Anda di halaman 1dari 5

I.

Hasil penelitian
menunjukkan bahwa permasalahan persiapan pembelajaran
tematik antara lain
:

(1) Guru mengalami kesulitan
dalam menjabarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator
terutama dalam hal menentukan kata kerja operasional yang tepat; (2) Guru
kesulitan dalam mengembangkan tema dan contoh tema tidak selalu sesuai dengan
kondisi lingkungan belajar siswa; (3) Guru kesulitan cara melakukan pemetaan
bagi Kompetensi Dasar yang lintas semester dan Kompetensi Dasar yang tidak
sesuai dengan tema; (4) Beberapa contoh silabus pembelajaran tematik yang ada
sangat beragam pendekatannya sehingga menimbulkan masalah dan keraguan untuk
menggunakan; (5) Guru kesulitan dalam merumuskan keterpaduan berbagai mata
pelajaran pada langkah pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP).

Permasalahan pelaksanaan pembelajaran tematik antara lain : (1) Keterbatasan
pengetahuan dan kemampuan guru dalam mengajarkan lagu anak-anak sesuai tema;
(2) Bahan ajar yang tersedia masih menggunakan pendekatan mata pelajaran
sehingga menyulitkan guru memadukan materi sesuai tema; (3) Bahan ajar tematik
masih bersifat nasional sehingga beberapa materi kurang sesuai dengan kondisi
lingkungan belajar siswa; (4) Model team teaching sesuai untuk kondisi sekolah
yang menerapkan sistem guru bidang studi. Namun model ini memerlukan koordinasi
dan komitmen yang tinggi pada masing-masing guru; (5) Sekolah yang kekurangan
jumlah guru menerapkan model pembelajaran kelas rangkap, sehingga kesulitan
menerapkan pembelajaran tematik di kelas awal; (6) Untuk guru kelas dapat
menggunakan model webbed yakni pembelajaran yang menggunakan suatu tema sebagai
dasar pembelajaran dalam berbagai disiplin mata pelajaran; (7) Lingkungan
sekolah di wilayah kabupaten masih standar dan sarana teknologi sangat kurang
karena sarana pendukungnya yang tidak memenuhi syarat; (8) Guru membuat
rangkuman atau kesimpulan bersama-sama dengan siswa dilakukan setiap hari di
akhir pelajaran dan di akhir tema setelah berlangsung beberapa kali pertemuan;
(9) Jadwal yang menggunakan mata pelajaran menyulitkan guru dalam memadukan
berbagai mata pelajaran secara luwes; (10) Penggunaan jadwal tema lebih luwes
dalam penyampaian pembelajaran tematik, namun memerlukan perencanaan yang
matang dalam hal bobot penyajian antar mata pelajaran.

Permasalahan penilaian pembelajaran tematik antara lain : (1) Guru kesulitan
dalam melakukan penilaian bagi siswa kelas 1 yang belum lancar membaca dan
menulis; (2) Penilaian lisan, unjuk kerja, tingkah laku, produk maupun
portofolio sudah dilakukan namun jarang didokumentasikan; (3) Guru masih

Dimana anak-anak masih berada pada rentangan usia dini dan mereka masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sertab masih bergantung kepada objek-objek konkrit berdasar pengalaman yang dialaminya. bagaimana alur berfikirnya. bagaimana siswa siswi dapat mencapai kompetensinya.Telaah Kompetensi Dasar Telaah Kompetensi Dasar berfungsi untuk melihat dan menganalisa kata-kata kerja operasional yang ada pada kurikulum. bagaimana mengembangkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan bagaimana SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) bisa diapilkasikan dalam proses belajar mengajar. C5 atau C6. 2. Langkah-langkah aplikatif tersebut adalah: 1. sehingga cenderung lebih suka menggunakan penilaian tertulis. (5) Guru juga menemui kesulitan dalam cara menilai pembelajaran tematik.Pemahaman Taksonomi Bloom Taksonomi Bloom sangat penting bagi guru dalam memahami kurikulum dan mengembangkan indikator dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. SOLUSI SIMPEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Agar model pembelajaran tematik bisa dilaksanakan dengan baik dan tujuan pembelajaran tercapai dalam mengembangkan kemampuan peserta didik kelas 1-3. Letak kata kerja operasional ini akan berdampak pada pemakaian kata-kata kerja operasional pada indikator yang aplikatif dan tidak membingungkan siswa siswi. 4. (4) Guru masih kesulitan menentukan Kriteria ketuntansan Minimal. II. Maka alternatif-altenatif dibawah ini dapat digunakan sebagai kerangka yang sudah kami laksanakan ini dapat sebagai bahan pertimbangan. Pemahamana Kurikulum Terpenting bagi guru-guru adalah memahami bagaimana kurikulum dikembangkan. produk dan tingkah laku. apa tujuannya. Dengan memahami taksonomi bloom sejak awal akan memudahkan bagi guru melihat ranah-ranah yang bisa dikembangkan pada indikator tersebut dan bentuk penilaian yang dikembangkan oleh guru terdeteksi sejak awal. karena rapor siswa menggunakan mata pelajaran.kesulitan membuat instrumen penilaian unjuk kerja. C4. dengan pengembangan indikator yang sesuai kata kerjanya maka akan memudahkan siswa dalam mencapai kompetensi dasar.Pengembangan Indikator Dalam pengembangan indicator inilah kunci keberhasilan pembelajaran. Bagaimana solusinya agar model pembelajaran tematik bisa dilaksanakan dengan baik di kelas 1 – 3? Berikut ini cara yang sudah kami kembangkan dan bisa secara maksimal terlaksana tanpa terbebani dengan administrasi yang rumit dan bertele-tele tapi aplikatif dalam proses belajar mengajar. 3. apakah kata kerja operasional terleak pada C1. Karena tangga-tangga pencapaian yang berupa kata-kata kerja operasional pada indikator akan memudahkan alur berfikir siswa yang beringkat menuju Kompetensi Dasar. . C3. C2.

Setelah itu dikembangkan menjadi materi mingguan yang diberikan kepada wali murid. Kalau tidak sesuai.Model Terpadu (Integrated model) 7. 8.Desain Penilaian. Dan disesuaikan dengan kebutuhan pada program semester yang akan dikembangkan. hanya indikator-indikator tertentu saja yang bisa dikembangkan. Tetapi Ironisnya contoh yang ada dari Dinas Pendidikan Pusat hampir semua indikator habis masuk kedalam tema-tema sampai akhirnya ada indikator yang tidak sesuai dengan tema. alokasi waktu dan sumber belajar sejak awal maka akan memudahkan dalam pembuatan Lesson Plan. 3. Membuat Tema Tema memiliki peranan yang penting dalam pembelajaran tematik dan inilah sebetulnya yang bisa digunakan sebagai ciri khas dalam pengembangan tematik oleh sekolah. karena sudah tidak perlu lagi membuat silabus yang bertele-tele itu. Tema-tema yang dikembangkan harus berdasar kebutuhan sekolah bukan sekedar mengambil contoh yang dikeluarkan oleh Diknas. 9.Menentukan model Pembelajaran Tematik yang digunakan. yaitu: 1. pelajaran Pendidikan Jasmani. Apabila sekolah tidak tahu model tematik apa yang dikembangkan. Model Jaring Laba-laba/Model Terjala (Webbed model. Penentuan model pembelajaran tematik merupakan salah satu kunci pelaksnaan pembelajaran tematik. alokasi waktu dan Sumber Belajar Desain penilaian ini merupakan rangkaian dari pengembangan indikator. Sebetulnya Ada 3 model yang bisa dipilih oleh sekolah yang nanti dimasukkan kedalam KTSP. di tema lingkungan 1. misalnya contoh pada lampiran jaringan tema di halaman 1. Cari yang dekat dengan kondisi dan kebutuhan anak. Olahraga dan kesehatan ada indikator yang berbunyi Menerapkan konsep arah dalam berjalan. Membuat Jaringan Keterpaduan Tidak semua indikator bisa dimasukkan di dalam tema. 6.5. maka indicator itu harus diberikan dengan pembelaajran tersendiri. Model Hubungan/Model Terkait (Connected model.2. Dengan desain penilaian. maka sekolah akan terombang ambing dengan perubahan-perubahan yang terus menerus terjadi yang akibatnya akan menyusahkan guru dan siswa. yang terpenting apa yang mau dicapai pada tema-tema bisa dilaksanakan. Jadi cukup simple.Membuat Program Semester Program semester dalam pembelajaran tematik cukup dibuat satu lembar saja. Indikator ini tidak . Dan mendesain sumber belajar yang digunakan dalam pencapaian indikatro tersebut. untuk memudahkan guru dalam pengembangan penilaian yang akan dikembangkan dalam mencapai KD tersebut guru-guru harus tahu apa penilaian yang seusai dari indikator-indikator yang dikembangkan. dan ini yang bayak terjadi di sekolah-sekolah dimana-mana. Guru harus pandai-pandai mencari indicator yang sesuai. berlari dan melompat Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan.

. Jadi guru harus membuat buku dan LKS sendiri sehingga siswa siswi akan mengalami langsung apa yang diinginkan tanpa meninggalkan KD dan Indikator yang harus mereka capai. Dalam pengembangan lesson Plan menggunakan siklus sebagai berikut: 1. tapi yang jelas siklus ini sangat membantu proses pencarian bagi peserta didik dengan baik. Membuat bahan ajar sesuai tema untuk siswa Siswa akan senang belajar apabila mereka mendapat materi-materi yang sesuai dengan kebutuhan.Membuat Lesson Plan Dalam pembuatan Lesson Plan harus berpatokan pada Desain penilaian dan sumber belajar. Sort Out atau Pemilahan 4. Strategi: Penilaian sejawat. tidak nyambung cak! 10. Tun in atau Penyamaan gelombang 2. Strategi: Membangun alur. Reflection atau Refleksi Misal contoh siklus lesson plan dibawah ini secara sederhana menampilkan 6 komponen tersebut berupa strategi dan ketrampilan: Tun in : Strategi: Curah pendapat. ketrampilan: Menyatakan kembali Reflection. ketrampilan: Mencatat Sort Out : Strategi : Mempresentasikan. Find Out atau Pencarian 3. 11.sambung sama sekali dengan tema lingkungan yang dikembangkan alias Joko Sembung naik becak. Making Conclusion atau Pemecahan Masalah 5. ketrampilan:bertanya Find Out: Strategi : Menginterviu pembicara tamu. 1. ketrampilan:Melakukan refleksi Lesson Plan seperti diatas memang bukan gambaran utuh karena tidak mungkin ditulis secara utuh disini. Indikator-indikator yang dikembangkan agar bisa menjadi pembelajaran yang bermakna dan holistik harus menggunakan strategi dan ketrampilan yang tepat di dalam proses belajar mengajar. ketrampilan: Mempresentasikan ide Making Conclusion. fungsi guru adalah membuatkan alur yang sesuai dengan KD dan Indikator.

Terpenting ada keterbukaan dari semua pihak baik Pengawas. Disamping itu perlu kerjasama yang erat antar sesama guru-guru pengajar di kelas 1 – 3 dalam menentukan tema-tema yang sesuai agar tema-tema itu semakin mengerucut sesampai anak-ana di kelas 3 dan tidak terjadi pengulangan-pengulangan tema yang justru akan tidak membawa pembelajaran bermakna bagi siswa. Wassalam .Perlu keseriusan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik kelas 1 -3 di Sekolah Dasar. tergantung kekuatan sekolah masing-masiang yang tidak harus sama antara sekolah satu dengan lainnya dan itu justru untuk memperkuat pembelajaran tematik pada masa yang akan datang. Semoga bermanfaat untuk melaksanakan pembelajaran tematik di sekolah. bukan pembelajaran rematik yang berdiri sendiri. Cabang Dinas Pendidikan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah ada bermacam-macam cara.