Anda di halaman 1dari 15

JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….

…………… ISSN: 2087-4286

Analisa Pengaruh Intake Manifold Dengan Posh Terhadap


Peningkatan Unjuk Kerja Mesin Sepeda Motor Empat Langkah

Baihaqi
Program Studi Teknik Mesin Universitas Darul’Ulum Jombang

Abstrak

Proses pembakaran pada motor bakar bensin empat langkah membutuhkan beberapa
komponen pendukung yang dapat melancarkan proses pembakaran tersebut, salah satunya
yang terpenting adalah karburator. Dimana karburator berfungsi sebagai tempat
bercampurnya bahan bakar dengan udara sebelum masuk ke ruang bakar, sebagai
penghubung karburator dengan ruang bakar terdapat terowongan udara bentuk Posh yang
disebut Intake Manifold.
Produk Posh adalah bentuk Intake Manifold yang telah dimodifikasi sedemikian rupa
sehingga aliran campuran bahan bakar dengan udara yang keluar melalui produk tersebut
akan berupa pusaran yang menuju ruang bakar, yang kemudian terjadi proses pembakaran
yang lebih sempurna dibanding Intake Manifold biasa.
Dengan bentuk Posh tersebut diharapkan adanya peningkatan efesiensi pemakaian
bahan bakar, peningkatan daya dan peningkatan torsi dari mesin motor bakar bensin empat
lang bensin empat langkah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif produk tersebut terhadap
peningkatan efesiensi mesin sepeda motor empat langkah.

Key Word : efesiensi, Posh, Intake Manifold

1 PENDAHULUAN
Seiring perkembangan pembangunan dan ilmu pengetahuan yang pesat, pemakaian
energi juga sangat besar dalam penggunaanya, seperti industri, transportasi dan rumah tangga.
Eksploitasi sumber energi secara besar-besaran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan
energi ini, sementara persediannya sudah semakin menipis dan lama kelamaan akan habis,
menyadari akan hal ini banyak peneliti-peneliti melakukan penelitian dalam upaya
pengembangan maupun pencarian energi-energi alternatif baru sebagai pengganti energi
konvensional, seperti energi nuklir, energi sel surya dan lain sebagainya.
Untuk motor bila pembakaran kurang sempurna akan mengakibatkan polusi udara yang
saat ini menjadi masalah utania bagi kota-kota besar di dunia. Upaya peningkatan efesiensi
motor bakar dalam penelitian ini adalah dengan mengganti Intake Manifold biasa dengan
produk Posh pada motor bakar dengan harapan terjadi pencampuran udara dan bahan bakar
yang lebih homogen sehingga diperoleh pembakaran yang sempuma dan diharapkan dapat
menaikkan torsi, daya serta parameter unjuk kerja mesin yang lainnya, sehingga dengan
peningkatan efesiensi serta unjuk kerja mesin motor yang meliputi peningkatan efesiensi
pemakaian bahan bakar, peningkatan daya dan peningkatan torsi, akan mengurangi pemakaian
energi yang berlebihan serta mengurangi polusi udara yang semakin parah. Dalam penelitian
ini akan divariasika pemasangan Intake Manifold dengan cara memasangkan produk Posh, dan
Intake Manifold standard secara bergantian variasi putaran mesin.

61
Analisa Pengaruh Intake Manifolfd………………………………………………(Baihaqi)

Saluran hisap atau intake manifold merupakan salah satu bagian dari sistem hisap.
Sistem hisap (intake system) merupakan suatu sistem yang mengatur serta mengalirkan jumlah
bahan bakar dan udara yang tepat ke dalam silinder pada saat mesin mati bekerja. Sistem isap
terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu intake manifold, throttle, katup isap, karburator atau
injector bahan bakar.
Saluran hisap (intake manifold) berupa suatu pipa yang berfungsi sebagai saluran untuk
mengalirkan campuran antara bahan bakar dengan udara dari karburator ke silinder. Besar
diameter dan juga panjang pipa saluran isap ini haruslah seimbang, yaitu tidak terlalu besar dan
juga tidak terlalu pendek sehingga diharapkan dapat terjadi percampuran antara bahan bakar
dengan udara dengan baik. Selain itu juga diameter pipa isap tidak boleh terlalu kecil dan
salurannya tidak boleh terlalu panjang dengan demikian tidak akan terjadi gesekan aliran yang
besar dan tidak akan menurunkan efisiensi volumetriknya.
Campuran antara bahan bakar dengan udara yang mengalir di dalam pipa isap dapat terjadi
dalam tiga kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi mesin, umur mesin,
bahan bakar yang digunakan, temperatur kerja dan sebagainya. Kondisi campuran bahan bakar
dengan udara tersebut yaitu :
1. Bahan bakar (dalam bentuk katup / uap) dengan udara akan bercampur dengan baik.
Sehingga campuran bahan bakar dan udara tersebut akan mengalir bersama-sama ke
dalam silinder. Ini merupakan kondisi ideal yang diharapkan dapat terjadi.
2. Terdapat sebagian kecil bahan bakar yang masih dalam bentuk tetes caftan (droplet),
sehingga tidak bisa tercampur dengan sempurna dengan udara.
3. Terdapat lapisan tipis bahan bakar (film) pada dinding intake manifold. hal ini terjadi
karena bahan bakar yang masih dalam bentu titik-titik caftan (droplet),
Akibat pengaruh gaya gravitasi dan adanya beda berat jenis, akan mengumpul menjadi suatu
aliran tipis pada dinding intake manifold.
Dua kondisi terakhir diatas akann dapat menyebabkan terjadinya perbedaan
perbandingan jumlah udara dan bahan bakar yang dialirkan ke silinder akibat campuran bahan
bakar dan udara yang kurang homogen. Hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja mesin dan
bahkan akan memperpendek umur mesin. Hal tersebut dapat dikurangi atau diatasi dengan cara
membuat suatu modifikasi agar campuran bahan bakar dengan udara menjadi homogen.
Misalnya dengan menggunakan sistem injeksi bahan bakar sehingga diharapkan dapat
mengkabutkan bahan bakar dengan baik, atau juga dengan mengusahakan agar aliran bahan
bakar dengan udara dapat berpusar atau turbulen sehingga diharapkan dapat terjadi campuran
bahan bakar dengan udara yang homogen.
Selain bentuk api mereka juga menemukan bahwa dengan adanya gerakan memusar
pada campuran udara dan bahan bakar yang dibakar, kecepatan reaksi pembakaran akan
meningkat karena gerakan memusar ini menimbulkan vortex pada campuran tersebut.
Peningkatan kecepatan pembakaran dalam motor bakar akan mengarah pada efisiensi yang
lebih tinggi. Walaupun demikian tidak setiap tingkat pusaran yang terjadi dapat meningkatkan
pembakaran
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan Posh pada
fungsi Intake Manifold terhadap unjuk kerja motor bakar bensin empat langkah.

62
JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….…………… ISSN: 2087-4286

2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pembakaran
Pembakaran ada dua macam :
1. Pembakaran secara makro yaitu terjadi reaksi kimia antara bahan bakar dan pengoksidasi
yaitu O2 dalam udara.
2. Pembakaran secara mikro adalah lepasnya ikatan-ikatan yang lemah dalam bahan bakar
karena masuknya energi dari luar ikatan-ikatan yang terlepas ini berbentuk radikal
kemudian radikal-radikal tersebut mengikat radikal lain membentuk ikatan yang sangat
kuat menghasilkan energi yang tinggi.

2.2 Jenis-jenis pembakaran


Ditinjau secara aerodinamika ada 2 jenis pembakaran yaitu :
1. Pembakaran Premixed yaitu : Proses pembakaran dimana bahan bakar dan udara
pengolsidasi sudah tercampur terlebih dahulu sebelum dibakar, disini terjadi rambatan
gelombang pembakaran, contohnya : pembakaran pada mesin otto dan pembakaran roket.
Pada pembakaran Premixed dipengaruhi oleh faktor homogenitas. Campuran udara dalam
bahan bakar yang tidak homogen menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna dan
tekanan yang dihasilkanpun tidak maksimal
2. Pembakaran Difusi yaitu : Proses pembakaran dimana bahan bakar dan udara pengoksidasi
tidak tercampur secara alami, tetapi lewat proses difusi kemdian baru dibakar, disini tidak
terjadi rambatan gelombang pembakaran, contohnya, pembakaran lilin; pembakaran pada
mesin diesel dan pembakaran pada turbin gas.

2.3 Motor bakar torak 4 langkah


Dalam menganalisis proses yang terjadi didalam motor bakat 4 langkah ini, akan ditunjukkan
siklus motor bakar bensin (Otto) empat langkah secara ideal, siklus tersebut dapat ditunjukkan
dalam diagram tekanan-volume (diagram p-v) seperti ditunjukan pada gambar 2.1
3
Tekanan (P) Kg/m2

qm
2
4
qk

0 1

Volume Spesifik (v) m3/Kg


TMA TMB

v vL

Gambar 2.1. Siklus Otto mesin 4 langkah pada diagram tekanan P — volume spesifik V

63
Analisa Pengaruh Intake Manifolfd………………………………………………(Baihaqi)

Dimana :
P = Tekanan fluida kerja, Kg/cm2
V = Volume spesifik, m3/Kg
qm = Jumlah kalor yang dimasukkan, Kcal/Kg
qk = Jumlah kalor yang dikeluarkan, Kcal/Kg
VL = Volume langkah torak, m3 atau cm3
Vs = Volume sisa, m3 atau cm3
TMA = Titik Mati Atas
TMB = Titik Mati Bawah

2.4 Pembakaran pada motor bakar torak


Pada umumnya mesin otto menggunakan karburator untuk pencampuran udara dan bahan
bakar, setelah melewati karburator bahan bakar akan berbentuk kabut (droplet) yang sudah
bercampur dengan udara. Pembakaran memegang peranan penting karena manfaat yang
diberikan oleh motor bakar tergantung pada proses pembakaran, sehingga kondisi pembakaran
yang terjadi sangat menentukan kerja motor bakar itu sendiri.
Campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder motor bensin harus sesuai dengan
syarat, yaitu jangan sampai busi terbakar sendiri. Ketika busi memercikkan api listrik, yaitu
pada saat poros engkol 10° sebelum torak mencapai TMA, maka campuran bahan bakar dan
udara itulah yang mula-mula terbakar, kemudian nyala api menyebar ke segala arah dengan
kecepatan yang sangat tinggi (25-50 midetik), menyalakan campuran yang dilaluinya sehingga
tekanan gas di dalam silinder naik, sesuai dengan bahan bakar yang terbakar. (Arismunandar
W, 1994; 82). Kecepatan pembakaran ini dipengaruhi gerakan fluida yang terbakar, jika fluida
yang dibakar berpusar dan menimbulkan turbelensi maka kecepatan pembakaran yang terjadi
akan lebih tinggi. (Zhang dan Hill, 1996; 318).
Pada semua proses pembakaran, diusahakan terjadi pembakaran yang sempurna, untuk
memperoleh hal itu ada 4 syarat yang hams dipenuhi yaitu :
1. Penguapan bahan bakar yang cepat dan sempurna.
2. Penggunaan udara yang cukup pada proses pembakaran.
3. Adanya campuran yang homogen antara bahan bakar dan udara.
4. Tercapainya temperatur pembakaran yang cukup tinggi.
Sehingga dapat dikatakan bahwa suatu campuran bahan bakar dengan udara yang kurang
homogen akan menyebabkan pembakaran yang kurang merata dan kurang sempurna sehingga
energi yang dihasilkan kurang optimal. Sedangkan jika campuran yang terjadi lebih homogen
maka pembakaran akan lebih sempurna dan dapat menghasilkan energi yang lebih besar
sehingga kerja torak akan lebih optimal..

2.5 Parameter Unjuk Kerja Motor Bakar


Parameter-parameter kerja yang dihitung untuk mengetahui kinerja dari motor bensin empat
langkah didalam penelitian ini adalah :
a. Torsi (T)
b. Daya efektif (Ne)
c. Konsumsi bahan bakar (FC)
d. Konsumsi bahan bakar spesifik efektif (SCFe)
e. Efisiensi thermal efektif (te)

64
JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….…………… ISSN: 2087-4286

A. Torsi (T)
Besar torsi dapat dihitung dari perkalian antara besarnya gaya pengereman dengan panjang
lengan yang menghubungkan timbangan dengan poros. Besar gaya pengereman pada poros
engkol ini diukur dengan menggunakan Waterbrake Dynamometer. Sehingga besar torsi dapat
dirumuskan sebagai berikut :
(Arismunandar W, 1994;)
..................................................................................(2.1)
Dimana : T = torsi yang terjadi (kg.m)
F = beban pengereman pada timbangan (kg)
L = panjang lengan dynamometer (m)
Panjang lengan Dynamometer yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,235 m.

B. Daya efektif motor


Daya efektif merupakan daya yang dihasilkan oleh poros engkol untuk dapat menggerakkan
beban-beban luar. Daya efektif merupakan selisih dari daya indikasi dengan daya mekanis,
(Arismunandar W, 1994)
— (2.2)
Dimana daya indikasi (Ni) merupakan daya yang dibangkitkan oleh gas dan Nm daya yang
hilang akibat adanya kerugian, yaitu terutama akibat adanya gaya gesekan serta untuk
menggerakkan peralatan-peralatan tambahan pada mesin.
Daya efektif dapat dihitung dengan rumus :
(Arismunandar W, 1994)

Dimana : Ne = daya efektif (PS)


T = torsi (kg.rn)
 = kecepatan anguler poros (rad.det I)
n = putaran poros engkol (rpm).
atau dapat juga dihitung dengan persamaan :
(Arismunandar W, 1994)

Dimana : Ne = daya efektif (HP)


n = putaran poros engkol (Wm)
Pe = tekanan efektif rata-rata (kg.cm-2)
Vd = volume langkah torak (cm3)
i = jumlah silinder
z = jumlah putaran poros engkol dalam satu siklus kerja

C. Konsumsi bahan bakar (FC) dan konsumsi bahan bakar spesifik efektif (SFCe)
Pemakaian bahan bakar spesifik adalah suatu pernyataan yang menyatakan sejumlah bahan
bakar yang dikonsumsi oleh mesin untuk menghasilkan daya efektif sebesar 1 PS selama 1 jam.
Apabila dalam suatu pengujian diperoleh data mengenai penggunaan bahan bakar sebesar mbb
(kg), dalam waktu t (jam) dan tenaga yang dihasilkan Ne (PS), maka pemakaian bahan bakar
per jamnya (Fc) adalah sebagai berikut :
(Zhang dan Hill, 1996).
65
Analisa Pengaruh Intake Manifolfd………………………………………………(Baihaqi)

(2.5)
Ditnana : Fc = Fuel consumption (kg/jam)
 = berat jenis bahan bakar (kg/cc)
V = volume bahan bakar (m1)
t = waktu (detik)
Sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik (Specific fuel consumption) dapat dinyatakan dengan
: (Zhang dan Hill, 1996).

Dimana : SFCe = konsumsi bahan bakar spesifik (kg/jam)


Fc = konsumsi bahan bakar (kg/jam)
Ne = daya efektif (PS)
Parameter ini sangat penting untuk diketahui karena dengan diketahuinya jumlah pemakaian
bahan bakar spesifik berarti dapat diketahui ekonomis tidaknya pemakaian bahan bakar.
Konsumsi bahan bakar spesifik yang rendah akan menunjukkan efisiensi yang tinggi.

D. Efisiensi thermal efektif (te)


Efisiensi thermal efektif merupakan suatu ukuran (prosentase) untuk mengetahui ekonomis
atau tidaknya mesin dalam pemakaian bahan bakar, yaitu perbandingan antara besar energi
yang digunakan oleh mesin untuk diubah menjadi energi mekanis pada poros engkol untuk
menggerakkan benda-benda luar dengan besar energi yang tersedia dari basil pembakaran
didalam ruang bakar. Efisiensi thermal efektif dapat dirumuskan sebagai berikut :
(Arismunandar W, 1994)

Dimana :
Qe = jumlah kalor yang digunakan untuk daya efektif (kkal.jam-I)
Qb = jumlah kalor yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara
(kkal.jam-1)
karena :

Dengan mensubstitusikan ke persamaan (2.7) diperoleh persamaan :


(Arismunandar W, 1994)
(2.8)
Atau
(2.9)
Dimana : th = efisiensi thermal efektif (%)
L.H.Vbb = nilai kalor rendah bahan bakar (kkal.kg-1)
SFCe = konsumsi bahan bakar spesifik efektif (kg.PS-Ijam-1)
Fc = konsumsi bahan bakar (kg jams)
Ne = daya efektif (PS)
2.6 Saluran hisap (Intake Manifold)

66
JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….…………… ISSN: 2087-4286

Saluran hisap (intake manifold) berupa suatu pipa yang berfungsi sebagai saluran untuk
mengalirkan campuran antara bahan bakar dengan udara dari karburator ke silinder. diharapkan
dapat terjadi percampuran antara bahan bakar dengan udara dengan baik. Selain itu juga
diameter pipa isap tidak boleh terlalu kecil dan salurannya tidak boleh terlalu panjang dengan
demikian tidak akan terjadi gesekan aliran yang besar dan tidak akan menurunkan efisiensi
volumetriknya.
Campuran antara bahan bakar dengan udara yang mengalir di dalam pipa isap dapat terjadi
dalam tiga kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi mesin, umur mesin,
bahan bakar yang digunakan, temperatur kerja dan sebagainya. Kondisi campuran bahan bakar
dengan udara tersebut yaitu :
1. Bahan bakar (dalam bentuk katup / uap) dengan udara akan bercampur dengan baik.
Sehingga campuran bahan bakar dan udara tersebut akan mengalir bersama-sama ke dalam
silinder. Ini merupakan kondisi ideal yang diharapkan dapat terjadi.
2. Terdapat sebagian kecil bahan bakar yang masih dalam bentuk tetes caftan (droplet),
sehingga tidak bisa tercampur dengan sempurna dengan udara.
3. Terdapat lapisan tipis bahan bakar (film) pada dinding intake manifold. hal ini terjadi
karena bahan bakar yang masih dalam bentu titik-titik caftan (droplet), Akibat pengaruh
gaya gravitasi dan adanya beda berat jenis, akan mengumpul menjadi suatu aliran tipis
pada dinding intake manifold.
Dua kondisi terakhir diatas akan dapat menyebabkan terjadinya perbedaan perbandingan
jumlah udara dan bahan bakar yang dialirkan ke silinder akibat campuran bahan bakar dan
udara yang kurang homogen.
Selain bentuk api mereka juga menemukan bahwa dengan adanya gerakan memusar pada
campuran udara dan bahan bakar yang dibakar, kecepatan reaksi pembakaran akan meningkat
karena gerakan memusar ini menimbulkan vortex pada campuran tersebut. Peningkatan
kecepatan pembakaran dalam motor bakar akan mengarah pada efisiensi yang lebih tinggi.
Walaupun demikian tidak setiap tingkat pusaran yang terjadi dapat meningkatkan pembakaran.
Hal ini dapat dilihat pada gambar berikut ini : Nt,
Lama Pembakaran
Tingkat Pusaran

Lama Pembakaran

Gambar 2.2, Pengaruh tingkat pusaran terhadap lama pembakaran


Dan gambar diatas dapat dilihat bahwa tidak setiap pusaran meningkatkan kecepatan
pembakaran, pada intensitas vortex yang konstan pusaran yang rendah sangat bermanfaat
67
Analisa Pengaruh Intake Manifolfd………………………………………………(Baihaqi)

karena lama pembakaran menurun tapi setelah melampaui pusaran yang optimal, lama
pembakaran meningkat seiring peningkatan pusaran.

2.7 Modifikasi yang dilakukan dan pengaruhnya


Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa selama proses pembakaran pada motor bensin
diperlukan sejumlah udara yang sudah bercampur dengan bahan bakar, dalam hal ini
diperlukan campuran yang homogen. Ada beberapa cara yang dipakai untuk mengaduk
campuran bahan bakar dan udara agar lebih homogen, yaitu dengan menggunakan bluff body,
swirling vanes, pemasangan grid dan lain sebagainya, secara elektrik efek turbelensi dapat
dibangkitkan dengan memberikan medan magnet pada saluran yang dilewati campuran bahan
bakar, sedangkan pada penelitian ini cara yang dipakai adalah dengan memberikan ulir dalam
rangkap empat pada terowongan udara atau saluran hisap. Turbelensi sangat diperlukan pada
mesin-mesin kalor, pencampuran bahan bakar dan udara pada ruang bakar untuk menghasilkan
pembakaran yang lebih sempurna, karena turbulensi dapat meningkatkan transfer panas pada
suatu fluida, serta difusifitas yang lebih besar. Berikut gambar peletakan Posh pada fungsi
Intake manifold : Posh
Posh

Saringan
Udara Karburator Mesin

Gambar 2.3, Modifikasi pada Intake manifold


Penelitian yang dilakukan adalah, Posh dipasang pada fungsi Intake manifold sesudah
karburator, dengan peletakan seperti ini diharapkan akan terjadi vortex aliran setelah
karburator sehingga campuran bahan bakar dan udara diharapkan mempunyai kesempatan yang
lebih besar untuk bercampur dengan baik.

3. HIPOTESA
Berdasarkan landasan teori yang telah diuraikan maka dapat dibuat hipotesa bahwa dengan
pemasang produk Posh pada fungsi Intake manifold efek pusaran yang dihasilkan akan
menyebabkan pencampuran bahan bakar yang homogen serta pembakaran yang sempurna,
dimana kalor yang dibangkitkan optimum, sehingga dapat meningkatkan unjuk kerja motor
bakar bensin empat langkah.

4. METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Bengkel Motor Bakar.Fakultas Teknik UNDAR, dengan
menggunakan Metode penelitian experimental (True experimental). Jenis penelitian ini
digunakan untuk menguji efek atau dampak yang dihasilkan dari suatu perlakuan tertentu
dengan membandingkan satu atau lebih kelompok tanpa perlakuan.
Variabel Penelitian
Untuk lebih memperjelas kedudukan antara variabel penelitian maka perlu ditentukan variabel
penelitian sebagai berikut :

1. Variabel bebas yaitu


a. Pemasangan Posh
68
JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….…………… ISSN: 2087-4286

b. Pemasangan Intake manifold


2. Variabel tergantung meliputi
a. Konsumsi bahan bakar diukur untuk mengetahui konsumsi bahan bakar.
b. Beban pengereman mesin diukur untuk mengetahui torsi motor.
c. Putaran motor diukur untuk mengetahui daya motor.

4.1 Alat dan Benda Uji Yang Digunakan


Benda yang digunakan adalah Posh. Adalah alat yang digunakan untuk pepibangkit pusaran
(vortex) pada campuran bahan bakar dan udara yang melewatinya.
Peralatan yang dipakai pada penelitian ini ada 2 macam

a. Peralatan utama
Peralatan utama yang dipakai yaitu Posh dan Intake manifold yang dipasang bergantian dan
yang lain adalah sebuah motor bakar dengan spesifikasi sebagai berikut :
a Tipe mesin : Mahator
b Jumlah silinder : 1 buah
c Volume langkah torak : 107 cc
d Diameter x langkah : 52,5 x 49,5 mm
e Daya maksimum : 5,8 KW 97,7 DK) / 8500 rpm
f Bahan bakar : premium
g Negara pembuat : RRC

b. Paralatan bantu
Peralatan bantu yang digunakan selam proses penelitian adalah sebagai berikut :
a. Water brake Dynamometer
b. Tabung ukur bahan bakar
c. Stop watch
d. Tachometer Type Strobotester D6 58
e. Blower

4.2 Instalasi Alat Pengujian


Susunlah alat yang digunakan dalam pengujian ini seperti gambar di bawah ini :

Gambar 2.4, Susunan peralatan uji Keterangan gambar :


(1) Alat ukur konsumsi bahan bakar, (2).Karburator, (3).Posh, (4) Busi, (5)Water
brake Dynamometer, (6) Tachometer, (7) Thortel
69
Analisa Pengaruh Intake Manifolfd………………………………………………(Baihaqi)

5. HASIL PENELITIAN

5.1.1 Data hasil pengujian


Data dari hasil pengujian kondisi sebagai berikut :

1 Thortle : 100 % (beban penuh)


2 Temperatur ruang : 21° C
3 Tekanan udara : 1 atm
4 Kelembaban udara : 79 %
5 Volume bahan bakar : 6 ml

1. Pengujian : Variasi putaran dan Pemasangan Intake manifold


Tabel 1 : Data hasil pengujian
Putaran Standar Posh
No
(rpm) F (N) t(s) F (N) t(s)
1 29,0 25,06 28,50 26,47
2 3000 29,5 26,50 27,50 26,70
3 29,0 25,04 27,50 26,60
1 30,0 21,72 28,50 22,37
2 3500 30,0 21,38 28,50 23,71
3 29,0 21,03 28,50 23,59
30,5 20,16 29,00 21,91
4000 30,5 17,75 28,50 23,66
30,0 18,75 28,50 22,80
31,0 18,94 28,50 19,12
4500 31,0 17,29 28,50 18,72
30,0 16,38 28,50 18,93
31,0 16,34 28,00 18,00
5000 31,5 16,55 28,50 18,12
31,0 13,85 28,50 18,07
30,0 15,34 27,50 16,17
5500 30,5 14,00 26,00 17,74
30,5 13,12 27,50 16,83

5.1.2 Perhitungan data


Dari hasil data yang diperoleh dapat dilakukan perhitungan data. Sebagai contoh perhitungan
diambil dari data standar yaitu pada pemasangan Intake manifold. Data yang dihitung sebagai
berikut :
Putaran : 3000 rpm
Gaya pengereman : 29,0 N = 29,0: 9,81 = 2,96 Kg
Panjang lengan (1) : 0,235 m
Waktu konsumsi bahan bakar (t) : 25,06 detik
Nilai kalor bensin (LHV bensin) : 11.000 Kkal.Ke
70
JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….…………… ISSN: 2087-4286

Berat spesifik bensin (yf) : 0,75 Kg.litell


Putaran poros engkol tiap siklus kerja (z) :2
Jumlah silinder :1
Dari data diatas dapat menghasilkin :
1. Torsi mesin (T) = 0,695 Kg.m
2. Daya efektif motor (Ne) = 2.911 PS
3. Pemakaian bahan bakar (Fc) = 0.647 kg/jam

4. Konsumsi bahan bakar spesifik

5. Efisiensi thermal efek-tif(rh )= 0.259%

Dengan cara yang sama maka dapat diperoleh rekapitulasi hasil perhitungan yang dapat dilihat
sebagai berikut :
Tabel 2 : Data torsi, daya efektif, konsumsi bahan bakar

Konsumsi Kons.BBM Efisiensi thermal


Daya torsi Daya efektif
Putaran BBM spsfik efektif efektif
No
(rpm) Standar Posh Standar Posh Standar Posh Standar Posh Standar Posh
(Kg.m) (Kg.m) (PS) (PS) (Kg.m) (Kg.m) (PS) (PS) (Kg.m) (Kg.m)
1 0,695 0,683 2,911 2,861 0,647 0,612 0,222 0,214 0,259 0,269
2 3000 0,707 0,659 2,962 2,761 0,611 0,607 0,206 0,220 0,279 0,261
3 0,695 0,659 2,911 2,761 0,647 0,609 0,222 0,221 0,259 0,261
1 0,719 0,683 3,514 3,338 0,746 0,724 0,212 0,217 0,271 0,265
2 3500 0,719 0,683 3,514 3,338 0,758 0,683 0,216 0,205 0,266 0,281
3 0,695 0,583 3,369 3,338 0,77 0,687 0,227 0,206 0,253 0,280
1 0,731 0,695 4,083 3,882 0,804 0,739 0,197 0,190 0,292 0,302
2 4000 0,731 0,683 4,083 3,815 0,913 0,685 0,224 0,180 0,257 0,320
3 0,707 0,683 3,949 3,815 0,864 0,711 0,219 0,186 0,263 0,308
1 0,743 0,683 4,668 4,291 0,855 0,847 0,183 0,197 0,314 0,291
2 4500 0,743 0,683 4,668 4,291 0,937 0,865 0,201 0,202 0,286 0,285
3 0,719 0,683 4,518 4,291 0,989 0,856 0,220 0,200 0,263 0,288
1 0,743 0,671 5,187 4,685 0,991 0,9 0,191 0,192 0,301 0,299
2 5000 0,755 0,683 5,271 4,768 0,979 0,894 0,186 0,188 0,309 0,306
3 0,743 0,683 5,187 4,768 1,17 0,897 0,226 0,188 0,255 0,305
1 0,719 0,659 5,522 5,061 1,056 1,002 0,191 0,198 0,300 0,290
2 5500 0,731 0,623 5,614 4,784 1,157 0,927 0,279 0,297
3 0,731 0,659 5,614 5,061 1,235 0,963 0,261 0,302

5.1.3 Analisis Data

71
Analisa Pengaruh Intake Manifolfd………………………………………………(Baihaqi)

Dari data-data yang diperoleh dari hasil pengujian dilakukan analisa varian dua arah untuk
mengetahui pengaruh putaran dan pemasangan Posh terhadap efisiensi peningkatan motor
bakar mesin. Dengan rumus-rumus statistik yang telah dijelaskan sebelumnya maka akan
diperoleh sebagai berikut :
A. Analisa torsi yang dihasilkan
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh variasi putaran dan pemasangan Posh
terhadap torsi yang dihasilkan (Kg.m). dari pengolahan dan perhitungan untuk torsi tabel 2
dihasilkan seperti pada tabel 7 sebagai berikut :

Tabel 7 : Hasil data torsi


Putaran Standar Posh
3000 2,097 2,001
3500 2,133 2,049
4000 2,169 2,061
4500 2,205 2,049
5000 2,241 2,037
5500 2,181 1,941

Grafik 1, Grafik Putaran Rpm – Torsi kg.m


2.3
2.25
2.2
Torsi kg.m

2.15
2.1
Standar
2.05
Posh
2
1.95
1.9
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000
Putaran Rpm

B. Analisis daya efektif yang dihasilkan


Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran dan pemasangan
Posh terhadap daya efektif yang dihasilkan (PS). dan didapatkan perhitungan untuk
analisa daya efektif seperti pada tabel 8 sebagai berikut :
Tabel 8 : Hasil data daya efektif
Putaran Standar Posh
3000 8,784 8,383
3500 10,424 10,014
4000 12,115 11,512
4500 13,854 12,873
5000 15,645 14,221
5500 16,750 14,906

72
JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….…………… ISSN: 2087-4286

Grafik 2, Grafik Putaran Rpm – Daya Efektif PS


20

15

Daya Efektif PS
10
Standar
5 Posh

0
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000
Putaran Rpm

C. Analisa konsumsi bahan bakar


Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran dan pemasangan
Posh terhadap konsumsi bahan bakar yang dihasilkan (Kg/jam). Dari hasil
perhitungan menghasilkan tabel 9 serta perhitungan sebagai berikut :

Tabel 9 : Hasil data konsumsi bahan bakar


Putaran Standar Posh
3000 1,905 1,828
3500 2,274 2,094
4000 2,581 2,135
4500 2,781 2,268
5000 3,140 2,691
5500 3,488 2,892

4
Konsumsi Bahan Bakar

3.5
3
2.5
Kg/Jam

2
Standar
1.5
1 Posh
0.5
0
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000
Putaran Rpm

Grafik 3, Grafik Putaran Rpm – Konsumsi Bahan Bakar Kg/Jam

D. Analisis konsumsi bahan bakar efektif spesifik

73
Analisa Pengaruh Intake Manifolfd………………………………………………(Baihaqi)

Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran dan pemasangan


Posh terhadap konsumsi bahan bakar spesifik efektif yang dihasilkan (Kg/PS.Jam).
Dan hasil perhitungan seperti pada. Tabel 10, sebagai berikut :
Tabel 10 : Hasil data konsumsi bahan bakar spesifik efektif
Putaran Standar Posh
3000 0,650 0,655
3500 0,655 0,628
4000 0,640 0,556
4500 0,604 0,599
5000 0,603 0,568
5500 0,617 0,582

0.66
Spesifik Efektif kg/Jam
Konsumsi Bahan Bakar

0.64
0.62
0.6
Standar
0.58
0.56 Posh

0.54
0 2000 4000 6000
Putaran Rpm

Grafiik 4, Grafik Putaran Rpm – Konsumsi Bahan Baka spesifik efektifr Kg/PSJam

E. Analisis efisiensi thermal efektif yang dihasilkan


Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi putaran dan
pemasangan Posh terhadap efisiensi thermal efektif yang dihasilkan (%). Dan hasil
perhitungan seperti pada Tabel 11, sebagai berikut :
Tabel 11 : Hasil data efisiensi thermal efektif
Putaran Standar Posh
3000 0,797 0,791
3500 0,790 0,826
4000 0,812 0,930
4500 0,863 0,864
5000 0,865 0,910
5500 0,840 0,889

74
JURNAL INTAKE---- Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2011……….…………… ISSN: 2087-4286

0.95

Efesiensi Termal %
0.9

0.85
Standar
0.8 Posh
0.75
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000
Putaran Rpm

Grafik 5, Grafik Putaran Rpm – Efesiensi Thermal %

5. Pembahasan
Dari analisa perhitungan dan grafik yang didapat pemasangan Posh akan meningkatkan
efesiensi thermal dan menghemat pemakaian bahan bakarserta menurunkan komsumsi bahan
bakar spesifik efektif, hal ini akan berpengaruh pada penurunan Torsi dan Daya efektif, hal ini
disebabkan karena adanya pembakaran yang kurang sempurna (pembakaran kering) dimana
jumlah bahan bakar lebih sedikit dibanding dengan udara, dan adanya campuran yang tidak
homogen antara bahan bakar dan udara.

6. KESIMPULAN
Dari analisa dapat disimpulkan bahwa :
1. Penggantian Posh terhadap Intake Manifold Standar akan menurunkan Torsi, Daya
efektif, dan komsumsi bahan bakar
2. Penggantian Posh terhadap Intake Manifold Standar akan meningkatkan efesiensi
Thermal.
3. Pemakaian Posh menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih minim dibandingkan
pemakaian Intake Manifold Standar dengan selisih 0,123 Kg/jam.
4. Pemakaian Posh tidak dapat menaikkan torsi dan daya efektif mesin, pada torsi mesin
mengalami penurunan sebesar 0,0493 Kg.m dan pada daya efektif sebesar 0,313 PS.

7. SARAN
1. Perlu dilakukan pengujian Posh dengan variasi bentuk yang lebih variatif.
2. Pengujian pada mesin sepeda motor dengan konvigurasi piston vertical.

8. DAFTAR PUSTAKA
Wiranto Aris Munandar. 1994. Penggerak Mula Motor Bakar Torak, Bandung : ITB.
Zhang Dehong and Hill, Philip G. 1996. Effect of Swirl on Combustion Intake Manifold Short
Cylinder Chambe, vol 106, New York el Sevier Science.
Ronald E Walpole dan Raymond H Mayers. 1986. Ilmu Peluang dan Statistika Untuk nsinyur
dan Ilmuwan, Bandung : ITB.

75