed back negatif untuk dapat meningkatkan
suhu tubuh ke arah normal. Manusia pada umumnya mulai merasa tidak nyaman ketika suhu kulit
sekitar 7ºC atau lebih di bawah suhu inti. Hal ini akan menimbulkan respon tubuh untuk
mempertahankan panas tubuh dengan melakukan mekanisme feed back negatif untuk dapat
meningkatkan suhu tubuh ke arah normal.

Proses respon terhadap dingin

 Jika terjadi penurunan suhu tubuh inti, Thermoreseptor di kulit dan hipotalamus mengirimkan impuls
syaraf ke area preoptic ( kumpulan neuron-neuron di bagian anterior hypothalamus yang merupakan
Pusat pengaturan suhu tubuh yang berfungsi sebagai termostat tubuh ) dan pusat peningkatan
panas di hipotalamus, serta sel neurosekretory hipotalamus yang menghasilkan hormon TRH
(Thyrotropin releasing hormon) sebagai tanggapan.hipotalamus menyalurkan impuls syaraf dan
mensekresi TRH, yang sebaliknya merangsang Thyrotroph di kelenjar pituitary anterior untuk
melepaskan TSH (Thyroid stimulating hormon). Impuls syaraf dihipotalamus dan TSH kemudian
mengaktifkan beberapa organ efektor.

 Berbagai organ efektor akan berupaya untuk meningkatkan suhu tubuh untuk mencapai nilai normal,
diantaranya adalah :

 Impuls syaraf dari pusat peningkatan panas merangsang syaraf simpatis yang menyebabkan
pembuluh darah kulit akan mengalami vasokonstriksi. Vasokonstriksi menurunkan aliran darah
hangat, sehingga perpindahan panas dari organ internal ke kulit. Melambatnya kecepatan hilangnya
panas menyebabkan temperatur tubuh internal meningkatkan reaksi metabolic melanjutkan untuk
produksi panas.

 Impuls syaraf di nervus simpatis menyebabkan Piloereksi . Piloereksi adalah berdirinya rambut
karena rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat di folikel rambut
berkontraksi. Hal ini tidak terlalu penting pada manusia, tetapi pada hewan berdirinya rambut
memungkinkan mereka untuk membentuk lapisan tebal insulator udara.

 Impuls syaraf di nervus simpatis menyebabkan medulla adrenal merangsang pelepasan epinephrine
dan norepinephrine ke dalam darah. Hormon sebaliknya, menghasilkan peningkatan metabolisme
selular, dimana meningkatkan produksi panas.

 Pusat peningkatan panas merangsang bagian otak yang meningkatkan tonus otot dan memproduksi
panas. Rangsangan hipotalamus terhadap shivering atau menggigil terletak pada bagian dorsomedial
hipotalamus posterior. Pada awalnya terjadi peningkatan tonus otot rangka di seluruh tubuh. Saat
tonus meningkat diatas tingkat kritis tertentu, proses menggigil dimulai. Selama proses menggigil,
pembentukan panas tubuh dapat meningkat sebesar 4-5 kali dari normal.

 Kelenjar tiroid memberikan reaksi terhadap TSH dengan melepaskan lebih hormon tiroid kedalam
darah. Peningkatan kadar hormon tiroid secara perlahan-lahan meningkatkan metabolisme rate, dan
peningkatan suhu tubuh.

Respon terhadap Panas


Sistem pengaturan suhu menggunakan 3 mekanisme penting untuk menurunkan panas tubuh,
yaitu pengeluaran keringat (sweating), vasodilatasi dan penurunan pembentukan panas oleh tubuh.

Jika suhu tubuh meningkat diatas normal maka putaran mekanisme feed back negatif
berlawanan dengan yang telah disebutkan diatas pada mekanisme respon pada dingin. Tingginya
suhu darah merangsang termoreseptor yang mengirimkan impuls syaraf ke area preoptic, dimana
sebaliknya merangsang pusat penurun panas dan menghambat pusat peningkatan panas. Impuls
syaraf dari pusat penurun panas menyebabkan dilatasi pembuluh darah di kulit. Kulit menjadi
hangat, dan kelebihan panas hilang ke lingkungan melalui radiasi dan konduksi bersamaan dengan
peningkatan volume aliran darah dari inti yang lebih hangat ke kulit yang lebih dingin. Pada waktu
yang bersamaan, metabolisme rate berkurang, dan tidak terjadi menggigil. Tingginya suhu darah
merangsang kelenjar keringat kulit melalui aktivasi syaraf simpatis hipotalamik. Saat air menguap
melalui permukaan kulit, kulit menjadi lebih dingin. Respon ini melawan efek penghasil panas dan
membantu mengembalikan suhu tubuh kembali normal.

D. DATA HASIL PENGAMATAN

1. Fauziyah Firdausi M. S

(di lakukan hari minggu - senin di Kos)

Waktu Suhu Tubuh Suhu


No. Aktivitas Keterangan
Pengukuran (°C) Lingkungan(°C)

1. Olah raga 06.00 37 29 -

2. Mandi pagi 07.30 36 30 -

Siang hari
3. 13.25 38 31 Demam
(Kamar kos)

Mandi malam (air


4. 22.19 38 29 Demam
hangat)

5. Berangkat tidur 02.00 38 29 Demam


Bangun tengah
6. 04.30 39 28 Demam
malam/pagi

E. PEMBAHASAN

Praktikum kali ini tentang pengaturan suhu endoterm, yang artinya bagaimana mekanisme
pengaturan suhu tubuh yang dilakukan oleh tubuh itu sendiri agar bisa beradaptasi dengan
lingkungan luar.

Sistem pengaturan suhu terlepak pada hipotalamus. Hipotalamus ini yang mengatur suhu
tubuh manusia agar dipertahankan secara konstan berkisar di suhu 37 ± 0,5°C dan mampu
beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan yang terjadi. Bila suhu lingkugan turun, maka
tubuh akan memproduksi panas untuk beradaptasi kembali dan begitu sebaliknya. Yang dilakukan
oleh tubuh biasanya adalah dengan melakukan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) atau
vasokontriksi (penyempitan pembuluh darah).

Pengukuran suhu tubuh pada praktikum ini dilakukan pada daerah ketiak (aksila) dengan
waktu yang telah ditentukan untuk dijadikan sebagai parameter yaitu olahraga, mandi pagi, siang
hari, mandi malam dengan air hangat, berangkat tidur dan bangun tengah malam/pagi. Pengukuran
yang dilakukan adalah pengukuran suhu tubuh dan pengukuran suhu lingkungan. Jadi menggunakan
2 buah thermometer. Yang satu thermometer tubuh, yang satu thermometer ruangan.

Data yang di dapat tidak mampu memberikan hasil yang valid karena setelah mandi pagi suhu
tubuh praktikan menunjukkan gejala demam bahkan hingga pengukuran di pagi hari pada hari
berikutnya. Sesuai dasar teori yang ada, seharusnya terlihat adanya hubungan antara suhu
lingkungan dengan suhu tubuh pada saat melakukan aktivitas yang sama. Suhu tubuh akan
menyesuaikan suhu lingkungan dengan meningkatkan suhu tubuh ketika suhu lingkungan turun dan
sebaliknya. Tapi hal ini tidak berlaku pada praktikan karena sedang demam.

Selain dilihat dari suhu lingkungan, perubahan aktivitas juga mempengaruhi suhu tubuh. Hal
ini dilihat ketika praktikan melakukan aktivitas yang membutuhkan energi lebih banyak seperti
berolahraga, suhu tubuh praktikan lebih tinggi disbanding ketika mandi pagi. Hal ini dikarenakan
suhu tubuh praktikan mengalami peningkatan karena adanya respon energi dalam bentuk panas. Hal
yang sebaliknya berlaku ketika mandi pagi, suhu tubuh terendah terjadi ketika mandi pagi, karena
setelah berolahraga praktikan beristirahat terlebih dahulu selama beberapa lama sehingga suhu
tubuh kembali ke keadaan tidak jauh dari semula.

F. KESIMPULAN DAN SARAN

1. KESIMPULAN
 Suhu tubuh endoterm pada manusia dipengaruhi oleh aktivitas, jenis kelamin, suhu lingkungan dan
keadaan praktikan itu sendiri. Faktor-faktor ini yang memberikan respon terhadap hipotalamus untuk
dapat menyeimbangkan suhu tubuh sehingga tubuh tetap dalam keadaan normal.

 Praktikan dalam keadaan sakit sehingga suhu yang terukur diluar batas normal. Apabila suhu
endoterm pada umumnya 37±0,5°C, suhu tubuh praktikan mencapai 39 o ketika bangun tidur di senin
paginya.

2. SARAN

 Untuk variabel lain selain variabel yang ingin dilihat pengaruhnya harus benar-benar disamakan agar
data yang di dapat merupakan pengaruh variabel bebas yang dikehendaki.

 Penentuan waktu pengukuran yang diberi range waktu tertentu, sehingga jika dibandingkan antara
praktikan satu dengan yang lain tidak jauh berbeda.

 Praktikan yang melakukan praktikum ini sebaiknya dalam keadaan sehat agar bisa mendapatkan
suhu tubuh valid di setiap waktu pengukuran.

Diposting oleh Franly Onibala di 13.21

https://plus.google.com/113968286140858452252/posts/6zyxxEzXRVz/diaksestanggal6feb
ruari2019

menny kristepheni
Publik
12 Mar 2015


KOMPRES PANAS
a. Definisi Kompres
Kompres adalah metode pemeliharaan suhu tubuh dengan
menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat atau
dingin pada bagian tubuh yang memerlukan.
Kompres panas dingin, selain menurunkan sensasi nyeri juga dapat
meningkatkan proses penyembuhan jaringan yang mengalami
kerusakan.
Kompres Panas
Kompres panas merupakan metode memberikan rasa hangat pada
klien dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat
pada bagian tubuh yang memerlukan.
Efek hangat air kompres dapat menyebabkan vasodilatasi pada
pembuluh darah yang nantinya akan meningkatkan aliran darah ke
jaringan. Dengan cara ini penyaluran zat asam dan makanan ke sel-sel
diperbesar dan pembuangan dari zat-zat diperbaiki yang dapat
mengurangi rasa nyeri haid primer yang disebabkan suplai darah ke
endometrium kurang.
b. Tujuan
1. Memperlancar sirkulasi darah.
2. Mengurangi rasa sakit.
3. Memberi rasa hangat, nyaman dan tenang pada klien.
4. Merangsang peristaltic usus.

c. Indikasi Kompres
1. Klien yang kedinginan.
2. Klien yang perut kembung.
3. Klien yang mempunyai penyakit peradangan seperti; radang
persendian.
4. Spasme otot.
5. Adanya abses, hematoma.

d. Kontra Indikasi Kompres


1. Trauma 12-24 jam pertama.
2. Perdarahan/edema.
3. Gangguan vascular.
4. Pleuritis.

e. Metode-metode Penggunaan Kompres Panas


1. Handuk atau waslap dicelupkan ke dalam air hangat dan
diletakkan pada bagian tubuh (handuk ditutup dengan plastic di sekitar
daerah kompres agar panas tidak menyebar keluar).
2. Menggunakan kantong atau buli-buli panas.
3. Mandi air panas.
4. Berjemur di bawah sinar matahari.
5. Menggunakan selimut hangat, bantal panas.
6. Menggunakan lampu penghangat, yaitu lampu 60 watt dengan
leher angsa yang diletakkan pada jarak 45-60cm di daerah yang akan
dikompres.

f. Pelaksanaan
Kompres Panas Menggunakan Buli-buli
1. Persiapan Alat
- Buli-buli panas dan sarungnya.
- Termos berisi air panas.
- Thermometer air panas (bila perlu).
- Lap kerja.
2. Prosedur Kerja
a. Siapkan peralatan.
b. Mencuci tangan terlebih dahulu.
c. Lakukan pemanasan pada buli-buli dengan air panas, kencangkan
penutupnya, kemudian membalik posisi buli-buli berulang-ulang, lalu
kosongkan isinya.
d. Siapkan dan ukur suhu air yang diinginkan (±50º-60ºC)
e. Isi buli-buli dengan air panas sebanyak ± ½ bagian dari ukuran
buli-buli tersebut, lalu keluarkan udaranya dan tutup.
f. Periksa apakah buli-buli bocor atau tidak, lalu keringkan dengan
lap kerja dan masukkan ke dalam sarung buli-buli.
g. Bawa buli-buli tersebut pada klien dan jelaskan prosedurnya.
h. Atur posisi pasien dan letakkan atau pasang buli-buli pada area
yang akan dikompres.
i. Kaji secara teratur kondisi klien untuk mengetahui kelainan yang
timbul akibat pemberian kompres dengan buli-buli panas, seperti
kemerahan, ketidaknyamanan, kebocoran dan lain-lain.
j. Ganti buli-buli panas setelah 20 menit, dipasang dengan air
panas lagi, sesuai yang dikehendaki.

3. Hal- hal yang perlu diperhatikan


a. Buli-buli panas tidak boleh diberikan pada klien pendarahan.
b. Pemakaian buli-buli panas pada bagian abdomen, tutup buli-buli
mengarah ke atas atau ke samping.
c. Pada bagian kaki, tutup buli-buli mengarah ke bawah atau ke
samping.
d. Buli-buli harus di periksa dulu pada cincin karet dibagian
penutup.
Kompres Panas Basah
1. Persiapan Alat
- Kom berisi air hangat sesuai kebutuhan.
- Bak steril berisi dua buah kassa beberapa potong dengan ukuran
yang sesuai.
- Kassa perban atau kain segitiga.
- Penghalas.
- Sarung tangan bersih
- Bengkok dua buah (satu kosong, satu berisi larutan Lysol 3%)
- Waslap 4 buah/tergantung kebutuhan.
- Korentang
2. Prosedur Kerja
a. Dekatkan alat-alat ke dekat pasien.
b. Perhatikan privacy klien.
c. Mencuci tangan terlebih dahulu.
d. Atur posisi klien yang nyaman.
e. Pasang pengalas dibawah daerah yang akan dikompres.
f. Kenakan sarung tangan lalu buka balutan perban bila diperban.
Kemudian, buang bekas balutan ke dalam bengkok kosong.
g. Ambil beberapa potong kassa dengan pinset dari bak steril, lalu
masukkan ke dalam kom yang berisi cairan hangat.
h. Kemudian ambil kassa tersebut, lalu bentangkan dan letakkan
pada area yang akan dikompres.
i. Bila klien menoleransi kompres hangat tersebut, lalu
ditutup/dilapisi dengan kassa kering. Selanjutnya dibalut dengan kassa
perban atau kain segitiga.
j. Lakukan prasat ini selama 15-30 menit atau sesuai program
dengan anti balutan kompres tiap 5 menit.
k. Lepaskan sarung tangan
l. Atur kembali posisi klien dengan posisi yang nyaman.
m. Bereskan semua alat-alat untuk disimpan kembali.
n. Mencuci tangan kembali.
o. Dokumentasikan tindakan ini beserta responnya.

3. Hal-hal yang perlu diperhatikan


a. Kain kassa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres
dipertahankan tetap hangat.
b. Cairan jangan terlalu panas, hindarkan. Jangan sampai kulit
terbakar.
c. Kain kompres harus lebih besar dari pada area yang akan
dikompres.
d. Untuk kompres hangat pada luka terbuka, peralatan harus steril.
Pada luka tertutup seperti memar atau bengkak, peralatan tidak perlu
steril yang penting bersih.