Anda di halaman 1dari 17

3.

Pola kegiatan dan aktivitas


Mandi,makan,BAB,BAK,ganti pakaian di bantu orang tua klien.
4.Pola eliminasi
BAB
a. Pola BAB
Pasien BAB 2x/hari
b. Karakter feses
Urin pasien
lembek
BAK
a. Pola BAK
Pasien BAK 4-7x/hari
b. Nye
ri/rasa terbakar/kesulitan
BAK
Tidak ada nyeri/kesulitan BAK
c. Riwayat penyakit kandung kemih
Tidak ada penyakit ginjal
Universitas
Sumatera
Utara
2.Analisa data
NO
Data
Etiologi
Masalah
keperewatan
1.
DS:
Ibu pasien mengtakan anaknya
demam terus menerus
DO:
Pasien tampak lemas dan pucat
Suhu: 39
0
C.
RR:25
x/i
Nadi:130x/i
P
aparan
lingkungan yang
panas
Tubuh tidak dapat
menetralkan panas
Panas di
distribusikan
keseluruh tubuh
Hipertermi
Hipertermi
2.
DS:
1.
Ibu
pasien
mengatakan,anaknya
tidak bisa tidur
2.
Ibu klien mengatakan
jumlah tidur malam 4
jam siang 1 jam.
DO:
Klien susah tidur
Suhu tubuh pasien 39
o
C
Pasien menangis
Peningkatan suhu
tubuh
Klien gelisah, dan
menangis
Gangguan pola
tidur
Gangguan pola
tidur
Universitas
Sumatera
Utara
3.Rumusan masalah
1.
Hipertermi ber
hubungan dengan paparan lingkungan yang panas
di tandai
dengan demam
2
.
Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan suhu tubuhdi
tandai
dengan gelisah dan rewel.
4. Perencanaan keperawa
tan dan rasional
NO.DX
Perencanaan keperawatan
1.
Tujuan :
Setelah di lakukan
asuhan keperawatan di harapkan suhu tubuh dalam
rentang normal dan stabil
Kriteria hasil :
1.peningkatan suhu kulit
2.suhu kulit dalam rentang normal
Rencana tindakan
Rasional
1.Observasi tanda
-
tanda vital
2.Berikan penjelasan kepada
keluarga pasien pada
peningkatan suhu tubuh yang
terjadi
3.Anjurkan kepada keluarga
pasien memberikan pakaian
tipis dan menyerap keringat
4.Anjurkan kepada keluarga asien
memberikan air minum kurang
lebih 0,8
liter
5.Berikan kompres hangat pada
dahi,ketiak
1.Taanda
-
tan
da vital
merupakan acuan untuk
mengetahui keadaan umum
pasien
2.Agar keluarga mengetahui
peningkatan suhu tubuh yang
terjadi dan untuk mengurangi
kecemasan
3.Untuk menjaga agar pasien
merasa nyaman,dan pakaian
tipis yang di kenakan untuk
membantu penguapan tubuh.
4.Penin
gkatan suhu tubuh
mengakibatkanpenguapan
Universitas
Sumatera
Utara
tubuh meningkat sehingga
perlu di imbangi dengan
asupan
cairan yang banyak
untuk mencegah terjadinya
dehidrasi.
5.Kompres hangat membantu
untuk menurunkan suhu tubuh.
NO DX
Perencanaan keperawatan
2.
Tujuan:
Setelah
pasien dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam
klien menunjukkan temperature dalam batas normal.
Kriteria hasil:
1.
Melaporkan istirahat tidur malam yang optimal
2.
Tidak menunjukkan perilaku gelisah
3. Suhu tubuh normal (37,5
0
C)
Rencana
tindakan
Rasional
1.Monitor suhu tubuh pasien
2.Monitor TTV
3.Sarankan untuk meningkatkan istirahat
4.kolaborasi pemberian obat
1.Mengetahui
suhu
tubuh pasien
2.Mengetahui tanda
tanda vitalsign
3.untuk memenuhi
istirahat dan tidur
pasien
4.Pemberian
obat
menurunkan panas
(Paracetamol)`
Universitas
Sumatera
Utara
5.Imp
lementasi dan Evaluasi Keperawatan
Tan
ggal
No.
DX
Pukul
Implementasi
Pukul
SOAP
10
-
06-
2017
1
10.30
Tindakan mandiri:
1.
Membina
hubungan
s
aling percaya
dengan An.A
dan keluarga
2.
Melakukan
pengkajian
identitas
hinggapemerik
saanhead to
toe pada An.A
3.
Mengobservasi
tanda-tanda
Vital
4.
Memberikan
penjelasan
kepada
keluarga
pasien tentang
peningkatan
suhu tubuh
yang terjadi
5.
Menganjurkan
keluargapasien
agar
memberikanpa
kaian tipisdan
10.15
10.25
S:

Ibu An.A
mengatakan
badan An.A
terasa panas

Ibu An.A
mengatakan
An.A lemas
dan rewel
O:

Tampak lemah
dan terlihat
agak pucat

An.A tampak
rewel

Wajah pasien
terlihat
kemerah
-
merahan

An.A dalam
keadaan
berkeringat

An.A Demam,
Temp:39
0
C
A:

Masalah
hipertermi
belum teratasi,
Universitas
Sumatera
Utara
menyerap
keringat
6.
Menganjurkan
keluar
gapasien
agar
memberikan
pasien untuk
minum banyak
kurang lebih
0,8liliter/hari
7.
Memberikan
kompreshangat
(buli-
buli air
hangat)
Tindakan
kolaboratif:
Memberikan
parasetamo
l 3x1

wajah An.A
masih terlihat
pucat dan
kemerah
-
merahan,

mukosa bibir
kering dan
pucat,

Temp:39
0
C,TT
V belum
Stabil,
masih terlihat
lemas
P.

Intervensi
keperawatan
dilanjutkan
10
-
06-
2017
2
11.25
Tindakan mandiri:
1.
Membinahubu
ngansaling
percaya
denganAn.A
dankeluarga
2.
Mengobservasi
tanda-tanda
Vital
3.
Memberikan
11.45
11.55
S:

Orang tua klien
mengatakan
panas nya sudah
menurun
O:

Bibir masih
terlihat
kering,
suhu 38,5
o
C

Kulit terlihat
kering
Universitas
Sumatera
Utara
lingkungan
yang nyaman.
4.
Menganjurkan
untuk istirahat
5.
Memonitor
suhu klien
Tindakan
kolaboratif:
Memberikan
parasetamol Sirup
A:

Masalah teratasi
sebagian
P:

Intervensi di
lanjutkan

Monitor
suhuMonitor
TT
V
Tan
ggal
No.
DX
Pukul
Implementasi
Pukul
Evaluasi
(
SOAP
)
11
-
06-
2017
1
09.00
1.
Mengobserv
asi
tanda-tanda
vital setiap jam
sekali
2.
Melakukan
pengkajian
identitas
hingga
pemeriksaan
head to toe
pada An.A
3.
Mengobservasi
tanda-tanda
Vital
4.
Memberikan
09.20
S:

Ibu An.A
mengatakan
demam
pasien
sudah
berkurang

Ibu An.A
mengatakan
pasien masih
lemas

Ibu An.A
mengatakan
bahwa An.A
sudah mau
minum
sebanyak
800 milliliter
Universitas
Sumatera
Utara
penjelasan
kepada
keluarga
pasien tentang
peningkatan
suhu tubuh
yang terjadi
5.
Menganjurkan
keluargapasie
agar
memberikanpa
kaian tipisdan
menyerap
keringat
6.
Menganjurkan
keluargapasien
agar
memberikan
pasien unt
uk
minum banyak
kurang lebih
0,8liter/hari
7.
Memberikan
kompreshangat
(buli-
buli air
hangat)
Tindakan
kolaboratif:
Memberikan
parasetamol3x
1
09.35
O:

An.A tampak
lemas dan
pucat

An.A masih
terlihat rewel

An.A masih
terlihat dalam
keadaan
berkeringat

An.A
demam,38
0
C

Bibir masih
terlihat sedikit
pecah
-pecah

Pemeriksaan
tanda-tanda
vital
RR:22x/i
HR:94x/i
T:38
,5
0
C
A:

Masalah
hipertermi
teratasi
sebagian.

Temp
berkurang
menjadi 38
0
C,
Universitas
Sumatera
Utara

Mukosa bi
bir
tidak kering
lagi tapi masih
terlihat
pecah
-pecah
P:

Intrvensi di
Lanjutkan
11
-
06-
2017
2
11.00
Tindakan mandiri:
1.
Membina
hubungansalin
g percaya
dengan An.A
dankeluarga
2.
Mengobservasi
tanda-tanda
Vital
3.
Memberikan
lingkungan
yang nyaman.
4.
Menganjurkan
untuk istirahat
5.
Memonitor
suhu klien
Tindakan
kolaboratif:
Memberikan
parasetamol Sirup
11.20
11.40
S
:

Orang tua
klien
mengatakan
panas klien
sudah
menurun
O
:

Suhu 37,5
o
C

Mukosa bibir
tampak lembab

Kulit tidak
kering
A
:

Masalah
teratasi
P
:

Hentikan
intervensi
Universitas
Sumatera
Utara
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpula
n
Setelah di lakukan asuhan keperawatan pada An.A yang di mulai dari
pengkajian,diagnosa
,perencanaan,implementasi,dan evaluasi di simpulkan
diagnosa yang di perolehdari An.A adalah:
1.
Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit di tandai dengan demam.
2.
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan kurang asupan makanan di tandai dengan mual,muntah.
Dan yang menjadi prioritas masalah keperawatan pada An.A adalah
Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit.
Intervensi yang di lakukan adalah Atur suhu sesering mungkin.Monitor
warna
kulit dan suhu kulit pasien.Monitor tanda dan gejala hi
pertermi. Berikan selimut
hangat
,dan kompres hangat.Kolaborasi dengan keluarga cara mengompres
pasien.Gunakan buli-buli air
hangat
Implementasi yang di lakukan adalah
Mengobservasi tanda
-tanda vital(untuk
mengetahui
keadaan umum pasien) Memberikan penjelasan kepada keluarga
pasien tentang peningkatan suhu tubuh(agar keluarga tidak c
emas dengan
peningkatan suhu tubu) Menganjurkan menggunakan pakai
an yg menyerap
keringat(misalnya kaos/pakaian tipis untuk membantu penguapan tubuh)
Menganjurkan banyak minum,Memberikan kompres seperti buli
-bulu air hangat.
Evaluasi dengan pemenuhan kebutuhan dasar termoregulasi pada An.A
yaitu klien
belum mengalami penurunan suhu tubuh total.
Universitas
Sumatera
Utara