Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN KEBUTUHAN

OKSIGENASI

Nama : Husni Mubarrak
Kelas / Semester : 3. D
NPM : 012. 01. 2612

Pada keadaan istirahat frekuensi pernapasan antara 12-15 kali per menit. Oksigen akan digunakan dalam metabolisme sel membentuk ATP (Adenosin Trifosfat) yang merupakan sumber energi bagi sel tubuh agar berfungsi secara optimal. · Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru. otot-otot pernapasan. Ada tiga langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. isi abdomen. dan difusi. perfusi paru. Oksigenasi adalah memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh dengan cara melancarkan saluran masuknya oksigen atau memberikan aliran gas oksigen (O2) sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. dan cara penghisapan lender (suction) Tujuan : 1. untuk menurunkan kerja jantung Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh system respirasi. Konsep Dasar Oksigen adalah salah satu kebutuhan yang paling vital bagi tubuh. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. Perfusi paru Perfusi paru adalah gerakan darah yang melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi. · Kebersihan jalan napas. Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara intrapleural lebih negative (752 mmHg) daripada tekanan atmofer (760 mmHg) sehingga udara akan masuk ke alveoli. Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam . untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan ke paru-paru. dan keadaan hematologi. a. fisioterapi dada. otot abdominal. di mana pada sirkulasi paru adalah darah dioksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dri ventrikel kanan jantung. internal interkosta. dan pusat pernapasan di otak. diafragma. kardiovaskuler. Selain itu oksigen digunakan oleh sel tubuh untuk mempertahankan kelangsungan metabolisme sel. untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. 1. · Adekuatnya system saraf pusat dan pusat pernapasan. Sistem respirasi/pernapasan Sistem pernapasan terdiri atas organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. A. b. · Kemampuan otot-otot pernapasan seperti diafragma. dinding abdomen. Kekurangan oksigen kurang dari lima menit akan menyebabkan kerusakan sel-sel otak. jumlahnya sekitar 500 ml. Prosedur pemenuhan kebutuhan oksigen dapat dilakukan dengan pemberian oksigen dengan menggunakan kanula dan masker. eksternal interkosta.

Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3 % oksigen larut dalam plasma. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan oksigen antara lain fisiologi. Menurunnya kapasitas pengingatan O2 seperti pada anemia. Dengan demikian besarnya Hb dan jumlah eritrosit akan memengaruhi transport gas. dan lingkungan. Difusi Oksigen terus. Faktor Fisiologi a. c. . Misalnya pasa tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk dalam darah. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 akan dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 dengan maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli. Perbedaan tekanan pada area membrane respirasi akan memengaruhi proses difusi.3 difosfogliserat dalam darah merah.menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. Darah masuk ke atrium kiri dari vena pulmonaris. Afinitas atau ikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu. Hematologi Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbon dioksia dari jaringan ke paru-paru. perilaku. 2. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga dapat dipergunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan volume atau tekanan darah sistemik. Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigenasi membentuk oksihemoglobin (HbO2). Darah dari atrium kanan masuk dalam ventrikel kanan melalui katup pulmonalis untuk kemudian dialirkan ke paru-paru kanan dan kiri untuk berdifusi. Aliran darah keluar dari ventrikel kiri menuju aorta melalui katup aorta. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transport O2 terganggu. b. perkembangan. Kemudian dari aorta darah disalurkan ke seluruh sirkulasi sistemik melalui arteri. arteriol. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali ke atrium kiri dan bersikulasi secara sistemik berdampak pada kemampuan transport gas oksigen dan karbon dioksida. Sistem kardiovaskuler Kemampuan oksigenasi pada jaringan sangat dipengaruhi oleh fungsi jantung untuk memompa darah sebagai transport oksigen. Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. ph. 1. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas. c.proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida di kapiler dan alveolus. 3. dan kapiler serta menyatu kembali membentuk vena yang kemudian dialirkan ke jantung melalui atrium kanan. konsentrasi 2.

Substansi abuse (alcohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi/Fe menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. Ketidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolic. d. 4. luka. penyalit kronik seperti TBC paru. Faktor Lingkungan a. 3. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru. Kecemasan b. Perubahan-perubahan fungsi jantung yang memengaruhi kebutuhan oksigenasi : 1. Perubahan cardiac output. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. Suhu lingkungan c. ekspansi paru menurun. Infeksi/sepsis c. stress yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru. Ketinggian tempat dan permukaan laut. d. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a. Perubahan Fungsi pernapasan 1. e. elastisitas menurun. muskulus skeleton yang abnormal. Kecemasan : menyebabkan metabolism meningkat 4. alcohol. Gangguan kondiksi seperti distritmia (takikardia/bradikardia). Keracunan obat-obatan d. 3. ibu hamil. e. Kondisi yang memengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. Faktor Perkembangan a. obesitas. c. c. regurgitasi darah yang mengakibatkan ventrikel bekerja lebih keras. Anak usia sekolah dan remaja. Kerusakan fungsi katup seperti pada stenosis. Faktor Perilaku a. Tempat kerja b. 2. dan lain-lain. Dewasa muda dan pertengahan : diet yang tidak sehat. diet yang tinggi lemak menimbulkan arterioklerosis. Bayi dan toddler adanya risiko infeksi saluran pernapasan akut. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi. Myocardial iskhemial infark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium. menurunnya cardiac output seoerti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia jaringan. kurang aktivitas. demam. b. 2. e. risiko infeksi saluran pernapasan dan merokok. Merokok : nikotin menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah perifer dan koroner. . obstruksi. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam. b. d. Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen. menyebabkan depresi pusat pernapasan. Bayi prematur yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan.

Biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). Klien mengeluh sesak napas b. ketidakseimbangan elektrolit. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti pada keracunan sianida. 3. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung. nyeri dada (chest pain). RR tidak normal c. kejang dan kardiak arrest. 2. Dispnea c. sianosis. tinnitus. menurunnya kemampuan konsentrasi. Terdapat suara napas tidak normal b. Kemungkinan data yang ditemukan pada bersihan jalan napas tidak efektif: Data Subjektif : a. Klien mengeluh batuk Data objektif : a. Terdapat penggunaan otot tambahan . Tanda-tanda dan gejala hoperventilasi adalah takikardia. Kerusakan/gangguan ventilasi. d. kardiakdistritmia. Hipoventilasi Hivoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. sesak napas. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a. B. Klien mengeluh batuk disertai dahak Data objektif : a. disorientasi. nadi meningkat. kecemasan. e. Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatkan penggunaan O2 pada tingkat seluler. c. disorientasi . f. menurunkan konsentrasi. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan I. Demam 2. dan clubbing. Terdapat perubahan irama pernapasan dan jumlah pernapasan b. Terdapat sianosis d. napas pendek. Menurunnya perfusi jaringan seperti pada syok. pernapasan cepat dan dalam. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. Pengkajian 1. penurunan kesadaran. Menurunnya hemoglobin b. Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelahan. Kemungkinan data yang ditemukan pada pola napas tidak efektif : Data subjektif : a. Klien mengeluh sesak napas b. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pneumonia.

Kemungkinan data yang ditemukan pada gangguan pertukaran gas : Data Subjektif : a. injuri dada c. Terdapat edema b. Kemungkinan data yang ditemukan pada penurunan perfusi jaringan tubuh : Data subjektif : a. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan masalah kebutuhan oksigenasi di antaranya adalah : 1. Gangguan kognitif dan persepsi d. Terdapat sianosis e. Menurunnya energy dan kelelahan b. Terdapat sianosis e. Bronkiolitis akut 2. d. Infeksi c. Klien mengeluh sesak napas Data Objektif : a. paru. cystic fibrosis b. COPD e. Klien mengalami penurunan kesadaran b. Bedah toraks Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada : a. gangguan neuromuskuler d. Klien mengeluh merasa lemah Data objektif : a. Terjadi penyembuhan luka lama 4. Terdapat perubahan warna kulit/pucat d. Kemungkinan berhubungan dengan : a. Terdapat takikardia II. Pneumonia. ARDS. Terdapat perbahan tanda-tanda vital d. Trauma e. Klien tampak cemas 3. Terdapat capillary refill lambat c. Bersihan jalan napas tidak efektif Kondisi di mana pasien tidak mampu membersihkan secret/slem sehingga menimbulkan obstruksi saluran pernapasan dalam rangka mempertahankan saluran napas. Ca. Pola napas tidak efektif Kondisi di mana pola inhalasi dan ekshalasi pasien tidak mampu karena adanya gangguan fungsi paru. Terdapat nilai AGD tidak normal c. .

Depresi pusat pernapasan f. Kemungkinan berhubungan dengan: a. Penurunan perfusi jaringan tubuh Kondisi di mana tidak adekuatnya pasokan oksigen akibat menurunnya nutrisi dan oksigen pada tingkat seluler. Penggunaan obat dan keracunan alcohol c. COPD 4. Insfeksi paru e. Edema paru . Pendarahan g. infeksi pada dada b. Penyakit kanker. Menurunnya ekspansi paru d. Kemungkinan berhubungan dengan : a. Trauma dada d. Penumpukan cairan dalam paru b. Syok f. Gangguan pertukaran gas Suatu kondisi di mana pasien mengalami penurunan pengiriman oksigen dan karbon dioksida di antara alveoli paru dan system vaskuler. Edema f. CHF b. Kelemahan otot pernapasan Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada : a. Bronkhospasme e. Hipertensi e. Infark miokardial c. Immobilisasi Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada : a. Vasokontriksi b. Menurunnya aliran darah e. Guillian Barre Syndrome 3. Myasthenia gravis. Kemungkinan berhubungan dengan : a. Obstruksi saluran pernapasan d. Hipovolemia c. Peradangan pada jantung d. Gangguan pasokan oksigen c. Perdarahan aktif c. Obstruksi tracheal b. Thrombosis vena d.

Asma d. Gangguan kognitif dan persepsi d. Bedah toraks . Trauma e. Kemungkinan berhubungan dengan : a. CHF c. Menurunnya energy dan kelelahan b. COPD b. Pneumonia No. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul Tujuan Intervensi Rasional 1 Bersihan jalan napas tidak efektif.f. Infeksi c. Pembedahan paru Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada : a.

alcohol. Setelah diberikan asuhan keperawatan .x24 jam diharapkan bersihan jalan napas klien efektif dengan kriteria hasil : · Saluran napas klien menjadi bersih. menghindari alergen. · Klien dapat mengeluarkan secret. bunyi napas. · Suara napas klien dan keadaan kulit klien menjadi normal. . Mobilisasi pasien 2 jam Berikan pendidikan kesehatan (efek merokok. Mengeluarkan secret. Terapi inhalasi dan latihan pernapasan dalam dan batuk efektif. Bantu oral hygiene setiap 4 jam. Sediakan alat suction dalam kondisi baik. Indikasi dasar kepatenan / gangguan saluran pernapasan. Monitor jumlah. efek pengobatan bronchodilator. AGD. Memberikan rasa nyaman . . Peralatan dalam keadaan siap. latihan bernapas).

· Klien tidak terlihat menggunakan otot tambahan · Klien tidak terlihat cemas Berikan oksigen sesuai program . · Pasien tidak mengeluh sesak napas. Insfeksi paru e. Obstruksi tracheal b. Mempertahankan sirkulasi Mencegah komplikasi paru-paru 2 Pola napas tidak efektif Kemungkinan berhubungan dengan: a. Kelemahan otot pernapas Setelah diberikan asuhan keperawatan . Perdarahan aktif c. . Menurunnya ekspansi paru d.x24 jam diharapkan pola napas klien efektif dengan kriteria hasil : · Irama pernapasan dan jumlah pernapasan klien normal. Depresi pusat pernapasan f. .

batuk. bunyi paru. warna kulit. tanda vital. Meningkatkan pengembangan paru. Monitor jumlah pernapasan. Membantu mengeluarkan secret. Melaksanakan program pengobatan Posisi pasien fowler Bantu dalam terapi inhalasi. . Pendidikan kesehatan : · Perubahan gaya hidup. penggunaan otot bantu pernapasan. AGD. Alat-alat emergensi disiapkan dalam kondisi baik. Kemungkinan terjadi kesulitan bernapas yang akut. · Menghindari allergen · Teknik bernapas · Teknik relaksasi Mempertahankan oksigen arteri Mengetahui status pernapasan. Meningkatkan pernapasan.

Thrombosis vena d. Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan. Mengetahui kelebihan atau kekurangan. Immobilisasi Setelah diberikan asuhan keperawatan . Perlu adaptasi baru dengan kondisi sekarang. . Kemungkinan berhubungan dengan : a. Berikan oksigen sesuai kebutuhan Ukur intake dan outtake cairan. elektrolit. Mempertahankan pasokan oksigen. · Suara pernapasan klien normal. Mengurangi stress dan energy bicara. Menghindari gangguan integritas kulit. bunyi jantung. tingkat kesadaran. Batasi pengunjung. Mengurangi kecemasan dan lebih kooperatif. menahan napas. Data dasar untuk mengetahui perkembangan pasien. Berikan pendidikan kesehatan : · proses terapi · perubahan gaya hidup · teknik relaksasi · program latihan · diet · efek obat Mengetahui kelainan jantung. seperti pemberian losion Hindari terjadinya palsava maneuver seperti mengedan. . edema. Meningkatkan pengetahuan dan mencegah terjadinya kambuh dan komplikasi. dan batuk. Monitor tanda vital. Vasokontriksi b. Monitor denyut jantung dan irama.x24 jam diharapkan perfusi jaringan tubuh klien normal dengan kriteria hasil : · Menurunnya insufisiensi jantung klien. Pendarahan g. darah lengkap. Meningkatkan perfusi. Menurunnya aliran darah e. 3 Penurunan perfusi jaringan tubuh. Mengetahui keadaan umum pasien. CVP. Edema f. Kolaborasi dengan dokter dalam pemeriksaan AGD. Hipovolemia c. . Lakukan perawatan kulit.

catat tanda vital. Gangguan pasokan oksigen c. . Edema paru f. Menjaga keseimbangan cairan. nyeri. Meningkatkan pertukaran gas. kesulitan bernapas. Bronkhospasme e. oksigen. 4 Gangguan pertukaran gas. Data dasar untuk pengkajian lebih. Menurunkan kebutuhan energy pencernaan. hasil laboratorium. Berikan nutrisi tinggi protein. Melonggarkan sluran pernapasan. . Obstruksi saluran pernapasan d. ET tube. Dapat mengerjakan sendiri di rumah jika memungkinkan. Batasi pengunjung. · Klien tidak mengalami penurunan kesadaran · Nilai AGD klien normal · Tidak terdapat perubahan tanda-tanda vital pada klien · Klien tidak mengalami sianosis Monitor/kaji kembali adanya. Berikan posisi fowler/semi fowler. Berikan terapi inhalasi. Suction jika ada indikasi. retraksi sternal. · napas dalam · latihan bernapas · mobilisasi · kebutuhan istirahat · efek merokok Jelaskan tentang teknik suction pada keluarga. Jaga alat emergensi dan pengobatan tetap tersedia seperti ambu bag. Pendidikan kesehatan tentang. . Mengurangi tingkat kecemasan. suction. Pembedahan paru Setelah diberikan asuhan keperawatan . Kemungkinan berhubungan dengan : a. Penumpukan cairan dalam paru b. penggunaan otot bantu pernapasan penggunaan oksigen. Monitor intake dan output cairan. Persiapan emergensi terjadinya masalah akut pernapasan.x24 jam diharapkan pertukaran gas klien adekuat dengan kriteria hasil : · Klien tidak mengeluh sesak napas. Membantu mencegah hemat energy. rendah lemak. X-ray.

· Suara napas klien dan keadaan kulit klien menjadi normal 2. · Klien tidak terlihat menggunakan otot tambahan · Klien tidak terlihat cemas 3. Pertukaran gas klien dapat adekuat dengan kriteria hasil : · Klien tidak mengeluh sesak napas. · Pasien tidak mengeluh sesak napas. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 2 Edisi 4. 2006. 2006. Perfusi jaringan tubuh klien dapat normal dengan kriteria hasil sebagai berikut : · Menurunnya insufisiensi jantung klien. · Klien tidak mengalami penurunan kesadaran · Nilai AGD klien normal · Tidak terdapat perubahan tanda-tanda vital pada klien · Klien tidak mengalami sianosis DAFTAR PUSTAKA Potter & Perry. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan Edisi 3. maka diharapkan klien : 1. Jakarta : Buku Kedokteran EGC Tarwoto & Wartonah. Bersihan jalan napas klien dapat efektif dengan kriteria hasil sebagai berikut : · Saluran napas klien menjadi bersih. · Suara pernapasan klien normal 4. . Jakarta : Salemba Medika. · Klien dapat mengeluarkan secret. Pola napas klien dapat efektif dengan kriteria hasil sebagai berikut : · Irama pernapasan dan jumlah pernapasan klien normal. Evaluasi Setelah dilakukan implementasi sesuai dengan batas waktu ditetapkan dan situasi kondisi klien. I.